Wednesday, February 10, 2016

Dolar AS Terjun Bebas ke Rp 13.300

Dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah hari ini hingga menembus level terendahnya di Rp 13.361. Pelemahan dolar AS terjadi sejak tadi pagi. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi tadi dibuka melemah ke Rp 13.581, dibandingkan posisi kemarin di Rp 13.602. Ekonom Destry Damayanti menilai, pelemahan dolar AS terjadi karena investor melihat data-data makro ekonomi AS yang tidak memuaskan.

Melihat hal tersebut, investor memandang jika negeri adidaya tersebut belum akan memasuki masa recoveryatau perbaikan ekonomi. Hal ini membuat dolar AS tertekan terhadap rupiah. Tak hanya itu, dolar AS juga melemah terhadap mata uang di negara-negara Asia lainnya. "Karena sebenarnya gini, faktornya sama lah global sama domestik. Kan tadinya ekspektasinya Amerika ekonominya cepat pulih, ternyata kan data-data menunjukkannya beda. Kayak kemarin pertumbuhan (Amerika) di kuartal IV tak sebagus yang diperkirakan, kemudian jumlah penciptaan lapangan kerja,manufacturing-nya tidak sebagus yang diperkirakan orang. Akibatnya mereka semua mikir, oh ini recoverymasih lama nih, terus juga bunga mungkin nggak akan naik cepat," jelas dia saat ditemui di Kampus UI Salemba, Jakarta, Rabu (10/2/2016).

Di sisi lain, Destry mengatakan, perekonomian Indonesia mulai meunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang telah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu.  Meskipun secara full year 2015, ekonomi Indonesia tumbuh melambat ke 4,79% dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 5,02%, namun di kuartal IV-2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia naik tinggi ke 5,04%. Hal ini menjadi sentimen positif bagi Indonesia, khususnya terhadap nilai tukar.

"Nah di satu sisi dia melihat Indonesia punya growth story, pertumbuhan kita tahun 2015 kan better than expected, terus juga kalau kita lihat beberapa data leading indicator kan menunjukkkan suatu tren mulai naik," terang dia. Di samping itu, banyak kebijakan pemerintah yang juga memberikan sentimen positif di pasar keuangan Indonesia. Ini menjadi dorongan tersendiri bagi perekonomian Indonesia, khususnya rupiah. "Termasuk juga policy kita sudah konsisten dengan perkembangan yang ada, jadi menunjukkan betapaprudent nya regulator Indonesia," pungkasnya.

Hingga siang ini, dolar AS bergerak di Rp 13.405. Dari pembukaan pagi tadi hingga siang ini, mata uang Paman Sam tersebut sudah merosot 1,3%. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini kembali melemah terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam sampai di kisaran Rp 13.500-an. Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Rabu (10/2/2016), dolar AS pagi tadi dibuka melemah di posisi Rp 13.581 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.611.

The Greenback terus melemah dan perlahan sempat menyentuh titik terendahnya hari ini di Rp 13.510. Pelemehan dolar AS ini sudah terjadi sejak awal 2016. Menjelang siang ini, dolar AS berada di posisi Rp 13.525. Sepanjang 2016 ini rupiah menguat 1,7% terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) hari ini anjlok. Dibuka pagi di atas Rp 13.500, dolar turun ke Rp 13.400-an di siang ini. Dari data Reuters, Rabu (10/2/2016), nilai tukar dolar AS berada di Rp 13.450.

Pada posisi penutupan kemarin, dolar berada di Rp 13.611. Sepanjang 2016 ini, rupiah sudah menguat 1,7% terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) hari ini lagi loyo. Mata uang Paman Sam itu melemah terhadap banyak mata uang dunia. Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Rabu (10/2/2016), hampir seluruh mata uang Asia bisa menguat terhadap The Greenback. Rupiah juga salah satu yang menguat.

