Saturday, March 28, 2015

Membedah Kesuksesan dan Kekayaan Para Pengusaha Warteg

Rupanya bisnis Warung Tegal alias warteg amat menggiurkan. Kalau tak percaya, lihat deretan rumah yang cukup megah, bahkan mewah, di Desa Sidokaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Banyak dari rumah itu yang dimiliki oleh pengusaha warteg.

Saat menyambangi kampung itu beberapa waktu lalu. Rumah-rumah tersebut tampak kosong karena ditinggal pemiliknya bekerja di Jakarta sebagai pengusaha warteg. Penduduk di sekitarnya pun agak enggan rumah-rumah itu dipotret. “Kalau tahu pedagang warteg sukses di kampung, pemilik bangunan di Jakarta akan semakin menaikkan harga sewanya,” kata lelaki yang tidak mau menyebutkan namanya.

Penduduk Sidokaton yang lain, Faizin, mengatakan harga sewa bangunan untuk warteg di Jakarta saat ini mencapai Rp 25 juta - Rp 30 juta per tahun. Menurut dia, warteg mengalami masa kejayaan pada tahun 80-an sampai 90-an. Sebab, harga sewa warung dan upah karyawan saat itu masih murah.

Hingga kini, dari sekitar 10.000 warga Desa Sidapurna, 50 persennya masih menekuni usaha warteg di Jakarta. Pedagang yang tergolong sukses mendapat penghasilan kotor Rp 3 juta Rp 5 juta per hari.

Penasehat Pusat Koperasi Warteg Jaya, Harun Abdi Manaf, mengatakan, mahalnya harga sewa bangunan dan kebutuhan pokok di Jakarta membuat sebagian pedagang warteg kini angkat kaki dan membuka usaha di kota lain. “Sewa warung di Jakarta minimal tiga tahun, sekitar Rp 90 juta. Pedagang yang bermodal kecil tidak mampu bertahan,” kata Harun.

Bahkan ada juga orang Tegal yang membuka warteg di kota lebih kecil seperti Majalengka, Jawa Barat. Di sana, ada sebuah warteg yang sempat menghebohkan karena penjaganya amat cantik, bernama Sasa Darfika. Warteg ini berada di sisi Jalan Parapatan Raya, Majalengka, Jawa Barat.

Ternyata Sasa adalah putri pemilik warteg itu sendiri. Ia sempat kuliah di sekolah kebidanan tapi memutuskan berhenti dan memilih ikut menjaga warung yang ramai dikunjungi orang. Sasa bikin warteg yang buka setiap hari selama 24 jam itu laris manis. Rata-rata sehari melayani 300 orang lebih.

Sejak Sasa terkenal di media massa dan media sosial, dalam sebulan ini penghasilan warteg bertambah seiring meningkatnya pembeli. Sempat ada yang kecewa karena tidak dilayani Sasa yang sedang istirahat tengah hari atau seusai jam kerjanya. "Dari rumah keluar sebentar untuk ketemu, daripada dibilang sok," ujar Sasa.

Lelaki paruh baya itu menatap curiga saat singgah di gang depan rumahnya di Desa Sidokaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, pada Ahad petang, 22 Maret 2015. "Mau memotret ya? Anda wartawan atau pegawai bank?" tanya lelaki berkain sarung itu seraya bergegas menghampiri.

Setelah ditunjukkan tanda pengenal, kerutan di dahinya mulai mengendur. Kendati demikian, lelaki itu sempat mencegah agar rumah-rumah mewah di sekitar rumahnya tidak difoto. Deretan rumah mewah berlantai dua dan berpagar besi tinggi di gang itu sebagian besar milik warga yang merantau ke Jakarta sebagai pedagang warteg (warung Tegal).

"Kalau tahu pedagang warteg sukses di kampung, pemilik bangunan di Jakarta akan semakin menaikkan harga sewanya," kata lelaki yang tidak mau menyebutkan namanya itu. Warga Sidokaton yang juga bekas pedagang warteg di Jakarta, Faizin, mengatakan harga sewa bangunan untuk warteg di Jakarta saat ini mencapai Rp 25 juta-30 juta per tahun.

"Selain karena harga sewa bangunan yang terus melambung, pedagang warteg kini juga kewalahan karena sulit mencari karyawan," kata Faizin yang juga Kepala Desa Sidapurna, Dukuhturi, Tegal. Sidokaton dan Sidapurna adalah dua desa yang bergandengan dan dikenal sebagai kampung warteg. Sejak tahun 70-an, warga di dua desa itu merantau ke Jakarta untuk membuka warung kecil-kecilan. "Warteg saat itu hanya menjual makanan kecil dan gorengan. Belum menyediakan nasi, sayur, dan lauknya," kata Faizin.

Menurut Faizin, warteg mengalami masa kejayaan pada tahun 80-an sampai 90-an. Sebab, harga sewa warung dan upah karyawan saat itu masih murah. Hingga kini, dari sekitar 10 ribu warga Desa Sidapurna, 50 persennya masih menekuni usaha warteg di Jakarta. Pedagang yang tergolong sukses mendapat penghasilan kotor Rp 3 juta-5 juta per hari.

Dengan besarnya penghasilan itu, sebagian pedagang warteg bisa membangun rumahnya di kampung. Biaya yang dihabiskan rata-rata Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. "Dari 2.000 rumah di Sidapurna, 500 di antaranya mewah," kata Faizin. Selain milik pedagang warteg, rumah-rumah mewah itu juga milik warga yang bekerja sebagai petani bawang merah.

