Thursday, July 24, 2014

Laba PT Astra International Tbk Laba Naik Sebesar 11% Atau Rp 9,8 Triliun

PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih naik sebesar 11% dari Rp 8,8 triliun di paruh pertama tahun lalu menjadi Rp 9,8 triliun di semester I-2014. Laba bersih per saham pun mengalami kenaikan sebesar 11% menjadi Rp 242 per saham. Pendapatan bersih Astra sepanjang enam bulan pertama tahun 2014 mencapai Rp 101,5 triliun, naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 94,3 triliun.

“Bisnis Grup Astra mencatat hasil yang beragam pada semester pertama tahun 2014 ini, meskipun volume operasional masih tinggi. Kinerja keuangan hingga akhir tahun diperkirakan masih baik, walaupun kompetisi pada pasar mobil masih tinggi dan harga batu bara diperkirakan masih rendah,” ungkap Presiden DirekturASII Prijono Sugiarto, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7/2014).

Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur, logistik dan lainnya, serta teknologi informasi. Laba bersih Divisi Otomotif turun sebesar 9% menjadi Rp 4 triliun. Walaupun permintaan kendaraan bermotor tetap baik di semester pertama tahun 2014, perang diskon yang masih berlanjut di pasar mobil memberikan dampak pada turunnya laba bersih.

Kontribusi laba bersih dari bisnis grup komponen juga mengalami penurunan, menyusul turunnya kepemilikan saham perseroan di Astra Otoparts dari 95,7% menjadi 80% pada kuartal kedua tahun 2013. Total penjualan mobil nasional meningkat sebesar 7% menjadi 642.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 4% menjadi 334.000 unit, dengan pangsa pasar menurun dari 53% menjadi 52%. Sepanjang semester pertama tahun 2014, Astra meluncurkan 11 model baru dan 7 model facelift.

Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional naik 7% menjadi 4,2 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor (AHM) naik 11% menjadi 2,6 juta unit, dengan peningkatan pangsa pasar dari 60% menjadi 62%. Di semester pertama tahun 2014 PT Astra Honda Motor meluncurkan 11 model facelift.

PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan di bidang komponen otomotif yang 80% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatat peningkatan volume penjualan walaupun laba bersih mengalami penurunan sebesar 11% menjadi Rp 454 miliar disebabkan oleh turunnya margin manufaktur.

Laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 15% menjadi Rp 2,5 triliun. Apabila tidak memperhitungkan keuntungan dari akuisisi 50% saham Astra Aviva Life, maka laba bersih Divisi Jasa Keuangan turun sebesar 5% menjadi Rp 2 triliun. Pertumbuhan yang kuat, terutama dari Federal International Finance, tertekan oleh penurunan kontribusi dari Asuransi Astra Buana.

Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra meningkat 11% menjadi Rp 30,9 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse. Sementara itu total kredit yang diberikan melalui pembiayaan alat berat mengalami penurunan 23% menjadi Rp 2 triliun akibat penurunan penjualan alat berat. PT Bank Permata Tbk yang 44,6% sahamnya dimiliki Perseroan, membukukan laba bersih sebesar Rp 800 miliar, mengalami penurunan sebesar 2%.

PT Asuransi Astra Buana (AAB), anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi mencatat penurunan laba bersih. Pertumbuhan yang kuat pada pendapatan premi kotor tertekan oleh penurunan kontribusi dari pendapatan investasi akibat adanya keuntungan pada kuartal pertama 2013 yang berasal dari penjualan kepemilikan reksadana.

Selama kuartal kedua, perseroan telah menyelesaikan penjualan 25% saham di Astra Sedaya Finance kepada Bank Permata senilai Rp 2,2 triliun, dan menghasilkan laba Rp 1 triliun yang dibukukan langsung ke ekuitas. Laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan naik 41% menjadi Rp 2 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh perseroan, melaporkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 11% dan peningkatan laba bersih sebesar 42% menjadi Rp 3,3 triliun.

Pada segmen usaha mesin konstruksi, pendapatan bersih turun 1%, mencerminkan penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 10% menjadi 2.207 unit, namun penurunan pendapatan tersebut cukup tertahan oleh kenaikan pendapatan pada suku cadang dan jasa purna jual.

PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha UT di bidang kontraktor penambangan batu bara, diuntungkan oleh meningkatnya volume produksi batu bara pada stripping ratio yang lebih rendah. PAMA mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 12% dikarenakan kontrak produksi batu bara meningkat 20% menjadi 60 juta ton, sementara kontrak pengerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 3% menjadi 401 juta bcm.

Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 46% dengan kenaikan penjualan batu bara sebesar 51% menjadi 3,4 juta ton, walaupun terjadi penurunan harga rata-rata penjualan batu bara sebesar 7%. Kenaikan biaya bahan bakar juga menurunkan margin laba kotor. United Tractors dan anak usahanya memiliki sembilan tambang batubara dengan total cadangan pada akhir tahun 2013 diperkirakan mencapai 409 juta ton

Laba bersih Divisi Agribisnis naik 91% menjadi Rp 1,1 triliun. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 91% menjadi Rp 1,4 triliun. Harga rata-rata CPO meningkat 32% menjadi Rp 8.728/kg, sementara penjualan CPO mengalami penurunan sebesar 10% menjadi 675.000 ton, yang disebabkan oleh mulai beroperasinya kilang minyak sawit perusahaan di Sulawesi Barat, yang telah menjual 92 ribu ton olein sepanjang semester pertama tahun 2014.

Laba bersih Divisi Infrastruktur, Logistik dan lainnya turun sebesar 23% menjadi Rp 171 miliar. PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 4% menjadi 20,8 juta kendaraan dengan tarif rata-rata meningkat 14%.

Jalan tol Kertosono-Mojokerto di Surabaya sepanjang 40,5 km yang 95% sahamnya dimiliki Astra dan mulai diakuisisi pada akhir 2011 masih dalam proses pembangunan. Sesi 1 sepanjang 14,7 km diharapkan bisa mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2014, tahap berikutnya akan beroperasi pada tahun 2015, menunggu selesainya proses akuisisi lahan.

Bersamaan dengan jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km yang 40% sahamnya dimiliki oleh Astratel, total jalan tol yang dimiliki Astra adalah 124,2 km. PT Serasi Autoraya (SERA) mengalami peningkatan pendapatan walaupun jumlah kontrak sewa kendaraan di bisnis rental kendaraan TRAC turun 5% menjadi 30.000 unit. Namun kenaikan tersebut tertekan oleh tingginya biaya operasional sehingga laba bersih turun 25% menjadi Rp 73 miliar.

Anandamaya Residences, proyek residensial yang 60% sahamnya dimiliki Perseroan yang berlokasi di pusat bisnis Jakarta, diharapkan mulai memasarkan unitnya pada kuartal ketiga tahun 2014. Hunian premium ini berjumlah sekitar 500 unit apartemen dan diharapkan akan selesai pada tahun 2018.

Laba bersih Divisi Teknologi dan Informasi sebesar Rp 84 miliar, naik 53%. PT Astra Graphia Tbk (AG), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 110 miliar, naik 53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal kedua, Astra Graphia melepas 51% sahamnya di AGIT Monitise Indonesia, dan membukukan keuntungan sebesar Rp 42 miliar.

Terigu Import Asal Turki, India dan Sri Lanka Diduga Di Subsidi

Pengusaha terigu nasional yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Terigu Indonesia (Aptindo) mengeluhkan adanya serbuan impor terigu dari Turki, India, dan Sri Lanka yang harganya jauh lebih murah. Dampaknya produk terigu dalam negeri sulit bersaing.

Ketua Aptindo Fransiscus Welirang mengatakan, negara seperti Turki, India dan Sri Lanka mendapatkan subsidi dari pemerintahnya. Subsidi tersebut bukan berapa materil, melainkan kebijakan yang menguntungkan industri dalam negeri negara-negara tersebut.

