Sunday, September 26, 2021

Daftar Gaji Resmi Karyawan Indomaret dan Alfamart

Besaran gaji pegawai Indomaret beredar di jagat maya. Gaji pegawai yang beredar lengkap beserta jabatannya. Besaran gaji pegawai Indomaret dipublikasikan situs upahminimum.com. Seperti dilihat detikcom, gaji terendah pegawai Indomaret sebesar Rp 2.500.000 per bulan. Kemudian, untuk yang tertinggi Rp 34.800.000 per bulan.

Dalam situs itu juga dijelaskan, sistem perhitungan gaji karyawan Indomaret sedikit berbeda dengan perusahaan lain. Selain gaji pokok, mereka mendapat bonus jika memenuhi target penjualan yang ditentukan.

Saat dikonfirmasi, Managing Director PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf tak bisa mengomentari data tersebut. Dia bilang, pihaknya tak pernah menyebarkan data soal gaji karyawan. "Kami tidak bisa komentar. Karena kalau soal gaji biasa sifatnya confidetial sehingga kami tidak pernah menshare data tersebut," katanya.

Berikut daftar gaji karyawan Indomaret menurut situs tersebut:


1. Asisten Kepala Toko Rp 2.500.000

2. Junior Supervisor Rp 4.000.000

3. Marchentdaiser Rp 4.000.000

4. Kasir Rp 4.000.000

5. Pramusniaga Rp 1.900.000-Rp 2.700.000

6. MDP Rp 5.000.000

7. IT Support Staff Rp 5.000.000

8. Akuntansi Rp 5.020.000

9. Accounting and Tax Supervisor Rp 5.100.000

10. Area Supervisor Rp 5.250.000

11. Management Development Program Rp 5.270.000

12. Management Trainee Rp 5.500.000

13. Junior Staff Rp 5.500.000

14. Brand Development Supervisor Rp 6.000.000

15. Programmer Rp 6.000.000

16. Wealth Management MDP Rp 6.000.000

17. Pelayanan Profesional Rp 6.000.000

18. Tax Manager Rp 6.000.000

19. IT Programmer and Analyst Rp 6.000.000

20. Management Rp 6.000.000

21. Head Store Rp 6.000.000

22. Pelayanan Kesehatan Rp 6.000.000

23. Teknologi Informatika Rp 6.150.000

24. Pendidikan/Pelatihan Rp 7.250.000

25. Internal Supervisor Rp 8.000.000

26. Project Supervisor Rp 8.000.000

27. Branch Inventory Control Manager Rp 8.000.000

28. Legal Rp 8.000.000

29. Marketing Junior Manager Rp 8.200.000

30. Pemasaran Rp 8.420.000

31. Area Manager Rp 9.550.000

32. Personal and General Affair Staff Rp 10.000.000

33. HRD Manager Rp 10.000.000

34. Merchandising Junior Manager Rp 10.000.000

35. IT Manager Rp 10.000.000

36. Franchise Manager Rp 10.000.000

37. Web Development Manager Rp 10.300.000

38. Junior Manager Rp 11.000.000

39. Operational Manager Rp 12.000.000

40. Junior Project Manager Rp 12.000.000

41. Accounting Manager Rp 12.000.000

42. Category Manager Rp 12.000.000

43. Finance Manager Rp 13.200.000

44. Development Manager Rp 13.500.000

45. Manager Rp 14.000.000

46. Assistant Manager Rp 14.000.000

47. Database Analyst Rp 16.500.000

48. Marketing Manager Rp 24.600.000

49. Branch Manager SME Rp 25.500.000

50. Branch Manager Rp 34.800.000.

Dari tahun ke tahun, Alfamart terus mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah toko hingga pelayanan yang disediakan. Hingga saat ini, masyarakat tak hanya dapat menikmati layanan belanja secara langsung, tapi juga dapat menikmati mudahnya berbelanja online di minimarketini secara online.

Selain itu, baru-baru ini brand jaringan minimarketini menyediakan layanan belanja online lewat aplikasi Whatsapp.

Alfamart sendiri merupakan salah satu jaringan toko swalayan terbesar yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. Alfamart dimiliki oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Melansir dari situs resmi Alfamart, perusahaan ini dimulai pada tahun 1989 oleh Djoko Susanto yang baru mengawali usaha di bidang perdagangan dan distribusi. Setelahnya pada 2002, perseroan tersebut mengakuisisi 141 gerai Alfa minimart dan berganti nama menjadi Alfamart.

Melihat bagaimana besarnya bisnis yang dimiliki oleh perseroan ini, kira-kira berapa ya besaran gaji pegawai Alfamart? Melansir dari situs pilihprofesi.com, berikut besaran gaji yang di terima oleh para karyawan Alfamart dari setiap bulannya.


