Wednesday, March 24, 2021

Jadwal Lengkap Pemblokiran Kartu Debet BCA, BNI dan Bank Mandiri

 Perbankan nasional akan memblokir ATM lama berbasis magnetic stripe. Itu dilakukan untuk melaksanakan perintah Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan pergantian kartu ATM nasabah dari berbasis magnetic stripe ke chip sebelum 31 Desember 2021.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk misalnya akan melakukan pemblokiran dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dimulai pada 1 April 2021.

"Pemblokiran akan dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pertama pada 1 April 2021 untuk kartu dengan expiry date 2021-2022," ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha 

Atas dasar itulah, mereka memberlakukan batas waktu pergantian kartu ATM magnetic stripe ke chip kepada nasabah paling lambat pada bulan ini. Lewat dari bulan ini atau mulai 1 April 2021, kartu ATM mereka akan diblokir. 

Tahap kedua dilakukan pada 1 Juni 2021. Ini berlaku bagi kartu ATM magnetic stripe dengan masa berlaku 2023-2025. 

Untuk kartu ATM jenis ini, ia mengatakan nasabah masih bisa menggunakannya setelah 1 April 2021. Tapi, kartu ATM itu tetap harus segera diganti karena batas waktu pergantian dan pemblokirannya akan jatuh pada 1 Juni 2021.

Tahap ketiga dilakukan pada 1 Juli 2021. Itu dilakukan pada ATM magnetic stripe dengan masa berlaku sampai 2026 ke atas. Kartu itu tetap perlu diganti meski batas waktu pergantian dan blokirnya baru berlaku per 1 Juli 2021.

Nasabah yang belum melakukan penggantian kartu ke debit chip agar segera melakukan penggantian untuk menghindari pemblokiran," katanya.

Untuk mengganti kartu ATM, Rudy mengatakan nasabah bisa datang ke kantor cabang Bank Mandiri terdekat. Bisa juga ke Mandiri CS Machine yang berlokasi di Pondok Indah Mall, Senayan City Mall, Kota Kasablanka Mall, Mandiri Cabang Depok, dan Mandiri Cabang Bekasi.

Menurut catatannya, sudah ada 11,2 juta pemegang kartu ATM Bank Mandiri yang menggunakan kartu berbasis chip per 31 Januari 2021. Jumlahnya setara 76,1 persen dari total kartu ATM bank berlogo pita emas itu.

Berbeda dengan Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memasang batas waktu pergantian dan blokir kartu ATM magnetic stripe ke chip pada 30 April 2021. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh kartu ATM magnetic stripe yang sudah akan berakhir masa berlakunya.

"Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum dilakukan penggantian kartu menjadi kartu BNI debit chip, maka BNI dapat melakukan penonaktifan kartu debit tersebut," kata Corporate Secretary BNI Mucharom.

Bagi nasabah yang mau mengganti kartu ATM-nya, bisa mengunjungi seluruh kantor cabang BNI terdekat. Selain itu, bisa juga melalui BNI SONIC (Self Service Opening Account) yang merupakan layanan pembukaan rekening ganti kartu secara mandiri yang beroperasi 24 jam penuh dan bebas biaya.

Bank berlogo 46 itu mencatat jumlah kartu ATM yang sudah migrasi dari magnetic stripe ke chip mencapai lebih dari 10 juta pengguna atau mendekati 80 persen dari total kartu ATM BNI per Januari 2021.

Sementara PT Bank Central Asia Tbk alias BCA membatasi waktu pergantian sesuai batas maksimal dari BI, yaitu 31 Desember 2021. Namun, bank swasta nomor wahid di Indonesia itu tetap meminta nasabah segera mengganti kartu ATM-nya tanpa harus menunggu batas waktu maksimal karena lebih terjamin keamanannya.

"Semakin cepat penggantian kartu dilakukan maka akan semakin baik untuk meningkatkan keamanan dalam bertransaksi. Efektif 1 Januari 2022, Paspor BCA lama berbasis magnetic stripe praktis sudah tidak dapat lagi digunakan untuk bertransaksi," jelas Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn.

Per Februari 2021, jumlah kartu ATM BCA yang sudah berganti menjadi chip mencapai 19 juta kartu. Jumlahnya setara 81 persen dari total sekitar 23 juta kartu ATM BCA.

Sejumlah bank menggratiskan biaya penggantian kartu ATM lama berjenis magnetic stripe dengan jenis baru yaitu chip. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk misalnya, memberikan layanan ganti kartu gratis untuk para nasabah dengan cara datang langsung ke kantor cabang terdekat.

