Pages - Menu

Showing posts with label makanan. Show all posts
Showing posts with label makanan. Show all posts

Monday, January 27, 2025

Profil Aliuyanto Pemilik Solaria Yang Kaya Raya

 Suka makan nasi goreng Solaria? Atau Fuyunghai Solaria? Tahu nggak sih dari mana asal-usul Solaria dan siapa pendirinya? Buat yang suka makan di Solaria, wajib tahu dulu nih serba-serbi tentang Solaria.

Solaria merupakan salah satu gerai makanan yang sering kita jumpai. Gerai ini biasanya banyak kita jumpai di mall, bandara, atau tempat umum lainnya.

Solaria adalah restoran keluarga yang sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Menu yang disajikan juga sangat familiar di lidah kita seperti kwetiau siram ayam, nasi goreng teri medan, chicken cordon blue, nasi ayam mentega, dan lainnya. Tak heran, restoran ini kerap kali dipenuhi oleh para pelanggan.

Dikutip dari akun Twitter resmi Solaria, manajemen menjelaskan nama Solaria sendiri berasal dari bahasa Latin yakni Solar berarti matahari. Artinya matahari yang bercahaya/pusat tata surya.

Sedangkan dikutip dari akun Facebook Solaria Indonesia, logo Solaria berbentuk bulat yang artinya tidak terputus, berkesinambungan, tidak ada sisi tajam yang menyakiti dan melambangkan bumi.

Pemilik restoran Solaria adalah seorang pengusaha bernama Aliuyanto. Pria ini merupakan lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tahun 1985.

Dikutip dari laman resmi UGM, Senin sebelum memulai bisnisnya, ia merupakan pegawai salah satu perusahaan swasta. Setelah 5 tahun bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup lumayan, ia memutuskan untuk keluar. Bagi Aliuyanto, bekerja di sebuah perusahaan tidak memberikan tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pada tahun 1991, ia membuka restoran pertamanya. Ia mengakui bahwa untuk memulai usaha tidak mudah terlebih saat itu tabungan yang ia kumpulkan dari sisa gaji 5 tahun bekerjanya tidak cukup sebagai modal usaha. Meski demikian, ia tetap memutuskan untuk terjun ke dunia wirausaha di bidang kuliner.

Pada tahun 1995, restorannya baru mulai dikenal. Awalnya, ia hanya memperkerjakan 4 karyawan saja. Setelah 20 tahun, ia memperkerjakan ribuan karyawan. Kini sudah ada 200 gerai Solaria yang tersebar di 31 provinsi dan 55 kota besar.

perusahaan (Solaria) agar tetap berjalan dengan baik, Aliuyanto menerapkan prinsip bahwa setiap hambatan harus diselesaikan dengan ilmu dan kemampuan.

Tuesday, January 14, 2025

Pasar Unilever Indonesia Anjlok 4 Persen Akibat Boikot atau Turun 38,5 Persen Sejak Pandemi

 Pangsa pasar perusahaan multinasional, Unilever, di Indonesia makin anjlok imbas aksi boikot. Porsinya yang hilang digantikan oleh produk lokal yang makin beragam.

Mengutip Reuters, Selasa (14/1), per Oktober 2024, Unilever mengungkapkan pangsa pasarnya di Indonesia anjlok menjadi 34,9 persen pada kuartal ketiga dari 38,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Padahal, penjualan di Indonesia cukup besar. Sepanjang 2023, Unilever bahkan meraup penghasilan US$2,39 miliar atau setara Rp38,71 triliun (asumsi kurs Rp16.200 per dolar AS), berkontribusi 3,8 persen terhadap penjualan grup.

Meski memiliki merk-merek besar seperti deodoran Axe, es krim Cornetto, dan bumbu penyedap Royco, Unilever tetap tidak mampu mempertahankan kejayaannya. Terlebih, produk lokal yang mengisi kekosongannya dijual lebih murah.

Menurut firma riset Kantar, merek Royco, Lifebuoy, dan Sunlight milik Unilever termasuk dalam 10 merek konsumen teratas di Indonesia pada 2020. Selama pandemi covid-19, laporan laba menunjukkan Unilever menaikkan harga secara tajam untuk mengimbangi kenaikan biaya.

Pada 2023, hanya Royco yang bertahan di 10 besar dengan produsen deterjen lokal SoKlin, Wings Group, dan produsen biskuit Roma, Mayora Indah.

Unilever juga menghadapi persaingan dari perusahaan kecantikan halal lokal, Wardah milik Paragon, Aice, yang membuat es krim, dan pemain internasional baru seperti Skintific dari China.

Unilever juga menghadapi tantangan di platform penjualan online, sebotol sabun cair ukuran 400 mili liter yang dibuat oleh merek Nuvo milik Wings Group dijual dengan harga sekitar 20 persen lebih murah daripada sabun cair Lifebuoy milik Unilever dengan ukuran yang sama.

Kemudian, sebotol deterjen cair SoKlin milik Wings ukuran 700 ml dijual dengan harga sekitar 7 persen lebih murah daripada deterjen Rinso milik Unilever.

Pada Oktober lalu, Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menyatakan perusahaan tengah berupaya mengubah strategi penjualan, termasuk mereview harga saat ini.

"Dapat dilihat bahwa kami tengah menghadapi situasi yang penuh tantangan, tetapi kami memahami dengan jelas langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya sambil terus beradaptasi dengan lanskap pasar yang berkembang pesat," ujarnya.

Menurutnya, penurunan penjualan merata di semua jenis produk mereka. Diakui, serangan Israel ke Gaza sehingga memicu aksi boikot salah satu penyebabnya.

"Penurunan pangsa pasar terjadi di hampir semua kategori karena beberapa hal, salah satunya adalah sentimen konsumen yang negatif," ujar Yap.


Saturday, January 4, 2025

Anggaran Ketahanan Pangan Tembus Rp 149 Triliun Pada 2024

 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut anggaran pangan di 2024 melonjak menjadi Rp 159 triliun. Angka itu lebih besar 30% dibanding tahun 2023 yang sebesar Rp 115 triliun.

Menurut Bendahara Negara, dana itu disalurkan untuk sejumlah program yang mendukung ketahanan pangan. Misalnya dana Rp 47,7 triliun untuk memberikan subsidi pupuk sebesar 7,2 juta ton.

"Itu untuk apa saja? Yang paling gede biasanya, yang rame itu petani kalau pas lagi musim tanam pupuknya nggak ada atau pupuk subsidinya nggak tersedia. Makanya bantuan pupuk itu kita tingkatkan. Kemarin karena berbagai hal kita, oh harusnya jumlahnya 9 juta atau 7 juta ton kita sampaikan, oke berapa yang dibutuhkan, Rp 47,7 triliun," terang Sri Mulyani dalam unggahan video di Instagram @smindrawati

Selain pupuk, subsidi juga diberikan untuk benih budidaya ikan. Lalu ada juga yang disalurkan untuk peternak.

Untuk menjaga ketahanan pangan, pemerintah juga menjaga agar stabilisasi harga terjaga dan stok pangan tersedia di masyarakat. Caranya melalui badan usaha seperti ID Food hingga Bulog.

"Serta bahkan kita membantu melalui below the line. Below the line itu artinya investasi. ID food, kemudian bulog itu untuk stabilisasi harga atau untuk mengamankan stok, itu dilakukan," imbuhnya.

Pembangunan infrastruktur seperti bendungan dan irigasi juga berasal dari program ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya sebatas padi melainkan hal-hal lain yang berkaitan dengan pangan masyarakat.

"Jadi ada padi, ada jagung, kedelai, dan kemudian juga ikan, hewan yang lain, dulu kita bahkan memberikan ternak dalam hal ini, dan juga tadi alat mekanisasi pertanian, alsintan yang sering dilakukan. Selain tadi subsidi pupuk, benih, dan lain-lain," tutupnya.

Friday, January 3, 2025

Harga Minyakita Naik Jadi Rp 19.000 Per Liter

 Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membeberkan biang kerok naiknya harga Minyakita di pasaran hingga menyentuh level Rp19 ribu per liter, meski seharusnya harga eceran tertinggi (HET) komoditas tersebut dipatok Rp15.700 per liter.

Budi menyampaikan ada keterlambatan distribusi pasokan akibat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025.

"Masalahnya ini kan libur Nataru, masih banyak distributor itu yang belum jalan. Jadi sebagian sudah jalan, sebagian belum. Jadi ada keterlambatan pasokan," ujar dia Jumat di kantor Kemendag, seperti dikutip dari detikfinance.

Budi memastikan bahwa stok Minyakita di pihak distributor masih tersedia, tapi keterlambatan pendistribusian membuat harga minyak goreng tersebut menjadi mahal.

Ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan produsen untuk memastikan stok terbaru.

"Kita usahakan harga harus terjangkau, harus sesuai HET, harus gimana caranya kita harus lakukan. Mudah-mudahan tanggal 6 kita cek di SP2KP (Sistem Pengumpulan serta Pelaporan Data Harga Bapoking Harian), kita hubungi teman-teman di daerah, di timur juga ngecek lapangan karena salah satu faktornya memang karena liburan itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Budi yakin harga Minyakita akan kembali di level HET sebelum bulan Ramadan yang akan jatuh pada awal-akhir Maret.

"Ya harus, kita usahakan, harga harus terjangkau, harus sesuai itu. Ya harus, gimana caranya kita harus lakukan," tuturnya.

Berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah, Jakarta Selatan, Minyakita dibanderol di harga Rp19 ribu per liter. Pedagang sembako bernama Bulan mengatakan harga tersebut baru mengalami kenaikan Rp1.000 setelah pergantian tahun, yakni dari Rp18 ribu.

"MinyaKita ini naik sekarang per dus nya Rp205 ribu. Saya jual per liternya Rp19 ribu. Ini naik Rp1.000 pada awal tahun ini. Sebelum tahun baru Rp18 ribu per liter," ujar dia.

Sunday, November 10, 2024

Peternak Sapi Perah Buang Susu Karena Tidak Terserap Industri Pengolahan Susu

 Para peternak sapi perah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur ramai-ramai membuang susu hasil produksinya. Penyebabnya, susu sapi produksi lokal tak terserap usai ada pembatasan kuota di industri pengolahan.

Peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali, Jawa Tengah misalnya menggelar aksi mandi susu dari susu yang tak terserap industri di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu lalu (9/11).

Aksi ini merupakan bentuk protes atas pembatasan kuota di Industri Pengolahan Susu (IPS). Mereka kecewa serapan susu sapi lokal berkurang.