Dolar AS pagi tadi dibuka melemah di posisi Rp 13.581 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.611. Hingga siang hari ini dolar AS terus melemah hingga ke kisaran Rp 13.450. Mata-mata uang Asia lainnya juga ikut menguat terhadap dolar AS, berikut daftarnya:
  • Peso Filipina +0,35%
  • Baht Thailand +0,17%
  • Rupiah Indonesia +0,97%
  • Dolar Taiwan +0,58%
  • Won Korea Selatan +0,70%
  • Dolar Singapura +0,18%
  • Ringgit Malaysia +0,19%
  • Dolar Hong Kong +0,06%
  • Yen Jepang +0,61%
Beberapa mata uang yang melemah terhadap dolar AS adalah:
  • Yuan China -0,07%
  • Rupee India -0,07%
  • Dolar Australia -0,27%
  • Dolar Selandia Baru -0,35%

Tuesday, February 9, 2016

Lippo Jual REITs Rp 1,7 Triliun ke Singapura

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan rencana akuisisi Lippo Mall Kuta oleh Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMIRT). Selain itu, ada juga rencana akuisisi bersama atas Lippo Plaza Jogya dan Siloam Hospitals Yogyakarta masing-masing oleh LMIRT dan First REIT dengan total Rp 1,7 triliun.

"Kami telah menandatangani akta perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) untuk dua mal dan satu rumah sakit dengan REITs kami yang akan memberikan hasil sebesar Rp 1,7 triliun," kata Presiden Direktur Lippo Karawaci, Ketut B. Wijaya, dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2016).

Penjualan Lippo Mall Kuta oleh LMIRT nilainya mencapai Rp 800 miliar. Mal ini merupakan bagian dari enam lantai pengembangan gedung multi fungsi yang terdiri atas komponen mal ritel serta 180 kamar hotel yang sedang dibangun yang terletak di Kuta, Bali.

LMIRT dan First REIT telah menandatangani akta Usaha Bersama (Joint Venture) atas akuisisi bersama komponen mal ritel yang dikenal sebagai Lippo Plaza Yogya dan komponen rumah sakit yang dikenal sebagai Siloam Hospitals Yogyakarta.  Keduanya telah menandatangani CSPA untuk rencana akuisisi tersebut dan akan memegang dua properti tersebut dalam satu akta sertifikat strata dengan total Rp 900 miliar.

Penyelesaian akuisisi atas properti-properti tersebut akan bergantung pada persetujuan dari para pemegang unit penyertaan dari REITs serta dengan persetujuan dari Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Singapore Exchange Securities Trading Limited.  LMIRT dan First REIT merupakan kelompok usaha Lippo yang mengelola REITs di Singapura.

Saturday, February 6, 2016

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 4,74 Persen Tertolong Pilkada

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2015 sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya 4,74 persen. Hal itu membuat ekonomi Indonesia sepanjang 2015 tumbuh 4,79 persen, lebih rendah dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar 5,7 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember lalu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lewat konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT). Tercatat, pertumbuhan kosumsi LNPRT sebesar 8,32 persen secara yoy dan 2,75 persen secara kuartalan (quarter to quarter/q-to-q).

"Pilkada serentak ini membuat LNPRT seperti partai politik dan organisasi masyarakat (ormas) menggelontorkan uang untuk kampanye dan menghidupkan sektor lain seperti percetakan, barang konsumsi, dan lainnya. Pilkada serentak ternyata mampu menggengjot pertumbuhan ekonomi," jelas Suryamin di Jakarta, Jumat (5/2). Ia menambahkan, pertumbuhan itu bisa signifikan karena Pilkada dihelat di 269 daerah tingkat I maupun tingkat II, bahkan ia pun tak heran jika pertumbuhan LNPRT bisa lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2015.

Kendati tercatat sebagai variabel pertumbuhan tertinggi, proporsi LNPRT terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal IV 2015 hanya 1,18 persen. Konsumsi masyarakat, ujarnya, merupakan kontribusi utama dengan nilai 56,64 persen dari PDB, dan jumlahnya tumbuh 4,92 persen secara yoy.

"Memang konsumsi masyarakat di akhir tahun itu melonjak, banyak libur panjang. Selain itu, bisa juga disebabkan karena penggelontoran anggaran untuk tunjangan dan bonus karyawan banyak dilakukan di akhir tahun," terangnya. Di samping itu, ia juga menitikberatkan pada pengeluaran pemerintah yang bertumbuh 41,3 persen secara q-to-q dan berkontribusi sebesar 13,53 persen terhadap PDB di kuartal IV 2015. Melonjaknya pertumbuhan ini secara kuartalan, terangnya, adalah indikasi bahwa pemerintah masih sering melakukan penyerapan anggaran di akhir tahun.

