Saturday, May 31, 2014

Profile Wahyudi Chandra Mantan TKI Yang Kini Bisnisnya Beromzet 200 Milyar Per Bulan

Siapa sangka seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong bisa menjadi miliuner. Dengan usahanya yang gigih dan ulet, Wahyudi Chandra punya omzet lebih dari Rp 200 miliar per bulan dari bisnis pengiriman uang atau remitansi.

Chandra mulai datang ke Hong Kong di tahun 1990-an, dan memulai kerjanya sebagai pegawai di sebuah restoran. Saat itu, selama bekerja di restoran, ia memanfaatkan waktu senggangnya sambil berjualan produk-produk Indonesia di Hong Kong.

"3 tahun jadi TKI saya manfaatkan waktu libur untuk berjualan nasi," kata Chandra saat ditemui di Causeway Bay, Hong Kong, Minggu (1/6/2014). Chandra berkisah, selama 3 tahun merintis bisnisnya berjualan nasi, ia juga sambil melayani pengiriman uang TKI Hong Kong ke Indonesia. Menurutnya potensi pengiriman uang dari Hong Kong ke Indonesia cukup besar.

"Pengelaman saya ini, saya merasa bahwa ini di dalam usaha kami ini benar-benar bagus. Saya membuka cabang sampai di mana-mana," ujarnya. Di tahun 1996, Chandra mengubah Visa-nya dari pekerja (TKI) menjadi pebisnis. Mulai dari situlah Chandra fokus menjalankan bisnis berjualan produk Indonesia dan melayani pengiriman uang.

Sejak tahun 2000, dia mulai ekspansif dan membuka cabang beberapa titik di Hong Kong. Hingga 50 cabang pengiriman uang, dan warung makan di Hong Kong. "Sekarang sudah ada whole sale, travel, remitansi," kata pria yang berasal dari Lombok ini.

Khusus untuk remitansi, setiap bulan Chandra melayani 30.000 transaksi dari TKI yang ada di Hong Kong. Tak tanggung-tanggung per bulan omzetnya dari transaksi remitansi saja bisa mencapai Rp 200 miliar lebih. Ia sangat terkenal di kalangan para TKI atau masyarakat Hong Kong dengan warungnya bernama Chandra.

"Rp 200 miliar omzet hanya untuk remitansi," tutupnya.

Friday, May 30, 2014

Teori Blusukan : Tehnik Undercover Management

Terinspirasi oleh berita-berita mengenai Jokowi, setahun belakangan ini banyak CEO yang memberi instruksi agar para manajer tidak asyik memimpin dari balik menara gadingnya saja yang penuh fasilitas dan kemewahan tanpa mengetahui atau tidak mau tahu kesulitan dan penderitaan bawahan yang ikut menopang segala kemewahan dan hedonisme para CEO dan shareholder. Istilah blusukan seperti merasuk ke semua lini corporate leadership. Namun, mengapa di panggung politik, hal ini jadi gunjingan negatif?

Seorang pengusaha ritel dan properti malah membawa isu blusukan dan rapat pimpinan nasionalnya. Dengan blusukan, ia mengaku kaget mendapatkan banyak insight mengenai hambatan-hambatan di lini bawah yang selama ini ia pikir hanya dibuat-buat oleh bawahanya yang malas untuk bekerja, cari gampang dan mengeluarkan all out performance mereka.

Di dunia internasional, dua tahun lalu, CEO Randall House, Ron Hunter, dalam presidential letter-nya mengutip anjuran Tom Peter yang bukunya menjadi New York Times Best Seller, In Search of Excellence. Di situ Tom Peter memperkenalkan istilah MWBA:management by walking around. Apa lagi bahasa Indonesianya ya kalau bukan blusukan?

Karena itu pulalah, salah satu program TV dari CBS yang sangat menyentuh diberi judul Undercover Boss. Persis seperti Jokowi yang menegur kepala-kepala daerahnya atau Prabowo yang melihat problem prajuritnya dilapangan, di situ ditunjukkan keberpihakan para bos terhadap “rakyat kecil” yang telah bekerja keras untuk perusahaan.

Program TV Undercover Boss belakangan juga ditiru di banyak negara, menggambarkan bagaimana para CEO turun sendiri ke bawah. Di CBS sendiri, acara ini sudah dibuat dalam lebih dari 60 episode (ratingnya 5,6-6,5/10), mulai dari bidang pengolahan sampah, hamburger, sampai American Online (AOL). “Going undercover gives you the chance to really connect with your worker,” ujar CEO AOL.

Soeharto, Sumarlin, dan Gus Dur
Dulu, pada eranya, Pak Harto juga sesekali melakukan blusukan. Karena hanya ada TVRI, maka “turba” (istilahnya waktu itu "turun ke bawah") tidak banyak diikuti wartawan.

Dalam buku Pak Harto: The Untold Stories (Gramedia, Pustaka Utama, 2011) misalnya, bisa dibaca kisah blusukan-nya mengatasi penyakit kelaparan (HO) di Gunung Kidul (1972). Pada masa itu, pejabat-pejabat tinggi terbiasa membuat laporan ABS (asal bapak senang). "Tak ada HO, yang ada hanya KKM, kemungkinan kurang makan," begitulah laporan pejabat.

Namun, kisah blusukan paling menarik kala itu dilakukan secaraundercover oleh Menteri Penertiban dan Pendayagunaan Aparatur Negara Prof Sumarlin. Berpeci hitam seperti PNS golongan 1 A, Sumarlin menyamar sebagai Ahmad Sidik di depan meja pembayaran RSCM.

Dari blusukan itulah terungkap betapa kejinya perlakuan petugas Kantor Bendahara Negara terhadap pegawai rendahan. Untuk mencairkan gajinya yang sudah rendah, mereka dikenakan pungli (bisa dibaca dalam buku JB Sumarlin: Cabe Rawit yang Lahir Di Sawah, Penerbit Kompas, 2013).

Berkat metode itulah, para pemimpin mampu membaca persoalan-persoalan masyarakat. Maklum, kalau tak turun ke bawah, keputusan hanya dibentuk oleh informasi orang-orang kuat yang akhirnya justru bisa merugikan masyarakat. Maka dari itu, tak heran kalau banyak politisi yang mengejek cara yang ditempuh Jokowi belakangan ini.

Namun, kisah blusukan yang paling ramai dibicarakan justru ada di era Gus Dur. Dalam 20 bulan pemerintahannya (1999-2001), Gus Dur blusukan keluar negeri sebanyak 80 kali. Mengapa ke luar negeri?

Ceritanya begini. Tak lama setelah beralih menjadi negeri demokrasi, Indonesia tak luput dari ancaman perpecahan, separatisme. Terlebih lagi, Timor Leste baru saja merdeka, sementara Aceh dan Papua terancam melepaskan diri. Mendiang Gus Dur menegaskan bahwa blusukan-nya itu dilakukan untuk mencegah dukungan asing terhadap separatisme di Indonesia.

Jadi meski dikritik habis-habisan, kita patut bersyukur NKRI aman di tangan pemimpin yang bekerja keras dan teguh menjaga kerukunan dan kebinekaan. Harap maklum pula, blusukan bisa dilakukan dalam banyak bentuk. Bisa penyamaran ataupun terbuka, baik dengan maupun tanpa pers.

Namun, blusukan tidak dapat diwakilkan karena pemimpin butuh first hand information. Blusukan juga harus dilakukan secara spontan agar keadaan lapangan tidak direkayasa oleh bawahan. Memang dalam beberapa hal terjadi kompromi, seperti kunjungan Gus Dur ke luar negeri, yang mau tak mau harus dipersiapkan protokolernya.

Kritik dan perbaikan
Sayang sekali, belakangan ini istilah blusukan seperti jadi bahan cemoohan dalam debat publik karena ulah orang yang suka blusukan demi popularitas dengan penuh liputan pers. Kita sendiri harus tetap berpikir, siapa pun presidennya, mereka harus rajin turun ke bawah kalau benar-benar berpihak pada rakyat dan pegawai-pegawai kecil.

Tidak fair kalau pemimpin hanya blusukan saat kampanye, dan setelah itu hanya memimpin dari Bina Graha, lewat pidato yang gagah, dari depan kamera yang sejuk atau dari jet pribadinya yang tak pernah kena macet. Indonesia adalah sebuaharchipelago terbesar di dunia dan tak akan pernah habis untuk dikunjungi.

Bahwa blusukan saja tak bisa memecahkan masalah, itu sudah pasti. Pemimpin besar tak akan pernah bisa memecahkan masalahnya sendirian. Ia butuh tim yang solid, yang semuanya bekerja keras dan mau diperintah. Ia butuh strategi yang mampu memobilisasi kekuatan besar. Namun, apalah artinya strategi besar kalau eksekusinya buruk atau tak sampai ke bawah.

Itulah PR bagi para pemimpin. Jadi pemimpin itu jangan hanya memelototi harga saham, perubahan nilai aset, selisih kurs, atau inflasi belaka. Rezeki bangsa ini berasal dari lini bawah, yang kita sebut the bottom line....

Friday, May 23, 2014

Indonesia Impor Susu Segar 4,5 Juta Liter per Hari

Direktur Pengembangan Usaha dan Investasi Kementerian Pertanian Jamil Musanif menyatakan hingga saat ini kebutuhan susu sapi nasional lebih besar ketimbang kemampuan produksi dalam negeri.

"Kebutuhan susu 6 juta liter per hari, sedangkan kemampuan produksi nasional hanya 1,5 juta liter per hari," katanya di Peternakan Cisarua Mountain Dairy (Cimory), Ciawi, Jumat, 23 Mei 2014.

Hal senada dikatakan Iqbal Alim, Kepala Seksi Sapi dan Kerbau Perah Direktorat Budi Daya Ternak Kementerian Pertanian, yang mengungkapkan bahwa 80 persen kebutuhan susu nasional sepanjang 2013 dipenuhi dari impor.

Hal tersebut sejalan dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, yaitu, sepanjang Januari 2014, ada lima negara eksportir utama susu sapi ke Indonesia. Kelima negara itu adalah Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Belgia, dan Kanada.

Nilai transaksi impor susu sapi dari kelima negara itu mencapai US$ 54,64 juta. Sedangkan berat yang telah diimpor sepanjang Januari 2014 ialah 12,09 juta kilogram. Amerika Serikat menjadi negara pengimpor susu sapi terbesar dengan nilai transaksi sebesar US$ 16,37 juta dan berat 3,04 juta kilogram.

Menurut Jamil Musanif, rendahnya produksi susu sapi dalam negeri disebabkan minat peternak sapi yang rendah untuk membudidayakan sapi perah. "Faktor pemicunya adalah harga jual susu segar yang masih murah," ia mengatakan.

PT Samudra Indonesia Tbk Bangun Terminal Peti Kemas Palaran Tahap Dua

PT Samudra Indonesia Tbk (SMDR) tengah menyiapkan pembangunan Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda, fase kedua. Bani Masli, Komisaris Utama PT Samudra Indonesia, menjelaskan TPK Palaran II dikerjakan untuk menambah kapasitas Terminal Palaran yang sudah ada.

"Kami melakukan peningkatan dari fase satu dengan tanah yang masih tersisa," katanya kepada Tempo, Jumat, 23 Mei 2014. Samudra Indonesia menargetkan kapasitas terminal menjadi 350 ribu TEUs (twenty-feet equivalent units) dari kapasitas sebelumnya 220 ribu TEUs.

Menurut dia, dari empat lini bisnis yang dijalankan Samudra Indonesia, yaitu perkapalan, logistik, agency, dan terminal, yang paling bersinar adalah yang terakhir. Meski hanya menyumbang 30 persen pendapatan kepada perusahaan, lini bisnis terminal memberikan lebih dari 50 persen keuntungan.

Bani mengungkapkan masih sedikit pengusaha yang berinvestasi dalam bisnis terminal peti kemas. Saat ini baru ada PT Pelindo dan Samudra Indonesia yang menjadi pemain utama. "Indonesia itu luas, kalau Samudra sendirian tidak akan pernah bisa," tutur cucu pendiri Samudra Indonesia tersebut.

Direktur Samudra Indonesia Prabowo Budhy Santoso menimpali proses konstruksi akan dimulai Juli 2014. Proses konstruksi diperkirakan memakan waktu maksimal enam bulan dan akan rampung akhir 2014. Terminal fase kedua tersebut dibangun di atas tanah seluas 3 hektare dari total 20 hektare yang dimiliki Samudra Indonesia dengan biaya US$ 7 juta.

Citilink Buka Loket Penjualan Tiket di Carrefour

Maskapai penerbangan nasional berbiaya murah Citilink Indonesia, menggandeng PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) sebagai mitra bisnis. Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) itu akan memperluas fasilitas pembayaran tiket pesawat melalui 50 gerai Carrefour di Indonesia.

"Kerja sama ini merupakan upaya untuk mewujudkan prinsipsimple, on time, dan convenience bagi konsumen. Kami juga akan terus memperluas akses pembayaran melalui mitra bisnis lain," kata CEO Citilink Indonesia Arif Wibowo saat meresmikan Sales Box Citilink di Carrefour Lebak Bulus, Jumat, 22 Mei 2014.

Arif menjelaskan, di Sales Box tersebut, masyarakat tidak hanya dapat membayar tiket yang sudah dipesan secaraonline, tapi dapat pula membeli secara langsung di tempat. Selain itu, Sales Box melayani penjualan aneka merchandiseyang biasanya hanya bisa dibeli di pesawat.

Direktur PT Trans Retail Indonesia Adji Srihandoyo berharap sinergi yang terjalin melalui kerja sama ini akan menguntungkan konsumen kedua pihak. "Ini bagian dari upaya kami untuk mewujudkan Carrefour sebagai one stop shopping destination and unique shopping experience," ujarnya.

