Wednesday, October 29, 2014

Dirut KAI Edi Sukmoro Pasang Target Fantastis Pendapatan KAI Rp 11 Triliun Tahun Depan

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro langsung pasang target penerimaan PT KAI tahun depan. Tidak tanggung-tanggung, dia langsung menyebut angka Rp 11 triliun pendapatan PT KAI tahun depan.

"Tahun lalu kan pendapatan Rp 8,7 triliun, tahun depan 10 atau 11 trilyun," kata Edi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Dia berpandangan, sebenarnya tata kelola keuangan di PT KAI sendiri sudah sangat baik. Pasalnya, pendapatan keuangan pada masa Ignasius Jonan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

"Saya kira kalau keuangan dipegang Dirut lama sudah membaik, naik terus. Sampai terakhir untung kami Rp 560 miliar dari pendapatan Rp 8,7 triliun. Saya kira ini harus naik terus karenaopportunity itu ada," ujar dia.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menunjuk Direktur Pengelolaan Aset Non Produksi KAI Edi Sukmoro sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia. Hal itu berarti, Edi lah yang menjadi pengganti Ignasius Jonan.

Rini menjelaskan bahwa penunjukan Edi sudah melalui proses penseleksian. Apalagi kata dia, Edi dikenal memiliki kemampuan yang baik dan mengetahui selak-beluk KAI.

Singapura Tempat Terbaik untuk Berbisnis Di Dunia dan Indonesia Berhasil Menduduki Peringkat 114

Singapura kembali menyandang predikat sebagai negara terbaik untuk berbisnis, menurut survei tahunan Bank Dunia. Survei yang dituangkan dalam laporan bertajuk ‘Doing Business’ itu menempatkan negeri jiran itu pada peringkat pertama dengan nilai 88,27.

Predikat 'negara dengan kemudahan untuk berbisnis' menurut survei Bank Dunia ialah yang kesembilan kalinya bagi Singapura. Berdasarkan rangkaian metrik yang digunakan Bank Dunia guna mengukur seberapa lama membuka dan menutup perusahaan, tingkat kesulitan mendapatkan izin konstruksi, dan sistem pembayaran pajak, Singapura dinilai paling ramah terhadap pebisnis.

Kebalikan dengan Singapura, Eritrea dan Libia menempati peringkat paling bawah dari 189 negara yang disurvei. “Susunan tabel amat mirip dengan tabel tahun lalu. Negara-negara di 20 besar terus memperbaiki aturan dalam berbisnis,” sebut laporan itu sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu (29/10/2014).

Yang membedakan dengan survei tahun-tahun sebelumnya, survei yang diluncurkan saat ini mengambil sampel dua kota di 11 negara yang memiliki penduduk lebih dari 100 juta orang, seperti China, India, Indonesia, Bangladesh, dan Pakistan.

Negara-negara ASEAN
Di antara negara-negara anggota ASEAN, posisi Indonesia hanya unggul dari Kamboja dan Timor Leste. Indonesia menempati peringkat 114 dengan mengumpulkan 59,15 poin. Adapun Kamboja berada pada peringkat 135, sedangkan Timor Leste 172.

Di atas Indonesia terdapat Singapura (peringkat 1), Malaysia (18), Thailand (26), Filipina (95), dan Brunei Darussalam (101).

PT Semen Indonesia Tbk Masuk Forber dan Buat Universitas

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meresmikan pendirian Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Surat Keputusan ijin prinsip pendirian UISI diberikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Djoko Santoso kepada Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, di Jakarta, Ahad, 19 Oktober 2014.

Melalui keterangan tertulis, Senin, 20 Oktober 2014, Dwi mengatakan UISI merupakan pengembangan dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Semen Indonesia (STIMSI). Pendirian perguruan tinggi tersebut dilakukan melalui Semen Gresik Foundation (SGF), sebuah lembaga nonprofit yang dibentuk perseroan untuk mengelola sejumlah kegiatan di bidang pendidikan, lingkungan, sosial, dan pelayanan kesehatan. Sebelumnya, SGF mengelola lembaga pendidikan mulai tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK.

