Sunday, September 21, 2014

Mafia Hutang Indonesia Membuat Bungan Hutang Luar Negeri Jadi Tinggi

Ketua Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan menyebut tingginya utang luar negeri Indonesia disebabkan banyaknya mafia utang atau pemain bisnis utang yang bermain.

Menurut Dani, dalam masalah utang luar negeri Indonesia, bisa dilihat adanya unsur kesengajaan. Mafia utang menyebut Indonesia rentan akan krisis ekonomi dan sangat tergantung dengan ekonomi luar. Sedikit ada goncangan di ekonomi global maka ekonomi Indonesia langsung berpengaruh seperti melemahnya nilai tukar.

Kondisi ini membuat yield atau bunga surat berharga Indonesia membumbung tinggi. Para mafia tadi mengeruk keuntungan dari bunga utang yang tinggi yang dipinjam Indonesia.

"Kalau fundamental ekonomi Indonesia kuat tidak mungkin bunga obligasi setinggi itu. Amerika saja rendah sekali bunga utangnya. Itu karena ekonomi kita rentan dan dipermainkan pebisnis utang tadi," ucap Dani ketika ditemui di Tebet, Jakarta, Minggu (21/9).

Para pebisnis utang ini kemudian memainkan isu global yang membuat goncangan di ekonomi Indonesia. Negara maju seperti Indonesia dibuat ketergantungan akan utang dengan berbagai macam ketakutan yang datang dari luar.

"Mereka menggoyang dunia ketiga dengan provokasi akan utang meningkat. Mereka mengeluarkan persepsi instabilitas, tidak stabil," tegasnya.

Dani menyebut kondisi seperti ini sudah lumrah dalam dunia utang. Suatu negara jika sudah berutang akan susah untuk lepas dari jeratan tersebut.

"Dulu koloni negara berkembang dengan penjajahan. Sekarang engga ada lagi penjajahan caranya penghisapan, surplus harus ada. Ada satu teori ketergantungan mengatakan negara pusat akan terus menggantung negara pinggiran sebagai isapan ekonomi mereka. Praktik utang luar negeri ini dengan cara mempertahankan modus penghisapan," tutupnya.

Saturday, September 20, 2014

14 Ribu Pelaku Usaha Kecil Dilatih Pakai Internet

Sebanyak 14 ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dilatih menggunakan Internet oleh pemerintah daerah setempat. Pelatihan secara berkala ini dimulai sejak Senin, 16 September 2014, hingga dua pekan mendatang.

Para pelaku usaha ekonomi kreatif yang ikut pelatihan terdiri dari berbagai bidang, antara lain perajin batik, perajin cendera mata, pembuat makanan dan minuman, serta pengelola warung makanan.

Menurut salah seorang peserta pelatihan yang juga perajin batik, Uswatun Khasanah, 43 tahun, kegiatan tersebut menunjang pemasaran produknya. Sejauh ini, kata dia, batik gedog khas Tuban yang punya 200 motif belum banyak dikenal. "Pelatihan seperti ini bermanfaat sekali," ujarnya, Rabu, 17 September 2014.

Uswatun mengatakan dengan teknologi Internet, dia bisa mengenalkan produknya tidak hanya sebatas di pasar lokal, namun bisa menembus mancanegara. "Batik Tuban bisa tembus ke luar negeri berkat Internet," imbuh perempuan yang mengaku telah menjual batiknya ke mancanegara ini.

Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein mengatakan program pelatihan Internet untuk pelaku usaha ini difokuskan di rest areaPantai Tuban. Sebagai langkah awal, rest area seluas 1,2 hektare itu dibangun dengan dana sebesar Rp 5,8 miliar serta biaya pelatihan Rp 3 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tuban 2014.

Menurutnya, usaha kecil dan menengah di Tuban punya potensigo international bila dipasarkan secara modern. Antara lain buah belimbing di Tasikmadu, duku di Prunggahan, serta kerajinan kayu olahan dari limbah kayu jati. Selain itu juga produk makanan olahan, seperti terasi, keripik udang, cumi, dan keripik ikan. "Potensi ada, tapi kurang publikasi," kata Noor.

Untuk mendukung program tersebut, PT Telkom Divisi Regional V Jawa Timur telah memasang 300 titik Wi-fi. Lokasinya sebagian besar berada di sekolah, tempat keramaian, kompleks perkantoran, dan ruang terbuka. "Kami sediakan gratis," ujar juru bicara PT Telkom Jawa Timur, Ivonne Handayani.