Ke 50 gerai Carrefour yang membuka gerai pembayaran Citilink adalah Lebak Bulus, Puri Indah, Permata Hijau, Taman Palem, Ciledug, Cempaka Putih, Mall of Indonesia Ambassador, M.T. Haryono, Kramat Jati, Sunter, Cempaka Mas, Depok, Buaran, Bekasi Harapan, Bekasi Square, dan Bumi Serpong Damai.

Selain itu, ada di Supermall Karawaci, Central Park, Bintaro, Duta Merlin, Ciputat, Karawang, Cikarang, Pluit Village, Cipinang Indah Mall, Blok M Square, Emporium, Blue Mall Bekasi, Cibinong, Tamini Square, Mangga Dua, Season City, Kasablanka, Serang, Tangerang City, Semarang Srondol, Pasar Atom Surabaya, Medan Citra Garden, Trans Studio Makassar, dan Cibinong City Mall.

Analisa 4 Persoalan Yang Membuat Harga Apel Malang Anjlok Di Pasar

Asosiasi Hortikultura Nasional (AHN) menyatakan ada empat persoalan yang dihadapi para petani apel Malang. "Pertama, menurut petani di sana, sekitar 60-70 persen lahan pertanian apel sudah beralih fungsi menjadi hotel, tempat hiburan, dibiarkan terlantar atau menjadi perkebunan tebu," kata Sekretaris Jenderal AHN, Ramdansyah melalui keterangan resminya, Senin, 24 Februari 2014.

Masalah kedua, ia melanjutkan, membanjirnya aple impor di Malang. Akibatnya, harga apel lokal terpuruk. Ramdansyah memberi contoh, ada harga apel yang merosot menjadi Rp 2.500 per kilogram di tingkat eceran. Ketiga, jatuhnya harga apel lokal menyebabkan petani besar beralih ke sektor usaha lain seperti properti dan agrowisata. Kemudian yang menjadi permasalahan keempat adalah bencana letusan Gunung Kelud membuat petani sulit memasarkan produk.

Asosiasi meminta Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi untuk mengurangi volume impor 37 produk hortikkultura yang tidak dikenai preferensi harga, terutama apel. Selain itu, pemerintah diminta menjadikan impor sebagai solusi temporer yaitu selama pasokan kebutuhan nasional tidak tersedia.

Asosiasi juga berharap Kementerian Perdagangan memberi sanksi tegas kepada importir terdaftar (IT) hortikultura yang tidak bisa memenuhi 80 persen permohonan. Caranya, dengan mencabut IT hortikultura selama dua tahun sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 tahun 2013. Peraturan tersebut mengatur ketentuan impor produk hortikultura. Pencabutan dengan memperhatikan rekomendasi Kementerian Pertanian mengenai masa panen raya sehingga tidak ada produk yang sama diimpor saat musim panen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, mengatakan impor produk hortikultura tetap diketatkan. "Salah satu caranya dengan syarat realisasi 80 persen dari izin impor yang diberikan," katanya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 24 Februari 2014. Bachrul mengklaim banyak importir yang mengembalikan izin lantaran tak mampu merealisasikan impor. Namun Bachrul tak menyebut jumlah importir yang mengembalikan izin impor tersebut.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Hortikultura Nasional, Ramdansyah, menyatakan pengetatan impor diperlukan untuk melindungi komoditas lokal. Salah satu contoh dampak buruk impor, Ramdansyah mencontohkan, terjadi pada komoditas apel. Menurut dia serbuan apel asing membuat harga apel Malang, Jawa Timur, anjlok. "Harga apel lokal terpuruk menjadi Rp 2.500 per kilogram di tingkat eceran," katanya.

Akibat anjloknya harga, rentetannya meluas sampai pada keengganan pengusaha menanam apel. Sehingga banyak lahan kebun apel beralih fungsi menjadi lahan tebu, hingga properti. "Sekitar 60-70 persen lahan pertanian apel sudah beralih fungsi," ujarnya.  Ramdansyah meminta Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, memangkas volume impor 37 produk hortikultura yang tidak dikenai preferensi harga, terutama apel. Selain itu, pemerintah diminta menjadikan impor sebagai solusi jangka pendek jika pasokan lokal di bawah permintaan.

Izin impor suatu komoditas, menurut Ramdansyah, seharusnya tidak diberikan bersamaan ketika panen raya produk lokal yang sama. Terhadap importir berkinerja buruk, Ramdansyah berharap Kementerian Perdagangan dapat memberikan sanksi tegas. "Cabut izin impornya," katanya.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (Assibisindo) Kafi Kurnia memprediksi kebutuhan buah segar dan sayuran saat puasa tahun ini bakal meningkat di atas 100 persen. "Kebetulan momennya bareng, antara puasa, politik (pilpres), dan bola (piala dunia)," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 23 Mei 2014.

Menurut Kafi, kegiatan ekspor dan impor buah dan sayuran segar puasa tahun ini dianggap kurang tepat. Sebab, suhu politik pemilihan presiden 9 Juli dianggap kurang menguntungkan bagi dunia usaha. "Iklim politik itu membuat kami waswas apakah aman atau bagaimana, ditambah nilai tukar dolar AS biasanya naik," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kebutuhan buah segar dan sayuran kerap naik tajam saat puasa. Rata-rata penjualan buah segar dan sayur naik antara 65-100 persen dari kebutuhan biasa. "Biasanya naiknya untuk buah segar yang banyak dibuat jus," kata dia. Khusus tahun ini, ucap Kafi, tiga momen besar terjadi berdampingan, yakni puasa, pilpres dan Piala Dunia. "Sepertinya bisa di atas 100 persen. Sambil sahur atau bergadang nonton bola, orang bisanya makan buah-buahan," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, ia berharap pemerintah beserta masyarakat bisa mengawal proses pemilihan presiden dengan aman. "Kalau aman jelas dolar AS turun serta keselamatan warga terjamin," ujarnya.

Wednesday, May 21, 2014

Peringkat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan telah menerima laporan dari Menteri Keuangan Chatib Basri ihwal penetapan peringkat ekonomi negara-negara di dunia tahun ini oleh Bank Dunia. "Alhamdulillah ekonomi Indonesia, oleh World Bank, ditetapkan sebagai ekonomi nomor sepuluh di dunia," kata SBY saat meresmikan Rajawali Televisi di Jakarta Convention Center, Sabtu, 3 Mei 2014.

Menurut SBY, peringkat ekonomi Indonesia tahun ini berada di bawah sembilan negara, yakni Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, dan Inggris. "Tentu ini awal yang baik," ujar mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini.

Namun, dia menambahkan, jalan Indonesia untuk menjadi negara maju masih panjang. "Masih banyak yang harus kita benahi, masih banyak permasalahan yang harus kita atasi, di sana-sini masih ada kekurangan kita," ucap SBY. Menurut dia, segala permasalahan ini bisa diatasi jika semua elemen bangsa memiliki sikap optimistis. "Kalau di antara kita mengatakan, 'Ah, mana bisa Indonesia?' Ubahlah sikap dan pemikiran itu, insya Allah Indonesia bisa," kata SBY

Indonesia diproyeksikan berada di urutan 21 dalam jajaran 29 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2013 dan 2014 dalam Laporan Semi Tahunan Bank Dunia mengenai Prospek Ekonomi Global. Sebagian besar negara yang masuk daftar ini tergolong frontier markets (negara berkembang) yang memiliki PDB sangat rendah.

Dari 29 negara, 16 terletak di Afrika, 7 terletak di Asia Tenggara, 3 terletak di Asia Tengah, 2 berada di Amerika Latin dan satu di Timur Tengah. 9 negara mengandalkan ekspor minyak bumi, sementara 5 negara tergantung kepada ekspor emas dan permata.

Industri pariwisata menjadi industri yang diandalkan oleh lima negara dalam daftar ini. Sementara itu sektor pertanian masih menjadi mata pencaharian utama dalam ekonomi lima negara dalam daftar ini. Hanya tiga negara dalam daftar ini yang bergabung dalam G-20.

Peringkat pertama diduduki oleh Irak dengan proyeksi pertumbuhan PDB 13,1 persen pada 2013 dan 11 persen pada 2014. 90 persen pendapatan pemerintah Irak berasal dari ekspor minyak bumi. Sektor konstruksi juga diperkirakan akan menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi karena Irak sedang membenahi diri pasca pendudukan Amerika Serikat.

Peringkat kedua diduduki oleh Sierra Leone yang mengandalkan industri pertambangan dan permata. Dua raksasa ekonomi dunia, Cina dan India masing-masing berada di peringkat ketiga dan kesebelas dalam daftar ini.

Laos diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia Tenggara pada 2013 dengan pertumbuhan 7,6 persen. Walaupun tingkat pendapatan Laos rendah, tetapi pertumbuhan berjalan cukup cepat sebagai hasil investasi asing dan investasi infrastruktur.

Perekonomian Indonesia sendiri diperkirakan akan tumbuh 6,5 persen pada 2013 dan 6,3 persen pada 2014. Bank Dunia menilai sektor keuangan Indonesia tumbuh dengan cukup baik dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada 2012, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen sementara target pemerintah Indonesia ekonomi tumbuh 6,5 persen.

PT Sekar Laut Tbk Alami Pertumbuhan Penjualan Sebesar 19 Persen

Direktur Keuangan PT Sekar Laut Tbk John Canfi Gozal mengatakan perseroan berhasil mencatatkan total realisasi penjualan pada kuartal pertama 2014 sebesar Rp 169 miliar. Angka itu naik 19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan laba bersih perusahaan pada kuartal pertama 2014 tercatat Rp 3,7 miliar, naik dibanding 2013 yang hanya Rp 1,9 miliar. "Kenaikan laba ditunjang peningkatan penjualan dan efisiensi pabrik sesuai dengan utilisasi produksi," ujar John setelah menggelar rapat umum pemegang saham di Surabaya, Rabu, 21 Mei 2014.

Emiten berkode SKLT itu bergerak di bidang produksi makanan, khususnya krupuk, saus, dan bumbu masak dengan mengusung merek FINNA. Produksi krupuk berkontribusi paling besar untuk perseroan dengan total produksi 20 ribu ton pada 2013. Disusul saus sebesar 6.000 ton dan bumbu masak 2.000 ton.

Tahun 2014, John menargetkan realisasi total produksi naik 20 persen, seiring rencana investasi penambahan mesin produksi senilai Rp 50 miliar.  Pada tahun buku 2013, perseroan mencatatkan penjualan bersih Rp 567 miliar, naik ketimbang 2012 yang hanya Rp 402 miliar. Adapun laba bersih 2013 mencapai Rp 11,4 miliar, naik dibanding 2012 senilai Rp 8 miliar.

Penjualan saus menunjukkan peningkatan paling tinggi, disusul krupuk dan bumbu masak. "Secara keseluruhan, penjualan produk naik 47 persen pada 2013--melebihi target, yakni 20 persen," tuturnya.

Adapun deviden yang dibagikan sebesar Rp 2,07 miliar dengan harga Rp 3 per lembar saham. Tahun 2014, perseroan menargetkan kenaikan deviden sebesar Rp 2,7 miliar dengan harga Rp 4 per lembar saham. "Target pendapatan dan laba bersih masing-masing naik 20 persen pada 2014," kata John.

Seiring membaiknya penjualan, perseroan mencatatkan nilai total aset senilai Rp 302 miliar pada 2013. Jumlah itu naik 21 persen ketimbang 2012. Kenaikan aset diperoleh dari naiknya modal kerja dan investasi.

Pada 2013, SKLT menginvestasikan dana Rp 39 miliar. Sedangkan tahun ini pihaknya menganggarkan investasi Rp 50 miliar. "Kami juga mengincar ekspansi usaha di daerah Ngoro Industri, Mojokerto."

Belanja Subsidi Indonesia Pada Tingkat Yang Mengkhawatirkan

Dunia memperkirakan belanja subsidi Indonesia akan melampaui batas yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014. Menurut Ekonom Utama Perwakilan Bank Dunia di Jakarta, Jim Brumby, persentase subsidi dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional akan meningkat dibandingkan dengan 2013.

"Dengan adanya risiko ekonomi yang berkelanjutan serta agenda pembangunan yang ambisius, kelanjutan reformasi anggaran sebaiknya menjadi prioritas," kata dia dalam paparan Indonesia Economic Quarterly di Intercontinental Hotel Jakarta, Selasa, 18 Maret 2014.

Bank Dunia memperkirakan pada 2014 belanja subsidi Indonesia akan mencapai 2,6 persen dari PDB. Proporsi belanja subsidi ini lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 2,2 persen. Bank Dunia juga memperkirakan nilai subsidi akan lebih besar dari jatah yang sudah ditetapkan dalam APBN 2014.

Dalam APBN 2014, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengalokasikan subsidi sebesar Rp 333,7 triliun. Subsidi tersebut terbagi dua, yakni untuk energi (Rp 282,1 triliun) dan non-energi (Rp 51,6 triliun). Nilai subsidi 2014 lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya, saat pemerintah dan DPR menyepakati subsidi Rp 348,1 triliun.

Karena nilainya cukup tinggi, Bank Dunia menyarankan pemerintah Indonesia agar membatasi subsidi dan mengalokasikan anggaran untuk kepentingan yang mendesak. Dana subsidi seharusnya disalurkan pada investasi infrastruktur dan pelayanan masyarakat.

Bank Dunia Tingkatkan Pinjaman Untuk Negara Miskin Sebesar 40 Persen Per Tahun

Bank Dunia (World Bank) berencana meningkatkan dana pembangunan untuk negara miskin sekitar 40 persen per tahun dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang. Penambahan ini sebagai bagian dari penyesuaian yang dilakukan pertama kali sejak tahun 1997.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan Bank Dunia akan fokus pada 10 negara, termasuk India, China, Bangladesh, dan Republik Demokratik Kongo, yang merupakan rumah bagi 80 persen dari kaum miskin di dunia. Pendapatan mereka kurang dari US$ 1,25 per hari.

