Pages - Menu

Showing posts with label sumatera utara. Show all posts
Showing posts with label sumatera utara. Show all posts

Wednesday, December 28, 2011

Wisatawan Asing Ke Sumatera Utara Tahun 2011 Lampaui Tahun 2010

 Jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Sumatera Utara pada 2011 diperkirakan akan mencapai 180-190 ribu orang atau lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 160 ribu orang. 

"Karena sampai Oktober saja sudah 155 ribu orang," kata Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah Sumut, Arthur Batubara, di sela acara Pesta Danau Toba, Parapat, Sumut, Selasa. 

Arthur mengatakan di akhir tahun biasanya jumlah turis akan melonjak. 

Ia mengatakan banyak turis generasi muda asal Singapura dan Malaysia yang mengunjungi Sumut terutama ke Danau Toba. 

Selain itu, katanya turis dari Eropa juga mulai kembali berdatangan setelah sebelumnya cukup minim. Namun krisis ekonomi yang melanda Eropa dikhawatirkan akan mempengaruhi kedatangan turis Eropa tersebut. 

Namun demikian, jumlah turis asing tersebut masih jauh dari puncak jumlah turis sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997-1998. Sebelum krisis ekonomi jumlah turis asing bisa mencapai 325 ribu per tahun

Arthur mengatakan, pada saat itu turis cukup banyak karena adanya penerbangan langsung dari Eropa ke Medan, sehingga sebelum turis menuju tujuan lain di Indonesia mereka mampir dulu ke Sumut. 

Arthur mengatakan banyak tujuan wisata di Sumut mulai dari wisata alam, wisata budaya dan sejarah, ekoturisme, wisata olahraga, dan wisata ilmu pengetahuan. 

Sementara itu mengenai Pesta Danau Toba 2011 Arthur mengharapkan pengunjungnya akan meningkat 25 persen dibanding tahun lalu yang hanya 10.000 orang per hari. 

Pesta Danau Toba berlangsung 27-30 Desember. 

Rangkaian acara pesta tersebut antara lain pentas tari dan musik, seni budaya, hiburan artis ibukota dan lokal, lari 10 K, festival tari daerah, festival Gondang, festival suling. 

Parade perahu hias Bergodang, jelajah Samosir dengan sepeda, layang-layang, paralayang dan paramotor, festival marching band, panjat tebing, dan renang.

Saat ini pesta diadakan bertepatan dengan libur anak sekolah dan akhir tahun, sehingga banyak masyarakat Sumut yang pulang kampung. Tahun-tahun sebelumnya pesta pernah diadakan pada bulan Juni, Juli dan Oktober 

Saat ini hotel-hotel di Parapat sudah penuh sehingga wisatawan sulit memperoleh penginapan. 

Akibatnya banya rumah penduduk yang dijadika "home stay" (tempat menginap di rumah penduduk). 

Seorang calon pengunjung mengatakan dia terpaksa pulang hari untuk menikmati pesta tersebut karena tidak ada mendapat penginapan. 

Program CSR Cukup Membantu Masyarakat Sekitar Perusahaan

 Bantuan kepedulian sosial perusahaan (CSR) yang disalurkan perusahaan sangat diharapkan sebab akan mempercepat peningkatan kesejahteran masyarakat di sekitar perusahaan. 

"Salah satu manfaat CSR ialah dapat meningkatkan kelancaran transportasi warga untuk membawa hasil pertaniannya, misalnya untuk pembukaan dan perbaikan jalan," kata Camat Pauh, Ena Darlita di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Senin.

Hal tersebut disampaikannya terkait adanya bantuan CSR dari PT BSP JAW-EMAL yang merupakan anak perusahaan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk yang diserahkan untuk warga setempat belum lama ini.

Menurut dia, dengan adanya bantuan CSR, perusahaan turut membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, penyelesaian masalah lingkungan, membuka ruang kerja dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Apalagi dasar pendekatannya bukan sekedar apa yang diinginkan masyarakat tapi sesuatu yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat sehingga arah bantuan tepat sasaran.

