Thursday, August 25, 2011

Harga Emas Dunia Jatuh 100 USD Dalam Satu Hari

Harga emas jatuh menuju penurunan terbesar selama 18 bulan terakhir. Harga langsung bereaksi merespons kondisi pasar keuangan yang mulai stabil. Optimisme terhadap aset berisiko ini berhasil mengikis daya pikat logam mulia sebagai safe haven.

Seperti dirilis AP, harga emas anjlok pada perdagangan Rabu (24/8/2011) waktu setempat, seiring dengan bertambahnya kepercayaan diri para investor terhadap ekonomi global. Harga emas melorot 104 dollar AS atau 5,6 persen di posisi 1.757,30 per ounce. Ini merupakan penurunan persentase terbesar sejak Maret 2008. Meski secara keseluruhan harga emas untuk tahun ini masih naik 24 persen.

Sebelumnya, harga logam mulia ini sempat menembus 1.917 dollar AS per ounce, yang merupakan capaian tertinggi sepanjang perdagangan emas. Investor membeli emas karena kekhawatiran mengenai pelemahan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa serta gejolak di pasar keuangan sejak awal Agustus ini.

Pada 16 Agustus silam, Wells Fargo & Co pernah memperingatkan, potensi bubble bisa terjadi dalam waktu dekat lantaran aksi beli emas beberapa waktu terakhir sudah bersifat spekulatif. "Penurunan ini merupakan cerita akhir dari perdagangan yang sangat ramai sebelumnya," ujar Adam Klopfenstein,senior market strategist MF Global Holdings Ltd di Chicago. Menurutnya, secara jangka pendek, optimisme di pasar saham tumbuh dan hal tersebut menjadi pertanda buruk bagi harga emas.

Sekedar kilas balik, pada kuartal kedua, miliarder dunia yaitu George Soros dan Eric Mindich memangkas kepemilikannya di SPDR Gold Trust. Sementara Paulson & Co yang dikelola oleh John Paulson mempertahankan posisinya di pasar emas. "Meluncurnya harga emas didorong oleh optimisme pasar bahwa The Federal Reserve segera mengumumkan pelonggaran kuantitatif," kata Patricia Mohr, analis komoditas Scotia Capital.

Menurutnya, yang terjadi saat ini adalah bahwa investor sulit menebak apa yang akan terjadi. "Pada kenyataannya mereka dikecewakan oleh pasar emas," ujarnya

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai, penurunan harga emas yang cukup signifikan pada Rabu (24/8/2011) lalu merupakan suatu gejolak. "Saya rasa itu adalah suatu gejolak karena sebelumnya kan juga meningkat dengan tajam. Jadi, secara umum kita hanya waspada," ungkap Agus seusai menghadiri rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis.

Terkait dengan kondisi ekonomi global yang erat kaitannya dengan harga emas, ia menyebutkan, kondisi ekonomi dunia mungkin akan cukup datar dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Namun, kondisi ekonomi Indonesia, lanjut dia, justru akan lebih baik daripada kondisi global tersebut.

"Kita perkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II (tahun 2011) itu ada di kisaran 6,5 persen, di kuartal III mungkin minimum 6,5 persen. Dan, artinya kondisi yang dialami di negara-negara maju yang terus melakukan koreksi pertumbuhan ekonominya ke bawah. Kalau di Indonesia, kita dalam kondisi yang lebih baik," paparnya.

Apalagi, lanjut Agus, kalau pemerintah bisa mengatasi aspek infrastruktur ataupun hal-hal yang menghambat investasi di Indonesia. Untuk diketahui, pada perdagangan kemarin, harga emas jatuh ke penurunan terbesar selama 18 bulan terakhir. Harga langsung bereaksi ketika pasar keuangan mulai stabil. Harga emas turun drastis sebesar 104 dollar AS atau 5,6 persen ke posisi 1.757,30 dollar AS pertroy ounce. Ini merupakan penurunan terbesar sejak Maret 2008

Tuesday, August 23, 2011

Lippo Karawaci Bangun Apartemen Di Depok Untuk Kos Kosan Mahasiswa UI

PT Lippo Karawaci Tbk membangun proyek terbaru, Park View Condominium di area utama kota Depok. Bersebelahan dengan kampus Universitas Indonesia (UI) dan stasiun kereta api Pondok Cina, Park View Condominium dibangun menyatu dengan Mal Depok Town Square dengan total luas lahan 2,4 hektar.

Desain bangunan Park View Condominium terdiri dari dua tower setinggi 23 lantai yang menghadap kampus UI dan area komersial Margonda Raya. Dengan total unit sebanyak 450 unit, tiap lantai terdiri dari 10 sampai dengan 25 unit dengan harga per-unit mulai Rp220 juta untuk tipe studio sampai Rp725 juta untuk 3-bedroom. Pilihan desain terdiri dari tipe studio seluas 30 m2, 2-bedroom dari 60 m2 hingga 63 m2 serta pilihan 3-bedroom seluas 93 m2. Konsep dimana setiap unit memiliki balcony sangat menarik minat para pembeli.

Para pembeli telah memesan dengan mendapatkan Priority Pass dan pada saat Grand Launching Park View Condominium pada Sabtu, 23 Juli 2011, mereka telah mengantre untuk mendapatkan unit di Park View ini. Hingga saat ini terhitung lebih dari 120 persen unit telah dipesan pembeli.

Menyasar pangsa pasar mahasiswa, dosen serta keluarga muda yang merupakan karakteristik populasi terbesar kota Depok, para pembeli Park View Condominium akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu high capital appreciation dan high rental return didaerah yang memang sudah dikenal sebagai campus area ini dimana terdapat tiga perguruan tinggi ternama yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma dan Universitas Pembangunan Nasional. Capital appreciation dapat mencapai 12 persen per tahun dan rental dapat mencapai sekitar 10-15 persen per tahun.

Ivan Budiono, CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk mengatakan, Park View Condominium merupakan menara apartemen pertama di Depok yang menggunakan fasilitas transfer lift menuju lobby serta akses langsung ke lobby ataupun area parkir condominium yang memberikan privasi sekaligus rasa aman dan kenyamanan bagi para penghuninya.

“Kami percaya dengan perpaduan lokasi, akses, pemandangan, fasilitas serta jaminan pengembang terbesar di Indonesia, proyek Park View Condominium akan menjamin pertumbuhan nilai investasi. Ada delapan keunggulan didalam satu lokasi ini, kami menamakannya ‘8 in 1 uniqueness’.”

‘8 in 1’ uniqueness tersebut adalah pemandangan hijau menghadap kampus UI, lokasi strategis sekitar 400 meter ke Depok Interchange yang merupakan Semanggi-nya kota Depok, memiliki akses langsung menuju dua mal terbesar Depok Town Square dan Margo City, fasilitas eksklusif kolam renang, jogging track, ruang studi, lounge, TV kabel dan wifi, menggunakan CCTV dan smart card untuk menuju parkir, lobby dan lift, investasi menguntungkan, mudah disewakan karena merupakan hunian favorit mahasiswa dan karyawan, building management yang profesional, dan pengembang terbesar di Indonesia yaitu PT Lippo Karawaci Tbk.

Pengamat properti sekaligus Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit menyatakan bahwa untuk wilayah Jabodetabek, Depok menempati urutan pertama sebagai pilihan pembangunan apartemen di area kampus dibandingkan daerah lain seperti Salemba, Grogol dan Pulomas di Jakarta.

Lokasi apartemen yang terletak disekitar area kampus dapat dipastikan akan menguntungkan pembeli. Selain dapat disewakan, okupansi hunian ini cenderung stabil bahkan meningkat tiap tahunnya.

“Universitas Gunadarma memiliki sekitar 40.000 mahasiswa, sementara itu UI memiliki 45.000 mahasiswa, belum termasuk para dosen dan karyawannya. Ini merupakan potensi pasar yang sangat besar,” ujar Panangian.

Sunday, August 21, 2011

Jusuf Kalla Akan Bangun Monorel Senilai 4 Triliun Di Makasar

Kalla Group akan membangun mega proyek monorel sepanjang 30 kilometer pertama di Indonesia dan diperkirakan akan menghabiskan anggaran hingga Rp 4 triliun.

Guna mendukung proyek ini, Kalla Group akan mendekati kalangan perbankan untuk turut membiayai proyek monorel yang melintasi kawasan Makassar, Sungguminasa, Gowa, Maros, dan Takalar (Mamminasata) tersebut.

“Soal pendanaan akan ditentukan setelah tim menyelesaikan pembahasan proyek. Perbankan menunggu hasil perumusan visibility study dari tim,” kata Direktur Pengembangan Kalla Group Solihin Kalla usai mengikuti rapat internal pembentuk tim kerja di Kalla Tower, Sabtu kemarin.

Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin dan perwakilan dari Kabupaten Maros, Gowa, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hadir dalam pembentukan tim kerja di lantai 14 Kalla Tower.

Tim yang dibentuk terdiri dari unsur pemerintah kota/kabupaten, pemerintah provinsi, dan kelompok Kalla Group. Dalam pertemuan internal itu telah dibentuk tim bidang hukum, keuangan, dan pemetaan lokasi.

Proyek yang akan dikerjakan PT Bukaka Steel dan PT Bumi Karsa, kata Solihin, membutuhkan pendanaan dari perbankan. Namun besaran pinjaman tergantung pada hasil perumus visibility study yang sudah mulai bekerja.

Solihin, anak dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, itu mengatakan perbankan sangat membutuhkan pelaporan dari tim untuk menentukan besar pinjaman yang akan diberikan.

Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada bank pemerintah dan swasta yang didekati untuk ditawarkan proyek sepanjang 30 kilometer tersebut. Kalla Group masih mengandalkan total investasi dari keuangan internal perusahaan.

“Hasil rumusan tim yang akan kami sodorkan ke bank untuk mendapatkan pinjaman. Sejauh ini kami masih mengandalkan investasi dari keuangan Kalla Group,” ungkap Solihin.

Sebelumnya, Jusuf Kalla di hadapan Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan proyek ini tidak akan menggunakan desain dan tenaga asing. Seluruh pekerjaan akan dilakukan tenaga ahli Indonesia, mulai dari desain, konstruksi, rel, dan gerbong.

"Desain, konstruksi, dan pekerjaan akan dibangun 100 persen oleh para ahli Indonesia. Kami menolak keterlibatan asing karena hanya akan melemahkan tenaga kerja kami," kata Kalla.

Kalla mengatakan pembangunan dijadwalkan dimulai pada 2012 dan akan dilaksanakan oleh anak perusahaan Kalla Group, PT Indonesia Hijau Manajemen. Pekerjaan tiang pancang, terminal, dan jalur rel akan dilakukan PT Bumi Karsa. Sedangkan pekerjaan besi rel, bentangan kabel, tiang listrik, serta gerbong ditangani langsung oleh PT Bukaka Steel.

Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin mengatakan pertemuan internal untuk mengikat dan menindaklanjuti penandatangan nota kesepahaman telah dilakukan di rumah jabatan Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Tim akan membahas sistem konsorsium dengan pihak Kalla Group.

“Tindak lanjut dari penandatanganan sudah harus dalam bentuk tindakan nyata di lapangan. Tanggung jawab investor harus menyelesaikan visibility study yang menjadi acuan pemerintah,” kata Ilham.

Sistem konsorsium nantinya tergantung dari kebijakan masing-masing daerah yang dilewati proyek tersebut. Model kerja sama bisa dalam bentuk penyertaan dana, kebijakan pemerintah, dan penentuan lokasi monorel.

“Kami tidak harus menyertakan dana. Regulasi pemerintah sudah merupakan bentuk konsorsium. Kita mengupayakan tidak ada pembebasan lahan,” ungkap Ilham.

Friday, August 19, 2011

Cara Mempromosikan Bisnis Anda Saat Mudik Lebaran

Bagi banyak pelaku bisnis, mudik menjelang Lebaran memang bukan sekadar acara tahunan. Bukan pula ritus lazim belaka.

Pergelaran mudik selalu terkait dengan trik-trik bisnis untuk memperkenalkan sekaligus makin menguatkan merek garapan para pelaku bisnis tersebut. Catatan Kompas.com menunjukkan, tiap tahun perusahaan yang menyelenggarakan aksi mudik bertambah. Setidaknya, hingga Selasa (9/8/2011), ada sepuluh perusahaan yang ikut ambil bagian dalam acara mudik antara lain Bank BRI, Honda Motor, Yamaha Motor, XL Axiata, Indofood, dan Holcim Indonesia.

Pergelaran mudik selalu terkait dengan trik bisnis untuk memperkenalkan sekaligus makin menguatkan merek.
Satu institusi pemerintah yang berpartisipasi adalah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rencananya akan disediakan 190 bus bagi 10.360 orang, khusus warga Jateng.

Sementara itu, sebagaimana disampaikan Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, kemarin, pihaknya akan menggelar mudik gratis yang ke-22 pada Kamis (25/8/2011). Menurut Irwan, penyelenggaraan mudik ini adalah yang ke-22 kali sejak penyelenggaraan pertama pada 1991. Awalnya, kegiatan mudik yang disokong oleh produk Kuku Bima Ener-G ini hanya untuk para pedagang jamu bersama keluarganya. Namun, seiring waktu berjalan sejak tahun 2004 bersamaan dengan adanya divisi baru, yakni divisi food di Sido Muncul, mudik gratis juga diikuti oleh pedagang asongan yang menjual produk-produk Sido Muncul.

Sementara, seperti juga diakui secara tak langsung oleh Group Product Manager Kuku Bima Linawati Suteja, tetap ada trik-trik bisnis dalam pergelaran acara mudik. Setidaknya, dalam kesempatan itu, terang Linawati, pihaknya menggelontorkan pemudik dengan produk-produk bersangkutan. "Kami juga memasang spanduk dan melakukan publikasi," imbuhnya di sela-sela peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Ener-G seri melestarikan pencak silat sebagai beladiri asli Indonesia pada Jumat (19/8/2011).

Alhasil, terang Lina, dengan trik seperti itu, nama produk memang makin kuat dikenal khalayak banyak. "Brand memang semakin kuat," katanya.

Lebih lanjut, Linawati menerangkan, lantaran trik seperti itu, pihaknya terhitung berhasil menjual hingga 1,8 miliar bungkus Kuku Bima Ener-G hingga Agustus 2011. Meski diakui, pada masa puasa Ramadhan, penjualan minuman berenergi biasanya mengalami penurunan hingga 20 persen. "Soalnya, selain waktu orang minum berkurang, minuman berenergi bukanlah minuman utama saat orang berbuka puasa," katanya.

Berangkat dari situlah, pihaknya memang membuat strategi agar penjualan tidak turun drastis. "Caranya banyak, termasuk penyelenggaraan mudik," katanya.

Sementara, masih menurut Linawati, pada mudik kali ini, pihaknya juga memperkenalkan produk terbaru minuman untuk mengobati panas dalam. Strateginya dengan menempatkan produk baru ini pada produk yang sudah lama dikenal. "Jadi produk baru akan ikut dikenal juga dengan cara seperti itu," lanjut Linawati sembari menambahkan produk terbaru bernama Alang Sari ini baru diproduksi 2 juta bungkus.

Direktor Jenderal Pajak Akan Segera Lakukan Sensus Pajak Untuk Jaring Pajak Lebih Banyak

Mulai akhir September nanti, Direktorat Jenderal Pajak akan melakukan Sensus Pajak Nasional (SPN). Ini dilakukan sebagai salah satu upaya meningkatkan penerimaan pajak negara.

"Apa sih sensus pajak? Sensus pajak adalah kegiatan pengumpulan data mengenai kewajiban perpajakan dalam rangka memperluas basis pajak, artinya ekstensifikasi, dengan mendatangi wajib pajak (WP) di seluruh Indonesia," ungkap Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmany, di Jakarta, Jumat ( 19/8/2011 ).

Ia mengatakan, hal yang perlu digarisbawahi pada pelaksanaan sensus mendatang adalah petugas pajak akan mendatangi WP. "Kita kali ini pro aktif. Selama ini kita kan pakai iklan, untuk sosialisasi (dan) penyuluhan," tambah dia.

Nah, sekarang, lanjut dia, petugas pajak akan melakukan kunjungan, di mana tidak hanya pengumpulan data saja yang dilakukan tetapi juga melakukan sosialisasi pelayanan pajak, seperti bagaimana mengisi SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) hingga cara pembayaran pajak."Kita nanti ada petugas sensusnya," tambahnya.

Apa manfaat dari SPN? "(Manfaat yang ke) satu, dengan ada sensus orang diingatkan untuk bayar pajak. Bayar pajak sekarang pendekatannya SPT bukan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) lag," sebutnya.

Karena, persoalannya, ada masyarakat yang mempunyai NPWP tetapi tidak bayar pajak. "Intinya serahkan SPT," ujar dia.

Manfaat kedua dari pelaksanan SPN ini, Ditjen Pajak dapat melakukan pembaharuan dan memperlengkapi data. "(Karena) kalau sudah bagus database-nya, kita dapat melakukan enforcement (atau) penegakan supaya lebih kuat," ungkap dia.

Selain mendapatkan manfaat itu, ia melihat pelaksanaan SPN ini sebenarnya sebagai upaya menegakkan keadilan. "Karena faktanya di Indonesia sekarang yang belum bayar pajak masih banyak. Ini tidak adil. Masyarakat yang berpendapatan rendah banyak yang sudah banyak membayar pajak, yaitu melalui PPh (Pajak Penghasilan) 21," lanjutnya.

Sejauh ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ia menyebutkan, WP orang pribadi yang melaporkan SPT baru 8,5 juta WP. Padahal jumlah orang yang bekerja secara aktif ada 110 juta orang. Artinya, rasio SPT terhadap kelompok pekerja aktif hanya 7,73 persen.

Sementara, untuk WP badan usaha, pembayaran pajak yang dilaporkan melalui SPT hanya 466 ribu. Padahal jumlah badan usaha aktif, tanpa usaha mikro, sekitar 12,9 juta WP.

Bagaiman persiapannya saat ini? Ia menyebutkan, saat ini sedang berlangsung pelatihan kepadatrainers. Nanti, trainers tersebut akan dikirim ke daerah-daerah. "Ada 299 KPP (Kantor Pelayanan Pajak) yang harus diorganisir, (kalau) didatangin ke Jakarta (kan) mahal. Jadi tim kita yang datangkan ke daerah," jelas dia.

Namun demikian, ia belum bisa menyebutkan target yang akan dicapai melalui SPN. "Tapi kita punya target berapa orang yang kita datangi. Mungkin 1,5 juta WP, baik badan dan orang pribadi, yang akan kita datangi. Ya di bawah 2 juta WP-lah," tambahnya lagi.

Ia pun mengatakan, kesuksesan pelaksanaan SPN yang akan berlangsung hingga akhir tahun 2012 ini, akan tergantung bagaimana Ditjen Pajak mengorganisirnya, dukungan masyarakat hingga sosialisasi melalui media.

Ia juga mengingatkan, agar masyarakat berhati-hati dalam menerima petugas pajak. "Bayar pajak tidak lewat orang. Kalau ada orang (masyarakat) yang bayar pajak menitip lewat orang (pegawai), itu tidak benar. Bayar pajak lewat bank," tegas dia.

Perlu diketahui realisasi penerimaan pajak per 5 Agustus tahun 2011 sebesar Rp 466 triliun. Sedangkan target penerimaan pajak pada APBN-Perubahan 2011 sebesar Rp 878 triliun

Matahari Cilegon Targetkan Penjualan 29 Milyar Rupiah Selama Ramadhan

Matahari Departemen Store Cilegon menargetkan penjualan pada lebaran tahun 2011, sebesar Rp29 miliar, lebih besar dari sebelumnya.

"Kami menargetkan penjualan dari produk kami lebaran 1432 H ini tak kurang dari Rp29 miliar," kata Supervisor Matahari Departement Store, Yunus Firmansyah, Jumat.

Dia menjelaskan, omset yang paling besar diperoleh dari penjualan busana muslim. "Andalan kami untuk memenuhi target penjualan dari busana muslim dan pakaian anak-anak," katanya.

Namun dijelaskan Yunus, pihaknya juga berharap target penjualan akan terdongkrak dari pilihan sepatu dan sandal yang ada di Departemen Store. "Kami pun menargetkan penjualan sepatu sandal, bisa membantu target yang akan dicapai," katanya.

Untuk memenuhi target tersebut dijelaskan oleh Yunus, managemen memberikan diskon besar-besarkan kepada pembeli, yang mencapai 70 persen.

"Peningkatan penjualan memang terjadi karena event lebaran ini. Oleh karena itu, kami mencoba menjual berbagai macam produk muslim yang up to date dan menarik, serta memberikan potongan harga yang variatif," katanya menjelaskan.

Discount terbesar Mataharipada tanggal 17 Agustus lalu. "Pembeli kami tawarkan beli dua gratis satu," ujarnya.

Pihaknya juga telah menawarkan beli satu gratis dua untuk busana muslim anak-anak. "Saat ini busana muslim anak-anak yang paling banyak pembelinya," katanya.

Pembeli yang mendapatkan satu gratis juga dibebaskan memilih jenis pakaian gratis tersebut."Kami tidak memberi batasan pakaian yang akan dipilih, dari produk discount yang kami tawarkan," katanya.

Sementara itu, salah satu pembeli baju muslim anak- anak Mama Dilla mengatakan, baju baru merupakan kebutuhan wajib untuk lebaran.

