Pages - Menu

Showing posts with label luar negeri. Show all posts
Showing posts with label luar negeri. Show all posts

Saturday, February 4, 2012

Mesir Minta Tambahan Hutang 1 Milyar Dollar Pada Bank Dunia Untuk Bangun Ekonomi

Mesir telah meminta Bank Dunia pinjaman sebesar 1,0 miliar dolar AS untuk membantu membangun kembali perekonomiannya, Bank mengatakan Kamis.

Bank mengatakan, telah menerima permintaan resmi dari Kairo untuk kebijakan pengembangan pinjaman, dan itu akan membuka pembicaraan sekarang untuk "menyusun rinciannya", lapor AFP.

Bulan lalu, Mesir memasuki pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional untuk pembiayaan yang terpisah, dilaporkan sebanyak 3,2 miliar untuk membantu menjembatani kekurangan fiskal karena upaya untuk pulih dari pergolakan politik setahun terakhir.

Setelah penggulingan orang kuat lama Presiden Husni Mubarak pada Februari 2011, gejolak berlanjut di jalanan memusnahkan banyak sektor pariwisata, sektor pendapatan penting negara itu, dan merusak sektor bisnis lainnya juga.

Tetapi negara, ternyata tidak nyaman dengan kondisi sulit yang bisa datang bersama itu, menghindarkan mencari pembiayaan dari dua pemberi pinjaman berbasis di Washington.

Setelah kunjungan ke Mesir oleh tim IMF pada Januari, IMF mengatakan Kairo berusaha untuk membangun konsensus politik guna menerima dukungan program IMF yang sangat dibutuhkan.

"Ekonomi Mesir, meskipun fundamentalnya solid dan sehat, sedang menghadapi sejumlah tantangan sulit, yang harus ditangani melalui program ekonomi yang mengamankan stabilitas makroekonomi dan menciptakan kondisi untuk pemulihan yang kuat," kata Direktur IMF untuk Timur Tengah, Masood Ahmed pada 18 Januari.

"Program yang dikembangkan oleh otoritas Mesir dan kebijakan pentingnya saat ini sedang dibahas dengan partai-partai politik yang muncul untuk memastikan dukungan politik secara luas," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Ini akan membantu mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan dalam keberhasilan pelaksanaan program."

Sunday, January 29, 2012

Delegasi Indonesia dan Dunia Perkenalkan Pesan Remarkable Indonesia Di World Economic Forum (WEF) 2012 Davos

Delegasi gabungan yang terdiri atas pemerintah Indonesia dan para pimpinan dunia usaha memperkenalkan pesan "Remarkable Indonesia" dalam Pertemuan Tahunan World Economic Forum(WEF) 2012 di Davos, Swiss.

"'Remarkable Indonesia' untuk menggambarkan potensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia dengan sumber daya melimpah, ketahanan dalam menghadapi krisis, serta sistem tata kepemerintahan dan masyarakat yang bertanggung jawab," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA News, di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pesan tersebut sangat relevan dengan tema WEF Davos pada tahun 2012 ini, yaitu "The Great Transformation: Shaping New Models" (Transformasi Besar: Membentuk Model Baru).

Melalui tema tersebut, lanjutnya, WEF yang berlangsung hingga 29 Januari 2012 menyadari pentingnya bagi para pemimpin dunia untuk menciptakan sebuah pola baru dalam menyikapi berbagai isu internal, regional maupun internasional, di tengah pesatnya dinamika dunia dan tingginya tingkat keterhubungan antarnegara.

Ajang ini menjadi kesempatan yang sangat strategis untuk mempertegas posisi Indonesia di peta perekonomian dunia, mempromosikan negara ini, serta menarik investor untuk berinvestasi di Indonesia," kata Mari.

Ia juga meyakini bahwa semua hal itu akan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi baik pada tahun 2012 ini maupun pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, WEF merupakan momen yang strategis untuk menjalin kolaborasi bukan hanya antarnegara tetapi juga antarperusahaan dan komunitas.

Sebagaimana telah diberitakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami tren positif seperti GDP Indonesia pada tahun 2011 tumbuh sebesar 6,5 persen lebih tinggi dari pertumbuhan GDP global yang hanya sebesar 4 persen.

Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi kumulatif Indonesia di tahun 2011 naik 20,5 persen menjadi senilai Rp 251,3 triliun atau 4,7 persen lebih tinggi dari target 2011 sebesar Rp 240 triliun. Selain itu, tingkat inflasi Indonesia juga mengalami penurunan ke angka 3,79 persen (y-o-y) dari 5,1 persen pada 2010.

Sebelumnya, Kanselir Jerman, Angela Merkel membukaWorld Economic Forum (WEF) ke-42, di Davos, Switzerland, Rabu (25/1) di tengah ancaman krisis zona Euro yang masih berlangsung.

Pertemuan Davos tahun 2012 ini dihadiri lebih dari 2.600 orang yang terdiri atas para pemimpin pemerintahan, akademisi, bisnis dan masyarakat sipil.

Tema pertemuan WEF kali ini adalah "tranformasi besar, merumuskan model baru". Tema tersebut dipilih untuk memperkuat perlunya pengajian ulang secara radikal tentang sistem ekonomi global dan respon atas krisis ekonomi di berbagai kawasan.

"Kapitalisme tak lagi dapat diharapkan dapat menyelesaikan masalah dunia saat ini. Kita telah gagal mengambil pelajaran dari krisis finansial tahun 2009. Transformasi global diperlukan yang dimulai dari kepedulian atas tanggungjawab sosial bersama" ujar Klaus Schwab, pendiri dan pimpinan WEF.