Selama ditinggal merantau, rumah-rumah mewah itu hanya ditinggali orang tua atau saudara si empunya rumah. Tidak sedikit pula rumah-rumah mewah itu dibiarkan kosong hingga rumput liar tumbuh subur di halamannya. "Sebagian kecil dari rumah-rumah mewah itu dijaminkan sertifikatnya untuk pinjaman di bank," ujar Faizin.

Ketua Umum Pusat Koperasi Warung Tegal (Puskowarteg) Jaya, Sastoro, mengatakan pedagang warteg di Jakarta saat ini juga tertekan oleh mahalnya harga-harga kebutuhan pokok pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pada 2014. "Kami tidak bisa asal menaikkan harga menu karena pelanggan warteg itu rakyat kecil," kata Sastoro.

Penasihat Puskowarteg Jaya, Harun Abdi Manaf, menambahkan, mahalnya harga sewa bangunan dan kebutuhan pokok di Jakarta membuat sebagian pedagang warteg kini angkat kaki dan membuka usaha di kota lain. "Sewa warung di Jakarta minimal tiga tahun, sekitar Rp 90 juta. Pedagang yang bermodal kecil tidak mampu bertahan," kata Harun.

Menurut Harun, kota yang menjadi sasaran para pedagang warteg pindahan dari Jakarta itu meliputi Bandung, Semarang, dan Yogya. "Tarif sewa warung di Bandung dan Semarang sekitar Rp 20 juta per tahun. Harga bahan kebutuhan pokok di dua kota itu juga lebih murah 40 persen jika dibandingkan dengan Jakarta," kata Harun.

Desa Sidokaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, di kenal sebagai "Desa Warteg. Di sana banyak rumah yang tampak kosong karena ditinggal pemiliknya bekerja di Jakarta sebagai pengusaha warteg. Penduduk di sekitarnya pun agak enggan rumah-rumah itu dipotret. “Kalau tahu pedagang warteg sukses di kampung, pemilik bangunan di Jakarta akan semakin menaikkan harga sewanya,” kata lelaki yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

Penduduk Sidokaton yang lain, Faizin, mengatakan harga sewa bangunan untuk warteg di Jakarta saat ini mencapai Rp 25 juta - Rp 30 juta per tahun. Menurut dia, warteg mengalami masa kejayaan pada tahun 80-an sampai 90-an. Sebab, harga sewa warung dan upah karyawan saat itu masih murah.

Hingga kini, dari sekitar 10.000 warga Desa Sidapurna, 50 persennya masih menekuni usaha warteg di Jakarta. Pedagang yang tergolong sukses mendapat penghasilan kotor Rp 3 juta Rp 5 juta per hari.

Penasehat Pusat Koperasi Warteg Jaya, Harun Abdi Manaf, mengatakan, mahalnya harga sewa bangunan dan kebutuhan pokok di Jakarta membuat sebagian pedagang warteg kini angkat kaki dan membuka usaha di kota lain. “Sewa warung di Jakarta minimal tiga tahun, sekitar Rp 90 juta. Pedagang yang bermodal kecil tidak mampu bertahan,” kata Harun.

Alasan Kenaikan BBM dan Dampaknya Terhadap Inflasi

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak jenis solar dan premium mulai hari ini, Sabtu 28 Maret 2015. Harga solar dan premium naik Rp 500 per liter, sedangkan harga minyak tanah tetap Rp 2.500 per liter. Ekonom Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetyantono, mengatakan kenaikan harga premium dan solar kali ini masih berada dalam tahap wajar. Sebab, kenaikan harga BBM merupakan konsekuensi dari melemahnya tukar rupiah serta naiknya harga minyak dunia. "Belum sampai mengganggu inflasi serta daya beli," kata dia kepada Tempo.

Menurut Tony, krisis politik di Yaman membuat harga minyak dunia cenderung naik, namun masih dalam batas normal. Sebabnya, jumlah pasokan masih lebih banyak dari pemintaan. Dia memperkirakan harga minyak paling tinggi akan berada di level US$ 60 per barel. Namun dalam kondisi geopolitik yang belum menentu, harga minyak dunia bisa saja kembali turun.

Tony mengatakan, kenaikan harga BBM baru akan mengusik daya beli masyarakat jika mencapai Rp 2.500 per liter. Angka tersebut bisa mendorong inflasi lebih dari 2 persen. Namun dengan kenaikan harga Rp 500 per liter, Tony memperkirakan inflasi pada bulan Maret hanya 0,3 persen dan April berada di level 0,5 persen.

Melalui keterangan tertulis, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, I Gusti Wiratmaja, mengatakan pada 28 Maret 2015 pukul 00.00 WIB harga Premium RON 88 naik dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.300 per liter. Sedangkan solar naik dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900 per liter. "Pemerintah tetap memperhatikan kestabilan sosial ekonomi, pengelolaan harga dan logistik.

Pemerintah baru saja mengumumkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) mulai hari ini pukul 00.00. Pertamina mengatakan harga baru ini telah disesuaikan dengan harga indeks pasar dunia dan kurs dolar. "Harga indeks pasar dunia untuk gasoline dan gasoil dan nilai kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mengalami peningkatan signifikan selama periode akhir Januari hingga akhir Maret 2015 sehingga akan memberikan pengaruh pada pergerakan harga BBM," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro melalui keterangan tertulis pada Jumat, 27 Maret 2015.

