Sunday, July 27, 2014

Omset Pusat Belanja Naik 10 Persen Menjelang Lebaran

Lebaran nanti, pusat belanja dan mal diprediksi akan ramai dikunjungi masyarakat. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Handaka Santosa memprediksi nilai penjualan meningkat 10 persen dibanding Lebaran tahun lalu.

"Periode tahun ini, kenaikan penjualan sebesar 10 persen dibanding tahun lalu," ujar Handaka kepada , Sabtu 27 Juli 2014. Menurut Handaka, mal akan ramai karena banyak masyarakat yang ditinggal asisten rumah tangga mereka, sehingga memilih makan di luar rumah. Mereka memanfaatkan kafe dan restoran untuk menjamu keluarga besar yang datang berkunjung.

"Banyak saudara dari luar kota yang datang bersilahturahmi, jadi mereka perlu ke pusat belanja untuk makan dan belanja kebutuhan," tutur Handaka. Pada malam takbiran atau semalam sebelum Lebaran, mal akan tutup pukul 20.00 WIB. Pada hari H, mal buka lebih siang, yaitu sekitar pukul 11.00 WIB. Mal buka lebih siang agar karyawan bisa salat Ied terlebih dahulu.

Hanya ada satu mal yang tutup pada Lebaran nanti, yaitu Plaza Indonesia di Jakarta. Sedangkan hari kedua setelah Lebaran, seluruh mal akan buka secara normal sejak pukul 10.00 WIB-22.00 WIB.

Omzet Mafia Pemeras TKI Di Bandara Soekarno Hatta Rp. 325 Milyar Setahun

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan para pemeras tenaga kerja Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta bisa menikmati Rp 325 miliar per tahunnya. Hal itu bisa terjadi karena jumlah TKI mencapai sekitar 360.000 orang yang lalu-lalang melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Bambang, hasil itu merupakan pemerasan yang dilakukan oknum dengan memaksa para TKI untuk menukarkan mata uang asing dengan harga yang murah, biaya transportasi, dan pengeluaran barang dari pesawat. "Jika hanya 130.000 TKI yang diperas dengan nominal Rp 2,5 juta, mereka dapat Rp 325 miliar," ujar Bambang dalam pesan pendeknya, Sabtu, 26 Juli 2014.

Bambang menuturkan nilai itu merupakan putaran hasil pemerasan yang dinikmati oleh oknum TNI Angkatan Darat, anggota polisi, dan preman yang selalu menunggu para TKI. Sebelumnya, KPK bekerja sama dengan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri serta Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan melakukan inspeksi mendadak di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat tengah malam, 26 Juli 2014, hingga Sabtu dinihari.

Tim menemukan 18 orang yang diduga pemain lama yang memeras TKI dengan berbagai modus. Di antaranya mereka terdapat anggota TNI Angkatan Darat dan polisi.  Dalam sidak itu hadir pula Ketua KPK Abraham Samad serta dua Wakil Ketua KPK: Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain. Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius dan Direktur Utama Angkasa Pura II Tri Sunoko juga turut serta.

Menurut Tri Sunoko, pemerasan TKI yang terjadi di wilayah kerjanya itu sudah berlangsung hampir sepuluh tahun. Menurut dia, pihaknya sudah beberapa kali menindak oknum pemeras TKI. Namun mereka selalu kembali dan melakukan tidakan serupa. "Hasil sidak ini bisa menjadi bahan evaluasi dan mencari tahu titik mana yang diwaspadai untuk memberantas premanisme, calo, dan pemerasan," ujarnya.

Bank Indonesia Akan Tutup Money Changer Di Bandara Soekarno Hatta

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Peter Jacobs mengatakan pedagang valuta asing (money changer) yang tidak terdaftar dan terbukti melakukan penipuan akan dikenakan sanksi penutupan. Hal ini juga berlaku bagi pedagang valas di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta.

"Penukaran dengan kurs yang lebih rendah tentu itu penipuan. Kalau dari Bank Indonesia sanksi terberatnya adalah penutupan," kata Peter saat dihubungi , Sabtu malam, 26 Juli 2014.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian melakukan inspeksi mendadak ke terminal khusus kedatangan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat malam, 25 Juli 2014, hingga Sabtu dinihari. Tim menemukan indikasi pemaksaan terhadap TKI agar menukarkan uang di money changer khusus. Kurs ditetapkan oleh money changer tersebut lebih rendah dari mekanisme pasar.