Thursday, April 28, 2011

Rupiah Berada Pada Posisi Terkuat Selama 7 Tahun Tanda Kepercayaan Dunia Mulai Pulih

Persepsi negatif pasar global terhadap mata uang AS telah memengaruhi penguatan rupiah, Kamis (28/4). Tren penguatan ini diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan tahun. Nilai tukar rupiah, kemarin, merupakan nilai tukar tertinggi dalam 7 tahun.

Pada penutupan perdagangan kemarin, berdasarkan kurs tengah BI, rupiah ditutup menguat ke level Rp 8.593 per dollar AS, menguat dari posisi sebelumnya, Rp 8.625.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia juga naik tipis, 3,998 poin atau sekitar 0,11 persen menjadi 3.808,92. Hal ini merupakan rekor baru bagi IHSG.

Sejumlah pengamat melihat, pertemuan The Federal Open Market Commitee (FOMC) di AS, yang mengambil keputusan Bank Sentral AS tetap mempertahankan pelonggaran moneter, menjadi pemicu utama pelemahan dollar AS.

Tren penguatan pun terjadi pada sejumlah mata uang. Euro, misalnya, menguat di level 1,484 per dollar AS, poundsterling di level 1,668 per dollar AS, dan dollar Australia menguat 1,092 per dollar AS.

”Penguatan rupiah akan terjadi bertahap untuk jangka menengah, paling tidak sampai pertengahan tahun ini. Di level support bisa mencapai Rp 8.450 per dollar AS. Arah kebijakan Pemerintah AS paling menentukan,” kata pengamat pasar uang, Radityo Setyo Wibowo.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, dalam sebuah seminar, mengatakan, kondisi pasar keuangan Indonesia saat ini belum memadai. Pasar belum siap menghadapi masuknya modal asing secara besar-besaran. Jika pasar keuangan yang meliputi pasar uang, pasar modal, dan pasar saham ini tak siap, maka modal asing yang mengalir deras akan mengakibatkan destabilisasi pasar.

”Bank Indonesia dan pemerintah terus menyiapkan hal itu dengan baik. BI di antaranya berusaha menggeser agar instrumen dalam jangka waktu pendek bergeser menjadi menengah atau panjang,” kata Budi.

Kalangan pengusaha mendesak pemerintah segera mengintervesi nilai tukar rupiah. Pasalnya, penguatan rupiah secara berkelanjutan telah merugikan kalangan eksportir dan memacu aksi impor berlebihan.

”Pengusaha resah karena kontrak dagang dilakukan saat rupiah di level Rp 9.000 ke atas,” kata Ketua Asmindo Ambar Tjahyono.

Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, mempertahankan pelonggaran moneter AS pasca-pertemuan The Federal Open Market Commitee (FOMC) telah memicu penguatan rupiah terhadap dollar AS, Kamis (28/4). Di akhir perdagangan, rupiah ditutup menguat ke level Rp 8.593 per dollar AS, menguat 32 poin dari posisi sebelumnya Rp 8.625 per dollar AS. Pekan lalu rupiah menyentuh Rp 8.600 per dollar AS, level tertinggi sejak April 2004.

Rupiah menguat sekitar 4,4 persen pada tahun ini dan menjadi mata uang dengan kinerja kedua terbaik di antara 10 mata uang Asia. Tren penguatan pun terjadi pada sejumlah mata uang. Euro, misalnya, kemarin menguat di level 1,484 per dollar AS, poundsterling di level 1,668 per dollar AS, dan dollar Australia menguat 1,092 per dollar AS.

Secara makroekonomi, sejak AS kembali dari krisis keuangan tahun 2008 lalu, mata uangnya melemah terhadap mata uang lain di dunia karena AS memberlakukan suku bunga rendah. Oleh karena itu, masuknya modal ke negara yang tengah tumbuh perekonomiannya, seperti China, India, Brasil, dan Indonesia, tak bisa dihalangi.

Suku bunga acuan bank sentral Indonesia sebesar 6,75 persen juga menarik masuknya aliran dana asing. Di lantai bursa, derasnya uang panas dapat disaksikan dari data harian perdagangan. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali naik 3,998 poin atau sekitar 0,11 persen menjadi 3.808,92. Hal ini merupakan rekor baru bagi IHSG.

Pengalihan dana investor asing ke bursa regional Asia, termasuk di BEI, tecermin dari total pembelian bersih investor asing sebesar Rp 373 miliar. Saham sektor keuangan menjadi yang paling diburu oleh investor asing saat-saat ini. Sektor itu, kemarin, naik sekitar 9,54 persen, disusul sektor perdagangan 4,08 persen dan sektor industri dasar 3,79 persen. Kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah naik 11 persen dari posisi akhir Desember 2010 menjadi Rp 217,29 triliun atau setara dengan 25,2 miliar dollar AS pada 20 April.

Sejak tahun lalu, banyak bank sentral di dunia yang menghindari apresiasi mata uang mereka karena khawatir kinerja ekspor terganggu. Hal itu juga dialami Indonesia yang menghindari rupiah menguat di bawah Rp 9.000 per 1 dollar AS. Namun, untuk tahun ini saat inflasi dan naiknya harga minyak dunia menjadi ancaman, Bank Indonesia (BI) dan beberapa bank sentral ”membolehkan” apresiasi supaya inflasi dari barang impor dapat turun.

