Sunday, August 30, 2020

Hanson International Tbk Dinyatakan Bangkrut Karena Gagal Bayar Asuransi Jiwasraya

 PT Hanson International Tbk, perusahaan Benny Tjokrosaputro, tersangka kasus gagal bayar Jiwasraya, dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pernyataan pailit merupakan hasil sidang permusyawaratan hakim yang digelar pada 12 Agustus 2020.

Hal itu disampaikan dalam surat laporan informasi atau fakta material putusan pailit yang disampaikan perusahaan kepada pemegang saham melalui keterbukaan informasi, dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (31/8).

Sekretaris Perusahaan Hanson Rony Agung Suseno mengatakan, bersamaan dengan informasi mengenai kelanjutan proses Penundaan dan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Hanson International, berdasarkan sidang di PN Jakarta Pusat memutuskan, yaitu pertama, menyatakan PKPU Hanson International selaku termohon berakhir.

Kedua, menyatakan Hanson International selaku termohon PKPU/debitur pailit dengan segala akibat hukumnya. Putusan sidang telah diumumkan oleh kurator pada 21 Agustus 2020.

"Atas putusan tersebut, perseroan akan melakukan langkah-langkah dan upaya hukum sesuai dengan UU 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang," ujarnya.

Emiten berkode MYRX tersebut adalah induk dari banyak perusahaan, di antaranya PT Mandiri Mega Jaya, PT Binadaya Wiramaju, dan PT De Petroleum International. MYRX sendiri bergerak di bidang properti.

Benny Tjokrosaputro dalam hal ini merupakan pendiri Hanson. Ia adalah cucu dari pendiri grup usaha Batik Keris, Kasom Tjokrosaputro.

Nama Benny atau dikenal Bentjok tidak asing di kalangan investor pasar modal. Ia semakin dikenal setelah terseret dalam skandal investasi yang menyeret BUMN PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Saturday, August 29, 2020

5 Cara Beli Rumah Murah Kemudian Menikah di Tengah Pandemi Corona

 Pandemi virus corona telah mengubah gaya hidup serta cara masyarakat beraktivitas. Istilah work from home (WFH) pun kian lumrah di telinga.

Bagi sebagian pekerja, pandemi corona mengharuskan segalanya dikerjakan dari rumah. Tak jarang, kamar sepetak harus dialihfungsikan menjadi kantor, ruang rapat, dan tempat beristirahat.

Tak ayal, banyak pekerja yang mulai melirik tempat tinggal baru yang lebih luas dan mulai meninggalkan perumahan di pusat kota. Namun, apa saja yang harus diperhatikan sebelum memutuskan membeli hunian baru?

Berikut adalah tip untuk mendapatkan deal hunian terbaik di engah pandemi corona.

1. Cek Kesehatan Keuangan

Hal pertama yang harus dilakukan calon pembeli properti ialah membedah kemampuan finansialnya. Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning Lusiana Darmawan menyebut idealnya total cicilan KPR dan utang lainnya tak melebihi 35 persen dari pendapatan. Oleh karena itu, penting untuk mengecek rasio-rasio utama keuangan.

Jika rasio pendapatan berbanding beban tak sesuai, sebaiknya tahan pembelian hunia. Apalagi, di tengah pandemi covid-19.

2. Tentukan Fungsi Hunian

Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI) Wendy Haryanto menekankan sebelum melakukan pembelian, tentukan lebih dulu fungsi dari hunian Anda. Apakah akan dijadikan tempat tinggal permanen, atau akan disewakan nantinya.

Sebab, dengan mengetahui fungsi hunian, Anda dapat membuat keputusan yang tepat soal lokasi.

"Penting juga untuk mengetahui apakah yang akan dibeli ini akan dihuni langsung atau hanya akan disewakan nantinya. Karena akan beda jenis yang dicari," ungkap Wendy.

Contoh sederhana, jika hunian bertujuan untuk disewakan, maka Anda harus memperhatikan jarak hunian yang dipilih dari pusat kota. Sebab, perumahan atau apartemen yang berada di jantung kota akan lebih mudah menggaet peminat.

Belum lagi soal infrastruktur dan konektivitas transportasi. Jika fasilitas penunjang tak dimiliki, pembelian mungkin tak cocok dilakukan.

Tapi, jika hunian diambil untuk keperluan pribadi, maka masalah lokasi, infrastruktur, dan fasilitas penunjang lainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Untuk mereka yang bekerja dari rumah dan tak suka hiruk pikuk kota disarankan untuk membeli di daerah suburban.

Selain lebih murah, kualitas hidup pun bisa jadi jauh lebih tinggi.

3. Cek Fasilitas yang Disediakan

Setiap calon pembeli tentu ingin mendapatkan harga dan kualitas hunian terbaik. Maka, jangan terburu-buru memutuskan selama belum melakukan survei yang memadai.

Jangan hanya tergiur dengan harga murah hunian yang ditawarkan. Kalau tak dilengkapi dengan fasilitas yang dibutuhkan, bisa jadi dompet Anda jebol untuk membayar pengeluaran rutin.

Misal saja, untuk pekerja yang mengandalkan transportasi umum, tanyakan fasilitas transportasi yang tersedia kepada pengembang. Perumahan yang paling ideal adalah yang terintegrasi secara sempurna dengan transportasi massal dengan konsep TOD. Salah satunya adalah perumahan Modernland Cilejit yang berada dikawasan Serpong. Tak semua hunian menyediakan semua fasilitas yang diinginkan, namun pastikan fasilitas pokok yang dibutuhkan dapat terpenuhi. Apalagi untuk hunian murah yang jauh dari pusat kota.

"Penting untuk diperhatikan, karena ini biasanya agak jauh dari pusat ekonomi, supaya para penghuni mendapatkan opsi untuk dapat beraktivitas di dalam area itu, security, lahan hijau atau taman, fasilitas publik seperti area komersil yang disediakan," kata Wendy.

4. Pilih Pengembang Bereputasi Baik

Secara prinsip, setiap unit hunian memiliki prinsip yang sama, pastikan developer (pengembang) properti yang dipilih memiliki rekam jejak yang bagus.

Karena, reputasi pengembang biasanya bergerak searah dengan kualitas hunian yang ditawarkan. Mereka yang memiliki reputasi baik akan berusaha untuk menjaga nama baiknya. Ini termasuk soal menyelesaikan proyek dan mempertahankan misi serta visi perusahaan.

Lusi menyebut, reputasi pengembang dapat dicek secara daring di situs web PUPR 

5. Teliti Ketentuan Pembelian

Jangan tergiur dengan iklan bombastis dan rayuan pengembang. Jika tak teliti, bisa jadi calon pembeli malah gigit jari. Sebelum membubuhkan tanda tangan, pastikan Anda menanyakan segala pertanyaan teknis dan teliti setiap klausal pembelian. Jangan sampai ada yang terlewat.

Ini termasuk soal bunga cicilan. Kerap kali, pengembang tak merinci segala beban yang harus ditanggung pembeli. Soal bunga cicilan, menurut Wendy sulit untuk mematok persentase angka pantas, namun cicilan bunga seharusnya tak terlalu memberatkan. Jika terlalu besar, bisa jadi yang dibayarkan kemahalan.

Lusi memperingatkan untuk meneliti panjar (down payment/DP) yang ditawarkan. Jangan terlena dengan diskon awal pembayaran karena sering kali pengembang memberikan keringanan cicilan untuk 1-2 tahun pertama.

Selanjutnya Anda dikenakan biaya aslinya yang bisa jadi tak seimbang dengan kemampuan finansial Anda.

"DP rendah artinya cicilan per bulan akan lebih besar. Lalu promo bayar bunga saja 2 tahun pertama, artinya setelah itu akan dihadapkan dengan cicilan bunga dan pokok," katanya.

Karenanya, mintalah bank untuk membuat simulasi KPR setelah masa promo berlaku atau setelah bunga menjadi normal untuk memastikan pendapatan masih mencukupi untuk bayar cicilan.

Pastikan memilih lembaga pembiayaan/penyedia dana pinjaman yang terpercaya jika mengajukan KPR. Pelajari semua syarat yang harus dipenuhi. Perhatikan ketentuan bunga, seperti fixed rate hingga berapa lama pembayaran, acuan suku bunga floating, penalti untuk pelunasan lebih awal, dan ketentuan teknis lainnya.