1. Manager - Rp. 9.200.000

2. Distribution Manager - Rp. 6.000.000

3. Logistic Junior Manager - Rp. 6.000.000

4. Training Manager - Rp. 6.000.000

5. Management Trainee - Rp. 4.200.000

6. Coordinator - Rp. 4.100.000

7. Art and Creative Staff - Rp. 4.000.000

8. Branch Coordinator - Rp. 4.000.000

9. IT Programmer and Analyst - Rp. 4.000.000

10. IT Risk and Assurance Staff - Rp. 4.000.000

11. IT Senior - Rp. 4.000.000

12. Planning and Development - Rp. 4.000.000

13. Recruitment Coordinator - Rp. 4.000.000

14. Teacher Trainer - Rp. 4.000.000

15. Warehouse Coordinator - Rp. 4.000.000

16. Area Coordinator - Rp. 3.800.000

17. Buyer - Rp. 3.200.000

18. Head - Rp. 3.200.000

19. Information Technology - Rp. 3.200.000

20. Area Manager - Rp. 2.500.000

21. Pemasaran - Rp. 2.500.000

22. Administrasi Kasir - Rp. 2.500.000

23. Operational Staff - Rp. 2.500.000

24. Payroll Admin - Rp. 2.500.000

25. Branch Inventory Control Manager - Rp. 2.500.000

26. Recruitment and Selection Officer - Rp. 2.500.000

27. Supply Chain Staffs - Rp. 2.500.000

28. IT Support - Rp. 2.400.000

29. Asisten Kepala Toko - Rp. 2.100.000

30. Kepala Toko - Rp. 2.100.000

31. Store Assistant - Rp. 2.000.000

32. Helper - Rp. 1.900.000

33. Kasir - Rp. 1.900.000

34. Picker - Rp. 1.800.000

35. Crew - Rp. 1.700.000

36. Sales - Rp. 1.600.000

37. Accounting Staff - Rp. 1.500.000

38. Finance Accounting - Rp. 1.500.000

39. Maintenance - Rp. 1.500.000

40. Maintenance Staff - Rp. 1.500.000

41. Merchandiser - Rp. 1.500.000

42. Purchasing Staff - Rp. 1.500.000

43. Safety Staff - Rp. 1.500.000

44. Security - Rp. 1.500.000

45. Staff Accounting - Rp. 1.500.000

46. Store Head Assistant - Rp. 1.500.000

47. Warehouse Staff - Rp. 1.500.000

48. Staff Finance - Rp. 1.400.000

49. Office Boy - Rp. 1.300.000

50. Koperasi Karyawan - Rp. 800.000



Tuesday, September 14, 2021

BLP Beauty Andalkan Penjualan Online Saat Pandemi Supaya Tidak Bangkrut

 Kondisi pandemi Covid-19 berdampak buruk pada seluruh sektor ekonomi di Indonesia, termasuk bidang kosmetik. Banyak toko kosmetik terpaksa tutup akibat pandemi. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, setidaknya 1.300 gerai ritel tutup sepanjang tahun lalu akibat himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dampak pandemi tak terkecuali dirasakan Lizzie Parra yang mendirikan BLP Beauty pada 2016 lalu. Sejak awal pandemi, BLP Beauty mengalami pasang surut dalam berbisnis. Namun perlahan pasti berkat strategi yang tepat untuk mempertahankan pelanggan, bisnisnya merangkak naik. Selain melakukan inovasi produk, BLP juga mengandalkan berbagai produk GoTo Financial untuk membantu mengelola administrasi, pembayaran, dan pemasaran bisnisnya.

Lizzie mendirikan BLP Beauty dengan tujuan untuk membuat produk make up lokal yang mampu menjawab kebutuhan perempuan Indonesia. Saat launching pertama kali, brand kecantikan lokal ini menarik antusiasme tinggi dari pelanggan. Stok yang diproyeksikan untuk sat tahun pun habis dalam satu bulan.

Banyaknya transkasi yang mencapai ribuan mengakibatkan website BLP sempat mengalami gangguan dan membuat karyawan BLP kesulitan melakukan verifikasi transaksi manual. BLP kemudian menggunakan Midtrans sebagai payment gateway untuk memproses pembayaran online di websitenya secara otomatis.

Selain itu, bagi BLP, toko offline juga penting untuk menghadirkan pengalaman interaksi langsung dengan brand ke pelanggan. BLP membuka 7 toko offline dengan menggunakan Moka sebagai kasir digitalnya, sehingga stok produk serta laporan penjualan dari semua toko offline dapat dimonitor dari manapun.

Monica Christa, CEO BLP Beauty mengatakan, "Seiring go digital menjadi sebuah keharusan untuk pelaku usaha, investasi di platform digital menjadi penting. Dengan menggunakan produk-produk digital yang tepat, kita bisa hemat waktu dan fokus ke hal-hal yang lebih strategis, karena semua pekerjaan yang manual dan repetitif bisa dikerjakan oleh sistem secara otomatis."

Tantangan baru terjadi ketika PSBB dan PPKM diberlakukan dan toko terpaksa ditutup sementara. Monika menambahkan strategi O2O (offline-to-online) dengan membuka website toko online lewat GoStore, yang bisa diakses lewat berbagai media sosial. Walau pelanggan tidak bisa datang ke mall, mereka tetap bisa bertransaksi dan mendapatkan barang yang otomatis diantar oleh GoSend ke rumah.

