Pages - Menu

Showing posts with label manajemen. Show all posts
Showing posts with label manajemen. Show all posts

Thursday, February 1, 2018

Penjualan Anjlok, Sepatu Kicker Tutup Gerai Di Mal Kota Kasablanka

Alas kaki berlabel Kickers menutup gerainya di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Penutupan satu dari total empat gerai yang dimiliki PT Mahkota Petriedo Indoperkasa selaku distributor Kickers itu dilakukan demi efisiensi. Bahkan, penutupan telah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Namun demikian, manajemen Mahkota Petriedo mengaku penutupan tidak terkait dengan masalah penjualan atau omzet yang dikantongi perusahaan.

Baca Juga : Distributor Sepatu Clark Bangkrut

Anthony Tan, General Manager Mahkota Petriedo mengatakan, ongkos sewa gerai di Kota Kasablanka naik hingga dua kali lipat yang menyebabkan perusahaan menutup lapaknya. “Selain itu, kami juga punya counter di Sogo yang sedang bagus,” ujarnya. Sebelum hengkang, sebetulnya, lanjut Anthony, manajemen sempat ditawari untuk pindah ke lantai atas. Saat itu, Kickers menetap di lantai satu. Namun, manajemen tetap memutuskan menutup lapaknya di pusat perbelanjaan di Jalan Casablanca tersebut.

Strategi menutup gerai itu diklaim sukses mengerek penjualan sepatu Kickers dari toko konsinyasi di Sogo Kota Kasablanka. “Ketika kami tutup toko di sana, malah omzet di Sogo bagus,” terang dia. Saat ini, berarti Kickers hanya menyisakan tiga gerai di seluruh Indonesia. Yakni, di Makassar, Surabaya, dan Bekasi. Sementara lainnya yang tersisa merupakan toko konsinyasi di pusat-pusat perbelanjaan.

Bertolak belakang dengan rencana efisiensi perusahaan, Anthony menyebut bahwa manajemen berencana menambah gerai baru. “Makanya, strategi tahun ini harus tambah gerai. Saya merasa tiga gerai itu masih kurang,” katanya. Sebelumnya, manajemen Mahkota Petriedo mengincar gerai-gerai yang sebelumnya ditempati oleh Clarks, merek sepatu yang haknya dipegang eksklusif oleh PT Anglo Distrindo Antara.

Clarks diketahui akan menutup seluruh gerainya mulai 28 Februari hingga pertengahan tahun ini. Clarks gulung tikar lantaran penjualannya terus melorot sejak 2016, bahkan penurunannya mencapai 50 persen. Di tengah rencana tutupnya seluruh gerai toko sepatu Clarks di Indonesia, PT Mahkota Petriedo Indoperkasa selaku distributor alas kaki berlabel Kickers berkeinginan menambah jaringannya. Bahkan, distributor Kickers berkeinginan untuk mengambil alih gerai-gerai yang saat ini masih ditempati Clarks.

General Manager PT Mahkota Petriedo Indoperkasa selaku distributor Kickers Indonesia Anthony Tan mengaku telah menelepon bebeberapa department store guna mengambil alih sewa gerai Clarks yang akan tutup. "Kami sekarang malah mau cari, buka baru. Hari ini, saya tahu Clarks mau tutup, saya malah telepon Department Store, tanya masih ada atau tidak gerai yang kosong," ujarnya.

Anthony mengatakan, tidak takut akan tren bisnis ritel sepatu di Indonesia, meskipun Clarks yang memiliki bisnis serupa bakal menutup seluruh gerainya. Ia bahkan menilai, bisnis sepatu di Indonesia masih memiliki prospek yang positif. Kendati demikian, ia tak menampik, penjualan sepatu Kickers menurun pada tahun lalu. Namun, jumlahnya tidak signifikan. Sayangnya, Anthony enggan menyebutkan berapa angka penjualannya.

"Kami kurang lebih ada penurunan penjualan, tapi tidak signifikan, dibawah satu persen," terang dia.

Ia mengakui, pasar sepatu impor saat ini memang kurang bagus. Hanya saja, ia melanjutkan, pihaknya memiliki kinerja penjualan yang baik dari produk selain sepatu. Dengan demikian, secara keseluruhan, penurunan penjualan Kickers tidak signifikan. Anthony optimistis, tahun ini penjualan Kickers bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, ia mengklaim, Kickers mempunyai pelanggan setia dan dapat menjaga kualitasnya dengan baik.