Bandara Internasional Yogyakarta Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga Dua Digit

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan bahwa keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta mampu membangkitkan industri hotel dan restoran di wilayah itu.

"Bandara Internasional Yogyakarta menjadi salah satu pemicu tumbuhnya bisnis perhotelan dan restoran di wilayah Kulon Progo, seiring dengan makin beragamnya fasilitas dan layanan yang dapat menjadi pilihan masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Sabtu.

Ia mengatakan, salah satu persoalan sektor pariwisata di Kulon Progo adalah lama tinggal wisatawan yang masih minim atau idak lebih dari satu hari, sehingga dirasa kurang mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Dengan demikian, persoalan lama tinggal (long stay) mulai  dapat teratasi, karena dengan fasilitas yang baik akan membuat wisatawan lebih betah tinggal lebih lama," kata Joko Mursito.

Selain itu, lanjut Joko Mursito keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta para turis  juga  dapat memanfaatkan potensi lokal sebagai destinasi wisata di Kulon Progo.

Pertumbuhan objek wisata berbasis kemandirian masyarakat berkembang pesat, sedikitnya ada 30 objek wisata, selain objek wisata yang dikelola oleh pemkab. Pertumbuhan objek wisata ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di wilayah ini.

"Namun demikian, masih banyak destinasi wisata yang harus berbenah dengan bertambahnya volume dan intensitas kunjungan," katanya.

Ia mengatakan khusus di Pantai Glagah, ada penambahan aksen daya tarik karena saat ini sudah mulai banyak wisatawan yang datang ke Glagah untuk melihat pesawat "landing" maupun "take off".

Dinas Pariwisata koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo menyiapkan pelebaran dan perbaikan jalan dari Pasar Plono menuju Nglinggo dan tembus D'Loano.

"Tahun 2021, ada pembangunan Plaza Kuliner di Glagah dan penambahan sarana dan prasarana  pendukung protokol kesehatan," katanya.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga menyiapkan sumber daya manusia bidang pariwisata supaya lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kulon Progo.

Untuk itu, Dinas Pariwisata memberikan pelatihan untuk pengelola destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata agar paham penerapan protokol kesehatan. Selanjutnya, membangun sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

"Kami juga merangsang kreativitas pengelola agar ada penguatan dan ikon di masing-masing destinasi wisata. Sehingga ke depan menu kunjungan lebih variatif dan inovatif," katanya.

Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarya, Sutedjo memperkirakan pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) mampu mendongkrak pertumbuhan bisnis dan ekonomi di wilayah ini hingga di atas dua digit.

Sutedjo di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan sebelum 2018 pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo berkisar antara 4 persen hingga 5,2 persen, tapi dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta bisa tumbuh menjadi 11,3 persen pada 2018 atau di atas DIY yang pertumbuhannya sebesar 7 persen.

Selanjutnya, pada 2019 pertumbuhan ekonomi sebesar 10,83 persen, sedangkan pada masa pandemi COVID-19 ini tetap pada pertumbuhan ekonomi yang mengarah positif.

"Kabupaten Kulon Progo sebelumnya tercatat sebagai daerah angka kemiskinannya lebih tinggi dari lima kabupaten/kota di DIY. Namun sejak 2018, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo yang berada di atas dua digit atau tertinggi di DIY," kata Sutedjo.

Ia menjelaskan pada awal pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Kulon Progo sebagai lokasi pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, banyak penolakan warga yang tidak merelakan lahannya untuk pembangunan bandara. Namun setelah dilihat dalam perkembangannya, banyak dampak positif yang didapat oleh masyarakat.

Meski begitu, Pemkab Kulon Progo memiliki pekerjaan berat dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha atas pengoperasian  Bandara Internasional Yogyakarta. Masyarakat harus mampu menangkap peluang adanya bandara untuk berusaha sesuai kemampuan dan potensi lokal.

Ia berharap masyarakat jangan hanya menjadi penonton, namun dengan harus mampu menangkap peluang usaha.

"Kami selalu mengajak dan mengingatkan masyarakat Kulon Progo memanfaatkan Bandara Internasional Yogyakarta sebagai potensi untuk menangkap peluang di semua sektor sesuai kemampuan. Jangan jadi penonton," katanya.

Kabag Perekonomian Setda Kulon Progo Adnan Widodo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada masa pandemi COVID-19 masih positif berkisar di atas 3 persen meski di DIY pada triwulan pertama minus 0,17 persen.

Ia mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi di atas 30 persen, yakni pada 2019 pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 7,51 persen, sedangkan di Kulon Progo mencapai 10,84 persen, sedangkan pada triwulan pertama di DIY minus 0,17 persen atau turun 7,68 persen.

Ia mengatakan penurunan pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 ini disebabkan berhentinya pembangunan infrastruktur dalam mega proyek di Kulon Progo, seperti perhotelan hingga pembangunan jalur kereta bandara, serta proyek infrastruktur daerah yang anggarannya terkena refocusing untuk penanganan COVID-19.

"Pada triwulan ketiga III 2020 proyek infrastruktur mulai berjalan kembali. Kami berharap mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo supaya tidak minus," katanya.

Adnan juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Kulon Progo bisa diproyeksikan positif dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Program bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT), hingga bantuan sosial lainnya dapat mempertahankan daya beli masyarakat pada masa pandemi COVID-19.

"Kami optimistis berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat hingga kabupaten dapat menstabilkan daya beli masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat positif, begitu juga laju inflasi dapat dikendalikan," katanya.

Namun, beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta belum sepenuhnya mampu memulihkan pertumbuhan pada sektor jasa transportasi.

"Meskipun jumlah penumpang  atau pengguna jasa penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta sudah terjadi lonjakan, namun belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, karena jasa transportasi belum berkembang sesuai harapan," katanya.

Friday, August 28, 2020

Pengusaha Ogah Lakukan Swab Test Tanpa Mendapatkan Subsidi

 Pengusaha berharap pemerintah bisa memberikan subsidi penyelenggaraan swab test kepada pekerja pabrik di tengah maraknya kasus positif virus corona (Covid-19) di lingkungan industri.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan kebijakan subsidi diperlukan karena kasus covid di industri merupakan sebuah dilema. Sebab, apabila pabrik tidak berjalan, beban dunia usaha semakin berat.

Sementara pemerintah pun ingin dunia usaha mulai beraktivitas agar bisa berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian. Namun, di sisi lain, pembukaan pabrik memunculkan kasus-kasus baru dan membutuhkan dana untuk penanganan, seperti disinfeksi dan swab test.

"Kami tentu bersyukur kalau pemerintah mau memberikan untuk swab test. Sampai saat ini belum ada, tapi kami berharap ke depan rasanya perlu," ujar Sarman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/8).

Tak hanya subsidi swab test, Sarman menilai apabila nanti vaksin Covid-19 sudah ditemukan, pemerintah diharapkan juga memberikan prioritas distribusi vaksin ke pekerja pabrik. Sebab, mereka merupakan motor penggerak ekonomi Tanah Air.

"Tentu nanti akan ada prioritasnya siapa dulu, mungkin yang ada di zona merah dulu, lalu daerah yang paling berperan terhadap ekonomi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan sebagainya. Tapi perlu juga ke pekerja pabrik atau pelaku industri, ini patut dipertimbangkan jadi sasaran prioritas vaksin," tuturnya.

Lebih lanjut, Sarman mengatakan dunia usaha sejatinya terus menjalankan protokol kesehatan pencegahan dan penanganan Covid-19 yang ketat di lingkungan pabrik. Misalnya, melakukan penyemprotan disinfektan kepada pekerja sebelum masuk ke kawasan pabrik.

Kemudian, selalu mengingatkan pekerja untuk menjalankan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara berkala. Hanya saja, aktivitas pekerja mau tidak mau bukan hanya tanggung jawab perusahaan.

Sebab, begitu ke luar pabrik, masing-masing pekerja menjalani kehidupannya masing-masing di lingkungan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan penerapan protokol kesehatannya.

"Dengan begitu, kami harap pekerja bisa lebih disiplin untuk juga menerapkan protokol kesehatan di luar pabrik. Pemerintah daerah juga perlu memperketatnya di ruang-ruang publik," katanya.

Sarman pun mengatakan dampak tingginya kasus positif virus corona tentu akan mempengaruhi produktivitas dan pendapatan perusahaan. Hanya saja, besarannya tergantung dengan seberapa banyak pekerja yang terpapar, lama penutupan pabrik, dan lainnya.