Penggantian kartu ATM Mandiri juga dapat dilakukan melalui Mandiri CS Machine yang berlokasi di Pondok Indah Mall, Senayan City Mall, Kota Kasablanka Mall, Mandiri Cabang Depok, dan Mandiri Cabang Bekasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan perusahaan memberlakukan batas waktu pergantian kartu ATM magnetic stripe ke chip paling lambat pada bulan ini untuk kartu dengan masa berlaku sampai 2021-2022.

Lewat dari bulan ini atau mulai 1 April 2021, kartu ATM magnetic stripe dengan masa berlaku 2021-2022 tidak bisa lagi digunakan alias diblokir. "Nasabah yang belum melakukan penggantian kartu ke debit chip agar segera melakukan penggantian untuk menghindari pemblokiran," katanya 

Serupa dengan Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga memberikan layanan ganti kartu ATM gratis bagi nasabahnya. Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan penggantian kartu debit magnetic stripe BNI dapat dilakukan dengan mengunjungi seluruh Kantor cabang BNI terdekat atau melalui BNI SONIC (Self Service Opening Account).

"BNI SONIC adalah layanan cepat BNI, yang diantaranya untuk melakukan pembukaan rekening dan ganti kartu secara self service selama 24 jam. Pengganti kartu tanpa dikenakan biaya," ujarnya. Selain itu, ada pula PT Bank Central Asia Tbk alias BCA yang menggratiskan biaya ganti kartu ATM magnetic stripe ke chip.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn menjelaskan pembebasan biaya tersebut dilakukan untuk mendorong nasabah mengimplementasikan chip pada kartu debit BCA demi meminimalisir tindak kejahatan dalam bertransaksi perbankan. "Untuk nasabah BCA penggantian kartu dari magnetic ke kartu ATM chip bebas biaya," terangnya. Hera menuturkan, hingga Februari 2021, jumlah Kartu Debit BCA tercatat sekitar 23 juta di mana sekitar hampir 19 juta atau sekitar 81 persen di antaranya sudah menggunakan chip.


Untuk melakukan pertukaran kartu, jelasnya, nasabah dapat melakukannya di 900 mesin CS Digital BCA yang tersebar di seluruh Indonesia ataupun di kantor cabang BCA. "Dapat kami sampaikan juga bahwa semua mesin ATM dan EDC BCA sudah mampu membaca kartu ATM chip," tandas Hera.

Konsumsi Digital dan Hubungannya Dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada 2020 secara kumulatif mengalami kontraksi 2,07% dibandingkan 2019. Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini terjadi karena adanya pandemi COVID-19 yang berdampak pada seluruh sektor ekonomi.

Berdasarkan data CNBC Indonesia Analysis, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke 6%, maka konsumsi domestik tahun ini harus naik 6% (yoy), konsumsi pemerintah harus tumbuh 5% (yoy), investasi harus naik 8% (yoy), ekspor dan impor naik masing-masing setidaknya 3% (yoy) dan 2% (yoy).

Konsumsi domestik memang menjadi salah satu faktor pendorong terbesar dalam pertumbuhan ekonomi. Untungnya, hal ini mulai terlihat dari pertumbuhan transaksi di marketplace yang terus meningkat.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Ia bahkan mengatakan transaksi ekonomi digital akan semakin pesat tahun ini karena pandemi masih belum melandai.

Ia memproyeksikan transaksi e-commerce tahun ini akan tumbuh hingga 33,2% dari tahun 2020. Artinya akan meningkat dari sebesar Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun di tahun 2021.

"Bahwa perdagangan online e-commerce, marketplace itu sangat luar biasa tumbuh 33,2%. E-commerce tahun lalu estimasi kami Rp 253 triliun meningkat dari tahun 2019 Rp 205,5 triliun. Kemudian tahun ini meningkat tinggi jadi Rp 337 triliun," ungkapnya melansir CNBC Indonesia, Senin (22/3/2021).

Pertumbuhan perdagangan online selama pandemi menjadi anugerah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berdagang di marketplace. Platform e-commerce Indonesia yang menaungi para pelaku UMKM domestik, Tokopedia misalnya, akhir-akhir ini mencatatkan peningkatan jumlah merchant dan pembeli online yang signifikan di marketplace-nya.

"Jumlah merchant meningkat menjadi lebih dari 10 juta pada Januari 2021, dari hanya 7,2 juta pada Januari 2020. Jumlah pengguna aktif kami juga meningkat menjadi lebih dari 100 juta di seluruh Indonesia, dari 90 juta pada Januari 2020. Para pedagang saat ini sedang memasarkan lebih dari 400 juta produk kepada pengguna aktif kami yang mencakup 99% dari semua distrik yang tersebar di seluruh Indonesia, "kata External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya.