Misalnya, berdasar penelusuran pada 2004, setiap loket penukaran uang memasang kurs Rp 2.000 untuk 1 riyal.Tempo sempat bertanya kepada awak kabin pesawat Garuda Indonesia beberapa jam sebelumnya. Awak kabin itu menyatakan kurs rupiah terhadap riyal adalah Rp 2.200. Tapi tidak ada penjelasan soal perbedaan kurs tersebut.

Jacobs mengatakan BI belum menerima laporan terkait dengan legalitas money changer yang terdapat di Terminal III Bandara Soetta. "Dulu sempat pernah dengar, tapi kami belum tahu bagaimana kebenaran praktek tersebut. Nanti kami periksa lebih lanjut," ungkap Peter.

Ia menduga para penipu valas sengaja memaksa TKI untuk menukarkan uangnya di money changer khusus karena umumnya para TKI tidak paham soal kurs. "Kalau benar ada penipuan dan unsur pemaksaan, ini ranah polisi juga, tapi BI juga perlu masuk untuk pengawasan," ujar Peter.

Untuk menghindari penipuan ini, Peter mengimbau kepada masyarakat agar menukarkan uang di money changer yang resmi. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/22/PBI/2010, money changer nonbank yang resmi ditandai dengan logo berizin, tulisan "Pedagang Valuta Asing Berizin, dan sertifikat izin usaha.

Saturday, July 26, 2014

Rahasia Kesuksesan Rusia Yang Kembali Menjadi Pemain Ekonomi Global

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia Djauhari Oratmangun mengatakan, Rusia kini merupakan negeri dengan perekonomian yang diperhitungkan dunia. Ada yang layak ditiru dari negeri bekas Uni Soviet itu.

Sejak Uni Soviet Runtuh di awal tahun 1990-an, Rusia harus membangun kembali identitas dan kemandirian ekonominya. Negeri itu berhasil. Rusia kini masuk dalam 10 besar ekonomi dunia. Sayangnya, menurut Djauhari, selama ini persepsi masyarakat Indonesia terhadap Rusia terkesan kurang baik.

"Pandangan kita terhadap Rusia harus diubah. Coba bayangkan, mahasiswa Indonesia di Rusia hanya 132, mahasiswa asal negara-negara Asean lainnya ribuan," kata Djauhari saat memberi presentasi bertajuk "Perkembangan Geoekonomi dan Geopolitik Rusia" di Bursa Efek Indonesia, Jumat (25/7/2014).

"Tahun 1992 sampai 1998 Rusia berada di masa kacau balau.Nobody dare to come to Russia. (Vladimir) Putin menjadi presiden tahun 2000, Rusia kemudian kembali menjadi pemain global," ujar dia.

Indonesia, kata Djauhari, dapat belajar dari Rusia. "Belum lama ini ada survei terakhir dengan pertanyaan, apa yang membuat anda bangga sebagai orang Rusia?"  Jawaban atas kebanggaan ini populer di kalangan anak muda Rusia. Pertama, orang Rusia bangga akan sejarahnya. Ini terkait nasionalisme.

Kedua, keragaman sosiokultural mereka. "Ini sama seperti kita yang kaya akan budaya," ujar Djauhari.  Ketiga, lanjut dia, adalah keragaman suku dan agama sebagai pemersatu Rusia. Selanjutnya adalah prestasi Rusia dalam bidang olahraga dan akhirnya ekonomi.

Menurut Djauhari, sebenarnya dalam beberapa hal Indonesia sangat mirip dengan Rusia, sehingga tidak ada salahnya kebanggaan semacam itu timbul pula di dalam diri orang Indonesia.

Analisa Kinerja Keuangan Bank BCA Semester Pertama 2014

Di tengah periode ketidakpastian ekonomi sepanjang Semester I 2014, BCA mampu mempertahankan pendapatan operasional yang solid, kualitas aset, permodalan, dan likuiditas yang sehat. Ini adalah modal yang menguntungkan untuk menangkap peluang, di saat ekonomi Indonesia kembali membaik.

PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) mengumumkan pencapaian kinerja yang solid pada semester I 2014 dengan laba bersih meningkat 24,2% menjadi Rp 7,9 triliun dibandingkan Rp 6,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, tumbuh 25,0% menjadi Rp 19,6 triliun pada semester I 2014 dari Rp 15,7 triliun pada periode yang sama di tahun 2013.

Sementara Marjin Bunga Bersih (NIM) yang meningkat 50 bps menjadi 6,5% pada semester I tahun 2014, dari 6,0% pada semester I tahun 2013, mencerminkan yield aset produktif yang lebih tinggi dengan adanya peningkatan portofolio kredit.

