Pages - Menu

Showing posts with label branding. Show all posts
Showing posts with label branding. Show all posts

Thursday, April 8, 2021

Unilever Menangi Gugutan Hukum Atas Merek Melawan Orangtua Grup

 Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi PT Unilever Indonesia Tbk atas sengketa merek dagang pasta gigi Strong melawan Orang Tua. Hasilnya Unilever dinyatakan tidak menjiplak merek pasta gigi Strong milik Hardwood Private Limited (induk usaha grup Orang Tua ).

Putusan tersebut juga membalik kemenangan Orang Tua di persidangan sebelumnya di PN Jakarta Pusat yang menyatakan Unilever bersalah atas penggunaan kata 'Strong' pada produk Pepsodent serta dihukum didenda Rp30 miliar.

"Kabul permohonan kasasi pemohon PT Unilever Indonesia Tbk," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro. Putusan itu diketok pada 30 Maret 2021 dengan panitera pengganti Ninil Eva Yustina. Duduk sebagai ketua majelis Hamdi dengan anggota Rahmi Mulyati dan Panji Widagdo.

"Batal putusan judex facti (PN Jakpus) dan MA mengadili sendiri dengan menyatakan menolak gugatan Penggugat Hardwood Private Limited," ucap Wakil Ketua MA bidang Yudisial itu. Kasus bermula saat Hardwood (Orang Tua) menggugat Unilever ke PN Jakpus pada 29 Mei dengan tuntutan bahwa pasta gigi merek Strong adalah miliknya.

Hardwood mendaftarkan merek Formula Strong yang terdaftar IDM000258478 kelas 3, yaitu pasta gigi, sediaan untuk membersihkan gigi palsu, obat gosok gigi, obat kumur bukan untuk keperluan medis, serta larutan kumur bukan untuk keperluan medis.

Pihak Hardwood menyatakan dirinya sebagai merek terkenal yang dapat dibuktikan dengan telah lama digunakan dan telah banyak investasi yang dilakukan Hardwood. Orang Tua telah mempromosikan merek tersebut, baik secara konvensional di media cetak maupun non-konvensional (online).

Menurut Hardwood, dengan adanya persamaan-persamaan tersebut di atas, maka sejak tergugat memproduksi, mempromosikan, mengedarkan dan/atau menjual produk pasta gigi yang menggunakan merek yang serupa dengan merek 'Strong' milik Penggugat di wilayah Negara Republik Indonesia secara tanpa hak dan tanpa seizin dari penggugat.

Hal ini berakibat menyesatkan konsumen karena mengira produk pasta gigi Unilever tersebut mempunyai relasi dengan pasta gigi merek Strong milik Hardwood. Karena itu itu, Hardwood meminta PN Jakpus menyatakan dialah sebagai pemegang merek Strong.

Majelis hakim PN Jakpus memenangkan gugatan tersebut pada awal Januari lalu dan Unilever Indonesia dihukum Rp30 miliar. Tak terima, Unilever pun menyatakan kasasi atas putusan yang diketok PN Jakpus.

Terkait putusan MA atas kasasi tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Reski Damayanti mengatakan masih menunggu salinan resmi putusan MA dan belum bisa berkomentar lebih lanjut. "Kami masih menunggu salinan resmi putusan yang dimaksud dan belum dapat memberikan pernyataan lebih jauh. Kami tetap menghormati proses hukum yang berlaku," terangnya.

Friday, November 27, 2020

Pemkot Depok Dampingi UMKM Rebranding dan Perluas Pasar

 Pemerintah Kota Depok menggelar Pameran Pasar Industri Kreatif bertajuk 'Ragam Cita Rasa Lokal' di Trans Studio Mall Cibubur, Jumat (27/11). Pameran dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok Ahcmad Kafrawi didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Zamrowi Hasan.

Sebanyak 30 tenan UMKM turut serta dalam pameran ini. Mayoritas dari UMKM yang hadir bergerak di industri makanan. Zamrowi menyatakan kegiatan ini digagas sebagai sinergitas pelaku UMKM dan Pemkot Depok.

"Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi pemerintah dengan pelaku usaha industri kreatif. Hal ini merupakan bentuk respon pemerintah kepada UMKM yang terdampak pandemi Covid-19," ujar Zamrowi, Jumat (27/11).

Lebih lanjut ia menjelaskan melalui acara ini ia berharap UMKM dapat kembali aktif untuk berjualan kembali, usai terdampak pandemi Covid-19 yang sudah bergulir lebih dari 8 bulan.

"Kesempatan untuk berdagang di mall saya yakin hal ini dapat membuat semangat para UMKM untuk aktif dan bangkit kembali untuk berjualan." tambahnya.

Program ini juga bertujuan untuk me-rebranding dan memperbaiki kemasan produk UMKM, agar mudah diterima dan laku dijual kepada masyarakat serta memberikan teori desain terutama tentang fungsi dan tujuan utama membuat logo. Banyak sekali pada industri UMKM yang belum memiliki pengertian tentang penting membuat logo dan branding dalam memenangkan persaingan.

UMKM yang dilibatkan dalam program ini telah diseleksi oleh Pemerintah Kota Depok sejak Oktober lalu. Terdapat 136 UMKM yang berpartisipasi dalam program ini.

"Terpilihlah 30 UMKM yang ikut program namanya rebranding. Kita lihat bagaimana kemasan dan logo. Dari situ kita dampingi bagaimana cara membuat logo atau kemasan yang lebih praktis, lebih ekonomis dan diterima oleh pasar," ujar Zamrowi.

UMKM Kota depok menggelar pameran pasar industri kreatif di Trans Studio Mall Cibubur (27/11).

Pameran ini dibuka langsung oleh asisten Ekonomi dan pembangunan Kota Depok, Ahcmad Kafrawi dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Zamrowi Hasan.

Tak hanya pelatihan kemasan produk saja, para UMKM juga diberi pendampingan dalam mengurus perizinan usaha, pendaftaran merek dan label halal.

Sementara itu Achmad Kafrawi yang datang mewakili Wali Kota Depok menyampaikan bahwa UMKM harus lebih maju dan bisa berkompetisi di pasar yang luas.

"Saya yakin mereka akan menjadi pelaku usaha yang lebih maju, dan bisa memperkenalkan prodok2 nya di pasar modern. sehingga masyarakat tahu bahwa produk2 kita ini sudah layak untuk berkompetisi," kata Achmad.

Pameran ini merupakan pameran perdana di Trans Studio Mall di era kenormalam baru. Protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 juga diterapkan pada pameran tersebut. Para pengujung terus diingatkan untuk tetap menjaga jarak. Pameran Industri Kreatif Kota Depok ini berlangsung selama 15 hari, hingga 11 Desember 2020.

Kisah Sukses Ayam Geprek Bensu Yang Berakhir Tragis

 Belum lama ini, jagat maya Indonesia dihebohkan dengan kabar mengenai bisnis yang dimiliki oleh salah satu selebritis fenomenal, Ruben Onsu. Bukan kabar baik, berita yang menerpa bisnis artis yang akrab disapa Bensu ini adalah polemik mengenai hak milik dari nama brand bisnis ayam geprek Bensu.

Ruben Onsu memang dikenal memiliki bisnis kuliner ayam geprek pedas dengan nama Geprek Bensu. Namun, di waktu yang bersamaan, ada bisnis serupa yang juga memiliki nama brand yang mirip, yaitu I Am Geprek Bensu. Kedua brand kuliner tersebut diketahui memiliki jenis makanan, serta logo brand yang sekilas tidak memperlihatkan perbedaan sama sekali.

Hal inilah yang menjadi sumber polemik tentang siapa pemilik sah dari nama brand Bensu tersebut di mata hukum. Akhirnya, keputusan hukum menyatakan bahwa hak milik dari nama Bensu tersebut jatuh ke lawan Ruben Onsu, yakni Benny Sujono, selaku pemilik dari brand I Am Geprek Bensu.

Nah, meski berujung polemik dan kehilangan nama brand kulinernya, perjuangan Ruben Onsu dalam merintis bisnis tersebut bukan tanpa keringat dan usaha. Berawal dari fokus usaha ternak telur ayam, Ruben Onsu memberanikan diri berputar haluan dan menjual ayam pedaging dan juga bisnis kuliner ayam Geprek.

Tentunya, ada sejumlah pelajaran berharga dari kisah Ruben Onsu menjalankan bisnis kulinernya tersebut. Untuk itu, simak ceritanya berikut ini. 

Sebelum dikenal sebagai pebisnis kuliner ayam geprek, Ruben Onsu awalnya tengah merintis usaha telur ayam. Sebagai supplier, Ruben membeli telur ayam dari sejumlah peternak lalu menyuplainya ke hotel yang beroperasi di area Pulau Jawa serta Bali. Sebenarnya, bisnis telur ayam yang dijalankan tersebut bisa dibilang cukup berhasil.

Kisah Ruben Onsu sebagai supplier telur ayam ini diceritakan pada kanal Youtube milik Helmi Yahya. Meski terbilang lancar, Ruben mengakui bahwa usahanya tersebut mengalami sebuah kendala. Para peternak ayam memintanya untuk sekalian membeli ayamnya juga, bukan hanya telur.

Nah, dari permintaan itulah Ruben Onsu mulai berpikir tentang bagaimana cara untuk mengolah ayam pedaging tersebut dengan tujuan membantu peternak langganannya. Pasalnya, Ruben juga berpikiran jika ayam petelur tidak akan selamanya bisa mengeluarkan telur. Akan ada saat di mana ayam petelur tersebut tidak lagi produktif dan menjadi ayam pedaging.

Menjawab permintaan peternak telur ayam langganannya itu, ia terpikir untuk membuka bisnis kuliner yang memang sedang gempar pada saat itu, yakni ayam geprek. Inilah yang menjadi cikal-bakal presenter kondang tersebut ingin mendirikan bisnis kuliner yang kini dikenal dengan nama Geprek Bensu. 

Ternyata, sebelum memutuskan untuk membuka usaha kulinernya sendiri, Ruben Onsu pernah dimintai menjadi duta promosi sebuah bisnis, yaitu I Am Geprek Bensu yang sudah berdiri sejak tahun 2017. Brand bisnis yang menjadikan Ruben Onsu sebagai figur promosi tersebut berada di bawah naungan PT Ayam Geprek Benny Sujono dan sudah terdaftar di HAKI

Karena sebenarnya merupakan singkatan dari nama Benny Sujono, kata Bensu banyak dianggap oleh masyarakat sebagai nama panggilan untuk Ruben Onsu yang menjadi duta promosi brand tersebut. Belum lagi Ruben juga sering menunjukkan panggilan Bensu tersebut ketika sedang menjalani profesinya di dunia entertainment. 

Setelah sekitar 4 bulan menjalin kerjasama, Ruben akhirnya hengkang menjadi duta promosi brand kuliner tersebut. Tidak lama setelah memutuskan keluar, Ruben mendirikan bisnis franchisenya sendiri dan diberi nama Geprek Bensu. 

Seperti yang banyak diketahui saat ini, bisnis waralaba baru tersebut memiliki nama yang mirip dengan brand yang bekerjasama dengan Ruben sebelumnya. Bahkan, jika dilihat dari logo brand, baik bisnis milik Ruben Onsu maupun Benny Sujono mempunyai kemiripan yang mungkin juga sulit untuk disadari oleh konsumen. Kemiripan ini sangat tidak memenuhi syarat dalam teori desain yaitu tujuan utama membuat logo perusahaan.

Seiring waktu berjalan, bisnis yang dikelola oleh Ruben Onsu semakin berkembang dengan pesat. Bahkan, bisnis waralaba tersebut mampu menjamur dan membuka cabang di banyak tempat di seluruh Indonesia. Respons masyarakat pun terbilang cukup tinggi.