Riset Lembaga Riset Ekonomi dan Sosial Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap, saat ini Tokopedia telah berkontribusi lebih dari 1% bagi perekonomian Tanah Air melalui aktivitas online marketplace-nya. Tokopedia juga berhasil menjinakkan inflasi berkat sistem distribusi dan logistik yang efisien, menghasilkan harga yang hampir 21% lebih murah dari harga pasar rata-rata, sehingga membantu mendorong konsumsi domestik di Indonesia.

Ekhel menambahkan opsi pembayaran multi channel Tokopedia yang terdiri lebih dari 50 mode pembayaran antara lain transfer bank, kartu kredit, e-money, dan payment point minimarket semakin memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi online.

Selain itu, platform ini juga bekerja sama dengan program #BanggaBuatanIndonesia (Bangga Produk Indonesia) yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk membantu memasarkan produk UMKM secara online. Kolaborasi ini juga mendiversifikasi penawaran platform, sehingga memperbesar basis pelanggan mereka.

Selama pandemi, Ekhel mencatat peralatan olahraga menjadi barang yang banyak dibeli. Ia mengatakan transaksi dalam kategori olahraga dan hobi Tokopedia sepanjang 2020 meningkat dua kali lipat dibandingkan 2019. Selain itu, pada 2020 penjualan buku meningkat dua kali lipat, penjualan produk berkebun juga meningkat empat kali lipat dibanding 2019.

Seiring orang tinggal di rumah lebih lama, memasak dan dekorasi rumah juga menjadi tren baru. Pada 2020, kategori produk Home and Living di Tokopedia juga naik dua kali lipat dibandingkan 2019.

Dengan data-data ini, maka semakin tinggi transaksi jual beli di marketplace, maka akan semakin meningkatkan konsumsi domestik yang akan berpengaruh positif pada pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Cara Membuat Dagangan Laku Di Marketplace Tokopedia

 Bulan Ramadan yang selanjutnya disusul dengan lebaran Idulfitri merupakan momentum bagi para pedagang atau penjual untuk semakin laris dagangannya. Hal itu disebabkan perputaran uang di tengah masyarakat di bulan ini sangat besar.

Bagi para pedagang, termasuk penjual online, mempersiapkan stok dagangan hingga dan lain-lainnya harus disiapkan dari jauh-jauh hari, apalagi kini Ramadan tinggal menghitung hari. Ini agar produk yang mereka jual semakin menarik minat masyarakat untuk dibeli.

Dikutip dari Tokopedia, Sabtu (20/3/2021), buat penjual online, terutama yang baru merambah dunia digital, ada beberapa tips yang perlu disiapkan menjelang bulan Ramadan ini. Simak tipsnya berikut ini.

1. Upgrade Toko

Data Tokopedia tahun 2020 menyebut mitra yang meng-upgrade ke Power Merchant mendapatkan order 5 kali lebih banyak dibanding Regular Merchant. Makanya jelang Ramadan ini jadi momentum yang pas untuk meng-upgrade toko.

Sebagai Power Merchant, banyak fitur eksklusif yang bisa dimanfaatkan agar tokomu jadi pilihan pembeli selama Ramadan. Penjual juga bisa mendapatkan berbagai keuntungan seperti bebas ongkir, jadi toko pilihan pembeli, dan promosi dengan broadcast chat.

Tak hanya itu, ada juga keuntungan lain seperti tambahan 5% Ekstra Kredit TopAds setiap top-up, 200 Etalase Toko, Produk Unggulan, Dekorasi Toko dan masih banyak lagi.

2. Jual Parsel Ramadan biar Diminati Pembeli

Data Tokopedia tahun 2020 membuktikan bahwa penjualan parsel mengalami kenaikan hingga 4 kali lipat selama bulan Ramadan. Tokopedia juga menyebut akan mengadakan kampanye Parsel Ramadan lagi tahun ini yang bisa diikuti semua Seller.

Adapun beberapa rekomendasi parsel Ramadan yang diminati oleh pembeli ialah kue kering, cookies, minuman, snack, kue dan cake, kopi, hijab dan pashmina, alat ibadah, lilin, dan reed diffuser. Lalu ada beberapa produk yang diprediksi akan dicari pembeli selama Ramadan ini.

