Monday, October 20, 2014

Jokowi Di Lantik ... Harga Emas Langsung Jatuh

Tak seperti pergerakan saham dan nilai tukar rupiah yang positif pada hari pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden baru, harga emas Antam hari ini justru melorot. Menjelang menit-menit dimulainya pelantikan Jokowi-JK, harga emas tidak menunjukkan pergerakan positif.

Menurut laman logammulia.com, Senin, 20 Oktober 2014, harga emas Antam melorot ke posisi Rp 526 ribu per gram atau turun Rp 2.000 per gram dibanding akhir pekan lalu.

Hari ini harga emas Antam dibanderol sekitar Rp 525 ribu-486 ribu per gram. Harga terendah berlaku untuk emas berukuran 500 gram dan harga tertinggi untuk emas 1 gram. Hanya ada perbedaan Rp 10 ribu per gram dengan harga emas Antam di Gedung Antam Jakarta.

​Meski di Jakarta mengalami penurunan, harga di emas di tujuh kota besar lainnya masih terpantau positif. Di Bandung, Surabaya, dan Semarang, harga emas dibanderol Rp 538 ribu per gram. Demikian juga harga emas di Makassar, Palembang, Balikpapan, dan Banjarmasin, yang dipatok Rp 538 ribu per gram.

Senada dengan harga jualnya, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan. Masyarakat yang ingin menjual emasnya ditawari harga Rp 475 ribu per gram atau turun Rp 1.000 dibanding pekan lalu.

​Hari ini ,UBPP PT Antam menyediakan semua ukuran emas. Seperti biasa, transaksi pembelian emas batangan bisa dilakukan langsung di PT Antam di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, atau di Gedung Antam Jakarta. Transaksi pembelian akan dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean.

Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden 2014-2019 disambut positif dunia ekonomi. Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan efek positif Jokowi terlihat dari peningkatan harga saham dan penguatan nilai tukar rupiah. "Kami berharap akan berlanjut," kata Perry di Surakarta, Senin, 20 Oktober 2014.

Menurut Perry, investor menanti berita positif dari pembentukan kabinet Jokowi. Juga menunggu langkah konkret dalam pemerintahannya. "Pembentukan kabinet dan langkah konkret jadi perhatian investor asing." Perry mengakui sempat ada tren negatif saat ada pergulatan politik pasca-pemilu presiden. Investor asing juga bertanya tentang peluang keberhasilan program-program Jokowi.

Tapi pasca-audiensi Jokowi dengan Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto, menjadi berita positif untuk perekonomian. Perry menegaskan Bank Indonesia akan berkoordinasi dengan pemerintahan baru untuk menjaga stabilitas harga dan rupiah. Juga mengurangi defisit transaksi berjalan. "Kami berharap pemerintah meningkatkan keleluasaan ruang fiskal yang saat ini terbatas karena besarnya subsidi BBM dan listrik."

Kemudian, ata Perry, akan ada peningkatkan daya saing investasi, daya saing industri, dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Juga melakukan pelayanan perizinan satu atap dan penyederhanaan prosedur. "Jokowi dan Jusuf Kalla punya track record bagus di bidang bisnis. Semestinya hal itu bisa dilakukan."

Sunday, October 19, 2014

Walau Rugikan Petani ... Import Gula Bukan Dosa

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro, mengungkapkan, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, merupakan tokoh yang paling bertanggung jawab dalam membanjirnya gula rafinasi di pasar. Tindakan Gita, menurut Ismed, berefek sangat genting bagi kelangsungan hidup petani tebu.

"Kebijakan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang meloloskan hampir empat juta (ton) lebih gula rafinasi masuk menguasai pasar gula nasional itu berdampak bukan saja ruginya pabrik-pabrik gula BUMN, tapi terbunuhnya hutan petani tebu di ladang tebu mereka. Karena mereka tidak bisa menjual gulanya dan kalau pun bisa dijual itu harganya akan sangat merugikan mereka," ujar Ismed di Indramayu, Minggu (19/10/2013).