ESDM Terbitkan Surat Persetujuan Ekspor Newmont

Direktur Minerba Kementerian ESDM, Sukhyar, mengatakan, kementeriannya telah memberikan rekomendasi surat persetujuan ekspor (SPE) kepada PT Newmont Nusa Tenggara untuk melakukan ekspor konsentrat. "SPE sudah selesai, kami sudah kirim ke perdagangan (pada Jumat pagi)," ujar Sukhyar di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara , Jakarta, Jumat malam, 19 September 2014.

Menurut Sukhyar, dengan adanya surat persetujuan ekspor itu, Newmont bisa melakukan ekspor konsentrat sebesar 304.515 ton untuk enam bulan. Angka tersebut sebenarnnya adalah jatah untuk tiga tahun. "Tapi kami berikan selama enam bulan," katanya.

PT Newmont bisa memproduksi 600 ribu ton per tahun. "Makanya Newmont bisa ekspor sebanyak itu," kata dia. Tujuan ekspor Newmontn selama ini adalah Jepang, Jerman, Korsel, Tiongkok, India, Filipina, Finlandia, Bulgaria dan Swedia. Newmont pun menyatakan siap bekerja sama dengan pihak lain. "Minggu depan kami akan memanggil Newmont untuk memfasilitasi bisnis dengan banyak pihak," ujarnya.

Meski surat persetujuan ekspor sudah terbit, hingga kini Newmont belum menyetor jaminan kesungguhan senilai US$ 25 juta atau lima persen dari total investasi pembangunan smelter (pabrik pemurnian. "Jaminan kesungguhan belum ditempatkan karena diproses di Kementerian Perdagangan," katanya.

Seperti diketahui, perusahaan tambang Amerika Serikat itu akhirnya meneken nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah terkait dengan renegoisasi kontrak karya. Ada enam pokok perubahan dalam kontrak karya dalam nota kesepahaman itu yang akan dimasukkan dalam amandemen kontrak.

Keenam pokok tersebut adalah luas wilayah kontrak karya, royalti, pajak dan bea ekspor; pengolahan dan pemurnian dalam negeri; divestasi saham; penggunaan tenaga kerja lokal; barang dan jasa dalam negeri; serta masa berlaku kontrak karya. Newmont juga setuju membayar bea keluar dengan tarif sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah yang dikeluarkan pada Juli 2014.

Pemerintah mewajibkan Newmont menyediakan dana US$ 25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan smelter. Newmont juga diwajibkan membayar royalti 4 persen untuk tembaga, 3,75 persen untuk emas, dan 3,25 persen untuk perak, serta membayar iuran tetap (deadrent) US$ 2 per hektare.

Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia Iwa Garniwa mengatakan akan terjadi eksplorasi berlebihan dengan ditambahnya kuota ekspor PT Newmont Nusa Tenggara. Kebijakan penambahan kuota ini, ujar dia, menunjukkan pemerintah tak punya perencanaan strategis ke depan. Kondisi ini bisa membuat kebutuhan domestik mengalami kekurangan.

"Sumber daya alam seharusnya untuk sebesar kepentingan rakyat, bukan semata dapatkan pendapatan," tuturnya saat dihubungi, Sabtu, 20 September 2014. Padahal, kata dia, sumber daya alam Indonesia banyak yang bisa memiliki nilai tambah. Namun, selama ini, sumber daya alam banyak diekspor dalam bentuk mineral mentah. Selain eksplorasi berlebihan, penambahan kuota akan menyebabkan harganya jatuh. "Hukum ekonominya kan gitu, kalau barang banyak, harganya jadi murah," ujar Iwa.

Menurut dia, kebijakan ini juga tampak sebagai aji mumpung. "Mumpung laku, jual saja," tuturnya. Padahal bahan yang ada di area tambang Newmont Nusa Tenggara merupakan kebutuhan dunia yang tak akan pernah berhenti.

Direktur Minerba Kementerian ESDM Sukhyar mengaku telah memberikan rekomendasi surat persetujuan ekspor kepada PT Newmont Nusa Tenggara untuk melakukan ekspor konsentrat. Menurut Sukhyar, dengan adanya SPE, Newmont bisa melakukan ekspor konsentrat sebesar 304.515 ton untuk enam bulan. Angka tersebut, kata dia, sebenarnya adalah jatah untuk tiga tahun. Kemampuan produksi Newmont yang mencapai 600 ribu ton per tahun dijadikan alasan penambahan kuota ini.

Genting Temukan Cadangan Gas Baru di Bintuni Papua Barat

Genting Oil and Gas Limited menemukan cadangan gas baru di Bintuni, Papua Barat. Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Bambang Dwi Djanuarto mengatakan cadangan gas lebih besar dari Blok Kasuari. "Positif lebih besar dari situ," ujar Bambang di sela-sela acara Media Gathering yang digelar SKK Migas di Sorong, Papua Barat, Jumat, 19 September 2014.