Analis pasar uang, Farial Anwar, menyatakan, tren penguatan nilai tukar rupiah seharusnya tidak terlalu mencemaskan eksportir karena pada saat bersamaan kenaikan nilai tukar juga terjadi di beberapa negara lain, termasuk yang satu kawasan dengan Indonesia. Ia berharap agar BI tidak menahan nilai tukar, tetapi mengendalikan tren penguatan itu secara bertahap. ”BI dan pemerintah juga harus segera mempersiapkan langkah antisipasi jika sewaktu-waktu aliran dana global keluar kembali dari Indonesia, meskipun untuk saat ini kondisi global secara umum belum memungkinkan,” kata Farial.

Data fundamental AS, menurut analis pasar uang, Radityo Setyo Wibowo, juga dikhawatirkan bisa memicu kondisi yang lebih mengkhawatirkan di pasar global. Hal ini juga menuntut langkah antisipasi dan perhitungan matang dari pemerintah dan BI sebagai bank sentral.

”Data GDP (produk domestik bruto) sebagai gambaran permintaan konsumsi masyarakat AS yang akan dirilis diprediksi terus turun, menjadi 1,9 persen dari 3,1 persen. Pelambatan ekonomi AS bisa menimbulkan ancaman resesi baru,” kata Radityo.

Yang terpenting bagi eksportir-importir adalah kestabilan nilai tukar. Penguatan yang sifatnya bertahap. Penguatan itu akan berpengaruh signifikan terhadap produk ekspor yang akan dijual. Maka, dalam proses itu, intervensi yang dilakukan BI harus tepat sasaran.

Saturday, February 5, 2011

Krisis Politik Mesir Mempengaruhi Harga Pokok Tekstil Indonesia

Krisis politik di Mesir turut mempengaruhi harga kapas sebagai bahan baku tekstil. Sebab meskipun bukan termasuk produsen utama, kapas Mesir dikenal berkualitas bagus dan memiliki nilai jual tinggi.

Liliek Setiawan, pengusaha tekstil di Surakarta, mengatakan krisis politik di Negeri Piramida turut mendorong harga kapas ke level paling tinggi. ”Sekarang sudah 1,54 dolar per LBS,” ujarnya kepada Tempo, Sabtu (5/2).

Kenaikan harga tidak semata dipengaruhi krisis Mesir. Namun dengan gagalnya panen kapas di negara-negara tradisional penghasil kapas, seperti Australia akibat diterjang banjir, membuat harga kapas dunia ikut terkerek saat krisis Mesir.

”Biasanya menjelang Imlek dan saat Imlek harga turun sekitar 10 persen karena tekstil Cina tak berproduksi dan pasokan banyak. Tapi karena pasokan terbatas, termasuk dari Mesir, sekarang harga cenderung stabil,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah Dewanto Kusumo membenarkan biasanya harga kapas saat Imlek turun. ”Baru kali ini harga kapas stabil. Padahal banyak tekstil Cina yang tidak produksi,” ucapnya.

Tidak turunnya harga kemungkinan disebabkan pasokan terbatas saat terjadi krisis politik di Mesir. Meski bukan produsen utama, Dewanto menyebut cukup banyak pengusaha tekstil yang mencari kapas Mesir.

”Sebab kualitasnya tergolong bagus,” ujar dia. Kapas asal Mesir biasanya lebih berisi dan lebih tahan lama jika dibuat benang. Sehingga tak heran jika pakaian yang benangnya berasal dari kapas Mesir harganya pasti lebih mahal.

”Kapas Mesir biasanya digunakan untuk produk-produk khusus yang harganya cukup tinggi. Dan dengan krisis politik Mesir membuat pengusaha tekstil kesulitan mengimpor kapas Mesir,” pungkasnya.

Demonstrans Mesir Membuat Kerugian Sebesar 2,78 Triliun Per Hari

Bank Credit Agricole menganalisa krisis yang merebak di Mesir dua pekan terakhir menyebabkan negara Seribu Piramida itu merugi Rp 2,78 triliun per hari. Bank tersebut bahkan merevisi estimasi pertumbuhan ekonomi Mesir dari semula 5,3 persen turun menjadi 3,7 persen.

Credit Agricole mengestimasi tahun ini Mesir akan mengalami defisit anggaran hingga 12,3 persen, lebih tinggi 4,1 persen dari estimasi sebelum terjadi krisis nasional. Pengeluaran pemerintah akan membengkak untuk mensubsidi kebutuhan pokok masyarakat. Harga komoditas pangan di Mesir telah melambung tinggi bahkan sebelum krisis terjadi.

Di sisi lain, pendapatan negara juga dipastikan menurun. Bank itu yakin investor, baik asing maupun domestik, akan melenggang dari pasar modal Mesir. “Mereka yang tahun-tahun lalu menahan diri memindahkan modal dari Mesir ke negara lain pasti akan memindahkannya saat ini,” demikian tertulis dalam laporan bank itu.

Credit Agricole memprediksi Mesir juga kehilangan potensi pendapatan dari sektor pariwisata. Pada 2010, sektor pariwisata berkontribusi 6 persen untuk Produk Domestik Bruto. “Pendapatan sektor pariwisata dengan mudah jatuh kurang dari US$ 5,5 miliar. Credit Agricole menyebut menurunnya pendapatan sektor pariwisata harus ditutup dari sumber lain,” kata John Sfakianakis, kepala ekonomis Credit Agricole.

Saat ini, 40 persen dari total 80 juta penduduk Mesir hidup dengan penghasilan di bawah USD 2 per hari. Tingkat pengangguran mencapai 10 prsen. Sedangkan inflasi pangan dapat mencapai 17 persen per tahun, menyebabkan biaya hidup yang semakin tinggi bagi setiap lapisan masyarakat.