"Kalau kita bicara, sulit bersaing di mana di negara tertentu ada intervensi pemerintah. Di Turki ada, Sri Lanka ada. Itu yang mengakibatkan distorsi harga yang sebenarnya," kata Franky sapaan akrab Franciscus saat acara buka puasa bersama Aptindo, di Restoran, SCBD, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Franky mengatakan, pemerintah negara-negara tersebut memproteksi industri dalam negeri dengan pengenaan bea masuk impor. Sehingga bahan baku terigu berupa gandum harganya melonjak hingga 120%. "Dia memproteksi gandum dalam negerinya, sehingga gandum impor itu dia naikkan jadi 120% harganya. Itu dimanfaatkan dari satu regulasi," katanya.

Berdasarkan data Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), harga gandum impor yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 362,2 per metric ton. Sedangkan yang dijual di Indonesia atau diekspor harganya mencapai US$ 476,5 per metric ton.

"Kasihan yang kecil dan baru, yang harus bersaing dengan harga dibanting begitu. Kita ingin dia hidup," tutupnya. Hal ini lah yang membuat Aptindo mengadukan hal ini ke Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), Kementerian Perdagangan.

Tuesday, July 22, 2014

Harga Saham Wall Street Naik Seiring Dengan Pertumbuhan Industri Properti

Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah hari yang sibuk dengan laba perusahaan dan laporan yang menunjukkan penjualan rumah mencapai tingkat tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 61,81 poin (0,36 persen) menjadi ditutup pada 17.113,54, demikian seperti dilaporkan AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 naik 9,90 poin (0,50 persen) menjadi berakhir pada 1.983,53, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq melompat 31,31 poin (0,71 persen) menjadi 4.456,02. Banjir laporan laba perusahaan menunjukkan beberapa hasil yang beragam, tetapi analis mengatakan gambar secara keseluruhan adalah positif. Sebuah catatan dari Wells Fargo Advisors mengatakan hasil sampai saat ini, sekitar 17 persen dari laporan laba perusahaan yang tergabung dalam S&P 500 tampak "menggembirakan."

Brent Schutte, ahli strategi pasar di BMO Global Asset Management, mengatakan laba secara keseluruhan "cukup mantap". Sementara itu, Asosiasi Makelar Rumah Nasional (NAR) mengatakan penjualan "existing homes" (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales) AS pada Juni naik 2,6 persen ke tingkat tahunan sebesar 5,040 juta, kecepatan tertinggi sejak Oktober 2013.

Saham Lockheed Martin naik 3,0 persen karena menaikkan proyeksi labanya untuk 2014 setelah mengalahkan ekspektasi analis pada kuartal kedua. Kontraktor pertahanan ini sekarang memproyeksi laba bersih per saham 10,85-11,15 dolar AS, naik dari 10,50-10,80 dolar AS sebelumnya. Chipotle Mexican Grill melonjak 11,8 persen karena laba bersihnya pada kuartal kedua naik lebih dari 25 persen menjadi 110,3 juta dolar AS. Perusahaan mengatakan pihaknya membuka 45 restoran baru di kuartal kedua.

Tetapi anggota Dow, McDonald, turun 1,3 persen karena melaporkan laba kuartal kedua 1,40 dolar AS per saham, empat sen di bawah ekspektasi. Raksasa makanan cepat saji menunjuk penjualan lebih rendah di AS dan Eropa. Coca-Cola melaporkan penurunan tiga persen dalam laba bersihnya menjadi 2,6 miliar dolar AS untuk kuartal kedua, karena volume naik delapan persen di Asia Pasifik tetapi datar di Amerika Utara, Eropa dan Amerika Latin. Saham Coca-Cola turun 2,9 persen.

Perusahaan-perusahaan lain yang melaporkan hasil keuangannya termasuk Altria yang sahamnya turun 0,2 persen, DuPont melemah 0,9 persen, Netflix merosot 4,6 persen, Texas Instruments menyusut 0,1 persen, Travelers jatuh 3,8 persen, United Technologies turun 1,9 persen dan Verizon naik 0,6 persen.