Seperti dirilis Reuters, komitmen Bank Dunia, kata Kim, harus tumbuh menjadi lebih dari US$ 70 miliar per tahun dalam dekade berikutnya. Jumlah itu lebih besar saat ini yang mencapai US$ 45-50 miliar. Bagian pertama peningkatan pendanaan terjadi pada bulan Februari.

"Kebutuhan pembangunan di dunia, tentu saja, jauh melampaui kemampuan Bank Dunia untuk mengatasinya, tapi kita bisa berbuat banyak, banyak lagi," kata Kim, Selasa, 1 April 2014 kepada para perwakilan hubungan luar negeri menjelang pertemuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam pertemuan itu Bank Dunia juga akan menyampaikan secara resmi peningkatan kemampuan finansial mereka.

Pertumbuhan kredit bank dan jaminan investasi serta perencanaan staf dan pemotongan anggaran, merupakan bagian dari reorganisasi besar-besaran yang diluncurkan oleh Kim. Dia berharap reformasi akan membuat lembaga lebih relevan, terutama untuk negara-negara berpenghasilan menengah.

Negara-negara berpenghasilan menengah, termasuk peminjam lima terbesar bank yaitu Cina, Brasil, Turki, India, dan Indonesia dapat lebih mengandalkan pendanaan swasta dan pinjaman bilateral untuk pertumbuhan ekonomi mereka. Namun menurut Kim, negara-negara tersebut, masih memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dan membutuhkan akses pendanaan untuk lingkungan dan infrastruktur. Untuk itu Bank Dunia menawarkan suku bunga pinjaman lebih rendah daripada bank swasta.

100 Karyawan McDonald's Ditangkap Karena Tuntut Kenaikan Gaji

Lebih dari 100 karyawan McDonald's ditangkap polisi pada Rabu, 21 Mei 2014 waktu Amerika Serikat. Mereka terlihat memenuhi kantor pusat restoran cepat saji ini guna menuntut upah minimum yang lebih layak.

“Kami harus menunjukkan pada McDonald's bahwa kami serius dan tak akan mundur,” kata Jessica Davis, salah satu pegawai McDonald's kepada Reuters, saat berdemo di kantor pusat yang berada di Chicago.

Ia mengaku hanya mendapat upah US$ 8,98 atau sekitar Rp 103 ribu per jam. Untuk standar Amerika, angka tersebut terbilang kecil. Bersama rekan-rekannya, Jessica menuntut agar McDonald's memberikan upah minimum US$ 15 per jam.

Menanggapi hal ini, juru bicara McDonald's Heidi Barker Sa Shekhem mengatakan bahwa perusahaan akan memantau debat mengenai upah minimum. “US$ 15 tidak realistis. Namun, kita tahu bahwa upah minimum akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Presiden AS Barrack Obama telah mendesak Kongres untuk menaikkan upah minimum federal dari US$ 7,25 (Rp 83 ribu) menjadi US$ 10,10 (Rp 116 ribu) per jam. Meski demikian, kini wilayah Washington dan 21 negara bagian lainnya memiliki upah minimum yang lebih tinggi dari upah minimum federal.

Suku Bungan Acuan Tidak Naik ... Index Harga Saham Gabungan Menguat

Analis dari Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali bergerak positif hari ini. Laju positif ini melanjutkan penguatan bursa saham dalam negeri yang terjadi kemarin sebesar 14 poin (0,3 persen) ke level 4.910,29. Dia mengatakan pasar juga memberikan respons positif karena pemilihan presiden belum memberikan sinyal suku bunga kembali naik. "Indeks akan naik juga dipengaruhi bursa Down Jones yang mengalami rebound. Down Jones berturut-turut memberi harapan tidak pasti dan arah yang belum jelas," katanya saat dihubungi Tempo, Kamis 22 Mei 2014.

Satrio memprediksi indeks saham berjalan di posisi 4.800 hingga 4.860 pada level support, dan 4915 hingga 4.975 pada posisi resisten. Meski berharap penguatan bursa regional dapat menolong kenaikan indeks saham, Satrio menuturkan saat ini sentimen pemilu telah menurun. Alhasil, jika dalam jangka menengah indeks naik, penguatan bursa regional akan terbatas. "Pemilu masih jauh dan sentimen negatif dalam negeri seperti koreksi pertumbuhan ekonomi dan kenaikan tarif dasar listrik masih berlangsung," katanya.

Dia memperkirakan saham yang moncer pada hari ini adalah saham lapis pertama seperti sektor kontruksi, perbankan, dan telekomunikasi. "Saham batu bara juga akan mengalamiteknikal rebound karena kemarin positioning-nya kuat secara teknikal," katanya.

Satrio juga memprediksi nilai tukar rupiah kembali melemah dari 11.509 per dolar Amerika. Hal ini melanjutkan penurunan 19 poin pada hari kemarin. Dia mengatakan rupiah akan berada pada level 11.400 - 11.600 per dolar pada hari ini. Penurunan nilai rupiah dipengaruhi dari kekecewaan hasil koalisi partai politik menjelanga pemilihan umum presiden.

Analis dari Asia Financial Networks Agus Susanto memprediksikan pada perdagangan hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Indeks saham berpotensi melanjutkan penguatan jika didorong aksi beli asing yang signifikan.

"Namun, sentimen regional yang menunggu data manufaktur Cina sedikit menahan IHSG," kata Agus, Kamis, 22 Mei 2014. Sebelumnya, data manufaktur Cina yang dirilis HSBC menunjukkan penurunan. Secara teknikal, IHSG hari ini masih berpeluang rebound. "Saya prediksi pergerakannya dalam rentang 4.852 hingga 4.943," katanya.

Dari bursa global, Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones kembali menguat tiga digit dengan didukung 28 dari 30 komponennya. Pada bursa S&P, sepuluh sektor mengalami kenaikan dengan didorong sektor konsumer dan energi. "The Fed dalam paparannya semalam menyetujui rencana menaikkan suku bunga acuan, tetapi belum dipastikan kapan," kata dia. Sebelumnya the Fed telah menyatakan akan menormalisasi semua kebijakannya.

Hampir sama dengan Agus, analis dari Asjaya Indosurya Securities Wiliam Suryawijaya memperkirakan IHSG hari ini akan berada pada kisaran 4.898- 4.968. Keberhasilan IHSG menutup perdagangan di atas level resistance 4.903 menunjukkan potensi penguatan masih ada. "Kesempatan untuk menuju resistance berikutnya pada level 4.968 semakin terbuka lebar," kata dia.

Support saat ini yang berada pada 4.898 yang akan terjaga cukup kuat. IHSG akan terkonfirmasi lepas dari konsolidasi pendek saat ini jika mampu berada di atas levelresistance 5003. Secara umum, menurut William, IHSG berada dalam fase konsolidasi sembari menunggu moment rally naik berikutnya.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) bakal terus menguat seiring dengan telah mendaftarnya dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Selasa kemarin. Hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka menguat 9 poin atau sekitar 0,2 persen. Kemarin perdagangan saham ditutup di poin 4.895,955 sementara hari ini sudah mencapai 4.905,549.

"Saya rasa trennya akan terus menguat seiring dengan pengumuman dua calon presiden yang sudah resmi. Harapan positif bagi pasar," ujar ekonom dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Eko Nugroho, hari ini, Rabu, 21 Mei 2014. Menurut Agus, para investor telah menunggu siapa calon yang akan mendaftar dalam pemilu presiden. Sehingga ketika kedua calon diresmikan, hal ini membawa dampak yang sangat positif bagi pasar.

Meski demikian, Agus menjelaskan berapa lama tren penguatan ini akan bertahan, tidak dapat diprediksi. Sebab, banyak faktor yang mempengaruhinya. Termasuk inflasi yang biasa terjadi menjelang Ramadan dan Lebaran. Di sisi lain, pasar luar negeri menunjukkan pelemahan. Indeks bursa NIKKEI melemah 42,38 poin atau 0,29 persen ke level 14.034,92 poin. Sedangkan indeks di bursa Hang Seng menguat tipis 0,15 persen atau 33.57 poin ke level 22.868,25.

Adapun kurs rupiah hari ini masih bertengger di posisi Rp 11.393-11.557 per dolar AS. Menurut Agus, kurs rupiah tidak berubah banyak mengikuti kondisi politik. "Asalkan pemerintah bisa menjaga angka inflasi jelang bulan puasa, akan berpengaruh positif terhadap pasar uang, pasar saham, juga nilai rupiah," tambahnya.

Riset AC Nielsen : Industri Media Cetak di Luar Jawa Lebih Prospektif

Hasil riset PT Nielsen Indonesia menunjukkan potensi industri media cetak di luar Pulau Jawa lebih besar dibanding di dalam Pulau Jawa. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya konsumsi media cetak tersebut di luar Pulau Jawa.  "Jawa memang paling padat dan infrastrukturnya paling baik. Tapi potensinya lebih besar luar Jawa. Ini harus digarap betul," kata Managing Director Media Nielsen Indonesia Irawati Pratignyo di kantor Nielsen Indonesia, Mayapada Tower, Jakarta, Rabu, 21 Mei 2014.

Menurut hasil riset Nielsen sepanjang 2010-2014, tingkat konsumsi media cetak di lima kota besar luar Jawa, seperti Medan, Palembang, Denpasar, Makassar, dan Banjarmasin, lebih tinggi dibanding lima wilayah besar di Jawa.  Kelima wilayah besar di Jawa yang dimaksud meliputi Jakarta dengan wilayah megapolitannya, Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi); Surabaya dengan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan); Bandung; Semarang; dan Yogyakarta yang berdekatan dengan Sleman dan Bantul.

Temuan selama empat tahun itu didapat dari pemantauan kepemirsaan televisi, pengukuran teknologi meter dengan GSM & GPRS, serta berbagai metode lainnya sesuai dengan jenis media. Survei dilakukan di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin. Namun Nielsen menegaskan hasil survei tak mewakili populasi Indonesia.

Lebih jauh, Irawati menjelaskan, dalam temuan Nielsen itu, praktis hanya konsumsi media via Internet di Jawa yang lebih tinggi ketimbang wilayah luar Jawa. Konsumsi media via Internet di Jawa sebanyak 34 persen, sementara luar Jawa 32 persen. Selebihnya, konsumsi media via televisi, radio, koran, tabloid, dan majalah tercatat lebih tinggi di luar Jawa.

Tingginya pertumbuhan tingkat konsumsi media cetak di luar Jawa ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan pertumbuhan penduduk di luar Jawa lebih tinggi dibanding Jawa. Besaran dan laju peningkatan produk domestik bruto (PDB) di luar Jawa juga lebih tinggi dibanding Jawa, dan akan bertahan hingga 2030. "Perkembangan di luar Jawa sangat luar biasa. Ini merupakan peluang luar biasa bagi para pelaku industri," kata Irawati.

Managing Director Media PT Nielsen Indonesia Irawati Pratignyo mengungkapkan penetrasi mediaonline di Pulau Jawa tumbuh tertinggi ketimbang di luar Pulau Jawa. “Penetrasi Internet di Jawa bertumbuh dari 17 persen pada 2010 menjadi 34 persen pada 2014,” ujarnya di kantor Nielsen Indonesia, Mayapada Tower, Jakarta, Rabu, 21 Mei 2014.

Sedangkan penetrasi media online di luar Jawa, dari 19 persen pada 2010 naik menjadi 32 persen pada 2014. Hal tersebut terlihat dari survei yang dilakukan Nielsen Indonesia sepanjang 2010-2014. Temuan selama empat tahun itu didapat dari pemantauan kepemirsaan televisi, pengukuran teknologi meter dengan GSM & GPRS, dan berbagai metode lainnya sesuai dengan jenis media. Survei dilakukan di sepuluh kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Banjarmasin.

Berdasarkan riset survei Nielsen itu, penetrasi konsumsi korandi Jawa pada 2010 masih 15 persen, lalu turun menjadi 11 persen pada tahun 2014. Adapun konsumsi tabloid dan majalah turun lebih drastis ketimbang koran. Untuk penetrasi konsumsi tabloid turun dari 10 persen menjadi 6 persen, sementara penetrasi konsumsi majalah turun dari 8 persen menjadi 5 persen.

Adapun untuk luar Jawa, penetrasi koran mengalami peningkatan paling tinggi, yang masih 23 persen pada 2010 menjadi 26 persen pada 2014. Sedangkan penetrasi tabloid dan majalah masing-masing stagnan di angka 9 persen dan 5 persen.

Association Director Communications & Marketing The Nielsen Company Indonesia Miladinne I. Lubis mengungkapkan ada hipotesis awal yang bisa menjelaskan penurunan penetrasi konsumsi media cetak tersebut. "Hipotesis awal karena kota-kota besar Jawa mempunyai aktivitas bisnis yang padat dan beralih ke online. Sementara di luar Jawa justru banyak yang baca koran, mungkin karena infrastruktur mengakses online belum memadai," tuturnya.

Penurunan penetrasi konsumsi media cetak di Jawa juga sejalan dengan meningkatnya penetrasi media online di Jawa. Pertumbuhan konsumsi Internet melalui akses mobile di Jawa pada 2014 mencapai lima kali lipat dibanding 2010. Sedangkan pertumbuhan di luar Jawa hanya tiga kali lipat.

Tata Cara dan Syarat Agar Produk Lokal Bisa Masuk Carrefour

PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) berkomitmen mendorong pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Carrefour membuka peluang bagi para pelaku UKM yang ingin produknya bisa tembus pasar modern. Carrefour menyediakan pojok UKM hampir di seluruh gerainya yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuannya agar produk UKM dapat lebih dikenal masyarakat luas.

Bagaimana caranya?