Tuesday, December 14, 2010

Papua Ditawarkan Ke China Untuk Menjadi Daerah Ekonomi Khusus

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung dalam pertemuan dengan Wang Huisheng, Chairman, State Development and Investment Corporation (SDIC), di Beijing China, Selasa (14/12).

Pertemuan tersebut dihadiri Duta Besar RI untuk China Imron Cotan serta tujuh pemimpin unit-unit usaha di lingkungan SDIC.

Suasana pertemuan berlangsung hangat. Pada acara jamuan makan siang pun, Chairul Tanjung dan Wang Huisheng sangat akrab.

Menurut Chairul, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan membangun kawasan ekonomi khusus (KEK).

”Saya sudah mendapat petunjuk dari Presiden agar China bisa menjadi mitra utama dan pertama dalam pembangunan di KEK,” ujar Chairul Tanjung.

Dalam kaitan itu, lanjut Chairul, KEN berharap SDIC bisa menjadi pionir dalam pembangunan dan kerja sama dengan Indonesia.

Dengan kerja sama dengan SDIC diharapkan pertumbuhan perekonomian ekonomi Indonesia bisa lebih cepat.

”Diharapkan langkah Indonesia bisa disinergikan dengan SDIC,” tutur Chairul.

Kota internasional

Chairul menegaskan, Indonesia telah dan akan terus mengembangkan KEK di luar Pulau Jawa, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Investor yang menanamkan modal di Indonesia, lanjut Chairul, tidak hanya mendapat kemudahan, tetapi juga mendapat insentif pajak. Insentif itu bisa berupa pembebasan bea masuk.

Tidak hanya itu, ujar Chairul, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menghendaki ibu kota Jakarta sebagai kota internasional. ”Sekaligus juga sebagai pusat bisnis,” tuturnya.

Oleh karena itu, ujar Chairul, ke depan sektor usaha tertentu di Jakarta juga akan dikembangkan dengan pemberian beberapa kemudahan dari pemerintah.

Tiga kunci

Terkait dengan transformasi ekonomi tersebut, Chairul Tanjung menanyakan kepada Wang Huisheng apa yang terjadi di China.

Menurut Wang Huisheng, ada tiga kunci keberhasilan pembangunan ekonomi di China. Pertama,

visi dan perencanaan pembangunan jangka panjang yang solid melalui program rencana pembangunan lima tahun yang berkesinambungan.

Kedua, papar Wang Huisheng, menerapkan strategi pengembangan pengetahuan dasar. Ketiga, adanya birokrasi yang kuat dan efektif yang dimotori oleh Partai Komunis China (PKC) sebagai partai yang berkuasa.

Selain itu, menurut Wang Huisheng, pembangunan perekonomian China didukung oleh produktivitas sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai dasar bangsa China.

Nilai-nilai tersebut antara lain rajin dan tekun, hemat, inovatif, dan disiplin tinggi. Sumbangan peran warga negara asing keturunan China pun tak kalah berartinya.

”Tiga kunci pembangunan tersebut dapat dimiliki dan diterapkan oleh setiap negara tanpa membedakan sistem politik dan pemerintahannya,” ujar Wang Huisheng.

Wednesday, September 8, 2010

SONY Akan Tutup Pabrik TV Di Spanyol dan Melakukan Outsourcing Untuk Tingkatkan Laba

Produsen elektronik Jepang, Sony Corp, akan menjual sebuah pabrik pembuat TV LCD di Spanyol sebagai bagian upaya mendorong peningkatan outsource produksi dan kembali memperjuangkan divisi TV menjadi penghasil keuntungan utama.

Pembuat TV Layar datar Bravia itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan menjual fasilitas di Barcelona yang membuat TV LCD untuk pasar Eropa kepada perusahaan yang berbasis di Spanyol Ficosa International SA dan COMSA EMTE SL, namun nilainya tidak disebutkan.

Sony mengatakan akan meng-outsource produksi TV LCD untuk sebuah perusahaan manufaktur baru yang akan didirikan oleh Ficosa selama dua tahun dari penyelesaian transaksi tersebut, menggarisbawahi strategi "aset-ringan" untuk menurunkan biaya.

Sony bertujuan mengubah bisnis TV yang menguntungkan untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2011 dalam upaya pemangkasan biaya dan pendapatan yang lebih tinggi, dengan penjualan unit TV LCD diproyeksikan melompat 60 persen menjadi 25 juta.

Sony akan mengalami kerugian dari penjualan pabrik tapi itu sudah dianggarkan dalam 75 milyar yen ($ 892 juta) biaya restrukturisasi yang diperkirakan dan karenanya tidak akan berdampak material terhadap hasil-hasilnya.

Outsourcing produksi yang banyak adalah salah satu strategi kunci dari Chief Executive Howard Stringer, telah berjuang mengembalikan Sony ke tingkat profitabilitas yang tinggi dalam serangkaian restrukturisasi besar sejak menduduki pucuk pimpinan pada 2005, demikian Reuters.

Saturday, August 7, 2010

ASEAN Memperkuat Daya Tawar

Merasa lemah dalam berbagai perundingan internasional tentang penentuan standar akuntansi pemerintahan, sepuluh negara anggota ASEAN sepakat membentuk forum bersama yang diharapkan akan meningkatkan daya tawar Asia Tenggara dalam perdebatan standar akuntansi pemerintahan di dunia. Hal ini perlu karena kebutuhan pencatatan keuangan di tingkat pemerintah tidak sama di setiap kawasan.