Akan tetapi, seiring dengan semakin populernya brand bisnis tersebut, mulai muncullah kebingungan di masyarakat karena ada dua bisnis kuliner yang memiliki nama dan logo yang serupa. Brand l Am Geprek Bensu yang memiliki kemiripan dengan brand kuliner ayam Geprek Bensu ternyata juga cukup populer di kalangan masyarakat dan memiliki banyak pelanggan. 

Tidak hanya itu, harga paket makanan yang ditawarkan oleh kedua brand kuliner ayam geprek tersebut juga dikenal bersaing. Kisah tak biasa dari kemiripan kedua merek bisnis kuliner tersebut juga dirasa mampu mendongkrak popularitasnya masing-masing. Tak sedikit influencer, seperti Youtuber dan pecinta kuliner yang mulai membeli dan membandingkan cita rasa serta perbedaan dari kedua produk makanan ayam geprek di dua merek berbeda ini. 

Karenanya, terjadilah sengketa brand bisnis Geprek Bensu milik Ruben Onsu dengan l Am Geprek Bensu milik Benny Sujono yang keduanya sama-sama mempertahankan hak nama Bensu. Akhirnya, keputusan pengadilan mengenai hasil sengketa hak nama Bensu tersebut dimenangkan oleh Benny Sujono. Oleh sebab itu, mau tidak mau Ruben Onsu harus rela mengganti nama brand bisnis kulinernya yang sudah cukup populer agar tidak menimbulkan kebingungan di mata masyarakat umum.

Citra positif yang dimiliki Ruben Onsu di dunia entertainment memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Banyak sekali program televisi yang sukses dibawakan oleh suami Sarwendah tersebut dan terus eksis hingga saat ini. Bahkan, Ruben mengakui bahwa briefing acara seakan tidak perlu lagi dilakukan sebab ia sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam program tersebut. 

Meski begitu, kesuksesan dalam industri entertainment belum cukup untuk memenuhi kepuasan di dirinya. Oleh karena itulah ia ingin membuktikan bahwa dirinya juga mampu meraih kesuksesan sebagai seorang pebisnis. Keinginan inilah yang menjadi alasan Ruben Onsu kini juga memfokuskan diri mengembangkan bisnis kulinernya tersebut. 

Ruben Onsu juga mengatakan bahwa membuka bisnis baru tersebut seakan membuat dirinya memiliki semangat yang baru. Menurutnya, bisnis yang sedang dijalankan saat ini memiliki rasa yang selaras dengan saat ia mengawali karier artisnya dulu. 

Walaupun sedang terkendala masalah sengketa penggunaan nama Bensu pada brand bisnis kulinernya, tidak dapat dipungkiri jika Ruben Onsu adalah seorang pebisnis yang sukses. Pertama kali didirikan pada 17 April, 3 tahun silam di Jakarta, brand Geprek Bensu sudah memiliki ratusan outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Pada awalnya, Ruben mengonsepkan penjualan bisnis kulinernya dengan menggunakan gerobak saja. Namun, pada tahun 2018, artis papan atas tersebut mengubah konsepnya dengan menjajakan makanan pada sebuah ruko, dan diubah lagi di tahun 2019 dengan konsep 2 ruko. Kemudian, kini setiap gerai dari brand Geprek Bensu sudah dikembangkan sebagai makanan restoran dengan dapur yang berkonsep serba stainless, layaknya standar restoran ternama. 

Setidaknya ada 139 cabang Geprek Bensu yang beroperasi dan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, terdapat satu cabang yang beroperasi di Hongkong. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan bisnis rintisan artis Ibu Kota tersebut tidak main-main. 

Kesuksesan Ruben Onsu sebagai public figure memang tidak bisa dibantahkan. Eksistensinya yang seakan tidak pernah berhenti muncul di layar televisi dan beragam program entertainment adalah bukti bahwa Ruben telah mendulang sukses di dunia hiburan.

Meski begitu, ia tetap mengejar peluang kesuksesan lainnya, yaitu di dunia bisnis kuliner. Walaupun banyak tantangan dan halangan yang menerpa, presenter ternama tersebut tetap berusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Terbukti Ruben Onsu berhasil mendapat kesuksesan lainnya dari bisnis kuliner ayam Geprek Bensu.

Sunday, August 23, 2020

Platform Digital Membantu Wanita Untuk Mandiri Jadi Pengusaha

 Peran perempuan dalam memajukan perekonomian Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) yang dijalankan oleh para perempuan Indonesia yang berkontribusi terhadap ekspor lebih dari 5%. Apalagi, sekitar 64,5% UMKM di Tanah Air dikelola oleh perempuan.

Hal ini menandakan bahwa peran perempuan cukup besar terhadap perekonomian Indonesia. Walau begitu, hambatan mereka di dunia UMKM juga tidak sedikit.

Kondisi inilah yang memicu lahirnya sejumlah inovator muda yang tergerak mengatasi hambatan yang dialami para perempuan pelaku UMKM di Indonesia.

Di antara para inovator itu adalah Andrew Darmadi, CEO & Co-Founder Halosis dan Asri Wijayanti, Founder Jahitin.com. Halosis adalah startup e-commerce yang dilengkapi fitur asisten jualan (chatbot), sehingga para penjual online terbantu dan dapat menaikkan penjualan mereka. Halosis bisa digunakan di banyak platform, seperti Instagram, Facebook, LINE, dan lain-lain.

Sementara platform Jahitin membantu para penjahit lokal dalam hal mempermudah akses mereka mencari calon pelanggan. Para pelanggan juga dimudahkan dalam mencari penjahit yang sesuai selera mereka.

Dalam sesi talkshow "Inspirasi Pahlawan Digital UMKM" episode kedua kali ini, menampilkan Andrew dan Asri sebagai narasumber. Sesi dialog ini merupakan kelanjutan dari program workshop dan talkshow "Pahlawan Digital UMKM". Acara yang digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2020 pukul 14.00 WIB tersebut disiarkan secara langsung melalui akun YouTube dan Instagram @KemenkopUKM.

Peduli Kaum Hawa

Minimnya jumlah perempuan pelaku UMKM yang melek teknologi jadi keprihatinan tersendiri bagi Andrew. Awalnya, Andrew fokus membantu para penjual online di sosial media, yang kebanyakan pelakunya kaum perempuan.

Mereka terdiri dari orang-orang yang mencari penghasilan tambahan, hingga para ibu rumah tangga ingin meningkatkan taraf hidup keluarga. Dari situlah, ungkap Andrew, muncul ide untuk membantu mereka agar dapat menjalankan usahanya secara lebih efisien.

Andrew menuturkan tentang salah satu pengguna Halosis yang berjualan busana Muslim di Instagram dan WhatsApp (WA). Si Ibu ini disibukkan dengan urusan merespons pelanggan dari pagi hingga malam hari. Pelanggannya rata-rata menanyakan hal yang sama, mulai dari harga dan model baju, soal diskon, metode pengiriman, hingga ekspedisi yang digunakan.

"Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, si Ibu harus merekap semua data. Siapa yang order, siapa yang sudah transfer pembayaran, dan lain-lain. Proses ini saja memakan waktu dua hingga tiga hari," beber Andrew.

Saking sibuknya mengurus order, si Ibu sampai tidak sempat mengurus anak dan pekerjaan rumah tangganya. "Dengan bantuan asisten virtual dan otomatisasi Halosis, kami memudahkan si Ibu untuk mengurus bahkan menganalisis aktivitas usahanya," sambung Andrew.

"Dengan begitu, si Ibu bisa fokus mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas produknya, bahkan melakukan digital marketing."

Salah satu tantangan yang dihadapi Andrew adalah menghadapi ibu-ibu yang betul-betul belum melek teknologi. Mereka hanya bisa menggunakan telepon genggam biasa untuk telepon dan berkirim pesan. Mendekati mereka, kata dia, harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan pemahaman mereka.

Andrew menjelaskan fungsi Halosis dan meyakinkan ibu-ibu itu bahwa aplikasi ini dapat membantu meningkatkan taraf kehidupan mereka. "Memang butuh usaha agak keras untuk menyadarkan mereka," ujar Andrew.

Andrew yakin, dengan bantuan teknologi, masalah yang terjadi selama ini bisa diatasi lebih efisien dan optimal. Startup yang ia dirikan pada 2017 ini diharapkan bisa mendukung UMKM untuk membangun hubungan dengan konsumen.

Sebagai perusahaan rintisan bidang teknologi kecerdasan buatan, Halosis hadir menyediakan asisten virtual berupa chatbot untuk menerima dan mencatat pesanan, sekaligus manajemen stok pesanan bagi pelaku UMKM.

Di lain pihak lewat Jahitin.com, Asri Wijayanti kini telah membantu meningkatkan pendapatan dan memudahkan para penjahit dalam meraih pelanggan. Sekitar 200 penjahit telah bergabung dalam startup Jahitin.com, yang didirikan Asri pada 2016 tersebut. Situs ini menghubungkan penjahit rumahan dengan pelanggan yang membutuhkan jasa menjahit busana.

Bermula dari keresahannya saat mengetahui para penjahit konvensional sering dibayar murah, Asri tergerak membantu para pelaku UMKM yang sebagian besar perempuan. Menurut Asri, animo kaum perempuan yang mau belajar sesuatu yang baru itu lebih banyak ketimbang laki-laki.

Tanpa menafikan pentingnya peran lelaki, Asri menegaskan bahwa kesadaran perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup sangat tinggi. "Hal ini mereka lakukan agar dapat menjamin anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi," ungkapnya.

Terdapat tiga layanan (service) di Jahitin. Pertama, Jahitin Academy yang berbentuk pelatihan di rumah-rumah. Para peserta pelatihan ini diharapkan dapat membuat produk yang sesuai dengan materi yang mereka dapatkan selama pelatihan.

Kedua, Online Service atau layanan daring yang memudahkan penjahit bertemu pelanggan. "Yang sering terjadi selama ini, pelanggan susah ketemu penjahit. Sebaliknya penjahit juga susah ketemu pelanggan," tutur Asri.

Ketiga, Driving Store yang berperan untuk memangkas harga jual produk di daerah-daerah tertinggal karena mahalnya harga bahan atau kain. Jahitin memudahkan akses para penjahit terhadap alat-alat jahit dan bahan-bahannya via online. Walau ongkos kirim terbilang mahal, namun Asri menyebut para penjahit masih bisa menutupi biaya produksi.

Selain itu, Asri juga mengungkapkan, ada dua bentuk klien atau pengguna Jahitin. Pertama adalah user atau pelanggan yang memesan jahitan. Mereka ini juga kebanyakan perempuan, meskipun yang dipesan adalah busana laki-laki. Kedua, benficiary atau para penjahit. "Kami ingin menghapus kesan bahwa teknologi itu terlalu tinggi untuk dijangkau perempuan. Nyatanya kaum perempuan juga bisa akrab dengan teknologi," tegasnya.

Pahlawan Digital

Halosis dan Jahitin merupakan dua di antara sejumlah inovator yang menjadi inovator rujukan dalam program Pahlawan Digital UMKM yang digagas oleh Putri Tanjung bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Pahlawan Digital UMKM adalah program yang hadir untuk memberi apresiasi kepada para inovator digital UMKM dan menjaring inovator muda lain yang berkontribusi dalam membantu UMKM.

Salah satu target pencapaian dari program ini untuk mengumpulkan 10 pemenang terbaik yang akan menjadi mitra Kemenkop dan UKM untuk melaksanakan digitalisasi UMKM. Selain itu, program ini juga membuka peluang agar para inovator digital yang telah terkurasi, bisa dipertemukan dengan modal ventura.

Dengan begitu, mereka akan mendapatkan investasi untuk memperbesar skala usahanya dan membantu lebih banyak lagi UMKM terdigitalisasi.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengapresiasi ide Putri yang menggagas digelarnya Pahlawan Digital UMKM ini. Menurutnya, dari kaum muda seperti Putri kerap muncul ide-ide yang luar biasa, termasuk ide Pahlawan Digital. Bagi Teten, program ini sangat penting bagi pelaku UMKM.