Antara lain di kategori makanan seperti buah-buahan dan daging sapi. Di kategori kesehatan ada obat herbal hingga vitamin dan nutrisi. Di kategori fashion pria ada jam analog hingga sneaker. di kategori fashion wanita ada masker kain hingga daster. Lalu di kategori rumah tangga ada benih bibit tanam hingga rak.

3. Buat Halaman Toko yang Mempesona

Ramadan adalah kesempatan besar untuk menarik lebih banyak pembeli belanja ke toko. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan tampilan halaman toko dan halaman produk agar calon pembeli tertarik untuk mengunjungi tokomu.

Sebab ada masyarakat yang hendak berbelanja secara online biasanya mengikuti alur seperti ini. Pertama dimulai dari produk yang dilihat, melihat halaman produk, masukkan produk yang menariknya ke keranjang, dan akhirnya ke pembayaran.

4. Manfaatkan Fitur Promosi

Ada 3 fitur promosi yang dapat dimanfaatkan penjual online di Tokopedia. Pertama, promo bebas ongkir yang merupakan fitur promo favorit pembeli.

Kedua, membuat voucher toko sendiri. Di sini penjual bisa menentukan periode promo yang lebih fleksibel, ragam jenis promo, hingga halaman voucher toko yang dapat mudah diakses pembeli. Ada 2 jenis voucher toko yang dapat dibuat, yaitu voucher gratis ongkir dan voucher cashback.

Ketiga, pasang iklan TopAds. Dengan fitur ini, kamu hanya perlu menentukan anggaran harian, karena sistem pintar iklan Otomatis akan memilih produk dan biaya per klik yang tepat untuk mengoptimalkan iklanmu.

5. Bangun Interaksi Dua Arah di Media Sosial

Data menyebut sebanyak 91% pengguna internet di Indonesia memiliki akun media sosial. Oleh karena itu, jika dimanfaatkan dengan baik, media sosial bisa jadi sarana membangun komunikasi yang erat dengan calon pembeli maupun pelanggan setia.

Ini bisa dimanfaatkan misalnya dengan menaruh link toko online di bio media sosial. Selain itu, perlu diperhatikan waktu prime time masyarakat bermedia sosial ialah saat sahur dan buka puasa. Momen ini bisa dimanfaatkan misalnya dengan melakukan activity di media sosial.

Cara Membuat Dagangan Laku Di Marketplace dan Sosial Media

 Di era pandemi COVID-19 kebiasaan masyarakat menghabiskan uangnya untuk berbelanja berubah 180 derajat. Dari yang biasanya datang ke toko konvensional, kini hanya tinggal menyentuh layar handphone alias online.

Namun, untuk membuat barang dagangan yang dijual secara online cepat laku tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan para pedagang online agar produknya cepat laku.

Kreator digital, Syammas P. Syarbini membagikan tips atau cara agar barang dagangan online cepat laku atau mudah dibeli oleh para customer.

"Mempercantik etalasenya di sosial media dengan membuat account, membuka di e-commerce juga, salah satu caranya," kata dia dalam program d'Mentor yang dikutip, Kamis (25/3/2021).

Setelah membuat account, para pelaku bisnis bisa memanfaatkan aplikasi untuk mempercantik beranda atau tampilan etalase lapak dagangan online.

Setelah itu, dikatakan Syammas, para pelaku bisnis juga bisa mencari referensi dari produk-produk dagangan yang hampir serupa. Tujuan mencari referensi agar bisa menciptakan karakter hingga keunggulan dari produk yang kita jual.

"Misalnya minuman, kita sudah tahu minuman kita terus pasti minuman kita ada brand yang mendekati, brand yang mendekati itu sudah top of mind masyarakat, misalnya ke yang instan kopi-kopian. Nah itu teman-teman bisa jadikan referensi kita, kita nyontek dong, bukan nyontek," katanya.

"Kita mencari referensi karena mereka sudah membuktikan dengan menggunakan feed dengan desain seperti itu mereka sudah menarik audiensnya, nah kita yang baru mulai bisa mengatasi desain mereka terus dimodifikasi dengan karakter kita, jadi tidak plagiat," tambahnya.

Tidak sampai di situ, para pelaku usaha online juga bisa menampilkan foto-foto produk yang dijual dengan berbagai angle ditambahkan dengan kata-kata yang bersifat informatif maupun edukasi.

Cara yang terakhir, dikatakan Syammas adalah konsistensi dalam menjalankan bisnis. Dia menceritakan, setelah tahap riset dan penentuan konsep sudah dilalui maka tahapan selanjutnya menjalankan dagangan dengan etalase secara konsisten.