Peternak dan pengepul susu Boyolali berharap pemerintah dan industri pengolahan mengutamakan produksi susu lokal untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri.

Sebelumnya, para peternak sapi perah dan pengepul susu di Jawa Timur juga memprotes hal serupa. Peternak sapi di Pasuruan, Jatim, juga membuang susu hasil panen lantaran ada pembatasan jumlah pengiriman susu ke industri pengolahan.

Peternak sekaligus pengepul susu Bayu Aji Handayanto mengatakan, kondisi ini terjadi akibat kurangnya kontrol pemerintah terhadap susu impor.

"Selama ini, memang kontrol dari pemerintah kurang. Keran impor pun dibuka dan tidak ada pajak untuk susu itu, jadi mereka bisa bebas melakukan impor," ujar Bayu dikutip detikcom, Rabu (6/11).

Bayu berharap pemerintah memperhatikan pasokan susu dalam negeri. Terkait harga, Bayu yakin para peternak mau berdiskusi dengan industri.

Di sisi lain, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Jateng menyatakan sudah melaporkan yang dialami peternak sapi perah di Boyolali ini ke Kementerian Pertanian (Kementan).

"Tadi malam saya sudah melaporkan ini kepada Bapak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) dan juga dengan beberapa Direktur yang ada di sana," ujar Plt Kepala Dinas PKH Jateng Ignasius Haryanta Nugraha dikutip Detikjateng, Sabtu (9/11).

Ia mengaku sempat menemui massa aksi yang mengeluhkan penerimaan industri yang kini berkurang. Haryanta menyebut permasalahan ini sudah diketahui oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Menurutnya, Amran berencana menggelar rapat dengan mengundang asosiasi industri pengolahan susu (IPS) dan pemerintah daerah sentra penghasil susu hari ini (11/11).

"Untuk mendapatkan konfirmasi secara langsung dari IPS, mengapa terjadi pengurangan kuota-kuota dari para pengepul yang ada di Jawa Tengah maupun dari provinsi yang lain. Itu inti dari upaya penyelesaian permasalahan terhambatnya serapan susu di IPS," ujarnya.

Haryanta juga bakal mengecek dugaan susu impor jadi biang kerok tak terserapnya susu peternak lokal pada rapat koordinasi dengan Mentan Amran besok.

"Nanti kami hari Senin akan melakukan kroscek terhadap perusahaan-perusahaan yang mengimpor bahan baku susu," jelas dia.

Soal impor susu ini, ia menjelaskan kebijakan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengimpor sapi untuk program susu gratis, tetapo mengimpor 1 juta ekor sapi perah dalam 5 tahun. Kehadiran sapi impor ini diharapkan bisa menutup kekurangan 80 persen kebutuhan susu yang tak mampu dipasok peternak lokal.

"Dengan harapan memasukkan sapi perah ke Indonesia 1 juta ekor selama 5 tahun itu untuk menutup celah yang 80 persen yang belum ter-cover oleh peternak yang ada di Indonesia. Dengan harapan 5 tahun itu nanti Indonesia sudah swasembada susu," imbuhnya.

Saat ini peternak memang baru bisa memenuhi 20 persen kebutuhan susu sapi nasional, sedangkan yang 80 persen sisanya di mengandalkan impor.

Wednesday, July 10, 2024

Barang Barang Yang Tidak Kena Kenaikan PPN 12 Persen

 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan manfaat instrumen fiskal bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah peran instrumen fiskal berupa pembebasan PPN.

Oleh karena itu, meskipun PPN dikabarkan naik dari 11% ke 12%, ada sejumlah barang yang tetap bebas PPN. Menurut Sri Mulyani, pendidikan, barang kebutuhan pokok, hingga transportasi massal merupakan beberapa contohnya.

"Jadi banyak masyarakat bahwa semua barang jasa itu semua kena PPN. Tapi dalam UU HPP (Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan) sangat menjelaskan barang kebutuhan pokok, pendidikan, keseharian, transportasi, itu tidak kena PPN,"katanya dalam Konferensi Pers RAPBN 2025: Transisi Efektif & APBN Kredibel di Kantor DJP, .

"Jadi kalau membayangkan PPN kemarin 10% ke 11%, dan di UU HPP akan jadi 12%, itu barang-barang itu tidak terkena PPN. Jadi itu memproteksi," tambah dia.

Pada kesempatan itu Sri Mulyani menyebut uang negara pada dasarnya dinikmati semua golongan, mulai dari kelas bawah, menengah dan atas. Dana dari APBN disalurkan melalui bantuan sosial, sembako, Kartu Indonesia Pintar, subsidi dan lainnya.

Meskipun ia juga menyoroti adanya masalah ketepatsasaran atas penyaluran uang negara. Misalnya subsidi BBM dan LPG yang masih dinikmati golongan kelas atas.

"Artinya semua masyarakat miskin, menengah, kaya, semuanya menikmati subsidi tersebut. Memang menjadi persoaan masalah sasaran," pungkasnya.

Thursday, September 28, 2023

PT Kino Food Indonesia Ditutup dan Dilikuidasi

 PT Kino Food Indonesia (KFI) dilikuidasi oleh induk usaha PT Kino Indonesia Tbk (KINO). Hal itu terungkap dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nomor 089/CF-CS/OJK/092023.

Dalam surat itu, Sekretaris Perusahaan KINO Clara Alexandra Liannda, mengatakan keputusan likuidasi diambil berdasarkan keputusan sirkuler yang diambil para pemegang saham KFI selaku pengganti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Integrasi bisnis menjadi alasan KFI dilikuidasi oleh Kino Indonesia. "Likuidasi ini disebabkan karena KFI sudah tidak menjalankan kegiatan operasionalnya akibat telah dilakukannya integrasi bisnis ke dalam bisnis Perseroan," tulis Clara.

Alasan lainnya, dia menjelaskan sebanyak 80,4% saham KFI dimiliki oleh Kino Indonesia. Namun, ia menjelaskan bahwa kelangsungan Kino sama sekali tidak berdampak terhadap operasional maupun keberlangsungan perusahaan.

"Tidak ada dampak pada kegiatan operasional hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan," ujarnya.

Sebagai informasi, Kino Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di sektor produksi dan distribusi konsumsi terbaru. Sejumlah produk Kino Indonesia adalah makanan, minuman, farmasi, dan bodycare. Perusahaan tersebut memiliki total 19 merek dan 16 kategori produk.

Kino Food Indonesia awalnya merupakan PT Morinaga Kino Indonesia, sebuah perusahaan patungan antara Kino Indonesia dengan Morinaga & Company Limited yang berasal dari Jepang.

Pada 2019, Kino Indonesia mengambil alih Morinaga Kino Indonesia dan merubah perusahaan tersebut menjadi KFI. KFI merupakan merupakan produsen permen, minuman serbuk, makanan dari cokelat, makanan bayi dan berbagai produk lainnya.


Saturday, June 3, 2023

Profil Aliuyanto Pemilik Solaria Alumni UGM

 Suka makan nasi goreng Solaria? Atau Fuyunghai Solaria? Tahu nggak sih dari mana asal-usul Solaria dan siapa pendirinya? Buat yang suka makan di Solaria, wajib tahu dulu nih serba-serbi tentang Solaria.

Solaria merupakan salah satu gerai makanan yang sering kita jumpai. Gerai ini biasanya banyak kita jumpai di mall, bandara, atau tempat umum lainnya. Solaria adalah restoran keluarga yang sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Menu yang disajikan juga sangat familiar di lidah kita seperti kwetiau siram ayam, nasi goreng teri medan, chicken cordon blue, nasi ayam mentega, dan lainnya. Tak heran, restoran ini kerap kali dipenuhi oleh para pelanggan.

Dikutip dari akun Twitter resmi Solaria, manajemen menjelaskan nama Solaria sendiri berasal dari bahasa Latin yakni Solar berarti matahari. Artinya matahari yang bercahaya/pusat tata surya. Sedangkan dikutip dari akun Facebook Solaria Indonesia, logo Solaria berbentuk bulat yang artinya tidak terputus, berkesinambungan, tidak ada sisi tajam yang menyakiti dan melambangkan bumi.

Pemilik restoran Solaria adalah seorang pengusaha bernama Aliuyanto. Pria ini merupakan lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tahun 1985.

Dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (3/6/2023), sebelum memulai bisnisnya, ia merupakan pegawai salah satu perusahaan swasta. Setelah 5 tahun bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup lumayan, ia memutuskan untuk keluar. Bagi Aliuyanto, bekerja di sebuah perusahaan tidak memberikan tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pada tahun 1991, ia membuka restoran pertamanya. Ia mengakui bahwa untuk memulai usaha tidak mudah terlebih saat itu tabungan yang ia kumpulkan dari sisa gaji 5 tahun bekerjanya tidak cukup sebagai modal usaha. Meski demikian, ia tetap memutuskan untuk terjun ke dunia wirausaha di bidang kuliner.

Pada tahun 1995, restorannya baru mulai dikenal. Awalnya, ia hanya memperkerjakan 4 karyawan saja. Setelah 20 tahun, ia memperkerjakan ribuan karyawan. Kini sudah ada 200 gerai Solaria yang tersebar di 31 provinsi dan 55 kota besar.

Untuk mengelola perusahaan (Solaria) agar tetap berjalan dengan baik, Aliuyanto menerapkan prinsip bahwa setiap hambatan harus diselesaikan dengan ilmu dan kemampuan.


Wednesday, June 9, 2021

Gurita Bisnis Ustaz Yusuf Mansur Pembayar Pajak 200 Juta Per Hari Ke Pemerintah

 Klaim Ustaz Yusuf Mansur soal pembayaran pajak yang mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta per hari ramai diperbincangkan di media sosial. Pendakwah sekaligus pengusaha berdarah Betawi itu menyebut pajak tersebut berasal dari Waroeng Steak and Shake yang memiliki puluhan cabang di seluruh Indonesia.

Tak hanya kuliner, jejaring bisnis Yusuf Mansur juga membentang di berbagai sektor. Berikut daftar bisnis Yusuf Mansur:

Kuliner

Yusuf Mansur mengaku bergabung dalam Waroeng Group, induk usaha Waroeng Steak and Shake, yang didirikan pengusaha kuliner Jody Broto. Bisnis lain yang juga tergabung dalam grup tersebut adalah The Icon Grill Steak, Bebek Goreng H Slamet, Waroeng Ayam Kampung, hingga The Penyeters.