"Karenanya, kita membutuhkan inovator-inovator muda yang bisa membantu UMKM dapat berjualan langsung di market place digital," ujar Teten.

Di lain pihak, Putri menyadari pentingnya peran inovator-inovator muda dalam memberdayakan UMKM di masa mendatang. Ia juga yakin pasti banyak inovator-inovator muda di luar sana yang sangat luar biasa. "Mereka punya ide cemerlang untuk membantu UMKM. Kenapa kita tidak mencari lebih banyak lagi inovator-inovator muda untuk membantu lebih banyak lagi UMKM," kata Putri.

Anak muda di mata Putri, berperan penting dan dapat berkontribusi dalam pembangunan. Mereka punya semangat yang luar biasa. Karenanya, ia mengajak para inovator muda tersebut untuk bergabung dalam Pahlawan Digital UMKM. Perkembangan info terkait Pahlawan Digital UMKM bisa dipantau di Instagram @pahlawandigitalumkm @kemenkopukm dan @putri_tanjung.

"Program ini bukan hanya soal memenangkan kompetisi, tapi tentang bagaimana agar inovasi mereka berkembang dan dapat menjangkau lebih banyak laki pelaku UMKM," tegas Putri.*

Thursday, February 8, 2018

GAP dan Banana Republik Hengkang Dari Indonesia

PT Gilang Agung Persada selaku distributor dan pemegang merek GAP dan Banana Republic di Indonesia menyebut akan beralih fokus memasarkan produk aksesoris, khususnya jam tangan impor. Peralihan fokus antara lain ditandai dengan keputusan perusahaan menutup seluruh gerai GAP dan Banana Republic di akhir bulan ini.

Sumber mengatakan, penjualan jam tangan impor lebih menguntungkan karena persaingan pada produk tersebut tak terlalu sengit seperti pada bisnis pakaian. Di sisi lain, perusahaan juga optimis penjualan produk tersebut akan laris karena konsumsi masyarakat kelas menengah yang mulai bangkit.

“Selama lima tahun ini, perusahaan telah mengembangkan segmen ini (aksesoris), dengan menambahkan beberapa merek ke dalam portofolio,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (5/2). Perusahaan yang terkenal dengan hanya merekrut tamatan luar negeri ini untuk menduduki jabatan strategis branding menyerah dan gagal untuk tetap eksis dengan produk produk terkenal mereka dan turunnya secara drastis angka penjualan karena tumpulnya program marketing dan branding mereka. Adapun beberapa merek yang kerap menjual aksesoris dan telah bekerja sama dengan perusahaan, yaitu VNC, Guess Accessories, La Senza, WatchZone, dan WatchEngine.

“Selain itu, perusahaan sangat antusias dengan kemitraan baru dengan Casio untuk mendistribusikan koleksi jam tangan mereka, karena melengkapi toko WatchZone dan WatchEngine saat ini,” jelasnya.

Dengan perubahan fokus bisnis ini, perusahaan memutuskan tak akan memperpanjang hak distribusi produk pakaian impor bermerek GAP dan Banana Republic pada tahun ini.  “PT GAP telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak ketika perjanjian sub-waralaba berakhir pada Februari 2018,” terangnya. Bersamaan dengan itu, perusahaan akan menutup gerai GAP dan Banana Republic yang tersisa. Untuk GAP, gerai tersisa berada di Tunjungan Plaza, Surabaya dan Grand Indonesia, Jakarta.

Sementara gerai Banana Republic yang tersisa dan akan ditutup, yaitu di Senayan City pada akhir pekan ini. Lalu, menyusul gerai sementara di Pondok Indah Mall (PIM) 2 dan di Grand Indonesia. Seluruh gerai itu akan ditutup paling lama pada akhir Februari 2018.

Sayangnya, belum didapat kabar bagaimana nasib para pekerja GAP dan Banana Republic setelah kedua merek pakaian asal Amerika Serikat itu gulung tikar di Indonesia. PT Gilang Agung Persada selaku distributor dan pemegang merek produk pakaian asal Amerika Serikat, GAP dan Banana Republic di Indonesia akan menutup seluruh gerai kedua merek tersebut pada akhir bulan ini.
Sumber menyebut, dua gerai GAP yang tersisa, yaitu di Tunjungan Plaza, Surabaya dan Grand Indonesia, Jakarta akan ditutup.

Sedangkan untuk Banana Republic, gerai di Senayan City, Jakarta akan tutup pada akhir pekan ini. Lalu, menyusul pada akhir Februari, penutupan gerai sementara hasil gabungan dengan GAP di Pondok Indah Mall (PIM) 2 dan satu gerai di Grand Indonesia.

“Sebelumnya, GAP juga sudah tutup lokasi di PIM 2 dan St. Moritz,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya. Dengan demikian, setelah penuutupan, masyarakat tak bisa lagi mendapatkan produk kedua perusahaan yang berada di bawah naungan GAP Inc.  Lisa Kanisa (27 tahun) yang cukup akrab dengan produk GAP mengaku kecewa mendengar kabar ini. Lisa mengaku telah menggunakan produk GAP dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau GAP kan casual ya produknya, itu saya suka, sudah pakai sejak kuliah juga. Sayang, kalau nanti tidak bisa beli lagi di Indonesia,” ungkap Lisa. Ia pun berharap nantinya akan ada distributor lain yang bisa memasarkan pakaian GAP di dalam negeri.

“Ya mungkin nanti bisa ya dijual di online, asal harganya jangan terlalu tinggi karena ada ongkos kirim,” pungkasnya. Setelah Clarks yang akan menutup seluruh tokonya di Indonesia, toko ritel asal Amerika, Banana Republic bakal ikut menutup gerainya di Pondoh Indah Mall 2, Jakarta Selatan di penghujung bulan ini.

Salah satu penjaga gerai yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rencana penutupan gerai sebenarnya telah dikomunikasikan pihak manajemen sejak November 2017. Namun, belum dinyatakan secara resmi kapan gerai akan benar-benar ditutup.

“Gerai ini akan tutup, tapi belum pasti kapan waktunya,” ujar penjaga gerai Banana Republic di PIM 2 saat berbincang. Guna menghabiskan stok barang, gerai tersebut juga tengah menggelar diskon hingga 70 persen. Kendati demikian, menurut dia, jika masih ada sisa produk, akan dialihkan ke gerai Banana Republik lain yang tersisa di Jakarta.

Selain di PIM, gerai Banana Republic saat ini berada di Senayan City dan Grand Indonesia, Jakarta.

“Jadi walaupun di sini (PIM 2) tutup, tapi gerai yang lain masih ada,” terangnya.

Berusaha menghubungi pihak manajemen PT Gilang Agung Persada selaku distributor selaku pemegang merek. Namun, hingga kini belum ada jawaban maupun keterangan resmi dari pihak manajemen. Adapun berdasarkan pantauan , pakaian yang dijual di gerai ini terdiri dari produk asli produksi Banana Republic dan GAP, serta merek lain yang berada di bawah naungan manajemen yang sama.

Pakaian bermerek GAP ikut dipajang penjaga gerai Banana Republic lantaran kebijakan manajemen mengalihkan pakaian yang tersisa ke gerai ini, setelah manajemen menutup gerai GAP di PIM 2 pada akhir tahun lalu.  Banana Republic, ritel fesyen asal Amerika tengah menggelar diskon penutupan gerai hingga 70 persen di Pondok Indah Mall (PIM) 2, Jakarta Selatan. Namun rupanya, diskon besar itu tak membuat gerai diserbu pembeli dan malah sepi pengunjung.

Berdasarkan pantauan  pada Minggu (4/2), gerai tampak sepi dari hilir mudik pembeli. Hanya tampak beberapa pengunjung yang melihat-lihat produk yang berupa pakaian wanita.  Salah satunya, Ajeng (36 tahun), yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta. Ia bilang, kunjungannya kali ini hanya iseng melihat pakaian dan harga yang ditawarkan dengan iming-iming diskon hingga 70 persen.
“Ini iseng saja, mungkin ada yang cocok. Tapi ternyata kurang menarik. Jadi belum ada yang dibeli,” kata Ajeng.  Selain itu, ia mengaku memang tak begitu akrab dengan merek pakaian ini, sehingga kurang tertarik untuk membeli pakaian yang dijual. Kendati begitu, ia bilang, harga yang ditawarkan cukup rendah.

“Tadi ada yang saya lihat ada yang Rp180 ribuan, lumayan sih dari harga Rp600 ribuan. Tapi modelnya masih kurang menarik,” lanjutnya.  Begitu pula dengan Linda Ashari (33 tahun). Ia mengaku belum tertarik dengan pakaian yang ditawarkan sekalipun harga yang dibanderol berkurang hingga 70 persen.

“Modelnya kebanyakan polos, jadi kurang tertarik,” ucapnya.

Adapun diskon penutupan gerai Banana Republic ini telah dilangsungkan pihak manajemen yang berada di tangan PT Gilang Agung Persada sejak November 2017. Hal ini bersamaan dengan penutupan gerai merek lain yang berada di bawah naungan manajemen, yaitu GAP pada akhir tahun lalu.

Menurut pihak penjaga gerai yang enggan disebutkan namanya, produk yang tersisa setelah gerai resmi ditutup akan dialihkan ke gerai Banana Republic lain yang tersisa di Jakarta, yaitu ke Senayan City dan Grand Indonesia, Jakarta. “Jadi walaupun di sini (PIM 2) tutup, tapi gerai yang lain masih ada,” ujar penjaga gerai.

Dari pantauan pakaian yang dibanderol dari kisaran Rp80 ribu sampai Rp619 ribu dari sebelumnya dijual dengan harga Rp269 ribu hingga Rp2,1 juta.

Thursday, May 19, 2016

AC Nielsen : Strategi dan Cara Memilih Segmen Iklan TV Agar Program Marketing Berhasil

AC Nielsen, lembaga pemeringkat rating program di media massa, mengungkapkan bahwa rating (jumlah pemirsa/penonton) yang tinggi di suatu program televisi bukan satu-satunya pertimbangan bagi perusahaan untuk memasang iklan di program tersebut.

Pertimbangan utama perusahaan saat memasang iklan adalah kesesuaian latar belakang pemirsa dengan target konsumen mereka. Tentu percuma memasang iklan di program yang rating-nya tinggi tapi penontonnya tak butuh produk yang diiklankan.

"Para pengiklan sudah punya segmen tersendiri di mana dia harus beriklan. Rating bukan satu-satunya dan bukan yang utama untuk pertimbangan, yang lebih penting adalah cocok atau tidak dengan target konsumen," kata Executive Director Media Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, dalam diskusi di WTC Sudirman, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Dia menyontohkan, Traveloka.com mengalokasikan sebagian besar belanja iklannya di program berita dan hiburan. Sebab, penonton berita dan hiburan adalah penduduk kelas menengah berusia muda yang sering bepergian keluar kota dan akrab dengan internet.

"Traveloka kebanyakan iklan di news dan entertainment, karena targetnya pengguna internet yang suka jalan-jalan. Orang-orang yang seperti itu biasanya muda, usia 15-29 tahun, male, middle class. Kecocokan antara consumer profile dan audience profile sangat penting, bukan hanya rating," paparnya.

Lalu TOP Coffee, saat meluncurkan produknya memilih beriklan di program Top News di Metro TV yang rating-nya tidak begitu besar. Sebab, penonton Top News adalah masyarakat kelas menengah atas, TOP Coffee ingin memperlihatkan bahwa produknya tidak murahan. "Walaupun harganya relatif murah, dia tidak mau terlihat murahan," ucap Hellen.