Berdasarkan data Pertamina, pada periode tersebut, harga indeks pasar dunia untuk Premium telah meningkat sebesar 13 persen. Sementara untuk solar pada periode yang sama meningkat 9 persen. Peningkatan itu menjadi lebih besar dengan memperhatikan faktor nilai kurs dolar terhadap rupiah yang juga mengalami peningkatan sebesar 3,4 persen.

Pemerintah telah menetapkan harga baru Premium untuk wilayah penugasan luar Jawa, Madura, dan Bali, sebesar Rp 7.300 per liter. Adapun harga baru solar sebesar Rp 6.900 per liter. Untuk Premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali, Pertamina menyesuaikan dengan harga Rp 7.400 per liter. Penyesuaian harga ini berlaku mulai Sabtu, 28 Maret 2015, pukul 00.00.

Dengan harga tersebut, memang masih belum mencapai nilai keekonomian. "Keekonomian akan tercapai apabila harga indeks pasar (HIP) turun," kata Wianda.

Money Game MMM Alokasikan Miliaran Rupiah untuk Beriklan

Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) atau dikenal dengan Manusia Membantu Manusia kian agresif beriklan di media massa cetak maupun elektronik. Tak tanggung-tanggung, MMM siap menganggarkan miliaran rupiah untuk biaya iklan. Firdaus Bawazier selaku perintis MMM mengakui, biaya iklan yang dikeluarkan pada media cetak harian Jawa Pos pada akhir Februari silam bernilai Rp 500 juta untuk sekali terbit. Tarif tersebut tentu berbeda dengan iklan yang disajikan pada stasiun televisi.

Akhir-akhir ini, iklan MMM ramai berseliweran di televisi swasta. Iklan MMM ini nantinya akan terdiri dari beberapa seri. "Kami sudah bayar iklan di TV sampai bulan April. Anggarannya hitung saja sendiri untuk iklan selama tiga puluh detik," ujar Firdaus .

Ketika ditanya dari mana anggaran iklan tersebut, Firdaus yang merupakan manajer 1 juta ini mengatakan bahwa biaya beriklan diperoleh dari nasabah yang mentransfer uang dengan memberikan catatan "untuk iklan". Nantinya nasabah tersebut akan mendapatkan pengembalian uang pokok 100 persen plus imbal hasil 30 persen dari nasabah lainnya.

Saat ini, MMM mengaku memiliki 5 juta nasabah aktif di seluruh Indonesia. Pihaknya menjamin sistem kali ini lebih jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Pasca-restart bulan Agustus 2014, kini MMM perlahan bangkit. Dengan dalih perbaikan sistem, arisan berantai ini mencoba menyeimbangkan antara pemberi bantuan atau provide help (PH) dengan penerima bantuan atau get help (GH). Hingga kini, PH terdiri dari 88 persen. Sementara GH sebesar 12 persen.

Setelah kembali beroperasi pada Februari 2015, ada aturan main yang sedikit berubah. Semula, minimum uang yang dapat ditransfer nasabah sebesar Rp 100.000 hingga maksimum Rp 10 juta. Kini, minimum uang yang bisa ditransfer nasabah adalah Rp 100.000 dengan maksimum penyetoran Rp 3,6 miliar.

Kekhawatiran akan terjadinya restart pada permainan uang (money game) Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) akhirnya terjadi. Permainan uang yang di Indonesia dipoles menjadi arisan berantai Manusia Membantu Manusia (MMM) itu, mesin sistemnya dimatikan lalu dihidupkan lagi.

Langkah me-restart sistem itu dilakukan Sergey Mavrodi, pemilik sistem asal Rusia per 29 Agustus 2014. Namanya juga restart. Permainan dimulai dari nol lagi. Semua anggota arisan, termasuk para manajer harus memulai dengan kegiatan menyetor uang, yang dalam MMM disebut provide help (menyediakan bantuan) atau PH.

Padahal, sebelum mesin di-restart, ada ratusan ribu bahkan jutaan anggota arisan yang sudah menyetor. Mereka ini mestinya tinggal menikmati hasil. Sistem menjanjikan mereka mendapatkan setoran balik secara otomatis ke rekening mereka.

Setoran balik ini disebut uang get help (GH). Besarnya 130 persen, yang berarti untung 30 persen dari uang setoran. Misalnya member mengirim Rp 10 juta, dalam waktu sekitar satu bulan, yang bersangkutan akan mendapatkan setoran balik sebesar Rp 13 juta.

Nah, para member yang semestinya tinggal menikmati untung inilah yang terkena dampak. Mereka gagal mendapatkan setoran (GH) berlipat yang dijanjikan sistem. Kalaupun masih ada harapan, mereka harus menunggu dan harap-harap cemas. Jumlah mereka ini diperkirakan mencapai ratusan ribu bahkan jutaan.

Situs mmmindonesia mengklaim, pertengahan Agustus 2014 saja, member mereka sudah tembus 1,6 juta orang/akun. Khusus di Jatim. jaringan anggota arisan ini mewabah hingga pelosok desa. Paling besar, anggota mereka berada di Malang Raya. Para member yang sedang menunggu setoran balik (GH) kini pun menunggu sambil harap-harap cemas.