"Ibarat rumput, saya lebih di bawah lagi, jadi kalau ada rumput, saya di bawah rumputnya, di Waroeng Steak, saya banget-banget paling bawahnya deh," ungkap Yusuf dalam sebuah unggahan video di akun Twitter @Yusuf_Mansur, pada Rabu (9/6).

Biro Perjalanan

Di bidang jasa pariwisata Yusuf Mansur menjalankan menjalankan Wisata Hati Tour & Travel. Dalam bisnis tersebut ia mengikutsertakan anaknya, Wirda Salamah, sebagai direktur marketing. Ia juga terlibat dalam pengembangan Darul Quran (Daqu) Tour and Travel, salah satu unit usaha Yayasan Darul Quran yang ia bina.

Paytren dan Manajer Investasi

Di bidang jasa pembayaran, Yusuf Mansur juga pernah membangun bisnis teknologi finansial pada 2013 yang diberi nama PT Veritra Sentosa Internasional. Perusahaan tersebut menyediakan layanan jasa keuangan dengan nama Virtual Payment atau V-Pay. Jasa yang ditawarkan berupa pembelian pulsa, token listrik dan sebagainya melalui telepon seluler.

Bisnis ini sempat dibekukan Bank Indonesia berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik. Setelahnya PT Verita Sentosa Internasional mengoperasikan Paytren yakni layanan pembayaran elektronik melalui aplikasi. Di samping itu ada pula perusahaan manajer PT Paytren Aset Manajemen. Kedua bisnis tersebut telah resmi mengantongi izin dari BI dan OJK sebagai regulator sejak 2018.

Pemegang Saham Tempo dan BRI Syariah

Pria bernama lengkap Jam'an Nurchotib Mansur itu juga berhasil mewujudkan keinginannya memiliki media dan bank melalui pembelian saham Tempo.co dan BRI Syariah. Ia tercatat sebagai pemilik saham minoritas PT Info Media Digital (Tempo.co). Pembelian saham sebesar 5 persen ia lakukan melalui PT Verita Sentosa Internasional senilai Rp27 miliar pada Agustus 2019.

Sementara pembelian saham di BRI Syariah, kini Bank Syariah Indonesia, dilakukan saat perusahaan tersebut mencatatkan saham perdana atau IPO pada 9 Mei 2018 lalu Yusuf Mansur melakukan transaksi beli secara pribadi melalui Koperasi Indonesia Berjamaah (Kopindo) dan PT Paytren Aset Manajemen (PAM). Secara persentase, jumlah saham yang dibeli oleh Yusuf Mansur di bawah 20 persen dari total saham yang dilepas ke publik sebesar 2.623.350.600 saham.

Usaha Patungan hingga Beli Hotel

Yusuf Mansur juga tercatat pernah menjalankan bisnis investasi Patungan Aset. Namun usaha ini bermasalah karena menghimpun dana tanpa mekanisme transparan soal tanah yang akan dibeli. Kepemilikan sertifikat atas bentuk investasi itu dibanderol Rp1,5 juta.

Ada juga bisnis Patungan Usaha di mana ia menghimpun dana dari publik melalui sertifikat investasi dipatok harga minimal Rp12 juta. Dana ini akan dipakai untuk membeli Hotel dan Apartemen Topas di Jalan M. Toha-terletak di Pabuaran Tumpeng, kawasan Karawaci, Tangerang.

Namun, usaha itu terbelit masalah penjualan dan bunga berjalan di BTN, setelah Hotel dan Apartemen Topas tersebut telah ia beli dan berganti nama sebagai Hotel Siti. Bisnis ketiga Mansur adalah membeli 200 kamar Condotel Moya Vidi. Rencananya, kondotel ini akan dibangun PT Graha Suryamas Vinandito di samping Gedung Pertemuan Graha Sarina Vidi di Sleman, Yogyakarta. Harga investasi minimal Rp2,7 juta.

Belakangan, Yusuf Mansur digugat secara perdata di Pengadilan Negeri Tangerang oleh lima orang investor bisnis tersebut. Mereka ialah Fajar Haidar Rafly, Sumiyati, Sri Hartati, Sri Wahyuni dan Isnarijah Purnami.

Kelima orang tersebut melayangkan gugatan sebab merasa dirugikan atas pembangunan hotel Condotel Moya Vidi di Yogyakarta dan hotel Siti di Tangerang, Banten pada 2013-2014 silam. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor 211/Pdt.G/2020/PN Tng dengan nilai gugatan sebesar Rp5 miliar. 

Tuesday, June 1, 2021

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Raih Laba Rp. 6,59 Triliun Saat Pandemi

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) meraup laba cukup jumbo sepanjang 2020. Laba tahun berjalan produsen mi instan merek Indomie itu tercatat tumbuh 31 persen menjadi Rp6,59 triliun dari Rp5,04 triliun pada tahun sebelumnya.

Marjin laba usaha tercatat naik menjadi 19,7 persen dari 17,5 persen.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan neto sebesar 10 persen menjadi Rp46,64 triliun dari Rp42,30 triliun pada tahun sebelumnya. Kemudian, marjin laba bersih meningkat menjadi 14,1 persen dari 11,9 persen sedangkan core profit meningkat 13 persen menjadi Rp5,82 triliun dari Rp5,16 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan kinerja perusahaan tahun ini didukung oleh kekuatan merek-merek produk, model bisnis terintegrasi yang tangguh serta jaringan distribusi yang luas.

"Meski di tengah-tengah kondisi pandemi, ICBP dapat kembali mencatatkan kinerja yang baik dengan terus beradaptasi secara dinamis terhadap perubahan tren dan perilaku konsumen yang terjadi secara cepat,"ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima. Dari total penjualan pada 2020 yang mencapai Rp46,6 triliun, Indomie tercatat berkontribusi sebesar Rp31,96 triliun atawa lebih dari setengah penjualan produk perusahaan.

Kemudian penjualan produk dairy mencapai Rp8,3 triliun, makanan ringan Rp2,9 triliun, penyedap makanan Rp2,8 triliun, nutrisi dan makan khusus Rp999 miliar, dan minuman Rp1,2 triliun. Di luar itu eliminasi produk tercatat sebesar Rp1,6 triliun.

"Dalam menghadapi tantangan dan peluang baru ke depannya, kami akan mempertahankan keunggulan kami, termasuk tetap waspada dalam menjaga kesehatan karyawan kami," tandasnya.

Biskuit Monde Nissin Raup 1 Milyar Dollar Dari Hasil IPO Saham Perdana

  Monde Nissin meraup dana segar sebesar 48,6 miliar peso Filipina atau US$1 miliar dari aksi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Pembuat produk mie instan dengan merek Lucky Me! itu mencatatkan saham di Bursa Efek Filipina.

Mengutip CNN  Rabu (2/6), dana segar yang dikantongi Monde Nissan menjadi IPO yang terbesar di negara itu. CEO Monde Nissin Henry Soesanto mengatakan sebagian besar dana akan digunakan perusahaan untuk meningkatkan produksi.

Pada 2015 lalu, perusahaan membeli merek ayam tanpa daging yang berbasis di Inggris sekitar US$847 juta. Ini merupakan salah satu ekspansi Monde Nissin saat itu. "Dengan ruang protein alternatif yang siap untuk pertumbuhan eksplosif selama 10 tahun ke depan, kami tidak ingin melewatkan kesempatan itu," ucap Henry kepada CNN Business dalam sebuah wawancara dari Manila.

Menurutnya, kenaikan kapasitas penting untuk dilakukan dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Hal ini agar produk ayam tanpa daging itu tumbuh cepat. Lalu, Monde Nissin juga berencana untuk meningkatkan penjualan mie instan di Asia. Mie instan merupakan salah satu bisnis inti Monde Nissin.

Namun, konsumsi mie instan di Filipina masih terbilang rendah. Henry menyatakan rata-rata pelanggan hanya makan sekitar 36 bungkus mie per tahun, sedangkan Vietnam dan Indonesia mencapai 50 bungkus. Monde Nissin hadir di lebih dari 30 negara. Filipina dan Thailand menjadi pasar utama Monde Nissin.

Henry mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan ekspor ke Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Lalu, perusahaan juga akan menjelajah ke Indonesia, Jepang, dan Vietnam.

"Kami hanya ingin mengatasi titik sakit konsumen, mengapa beberapa konsumen tidak makan mie. Kami masih melihat potensi pertumbuhan," ujar Henry. Perusahaan berencana menawarkan produk mie instan yang sehat. Salah satu contohnya dengan mengurangi jumlah minyak dalam mie hingga 70 persen.

Sementara, Henry mengatakan Monde Nissin mempertimbangkan untuk melakukan dual listing atau mencatatkan saham di bursa efek negara lain. Salah satunya Inggris atau AS. "Saya tidak bisa mengatakannya sekarang, tapi semuanya mungkin. Bisa jadi London, bisa jadi AS, tapi kami tidak tahu kapan," pungkas Henry.

Wednesday, April 14, 2021

Pegawai KFC Indonesia Minta THR ... Yang Diberikan Malah Wajib Test SWAB PCR Mandiri

 Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) PT Fast Food Indonesia Tbk, pemegang waralaba KFC di Indonesia, menduga perusahaan melakukan aksi 'balasan' terhadap buruh yang melakukan aksi demonstrasi pada Senin (12/4) lalu. Koordinator SPBI Antony Matondang mengatakan pihak manajemen melayangkan surat yang mewajibkan buruh untuk melakukan tes PCR sebelum kembali masuk kerja, paling lambat Kamis (15/4).

Ia menganggap kebijakan itu sebagai balasan karena sebelumnya juga terjadi perkumpulan ratusan anggota Serikat Pekerja Fast Food Indonesia (SPFFI) pada Maret lalu. Namun mereka, lanjut Antony, tidak diwajibkan melaksanakan tes swab PCR.

"Ini perbandingan yang kami katakan tindakan balasan dari perusahaan," ujarnya . Ia juga mengatakan manajemen tidak memperbolehkan tes swab antigen yang lebih murah meski buruh tidak mengalami gejala covid-19. Kebijakan ini, kata dia, memberatkan kantong buruh yang sejak tahun lalu menerima pemangkasan gaji pokok sebesar 30 persen. Ia mengatakan gaji penuh baru akan dibayarkan mulai April 2021 setelah dilakukan aksi demonstrasi itu.

"Kalau preventif harusnya antigen dulu, lihat reaktif tidaknya, kalau reaktif baru abis itu naik ke tes PCR. Kalau tidak ada gejala tapi dipaksakan kan ada indikasi (balasan) ke situ," jelasnya. Ia menilai seharusnya kesehatan menjadi tanggung jawab perusahaan, termasuk tes kesehatan karyawan. Sayangnya, biaya dibebankan ke dompet masing-masing buruh.