Namun, menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Partogi Pangaribun, impor yang dilakukan pemerintah justu merupakan antisipasi kurangnya pasokan gula dalam negeri. Dia pun mengatakan, impor pangan bukanlah suatu dosa. "Jangan berarti, bahwa impor adalah dosa. Tapi kalau konsumen kekurangan gula, itu dosa," ujar Partogi di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (19/9/2014).

Regulasi yang terkait dengan gula rafinasi itu, tutur Ismed, merupakan regulasi terburuk dalam sejarah pergulaan Indonesia. Kebijakan yang dibuat oleh Mendag bersama Menko Ekuin beberapa waktu lalu itu disebut oleh Ismed sebagai "satu permainan transaksional yang luar biasa daya pukulnya, daya bunuhnya, terhadap industri gula nasional."

"Dan ini dampaknya akan sangat signifikan, mengapa, karena sampai saat ini ada sekitar 1,2 juta ton gula tebu yang tersimpan di gudang. Itu artinya kalau nanti sampai 2015 tidak terjual, dan ditambah dengan produksi 2015 maka kita sebetulnya tidak (perlu) berproduksi selama tiga tahun, gula tebu itu sudah cukup. Ini serius," imbuhnya.

Ismed juga mengungkapkan, gula hasil produksi 2013 pun kini mulai rusak dan harus diproduksi ulang. Tidak hanya menyulitkan orang per orang, hal ini juga memberatkan perusahaan-perusahaan produsen gula, misalnya PTPN.

"PTPN yang membayar gaji karyawannya dengan gula. Tidak pernah dalam sejarah republik ini karyawan pabrik gula itu dibayar dengan gula, itu satu," sebutnya. Yang kedua, lanjut dia, kontraktor atau rekanan juga dibayar dengan gula karena tidak ada uang masuk sementara barang bertumpuk di gudang.

"Belum pernah terjadi dalam sejarah. Jadi ini betul-betul slogan swasembada gula itu omong-kosong karena pada faktanya komitmen Pak SBY itu dirusak, dikhianati oleh menteri-menterinya, anggota kabinetnya yang rakus. Yang tidak punya nasionalisme, yang berpikir hanya untuk kepentingan pragmatis dan transaksional atau perburuan rente dengan kartel," katanya.

Sebagai catatan, Ismed mengungkapkan bawa industri gula PT RNI sepanjang 2014 ini terus mengalami kerugian. Pada akhir tahun nanti, RNI akan merugi sebesar Rp 300 miliar untuk induatri tersebut. Meski masih memiliki pemasukan dalam industri kelapa sawit, obat, serta karung plastik, namun keuntungan dari sektor lain disinyalir akan terus tergerus. Pasalnya, 60 persen dari laba RNI ditentukan oleh sektor gula.

Masih seringnya Indonesia mengimpor barang pangan termasuk gula banyak dinilai sebagai suatu ketergantungan. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang subur dan kaya akan sumberdaya pangan. Khusus untuk impor gula, menurut Partogi, tidak bisa hanya dikaitkan dengan barang yang langsung dikonsumsi. Pasalnya, gula impor juga diperuntukkan kepada industri makanan dan minuman sebagai bahan baku.

Setelah diolah dan menjadi makanan dan minuman, hasil produksi itu pun banyak yang di ekspor. Oleh karena itu menurut dia, masyarakat harus bijak melihat impor gula tidak dari satu sisi.

Banyaknya suara-suara dari para petani tebu untuk menghentikan impor gula juga sudah diketahui Partogi. Namun, karena pengeluaran izin impor dari Kemendag juga berdasarkan kesepakatan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Perekonomian, maka hal tersebut harus atas persetujuan dengan tiga kementerian tersebut.