”Kesepakatan ini akan dibawa ke level pemerintah di negara masing-masing. Dan nanti akan dideklarasikan oleh masing-masing menteri keuangan. Hal ini diharapkan akan menambah pencegahan pada tindak pidana korupsi karena setiap transaksi akan tercatat di laporan keuangan,” ujar Ketua Komite Standar Akuntansi Pemerintah Binsar Simanjuntak di Kuta, Bali, Jumat (6/8), menjelang penutupan Pertemuan Governmental Accounting Standard-Setter of ASEAN Member Countries yang pertama.

Anggota Komisi Kerja, Komite Standar Akuntansi Pemerintah, Hekinus Manao, menegaskan, Indonesia tidak mau diatur oleh standar akuntansi dunia yang tidak tepat untuk kepentingan dalam negeri. Sebagai ilustrasi, bagi negara maju, hal terpenting yang harus dicantumkan dalam laporan keuangan adalah keluar masuknya uang, tetapi bagi Indonesia hal terpenting yang harus dilaporkan adalah dampak anggaran pada penciptaan lapangan kerja atau kondisi aset negara.

”Jadi, tidak ada dasarnya suatu lembaga akuntan internasional meminta negara seperti kita menggunakan standar yang mereka buat. Kepentingannya berlainan,” tuturnya

Wednesday, August 4, 2010

Kisah Sukses Redenominasi Lira Turki

Bayangkan jika Anda memiliki uang Rp 1.000.000. Anggap uang sebesar itu bisa membeli satu telepon seluler baru. Kemudian, pemerintah melakukan redenominasi rupiah dari sebelumnya Rp 1.000.000 menjadi Rp 1.000. Setelah redenominasi, uang baru senilai Rp 1.000 tetap bisa dipakai membeli satu telepon seluler serupa.

Secara teoretis hanya itulah yang akan terjadi setelah redenominasi, yang artinya penggunaan mata uang baru dengan tujuan menggantikan mata uang lama. Bedanya, angka nominal yang tertera pada mata uang baru akan menjadi lebih kecil, biasanya dengan mengurangi jumlah angka nol.

Berdasarkan bukti empiris, jika syarat-syarat dipenuhi, redenominasi tidak akan mengurangi nilai penghasilan riil. Redenominasi juga tidak akan mengurangi kemampuan daya beli mata uang lama, yang akan digantikan dengan uang baru.

Salah satu negara yang tergolong relatif sukses melakukan redenominasi adalah Turki, seperti tertulis dalam makalah ”The National Currency Re-Denomination Experience in Several Countries—a Comparative Analysis” oleh Duca Ioana, dosen dari Titu Maiorescu University Bucharest, Romania.

Romania juga tergolong sukses melakukan redenominasi sehubungan dengan niatnya bergabung dengan zona euro. Steve Hanke adalah ekonom AS yang pernah mencoba menerapkan redenominasi pada akhir Orde Baru di Indonesia tetapi batal. Namun, dia mengajari Bulgaria melakukan redenominasi yang tergolong berhasil.

Juga dalam rangka persiapan memasuki keanggotaan Uni Eropa, walau agak berat, Turki memutuskan redenominasi pada tahun 1998.

Setelah persiapan tujuh tahun, mulai 1 Januari 2005, pada awal tahun anggaran, Turki melakukan redenominasi terhadap lira. Redenominasi dilakukan di awal tahun anggaran dengan tujuan agar semua catatan pembukuan keuangan negara dan perusahaan langsung menggunakan mata uang baru dengan angka nominal yang lebih kecil.

Setelah redenominasi, semua mata uang lama dikonversikan ke mata uang baru. Jika nama mata uang lama adalah lira Turki dengan simbol ”TL”, maka mata uang baru diberi kode ”YTL” yang artinya uang baru lira Turki. Huruf Y adalah singkatan dari yeni dalam bahasa Turki, yang artinya baru.

Kurs konversi adalah 1 YTL untuk 1.000.000 TL. Turki menghilangkan enam angka nol. Mata uang kertas lama TL memiliki angka nominal tertinggi, yaitu 20.000.000 TL, dan pada 1 Januari 2005 menjadi 20 YTL.

Setelah redenominasi, Turki memiliki mata uang kertas baru, yakni 1 YTL (menggantikan 1.000.000 TL), dan 5 YTL, 10 YTL, 20 YTL, 50 YTL, dan 100 YTL.

Turki memiliki uang kertas lama dengan nilai paling rendah 50.000 TL. Setelah 1 Januari menjadi 0,050 YTL alias 5 sen (5 YKr). Untuk mengakomodasi ini, Pemerintah Turki juga mengeluarkan uang logam pecahan, mulai dari 1 YKr, 5 YKr, 10 YKr, 25 YKr, dan 50 YKr.

YKr adalah singkatan dari yeni kurus atau sen baru dalam wujud koin. Sebanyak 100 YKr setara dengan 1 YTL.

Selain mengeluarkan mata uang keras 1 YTL, Turki juga mengeluarkan pecahan baru dalam bentuk koin setara 1 TRL yang nilainya setara dengan 100 YKr.

Turki melakukan redenominasi lewat beberapa tahap. Tahap pertama, mata uang TL dan YTL tetap beredar secara simultan selama setahun. Setelah setahun, mata uang TL akan ditarik. Waktu setahun ini bertujuan agar warga memiliki waktu leluasa menggantikan TL ke YTL.

Pada tahap kedua, seperti di banyak negara, setelah beberapa tahun, mata uang YTL dikembalikan menjadi TL. Dengan kata lain, penggunaan TL dengan angka nominal baru dipulihkan.