6 Ribu Mobil Mewah Di Aceh Rela Dipasangi Stiker Agar Dapat Subsidi Untuk Orang Tidak Mampu

 Sekitar 6000-an kendaraan roda empat keluaran terbaru di Aceh yang ingin mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar, rela diberi tanda stiker BBM bersubsidi.

Program stickering (pemasangan stiker) BBM bersubsidi ini merupakan program Pemprov Aceh yang bertujuan untuk mencegah konsumsi BBM berlebihan. Dalam program ini rata-rata mobil yang ditempel stiker yaitu merek Toyota Kijang Innova Reborn, Honda Jazz hingga Pajero Sport.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo menyebutkan, selama sepekan terakhir jumlah kendaraan pengguna BBM bersubsidi yang ditempel stiker di Aceh mencapai 74.049 unit.

Untuk yang khusus premium terpasang di 29.359 unit, sedangkan untuk pengguna BBM jenis solar sebanyak 44.690 unit. Namun, dari jumlah itu, ada sekitar 2 ribuan pemilik kendaraan mewah keluaran terbaru yang turut mencicipi premium dan 4 ribu unit lainnya yang menggunakan solar bersubsidi.

"Sekitar 2 ribuan pemilik kendaraan mewah tetap rela memasang stiker yang bertuliskan 'Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu' itu. Diantaranya mobil jenis Toyota Innova dan Honda Jazz. Sedangkan stiker solar, sekitar 4 ribuan terpasang di kendaraan modern masa kini seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Innova," kata Roby Hervindo kepada wartawan, Jumat (28/8).

Pun, kata dia, berkat program stiker ini adapula sebagian pengguna kendaraan mewah yang dulu menggunakan BBM bersubsidi, kini urung dipasangi stiker. Mereka beralih pakai Pertalite, Pertamax, Dex atau Dexlite.

Ia menilai program ini berdampak pada konsumsi BBM. Dalam sepekan masa sosialisasi dan pemasangan stiker, tercatat penyaluran premium dan solar subsidi mengalami penurunan.

Konsumsi rata-rata harian premium pada tanggal 19 hingga 25 Agustus mencapai 454 ribu liter, turun dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 456 ribu liter.

Sebaliknya, konsumsi BBM berkualitas menunjukkan peningkatan. Konsumsi rata-rata harian Pertalite mencapai 1.083.000 liter per hari. Meningkat dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 1.039.000 liter. Pertamax juga naik, sebanyak 264 ribu liter per hari dibanding harian normal bulan Juli yang mencapai 234 ribu liter.

Kenaikan konsumsi ikut terjadi pada Dexlite. Pada sepekan pelaksanaan sosialisasi, konsumsinya mencapai 30 ribu liter per hari. Naik dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 15 ribu liter. Untuk Dex, konsumsi sebanyak 4 ribu liter per hari, sedangkan harian normal bulan Juli sebanyak 3 ribu liter.

Program pemasangan stiker BBM subsidi di Aceh menargetkan bisa memasang stiker pada 156 ribu kendaraan roda empat di Provinsi Aceh.

 Pemerintah Daerah Aceh memberikan tanda pada 156 ribu kendaraan roda empat di Provinsi Aceh yang menggunakan BBM bersubsidi seperti biosolar dan premium. Tanda berbentuk stiker bertuliskan 'kendaraan pengguna premium' yang ditempel pada kendaraan.

Stikering ini bertujuan untuk menghindari konsumsi BBM yang melebihi kuota.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan bahwa pihaknya turut mengawasi dan menjaga kuota BBM Premium dan BBM Subsidi Biosolar yang telah ditetapkan oleh BPH Migas.

"Selanjutnya Pemerintah Aceh bersama Pertamina menerapkan program 'Stiker BBM Bersubsidi'. Melalui program ini, kendaraan roda empat yang mengkonsumsi Biosolar dan Premium wajib ditempeli stiker sebagai alat kontrol," ujar Nova, Rabu (19/8).

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Aceh menerbitkan Surat Edaran Gubernur Provinsi Aceh nomor 540/9186 tahun 2020 tentang Program Stikering pada kenderaan sebagai strategi untuk penyaluran jenis bahan bakar minyak tertentu dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) yang tepat sasaran.

Program 'Stiker BBM Bersubsidi' ini, kata Nova, tidak menambah aturan baru. Program ini memperkuat Perpres Nomor 43 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Unit Manager Comm, Rel dan SCR Mor I Pertamina, Roby Hervindo menyebutkan ada sekitar 156 ribu stiker yang bakal ditempel di kendaraan roda empat, yang khusus menggunakan BBM bersubsidi.

"Total sekitar 156 ribu stiker, itu selama sosialisasi selama 7 hari ke depan. Jadi hanya yang tertempel stiker bbm bersubsidi yang akan dilayani," ujar Roby.

Selain itu, penempelan stiker itu tidak terlepas dari konsumsi biosolar dan premium di Aceh melebihi kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Ia merinci, pada 2018 konsumsi biosolar mencapai 359 juta liter, melebihi kuota 351 juta liter.

Di tahun yang sama, konsumsi premium menembus 377 juta liter sedangkan kuotanya hanya 337 juta liter. Sementara untuk Juli tahun 2020, sudah sebanyak 97 juta liter penggunaan biosolar dan 198 juta liter untuk premium.

"Atau sebesar 51 persen untuk premium dan 55 persen untuk biosolar dari kuota 2020. Sehingga aturan ini dapat menjadi salah satu cara untuk menghindar konsumsi yang melebihi kuota," ucapnya. 

Thursday, August 27, 2020

Bantuan Pemerintah Pada UMKM Tidak Serius Hanya 0.05 Persen Modal

 Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai hibah kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) senilai Rp2,4 juta terlalu kecil di tengah pandemi covid-19. Sebelumnya, bantuan itu diberikan pemerintah dalam bentuk modal kerja. Nilai itu hanya sebesar 0.05 persen dari modal. Ini sangat berbeda dengan insentif bebas pajak yang diterima konglemerat dan pengusaha besar.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan rata-rata UMKM memiliki aset sekitar Rp50 juta. Karenanya, jika dibandingkan dengan nilai aset maka bantuan tersebut menurutnya terlalu kecil.

"Jadi ini kecil sekali. Relatif rendah kalau kita hitung persentase Rp2,4 juta dibandingkan Rp50 juta itu sangat kecil sekali, sehingga tidak relevan dengan bantuan sebesar itu sebagai modal kerja," ujarnya dalam sebuah diskusi, Kamis (27/8).

Oleh sebab itu, ia menduga pelaku UMKM justru akan memanfaatkan bantuan itu sebagai konsumsi alih-alih modal kerja. Mengingat, situasi pandemi ini telah memukul omset UMKM secara signifikan.

"Jadi, saya kira ini sekali akan habis tidak akan efektif dorong UMKM untuk kembali normal," imbuhnya.

Selain itu, ia menyayangkan kebijakan pemerintah mengurangi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM dari Rp123,47 triliun menjadi hanya Rp48,8 triliun tahun depan.

Padahal, serapan anggaran UMKM merupakan paling besar kedua setelah perlindungan sosial. Tercatat, serapan dana UMKM sebesar Rp44,63 triliun, setara 37,2 persen dari total anggaran Rp123,47 triliun.

Pasalnya, sektor UMKM memiliki kontribusi besar kepada Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja kurang lebih 100 juta pekerja.

"Ini patut disayangkan karena penyerapannya relatif tinggi sampai saat ini. UMKM ini penting karena sumbangan ke PDB juga besar secara total itu hampir 60 persen," katanya.


Pos Indonesia Berikan Jaminan Uang Kembali Jika Paket Telat Sampai

 PT Pos Indonesia menjamin pengembalian uang jika paket barang yang dikirim terlambat sampai kepada pelanggan. Direktur Komersial PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengungkapkan garansi tersebut diberikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diluncurkan PT Pos seperti Quick 9 atau Q9.

"Kami memastikan begitu barang itu telat sampainya kami kembalikan barangnya," ucapnya dalam Setroom bertajuk Jejak Pak Pos di Era Digital, Kamis (27/8).

Sebagai catatan, Q9 merupakan layanan pengiriman paket dalam kota yang ditargetkan dapat sampai dalam waktu 9 jam pada hari yang sama.