"Manfaat CSR antara lain masyarakat dapat mengembangkan diri dan usahanya sehingga sasaran untuk mencapai kesejahteraan tercapai," katanya.

Kepedulian perusahaan lewat program CSR sangat positif dan diharapkan terus bergulir di masa mendatang sehingga apa yang diharapkan tercapai.

Hal senada juga disampaikan Camat Air Hitam Seply Suryadi yang menyatakan pemberian bantuan berupa hewan ternak seperti kambing, itik dan ayam serta pembangunan infrastruktur sangat dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama kelompok tani dan pemuda setempat.

Ia berharap ke depan perusahaan tetap konsisten membantu warga lewat program tersebut.

Sementara itu Vice Presiden Corporate Social Responsibilty PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Suwandi mengatakan, Bakrie Group memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang bersentuhan langsung dengan kegiatan perusahaan seperti juga yang terjadi pada Sidoarja terkait dengan semburan lumpur.

Setiap tahunnya, pihaknya menyisihkan 1-2 persen laba perusahaan untuk masyarakat lewat program CSR. Tanpa harus diminta, program bantuan itu sudah dilakukan jauh sebelumnya. 

Adapun program kepedulian sosial yang menjadi fokus mereka adalah pendidikan, lingkungan, agama, infrastruktur dan bantuan sosial lainnya, bahkan ke depan pihaknya merencanakan peningkatan kualitas dan kuantitas bantuan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Tuesday, October 26, 2010

Pusat Riset Penelitian Kelapa Sawit Di Medan

Tak usah bingung jika ingin mengetahui sejarah keberadaan kelapa sawit. Sebab, sejak Selasa (26/10), Pusat Penelitian Kelapa Sawit siap melayani keingintahuan soal kelapa sawit lewat 8.636 judul buku tentang kelapa sawit yang disiapkan dalam perpustakaan kelapa sawit.

Perpustakaan kelapa sawit terbesar nasional berlokasi di Medan, Sumatera Utara, ini diresmikan Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (Persero) Teguh Wahyudi dan Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Witjaksana Darmosangkoro, Selasa (26/10). PPKS merupakan lembaga riset kelapa sawit tertua yang juga produsen benih unggul terbesar nasional.

Sejumlah tokoh perkelapasawitan hadir dalam acara sederhana ini. Di antara mereka, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Asmar Arsjad dan Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Timbas Prasad Ginting.

Koleksi buku perpustakaan PPKS terbilang lengkap dan sepertiga di antaranya memuat catatan sejarah kelapa sawit di nusantara sejak akhir abad ke-19. Oleh karena itu, PPKS optimistis fasilitas tersebut dapat mendukung perkembangan riset perkelapasawitan nasional.

Teguh mengatakan, PPKS bisa melengkapi terobosan positif itu dengan mengaitkan sistem informasi ke situs perpustakaan atau pusat riset internasional. ”Jadi, upaya sederhana (merenovasi perpustakaan) ini bermanfaat bagi tujuan yang lebih besar. Oleh karena itu, sinergi dengan lembaga penelitian lain juga penting demi efisiensi dan efektivitas riset,” ujar Teguh.

Sejak tahun 2007 Indonesia telah menjadi produsen utama minyak kelapa sawit mentah (CPO) global. Bersama Malaysia, Indonesia memasok 85 persen kebutuhan CPO global.

Namun, penelitian dan pengembangan perkelapasawitan nasional masih tertinggal dari Malaysia. Malaysia sejak tahun 1980 sudah mengoptimalkan penelitian mendorong industri hilir untuk meningkatkan penciptaan nilai tambah CPO.

Dari 7,9 juta hektar perkebunan kelapa sawit, areal yang tertanam baru 5 juta hektar. Produktivitas tanaman kelapa sawit nasional, terutama perkebunan rakyat seluas 3,2 juta hektar, masih rendah.

