Monday, April 17, 2017

Disneyland Akan Dibangun Di Boyolali Senilai Rp. 6 Triliun

Taman hiburan Disneyland akan dibangun di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Menurut Bupati Boyolali, Seno Samudro, telah ada MoU alias nota kesepahaman untuk membangun Disneyland di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah itu.. "MoU sudah Desember tahun lalu," ujar Seno. Menurut Seno, telah disiapkan lahan sekitar 100 hektare untuk membangun Disneyland. Selain itu, Seno menjelaskan, proyek itu akan digarap Disneyland dengan beberapa pihak lain. Lantas, berapa nilai proyek tersebut?

"Rp 6 triliun. Disneyland hanya 23% saja, ada beberapa vendor lain," tutur Seno. Taman hiburan Disneyland akan dibangun di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pihak Istana Kepresidenan angkat bicara soal rencana investasi ini. Adapun nilai investasi wahana hiburan ini seluruhnya berasal dari investor asing. Dalam pembangunan Disneyland, investor asing akan bermitra dengan pengembang lokal. Seno menuturkan kajian kelayakan sudah dilakukan pihak Disneyland. Dia mengungkapkan dalam proyek Disneyland ini terdapat beberapa investor, salah satunya Universal Studio akan menjadi pemegang saham hingga 20 persen.

"Indonesia membuka secara luas terhadap investasi yang mempunyai multiplier effect kepada pembangunan daerah," ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di komplek Istana Kepresidenan, Senin (17/4/2017). "Kalau Disneyland atau apapun membawa perbaikan ekonomi bagi daerah termasuk di Boyolali, termasuk kan di sana dikembangkan nanti menjadi triangle Solo, Klaten, Yogyakarta, kalau kemudian Boyolali menjadi berkembang, itu akan menjadi lebih baik," lanjut Pramono.

Pramono menambahkan, investasi Disneyland cukup besar dan pemerintah terbuka dengan rencana itu. "Kalau memang Disneyland ada kan ini investasi cukup besar. Kita sangat terbuka dan mengharapkan, kalau memang benar ya Alhamdulillah," kata Pramono.

Bupati Boyolali, Seno Samudro, mengatakan telah ada MoU alias nota kesepahaman untuk membangun Disneyland di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah itu. "Mou sudah Desember tahun lalu," ujar Seno.

Menurut Seno, telah disiapkan lahan sekitar 100 hektare untuk membangun Disneyland. Selain itu, Seno menjelaskan, proyek itu akan digarap Disneyland dengan beberapa pihak lain. Lantas, berapa nilai investasi proyek tersebut? "Rp 6 triliun. Disneyland hanya 23% saja, ada beberapa vendor lain," tutur Seno.

Dia mengungkapkan pembangunan Disneyland di Boyolali tidak memiliki kaitan dengan pembangunan Walt Disney di Lido, Bogor. Menurut dia, bila pembangunan Disneyland berjalan lancar, potensi pariwisata di Jawa Tengah akan semakin membaik. Seno menjanjikan kemudahan kepada investor bila ingin berinvestasi di Boyolali, khususnya dalam proses administrasi. Dia mengaku siap melaksanakan instruksi presiden dengan mempercepat proses perizinan investasi yakni paling lama tiga jam.

Selain itu, Boyolali tengah menyiapkan kereta gantung dengan biaya sekitar Rp 120 miliar. Dia mengungkapkan pihaknya kini tengah serius untuk menggarap potensi investasi dari sektor pariwisata. Dia menganalisis, alasan investor asing masuk ke Jawa Tengah sebabkan karena murahnya biaya tenaga kerja dan amannya iklim investasi dan politik. Pada bulan lalu, dia melanjutkan, Boyolali juga tengah menandatangani proyek investasi senilai Rp 16 triliun.

Dua tahun terakhir, tren penanaman modal asing (PMA) di Boyolali mencatatkan peningkatan. Pada 2015 dan 2016, nilai investasi PMA yang masuk mencapai Rp 117 miliar dan Rp 300 miliar. Sedangkan, nilai penanaman modal dalam negeri pada 2015 dan 2016 masing-masing mencapai Rp 1,09 triliun dan Rp 693,63 miliar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan untuk meningkatkan daya tarik investor asing masuk ke Jawa Tengah, kini pemerintah daerah tengah menggenjot perbaikan infrastruktur, khususnya jalan dan listrik. Selama tiga tahun-tahun berturut-turut, pihaknya menggelontorkan anggaran hingga 300 persen untuk infrastruktur. Ganjar menilai perbaikan infrastruktur akan menjadi akselerasi bagi pertumbuhan ekonomi.

Sebagai informasi, seperti yang dikutip dari laman resmi, Hong Kong Disneyland Resort merupakan perusahaan patungan Hong Kong International Theme Parks Limited, pemerintah Hong Kong dan The Walt Disney Company. Hingga akhir 2015, komposisi saham Hong Kong Disneyland Resort yakni 53 persen dipegang pemerintah dan 47 persen dimiliki The Walt Disney Company. Tak hanya Boyolali, dalam waktu dekat, Lido melalui Grup MNC juga akan melakukan pembangunan wahana hiburan dengan menggandeng Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump.

Berdasarkan catatan Bisnis, korporasi milik Hary Tanoesoedibjo melalui MNC Land sedang mengembangkan MNC Lido City, sebagai destinasi liburan dan gaya hidup terintegrasi dengan luas 3.000 hektare. Adapun taman hiburan yang akan dibangun Grup MNC di Lido, Bogor, merupakan theme park bertaraf internasional yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2019. Namun, taman hiburan tersebut tidak terkait dengan Walt Disney Co, seperti Disneyland California, Disneyland Paris, Disneyland Hong Kong, Disney Resort Tokyo, dan Disney Resort Shanghai.

Pembangunan di Lido itu akan menghadirkan theme park kelas dunia pertama di Indonesia. Kedua proyek di Bali dan Lido ini juga akan menampilkan resor premium dan lapangan golf signature Trump Hotels yang pertama di Asia. Sebelumnya, Hary mengungkapkan bila Indonesia mampu meningkatkan kualitas hotel dan taman hiburan, jumlah pebisnis dan pelancong dari luar negeri berpotensi bertambah. Dia menilai dari sisi posisi wilayah, Indonesia memiliki letak strategis sebagai tempat yang layak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Terlebih di kawasan itu juga sudah dikembangkan triangle, meliputi Solo-Klaten-Jogja sehingga, jika kemudian Boyolali masuk ke dalamnya, potensi berkembangnya lebih besar. Menurut Pramono, jika Boyolali masuk tiga daerah investasi itu, ada kemungkinan akan menjadi lebih baik, terutama bagi masyarakat di dalamnya. ”Kalau memang Disneyland ada, kan ini investasi cukup besar. Kita sangat terbuka dan mengharapkan, kalau memang benar, ya, alhamdulillah,” ucap Pramono.

No comments:

Post a Comment