"Apabila sampai dengan 15 April 2021pekerja bersangkutan tidak dapat menunjukkan hasil swab PCR negatif (asli), maka perusahaan akan memberlakukan ketentuan sebagaimana yang berlaku dan diatur dalam perjanjian kerja bersama," seperti dikutip dari memo yang diterima redaksi.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa perusahaan telah mengabulkan tuntutan jam kerja penuh dan gaji normal terhitung sejak bulan ini. Di luar itu, ia menyebut tuntutan yang belum jelas kepastiannya adalah soal THR pekerja. Tuntutannya, THR dibayarkan penuh tahun ini, tidak dicicil seperti tahun lalu.

Telah menghubungi Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus Dalimin Juwono untuk mengonfirmasi hal tersebut. Namun, hingga berita disiarkan, yang bersangkutan belum merespons. Kelompok buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) PT Fast Food Indonesia Tbk, pemegang waralaba KFC di Indonesia, menuntut kejelasan pembayaran tunjangan hari raya (THR) tahun ini.

Koordinator SPBI Antony Matondang mengatakan meski telah dilakukan aksi demonstrasi di kantor pusat KFC di MT Haryono, Jakarta, pada Senin (12/4) lalu, manajemen belum memberikan kepastian pembayaran hak mereka itu.

"Pembayaran THR yang belum jelas, belum ada kepastian. Kenaikan upah staf yang dua tahun juga belum ada kepastian, tunjangan-tunjangan juga belum," bebernya . Dia menyebut, tahun lalu, manajemen dan buruh menyetujui agar THR dicicil dengan ketentuan tidak dilakukan PHK di tengah pandemi. Namun, PHK masih dilakukan pada sebagian karyawan.

"Ternyata realita di lapangan banyak terjadi PHK juga, kawan-kawan yang habis masa kontraknya diputus, otomatis itu PHK karena putusnya kontrak," katanya. Selepas aksi dilakukan, Antony menyebut pihaknya menerima dua surat dari manajemen KFC. Pertama, surat berisi penjelasan terkait tuntutan jam kerja penuh akan dikabulkan mulai bulan ini. Kemudian, pemotongan gaji yang semula sebesar 30 persen akan dibayar penuh kepada karyawan.

Meski menyambut baik kebijakan itu, ia menyayangkan surat kedua yang mewajibkan buruh peserta aksi untuk melakukan tes PCR sebelum masuk kerja, paling lambat pada Kamis (15/4). Keputusan itu, menurut dia, adalah balasan dari manajemen terhadap sekitar 50-an buruh yang melakukan demonstrasi. Pasalnya, pada Maret lalu, manajemen tidak mewajibkan PCR pada perkumpulan ratusan serikat buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Fast Food Indonesia (SPFFI).

"Ini perbandingan yang kami katakan tindakan balasan dari perusahaan," ujarnya.

Ia menyampaikan keberatan karena perusahaan tidak mengizinkan tes swab antigen yang lebih murah. Seharusnya, ia menilai, buruh yang tidak menunjukkan gejala dapat melakukan tes antigen, bila reaktif baru dilakukan tes PCR. "Kalau tidak ada gejala tapi dipaksakan kan ada indikasi ke situ (balasan)," katanya.

Redaksi telah menghubungi Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus Dalimin Juwono untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Namun, hingga berita diturunkan, yang bersangkutan belum merespons.


Sunday, December 6, 2020

Kemenparekraf Beri Bantuan Digital Untuk UKM Dengan #BeliKreatifLokal

 Dampak pandemi Covid-19 begitu signifikan terlihat di sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia. Dalam hitungan bulan, terjadi penurunan omzet besar-besaran yang berujung pemutusan hubungan kerja (PHK), bahkan tak sedikit pemilik harus menutup usaha.

Menyadari hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program #BeliKreatifLokal guna mendukung para pelaku ekraf agar dapat kembali produktif di masa sulit. Program ini mendampingi 500 usaha kreatif dari sub sektor kuliner, fesyen, dan kriya.

#BeliKreatifLokal sendiri merupakan turunan dari program Bangga Buatan Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei silam. Para pelaku ekraf yang terkurasi akan mendapat sejumlah fasilitas, seperti pendampingan secara daring, wawasan dan menyusun strategi promosi digital, dukungan untuk membangun jaringan penjualan, serta cara bersinergi dengan mitra platform.

Selain itu, juga pendampingan dalam pendirian badan hukum UMKM, pengurusan sertifikat HAKI, penyediaan dan pelatihan aplikasi pembukuan berbayar, sampai pengurusan sertifikat cuti bayar pajak.

Program #BeliKreatifLokal dirancang dengan sesuai kondisi, yakni di tengah era digital. Pelaku usaha diarahkan berfokus pada kenaikan omzet lewat berbagai platform, sembari diberikan pendampingan secara daring leh praktisi dan mentor berpengalaman.

Tak sampai di sana, pelaku usaha juga dilibatkan dalam prosesnya, melalui banyak diskusi untuk menyusun strategi sesuai pasar masing-masing. Pendaftaran program dibuka mulai April-Mei lalu, dengan aktivasi sejak Juli sampai Desember ini.

Adapun syarat yang harus dipenuhi peserta adalah memiliki usaha di bidang kuliner, fesyen, atau kriya; berdomisili di Jabodetabek; memiliki merek sendiri; tidak boleh mengunci akun media sosial; tidak memiliki pengikut lebih dari 10 ribu akun di media sosial; serta mendaftar ke situs resmi Kemenparekraf.

Program #BeliKreatifLokal pun mencatat pertumbuhan omzet peserta yang cukup besar mulai Juli sampai Oktober lalu, dengan total mencapai Rp16 miliar lebih. Kemenparekraf mendata bahwa sub sektor terbesar dikuasai oleh kuliner, diikuti oleh fesyen, lalu kriya.

Pada Juli 2020, total omzet peserta program adalah sebesar Rp1,9 miliar. Di bulan September, omzet mengalami peningkatan hingga Rp4,1 miliar, sedangkan pada Oktober mencapai Rp6,5 miliar. Seiring dengan hal itu, program turut menciptakan serapan tenaga kerja di tengah pandemi.

Dari lima gelombang aktivasi program, sebanyak 2.713 tenaga kerja terserap. Gelombang kedua menunjukkan grafik tertinggi sebesar 30,11 persen, sementara 420 orang dilaporkan terserap di gelombang kelima. Dari seluruh peserta yang terdata, terdapat 1.216 pekerja laki-laki, dan 1.497 pekerja perempuan.

Kemenparekraf mendorong masyarakat untuk mendukung program #BeliKreatifLokal. Demi perputaran roda ekonomi, masyarakat diajak bangga mengenakan produk dalam negeri yang secara kualitas tak kalah dari merek luar negeri. Misalnya, membeli oleh-oleh di perajin lokal ketika berwisata di Indonesia.

Sunday, November 29, 2020

KFC Kentucky Fried Chicken Rugi Rp 158 Milyar pada Semester I 2020

 Kinerja keuangan PT Fast Food Indonesia Tbk berdarah-darah pada semester I 2020. Pengelola restoran ayam siap saji KFC tersebut mencatat rugi bersih sebesar Rp153,82 miliar.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perseroan masih mengantongi keuntungan sebesar Rp157,52 miliar. Kerugian disebabkan penurunan pendapatan perusahaan dengan kode saham FAST.

Berdasarkan kinerja keuangan perseroan yang dilaporkan kepada BEI, pendapatan turun 25,42 persen dari Rp3,37 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp2,51 triliun semester I 2020.

Imbasnya, arus kas perseroan juga ikut berkurang 81,82 persen dari Rp191,91 miliar menjadi hanya Rp34,87 miliar. Namun, total liabilitas bertambah 21,71 persen dari Rp1,74 triliun pada Desember 2019 menjadi Rp2,12 triliun pada Juni 2020.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Fast Food Indonesia J.D Juwono mengatakan peningkatan liabilitas tersebut karena penerapan PSAK Nomor 73 yang berlaku efektif 1 Januari 2020. Implementasi ini menyebabkan penyesuaian nilai-nilai yang diakui pada laporan keuangan.

"Hal ini berarti data yang disajikan pada tahun 2019 tidak dapat dibandingkan," tuturnya.

Dalam laporannya, jumlah karyawan maupun gerai KFC juga berkurang. Pada 30 Juni 2020, jumlah karyawan sebanyak 16.830 orang. Jumlah itu berkurang dari posisi 31 Desember 2019 sebanyak 16.968 karyawan tetap.

Serupa, jumlah gerai berkurang dari 748 pada Desember 2019 menjadi 737 gerai pada Juni 2020.

Sebelumnya pada Mei lalu, perseroan sudah pernah menyampaikan perihal penutupan gerai. Fast Food Indonesia menutup 115 gerai di berbagai wilayah karena pandemi virus corona.

Akibatnya, nyaris 10 ribu karyawan terdampak. Lebih rinci, sebanyak 4.988 karyawan dirumahkan, sedangkan 4.847 karyawan lainnya harus rela dipotong gaji.

"Hingga saat ini terdapat 115 gerai yang ditutup karena mal/plaza harus tutup karena dampak covid-19 di berbagai kota di Indonesia, bukan hanya di Jakarta," tulis surat manajemen pada Mei lalu.

Friday, November 27, 2020

Kisah Sukses Ayam Geprek Bensu Yang Berakhir Tragis

 Belum lama ini, jagat maya Indonesia dihebohkan dengan kabar mengenai bisnis yang dimiliki oleh salah satu selebritis fenomenal, Ruben Onsu. Bukan kabar baik, berita yang menerpa bisnis artis yang akrab disapa Bensu ini adalah polemik mengenai hak milik dari nama brand bisnis ayam geprek Bensu.

Ruben Onsu memang dikenal memiliki bisnis kuliner ayam geprek pedas dengan nama Geprek Bensu. Namun, di waktu yang bersamaan, ada bisnis serupa yang juga memiliki nama brand yang mirip, yaitu I Am Geprek Bensu. Kedua brand kuliner tersebut diketahui memiliki jenis makanan, serta logo brand yang sekilas tidak memperlihatkan perbedaan sama sekali.

Hal inilah yang menjadi sumber polemik tentang siapa pemilik sah dari nama brand Bensu tersebut di mata hukum. Akhirnya, keputusan hukum menyatakan bahwa hak milik dari nama Bensu tersebut jatuh ke lawan Ruben Onsu, yakni Benny Sujono, selaku pemilik dari brand I Am Geprek Bensu.