Proyeksi impor gula tahun ini yaitu 2,8 ribu ton. Sementara itu, realisasi sampai saat ini mencapai 2,1 ribu ton. Artinya, realisasi impor gula mentah sudah mencapai 73,3 persen hingga Agustus 2014 dari kuota impor gula mentah yang diberikan sebesar 2,8 juta ton. Sementara total izin yang sudah dikeluarkan sebesar 2,6 juta ton.

Lion Air Siapkan 5 Triliun Untuk Wujudkan Ambisinya Kelola Bandara Halim Menjadi Bandara Internasional

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara BUMN) Said Didu menilai, pelepasan pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma ke pihak Lion Group sama saja dengan melepaskan asset negara.  Dia pun tidak habis pikir mengapa TNI-AU sebagai kuasa pengguna Bandara Halim mau “melepaskan” aset tersebut.

“Dengan posisi demikian saya gagal paham kenapa TNI-AU rela 'memberikan' pusat pertahanannya ke swasta? Ada apa?” tulis Said Didu dalam akun Twitternya, Jakarta, kemarin (18/20/2014).  Menurut dia, Bandara Halim tidak bisa dilihat secara fisik semata. Pasalnya, bandara tersebut juga merupakan pusat komando pertahanan udara dimana semua semua pergerakan alutsista berada dibawah komando yang berpusat di Bandara Halim.

Meskipun, kata dia, pesawat-pasawat tempur canggih tidak semuanya bandara di Halim, namun tetap saja semua pergerakan pertahanan yang meliputi radar, ATC, pesawat, dan pergerakan darat berada dalam cakupan pusat pertahanan udara tersebut.

“Apakah pusat komando pertahanan akan terganggu dengan menyerahkan pengelolaan Bandara ke swasta ? Bagi saya pasti terganggu !!!,” kata dia. Hasrat besar Lion Group mengembangkan Bandara Halim Perdanakusuma tidak hanya membangun infrastrukturnya tetapi juga sekaligus berkeinginan menjadi operator bandara layaknya Angkasa Pura (AP).

Lantas bagaimana nasib operator Halim saat ini yaitu AP II jika Lion mengambil alih pengelolaan bandara? Direktur Operasional Lion Air, Edward Sirait mengatakan, setelah nanti pemugaran Bandara Halim selesai, Lion bisa saja mengambilalih bandara dan mengelolanya sendiri. Namun, menurutnya, Lion pun siap untuk bekerjasama dengan AP II terkait pengelolaan bandara tersebut.

"Bisa saja kita jalin Bussines to Bussines dengan Angkasa Pura, proyek ini proyek mandiri kami (Lion Group)," ujar Edward di Jakarta, Selasa (14/10/2014).  Lebih lanjut kata Edward, keputusan Lion berinvestasi untuk pengembangan Bandara Halim sudah sesuai dengan Undang-undang nomer 1 tahun 2009 tentang penerbangan di mana pihak swasta diperbolehkan berinvestasi disektor penerbangan. Jadi, menurut dia, pengambilalihan bandara oleh Lion nanti sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

Meskipun demikian, Lion tetap menunggu sertifikat dari Kementerian Perhubungan mengenai izin penggunaan bandara Halim menjadi bandara umum. Untuk urusan lalu lintas udara, Lion pun siap berkoordinasi denangan Air Nav.

"Ini contoh swasta membangun dan mengoperasikan, nah nanti operasinya tergantung Kemenhub. Mirip kalau mau terjang aja," kata Edward.

Sementara itu, Sekretaris Angkasa Pura II Daryanto mengatakan, pihaknya akan menunggu keputusan lebih lanjut terkait rencana Lion menjadi operator Bandara Halim tersebut. "Sampai saat ini kami masih sebagai operator, nantinya seperti apa ya kami masih menunggu sampai ada keputusan lebih lanjut," kata Daryanto

Lion Group tak main-main untuk menggarap Bandar Udara Halim Perdanakusuma sebagai bandara yang internasional dengan fasilitas lengkap.  Untuk itu, Lion sudah menggandeng kontraktor PT Adhi Karya (Perseso) Tbk sebagai pembuat desain proyek tersebut. "Ini tetap statusnya bandara umum, tapi pengelolaanya oleh swasta, Kannggak masalah. Nanti kita lengkapi dengan infrastrukturnya juga," ujar Direktur Operasional Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Selasa (14/10/2014).