Kinerja BLP Beauty dalam mengembangkan bisnis kecantikan tanah air semakin mudah karena kehadiran GoTo Financial, entitas teknologi yang menyediakan layanan keuangan dan solusi bisnis bagian dari Grup GoTo. Hadirnya GoTo Financial ini untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui pembayaran, layanan keuangan dan solusi bisnis di dalam ekosistem ekonomi digital.

GoTo merupakan grup teknologi terbesar di Indonesia yang menggabungkan layanan on-demand, e-commerce, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Untuk bisnis dari berbagai skala, mulai dari UMKM, perusahaan rintisan, hingga korporasi, GoTo Financial menawarkan solusi bisnis lengkap melalui Midtrans (payment gateway terkemuka), Moka dan GoBiz Plus (jaringan Point of Sales terbesar di Indonesia), hingga platform GoBiz dan Selly yang dapat meningkatkan efisiensi usaha online.

Solusi komprehensif tersebut telah terbukti membantu pelaku usaha di mana ada tren kenaikan positif transaksi mitra usaha yang bergabung di ekosistem GoTo Financial, yaitu Midtrans, Selly, Moka, dan GoStore. Sepanjang 2020, jumlah mitra usaha GoTo Financial meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi. Total transaksi juga meningkat hingga hampir enam kali lipat.

Arsitektur Bangunan Pasar Milik Pemprov DKI Sebabkan Banyak Pedagang Merugi

 Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengungkap tidak hanya COVID-19 yang telah merugikan pedagang pasar. Salah satunya yang merugikan adalah tata bangunan pasar yang dinilai malah merugikan pedagang.

"Pasar dibangun begitu aja akhirnya desainnya kemudian layout-nya, nanti yang di lantai atasnya nggak laku akhirnya jadi kumuh dan seterusnya. Karena apa, itu dibangun berdasarkan arsitek atau desain nya itu tidak sesuai dengan pasar," Ketua Umum APPSI, Sudaryono dalam dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi VI dengan APPSI, Selasa (14/9/2021).

"Banyak pasar-pasar sekarang rugi bukan hanya karena COVID-19 tapi juga karena pembangunan yang kita tidak dilibatkan sehingga secara model itu nggak masuk," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar pedagang pasar dilibatkan dalam perencanaan dan pembangunan pasar. Pembangunan pasar itu dilakukan dalam dua cara, pertama oleh pemerintah menggunakan APBN atau APBD dan kedua dibangun oleh pedagang pasar.

"Kami menginginkan, akan status hak kiosnya itu atau tempat usahanya menjadi hak guna bangunan strata title, jika kebijakan ini diberlakukan akan terasa adil bagi pedagang dan ada wujud kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat," tuturnya.

Selain pembangunan, pedagang juga meminta agar dilibatkan dalam pengelolaan pasar. Karena saat ini pihak pengelola pasar terus mendorong pedagang untuk memungut retribusi saja.

"Pasar dikelola secara profesional yang tidak hanya pasar itu dibangun terus pengelolanya narik-narik retribusi. Jadi kami ingin pedagang pasar itu juga diperlihatkan dalam pengelolaan pasar sehingga kalau yang mengelola ada keterlibatan pedagang di situ maka rasa, adil kalau kita ada di situ," jelasnya.

Lalu, kerugian lainnya bagi pedagang adalah adanya pedagang kaki lima (PKL). Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua APPSI, Asnawi yang menurutnya adanya PKL di depan pasar sudah meningkatkan daya saing yang tidak sehat.

"Di pasar rakyat itu langsung berhadapan dengan teman-teman pedagang PKL. Itu malah secara internal kita sudah di berdaya saing sudah nggak sehat," ungkapnya.

Pedagang Mengadu ke DPR Karena Anies Baswedan Tidak Turunkan Sewa Kios PD Jaya Saat PPKM

 Pengelola dan Pedagang pasar mengungkapkan keluhannya kepada Komisi VI DPR RI. Salah satunya mengeluhkan banyak pedagang pasar yang tutup kiosnya. Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) mengatakan banyak kios tutup karena dampak pandemi COVID-19. Dia mencontohkan di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan sekitar 30% kios sudah ditinggalkan pedagang.

"Kita di pasar-pasar pak ya, nggak usah di daerah, di Jakarta, di Mayestik yang tutup berapa pak, berapa kios? 30%-an. Apalagi di daerah," ujar Ketua Asparindo Joko Setiyanto, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR, Selasa (14/9/2021).

Ia mengatakan hal itu menurutnya karena minimnya bantuan yang diberikan kepada para pedagang. Misal tarif listrik tak turun sama sekali sehingga memberatkan para pedagang. "Listrik itu tarif aja tidak turun sama sekali, jadi ini penting sekali, karena komponen terbesar pak," katanya.

Lalu, di kesempatan yang berbeda. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mengungkap sudah lebih dari 1.000 kios tutup di Pasar Jakarta. APPSI meyakini penutupan itu disebabkan karena pedagang tidak bisa membayar sewa akibat pandemi COVID-19.

"Saya mengambil contoh itu PD pasar jaya DKI Jakarta hari ini 1.000 lebih kios kosong di Jakarta sendiri. Nah ini pertanyaannya apakah kosong ini tidak mampu untuk bersaing dengan pedagang lain atau biaya kios, penyewaan kios tidak ada pengurangan dari pihak pengelola di dalam situasi pandemi sekarang ini," kata Robi perwakilan dari APPSI, kepada Komisi VI.