Nah, meski berujung polemik dan kehilangan nama brand kulinernya, perjuangan Ruben Onsu dalam merintis bisnis tersebut bukan tanpa keringat dan usaha. Berawal dari fokus usaha ternak telur ayam, Ruben Onsu memberanikan diri berputar haluan dan menjual ayam pedaging dan juga bisnis kuliner ayam Geprek.

Tentunya, ada sejumlah pelajaran berharga dari kisah Ruben Onsu menjalankan bisnis kulinernya tersebut. Untuk itu, simak ceritanya berikut ini. 

Sebelum dikenal sebagai pebisnis kuliner ayam geprek, Ruben Onsu awalnya tengah merintis usaha telur ayam. Sebagai supplier, Ruben membeli telur ayam dari sejumlah peternak lalu menyuplainya ke hotel yang beroperasi di area Pulau Jawa serta Bali. Sebenarnya, bisnis telur ayam yang dijalankan tersebut bisa dibilang cukup berhasil.

Kisah Ruben Onsu sebagai supplier telur ayam ini diceritakan pada kanal Youtube milik Helmi Yahya. Meski terbilang lancar, Ruben mengakui bahwa usahanya tersebut mengalami sebuah kendala. Para peternak ayam memintanya untuk sekalian membeli ayamnya juga, bukan hanya telur.

Nah, dari permintaan itulah Ruben Onsu mulai berpikir tentang bagaimana cara untuk mengolah ayam pedaging tersebut dengan tujuan membantu peternak langganannya. Pasalnya, Ruben juga berpikiran jika ayam petelur tidak akan selamanya bisa mengeluarkan telur. Akan ada saat di mana ayam petelur tersebut tidak lagi produktif dan menjadi ayam pedaging.

Menjawab permintaan peternak telur ayam langganannya itu, ia terpikir untuk membuka bisnis kuliner yang memang sedang gempar pada saat itu, yakni ayam geprek. Inilah yang menjadi cikal-bakal presenter kondang tersebut ingin mendirikan bisnis kuliner yang kini dikenal dengan nama Geprek Bensu. 

Ternyata, sebelum memutuskan untuk membuka usaha kulinernya sendiri, Ruben Onsu pernah dimintai menjadi duta promosi sebuah bisnis, yaitu I Am Geprek Bensu yang sudah berdiri sejak tahun 2017. Brand bisnis yang menjadikan Ruben Onsu sebagai figur promosi tersebut berada di bawah naungan PT Ayam Geprek Benny Sujono dan sudah terdaftar di HAKI

Karena sebenarnya merupakan singkatan dari nama Benny Sujono, kata Bensu banyak dianggap oleh masyarakat sebagai nama panggilan untuk Ruben Onsu yang menjadi duta promosi brand tersebut. Belum lagi Ruben juga sering menunjukkan panggilan Bensu tersebut ketika sedang menjalani profesinya di dunia entertainment. 

Setelah sekitar 4 bulan menjalin kerjasama, Ruben akhirnya hengkang menjadi duta promosi brand kuliner tersebut. Tidak lama setelah memutuskan keluar, Ruben mendirikan bisnis franchisenya sendiri dan diberi nama Geprek Bensu. 

Seperti yang banyak diketahui saat ini, bisnis waralaba baru tersebut memiliki nama yang mirip dengan brand yang bekerjasama dengan Ruben sebelumnya. Bahkan, jika dilihat dari logo brand, baik bisnis milik Ruben Onsu maupun Benny Sujono mempunyai kemiripan yang mungkin juga sulit untuk disadari oleh konsumen. Kemiripan ini sangat tidak memenuhi syarat dalam teori desain yaitu tujuan utama membuat logo perusahaan.

Seiring waktu berjalan, bisnis yang dikelola oleh Ruben Onsu semakin berkembang dengan pesat. Bahkan, bisnis waralaba tersebut mampu menjamur dan membuka cabang di banyak tempat di seluruh Indonesia. Respons masyarakat pun terbilang cukup tinggi.

Akan tetapi, seiring dengan semakin populernya brand bisnis tersebut, mulai muncullah kebingungan di masyarakat karena ada dua bisnis kuliner yang memiliki nama dan logo yang serupa. Brand l Am Geprek Bensu yang memiliki kemiripan dengan brand kuliner ayam Geprek Bensu ternyata juga cukup populer di kalangan masyarakat dan memiliki banyak pelanggan. 

Tidak hanya itu, harga paket makanan yang ditawarkan oleh kedua brand kuliner ayam geprek tersebut juga dikenal bersaing. Kisah tak biasa dari kemiripan kedua merek bisnis kuliner tersebut juga dirasa mampu mendongkrak popularitasnya masing-masing. Tak sedikit influencer, seperti Youtuber dan pecinta kuliner yang mulai membeli dan membandingkan cita rasa serta perbedaan dari kedua produk makanan ayam geprek di dua merek berbeda ini. 

Karenanya, terjadilah sengketa brand bisnis Geprek Bensu milik Ruben Onsu dengan l Am Geprek Bensu milik Benny Sujono yang keduanya sama-sama mempertahankan hak nama Bensu. Akhirnya, keputusan pengadilan mengenai hasil sengketa hak nama Bensu tersebut dimenangkan oleh Benny Sujono. Oleh sebab itu, mau tidak mau Ruben Onsu harus rela mengganti nama brand bisnis kulinernya yang sudah cukup populer agar tidak menimbulkan kebingungan di mata masyarakat umum.

Citra positif yang dimiliki Ruben Onsu di dunia entertainment memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Banyak sekali program televisi yang sukses dibawakan oleh suami Sarwendah tersebut dan terus eksis hingga saat ini. Bahkan, Ruben mengakui bahwa briefing acara seakan tidak perlu lagi dilakukan sebab ia sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam program tersebut. 

Meski begitu, kesuksesan dalam industri entertainment belum cukup untuk memenuhi kepuasan di dirinya. Oleh karena itulah ia ingin membuktikan bahwa dirinya juga mampu meraih kesuksesan sebagai seorang pebisnis. Keinginan inilah yang menjadi alasan Ruben Onsu kini juga memfokuskan diri mengembangkan bisnis kulinernya tersebut. 

Ruben Onsu juga mengatakan bahwa membuka bisnis baru tersebut seakan membuat dirinya memiliki semangat yang baru. Menurutnya, bisnis yang sedang dijalankan saat ini memiliki rasa yang selaras dengan saat ia mengawali karier artisnya dulu. 

Walaupun sedang terkendala masalah sengketa penggunaan nama Bensu pada brand bisnis kulinernya, tidak dapat dipungkiri jika Ruben Onsu adalah seorang pebisnis yang sukses. Pertama kali didirikan pada 17 April, 3 tahun silam di Jakarta, brand Geprek Bensu sudah memiliki ratusan outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Pada awalnya, Ruben mengonsepkan penjualan bisnis kulinernya dengan menggunakan gerobak saja. Namun, pada tahun 2018, artis papan atas tersebut mengubah konsepnya dengan menjajakan makanan pada sebuah ruko, dan diubah lagi di tahun 2019 dengan konsep 2 ruko. Kemudian, kini setiap gerai dari brand Geprek Bensu sudah dikembangkan sebagai makanan restoran dengan dapur yang berkonsep serba stainless, layaknya standar restoran ternama. 

Setidaknya ada 139 cabang Geprek Bensu yang beroperasi dan tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan, terdapat satu cabang yang beroperasi di Hongkong. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan bisnis rintisan artis Ibu Kota tersebut tidak main-main. 

Kesuksesan Ruben Onsu sebagai public figure memang tidak bisa dibantahkan. Eksistensinya yang seakan tidak pernah berhenti muncul di layar televisi dan beragam program entertainment adalah bukti bahwa Ruben telah mendulang sukses di dunia hiburan.

Meski begitu, ia tetap mengejar peluang kesuksesan lainnya, yaitu di dunia bisnis kuliner. Walaupun banyak tantangan dan halangan yang menerpa, presenter ternama tersebut tetap berusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Terbukti Ruben Onsu berhasil mendapat kesuksesan lainnya dari bisnis kuliner ayam Geprek Bensu.

DC Comics Bukan Pemegang Logo dan Merek Superman Setelah Kalah Di TIngkat MA

 Siang itu, toko grosir sekaligus swalayan sembako Tri Wijaya yang berlokasi di Jalan Aria Putra Ciputat, Tangerang Selatan, tampak dipenuhi pengunjung. Salah satu konsumen yang berdesak-desakan di toko grosir jelang Lebaran ini adalah Ci Rita, perempuan asal Medan yang tampak antusias menyomot berbagai bahan makanan termasuk dua karton (kardus) wafer Superman.

Pemilik toko kelontong bernama Harapan Baru di salah satu perumahan kelas menengah Ciputat itu mengaku dua karton Wafer Superman merupakan persediaan barang dagangan untuk satu bulan, bahkan bisa habis lebih cepat. “Satu karton wafer coklat Superman paling lambat habis terjual sekitar dua minggu dan paling cepat satu minggu. Jadi dua karton memang untuk persediaan jualan selama dua minggu sampai satu bulan saja,” cerita perempuan berusia 28 tahun ini.

Menurut Ci Rita, wafer coklat Superman ini membawa nostalgia bagi dirinya. Saat duduk di sekolah dasar di Medan, ia kerap jajan wafer coklat yang dulunya berbentuk lebih kecil ini dengan harga yang jauh lebih murah. “Ini memang jajanan jaman dulu dan rasanya coklatnya memang bikin nostalgia. Dulu harganya masih murah, ya. Sekarang per bungkus saya jual Rp1.000,” ungkap Rita ramah.

Wafer Superman memang lebih dikenal utamanya bagi generasi 90an. Adalah PT Marxing Fam Makmur yang merupakan pemegang merek dan logo yang mendapat sertifikat merek dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) pertama pada 1993 untuk kode kelas 30 dan 34. Sebagaimana tercantum di situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kemenkumham.

Kode kelas 30 dan 34 merupakan kategori untuk jenis biscuit, wafer, roti, kerupuk, bihun, mie, kopi, teh, sereal, serta kembang gula. “Sertifikat merek itu diperbarui setiap 10 tahun,” ungkap Sururi El-Haque, Kuasa Hukum PT Marxing Fam Makmur dari kantor hukum Elque & Co kepada Tirto.

PT Marxing kemudian bekerja sama dengan PT Siantar Top untuk memproduksi wafer cokelat merek Superman itu. Sejak 1993, tidak ada masalah berarti terkait merek dagang wafer cokelat Superman. Di Indonesia, nama wafer Superman semakin melegenda.