Contoh lainnya, Mie Sedap menghabiskan separuh budget iklannya di program berita. Alasannya sederhana, pesaingnya sudah banyak memasang iklan di acara hiburan, maka Mie Sedap mengambil segmen yang lain.

"Mie Sedap hampir separuhnya di program berita. Kita bisa baca strategi marketingnya di sini. Kompetitornya dia, Indomie, kebanyakan iklan di sinetron dan entertainment. Kalau dia di situ juga, dia tabrakan. Mie Sedap juga ingin brand-nya diasosiasikan dengan yang lebih berkelas," Hellen menjelaskan.

Riset AC Nielsen : 10 Produk Perusahaan Dengan Belanja Iklan Paling Besar Di Kuartal I 2016

AC Nielsen Indonesia mengungkapkan, belanja iklan di televisi (TV) mengalami pertumbuhan 33 persen di triwulan I atau Januari-Maret 2016, menjadi Rp 24,2 triliun. Sebagai pembanding, pada kuartal I tahun 2015 belanja iklan di TV adalah Rp 18,1 triliun.

Dari belanja iklan sebesar Rp 24,2 triliun selama 3 bulan pertama ini, paling besar adalah iklan rokok yang mencapai Rp 1,8 triliun. Kemudian disusul iklan perawatan rambut Rp 1,2 triliun, kopi dan teh Rp 1,1 triliun, makanan dan mie instan Rp 1,0 triliun.

Selain itu, belanja iklan untuk perawatan wajah Rp 1,0 triliun, snack dan biskuit Rp 991,8 miliar, susu pertumbuhan Rp 951 miliar, pembersih pakaian dan softener Rp 880,9 miliar, online service Rp 763,3 miliar. Peralatan dan servis komunikasi mencapai Rp 739,8 miliar.

AC Nielsen mencatat ada 10 produk dengan anggaran iklan terbesar selama Januari-Maret 2016 ini. Berikut daftarnya dari data AC Nielsen:
  • Dunhill Rp 420,4 miliar
  • Indomie Rp 272,1 miliar
  • Djarum Super Mild Rp 200,2 miliar
  • Gudang Garam Signature Tp 176,6 miliar
  • TOP Kopi Susu Rp 173 miliar
  • Kementerian Kesehatan RI Rp 164,9 miliar
  • SGM Eksplor 1 Plus Rp 159,2 miliar
  • Dji Sam Soe 234 Magnum Blue Rp 152,2 miliar
  • Telkomsel Internet Broadband Rp 151 miliar
  • Tokopedia Rp 147,8 miliar

Saturday, December 12, 2015

Stasiun TV Milik Hary Tanoe Kuasai Pasar Iklan TV dan Raup Rp 23,2 Triliun

Belanja iklan televisi (TV) pada 2015 menurun dibandingkan tahun lalu. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pengawasan aplikasi Adstensity yang dikembangkan oleh PT Sugi Kaca Pariwara, khusus terhadap iklan-iklan di TV. Meski begitu, perusahaan-perusahaan media televisi masih mengantongi pemasukan dari iklan hingga triliunan rupiah.

Berdasarkan data Adstensity, nilai iklan di TV pada Januari-30 November 2015 mencapai Rp 65,5 triliun. Angka ini jauh dari target Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Rp 113,5 triliun. Stasiun televisi Grup MNC, yakni RCTI, MNCTV, dan Global TV, merajai pasar iklan televisi Indonesia. Ketiga stasiun TV milik taipan media Hary Tanoesoedibjo tersebut menguasai 35,6 persen kue iklan Indonesia dengan meraup Rp 23,2 triliun.

RCTI menjadi stasiun televisi yang meraup pendapatan paling besar di antara stasiun televisi di Indonesia. Sementara itu,MNCTV menempati posisi ketiga dengan perolehan Rp 7,9 triliun, dan Global TV berada di posisi keenam dengan meraih Rp 5,4 triliun. Menurut CEO PT Sugi Kaca Pariwara Sapto Anggoro, hingga akhir tahun ini, belanja iklan di TV diperkirakan hanya Rp 71,4 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai Rp 99 triliun.

"Tahun lalu mungkin terjadi anomali akibat Pilpres, Pemilu, dan Piala Dunia 2014. Di 2015 tidak ada event besar, dan ekonomi juga sedang jatuh," ujar Sapto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/12/2015). Berikut daftar televisi yang mengantongi pendapatan iklan paling besar pada 2015:
  • RCTI mencapai Rp 9,9 triliun 
  • SCTV mencapai Rp 8,8 triliun 
  • MNCTV mencapai Rp 7,9 triliun 
  • Indosiar mencapai Rp 7 triliun 
  • ANTV mencapai Rp 6,6 triliun 
  • Global TV mencapai Rp 5,4 triliun 
  • Trans 7 mencapai Rp 5,1 triliun 
  • Trans TV mencapai Rp 4,525 triliun 
  • TV One mencapai Rp 4,522 triliun 
  • Metro TV mencapai Rp 2,9 triliun 
  • Kompas TV mencapai Rp 1,3 triliun 
  • Net TV mencapai Rp 1 triliun 
  • TVRI mencapai Rp 44,4 miliar.
Stasiun televisi Grup MNC masih menguasai pasar iklan televisi di Indonesia. Konglomerasi yang dimiliki Hary Tanoesudibjo ini mempunyai stasiun televisi RCTI,MNC TV, dan Global TV. Pada kuartal I-2015 ini, dengan total belanja iklan hingga Rp 17 triliun, RCTI meraup total pendapatan kotor Rp 2,03 triliun. Di peringkat kedua, SCTV dengan pendapatan Rp 1,99 triliun, kemudian MNC TV Rp 1,59 triliun.

Demikian hasil riset AdsTensity yang dilakukan oleh PT Sigi Kaca Pariwara selama kuartal I terhadap iklan TV komersial (TVC) yang memakai frekuensi publik (terestrial). Direktur Sigi Kaca Pariwara Sapto Anggoro menyebutkan, dari sisi sebaran, tidak ada yang secara dominan menguasai pasar. Dari 13 stasiun televisi terestrial telah menghasilkan pendapatan kotor mencapai Rp 13,5 triliun.

"RCTI mendapat kue iklan sebesar 14,85 persen, tak beda jauh dengan SCTV sebesar 14,71 persen, sedangkan ketiga MNC TVmendapat porsi 11,69 persen. ANTV nomor empat dengan 11,09 persen, dan di nomor lima Indosiar 10,21 persen," sebutnya dalam siaran pers. Adapun untuk brand yang melakukan belanja (spending) terbesar, tercatat Sampoerna Mild dengan spending sekitar Rp 223,8 miliar, diikuti Pond’s Acne Clear Rp 192,8 miliar, Frisian Flag Rp 187,6 miliar, Mie Sedaap Rp 157,8 miliar, dan Dettol Rp 121,7 miliar.

"Sampoerna dalam menempati posisi paling besar spending-nya dengan menggelontorkan dana di dua bulan terakhir (Februari–Maret) sebab bulan Januari hanya Rp 29 miliar atau sekitar 12 persen. Yang konsisten masuk 10 besar selama kuartal pertama ini brand Mie Sedaap dan Frisian Flag," tambahnya. Sementara secara industri, personal care seperti perawatan tubuh dan rambut menduduki posisi teratas dengan belanja total mencapai Rp 2,6 triliun, kemudian household (FMCG jenis tisu, obat nyamuk, penyegar dll) Rp 1,01 triliun, dan industri otomotif Rp 441,5 miliar.

Sapto menyebutkan, belanja iklan televisi berupa TVC di 13 stasiun televisi terestrial utama senilai Rp 13,5 triliun tersebut tidak termasuk stasiun televisi daerah dan digital. Ke-13 stasiun televisi utama tersebut selama ini merupakan penguasa sekitar 70 persen-80 persen pasar iklan televisi nasional. Secara total, belanja iklan TV pada kuartal I mencapai Rp 17 triliun. "Nilai tersebut relatif sama dengan belanja iklan seluruh TV pada kuartal pertama tahun 2014 lalu," ucapnya.

Adstensity melakukan perekaman semua iklan televisi di 13 stasiun utama (mainstream), yaitu RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV,TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TVOne, ANTV, KompasTV,TV Net, dan TVRI. Dari seluruh iklan tersebut dicatat volumenya dan harganya sesuai dengan yang dipublikasikan (publish rate) sehingga nilai yang ada adalah bruto karena tidak diketahui diskon yang hanya terlibat antara brand dan pemilik stasiun televisi. Kecuali itu juga tidak termasuk iklan televisi dalam bentukrunning text, super imposse, atau blocking time (slot).

Menurut Sapto, AdsTensity merupakan aplikasi untuk membaca pergerakan iklan secara kuantitatif di semua stasiun televisi, baik di terestrial, digital, maupun streaming. Dalam pengembangan fase pertama masih dikenakan untuk free to air television stationutama di Indonesia. Sementara beberapa customer sudah melakukannya untuk stasiun televisi utama juga. “Dengan demikian, para pemilik brand dalam berbelanja akan bisa mengukur ROI secara lebih bagus, dengan membandingkan nilai investasi dengan rating yang dihasilkan selama ini,” kata dia.

Monday, November 2, 2015

Generasi Millenial Indonesia Paling Suka Belanja dan Pamer Barang Mewah

Mayoritas penduduk Indonesia berusia produktif (18-29 tahun) atau yang diistilahkan generasi millennial punya rencana belanja barang mewah yang lebih tinggi pada tahun depan dibandingkan tahun ini. Kesimpulan itu merupakan hasil riset Mastercard menggunakan teknik wawancara terhadap generasi millenial yang dilakukan selama Mei dan Juni 2015. Riset ini melibatkan sedikitnya 2.272 kaum millenial dari 14 negara di Asia Pasifik, di antaranya Indonesia, China, Hongkong, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan penelitian itu, sebanyak 47 persen responden dari Indonesia berniat membeli barang mewah pada tahun depan. Di seluruh Asia Pasifik, mayoritas konsumen (40 persen) berkeinginan untuk berbelanja dengan jumlah yang sama seperti tahun lalu, 22 persen konsumen berencana menghabiskan lebih sedikit, sedangkan 19 persen berencana untuk menghabiskan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Jenis barang mewah yang paling sering dibeli adalah produk gadget berteknologi canggih, di mana 25 persen dari para millennial di Asia Pasifik berencana untuk membeli barang seperti smart phone atau tablet pada tahun depan, disusul oleh pembelian baju para desainer dan barang berbahan kulit (17 persen), serta perhiasan (17 persen).

"Seperempat dari generasi millennial di Asia Pasifik berencana untuk menghabiskan sejumlah nilai yang signifikan untuk teknologi terbaru seperti smartphone dan tablet di tahun depan. Hal ini mencerminkan adanya sebuah pergeseran prioritas, dari membeli busana desainer dan perhiasan kini lebih memilih teknologi komunikasi,” tutur Eric Schneider, Region Head, Asia Pasifik, MasterCard Advisors, dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia, dikutip Senin (2/11).

Selain itu, mayoritas dari generasi millennial di Indonesia (61 persen) dan India (50 persen) lebih memilih untuk membeli barang mewah dari merek lokal. Berbeda dengan generasi millenial di China (66 persen), Vietnam (60 persen), Korea Selatan (59 persen) dan Hong Kong (52 persen) yang mayoritasnya lebih memilih barang mewah brand negara barat dibandingkan memilih brand lokal ataupun brand-brand asal Asia lainnya.

Tiga alasan utama untuk memilih brand negara barat adalah kualitas yang dapat diandalkan, nilai (value of money), serta loyalitas pada sebuah brand.

Selanjutnya, riset ini juga mengungkap separuh generasi millennial di Indonesia (50 persen) dan Thailand (60 persen) merupakan pelanggan paling impulsif di Asia Pasifik, di mana setidaknya setengah dari pembelian barang mewah dilakukan secara spontan, di atas rata-rata regional yaitu 26 persen.