Menurut Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, sukses ini bisa dicapai berkat penerapan manajemen risiko secara disiplin, sehingga mendukung kualitas kredit dan probilitas yang berkelanjutan. “BCA mampu terus menunjukkan daya tahan dan kemampuannya dalam beradaptasi terhadap situasi dengan berbagai tantangan,” demikian Jahja.

Berkat penerapan prinsip kehati-hatian, dengan memperketat kebijakan dan kriteria pemberian kredit di tengah kondisi perekonomian yang tidak menentu, BCA mampu mencatat pertumbuhan kredit di semua segmen.

Portofolio kredit, misalnya, meningkat 14,6% YoY atau Rp 40,9 triliun menjadi Rp 321,3 triliun pada akhir Juni 2014. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp 106,4 triliun, atau naik 16,3% YoY. Kredit komersial & UKM tumbuh signifikan sebesar 14,9% YoY menjadi Rp 127,0 triliun. Sementara itu, kredit consumermeningkat 12,6% YoY menjadi Rp 88,3 triliun, yang didukung oleh kenaikan outstanding seluruh produk kredit consumer.

Begitu juga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang meningkat 9,0% YoY menjadi Rp 52,8 triliun, serta Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang naik 16,8% YoY dari Rp 23,4 triliun menjadi Rp 27,3 triliun. Sementara outstanding kartu kredit tercatat sebesar Rp 8,1%, naik 23,8% YoY pada Juni 2014.

Hingga akhir Juni 2014, likuiditas neraca tetap terjaga dengan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) tercatat sebesar 75,5% dan secondary reserves sebesar Rp 67,7 triliun, atau 16,1% terhadap total dana pihak ketiga. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap berada pada level yang cukup rendah, yaitu 0,5%, dengan rasio cadangan sebesar 368,1%.

Rasio kecukupan modal (CAR) per Juni 2014 yang berada pada level 17,0%, dibandingkan 16,0% pada Juni 2013, mempertegas posisi permodalan BCA yang sehat. BCA juga mempertahankan posisi pendanaan yang solid dengan total dana pihak ketiga sebesar Rp 421,2 triliun, atau meningkat 11,3% YoY. Saldo dana rekening transaksi (giro dan tabungan atau CASA) merupakan porsi utama dana pihak ketiga, yaitu sebesar 77,2% dari total dana pihak ketiga. Dana CASA meningkat 6,3% YoY menjadi Rp 325,2 triliun. Dana giro naik 8,9% YoY menjadi Rp 105,7 triliun, sementara dana tabungan tumbuh 5,1% YoY menjadi Rp 219,5 triliun. BCA juga mencatat pertumbuhan signifikan pada dana deposito sebesar 32,4% YoY menjadi Rp 96,0 triliun, sejalan dengan kenaikan suku bunga deposito secara bertahap.

Jahja Setiaatmadja menegaskan, melihat indikator-indikator perekonomian Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan yang melambat, volatilitas nilai tukar Rupiah yang terus berlanjut, dan likuiditas yang lebih ketat, menjadi hal penting bagi BCA untuk menjaga pertumbuhan kredit pada level yang tepat, serta memperkuat posisi likuiditas dan permodalan. “Kami yakin bahwa BCA akan berada pada posisi yang menguntungkan untuk menangkap peluang pada saat ekonomi Indonesia kembali membaik,” imbuhnya.

Hingga akhir Juni 2014, BCA memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada hampir 13 juta rekening nasabah melalui 1.062 cabang, 14.528 ATM dan ratusan ribu EDC dengan dilengkapi layanan internet banking dan mobile banking. BCA menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia, dengan fokus pada bisnis perbankan transaksi, dengan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial dan UKM serta konsumer.

Kisah Dokter Yang Jadi Pengusaha Sukses Karena Membuka Rumah Sunat

Banyak pakar wirausaha bilang, definisi pengusaha tidak berhenti pada orang yang punya suatu usaha atau bisnis. Wirausaha merupakan jiwa yang dimiliki orang yang jeli melihat peluang usaha dan memanfaatkannya untuk membantu memudahkan hidup banyak orang. Berangkat dari definisi inilah, Mahdian Nur Nasution yang berprofesi sebagai dokter, sejatinya, juga seorang wirausahawan.