Untuk membantu pengenalan mata uang baru dan untuk menghindari kebingungan dalam proses penggunaan YTL dari TL, dua mata uang dengan daya beli serupa itu dicetak dalam warna dan desain serupa. Misalnya, desain dan warga mata uang 1 YTL sama dengan 1.000.000 TL.

Syarat sukses redenominasi Turki, sebelumnya Polandia dengan zloty, adalah keharusan negara pelaku redenominasi melakukan stabilisasi harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penolakan

Dalam makalah yang berjudul ”Dropping Zeros, Gaining Credibility? Currency Redenomination in Developing Nations”, Layna Mosley dari Department of Political Science University of North Carolina Chapel Hill, NC, AS, mengatakan, redenominasi an sich tidak otomatis menurunkan inflasi.

Hal itu juga dinyatakan Profesor Mike Kwanashie pada 5 Januari 2009. Mike, yang saat itu penasihat Pemerintah Nigeria, menunjukkan, Zimbabwe, Brasil, Argentina, Rusia, dan Ghana gagal dalam melakukan redenominasi karena kegagalan mengendalikan inflasi dan tak mampu mendorong pertumbuhan.

Di Rusia, redenominasi bahkan dianggap sebagai instrumen tak langsung pemerintah merampok kekayaan rakyat.

Dalam 85 tahun terakhir, ada 50 negara yang melakukan redenominasi. Negara pertama adalah Jerman pada tahun 1923 karena hiperinflasi dengan mengurangi 12 angka nol.

Korea Utara pada akhir tahun 2009 melakukan redenominasi dengan menjadi 100 won menjadi 1 won. Namun, saat warga hendak menggantikan uang lama won ke uang baru, stok uang baru tidak ada.

Melihat kegagalan banyak negara itu, dan menyadari Nigeria tidak siap melakukan reformasi ekonomi, Kwanashie menolak redenominasi atas naira Nigeria.

”Kurs yen Jepang berada di atas angka 100 per dollar AS. Apa masalahnya? Jepang tetap merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia,” kata Kwanashie.

Tuesday, August 3, 2010

AirAsia Kembangkan Rute Internasional

Maskapai Indonesia AirAsia membantah berada dalam kondisi bangkrut. Penegasan itu menanggapi pertanyaan masyarakat setelah penutupan dua rute, yakni Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Medan, per 1 Oktober 2010.

Menurut Manager Corporate Communication Indonesia AirAsia Audrey Progastama P, Selasa (3/8) di Jakarta, penutupan dua rute tersebut karena ada pengalihan pesawat-pesawat Indonesia AirAsia ke rute luar negeri.

”Kami ingin meluruskan informasi yang kini beredar di masyarakat tentang Indonesia AirAsia. Keuangan Indonesia AirAsia tetap solid, kami terus berekspansi,” kata Audrey.

Ia menjelaskan, pada kuartal II-2010, performa Indonesia AirAsia sangat positif. Tingkat keterisian penumpang mencapai 75 persen dengan jumlah penumpang 947.786 orang, meningkat 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tiket yang telah dibeli untuk dua rute yang ditutup itu, kata Audrey, bisa diuangkan. ”Bergantung pada metode pembayaran yang digunakan. Jika menggunakan kartu kredit, biaya yang dikeluarkan kami kembalikan melalui kartu kredit,” ujarnya.

Apabila penumpang menggunakan sistem pembayaran debit, uang dikembalikan melalui rekening bank penumpang itu. Jika membeli tunai di konter penjualan, penumpang akan menerima uang tunai. Penumpang, kata Audrey, juga bisa memilih pengembalian berbentuk credit shell, di mana kredit itu ditambahkan ke account AirAsia penumpang yang bersangkutan. Selanjutnya, dana itu bisa digunakan untuk membeli tiket AirAsia lainnya.

Menurut Audrey, AirAsia melakukan pengembangan rute penerbangan Internasional. Pesawat yang semula untuk dua rute yang ditutup dipindahkan untuk rute Surabaya-Singapura, Surabaya-Bangkok, Surabaya-Kuala Lumpur, Medan-Singapura, Medan-Kuala Lumpur, dan Medan- Hongkong/Makau.

”Kekuatan kami di rute internasional,” kata Presiden Direktur Indonesia AirAsia Dharmadi. AirAsia memiliki 132 rute di Asia, Australia, dan Eropa.

Sebanyak 76 persen penerbangan Indonesia AirAsia diarahkan ke regional Asia Tenggara. Khusus di Indonesia, kata Dharmadi, perpindahan rute ke regional dan internasional adalah strategi menghadapi penguatan jaringan domestik Garuda dan Lion Air

Saturday, July 31, 2010

Bisnis Energi Terbarukan Sangat Prospektif Di Indonesia

Bisnis energi baru dan terbarukan di Asia kian prospektif. Hal ini seiring dengan peningkatan konsumsi energi dan komitmen pemerintah di banyak negara untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas bumi.

”Pertumbuhan ekonomi yang pesat di Asia Tenggara akan memperbarui investasi intra- ASEAN dan di luar ASEAN pada pasar energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara,” kata Michiel Kruse, Direktur Pengelola UBM Asia, penyelenggara pameran Energi Terbarukan Asia 2010, Kamis (15/7) di Jakarta.

Negara-negara anggota ASEAN mengalokasikan 15 persen dari total kapasitas energi untuk energi terbarukan hingga tahun 2015 dengan nilai investasi miliaran dollar AS.

Untuk itu, pameran energi terbarukan Asia 2010 yang akan diselenggarakan pada 15-18 September di Bangkok, Thailand, diharapkan mempertemukan pembeli, pemerintah, serta investor yang mencari teknologi dan kesempatan investasi regional.