"Alhamdulillah setiap lebaran saya selalu membelikan anak-anak baju baru. Dan pilihan saya belanja di Matahari Departemen Store karena banyak pilihan dan diskonnya gede," katanya

Danone Aqua Ciptakan Masyarakat Sehat Dengan Minum Air Bersih

Danone AQUA sebagai penyedia air minum dalam kemasan terkemuka di Indonesia tetap komitmen untuk terus mewujudkan masyarakat hidup sehat, terhindar dari segala penyakit.

"Dengan meminum AQUA setiap hari, maka masyarakat akan mendapatkan kesehatan, karena tetesan air AQUA ini diperoleh dari sumber mata air yang sangat bersih dan berada di pengunungan tertentu," kata Brand Director Danone AQUA, Febby Intan dalam acara berbuka puasa dengan sejumlah media di Medan, Kamis malam.

Menurut dia, minuman kemasan AQUA dewasa ini sangat disenangi masyarakat, karena tetesan air AQUA ini diperoleh dari sumber mata air sangat bersih.

Bahkan, katanya, sumber mata air tersebut dijadikan sebagai bahan untuk minuman kemasan AQUA, terjamin dan telah melalui pemeriksaan dari tenaga ahli dalam bidang kesehatan.

Selain itu, air yang dihasilkan untuk minuman AQUA benar-benar berkualitas seperti yang diharapkan masyarakat maupun pelanggan.

"Jadi, minuman air bersih yang berasal dari Danone AQUA itu, sudah teruji dan sudah melalui tahapan-tahapan.Ini dibuktikan bahwa minuman tersebut paling dicari dan diminati masyarakat," kata Febby yang tampil menarik pada acara tersebut.

Dia mengatakan, dalam menciptakan masyarakat yang sehat, pihak Danone AQUA selalu mengkampanyekan pentingnya hidup sehat dan ini harus tetap dipertahankan.

"Mewujudkan hidup sehat itu, masyarakat bisa memulainya dengan minum air putih sebanyak dua liter per hari. Minum air putih, tentunya menambah tubuh kita tidak kekurangan zat cair," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis Indonesian Packaging Federaration (IPF) Ariana Susanti mengatakan, kemasan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjaga kualitas mutu makanan dan minuman yang terkait erat dengan kesehatan manusia.

Dengan semakin tumbuhnya FMCG dan aneka makanan dan minuman dipasang yang dikemas dengan sangat beragam, tentunya faktor inovasi dan desain dan teknologi baru sangat menentukan kepercayaan konsumen.

Bahkan, katanya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir kemasan air mineral di Indonesia tidak ada pergerakan yang berarti dalam inovasi maupun teknologinya.

"Maka dengan adanya inovasi baru dari AQUA yang meredesign `tutup baru` nya, kami sangat senang AQUA begitu peduli dengan konsumen untuk dapat memperoleh air minuman yang kualitasnya sama dengan kualitas air di sumber air AQUA," kata Susanti.

Menurut dia, tutup dua warna dengan teknologi double injection tersebut juga telah memenangkan berbagai macam penghargaan nasional dan internasional, diantaranya adalah PackindoStar dan AsiaStar untuk kategori Consumer Package yang berhasil memenuhi kriteria penilaian untuk inovasi, fungsionalitas, penampilan grafis, efisiensi, aspek lingkungan dan penampilan secara keseluruhan.

"Pada penghargaan di tingkat Asia, tutup kemasan galon ini bersaing dengan ratusan kemasan lainnya yang berasal dari 15 negara di Asia," kata Susanti.

Dalam acara berbuka puasa manajemen Danone AQUA dengan sejumlah media itu, juga mendengarkan tausiah yang disampaikan Al Ustadz Haji Azwardin Nasution dan shalat maghrib bersama.

Berlian Indonesia Terbaik Di Dunia Dengan Pasar Terbesar Di Surabaya

Komisaris Utama My Diamond Indonesia, Anisa Afzal mengungkapkan bahwa berlian dari Indonesia merupakan salah satu berlian terbaik di dunia dan saat ini sudah terkenal di dunia internasional.

"Berlian kita merupakan salah satu berlian terbaik di dunia dan sudah banyak penggemarnya saat ini khususnya di Eropa dan Asia," ungkap Anisa kepada ANTARA, Minggu.

Dia menjelaskan, berlian dari Indonesia mempunyai keunggulan-keunggulan lain dibandingkan dengan berlian dari luar negeri seperti karatnya dan kebersihannya. Selain itu, banyak motif dan jenis berlian dari Indonesia yang tidak dimiliki oleh berlain lainnya.

Penghasil utama berlian di Indonesia berada di Martapura, Kalimantan. Dari sanalah berlian-berlian dihasilkan dan diekspor ke luar negeri.

"Berlian dari Indonesia bisa bersaing dengan berlian luar negeri dan saat ini banyak negara yang mengaku bahwa berlian dari Indonesia itu dihasilkan dari negaranya," jelasnya.

Untuk itu saat ini pihaknya sedang membuat legalisasi agar berlian dari Indonesia diakui penuh oleh dunia dan tidak ada lagi negara-negara yang mengaku. Selain itu, pihaknya juga terus mempromosikan jenis berlian dari Indonesia di ajang internasional .

Ia mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang sangat konsumtif, sehingga banyak warganya yang pergi ke luar negeri untuk mencari perhiasan khususnya berlian tertipu oleh penjualnya di sana seperti banyak warga yang pergi ke Belanda untuk membeli berlian dengan harga yang sangat mahal.

Tetapi ternyata setelah diteliti bahwa berlian tersebut berasal dari Indonesia."Contoh seperti ini sudah saya banyak temukan, seharusnya mereka berfikir pada saat akan membeli, seperti Belanda yang tidak punya hasil tambang," ungkap Anisa.

Anisa menandaskan, untuk terus meningkatkan kualitas berlian dari Indonesia pihaknya saat ini sedang membuat alat cuting berlian yang menggunakan green laser untuk membersihkan berlian tersebut dari benda atau partikel yang menempel.

"Sebagian pengrajin berlian sudah ada yang memilikinya tetapi kebanyakan mereka masih menggunakan alat yang manual atau seadanya," tandasnya.
Surabaya diyakini menjadi pasar potensial perkembangan industri berlian karena besarnya minat masyarakat memiliki perhiasan tersebut pada masa kini, kata "Country Representative World Gold Council/WGC", Leo Hadi Loe, ditemui dalam Surabaya International Jewellery Fair (19-22 Agustus 2011), di Surabaya, Jumat.

"Namun, sayangnya di Indonesia nyaris tidak ada pabrik berlian sedangkan di China ada ribuan pabrik berlian seiring semakin tumbuhnya industri berlian di sana," ujarnya.

Secara umum, ungkap dia, di pasar internasional industri berlian telah menciptakan banyak sumber daya manusia yang cermat meneliti beragam batu perhiasan termasuk berlian.

"Sampai sekarang, sumber daya manusia di pasar internasional banyak berada di India terutama mereka yang memiliki keahlian memotong berlian," ujarnya.

Terkait potensi industri berlian di Indonesia, ia optimistis, pada lima tahun mendatang bisa berkembang secara pesat di Indonesia

Wednesday, August 10, 2011

Analisa Bursa Saham: Korelasi Index IHSG Bursa Efek Indonesia EI dan Faktor AS-Eropa

Setelah berhasil mencapai rekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertinggi dalam waktu enam belas bulan terakhir sejak minggu keempat Juni 2011 pada tingkat 3.948,85 dan berlanjut meningkat pada minggu pertama Juli 2011 menembus batas IHSG 4.100 pada minggu kedua, kemudian melaju pada minggu ketiga Juli 2011 mendekati angka 4.200 akhirnya IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Agustus 2011 tumbang kembali pada tingkat 3.921,64.

Catatan Lembaga Kajian Informasi atas fluktuasi IHSG BEI pada keseluruhan transaksi perdagangan sejak April, Mei dan Juni serta dilanjutkan akhir Juli dan awal Agustus 2011 memberikan gambaran bahwa kenaikan atau penguatan IHSG sejak April, Mei dan Juni serta Juli 2011 terjadi secara bertahap-tahap (gradual) melalui proses akumulasi peningkatan IHSG yang eskalatif.

Dengan fakta indikatif penguatan IHSG di lantai bursa Jakarta yang demikian memberikan pula gambaran bahwasanya penguatan IHSG tidak terjadi pada penguatan semu yang disebut sebagai buble economy(ekonomi gelembung) yang sewaktu-waktu bisa mengundang terjadinya crash (jatuh) atau sudden reversal (situasi pembalikan yang tiba-tiba).

Arus masuk modal (capital inflow) ke pasar saham-modal di BEI sejak pertengahan Mei sampai minggu keempat Juli 2011 merupakan langkah relokasi penempatan modal investor dari zona AS dan Eropa berlangsung dinamis tidak melompat tetapi secara bertahap-tahap mencari pasar yang aman bagi pergerakan modal mereka karena kecenderungan ekonomi dan keuangan di AS dan Eropa yang kurang menjanjikan keuntungan, Zona Asia termasuk BEI dianggap sebagai tempat parker modal yang untuk sementara aman.

Penguatan atau peningkatan IHSG BEI tersebut secara faktual dan nyata ditunjang dengan beberapa faktor penyangga penguatan IHSG yang merupakan faktor fundamental yang mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan kinerja dan karakter pasar modal Indonesia yang sesungguhnya.

Faktor penyangga penguatan IHSG BEI itu, antara lain adanya tingkat Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI Rate) pada tingkat 6,75 % yang relatif cukup kompetetif dan berlaku bagi Surat Berharga Negara (SBN) atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan juga Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

Faktor penyangga penguatan IHSG BEI lainnya adalah dicapainya angka kecukupan cadangan devisa negara yang pada posisi Juni-Juli telah mencapai jumlah lebih dari 120 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dan dianggap sebagai rasio kecukupan cadangan devisa negara yang mampu untuk membayar surat berharga yang jatuh tempo atau dapat mengatasi aksi jual massal, pembalikan tiba-tiba dan juga quick-switching serta profit taking pelaku pasar modal.

Penguatan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS juga berpengaruh pada penguatan IHSG BEI sejauh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih pada kisaran di bawah Rp8.600, tapi di atas Rp8.500 per dolar AS pada periode kuartal I dan II/2011.

Neraca pembayaran Indonesia pada posisi kuartal I-2011 dengan peningkatan angka ekspor non-migas senilai 37,8 % merupakan fakta indikatif yang mampu mendongkrak kredibilitas kinerja pasar modal Indonesia serta pembuktian terhadap para pelaku pasar bahwa pasar modal Indonesia merupakan pasar modal yang potensial dengan prospek profit yang menjanjikan.

Rekor tertinggi.

