Friday, December 19, 2014

Perumahan Citraland Seluas 33 Hektar Disegel Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyegel megaproyek Perumahan Citraland, PT Budi Sari Murni Aji, Jumat (19/12/2014) sore. Satpol PP juga menghentikan paksa seluruh aktivitas proses pembangunan perumahan yang sedang berjalan di atas lahan seluas sekitar 33 hektar, di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Dalam proses penyegelan, puluhan petugas Satpol PP ini langsung mendatangi lokasi pembangunan megaproyek yang berada di dua wilayah, yakni Kota dan Kabupaten Cirebon. Tepat di Kabupaten Cirebon, beberapa petugas langsung menggali dan menancapkan papan penyegelan berukuran sekitar satu meter persegi.

Tidak hanya menyegel, sebagian petugas juga langsung menuju ke areal tengah dan memberhentikan paksa seluruh aktivitas pembangunan. Seluruh pekerja diminta berhenti bekerja dan keluar dari lokasi pembangunan. Bahkan petugas Satpol PP hingga naik ke lantai dua untuk menghentikan paksa tukang yang masih saja bekerja.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon Abraham Mohamad menegaskan, megaproyek Perumahan Citraland PT Budi Sari Murni Aji sudah mulai membangun, tetapi belum mengantongi surat izin mendirikan bangunan (IMB) Pemerintah Kabupaten Cirebon. Menurut dia, PT Budi Sari Murni Aji melanggar Perda Nomor 08 Tahun 2005 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Bab1 Pasal 1 Huruf H.

“Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan infrastruktur itu tidak diperbolehkan selama perizinannya belum lengkap. Untuk perumahan CItraland ini belum mengantongi surat IMB,” tegas Abraham di lokasi penyegelan.

Abraham yang didampingi puluhan anak buahnya menjelaskan, secara yuridis, megaproyek pembangunan Perumahan Citraland berdiri di atas lahan sekitar 33 hektar. Pihaknya meminta seluruh aktivitas Perumahan Citraland dihentikan hingga surat IMB terbit.

“Kami meminta (pembangunan perumahan) dihentikan sementara, menunggu surat IMB. Namun, kalau masih ada proses pengerjaan kami tindak lanjuti, bila perlu kami pidanakan,” tegas Abraham.

Kepala Humas Megaproyek Perumahan Citraland, PT Budi Sari Murni Aji, Erland, mengakui bahwa pihaknya belum mengantongi surat IMB Perumahan Citraland di atas lahan sekitar 33 hektar. Namun, pihaknya pula menegaskan sudah mengajukan pembuatan IMB kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon sejak Maret 2014. Namun, surat IMB belum kunjung keluar.

“Kami menerima, menghormati penegakan hukum. Tapi perlu dicatat, apa yang kami lakukan (proses pembangunan ini) legal. Sebetulnya kami sudah mengurus seluruh perizinan sejak bulan Maret 2014. Tapi Anda tahu kan pengurusan izin tidak bisa cepat,” jelas Erland di hadapan para wartawan.

Erland meyakini, pembangunan Perumahan Citraland memberikan banyak manfaat bagi daerah setempat. Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat segera memberikan IMB. “Kita sebagai investor pasti membawa manfaat bagi daerah, terutama dari segi pajak, harga tanah naik, dan lain-lain. Di sini, kita dapat jaminan bahwa bisa cepat. Kami berharap pemerintah mempercepat proses sehingga dapat segera membangun,” ungkapnya.

Perusahaan Budi Sari Murni Aji sendiri berencana membangun perumahan di atas lahan sekitar 38 hektar, terdiri dari 4 hektar lebih berada di wilayah Kota Cirebon dan 33,5 hektar lebih berlokasi di Kabupaten Cirebon.

Thursday, December 18, 2014

Angkasa Pura II Juara Terima Suap

PT Angkasa Pura II, badan usaha milik negara yang antara lain mengelola Bandar Udara Soekarno-Hatta, menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membersihkan perusahaan itu dari praktek gratifikasi. "Kami berani mengatakan tidak pada gratifikasi," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko dalam "Seminar Pengendalian Gratifikasi" di Ballroom Angkasa Pura II, Tangerang, Banten, Kamis, 18 Desember 2014.

Tri mengatakan program pengendalian suap di Angkasa Pura II sudah berjalan selama dua tahun terakhir ini. "Untuk menerapkan sebaik-baiknya program ini, selama tahun 2014 kami banyak sekali menerima laporan gratifikasi," kata Tri Sunoko.