Pada 2017, DC Comics, perusahaan penerbit buku komik asal Amerika Serikat (AS) melayangkan permohonan pendaftaran merek terkait Superman. Sebagai tambahan informasi, DC Comics merupakan unit penerbitan dari DC Entertainment yang merupakan anak perusahaan Warner Bros Entertainment Inc., yang bermarkas di Burbank, California, AS. DC Comics menerbitkan tokoh pahlawan Superman.

Putusan Mahkamah Agung

DC Comics melayangkan gugatan terhadap Marxing Fam Makmur dan menyatakan bahwa pihaknya merupakan pemilik dari merek Superman, Logo S, dan Superman beserta Lukisan. Oleh karenanya, mereka mempunyai hak eksklusif terhadap merek-merek tersebut di wilayah Indonesia. DC Comics dalam gugatannya juga menyatakan merek Superman dengan nomor daftar IDM000374438 dan IDM000374439 atas nama Marxing Fam Makmur telah didaftarkan dengan itikad tidak baik.

Atas gugatan ini, Mahkamah Agung dalam pertimbangan kasasinya menyatakan bahwa gugatan yang dilayangkan DC Comics kabur dan tidak jelas. Ini karena, gugatan merupakan gabungan atau kumulasi dari pembatalan merek "Superman" dan pencoretan permintaan pendaftaran merek "Superman".

Selain itu, dalam pertimbangannya MA juga menilai bahwa penerima kuasa telah melakukan perbuatan yang melebihi kewenangan yang diberikan oleh DC Comics selaku pemberi kuasa. Kuasa hukum tidak memberikan kuasa untuk melakukan permintaan diterbitkannya sertifikat baru atas nama DC Comics.

Dalam surat kuasa, DC Comics selaku penggugat hanya bertujuan untuk melakukan pembatalan merek saja tanpa meminta penerbitan sertifikat baru. Atas pertimbangan tersebut, MA menyatakan tidak dapat menerima gugatan DC Comics terhadap Marxing Fam Makmur serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

“Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi,DC Comics. Menghukum pemohon kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sejumlah Rp5 juta,” tulis MA dalam kutipan putusannya dengan H. Hamdi sebagai Ketua Majelis Kasasi dan Hakim Anggota Panji Widagdo serta Sudrajad Dimyati.

Atas putusan MA tersebut, maka menurut Sururi telah jelas dan tegas jika PT Marxing Fam Makmur merupakan pihak yang berhak memakai dan menggunakan merek ‘Superman’ di Indonesia. “Di Indonesia, Superman dikenal sebagai tokoh kartun dan bukan produk makanan. Jadi klien kami tidak mendompleng keterkenalan DC Comics,” imbuh Sururi.

Selain itu, meski penyebutan sama, tapi etiket, logo dan lainnya berbeda. “Klien kami (PT Marxing Fam Makmur) juga tidak pernah menuliskan merek ini adalah merek dari DC Comics. Jadi tidak ada hubungannya,” jelas Sururi.

Sengketa Merek Dagang

Pertikaian merek dagang yang melibatkan produsen wafek cokelat lokal dan juga perusahaan penerbitan kelas dunia, DC Comics ini sejatinya adalah terkait merek dagang dan juga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau intellectual property rights (IPRS). Perlu diketahui bahwa, prinsip pendaftaran merek adalah first to file atau siapa yang pertama kali mendaftar maka menjadi pihak pertama yang ditangani pengurusan mereknya.

Selain itu, prinsip pendaftaran merek didasarkan pada teritorialias yang artinya perlindungan merek hanya berlaku di negara tempat merek tersebut didaftarkan. Artinya, perlindungan merek tidak berlaku di negara lain yang tidak didaftarkan.

Kedua prinsip ini berlaku secara internasional dan diakui di seluruh dunia sebagaimana diatur dalam Konvensi Paris atau Paris Convention Artikel 6, Artikel 6 ayat 3, dan juga Artikel 16 ayat 1 TRIPs (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) (PDF). Aturan internasional itu kemudian diadopsi di dalam negeri menjadi Undang-Undang Merek Nomor 20 Tahun 2016 (PDF) dan Indikasi Geografis terdaftar.

Dengan begitu, PT Marxing Fam Makmur yang mendaftarkan merek Superman untuk kelas 30 dan 34 sejak 1993, merupakan pihak yang dianggap sebagai pemegang merek Superman untuk kelas tersebut di Indonesia. Perlindungan merek perusahaan itu tidak berlaku di negara lain jika tidak mendaftarkannya.

“Begitu juga dengan DC Comics, yang mendaftarkan di AS dan tidak mendaftarkan di negara lain. Jadi DC Comics bisa mendaftarkan perlindungan merek Superman di Indonesia sepanjang tidak sama kelas, barang dan jasanya dengan wafer Superman,” jelas Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI.

Tak hanya di Indonesia, kasus sengketa merek berbeda kelas juga jamak terjadi di berbagai negara seluruh dunia. Salah satu kasus sejenis yang terkenal adalah Apple Corps versus Apple Computer. Saat menamakan perusahaannya Apple Computer, Steve Jobs sudah meramal bahwa ia akan menarik perhatian Apple Corps, perusahaan induk yang didirikan musisi The Beatles pada akhir 1960-an.

Apple Corps pemilik label rekaman Beatles, Apple Records, menuntut Apple Computer pada 1978 atau dua tahun setelah Steve Jobs mendirikan perusahaan tersebut. Tahun 1981, kedua perusahaan sepakat bahwa Apple Computer tidak akan pernah merambah industri musik. Perselisihan memuncak pada 2003 saat Apple Computer meluncurkan iTunnes sampai perseroan bersalin nama menjadi Apple Inc.

Apple Inc. kemudian membeli seluruh merek dagang terkait ‘Apple’ dan melisensikan merek dagang tertentu kembali ke Apple Corps, termasuk logo smith Apple Corps. Steve Jobs sebagai penggemar The Beatles menggambarkan keseluruhan perjalanan merek dagang Apple sebagai jalan panjang dan berliku, hingga akhirnya tersedia katalog The Beatles di iTunes pada 2010 setelah bertahun-tahun negosiasi, mengutip The Guardian.

Hal lain yang perlu diperhatikan terkait sengketa merek adalah tentang prinsip Merek Terkenal. Prinsip ini mengatur bahwa jika sebuah merek sudah terdaftar di berbagai negara, dipromosikan dan memiliki investasi besar-besaran, dapat meminta ditetapkan sebagai Merek Terkenal yang telah memenuhi syarat sebagai tujuan utama membuat logo.

Dalam kasus ini, seandainya DC Comics meminta kepada Pengadilan Niaga di Indonesia untuk ditetapkan sebagai Merek Terkenal, maka perusahaan AS tersebut memiliki kekuatan hukum yang lebih solid untuk menggugat perusahaan Indonesia agar membatalkan merek Superman, meski sebelumnya DC Comics belum mendaftarkan mereknya di Indonesia.

“Secara teori DC Comics meminta pembatalan merek Superman pada perusahaan Indonesia jika pengadilan di Indonesia memutuskan bahwa DC Comics merupakan Merek Terkenal. Jadi minta pengakuan merek terkenal terlebih dahulu di pengadilan, baru kemudian bisa meminta pembatalan merek,” rinci Ari.

Kasus pembatalan merek dengan menggunakan prinsip Merek Terkenal sebelumnya juga pernah terjadi di Indonesia di mana produsen mobil Italia, Ferrari S,p.A Modena menggugat PT Bali Nirwana Garments yang memproduksi berbagai jenis barang konveksi seperti pakaian pria, wanita, anak-anak, sampai dengan sol sepatu. Ferrari asal Italia memenangkan gugatan baik di Pengadilan Niaga maupun putusan MA, yang menyatakan bahwa Ferrari S.p.A Modena merupakan pemegang merek Ferrari yang sah.

Jika DC Comics akhirnya menempuh langkah yang sama dengan Ferari, maka bersiap jika suatu saat nanti wafer merek Superman pun bisa menghilang dari warung-warung di Indonesia.

Sunday, March 1, 2020

PT Alpen Food Industry (AICE) Diduga Bayar Bonus Buruh Pakai Cek Kosong

Dari mulai upah yang turun, ibu hamil dipekerjakan pada malam hari, kontaminasi lingkungan karena amoniak, mutasi pekerja terhadap anggota serikat hingga PHK.

"Perusahaan sering tidak proporsional memberikan hukuman. Ada yang meninggalkan pekerjaan karena ada urusan serikat yang buru-buru, langsung ke SP-3. Sedangkan ada yang 12 kali alpa, tidak dapat sanksi apa-apa," ungkapnya. Sarinah memaparkan kasus lainnya adalah buruh dibohongi. Menurut penuturan Sarinah, buruh diberikan cek mundur yang kosong.

Perjanjian dilakukan pada 4 Januari 2019. Buruh setuju menunggu setahun karena pengusaha belum mampu. Perusahaan menjanjikan bonus untuk 600 karyawan dengan total Rp600 juta. Ketika karyawan akan mencairkan pada 5 Januari 2020, cek ternyata kosong.

Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia PT Alpen Food Industry (AFI) melaporkan manajemen perusahaan es krim Aice ke Kementerian Ketenagakerjaan atas dugaan pelanggaran ketenagakerjaan. 

Asisten Advokat dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Barat (PBHI Jakarta) Sarinah mengungkap sebanyak 600 orang karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja (SP) akan melaporkan tindakan perusahaan yang dinilai melanggar ketenagakerjaan.

"Kami mau lapor ke kementerian (tenaga kerja). Kami minta agar AICE diaudit termasuk soal limbah. Karena pekerja tidak mau disuruh-suruh buat buang limbah malam-malam atau ngecek amoniak yang bocor keluar. Pekerja juga bisa tunjukkan gorong-gorong di bawah tanah tempat limbahnya dibuang," ujarnya. Sarinah mengungkap kasus yang melibatkan SP dan AICE sudah terjadi sejak 2017. Saat itu, buruh mogok karena berbagai masalah yang melibatkan pekerja dan perusahaan.

Aksi tersebut membuat perusahaan Aice disomasi hingga dua kali. Sarinah mengungkap telah melaporkan beberapa keluhan SP kepada polisi seperti kasus ibu hamil dipekerjakan pada malam hari. Namun, kepolisian belum menerima kasus karena harus ada konsultasi internal. Ketika melaporkan kepada pengawas ketenagakerjaan, Sarinah mengungkap ada mediasi.