Wilayah tempat ditemukannya cadangan gas tersebut dikenal dengan nama Sumur Merah. "Posisinya di asrama BP International, tapi bukan wilayah kerja BP, melainkan di wilayah kerja Genting," ujar Bambang.

Potensi itu diperoleh setelah Genting melakukan studi awal, studi seismik, dan pengeboran awal. Genting masih perlu melakukan pengeboran lebih lanjut untuk membuktikan cadangan tersebut.

Genting pertama kali menemukan potensi cadangan gas di Blok Kasuari, Papua Barat, pada 2011. SKK Migas pernah melansir cadangan gas di blok itu mencapai 2,2 triliun kaki kubik (trillion cubic feet). Setelah itu, Genting menemukan potensi cadangan di Sumur Akido, Bintuni, Papua Barat.

Melihat banyaknya temuan tersebut, Bambang memperhitungkan bahwa cadangan migas temuan Genting bisa jadi lebih besar daripada 2,2 triliun kaki kubik, apalagi jika ditemukan sumur-sumur lain. Saat ini Genting tengah menjajaki eksplorasi ke Fakfak, Papua Barat.

Menurut Bambang, Genting bakal segera mengurus rencana pengembangan atau plan of development (POD). Targetnya, pada 2017 atau 2018, gas mulai mengalir.

Hingga kini, alokasi gas dari Genting belum diputuskan. "Kemungkinan ada tiga, untuk pabrik Petrokimia, dibawa ke LNG Tangguh, atau Genting bangun kilang sendiri juga mungkin, terserah pemerintah," ujarnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku Enrico C.P. Ngantung mengatakan, mekanismenya, jika POD sudah disetujui, kontraktor bisa langsung produksi. Namun kontraktor biasanya membutuhkan waktu untuk menyiapkan fasilitas produksi. Ke depan, Genting diharapkan bakal menggenjot produksi gas dari Papua. Pada 2013, produksi gas dari Papua dan Maluku mencapai 26,2 persen dari total gas nasional. "Tahun ini masih sama, sekitar 26 persen," tuturnya.

Cina Denda Perusahaan Farmasi GlaxoSmithKline Karena Suap Sebesar 3 Milyar Yuan

Perusahaan farmasi raksasa asal Inggris, GlaxoSmithKline Plc, didenda 3 miliar yuan atau sekitar US$ 488,8 juta. Denda ini adalah sanksi setelah Pengadilan Menengah Rakyat Changsha, Provinsi Hunan, memvonis GSK bersalah dalam perkara suap.

Polisi Cina menyatakan perusahaan farmasi ini telah menyalurkan sekitar 3 miliar yuan ke agen-agen perjalanan untuk memfasilitasi suap kepada dokter dan pejabat. Pengadilan di Changsa juga menghukum mantan Kepala GSK di Cina Mark Reily dan seorang eksekutif lainnya dengan penjara 2-4 tahun.

Dalam keterangan tertulis di situs perusahaan, GSK meminta maaf kepada para pasien, dokter, rumah sakit, dan pemerintah Cina. GSK menyatakan kegiatan ilegal oleh GSK China Investment Co Ltd adalah pelanggaran atas prosedur kepatuhan dan tata kelola perusahaan.

"Ini adalah permasalahan yang sangat mengecewakan bagi GSK. Kami telah dan akan terus belajar dari sini," ujar Direktur Utama GSK Sir Andrew Witty dalam keterangan tertulis di situs perusahaan yang dikutip pada Jumat, 19 September 2014.

GSK menyatakan telah bekerja sama penuh dengan pihak berwenang dan mengambil langkah untuk memperbaiki masalah yang terdapat pada operasi GSKCI. Perbaikan ini termasuk mengubah program insentif untuk sales forces, mengurangi dan mengubah kegiatan yang melibatkan tenaga kesehatan, serta memperluas pemantauan faktur dan pembayaran.

Investigasi atas dugaan suap GSK diinisiasi oleh Kementerian Keamanan Publik Cina pada Juni 2013. Vonis Pengadilan Menengah Rakyat Changsa menyatakan GSK terbukti menawarkan uang dan barang kepada personel non-pemerintah untuk mendapatkan keuntungan komersial yang tidak benar.

Fluktuasi Rupiah Merepotkan Pelaku Bisnis

Melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat pengusaha kelapa sawit diuntungkan. Wakil Ketua Dewan Minyak Sawit Nasional Delima Hasri Darmawan mengatakan dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mendongkrak pendapatan ekspor kelapa sawit. "Kalau ekspor, kondisi ini malah menguntungkan," ujarnya saat dihubungi, Jumat, 19 September 2014.