Menurut Tri, suap paling banyak kepada jajarannya yakni saat Idul Fitri. Untuk itu, kata Tri, Angkasa Pura II menggandeng KPK guna membersihkan Angkasa Pura II dari gratifikasi. "Kami mengimbau akan bahaya gratifikasi di lingkungan AP II." Imbauan ini berlaku untuk seluruh mitra kerja dan usaha AP II.

Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Angkasa Pura II Harry Cahyono mengatakan, akibat gratifikasi, kinerja Angkasa Pura II tidak bisa maksimal. "Berdasarkan survei, 60 persen pengguna bandara mencaci-maki dan mengeluhkan Soekarno-Hatta terkait dengan gratifikasi dan layanan," katanya.

Pada 9 Desember 2014, kata Harry, Angkasa Pura II menerima piagam dari KPK sebagai BUMN pelapor gratifikasi terbanyak dan terbesar di Indonesia. "Kami malu, tapi itu harus kami terima," kata Harry.

Menyikapi hal itu, kata dia, perusahaan membuat pedoman perilaku pegawai yang mengatur sistem nilai, etika bisnis, dan etika kerja. "Agar kami benar-benar bersih dari gratifikasi makanya bekerja sama dengan KPK," katanya. Bentuk kerja sama itu salah satunya melaporkan segala sesuatu terkait dengan penerimaan dan pemberian gratifikasi.

Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Angkasa Pura II Harry Cahyono mengatakan, sepanjang 2014, jumlah suap yang diterima oleh lembaga ini cukup banyak. Gratifikasi itu mulai dari voucher, barang, uang, dan valuta asing.  "Nilainya mencapai ratusan juta rupiah," kata Harry dalam seminar pengendalian gratifikasi di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, 18 Desember 2014.

Harry mengatakan gratifikasi sebagai imbalan dari mitra bisnis Angkasa Pura II ini diberikan dalam bentuk voucher sebesar Rp 22 juta, barang Rp 32 juta, serta dalam bentuk uang rupiah dan valas Rp 370 juta. "Hebatnya, ini diterima satu orang," ujar Harry.

Atas banyaknya penerimaan gratifikasi itulah, kata Harry, Komisi Pemberantasan Korupsi menilai PT Angkasa Pura II paling banyak menerima suap. Angkasa Pura II lantas menerima penghargaan pelopor BUMN penerima gratifikasi terbanyak. "Kami malu, tapi harus menerima kenyataan ini," kata Harry.

Banyaknya laporan gratifikasi itulah yang mendorong Angkasa Pura II memperbaiki diri dan mencanangkan bersih dari gratifikasi. Angkasa Pura II menggandeng KPK untuk memberantas suap dan gratifikasi di perseroan tersebut.

IMF : Indonesia Sudah Siap Untuk Berhutang Kembali

Dana Moneter Internasional (IMF) dan pemerintah Indonesia ternyata sudah pernah bertemu untuk membahas kemungkinan penambahan utang luar negeri. Menurut Kepala Divisi IMF Asia-Pasifik, David Cowen, selama dua pekan terakhir timnya bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia.

Dalam pertemuan itu, kata Cowen, IMF dan pejabat Indonesia membahas kondisi dan prospek ekonomi termutakhir. Cowen mengatakan pejabat Indonesia sempat membahas rencana untuk menambah utang.

Selain menerbitkan surat utang, ada kemungkinan pemerintah mengambil pinjaman dari organisasi bilateral atau multilateral semacam IMF. “Tapi kami belum membahasnya secara spesifik. Perhitungan net-borrowing perlu dilakukan,” kata Cowen di kantor perwakilan IMF Jakarta, Kamis, 18 Desember 2014.

Net borrowing adalah indikator yang mengukur selisih antara pendapatan dan pengeluaran pemerintah serta perusahaan pelat merah. IMF berpendapat Indonesia masih memiliki ruang untuk menambah utang luar negeri. Menurut Cowen, utang luar negeri Indonesia turun tajam dan tingkat utang pemerintah menurun. "Kami meyakini Indonesia masih memiliki kapasitas untuk meminjam lebih banyak," ujar Cowen.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menyebutkan, total pinjaman pemerintah selama enam tahun terakhir terus meningkat. Pada 2009, utang Indonesia mencapai Rp 1.590 triliun. Pada Januari-November 2014, utang mencapai Rp 2.608 triliun. Adapun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 26,2 persen pada 2013 dan ditargetkan mencapai 25,6 persen sesuai anggaran perubahan 2014.