Dia menjelaskan, alasan Lion menginvestasikan dananya untuk pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma bukan muncul tiba-tiba. Menurut Edward, perseroan sudah memiliki rencana sejak tahun 2004, di mana manajemen melihat bahwa bandara tersebut merupakan jawaban untuk mengatasi meluapnya penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah melakukan pembicaraan dengan Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau), pada tahun 2005, Lion meneken perjanjian kerjasama pemanfaatan lahan Bandara Halim seluas 21 hektar yang dilakukan oleh PT Angkasa Transportindo Selaras (PT ATS) selaku anak perusahaan Lion Group dengan Inkopau.

Sementara itu mengenai pendanaan, Edward mengatakan Lion siap menggelontorkan biaya pembangunan kurang lebih Rp 5 triliun. Jika tak ada halangan kata dia, proyek pengembangan itu akan dimulai pada November dan diperkirakan selesai pada Juli 2015.

Tiger Airways Beli Pesawat Airbus Senilai Rp. 43 Triliun

Maskapai penerbangan Tiger Airways Holdings Ltd, yang juga induk perusahaan Mandara Tigerair, memesan 37 unit pesawat Airbus A320neo senilai 3,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 43 triliun.

Dalam keterangannya di Bursa Efek Singapura, Senin (24/3/2014), pesawat tersebut akan mulai dikirimkan antara 2018 dan 2025. Dalam pesanan itu, Tiger Airways memiliki opsi untuk membeli 13 pesawat tambahan serta memiliki hak mengonversi menjadi pesawat dengan jenis yang lebih besar.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Tiger Air membatalkan pesanan sebelumnya yaitu sembilan A320. Hal ini lantaran pesawat baru yang dipesan itu menggunakan mesin buatan Pratt & Whitney, yang akan membantu perseroan mengirit ongkos bahan bakarsekitar 31 juta dollar AS per tahun.

Booming pertumbuhan ekonomi di kawasan AsiaTenggara telah mendorong naiknya permintaan penerbangan bertarif murah di kawasan Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Berbagai perusahaan penerbangan murah telah berlomba-lomba meningkatkan jumlah armadanya.

Jenis Neo adalah versi teranyar dari A320, yang selama ini menjadi pesawat paling laris buatan Airbus. Presiden Direktur PT Saratoga Investama Tbk selaku pemegang 51 persen saham maskapai Tigerair Mandala Sandiaga S Uno mengatakan saat ini pihaknya maupun pihak Tigerair masih berkomitmen untuk menjalankan bisnis dengan baik. Akan tetapi, Sandiaga mengaku pihaknya tidak akan membeli armada pesawat baru dalam waktu dekat.

"Kapan beli pesawat baru? Kita tunda dulu. Survive dulu deh. Kita lihat keadaannya," kata Sandiaga di Jakarta, Jumat (21/3/2014). Penundaan rencana pembelian pesawat baru ini lantaran industri penerbangan saat ini sudah kelebihan pasokan. "Pasar kita memang banyak, tapi ada kelebihan pasokan kita. Jadi ini yang harus diselesaikan. Ini dirasakan seluruh industri, tidak cuma dirasakan Tigerair, tapi seluruh industri," ujarnya.

Sandiaga mengatakan saat ini maskapai tersebut memang sedang terkena dampak pelemahan rupiah dan mahalnya harga bahan bakar terhadap beban operasional. Oleh karenanya, saat ini perusahaan masih fokus kepada operasional maskapai dan pelayanan kepada penumpang.