Perkebunan rakyat baru mampu memproduksi 10-13 ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit per hektar per tahun akibat pupuk yang mahal. Sementara perkebunan swasta dengan manajemen baik dapat mencapai produktivitas 25 ton TBS per hektar per tahun.

Perpustakaan menempati gedung berlantai dua di sayap kanan kompleks PPKS di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Koleksi buku terbaru dan hasil penelitian ilmiah berada di lantai dasar, lalu ribuan buku dari akhir tahun 1800 sampai 1900 berada di lantai dua.

Koleksi langka yang memuat nilai sejarah membuat pengelola meningkatkan pengawasan dengan memakai kamera pengintai. Pengelola juga menyediakan jaringan internet bagi pengunjung yang ingin mencari bahan penelitian sesuai kebutuhan.

Kepala Urusan Kerja Sama dan Dukungan Penelitian PPKS Yohannes Samosir menjelaskan, perpustakaan itu direncanakan menjadi acuan pencarian bahan riset oleh pemangku kepentingan. Pengelola juga akan membuat kajian ilmiah berkait isu kelapa sawit terbaru bagi anggota perpustakaan.

”Kami ingin menciptakan pusat informasi perkelapasawitan yang bisa memenuhi kebutuhan banyak orang. Secara bertahap langkah menuju ke sana kami siapkan,” ujar Yohannes

Monday, May 10, 2010

Pertumbuhan Perekonomian Sumatera Utara Tumbuh 2.16 Persen

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan I tahun 2010 ini meningkat 2,16 persen dibandingkan dengan triwulan IV 2009. Itu tergambar dari kenaikan produk domestik regional bruto atas dasar harga konstan 2000. Peningkatan tersebut terjadi di hampir semua sektor, kecuali sektor pertambangan dan penggalian, sektor bangunan, dan sektor jasa.

”Yang paling besar peningkatannya itu sektor pertanian, yakni 6,68 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara Alimuddin Sidabalok di kantornya, Senin (10/5).

Alimuddin menjelaskan, pada triwulan I 2010, PDRB Sumut atas dasar harga berlaku mencapai Rp 64,79 triliun. Sektor ekonomi yang menyumbang paling banyak adalah sektor pertanian, yakni 15,29 persen. Adapun sektor bangunan menyumbang nilai tambah bruto terkecil, yakni 3,95 persen.

Atas dasar harga konstan 2000, PDRB triwulan I tahun 2010 tumbuh 6,04 persen dibandingkan dengan PDRB triwulan I tahun 2009.

Jika dilihat atas dasar harga konstan 2000, PDRB Sumut triwulan I 2010 mencapai Rp 29,19 triliun. Pertumbuhan tertinggi dicapai sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan yang mencapai 9,30 persen. Disusul sektor pengangkutan dan komunikasi 6,96 persen; perdagangan, hotel, dan restoran 6,59 persen; sektor listrik, gas, dan air bersih 6,52 persen; serta sektor bangunan 6,24 persen. Empat sektor lainnya, yakni pertanian, industri pengolahan, pertambangan, dan sektor lain-lain, tumbuh di bawah 6 persen.

Berdasarkan penggunaannya, PDRB Sumut triwulan I 2010 komponen impor barang dan jasa mencapai pertumbuhan tertinggi, yakni 11,16 persen. Itu bila dibandingkan dengan triwulan I pada tahun 2009.

Bila ditilik lagi, konsumsi rumah tangga menyedot penggunaan PDRB paling banyak, yakni 60,62 persen. ”Pola ini selalu terjadi karena sebagian besar perputarannya ada di rumah tangga,” kata Alimuddin.

Adapun komponen konsumsi pemerintahan mencapai 10,3 persen. Menurut Alimuddin, itu tergolong tinggi karena pada awal tahun biasanya dana-dana proyek baru saja disetujui sehingga mudah cair.