Berliana, member asal Surabaya, misalnya, sempat mengerutkan dahi saat membuka akun MMM miliknya, Senin (1/9/2014). Begitu akun terbuka, laman memunculkan pop up video rekaman Sergey Mavrodi. Video itu diunggah melalui Youtube, 29 Agustus 2014.

Setelah meng-klik, perempuan 30 tahun itu baru tahu, sistem MMM di-restart. Video Sergey berisi pengumuman itu. Ahli komputer dan money game ini, dalam video mengungkapkan berbagai hal tentang kondisi MMM di dunia, termasuk di Rusia dan Indonesia.

Sergey berbicara menggunakan bahasa Rusia. Dalam video yang diunggah akun mmmindonesiadotcom ini, pidato Sergey dilengkapi terjemahan bahasa Indonesia. Saat menyampaikan pernyataan, Sergey mengenakan kaus abu-abu lengan panjang.

Seperti rekaman-rekaman sebelumnya, Sergey meletakkan kedua tangan di atas kepala. Posisinya duduk dan bersandar. Suaranya datar dan sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Video berdurasi 3,49 menit itu hingga Jumat (5/9/2014) sudah disaksikan 54.799 viewer.

Sergey lewat video itu berusaha meyakinkan para pengikut arisan berantai. Ia menyatakan terpaksa me-restart karena usahanya memperbaiki kerusakan sistem MMM Indonesia tidak berhasil. Mesin berupa sistem teknologi informasi itu macet. Member yang mengajukan permintaan kiriman uang, tidak bisa diproses. Akibatnya, jutaan akun member gagal mendapatkan uangnya. “Kami harus menyatakan restart,” kata Sergey.

Pada akun setiap member yang berhasil mengajukan kiriman, saat ini hanya tertulis nominal uang yang menjadi haknya. Nominal itu sudah termasuk bonus 30 persen. Nah nominal itulah yang tidak kunjung menjadi uang riil dan bisa dinikmati.

Masih menurut cerita Sergey. Ada kepanikan yang malah membuat sistem MMM menjadi rusak. Dia berusaha meyakinkan dengan memberikan contoh, di Rusia sebelumnya juga terjadi kepanikan karena kebijakan pemerintah setempat yang menentang sistem MMM. Di negara asalnya, MMM juga mengalami restart.

Skema arisan berantai ala Manusia Membantu Manusia (MMM) kembali menebar jala. Tak tanggung-tanggung, skema yang sempat mandek pada akhir tahun lalu, kini malah berpromosi di media massa nasional. Tercatat 28 Februari lalu, MMM menawarkan skema ini di harianJawa Pos. Dalam iklan tersebut, MMM mengiming-imingi imbal hasil 30 persen sebulan bagi anggota yang bergabung. Bahkan, di salah satu stasiun televisi nasional, MMM membuat iklan berseri.

Tak hanya itu, awal Maret 2015, MMM gencar mengajak masyarakat bergabung dengan mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp.  Petinggi MMM di Indonesia, Firdaus Bawazier, mengakui agresif berpromosi untuk membangkitkan kembali MMM yang sempat vakum.

Sekadar mengingatkan, Agustus 2014, banyak dana anggota MMM tersangkut. Saat itu, petinggi MMM mengklaim terpaksa me-restart sistem karena jumlah penerima bantuan/dana alias get help (GH) sangat banyak, tidak sebanding dengan jumlah pemberi dana alias provide help (PH).
Untuk bergabung ke MMM, masyarakat menyetor minimal Rp 100.000. Janji imbal hasil sebulan sebesar 30 persen dari jumlah dana disetor.

Firdaus mengaku, sejauh ini ongkos beriklan mencapai miliaran rupiah. "Uangnya dari setoran anggota," ujarnya, Kamis (26/3/2015). Ia mengklaim, kini ada 5 juta anggota aktif MMM.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono menyatakan telah berkomunikasi dengan Satgas Waspada Investasi. "Kami juga koordinasi dengan Kemkominfo, termasuk media, untuk mencegah iklan-iklan seperti itu," ujarnya.

Menurut dia, OJK terus mengingatkan masyarakat agar berinvestasi secara baik dan tidak tergiur janji keuntungan atau imbal hasil investasi besar. Kebijakan restart yang dilakukan MMM disikapi beragam. Mereka yang sudah setor khawatir dananya tidak kembali. Padahal jumlah dana milik member itu jika diamulasi, nilai mencapai miliaran, bahkan triliunan. Jumlah anggota, sesuai klaim mmmindonesia.com mencapai 1,6 juta akun.

Setoran terkecil masing-masing akun adalah Rp 100.000. Dengan setoran terkecil saja, jumlah dana yang berputar mencapai Rp 160 miliar. Mereka juga menjadi ragu, dengan restart yang berarti harus menyetor uang (PH) lagi.

Mereka khawatir uang ini juga akan kembali tidak balik, sehingga kerugian mereka justru bertumpuk-tumpuk. Tapi, sebagian member lagi justru optimistis. Bagi mereka, kebijakan restart adalah sebuah harapan. Mesin akan berputar kembali, member lama akan bersedia menyetor kembali, lalu member baru tumbuh, sehingga alur kiriman uang menjadi normal.

Lalu pada gilirannya para member yang telah lama menunggu setoran, akan dengan segera bisa melihat rekeningnya terisi. Berliana, menarik napas setelah selesai menyaksikan video itu. Harapan muncul dari benak karyawan bank swasta itu setelah mendengar ada perintah PH (setor) massal dari Sergey.