"Tapi kami yakin pengeluaran ini memiliki kualitas yang baik, khususnya demi belanja modal. Karena pertumbuhan Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) juga naik 6,9 persen dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 34,97 persen. Kami yakin ada peran belanja pemerintah di dalamnya," terang Suryamin.

Jika pengeluaran pemerintah seperti demikian terus dijalankan, Suryamin yakin porsi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2016 akan meningkat. Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan percepatan penyerapan anggaran. "Kalau belanja pemerintah terus digenjot, PMTB meningkat, artinya pertumbuhan ekonomi kita bisa semakin berkualitas," tuturnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2015 adalah yang tertinggi dibanding kuartal-kuartal sebelumnya dengan nilai masing-masing 4,73 persen, 4,66 persen, dan 4,74 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2015 ini menurun dibandingkan tahun 2014 sebesar 5,02 yoy terhadap kuartal IV 2013.

Tak Punya Pekerjaan Tetap Wajib Bikin NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan suatu kewajiban untuk masyarakat Indonesia yang telah memiliki penghasilan di Indonesia. Namun bagaimana bila penghasilan yang didapatkan tersebut tidak menentu, apakah harus tetap memiliki NPWP?

Ini seringkali terjadi pada wajib pajak (WP) dengan pekerjaan tidak tetap. Misalnya berdagang secara musiman, membantu orang lain dengan imbalan komisi atau sejenisnya. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA),‎ Yustinus Prastowo menjelaskan dalam aturan yang berlaku, tidak ada perbedaan penghasilan, baik secara sifat maupun sumbernya. NPWP tetap menjadi sebuah kewajiban.

"Undang-undang tidak membedakan sifat dan sumber penghasilan, artinya bersumber dari mana pun, pekerjaannya, jasa, modal/investasi, kegiatan, dari dalam dan luar Indonesia dan bersifat apa pun tetap atau tidak tetap, yang penting penghasilan itu dapat dipergunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan," ujarnya. 

Dengan memiliki NPWP, artinya kewajiban lain juga harus dipenuhi, yaitu dengan membayar pajak hingga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT). WP juga perlu memperhatikan besaran penghasilan sesuai dengan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). "Jadi tetap wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP sepanjang penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam suatu bulan yang disetahunkan telah melebihi PTKP," kata Prastowo.

Laba Bank BTN Meroket 62 Persen Menjadi Rp. 1,85 Triliun

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba di 2015 sebesar 62% menjadi Rp 1,85 triliun dari sebelumnya Rp 1,14 triliun di tahun 2014. Peningkatan kinerja perusahaan ini direpon positif oleh para pemegang saham. "Saham kami naik dari Rp 1.380 menjadi Rp 1.410," ujar Direktur Utama BTN Maryono, dalam rapat kerja BTN se-Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2016).

Dengan perhitungan tersebut, ada kenaikan sekitar 2,17% pada saham perusahaan sebagai imbas positif peningkatan laba tersebut. Hal tersebut pun mendapat apresiasi dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "BTN menjadi Bank BUMN berkinerja terbaik di tahun 2015," ujar Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Gatot Trihargo dalam kesempatan yang sama.

Adapaun peningkatan laba yang cukup signifikan ini tak lepas dari kinerja perusahaan yang fokus di pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) kelas menengah ke bawah, yang terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Menurut catatan perusahaan, kinerja kredit dan pembiayaan mencapai sebesar Rp.139 Triliun atau tumbuh 19,88% dari kredit periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp.115,916 Triliun. Pertumbuhan kredit Bank BTN ini berada di atas rata-rata industri nasional yang berada hanya pada kisaran 9,85%.

Sejalan dengan pertumbuhan dan peningkatan kualitas kredit, peningkatan bisnis perseroan juga dapat dilihat dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan yang mencapai Rp.128 Triliun pada 2015. PT Bank Tabungan Negara (BBTN) membukukan laba bersih per 31 Desember 2015 sebesar Rp 1,851 triliun. Laba perseroan ini tumbuh 62% dibandingkan perolehan laba periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 1,146 triliun.