Dalam berita non-laba, Herbalife, marketer produk nutrisi, berakhir 25,5 persen lebih tinggi setelah sebuah presentasi yang mengkritik perusahaan oleh aktivis investor Bill Ackman dari Pershing Square Capital Management.  Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun AS tetap stabil di 2,47 persen, tingkat yang sama seperti Senin, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,25 persen dari 3,26 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah penjualan rumah AS meningkat pada Juni. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus kehilangan 7,6 dolar AS, atau 0,58 persen, menjadi menetap di 1.306,3 dolar AS per ounce, lapor Xinhua

Penjualan "existing home", yang menghitung transaksi diselesaikan untuk rumah keluarga tunggal, townhouse dan kondominium, meningkat 2,6 persen dari Mei ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,04 juta unit pada Juni, National Association of Realtors (NAR) mengatakan dalam sebuah laporan.

Data yang menunjukkan musim laba lumayan mengurangi permintaan aset-aset "safe haven" di tengah ketegangan geopolitik di Ukraina dan Jalur Gaza, kata para analis. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik moderat pada Juni, dipimpin oleh kenaikan kuat harga bensin. IHK naik 0,3 persen pada basis disesuaikan secara musiman bulan lalu, setelah meningkat 0,4 persen pada Mei, kata Departemen Tenaga Kerja AS.

Perak untuk pengiriman September turun 0,4 sen, atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 21,008 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 5,1 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi berakhir 1.488,3 dolar AS per ounce.

Lelang Obligasi Negara Serap Dana Rp. 13,5 Triliun

Pemerintah menyerap dana sebesar Rp13,5 triliun dalam lelang lima seri obligasi negara pada Selasa ini, dari total penawaran yang masuk sebesar hampir Rp19,72 triliun. Keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa, menyebutkan jumlah Rp13,5 triliun itu terdiri dari seri SPN12150501 sebesar Rp0,35 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang seri ini sebesar 6,59 persen dengan imbal hasil tertinggi dimenangkan 6,72 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp1,77 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 7,0 persen dan terendah 6,5 persen. Jumlah dimenangkan untuk seri SPN12150710 sebesar Rp0,80 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,80 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 6,99 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp1,54 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 6,99 persen dan terendah 6,70 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri FR0069 sebesar Rp1,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,85 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 7,88 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp2,81 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 7,96 persen dan terendah 7,79 persen. Jumlah dimenangkan untuk seri FR0070 sebesar Rp5,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,02 persen dan imbal hasil tertinggi dimenangkan 8,05 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp6,68 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,14 persen dan terendah 7,95 persen.

Sementara untuk seri FR0068, jumlah dimenangkan sebesar Rp5,75 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,66 persen, imbal hasil tertinggi dimenangkan 8,70 persen. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp6,92 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 8,9 persen dan terendah 8,6 persen.

Jumlah dimenangkan sebesar Rp13,5 triliun tersebut lebih besar dari jumlah indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp10 triliun. Penjualan obligasi negara melalui lelang itu untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN Perubahan 2014

Bisnis Pertemuan Naik 10 Persen Selama Pilpres

Bisnis perhotelan ikut mendapat keuntungan dari penyelenggaraan pemilihan umum presiden dan wakil presiden yang akan digelar pada 9 Juli 2014. Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Carla Parengkuan mengatakan peningkatan bisnis terutama pada Meetings, Incentives, Convention and Exhibition (MICE).

"Sejak awal Juni ada kenaikan 10 persen di MICE karena Pilpres," kata Carla lewat pesan singkat, Sabtu, 28 Juni 2014.

Carla mengatakan peningkatan umumnya terjadi di kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. "Meningkat dengan dilaksanakannya berbagai diskusi partai di hotel-hotel bintang 4 dan bintang 5 yang memiliki ballroom besar dan fasilitas MICE yang lengkap," kata Carla.

Namun, memasuki bulan Ramadan, Carla memperkirakan bisnis perhotelan secara umum akan sedikit menurun seperti tahun-tahun sebelumnya.

Laba Usaha PT Mas Murni Tbk Naik 21,48 Persen

PT Mas Murni Tbk mencatatkan laba usaha naik 21,48 persen menjadi Rp 10,24 miliar pada 2013 dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 8,04 miliar. Sedangkan laba bersih naik 8,94 persen menjadi Rp 2,57 miliar dari Rp 2,34 miliar pada 2012. Hal ini ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 7,72 persen menjadi Rp 80,22 miliar.