National UKM Buyer PT Trans Retail Indonesia Donny Augusta mengatakan ada beberapa tahapan agar produk UKM yang dikembangkan masyarakat dapat dipasarkan di gerai-gerai toko modern seperti Carrefour. Berikut ini tahapannya:

Datang ke Carrefour Lebak Bulus (Jakarta Selatan)
Calon pemasok UKM yang ingin memasukan produknya bisa langsung menghubungi bagian UKM Buyer.  "Kalau penggiat UKM ingin produknya dipasarkan di gerai Carrefour, tinggal datang saja ke Carrefour Lebak Bulus. Di situ nanti akan ketemu resepsionis, bilang mau ketemu dengan UKM Buyer," kata Donny kepada detikFinance di Gerai Carrefour Duta Merlin, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Bagi UKM yang ada di luar Jakarta, maka bisa datang ke gerai-gerai Carrefour terdekat. Mekanismenya sama yaitu menghubungi bagian UKM Buyer. "Buat yang di luar Jakarta, tinggal datang ke Carrefour terdekat. Prosedurnya sama. Nanti dari yang di daerah, akan disampaikan ke saya," ujar Donny.

Bawa Dokumen Lengkap
Calon pemasok Carrefour harus menyiapkan beberapa syarat formal yaitu dokumen yang dibutuhkan. Mulai dari identitas hingga dokumen dari pemerintah setempat. "Bawa KTP, NPWP, Fotokopi halaman depan buku tabungan, keterangan dari dinas koperasi. Untuk produk pangan, harus dilengkapi dengan keterangan bebas kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan sertifikasi halal dari MUI," katanya.

Tunggu Tahap Seleksi dan Penyaringan
Setelah proses penyerahan dokumen lengkap, maka calon pemasok menunggu proses seleksi. Tahapan ini lah butuh waktu yang tak sebentar, karena akan ada proses seleksi sesuai yang disyaratkan Carrefour. "Nah ini yang butuh kesabaran. Karena kan yang masuk ke kita itu banyak dari seluruh Indonesia. Harus saya seleksi satu persatu," katanya.

Berpeluang Omzet Naik
Target masuk ke pasar modern menjadi impian para UKM yang ingin penjualannya meningkat dan produknya dikenal pasar. Dalam beberapa kasus, sebuah produk yang masuk ke ritel modern bisa berdampak pada kenaikan omzet atau penjualan usahanya.

"Tergantung keuletan. Dari studi kasus ada yang dalam setahun dari yang semula omzetnya Rp 500 ribu per hari bisa sampai Rp 1 Miliar per hari. Only one years. Contohnya tales Bogor Karuhun. Tapi balik lagi, itu tergantung keuletan. Harus tahan banting dan kuat menerima tekanan pasar," kata Kepala UKM Center Universitas Indonesia, Dewi Meisari Haryanti.

Tuesday, May 20, 2014

Hutang Luar Negeri Perusahaan Swasta Capai 3 Ribu Triliun Rupiah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan bisa memahami kenapa nilai utang luar negeri swasta belakangan terus naik. "Kenapa? Karena kalau Indonesia pinjam dolar ke luar negeri, biayanya lebih murah dibanding meminjam rupiah di dalam negeri," kata dia di kantornya, Selasa, 20 Mei 2014. Pernyataan ini menanggapi data Statistik Utang Luar Negeri yang dirilis oleh Bank Indonesia kemarin. Per Maret 2014 tercatat utang luar negeri mencapai US$ 276,5 miliar atau sekitar Rp 3.155 triliun. Angka itu naik sekitar US$ 4,15 miliar bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 272,35 miliar.

Sebagian besar utang tersebut berasal dari swasta sebesar US$ 145,98 miliar. Sisanya bersumber dari pemerintah dan bank sentral yang mencapai US$ 130,5 miliar. Adapun rasio pembayaran utang (DSR) per kuartal pertama tahun 2014 ini sebesar 46,31 persen atau lebih tinggi ketimbang periode serupa tahun lalu yang sebesar 36,79 persen.

Lebih jauh, CT—begitu Chairul Tanjung sering disapa—menjelaskan, kenaikan utang luar negeri dari swasta ini juga akibat dari rasio penyaluran utang dari perbankan yang sudah terlalu tinggi. “LDR perbankan sudah lebih dari 90 persen, bank nasional juga terbatas dalam memberi pinjaman bagi dunia usaha,” tuturnya. Walhasil, kalangan swasta melirik utang luar negeri sebagai salah satu opsi yang paling realistis.

Meski begitu, menurut dia, Bank Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya terhadap mismatch pembayaran utang luar negeri oleh pihak swasta. Bersama dengan BI dan Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah akan terus menggodok kebijakan untuk bisa mengatasi persoalan tersebut.

Hal berbeda disampaikan oleh Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri. Ia menyebut utang luar negeri Indonesia sejauh ini masih aman. "Relatif oke, capital inflow-nya masih terjadi," kata dia. Namun demikian, utang luar negeri tetap harus diperiksa karena banyak pihak swasta yang melakukan pinjaman tersebut.

Bank Indonesia mencatat utang luar negeri per Maret 2014 mencapai US$ 276,5 miliar atau sekitar Rp 3.155 triliun. Angka itu naik sekitar US$ 4,15 miliar bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 272,35 miliar.  Sebagian besar utang tersebut berasal dari swasta sebesar US$ 145,98 miliar. Sisanya bersumber dari pemerintah dan bank sentral yang mencapai US$ 130,5 miliar.

Mayoritas utang luar negeri itu berdenominasi dolar AS senilai US$ 191,1 miliar, lalu disusul oleh denominasi rupiah senilai US$ 37,9 miliar dan denominasi yen Jepang senilai US$ 30,6 miliar. Adapun negara pemberi utang terbesar adalah Singapura US$ 52 miliar, Amerika Serikat US$ 41,1 miliar dan Jepang US$ 35,1 miliar.
Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia per Maret 2014 itu, sebagian besar utang luar negeri termasuk utang berjangka panjang atau dengan tenor lebih dari satu tahun senilai US$ 229,26 miliar. Sedangkan sisanya merupakan utang jangka pendek atau dengan tenor kurang dari setahun sebesar US$ 27,23 miliar.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, tercatat rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 32,35 persen, atau lebih tinggi dibandingkan kuartal terakhir tahun lalu sebesar 30,37 persen.  Ketimbang kuartal pertama tahun 2013 yang mencapai 28,79 persen, pencapaian rasio utang di kuartal pertama tahun ini juga lebih tinggi.

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa (kini non-aktif) mewanti-wanti perusahaan swasta berpenghasilan dalam bentuk rupiah dalam mengambil utang berdenominasi valas. Menurut dia, jangan sampai terjadi kesahalan perhitungan dalam pengambilan utang. "Jangan sampai ada mismatch di sana. Tapi Bank Indonesia tentu sudah mengantisipasi hal itu," ucapnya pada akhir April lalu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan jumlah utang luar negeri swasta yang terus membesar perlu diselidiki. "Utang US$ 141 miliar itu aman atau tidak," ujarnya, Kamis, 10 April 2014. Dia menjelaskan, untuk mempelajari tingkat keamanan utang, sumber pinjaman pengutang harus diketahui. Robert menuturkan, jika utang dilakukan ke induk perusahaan atau afiliasi, maka penggunaan utang bisa dikatakan jelas. Masalah lain, kata dia, apakah semua utang swasta itu diberi lindung nilai (hedge) atau tidak.

Sebab, kata Robert, utang akan berisiko jika pendapatan perusahaan dalam bentuk rupiah, tapi utangnya dalam bentuk valuta asing. Perusahaan semacam ini bakal menanggung beban atas melemahnya rupiah, bunga, serta kurs. Robert mengungkapkan bahwa pernah ada pemikiran untuk memformulasikan rasio utang dengan modal atau debt equity ratio (DER). "Misalnya equity perusahaan itu dua miliar, makadebt maksimalnya dua kali, supaya bisa mengerem," ujarnya. Yang dia khawatirkan adalah adanya perusahaan dengan jumlah pinjaman jauh lebih besar daripada equity.

Demi Para Pemodal, Capres Harus Hindari Nasionalisasi

Kementerian Perindustrian menyatakan banyak investor asing yang masih menunggu hasil pemilihan presiden di Indonesia. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan rencana itu bisa buyar jika tidak ada jaminan keamanan. "Kalau yang diomongin masuk akal mereka merasa aman, jangan buat kalimat yang bombastis seperti nasionalisasi," ujar Hidayat, Selasa 20 Mei 2014.

Menurut dia, beberapa industri feasibility study (FS) sudah selesai, namun mereka masih menunggu siapa yang akan terpilih menjadi Presiden. Dia mencontohkan investor industri besi baja dan petrokimia. Para investor itu, kata Hidayat, masih mau melihat tema-tema yang dilontarkan para calon presiden. Oleh karena itu, Hidayat berharap, Presiden yang terpilih nanti bisa memberikan penjelasan secara gamblang, apa yang akan dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, kepastian pencalonan Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden menjadi referensi positif bagi para investor. Kalangan investor menilai pencalonan Jokowi memberikan harapan di masa mendatang.

Menurut Enny, beberapa prestasi Jokowi di Jakarta seperti pembangunan waduk pluit dan penataan pasar Tanah Abang menjadi pertimbangan pemilik modal.“Adanya Jokowi akan berdampak baik bagi investasi, tapi jangan sampai hanya sebagai ketertarikan saja, tapi juga bagaimana investasi nyata nantinya,” ujarnya, Jumat Jumat 14 Maret 2014.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memberikan mandat kepada Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, menjadi Calon Presiden 2014. Enny mengatakan, sebenarnya investor tak terlalu terpengaruh siapa presidennya nanti, karena yang dibutuhkan adalah konsistensi kebijakan. Sebab yang diinginkan masyarakat adalah visi kedaulatan ekonomi. Karena selama ini, ekonomi Indonesia seolah kehilangan kedaulatan.

Ditanya apakah visi tersebut ada pada Jokowi, Enny mengatakan. bahwa hal itu masih harus di uji lebih lanjut. Evaluasinya menurut dia tak cukup dengan dua tahun pada saat Jokowi menjabat jadi gubernur, namun harus dilihat Jokowi jika nanti benar-benar jadi preseiden.

Ketika Jokowi memimpin Jakarta, kemacetan dan banjir menjadi pertimbangan investor. Kedua masalah ini masih belum bisa diselesaikan. Namun, menurut Enny, banjir dan kemaceten sulit diatasi siapapun pemimpinnya."Apapun yang terjadi, saya kira yang penting harus tetap menjaga mekanisme pasar tanpa adanya intervensi,” ujarnya.

Jika terpilih sebagai presiden, kata Enny, Jokowi harus membentuk tim ekonomi mengingat latar belakang dia bukan berasal dari ekonomi. Selain faktor Jokowi, menurut Enny, partai pengusung juga menjadi pertimbangan investor. Pada saat PDIP berkuasa ketika Megawati menjadi presiden, dia dikritik karena banyak melakukan privatisasi. Hal ini seolah berkebalikan dengan slogan partai yang diusung yaitu prorakyat kecil. “Satu lagi yang menjadi perhatian investor adalah siapa cawapres yang ditunjuk, jangan sampai blunder.”

Taiwan Incar Produk Ramah Lingkungan Indonesia

Direktur Ekonomi Division of Taipei Economic and Trade Office, Y.C Tsai, mengatakan Taiwan terus melakukan penetrasi produk-produk unggulan berbasis teknologi ramah lingkungan di Indonesia. Ia mengklaim produk ramah lingkungan asal Taiwan banyak dipasarkan di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

"Indonesia pasar yang menjanjikan karena penduduknya banyak. Untuk pertama kalinya, kami menggelar Taiwan Green Products Pavilion," katanya di Surabaya, Selasa 20 Mei 2014. Beberapa produk yang dikenalkan seperti lampu LED, solar panel, kain yang terbuat dari ampas kopi dan bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Adapula perangkat rumah tangga ramah lingkungan seperti mesin yang memproses limbah makanan menjadi pupuk organik, dan produk kecantikan ramah lingkungan seperti shampo berbahan baku kopi.

Menurut Tsai, pemanasan global menjadi ancaman serius. Ia berharap, fenomena pemanasan global menjadi pendorong bagi pemerintah dan masyarakat untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan. "Sudah saatnya beralih pakai produk ramah lingkungan," ujarnya.

Di Taiwan, program green energy periode tahun 2008-2013 terealisasi sebesar NT$ 416 miliar (Rp 159 triliun). Adapun realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar NT$ 274 miliar (Rp 104 triliun). Tahun 2015, Tsai memprediksi nilai produksi sektor industri green energy mencapai NT$ 509 miliar (Rp 194 triliun) dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 73.100 orang

Jutaan Alat Timbang Di Pasar Tradisional Harus Ditera Ulang Agar Sesuai Dengan Ukuran Yang Benar

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan setidaknya ada sekitar 29 juta alat timbangan di seluruh pasar tradisional di Indonesia yang harus ditera ulang. Pasalnya, alat timbangan itu tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya. Dari program pasar tertib ukur terhadap 10 ribu pasar tradisional yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan yang dilakukan selama ini, kata Bayu, tercatat baru 120 pasar di antaranya yang menyandang status pasar tertib ukur.

“Dalam waktu dekat akan bertambah 80 pasar, berarti totalnya jadi 200 pasar tradisional yang tertib ukur,” kata Bayu Krisnamurthi saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional Metrologi Legal di Surakarta, Selasa, 20 Mei 2014. Nah, bila di tiap pasar tradisional terdapat rata-rata 3 ribu alat timbangan, artinya total ada 30 juta alat timbangan di seluruh pasar tradisional di Indonesia. Dikurangi dengan jumlah pasar tradisional yang tertib ukur, diperkirakan ada sekitar 29,4 juta alat timbangan yang tak sesuai dengan ukuran sebenarnya dan harus ditera ulang.

Bayu menjelaskan, selama ini tera ulang alat timbangan di pasar tradisional terkendala keterbatasan sumber daya manusia. Kementerian Perdagangan pun tidak sanggup menyelesaikannya dalam waktu singkat. “Kami harus melayani 10 ribu pasar tradisional di 400 kabupaten dan kota di 17 ribu pulau,” tuturnya. Adapun Direktur Metrologi Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan, Hari Prawoko, mengakui kekurangan sumber daya manusia yang kompeten. “Negara-negara lain di ASEAN sudah lebih siap,” katanya.