Namun, Berliana sendiri mengaku sulit mengikuti saran, bos MMM asal Rusia itu. “Saya sulit melakukan PH (setor) karena tidak punya uang. Tambah sulit lagi, meyakinkan member yang ada di-downline saya. Wong uang yang awal kami setor saja belum kembali kok disuruh setor lagi. Terus tidak ada jaminan (uang kembali) kan,” katanya.

Member lain, Rudi mengaku sedikit tertolong dengan adanya video Sergey. Bukan karena video itu lantas menghasilkan uang, tapi video itu bisa digunakan untuk menenangkan para downline. Rudi yang sudah berstatus manager ini dalam beberapa pekan terakhir cukup terbebani. Puluhan partisipan yang menjadi downline-nya terus menagih uang. Begitu video Sergey muncul, pemuda asal Madura ini meminta para downlinenya ikut menyaksikan video Sergey

KADIN : Pemerintah Lalai Dalam Kenaikan Harga Beras

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menganggap pemerintah lalai menyusul naiknya harga beras. Menurut Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi Kadin Indonesia, Didik J. Rachbani, pemerintah perlu melakukan intervensi terhadap pasar beras ketika produksi beras menurun. "Kenaikan Rp 2.000- Rp 3.000 sangat besar dampaknya pada masyarakat miskin. Perlu intervensi pemerintah secara cerdas dan cermat. Kemarin tidak cermat, data-data yang saya sampaikan, 2 kali lipat kenaikannya. Jadi tidak boleh main-main dengan kebijakan beras," kata Didik di kantornya, Jakarta, Jumat (27/3/2015).

Selain itu Didik mengatakan masalah lainnya ada pada sistem produksi yang rapuh, seperti hancurnya sistem irigasi. "Perlu diperbaiki juga sistem penyuluhan desanya, pasca panen, degradasi kesuburan tanah, dan alih fungsi lahan," kata Didik.  Didik mengatakan stok beras di Bulog saat ini masih kurang sejuta ton. Selain itu Didik menambahkan, pemerintah perlu melakukan impor jika diperlukan.

Pada akhir 2014 stok beras bulog ada 1,8 juta ton. Sedangkan pada Februari 2015, ada sekitar 1,4 juta ton. "Perlu tambah sampai 2 juta ton tapi harganya sekarang tinggi, harga beras 70 persen lebih mahal dari impor. Di lapangan kondisi pasokan juga berkurang drastis, ini tidak pernah diperhatikan pemerintah," kata Didik.

Selain itu, Didik juga memberi contoh bahwa stok di Pasar Induk Cipinang pada Februari hanya 23-24 ribu ton. "Batas amannya itu 30-35 ribu ton dengan pemasukan 2.500-3.000 ton per hari," kata Didik. Pemerintah dinilai memunggungi petani lantaran kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras yang ditetapkan melalui Instruktur Presiden (Inpres) No 5 tahun 2015 masih jauh di bawah tingkat inflasi tiga tahun terakhir. 

“HPP gabah dan beras hanya naik sebesar 10,6 persen sampai dengan 12,0 persen jauh lebih rendah dari total inflasi 3 tahun terakhir ini sebesar 21,03 persen,” kata Ketua Umum Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa, dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2015).

Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut menilai pemerintah Jokowi “memunggungi” petani. Berdasarkan laporan jaringan tani anggota AB2TI di berbagai wilayah saat ini terjadi penurunan harga gabah kering sawah yang signifikan dan sangat merugikan petani kecil.  Ketika harga beras naik tajam di bulan Januari hingga pertengahan Maret 2015, pemerintah merespon dengan sangat cepat bahkan Presiden sendiri turun tangan. Harga gabah di tingkat petani di beberapa tempat saat ini hanya dihargai Rp 2.900 per kilogram, seperti di Lamongan, Rembang sampai Brebes.

Harga gabah juga tercatat hanya mencapai Rp 3.300 per kilogram di gudang dolog Tuban, dan Rp 3.100- Rp 3.600 per kilogram di Sragen, Nganjuk, Purbalingga, serta Pasuruan.  Menurut Dwi, harga tersebut bahkan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Di sisi lain ongkos panen dan buruh meningkat sebesar Rp 5.00 per kilogram di beberapa tempat.

Pabrik Indomie Indonesia Di Mesir Mampu Produksi 1,2 Juta Bungkus Per Hari

Pabrik bahan makanan ringan Indonesia di Mesir, Indomie, menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat cukup signifikan, yakni sebanyak 1.000 karyawan. "Lapangan kerja yang diserap parbrik patungan Indomie tercatat 1.000 karyawan, terdiri atas 400 orang di bagian produksi, dan 600 orang lagi di bagian distributor," kata General Manager Indomie produksi Mesir, Gunawan Harianto seperti dikutip Antara di Kairo, Kamis (26/3/2015).

Indomie termasuk salah satu peserta dari 17 perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam Pameran Industri dan Perdagangan Internasional (Cairo International Fair/CIF) yang saat ini berlangsung di ibu kota Mesir itu. Menurut Gunawan, setiap hari pihaknya memproduksi 1,2 juta bungkus Indomie untuk pasar lokal Mesir. Kehadiran pabrik mie instan di Negeri Piramida itu merupakan perusahaan patungan Indonesia-Mesir, Salim Wazaran Abu Alata Co. Ltd.