Sebelumnya, distributor sepatu Clarks, PT Anglo Distrindo Antara resmi menghentikan operasional seluruh gerai Clarks di Indonesia. Saat ini, merek sepatu asal Inggris tersebut tercatat memiliki 10 gerai yang tersebar di Indonesia.

Thursday, February 19, 2015

PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk Putuskan Hubungan Bisnis Dengan PT Sea World Indonesia

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) telah menandatangani akta "cerai" dengan PT Sea World Indonesia, termasuk pengelolaan atas Sea World.

Gatot Setyowaluyo, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, mengatakan perseroan telah menandatangani akta pengakhiran perjanjian serta pengalihan dan penyerahan tanah, bangunan, dan fasilitas penunjang. "Beserta hak pengelolaan atas Sea World,” kata Gatot dalam surat resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia, Rabu, 18 Februari 2015.

Manajemen emiten berkode saham PJAA tersebut meneken akta pengalihan dan penyerahan Nomor 36 tentang Penegasan Pengakhiran Perjanjian Bersama PT Sea World Indonesia yang sebelumnya bernama PT Laras Tropika Nusantara.

Penandatanganan dilakukan pada Jumat, 13 Februari 2015. Sebelumnya, pada Oktober 2014, PJAA telah resmi menutup semua aktivitas Sea World untuk umum karena tidak kunjung menyerahkan aset wahana kepada Ancol sebelum memperpanjang kontrak.

Sea World ditutup paksa karena pemilik lahan PJAA meminta pihak pengelola PT Sea World Indonesia untuk menyerahkan aset dan fasilitas sesuai dengan putusan Majelis Badan Arbitrase Nasional Indonesia. Sea World mengugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Kemudian pada 30 September 2014, pengadilan mengabulkan gugatan Sea World.

Pemegang saham PJAA saat ini mayoritas dipegang oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebesar 72 persen atau setara 1,1 miliar lembar, PT Pembangunan Jaya sebesar 18 persen atau setara 288 juta lembar, dan publik sebesar 10 persen atau setara 159,9 juta lembar.

Saturday, July 12, 2014

CTI Group Siap Umumkan Bisnis Baru

Computrade Technology International (CTI Group) Kamis memperkenalkan CTI Education Center, unit bisnis baru yang difokuskan untuk menyediakan layanan training dan pelatihan teknis bersertifikat international melalui kerjasama dengan principal terkemuka di dunia.

CTI Education Center merupakan bagian dari upaya CTI Group membantu mitra bisnis dan pelanggan agar selalu memiliki keunggulan kompetitif serta menjawab tantangan seiring akan berlakunya perdagangan bebas ASEAN, kata ICT Group dalam siaran pernya.

"Kebutuhan perusahaan akan profesional TI yang memiliki kemampuan handal dan bersertifikat internasional semakin meningkat untuk mendorong efisiensi dan memangkas biaya," kata Ronny Christian, General Manager Corporate Competency Development CTI Group.

"Pelatihan dan edukasi sangat penting bagi mitra bisnis dan pelanggan agar terus bisa membangun keunggulan kompetitif di pasar. CTI Education Center akan terus memperluas kerjasama dengan vendor/principal TI terkemuka di dunia dalam rangka penyediaan pelatihan dan edukasi yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjawab tantangan infrastruktur TI terkini."

Menurut Ronny, CTI Education Center telah ditunjuk oleh beberapa vendor sebagai mitra penyedia pelatihan resminya. CTI Group telah dan akan terus melakukan investasi untuk sumber daya manusia dan fasilitas berbasis teknologi terkini untuk mendukung kualitas pelatihan.

Saat ini CTI Education Center telah menjadi pusat pelatihan resmi untuk Oracle Database, Oracle Fusion Middleware, Oracle Solaris, Oracle Linux, Red Hat Linux, Jboss, VMWare, Datawarehouse concept and technologies, IT Governance, dan Software Architecture serta EC-Council.

Juga menyelenggarakan ujian sertifikasi internasional CEH (Certified Ethical Hacker), CHFI (Computer Hacking Forensic Investigator) dan ECSP (EC-Council Certified Secure Programmer).