Menurutnya, saat ini aspek kecepatan, keamanan dan kepraktisan pengiriman barang menjadi bagian penting dari kesuksesan usaha dan karena itu perusahaan berusaha semaksimal mungkin memastikan hal tersebut dapat dinikmati para pelanggan.

Saat ini, layanan Q9 sendiri telah hadir di lebih dari 60 kota dan dapat dinikmati dengan biaya Rp12 ribu untuk per kilogram (Kg) dengan maksimal pengiriman 5 kilogram (Kg).

Pada September mendatang, perusahaan juga akan meluncurkan layanan baru bernama Q Internasional Express yang memungkinkan pengiriman lebih cepat terutama untuk barang ke luar negeri.

Layanan ini juga akan melengkapi inovasi pengiriman barang via Pos Indonesia selain Q9 dan juga Quick commerce atau QCOMM yang diluncurkan November tahun lalu.

"Ini lah komitmen kami dengan teknologi sekarang kami bisa lebih banyak berbicara dengan partner kami di luar tanpa harus membangun jaringan sendiri," tandas Charles.


Bosowa Corporindo Tuduh OJK Jual Saham Bank Bukopin Pada Korea Dibawah Harga Pasar

 PT Bosowa Corporindo menduga penjualan saham PT Bank Bukopin Tbk kepada KB Kookmin Bank lewat mekanisme penyetoran modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement terlalu murah.

Direktur Keuangan Bosowa Corporindo Evyana Mukti mengingatkan harga pembelian saham Bukopin melalui Penerbitan Umum Terbatas (PUT) ke-V sebesar Rp180 per lembar sudah berada di bawah harga pasar.

"Dasar harga yang dipakai oleh Kookmin masuk itu kan Rp180, tapi di market itu kalau enggak salah sekitar Rp280 atau Rp260," ucap Evyana saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).

Di samping itu, berdasarkan keterbukaan informasi pada saat pelaksanaan atau rencana PMTHMETD yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bukopin pada 25 Agustus lalu, tak disebutkan berapa harga per lembar saham yang akan dibeli oleh Kookmin.

Hal ini memunculkan spekulasi apakah nantinya harga saham akan sama dengan PUT V atau dibeli dengan harga lain.

"Tidak ada valuasi independen yang menyebutkan berapa harga per lembar, tidak ada fairness opinion yang menyebutkan berapa harga per lembar sahamnya," imbuhnya.

Padahal, lanjut Evyana, untuk menjadi pengendali tunggal harusnya pihak investor membeli saham dengan nilai beberapa kali di atas nilai buku (book value).

Lantaran itu lah, hingga saat ini Bosowa tak setuju langkah penyelamatan Bukopin dengan cara private placement. Evyana menegaskan bukan karena pihaknya ingin menjegal Kookmin sebagai pengendali mayoritas, tetapi karena hal tersebut justru bisa merugikan pemegang saham lain termasuk pemerintah.

"Kalau kita hitung Rp180 lah sama dengan PUT V, Korea ini masuk dengan 0,2 kali book value, enggak sampai 1 kali book value. Padahal, historical transaksi di mana pun kalau membeli pengendalian, rata-rata itu premium base bukan sekedar book value," terangnya.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo merespons rencana gugatan PT Bosowa Corporindo terkait sejumlah langkah penyelamatan PT Bank Bukopin Tbk.

Salah satunya soal perintah kepada Bosowa untuk mendukung penambahan porsi saham Kookmin Bank pada Bukopin melalui penambahan modal tanpa memberikan hak pemesanan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Anto memastikan pihaknya tak melakukan pelanggaran apa pun karena berpedoman terhadap ketentuan dan peraturan yang wajib dipatuhi oleh manajemen dan pemegang saham.

"OJK melakukan langkah mengutamakan perlindungan deposan. Saya mengajak untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan antara lain dengan menyampaikan perkembangan positif mengenai Bukopin," ujar Anton

Sebagai otoritas pengawas, OJK juga terus memantau perkembangan terkait permodalan dan likuiditas Bukopin untuk menentukan langkah-langkah penyelamatan yang tepat.

Ia membantah pandangan Bosowa bahwa langkah private placement yang dilakukan tak tepat lantaran permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) Bukopin sudah cukup aman setelah Penerbitan Umum Terbatas (PUT) ke-V yang diselesaikan akhir Juli lalu.

Sebab menurutnya, tambahan modal lebih besar diperlukan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. "CAR salah satu faktor, tetapi tentunya juga mencakup kebutuhan likuiditas dan bagaimana sustainaibilitas bank ini sehingga bisa memerikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional," tandasnya.

Selain soal private placement, OJK juga bakal digugat terkait Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 64/KDK.03/2020 tanggal 24 Agustus 2020 yang menyatakan Bosowa Corporindo tidak lulus dalam rangka penilaian kembali selaku pemegang saham BPKP.

Penilaian itu menyebabkan Bosowa selaku pemegang saham Bukopin tidak diperhitungkan dalam kuorum Rapat Umum Pemegang Saham Bank (RUPS) Bukopin.

Bosowa juga dilarang melakukan tindakan sebagai pihak utama pengendali dan diwajibkan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya dalam jangka waktu paling lambat satu tahun. Namun Anton enggan menanggapi wacana gugatan tersebut lebih jauh mengingat hal itu merupakan keputusan yang disampaikan kepada internal perusahaan.

"Ditanya ke Bosowa atau Bukopin. Karena kami sebagai otoritas menyurati ke mereka dan tidak elok kalau kami sampaikan ke publik," tandasnya.




Wednesday, August 26, 2020

Cara Cek dan Verifikasi Nomer Rekening Para Penipu Online

  Penipuan yang berujung permintaan transfer uang ke nomor rekening bank tertentu kerap terjadi seiring maraknya transaksi daring (online). Untuk itu, masyarakat perlu berhati-hati dengan melakukan pengecekan rekening sebelum melakukan transaksi.

Cara melakukan pengecekan rekening yang dicurigai penipuan atau terindikasi pidana dapat dilakukan dengan mudah lewat situs www cekrekening dot id yang dilucurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Lewat portal yang mengudara sejak 2018 tersebut, masyarakat dapat melakukan cek rekening apabila menerima SMS permintaan transfer atau saat ingin membayar transaksi belanja online.

Dengan demikian masyarakat mendapatkan informasi mengenai nomor rekening yang berindikasi tindakan penipuan.

Mengutip situs resmi Kominfo, masyarakat juga dapat melaporkan nomor rekening berikut modus penipuan tersebut serta rekening lain yang terkait dengan tindak pidana, seperti penipuan, investasi palsu, terorisme, narkotika dan obat terlarang, serta kejahatan-kejahatan lainnya.

Nomor rekening yang dilaporkan berulang-ulang akan dilakukan pengecekan ke bank bersangkutan. Pelaporan tersebut dapat dilakukan secara online dan offline.

Pelaporan online dilakukan melalui aplikasi atau situs. Sementara, pelaporan offline dapat dilakukan dengan datang langsung ke call center Kemenkominfo dengan membawa salinan bukti dugaan tindak pidana.Meski demikian, pelaporan tak terbatas hanya dilakukan oleh masyarakat melainkan juga oleh aparat penegak hukum, bank serta pengelola situs e-Commerce.

Para penyelenggara telekomunikasi juga dapat mendorong kewaspadaan kepada pengguna layanannya serta melaporkan kepada Kemenkominfo apabila ada indikasi operasional SMS oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang bertujuan merugikan masyarakat secara materiil.


Tuesday, August 25, 2020

Penerapan PSBB Turunkan Omzet Pedagang Pasar Tradisional Sebesar 70 Persen

 Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan omzet pedagang pasar tradisional anjlok ke kisaran 40 hingga 70 persen akibat melambatnya aktivitas perkonomian selama pandemi covid-19.

"Melambatnya perekonomian nasional juga tergambar dari hasil pantauan kami di pasar-pasar rakyat yang umumnya menunjukkan kondisi yang relatif sepi dan adanya penurunan omset dari 40 persen hingga 70 persen," ucap Agus di Jakarta, Selasa (25/8).

Penurunan aktivitas di pasar juga terlihat dari data Indeks Harga Konsumen yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada Juli lalu, tingkat harga deflasi sebesar 0,1 persen.

"Salah satunya didorong oleh deflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0, 73 persen. Pada kelompok tersebut hampir semua komoditas barang dan kebutuhan pokok menyumbang deflasi," tuturnya.