Anggapan bahwa pencapaian rekor tertinggi IHSG BEI perlu diwaspadai dalam konteks mengantisipasi kemungkinan penguatan semu atau berkarakter buble economy sebenarnnya tidak perlu dimunculkan karena pada hakekatnya pencapaian rekor tertinggi IHSG-nya pada periode April, Mei, Juni dan Juli 2011 (meskipun kini sedang pada posisi menurun atau terkoreksi) merupakan bukti nyata produktivitas kinerja Pasar Modal Indonesia yang oleh Asian Development Bank (ADB) pada pekan lalu dinilai sebagai Pasar Modal Terbaik di lingkup Asia dengan angka penguatan sebesar 7,4 %.

Sementara itu, Assessment ADB menyebut, Pasar Modal di Thailand berada pada urutan Pasar Modal Terbaik kedua di Asia dengan angka penguatan saham sebesar 5,4 % dan Pasar Modal Korea Selatan sebagai pasar Modal Terbaik di urutan ketiga dengan capaian angka penguatan saham sebesar 5,3 %.

Atau dengan kata lain, penurunan IHSG BEI pada sesi perdagangan akhir pekan lalu sebesar lebih dari 200 poin atau 4,86 % belum dapat disebut sebagai crash karena lebih tepat disebut sebagai koreksi masif akibat adanya kecenderungan aksi ambil untung para investor yang secara seasonal dilakukan pada periode Juli-Agustus setiap tahun.

Hanya saja secara kebetulan rekor IHSG pada periode Juli sedang di puncak rekor tertingginya dan para investor, situasi nilai saham tertinggi merupakan momentum yang paling tepat untuk melakukan aksi jual untuk memperoleh keuntungan tertinggi.

Beberapa saham perbankan yang masih menguat di lantai bursa pekan lalu, seperti Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA) dengan laporan keuangan tahunan per Juli 2011 membukukan angka profit dengan nilai trilyunan rupiah oleh para investor dianggap sebagai pertanda baik untuk melepas saham Mandiri dan BCA untuk meraih profit. Sementara itu, Bank Permata juga membukukan profit tahunan dalam jumlah ratusan milyar rupiah.

Belum terdapat indicator yang mengarah pada situasi crash bagi IHSG BEI atau “pecahnya gelembung” karena indikator menunjukkan ketika indeks Dow Jones mengalami kenaikan 85 poin (0,6%) dan membawa sentimen positif bagi semua pergerakan indeks harga saham di seluruh dunia, khususnya AS, Eropa dan Asia. IHSG BEI justru mengalami penurunan senilai 13,20 poin (0,31%) pada tingkat 4.180,24 di sesi Selasa siang pekan lalu dari posisi Senin pada tingkat 4.193,44.

Pada sesi perdagangan Senin 1 Agustus 2011 IHSG BEI pada tingkat 4,193,44. Pada Selasa (2/8) pada tingkat 4.177,85, Rabu (3/8) pada tingkat 4.136,51, Kamis (4/8) pada tingkat 4.122,09 dan pada Jumat (5/8) pada tingkat 3.921,64 (hampir sama dengan tingkat IHSG pada periode minggu ketiga Juni 2011).

Situasi gelembung (buble) yang mengarah pada ketidakmampuan otoritas BEI untuk merespons aksi jual atau ambil untung pelaku pasar dan gagal bayar imbal hasil atas surat utang negara/surat berharga yang sudah due date(jatuh tempo) sejauh ini tidak atau belum pernah terjadi karena otoritas keuangan RI memiliki jumlah cadangan devisa negara berjumlah lebih dari 120 miliar dolar AS merupakan jaminan bagi pasar bahwa pertumbuhan pasar modal Indonesia aman dan bebas dari buble serta mampu merespon sudden reversal atau koreksi masif.

Beberapa catatan yang bisa diambil dari pergerakan dinamis di lantai BEI Jakarta pada periode pra dan pasca-pencapaian rekor IHSG BEI tertinggi adalah pertama pencapaian kinerja pasar modal-saham Indonesia pada kuartal ke II 2011 April-Mei-Juni mampu mengantar naik atau penguatan indeks secara bertahap, tapi pasti mencapai rekor tertingginya selama 16 bulan terakhir.

Situasi pencapaian tersebut sekaligus mematahkan prediksi dari para analis dan pelaku pasar saham-modal yang bersikap pesimistis dan muncul dengan kecenderungan keraguan pelaku pasar untuk tidak melakukan aksi beli karena melihat dan menanti perkembangan krisis keuangan di Yunani yang menjalar ke negara-negara lain di Eropa seperti Irlandia, Portugal, bahkan Italia dan Spanyol.

Hal kedua, koreksi masif di BEI Jakarta pada tingkat IHSG senilai 3.921,64 Jumat pekan lalu atau sama dengan posisi pada tingkat IHSG menjelang tembus rekor tertinggi pada minggu ketiga 2011 nampaknya lebih banyak disebabkan tindakan “profit taking” ketimbang sentimen negatif dari situasi fluktuasi saham global di AS dan Eropa.

Aksi ambil untung yang nyaris serempak oleh investor dilakukan karena telah memasuki “musim jual” Juli-Agustus 2011 terjadi bersamaan momentumnya dengan datangnya fenomena sentimen negatif dari pasar global dan bisa saja memiliki sedikit dampak negative terhadap penurunan IHSG dalam jangka pendek. Namun, hal tersebut masih memerlukan pembuktian dari pihak Bapepam dan BEI untuk meneliti seberapa jauh dari satu persatu pergerakan dinamis semua saham perusahaan yang listed.

Pada saham yang masih mengalami penguatan maka selintas sentimen negatif tidak terlalu berdampak, tetapi pada saham yang mengalami penurunan-pelemahan masih dapat memunculkan dua asumsi. Pertama, saham melemah akibat aksi jual serempat (koreksi masif). Asumsi kedua, ada sentimen negatif sesaat yang masih perlu diverifikasi dengan indikator-indikator yang lebih terukur.

Oleh karena itu, bagaimana pun semua pihak perlu mengapresiasi sikap cepat dan antisipatif pemerintah dalam merespon situasi anjloknya IHSG BEI selama pertama Agustus 2011. Imbauan agar pelaku pasar dan masyarakat tidak panik nampaknya cukup beralasan karena penguatan rezim selama kuartal ke II 2011 dan Juli 2011 telah menunjukkan produktivitas dan kinerja pasar modal Indonesia berkualitas yang ditopang oleh beberapa faktor penyangga penguatan secara fundamental.

Resesi di AS dan sebagian negara Eropa seperti halnya krisis di AS 2008 harus dianggap sebagai peluang untuk meraih keuntungan secara rasional dan maksimal. (*)

*) Petrus Suryadi Sutrisno (piets2suryadi@yahoo.com) adalah Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Informasi, Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), dan Analis Senior Intelijen Bisnis.

Harga Emas Akan Capai 2500 USD Pada Akhir Tahun

Bank investasi JPMorgan Selasa (9/8/2011) memperkirakan harga emas spot akan terus naik hingga mencapai 2.500 dollar AS pertroy ounce (31,1 gram) pada akhir tahun.
Volatilitas harga emas juga tinggi, seiring dengan penurunan peringkat kredit AS. "Sebelum penurunan peringkat, perkiraan kami harga emas akan mencapai 1.800 dollar AS per troy ounce pada akhir tahun ini. Tetapi dengan keadaan sekarang tampaknya pandangan ini sangat konservatif," ujar analis Colin Fenton dan Jonah Waxman.

Harga emas pagi ini di pasar Hongkong sudah mencapai 1.740 dollar AS. Selain JP Morgan, bank lain juga telah mengubah perkiraan harga emas. Perkiraan baru JP Morgan ini lebih tinggi 39 persen dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang sebesar 1.800 dollar AS.

Perkiraan baru ini sekitar 800 dollar AS lebih tinggi dibandingkan dengan harga emas sekarang. Sebelumnya, bank lain, Goldman Sachs meningkatkan juga perkiraan harga emasnya.

Goldman menyatakan, para ekonomnya telah memperkirakan kemungkinan AS resesi adalah satu berbanding tiga dan mungkin akan terjadi dalam enam bulan ke depan. Akan tetapi, harga yang diperkirakan Goldman jauh lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan JP Morgan.

Golman memperkirakan harga emas spot akan mencapai 1.645 per troy ounce dalam tiga bulan dan 1.730 per troy ounce pada enam bulan ke depan.

Morgan Stanley, ANZ, UBS, MF Global dan Barclays Capital pekan lalu juga merevisi perkiraan harga emas dalam riset mereka. Sementara produsen emas seperti Barrick Gold (ABX), AngloGold Ashanti (AU) dan Randgold Resources (GOLD) juga memproyeksikan harga emas naik terus dalam beberapa hari ini.

Harga Emas Dunia Semakin Mahal dan Menembus Level 1800 USD

Harga emas di pasar dunia terus menciptakan rekor seiring dengan kekhawatiran terhadap masalah utang di zona euro. Kali ini si logam mulia ini menembus level 1.800 dollar AS untuk pertama kali.

Emas untuk pengiriman Desember sempat menyentuh posisi 1.801 dollar AS per ounce pada perdagangan Rabu (10/8/2011) waktu setempat sebelum ditutup di level 1.784,30 dollar AS perounce.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seiring dengan tenggelamnya pasar-pasar saham. " Tunai adalah raja, dan kemudian hard asset. Orang-orang khawatir mengenai penurunan nilai mata uang dan mereka merasa hard asset akan selalu bernilai," kata Vice President RBC Global Futures George Gero.

Sementara harga emas pengiriman terkini ditutup pada 1.781,30 dollar AS, naik dibandingkan dengan penutupan sebelumnya pada posisi 1.740,00 dollar AS.

Harga emas sempat menyentuh rekor lagi kemarin malam. Kontrak harga emas di Comex, New York, untuk pengiriman bulan Desember pada pukul 10.06 WIB tadi sempat naik ke posisi 1.758,8 dollar AS per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi sejak Maret 2009 atau sudah melonjak 0,85 persen dari posisi di penutupan hari sebelumnya sebesar 1.743 dollar AS per troy ounce.

Suluh Adil Wicaksono, analis Asia Kapitalindo, mengatakan, keputusan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang mempertahankan suku bunga di level 0,25 persen malah cenderung memperkuat keinginan pelaku pasar memegang emas karena mempertimbangkan yield mata uang the greenback yang kecil.

Bahkan Suluh memprediksi, ada kemungkinan AS akan memotong suku bunga acuannya seperti yang dilakukan oleh Jepang pada tahun 2008 lalu. "Pasar masih dilanda kekhawatiran keadaan ekonomi global," ungkapnya.

Selain itu, kerusuhan yang terjadi di London, Inggris akan turut memicu harga emas untuk terus bullish. Oleh karenanya, dalam pekan ini, emas bisa berpotensi mencapai 1.800 dollar AS per trouy ounce dengan supportnya di 1.715 dollar AS per trouy ounce. Saat ini, level 1.700 dollar AS per trouy ounce adalah level psikologi untuk emas. Suluh pun merekomendasikan jika harga emas sudah di 1.700 dollar AS per trouy ounce, adalah waktu yang tepat untuk keputusan beli atau level best price for buy.