Dana Moneter Internasional (IMF) berpendapat Indonesia masih memiliki ruang untuk menambah utang luar negeri. Menurut Kepala Divisi IMF Asia-Pasifik, David Cowen, utang luar negeri Indonesia turun tajam dan tingkat utang pemerintah menurun. "Kami meyakini Indonesia masih memiliki kapasitas untuk meminjam lebih banyak," kata Cowen dalam diskusi di kantor perwakilan IMF Jakarta, Kamis, 18 Desember 2014.

Meski begitu, Cowen mengingatkan agar pemerintah menyalurkan pinjaman luar negeri untuk mendanai proyek infrastruktur dengan dampak yang besar bagi perekonomian. Selama dua pekan terakhir, tim IMF bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia untuk membahas kondisi dan prospek perekonomian Indonesia.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menyebutkan, total pinjaman pemerintah selama enam tahun terakhir terus meningkat. Pada 2009, utang Indonesia mencapai Rp 1.590 triliun. Pada Januari-November 2014, utang mencapai Rp 2.608 triliun. Adapun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 26,2 persen pada 2013 dan ditargetkan mencapai 25,6 persen sesuai anggaran perubahan 2014.

Sertifikasi Kayu Legal Mulai Berlaku, Pengusaha Mebel Prihatin

Pengusaha mebel khawatir dengan penerapan aturan Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang akan diekspor ke Eropa mulai Januari 2015. Penasehat Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Surakarta, David Wijaya, mengatakan aturan itu membuat eksportir mebel was-was.

Sebab. kata David, masih banyak eksportir mebel yang belum memiliki SVLK. Dia memperkirakan kurang dari 40 persen eksportir mebel yang punya SVLK. "Aturan itu akan menghambat ekspor mebel dari Surakarta," kata dia, Kamis 18 Desember 2014.

Asmindo sudah merintis kepemilikan SVLK secara berkelompok. David mengatakan jika skema ini berhasil, akan dibentuk kelompok serupa. Kelemahannya, kata dia, jika ada satu anggota yang bermasalah, satu kelompok ikut terkena dampaknya. "Karena itu, kami akan coba dulu untuk satu tahun ke depan," ujarnya.

Ketua Asmindo Surakarta, Yanti Rukmana, mengatakan pelaksanaan SVLK sudah tidak bisa lagi ditunda. Sebab, kata dia, pemerintah sudah dua kali menundanya. Yanti mengakui masih banyak eksportir mebel di Surakarta yang belum punya SVLK. Untuk Asmindo siap memfasilitasi eksportir mebel agar tetap bisa mengekspor.

Salah satu cara yang ditempuh Yanti yakni dengan membantu memperoleh dokumen self declaration. Self declaration didapat dengan menyerahkan dokumen nama perusahaan, nomor pokok wajib pajak, dan volume produk yang akan diekspor ke Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai. "Jika sudah punyaself declaration, pengusaha tetap bisa mengekspor mebel."

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Taufik Gani, menargetkan nilai ekspor mebel senilai Rp 23,8 triliun pada akhir 2014. Meski cukup besar, kata dia, angka tersebut baru setara dengan 1 persen dari pasokan dunia. "Yang jelas, industri mebel akan terus berkembang," kata dia di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Rabu, 17 September 2014.

Menurut Taufik, Asmindo menargetkan kenaikan ekspor 17,2 persen dari tahun 2013 yang mencapai Rp 20,3 triliun. Dia yakin target ini akan tercapai karena pada Januari-September 2014 nilai ekspor sudah mencapai Rp 22,7 triliun. "Permintaan dunia terhadap produk mebel Indonesia mengalami kenaikan," ujarnya.

Saat ini, Indonesia membidik negara tujuan ekspor mebel yang cukup beragam, di antaranya di Benua Amerika dan Eropa. Mebel yang diekspor kebanyakan terbuat dari kayu jati dan mahoni. Industri mebel pun menjadi sektor bisnis padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Menurut Taufik, hingga tahun ini ada empat juta orang yang mengandalkan industri mebel sebagai sumber penghasilan.