"Yang paling banyak pendapatan makan dan minum sekitar Rp 36,05 miliar dan kamar Rp 33,2 miliar. Pendapatan lain-lain hanya Rp 10,96 miliar," kata Direktur PT Mas Murni Indonesia Peterjanto Suharjono dalam keterbukaan informasi yang diunggah ke situs resmi Bursa Efek Indonesia, Ahad, 29 Juni 2014.

Aset pengelola Hotel Garden Palace, Surabaya, ini naik 4,7 persen menjadi Rp 740,14 miliar pada 2013 dibanding tahun sebelumnya hanya Rp 705,33 miliar. Sebagai strategi menaikkan pendapatan dan laba usaha, Mas Murni membangun IBT Center Bulding sebagai pusat informasi, promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi kegiatan Indonesia timur.

"Masih dalam proses dan bakal beroperasi pada awal tahun 2015," ujarnya.

Sedangkan sampai Mei 2014, perseroan mencetak kenaikan pendapatan 11,74 persen menjadi Rp 32,16 miliar. Kenaikan ini masih didominasi oleh pendapatan makanan dan minuman sebanyak 21,66 persen menjadi Rp 16,57 miliar. Adapun pendapatan kamar sebesar Rp 12,07 miliar dan pendapatan lain-lain Rp 3,51 miliar.

BRI Tunggu Izin OJK Untuk Mencari Pinjaman Dari Pihak Asing

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) saat ini masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mencari pinjaman melalui sindikasi oleh 6 bank asing. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membayar utang jatuh tempo.  Menurut Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni, BRI akan mencari pinjaman dengan skema sindikasi sebesar antara 300 juta dollar AS hingga 400 juta dollar AS dengan tenor 3 tahun. "Untukfunding denominasi dollar AS, kami mempunyai rencana untuk mengambil dari beberapa bank. Tujuannya untuk refinancingpinjaman yang saat ini jatuh tempo. Jadi, ambil pinjaman yang baru untuk lunasi yang lama," kata Baiquni di kantornya, Selasa (22/7/2014).

Diperkirakan, utang jatuh tempo perseroan mencapai Rp 2 triliun, yang berasal dari obligasi subdebt berdenominasi rupiah. Akan tetapi, pinjaman valuta asing itu akan digunakan untuk membiayai utang-utang berdenominasi dollar AS. Kata Baiquni, pinjaman juga akan disalurkan untuk debitor valas perseroan. Berdasarkan kebijakan perseroan, pinjaman valas akan disalurkan untuk permintaan kredit berdenominasi dollar AS.

"Kami tidak akan berikan pinjaman dollar AS kepada debitor yangrevenue-nya rupiah. Kami lebih selektif. Dengan begitu, kami melakukan natural hedging," ujar Baiquni. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 25,5 triliun, seiring dengan persiapan Lebaran. Dana tersebut akan disebar melalui berbagai kantor cabang dan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perseroan di seluruh Indonesia.

“Dana tunai ini akan kami siagakan melalui 540 kantor cabang sebesar Rp 7,56 triliun dan melalui 19.164 ATM sebesar Rp 17,937 triliun di seluruh Indonesia. Jadi, totalnya ada Rp 25,497 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria, dalam keterangan pers, Senin (21/7/2014).

BRI berharap dana tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat mulai dari H-7, hingga H+7. “Jadi kami ingin pastikan bahwa masyarakat benar-benar terlayani oleh BRI,” lanjutnya. Dana tunai yang disediakan BRI pada tahun ini mengalami kenaikkan sebesar 7 persen dari Lebaran tahun lalu. Jumlah itu setara dengan Rp 1,69 triliun.

Perseroan juga akan memenuhi kebutuhan dana tunai untuk wilayah Jabodetabek, meskipun wilayah ini akan ditinggalkan sebagian warganya yang mudik ke kampung halaman. Khusus untuk wilayah ini, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 1,2 triliun melalui 88 kantor cabang.

Budi menambahkan, dengan mengambil asumsi kebutuhan kas harian kantor cabang dan unit kerja yang rata-rata sebesar Rp 1 miliar per hari selama periode lebaran H-7 hingga H+7, maka perseroan akan melakukan pengisian ATM sebanyak empat kali sepekan.