Friday, May 30, 2014

Teori Blusukan : Tehnik Undercover Management

Terinspirasi oleh berita-berita mengenai Jokowi, setahun belakangan ini banyak CEO yang memberi instruksi agar para manajer tidak asyik memimpin dari balik menara gadingnya saja yang penuh fasilitas dan kemewahan tanpa mengetahui atau tidak mau tahu kesulitan dan penderitaan bawahan yang ikut menopang segala kemewahan dan hedonisme para CEO dan shareholder. Istilah blusukan seperti merasuk ke semua lini corporate leadership. Namun, mengapa di panggung politik, hal ini jadi gunjingan negatif?

Seorang pengusaha ritel dan properti malah membawa isu blusukan dan rapat pimpinan nasionalnya. Dengan blusukan, ia mengaku kaget mendapatkan banyak insight mengenai hambatan-hambatan di lini bawah yang selama ini ia pikir hanya dibuat-buat oleh bawahanya yang malas untuk bekerja, cari gampang dan mengeluarkan all out performance mereka.

Di dunia internasional, dua tahun lalu, CEO Randall House, Ron Hunter, dalam presidential letter-nya mengutip anjuran Tom Peter yang bukunya menjadi New York Times Best Seller, In Search of Excellence. Di situ Tom Peter memperkenalkan istilah MWBA:management by walking around. Apa lagi bahasa Indonesianya ya kalau bukan blusukan?

Karena itu pulalah, salah satu program TV dari CBS yang sangat menyentuh diberi judul Undercover Boss. Persis seperti Jokowi yang menegur kepala-kepala daerahnya atau Prabowo yang melihat problem prajuritnya dilapangan, di situ ditunjukkan keberpihakan para bos terhadap “rakyat kecil” yang telah bekerja keras untuk perusahaan.

Program TV Undercover Boss belakangan juga ditiru di banyak negara, menggambarkan bagaimana para CEO turun sendiri ke bawah. Di CBS sendiri, acara ini sudah dibuat dalam lebih dari 60 episode (ratingnya 5,6-6,5/10), mulai dari bidang pengolahan sampah, hamburger, sampai American Online (AOL). “Going undercover gives you the chance to really connect with your worker,” ujar CEO AOL.

Soeharto, Sumarlin, dan Gus Dur
Dulu, pada eranya, Pak Harto juga sesekali melakukan blusukan. Karena hanya ada TVRI, maka “turba” (istilahnya waktu itu "turun ke bawah") tidak banyak diikuti wartawan.

Dalam buku Pak Harto: The Untold Stories (Gramedia, Pustaka Utama, 2011) misalnya, bisa dibaca kisah blusukan-nya mengatasi penyakit kelaparan (HO) di Gunung Kidul (1972). Pada masa itu, pejabat-pejabat tinggi terbiasa membuat laporan ABS (asal bapak senang). "Tak ada HO, yang ada hanya KKM, kemungkinan kurang makan," begitulah laporan pejabat.

Namun, kisah blusukan paling menarik kala itu dilakukan secaraundercover oleh Menteri Penertiban dan Pendayagunaan Aparatur Negara Prof Sumarlin. Berpeci hitam seperti PNS golongan 1 A, Sumarlin menyamar sebagai Ahmad Sidik di depan meja pembayaran RSCM.

Dari blusukan itulah terungkap betapa kejinya perlakuan petugas Kantor Bendahara Negara terhadap pegawai rendahan. Untuk mencairkan gajinya yang sudah rendah, mereka dikenakan pungli (bisa dibaca dalam buku JB Sumarlin: Cabe Rawit yang Lahir Di Sawah, Penerbit Kompas, 2013).

Berkat metode itulah, para pemimpin mampu membaca persoalan-persoalan masyarakat. Maklum, kalau tak turun ke bawah, keputusan hanya dibentuk oleh informasi orang-orang kuat yang akhirnya justru bisa merugikan masyarakat. Maka dari itu, tak heran kalau banyak politisi yang mengejek cara yang ditempuh Jokowi belakangan ini.

Namun, kisah blusukan yang paling ramai dibicarakan justru ada di era Gus Dur. Dalam 20 bulan pemerintahannya (1999-2001), Gus Dur blusukan keluar negeri sebanyak 80 kali. Mengapa ke luar negeri?