"Kami sudah laporkan ke pengawas ketenagakerjaan dan sudah mediasi juga, tapi mereka (pengawas) condong memihak ke perusahaan," ujarnya.

Respons Perusahaan
Terkait dengan hal itu, manajemen PT AFI angkat suara mengenai persoalan tersebut, di antaranya soal jumlah keguguran yang mencapai cuma 14 orang bukan 20 orang. 

Dia membantah perusahaan telah melanggar ketentuan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur pekerjaan bagi perempuan hamil.  

"Kami melakukan medical check up dengan RS Omni, dari 14 itu tidak ada (pelanggaran), " ujar Simon Audry Halomoan Siagian, Legal Corporate PT AFI.

Diketahui Pasal 76 ayat (2) UU Ketenagakerjaan menyatakan: Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya apabila bekerja antara pukul 23.00 s.d. pukul 07.00.

Sementara itu terkait cek kosong, Simon mengatakan perusahaan tidak pernah memberikan cek kosong. "Mana mungkin kami memberi cek kosong. mana mungkin kami memberikan bonus, tunjangan atau upah dalam bentuk cek, apalagi dalam bentuk cek," katanya.

 Hujan deras yang mengguyur Jakarta tidak menyurutkan semangat Serikat Gerakan Buruh Bumi Indonesia (SGBBI) PT Alpen Food Indonesia (AFI) 'menggeruduk' PT AFI yang menggelar konferensi pers. Manajemen Aice pun terlihat kaget dan tak mengantisipasi kedatangan tersebut. Mereka tampak kecolongan saat kuasa hukum SGBBI Syaiful Anam dan lima buruh AFI hadir di lokasi.

Restoran Vietnam di bilangan Jakarta Pusat yang awalnya terlihat sepi pengunjung, sontak menjadi ramai oleh kehadiran dua kubu yang bertikai tersebut.  Rencana tim PT AFI memberikan penjelasan akan kasus yang tengah menjadi buah bibir di sosial media pun terusik.

"Kami dari buruh, bawa jawaban kronologi PT AFI," potong Fajar, salah seorang buruh yang hadir sembari membagikan selembaran kertas kronologi dari pihaknya. Suasana pertemuan yang awalnya santai, tiba-tiba berubah tegang. Awak media yang hadir pun sempat kebingungan dan saling bertukar tatap.

Temen-temen buruh nanti boleh ya kasih penjelasan tapi ini kami selesaikan dulu statement kami," ucap Humas Aice Joseph Sinaga berusaha menengahi. Penjelasan kronologi dari produsen es krim Aice yang sempat terpotong kembali dilanjutkan oleh kuasa hukum Aice Simon Siagian.

Namun, sayangnya diskusi dua arah tak terjadi. Setelah serikat buruh memberikan penjelasan, Tim Manajemen Aice memutuskan untuk meja diskusi dan menutup pertemuan tergesa dengan alasan rapat tim.

Kronologi Perselisihan
Perselisihan tim manajemen Aice dan serikat buruh sudah berlangsung lama. Perselisihan keduanya bahkan sempat menjadi buah bibir di media sosial. Sejak 2017, SGBBI mempersoalkan berbagai kondisi kerja yang dirasa tak ideal dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku.

Asisten Advokat dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Barat (PBHI Jakarta) Sarinah mengungkap pada 2017 buruh mogok karena pelbagai masalah yang melibatkan pekerja dan perusahaan.

Misalnya, penurunan upah, kondisi kerja ibu hamil pada malam hari, kontaminasi lingkungan, mutasi pekerja terhadap anggota serikat, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). "Perusahaan sering tidak proporsional memberikan hukuman. Ada yang meninggalkan pekerjaan karena ada urusan serikat yang buru-buru, langsung ke SP-3. Sedangkan ada yang 12 kali alpa, tidak dapat sanksi apa-apa," katanya.

Menurut kuasa hukum Aice, ketidakpuasan buruh pada 2017 telah mencapai kesepakatan dua pihak. Dalam penyelesaiannya, salah satu solusi yang diberikan Aice adalah pengangkatan 665 buruh menjadi karyawan tetap. "Ada rangkaian peristiwa 2017 yang sudah kita selesaikan, jadi itu saya harap bukan hal yang perlu diungkit lagi karena sudah selesai," jawab Simon pada Jumat (28/2).

Sempat mereda, pada 2019 kasus lainnya kembali mencuat. Menurut Sarinah, buruh merasa dibohongi karena diberikan cek mundur yang kosong. Pada perjanjian yang dilakukan pada 4 Januari 2019, buruh setuju menunggu setahun bonus sebesar Rp600 juta untuk 600 karyawan.

Namun ketika hendak dicairkan pada 5 Januari 2020, pihak Bank menyatakan cek tersebut tidak aktif alias kosong. "Pihak Bank menelepon, katanya cek yang Bapak setorkan belum terdaftar. Aku kan enggak ngerti, aku tanyakan tapi tidak ada respon akhirnya telepon lagi. Katanya ceknya enggak aktif. Bayangkan setelah setahun kami menunggu, ternyata ceknya kosong," ungkap Panji, salah seorang buruh yang tergabung dalam SKBBI.

Dikonfirmasi mengenai klaim tersebut, kuasa hukum Aice membantah akan pemberian cek tersebut. Simon menyebut bahwa PT AFI tidak pernah memberikan bonus dalam bentuk cek, ia juga mempersilahkan SKBBI untuk menempuh jalur hukum jika dirasa perusahaan melanggar hukum.

"Saya ingin menantang kalau misalnya ada cek kosong dan itu merupakan pelanggaran hukum, mereka (SKBBI) dapat melakukan jalur hukum pidana. Dari legal corporate clear tidak ada cek keluar dari PT Alpen Food Industri," terang Simon pada Jumat (28/2).

Poin lainnya yang dipermasalahkan oleh SKBBI, menurut Sarinah, adalah jam kerja malam masih diberlakukan kepada perempuan hamil meski telah dikeluarkan surat rekomendasi oleh Komnas Perempuan. Hal itu menurutnya menjadi pemicu tingginya angka keguguran karyawan wanita.

Aice membantah perusahaan telah melanggar ketentuan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur pekerjaan bagi perempuan hamil. "Kami melakukan medical check up dengan RS Omni, dari 14 (keguguran) itu tidak ada pelanggaran," ucapnya.

Diketahui Pasal 76 ayat (2) UU Ketenagakerjaan menyatakan: Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya apabila bekerja antara pukul 23.00 s.d pukul 07.00.

Sementara, pada Oktober 2019 Aice membenarkan terjadinya kebocoran amoniak di gudang bahan jadi perusahaan. Dari keterangan resmi yang didapatkan, disebutkan bahwa tidak ada pekerja yang diminta melakukan kegiatan pembersihan saat terjadi kebocoran amoniak dan penanganan dilakukan oleh tim maintenance. Tidak dijelaskan apakah tim maintenance ini karyawan perusahaan atau pihak keitga lainnya.

"Kejadian bocornya amoniak memang pernah terjadi sekali di Oktober 2019 di ruang finish good (gudang bahan jadi). Namun saat terjadi kebocoran, seluruh karyawan segera dievakuasi dan penanganan kebocoran segera dilakukan oleh tim maintenance," katanya seperti dikutip dari pernyataan resmi Aice.

Belum mencapai kesepakatan, SKBBI menyatakan akan menempuh jalur hukum dalam mencapai hak dan tuntutan mereka. Selain itu, SKBBI AFI juga akan melaporkan manajemen perusahaan es krim Aice ke Kementerian Ketenagakerjaan atas dugaan pelanggaran tenaga kerja.

"Kami mau lapor ke kementerian (tenaga kerja). Kami minta agar AICE diaudit termasuk soal limbah. Karena pekerja tidak mau disuruh-suruh buang limbah malam-malam atau ngecek amoniak yang bocor keluar. Pekerja juga bisa tunjukkan gorong-gorong di bawah tanah tempat limbahnya dibuang," ujarnya.

Sarinah pun telah mengantongi bukti-bukti yang memberatkan manajemen. Kini, serikat buruh harus menanti hasil dari pelaporan yang dilakukan ke pihak berwenang.

Thursday, February 8, 2018

Bank Indonesia : Penjualan Ritel Turun Bulan Januari dan Februari 2018

Survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan ritel pada Januari 2018 tumbuh melambat dibanding bulan sebelumnya. Perlambatan diindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) periode januari 2018 yang tercatat 210,1 atau turun 4,3 persen secara bulanan atau month to month (mtm) dibanding penjualan di bulan sebelumnya yang tumbuh 6,2 persen (mtm). Hal ini, terutama sejalan dengan berakhir periode liburan natal dan tahun baru.

"Penuran penjualan secara bulanan terutama terjadi pada penjualan kelompok perlatan informasi dan komunikasi, sandang, serta makanan, minuman, dan tembakau," tulis Bank Indonesia dalam survei tersebut, dikutip Rabu (7/2).

Kendati melambat secara bulanan, penjualan ritel pada Januari 2018 secara tahunan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,4 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding bulan seelumnya sebesar 0,7 persen (yoy). Namun, pertumbuhan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Pertumbuuhan penjualan ritel di bulan Januari 2018 terutama didorong oleh penjualan sub kelompok komoditas sandang yang tercatat tumbuh 2 persen (yoy), lebih tinggi dari 1,7 persen (yoy) pada Desember 2017," terang dia.

Pada Desember tahun lalu, pertumbuhan ritel didorong oleh sebagian besar kelompok komoditas, dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. Dalam survei tersebut, BI juga memperkirakan tekanan kenaikan harga bakal terjadi pada Maret 2018. Indikasi tersebut, terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 158,2 lebih tinggi.

Bank Indonesia memperkirakan, penjualan eceran atau ritel pada bulan depan (Februari) akan mengalami penurunan sesuai pola musimannya. Tekanan kenaikan harga juga diperkirakan akan menurun dibanding bulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari hasil survei penjualan eceran BI. Survei tersebut menyebut, Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) pada Februari 2018 sebesar 134,6 atau lebih rendah dibanding bulan ini sebesar 149,1. Sementara itu, penjualan ritel pada Mei diperkirakan akan meningkat, yang terindikasi dari peningkatan IEP menjadi 151.

"Tekanan kenaikan harga pada Februari 2018 diperkirakan turun dibandingkan bulan sebelumnya," ujar BI dalam survei yang dikutip, Rabu (10/1). Menurut survei tersebut, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Februari sebesar 154,9 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya 151. Menurunnya ekspektasi harga tersebut, akibat responden yang sebelumnya memperkirakan adanya kenaikan harga LPG, BBM, dan tarif listrik pada Januari 2018.