Selain kendala SDM, dia mengatakan laboratorium kalibrasi masih terpusat di pulau Jawa. Padahal idealnya, kata Hari, laboratorium itu tersebar di berbagai daerah untuk meningkatkan pelayanan kemetrologian. Hanya enam dari 169 pasar tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah memiliki peralatan penimbangan barang terstandardisasi. Keenamnya ialah Pasar Sambilegi di Kabupaten Sleman, Pasar Sentolo di Kabupaten Kulonprogo, Pasar Argosari di Kabupaten Gunungkidul, Pasar Imogiri di Kabupaten Bantul, serta Pasar Prawirotaman dan Pasar Lempuyangan di Kota Yogyakarta. 

"Baru pasar-pasar ini yang memiliki sertifikat bertanda tera sah atau sistem alat penimbangan barang pedagangnya sudah terstandardisasi oleh Balai Metrologi," ujar Kepala Balai Metrologi Dinas Perindustrian DIY, Sudaryono, di sela pembukaan Forum Metrologi Legal Asia Pasifik ke-20 di Hotel Royal Ambarukmo, Kamis, 7 November 2013.

Sudaryono mengatakan, minimnya pasar tradisional yang memiliki predikat tertib ukur menandakan praktek kecurangan pedagang untuk mengakali pembeli masih banyak terjadi. “Padahal praktek memanipulasi berat barang merupakan salah satu penyebab kenaikan harga barang," ujar dia.  Kebanyakan praktek kecurangan di pasar tradisional, menurut Sudaryono, masih seputar memberi pengganjal di alat timbangan untuk menambah berat barang yang sebenarnya lebih ringan. “DIY masih butuh waktu lama untuk menjadi kawasan tertib ukur,” katanya.

Direktur Metrologi Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Hari Prawoko, mengatakan belum banyak pemerintah daerah memberi perhatian terhadap perbaikan sistem alat ukur di kawasannya. Menurut dia, baru ada tujuh kota di Indonesia yang berstatus tertib ukur. "Baru Batam, Surakarta, Singkawang, Balikpapan, Bontang, Tarakan, dan Mojokerto," ujar Hari.

Menurut Hari, sektor penting yang butuh standardisasi alat ukur di daerah ialah listrik, gas, air, dan pasar, serta perdagangan komoditas penting semacam minyak sawit. Dia berpendapat, penertiban alat ukur di pasar layak menjadi perhatian sebab praktek kecurangan penimbangan berpengaruh terhadap inflasi. "Akumulasi kecurangan dalam menimbang barang menyebabkan inflasi," ujar dia.

Bahkan dalam pertemuan ini dibahas soal pengukuran nilai pulsa yang dikenakan olehprovider terhadap pemakai frekuensi selulernya. "Selama ini pengukur pulsa belum ada, jadi metrologi bukan hanya bahas isu soal volume," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krishnamurti.

Daftar 13 Merek Roti Yang Telah Mendapatkan Sertifikasi Halal Dari MUI

Roti kelihatannya aman dikonsumsi muslim karena hanya berbahan tepung, ragi, gula, telur, dan mentega. Namun, haram bukan cuma soal babi dan alkohol. Roti juga memiliki titik kritis yang bisa membuatnya haram. Untuk melembutkan gluten dalam tepung gandum serta agar adonan dapat mengembang dengan lebih baik, bahan aditif sering ditambahkan. Salah satunya adalah L-sistein.

Menurut situs Halal Guide (20/03/2009), L-sistein murah yang banyak tersedia di pasaran adalah produksi Tiongkok yang biasanya terbuat dari rambut manusia. Jika benar demikian, maka hukumnya haram. L-sistein juga bisa berasal dari bulu unggas. Namun, perlu dipertanyakan, apakah bulunya berasal dari hewan yang masih hidup atau sudah mati? Kalau sudah mati, apakah matinya karena disembelih sesuai syariah? Jika bulunya berasal dari hewan hidup atau mati selain karena disembelih secara Islami, statusnya bisa jadi haram.

Bagaimanapun juga, sekarang ada L-sistein yang diproduksi secara fermentasi meski harganya agak mahal. Jadi, tak semua roti yang mengandung L-sistein sudah pasti haram. Bahan lain yang biasa ditambahkan dalam tepung terigu adalah vitamin dan mineral untuk memperkaya nilai gizinya. Vitamin yang tidak larut lemak dan mudah rusak saat disimpan, misalnya vitamin A, biasanya disalut. Bahan penyalutnya bisa berupa gum, bisa juga gelatin yang patut dipertanyakan kehalalannya.

Ragipun bisa jadi haram karena bahan aditif, media ragi, bahan penstabil, bahan antigumpal, dan bahan pengisinya. Ragi padat, misalnya, sering ditambahi pengemulsi yang berstatus syubhat karena bisa saja menggunakan lemak hewani yang diragukan kehalalannya

Ragi instan juga bisa ditambahi bahan antigumpal yang berstatus syubhat seperti E542 (berasal dari tulang hewan), E570 (asam stearat dari tanaman atau hewan), dan E572 (magnesium stearat, berbahan dasar asam stearat). Untuk bahan pengisi ragi instan, selain gum dan dekstrin kadang digunakan gelatin.

Roti juga dibuat dengan bahan pengembang, salah satunya baking powder yang merupakan campuran sodium karbonat dengan asam pengembang. Asam pengembang ini di antaranya bisa berupa cream of tartar, garam potassium dari asam tartarat yang merupakan produk sampingan industri wine.

Dough conditioner yang berfungsi melembutkan dan mengembangkan adonan serta memperpanjang masa simpan roti juga tak aman dari keharaman. Sebab, bahan aditif ini merupakan campuran dari banyak bahan, termasuk L-sisten, lemak, dan emulsifier yang bersifat syubhat.

Roti juga bisa mengandung shortening yang berasal dari lemak babi. Jika berasal dari lemak sapipun, sapinya harus disembelih secara Islami agar lemaknya berstatus halal. Selain itu, kita perlu mewaspadai kandungan short pastry margarine yang bisa mengandung lemak babi.

Siapa sangka, titik kritis kehalalan roti bisa sedemikian banyak? Agar lebih tentram, muslim memang dianjurkan menggunakan produk yang sudah terjamin kehalalannya. Contohnya adalah produk-produk roti di Jakarta yang sudah bersertifikat halal MUI berikut ini:
  1. Produk: Roti Unyil Amira, Perusahaan: Amira Bakery
  2. Produk: Rotiboy, Perusahaan: PT Rotiboy Bakeshoppe Indonesia
  3. Produk: Roti, Perusahaan: Susan Bakery
  4. Produk: Cheese Bakery, Perusahaan: PT Diamond Cold Storage
  5. Produk: Roti Swanish, Perusahaan: PT Swanish Boga Industria
  6. Produk: Roti tawar, Perusahaan: Macarosand
  7. Produk: Bika - Roti Kering Rasa Keju (Crunchy Bread Snacks), Perusahaan: PT Interfood Sukses Jasindo
  8. Produk: D'Stupid Baker, Perusahaan: PT Bocuan Gapapa
  9. Produk: LeGitt roti, Perusahaan: PT Sriboga Bakeries Integra
  10. Produk: Roti cokelat/cocoa/The Cat, Perusahaan: PT Sriboga Bakeries Integra
  11. Produk: Roti kering cokelat (Aneka Bread), Perusahaan: PT Intimas Lestari Nusantara
  12. Produk: Roti mini, Perusahaan: PT Yamazaki Indonesia
  13. Produk: Roti pizza, Perusahaan: PT Dominoca Cipta Boga

Monday, May 19, 2014

Toko Bagus Ganti Nama Jadi OLX Untuk Konsolidasi Bisnis

Dalam sebuah manuver yang mengejutkan, situs Tokobagus hari ini mengumumkan bahwa layanannya resmi berubah nama menjadiOLX Indonesia. OLX sendiri adalah sebuah brand e-commerce global yang dimiliki oleh Naspers, induk perusahaan Tokobagus, sejak tahun 2010 silam.

Melalui sebuah pengumuman di situs barunya, Tokobagus yang didirikan pada tahun 2005 ini meyakinkan pengguna bahwa tidak ada yang berubah selain pergantian nama ini, “Adanya perubahan nama ini kami yakinkan tidak ada yang berubah dalam pelayanan kami untuk menyediakan media jual-beli yang mudah, cepat dan gratis.”

Grup OLX sendiri saat ini sudah berada di 106 negara, yang artinya sudah lebih dari 50% negara di seluruh dunia, dan tersedia di lebih dari 40 bahasa. OLX didirikan oleh Fabrice Grinda dan Alec Oxenford pada tahun 2006 di Buenos Aires sebelum akhirnya berkembang ke seluruh dunia dan memindahkan markasnya ke New York, AS. Tahun 2010, Naspers masuk sebagai investor strategis di OLX, dikabarkan melalui investasi sebesar $20 sampai $40 juta. Sebelum masuknya Naspers, OLX telah mendapat pendanaan sebesar $28.5 juta dari beberapa investor yaitu Bessamer Venture Partners, Founders Fund, DN Capital, General Catalyst Partners, dan Nexus Ventures.

Naspers yang merupakan grup media besar asal Afrika Selatan mulai masuk ke pasar Indonesia melalui investasi di Tokobagus dan juga akuisisi Multiply yang resmi ditutup tahun lalu. Menurutpernyataan dari Naspers ketika berinvestasi di OLX, sebagai grup, Naspers akan mengakuisisi atau mendirikan sebuah komunitas internet di negara secara spesifik, sebelum mengembangkan operasinya dengan masuk ke layanan-layanan seperti e-commerce, komunikasi dan konten.

Pada bulan Maret, Sulit, situs iklan baris di Filipina milik grup Naspers, mengumumkan perubahan identitasnya menjadi OLX. Dengan berubahnya Tokobagus menjadi OLX terlihat cukup jelas bahwa grup Naspers ingin mengkonsolidasi berbagai brand situs iklan baris yang dimilikinya.

Jusuf Kalla Jadi Cawapres ... Bursa Dilanda Aksi Jual

Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan kurs rupiah yang terlalu tinggi dalam waktu singkat membuat pasar segera melakukan aksi ambil untung atau profit taking. “Rentang nominalnya sudah terlampau tinggi,” ujar analis dari PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, ketika dihubungi, Senin, 19 Mei 2014.

Hal ini merespons melorotnya IHSG 17 poin (0,3 persen) ke level 5.015 pada penutupan sore hari ini, padahal sebelumnya indeks sempat menguat tipis. Nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp 11.370-an per dolar AS bahkan kembali bergerak ke level 11.400-an. “Aksi ambil untung diprediksi akan terjadi selama sepekan,” kata Kiswoyo.

Indeks tak terlalu anjlok dengan masih berada di kisaran 5.000, menurut Kiswoyo, karena bursa masih memberi respons positif terhadap pengusungan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden. “JK dinilai pelaku pasar masih lebih baik daripada nama cawapres lain yang beredar selama ini. Jokowi sudah berhasil menepis persepsi dirinya sebagai capres boneka,” tuturnya.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia hari ini mencapai Rp 6,594 triliun dengan aksi beli investor asing sebesar Rp 3,457 triliun. Masifnya investor asing ke pasar keuangan ini tak lain dipicu oleh kestabilan situasi politik menjelang pemilihan presiden, ditambah lagi adanya ekspektasi pasar terhadap sejumlah pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung partai-partai besar.

Namun begitu, kepala ekonom dari PT Bank International Indonesia Tbk, Juniman, mengingatkan bahwa besarnya dana investasi yang masuk ke pasar keuangan tak akan bertahan lama. Pasalnya, pelaku pasar tetap mencemaskan kekuatan koalisi partai politik pendukung Jokowi. (Baca: Chatib: Peta Politik Jelas, IHSG Meroket)

“Apabila format koalisi pendukung tak juga bertambah, pelaku pasar khawatir hal itu akan mengurangi efektifitas pemerintahan,” kata Juniman. Ia menggarisbawahi suara koalisi parpol pendukung Jokowi-JK saat ini baru mencapai 40 persen.

PT Mulia Industrindo Tbk Merugi Hingga Tidak Bagi Deviden

Emiten keramik, PT Mulia Industrindo Tbk, memutuskan tidak membagi dividen. Perseroan menderita kerugian yang semakin besar pada tahun buku 2013. Direktur Keuangan Mulia Industrindo Henry Bun mengatakan tahun lalu perusahaan mencatat kerugian Rp 474 miliar, meningkat 1.480 persen dibandingkan dengan rugi pada 2012 sebesar Rp 30 miliar.

“Belum tahu kapan bisa bagi dividen lagi. Tergantung profitkami ke depan seperti apa,” katanya saat konferensi pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin, 19 Mei 2014.

Menurut Henry, kerugian terjadi karena depresiasi nilai tukar rupiah sepanjang 2013. Tahun lalu, nilai tukar rupiah menembus Rp 12 ribu per dolar Amerika Serikat. Akibatnya, perseroan mencatat rugi kurs sebesar Rp 627,4 miliar, melonjak dibandingkan dengan kerugian kurs tahun 2012 sebesar Rp 252,3 miliar.

Henry mengatakan untuk memperoleh keuntungan, kurs yang ideal bagi perseroan berkisar Rp 10.000 per dolar AS. Meskipun posisi kurs rupiah terhadap dolar saat ini sekitar Rp 11.500, Henry mengatakan kondisi ini cukup membantu perseroan mengembalikan ke posisi laba. "Kalau dilihat dari laba usaha, kami meningkat," ujar Henry.

Laba usaha PT Mulia Industrindo naik sekitar 48 persen menjadi Rp 481,9 miliar pada 2013. Sedangkan pada 2012 hanya Rp 324,9 miliar.

Kerugian perseroan tahun lalu juga dikarenakan dampak krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat. Pasar ekspor Mulia Industrindo di Amerika turun dan harga jual ekspor juga anjlok signifikan. "Makanya sekarang kami mengurangi ekspor ke Amerika," ujarnya.