Saat kios-kios tutup itu, pedagang beralih ke pinggir jalan. Ia meyakini hal itu bukan karena kalah saing dengan pedagang lain, tetapi karena tidak mampu bayar sewa kios di masa pandemi ini.

"Kita mengambil sampel dua pasar yaitu Pasar Enjo dengan Pasar Klender, itu di luar areal pasar itu tetap ada pedagang pedagang liar. Dia jualan di luar areal pasar artinya bukan pedagang yang tidak mampu untuk bersaing di dalam pasar akan tetapi pembiayaan atau penyewaan harga kios tidak ada penurunan dari pihak pengelola," jelasnya.

Oleh karena itu, APPSI meminta untuk DPR berkoordinasi dengan pihak Pasar Jaya agar mengimbau pedagang kembali berjualan di kios-kios. "Pak bapak boleh cek di pasar Enjo dan pasar Klender itu di dalam pasar itu sendiri itu sunyi akan tetapi di luar areal itu ramai artinya ini timbul pertanyaan apakah pedagang ini tidak mampu untuk bayar kios atau tidak mampu untuk bersaing," pungkasnya.

Sunday, September 12, 2021

Perubahan Iklim Global Zaman Milenial Akan Jadi Bencana Baru Untuk Gen Z

 Ada ancaman baru untuk dunia yang lebih besar di masa depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perubahan iklim atau climate change ini akan menjadi ancaman nyata dan berdampak untuk seluruh negara termasuk Indonesia. Ancaman climate change ini akan membayangi Indonesia pada 2045 mendatang atau di rentang 2030 - 2050. Sri Mulyani menyebut memang dampaknya sekarang sudah mulai terasa.

"Ada satu hal yang sekarang ini sedang dibahas dan menjadi persoalan pelik di dunia yaitu climate change. Ini akan jadi risiko yang nyata karena kebetulan waktu kita bicara tentang Indonesia 2045, kita akan bicara tentang timeline dari climate change," ujar dia beberapa waktu lalu.

Sri Mulyani menyebutkan pada rentang 2040-2050 tapi dunia tidak mampu menciptakan pembangunan dengan net zero emission maka akan terjadi kenaikan suhu.

Hal ini menyebabkan dampak yang buruk. Misalnya banjir besar yang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut. Apalagi Indonesia adalah negara kepulauan. Kemudian ada ancaman kebakaran hutan karena suhu bumi yang naik dan membuat kondisi lebih panas.

Dalam laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) mengenai dampak climate change di south east Asia, Indonesia jadi salah satu negara yang dilihat akan mengalami dampak luar biasa dari mulai pemanasan yang bisa menjadi kebakaran hutan, hingga banjir yang bisa melanda kota-kota di Indonesia termasuk dalam hal ini kenaikan permukaan laut.

Untuk itu, Sri Mulyani meminta generasi milenial khususnya dari Universitas Indonesia (UI) ikut membantu pemerintah memikirkan dari sekarang terkait kebijakan yang tepat untuk mempersiapkan dampak dari climate change.

"Ini akan jadi masalah yang sangat relevan, dimensi sosial, ekonomi dan tentu saja dari dimensi politik. Saya berharap milenial di FEB UI akan mencurahkan perhatian ke isu yang akan jadi salah satu tantangan besar pada generasi Anda dan ini harus dimulai dari sekarang dari sisi policy untuk penciptaan persiapan," ujar dia.

Daftar Greai Ramayana Yang Tutup Karena Penanganan Pandemi COVID 19

Sebanyak 19 gerai atau toko milik PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) gugur semenjak pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Itu adalah bukti nyata bahwa merebaknya virus Corona telah menghantam industri ritel. Dikutip dari dokumen yang diunggah Ramayana di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Ramayana menutup 13 toko pada tahun lalu, yaitu:

  • R025 - Surya Kencana
  • R030 - Banjarmasin
  • R033 - Koja
  • R078 - Baturaja
  • R085 - Duri
  • R088 - Payakumbuh
  • R120 - Solo
  • R126 - Bekasi Junction
  • R130 - Grand Cakung
  • RB07 - Cirebon
  • RB09 - Yogyakarta
  • RB10 - Kusuma Bangsa
  • RB29 - Bali II

Kemudian di tahun ini, Ramayana telah menutup 6 toko, yaitu:

  • R012 - Pasar Baru
  • R013 - Kramatjati
  • R024 - Pondokgede
  • R032 - Tebet
  • R054 - Palembang
  • RB14 - Jembatan Merah

Namun selain menutup toko, Ramayana juga membuka beberapa toko baru di 2020, yaitu:

  • R133 - CCM Semarang
  • R134 - Cikupa II

Toko baru juga dibuka pada tahun ini di 2 lokasi, yaitu:

  • R056 - Pekanbaru
  • R135 - Kodim II

Pada awal 2020, Ramayana tercatat memiliki 117 toko, kemudian menjadi 106 toko di akhir 2020. Posisi saat ini tersisa 102 toko. Ramayana masih lebih beruntung ketimbang gerai Giant yang seluruhnya tutup per 1 Agustus 2021. Kini tidak ada lagi gerai Giant yang beroperasi. Pihak manajemen, yakni PT Hero Supermarket Tbk (HERO) sudah jauh-jauh hari mengumumkan hal itu.

Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto menjelaskan barang-barang sisa yang kondisinya rusak dimusnahkan oleh pihak manajemen. Namun dia tak menjelaskan nasib barang yang masih dalam kondisi baik tapi tak terjual akan dioper ke gerai Hero atau dikemanakan.

Seluruh gerai supermarket Giant yang ditutup totalnya ada 395 gerai. Perusahaan induk Giant, PT Hero Supermarket bakal fokus mengembangkan IKEA, Guardian, hingga Hero Supermarket. Diky menyatakan potensi pertumbuhan dari tiga brand tersebut lebih tinggi dibandingkan Giant.

"Kami melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Kami akan memfokuskan investasi kami dalam proses pengembangan ketiga brand tersebut," ungkap Diky kepada detikcom, 26 Mei 2021 lalu.

Diky mengatakan perusahaan sudah melakukan peninjauan strategis perusahaan, hasilnya pola belanja konsumen sudah beralih dari format hypermarket macam Giant. Diky menilai justru potensi pertumbuhan yang baik dengan performa positif terdapat pada bisnis layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, dan pasar premium kebutuhan sehari-hari. Ketiganya ada di IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

"Berdasarkan tinjauan strategis perusahaan, kami melihat peralihan konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, kami melihat potensi pertumbuhan yang baik dan performa positif di sektor layanan furnitur rumah tangga yang disediakan IKEA," papar Diky.

"Kecantikan dan kesehatan melalui Guardian, serta pasar premium untuk kebutuhan sehari-hari melalui Hero Supermarket," lanjutnya.  PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) menutup 19 gerai atau toko miliknya sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada 2020 lalu. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan terkini?

Dikutip dari dokumen yang diunggah Ramayana di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Ramayana berhasil membukukan laba Rp 137,82 miliar pada semester I-2021, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di Rp 5,361 miliar. Perusahaan ritel toko serba ada itu juga berhasil menekan biaya operasional pada semester I-2021 menjadi Rp 657,69 miliar dari sebelumnya Rp 670,30 miliar di semester I-2020.

Namun, ada beberapa hambatan yang dialami Ramayana sepanjang semester I-2021, yakni melemahnya ekonomi akibat Pandemi COVID-19, penurunan pendapatan/daya beli masyarakat, penutupan sementara dan pembatasan operasional gerai, dan penurunan pendapatan sewa.

Ada beberapa strategi yang dilakukan perusahaan, yaitu mengoptimalkan penjualan online, mempertahankan keberadaan gerai, restrukturisasi penggunaan space, remerchandising produk, melanjutkan konsep life-style mall, dan pengendalian biaya secara ketat.




Mark and Spencer Keluar Dari Prancis Karena COVID 19

Jaringan ritel Inggris Mark and Spencer Group Plc dilaporkan bakal mengurangi intensitas bisnisnya di Prancis. Beberapa toko di Prancis disebut bakal ditutup oleh jaringan ritel yang satu ini.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (13/9/2021), disebutkan Mark and Spencer menutup tokonya imbas dari kebijakan kontrol perbatasan ketat di Eropa. Hal ini dinilai dapat mempengaruhi pasokan ke toko-tokonya di Paris.

Jaringan ritel ini diperkirakan akan menutup toko dan mungkin akan berhenti menjual beberapa produk populernya di Prancis. Diketahui, pengumuman soal penutupan toko ini bakal dilakukan dalam beberapa minggu ke depan.

Belum ada informasi soal berapa banyak toko yang ditutup, namun Mark and Spencer punya 20 toko di Prancis. Penutupan toko juga akan sesuai dengan keputusan akhir pada komitmen dua mitra waralabanya di Prancis.

Mark and Spencer sendiri menolak berkomentar kepada surat kabar tentang penutupan toko. Mereka hanya mengatakan sedang melakukan tinjauan model dengan dua mitra ritelnya di Prancis.

"Kami mengoperasikan bisnis waralaba di Prancis dan sedang melakukan tinjauan model dengan dua mitra kami," kata seorang juru bicara sebelumnya.

Monday, September 6, 2021

Pelonggaran Kebijakan Perpanjangan PPKM Tidak Akan Mampu Pulihkan Ekonomi

 Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan PPKM di Jawa-Bali pada 7-13 September 2021 dan luar Jawa-Bali pada 7-20 September 2021. Kendati PPKM diperpanjang, tapi sejumlah aturan dilonggarkan dan berpotensi meningkatkan ekonomi dan aktivitas masyarakat. Misalnya, aturan makan di tempat (dine in) di restoran yang semula cuma 30 menit, kini jadi 60 menit dengan kapasitas pengunjung 50 persen dari total. Pemerintah juga akan melakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata bagi masyarakat.