"Perusahaan ini hadir di Mesir sejak 10 tahun lalu, namun secara efektif berproduksi pada 2009," katanya. Di pameran tersebut, pengunjung Mesir tampak antri untuk membeli Indomie di Anjungan Indonesia. "Biasanya kami masak gratis buat pengunjung, tapi kami kewalahan melayani pengunjung yang antri membeli mentahnya," papar Mohamed Nuseir, koordinator Stand Indomie di pameran.

Gunawan mengungkapkan, pada pameran serupa tahun 2014, Indomie membuka stand sendiri, terpisah dari Anjungan Indonesia, namun kali ini atas permintaan KBRI, kami bergabung untuk meramaiakan anjungan Indonesia.

Di berbagai supermarket besar maupun kecil, Indomie memang tampak mewarnai pajangan barang dagangan. "Harga satu bungkus Indomie 1,5 pound Mesir (sekitar Rp 3.000), yang merupakan salah satu bahan makanan yang cukup diminati pembeli," kata Sameer, pelayan di Supermarket Sharif di Madinat Nasr.

Bahkan, Menteri Wakaf Mesri, Mohamed Mokhtar Goumah, saat menyambangi Anjungan Indonesia di pameran mengungkapkan bahwa di rumahnya pun tersedia Indomie. "Di rumah saya ada Indomie, kami suka," kata Menteri Mokhtar seperti dikutip Atase Perdagangan KBRI Kairo, Burhan Rahman, yang menerima kunjungan Menteri Agama versi Mesir itu.

Menurut beberapa warga negara Indonesia, sebelum pabrik Indomie hadir di Mesir, makanan khas Indonesia siap saji itu biasanya menjadi oleh-oleh favorit bagi WNI yang baru kembali dari Tanah Air maupun dari ibadah haji atau umrah di Arab Saudi.

Pesatnya perkembangan Indomie di Negeri Lembah Nil ini tidak terlepas dari gencarnya promosi.Mie instan menjadi produk paling diminati konsumen Indonesia. Sesuai dengan riset WorldPanel Indonesia, Indomie dan Mie Sedaap menempati peringkat pertama dan kedua pada merek-merek industri fast moving consumer good (FMCG).

Fanny Murhayati, New Business Development Director Worldpanel Indonesia mengatakan, konsumen Indonesia adalah konsumen tersibuk jika dibanding dengan konsumen negara lain. Selama setahun, konsumen Indonesia bisa berbelanja 400 kali atau sekitar 31 kali dalam sebulan. Hal itu menunjukan betapa menggiurkannya kondisi pasar FMCG.

"Mie instan diminati karena masyarakat Indonesia suka dengan produk cepat saji dan lebih praktis. Selain iu distribusinya luas. Hampir setiap toko jual Indomie ataupun Mie sedaap," kata Fanyn.  Selain karena memang jangkauan distribusi kedua merek ini sangat luas, promosi dan inovasi yang dilakukan pun sangat beragam, mulai dari iklan hingga variasi rasa yang beragam.

Sebelumnya, Ketua Asosisi Roti, Mie, dan Biskuit Sribugo menyampaikan bahwa pasar mi masih akan cerah tiap tahunnya. "Tahun ini saja bisa tumbuh 6 persen atau penjualannya bisa sampai 18 miliar bungkus," ungkap Sribugo.

Susu Frisian Flag berada di posisi ketiga. Fanny menyebutkan selain distribusinya yang juga luas, ada banyak macam jenis susu yang dijual Frisian Flag. "Jenisnya banyak ada yang kental manis, ada yang formula, ada yang susu cair, ada susu bubuk keluarga. Yang paling diminati susu cair. Praktis dan ada kemasan sachet-nya," ungkap Fanny.

Di posisi keempat dan keenam ditempati oleh Royco dan Masako. Penjualannya didukung kepraktisannya dan produk dijual dengan kemasan sachet. Misalnya, salah satu promosi berbahasa pasaran Mesir tertulis, "Aktsar min milion Masry biyakul Indomie kulli yaum" (Lebih dari satu juta warga Mesir menyantap Indomie

Bank Mayora Naik Kelas Dengan Modal Inti Diatas Rp. 1 Triliun

Meski bakal naik kelas pada kuartal kedua 2015 menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II atau bank dengan modal inti Rp 1 triliun sampai dengan kurang dari Rp 5 triliun, Bank Mayora tetap fokus di bisnis ritel. Presiden Direktur Bank Mayora Irfanto Oeij mengatakan hal itu usai melakukan penandatanganan kerja sama dengan Presiden Direktur Waringin Hospitality Hotel Group Herry Suwandi di Lemo Hotel 88 di kawasan Legok, Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu (28/3/2015). "Kami punya latar belakang mengapa fokus di ritel," tuturnya.

Menurut Irfanto, Bank Mayora, memang menjadi bagian dari bisnis Grup Mayora, perusahaan yang bergerak di bidang ritel produk-produk makanan dan minuman. Irfanto menjelaskan pihaknya mengikuti peraturan Batas Maksimum Pemberian Kredit Otoritas Jasa Keuangan (BMPK OJK). Peraturan ini membatasi BMPK hanya sepuluh persen dari modal disetor. Berpijak pada peraturan itu, papar Irfanto, pihaknya tidak membiayai Grup Mayora. "Kami membiayai para distributor di bawah naungan Grup Mayora," tuturnya sembari menambahkan bahwa aktivitas bisnis Grup Mayora sudah sejak 1950-an berkembang hingga kini.