Separuh responden konsumen asal Indonesia (50 persen) lebih memilih membeli barang mewah di toko lokal dengan harga normal, sedangkan sisanya membeli barang bermerek ketika tengah plesir ke luar negeri. Berbeda dengan konsumen di China yang memiliki kecenderungan lebih besar untuk membeli barang mewah di sebuah toko ketika bepergian ke luar negeri.

Lebih lanjut, riset Mastercard juga melaporkan generasi milenial China merupakan pembeli barang-barang mewah terbanyak di Asia Pasifik, disusul oleh Korea Selatan dan Hong Kong. Generasi millennial dari China akan menghabiskan rata-rata US$ 4,362 untuk membeli barang-barang mewah tahun depan, hampir dua kali lipat dari rata-rata pengeluaran di Asia Pasifik yakni US$2,584. Sementara Korea Selatan dan Hongkong menempati peringkat dua dan tiga dengan berturut-turut menghabiskan rata-rata US$2,638 dan US$2,584

Sunday, October 25, 2015

Brand Tower Bersama Memiliki Valuasi Senilai 69 Juta Dolar

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) masuk dalam jajaran 100 Indonesia’s Most Valuable Brands 2015 yang dilansir lembaga valuasi merek independen asal London, Brand Finance. Untuk mendapatkan sebanyak 100 merek produk dan merek termahal di Indonesia, Brand Finance menggunakan data dari berbagai lembaga seperti Havas, BAV, Consulting, Alexa, Bloomberg, Melwater, V1360, CSR Hub dan Novagraaf.

Dalam data terbaru yang dirilis Brand Finance, emiten dengan kode saham TBIG ini berada di peringkat 45, naik dibanding 2014 yang berada di 49. Posisi ini menjadikan Tower Bersama satu-satunya penyedia menara yang masuk dalam jajaran 50 besar di 100 Indonesia’s Most Valuable Brands 2015. Merek Tower Bersama dianggap bernilai US$ 69 juta dengan rating A atau kuat. Sementara valuasi perusahaan Tower Bersama sekitar US$ 4,83 miliar.

“Untuk perusahaan yang baru berdiri 10 tahun, prestasi ini luar biasa. Kami belum puas dan ingin terus tumbuh menjadi yang terbesar di Indonesia serta regional,” ungkap Presiden Direktur Tower Bersama Herman Setya Budi, Senin (26/10). Menurutnya, metodologi yang digunakan Brand Finance untuk memvaluasi sebuah merek dengan melibatkan performansi keuangan sebagai aspek kuantitatif dan rating dari Brand Strength Index (BSI) dari sisi kualitatif sebagai sesuatu yang komprehensif.

“Ini artinya aktivitas Tower Bersama di market mulai dari investasi di bidang pemasaran, brand equity serta dampaknya pada kinerja bisnis berada dalam jalur yang benar,” ujarnya. Ditambahkannya, tak hanya kuat dari sisi merek, Tower Bersama juga diakui salah satu perusahaan yang terbaik mengelola Sumber Daya Manusia di ajang Indonesia Human Capital Studi Award 2015.

“Dua penghargaan dari ajang berbeda ini menunjukkan Tower Bersama perusahaan yang berhasil menyeimbangkan tujuan bisnis dan pengembangan SDM. Ini artinya TBIG adalah perusahaan yang layak dijadikan berinvestasi dan tempat bekerja,” pungkasnya. Per 30 Juni 2015,Tower Bersama memiliki 19.416 penyewaan dan 12.159 site telekomunikasi, terdiri dari 11.154 menara telekomunikasi, 941 shelter-only dan 64 jaringan DAS. Sedangkan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 18.411, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,65.

Monday, August 17, 2015

Melihat Para Penjahit Baju Merek Zara dan Uniqlo Di Sukoharjo

Tak banyak yang tahu jika pakaian bermerek seperti Uniqlo dan Zara dijahit di dalam negeri. Adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), perusahaan terbuka asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang kini makin tersohor berkat keterampilannya menjahit baju-baju bermerek internasional. Selain Uniqlo dan Zara, perusahaan yang dikenal dengan nama Sritex ini merupakan jawara pembuat baju-baju militer.

Pasarnya pun tak tanggung-tanggung hingga menembus Asia, Amerika Serikat (AS), Eropa, hingga Timur Tengah (Timteng). Bagaimana proses pembuatan baju-baju buatan Sritex ini? Yuk, kita intip langsung ke pabriknya. Pabrik Sritex ini berlokasi di Jl KH. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pabrik ini berdiri kokoh di atas lahan seluas sekitar 50.000 hektar. Total karyawan Sritex mencapai 40.000 orang. Jika dihitung secara grup, karyawan Sritex berjumlah 60.000 orang.

Di lokasi pemintalan, Ishadiansyah, salah satu karyawan Sritex mengungkapkan, untuk bisa menghasilkan kain yang berkualitas dibutuhkan proses yang tidak sebentar. Pertama, kata dia, dari bahan baku dijadikan silver atau kapas lonjoran, setelah itu masuk ke proses pemintalan, setelah jadi benang digulung di mesin winding dan menjadi benang kemudian dikemas alias di-packing. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex akan membangun pabrik pemintalan dan pertenunan di Sukoharjo, Jawa Tengah. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik itu US$ 135 juta (Rp 1,75 triliun).

Direktur Sritex Allan Moran Severino mengatakan, pabrik tersebut rencananya dibangun paling lambat kuartal II-2016 dan diprediksi rampung akhir 2017. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Republik Indonesia, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menggelar upacara 17 Agustus 2015 di halaman pabrik Sritex, Jl KH. Samanhudi No. 88, Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (17/8/2015).

Peringatan HUT ke-70 RI ini sekaligus bertepatan dengan HUT ke-49 Sritex. Hadir sedikitnya 20.000 karyawan dan 2.000 tamu undangan mulai dari pejabat Lemhanas peserta PPSA, pengusaha, relasi, dan buyer. Tampak juga Direktur Pengembangan Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan, Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto, dan lainnya.

Pantauan di lokasi, upacara dimulai pukul 08.00 WIB dengan iringan musik drum band Maju Tak Gentar. Peserta upacara tampak berbaris rapi memenuhi pabrik pembuat seragam militer ini. Selain peringatan HUT ke-70 RI dan HUT ke-49 Sritex, dilakukan juga Penyerahan Penghargaan Rekor MURI atas Penciptaan 10.000 Investor Baru di PT Sri Rejeki Isman Tbk. Sebanyak 10.000 karyawan penjahit merek Zara dan Uniqlo ini dibukakan rekening efek oleh perusahaan sebagai langkah awal pengenalan pasar modal kepada para karyawannya.

"Jumlah keseluruhan dana untuk membangun adalah US$ 135 juta, sebagian sudah dipenuhi dari pendanaan melalui obligasi global," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2015). Pabrik pemintalan yang baru akan menambah kapasitas 88.000 bales sehingga menambah kapasitas yang ada saat ini 566.000 bales menjadi 654.000 bales. Sementara pabrik pertenunan yang akan dibangun akan memberi tambahan kapasitas 60 juta meter per tahun sehingga total kapasitas produksi penjahit merek Zara dan Uniqlo mencapai 180 juta meter per tahun.

"Pembangunan kedua pabrik tersebut belum akan memberikan kontribusi pendapatan di 2016, jadi kenaikan penjualan di 2016 yang sebesar 8-10% di luar kontribusi pabrik tersebut," ujarnya. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex membuka rekening efek bagi 10.000 karyawannya. Para karyawan ini nanti akan diberi bonus saham perusahaan.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad melaporkan aksi korporasi tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hadir di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merayakan ulang tahun pasar modal ke-38. "Kami juga ingin melaporkan inisiatif Sritex yang akan melaksanakan kegiatan pembukaan rekening efek bagi 10.000 karyawannya sebagai tanda apresiasi perusahaan bagi mereka," kata Muliaman di BEI, SCBD Jakarta Selatan, Senin (10/8/2015).

Muliaman ingin pembukaan rekening efek untuk karyawan ini bisa menjadi salah satu inisiatif penting yang perlu terus disosialisasikan kepada emiten-emiten di BEI untuk mendorong para karyawannya menjadi investor aktif di pasar modal. "Kegiatan tersebut merupakan komitmen Sritex untuk mendukung perkembangan pasar modal, khususnya meningkatkan jumlah investor lokal. Mudah-mudahan hal ini akan diikuti oleh emiten lain," ujarnya.

Sementara Presiden Direktur Sritex, Iwan Setiawan, mengatakan saat ini para karyawan perusahaan penjahit pakaian merek Zara dan Uniqlo itu baru membuka rekening saja. Namun, tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan saham bonus dari perusahaan. "Itu pembukaan saja biar bisa investasi, tapi kalau nanti ada program Sritex atau corporate action bisa dapat bonus saham," jelas Iwan.

Ia menambahkan, perlambatan ekonomi China diperkirakan tidak akan berdampak besar ke kinerja perusahaan. Sebab, ekspor penjahit pakaian militer berbagai negera itu hanya sebesar 2-3% saja ke China. "Perseroan menargetkan pendapatan dari ekspor sekitar 50-55% tahun ini," katanya.

Sunday, July 19, 2015

Kisah Sukses Merek FMCG Kuasai Pasar Nasional

Indonesia menjadi salah satu negara di Asia dengan tingkat pertumbuhan industri Fast Moving Consumer Good( FMCG) atau produk yang memiliki perputaran omset dengan cepat dan biaya yang relative rendah masih menunjukkan angka dua digit (15%,) Moving Annual Total June 2014). Dengan peningkatan jumlah kelas menengah dan rata-rata usia penduduk Indonesia relatif muda (50.2% berusia di bawah 29 thn), tentu saja Indonesia masih merupakan pasar yang sangat potensial untuk produk-produk FMCG.

"Hal ini mendorong para produsen untuk berlomba-lomba memasarkan produknya tidak sekedar menggunakan cara yang konservatif tetapi melalui berbagai cara yang inovatif dan inspirasional," kata Lim Soon Lee, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia, dalam keterangan persnya di event Consumer Connection, Jakarta (16/10/2014).

Dipaparkannya, beberapa kisah sukses dari beberapa merek yang berhasil meningkatkan pertumbuhan penjualan produknya melalui cara yang inspirasional. Merek pertama yang dianggap berhasil meningkatkan penjualannya secara fenomenal adalah Downy. Dengan menggunakan tagline juara “pelembut pakaian no.1 di dunia”, Downy berhasil meningkatkan market share saat ini (MAT June 2014) hampir 4 kali lipat dalam 3.5 tahun pemasarannya di Indonesia, dengan jumlah jangkauan penetrasi rumah tangga yang cukup luas.

"Kunci keberhasilan Downy dengan menggunakan tagline “merek no,1 dunia” ini juga digunakan beberapa merek lain seperti Rexona dan Modena," ujarnya.

Kisah sukses kedua datang dari kosmetik lokal, Wardah. Merek tersebut membawa sesuatu yang baru ke pasar kosmetik di Indonesia dengan menyasar konsumen wanita modern berhijab dan merupakan merek pertama di industri kosmetik yang menyertakan klaim Halal pada produknya. Cara tesebut berhasil membawa PT Pusaka Tradisi Ibu sebagai salah satu produsen terbaik yang berhasil meraih tingkat pertumbuhan nilai penjualan yang tinggi dibandingkan performa tahun sebelumnya.

Sedangkan, dari industri makanan, Pro Chiz berhasil menerobos sebuah kategori yang selama ini diidentikan dengan harga premium, yaitu keju. Pro Chiz memposisikan diri sebagai produk dengan harga terjangkau (ekonomis) dan mengklaim memiliki rasa lebih baik melalui tag “ Taste better”, dapat mengembangkan pasar kategori keju yang tinggi dalam waktu 3 tahun (di daerah perkotaan di Indonesia).