BI Awasi Potensi Gangguan Sistem Keuangan

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprusensial Bank Indonesia, Darsono, mengatakan BI terus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap sistem keuangan. BI, kata dia, bertanggung jawab mengidentifikasi potensi-potensi risiko yang ada baik dari global maupun domestik, menyiapkan langkah-langkah pencegahan potensi resiko, dan mitigasi risiko.

"Potensi (risiko) yang baru tidak ada. Tapi, kami selalu mencermati potensi-potensi risiko yang memang sudah kami klasifikasikan," kata Darsono di Gedung Bank Indonesia, Senin, 19 Mei 2014. Ia mengatakan Bank Indonesia akan memantau tingkat likuiditas, kredit, maupun penurunan harga komoditas yang mungkin terjadi sepanjang 2014.

Menurut Darsono, berbagai faktor eksternal dan internal seperti penghentian stimulus dan kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat yang dipercepat sudah diantisipasi oleh BI melalui beberapa kajian.

Ia mengatakan dalam upaya pencegahan, bank Indonesia juga secara rutin melakukan stress testing kepada industri-industri perbankan, untuk memastikan kesiapan perbankan atas berbagai resiko yang mungkin terjadi. "Penyiapan langkah-langkah pencegahan dan identifikasi potensi risiko gangguan berguna untuk meminimalisasi akibat yang ditimbulkan oleh gangguan."

Jalan Pantura Akan Macet Total Saat Lebaran

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah IV Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Bambang Hartadi, mengatakan, progress perbaikan jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) hingga saat ini mencapai 50 persen. Dengan begitu, ia yakin akhir Juni mendatang jalur yang biasa menjadi favorit para pemudik di musim libur lebaran dapat dilalui dengan lancar.

Hingga kini perbaikan jalan yang dilakukan Direktorat Jenderal Bina Marga masih berjalan. "Yang lubang-lubang akan kami tutupi dengan aspal. Yang kemarin kebanjiran kami naikkan dengan (pembangunan jalan) beton," kata Bambang saat ditemui di rumah makan Bumbu Desa di Cirebon, Senin, 19 Mei 2014.

Perbaikan jalur Pantura dilakukan di beberapa titik yang berbeda. Perbaikan jalan, misalnya, dilakukan dengan menaikkan tinggi jalan dengan pembetonan (rigid pavement) dan pengaspalan. Untuk daerah Jawa Barat, betonisasi jalan telah mencapai hampir 50 kilometer dari total ruas jalan yang ada 298 kilometer. Sementara hingga menjelang lebaran, pemerintah menargetkan betonisasi mencapai 70 kilometer.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto, memastikan pada awal Juli semua jalur pantura sudah rapi dan siap dilalui kendaraan untuk mudik lebaran. Selain jalan pantura, jalur mudik alternatid seperti melalui jalan tengah dan Selatan Jawa juga ditargetkan siap menyambut kendaraan pemudik.

Meski begitu, Murjanto berharap pada tahun ini ada sejumlah moda transportasi lain yang dapat membantu beban kendaraan jalan Pantura. Salah satunya adalah adanya lintasan jalur ganda kereta yang diharapkan bisa beroperasi per Juni mendatang dan
mengalihkan transportasi barang dari jalur darat yang biasanya melewati Pantura ke jalur kereta.

Sebelumnya diberitakan pekerjaan betonisasi jalur Pantura di ruas Kaligangsa, wilayah Kecamatan Margadana, Kota Tegal, berdampak pada kemacetan arus lalu lintas pada Ahad siang lalu. Antrean kendaraan yang mengular di lajur selatan (arah Semarang-Jakarta) dan di lajur utara (arah Jakarta-Semarang) mencapai empat kilometer.

Di lajur selatan, kemacetan mulai dari depan Rita Mall Jalan Kolonel Sugiono, Sugiono, Kecamatan Tegal Barat, sampai Jembatan Kaligangsa, gerbang masuk Kabupaten Brebes. Di lajur utara, kemacetan mulai dari depan Pengadilan Negeri Brebes, Jalan Ahmad Yani, sampai jembatan Kaligangsa. Kecepatan rata-rata tiap kendaraan hanya 10 kilometer per jam.

Menjelang mudik lebaran tahun ini, pemerintah menggenjot proyek infrastruktur untuk memastikan kesiapan jalan. Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, mengatakan pihaknya tengah memperbaiki jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) yang selama ini jadi jalur favorit para pemudik yang melewati jalan darat.

"Perkiraannya pada jadwal 20 Juli, jalur Pantura akan menghebat luar biasa," kata Djoko saat konfrensi pers di rumah makan Bumbu Desa di Cirebon, Senin, 19 Mei 2014. Hal ini didasarkan pada prediksi hari raya Idul Fitri 2014 yang jatuh pada tanggal 28 Juli mendatang dan pada 20 Juli 2014 bertepatan dengan dimulainya masa liburan anak sekolah.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum harus memastikan jalur Pantura siap melayani kendaraan yang hendak mudik lebaran sejak awal bulan Juli mendatang. Djoko menilai hingga hari ini pelaksanaan perbaikan jalur Pantura telah sesuai jadwal (on the track).

Terkait dengan manajemen lalu lintas di sepanjang wilayah perbaikan jalan, menurut Djoko, pemerintah menggandeng pihak kepolisian. "Kami ingin sama-sama menyukseskan lebaran agar masyarakat selamat, aman dan nyaman," katanya.  Sebelumnya diberitakan pekerjaan betonisasi jalur Pantura di ruas Kaligangsa, wilayah Kecamatan Margadana, Kota Tegal, berdampak pada kemacetan arus lalu lintas pada Ahad siang lalu. Antrean kendaraan yang mengular di lajur selatan (arah Semarang-Jakarta) dan di lajur utara (arah Jakarta-Semarang) mencapai empat kilometer.

Di lajur selatan, kemacetan mulai dari depan Rita Mall Jalan Kolonel Sugiono, Sugiono, Kecamatan Tegal Barat, sampai Jembatan Kaligangsa, gerbang masuk Kabupaten Brebes. Di lajur utara, kemacetan mulai dari depan Pengadilan Negeri Brebes, Jalan Ahmad Yani, sampai jembatan Kaligangsa. Kecepatan rata-rata tiap kendaraan hanya 10 kilometer per jam.

Persyaratan Membuka Gerai Franchise Alfamart

Bisnis ritel makin menjamur di Indonesia. Hampir tiap sudut jalan ditemukan ritel modern seperti Alfamart atau Indomaret yang menyasar kalangan masyarakat kelas menengah kebawah. Bisnis ritel semakin kompetitif dengan masuknya ritel asing modern semisal 7eleven atau Lawson. Menjamurnya bisnis ritel tidak lepas dari besarnya potensi bisnis ini mengingat tingginya konsumsi masyarakat kelas tersebut. Tidak siapa saja bisa menjajaki dan menjalani bisnis ini karena syaratnya harus punya modal kuat alias hanya untuk kelas atas saja.

Pengelola mini market Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menawarkan cara bisnis franchise yang mudah. Managing Director Alfamart, Hans Prawira mengatakan, bagi masyarakat yang ingin membuka gerai Alfamart dengan cara franchise harus memiliki dana investasi sekitar Rp 300-350 juta.

"Uang itu sudah untuk renovasi dan equipment yang lengkap," ucap Hans di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (19/5) Selain menyiapkan dana sebesar itu, calon investor harus memiliki tempat sendiri serta memiliki minat besar menjalankan bisnis retail. "Selain pendanaan yang cukup, punya lahan dan minat. Nanti tempatnya disurvei sama tim kami," tegasnya.

Dalam pemilihan tempat, Hans menyarankan agar calon investor tidak menyewa per tahun karena akan memakan biaya lebih mahal. Sebaiknya investor membayar uang sewa tempat untuk lima tahun bayar di muka.

"Itupun kalau cocok tempatnya, sementara untuk franchise feenya sekitar Rp 45 juta untuk lima tahun dan royaltinya 0-4 persen tergantung penjualan. Untuk balik modal diperkirakan sekitar 3,5 tahun," tutupnya.

3 Srikandi Terima Penghargaan Anugerah BUMN 2014

Kontribusi dan prestasi wanita-wanita Indonesia dalam memajukan kinerja BUMN patut diapresiasi. Tidak sedikit wanita-wanita Indonesia yang menempati posisi penting dan menjadi pendorong kemajuan BUMN di Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka memperingati Hari Kartini, Majalah BUMN Track bersama Leadership Inc. memberikan penghargaan kepada "Kartini-Kartini" yang berperan memajukan BUMN dimana mereka saat ini berkarya.

Tiga "Kartini" Garuda Indonesia, yaitu Puji Nur Handayani, VP Operations Support mendapatkan penghargaan kategori Gold , Esther Siahaan, VP Financial Analysis dan Enny Kristiani, VP Fleet Management mendapatkan penghargaan kategori Strategic & Visioner.

Anugerah Kartini BUMN tahun 2014 mengusung tema “Perempuan Pemimpin Untuk Perubahan Berkelanjutan”. Sesuai tema tersebut, BUMN Track memilih pemimpin-pemimpin wanita dari beberapa perusahaan BUMN dengan posisi satu level di bawah direksi sebagai kandidat penerima penghargaan.

Kandidat penerima penghargaan kemudian mengikuti proses penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari guru besar dari universitas terkemuka, praktisi, dan jurnalis. Penerima penghargaan adalah pemimpin-pemimpin wanita yang dinilai potensial dan dapat melanjutkan estafet kepemimpinan di perusahaan tempat mereka berkarya.

Selain Puji Nur Handayani, Esther Siahaan dan Enny Kristiani yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Kartini BUMN 2014, Garuda Indonesia juga memiliki srikandi-srikandi lain, termasuk diantaranya 10 pilot wanita yang aktif menerbangkan pesawat Garuda menjelajahi kota-kota tujuan di domestik maupun internasional.

Harga Jeruk Nipis Dunia Ternyata Di Kendalikan Kartel Narkoba Meksiko

Masalah turunnya persediaan jeruk nipis mengungkapkan fakta terbaru. Harganya yang meroket beberapa bulan ini ternyata disebabkan oleh kartel narkoba Meksiko yang mengatur ekspor jeruk nipis ke beberapa negara di dunia.

Perubahan musim ekstrim di Meksiko tahun 2014 menjadi pemicu anjloknya persediaan buah citrus tersebut. Dilansir dalam CNN Money (19/05/2014), kartel yang menguasai perdagangan adalah The Knights Templar yang bermarkas di Michoacn, Meksiko yang menjadi pusat produksi jeruk nipis.

Melihat perdagangan obat- obatan terlarang makin sulit ke Amerika Serikat, kartel- kartel pun beralih ke bisnis jeruk nipis yang saat ini menghadapi krisis. Tindakan kekerasan yang dilakukan anggota kartel untuk menjaga persediaan jeruk nipis stabil pun tidak bisa dihindari, sehingga pemerintah Meksiko menyediakan bantuan militer untuk melindungi para pemilik bisnis.

“Dampak kelompok organisasi kriminal sangat mempengaruhi keseharian masyarakat Meksiko, konsekuensi secara tidak langsung dari perang perdagangan narkoba,” tutur David Shirk selaku spesialis keamanan di theMexico Institute of the Woodrow Wilson International Center for Scholars.

Sebelumnya, satu kardus jeruk nipis dihargai $100 atau sekitar Rp 1.135.000. Dengan harga yang terlalu tinggi beberapa maskapai penerbangan Amerika Serikat tidak lagi menyediakan garnish jeruk nipis.

Menurut Department of Agriculture pasar swalayan, bar, dan restoran menjual buah tersebut dengan harga lebih tinggi walaupun bentuknya lebih kecil dan juice sedikit.

Tak hanya di Amerika Serikat, Kanada menghadapi masalah sama. Dilansir dalam CBC.ca (19/05/2014), British Columbia Restaurant Association harga jeruk nipis mencapai hingga $200 (Rp 2.271.600) satu kardus.

“Perubahan iklim dan hama buah citrus bernama huanglongling merusak panen jeruk nipis di Florida sehingga memaksa para pemasok bergantung pada sumber di Meksiko,” Ian Tostenson dari British Columbia Restaurant Association.

Bar dan restoran mencari alternatif untuk menggantikan jeruk nipis yang menjadi bahan utama makanan tertentu. Lemon sering digunakan untuk alternatif mencegah kenaikan harga makanan. Sayangnya, banyak pelanggan mengaku tidak menyukai alternatif lemon.

Sunday, May 18, 2014

Usaha Pengelola Parkir Warga Disekitar Pabrik PT HM Sampoerna Juga Ikut Bangkrut

Pemutusan hubungan kerja sekitar 2.700 karyawan Plant Kunir Sigaret Kretek Tangan (SKT) milik PT HM Sampoerna berimbas langsung pada usaha jasa penitipan motor di sekitar pabrik yang berada di Desa Kunir Kidul Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang. Tidak ada lagi sepeda motor yang dititipkan di sejumlah tempat penitipan di sekitar lokasi pabrik yang ditutup pada Jumat, 16 Mei 2014 lalu.

"Ada tujuh tempat parkir di sekitar lokasi pabrik ini," kata Yayuk, 37 tahun, salah satu pengelola usaha jasa penitipan sepeda motor di Desa Kunir Kidul, Ahad, 18 Mei 2014. Yayuk mengelola tempat penitipan sepeda motor di halaman rumah seluas kurang lebih 1.000 meter persegi. Usaha jasa penitipan motor ini berdiri sejak awal-awal Plant Kunir ini diluncurkan pada Juli 2012. Setiap harinya kurang lebih 200 sepeda motor pekerja harian dan borongan tetap yang dititipkan di tempat usahanya tersebut. "Ada dua shift, pagi dan sore. Setiap shift kurang lebih 100 sepeda motor dititipkan," ujar dia.