Irfanto menambahkan sepanjang 2014 silam, pihaknya mengucurkan dana kredit di kisaran Rp 3 triliun. Dari jumlah itu, porsi 50 persen lebih menjadi bagian pembiayaan sektor ritel, utamanya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Tahun ini, Bank Mayora menambah kucuran total kreditnya menjadi sekitar Rp 4 triliun. Lantaran itulah, kata Irfanto, pihaknya juga meningkatkan porsi pembiayaan sektor ritel UMKM hingga menyentuh angka lebih dari 70 persen.

Sebelumnya, pada 10 Maret 2015, Bank Mayora menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan International Finance Corporation (IFC). Melalui kerja sama ini, IFC menginvestasikan sebesar lebih dari 22 juta dollar AS ke dalam penyertaan saham baru yang diterbitkan Bank Mayora. Bank Mayora akan menggunakan dana itu untuk memperkuat modal inti, bisnis, serta jaringan.

Lebih lanjut Irfanto menambahkan setelah UMKM, kredit pihaknya juga membidik sektor kredit konsumtif. Angkanya mencapai delapan persen. Kredit sebesar itulah yang dimanfaatkan Bank Mayora untuk pengembangan pembiayaan bidang pengembangan usaha perhotelan seperti kerja sama dengan Waringin Hospitality Hotel Group tersebut.

Dalam kesempatan itu pula, Bank Mayora bekerja sama dengan Asosiasi Perusahaan dan Konsultan Telematika Indonesia (Aspekti) untuk pemberian fasilitas perbankan dan promosi. Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Aspekti Laode M Kamaludin menandatangani perjanjian kerja sama itu.

Catatan dari Herry Suwandi menunjukkan hotel yang terletak dekat dengan kawasan perumahan Gading Serpong itu punya 62 kamar bertipe superior. Hotel ketujuh dari Grup Hotel 88 yang berada di bawah naungan Waringin Hospitality Hotel Group ini juga punya tiga ruang pertemuan berkapasitas masing-masing 40 orang. Lalu, ada pula satu ballroom berkapasitas 300 orang.

Mendapat izin pemerintah sebagai Bank Pelaksana Penyaluran Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mulai 22 Januari 2015, Bank Mayora mematok target pembiayaan Rp 50 miliar. Sementara itu, target Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank yang menjadi anak usaha Mayora Group itu diharapkan bisa tumbuh 18 persen ketimbang periode 2014.

Program FLPP adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk pembelian rumah tapak (KPR Sejahtera Tapak) dan rumah susun (KPR Sejahtera Susun). Menurut siaran pers yang diterima kemarin, pemerintah menunjuk 17 bank, termasuk Bank Mayora, menjadi bank pelaksana tersebut. Bank Mayora dipercaya karena dinilai telah memiliki kesiapan infrastruktur, jaringan, dan sumber daya manusia yang memadai. “Kami gembira bisa mengambil bagian dalam program FLPP tahun ini sehingga bisa berpartisipasi dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Irfanto Oeij, Direktur Utama Bank Mayora.

Untuk tahap awal penyaluran FLPP, Bank Mayora akan mengoptimalisasikan potensi dari existing customer, yakni nasabah dari grup. “Kami berharap, masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat terbantu melalui program ini untuk segera memiliki hunian karena mereka akan mendapat berbagai keringanan, seperti uang muka yang rendah, cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu kredit,” ujar Karlina Sugiarti, Kepala Bagian Produk Pembiayaan Konsumsi Bank Mayora.

Kriteria penerima dana FLPP adalah masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 4 Juta per bulan (untuk KPR Sejahtera Tapak) dan maksimal Rp 7 Juta per bulan (untuk KPR Sejahtera Susun) dan belum memiliki rumah. Proses pengajuannya cukup mudah yaitu dengan melengkapi persyaratan administratif dan memenuhi kriteria sebagai penerima dana FLPP. “Tantangan kami sekarang, karena terbilang masih pemain baru di bisnis KPR jadi perlu upaya lebih kuat untuk mempromosikan produk KPR kami ke masyarakat luas dengan cara mengemas penawaran produk yang lebih bersaing” terang Karlina.

Catatan dari laman bankmayora.com menunjukkan, pada periode Januari-September 2014, Bank Mayora mencatatkan pertumbuhan laba mencapai 258,25 persen menjadi Rp 10,89 miliar jika dibandingkan dengan pencapaian pada 2013. Lantaran itulah, manajemen optimistis melangkah maju dari kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I menjadi BUKU II atau bank umum dengan modal inti Rp 1 triliun sampai dengan kurang dari Rp 5 triliun pada tahun ini.

Sementara itu, dalam acara Anugerah Perbankan Indonesia 2014 (API) dari Majalah Economic Review bekerja sama dengan Perbanas Institute pada November 2014, Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij mendapat penghargaan sebagai The Most Analytical CEO 2014 untuk kategori Bank Buku I.

Penetapan Harga Keekonomian BBM Dinilai Tidak Transparan

Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai pemerintah tidak transparan dalam menentukan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM). Karena hal itu, dia menilai wajar apabila banyak masyarakat yang curiga penentuan harga BBM masih syarat praktik manipulatif. "Kalau tidak dibuka (perhitungan untuk menentukan harga BBM itu), maka jangan salahkan masyarakat kalau masyarakat nilai ada yang ditilep," ujar Marwan di Jakarta, Sabtu (28/3/2015).