"Rupiah dan bahan bakar. Kemarin juga ada sedikit dampak baik dari pengenaan surcharge dari Kementerian Perhubungan," ujarnya.  Mengenai strategi bisnis maskapai penerbangan, Sandiaga mengaku Tigerair Mandala masih fokus pada bisnis penerbangan murah alias low cost carrier (LCC). Ini terkait meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah. "Model bisnis LCC memang masih menang," ujar dia.

Virgin Australia Holdings Ltd Beli Tiger Airways Senilai 1 Dollar

Maskapai penerbangan komersial terbesar kedua di Australia, Virgin Australia Holdings Ltd, mengontrol secara penuh Tiger Airways Australia dengan membayar hanya 1 dollar AUS atau sekitar Rp 10.500 kepada Tiger Airways Holdings Ltd.

Informasi saja, pada 2013 lalu, Virgin membayar 35 juta dollar AUS untuk 60 persen kepemilikan saham Tiger Airways. "Kami akan mencapai keuntungan lebih cepat dari jadwal, pada akhir 2016," kata John Borghetti, Kepala Eksekutif Virgin, Jumat (17/10/2014).

Tiger Airways mengalami kerugian akibat kalah bersaing dalam meraih pelanggan di pasar domestik. Kerugian Tiger Australia dalam tiga bulan terakhir, nilainya mencapai 11,6 juta dollar AUS. Saat ini, Tiger memiliki 13 armada pesawat A320 dan 12 rute di Australia.

Borghetti mengatakan, akan mengalihkan sejumlah rute domestik tersebut ke tujuan internasional jarak pendek. Agar bisa memberikan peluang untuk pertumbuhan bisnis dan mempercepat keuntungan bagi Tiger Airways.

"Mengingat permintaan konsumen yang datar di pasar domestik Australia, pertumbuhan armada domestik Tiger Airways Australia kemungkinan akan berkurang," katanya. Seperti diketahui, tak hanya di pasar Australia saja Tiger Airways mengalami rugi. Di sejumlah negara juga mengalami hal serupa karena persaingan yang ketat dengan AirAsia dan Jetstar.

Awal tahun ini, induk usaha Tiger juga telah menjual 40 persen sahamnya di Tiger Airways Filipina. Bahkan, di Indonesia, Tiger menutup bisnis patunganya bersama PT Mandala Airlines.

Saturday, October 18, 2014

IKEA Sediakan Bus Khusus Agar Diserbu Pengunjung Pada Akhir Pekan

Selepas dibuka pada Rabu, 15 Oktober 2014, gerai penjualan perabotan rumah tangga asal Swedia, IKEA, diserbu pengunjung pada akhir pekan. Gerai yang terletak di kawasan Alam Sutera Serpong, Tangerang Selatan ini dipenuhi ribuan calon pembeli yang datang dari berbagai wilayah.

Untuk memudahkan pengunjung, manajemen IKEA Indonesia menyediakan 10 unit bus berukuran sedang untuk beroperasi secara ulang alik (shuttle). Bus ini berangkat dari mal Alam Sutera menuju gerai IKEA yang terletak di Jalan Jalur Sutera Boulevard. Bus tersebut beroperasi sejak gerai IKEA dibuka hingga tutup. "Jam 10 pagi sampai jam 10 malam," kata Daud, salah seorang petugas yang mengatur bus tersebut.

Menurut Daud, keberangkatan bus dari mal Alam Sutera atau sebaliknya tidak menunggu penumpang penuh. Bus itu akan berangkat jika sudah tidak ada penumpang yang mengantre, meski belum penuh. "Biarpun hanya ada lima penumpang, bus tetap jalan," ujarnya.