Supawan Teerarat, Direktur Pameran Thailand, mengatakan, ASEAN merupakan pasar penting dengan produk domestik bruto 1,5 triliun dollar AS pada 2009 dan populasi penduduk 590 juta jiwa di 10 negara.

Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Maryam Ayuni mengatakan, Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kesinambungan ketersediaan energi terbarukan.

”Dalam upaya mewujudkan penyediaan energi berkelanjutan, pemerintah telah menetapkan target pemanfaatan energi baru dan terbarukan, khususnya biomassa, tenaga air, dan tenaga angin, menjadi lebih dari 17 persen hingga 2025,” katanya.

”Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, tetapi pemanfaatannya masih sangat minim,” katanya.

Contohnya, panas bumi memiliki potensi 28,53 gigawatt (GW), tetapi kapasitas terpasang hanya 1.138 megawatt (MW). Sementara potensi tenaga air 75,67 GW, dan kapasitas terpasang baru 4.200 MW.

Saturday, June 5, 2010

Mebel Plastik China Mulai Mengancam Industri Mebel Indonesia

Mebel plastik dari China mulai menguasai pasar Indonesia dan menggeser mebel rotan yang asli dari negeri sendiri. Perajin dan pengusaha rotan kini mendesak agar pemerintah turut mengampanyekan mebel rotan dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia Hatta Sinatra, Jumat (4/6) di Cirebon, Jawa Barat, mengatakan, serbuan mebel China dirasakan sejak dua tahun lalu. Di berbagai mal, pusat perbelanjaan, pusat jajan, hingga kafe kini bahkan sudah menggunakan mebel China dari plastik.

”Hampir semua pusat makan, mal di sejumlah kota, tak lagi pa- kai kayu atau rotan, tetapi menggunakan mebel plastik berwarna-warni dari China,” katanya.

Kebijakan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), tambah Hatta, dapat menjadi bumerang jika pemerintah tak mendukung industri mebel dalam negeri.

Kekhawatiran sama diungkapkan Andiyanto, Ketua Asosiasi Perajin Gerbang Rotan Indonesia. Guna menghidupkan lagi industri mebel rotan dalam negeri yang kini mati suri, para perajin di bawah naungan Gerbang Rotan menggerakkan nasionalisasi rotan sejak setahun lalu. Gerakan itu, menurut Andiyanto, sudah berjalan, tetapi serapan pasar lokal masih kurang.

Tenaga kerja

Padahal, menurut Andiyanto, jika mebel rotan bisa hidup kembali, daya serap tenaga kerja akan kembali tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon, 65.000 perajin di daerah itu menggantungkan diri pada mebel rotan. Itu belum termasuk petani rotan yang, menurut Yayasan Rotan Indonesia, berjumlah lebih dari satu juta orang.

Ketua Asosiasi Mebeler Indonesia Wilayah Cirebon Sumartja pun mendesak agar pemerintah ikut berperan dalam gerakan nasionalisasi rotan. Gerakan itu akan lebih efektif jika pemerintah ikut bergabung.

Menurut Sumartja, meski pemerintah sudah mengampanyekan cinta produksi dalam negeri, hingga kini sebagian kantor instansi malah memilih mebel dari Italia atau China. ”Seperti batik, harusnya gerakan memakai mebel rotan dimulai dari kantor instansi di pusat hingga daerah.”

Sementara itu, delapan pengumpul rotan di Kalimantan Barat yang merupakan wilayah penghasil sudah tutup usaha dalam setahun terakhir. Pemicunya adalah sedikitnya kuota pengumpulan dan rendahnya harga jual ke perajin. Ketua Kompartemen Perdagangan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat Rudyzar ZM mengatakan hal itu, Jumat. ”Saat ini tinggal tersisa dua pengumpul rotan di Kalimantan Barat.

Sentimen Negatif Dari China dan Jepang Hantam Bursa Asia

Pergerakan bursa di kawasan asia masih rentan melemah. Sampai penutupan sore ini, indeks bursa di kawasan ini masih memerah. Koreksi terbesar pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jatuh 2,59% ke 2.724,6. Disusul, indeks Hang Seng melemah 1,36% di 19.496, Straits Times Index turun 3,16% ke 2.715, indeks Kospi terkoreksi 0,66% menjadi 1.630, dan indeks Nikkei 225 turun 0,58% ke 9.711.

Melemahnya bursa di kawasan asia tergambar pula dari indeks MSCI Asia Pasifik. Hingga perdagangan pukul 17.46 waktu Tokyo, indeks regional ini melemah 1% ke 112,35. Posisi ini memperpanjang pelemahan bulanan terbesar indeks MSCI Asia Pasifik sejak Oktober 2008.

Pemicu melemahnya bursa asia akibat rilis data pertumbuhan industri manufaktur di China yang melambat dari 55,7 pada April, menjadi 53,9 selama Mei. Posisi ini terendah sejak Juni 2009. Selain itu, ada kekhawatiran pengetatan anggaran di Eropa dan upaya China untuk mengendalikan harga properti akan melukai ekonomi global. Belum lagi, kekhawatiran pasar terhadap spekulasi gejolak politik atas ketidakpastian nasib Perdana Menteri Jepang.

"Ketidakstabilan politik akan menghambat kemampuan Jepang untuk menghadapi terhadap krisis dalam masa penuh gejolak. Pasar menjadi sadar akan momentum pelemahan ekonomi global," kata Hiroshi Morikawa dari MU Investments Co, Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.