Tekanan kenaikan harga pun diperkirakan meningkat pada Mei 2018, seiring meningkatnya IEH menjadi 173,2 karena memasuki periode Ramadan.

Survei tersebut juga menjelaskan, penjualan ritel pada Desember 2017 diperkirakan meningkat dibanding bulan sebelumnya. Kendati demikian, penjualan ritel tersebut masih lebih lambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  Adapun sumber pertumbuhan penjualan ritel pada Desember 2017 berasal dari penjualan makanan, minuman dan tembakau yang tumbuh 7,6 persen (yoy), disertai ritel. Penurunan penjualan kelompok nonmakanan juga mulai membaik dari turun 5 persen pada November menjadi turun 4,4 persen pada Desmber 2017

Friday, December 29, 2017

Millenial Habiskan Uang Buat Jalan Jalan dan Makan

Riset Inventures Indonesia melansir, masyarakat semakin senang membelanjakan uang mereka untuk jalan-jalan. Toh, akses masyarakat untuk mendapatkan fasilitas jalan-jalan lebih mudah dan murah.Managing Partner Inventures Indonesia Yuswohady mengatakan, kondisi ini disebabkan lantaran banyak pelaku usaha yang berlomba-lomba menawarkan jasa melancong dengan tarif yang lebih kompetitif.

Kondisi ini memungkinkan masyarakat untuk bisa merasakan jalan-jalan dengan konsep low cost tourism (biaya murah). Fenomena ini juga mementahkan anggapan bahwa jalan-jalan selalu dikaitkan sebagai aktivitas orang kaya semata.

“Saya lebih senang ini disebut sebagai 'Traveloka Effect', di mana hotel terbilang lebih murah, penerbangan bisa murah, dan semuanya dilakukan secara digital. Sudah gampang dan murah,” ujarnya. Secara lebih rinci, ia melanjutkan, fenomena low cost tourism ini dapat dilihat dari beberapa indikator. Yang pertama, tingat okupansi budget hotel semakin meningkat dari kisaran 10 hingga 20 persen di 2013 lalu hingga melampaui angka 40 persen di tahun ini.

Selain itu, sebagian besar pemesanan tiket kini dilakukan melalui aplikasi. Sebanyak 65,77 persen pelancong memesan tiket hotel melalui aplikasi, sedangkan 18,81 persen pelancong lain yang memesan langsung ke hotel dan 17,31 persen pelancong memesan melalui agen wisata.

Adapun, sebagian besar responden enggan menggunakan agen travel karena dianggap terlalu mahal. “Kalau memang dari sisi suplai sudah begitu mengakomodasi orang untuk melancong dengan mudah, maka ini bisa mendorong permintaan konsumen yang lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Tentu saja, fenomena low cost tourism ini tidak bisa berjalan tanpa ada permintaan masyarakat yang juga tinggi. Ia menuturkan, tren permintaan akan barang dan jasa demi kepuasan diri (leisure economy) akan terus melonjak seiring kenaikan pendapatan per kapita masyarakat. Ketika pendapatan meningkat, maka masyarakat sudah memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) dan mulai beralih ke kebutuhan sekunder, seperti leisure. Menurut dia, fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun sebagian besar negara-negara yang masuk menjadi negara berpendapatan menengah (middle income countries) juga mengalami pergeseran kebutuhan yang serupa.

“Kebutuhan dasar mereka saat ini bukan lagi soal rumah yang muluk-muluk, menuntut harus punya kendaraan seperti apa, dan lainnya. Tapi mereka ini sebetulnya ingin punya experience, seperti makan di luar, nonton konser, sampai liburan. Dari sisi suplai sudah mendukung, permintaan juga tinggi, saya yakin tren ini akan terus berkesinambungan,” pungkasnya

Riset Inventures Indonesia melansir, ada 64 persen generasi millenials yang meluangkan waktu dan biaya untuk makan di restoran setidaknya satu kali dalam sebulan. Bahkan, 30 persen millenials di antaranya menyambangi restoran hingga lima dalam sebulan. Millenials merogoh kocek paling sedikit Rp50 ribu - Rp100 ribu untuk satu kali makan di restoran. Apalagi, aktivitasnya tak sekadar makan. Inventures menyebut 83 persen respondennya yang merupakan millenials bahkan pergi ke restoran untuk bersosialisasi.

Sementara, 48 persen responden mengaku sekadar menghabiskan waktu luang dan 24 persen responden lainnya hanya ingin berfoto mengambil gambar-gambar bagus. Managing Partner Inventures Yuswohady menuturkan, fenomena ini muncul sebagai imbas perubahan pola kebutuhan masyarakat dari kebutuhan dasar (basic needs) menjadi kebutuhan mengisi waktu senggang (leisure needs).

Saat ini, populasi masyarakat di kelas berpendapatan menengah kian menanjak dan sebagian besar kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Sehingga, mereka memilih mengeluarkan pendapatannya untuk kebutuhan yang bersifat sekunder.

“Apalagi, untuk generasi millenials, basic needs mereka sudah terpenuhi. Paling mudah, rumah sudah ada. Jadi, generasi millenials sebenarnya sudah enak dari dulu. Kondisi ini sangat berbeda dengan Generasi X, di mana untuk sekolah saja susah, rumah masih di kampung. Saat ini, masyarakat urban, kebutuhannya meningkat dan bergerak ke arah experience(pengalaman),” ujarnya

Lebih lanjut Yuswohady mengatakan, tren leisure economy ini sebetulnya sudah tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Di kuartal II 2015, pertumbuhan konsumsi leisure needs secara tahunan (year on year) ada di kisaran 4 persen. Namun, dua tahun berikutnya, pertumbuhannya melesat mendekati angka 6 persen. Jangan heran kalau kebiasaan masyarakat untuk makan di luar (dine out) semakin menjadi.

Meski demikian, kondisi ini disebut tidak hanya melanda Indonesia. Hampir sebagian besar negara-negara yang masuk golongan kelas menengah juga mengalami kondisi yang sama. “Dan, saya kira ini pun bukan tren sesaat, karena memang sejak 2010 lalu, di mana Indonesia sudah menembus Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sebesar US$3 ribu. Itu trennya sudah mulai. Di seluruh dunia, dine out ini merupakan tren global,” paparnya.

Tak cuma untuk makan-makan, pengeluaran millenials juga habis untuk kegiatan leisurelainnya, seperti menonton konser dan penggunaan internet. Berdasarkan riset tersebut, 90 persen millenials setidaknya menonton konser satu-tiga kali dalam tiga tahun. Sementara, untuk penggunaan ponsel pintar, millenials menghabiskan waktu rata-rata 1,82 jam dalam satu hari.

Melihat kondisi ini, Yuswohady menyarankan, pelaku usaha untuk menangkap peluang tersebut. Pelaku usaha diminta mengubah produksi barang dan jasa dari yang bersifat kegunaan (utility) menjadi pengalaman dan interaksi antar manusia (connection).Ambil contoh, kedai kopi yang tadinya hanya menyediakan jenis minuman kopi, harus mulai bergerak menciptakan suasana menarik dan membuat konsumennya merasa istimewa.

“Saat ke kedai kopi, misalnya, orang ke sana kan tidak sekadar ngopi, tapi juga buat foto-foto dan dibagikan di media sosial. Di sini, mereka tergugah untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain, bisa dilihat dari likes di instagram, misalnya. Nah, intinya, nilai barang dan jasa yang ditawarkan harus bisa bergerak dari utility value ke arah experience dan connection value,” pungkasnya

Tuesday, December 19, 2017

Aqua Dinyatakan Bersalah Lakukan Persaingan Usaha Tidak Sehat Untuk Tetap Pimpin Pasar

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Aqua, PT Tirta Investama (TIV) dan PT Balina Agung Perkasa (BAP) selaku distributor, terbukti melakukan persaingan usaha tidak sehat.

"Menyatakan kedua terlapor (TIV dan BAP) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b dan Pasal 19 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999," ungkap ketua majelis komisi Kurnia Sya'ranie, Selasa (19/12).

Sekadar gambaran, persaingan usaha yang tidak sehat ini berawal dari somasi yang dilayangkan PT Tirta Fresindo Jaya, produsen AMDK Le Minerale, kepada Aqua pada Oktober 2016. Saat itu, Le Minerale menyampaikan temuan di lapangan, Aqua dan distributornya bekerja sama untuk melarang sejumlah toko menjual Le Minerale.

Diduga, Aqua dan distributornya mangancam hendak menurunkan status dan fasilitas alias degregasi, dari semula star outlet (SO) menjadi wholeseller (WO) eceran terhadap pedagang yang menjual Le Mineralle. Selanjutnya, KPPU mengumpulkan alat bukti pelanggaran yang dilakukan oleh produsen Aqua tersebut. Menurut KPPU dalam kasus dugaan pelanggaran UU Monopoli ini, pihaknya telah memiliki lebih dari dua alat bukti.

Sehingga menurut KPPU, tindakan tersebut seakan menghalangi pelaku usaha lain di dunia usaha AMDK. Terlebih degradasi tersebut menyebabkan, sang agen mendapatkan harga 3% lebih mahal. Perbandingannya, bagi star outlet harga yang dikenakan sebesar Rp 37.000 per karton untuk ukuran 600 ml, sementara bagi whole seller dikenakan harga Rp 39.350 per karton.

Sekadar tahu saja, pangsa pasar Le Minerale di 2015 terus menanjak. Tapi sejak adanya pemberitahuan yang dilakukan BAP pada September 2016 menyebabkan pangsa pasar Le Minerale terlihat stagnan. Sementara, Aqua masih menjadi pemimpin pasar di setiap tahun. Berdasarkan data dari Goldman Sachs 2015, Aqua setidaknya menguasai pangsa pasar hingga 46,7% bisnis AMDK. Diikuti Club 4% (Indofood), 2 Tang (PT Tang Mas) 2,8%, Oasis (PT Santa Rosa Indonesia) 1,8%, Super O2 (Garuda Food) 1,7% , dan Prima (Sosro) 1,4% .

Dalam persidangan pun terbukti komunikasi yang dilakukan Aqua dengan BAP itu masing-masing menggunakan email pribadi perusahaan. Dengan demikian, secara resmi ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan. Apalagi, BAP merupakan distributor yang hanya menjual merek Aqua saja di 12 wilayah, Babelan, Bekasi, Cikarang, Cikampek, dan Pulo Gadung.