Keberadaan bus ini disambut gembira oleh para pengunjung. Rina, salah satu pengunjung IKEA mengatakan fasilitas shuttle bus membuatnya tidak kerepotan untuk memarkir mobil. "Mobil saya tinggalkan di mal Alam Sutera, langsung naik bus ke IKEA" katanya

Perusahaan retail perabotan asal Swedia, IKEA, membuka gerai pertama mereka di Indonesia pada Rabu, 15 Oktober 2014. Melalui toko pertama di Alam Sutera, IKEA memasarkan beberapa perabot buatan Indonesia. Ribuan warga memadati toko perabotan rumah tangga asal Swedia, IKEA, di kawasa Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu, 18 Oktober 2014.

Kebanyakan dari mereka memilih meja kecil dan perlengkapan kamar tidur seperti bantal. "Produk boneka, bantal, kursi, dan meja kecil dicari pembeli," kata Anton, salah satu pegawai IKEA.

Warga memadati IKEA Alam Sutera sejak toko ini dibuka pada Rabu lalu. Catatan manajemen IKEA menyebutkan hingga pukul 13.00 WIB ada 1.900 pengunjung yang sudah melewati pintu utama dan ada 3.200 orang yang masuk melalui basement. Kebanyakan dari mereka memadati area penjualan barang-barang untuk kamar tidur.

Salah satunya adaah Gatot Haryono, 52 tahun. Gatot berniat membeli meja kecil untuk keperluan anaknya belajar. "Saya lihat desainnya unik, biar anak saya tambah semangat belajar," ujar Gatot, yang mengaku melihat desain meja milik IKEA melalui foto temannya.

Sedangkan Renata, 28 tahun, datang ke IKEA untuk membeli bantal kecil. "Tadinya cuma mau lihat-lihat, tapi ada bantal bagus, jadi beli deh," katanya. Renata mengatakan datang ke IKEA sekalian untuk makan di food court.

Menurut Market Hall Manager IKEA Indonesia Pikki Azis, ada 550 produk buatan Indonesia yang mereka pasarkan. Barang-barang itu antara lain mainan anak-anak, produk tekstil, rak, karpet, dan furnitur dari kayu pinus. "Ratusan produk itu tidak hanya dijual di Indonesia, tapi juga oleh toko IKEA di negara-negara lain," kata dia di Alam Sutera, Selasa, 13 Oktober 2014.

Dalam satu tahun, kata Pikki, IKEA akan meluncurkan produk baru sebanyak empat kali. Seluruh produk tersebut menjalani pengujian di Swedia sebelum dipasarkan. Dia mengatakan perbandingan harga antara toko IKEA Indonesia dan negara lain masih dalam tahap wajar. "Sudah mempertimbangkan komponen pajak dan transportasi," ujarnya.

General Manager IKEA Indonesia Mark Magee mengatakan hingga beberapa waktu ke depan IKEA baru akan fokus di toko pertama dan belum berniat membuka gerai lain. Namun, dia enggan menjawab saat ditanya mengenai nilai investasinya.

Di Indonesia, IKEA menyasar sepertiga penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang berjumlah 28 juta orang. Magee mengatakan kehadiran produk-produk IKEA sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. "Produk kami sudah ada di Indonesia selama 22 tahun melalui IKEA Trading," kata Mark.

APPSI Tagih Janji Jokowi Revitalisasi 5000 Pasar Tradisional

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia menagih janji presiden terpilih, Joko Widodo, dan pasangannya, Jusuf Kalla, untuk merealisasikan revitalisasi pembangunan pasar tradisional hingga lima ribu titik dalam waktu lima tahun ke depan. “Karena itu janji beliau, tentu kami akan tanyakan," ujar Sekretaris Jenderal APPSI Ngadiran saat dikonfirmasi, Ahad, 19 Oktober 2014.

Dalam beberapa isu kampanyenya, Jokowi yang akan dilantik sebagai presiden ke-7 Republik Indonesia besok hari di gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berjanji akan merevitalisasi 5.000 pasar tradisional, termasuk membangun pusat pelelangan, penyimpanan, dan pengolahan ikan. Rencana itu telah diawali saat menjadi Gubernur Jakarta, tetapi jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.