Dwi mengatakan, UISI akan menerima mahasiswa baru pada tahun 2015. UISI memiliki tiga fakultas dengan 10 program studi (prodi), yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang memiliki tiga prodi yakni Manajemen, Akuntansi serta Ekonomi Syariah. Kemudian Fakultas Teknologi Industri dan Agribisnis yang memiliki empat program studi yaitu Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen Rekayasa serta Teknologi Industri Pertanian. Sementara Fakultas Teknologi Informasi dan Desain Kreatif memiliki tiga program studi yaitu Teknik Informatika, Sistem Informasi, serta Desain Komunikasi Visual.

Kehadiran UISI, kata Dwi, diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang manajemen. Dengan menghimpun, mengonsolidasikan, dan mendayagunakan mereka, Semen Indonesia kelak bisa menghasilkan energi ilmu pengetahuan yang berkontribusi besar bagi bangsa dan negara. "UISI akan kami desain menjadi pusat unggulan pengembangan bisnis, mulai dari aspek konsep, teori sampai praktik bisnis," ujarnya.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tersebut kembali masuk dalam Forbes Global 2000, daftar 2.000 perusahaan publik berkinerja terbaik di seluruh dunia. DaftarThe World's Biggest Companies ini dipublikasikan secara tahunan sejak 2004 oleh Forbes, media ekonomi terkemuka berbasis di Amerika Serikat.

Ini sekaligus membuktikan kiprah perseroan diakui dan memenuhi ekspektasi publik internasional,” ujar Dwi Soetjipto, Direktur Utama Semen Indonesia, dalam acara Forum Kepemimpinan BUMN yang diselenggarakan Forbes di Jakarta, Kamis 3 Oktober 2013.

Selain Semen Indonesia, daftar Forbes Global 2000 tahun ini juga memasukkan delapan perusahaan asal Indonesia lainnya, antara lain PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk. Peringkat Semen Indonesia dalam daftar Forbes Global 2.000 naik dari 1.674 pada 2012 menjadi 1.425 pada 2013 atau meningkat 249 poin. Peningkatan tersebut tercatat sebagai yang terbesar dibanding delapan perusahaan Indonesia lainnya yang masuk daftar Forbes Global 2000.

Penilaian Forbes Global 2000 didasarkan pada empat indikator kinerja keuangan, yaitu penjualan, laba, aset, dan nilai pasar (market value). Forbes Global 2000 menjadi salah satu rujukan bagi para pelaku bisnis dan investor untuk mengetahui kinerja sebuah perusahaan publik yang terdaftar di bursa saham di berbagai negara di dunia.

Tahun ini, perusahaan-perusahaan dari 63 negara masuk dalam Forbes Global 2000, meningkat dibandingkan saat penilaian ini kali pertama dilakukan pada 2004 di mana ketika itu hanya ada 2000 perusahaan dari 51 negara.

Dalam daftar Forbes Global 2000 tahun ini, jumlah pendapatan dari perusahaan-perusahaan yang masuk peringkat mencapai US$ 38 triliun, laba US$ 2,43 triliun, aset US$ 159 triliun, dan nilai pasar US$ 39 triliun. Total jumlah pekerja yang masuk dalam perusahaan di daftar Forbes Global 2000 mencapai Rp 87 juta.

Dwi menuturkan, masuk dalam Forbes Global 2000 merupakan kebanggaan tersendiri bagi perseroan. Dengan masuk daftar 2000 perusahaan sedunia berkinerja terbaik, perseroan dianggap sejajar dengan perusahaan besar dunia lainnya. ”Langkah kami go global dengan mengakuisisi Thang Long Cement Vietnam semakin menempatkan perseroan di posisi terhormat dalam peta dan pergaulan bisnis internasional,” kata Dwi.

Masyarakat Ekonomi Syariah Ajak OJK Awasi Baitul Maal Wa Tamwil

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Surakarta Wisnu Untoro menilai pengawasan terhadap baitul maal wa tamwil (BMT) belum maksimal. Akibatnya, banyak BMT yang merugi dan luput dari pengawasan. “Akhirnya, nasabah yang dirugikan,” katanya dalam seminar bertajuk Strategi Peningkatan Daya Saing Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah di kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta, Rabu, 29 Oktober 2014.

Di Surakarta, kata dia, ada beberapa BMT yang gagal mengembalikan dana nasabah. BMT bisa merugi lebih dari Rp 1 miliar. “Korbannya masyarakat kecil yang mengandalkan BMT untuk menyimpan uang,” katanya.

Menurut Wisnu, sebagian besar BMT baik. Namun, walau jumlahnya kecil, BMT bermasalah merugikan banyak nasabah. Karena itu, dia meminta tugas pengawasan BMT oleh dinas koperasi dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Pengawasan Bank Syariah OJK Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Koperasi, Undang-Undang OJK, dan Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro, pengawasan BMT menjadi kewenangan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah. “OJK pengawas lembaga keuangan selain BMT,” katanya.

Menurut dia, dalam pengawasan, hal yang terpenting adalah memastikan BMT memiliki tata kelola yang baik serta ada unsur yang mengawasi dan melapor. “Pihak luar bisa memberikan bantuan teknis pengelolaan. Asalkan seizin pengelola,” katanya.

Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai banyaknya tawaran investasi bodong yang melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. "Mereka sering dipakai untuk endorsement investasi yang izinnya tidak jelas," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad di Universitas Sriwijaya.

Investasi semacam ini kerap memberikan iming-iming yang menggiurkan. Tawaran semacam ini seharusnya lebih dicurigai. "Kalau ada iming-iming yang tidak jelas, harus lebih berhati-hati," ujar Muliaman. Penawaran investasi yang benar akan memberikan bunga yang wajar. "Enggak ada caranya lebih dari suku bunga pasar," kata Muliaman.

Selain itu, sebelum berinvestasi, masyarakat juga wajib mengetahui keabsahan status hukum lembaga dan produk investasi yang ditawarkan."Tanyakan ke OJK apakah lembaga tersebut legal atau tidak. Ada izinnya atau tidak," ujar Muliaman.

Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya, Muliaman menegaskan sarannya untuk tidak berinvestasi pada lembaga yang tidak atau belum berkekuatan hukum. "Kalau tidak ada izin, tidak ada yang mengawasi," kata Muliaman. Berbagai tawaran investasi bodong kerap menjerat masyarakat sebagai korbannya. Masyarakat yang serakah mudah  terbuai oleh keuntungan yang dijanjikan dalam jumlah besar.

Starbuck Indonesia Akhirnya Memperoleh Sertifikasi Halal Dari MUI

Sebagai gerai kopi berjaringan global Starbucks Indoensia memiliki banyak outlet dan penggemar, termasuk dari kalangan muslim. Setelah 12 tahun ada di Indonesia akhirnya Starbucks resmi bersertifikat halal. 



Yuti Resani selakuMarketing Communication & CSR Manager Starbucks Indonesiamenjelaskan bahwa sejak awal berdiri perusahaannya sudah menggunakan bahan-bahan halal. Masyarakat pun sudah menaruh kepercayaan kepada merek ini.



"Namun kami melihat konsumen semakin kritis mempertanyakan kehalalan produk yang mereka konsumsi. Oleh sebab itu, sebagai tanda legalitas dan formalitas demi kenyamanan konsumen, kami mengajukan sertifikasi halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI)," ujar Yuti.



Menurut Yuti, pihaknya sudah mengajukan sertifikasi halal sejak awal tahun ini. Proses sertifikasinya berlangsung sekitar lima bulan sejak April. Starbucksresmi dinyatakan halal pada 17 September, namun penyerahan sertifikat halal secara simbolik baru dilaksanakan kemarin (29/10/2014.



Pemasangan logo halal MUI di 176 gerai Starbucks di seluruh Indonesia sudah dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai bulan depan. Dengan ini,Starbucks resmi menjadi kedai kopi kelas premium pertama yang bersertifikat halal di Indonesia.



Yuti menilai Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik (LPPOM) MUI bekerja secara profesional dan cepat. "Proses sertifikasi halal ternyata tidak ribet. Teknologinya juga sudah sangat modern. Kehalalan produk kini sudah bisa dicek lewat aplikasi mobile dan SMS," kata Yuti.



Untuk promo musiman yang digelar 2-3 bulan sekali, Starbucks akan mengirimkan dokumen kehalalan bahannya ke MUI sejak jauh-jauh hari.

"Kami memahami pentingnya memastikan kebutuhan pelanggan kami di Indonesia terpenuhi. Karena itu, halal akan selalu menjadi prioritas kami," kata Direktur Starbucks Indonesia Anthony Cottan lewat press release.