Tidak pernah terlintas di benak Mahdian bahwa usaha yang ia dirikan pada tahun 2007 bisa membawa namanya sebagai dokter yang paling dicari untuk urusan khitan, khususnya di Jabodetabek. Dengan latar belakang dokter bedah saraf, Mahdian menganggap kegiatan menyunat sebagai keahlian.

Pria kelahiran Medan, 19 April 1976, ini akrab dengan dunia menyunat sejak 1997. Ketika kuliah kedokteran di Universitas Indonesia, Mahdian sering mengikuti kegiatan sosial. Salah satu bentuk kegiatan itu ialah sunatan massal.  Berawal dari kegiatan itulah, dia sering dicari orang untuk menyunat. “Walau masih kuliah, saya jadi sering dipanggil untuk menyunat, dan ini berlanjut hingga saya mengambil spesialis bedah di UI,” ujarnya.

Mahdian pernah kebanjiran pasien ketika musim liburan sekolah. Ratusan orang minta Mahdian datang ke rumah dan menyunat anak laki-laki mereka. Mahdian sampai harus cuti kerja supaya bisa melayani panggilan menyunat. Lantas, dia berinisiatif untuk membangun ruang khusus bagi pasien sunat, karena tak lagi bisa memenuhi permintaan untuk datang ke rumah pasien. Mahdian pun menyewa satu ruangan di lantai dua rumah milik temannya di daerah Matraman, Jakarta Timur. Ia juga membeli peralatan seperti tempat tidur, alat sunat, hingga meja dokter sebagai pelengkap.

Di Matraman itulah Mahdian merintis Rumah Sunatan. Saat mendirikan Rumah Sunatan pada 2007, dia merogoh modal tak sampai Rp 10 juta.  Walaupun mengambil pendidikan dokter, Mahdian mengaku memang selalu berniat jadi pengusaha. Mahdian meyakini profesi dokter memiliki batasan tenaga dan usia. Jadi ia merintis usaha sendiri, supaya tak hanya mengandalkan profesinya.

Dalam waktu singkat, orang-orang mengenal Mahdian sebagai dokter sunat. Maklum, dia mengembangkan metode baru, smart klamp. Boleh dibilang, dokter spesialis bedah saraf di RS Mitra Keluarga, Bekasi, ini merupakan pelopor teknik tersebut di Indonesia.

Cara menyunat ini diperolehnya dari seorang rekan seprofesinya di Malaysia, saat bertemu pada 2004. Smart klamp merupakan alat khitan sekali pakai. Dengan alat ini, menyunat tak lagi menyertakan proses menjahit atau perban alat kelamin. Risiko pada pasien pun berkurang dan bisa langsung beraktivitas setelah disunat.  Smart klamp kian melambungkan nama Mahdian sebagai dokter sunat. Pasiennya semakin bertambah. Bahkan kliniknya di Matraman tak lagi cukup menampung pasien. Kemudian, ia menutup tempat itu dan membuka klinik baru di Cipinang dan Bintaro pada 2008.

Usahanya pun terus berkembang. Kini, Mahdian punya 18 cabang Rumah Sunatan di Jabodetabek. Tiap cabang menerima sekitar 20 pasien pada bulan biasa. Jumlah ini meningkat saat musim liburan, jadi 700 hingga 1.000 pasien per cabang dalam sebulan. Dari usaha khitan, ayah dari enam orang anak ini bisa mengantongi omzet sekitar Rp 500 juta saban bulan.

Ubah citra seram
Sejak awal menyunat, Mahdian membawa misi tersendiri. Ia ingin mengubah citra mengenai sunat. Sebagian besar orang yang pernah disunat pasti menganggap sunat sebagai pengalaman mengerikan. Bayangan akan sebagian kulit yang dipotong menimbulkan anggapan sunat sebagai sesuatu yang menyeramkan.

Mahdian ingin mengubah anggapan itu. Makanya, sejak membuka klinik pertamanya, dia memilih nama Rumah Sunatan. “Saya ingin pasien merasa senyaman mungkin, jadi saya memilih kata rumah, bukan klinik,” jelas dia. Desain Rumah Sunatan pun jauh dari kesan menakutkan bagi anak-anak. Mahdian membuat ruangan khusus tempat bermain. Di situ, anak-anak bisa menunggu sambil bermain game atau menonton televisi.

Mahdian tak hanya mengandalkan teknologi. Para dokter dan karyawan pun dilatih untuk berkomunikasi efektif dengan anak-anak. Secara psikologis, anak-anak membayangkan sunat sebagai sesuatu yang menakutkan. Tugas dokter dan karyawan Rumah Sunatan untuk menghilangkan ketakutan itu. “Memang sudah ada mainan dan gadget, tapi komunikasi dari dokter dan karyawan pun harus mendukung,” tuturnya.