Sementara itu di Logam Mulia, hari ini harga emas dipatok pada Rp 535.00 per gram.


Monday, August 8, 2011

PT Bank Permata Tbk Membukukan Pertumbuhan Laba Sebesar 32 Persen Atau 695 Milyar Rupiah

PT Bank Permata Tbk ("PermataBank") Kamis mengumumkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp695 miliar pada semester pertama 2011, naik 32 persen dari laba bersih periode sama tahun lalu yang sebesar Rp527 miliar.

Direktur Utama PermataBank David Fletcher di Jakarta mengatakan, laba operasional secara konsolidasi tumbuh 19 persen menjadi Rp741 miliar didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee based income).

Pendapatan bunga bersih tumbuh 24 persen menjadi Rp1,95 triliun sementara itu pendapatan berbasis biaya naik 12 persen menjadi Rp474 miliar.

Pertumbuhan kredit juga meningkat sebesar 36 persen menjadi Rp59,7 triliun dibanding Rp43,9 triliun pada periode sama di tahun sebelumnya.

Total aset secara konsolidasi per 30 Juni 2011 mencapai Rp86,2 triliun, naik 37 persen, dari Rp62,8 triliun dibandingkan 30 Juni 2010.

Di sisi kewajiban, basis pendanaan kian beragam dan secara berkelanjutan terus tumbuh. Dana pihak ketiga meningkat 36 persen menjadi Rp66,6 triliun. Sedangkan giro dan tabungan ("CASA") mencatat kenaikan yang kuat masing-masing sebesar 22 persen menjadi Rp14,0 triliun dan Rp12,7 triliun.

Sementara itu deposito juga mencatat peningkatan yang tajam sebesar 48 persen menjadi Rp39,9 triliun pada akhir Juni 2011. Dengan demikian komposisi dana murah (CASA) mencapai 40 persen dari total simpanan.

Kualitas kredit juga membaik sebagaimana tercermin dalam rasio kredit bermasalah-nya (Non Performing Loan - NPL) gross turun menjadi 2,4 persen per 30 Juni 2011, dibandingkan 3,7 persen di tahun sebelumnya.

Sementara itu NPL Net juga mengalami penurunan menjadi 0,7 persen dari 0,9 persen pada periode yang sama.

Struktur permodalan Bank tumbuh kuat dengan total ekuitas sebesar Rp8,6 triliun pada akhir Juni 2011, naik 56 persen yoy dibandingkan tahun lalu.

Rasio Kecukupan Modal ("CAR") sebesar 13,2 persen di akhir periode, belum memperhitungkan penerbitan Obigasi Subordinasi II tahun 2011 berjangka waktu 7 tahun ("Subdebt") sebesar Rp1,75 triliun yang dilakukan oleh PermataBank di akhir Juni 2011.

Bilamana hal ini diperhitungkan dan dicatat pada periode Juni 2011, CAR akan meningkat menjadi 15,78 persen.

"Kami akan terus meningkatkan infrastruktur dan kemampuan kami secara sistematis untuk mengejar peluang di pasar perbankan Indonesia," kata David.

Laba Bersih PT Bank Cimb Niaga Naik 37 Persen Sebesar 1,15 Triliun Rupiah

PT Bank CIMB Niaga mencatat perolehan laba bersih Rp1,55 triliun pada semester pertama tahun ini atau meningkat 37 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama CIMB Niaga Arwin Rasyid di Jakarta Senin mengatakan bahwa pertumbuhan laba didorong meningkatnya total pendapatan operasional sebesar 18 persen menjadi Rp4,98 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp4,21 triliun.

Peningkatan laba ini juga menghasilkan earning per share atau nilai keuntungan per saham sebesar Rp61,94 atau lebih besar dibanding tahun sebelumnuya Rp47,17.

Arwin mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia yang baik turut mendukung pertumbuhan kredit Bank Niaga sebesar Rp152,71 triliun atau tumbuh 27 persen dibanding tahun lalu Rp91,76 triliun.

Pertumbuhan kredit antara lain berasal dari kredit korporat yang tumbuh 29 persen, kredit komersial 26 persen, dan kredit ritel 24 persen.

Arwin menambahkan sebagai bank universal CIMB Niaga diarahkan untuk tumbuh di semua sektor kredit tersebut, tercermin dari komposisi kreditnya kredit komersial 35 persen, kredit korporat 33 persen dan kredit ritel 30 persen serta kredit syariah dua persen.

Meningkatnya penyaluran kredit turut didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp123,46 triliun atau naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan current account savings account (Casa/dana murah) naik 29 persen menjadi Rp60,15 triliun sementara deposito berjangka naik Rp63,31 triliun.

Dengan jumlah DPK itu, maka loan to deposit ratio (LDR) CIMB Niaga menjadi 93,42 persen, sementara NPL gross sebesar 2,69 persen.

"Terobosan yang akan kami lakukan akan banyak mengarah pada peningkatan CASA, bisnis dengan marjin tinggi dan efisiensi. CIMB Niaga juga meluncurkan produk pembiayaan sepeda motor melalui CIMB Niaga Auto Finance," katanya.

Sunday, August 7, 2011

Sektor Peternakan Kabupaten Lebak Serap 10.000 Tenaga Kerja

Sektor peternakan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diperkirakan menyerap tenaga kerja sebanyak 10.000 orang yang terdiri atas pemilik, pekerja kandang, dan yang bekerja di sektor angkutan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Iman Santoso, Minggu, menjelaskan selama ini pemerintah daerah memberikan kemudahan izin bagi investor peternakan karena sektor tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi mayarakat.

Selain itu, kata dia, sektor peternakan juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Dengan kemudahan izin tersebut, menurut dia, tentunya dapat menarik minat investor yang ingin menanamkan modalnya di sektor peternakan.

Selama ini, produksi peternak unggas mencapai dua juta ekor per bulan terdiri atas ayam dan itik baik pedaging maupun petelur, bahkan jumlah kandang milik peternak sudah mencapai 630 kandang dan setiap kandang diperlihara 5.000 ekor unggas.

Selain itu, peternak sapi di Lebak juga berkembang hingga populasinya mencapai 4.500 ekor dan kerbau 56 ribu ekor. Ini hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) Juni 2011.

"Daerah ini setiap hari bisa mencukupi kebutuhan daging," katanya.

Dia menyebutkan, sebagian besar penyerapan tenaga kerja itu dari peternakan kerbau 5.600 orang dan ternak unggas sebanyak 2.000 orang.

Pendapatan mereka rata-rata dari ternak itu di atas Rp750.000 per bulan. "Kami terus mendorong para peternak bisa berkembang karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, H Aep Suhendri, pemilik ternak ayam pedaging di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya kini mempekerjakan 25 orang dengan gaji Rp750.000 per bulan.

Mereka setiap hari bekerja di peternakan unggas, seperti membersihkan kandang, memberikan pakan dan kegiatan lainnya.

"Semua pekerja di sini tenaga lokal dan mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya," katanya.

Thursday, August 4, 2011

Bisnis Pusat Bunga Di Rawa Belong Sepi Dibulan Puasa

Perdagangan bunga hias di Pusat Flora dan Hasil Hutan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, meredup untuk sementara waktu. Hal ini diakui beberapa pedagang kembang yang ditemui Kompas.com, Kamis, (4/8/2011).

"Ya, rada sepi selama bulan puasa," kata Adi, pedagang kembang di Pasar Rawa Belong. Ukuran meredupnya pasar kembang utama di Ibu Kota itu, menurut Adi, terlihat dari sepinya pemesanan dan pembelian langsung di lokasi. "Biasanya sih pengunjung lumayan ramai. Kendaraan yang parkir di sini juga banyak," katanya merujuk keadaan pasar saat ini.

Hal yang sama disampaikan Leni, penjual kembang di toko Ornitho Flora. "Hari-hari ini termasuk sepi. Tapi, ada saja pembelian, enggak kosong-kosong banget," ungkap Leni.

Saat ini, pemasaran bunga, menurutnya lebih mengandalkan luasnya jaringan pelanggan. Dengan memiliki pelanggan yang banyak, mereka masih bisa memperoleh pesanan setiap harinya walaupun terjadi penurunan omzet.

Imbas dari berkurangnya pembelian adalah penurunan harga kembang. Ia mencontohkan, salah satu kembang andalan yang dijajakan Ornitho Flora, yaitu bunga lily. "Biasanya dijual Rp 120-125 ribu seikat. Sekarang lebih murah," katanya tanpa menyebutkan harga sebenarnya.

Sepinya Pusat Flora Rawa Belong juga terlihat dari tertutupnya sejumlah kios kembang. Salah seorang pedagang menginformasikan bahwa kios-kios itu baru akan dibuka saat malam. "Setelah buka puasa nanti. Kalau malam biasanya agak ramai," katanya.

Banyak pedagang terlihat hanya tidur-tiduran karena kurangnya pembeli yang datang ke lokasi. Ada juga yang beralih menjadi pedagang makanan dan minuman ringan menjelang waktu buka puasa.

Adi menambahkan, saat yang ditunggu mereka adalah malam takbiran dan hari raya Idul Fitri. Saat itu permintaan bunga melonjak cukup tinggi.


Gadai Emas Semakin Diminati Menjelang Idul Fitri

Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang Lebaran, maka kebutuhan akan dana pun meningkat. Dengan layanan gadai emas, masyarakat pun bisa mendapatkan kebutuhan dananya.

"Kalau menjelang Lebaran, orang itu ada kebutuhan mendadak, seperti untuk usaha sampingan," ujar Pimpinan Cabang Kantor Cabang Pegadaian Syariah Kramat Raya, Lenny Rahmi Satri, kepadaKompas.com, di Jakarta, Kamis ( 4/8/2011 ).

Ia menuturkan bahwa masyarakat melakukan gadai emas tidak hanya untuk keperluan pribadi saja. Gadai dilakukan untuk membiayai usaha sampingan, seperti berjualan kue, yang dilakukan semasa bulan puasa.

Proses peminjaman uang melalui jasa gadai emas dengan prinsip syariah (rahn) ini terbilang cepat. Dengan lima belas menit dana pun dapat cair. "(Masyarakat) tinggal datang saja, bawa perhiasannya, nanti uji berapa karatnya. Nanti kita taksir, dengan harga taksir 90 persen dari harga pasar," tambah dia.

Harga taksir pun ditetapkan manajemen, yang biasanya akan berubah per 2-3 bulan. Setelah itu, masa peminjaman dana akan berlangsung selama empat bulan. "Selama empat bulan bisa dicicil," tambah dia.

Ia pun menuturkan jika selama masa tersebut nasabah belum bisa melunasi pinjamannya, maka peminjam akan dikenakan membayar jasa simpanan atau biaya pemeliharaan.