Menurut Agus, pasar merupakan salah satu denyut perekonomian daerah. Karenanya, pedagang harus tetap mencari nafkah dengan berdagang selama pandemi.

Di sisi lain, petani harus menyalurkan hasil pertanian, nelayan perlu mendistribusikan hasil tangkapannya dan masyarakat perlu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Dalam rangka membantu pemulihan aktivitas ekonomi, Kementerian Perdagangan tetap membuka pasar rakyat saat pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan secara tertib dan dengan disiplin yang tinggi

"Kementerian Perdagangan juga menyiapkan stimulus bantuan untuk tetap menjaga roda kegiatan pelaku usaha salah satunya melalui refocusing anggaran untuk program pasar rakyat dan UMKM," imbuhnya.

Guna memastikan pelaksanaan teknis kebijakan pembukaan pasar di tengah covid-19, kementeriannya juga menerbitkan regulasi dalam hal pemulihan aktivitas perdagangan dengan menetapkan protokol adaptasi kebiasaan baru di pasar rakyat dan pusat perbelanjaan modern.

"Kami juga melakukan pengaturan jam kerja dan menghimbau para retailer melakukan sosial distancing serta mendorong pelayanan pesan antar atau online. Hal tersebut diharapkan dapat membantu roda perekonomian tetap aktif di tengah pandemi," tandasnya.


Pemegang Saham Bukopin Setuju Private Placement Kookmin Bank

Setelah kisruh dan viral akibat membatasi penarikan dana nasabah. Permasalah tersebut muncul karena belum disetujuinya private placement oleh para pemegang saham. Hari selama kemarin akhirnya para pemegang saham Bukopin setuju.

Pemegang saham PT Bank Bukopin Tbk menyetujui aksi korporasi melalui skema Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement KB Kookmin Bank. Persetujuan itu dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2020.

Sekretaris Perusahaan Meliawati mengatakan Bank Bukopin berhasil mendapat restu dari para pemegang saham yang hadir dalam rapat untuk segera melaksanakan aksi korporasi ini.

"Sebanyak 96,12 persen suara dari seluruh pemegang saham yang hadir dalam rapat setuju atas aksi tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (25/8).

Dalam aksi tersebut, kata dia, perseroan menerbitkan sejumlah saham baru yang akan diserap langsung oleh Kookmin Bank. Dengan demikian, kepemilikan saham bank asal Korea Selatan itu mencapai 67 persen, sekaligus menjadi pemegang saham pengendali (PSP) perseroan.

"Hal tersebut sejalan dengan komitmen KB Kookmin Bank dalam memberikan kontribusinya terhadap penguatan fundamental Bank Bukopin, sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh berkelanjutan," imbuhnya.

Selain itu, rapat juga menyetujui mengenai perubahan susunan anggota direksi dan komisaris perseroan. Sebelumnya, Bank Bukopin melalui Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan delapan nama baru untuk menggantikan jabatan sejumlah tersebut. Dari beberapa nama yang diajukan terdapat lima nama yang berasal dari KB Kookmin Bank.

"Kelima nama tersebut akan menduduki posisi komisaris dan direksi perseroan," katanya.

Sementara itu, tiga nama lainnya berasal dari masing-masing perwakilan manajemen Bank Bukopin, KB Kookmin Bank, dan PT BNI (Persero) Tbk sebagai perwakilan pemerintah.

Berikut jajaran dewan komisaris dan direksi Bank Bukopin untuk periode 2019-2024:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama Independen: Mustafa Abubakar
  • Komisaris : Nanang Supriyatno
  • Komisaris : Deddy SA Kodir
  • Komisaris : Susiwijono
  • Komisaris : Chang Su Choi
  • Komisaris Independen : Sapto Amal Damandari
  • Komisaris Independen : Bo Youl Oh
  • Komisaris Independen : Hae Wang Lee

Direksi

  • Direktur Utama : Rivan A. Purwantono
  • Direktur : Adhi Brahmantya
  • Direktur : Ji Kyu Jang
  • Direktur : Euihyun Shin
  • Direktur : Hari Wurianto
  • Direktur : Helmi Fahrudin
  • Direktur : Jong Hwan Han
  • Direktur : Dodi Widjajanto
  • Direktur : Sheng Hyup Shin

Monday, August 24, 2020

Ditangani Ahok ... Pertamina Langsung Rugi 11 Triliun Rupiah

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ramai dibahas di Twitter. Hal itu menyusul kinerja Pertamina yang mencatat rugi US$ 767,92 juta atau setara Rp 11,13 triliun (kurs Rp 14.500).

PT Pertamina (Persero) mencatatkan rugi US$ 767,92 juta atau setara Rp 11,13 triliun (kurs Rp 14.500/US$) pada semester I-2020. Catatan tersebut terungkap dalam laporan keuangan yang diunggah di situs resmi perusahaan.

Bila ditarik dalam rentang satu tahun, catatan keuangan Pertamina ini berbanding terbalik dengan kinerja di periode yang sama di tahun 2019. Kala itu, produsen minyak pelat merah ini masih membukukan laba sebesar US$ 659,96 juta atau setara Rp 9,56 triliun.

Penurunan drastis pada laporan keuangan Pertamina ini tak lepas dari kinerja penjualan perusahaan pada semester I-2020 yang anjlok 19,84% menjadi US$ 20,48 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat US$ 25,55 miliar.

Padahal total beban pokok penjualan dan beban langsung Pertamina berhasil turun 14,15% menjadi US$ 18,87 miliar, sayang, itu belum bisa menutupi kerugian dari penurunn penjualan tadi.

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III mencatatkan kenaikan konsumsi BBM hingga pertengahan Agustus 2020. Konsumsi BBM pada masa transisi tatanan baru tahap II di wilayah MOR III (DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat) mencapai 91% dari konsumsi pada masa normal atau periode bulan Januari-Februari 2020 sebelum pandemi.

Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan menyebut untuk wilayah MOR III hingga pertengahan Agustus 2020, konsumsi rata-rata harian masyarakat terhadap BBM jenis Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) mencapai 23.808 KL per hari.

Keyword Ahok sempat trending di jagat maya bersanding dengan narasi atau berita soal kerugian Pertamina tersebut. "Kondisi normal adalah konsumsi rata-rata harian pada periode Januari-Februari 2020, yakni kondisi sebelum pandemi COVID-19 diumumkan di Indonesia dan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengharuskan masyarakat beraktivitas dari rumah," jelasnya.

Sedangkan, konsumsi BBM jenis Gasoil (Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex) telah mencapai 8.281 KL per hari atau telah mencapai 85% dari konsumsi harian rata-rata pada kondisi normal periode bulan Januari-Februari sekitar 9.811 Kl.

"Sejak Pemerintah memberlakukan masa transisi tatanan baru tahap I pada Juni 2020, terutama untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil berangsur meningkat," ujar Eko.

Eko menjelaskan konsumsi BBM sudah mulai menggeliat di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) yang konsumsi rata-rata hariannya terhadap BBM jenis Gasoline pada bulan Agustus sudah mencapai 109% dari konsumsi normal.

"Yakni, konsumsi normal sekitar 1.700 KL, sementara pada Agustus sudah mencapai 1.900 KL. Sementara untuk BBM jenis Gasoil, kenaikan konsumsi di Ciayumajakuning sudah mencapai 93% dari konsumsi kondisi normal," tutur Eko.

Hal serupa terjadi untuk wilayah Sukabumi dan Cianjur. Eko mengatakan konsumsi BBM jenis Gasoline, yakni Premium dan Pertamax Series mencapai 1.200 KL atau sekitar 106% dari kondisi normal, sedangkan Gasoil hampir mencapai 300 KL atau 90% dari kondisi normal.

Sementara di wilayah Ibu Kota, Bogor, dan Depok, konsumsi BBM jenis Gasoline telah mencapai lebih dari 7 ribu KL atau sebesar 81% dari konsumsi normal. Sedangkan Gasoil mencapai 79% dari konsumsi sebelum pandemi atau masih berkisar 2.000 KL per hari.

"Dalam kondisi pandemi saat ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit dan lebih bersih untuk lingkungan," jelas Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan pada momen libur panjang dan cuti bersama Tahun Baru Islam 1442 H, Pertamina memastikan kesiapan BBM dan LPG cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari pantauan Senin (24/8/2020), kinerja Ahok pun disorot netizen. Sejumlah netizen menyindir, salah satunya akun @Prof_Blusukan. "Waktu Ahok masuk Pertamina dia bilang gini : "Saya digaji untuk menyelamatkan uang Pertamina" Setelah Ahok masuk, Pertamina justru 'KEHILANGAN UANGNYA' Teman Ahok Indonesia (TAI) mana suaranya?" cuit akun tersebut.