Demikian disampaikan Direktur Utama BTN Maryono dalam paparan media di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Kamis (4/2/2016). Peningkatan laba yang cukup signifikan ini tak lepas dari kinerja perusahaan yang fokus di pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kelas menengah ke bawah, yang terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Menurut catatan perusahaan, kinerja kredit dan pembiayaan mencapai sebesar Rp 139 triliun atau tumbuh 19,88% dari kredit periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 115,916 Triliun.

"Pertumbuhan kredit Bank BTN ini berada di atas rata-rata industri nasional yang berada hanya pada kisaran 9,85%," kata Maryono. Sejalan dengan pertumbuhan dan peningkatan kualitas kredit, Maryono mengungkapkan, peningkatan bisnis perseroan juga dapat dilihat dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan yang mencapai Rp 128 triliun pada 2015.

Angka tersebut tercatat tumbuh 19,97% dari periode sebelumnya sebesar Rp 128 triliun.  "Perolehan dana pihak ketiga perseroan ini juga berada diatas rata-rata industri nasional yang berada hanya pada kisaran 7,70%," sambung dia. Sementara total aset perseroan tumbuh sebesar 18,83% dari Rp 144,6 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp 172 triliun pada akhir 2015. Pertumbuhan aset ini juga berada di atas rata-rata industri nasional yang berada hanya pada kisaran 9,29%.

Panen Raya Dan Impor Jagung Berbarengan Sebabkan Harga Jagung Jatuh

Penahanan ratusan ribu ton jagung impor di pelabuhan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) pada Desember 2015-Januari 2016 lalu mengundang protes banyak pihak, terutama para peternak ayam yang tercekik oleh mahalnya pakan ternak berbahan baku jagung. Penahanan jagung impor itu membuat harga pakan ternak melonjak 100% menjadi Rp 7.000/kg. Harga ayam pun ikut melonjak sampai Rp 35.000/ekor. Akibatnya masyarakat harus membeli ayam dengan harga mahal.

Meski begitu, ada juga dampak positif dari penahanan impor tersebut. Harga jagung di tingkat petani melonjak hingga Rp 6.000/kg sehingga petani menikmati keuntungan yang sangat layak.  "Kemarin saat impor ditahan harga jagung di petani sempat sampai Rp 5.000-Rp 6.000/kg untuk jagung dengan kadar air masih 17%," ujar Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, saat dihubungi .  Namun harga jagung di tingkat petani segera turun setelah 445.500 ton jagung impor yang tertahan akhirnya dibebaskan. Hari ini, harga jagung petani sudah menurun Rp 2.000/kg menjadi Rp 4.000/kg.

"Harga hari ini di petani sekitar Rp 4.000/kg setelah jagung impor yang harganya Rp 3.600/kg masuk," Winarno mengungkapkan. Pihaknya tidak mau jagung impor dilarang masuk. Tetapi, Winarno mengingatkan, harga jagung di tingkat petani juga harus dijaga, jangan sampai impor tidak terkendali dan membuat petani di dalam negeri rugi. "Impor silahkan masuk, tapi jangan sampai menjatuhkan harga jagung di petani," tutupnya.

Sebagai informasi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong pada Jumat pekan lalu akhirnya memutuskan untuk membebaskan 445.500 ton jagung yang saat ditahan Kementerian Pertanian (Kementan) di sejumlah pelabuhan di Medan, Semarang, Banten, dan Jawa Barat.

Jagung impor tersebut dibeli Perum Bulog dan segera disalurkan ke peternak yang membutuhkan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian mengenai kelanjutan dari impor jagung yang sebagian telah memasuki pelabuhan wilayah Indonesia tersebut.

Tom Lembong menjelaskan, keputusannya ini didasari oleh fakta bahwa kenaikan harga jagung untuk pakan ternak akhir-akhir ini mengindikasikan adanya kekurangan pasokan atau terjadi kelangkaan. "Jagung lokal dengan spesifikasi kebutuhan pakan sebenarnya tersedia namun lokasinya di daerah-daerah yang terpencar dan tidak berdekatan dengan lokasi pabrik pakan," kata Tom Lembong.