Dengan pelayanan pinjaman uang yang cepat ditambah dengan kebutuhan masyarakat yang cenderung tinggi selama bulan puasa ini, maka omzet layanan gadai emas ini pun naik sekitar 20 persen dari biasanya. "Gadai emas sebulan biasanya transaksi pinjaman bisa sebesar Rp 6 miliar. Menjelang Lebaran itu bisa (mencapai) Rp 8 miliar," ujar dia.

Seperti yang diberitakan, layanan gadai emas ini memang semakin menjamur. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya menjelang Lebaran ini, harga emas yang tinggi juga menjadi pemicunya.

Solusi Emas Syariah Business Head, Muhammad Budi Utomo, di Jakarta, Rabu ( 3/8/2011 ) menyebutkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum tersentuh oleh produk perbankan konvensional, yang akhirnya memilih menggadaikan emasnya baik melalui pegadaian ataupun perbankan syariah. Ini karena bank konvensional tidak bisa memberikan layanan gadai ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, gadai emas juga bisa dilakukan untuk investasi. Namun, emas untuk investasi, Pegadaian Syariah memiliki produk khusus, yang disebut dengan Pegadaian Mulia. Produk ini juga diminati dengan kenaikan omset 20 persen per tahunnya.

Tentunya, investasi emas kian menarik dengan harga emas yang trennya terus naik. Bahkan Rabu kemarin emas kembali pecahkan rekor dengan dengan harga mencapai 1.669,5 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram).

Harga Emas Masih Akan Naik Di Indonesia

Seiring kenaikan harga emas di pasar dunia, harga logam mulia ini juga merangkak naik di Indonesia. Harganya kini menembus Rp 450.000 per gram.

Hari ini, Kamis (4/8/2011), Logam Mulia, yang merupakan unit penjualan emas milik PT Aneka Tambang Tbk, merilis harga emas pada Rp 462.000 per gram untuk setiap pembelian 1.000 gram emas alias 1 kg.

Harga emas perhiasan pun naik cukup signifikan. Emas perhiasan 24 karat di Toko Cakra di sentra penjualan emas Cikini, Jakarta Pusat, dijual seharga Rp 457.000 per gram. Padahal, seminggu yang lalu, harga emas 24 karat hanya berkisar Rp 440.000 per gram.

Seperti diberitakan, harga emas dunia terus membubung naik, seiring aksi para investor yang menganggap emas merupakan safe haven, di tengah-tengah kekacauan di pasar finansial. Harga logam mulia ini bahkan sempat menyentuh 1.675,90 dollar AS per troy ounce (1 troy ounce = 31,1 gram). Ini merupakan posisi tertinggi sepanjang perdagangan emas.


Harga emas diperkirakan masih akan tetap naik. Ini akan terjadi sekalipun Pemerintah Amerika Serikat telah menyepakati kebijakan untuk menaikkan pagu utangnya 1,2 triliun dollar AS menjadi 15,5 triliun dollar AS pada beberapa hari lalu.

Ini memang terlihat dari harga emas yang telah memecahkan rekor lagi dengan menyentuh level 1.675,90 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram). Posisi itu merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas. "Meskipun disetujui (pagu utangnya), utang makin lama makin besar," ujar Founder AG Golden Investment Club, Ahmad Gozali, kepada Kompas.com, via telepon, Kamis (4/8/2011).

Ia berpandangan bahwa ini merupakan kebijakan sementara. Bahkan cenderung menumpuk masalah. "Utang makin tinggi, inflasi pun diperkirakan akan tinggi (juga)," tambah dia.

Bahkan, ia melihat kepercayaan publik terhadap perekonomian sejumlah negara Eropa, seperti halnya Italia dan Portugal, terus turun. Negara-negara tersebut dipandang sudah mendekati krisis. "Kekhawatiran orang masih tinggi," ujar dia.

Selain itu, kecenderungan harga emas masih akan tetap naik dengan akan berlangsungnya musim dingin di negara-negara Barat. "(Bulan) Agustus sampai November cenderung naik. Di akhir tahun, Desember minggu-minggu akhir biasanya turun," ujar dia.

Mengapa demikian? Ia menyebutkan biasanya pada musim dingin, kecenderungan masyarakat di negara-negara tersebut banyak berbelanja, sehingga inflasi pun biasanya naik. "Musim dingin juga, kan, ada peningkatan kebutuhan energi," kata dia. Termasuk juga kecenderungan orang untuk berlibur dapat berpengaruh terhadap kenaikan harga emas.

Daftar Investasi Yang Aman dan Menguntungkan Waktu Krisis

Perekonomian global ternyata lebih buruk daripada perkiraan semula. Obligasi terbitan pemerintah tidak memberikan hasil nyata, harga emas amat sangat mahal, dan pasar saham terus melemah. Nah, apa yang harus dilakukan investor? Meminjam frasa dari Watergate, follow the money, temukan siapa yang memegang uang tunai, lalu pergilah ke sana. Tips ini untuk banyak investor dapat berarti obligasi korporasi berperingkat tinggi dan saham pada perusahaan solid.

Bagi investor lain, menanamkan dana di pasar berkembang dengan imbal hasil besar atau tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Itu untuk jangka pendek. Untuk jangka yang lebih panjang, para investor masih menyukai saham yang kinerjanya melampaui obligasi.

Banyak juga investor yang berupaya menyatu dengan badai dengan berinvestasi pada obligasi korporasi yang bagus dan saham jika memiliki arus kas bagus. "Aset pada sektor swasta akan berkinerja lebih baik dibandingkan dengan aset pada sektor publik. Neraca perusahaan jauh lebih jelas dibandingkan dengan neraca negara," ujar Klaus Wiener, Kepala Riset Generali Investments di Cologne.

Banyak investor menyerbu obligasi perusahaan dengan peringkat baik, yang memberikan peringkat lebih tinggi daripada obligasi di negara mereka. Jumlah ini tampaknya akan bertambah jika peringkat Amerika Serikat benar-benar diturunkan. Hal itu mencerminkan, krisis surat utang pemerintah di AS dan Eropa telah mengubah kategori risiko di benak para investor.

Banyak obligasi berimbal hasil tinggi dari negara berkembang sekarang dipandang sebagai investasi yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan obligasi di zona euro. Bahkan, beberapa saham dinilai lebih aman daripada obligasi pemerintah.

Wiener mengatakan, perusahaan terkait sektor energi dan asuransi terlihat merupakan sektor yang memiliki arus kas stabil. Thomson Reuters StarMine memperlihatkan data asuransi gobal dengan rasio utang jangka panjang, dengan ekuitas sebesar 0,41. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan rasio pada sektor finansial yang sebesar 1,52.

Sanjay Joshi, Manajer Portofolio London & Capital Wealth Management menyatakan, menyukai instrumen investasi seperti obligasi korporasi dengan tingkat investasi bagus sebagai pengaman jangka pendek. Dia mencontohkan perusahaan Johnson and Johnson, Wal-Mart, and Tesco.

Aliran dana ke pasar berkembang yang sering dipandang sebelah mata sebagai investasi kini menjadi tempat persinggahan untuk mencari keamanan walaupun terkadang bergejolak juga. Keamanan fiskal di negara berkembang sudah jauh membaik saat ini dan telah menghasilkan buahnya.

Dua instrumen aman, obligasi pemerintah yang berkualitas tinggi dan uang tunai, akhirnya juga tidak dapat memenuhi keinginan investor untuk melindungi mereka dari penurunan ekonomi global dan berbagai krisis. Tingkat suku bunga rendah obligasi pemerintah dari negara maju, dikombinasikan dengan beberapa kasus dengan program pelonggaran kuantitatif dengan mencetak uang, membuat imbal hasil jika memenangi uang tunai tidak dapat diandalkan.

Surat berharga bertenor enam bulan atau lebih rendah dalam denominasi dollar AS, pound, dan yen hanya memberikan imbal hasil kurang dari 1 persen. Euro bahkan lebih rendah. Sementara untuk obligasi, kenaikan inflasi dan permintaan instrumen investasi aman selama berbagai krisis membuat obligasi pemerintah menghasilkan imbal hasil neto yang negatif. Maksudnya, pembelian obligasi saat ini tidak dapat menutupi kenaikan biaya hidup.

Sebagai contoh, obligasi Jerman yang merupakan obligasi paling top di Eropa memberikan imbal hasil 2,4 persen, sama dengan tingkat inflasi, sehingga imbal hasil riilnya nol. Ini pertama kali terjadi setidaknya sejak 1957. Imbal hasil obligasi AS dan Inggris bahkan sudah negatif. Hanya Jepang yang menawarkan imbal hasil positif karena tingkat inflasi Jepang nyaris tidak ada.

Walaupun demikian, investor masih mencari obligasi pemerintah. Sedikit merugi masih bisa diterima, setidaknya untuk saat ini. Emas saat ini juga menjadi incaran investor. Demikian pula Swiss franc yang mencapai rekor terhadap dollar AS dan euro. Kedua aset itu semakin populer dijadikan pengaman pada saat krisis.

Pejabat CCO Citibank Baru Masih Tunggu Persetujuan Bank Indonesia Untuk Bekerja

Country Head dan Chief Country Officer (CCO) Tigor M Siahaan menyebutkan masih akan menunggu persetujuan Bank Indonesia atas pengesahan jabatannya. Selagi menunggu, ia akan melakukan konsolidasi dalam perusahaan perbankan yang berpusat di Amerika Serikat ini.

"Saya sebenarnya masih nunggu BI approval. Secara resminya nunggu itu," ujar Tigor, dalam acara buka puasa dengan Citibank, di Jakarta, Kamis ( 4/8/2011 ) malam.

Pengganti dari Shariq Mukhtar ini, menyebutkan sanksi yang diberikan Bank Indonesia kepada Citibank memang berat. "Dan sanksi itu tentunya sanksi yang berat dan cukup panjang," tambah dia.

Namun, ia menaruh rasa bangga atas dukungan dari nasabah-nasabah yang ada. Ia juga mengaku bahwa bisnis Citibank tetap terus berkembang. "Dan kalau kita result-result kita dalam beberapa bulan, kami cukup memuaskan," ujar dia yang menyebutkan peningkatan dana pihak ketiga terus bertambah dari segala sisi.

Saat ini, seiring dengan diberlakukannya sanksi untuk menambah nasabah Citigold selama satu tahun, ia menyebutkan akan melakukan penetrasi dari nasabah-nasabah yang ada. "Cuma yang ingin lebih kita genjot adalah inovasi-inovasi (dan) layanan-layanan dan solusi kita. Karena inovasi itu adalah very-very important," jelas dia.

Bahkan, lanjut dia, Citibank harus dapat membuat inovasi sebelum nasabah tahu itu ada masalah. Ia menjelaskan itu seperti halnya perkembangan dari produk-produk perangkat elektronik dari Apple. "Ada IPhone, lalu belum masyarakat terpikir ada IPad, ternyata Apple keluarkan IPad," ujar dia. Hal inilah yang akan digenjot oleh Citibank ke depannya.