Selain para pemain baru, Pepsodent, merek yang sudah berusia puluhan tahun juga tetap mampu mempertahankan performanya dengan angka pertumbuhan positif. Kunci keberhasilan Pepsodent adalah kemampuannya dalam melakukan premiumisasi produk dengan menawarkan beberapa benefit tambahan misalnya pasta gigi khusus untuk gigi sensitive," sambungnya.

"Kunci keberhasilan sebuah merek untuk menguasai pasar adalah dengan menciptakan suatu yang spesial atau autentik dengan diri mereka dan tidak sekedar mengandalkan iklan secara besar-besaran di media massa," tegasnya.

Sementara itu, Fabrice Carrasco, Managing Director Indonesia, Vietnam and Philippine mengakui dunia pemasaran ke depannya akan semakin menantang, salah satunya adalah rencana perdagangan bebas Asia 2015 (MEA). Kondisi itu memungkinkan para pemain global masuk ke Indonesia dan sebaliknya para pemain lokal berkesempatan mengembangkan sayapnya ke luar negeri.

”Hal ini akan menyebabkan persaingan antar pemasar semakin ketat. Para konsumen yang berasal dari kelas ekonomi tinggi mempunyai lebih banyak pilihan dan berakibat pada menurunnya loyalitas," ujar Fabrice. Perkembangan media digital juga memungkinkan para konsumen untuk mempunyai banyak pilihan dan bisa lebih terbuka mengemukakan pilihannya. Hal ini tentu saja berimplikasi pada adanya kebutuhan bagi para pemasar untuk bisa menumbuhkan “trust” atau kepercayaan dari konsumen.

Terkait hal itu, ada 3 hal yang saat ini harus diperhatikan oleh para pemasar untuk memenangkan hati konsumen. Yang pertama adalah, bagaimana memanfaatkan TV sebagai media pemasaran. Meski televisi merupakan media pilihan utama para pemasang iklan (65% dari total belanja iklan), namun saat ini fakta semakin banyak produsen yang mengurangi anggaran belanja iklan untuk TV. Padahal, di sisi lain media TV masih memegang peranan penting untuk mempengaruhi konsumen dalam proses pengambilan keputusan konsumsi/pembelian produk.

"Selain iklan, Sponsorhip program juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan penjualan. Namun efeknya tergantung pada jenis program TV yang dipilih untuk disponsori," ujar Andrew Ridsdale-Smith, Head, Regional Centre of Excellence Kantar Worldpanel.

”Pemilihan program TV yang tepat untuk disponsori, serupa dengan target pasar sasaran akan mampu mendorong tingginya angka penjualan. Pemasar jangan hanya sekedar memilih program TV dengan jumlah penonton terbanyak, namun lebih tepat jika memilih sebuah program yang profil penontonnya merupakan target pasar yang menjadi sasaran produk tersebut," sambungnya.

Hal kedua adalah bagaimana menciptakan pesan yang tepat untuk dikomunikasikan kepada konsumen, sehingga pesan tersebut dapat dipersepsikan konsumen sebagai sesuatu yang memenuhi kebutuhan mereka. Jenis pesan yang bermuatan functional benefit suatu produk lebih mampu meningkatkan penjualan. Pesan inilah yang harus secara fokus terus menerus disampaikan kepada pasar sasaran.

Kunci keberhasilan pertumbuhan sebuah produk adalah terletak pada kemampuan untuk menarik konsumen baru, karena produk dengan penetrasi pasar lebih luas biasanya akan dapat meraih pangsa pasar lebih tinggi. Oleh karenanya, Andy menegaskan, peluncuran produk baru lebih baik dilakukan di channel dengan jangkauan konsumen yang lebih luas misalnya hypermarket atau supermarket.

"Pemberian potongan harga secara berlebihan tidak mampu menarik konsumen untuk melakukan pembelian ulang sebuah produk dan cenderung menghancurkan loyalitas konsumen terhadap sebuah produk. Oleh karenanya, para pemasar sebaiknya menghindari pemberian diskon yang berlebihan," sambung Andy.

Sementara itu, Sudesh Puthran, Technical Advisor Mindshare Indonesia menjelaskan, internet di Indonesia saat ini sudah menjadi kebutuhan primer untuk para penggunanya. Perkembangan sosial media menjadi salah satu faktor penting yang mendorong besarnya pemakai internet di negara ini.

"Rata-rata pengguna internet menghabiskan waktu sebanyak 2,5 jam per hari untuk mengakses internet secara mobile dan diperkirakan akan terus meningkat dalam 3 tahun mendatang," kata Sudesh.

Pemasar berpeluang melakukan analisis dengan basis para pengguna media sosial facebook dan twitter. Hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan interest dari para pengguna media sosial untuk kemudian dijadikan target dan pasar sasaran produknya.

Wednesday, May 13, 2015

Carrefour Adakan Program Diskon 10% All Item Setiap Hari Di 88 Gerai Seluruh Indonesia

PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) menggelar program diskon belanja 10% setiap hari untuk seluruh produk ‎untuk para pengguna kartu kredit Bank Mega, mulai 14 Mei 2015. Program ini berlaku di seluruh gerai Carrefour di Indonesia.  "‎Ini berlaku nasional, untuk 88 gerai Carrefour di seluruh Indonesia," kata Corporate Communications GM Transmart Carrefour Satria Hamid saat ditemui di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (13/05/2015).

Menurut Satria, gerai Carrefour ‎saat ini cukup banyak mencapai 88 gerai di seluruh Indonesia. Tersebar mulai dari Medan Sumatera Utara, Pulau Jawa hingga yang terjauh di Makassar, Sulawesi Selatan. ‎"Mulai paling barat ada di Medan dan di timur ada di Makassar," katanya.

Ia menjelaskan program ‎diskon 10% berlaku hanya untuk pemegang kartu kredit Bank Mega. Pemberian diskon berlaku untuk seluruh item produk mulai daging segar hingga produk-produk elektronika seperti TV LED.  Namun program ini tidak berlaku untuk 5 kategori produk yaitu gadget (seperti HP, laptop, dan tablet), pulsa, rokok, susu bayi di bawah 1 tahun, dan telur curah.

"‎Kami harap masyarakat diminta untuk memanfaatkan program ini.‎ Kita memberikan solusi untuk mendapatkan harga lebih menarik di tengah daya beli masyarakat yang sedang menurun. Jadi kalau kita lihat, program ini akan ditangkap oleh konsumen," kata Satria.PT Trans Retail Indonesia melalui Carrefour mengadakan program diskon 10% belanja seluruh produk, khusus pengguna kartu kredit Bank Mega. Program ini direspons positif, dengan melonjaknya pengajuan kartu kredit Bank Mega.
Victor Ones Wole, selaku Sales Store Bank Mega di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengatakan pengajuan kartu kredit Bank Mega melonjak signifikan.

"Setelah dipasang poster diskon 10% di Carrefour bagi pengguna kartu kredit Bank Mega, pengajuan kartu kredit naik hingga 30%," kata Victor ditemui di Carrefour Lebak ‎Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015). Lonjakan pengajuan kartu kredit Bank Mega di Carrefour Lebak Bulus terjadi pada hari Minggu, 10 Mei 2015 dan puncaknya terjadi pada hari Senin, 11 Mei 2015. Rata-rata per hari sebelum adanya penempelan program diskon 10%, pengajuan kartu kredit hanya mencapai 50. Namun saat ini, pengajuan meningkat hingga mencapai 100 per hari.

"Sehari sekarang bisa mencapai 100 pengajuan per sales store. Hari ini belum ada, besok laporannya, kemarin 70 pengajuan. Hitungannya biasanya 3 pengajuan per sales per hari, sekarang 5 pengajuan," tambahnya. Lonjakan permintaan pengguna kartu kredit membuat pihak Bank Mega bergerak cepat. Pihaknya menambah jumlah stand pengajuan kartu kredit Bank Mega menjadi 4 unit di Carrefour Lebak Bulus.

"Sekarang sudah ada 4 stand di mana 3 adalah pelayanan pengajuan manual dan 1 online. Sebelum ini hanya ada 1 stand saja," terangnya. Victor mengatakan, Bank Mega memberikan kemudahan bagi anda yang ingin mengajukan kartu kredit. Syaratnya mudah, cukup melampirkan identitas pribadi yaitu KTP dan slip gaji resmi. "Syarat KTP dan slip gaji untuk karyawan. Sedangkan wirawasta sama, seperti KTP dan rekening tabungan 3 bulan terakhir. Yang paling penting adalah wajib mencantumkan nomor telepon rumah. Pokoknya harus ada KTP dan income documen‎t (slip gaji)," ungkap Victor.

Setelah itu, proses pengajuan kartu kredit akan diproses oleh Bank Mega. Setelah proses dilakukan, kartu kredit akan didapat dan siap digunakan setelah mendapatkan respons dari Mega Call. Namun Victor memastikan, pengaktifan kartu bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan hari-hari biasa.

"‎Begitu kartu sudah diterima oleh nasabah bisa menghubungi Mega Call untuk pengaktifan kartu. Biasanya proses 14 hari kerja, namun ada promo ini dipersingkat menjadi hanya 10 hari kerja," tambahnya.Gerai Carrefour di Ahmad Yani, Surabaya sudah bersiap menyambut program diskon belanja 10% all item, untuk pengguna kartu kredit Bank Mega. Semua persiapan sudah dilakukan.

"Tim all out menyambut pelanggan yang pastinya akan lebih banyak dibanding hari biasa," kata Store Manager Carrefour Ahmad Yani, Teguh Suprasetyo. Teguh mengatakan, gaung program ini sudah disosialisasikan melalui banner dan flyer. Teguh yakin, warga Surabaya akan menyerbu Carrefour saat program ini bergulir mulai besok, Kamis (14/5/2015). "Stok barang kami naikkan dua kali lipat. Biasanya buffer stock kami dua minggu, tetapi kali ini buffer stockkami hingga satu bulan," ujar Teguh.

Dalam program ini, kata Teguh, barang yang biasanya menjadi serbuan pelanggan adalah sembako, jajanan, sayur, dan buah. Karena itu, penambahan item-item tersebut sudah dinaikkan jumlahnya. "Dan khusus untuk sayur dan buah, kami menyajikannya sangat segar," lanjut Teguh. Tahun ini, kata Teguh, program belanja murah ini ditargetkan menambah pelanggan dan pendapatan hingga 35%, dibanding program serupa pada tahun lalu. Teguh yakin target itu akan tercapai karena harga di Carrefour adalah harga paling murah dibanding supermarket sejenis.

"Kami kembalikan selisihnya bila ada yang lebih mahal, kami garansi itu," tandas Teguh.Mulai besok, Kamis (14/5/2015) PT Trans Retail Indonesia melalui Carrefour menggelar program diskon 10% untuk semua ba‎rang bagi pengguna kartu kredit Bank Mega. Berbagai persiapan sudah dilakukan Carrefour jauh-jauh hari, termasuk menyiagakan kasir tambahan antisipasi lonjakan jumlah antrean pelanggan.

"Kita sudah mengantisipasi kemungkinan nanti akan ada lonjakan konsumen yang memanfaatkan promo ini dengan menyiagakan kasir tambahan," ungkap‎ Corporate Communications General Manager Transmart Carrefour Satria Hamid saat ditemui di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015). Menurut Satria, di ‎hari biasa jumlah antrean pelanggan di Carrefour Lebak Bulus cukup tinggi, sehingga dibutuhkan 30 kasir untuk melayani transaksi pembelian. Lebih padat lagi antrean terjadi saat akhir pekan, di mana Carrefour Lebak Bulus mau tidak mau mengoperasikan 47 kasir.

"Selama event ini, kita membuka kasir dari nomor 1 sampai 47. Jadi full setiap hari kita buka," tambahnya. Satria memperkirakan, program ini akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena harga produk yang ditawarkan Carrefour jauh lebih murah setelah mendapatkan potongan harga sebesar 10%.