Keunggulan itu yang membuat Mahdian dengan percaya diri menyebut Rumah Sunatan sebagai salah satu pemimpin pasar di usaha khitan. Posisi itu ditambah lagi dengan jam terbang menyunat Mahdian yang sudah belasan tahun.

Seolah tak takut akan menciptakan pesaing baru, Mahdian juga rajin memberi pelatihan metode smart klamp pada dokter lain. Sejauh ini, Mahdian sudah mengadakan pelatihan di 15 kota untuk berbagi metode sunat teranyar ini. Untuk memenangkan persaingan, Mahdian fokus pada pelayanan. Lantaran bergerak di bidang jasa, pelayanan harus jadi perhatian utama. “Prinsip saya, selalu berikan yang terbaik pada pasien maupun keluarga pasien,” tandasnya.

Pasalnya, pada dasarnya, manusia ingin menerima pelayanan terbaik. Tak heran jika orang rela membayar tarif lebih mahal demi mendapatkan pelayanan sunat terbaik di Rumah Sunatan. Mahdian selalu menyarankan pada karyawannya untuk profesional dalam bekerja sehingga tidak perlu pelit.

Dia memastikan Rumah Sunatan memberi obat bius terbaik, alat smart klamp yang terbaik. Tak lupa, Mahdian juga memberi goodie bag sebagai hadiah pada pasien yang sudah berani disunat di tempatnya.


Dari rumah sunat ke rumah wasir
Tujuh tahun sudah berlalu sejak Mahdian Nur Nasution merintis Rumah Sunatan. Suami dari Dewi Sulastiningsih ini mengaku, perjalanan bisnisnya tergolong lancar. Ia belum pernah menemui kesulitan signifikan. “Secara grafik, bisnis sunatan ini selalu naik, tak pernah turun. Meski pernah ada satu atau dua pasien yang komplain,” ujar Mahdian.

Dua puluh tahun mendatang, Mahdian bermimpi Rumah Sunatan jadi pemimpin pasar untuk layanan sunat di Indonesia. Karena masih banyak daerah di Indonesia yang belum memiliki pusat khitan, Mahdian pun menargetkan Rumah Sunatan punya ratusan cabang di 2034.

Untuk mencapai target itu, Mahdian menawarkan peluang waralaba. Padahal, dulu ia sempat enggan mewaralabakan Rumah Sunatan. Ia takut waralaba membuka celah menurunkan kualitas pelayanan.

Namun, tahun ini, Mahdian hanya akan menambah maksimal 10 mitra untuk jaga kualitas pelayanan. “Karena ini jasa medis, semua harus bagus terutama pelatihan untuk dokter hingga dia mahir. Kalau ada kesalahan akan berdampak pada nama baik kami,” tegasnya.  Mahdian juga punya lini bisnis baru yang diberi nama Rumah Wasir. Dia bilang, usaha ini masih dalam tahap percobaan dan baru buka di Jalan Jatiasih Raya, Bekasi.

Mahdian bercerita, Rumah Wasir didirikan karena ia mendapat informasi mengenai teknologi menyembuhkan wasir. Selama ini, penderita wasir malu dan takut berobat karena harus dioperasi. Namun, dunia medis sudah mengenal teknologi biological electrical impedance automeasurement (BEIM). “Kami berharap bisa jadi pelopor juga untuk teknologi yang sudah sering dipakai di luar negeri,” kata dia.

Tak lupa, Mahdian berbagi kunci kesuksesannya, yakni fokus dan inovasi. Ia mengenal banyak pengusaha yang bosan di tengah jalan lantas tidak fokus dalam bisnisnya. Berkat fokus jadi dokter sunat, Mahdian menuai kesuksesan. Namun, fokus saja tidak cukup karena harus ada inovasi agar masyarakat tertarik.

Kisah Sukses Bisnis Mukena Meccanism Yang Diawali Dengan Niat Membantu Anak Yatim

Aktris Zaskia Adya Mecca merupakan salah satu selebriti Indonesia yang memiliki bisnis fesyen dengan label Meccanism. Koleksi busananya mewakili karakternya yang simpel, kasual, dengan pilihan bahan dan gaya busana yang mengedepankan kenyamanan. Tak hanya busana, Zaskia juga merilis koleksi mukena Meccanism.