Perlu diketahui Citibank beberapa waktu lalu telah melakukan kerjasama dengan PT Bank Mega Tbk dalam sebuah joint service agreement. Di mana kedua bank ini akan melayani manajemen kas seluruh gerai Carrefour.

Citibank pun telah mengucurkan dana sebesar 20 juta dollar AS kepada Bank Danamon melalui program Overseas Private Investment Corporation (OPIC). Pinjaman tersebut akan digunakan untuk mendanai usaha pembiayaan mikro bank.

Rupiah Masih Bakal Terus Menguat Kelevel 8000

Ancaman pelambatan perekonomian Amerika Serikat dan kekhawatiran merembetnya krisis keuangan di Benua Eropa diprediksi akan berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pemerintah diminta mencermati kondisi ini dengan saksama.

Kurs nilai rupiah Bank Indonesia, Kamis (4/8/2011), melemah sembilan poin terhadap dollar AS menjadi Rp 8.483 per dollar AS dibandingkan dengan posisi sebelumnya senilai Rp 8.475.

Namun, menurut pengamat pasar keuangan dari Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, pelemahan itu tidak akan lama karena investor saat ini berada di posisi menunggu dan memilih memegang dollar AS dalam bentuk tunai. ”Dari awal tahun, rupiah sudah terapresiasi sekitar 6 persen. Kondisi perekonomian global yang tidak menentu membuat aliran modal ke Indonesia tidak terelakkan karena fundamental ekonomi kita kuat,” kata Lana.

Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, kelesuan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa yang membuat rupiah terus menguat tak perlu dikhawatirkan. ”Dampaknya memang persaingan perebutan pasar ekspor makin ketat. India dan China yang sebelumnya ekspor ke AS bisa saja mengalihkan barangnya ke Asia. Jika spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan Indonesia, maka barang-barang itu perlu diwaspadai,” katanya.

Dia menambahkan, pengusaha harus menyikapi fenomena tersebut dengan memproduksi barang yang lebih kompetitif. ”Kalau tidak, bisa tergilas produk impor,” ujarnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia Benny Soetrisno mengatakan, importir kini menjadi sangat diuntungkan. Eksportir dengan bahan baku impor juga tidak banyak terpengaruh. ”Yang problematis justru industri yang menggunakan bahan baku dalam negeri. Mereka inilah yang sangat terpukul. Sebab, margin keuntungan sangat tertekan. Harga produk pun sulit berdaya saing,” tutur Benny.

Menurut Benny, idealnya pemerintah mengintervensi dengan kebijakan moneter agar nilai tukar mata uang berada di level Rp 9.000-Rp 9.500 per dollar AS. Impor harus dijaga ketat agar pasar domestik tidak kebanjiran produk impor yang sesungguhnya bisa diproduksi di Indonesia.

Menurut Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Ambar Tjahyono, rupiah perlu segera diintervensi. ”Barang-barang yang kami ekspor saat ini adalah pesanan saat kurs Rp 9.000. Artinya, eksportir harus menanggung kerugian yang tidak sedikit,” katanya.

Menurutnya nilai tukar ideal untuk rupiah adalah Rp 10.000-Rp 11.000 per dollar AS. Jika penguatan rupiah terus dibiarkan, impor justru melonjak. ”Barang-barang impor harganya jadi lebih murah. Jadi, mending beli barang impor daripada bikin sendiri,” ujarnya

Tuesday, August 2, 2011

Pemerintah Optimis Nilai Ekspor Indonesia Capai 200 Miliar Dollar AS

Pemerintah yakin dapat mencapai total ekspor baik migas dan non-migas sebesar 200 miliar dollar AS pada tahun 2011. Ini mengingat total kumulatif ekspor selama semester pertama tahun ini telah mencapai hampir setengah dari angka tersebut.

"Pemerintah mengupayakan ekspor tahun ini mencapai 200 miliar dollar AS atau jauh lebih tinggi dari target semula yang ditetapkan pada awal tahun sebesar 168 miliar dollar AS," ungkap Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Selasa (2/8/2011).

Pada semester awal tahun ini, ia menyebutkan perolehan total ekspor telah mencapai 98,6 miliar dollar AS. Angka tersebut naik cukup signifikan sebesar 36 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dari total ekspor tersebut, ekspor non-migas mendominasi dengan perolehan sebesar 79,1 miliar dollar AS pada semester awal ini.

Ia mengaku rasa optimisme tinggi karena biasanya ekspor semester kedua cenderung lebih tinggi dari semester pertama. Ekspor tahunan pun terus bertumbuh rata-rata sebesar 30 persen per tahunnya. "Jika pergerakan ekspor tahunan tumbuh di atas 30 persen maka ekspor tahun ini dapat menembus lebih dari 200 miliar dollar AS," tambah dia.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, di Jakarta, Selasa, juga menyatakan hal serupa. Ia yakin jika ekspor nasional bisa mencapai angka tersebut. "Ekspor dengan angka mendekati 19 miliar dollar AS atau 19 miliar dollar AS sekian itu menunjukkan bahwa peluang kita untuk mencapai (total ekspor nasional sebesar) 180-190 miliar dollar AS atau bahkan mungkin 200 dollar AS tahun ini bisa saja tercapai. Walaupun impor juga meningkat tapi tetap surplus neraca perdagangan kita," ujar Hatta.

Indonesia Harus Menjadi Negara Niaga

Jauh sebelum kewalahan menghadapi pembengkakan subsidi bahan bakar minyak, pakar ekonomi Prof Dr Jusuf Panglaykim atau Jusuf Elka Pangestu menyatakan, era ekspor minyak akan berakhir dan Indonesia harus meningkatkan ekspor komoditas nonmigas. Indonesia yang kaya sumber daya alam juga harus menjadi negeri niaga yang dibutuhkan semua negara karena memiliki keunggulan-keunggulan komparatif.

Demikian benang merah bedah buku Prinsip-prinsip Kemajuan Ekonomi karya Jusuf Panglaykim (1922-1986) yang dibahas oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah dan ekonom Universitas Airlangga, Surabaya, Tjuk Kasturi Sukiadi, dengan moderator ekonom Prasetiya Mulya Business School, Djisman Simanjuntak, di Jakarta, Selasa (2/8/2011). Peluncuran buku dihadiri Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, ekonom senior, dan para pengusaha.

Menperdag, anak Panglaykim, mengungkapkan, buku ini berisi karangan almarhum yang pernah dimuat di sejumlah media massa. Mari memaparkan dua alasan penerbitan buku, yakni Panglaykim memiliki cakrawala pemikiran yang luas hasil pengamatannya sebagai akademisi dan praktisi usaha serta pesan-pesan yang ditulis lebih dari seperempat abad lalu masih relevan dengan kondisi saat ini. ”Salah satu tulisan, misalnya, beliau membahas tentang cara meningkatkan industrialisasi melalui rekayasa keunggulan komparatif,” ujarnya.

Menurut Djisman, Panglaykim memimpikan Indonesia menjadi negeri niaga yang mampu menghasilkan banyak produk, termasuk karya manusia, yang dibutuhkan negara lain. ”Bukan negeri saudagar semata,” ujarnya.

Kepakaran akademis yang diperkuat pengalaman lapangan sebagai pengusaha membuat Panglaykim mampu membangun jembatan pemikiran antara makro dan mikro. Hal ini yang membuat peraih gelar doktor ekonomi UI tahun 1963 tersebut merancang konsep Indonesia Incorporated pada tahun 1980-an demi memajukan perekonomian nasional.

”Masalah inefisiensi birokrat ternyata sudah menjadi masalah sejak lama. Panglaykim menekankan pentingnya peralihan otoriteratif birokrat menjadi kreatif birokrat,” ujarnya.

Kekayaan alam Indonesia semestinya tidak melenakan semua pihak. Menurut salah seorang murid Panglaykim, Tjuk Kasturi, Panglaykim sangat mengagumi Jepang dan Korea Selatan yang mampu membangun perekonomian berbasis keunggulan sumber daya manusia.

”Oleh karena itu, dia selalu menginginkan agar proses pengolahan sumber daya alam dengan teknologi industri untuk penciptaan nilai tambah terjadi di Indonesia, bukan di luar negeri,” ujarnya.

Tjuk Kasturi menceritakan, dalam sebuah seminar di Surabaya, seorang pembicara asal Korea Selatan mengimbau Indonesia cukup mengekspor kayu bulat dan proses pengolahannya dikerjakan di Korea Selatan.

Saat itu, Panglaykim langsung naik pitam dan meminta agar pembicara tersebut tidak membodohi rakyat Indonesia seraya menyatakan, harus ada alih teknologi untuk penciptaan nilai tambah produk kayu asal Indonesia

Sumatera Utara Adalah Provinsi Pengekspor Nomor 1 Di Indonesia

Nilai ekspor komoditas produk pertanian di Sumatera Utara pada Juni 2011 mencapai angka tertinggi. Peningkatan terutama terjadi pada perdagangan karet dan barang dari karet, minyak sawit mentah, kopi, teh, rempah-rempah, serta tembakau. Beberapa komoditas itu juga mengalami p eningkatan volume. Nilai ekspor dimungkingkan akan meningkat lagi.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Utara, Suwarno Senin (1/8/011) mengatakan nilai ekspor produk pertanian meningkat 69,63 persen atau 1,24 miliar dollar menjadi 2,11 miliar dollar pada semester satu tahun ini dibandingkan semester yang sama tahun lalu.

Ekspor minyak sawit mentah pada semester pertama tahun ini mencapai 742.445 dollar AS, naik 69,72 persen dibandingkan ekspor pada periode yang sama tahun lalu yakni 437.451 dollar AS. Sedangkan volumenya naik 13,47 persen.

Sedangkan nilai ekspor lemak dan minyak nabati pada semester pertama tahun ini sebanyak 2.121 juta dollar AS atau naik 55,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu senilai 1.365 juta dollar AS.

Nilai ekspor karet dan produk karet juga meningkat. P ada semester pertama tahun ini mencapai 1.889 juta dollar AS, naik hampir 70 persen dibandingkan nilai ekspor semester pertama tahun lalu yang hanya 1.112 juta dollar AS.

Adapun nilai penjualan kopi, teh, rempah-rempah juga meningkat 68,82 dibandingkan penjualan semester pertama tahun lalu sebesar 138.866 dollar AS. Sementara ekspor tembakau pada bulan Juni naik 20,33 persen dibandingkan ekspor bulan Mei yakni sebesar 22,832 juta dollar AS dari 18,974 juta dollar AS.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumut Eddy Irwansyah mengakui terjadinya peningkatan nilai ekspor karet yang signifikat. Kenaikan nilai terjadi terutama karena peningkatan harga karet mentah seiring membaiknya perekonomian di negara-negara produsen otomotif seperti Jepang, AS, dan China. Harga karet bahkan pernah menyentuh angka 5,7 dollar AS per kilogram.