Yuti berharap, dengan pemberian sertifikat halal ini, masyarakat Indonesia bisa lebih nyaman menikmati kopi dan sajian Starbucks lainnya.


Thursday, October 23, 2014

Aset Bank Syariah di NTB Tembus Rp 2 Triliun

Perkembangan bank syariah di Nusa Tenggara Barat cukup pesat. Selama setahun, pertumbuhan aset perbankan syariah mencapai 18,60 persen. Pembiayaan juga tumbuh 17,48 persen dalam setahun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Bambang Himawan mengatakan pertumbuhan perbankan syariah semakin baik. “Pemahaman syariah tinggi. Bahkan ada yang beralih ke perbankan syariah,” katanya di Mataram, Selasa, 21 Oktober 2014.

Secara nominal, aset perbankan syariah triwulan II 2014 sebesar Rp 2 triliun, meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar Rp 1,94 triliun. Adapun pembiayaan dan dana masing-masing sebesar Rp 1,95 triliun dan Rp 918,16 miliar.

Penghimpunan dana pihak ketiga syariah yang didominasi oleh tabungan meningkat seiring dengan peningkatan tabungan yang signifikan, yakni dari 12,65 persen per tahun menjadi 27,19 persen pada triwulan laporan.

Berdasarkan pangsa, simpanan dalam bentuk tabungan masih mendominasi dengan nominal sebesar Rp 651 miliar (70,98 persen), disusul deposito Rp 231 miliar (25,21 persen) dan giro Rp 35 miliar (3,82 persen).

Tapi, berdasarkan nominal, pembiayaan investasi pada triwulan II 2014 sebesar Rp 253 miliar mengalami penurunan dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar Rp 406 miliar. Pembiayaan modal kerja juga melambat dari 49,46 persen menjadi 41,12 persen per tahun.

Pelambatan pembiayaan tertahan oleh pembiayaan konsumsi yang masih tumbuh 25,62 persen dalam setahun, meningkat dari sebelumnnya yang sebesar 14,44 persen.

Berdasarkan pangsa, pembiayaan konsumsi mencapai Rp 1,18 triliun (60,27 persen), pembiayaan modal kerja Rp 522 miliar (26,75 persen), dan pembiayaan investasi Rp 253 miliar (12,97 persen).

PT Semen Indonesia Tbk Akan Buat Pembangkit Tenaga Listrik

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memulai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 30,6 MW yang memanfaatkan gas buang (waste heat recovery power generation/WHRPG) dari pabrik Tuban 1 sampai 4. Pembangkit tersebut merupakan kerja sama Semen Indonesia dengan JFE Engineering Jepang.

"Investasinya sebesar Rp 638 miliar," ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto dalam rilis yang diterima, Rabu, 22 Oktober 2014. Proyek WHRPG dibangun di pabrik Tuban I, Tuban 2, Tuban 3, dan Tuban 4.

Dwi menyatakan ini pertama kalinya di Indonesia, seluruh panas buang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik dalam satu area. Sebelumnya, Semen Indonesia membangun pembangkit listrik berkapasitas 8,5 MW di pabrik Indarung Padang dan beroperasi pada 2011.

Pembangkit di Tuban itu akan dikerjakan selama 26 bulan. Dimulai Oktober 2014, rencananya pembangkit tersebut beroperasi pada akhir semester kedua 2016. Cara kerja pembangkit listrik WHRPG sama dengan PLTU. Bedanya, WHRPG tidak menggunakan batu bara atau BBM untuk menghasilkan tenaga panasnya, tapi menggunakan gas buang operasional pabrik.

Output yang dihasilkan WHRG sebesar 30,6 MW setara dengan sepertiga konsumsi listrik empat pabrik Tuban yang mencapai 140 MW. “Dengan selesainya pembangunan proyek ini, maka akan mengurangi penggunaan listrik PLN sebesar 152 juta kWh per tahun dengan penghematan biaya listrik sekitar Rp 120 miliar per tahun," kata Dwi.

Selain efisiensi pada biaya listrik, Semen Indonesia membuktikan bahwa perseroan mampu mengurangi emisi gas buang pada semua operasional pabriknya. Pasalnya, industri semen termasuk bisnis yang paling terkena dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk kelas industri pada 2014.