Lalu ada juga Agung nusanjaya dengan akun @AcgungN. Ia mengatakan, Ahok hanya biasa-biasa saja.

"Terbukti Ahok bkan siapa2 ( biasa2 aja )," katanya.

Selain itu ada juga aLy_Benzema dengan akun @BintangTimur27. Ia mempertanyakan kenapa Pertamina rugi.

"Padahal Rakyat Sudah Di Peras Kenapa Masih Rugi Koh @basuki_btp, Katanya Dengan Adanya Ente Di Pertamina Semua Mafia Bakal Di Babat Abis?" cuitnya. Namun, ada juga yang membela Ahok. Salah seorang netizen mengatakan, jika tidak ada Ahok rugi Pertamina semakin besar.

"Untung ada Ahok. Kalau tidak ada beliau, mungkin kerugian Pertamina bakal melonjak jadi 44 T," cuti akun @TofaTofa_id.

Hal senada juga diungkapkan akun @Ferysplace. Menurutnya, tanpa Ahok kerugian Pertamina semakin besar. "Klo bukan Ahok komisarisnya, ruginya bisa 110T," cuitnya. Dalam situs resmi perusahaan disebutkan, Pertamina rugi US$ 767,92 juta atau setara Rp 11,13 triliun. Bila ditarik dalam rentang satu tahun, catatan keuangan Pertamina ini berbanding terbalik dengan kinerja di periode yang sama di tahun 2019. Kala itu, produsen minyak pelat merah ini masih membukukan laba sebesar US$ 659,96 juta atau setara Rp 9,56 triliun.

Penurunan drastis pada laporan keuangan Pertamina ini tak lepas dari kinerja penjualan perusahaan pada semester I-2020 yang anjlok 19,84% menjadi US$ 20,48 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat US$ 25,55 miliar.

Padahal total beban pokok penjualan dan beban langsung Pertamina berhasil turun 14,15% menjadi US$ 18,87 miliar, sayang, itu belum bisa menutupi kerugian dari penurunan penjualan tadi.

Shell Keluar dari Blok Masela ... Rejeki Nomplok Buat Pertamina

 Pemerintah Indonesia kecewa terhadap sikap Shell Upstream Overseas Ltd hengkang dari Blok Masela. Shell akan melepas kepemilikan 35% sahamnya di proyek yang berada di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Shell memilih meninggalkan Blok Masela karena ingin mencari proyek investasi yang lebih menguntungkan di negara lain. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan pemerintah kecewa dengan keputusan Shell yang cabut atau meninggalkan proyek pengembangan Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Kekecewaan itu disampaikan melalui surat yang dikirimkan ke Shell.

Dwi Soetjipto mengaku, isu hengkangnya Shell sudah datang sejak pertengahan 2019 atau pada saat mendiskusikan rencana pengembangan (POD).

"Shell langsung menghadap ke Menteri (ESDM) dan kami langsung dapat arahan kirim surat ke Shell barangkali 2-3 kali, menyampaikan bahwa pemerintah kecewa dengan langkah yang diambil Shell," kata Dwi dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Senin (24/8/2020).

Dwi mengatakan proses mundurnya Shell melalui divestasi participating interest (PI) atau hak kelolanya harus dilakukan secepat mungkin. Dia menyebut, butuh waktu 18 bulan untuk merealisasikan pelepasan 35% saham di Blok Masela.

"Mudah-mudahan seperti yang disampaikan Shell, divestasi butuh waktu 18 bulan," jelasnya.

Meski begitu, Mantan Direktur Utama Pertamina ini mengungkapkan, Shell masih memiliki komitmen penuh untuk mendukung pengembangan proyek Blok Masela sebelum sahamnya resmi dilepas.

Selain itu, Dwi mengatakan usulan divestasi Shell dari Blok Masela juga sudah mendapat persetujuan dari Kementerian ESDM dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Shell telah mengajukan izin pembukaan data Ditjen Migas telah menyetujui permohonan pembukaan data dan ini kemarin kami menyiapkan tulisan ini yang belum mendapat persetujuan dari BKPM tapi laporan pagi tadi sudah menyetujui sehingga pembukaan data sudah tidak ada masalah," ungkapnya.

Mengenai progres pembangunan, Dwi mengaku ada keterlambatan.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membuka ruang terhadap PT Pertamina (Persero) jika berminat menggarap Blok Masela. Pasalnya, Shell Upstream Ltd cabut dari proyek Blok Masela.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan Pertamina pernah menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangan proyek lapangan abadi yang terletak di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

"Kalau Pertamina berminat, ya tentu saja dipersilakan open data, analisa, dan serahkan proposal. Kita juga tidak memaksa Shell untuk jual ke Pertamina," kata Dwi Soetjipto dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Senin (24/8/2020).

"Secara detail kami diundang untuk melaporkan bahwa saat ini sampai dengan Juli 2020 actual adalah 2,2% dan ini memang dengan adanya COVID, harga minyak yang rendah dan sebagainya terjadi keterlambatan di target 10,5%, terlambat sekitar 8,3% terlambat ya," kata Dwi.

Permasalahan lainnya yang membuat progres pengembangan proyek Blok Masela terhambat yaitu Health, Safety, and Environment (HSE) di tengah pandemi Corona. Inpex Corporation terpaksa menunda beberapa pekerjaan seperti survei AMDAL.

Kedua, ketidakpastian ekonomi dunia. Menurut dia penurunan minyak dan penurunan permintaan gas secara global berdampak pada rencana pembangunan (POD) yang sebelumnya sudah disepakati. Ketiga, keputusan Shell hengkang sebagai operator di Blok Masela.

Meski begitu, Mantan Direktur Utama Pertamina ini masih optimistis pengoperasian Blok Masela bisa direalisasikan pada 2027. "Seperti tadi yang menyampaikan bahwa ini targetnya adalah 2027 onstream dan kami juga masih sepakat dengan kontraktor untuk berusaha untuk mengikuti tetap jadwal," katanya.

"Jujur kami dulu pernah di Pertamina berminat untuk masuk ke Masela. Saya sendiri yang tanda tangan waktu itu bahwa kami berminat masuk ke Masela, tapi waktu itu dari Inpex nggak ada respons karena masih ribut dengan on shore dan off shore," tambahnya.

Menurut Dwi, Pertamina harus menyampaikan minatnya untuk mengikuti tender divestasi 35% saham yang akan dilepas oleh Shell.

"Tapi kalau Pertamina diharapkan masuk, ya harus didorong untuk sampaikan ini, bukan penugasan yang terjadi tapi proses tender sebagai investor," katanya.

Sebagai informasi, Shell Upstream Overseas Ltd cabut atau meninggalkan proyek pengembangan gas Lapangan Abadi di Blok Masela yang terletak di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proses pelepasan participating interest (PI) atau hak kelola Shell sebagai operator di Blok Masela sedang berlangsung.

Hal itu diungkapkan oleh Vice President Corporate Services Inpex, Henry Banjarnahor dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (24/8/2020).

"Sebenarnya proses divestasi dalam kegiatan hulu migas itu suatu hal yang biasa, partner datang dan pergi. Mereka datang ke Inpex mengatakan mereka ingin divestasikan working interest-nya di Blok Masela," katanya.

Henry mengatakan salah satu alasan Shell keluar dari proyek pengembangan di Blok Masela lantaran ingin mencari proyek investasi yang lebih menguntungkan di negara lain. Hal itu berbeda dengan Inpex yang masih berkomitmen pada proyek Masela.


Maybank Indonesia Raih Penghargaan Bank Digital Terbaik Dunia

 Bank Maybank di Indonesia dan Malaysia raih dan dinobatkan sebagai pemenang penghargaan The World's Best Consumer Digital Banks atau Perbankan Digital Terbaik untuk Konsumen di tingkat global pada putaran pertama periode 2020 untuk kawasan Asia Pasifik.

Di kesempatan yang digelar oleh media publikasi bisnis dan finansial dunia Global Finance itu, Maybank juga memenangkan penghargaan untuk sub-kategori Desain Situs Web Terbaik atau Best Website Design di tingkat regional.