Syaratnya, masyarakat yang ingin beraktivitas di tempat-tempat itu harus sudah divaksin dan terdeteksi di aplikasi PeduliLindungi. Tak ketinggalan, pemerintah akan menerapkan uji coba protokol kesehatan di pusat perbelanjaan atau mal di Bali, meski provinsi ini masih berada di PPKM Level 4.

Pun demikian, menurut Ekonom Indef Nailul Huda, berbagai pelonggaran ini belum bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia pada kuartal III 2021. Memang, pelonggaran aturan di mal dan restoran bisa saja sedikit meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat.

Namun, belum tentu memberi peningkatan ekonomi yang besar. Sebab, masyarakat belum sepenuhnya percaya diri untuk beraktivitas di luar rumah. Begitu juga dengan uji coba pembukaan tempat wisata. "Nampaknya pembukaan pariwisata dan dine in tidak akan berdampak signifikan karena masih ada potensi penularan virus," ujar Huda.

Apalagi, penerapan protokol kesehatan di tempat wisata biasanya lebih minim ketimbang di mal. Secara historis, tempat wisata justru rentan menimbulkan kerumunan. Tengok saja, hari libur beberapa waktu lalu yang berujung lonjakan kasus. Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menuturkan ada temuan 1.625 orang positif atau kontak erat dengan pasien covid-19 yang masih berkeliaran di area publik yang terdeteksi dari aplikasi PeduliLindungi.

Hal ini bisa membuat masyarakat tetap khawatir untuk berpergian atau beraktivitas di luar rumah. "Seharusnya pemerintah tegas menindak oknum ini karena telah membahayakan orang lain," imbuhnya. Senada, Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet juga pesimis pelonggaran PPKM bakal berdampak signifikan pada perekonomian. Apalagi, pelonggaran ini diterapkan baru pada September atau akhir kuartal III 2021.

"Saat ini, memang belum bisa kita katakan pelonggaran ini signifikan terhadap perekonomian," terang Yusuf. Apalagi, indeks manufaktur (PMI) Indonesia belum kembali ke level ekspansi. Pada Agustus 2021, PMI Indonesia berada di posisi 43,7 atau naik dari 40,1 per Juli 2021. Namun, levelnya belum di atas 50 yang menunjukkan level ekspansi. "Selain masyarakat masih antisipatif, saat ini tidak ada momentum pendorong konsumsi secara umum," ungkapnya.

Di sisi lain, ia menilai tingkat kepercayaan masyarakat pada keamanan data dari aplikasi PeduliLindungi juga cukup mempengaruhi keinginan untuk melakukan mobilitas dan aktivitas di tempat publik. Hal ini berkaitan dengan viralnya sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada beberapa waktu lalu. "Pemerintah juga harus mendapatkan kepercayaan kembali masyarakat," jelasnya.

Proyeksinya, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 belum berubah dari asumsi semula di kisaran 3 persen sampai 4,5 persen atau lebih rendah dari kuartal II yang mencapai 7,07 persen. Sementara untuk setahun penuh, pertumbuhan diprediksi hanya berada di kisaran 3,5 persen.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede meminta pemerintah berhati-hati dalam melakukan uji coba pembukaan tempat wisata. Sebab, ia tak ingin hal ini justru menimbulkan peningkatan kasus di tempat-tempat wisata. "Mengenai uji coba tempat wisata, ada baiknya pemerintah melakukan uji coba di wilayah dengan tingkat vaksinasi yang tinggi," tutur Josua.

Bila pemilihan tempat wisatanya tepat, maka hal ini setidaknya bisa memberikan peluang bagi sektor perdagangan ritel dan restoran untuk tumbuh, meski tingkat vaksinasi di beberapa daerah masih cukup rendah. Tak ketinggalan, ia tetap meminta pemerintah melakukan tracing dengan ketat agar masyarakat yang positif atau kontak erat covid-19 yang masih berkeliaran bisa dicegah atau diminimalisir. Begitu juga dengan penanganan penyebaran kasus covid-19 dan percepatan vaksinasi.

Ia memperkirakan bila segala penanganan ini dilakukan dengan cermat, bukan tidak mungkin dampak pertumbuhan ekonomi yang positif meningkat di kuartal IV 2021.

Sunday, September 5, 2021

Bisnis Bank Digital Dengan Modal 10 Triliun Lagi Booming

  Pembentukan bank digital menjadi fenomena baru di industri perbankan nasional. Banyak perusahaan berbondong-bondong membeli bank konvensional dan mengubahnya jadi bank digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah mengeluarkan aturan baru soal bank digital. Hal itu melalui POJK No. 12/POJK.03/2021. Di tengah fenomena baru ini, ternyata sudah sejak lama bank digital ada di Indonesia. Bank apa sih itu?

Bank tersebut adalah Bank BCA. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengklaim sebetulnya bank yang dipimpinnya sudah sejak lama menjadi bank digital. Alasannya, sejauh ini transaksi perbankan di BCA hampir semua sudah melalui beragam layanan digital padahal bentuknya bank konvensional.

Jahja menyebut BCA telah lama menjadi bank digital plus-plus lewat beragam layanan digital yang dibuat dan dikelola pihaknya. Dia mengatakan bank digital hanya fokus untuk transaksi individual sedangkan layanan digital bank BCA mencakup berbagai keperluan. "Sebenarnya kalau orang ribut-ribut bank digital, kami BCA ini sudah bank digital sejak lama. Cuma kita ini digital plus-plus," ungkap Jahja dalam webinar Hari Pelanggan Nasional, Jumat (3/9/2021).