Para petani jagung sempat menikmati harga tinggi di Desember 2015-Januari 2016 saat Kementerian Pertanian (Kementan) menahan ratusan ribu ton jagung impor di pelabuhan. Namun, harga jagung lokal kini sudah mulai turun lagi setelah pemerintah akhirnya membebaskan 445.500 ton jagung yang ditahan untuk menstabilkan harga pakan ternak ayam. Sebab, kenaikan harga pakan ternak yang 50% komponennya adalah jagung membuat harga daging dan telur ayam ikut melonjak.

Sementara ratusan ribu ton jagung impor masuk, pada akhir bulan ini panen raya jagung di dalam negeri juga akan tiba, para petani pun khawatir harga jagung di tingkat petani merosot hingga di bawah biaya pokok produksi (BPP) seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. "Sebentar lagi panen raya mulai akhir Februari. Kalau dulu (harga jagung petani) tahun lalu saja jatuh sampai Rp 2.200/kg saat panen raya, ini harus diantisipasi," kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir.

Karena itu, pihaknya meminta Perum Bulog untuk turun tangan menjaga harga jagung di tingkat petani. Kata Winarno, Bulog juga telah berkomitmen untuk menjadi stabilisator jagung, sudah ada kesepakatan kerjasama antara KTNA dan Bulog. "Kita sudah sepakat kerjasama sama Bulog. Sudah ada Satker (Satuan Kerja) jagung Bulog-KTNA. Nanti melalui Satker akan kita informasikan ada panen di wilayah mana, Bulog akan serap jagung dari petani," tuturnya.

Berdasarkan perhitungan sementara yang dilakukan oleh KTNA dan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, idealnya harga jagung dengan kadar air 14% diserap Bulog dengan harga Rp 3.500/kg. "Jumat (5/2/2016) kemarin dibicarakan dengan BKP, kita hitung-hitungan jagung dengan kadar air 14% itu Rp 3.500/kg," tutupnya. Harga jagung di tingkat petani sempat naik. Namun, harga itu akhirnya turun setelah jagung impor yang sempat ditahan di sejumlah pelabuhan dilepaskan ke pasar.

Menghadapi situasi ini, Petani meminta pemerintah segera turun tangan menjaga harga jagung agar tidak jatuh lebih dalam. Apalagi, akhir Februari ini merupakan masa panen raya jagung. "Sebentar lagi panen raya mulai akhir Februari. Kalau dulu (harga jagung petani) tahun lalu saja jatuh sampai Rp 2.200/kg saat panen raya, ini harus diantisipasi," ujar Ketua Umum KTNA, Winarno Tohir

Para petani hanya ingin harga jagung lokal tidak jatuh dan merugikan mereka. Impor harus dibuka bila memang diperlukan, tapi jangan sampai berlebihan hingga mematikan para petani di dalam negeri. "Impor silahkan masuk, tapi jangan sampai menjatuhkan harga jagung di petani," kata Winarno. Dia menambahkan, harga jagung di tingkat petani sempat melonjak hingga Rp 6.000/kg saat penahanan jagung impor berlangsung, sehingga petani menikmati keuntungan yang sangat layak.  "Sekarang sudah mulai turun. Harga hari ini di petani sekitar Rp 4.000/kg setelah jaging impor yang harganya Rp 3.600/kg masuk " ucapnya.

Friday, February 5, 2016

Daftar Calon Pembeli Yahoo

Belum juga berhasil bersaing dan meruntuhkan dominasi pesaing utamanya, Yahoo mulai berpikir untuk mencari pembeli potensial. Dari beberapa nama yang beredar, ada 9 calon pembeli yang mungkin menaruh minat lebih pada perusahaan internet ini. Yahoo yang mencari pemasukan iklan dari mesin pencari dan email, memang harus kalah bersaing dengan Google dan Facebook. CEO Marissa Mayer masih optimis dengan bisnis yang coba akan mereka lakukan yang tentu saja bersinggungan dengan Yahoo Mail dan Tumblr.