Monday, May 10, 2010

Biaya Pencemaran Minyak BP Mencapai 350 Juta Dollar AS

Manajemen BP PLC mengatakan, Senin (10/5), bahwa biaya untuk mengatasi tumpahan minyak di Teluk Meksiko sekitar 350 juta dollar AS.

BP mengatakan, perhitungan itu termasuk biaya untuk merespons dengan cepat, pencemaran dan sumur galian, komitmen terhadap negara-negara di Teluk Meksiko, hingga ongkos yang harus disetorkan kepada pemerintah Federal.

Perusahaan minyak itu tidak mengungkapkan berapa sebenarnya biaya final. Para analis memperkirakan dapat mencapai puluhan miliar dollar AS. Akibat menanggung biaya sebesar itu, saham BP merosot 0,5 persen menjadi 551,4 pence atau sekitar Rp 76.000 per unit.

BP yang bermarkas di London itu mengatakan sedang mempersiapkan kotak kurungan kedua yang lebih kecil dibandingkan dengan yang pertama. Kotak tersebut digunakan untuk mencegah semakin meluasnya limpahan minyak di anjungan Deepwater Horizon.

BP mengatakan, pengurung yang lebih kecil itu dirancang untuk mitigasi cairan dalam volume besar yang sudah dikurung dalam kubah sebelumnya.

Langkah tersebut juga bertujuan untuk menyerap tumpahan minyak hingga 85 persen, yang lalu ditempatkan pada sebuah kapal tanker. Langkah itu belum pernah dilakukan pada ke dalaman lebih dari 1.525 meter di bawah permukaan air. Sumur yang meledak itu diperkirakan mengeluarkan setidaknya 750.000 liter minyak per hari dan terletak sekitar dua kilometer di bawah permukaan.

BP juga menambahkan, akan berkonsentrasi pada peralatan yang dapat digunakan sebagai pencegah keluarnya minyak. Alat itu seharusnya dapat menutup semburan minyak setelah 20 April lalu terjadi ledakan di anjungan tersebut. Namun, alat itu gagal berfungsi sehingga BP harus mengambil posisi sebagai penutup semburan. Teknik yang digunakan termasuk menyuntikkan lumpur dan menangani alat pencegah semburan tersebut.

”Semua teknik sedang dicoba untuk mengatasi semburan minyak, belum pernah diuji dalam kondisi seperti ini,” demikian pernyataan dari BP

Indonesia Mendorong Pertumbuhan Dana Infrastruktur Asean

Indonesia mendorong terbentuknya Dana Infrastruktur ASEAN atau ASEAN Infrastructure Fund/AIF untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara. Efek dari terbangunnya infrastruktur di kawasan ini adalah peningkatan perekonomian dan keuangan regional.

Demikian dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisjahbana, Senin (10/5) di Jakarta, saat menjelaskan hasil sidang tahunan Bank Pembangunan Asia (ADB) di Tashkent, Uzbekistan, pada awal bulan Mei ini.

”Untuk pendirian AIF, sebenarnya itu hasil Pertemuan Para Menteri Keuangan ASEAN, yang saya hadiri di sela-sela sidang tahunan ADB. Para menteri keuangan menyetujui pendirian AIF dengan modal awal 800 juta dollar AS (sekitar Rp 7,5 triliun),” kata Armida.

Menurut Armida, dalam sidang ADB, secara resmi Pemerintah Indonesia juga meminta ADB untuk memfokuskan pada penyediaan infrastruktur pada tingkat negara dan regional.

”ADB harusnya mempunyai peran penting melalui pemberian pinjaman, bantuan teknik, hingga hibah dalam inisiatif baru seperti AIF,” kata dia.

Armida mengatakan, usulan pembentukan AIF datang dari Malaysia. Karena itu, menteri-menteri keuangan pun meminta Malaysia untuk mendekati China, Korea, dan Jepang agar dilibatkan dalam pembentukan AIF.

Asuransi bencana

Dalam rapat tahunan itu, Indonesia juga meminta ADB mempertimbangkan kerja sama lebih baik untuk penanggulangan bencana alam melalui penyediaan asuransi bencana atau catastrophic insurance.

”Saat gempa bumi di Sumatera Barat lalu, kami mendapat bantuan hibah dari ADB sebesar 3 juta dollar AS (sekitar Rp 270 miliar). Jumlah itu kecil sebenarnya, maka kami usulkan mekanisme asuransi,” katanya menjelaskan.

Armida mengatakan, usulan itu belum tentu disetujui, tapi Indonesia sebagai negara yang sering terkena bencana alam memutuskan perlu untuk mengusulkan dana itu.

Pekan lalu, Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan, banyak infrastruktur rusak karena bencana alam. Kerusakan jalan lintas barat (jalinbar) Sumatera sepanjang 2.442,40 kilometer, misalnya, lebih banyak disebabkan bencana alam gempa bumi yang sering melanda wilayah itu.

Namun, akibat dana untuk preservasi atau pemeliharaan jalan banyak tersedot oleh kebutuhan perbaikan jalan akibat banjir, kondisi jalinbar tidak terlalu baik.

”Beberapa ruas jalan di Sumatera rusak karena gempa bumi dan banjir bandang. Dan, bencana ini berlangsung berkali-kali,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto. Dia mengatakan, kerusakan jalan di jalinbar tidak disebabkan oleh truk dengan beban muatan berlebih yang biasa merusak jalan.

Pada tahun 2010, jalinbar Sumatera mendapat dana sebesar Rp 348,63 miliar dari total anggaran untuk lintas Sumatera sebesar Rp 2,25 triliun. Meski demikian, dana itu tidak cukup sehingga beberapa proyek perbaikan jalan baru akan dikerjakan pada tahun 2011.