Director Community Financial Services (CFS) Steffano Ridwan mengatakan penghargaan tersebut dianggap sebagai penyulut semangat Maybank Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah, terlebih dalam situasi pandemi seperti saat ini.

"Penghargaan Perbankan Digital untuk Konsumen Terbaik, The World's Best Consumer Digital Banks dari Global Finance yang Maybank raih ini semakin mendorong semangat kami untuk senantiasa memberikan akses perbankan digital yang memberikan solusi keuangan bagi baik nasabah kami di manapun dan kapanpun, terutama di tengah pandemi yang sedang kita hadapi bersama," katanya.

Ridwan menambahkan, "Situasi pandemi ini telah mendorong kami untuk mempercepat transformasi digital kami dan menjadikan kami lebih kreatif dalam memberikan layanan perbankan serta melakukan komunikasi dengan para nasabah."

Mengutip siaran pers Global Finance, terdapat tiga kategori penghargaan. Masing-masing adalah kategori Perbankan Digital Terbaik untuk Konsumen (Best Consumer Digital Banks), Perbankan Digital Terbaik untuk Korporasi/Institusi (Best Corporate/Institutional Digital Banks), dan Perbankan Digital Syariah Terbaik (Best Islamic Digital Banks), di mana ketiga kategori tersebut diberikan kepada pemenang di tingkat negara.

Pemenang dipilih dari berbagai kawasan di dunia yaitu Afrika, Asia-Pasifik, Eropa Tengah dan Timur, Amerika Selatan, Timur Tengah, Amerika Utara, serta Eropa Barat. Penghargaan diberikan kepada institusi perbankan yang mengikuti kompetisi dan kepada para pemenang yang berhak di tingkat regional, negara dan dalam kategori di mana terdapat entry.

Sejumlah kriteria yang ditetapkan panel juri antara lain, strategi efektif untuk menarik dan penyediaan pelayanan digital untuk nasabah, tingkat penerimaan dalam mengadopsi perbankan digital, pertumbuhan pengguna, tersedianya beragam produk atau solusi, bukti pemanfaatan inisiatif digital, serta desain dan fungsi situs web atau aplikasi mobile yang ditawarkan.

Proses seleksi pemenang sendiri dilakukan melalui pengumpulan entry dari para peserta yang diseleksi oleh panel juri kelas dunia dari Infosys, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan pemimpin pasar global yang menyediakan jasa konsultan, teknologi, dan outsourcing. Sedangkan editor Global Finance bertanggung jawab atas pemilihan akhir dari semua pemenang.

Baca Selengkapnya

Sunday, August 23, 2020

Cara Memilih Saham Untuk Dibeli Saat Kondisi Ekonomi Memburuk

Berbagai analis memproyeksikan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini cenderung terbatas dan datar (sideways). Masa sideways sendiri kerap muncul saat pasar modal tengah sepi penopang. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan di kalangan investor untuk bertransaksi.

Dalam masa seperti ini, Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo menyarankan untuk memantau sektor yang tergolong tangguh. Salah satunya, sektor perkebunan.

Sektor itu dinilainya mampu tumbuh meski sentimen negatif mendominasi pergerakan indeks. Pasalnya, sektor terkait memiliki daya ungkit yang kuat karena produk yang dipasarkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

"Sektor perkebunan menjadi pilihan karena mampu mengatasi sentimen negatif yang ada. Sebab, daya ungkit sektor berhubungan dengan salah satu prinsip ekonomi mendasar yaitu pangan," ucapnya, Senin (24/8).

Ketika berbagai kebutuhan sekunder dapat ditunda, Lucky menyebut kebutuhan pangan tak dapat dikompromikan. Ini tercermin dari kinerja kinclong saham-saham utama perkebunan seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

AALI berhasil tumbuh 62,95 persen dalam 3 bulan terakhir. Pada perdagangan penutupan pekan lalu, Rabu (19/8), emiten mendarat di posisi Rp10.225 per saham atau menguat 0,49 persen sepanjang pekan.

Meski sempat bertengger di Rp4.140  yang merupakan level terendahnya akibat virus corona pada Maret lalu, emiten menunjukkan pertumbuhan yang konsisten hingga menembus level Rp10 ribu pada awal Agustus.

Pendiri LBP itu meramal emiten masih berpotensi menguat dan kembali ke posisinya pada awal 2020 yang di level Rp14 ribu. Kalau proyeksi benar menjadi kenyataan, potensi cuan investor bisa mencapai hingga 40 persen.

"Saham sektor perkebunan masih memperoleh apresiasi cukup baik dan memiliki potensi (tumbuh)," lanjut dia.

Melihat kinerja perusahaan pada kuartal I 2020, AALI mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 13,3 persen dari Rp4,23 triliun menjadi Rp4,8 triliun jika dibandingkan periode sama 2019.

Seiring, laba bersih AALI dilaporkan sebesar Rp371,06 miliar atau meroket ratusan kali lipat dibandingkan periode sama 2019 yakni Rp37,41 miliar.

Melonjaknya laba bersih AALI didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata minyak sawit sebesar 45 persen menjadi Rp 9.037 per kilogram (Kg) dibandingkan harga sawit pada tahun sebelumnya.

Melesatnya kenaikan laba juga ditopang oleh turunnya beban pokok perusahaan dari Rp7,97 triliun menjadi Rp7,77 triliun atau 2,5 persen pada periode perbandingan sama. Efisiensi juga dilakukan untuk memangkas beban lainnya seperti beban penjualan dan beban pendanaan.

Dari sisi aset,  AALI mencatatkan total aset mencapai Rp27,3 triliun yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp5,6 triliun dan aset tidak lancar Rp21,7 triliun per akhir Maret 2020.

Sementara, total utang dilaporkan senilai Rp8,06 triliun dengan komposisi utang jangka pendek Rp1,52 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp6,54 triliun.

Lucky menambahkan penting bagi investor untuk melakukan pengecekan terhadap harga komoditas yang diperjualbelikan perusahaan. Sebab, kinerja saham sangat bergantung dengan harga pasaran komoditas terkait.

"Mayoritas harga komoditas melalui pasar berjangka saat ini menguat, mayoritas mengalami kenaikan dan ini menjadi salah satu indikator harga acuan komoditas dunia dan menjadi sinyal dari prospek investasi," terangnya.

Ia merekomendasikan beli AALI dengan harga target Rp10.940.

Sebagai pilihan lainnya, LSIP juga dapat dijadikan referensi beli. Mengutip RTI Infokom, emiten menguat 35,86 persen selama 3 bulan terakhir, mendarat ke level 985 pada penutupan pekan lalu.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menuturkan jelang cairnya bantuan tunai langsung (BLT) pekerja di bawah Rp5 juta pada akhir Agustus mendatang, sektor konsumer juga bisa dilirik.

Dengan adanya stimulus transfer tunai ini, Hariyanto menilai target pemerintah menggenjot konsumsi bakal tercapai. Sebab, penerima adalah kalangan pekerja pas-pasan yang memang membutuhkan uang tambahan selama pandemi covid-19.

Diketahui, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp37 triliun dalam program BLT pekerja formal yang terdaftar di BPJamsostek. Bantuan akan diberikan kepada 15,72 juta pekerja sebesar Rp600 ribu selama 4 bulan. Program diberikan kepada pekerja bergaji rendah demi merangsang konsumsi masyarakat.

Oleh karena itu, Hariyanto merekomendasikan saham-saham konsumer seperti PT Unilever Indonesia TBK (UNVR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Namun, ia tak mematok harga target atas saham-saham pilihannya tersebut.

"Kami pikir saham-saham di sektor konsumsi pokok (consumer staples) dan rokok akan diuntungkan," ucap dia seperti dikutip dari risetnya.

Platform Digital Membantu Wanita Untuk Mandiri Jadi Pengusaha

 Peran perempuan dalam memajukan perekonomian Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) yang dijalankan oleh para perempuan Indonesia yang berkontribusi terhadap ekspor lebih dari 5%. Apalagi, sekitar 64,5% UMKM di Tanah Air dikelola oleh perempuan.

Hal ini menandakan bahwa peran perempuan cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Walau begitu, hambatan mereka di dunia UMKM juga tidak sedikit.

Kondisi inilah yang memicu lahirnya sejumlah inovator muda yang tergerak mengatasi hambatan yang dialami para perempuan pelaku UMKM di Indonesia.