Zaskia mulai menjalankan bisnis mukena dengan niatan membantu istri teman yang meninggal karena leukimia. Niat awalnya sebatas membantu karena mengkhawatirkan anak teman yang menjadi yatim selain membantu sang istri agar bisa lebih mandiri berdaya untuk keluarganya. Tak disangka, bisnis yang diawali dengan niatan membantu orang terdekat ini berbuah manis. Butik Meccanism yang punya banyak pelanggan setia justru lebih dikenal dengan jilbab dan mukena daripada koleksi busananya.

"Orang kalau datang ke toko yang dicari kalau enggak jilbab ya mukena. Mukena menjadi salah satu signature butik," kata Zaskia. Mukena buatan temannya, Mia, laris manis di toko. Setiap minggu, butik di kawasan Kemang ini selalu menyediakan koleksi mukena terbaru. Sejalan dengan konsep berbusana Zaskia, koleksi mukena Meccanism juga mengandalkan kenyamanan dan daya personal yang menunjukkan karakter penggunanya.

Mukena berlabel Meccanism ini berbahan katun yang nyaman, dengan aneka motif menarik dan warna tak biasa. Tak seperti kebanyakan mukena yang mengandalkan bordir atau bahan parasit, mukena Meccanism menggunakan motif yang sedang menjadi tren, yakni garis dan asimetris, selain motif yang banyak digemari seperti bunga, etnik, dan lainnya. Warna mukena juga tak konvensional. Ada mukena berwarna hitam, atau garis hitam putih. Sekilas mukena Meccanism terlihat menonjol kalau dipakai di antara mukena yang kebanyakan dipakai muslimah. Namun untuk "meredam" kesan menonjol, Zaskia memilih menggunakan kain mukena warna polos yang senada dengan atasan bermotif.

Alat shalat yang mewakili karakter penggunanya ini hanya diproduksi 70 item untuk satu motif. Kalau Anda datang ke butik dan menyukai salah satu motif, sebaiknya langsung pilih karena bisa jadi Anda akan kehabisan. "Ciri khas di sini kalau ada keluaran baru sebaiknya buru-buru dibeli jangan kebanyakan mikir karena biasanya empat hari akan habis dan kalau dicari lagi sudah enggak ada," kata Zaskia.

Begitu pun yang terjadi pada mukena Meccanism. Selain motifnya menarik dan bisa mewakili karakter penggunanya, mukena koleksi Meccanism juga tak dibanderol dengan harga tinggi. Menjual mukena dengan harga terjangkau, di bawah Rp 500.000 memang menjadi perhatian Zaskia.

"Tadinya harganya Rp 250.000 tapi sekarang naik menjadi Rp 300.000 setelah buka cabang dan semakin banyaknya reseller," tuturnya. Zaskia terlibat penuh dalam pemilihan mukena koleksi Meccanism yang pada awalnya hanya menerima apa adanya yang dikirimkan oleh Mia. Mia, istri almarhum Iqbal Rais, murid Hanung Bramantyo, memang sudah lebih dahulu berbisnis mukena. Saat Iqbal meninggal, Zaskia yang memiliki hubungan dekat lantaran Hanung pernah menjadi saksi pernikahan Iqbal dan Mia, merasa turut bertanggungjawab sebagai kerabat.

"Mereka punya anak berusia tiga dan kami merasa bertanggungjawab kepada almarhum Iqbal supaya istri bisa mandiri. Saya bertanya ke Mia, apa yang dia punya. Dia bilang punya koleksi mukena. Awalnya saya hanya menerima kiriman mukena yang saya beri label Meccanism dan dijual di butik dengan seluruh keuntungan untuk keluarganya. Niat awalnya untuk membantu," tutur Zaskia.

Lama kelamaan, melihat banyaknya motif mukena yang unik, Zaskia pun mulai terlibat memilih bahan dan motif. Zaskia tak ingin berbisnis mukena polos atau banyak tulisan. Baginya, tak ada yang salah dengan mukena bermotif selama tidak berlebihan dan tak mengganggu orang di sekitarnya.

Memproduksi mukena sejak 2013 dengan bermitra bersama sahabatnya juga membawa keuntungan tersendiri. Zaskia merasa menemukan mukena yang bisa mewakili kepribadiannya. Ia akhirnya bisa memiliki mukena warna hitam yang selama ini sulit dicarinya. Mukena baginya adalah fashion statement muslimah. Mukena semestinya mewakili kepribadian muslimah dan menjadi fashion item yang selalu ada bersamanya untuk menjalankan ibadah harian di mana saja.