"Bedanya gini, kan bank digital itu cuma individual payment, nah kalau di BCA kan lengkap, ada ritel, transaksi komersil, korporasi, dan lain-lain," paparnya. Sebagai buktinya, Jahja memaparkan sebaran data transaksi perbankan BCA. Dia mengatakan dari 40 jutaan rata-rata transaksi per hari yang menggunakan layanan digital sudah mencapai 86,7%. Mulai dari internet banking hingga mobile banking.

"Dari 40 jutaan per hari ini hanya 0,7% yang ke cabang buat transaksi, di ATM juga cuma 12,6% Sisanya kemana? Internet Banking 26%, dan Mobile Banking 60,7%. Artinya 86,7% sudah digital," kata Jahja. "Makanya sebetulnya, Bank BCA ini sekarang bukan lagi bank konvensional tapi bank digital plus-plus," tegasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap membuat layanan bank digital. Hal itu dilakukan dengan mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia dan kemudian diubah namanya menjadi BCA Digital. Bank digital milik BCA ini punya aplikasi namanya Blu.

Nah pembentukan bank digital ini, menurut Jahja dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman. Dia mengatakan masih ada juga market untuk bank digital makanya BCA juga meluncurkan layanan bank digital. "Tapi kami bikin juga bank digital, karena ada market yang missed yang harus didekati. Perkembangan teknologi ini penting untuk diikuti," ungkap Jahja.

Bank digital saat ini sedang ramai di industri perbankan nasional. Banyak perusahaan yang membeli bank konvensional dan menjadikannya bank digital. Mulai dari BCA yang membeli Royal Bank dan diubah menjadi BCA Digital sampai bank Neo Commerce yang merupakan transformasi dari Bank Yudha Bhakti. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan bank digital bisa menjadi pendorong transformasi sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing bank.

Karena itu membuat bank digital dibutuhkan modal yang kuat. Dalam POJK No. 12/POJK.03/2021 disebutkan syarat untuk mendirikan bank baru dengan model bisnis tradisional maupun full digital adalah minimum menyetor modal Rp 10 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Heru Kristiyana mengungkapkan jika aturan ini merupakan penguatan kelembagaan. Mulai dari syarat pendirian bank baru, aspek operasional, penyederhanaan dan percepatan perizinan pendirian bank, jaringan kantor, proses bisnis termasuk layanan digital sampai pengakhiran usaha.

Heru juga menyebut POJK yang diterbitkan ini juga memperjelas definisi Bank Digital. Sehingga lebih mudah dipahami antara bank yang punya layanan digital, bank digital hasil transformasi dari bank incumbent hingga bank digital yang terbentuk melalui pendirian bank baru. "Bagaimanapun bank tetaplah bank, bank is bank," kata dia dalam siaran pers, Kamis (19/8/2021).

Dia menyebut aturan ini tidak membebani bank tapi justru memayungi bank dengan pengaturan yang jelas untuk mendukung transformasi dan akselerasi digital, penyederhanaan dan efisiensi, jaringan kantor serta memberi kesempatan bagi bank untuk bersinergi dalam rangka efisiensi dan perluasan layanan.

Dalam mendukung dan mempertegas konsolidasi perbankan sesuai yang dicanangkan OJK sejak tahun lalu, ketentuan mengenai sinergi perbankan dalam POJK Bank Umum ini bertujuan untuk mendukung efisiensi dan optimalisasi sumber daya bank dan lembaga jasa keuangan lain dalam kelompok usaha bank (KUB). Harapannya, konsolidasi perbankan dengan membentuk KUB dapat menjadi pilihan yang menguntungkan bagi bank, termasuk bank yang masih belum memenuhi modal inti minimum Rp 3 triliun.

Penguatan aturan kelembagaan antara lain juga dilakukan dengan peningkatan persyaratan modal menjadi sebesar Rp 10 triliun untuk pendirian bank baru, baik dengan model bisnis bank tradisional, ataupun pendirian bank yang full digital. Selanjutnya, untuk mendukung terlaksananya implementasi pengaturan secara efektif dan pengawasan yang lebih efisien, dalam POJK ini telah dilakukan redefinisi pengelompokan bank.

Daftar Nasabah Dinosaurus Bank BCA

 Layanan bank khususnya digital telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Namun, ada nasabah yang memanfaatkan layanan yang cenderung kuno atau produk 'dinosarus'. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, meski sudah banyak layanan yang canggih, pihaknya tak buru-buru menghapus layanan-layanan yang cenderung kuno itu seperti SMS dan phone banking. Sebab, kata dia, masih banyak nasabah yang kurang fasih menggunakan layanan digital terbaru.

Jahja menyebut, produk atau layanan tersebut sebagai produk dinosaurus. Jahja mengasosiasikan produk kuno dengan dinosaurus yang hidup di zaman purba.