Menurut Ngadiran, menggeliatnya pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa dilepaskan dari faktor konsumsi masyarakat menengah-bawah saat ini. Keduanya berperan menciptakan iklim investasi untuk sektor konsumsi nasional yang cukup tinggi meskipun berada di kawasan pasar tradisonal yang terkenal kumuh dan kotor. “Apalagi kami diperbaiki, target pertumbuhan pemerintah tahun depan bisa ikut terbantu,” ujarnya.

Ngadiran mengaku hingga kini pengelolaan pasar tradisonal belum dilakukan dengan baik. Pemerintah baik pusat atau daerah terlihat berjalan sendiri tanpa koordinasi sehingga perkembangannya semakin terdesak dengan menjamurnya otlet dan pasar modern. “Sebagai presiden dari kalangan bawah, Pak Jokowi harus berani menyelematkan pasar tradisional ke depannya,” ucapnya.

Oleh karena itu, adanya rencana revitalisasi pasar bakal menjadi sumbangan berarti pemerintah mendatang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. “Di pasar tradisional itu semua sektor hasil warga bisa langsung dijual tanpa harus melalui seleksi ketat layaknya pasar modern,” ujar Ngadiran.

Ngadiran mengapresiasi keberanian mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk membuka area tranportasi logistik melalui jalur laut. Namun, hal itu akan sia-sia manakala penyiapan infrastruktur pasar tradisional yang ada di masyarakat masih berjalan di tempat. “Kami sudah sampaikan hal ini ke Pak Andi Widjajanto saat diskusi dengan kami beberapa waktu lalu."

Selain itu, terbaginya area kekuasaan untuk lima tahun ke depan, di mana eksekutif dikuasai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) serta kegislatif oleh Koalisi Merah Putih (KMP) diharapkan mampu memberikan masukan terhadap semua janji yang telah disampaikan presiden terpilih Jokowi. “Jangan sampai justru saling jegal mencari ruang kesalahan."

Penerbitan aturan baru itu diyakini bakal memberikan perlindungan terhadap para pedagang dalam menjalankan usaha mereka dalam jangka waktu lama. Saat ini, kata Ngadiran, aturan hak guna pakai pedagang di pasar tradisonal masih menggunakan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang penataan serta pengelolaan pasar tradisional dan modern yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta peraturan daerah yang diterbitkan tiap kepala daerah.

Peraturan presiden itu hanya menjelaskan pembagian jam operasional pasar dan penempatan alokasi pasar serta pedagang, sementara peraturan daerah hanya memberikan izin hak guna pakai selama 20 tahun dengan sistem sewa.

“Bayangkan. Itu kan biasanya tanah negara, dibangun developer. Masyarakat harus nyicil,setelah 20 tahun kemudian diganti lagi,” kata Ngadiran. Seiring dengan pergantian pemerintah, lembaganya berharap pemerintah yang baru bisa memberikan ruang bagi pedagang dalam hal fasilitas pasar dalam jangka yang lebih lama. Sebab, berkaca pada lahan konsesi yang diberikan pemerintah kepada pengembang asing, durasi penggunaan fasilitas yang diberikan cukup lama.

“Kita mintanya merujuk pada Undang-Undang Agraria dan Undang-Undang Rusun, minimal 35 tahun, bahkan lebih,” ujarnya. Selain itu, penerbitan regulasi baru tersebut bisa melengkapi rencana revitalisasi 5.000 pasar untuk lima tahun ke depan yang telah direncanakan Jokowi. “Berikan kebebasan agar pasar tradisional itu terus berkembang,” ujarnya.

Ngadiran menambahkan, dengan kebijakan pemerintah itu, geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat di tiap daerah bakal tetap tumbuh, sebab para pedagang diberi kepastian mengenai hak guna pakai dalam waktu yang cukup lama. "Siapkan sekarang aturannya, maka investasi di daerah tetap terjaga," kata Ngadiran.