"Nah itu yang lebih sulit. Karena kalau konsisten itu kalau tidak dari hati kita sendiri, nggak kita sendiri yang jalanin dulu itu akan sulit. Apalagi kalau kita sudah punya tim, terus kemudian minta tolong ke tim kita nah tim kita juga belum dapat feelnya, nah memang harus kita dulu," ungkapnya.

Centero Di Bintaro Xchange Mall AKan Ditutup

 Dunia ritel tanah air harus kembali menerima kabar tak enak. Kini giliran Centro yang dikabarkan akan melakukan penutupan gerainya. Jaringan ritel milik Parkson Retail Asia Ltd ini sudah menutup tokonya di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta.

Kabar berhembus manajemen akan menutup kembali Centro yang berada di Bintaro Xchange (BXchange), Tangerang Selatan, Banten. Saat ini, manajemen masih mengoperasikan layanan jual beli hanya saja dilakukan terbatas.

Toko yang beroperasi hanya satu lantai, yaitu berada di lantai LG. Sementara sisanya tutup bahkan sudah tidak ada lagi produk yang ditampilkan atau didisplay. Khusus yang beroperasi pun tinggal produk sisa yang diobral dengan potongan diskon hingga 50%.

Salah satu pegawai toko yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak awal Maret 2021. "Stoknya memang tinggal segini," kata dia, Rabu (24/3/2021).

Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti pengoperasian terbatas ini sampai kapan dan disebabkan oleh apa. "Kenapanya saya nggak tahu, itu dari pihak internal," ujarnya.

Ketua Umum APPBI Alphonsus Widjaja mengatakan fenomena banyaknya ritel fashion yang berguguran menandakan perusahaan tidak kuat menghadapi dampak pandemi COVID-19. Selama pandemi, dikatakan Alphonsus, terdapat kebijakan pembatasan yang membuat mobilitas serta daya beli masyarakat menurun.

"Bagi pelaku usaha yang sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk bertahan maka terpaksa harus menutup usahanya ataupun menjualnya," kata Alphonsus. Dia pun memperkirakan pelaku usaha ritel khususnya fashion maupun pusat perbelanjaan tetap berada pada kondisi sulit di sepanjang tahun 2021.

"Diperkirakan kondisi sulit ini masih akan terjadi pada tahun 2021 ini, ritel dan pusat perbelanjaan masih akan berada dalam tekanan. Salah satu sektor ritel yang cukup terpukul selama pandemi adalah kategori fashion (sandang/busana)," ungkapnya.

Pengelola Bintaro Xchange, yaitu PT Jaya Real Property Tbk akhirnya buka suara terkait kabar gerai Centro mau tutup. Kabar Centro di Bintaro Xchange bakal tutup berhembus seiring tutupnya gerai di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta.

Corporate Secretary Jaya Real Property, Niken Larasati memastikan Centro di Bintaro Xchange masih beroperasi, khususnya yang berada di lantai LG. "Untuk informasi, Centro di BXc saat ini masih beroperasi (1 lantai)," kata Niken.

Soal kabar penutupan, Niken mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Emiten berkode saham JRPT itu masih berdiskusi dengan pihak Centro.

"Seperti yang kami infokan, bahwa saat ini masih dalam tahap diskusi antara kedua belah pihak, kondisi secara umum terkait bisnis dan pandemi saat ini, dan saat ini Centro di BXc masih beroperasi," kata Niken.

Pengelola Bintaro Xchange (BXc), yaitu PT Jaya Real Property Tbk akhirnya buka suara terkait kabar gerai Centro mau tutup. Kabar Centro di Bintaro Xchange bakal tutup berembus seiring tutupnya gerai di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta. Corporate Secretary Jaya Real Property, Niken Larasati memastikan Centro di Bintaro Xchange masih beroperasi, khususnya yang berada di lantai LG.

Soal kabar penutupan, Niken mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Emiten berkode saham JRPT itu masih berdiskuis dengan pihak Centro.

"Seperti yang kami infokan, bahwa saat ini masih dalam tahap diskusi antara kedua belah pihak, kondisi secara umum terkait bisnis dan pandemi saat ini, dan saat ini Centro di BXc masih beroperasi," kata Niken.

Sebagai informasi, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sudah memperkirakan banyak penutupan usaha ritel maupun pusat perbelanjaan tanah air. Hal itu akibat dampak pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung selama setahun di Indonesia.

Salah satu usaha ritel yang bakal tutup adalah Centro Department Store di Bintaro Xchange, Tangerang Selatan.