"Masih ada nasabah ratusan ribu saya juga nggak ngerti, masih gunakan SMS Banking. Itu sudah jenis dinosaurus, phone banking itu semi dinosaurus. Masih banyak yang pakai itu, makanya kami pun tetap pertahankan," kata Jahja dalam webinar Hari Pelanggan Nasional, Jumat lalu (3/9/2021). Jahja mengaku pihaknya sudah melakukan edukasi besar-besaran agar menggunakan layanan perbankan digital terbaru BCA, namun tetap saja mereka tidak mau. Mereka sudah terbiasa dengan layanan tersebut.

"Mereka alasannya, 'Saya sudah biasanya pakai ini pak', kami ya ya sudah. Tapi ya sedikit-sedikit kami selalu arahkan ke feature baru dengan digitalisasi ini," kata Jahja.

Biasanya, nasabah seperti itu adalah nasabah-nasabah yang sudah tua. Meski lebih banyak nasabah BCA berada di umur 20-an alias anak muda, Jahja mengatakan fitur yang bersahabat untuk segala usia harus tetap dipertahankan. "Kita nggak bisa menyediakan produk yang friendly kepada milenialnya saja. Harus juga ke senior milenial dan colonial, banyak mereka nggak mau ikuti perkembangan," kata Jahja.

Jahja mengatakan, pemakaian produk dinosaurus itu tergantung nasabahnya. Menurutnya, ada nasabah yang sudah nyaman dengan layanan tersebut. "Tergantung nasabahnya ada orang yang istilahnya gaptek, dan nggak mau belajar atau sudah nyaman dengan itu jadi nggak mau coba produk baru," katanya. Ibarat mobil, dia mengatakan, cara kerja layanan yang diberikan berbeda. Namun, kata dia punya hasil yang sama.

"Seperti kalau punya mobil yang perseneling manual dengan mobil automatic, hasil sama, cuma yang baru lebih nggak repot," katanya. Sementara itu, Jahja mengatakan, produk yang lebih baru memiliki fitur yang lebih banyak dibanding produk tersebut.

"Kalau kaya SMS banking cuma bisa cek saldo dan transfer kalau yang my BCA bisa lihat kurs dan mutasi rekening dan lain-lain, sedangkan SMS banking kan nggak bisa," ujarnya.

Thursday, September 2, 2021

Perekonomian China Terus Alami Perlambatan Meskipun Tetap Tumbuh

  Perekonomian China mengalami sedikit penurunan karena lonjakan kasus virus COVID-19. China saat ini sedang fokus mencoba menghentikan lonjakan kasus yang menimbulkan krisis logistik. Dilansir dari CNN, Rabu (9/1/2021), sebuah survei resmi menunjukkan aktivitas manufaktur China turun ke level 50,1 poin pada Agustus, padahal di bulan Juli berada di level 50,4 poin.

Meski masih berada di atas 50 poin yang menunjukkan tanda ekspansi daripada kontraksi, tetapi pertumbuhannya masih menjadi yang paling lambat sejak awal pandemi. Industri jasa saat ini menyumbang bagian yang lebih besar di China juga bernasib lebih buruk. Indeks Manajer Pembelian non-manufaktur jatuh ke level 47,5 poin dari awalnya 53,3 pada Juli.

China memang pada awalnya mengatasi pandemi jauh lebih baik daripada banyak negara di dunia, mereka sempat mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif tahun lalu ketika yang lain justru terkontraksi bahkan sampai resesi. Tetapi dampak dari penyebaran varian delta telah menimbulkan malapetaka dalam beberapa pekan terakhir. Wabah virus Corona yang melonjak kembali di negeri bambu dalam setahun mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan dramatis untuk menghentikan infeksi baru. Salah satunya adalah melakukan lockdown.

Otoritas setempat juga langsung melakukan penguncian kota, membatalkan penerbangan, dan menangguhkan perdagangan. Namun, strategi agresif dan tanpa kompromi ini tampaknya telah menahan penyebaran virus delta, meskipun harus mengorbankan kegiatan ekonomi. "Survei terbaru menunjukkan bahwa ekonomi China mengalami kontraksi bulan lalu karena gangguan virus sangat membebani aktivitas layanan," Julian Evans-Pritchard, ekonom senior China di Capital Economics.

Julian menambahkan bahwa penurunan PMI non-manufaktur sepenuhnya didorong oleh gangguan di sektor jasa karena pembatasan pergerakan diberlakukan kembali dan konsumen menjadi lebih berhati-hati di tengah wabah virus yang baru.

Masalah tidak sampai di situ, masalah yang berlangsung dengan rantai pasokan global telah memperburuk kondisi China. Perdagangan global telah berada dalam kekacauan selama berbulan-bulan. Di tengah melonjaknya produksi manufaktur dan ledakan permintaan, justru sektor rantai pasok malah terganggu dengan kelangkaan kontainer.

Belum lagi beberapa penutupan pelabuhan juga dilakukan di China. Sebuah terminal di Pelabuhan Ningbo-Zhoushan di selatan Shanghai ditutup selama berminggu-minggu setelah seorang pekerja dermaga dinyatakan positif COVID-19. Padahal di area ini justru menjadi pusat pelabuhan peti kemas yang tersibuk di dunia.