Ceritanya begini. Tak lama setelah beralih menjadi negeri demokrasi, Indonesia tak luput dari ancaman perpecahan, separatisme. Terlebih lagi, Timor Leste baru saja merdeka, sementara Aceh dan Papua terancam melepaskan diri. Mendiang Gus Dur menegaskan bahwa blusukan-nya itu dilakukan untuk mencegah dukungan asing terhadap separatisme di Indonesia.

Jadi meski dikritik habis-habisan, kita patut bersyukur NKRI aman di tangan pemimpin yang bekerja keras dan teguh menjaga kerukunan dan kebinekaan. Harap maklum pula, blusukan bisa dilakukan dalam banyak bentuk. Bisa penyamaran ataupun terbuka, baik dengan maupun tanpa pers.

Namun, blusukan tidak dapat diwakilkan karena pemimpin butuh first hand information. Blusukan juga harus dilakukan secara spontan agar keadaan lapangan tidak direkayasa oleh bawahan. Memang dalam beberapa hal terjadi kompromi, seperti kunjungan Gus Dur ke luar negeri, yang mau tak mau harus dipersiapkan protokolernya.

Kritik dan perbaikan
Sayang sekali, belakangan ini istilah blusukan seperti jadi bahan cemoohan dalam debat publik karena ulah orang yang suka blusukan demi popularitas dengan penuh liputan pers. Kita sendiri harus tetap berpikir, siapa pun presidennya, mereka harus rajin turun ke bawah kalau benar-benar berpihak pada rakyat dan pegawai-pegawai kecil.

Tidak fair kalau pemimpin hanya blusukan saat kampanye, dan setelah itu hanya memimpin dari Bina Graha, lewat pidato yang gagah, dari depan kamera yang sejuk atau dari jet pribadinya yang tak pernah kena macet. Indonesia adalah sebuaharchipelago terbesar di dunia dan tak akan pernah habis untuk dikunjungi.

Bahwa blusukan saja tak bisa memecahkan masalah, itu sudah pasti. Pemimpin besar tak akan pernah bisa memecahkan masalahnya sendirian. Ia butuh tim yang solid, yang semuanya bekerja keras dan mau diperintah. Ia butuh strategi yang mampu memobilisasi kekuatan besar. Namun, apalah artinya strategi besar kalau eksekusinya buruk atau tak sampai ke bawah.

Itulah PR bagi para pemimpin. Jadi pemimpin itu jangan hanya memelototi harga saham, perubahan nilai aset, selisih kurs, atau inflasi belaka. Rezeki bangsa ini berasal dari lini bawah, yang kita sebut the bottom line....

Monday, May 19, 2014

3 Srikandi Terima Penghargaan Anugerah BUMN 2014

Kontribusi dan prestasi wanita-wanita Indonesia dalam memajukan kinerja BUMN patut diapresiasi. Tidak sedikit wanita-wanita Indonesia yang menempati posisi penting dan menjadi pendorong kemajuan BUMN di Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka memperingati Hari Kartini, Majalah BUMN Track bersama Leadership Inc. memberikan penghargaan kepada "Kartini-Kartini" yang berperan memajukan BUMN dimana mereka saat ini berkarya.

Tiga "Kartini" Garuda Indonesia, yaitu Puji Nur Handayani, VP Operations Support mendapatkan penghargaan kategori Gold , Esther Siahaan, VP Financial Analysis dan Enny Kristiani, VP Fleet Management mendapatkan penghargaan kategori Strategic & Visioner.

Anugerah Kartini BUMN tahun 2014 mengusung tema “Perempuan Pemimpin Untuk Perubahan Berkelanjutan”. Sesuai tema tersebut, BUMN Track memilih pemimpin-pemimpin wanita dari beberapa perusahaan BUMN dengan posisi satu level di bawah direksi sebagai kandidat penerima penghargaan.

Kandidat penerima penghargaan kemudian mengikuti proses penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari guru besar dari universitas terkemuka, praktisi, dan jurnalis. Penerima penghargaan adalah pemimpin-pemimpin wanita yang dinilai potensial dan dapat melanjutkan estafet kepemimpinan di perusahaan tempat mereka berkarya.