Kini, eksportir mebel Indonesia mulai melirik pasar baru selain Amerika dan Eropa. Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Soenoto mengatakan tengah membidik pasar Rusia, yang menyukai desain mebel klasik. “Bisa dari kayu atau rotan,” katanya seusai pelantikan pengurus AMKRI Surakarta, Rabu, 27 Agustus 2014.

Saat ini, transaksi ekspor mebel ke Rusia masih relatif kecil karena terkendala jarak dan bahasa. “Tidak semua orang Rusia lancar berbahasa Inggris," ujar Soenoto. Namun Soenoto melihat prospek cerah dari Rusia, karena tren transaksi terus meningkat, meski belum signifikan. Peluang ekspor diperbesar dengan cara mengikuti pameran berskala internasional.

Rating Perusahaan Minyak dan Gas Turun Akibat Melorotnya Harga Minyak Dunia

Merosotnya harga minyak dunia menyebabkan kinerja perusahaan minyak dan gas turut lesu. Kini, perusahaan migas mesti berhati-hati sebelum menanamkan modal atau berekspansi. Salah-salah, peringkat (rating) perusahaannya di mata kreditur malah ikut melorot.

Menurut Associate Director Fitch Ratings, Cheryl Evangeline, rendahnya harga minyak dan tingginya kebutuhan belanja modal pada 2015 akan menurunkan penilaian terhadap perusahaan migas di Asia Tenggara.

Cheryl mengatakan harga minyak yang lebih rendah akan menurunkan pendapatan perusahaan. "Namun, Fitch Ratings memperkirakan peringkat mereka tidak akan berubah," kata Cheryl dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Desember 2014.

Perusahaan migas di Asia Tenggara, kata Cheryl, memiliki neraca dan likuiditas cukup untuk menghadapi anjloknya harga minyak hingga di bawah US$ 75 per barel. Di tengah kondisi ini, perusahaan migas di Asia Tenggara membutuhkan belanja modal yang tinggi untuk menunjang investasi di sektor hulu.

Fitch menilai rendahnya harga minyak dapat memberikan peluang akuisisi bagi perusahaan di Asia Tenggara. Namun, lemahnya arus kas akibat harga minyak yang rendah bisa menghalangi upaya merger dan akuisisi. "Walaupun perusahaan seperti Pertamina dan PTT masih terus berupaya melakukan akuisisi di luar negeri," kata Cheryl.

Rupiah Pimpin Penguatan Mata Uang Di Asia ... Cadangan Devisa BI Jebol Untuk Tahan Rupiah

Sentimen positif dari pertemuan Komite Ekonomi Federal (FOMC Meeting) dan berlanjutnya intervensi Bank Indonesia di pasar uang membuat rupiah kembali menguat tajam. Pada penutupan pasar uang kamis ini, rupiah melesat 105 poin (0,83 persen) ke level 12.563 per dolar Amerika.

Rupiah menguat paling tinggi dibanding mata uang Asia lainnya. Rupee India menguat 0,66 persen ke 63,20 per dolar AS, ringgit juga menguat 0,66 persen ke 3,46 per dolar AS, dan baht hanya bergeser 0,05 persen ke 32,90 per dolar. Sementara mata uang yen, yuan, dan won masih melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS.

Analis dari PT Monex Investindo Futures, Albertus Christian, mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh pelemahan dolar di pasar global. Dolar tertekan setelah Gubernur Bank Sentral Amerika (The Fed) Janet Yellen mengatakan bahwa pihaknya masih akan menjaga suku bunga rendah. "Akibatnya, dolar kembali tertekan dan rupiah menguat."

Meski data-data ekonomi Amerika terus menunjukkan perbaikan, namun The Fed masih melihat bahwa indeks harga konsumen masih jauh di bawah target 2 persen. Saat ini, laju inflasi di AS berkisar 1,3 persen secara year-to-date. Rendahnya inflasi membuat The Fed tidak punya alasan untuk mempercepat era pengetatan moneter.

Menurut Albertus, rupiah menguat paling tajam karena pasar uang masih dijaga oleh bank sentral. Sejauh ini, euforia intervensi masih berlangsung. Sejak 15 Desember 2014, BI telah mengeluarkan sekitar US$ 500 juta untuk melakukan stabilisasi rupiah. "Injeksi likuiditas itu di antaranya untuk membeli rupiah di pasar uang dan surat berharga negara di pasar sekunder."