Dia mengatakan setiap harinya dia meraup uang sedikitnya Rp 100 ribu dari usahan penitipan motor tersebut. "Setiap motor ditarik seribu rupiah," katanya. Setelah pabrik ditutup Jumat, 16 Mei 2014 lalu, praktis tidak ada lagi motor yang dititipkan. "Artinya gak ada pendapatan lagi," kata Yayuk. Padahal, kata Yayuk, dirinya sempat mengeluarkan uang sebesar Rp 4,8 juta untuk biaya pembuatan atap parkiran," kata Yayuk. Perbaikan atap baru dilakukan pasca lebaran 2013. "Sedih. Tapi gimana lagi," kata Yayuk.

Sebelum membuka usaha penitipan motor, Yayuk bekerja di industri pembuatan dupa. "Sudah biasa dengan sebelum ada pabrik. Ketika pabrik tutup, ya nggak ada masalah," ujarnya. Pabrik SKT Plant Kunir Lumajang resmi berhenti produksi sejak Jumat, 16 Mei 2014. Pihak manajemen perusahaan yang langsung mengumumkan bahwa pabrik tidak lagi berproduksi sejak Jumat, 16 Mei 2014 ini di hadapan ribuan buruh harian dan borongan tetap ini.

Keputusan perusahaan menghentikan produksi SKT ini diumumkan di Plant Kunir Lumajang sekitar pukul 09.00 WIB. Ribuan pekerja harian dan borongan tetap ini dikumpulkan di area produksi dan diberikan pengarahan. Setiap buruh juga mendapat selembar kertas berisi pengumuman seputar berhentinya proses produksi SKT ini. Dalam selebaran yang dibagikan itu juga menyebutkan ihwal pemberhentian hubungan kerja yang efektif berlaku pada 1 Juni 2014 mendatang.

5 Tahun Lagi Rokok Kretek Indonesia Tinggal Kenangan

Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Hasan Aoni Aziz memprediksi masa keemasan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) tinggal lima tahun ke depan. Melonjaknya pangsa pasar Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang digandrungi kaula muda, menyebabkan pangsa pasar rokok tanpa filter tersebut terus menyusut.

“Kalau tidak segera ada campur tangan pemerintah ya tinggal kenangan saja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Ahad, 18 Mei 2014.

Kemunculan produk Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan produk utama rokok yang dilengkapi busa filter saring nikotin pada tiap batangnya, cukup memukul pertumbuhan rokok sigaret tangan. Dengan kemasan dan citra rokok yang dianggap pas bagi kalangan muda, mereka berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam waktu singkat. ”Rokok ini memberikan sensasi dan cita rasa yang baik bagi kalangan muda,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan bahan baku dan tenaga kerja yang menitikberatkan pada kinerja mesin menyebabkan perusahaan lebih berpihak meningkatkan produksi rokok filter daripada sigaret yang menggunakan sebagian besar keahlian tenaga kerja. “Rokok Sigaret itu lebih padat modal karena tenaga kerja dan sebagainya, sementara SKM lebih ke padat karya,” ujarnya.

Lembaganya mencatat pangsa pasar rokok filter dalam lima tahun mencapai 66,20 persen dari seluruh pasar rokok tanah air, sementara rokok sigaret tangan justru terus menurun hingga menyisakan 26 persen, sedangkan sisanya diisi segmen Sigaret Putih Mesin (SPM) 5,9 persen dan produk lainnya sekitar 1,7 persen.

“Rata-rata pertumbuhan mereka bisa hingga lima persen per tahun, jika dibiarkan lima tahun mendatang rokok sigaret menjadi barang langka yang mahal,” ujarnya.

Selain persaingan dengan produk rokok filter, kata Hasan, kendala lain yang membelenggu pertumbuhan rokok sigaret akibat lemahnya dukungan pemerintah. Hingga kini cukai untuk rokok terbilang tinggi yang berdampak pada menurunnya pendapatan perusahaan. “Mereka tidak pernah memikirkan jika produk sigaret tangan ini merupakan heritage Indonesia, harusnya dilindungi pemerintah,” kata dia.

Hasan mencontohkan pemutusan kerja sekitar 4.900 tenaga kerja PT HM Sampoerna di Lumajang dan Jember merupakan bukti besarnya beban tenaga kerja yang harus ditanggung perusahaan, sementara segmen pasar rokok sigaret terus menurun. “Lakukan upaya menurunkan pajak cukai rokok agar produk sigaret tetap eksis,” ujarnya.

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) Targetkan 900 ribu Pelanggan Baru Di Wilayah Timur

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menargetkan 900 ribu pelanggan baru di wilayah Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua tahun ini. Target ini pun dinilai tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan target nasional sebesar 4 juta pelanggan. Telkomsel beralasan persaingan antar-operator juga semakin ketat.

Adapun pada ulang tahunnya yang ke-19, Telkomsel sudah menguasai hampir 80 persen pasar di wilayah timur. "Kami mulai berfokus menjaga pelanggan agar tidak beralih ke operator lain," kata Ricky Erickson Pangabean, General Manager Marketing Sales Management Telkomsel Area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan, Selasa, 13 Mei 2014.

Menurut Ricky, saat ini jumlah pelanggan di wilayah yang dia pimpin sudah mencapai 30 juta. Sedangkan, secara nasional, pelanggan Telkomsel sudah mencapai 132 juta atau menguasai sekitar 76 persen pasar telekomunikasi di Indonesia. "Agar pelanggan tidak beralih, kami mulai meningkatkan layanan broadband agar kualitas telekomunikasi makin bagus. Ke depan, pelanggan tidak lagi mengandalkan layanan suara dan pesan pendek," ujar Ricky.

Demi menunjang kualitas sinyal, Telkomsel akan membangun 1.600 BTS baru di wilayah timur pada tahun ini sehingga total BTS yang terpasang lebih dari 10 ribu. Untuk daerah padat penduduk, jumlah BTS ini akan semakin rapat. Setiap 500-1.000 meter akan ada satu BTS. BTS yang dibangun pun tidak lagi berbentuk tower besar. Namun sudah dimodernisasi dalam bentuk kecil yang berkemampuan sama.

Tidak hanya di daerah padat penduduk, Telkomsel juga sudah memperkuat layanan telekomunikasi di sejumlah daerah perbatasan Kalimantan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Dengan demikian, masyarakat yang menyeberang ke negara tetangga masih bisa menikmati layanan Telkomsel. "Tidak lagiroaming seperti dahulu,"kata Ricky.

Pendapatan Telkomsel tahun ini sekitar Rp 16 triliun dari total pendapatan nasional Rp 60 triliun. "Tahun ini target kami bisa meningkat menjadi Rp 61,7 triliun," ujarnya.  Vice President PT XL Axiata Tbk North Region Francky Rinaldo Pakpahan mengatakan XL juga terus meningkatkan layanannya kepada pelanggan. Hal ini dilakukan agar jumlah pelanggan bisa terus bertambah, khususnya di wilayah timur.

"Kami tidak khawatir dengan ketatnya persaingan. Sebab perilaku masyarakat sekarang sudah berubah. Satu orang bisa memiliki 2-3 telepon genggam. Jika ada tiga kartu yang berbeda, kami upayakan satu kartu yang digunakan adalah XL," kata Francky. Francky belum mau menyebutkan berapa jumlah pelanggan XL di wilayah timur. Namun targetnya tahun ini bisa meningkat sekitar 10 persen, dengan target anak muda dan mahasiswa. "Kami sudah menambah BTS dan memperbaiki BTS yang lama," ujarnya.

Adapun Idzuddin, Head of Indosat untuk Area Sulawesi, Maluku, dan Papua, mengatakan tahun ini Indosat menargetkan 200 ribu pelanggan baru di wilayah timur. Untuk itu perusahaan akan melakukan peremajaan jaringan dan penambahan BTS.

"Kami juga memiliki program gratis menelepon agar bisa menarik pelanggan baru," kata Idzuddin. Dia menambahkan, secara nasional jumlah pelanggan Indosat sudah mencapai 60 juta.

Pasar Menantikan Cawapres Yang Tidak Suka Ikut Campur

Analis dari PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe mengatakan ada beberapa calon wakil presiden untuk Jokowi yang kurang disukai oleh pasar. “Pasar menunjukkan sentimen negatif terhadap mereka,” katanya , Ahad, 18 Mei 2014.

Kiswoyo tak mau menyeburkan nama tokoh-tokoh yang tak disukai pasar tad. Namun, ia memberikan sedikit petunjuk. Ia mencontohkan, “Misalnya, ada tokoh yang memang dari segi ekonomi bagus tapi dikhawatirkan justru mendominasi kebijakan Jokowi.”

Menurut Kiswoyo, tokoh dari kalangan ekonomi dan bisnis sebenarnya cukup ditempatkan sebagai menteri. Tak tepat jika dijadikan wakil presiden.

Menurut petinggi PDI Perjuangan, tiga tokoh sedang bersaing ketat mendapatkan kursi calon wakil presiden yang akan mendampingi calon presiden PDIP, Joko Widodo, dalam pemilihan presiden 9 Juli nanti. Ketiganya adalah mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Budiman, serta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jika mengacu penjelasan Kiswoyo, hanya Kalla kandidat yang berlatar belakang pengusaha dengan kemampuan ekonomi yang kuat. Kalla juga pernah menjadi Wakil Presiden pada 2004-2009 mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Banyak pihak menilai Kalla terlalu mendominasi pemerintahan ketika itu. Rekam jejak Kalla dalam pemerintahan inilah yang dijadikan alasan sejumlah elite PDIP menolak Kalla menjadi calon pendamping Jokowi.


Di sisi lain, Kiswoyo menjelaskan, pasar lebih senang Jokowi didampingi oleh tokoh berlatar belakang militer. Tokoh dari militer, menurut dia, akan mampu menyokong Jokowi jika menerbitkan kebijakan yang tak popular

Piutang Tak Tertagih PT. Pusri Capai 1,6 Triliun Rupiah

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PT Pusri) masih menantikan pelunasan utang pemerintah sebesar Rp 1,6 triliun. Piutang yang berasal dari produksi pupuk bersubsidi tersebut dinilai Pusri sangat memberatkan usaha mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pabrik.

Juru bicara PT Pusri, Sulfa Ganie, meminta pemerintah memperhatikan persoalan ini. "Itu merupakan sisa utang 2012 dan 2013," kata Sulfa , Ahad, 18 Mei 2014. Menurut Sulfa, untuk menanggulangi defisit keuangan, sejak beberapa bulan lalu Pusri menjajaki pinjaman ke bank. "Perseroan mencari pinjaman agar produktivitas tetap jalan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, negara menunggak utang subsidi kepada PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) selaku induk usaha PT Pusri. Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan tunggakan itu sebesar Rp 16,7 triliun. Ia berharap utang itu segera bisa dibayarkan supaya Pusri bisa membangun pabrik baru.

PT Pusri dikenal sebagai produsen utama pupuk urea bersubsidi. Sebelum bergabung dengan Pupuk Indonesia, Pusri memasok pupuk bersubsidi ke hampir seluruh pelosok nusantara. Namun saat ini Pusri hanya menjadi penyedia pupuk bagi petani di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekretaris perusahaan PT Pusri Zain Ismed mengatakan Pusri terpaksa mencari modal kerja agar kinerjanya tetap stabil. Pasalnya, selain tetap diwajibkan memproduksi pupuk bersubsidi, Pusri juga tengah mengerjakan berbagai program jangka pendek dan panjang. "Kami cari modal kerja agar cash flow tidak terganggu," kata Zain Ismed.

Dia mencontohkan ekspansi Pabrik II B PT Pusri yang merupakan proyek vital bagi perusahaannya. Jika tidak ada hambatan, pabrik baru itu sudah dapat dioperasikan tahun depan. Pabrik ini diproyeksikan dapat memproduksi sekitar 2,8 juta pupuk ton per tahun. Sedangkan untuk tahun ini, Pusri menyiapkan produksi hingga 2, 1 juta ton pupuk subsidi dan nonsubsidi.

Nasib Petani Cengkeh Tidak Terpengaruh Bangkrutnya Pabrik PT HM Sampoerna Tbk

Ketua Komite Tanaman Perkebunan Mulyadi Sukandar mengatakan rencana tutupnya dua pabrik sigaret kretek tangan PT HM Sampoerna Tbk di Lumajang dan Jember tidak mempengaruhi industri cengkeh dalam negeri. Alasannya, produksi cengkeh nasional lebih kecil ketimbang kebutuhan industri rokok.

Setiap tahun, kata dia, industri rokok butuh 110 ribu ton cengkeh untuk campuran bahan baku rokok kretek. Sedangkan produksi rata-rata cengkeh masih di bawah itu. "Tahun 2013, produksi cengkeh Indonesia hanya 70 ribu ton. Target produksi tahun ini saja masih sekitar itu. Jadi, petani cengkeh tidak terdampak atas tutupnya dua pabrik SKT Sampoerna," ujar Mulyadi kepada Tempo, Ahad, 18 Mei 2014.

Ia mengatakan cengkeh tidak hanya menggantungkan pada produksi SKT. Sigaret kretek mesin (SKM), ujar dia, juga butuh campuran cengkeh. Bila produksi dan pangsa pasar SKT turun, pasokan cengkeh bisa dialihkan ke SKM.

Selain cengkeh, ia melihat industri tembakau juga diprediksi tidak terdampak. Sebaliknya, Mulyadi melihat tutupnya dua pabrik SKT itu bisa berimbas pada penurunan setoran cukai ke pemerintah. Hingga kuartal pertama 2014, menurut Mulyadi, cukai rokok sudah menyumbang sekitar Rp 37 triliun. "Bisa-bisa target penerimaan cukai rokok tahun ini meleset. Lebih berimbas pada penerimaan cukai," ujarnya.

Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) Ketut Budiman mengatakan penutupan dua pabrik SKT itu akan berdampak pada petani cengkeh jika diikuti tutupnya pabrik-pabrik SKT dan SKM lainnya. Ketut prihatin atas penutupan itu karena berdampak langsung pada karyawan. "Kasihan ada yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan," ujar Ketut.