Untuk komoditas ekspor seperti kelapa sawit dan kopi memang menguntungkan. Eksportir karet yang saat ini harganya sedang turun pun menangguk keuntungan. "Penjualan karet ketika ditukar ke rupiah akan mendatangkan pendapatan yang besar," tuturnya.

Sebaliknya, kata Delima, melemahnya rupiah justru membuat pemerintah kelimpungan. Sebab, harga beli komoditas dari luar akan meningkat. Apalagi Indonesia saat ini banyak mengimpor komoditas hasil pangan. "Ini akan memberatkan nilai impor."

Untuk industri elektronik yang banyak didominasi barang impor, melemahnya rupiah membuat mereka kerepotan. “Pergerakannya kecil, tetapi sering merepotkan pelaku bisnis,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Elektronik Ali Soebroto Oentaryo saat dihubungi, Jumat, 19 September 2014.

Kurs rupiah melemah dalam sepekan terakhir. Meski demikian, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika masih dalam tahap wajar. "Jangan melihat rupiah melemah itu selalu negatif atau rupiah menguat selalu positif. Impornya saja yang harus ditekan, nilai ekspornya perlu didorong," tuturnya di gedung Bank Indonesia, Jumat, 19 September 2014.

Alasan Warren Buffet Ogah Beli Saham Alibaba

Alibaba Group hari ini menggemparkan Wall Street dengan lonjakan saham perdananya hingga 38%. Perusahaan e-commerce asal Tiongkok ini meraup dana US$ 25 miliar (Rp 275 triliun) lewat initial public offering (IPO). Sahamnya pun sangat aktif diperdagangkan, mengalahkan jumlah saham yang diperdagangkan Twitter di hari pertamanya. Cukup banyak investor yang mengincar saham Alibaba.

Tapi ternyata ada juga investor yang tak mau beli saham perusahaan asal Tiongkok ini, yaitu Warren Buffet, orang terkaya ketiga di dunia sekaligus investor kakap di dunia investasi.

Seperti dikutip berikut ini lima alasan tak berminat beli saham Alibaba:

1. Kurang Menarik Secara Global
Alibaba mungkin menarik di negara asalnya, dengan konsumen yang banyak tapi hanya di Tiongkok saja, bukan di dunia. Dana IPO bisa saja digunakan untuk ekspansi, tapi apakah pasar dunia mau menerima Alibaba? Terutama di negara-negara yang sudah terbiasa menggunakan eBay dan Amazon.

2. Model Bisnisnya Mudah Ditiru Orang
Model bisnis Alibaba mungkin sulit ditiru perusahaan Tiongkok, karena kesuksesannya selama ini dibantu oleh pemerintah setempat (terutama soal larangan beberapa situs internet negara barat). Tanpa bantuan negara, Alibaba hanyalah satu dari banyak situs jual-beli di dunia. Jenis situs yang paling mudah ditiru oleh banyak perusahaan dan situs jual beli ini sulit mendapatkan untung tebal.

3. Punya Pelanggan Setia, tapi untuk Berapa Lama?
Tren belanja masyarakat sudah bergeser dari konvensional ke dunia maya. Salah satunya lewat situs jual beli online Alibaba. Tapi apakah masyarakat bisa setia ke satu situs saja? Tingkat penjualan situs belanja online memang meningkat, tapi hal tersebut disebabkan jumlah situs penyedia juga bertambah banyak tiap tahun hingga akhirnya tiap situs menyasar niche market yang kecil

4. Perkembangan Teknologi Jadi Tantangan
Alibaba bisa sukses karena menjadi pemain awal di dunia jual-beli online. Seiring perkembangan teknologi, Alibaba harus lebih kreatif lagi dalam berjualan. Tak lama lagi teknologi beli barang lewat PC akan pindah ke ponsel atau tablet, setelah itu mungkin ada teknologi baru yang lebih canggih. Inovasi harus terus berjalan, dan itu ada biayanya dan kemungkinan besar situsnya akan mati seperti frenster karena pada dunia offline hanya 1 dan 10 yang mampu bertahan sampai 10 tahun tapi pada dunia online hanya 1 dari 100.000 yang mampu bertahan dalam 5 tahun.

5. Keuntungan yang Tinggi Jadi Kesempatan Pesaing
Alibaba punya marjin keuntungan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 57%. Omsetnya triwulan lalu US$ 2,5 miliar dengan laba US$ 2 miliar.  Keuntungan yang terlalu tinggi ini bisa menjadi kesempatan pesaingnya menjual barang dengan lebih murah. Marjin pesaing bisa dikurangi demi jaring pelanggan baru.