"Oleh karena itu kita sudah persiapan sejak seminggu lalu, bahkan sudah percobaan sampai hari kemarin. Kami harapankan kerja keras kami memberikan dampak signifikan terutama manfaat yang diterima oleh masyarakat," katanya.

Thursday, May 7, 2015

Produk Kulit Indonesia Perlu Branding

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan bahwa produk kulit nasional membutuhkan "branding" untuk bisa lebih dikenal ke manca negara. "Mutu produk kulit dalam negeri saat ini telah cukup baik dan sudah diekspor, namun masih sangat sedikit yang memiliki 'branding' dan dikenal dimanca negara," kata Menperin Saleh Husin pada acara pembukaan Pameran Indo Leather and Footware (ILF) 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis.

Menperin mengatakan, produksi kulit dalam negeri pada umumnya digunakan oleh pengusaha luar negeri yang memiliki branding. Dalam hal ini, lanjut Menperin, Kemenperin menaruh perhatian yang besar agar mutu dan kualitas produk kulit dan produk barang jadi kulit dapat ditingkatkan dan memiliki konsistensi.

"Selanjutnya, pemerintah akan membantu agar produk dalam negeri memilikibranding," ujar Menperin. Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya harus ada sinergi program yang intensif antara dunia usaha, pemerintah dan para penggiat event organizer.

Tujuannya, tambah Menperin, adalah agar produk dalam negeri dapat berdaya saing di pasar global sehingga perdagangan bebas dunia atau Free Trade Agreement (FTA) bukanlah suatu hambatan dalam pemasaran produk dalam negeri.

ILF 2015 digelar pada 7-9 Mei 2015, yang diikuti oleh lebih dari 150 perusahaan dari berbagai negara seperti Indonesia, Tiongkok, India, Italia, Jerman, Jepang, Malaysia, Taiwan, Turki, Spanyol dan Singapuran.

Pameran tersebut juga menghadirkan teknologi mesin laser terkini yang bermanfaat dalam industri kulit dan sepatu, serta semi-finished leather, finisheddan berbagai teknologi mesin lainnya.

Tuesday, May 5, 2015

Produk Makanan dan Minuman Indonesia Kalah Branding Dibanding Malaysia

Pengembangan brand awarenessproduk makanan dan minuman asal Indonesia mendesak dilakukan untuk meningkatkan kinerja ekspor komoditas tersebut ke Malaysia, yang mulai melambat pada tahun lalu.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk makanan minuman Indonesia di Malaysia pada 2014 mencapai US$897,98 juta atau hanya naik 1,58% dibandingkan nilai ekspor komoditas tersebut pada 2014. Kinerja tersebut menurun tajam dibanding tren ekspor Indonesia ke Malaysia selama tiga tahun terakhir (2012-2014) dengan pertumbuhan sebesar 14,08%. Adapun pertumbuhan importasi produk makanan minuman oleh Malaysia setiap tahun tumbuh sebesar 7,27%.

“Dengan nilai penjualan ritel rata-rata yang sebenarya cukup besar, pameran menjadi media promosi yang sangat menarik untuk membangun brand awareness atas produk Indonesia bagi konsumen Malaysia dan internasional," kata Atase Perdagangan Indonesia di Kuala Lumpur Fajarini Puntodewi.

Menurut Fajarini, kegiatan pameran akan terus dilakukan sebagai upaya branding produk yang sudah mapan, sekaligus menjadi tes pasar bagi produk dan merek baru yang belum dikenal konsumen.

Wednesday, April 15, 2015

Endorsement Tokoh Terkenal Mampu Dongkrang Brand Bisnis Online

Bisnis online semakin menjamur di Indonesia. Geliat bisnis online ini membuat para pelakunya giat melakukan berbagai cara untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya dengan teknik endorsement yang telah berjalan sekitar dua tahun terakhir.

Endorsement biasanya dimaknai dengan dukungan, atau semacam rekomendasi. Dalam dunia bisnis online, biasanya para pelaku usaha melakukan endorse atau mendukung tokoh masyarakat dengan memberikan barang dagangan secara gratis alias cuma-cuma.

Sebagai timbal balik, tokoh masyarakat akan mengunggah foto produk tersebut di dalam akun media sosialnya, seperti Instagram maupun Twitter. Hal itu diharapkan dapat membuat para pengikutnya mengenal online store yang menjual produk tersebut dan berimbas kepada peningkatan penjualan.

Strategi tersebut dinilai berpengaruh cukup signifikan. Selain bisa meningkatkan brand awareness di kalangan netizen, biasanya jumlah pengikut akun online store yang melakukanendorsing juga akan bertambah. Dengan begitu audiens promosi produk juga akan meningkat.

Nur Anreza, pemilik Taruwood-produsen berbagai macam produk berbahan dasar kayu, mengakui sistem endorsement melalui tokoh cukup signifikan mendongkrak penjualan. Apalagi jika si tokoh memiliki penggemar yang sesuai dengan target pasar produk.

“Biasanya teknik endorsement yang paling mudah adalah dengan meminta tokoh untuk berfoto bareng dengan produk yang kita jual, kemudian diunggah ke berbagai media sosial,” katanya.

Dengan hal tersebut, selain bisa menjaring lebih banyak audiens, juga bisa meningkatkan citra produk. Apalagi, jika tokoh yang berhasil di-endorse tersebut merupakan tokoh yang sangat berpengaruh. Meski demikian, Nur mengaku pengaruh dari cara endorsement seperti itu tidak bertahan lama. Untuk itu, dia pun mencoba untuk meng-endorse tokoh dengan lebih profesional dengan tawaran metode kerja sama.

Salah satu cara lain dari tipe endorsement adalah dengan mengangkat brand ambassadorbagi suatu brand produk. Seperti yang dilakukan Keke Busana dengan menjadikan Berliana Febrianti sebagai duta.

Chief Executive Officer (CEO) Keke Busana, Rendy Saputra, mengatakan para pelaku industri menengah harus mulai bergeser dari brand endorser ke brand ambassador. Hal itu untuk mengukuhkan posisi produk di tengah kalangan masyarakat.

“Brand ambassador atau brand endorser itu sebagai kanal yang menghubungkan antara produk dan konsumen, sehingga kanalnya benar-benar harus baik supaya produk bisa diterima dengan baik,” katanya.

Sunday, April 12, 2015

Sritex Anggarkan Belanja Modal US$ 245 Juta dan Akuisisi Brand Fashion

Perusahaan berbasis tekstil dan garmen terintegrasi, Sritex Group non-listed, akan mengoperasikan pabrik rayon (fiber) senilai US$ 250 juta atau setara RP 3,2 triliun pada tahun depan. Dengan adanya pabrik baru berkapasitas 80 ribu ton per tahun ini, PT Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) sebagai induk usaha berharap bisa mengurangi impor bahan baku hingga 30 persen.

"Selama ini bahan baku impor kami masih berkisar 50 persen. Dengan adanya pabrik baru, kami harapkan komponen impor bisa berkurang sebanyak 30 persen," ujar Direktur Utama Sritex, Iwan Setiawan Lukminto, ketika ditemui di Kementerian Perindustrian, Kamis (9/4).

Iwan mengatakan bahwa 50 persen komponen impor yang disebutkan terdiri dari impor rayon sebesar 30 persen dan impor katun sebesar 20 persen. Katun masih akan tetap didatangkan dari luar negeri mengingat Indonesia masih belum bisa memroduksi produk tersebut secara mandiri. "Katun masih akan tetap kita impor. Biasanya kami impor dari Australia, Amerika Serikat, dan Brazil," jelasnya.

Menurut Iwan, pabrik seluas 100 hektar ini telah dibangun selama 1,5 tahun terakhir dengan investasi senilai US$ 250 juta. Selain itu, pabrik yang rencananya akan memiliki kapasitas sebesar 80 ribu ton per tahun ini adalah pabrik ke-12 milik perusahaan yang semuanya berlokasi di Karanganyar, Jawa Tengah. Pabrik rayon milik Sritex ini juga akan menjadi pabrik rayon ketiga di Indonesia setelah PT Indo Bharat Rayon dan PT Pacific Viscose.

Iwan Setiawan menerangkan Sritex pada tahun ini akan menggelontorkan belanja modal sebesar US$ 104 juta untuk pengembangan produk kain jadi serta garmen. Perusahaan yang terdaftar di bursa ini akan mengeluarkan 80 persen dari total belanja modalnya untuk kain jadi, sedangkan 20 persen sisanya untuk ekspansi produksi garmen.

Mengacu pada data milik perusahaan, Sritex akan menambah produksi garmen dari 14 juta lembar per tahun pada 2014 menjadi 30 juta lembar per tahun pada 2016. Selain itu, produksi hasil kain pun akan bertambah dari 120 juta meter pada tahun lalu menjadi 180 juta meter pada tahun depan.

Perusahaan tekstil dan garmen asal Solo, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex menyiapkan belanja modal US$ 245 juta guna mendongkrak ekspansi perseroan hingga 2016. Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Severino mengatakan perseroan menyiapkan dana tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik yang pada saat ini tingkat utilisasi-nya sudah hampir penuh. Hal itu disebabkan permintaan dari pelanggan yang kian meningkat.

Untuk belanja modal pada 2015 dicanangkan sebanyak US$ 104 juta,” kata Allan dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (2/12). Dari dana tersebut, sebesar US$ 45 juta akan digunakan untuk menambah divisi finishing di pabrik, sebanyak US$ 10 juta untuk divisi garmen, dan sisanya digunakan untuk weaving dan pemintalan benang. Allan menyatakan, semua dana berasal dari kas internal.

“Dana semuanya sudah fully funded dari laba sebelumnya dan kas perseroan,” jelasnya. Sekadar informasi, Sritex saat ini lebih banyak menjual hasil produksinya ke luar negeri di mana bisnis utama perseroan yaitu membuat pakaian militer untuk beberapa negara. Salah satunya adalah seragam militer NATO.

“Kami menargetkan penjualan hingga akhir tahun ini sebesar Rp 7,1 triliun. Sementara pada tahun depan saya targetkan bisa tumbuh 12 persen,” ungkap Allan. Sampai September 2014 Sritex mampu mencetak penjualan senilai Rp 5,14 triliun, atau meningkat 23 persen dari periode yang sama 2013 sebesar Rp 4,18 triliun. Sementara, laba bersih perseroan selama sembilan bulan di tahun ini tercatat Rp 265 miliar, naik 6 persen dari periode yang sama di 2013

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex berencana menaikkan harga jual produknya, baik benang, kain, maupun pakaian jadi akibat kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP).  Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan naiknya harga BBM berpengaruh terhadap biaya distribusi perseroan, sehingga diperlukan penyesuaian harga jual kepada pelanggan.

"Kita akan naikkan sesuai dengan kenaikan harga BBM, misalnya kenaikan Rp 1.000 maka kita naikkan Rp 1.000 juga untuk per produknya,” kata Iwan usai paparan publik di Jakarta, Selasa (2/12).

Pada 18 November 2014, pemerintah secara resmi mengumumkan kebijakan pengurangan subsidi BBM yang menyebabkan harga BBM bersubsidi mengalami kenaikan rata-rata 30 persen. Premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liter, sementara solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter.

Iwan menambahkan naiknya harga produk bukan hanya disebabkan oleh BBM bersubsidi saja. Kebijakan pemerintah-pemerintah daerah yang menaikkan UMP 2015 juga mendorong perseroan menyesuaikan harga jual. Namun, Iwan memastikan penyesuaian harga produk akibat UMP baru direalisasikan tahun depan. "Kalau terkait UMP, rencananya akan kita naikkan enam persen dari harga sekarang," jelasnya.