PT HM Sampoerna Tbk akan merumahkan 4.900 karyawannya mulai 1 Juni 2014. Tindakan itu akibat menurunnya pasar produk sigaret kretek tangan. Juru bicara Sampoerna, Maharani Subandhi, mencatat tahun lalu volume penjualan SKT mengalami penurunan 13 persen. Hingga kuartal pertama 2014, kata dia, tercatat ada penurunan 16,1 persen. "Kami tidak melihat akan adanya perubahan tren pada segmen SKT dalam waktu dekat," tuturnya.

Saturday, May 17, 2014

Daftar Perusahaan Yang Selalu Bebas Pemadaman Listrik Bergilir PLN

PT PLN (Persero) memberikan pelayanan khusus bagi pelanggan industri yang listriknya aman dari pemadaman listrik bergilir. Kalaupun ada kerusakan fatal pada pembangkit, pelanggan khususnya ini mendapatkan prioritas utama listriknya segera menyala dalam waktu singkat.

"PLN ada layanan khusus bagi industri yang tidak ingin listriknya padam sama sekali namanya pelanggan premium," kata Manajer Distribusi PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Bob Saril, Minggu (18/5/2014).

Bob mengungkapkan, di Jakarta ada beberapa pelanggan premium, saat terjadi pemadaman bergilir di Jakarta dan Tangerang beberapa waktu lalu akibat masalah di PLTU Muara Karang, Jakarta Utara, pelanggan tersebut tidak mengalami pemadaman listrik.

"Kemarin yang tidak padam itu PT JAATS (Jakarta Automated Air Traffic Services) yang merupakan perusahaan radar navigasi, dan PT Quantum yang merupakan gedung data center," ungkap Bob.

Sebelumnya, Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengungkapkan, layanan ini ada karena ada beberapa industri yang dalam produksinya tidak boleh mati lama, karena bisa rugi, bahkan ada yang sama sekali tidak boleh mati, kalapun terpaksa padam, paling lama pemadaman hanya 15 menit.

"Layanan premium ini kami bagi dua yakni, layanan premium gold yang masih boleh padam paling lama 15 menit, ada premium platinum yang sama sekali tidak boleh padam. Tapi jika ada keadaan darurat atau istilahnya black out dan harus padam, industri ini yang diprioritaskan dulu," katanya.

Benny menambahkan, layanan ini dapat dilakukan dengan sistem business to business dengan PLN, tarifnya ditentukan oleh direksi PLN dan berlaku nasional.

"Tentu layanan premium ini diikuti dengan tarif listrik yang berbeda, untuk gold lebih mahal tarifnya 15% dari tarif listrik reguler dan untuk platinum 25% lebih mahal dari tarif listrik reguler," tutupnya.

Kalangan Ekonomi Lemah Membutuhkan Asuransi Biaya Pemakaman

Muhammad Muchlasin, Direktur Industri Keuangan Non-Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan menurut survei lembaga itu, kalangan menengah ke bawah mengharapkan adanya asuransi terhadap pemakaman. Asuransi itu dibutuhkan khususnya oleh masyarakat muslim.

Menurut Muchlasin, hasil survei yang dilakukan Januari - April 2014 tersebut menunjukkan bahwa ketika kerabatnya meninggal, ahli waris membutuhkan banyak dana untuk keperluan pemakaman. "Selain untuk proses pemakaman, juga untuk melunasi utang-utangnya," kata Muchlasin, saat berbincang dengan wartawan di gedung OJK, pada Jumat 16 Mei 2014.

Produk itu, kata dia, saat ini sedang digodok. Sedangkan purwarupanya akan diluncurkan pada Juni mendatang. Purwarupa tersebut akan coba diterapkan di beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Banten. Selain asuransi pemakaman, survei juga menunjukkan bahwa warga kelas bawah meminati asuransi kecelakaan diri, jiwa berjangka, stok kegiatan usaha, serta kebakaran rumah tinggal.

Beberapaa asuransi tersebut, kata dia, memang dekat dengan kehidupan masyarakat kecil pada umumnya. Dia mencontohkan, jika tukang ojek kecelakaan, maka dia akan cenderung menjual motornya. Padahal motor merupakan aset utama mereka dalam mencari uang. "Selain itu juga dibutuhkan asuransi stok kegiatan usaha, misalnya dalam kebakaran pedagang di Senen kemarin," kata Muchlas.

Mengenai biaya asuransi, Muchlasin mengatakan saat ini sedang dibahas bersama oleh perusahaan dan asosiasi. Bagi perusahaan yang menyediakan asuransi mikro, akan disediakan insentif berupa kemudahan perizinan. "Sekarang kan mereka masih harus melapor dan administrasinya panjang. Kalau nanti ada asuransi mikro, dipercepat pengurusannya."

Masyarakat Indonesia Pilih Jual Aset Untuk Hadapi Musibah Daripada Ikut Asuransi

Muhammad Muchlasin, Direktur Industri Keuangan Non-Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan, mengatakan berdasarkan survei lembaga itu ada 32 persen masyarakat Indonesia yang tak memiliki proteksi saat terkena musibah. Jumlah itu berarti sekitar 80 juta dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Saat ditanya ketika terkena musibah ada yang menjawab menggunakan tabungan dan asuransi, tapi 32 persen di antaranya mengaku tak punya apa-apa," kata dia saat berbincang dengan wartawan di gedung OJK, Jumat, 16 Mei 2014. Kelompok tersebut merupakan kalangan menengah bawah yang ketika mendapat musibah cenderung menjual aset.

Selain itu, hanya 67 juta penduduk yang memiliki polis asuransi. Rinciannya, 10 juta merupakan polis individu, sedangkan 57 juta merupakan kumpulan. Polis kumpulan dicontohkan seorang anak sekolah yang mempunyai asuransi kecelakaan diri hanya mendapatkan sertifikat, sedangkan polis dipegang oleh sekolah

Bagi kalangan menengah ke bawah, kata Muchlasin, asuransi sebenarnya memiliki arti penting karena umumnya mereka tak memiliki tabungan. "Karena mereka nyaris miskin, harus menjual aset. Mereka lebih rentan," kata dia.

Melihat hal tersebut, ada beberapa hal yang akan dilakukan OJK dengan asosiasi asuransi. Misalnya mendirikan tim pengembangan asuransi mikro. Selain itu, OJK menjalin kerja sama dengan enam regulator Asia berupa deklarasi inklusif asuransi mikro. Pengembangan asuransi inklusif, kata dia, merupakan upaya membuat asuransi sebagai produk layanan untuk warga yang memiliki keterbatasan keuangan.

Ditanya tentang kemungkinan membuat peraturan khusus asuransi mikro, Muchlasin mengatakan bahwa peraturan tersebut sedang dibahas. Menurut dia, sebenarnya saat ini OJK sudah memiliki peraturan mengenai asuransi mikro, namun kurang insentif. "Mengenai nantinya diwajibkan atau tidak, masih kami pertimbangkan," kata dia.

Penjualan Motor dan Mobil Bulan April Mengalami Penurunan

Penjualan kendaraan bermotor di Indonesia pada April 2014 menunjukkan gejala perlambatan. Data PT Astra International Tbk mencatat pada April 2014 ada 727.790 unit sepeda motor yang terjual, naik 0,2 persen atau sebanyak 2.161 unit dibandingkan dengan penjualan pada Maret 2014.

Padahal, penjualan pada Maret 2014 sempat naik di kisaran 6 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. "Penjualan sepeda motor pada Februari 2014 juga naik cukup tinggi, 17,21 persen sebanyak 99.725 unit dibandingkan dengan penjualan Januari 2014," kata Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Jumat, 16 Mei 2014.

Sepanjang periode Januari hingga April 2014, penjualan sepeda motor di Indonesia dicatat mencapai 2,71 juta unit. Penjualan ini naik 3,52 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. ealisasi penjualan sepeda motor hingga bulan ke empat tahun ini telah mencapai 35,19 persen dari target penjualan sepanjang tahun. Tahun ini penjualan sepeda motor di Indonesia diperkirakan stagnan di angka 7,7 juta unit seperti realisasi 2013.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mencatat penjualan mobil pada April 2014 melambat 5,55 persen dibandingkan penjualan pada Maret 2014. Menurut data Gaikindo yang dikutip Ahad, 18 Mei 2014 penjualan mobil pada April 2014 hanya mencapai 106.811 unit, lebih rendah dibandingkan penjualan Maret 2014 yang mencapai 113.096 unit.

Penurunan penjualan terjadi pada jenis mobil penumpang berpenggerak 2 roda alias 4x2 berkapasitas mesin di bawah 1.500 cc dan berkapasitas mesin di atas 3.000 cc. Penjualan mobil 4x2 dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc turun 8,34 persen dari 54.143 unit pada Maret 2014 menjadi 49.627 pada April 2014.

Penurunan lebih tajam terjadi pada penjualan mobil 4x2 type berkapasitas mesin di atas 3.000 cc. Setelah sempat melonjak mencapai angka 115 unit pada Maret 2014, penjualan mobil jenis ini melorot 23,47 persen pada April 2014 dengan mencatatkan penjualan sebanyak 88 unit.

Meski penjualan bulan lalu melambat, secara keseluruhan penjualan mobil di Indonesia pada Januari hingga April 2014 dicatat naik 9,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir April 2014, penjualan mobil telah mencapai 435.182 unit.

Sebelumnya, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiharto mengatakan asosiasi memasang dua prediksi penjualan. Menurut Jongkie, jika tidak terjadi gejolak ekonomi, angka penjualan akan mencapai 1,23 juta unit. Namun, jika terjadi kondisi sebaliknya, angka penjualan mobil akan turun menjadi 1,1 juta unit. Sementara produksi mobil diperkirakan sebanyak 1,2 juta unit.

Ironis Indonesia Hanya Miliki 2 Juta Pekerja Di Sektor Maritim dan 1 Marinir Untuk Jaga 1 Pulau

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia hanya memiliki 2 juta orang yang bekerja di sektor kelautan. Ironisnya, jumlah tersebut lebih kecil dari pada jumlah pengangguran saat ini.

"Sumber LIPI, Hanya 2,265 juta masyarakat Indonesia bekerja di sektor laut, itu lebih kecil dari pengangguran kita saat ini yaitu 7 juta orang tahun 2013," ujar Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Mabes TNI Kolonel Laut Ivan Yulivan, Dan Denma, saat menjadi pembicara dalam diskusi "Krisis Identitas dan Kebangkitan Negara Maritim dengan Memperkuat Perhubungan Laut dan Udara di Jakarta, Sabtu (17/5/2014).

Ivan menjelaskan, kecilnya jumlah pekerja disektor kelautan merupakan cermin realitas bangsa yang lebih mementingkan pembangunan darat dari pada laut. Padahal menurutnya, kodrat bangsa Indonesia adalah bangsa maritim. Pengembangan ekonomi maritim menurutnya bisa berkembang jika 7 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan tersebut dialihkan ke sektor kelautan.

"Bayangkan jika 7 juta itu disalurkan untuk bekerja di sektor kelautan, pasti kita bisa kembangkan maritim kita," katanya.  Selain itu, Ivan juga menunjukan data-data mengenai jumlah pelabuhan yang bisa dilabuhi yang hanya 104. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingankan jumlah pulau di Indonesia yang mencapai 17.000 pulau.

Di bidang Maritim, selain menyoroti jumlah armada kapal dan pesawat TNI yang jumlah dan teknologinya tidak sesuai dengan kebutuhan luas wilayah Indonesia, dia menyoroti jumlah marinir hanya sekitar 17.000. Menurutnya jumlah tersebut tidak mencukupi untuk menjaga keamanan dan ketahanan nasional di pulau-pulau Indonesia yang berjumlah 17.504. Dengan jumlah marinir tersebut, maka rata-rata satu pulau di Indonesia hanya dijaga 1 marinir.

Ribuan pelaut Indonesia yang selama ini bekerja di kapal-kapal asing terancam menganggur jika pemerintah tak kunjung meratifikasi Konvensi Pekerja Maritim Organisasi Perburuhan Internasional. Konvensi ini mengatur standar kerja dan kehidupan minimum pelaut yang berlaku di seluruh dunia sejak Agustus 2013.

Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Hanafi Rustandi mengatakan hal ini di Jakarta, Kamis (23/1/2014). Konvensi yang ditetapkan Organisasi Buruh Internasional (ILO) tahun 2006 ini bertujuan melindungi sedikitnya 1,5 juta pelaut di seluruh dunia yang berperan penting terhadap kelancaran perdagangan internasional.

”Nama baik Indonesia akan tercoreng di mata internasional dan mengganggu perekonomian nasional jika konvensi ini tak kunjung diratifikasi. Kapal yang berlayar ke luar negeri harus punya sertifikat sesuai ketentuan konvensi dan peluang kerja pelaut Indonesia di kapal asing pun tertutup,” kata Hanafi.

Sebanyak 56 negara anggota ILO telah meratifikasinya, termasuk Singapura dan Filipina. Singapura meratifikasi konvensi untuk meningkatkan jumlah armada pelayanan dan langsung membuka pendaftaran kapal dari negara lain yang belum meratifikasinya.

Filipina, sebagai negara pemasok buruh migran terbesar dunia, meratifikasi konvensi tersebut untuk mempertahankan lapangan kerja warga negara mereka di luar negeri. Menurut Hanafi, yang juga Ketua Federasi Pekerja Transportasi Internasional Asia Pasifik, kelambanan pemerintah meratifikasi konvensi bisa memicu mutasi armada pelayaran berbendera Indonesia ke negara lain.

”Sudah sejak tahun 2006 kami menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menteri terkait menyampaikan tentang pentingnya ratifikasi konvensi tersebut. Sayang, sampai sekarang pemerintah belum menanggapi serius,” kata Hanafi.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ruslan Irianto Simbolon mengatakan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak mengenai konvensi tersebut