Kendati demikian, dewan direksi malah memunculkan sinyal melalui Chairman Yahoo Maynard Webb mengatakan baha mereka sedang mencari strategi alternatif, termasuk menimbang proposal pembeli potensial. Kendati tak disebutkan siapa saja perusahaan yang dimaksud, berikut ini 9 perusahaan yang kabarnya tengah membidik Yahoo.
  • Verizon
    Desember lalu, CEO Verizon Lowell McAdam dan CFO Fran Shammo mengatakan bahwa mereka tertarik mendapatkan Yahoo bila memang dijual. Operator telekomunikasi AS ini memang tengah menanjak mobile video dan membutuhkan paten Yahoo atau teknologinya untuk memuluskan langkahnya.
  • AT&T
    Selain Verizon, operator telekomunikasi lainnya AT&T juga berminat memiliki Yahoo dengan alasan yang sama.
  • ComCast
    Yahoo memiliki 1 miliar pengguna, teknologi iklan di mobile dan video yang dimiliki Yahoo tentu sangat pas untuk dimiliki oleh provider broadband dan cable, ComCast. Namun, isu ini sendiri langsung ditampik oleh CEO Brian Roberts.
  • Alibaba
    Ini boleh dibilanh sebagai calon pembeli paling potensial. Apalagi faktanya, Alibaba yang tengah tumbuh pesat di China, membeli kembali (buy back) saham mereka yang dipunyai Yahoo di Alibaba sebesar 15 persen.
  • Softbank
    Demikian pula, perusahaan telekomunikasi Jepang ini bisa mengkonsolidasikan kepemilikan di Yahoo Jepang, yang mendirikan Yahoo pada tahun 1996. Yahoo memiliki 35,5 persen dari Yahoo Jepang, sementara Softbank memiliki 36,4 persen.
  • Disney dan Twenty-First Century Fox
    Sebuah studio hiburan bisa memanfaatkan kecakapan Video Yahoo.
  • Google dan Microsoft
    Ini bukan kabar baru, sebab tahun 2008, kedua perusahaan ini sempat menyatakan ketertarikannya untuk membeli Yahoo. Bahkan Microsoft nyaris saja memiliki Yahoo di tahun yang sama.
Tak kunjung mendapatkan hasil yang positif, Yahoo mengirim sinyal untuk mempertimbangkan menjual perusahaan ke pihak lainnya. Beberapa calon potensial pembeli pun muncul. Yahoo memang tengah terpuruk, baru-baru ini perusahaan internet tersebut melaporkan akan merumahkan 15 persen dari total karyawan mereka. Malah dewan direksi Yahoo menyebut mempertimbangkan proposal strategis yang berkualitas.

Dari gosip yang beredar, media besar dan perusahaan komunikasi, serta perusahaan ekuitas swasta, adalah beberapa nama peminat Yahoo.  Dilaporkan Bussines Insider, beberapa nama peminat Yahoo adalah Verizon, AT & T, News Corp, Disney dan Comcast. Semuanya telah disebutkan sebagai penawar potensial dalam laporan sebelumnya.

Dari jajaran peminat Yahoo tersebut, News Corp mungkin bisa dicoret lebih awal. Karena media grup memiliki layanan berita Dow Jones dan New York Post, tidak memiliki kepentingan di Yahoo, menurut sebuah sumber akrab dengan masalah tersebut. Operator telekomunikasi Verizon masih bergeming sejauh ini, meskipun CEO-nya mengisyaratkan minatnya dalam kesepakatan yang mungkin saja terjadi.  Hingga 30 Juni 2015 Yahoo memiliki sekitar 11.000 karyawan, turun dibanding Desember 2014 yang saat itu berjumlah 12.500 orang.

Selama ini, Yahoo telah berjuang untuk memperluas bisnis internet, yang meliputi penjualan iklan di mesin pencarian, layanan email, dan terus menghadapi persaingan dari Google dan Facebook. Yahoo memang sedang berada di bawah tekanan dalam merevitalisasi bisnisnya yang dianggap gagal selama tiga tahun. Bahkan salah satu investor perusahaan dilaporkan sempat memanggil Mayer agar jumlah karyawan perusahaan semakin diperkecil hingga 3.000 orang saja.