Di antara para inovator itu adalah Andrew Darmadi, CEO & Co-Founder Halosis dan Asri Wijayanti, Founder Jahitin.com. Halosis adalah startup e-commerce yang dilengkapi fitur asisten jualan (chatbot), sehingga para penjual online terbantu dan dapat menaikkan penjualan mereka. Halosis bisa digunakan di banyak platform, seperti Instagram, Facebook, LINE, dan lain-lain.

Sementara platform Jahitin membantu para penjahit lokal dalam hal mempermudah akses mereka mencari calon pelanggan. Para pelanggan juga dimudahkan dalam mencari penjahit yang sesuai selera mereka.

Dalam sesi talkshow "Inspirasi Pahlawan Digital UMKM" episode kedua kali ini, menampilkan Andrew dan Asri sebagai narasumber. Sesi dialog ini merupakan kelanjutan dari program workshop dan talkshow "Pahlawan Digital UMKM". Acara yang digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2020 pukul 14.00 WIB tersebut disiarkan secara langsung melalui akun YouTube dan Instagram @KemenkopUKM.

Peduli Kaum Hawa

Minimnya jumlah perempuan pelaku UMKM yang melek teknologi jadi keprihatinan tersendiri bagi Andrew. Awalnya, Andrew fokus membantu para penjual online di sosial media, yang kebanyakan pelakunya kaum perempuan.

Mereka terdiri dari orang-orang yang mencari penghasilan tambahan, hingga para ibu rumah tangga ingin meningkatkan taraf hidup keluarga. Dari situlah, ungkap Andrew, muncul ide untuk membantu mereka agar dapat menjalankan usahanya secara lebih efisien.

Andrew menuturkan tentang salah satu pengguna Halosis yang berjualan busana Muslim di Instagram dan WhatsApp (WA). Si Ibu ini disibukkan dengan urusan merespons pelanggan dari pagi hingga malam hari. Pelanggannya rata-rata menanyakan hal yang sama, mulai dari harga dan model baju, soal diskon, metode pengiriman, hingga ekspedisi yang digunakan.

"Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, si Ibu harus merekap semua data. Siapa yang order, siapa yang sudah transfer pembayaran, dan lain-lain. Proses ini saja memakan waktu dua hingga tiga hari," beber Andrew.

Saking sibuknya mengurus order, si Ibu sampai tidak sempat mengurus anak dan pekerjaan rumah tangganya. "Dengan bantuan asisten virtual dan otomatisasi Halosis, kami memudahkan si Ibu untuk mengurus bahkan menganalisis aktivitas usahanya," sambung Andrew.

"Dengan begitu, si Ibu bisa fokus mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas produknya, bahkan melakukan digital marketing."

Salah satu tantangan yang dihadapi Andrew adalah menghadapi ibu-ibu yang betul-betul belum melek teknologi. Mereka hanya bisa menggunakan telepon genggam biasa untuk telepon dan berkirim pesan. Mendekati mereka, kata dia, harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan pemahaman mereka.

Andrew menjelaskan fungsi Halosis dan meyakinkan ibu-ibu itu bahwa aplikasi ini dapat membantu meningkatkan taraf kehidupan mereka. "Memang butuh usaha agak keras untuk menyadarkan mereka," ujar Andrew.

Andrew yakin, dengan bantuan teknologi, masalah yang terjadi selama ini bisa diatasi lebih efisien dan optimal. Startup yang ia dirikan pada 2017 ini diharapkan bisa mendukung UMKM untuk membangun hubungan dengan konsumen.

Sebagai perusahaan rintisan bidang teknologi kecerdasan buatan, Halosis hadir menyediakan asisten virtual berupa chatbot untuk menerima dan mencatat pesanan, sekaligus manajemen stok pesanan bagi pelaku UMKM.

Di lain pihak lewat Jahitin.com, Asri Wijayanti kini telah membantu meningkatkan pendapatan dan memudahkan para penjahit dalam meraih pelanggan. Sekitar 200 penjahit telah bergabung dalam startup Jahitin.com, yang didirikan Asri pada 2016 tersebut. Situs ini menghubungkan penjahit rumahan dengan pelanggan yang membutuhkan jasa menjahit busana.

Bermula dari keresahannya saat mengetahui para penjahit konvensional sering dibayar murah, Asri tergerak membantu para pelaku UMKM yang sebagian besar perempuan. Menurut Asri, animo kaum perempuan yang mau belajar sesuatu yang baru itu lebih banyak ketimbang laki-laki.

Tanpa menafikan pentingnya peran lelaki, Asri menegaskan bahwa kesadaran perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup sangat tinggi. "Hal ini mereka lakukan agar dapat menjamin anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi," ungkapnya.

Terdapat tiga layanan (service) di Jahitin. Pertama, Jahitin Academy yang berbentuk pelatihan di rumah-rumah. Para peserta pelatihan ini diharapkan dapat membuat produk yang sesuai dengan materi yang mereka dapatkan selama pelatihan.

Kedua, Online Service atau layanan daring yang memudahkan penjahit bertemu pelanggan. "Yang sering terjadi selama ini, pelanggan susah ketemu penjahit. Sebaliknya penjahit juga susah ketemu pelanggan," tutur Asri.

Ketiga, Driving Store yang berperan untuk memangkas harga jual produk di daerah-daerah tertinggal karena mahalnya harga bahan atau kain. Jahitin memudahkan akses para penjahit terhadap alat-alat jahit dan bahan-bahannya via online. Walau ongkos kirim terbilang mahal, namun Asri menyebut para penjahit masih bisa menutupi biaya produksi.

Selain itu, Asri juga mengungkapkan, ada dua bentuk klien atau pengguna Jahitin. Pertama adalah user atau pelanggan yang memesan jahitan. Mereka ini juga kebanyakan perempuan, meskipun yang dipesan adalah busana laki-laki. Kedua, benficiary atau para penjahit. "Kami ingin menghapus kesan bahwa teknologi itu terlalu tinggi untuk dijangkau perempuan. Nyatanya kaum perempuan juga bisa akrab dengan teknologi," tegasnya.

Pahlawan Digital

Halosis dan Jahitin merupakan dua di antara sejumlah inovator yang menjadi inovator rujukan dalam program Pahlawan Digital UMKM yang digagas oleh Putri Tanjung bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Pahlawan Digital UMKM adalah program yang hadir untuk memberi apresiasi kepada para inovator digital UMKM dan menjaring inovator muda lain yang berkontribusi dalam membantu UMKM.

Salah satu target pencapaian dari program ini untuk mengumpulkan 10 pemenang terbaik yang akan menjadi mitra Kemenkop dan UKM untuk melaksanakan digitalisasi UMKM. Selain itu, program ini juga membuka peluang agar para inovator digital yang telah terkurasi, bisa dipertemukan dengan modal ventura.

Dengan begitu, mereka akan mendapatkan investasi untuk memperbesar skala usahanya dan membantu lebih banyak lagi UMKM terdigitalisasi.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengapresiasi ide Putri yang menggagas digelarnya Pahlawan Digital UMKM ini. Menurutnya, dari kaum muda seperti Putri kerap muncul ide-ide yang luar biasa, termasuk ide Pahlawan Digital. Bagi Teten, program ini sangat penting bagi pelaku UMKM.

"Karenanya, kita membutuhkan inovator-inovator muda yang bisa membantu UMKM dapat berjualan langsung di market place digital," ujar Teten.

Di lain pihak, Putri menyadari pentingnya peran inovator-inovator muda dalam memberdayakan UMKM di masa mendatang. Ia juga yakin pasti banyak inovator-inovator muda di luar sana yang sangat luar biasa. "Mereka punya ide cemerlang untuk membantu UMKM. Kenapa kita tidak mencari lebih banyak lagi inovator-inovator muda untuk membantu lebih banyak lagi UMKM," kata Putri.

Anak muda di mata Putri, berperan penting dan dapat berkontribusi dalam pembangunan. Mereka punya semangat yang luar biasa. Karenanya, ia mengajak para inovator muda tersebut untuk bergabung dalam Pahlawan Digital UMKM. Perkembangan info terkait Pahlawan Digital UMKM bisa dipantau di Instagram @pahlawandigitalumkm @kemenkopukm dan @putri_tanjung.

"Program ini bukan hanya soal memenangkan kompetisi, tapi tentang bagaimana agar inovasi mereka berkembang dan dapat menjangkau lebih banyak laki pelaku UMKM," tegas Putri.*