Sekadar informasi Sritex saat ini lebih banyak menjual hasil produksinya ke luar negeri. Bisnis utama perseroan adalah membuat pakaian militer untuk beberapa negara termasuk seragam militer NATO.

Dari sisi kinerja, sepanjang sembilan bulan di 2014 Sritex mampu mencetak penjualan senilai Rp 5,14 triliun, atau meningkat 23 persen dari periode yang sama 2013 sebesar Rp 4,18 triliun. Sementara, laba bersih perseroan selama sembilan bulan tahun ini tercatat Rp 265 miliar, naik 6 persen dari periode yang sama di 2013.

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, perusahaan tekstil dan garmen asal Solo berencana melakukan penetrasi hingga ke sektor pucuk hilir dengan merangsek ke sektor usaha ritel fesyen. Direktur Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan rencana perseroan untuk terjun ke sektor ritel masih dalam pengkajian. Rencana itu dilakukan untuk mengembangkan sayap pemasaran perseroan dalam tiga tahun ke depan guna menambah pangsa pasar.

"Yang penting sesuai dengan manufacturing dan produk yang kita kembangkan,” kata Iwan dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (2/12). Sementara Wakil Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto menambahkan, ada beberapa opsi dalam merangsek ke sektor ritel seperti joint venture, pengembangan brand pribadi dan akuisisi brand lain.

“Tapi saya lebih memilih akuisisi brand atau mengembangkan brand sendiri. Untuk akuisisi yang akan diutamakan adalah brand lokal,” ungkapnya. Terkait pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, manajemen Sritex menilainya bukan suatu masalah karena transaksi perseroan dalam mata uang dolar sekitar 70 persen. Di tahun depan, perseroan berencana menggunakan laporan keuangan dengan nominal dolar.

“Hal itu kami lakukan untuk menghilangkan kerugian kurs,” ujar Direktur Keuangan Sritex Allan Moran Severino dalam kesempatan yang sama.

Wednesday, March 25, 2015

Indosat Raih Penghargaan International Brand of The Year

Indosat, anggota dari Ooredoo Group, menerima penghargaan sebagai "Brand of The Year" pada World Branding Awards. Ajang ini diselenggarakan oleh World Branding Forum, yang memberikan penghargaan terhadap brand-brand terbaik dan ternama dunia yang diakui berdasarkan hasil karya dan prestasi yang dimiliki.

Mewakili sektor telekomunikasi Indonesia, Indosat adalah salah satu dari tiga brand yang menerima pengakuan tersebut. Pemenang penghargaan dinilai melalui empat kriteria yang meliputi penilaian produk, riset pasar konsumen, jajak pendapat publik online, serta jajak pendapat oleh World Branding Forum Advisory Council, yang diisi oleh nama-nama besar di dalam sektor branding.

Alexander Rusli, President Director dan Chief Executive Officer Indosat mengatakan, bersama dengan induk perusahaan, Ooredoo Group, pihaknya bangga dapat menerima penghargaan internasional ini. Selama satu tahun terakhir, lanjutnya, banyak usaha yang telah didedikasikan untuk membangun Indosat menjadi brand yang mewakili masa depan digital Indonesia.

“Mengedepankan pelanggan kami merupakan tujuan utama. Kami sangat senang menerima pengakuan ini, dan setiap harinya kami akan terus berinovasi dan mencari cara-cara baru untuk memberikan pengalaman konsumen terbaik di seluruh jaringan kami dan untuk masyarakat Indonesia,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (26/3).

Dengan penghargaan ini, dan melalui berbagai kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia yang terkemuka di dunia seperti Garuda Indonesia dan Pertamina, Indosat telah lebih jauh meningkatkan reputasi global sebagai brand Indonesia terkemuka.

Sebagai salah satu dari sekian banyak penghargaan internasional yang diraih dalam beberapa tahun terakhir, penghargaan ini merupakan bukti keberhasilan yang dicapai oleh Indosat dan Ooredoo sebagai perusahaan induk, dimana mereka terus menyelaraskan visi dan memperkuat kolaborasi di antara mereka.

Selain mendorong pertumbuhan bakat tanah air kelas dunia melalui Ideabox, inkubator startup, Indosat baru-baru ini meluncurkan serangkaian layanan Smart City melalui solusi M2M, seperti konektivitas M2M, dan Managed Connectivity. Hal itu seiring dengan perkembangan solusi one-stop-shop dengan dukungan koneksi, aplikasi dan perangkat end-to-end ini mendorong pertumbuhan di sektor bisnis, pemerintah dan konsumen.

Saturday, January 17, 2015

Cara Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Ajang Bisnis

Di era digital, media sosial memungkinkan seseorang mengenal latar belakang, kebiasaan, dan selera orang lain secara lebih terbuka. Kelebihan tersebut bukan hanya berguna untuk menjalin hubungan pribadi, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis. Karena, pada dasarnya, hubungan antar manusia adalah hal yang sangat penting dalam pengembangan bisnis.

Berikut beberapa tips pemanfaatan media sosial untuk pengembangan bisnis yang dikutip  dari Mashable, Minggu (18/1/2014): 

Pertama, jadikan media sosial sebagai teropong.
Media sosial memberi kesempatan untuk melihat siapa saja pihak yang dapat dijadikan rekan bisnis, kompetitor, dan target pasar. Ini dapat dijadikan rujukan bagi pebisnis untuk memutuskan apakah harus bekerjasama dengan pihak tertentu atau tidak, begitu pun sebaliknya. Karenanya, pebisnis dan perusahaannya harus selalu memposisikan diri sebagai pelaku industri yang profesional dan berprospek agar dianggap berdaya saing tinggi.

Kedua, sesuaikan konten pesan dengan jenis media sosial.
Setiap media sosial memiliki karakteristik masing-masing. Pengguna seyogyanya fleksibel dalam penggunaan berbagai macam media sosial. Misalnya, Twitter lebih pas untuk menyuarakan kampanye pemasaran, melakukan live report, atau membangun customer service.  Sedangkan Facebook lebih cocok untuk memperlihatkan budaya perusahaan dan sumber dayanya, serta memperkenalkan program pemasaran yang lebih besar.

Ketiga, gunakan media sosial sebagai pelengkap.
Media sosial bukan satu-satunya faktor untuk mengembangkan bisnis, namun efektif sebagai pelengkap, misalnya dengan menggunakan LinkedIn. Saat ini, LinkedIn telah menghubungkan ribuan perusahaan dan jutaan ribu pengguna untuk saling berafiliasi.

Untuk pengembangan bisnis, LinkedIn sangat efektif dalam mengumpulkan informasi terkait sumber daya manusia, maupun melakukan follow up dengan rekan bisnis.

Intinya, secara online maupun offline, faktor fundamental untuk pengembangan bisnis adalah jaringan sosial yang kuat. Media sosial memungkinkan jaringan sosial terjalin lebih cepat dan mudah.

Tuesday, December 30, 2014

Garuda Targetkan Pertumbuhan Bisnis 12 Persen pada 2015

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk tetap berusaha tumbuh ditengah situasi ekonomi makro yang tak kondusif. Oleh karena itu, tahun depan, Garuda akan menurunkan speed pertumbuhannya menjadi 10-12 persen.

"Jadi makanya, Garuda akan tetap melakukan partumbunan terhadap produksi tetapi pada kecepatan yang lebih rendah. Jadigrowth kita tahun ini 19-20 persen, tahun depan mungkin cuma 10-12 persen untuk kapasitas angkutannya," ujar Direktur Utama Garuda Arif Wibowo saat wawancara, Jakarta, Jumat (26/12/2014).

Menurut Arif, tahun depan Garuda akan mengasumsikan harga avtur di kisaran 75 sen per liter. Pasalnya menurut Arif, penurunan minyak dunia akan mengalami kecenderungan turun. "Kalau tahun ini kan 82,9 sen per liter. itu akan turun sebagai trade off-nya terhadap rupiah karena untuk kita, Garuda, akan mengasumsikan rupiah itu Rp 13.000 tapi avturnya akan turun kira-kira sampi 75 sen," kata dia.

Arif berharap, kondisi seperti itu mampu menjadi penopang bisnis Garuda. Berdasarkan perkiraannya, karena harga avtur turun makacost structure Garuda akan terkoreksi dengan baik. "Namun kita harus waspada karena pelemahan rupiah juga akan memperkecil orang melakukan perjalanan karena kan akan lebih irit dia, akan lebih hemat untuk spending money untuk perjalanan kecuali untuk hal penting. Belum lagi, perusahaan-perusahaan juga akan melakukan penghematan di tahun 2015," kata Mantan Dirut Citilink itu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, suntikan dana 20 juta dollar AS yang diberikan Garuda kepada anak usahanya Citilink merupakan strategi perusahaan. Menurut dia, hal itu penting dilakukan untuk menjadikan Citilink sebagai "senjata" bisnis Garuda di domestik maupun regional.

"Gini, itu kan karena bagian dari corporate strategy, Garuda dan Citilink kerjasama. Garuda invest juga di Citilink. Jadi itu bagian Garuda memperkuat posisi di domestik nanti regional dengan menggunakan Citilink sebagai senjata untuk meng-upgrade pasarmiddle down," ujar Arif saat wawancara di Eksekutif Lounge Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tengerang, Jumat (27/12/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan dana 20 juta dollar AS itu diharapkan Citilink mampu menarik sebesar-besarnya masyarakat segmen kelas menengah ke bawah. Pasalnya, kata Arif, segmen tersebut terus tumbuh dan berpotensi besar bagi penambahan jumlah pengguna jasa pesawat terbang Citilink.

Di sisi lain, dengan kemampuan Citilink menarik masyarakat kelas menengah bawah tersebut, maka diharapkan pula brand Garuda akan ikut semakin besar.  "Karena Garuda juga membutuhkan Citilink untuk memprospek brand Garuda itu sendiri. Pasar-pasar (segmen) kelas kebawah itu tumbuh sangat kuat," kata Arif.

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan pihaknya telah memberikan bantuan pinjaman baru kepada Citilink sebesar 20 juta dolar AS, dengan jangka waktu empat tahun.  Garuda juga melakukan reprofiling pembayaran pokok hutang Citilink tahun-tahun sebelumnya ke Garuda Indonesia sebesar 95 juta dollar AS, dengan jadwal pembayaran yang lebih menyesuaikan rencana bisnis Citilink.

PT Citilink Indonesia mendapatkan suntikan dana dari induk perusahaan, Garuda Indonesia sebesar 20 juta dollar AS. Citilink akan menggunakan dana tersebut untuk melakukan ekspansi bisnis di sepanjang tahun 2015.

“Pinjaman itu diperlukan guna memantapkan upaya Citilik menguasai pasar domestik dan merambah rute regional, sekaligus upaya antisipatif menghadapi ASEAN Open Sky 2015," ujar pelaksana tugas President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan dalam keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Sabtu (27/12/2014).

Albert menjelaskan, perluasan ekspansi Citilink sangatlah penting untuk pengembangan bisnis saat Open Sky 2015. Nantinya, Citilink akan membuka berbagai rute baru baik domestik maupun regional.  "Lagipula selama semester pertama tahun 2015 kita masih terus mendatangkan lima pesawat baru Airbus A320,” kata dia.

Menurut Albert, dengan tambahan pesawat-pesawat baru tersebut Citilink di tahun 2015 dapat meningkatkan frekuensi penerbangan sebesar 30 persen dibanding 2014. Saat ini frekuensi penerbangan Citilink sudah mencapai 182 penerbangan sehari.

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengumumkan telah memberikan bantuan pinjaman baru kepada Citilink sebesar 20 juta dollar AS, dengan jangka waktu empat tahun.  Garuda juga melakukan reprofiling pembayaran pokok utang Citilink tahun-tahun sebelumnya ke Garuda Indonesia sebesar 95 juta dollar AS, dengan jadwal pembayaran yang lebih menyesuaikan rencana bisnis Citilink.