Menurut Marwan, pemerintah saat ini tak melakukan perbaikan dalam hal transparasi penentuan harga BBM kepada masyarakat. Berbagai formula perhitungan harga BBM pun tak pernah dipublikasikan.  Dia heran, awalnya pembentukan tim anti mafia migas memunculkan optimistis bahwa usul mafia migas bisa terbongkar dan penentuan harga BBM bisa transparan. Tapi nyatanya, sampai saat ini tak ada perubahan itu.

"Yang saat ini masih gelap itu penentuan harga BBm. Dulu katanya Petral mau dibubarkan, terus kewenangan impor dialihkan kepada ISC (Integrated Supply Chain) tapi tetap tidak transparan, tak dibuka ke publik," kata dia.  Oleh karena itu, dia meminta pemerintah untuk lebih transparan dan membuka ke publik formula hitungan harga BBM tersebut. Bahkan, kalau perlu angka-angka yang menjadi dasar pemerintah menetapkan harga BBM juga dipublikasikan.

Sebelumnya, Pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium untuk Wilayah Penugasan luar Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali (Jamali), naik masing-masing Rp 500 per liter dari harga lama.Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Anthonius Tony Prasetiantono mengusulkan agar perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan setiap enam bulan sekali jangan seperti saat ini. Pemerintah mengubah harga BBM setiap bulan. 

Menurut Tony, saat ini pasar selalu gonjang-ganjing karena kebijakan perubahan BBM itu. "Saya usul enam bulan sekali. Kalau tiga bulan terlalu cepat, satu tahun kelamaan," ujar Tony di Jakarta, Sabtu (28/3/2015).  Dia menjelaskan, kebijakan perubahan harga BBM enam bulan sekali diyakini tak akan membuat pasar gonjang-ganjing. Apalagi kata Tony, pengusaha di Indonesia terlalu responsif dengan langsung menaikan harga produknya setiap kali mendengar adanya kabar kenaikan BBM. Sementara saat BBM turun, para pengusaha tak menurunkan harga barang yang sudah telanjur naik.

Meski begitu kata Tony, usulannya tersebut bukan tak memiliki risiko. Pasalnya, apabila harga minyak dunia lebih tinggi dari asumsi pemerintah dalam menentukan harga BBM dalam negeri di jangka waktu tersebut, pemerintah harus nombok. Tahun lalu, subsidi pemerintah untuk BBM mencapai Rp 270 triliun.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga BBM jenis solar dan premium untuk Wilayah Penugasan luar Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali (Jamali), masing-masing Rp 500 per liter dari harga lama. Pelaksana Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmadja Puja mengatakan, harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari Rp 6.400 per liter.

Sementara itu, harga bensin Premium RON 88 naik menjadi Rp 7.300 per liter dari harga Rp 6.800 per liter. Wira menuturkan, keputusan tersebut diambil terutama atas dinamika dan perkembangan harga minyak dunia dan akan berlaku pada Sabtu (28/3/2015) mulai pukul 00.00 WIB.

Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, keputusan pemerintah kembali menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai bukti tak adanya konsep manajemen pengelolaan ekonomi yang baik. Bahkan, Enny mengeritik manejemen yang diterapkan pemerintah itu sama saja seperti manajemen warung kopi.

"Semakin tidak jelas mengelola negara. Ini manajemen warkop," ujar Enny saat dihubungi  Jakarta, Jumat (27/3/2015). Dia menjelaskan, gaya pemerintah mengelola negara, terutama ekonomi saat ini, cenderung reaktif dan hanya berorientasi jangka pendek. Salah satu kebijakan yang dinilai Enny reaktif adalah penghapusan subsidi BBM.

Menurut Enny, kebijakan penghapusan subsidi BBM membuat harga BBM dilempar ke harga pasar. Akibatnya, harga BBM naik-turun dengan mudah karena mengacu harga minyak dunia yang berfluktuasi. Apalagi kata dia, pengelolaan negara yang dilakukan pemerintah tak memiliki konsep yang jelas.Bahkan, Enny menyebut pemerintah tak memiliki perencanaan kebijakan yang baik. Hal itu yang dinilai Enny sama dengan cara mengelola ala warkop yang terbilang sederhana.

"Karena dengan menghapus subsidi kan artinya tidak memperhitungkan secara komprehensif. Kita setuju pengurangan subsidi tapi kan kalau seperti ini tidak rasional," kata dia.Pemerintah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium untuk Wilayah Penugasan luar Pulau Jawa, Pulau Madura, dan Pulau Bali (Jamali), naik masing-masing Rp 500 per liter dari harga lama.

Pelaksana Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengatakan, harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari Rp 6.400 per liter. Sementara itu, harga bensin Premium RON 88 naik menjadi Rp 7.300 per liter dari harga Rp 6.800 per liter.

Wira menuturkan, keputusan tersebut diambil terutama atas dinamika dan perkembangan harga minyak dunia dan akan berlaku pada Sabtu (28/3/2015) mulai pukul 00.00 WIB. Adapun untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali, harga BBM jenis premium naik menjadi Rp 7.400 per liter dari harga awal Rp 6.900 per liter. Harga solar di Jamali sama dengan yang ditetapkan di luar Jamali, yaitu Rp 6.900 per liter