Ia memperkirakan bank sentral masih akan melakukan intervensi agar rupiah tetap stabil di kisaran 12.500 per dolar. Namun, adanya tren pelemahan dolar akan membuka peluang BI untuk menyudahi intervensinya.  Celakanya, cadangan devisa yang sudah terkumpul mulai dikuras pada kuartal III dan pengujung tahun lantaran dolar yang semakin kuat. Menurut IMF, kini posisi cadangan devisa hampir sama dengan 2008-2009, saat dunia dilanda krisis moneter.

Berapa banyak cadangan devisa yang tergerus? Berikut ini, data belanja devisa dari bank sentral di beberapa negara.

1. Indonesia
Setelah rupiah berada di titik nadir pada pekan kedua Desember 2014, Bank Indonesia melakukan intervensi. Melalui pembelian obligasi dan aset berbasis dolar, Bank Indonesia dikabarkan telahmenggelontorkan devisa hingga Rp 1,7 triliun. Data IMF menyebutkan, cadangan devisa Indonesia sudah terkuras US$ 87 miliar, dari US$ 111,97 pada awal November menjadi US$ 111,1 miliar.

2. Rusia
Mata uang rubel dikabarkan merosot hingga 50 persen terhadap dolar sejak pekan pertama Desember 2014. Untuk menahan depresiasi rubel, bank sentral Rusia mengeluarkan dana US$ 80 miliar dolar. Kini, cadangan devisa Rusia merosot dari US$ 509,6 miliar menjadi US$ 416,2 miliar.

3. Cina
Cina mungkin paling banyak membelanjakan cadangan devisanya demi menahan laju dolar. Setelah kurs renminbi yuan terpukul, bank sentral Cina menggelontorkan dana US$ 105,21 miliar. Kini, pundi-pundi devisa Cina "hanya tersisa" US$ 3,8 triliun.

4. Turki
Mata uang lira Turki turun 9 persen sepanjang 2014. Akibatnya, cadangan devisa Turki tergerus dari US$ 133 miliar menjadi US$ 131,9 miliar.

5. Brasil
Di Brasil, kurs real turun 13 persen sepanjang tahun. Melalui skema currency swap, bank sentral Brasil membelanjakan devisa sebesar US$ 6,5 miliar. Cadangan devisa Brasil turun dari US$ 315,8 miliar pada Juni menjadi US$ 316,3 miliar di akhir tahun.

6. India
Hanya dalam sepekan, cadangan dolar India turun dari US$ 316,3 miliar menjadi US$ 314,6 miliar. Hal ini terjadi setelah rupee tergerus oleh dolar.

Suku Bunga Fed Batal Naik ... IHSG Melesat Menjadi Bullish dan Ditutup Di Atas Level Resistan 5.100

Penguatan indeks saham regional dan meredanya pelemahan rupiah membuat investor kembali berburu saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 18 Desember 2014, menguat 77,69 poin (1,54 persen) ke level 5.113,34.

Indeks menguat bersamaan dengan kenaikan bursa saham global, setelah muncul sinyal bank sentral Amerika (The Fed) batal menaikkan suku bunga. Analis dari PT First Asia Capital, Ivan Kurniawan, mengatakan penguatan IHSG dipicu oleh sentimen positif pertemuan The Fed pada Rabu malam. Pertemuan itu memunculkan sinyal bahwa The Fed tidak akan cepat-cepat menaikkan suku bunga. "Pernyataan The Fed mendorong gairah beli aset-aset berisiko, termasuk di Indonesia."

Momentum positif di bursa global kemudian dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham yang harganya sudah mulai murah. Saham-saham yang paling banyak diburu adalah saham-saham yang terimbas penguatan rupiah, di antaranya saham perbankan, infrastruktur, konstruksi, dan properti.

Menurut Ivan, tren pergerakan IHSG kini berubah dari bearishmenjadi bullish. Sinyal pembalikan arah muncul karena indeks berhasil ditutup di atas level resistan 5.110. Indeks berpeluang mengalami reli hingga akhir tahun dengan target 5.250-5.300.

Bursa regional Asia pun cenderung menguat. Hingga pukul 17.00 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang melesat 2,32 persen ke level 17.210, indeks Hang Seng menguat 1,09 persen ke 22.832, indeks Strait Times menguat 0,51 persen ke 3.243, dan bursa India menguat 1,61 persen ke 27.138.