Secara harga memang meningkat, namun secara volume peningkatannya masih relatif rendah, tutur Eddy. Meskipun nilai ekspor meningkat, kata Eddy, pengusaha tetap menjerit sebab modal kerja meningkat.

Sementara Sekretaris Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Sumut Timbas P Ginting mengatakan memang ada kecenderungan kenaikan ekspor, namun tidak banyak. Harga CPO masih sekitar Rp 8.600 per kilogram. Dulu pernah menyentuh Rp 11.000 per kilogram. Kita tunggu nanti setelah Lebaran, harga dimungkinkan akan membaik, kata Timbas.

Di tingkat petani, kenaikan ekspor itu belum terlalu dirasakan. Marnatal Napitupulu, keluarga petani kelapa sawit dari Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu mengatakan harga sawit di tingkat petani masih Rp 1.200 per kilogram, sedangkan karet Rp 9.000 per kilogram. Harga masih biasa saja, kata Marnatal. Harga sawit di tingkat petani tertinggi pernah menyentuh Rp 1.600 hingga Rp 1.800 per kilogram.

Ekspor Kopi Indonesia Meningkat Tajam Dan Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Komoditi kopi mengalami pertumbuhan ekspor yang terbesar di antara sepuluh produk utama non-migas. Sementara itu, komoditi kakao justru mengalami kondisi yang berbeda dengan menjadi satu-satunya komoditi yang mengalami penurunan selama semester pertama tahun 2011.

"Dilihat dari komoditasnya maka dapat disampaikan bahwa sepuluh produk utama kita itu ada di tabelnya di depan kita ini. Semua bertumbuh cepat, terutama yang luar biasa itu adalah kopi," ujar Wakil Menteri Perdagangan, Mahendara Siregar, di Jakarta, Selasa (2/8/2011).

Ia menyebutkan nilai ekspor kopi tumbuh mencapai 116,8 persen. Kenaikan yang signifikan ini disebabkan oleh naiknya volumenya sebesar 53 persen. Begitu juga dengan harga yang naik lebih dari 40 persen. "Jadi, untuk kopi ini suatu pembalikan yang luar biasa dari angka di (tahun) 2010 yang anjlok dibandingkan tahun sebelumnya," ujar dia.

Kebalikan dengan pencapaian komoditi kopi, komoditi kakao justru mengalami penurunan nilai ekspor. Ini disebabkan volume ekspor biji kakao turun sebesar 36 persen. Namun demikian, ekspor olahan kakao malah meningkat tajam sebesar 103 persen. "Sehingga bisa dikatakan dalam konteks itu, maka kebijakan pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri perkakaoan itu tercapai dengan baik," jelas dia terhadap angka tersebut.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor non-migas naik 33,2 persen selama semester awal ini. Pertumbuhan produk industri tumbuh cukup besar yang mencapai 27,5 persen. Sedangkan produk pertambangan dan pertanian hanya tumbuh sebesar 5,1 persen dan 0,7 persen.

Monday, August 1, 2011

Produk Indonesia Kini Masuk Pusat Perbelanjaan Elit Di Inggris

Berbagai produk Indonesia masuk "departement store" terkemuka di Inggris, Harrods, dalam rangka promosi mulai 31 Juli-27 Agustus 2011.

Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, melalui keterangan pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Minggu, mengatakan produk Indonesia yang diperjual-belikan di Harrods merupakan produk berkualitas tinggi, sesuai dengan tema pameran "Remarkable Indonesia."

"Jika kita melakukan promosi dan penjualan produk di Harrods, ini berarti kita bukan hanya merambah Inggris dan Eropa, namun telah merambah dunia," kata Mari.

Toko terbesar itu dikunjungi lebih dari 13 juta pengunjung per tahun baik dari Inggris maupun turis mancanegara.

Pada pameran tersebut Indonesia menampilkan produk yang sudah diseleksi yaitu mebel dari rotan, kerajinan tangan berupa keramik, barang pecah belah, kerajinan tembaga dan aluminium, kipas, kerajinan kayu, wayang, natural goni, serta perhiasan berbasis mutiara dan perak.

Selain itu, juga dipamerkan produk fesyen yang terdiri dari syal, tas, baju, selendang batik, legging lycra, sarung batik indigo, kain yang dicelup, batik, dan pakaian, serta kertas daur ulang, dekorasi rumah, alat tulis, perlengkapan makan, lampu, dan perabotan lainnya.

Produk-produk tersebut dipilih berdasarkan kategori natural, "renewable," dan "recycle."

Pada pameran tersebut juga dipromosikan kuliner Indonesia seperti nasi goreng, sate lilit, dan kopi tubruk.

"Kuliner Indonesia sudah sepantasnya dikenalkan secara lebih agresif dan intensif karena kekayaan dan cita rasa yang sangat khas. Diplomasi kuliner sangat tepat untuk dimulai sekarang sehingga dapat merambah ke diplomasi lainnya", lanjut Mendag.

Pada kesempatan itu juga Mendag memimpin pertemuan dengan pebisnis kedua negara. Dari Indonesia ikut BNI (perbankan), PT Musim Mas (chemical & biodiesel), Asia Pulp and Paper (pulp dan kertas), PT Gajah Tunggal (ban), PT Timah (timah), PT. Sekar Laut (makanan olahan), PT Dewhirst Indonesia (produk pakaian), UC Silver Jewelry.

Inggris merupakan salah satu negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia. Selama 2006-2010, nilai ekspor Indonesia ke negara itu tumbuh rata 3,24 persen dan ekspor pada 2010 mencapai 1,69 miliar dolar AS.

Pendapatan Water Byur Kabupaten Bantul Rp42 Juta Dalam Sehari

Pendapatan dari penjualan tiket pengunjung wisata air "water byur" Tirta Tamansari di Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperkirakan mencapai Rp42 juta dalam sehari saat berlangsung tradisi "padusan", sehari menjelang Ramadhan.

Pengelola taman wisata air Tirta Tamansari Bantul Dyah Novi di Bantul, Senin, mengatakan, pendapatan dari penjualan tiket saat "padusan" atau tradisi membersihkan diri dengan cara mandi sebesar itu, untuk sekitar 7.000 pengunjung selama sehari pada Minggu (31/7) lalu.

"Kami memang menargetkan kunjungan sebanyak 7.000 orang saat `padusan`, dengan tiket seharga Rp6.000 per orang. Tiket ini sudah termasuk paket mandi di kolam renang, dan bermain di `water byur`," katanya.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan hari biasa, pendapatan itu melonjak drastis, karena pada hari biasa jumlah pengunjung hanya 200 hingga 300 orang sehari, dengan pendapatan Rp1,2 juta.

"Khusus untuk tradisi `padusan`, kami membuka wisata air lebih lama atau mulai pukul 06.30 hingga pukul 17.30 WIB, sedangkan pada hari biasa dari pukul 07.00 sampai pukul 17.00 WIB," katanya.

Ia mengatakan pendapatan dari penjualan tiket saat "padusan" menjelang Ramadhan 2011 lebih besar jika dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu, karena pengunjungnya sebanyak 6.000 orang.

"Padusan tahun lalu tidak bertepatan dengan hari libur, kalau tidak salah Jumat, berbeda dengan padusan tahun ini yang bertepatan dengan hari libur yaitu Minggu, sehingga pengunjung lebih banyak," katanya.

Dyah mengatakan pada awal Ramadhan 2011 pihaknya tidak menerima kunjungan yang ingin berwisata air selama tiga hari, karena waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk membersihkan dan menguras kolam renang.

"Kami setidaknya butuh waktu tiga hari untuk membersihkan, menguras hingga mengisi kolam, dan wisata air akan siap dibuka kembali pada Kamis mendatang," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pada Ramadhan jumlah pengunjung akan menurun drastis, atau hanya 20 hingga 30 orang, yang sebagian besar anak-anak.

"Saat Ramadhan, wisata air sedikit pengunjung, namun sepekan menjelang Lebaran biasanya mulai meningkat, dan melonjak lagi pada libur Lebaran," katanya.

Menurut dia, Tirta Tamansari Bantul berada di tanah seluas 1,5 hektare yang terdiri atas tiga kolam, yakni satu kolam kecil untuk anak-anak, kolam besar untuk remaja hingga dewasa, dan kolam "water byur".

"Untuk penjagaan di sekitar pantai, kami melibatkan tiga orang `safety guard` pada hari biasa, namun jika bertepatan dengan `padusan` atau hari libur, ditambah menjadi delapan hingga 15 orang," katanya

Sumatera Utara Mengalami Inflasi Sebesar 0.93 Persen Juli 2011

Sumatera Utara selama bulan Juli mengalami inflasi 0,93 persen. Angka ini lebih tinggi dari angka inflasi nasional bulan Juli sebesar 0,67 persen. Inflasi kumulatif Sumut tahun ini mencapai 1,93 persen lebih tinggi dari angka nasional 1,74 persen.

Sedangkan inflasi year on year mencapai 3,86 persen, lebih kecil dari angka nasional 4,61 persen. Inflasi kumulatif Sumut relatif kecil karena selama tujuh bulan di tahun 2011, empat bulan diantaranya yakni di bulan Februari, Maret, April, Mei, Sumut mengalami deflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Suwarno, Senin (1/8) mengatakan di Kota Medan, komoditas penyumbang inflasi adalah daging ayam ras yang naik 13,82 persen, tarif angkutan udara yang naik 19,98 persen, dan nasi yang naik 4,55 persen. Selain itu bawang merah (naik 17,82 persen), ikan dencis (6,85 persen), daging sapi (6,79 persen) dan telur ayam ras (5,72 persen).

Sedangkan kota-kota di Sumut yang laju inflasi kumulatifnya tertinggi adalah Pematang Siantar (1,59 persen) dilanjutkan Medan (1,31 persen), Sibolga (0,89 persen), dan Padangsidimpuan (0,68 persen)

Inflasi Di Jakarta Bulan Juli 2011 Naik 0.61 Persen

Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mengumumkan inflasi DKI Jakarta untuk Juli naik 0,61 persen. Angka ini masih termasuk moderat, karena menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi, namun masih diterima oleh daya beli masyarakat.

Kenaikan inflasi ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga beras (0,2584 persen), daging ayam ras (0,1227 persen), emas perhiasan (0,0483 persen), telur ayam ras (0,0426 persen), kontrak rumah (0,0210 persen), rokok kretek filter (0,0148 persen), buku tulis bergaris (0,0125 persen), dan seragam sekolah anak (0,0109 persen).

"Dengan kenaikan ini, maka Jakarta menempati urutan ke 44 secara nasional," kata Kepala BPS DKI Jakarta Agus Suherman, Senin (1/8). Sementara kota dengan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari (2,56 persen), dan yang terendah Banjarmasin (0,03 persen).