Selain Puji Nur Handayani, Esther Siahaan dan Enny Kristiani yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Kartini BUMN 2014, Garuda Indonesia juga memiliki srikandi-srikandi lain, termasuk diantaranya 10 pilot wanita yang aktif menerbangkan pesawat Garuda menjelajahi kota-kota tujuan di domestik maupun internasional.

Friday, May 16, 2014

Jokowi Diam Diam Temui 10 Perusahaan Pengelola Aset Besar Indonesia Untuk Jabarkan Program Ekonominya

Calon Presiden Republik Indonesia (RI) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo (Jokowi) sudah pernah membocorkan kebijakan ekonominya jika terpilih sebagai presiden ke hadapan 10 asset management funds alias perusahaan pengelola aset terbesar di Indonesia.

Acara tersebut difasilitasi perusahaan investasi CLSA pada Selasa pekan ini. Pada pertemuan yang berlangsung tertutup itu mantan Wali Kota Solo tersebut memberi bocoran atas kebijakan-kebijakan ekonominya jika terpilih sebagai Presiden RI.

"Kunci dari kebijakannya adalah market-friendly dengan fokus meningkatkan kesejahteraan buruh melalui pendidikan, reformasi birokrasi, konstruksi infrastruktur, dan menambah investasi di bidang energi," kata perusahaan investasi CLSA sebagai penyelenggara acara tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (16/5/2014).

Sayangnya, salah satu petinggi CLSA menolak membeberkan 10 perusahaan pengelola aset yang mengikuti acara tersebut. Namun CLSA membocorkan ada satu poin penting.

Penting yang disampaikan Jokowi dalam acara itu adalah penghapusan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara bertahap selama empat sampai lima tahun ke depan.

Jokowi optimistis dihapusnya BBM subsidi itu akan membuat negara hemat Rp 300 triliun per tahun. Dana sebesar itu akan dialihkan untuk dipakai membangun jalan, pelabuhan, dan bandara

CLSA menilai, ada beberapa emiten yang bisa mendapat keuntungan dari kebijakan Jokowi ini, antara lain operator jalan tol PT Jasa Marga (JSMR), perusahan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), dan perusahaan konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Selain itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Elnusa (ELSA), dan PT Wintermar Offshore Marine (WINS) juga akan mendapat keuntungan dari kebijakan Jokowi.

Sunday, February 13, 2011

Kampus Belum Mendidik Mahasiswa Menjadi Wirausahawan

Kurikulum pada jenjang pendidikan tinggi belum mendorong semangat entrepreneurship atau kewirausahaan sehingga kualitas sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, terutama industri.

”Perguruan tinggi harus lebih spesifik untuk mengejar ketertinggalan. Caranya dengan entrepreneurship,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, pada acara wisuda perdana Universitas Bakrie, Sabtu (12/2) di Jakarta.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan kebijakan baru yang mendorong semangat entrepreneurship agar tercapai pertumbuhan ekonomi yang stabil. Dengan entrepreneurship, bahan-bahan baku bisa diolah di dalam negeri dengan inovasi dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.

Kajian Harvard Kennedy School of Government 2010 menyebutkan, model pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini sangat menggantungkan diri pada eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Akibatnya, investasi pada pembangunan manusia minim. Padahal kualitas daya saing dan kualitas inovasi yang ditentukan kewirausahaan masyarakat harus ditingkatkan.

”Jika kita ingin unggul bersaing, kewirausahaan masyarakat harus dibangkitkan dan daya inovasi harus dikembangkan seperti technopreneurship,” kata Fadel.

Technopreneurship merupakan upaya membangun daya saing unggul yang membutuhkan sinergi antara kewirausahaan dan kemampuan mengeksploitasi teknologi. Usaha yang dijalankan oleh technopreneur umumnya ditandai pertumbuhan yang tinggi.

Indonesia memiliki peluang mengembangkan technopreneurship untuk menciptakan nilai tambah khususnya bagi produk-produk pertanian, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

Rektor Universitas Bakrie Sofia W Alisjahbana mengatakan, untuk menjembatani antara perguruan tinggi dan kebutuhan industri, Universitas Bakrie aktif menjalin relasi dengan dunia industri dan lembaga bertaraf internasional.

Universitas Bakrie yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakrie School of Management mewisuda 72 lulusan program studi Manajemen serta Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial.