Pages - Menu

Showing posts with label hotel. Show all posts
Showing posts with label hotel. Show all posts

Friday, December 27, 2024

Tarif Hotel Bali Dipastikan Naik 10 Persen Karena Kenaikan PPN 12 Persen

 Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya memperkirakan pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen akan memicu kenaikan tarif hotel di Pulau Dewata sebesar 10 persen.

Suryawijaya mengungkapkan besaran kenaikan tarif hotel di Bali akan bervariasi. Namun, ia berkaca dari kenaikan sebelumnya di mana saat PPN 11 persen berlaku tarif hotel di Bali menanjak dua digit.

"Kalau itu bisa sampai 10 persen. Karena kalau satu persen dibagi itu satu persen hitungan yang ada saat ini. Biasanya barang-barang juga bisa akan naik, prediksi saya bisa 10 persenan (kenaikan tarif hotel)," ujarnya saat dihubungi.

Ia mengingatkan kenaikan PPN bisa menjadi bumerang bagi pemerintah. Pasalnya, daya beli masyarakat tengah melemah.

"Ketika pajak dinaikkan, belum tentu bisa menambah pendapatan. Ternyata nanti banyak pengusaha yang mengurangi tenaga kerja. Bahkan, pengangguran akan bertambah jadi melakukan efisiensi pengusaha-pengusaha," ujarnya.

Menurutnya, PPN 12 persen memiliki efek berganda bagi pengusaha. Padahal, bisnis masih dalam tahap pemulihan usai pandemi covid-19.

"Pesan saya kepada pemerintah agar lebih bijak dan lebih baik menekan korupsi. Jadi kalau korupsi bisa ditekan diberantas, saya rasa tanpa menaikkan pajak pun program pemerintah akan bisa terealisasi," terangnya.

Alih-alih menaikkan PPN, ia mengimbau pemerintah sebaiknya serius memberantas korupsi. Selain itu, pemerintah juga bisa mendorong peningkatan penerimaan dari sumber-sumber lain.

"Saran saya selaku tokoh pariwisata di Bali, jadi pemerintah harus melakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran APBN. Kedua menekan korupsi karena dari ribu triliun itu dan ratusan triliun sampai ada yang korupsi, kan kebocoran artinya. Yang ketiga menambah sumber-sumber pendapatan yang lain selain di luar pajak. Sehingga terciptanya kondusivitas daripada iklim usaha yang ada," jelasnya.

Di sisi lain, ia optimistis meski tarif hotel naik, tren kunjungan wisatawan ke Bali tetap terjaga.

"Kalau penurunan wisatawan mungkin tidak signifikan. Cuma yang saya khawatirkan adalah jadi pengusahanya yang tidak kuat. Nanti melakukan efesiensi banyak kemudian prodaknya menurun servisnya, karena mengurangi karyawannya, bisa berkurang, itu yang akan ditakutkan," katanya.

Selain itu, bisa juga terjadi PHK pada karyawan hotel di Bali untuk efisiensi.

"Makanya, hati-hati tidak mungkin satu sektor saja mempengaruhi, multiplier efeknya yang banyak," jelasnya.

Ia juga mengimbau pemerintah untuk lebih banyak mendukung lahirnya pengusaha baru. Apabila wirausaha semakin banyak maka akan menambah potensi pemasukan pajak ke depan.

"Dari 280 juta penduduk ini kan baru berapa persennya jadi pengusaha. Jadi untuk dia berusaha itu kalau dibebani aturan banyak, pajak dan segala macam kan orang takut juga, mendingan mereka diam (tidak membuat usaha)," katanya.

Monday, July 5, 2021

PHK Kembali Bayangi Nasib Pekerja Hotel dan Restoran

  Pengusaha hotel dan restoran berpotensi merumahkan pekerja mereka di era PPKM Darurat Jawa-Bali. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) akan terjadi bila kondisi 'besar pasak dari tiang' terus berlangsung. Besar pasak dari tiang yang dimaksud adalah tingginya biaya operasional yang harus dibayar pengusaha. Sementara di sisi lain, pendapatan menurun dampak pembatasan kegiatan bisnis hotel dan restoran.

"Semua ini (PPKM darurat) mengakibatkan operasional hotel dan restoran menurun yang dampaknya merumahkan karyawan dan bisa berakhir PHK," imbuh Ketua Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Sutrisno Iwanto dalam diskusi virtual, Senin (5/7).

Diketahui, sektor usaha restoran tidak diizinkan menerima pengunjung untuk makan dan minum di tempat (dine in). Operasional restoran terbatas pada layanan pesan antar (delivery) dan take away. Larangan yang tertuang dalam PPKM Darurat Jawa-Bali 3-20 Juli 2021 ini berlaku di seluruh restoran, kafe, lapak jajanan, baik yang berada di pusat perbelanjaan atau mal maupun yang berdiri sendiri (di luar mal).

Wakil Ketua Bidang Restoran PHRI DKI Jakarta Rully Rifai mengaku sangat berharap pada bantuan pemerintah. "Melihat aturan PPKM Darurat, restoran ya di-lockdown," ujarnya lirih. Masalahnya, pengusaha tetap terbebani dengan biaya sewa tempat, biaya gaji karyawan, biaya listrik, dan lain sebagainya. "Yang pasti, kami merumahkan karyawan. Seumpamanya berlanjut pun, (mungkin) akan ada PHK ya," jelasnya memperingatkan.

Sebab, menurut Rully, bisnis restoran tidak bisa bergantung hanya dari layanan pesan antar dan take away. Terlebih, pengusaha restoran harus bersaing dengan banyaknya usaha rumahan yang menjual makanan dan minuman secara online.

Untuk menghindari gelombang PHK besar-besaran di sektor hotel dan restoran, Iwan merekomendasikan sejumlah usul, mulai dari keringanan listrik hingga bantuan untuk pekerja yang terpaksa dirumahkan. Untuk keringanan biaya listrik, lanjut Iwan, pengusaha membutuhkan subsidi 30-50 persen. Kemudian, pengurangan biaya air dan tanah (sewa tempat).

Di bidang ketenagakerjaan, ia menyarankan pemerintah menerapkan aturan yang memberlakukan unpaid leave atau cuti tanpa bayaran, pekerja multi-tasking, dan pengalihan perjanjian tenaga kerja waktu tertentu menjadi tenaga kerja harian (casual).

"Lalu, subsidi gaji karyawan hotel dan restoran yang terdampak PPKM Darurat, termasuk bansos tunai (BLT) bagi karyawan yang dirumahkan," ungkap Iwan.

Saturday, August 29, 2020

Bandara Internasional Yogyakarta Mampu Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga Dua Digit

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan bahwa keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta mampu membangkitkan industri hotel dan restoran di wilayah itu.

"Bandara Internasional Yogyakarta menjadi salah satu pemicu tumbuhnya bisnis perhotelan dan restoran di wilayah Kulon Progo, seiring dengan makin beragamnya fasilitas dan layanan yang dapat menjadi pilihan masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Sabtu.

Ia mengatakan, salah satu persoalan sektor pariwisata di Kulon Progo adalah lama tinggal wisatawan yang masih minim atau idak lebih dari satu hari, sehingga dirasa kurang mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Dengan demikian, persoalan lama tinggal (long stay) mulai  dapat teratasi, karena dengan fasilitas yang baik akan membuat wisatawan lebih betah tinggal lebih lama," kata Joko Mursito.

Selain itu, lanjut Joko Mursito keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta para turis  juga  dapat memanfaatkan potensi lokal sebagai destinasi wisata di Kulon Progo.

Pertumbuhan objek wisata berbasis kemandirian masyarakat berkembang pesat, sedikitnya ada 30 objek wisata, selain objek wisata yang dikelola oleh pemkab. Pertumbuhan objek wisata ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di wilayah ini.

"Namun demikian, masih banyak destinasi wisata yang harus berbenah dengan bertambahnya volume dan intensitas kunjungan," katanya.

Ia mengatakan khusus di Pantai Glagah, ada penambahan aksen daya tarik karena saat ini sudah mulai banyak wisatawan yang datang ke Glagah untuk melihat pesawat "landing" maupun "take off".

Dinas Pariwisata koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo menyiapkan pelebaran dan perbaikan jalan dari Pasar Plono menuju Nglinggo dan tembus D'Loano.

"Tahun 2021, ada pembangunan Plaza Kuliner di Glagah dan penambahan sarana dan prasarana  pendukung protokol kesehatan," katanya.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga menyiapkan sumber daya manusia bidang pariwisata supaya lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kulon Progo.

Untuk itu, Dinas Pariwisata memberikan pelatihan untuk pengelola destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata agar paham penerapan protokol kesehatan. Selanjutnya, membangun sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

"Kami juga merangsang kreativitas pengelola agar ada penguatan dan ikon di masing-masing destinasi wisata. Sehingga ke depan menu kunjungan lebih variatif dan inovatif," katanya.

Bupati Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarya, Sutedjo memperkirakan pengoperasian Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) mampu mendongkrak pertumbuhan bisnis dan ekonomi di wilayah ini hingga di atas dua digit.

Sutedjo di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan sebelum 2018 pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo berkisar antara 4 persen hingga 5,2 persen, tapi dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta bisa tumbuh menjadi 11,3 persen pada 2018 atau di atas DIY yang pertumbuhannya sebesar 7 persen.

Selanjutnya, pada 2019 pertumbuhan ekonomi sebesar 10,83 persen, sedangkan pada masa pandemi COVID-19 ini tetap pada pertumbuhan ekonomi yang mengarah positif.

"Kabupaten Kulon Progo sebelumnya tercatat sebagai daerah angka kemiskinannya lebih tinggi dari lima kabupaten/kota di DIY. Namun sejak 2018, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo yang berada di atas dua digit atau tertinggi di DIY," kata Sutedjo.

Ia menjelaskan pada awal pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Kulon Progo sebagai lokasi pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta, banyak penolakan warga yang tidak merelakan lahannya untuk pembangunan bandara. Namun setelah dilihat dalam perkembangannya, banyak dampak positif yang didapat oleh masyarakat.

Meski begitu, Pemkab Kulon Progo memiliki pekerjaan berat dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha atas pengoperasian  Bandara Internasional Yogyakarta. Masyarakat harus mampu menangkap peluang adanya bandara untuk berusaha sesuai kemampuan dan potensi lokal.

Ia berharap masyarakat jangan hanya menjadi penonton, namun dengan harus mampu menangkap peluang usaha.

"Kami selalu mengajak dan mengingatkan masyarakat Kulon Progo memanfaatkan Bandara Internasional Yogyakarta sebagai potensi untuk menangkap peluang di semua sektor sesuai kemampuan. Jangan jadi penonton," katanya.

Kabag Perekonomian Setda Kulon Progo Adnan Widodo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada masa pandemi COVID-19 masih positif berkisar di atas 3 persen meski di DIY pada triwulan pertama minus 0,17 persen.

Ia mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi di atas 30 persen, yakni pada 2019 pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 7,51 persen, sedangkan di Kulon Progo mencapai 10,84 persen, sedangkan pada triwulan pertama di DIY minus 0,17 persen atau turun 7,68 persen.

Ia mengatakan penurunan pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 ini disebabkan berhentinya pembangunan infrastruktur dalam mega proyek di Kulon Progo, seperti perhotelan hingga pembangunan jalur kereta bandara, serta proyek infrastruktur daerah yang anggarannya terkena refocusing untuk penanganan COVID-19.

"Pada triwulan ketiga III 2020 proyek infrastruktur mulai berjalan kembali. Kami berharap mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo supaya tidak minus," katanya.

Adnan juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Kulon Progo bisa diproyeksikan positif dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Program bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT), hingga bantuan sosial lainnya dapat mempertahankan daya beli masyarakat pada masa pandemi COVID-19.

"Kami optimistis berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat hingga kabupaten dapat menstabilkan daya beli masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat positif, begitu juga laju inflasi dapat dikendalikan," katanya.

Namun, beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta belum sepenuhnya mampu memulihkan pertumbuhan pada sektor jasa transportasi.

"Meskipun jumlah penumpang  atau pengguna jasa penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta sudah terjadi lonjakan, namun belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, karena jasa transportasi belum berkembang sesuai harapan," katanya.

Thursday, November 29, 2018

Pantai Di Anyer Kini Habis Dikuasai Oleh Swasta Dengan Sewa Hanya Rp. 500 Juta Per Tahun

Pantai Anyer, Serang dengan panjang sekitar 25 kilometer sampai perbatasan Carita, Pandeglang mayoritas dikuasi oleh perorangan dan swasta. Publik tidak diberikan akses pantai kecuali membayar.

Bahwa tidak ada akses pantai bagi publik ini sudah diakui oleh Pemkab Serang. Selain dikuasasi oleh korporasi perhotelan, pemilik lahan sepanjang pantai Anyer sampai Cinangka juga ada yang dimiliki perorang, termasuk para pemilik modal dari Jakarta.

Bahkan, pengelola perorangan seperti di Pantai, bercerita bahwa yang ia kelola adalah hasil sewa dari perorangan dan korporasi hotel. Pertahun, untuk sewa Pantai Sambolo 1 disewa Rp 500 juta dari Hotel Patra Jasa. Sambolo 2 disewa dari pemilik lahan asal Jakarta Rp 465 juta.

"Sistemnya sewa, kontrak pertahun kalau tidak salah hampir Rp 500 juta," kata Yepi pengelola Pantai Sambolo saat berbincang. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang Tahyudin mengatakan, penguasaan Pantai Anyer terjadi sejak Banten masih bagian dari Provinsi Jawa Barat. Selain dikuasi hotel, ada salah satu perorangan pemilik pantai seperti seseorang bernama Haji Royani.

Pemkab, tuturnya mengetahui persoalan penguasan pantai oleh perorangan dan swasta ini. Meski ada keinginan untuk membuka pantai secara gratis untuk publik, tapi harga tanah di sana sudah kadung terlalu mahal. "Kita punya keinginan tapi kan mahal, karena sudah dikuasi pengusaha yang punya modal, mainnya tinggi," ujarnya. 

Sistem sewa pantai ini terjadi hampir di semua Anyer di luar pantai yang sudah dimiliki oleh perhotelan. Makanya, setiap wisatawan yang datang, akan dikenakan biaya tiket masuk dari Rp 75 ribu untuk mobil sampai Rp 800 ribu untuk bus. Pengelolaan perorangan seperti ini, menurut Yepi juga mendapatkan saingan dari pantai yang sudah dikuasai oleh perhotelan. Hotel juga menarik wisatawan yang hanya sekedar ingin menikmati pantai untuk satu-dua jam.

"Pantai kan ada di belakang hotel, itu dikuasai hotel, semuanya (penguasaan) oleh swasta dan perorangan, dari mulai Anyer swasta atau perorangan. Nggak kurang 90 hotel dikuasai perusahaan,"paparnya. Adanya tarif masuk pantai di Anyer ditengarai karena pantai jadi milik perorangan dan swasta. Sewa per tahunnya pun tak murah.

Pengelola Pantai Sambolo di Anyer, Yepi mengatakan bahwa harga sewa pantai yang dikelola perorangan bisa sampai ratusan juta. Dua pantai yang dia kelola saja, Sambolo 1 disewanya dari Hotel Patra Jasa sebesar Rp 500 juta. Dan Sambolo 2 disewa dari pemilik perorangan asal Jakarta sebesar Rp 465 juta setiap tahun.

"Sistemnya sewa, kontrak per tahun kalau tidak salah hampir Rp 500 juta," kata Yepi saat berbincang , Serang, Banten, Rabu (28/11/2018). Menurutnya, pantai di sepanjang Anyer tidak bisa seperti daerah lain yang bisa diakses publik. Kebanyakan, pengelola pantai di kawasan ini menyewa baik pada pemilik perorangan maupun perusahaan. "Pantai terbuka aja, untuk umum. Kita nggak ada penginapan, kita hanya sewa lesehan dan pondokan," ujarnya.

Karena sistem sewa itu kemudian pengelola memberi tarif masuk bagi wisatawan yang ingin menikmati pantai. Harganya pun relatif sama dari pantai-pantai yang dikelola perorangan. Untuk wisatawan yang menggunakan motor dikenai tarif Rp 20 ribu, mobil Rp 75 ribu, bus Rp 800 ribu.

"Ada saung yang kita sewakan Rp 80 ribu, itu tidak dibatasi waktunya," ujarnya. Kini traveler tidak bisa menikmati Pantai Anyer secara gratis. Apa alasannya? Meski memiliki garis pantai yang cukup panjang, hampir tak ada pantai yang bisa diakses publik secara gratis di kawasan Anyer, Kabupaten Serang. Pantai hanya bisa diakses melalui hotel atau yang sudah dikelola perorangan.

Jika memasuki kawasan Anyer sampai pantai Carita di Pandeglang, akses pantaidi daerah ini memang ditutupi oleh hotel. Sekalinya ada pantai yang terbuka, itu pun sudah dikelola oleh perorangan dengan tarif masuk Rp 25 ribu sampai Rp 800 ribu bagi kendaraan bus.

Izin pendirian bagunan hotel atau resort di pinggir pantai ini ditenggarai sudah berlangsung sejak belum berdirinya provinsi Banten. Belum ada Perda khusus juga agar ada pantai yang bisa diakses publik secara gratis. "Saya sendiri nggak jelas, nggak tahu. Jaman Jawa Barat, bukan jaman Banten," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang Tahyudin .

Kondisi bangunan yang bersentuhan dengan pantai ini juga diakui berbeda dengan pantai daerah lain. Pihak pemilik juga memiliki izin bangunan yang langsung bersentuhan dengan pantai. Tapi, menurutnya bisa saja pemerintah membuka akses pantai gratis untuk publik. Misalkan melalui pemindahan hotel yang berdiri di pinggir pantai. Sayangnya, pemerintah harus menyediakan anggaran yang besar.

"Kalau pemerintah punya duit banyak, dibongkar semua dipindahkan. Tapi pakai duit siapa pengganti tanahnya, bangunannya. Mesti dipertimbangkan semua, itu punya orang, kita nggak menyiapkan apa-apa," katanya. Pantai sepanjang Anyer di Kabupaten Serang banyak dikelola oleh swasta dan perorangan. Tak ada lagi pantai gratis yang bisa dimasuki oleh masyarakat umum.

Pantai di Kecamatan Anyer sampai Cinangka, banyak berdiri hotel dan cottage-cottage yang dibangun dekat bibir pantai. Pantai ini kebanyakan milik swasta dan dipagari sepanjang akses masuk.

Sedangkan pantai yang dikelola perorangan, seperti di Pantai Florida, Anyer, atau Pantai Pasir Putih. Akses masuk ke pantai ini banyak yang diportal dan ditenggarai dikelola perorangan. Di pantai seperti ini, pengelola menyediakan gubuk-gubuk untuk wisatawan.

Warga setempat, Fauzi mengatakan pantai di Anyer memang dikelola perorangan dan swasta. Setiap wisatawan yang masuk ke pantai, dikenakan tarif bervariasi.  "Ada yang dikelola warga, kelompok masyarakat atau pemilik lahan yang bukan orang situ, ada yang dari Jakarta juga. Tapi rata-rata bukan warga setempat," kata Fauzi di Anyer, Serang, Banten. Di Pantai Florida dan Anyer misalkan, dikenakan tarif Rp 25 ribu untuk pengunjung yang membawa motor. Juga di Pantai Sambolo, wisatawan dari luar dikenakan tarif Rp 20 ribu sekali berkunjung.

Salah satu pengelola di pantai Anyer mengatakan, tarif sebesar itu digunakan untuk pengunjung baik di hari kerja maupun saat libur. Tarif ini digunakan untuk sekali datang dengan parkir kendaraan motor.  "Itu untuk semua pengunjung, mau sampai sore atau malam terserah," kata pengelola yang tak ingin disebut namanya. Sedangkan untuk pengendara mobil tarifnya Rp 75 ribu. Untuk kendaraan lebih besar seperti bus tarif masuk Rp 800 ribu.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang Tahyudin membenarkan bahwa tak ada pantai gratis untuk umum di Anyer. Kebanyakan pantai di sana, dikelola secara privat oleh perorangan dan swasta.  "Nggak ada yang milik publik, perusahaan semua. Nggak ada tanah pemerintahan, itu milik hotel dan perorangan," kata Tahyudin. Pemerintah Kabupaten Serang membenarkan bahwa tak ada pantai di sepanjang Anyer-Cinangka yang gratis dan bisa diakses publik. Mayoritas, pantai dikuasai swasta.

Akibatnya, akses ke pantai ditutupi pagar oleh pemilik hotel. Atau, jika pantai yang dikuasi perorangan, pengelola menutupnya menggunakan portal. Wisatawan yang akan menikmati bibir pantai pun dikenakan tarif untuk sekali datang.  "Nggak ada yang gratis. Nggak ada yang milik publik, perusahaan semua," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang Tahyudin.

Bahkan, Tahyudin menuturkan, hotel yang berdiri persis di pinggir laut menguasai sebagian besar pantai di Anyer. Itulah kenapa wisatawan yang berkunjung harus keluar uang.  "Pantai kan ada di belakang hotel, itu dikuasai hotel, Semuanya (penguasaan) oleh swasta dan perorangan. Dari mulai Anyer swasta atau perorangan. Nggak kurang 90 hotel dikuasai perusahaan," ujarnya.

Setahu dirinya, Pemkab Serang memang tidak memiliki satu pun aset pantai yang bisa dibuka untuk umum. Pemerintah kesulitan jika harus menyediakan pantai gratis untuk publik.  "Kita sudah kadung hotel (dibangun) di pinggir pantai, jadi pantai tidak dinikmati oleh publik. Ini publik mau ke pantai mesti ke hotel, parkir ke hotel, Jadi nggak ada yang gratis," katanya

Monday, December 25, 2017

Erupsi Gunung Agung Timbulkan Kerugian Ekonomi Rp 11 Triliun

Peningkatan status awas Gunung Agung di Bali berdampak pada menurunnya aktivitas pariwisata di Pulau Dewata sehingga menimbulkan kerugian ekonomi mencapai Rp11 triliun.

Kepala Pusat dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, kerugian ekonomi terbesar terjadi pada sektor pariwisata dan turunannya. "Kerugian Rp11 triliun itu sejak berstatus awas pada 22 September 2017. Kerugian ekonomi ini terbesar dari sektor pariwisata dan turunannya," katanya seperti dikutip dari Antara.

Berdasarkan pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya, kerugian dari sektor pariwisata mencapai Rp9 triliun sejak peningkatan status awas pertama pada September hingga Desember 2017. Sedangkan, kerugian sebanyak Rp2 triliun pada periode yang sama disebabkan karena kredit macet yang dialami masyarakat Karang Asem karena tidak bisa bekerja dan harus berada di pengungsian.

Tak hanya itu, sejumlah maskapai asing terutama dari China menunda penerbangan hingga Januari 2018. "Ini alasan pimpinan daerah meminta Otoritas Jasa Keuangan membantu menyesuaikan kembali waktu pembayaran kredit masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Agung," ujar dia. Untuk mengatasi kondisi ini, menurut Sutopo, Presiden rencananya akan memimpin rapat terbatas bersama Wakil Presiden malam ini di Sanur, Bali.

Status Gunung Agung Sutopo mengatakan, status Gunung Agung masih sama yakni awas (level IV) untuk radius delapan hingga 10 kilometer dari puncak gunung. Selebihnya, Bali tetap aman untuk dikunjungi. Aktivitas gunung berapi yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu diperkirakan tetap aktif selama Desember 2017 hingga 2018, sama seperti Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Saat ini lava telah naik mengisi mangkok kawah, dengan material vulkanik mencapai 20 juta meter kubik (m3). Meski demikian, menurut dia, letusan kali ini tidak akan sebesar 1963.

Adapun, jumlah pengungsi hingga saat ini mencapai 72.114 orang yang tersebar di 240 titik pengungsian. Kadek Astuti (40) akhirnya memutuskan untuk membuka kembali tokonya yang terletak di sekitar Jalan Legian, Bali. Ia sempat menutup tokonya sekitar dua minggu, akibat sepinya pengunjung usai erupsi Gunung Agung dengan intensitas tinggi yang membuat Bandara Ngurah Rai sempat tutup. 

Sebelum benar-benar membuka toko, Kadek memulai ritualnya terlebih dahulu. Ia menciratkan air ke sejumlah toko, sambil memanjatkan doa, berharap tokonya kali ini mendapat penglaris. Momentum natal dan tahun baru menjadi harapannya untuk menjumput rezeki. "Saya baru buka toko, kemarin ditutup lama. Sepi juga pengunjungnya, dan kebetulan juga ada acara," ungkap Kadek saat berbincang.

Kadek mengaku menaruh harapan pada momenum Natal dan Tahun Baru yang biasanya membuat Bali berjubel pengunjung. Pasalnya, sejak erupsi Gunung Agung terjadi pada bulan lalu, Bali mendadak sepi pengunjung. Terlebih, setelah Bandara Ngurah Rai sempat ditutup dan adanya status tanggap darurat.  "Kemarin-kemarin sepi sekali, pembeli nyaris tidak ada. Ini kelihatannya sudah mulai ramai, mudah-mudahan ada rezekinya," ungkap dia.

Dalam satu hari, Kadek mengaku biasanya mendapatkan pendapatan kotor dari berjualan pernak-pernik sekitar Rp2 juta. Namun, kala Erupsi Gunung Agung melanda, pendapatannya tak menentu, bahkan pernah sama sekali tak ada pendapatan kendati tokonya buka.  Berbeda dengan Kadek yang sempat memilih menutup tokonya, Anis Mahdi (28), yang juga memiliki toko di Jalan Legian memutuskan terus membuka toko. Ia masih berharap ada pengunjung yang masih mampir ke tokonya, kendati Bali tak seramai biasanya.

"Tiap hari buka, ya siapa tahu ada yang mampir. Sepi sekali memang kemarin-kemarin, tapi sejak beberapa hari ini sudah mulai terlihat ramai," terang dia.  Anis mengaku sebelum erupsi Gunung Agung terjadi, pendapatan kotornya usaha aksesorisnya mencapai sekitar Rp3 juta. Namun, sejak erupsi, pendapatannya turun drastis. Dalam satu hari, Ia mengaku terkadang hanya memperoleh Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

"Tapi sudah beberapa hari terakhir ini, Bali mulai ramai karena sudah mau masuk musim liburan juga. Sekarang bisa dapat sekitar Rp1,5 juta," ungkap dia.  Momentum natal dan tahun baru, juga menjadi harapan Anis untuk meraup untung. Biasanya, menurut dia, pendapatan kala libur natal dan tahun baru, meningkat cukup signikan.

"Mudah-mudahan sih membaik, apalagi tanggap darurat juga sudah dicabut, wisatawan kembali banyak yang ke sini. Bisanya memang paling ramai itu setelah natal menuju tahun baru," harap dia.  Sementara itu, Made yang berprofesi sebagai supir rental mobil mengaku tak lagi mengantar penumpang setiap hari sejak Bali bersatus awas. Bali, menurut Made, mendadak sepi.

Namun, Made melihat Bali beberapa hari ini mulai ramai, seiring mulai masuknya musim libur Natal dan Tahun Baru. Jalan-jalan mulai macet, kendati belum separah tahun-tahun sebelumnya.  "Sudah mulai terlihat ramai, tapi biasanya memang lebih ramai setelah natal," ungkap dia.  Berdasarkan perkiraan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kerugian yang dialami Bali sejak Gunung Agung berstatus awas pada 22 September 2017 mencapai Rp11 triliun.

Kerugian tersebut terutama berasal dari sektor pariwisata yang mencapai Rp9 triliun. Adapun sisanya, merupakan kerugian dalam bentuk kredit macet yang dialami masyarakat Karangasem. Kendati Gunung Agung masih berstatus awas, pemerintah memutuskan untuk mencabut status tanggap darurat bencana Gunung Agung pada Jumat (22/12). Pencabutan status tersebut, ditempuh pemerintah guna meningkatkan kembali pariwisata Bali yang lesu akibat erupsi Gunung Agung.

Presiden Joko Widodo bahkan secara langsung datang ke Bali dan menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri guna memastikan kondisi Bali. Kedatangan Jokowi, juga dilakukan guna memberikan pesan kepada dunia bahwa Bali aman sebagai tempat wisata kendati Gunung Agung masih mengalami erupsi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut, travel warning ke Bali dari sejumlah negara disebabkan oleh adanya status tanggap darurat. Ia pun optimis dengan dicabutnya status tanggap darurat bakal membuat sejumlah negara tersebut mencabut travel warning-nya. Dengan demikian, diharapkan luhut, wisatawan asing pun akan kembali berkunjung ke Bali. Pulihnya pariwisata pun menurut Luhut akan ikut memulihkan ekonomi Bali.

"Ekonomi Bali akan rebound sendiri dengan itu, saya tidak ambil pusing," terang Luhut. Status tanggap darurat tak lantas memberi kepastian terhadap status awas Gunung Agung. Hingga kini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum dapat memastikan kapan status awas akan berakhir. Bahkan, usai pencabutan status tanggap darurat, Gunung Agung masih mengalami beberapa kali erupsi kecil

Pemerintah menyebut ekonomi Bali bakal segera bangkit tanpa perlu adanya insentif khusus dari pemerintah. Ekonomi Bali saat ini tengah mengalami penurunan akibat erupsi Gunung Agung yang belum berakhir. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menuturkan, ekonomi Bali akan bangkit dengan sendirinya tanpa perlu bantuan khusus dari pemerintah. Kendati demikian, pemerintah akan memastikan pariwisata Bali segera kembali hidup dengan memastikan kepada dunia, Bali aman sebagai tempat wisata.

"Ekonomi Bali akan rebound sendiri dengan itu, saya tidak ambil pusing," ujar Luhut di Karangasem, Bali, Jumat (23/12). Ekonomi Bali, menurut Luhut akan pulih sendiri seiring dengan pulihnya pariwisata di pulau ini. Untuk itu, menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pencabutan status tanggap darurat.

Pencabutan status tanggap darurat, menurut dia, perlu dilakukan untuk memperbaiki citra Bali sebagai tempat pariwisata yang aman. Adanya status tanggap darurat, membuat sejumlah negara akhirnya mengeluarkan larangan perjalanan (travel warning) ke Bali bagi warga negaranya.

"Kalau status tanggap darurat diambil, maka advisory travel warning (larangan perjalanan) ke Bali yang dikeluarkan beberapa negara bakal dicabut. Kalau kita masih bilang tanggap darurat, berarti Bali bahaya," ungkap dia. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pemerintah pusat kini terus memantau kebutuhan penanganan bencana di Bali. Jika dibutuhkan, pemerintah pusat pun siap mengucurkan bantuan kepada pemerintah daerah.

"Kami akan terus melihat, apakah situasi dibutuhkan tambahan banguan atau tidak dari sisi pemerintah (pusat),seperti penanganan pengungsi. Kalau mereka harus terus bertahan beberapa saat, tentu ada implikasinya bagi pemerintah daerah," terang dia. Berdasarkan data simulasi dampak pergerakan aktivitas Gunung Agung terhadap perekonomian Bali yang dibuat Bank Indonesia belum lama ini, bali kehilangan 1,2 juta wisatawan sepanjang kuartal empat tahun ini. BI pun memperkirakan pendapatan yang hilang dapat mencapai Rp2,47 triliun.

Adapun ekonomi Bali diramal BI, juga bakal tumbuh di bawah 6 persen pada tahun ini, turun di banding tahun lalu sebesar 6,24 persen.

Wednesday, December 20, 2017

Profile Sukamdani Sahid Pemilik Bisnis Hotel Sahid

Nama Sukamdani Sahid Gitosardjono sudah tak asing lagi di dunia usaha. Maklum, pria kelahiran tahun 1928 ini telah malang-melintang di berbagai sektor usaha, seperti percetakan hingga perhotelan. Mengutip berbagai sumber, usahanya berawal dari bisnis percetakan yang didirikan pada tahun 1952 silam dengan konsep percetakan kecil-kecilan. Modal awalnya berupa dua buah mesin percetakan yang dibeli langsung dari tempat kelahirannya, di Solo.

Seiring berjalannya waktu usahanya berkembang hingga lima tahun kemudian atau pada 1958, Sukamdani mendirikan perusahaan percetakan lebih besar. Ia sekaligus menjadi direktur utama dari perusahaanya bernama CV Masyarakat Baru.

Di awal berkibarnya bendera perusahaan, Sukamdani mendapatkan pesananan langsung dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Usahanya pun semakin besar hingga memiliki tiga percetakan di Jakarta dan satu di Solo. Tak berpuas diri, Sukamdani tak hanya fokus pada bisnis percetakan, melainkan juga bisnis perhotelan. Sukamdani memulai usaha hotelnya di Solo dan berlanjut di Jakarta bertajuk Grand Sahid Jaya.

Saat ini, terhitung ia telah memiliki 14 hotel dengan jumlah 2.750 kamar. Hotel ini ada di bawah manajemen PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID). Perusahaan resmi berdiri pada 23 Mei 1969 lalu. Namun, perusahaan tak hanya fokus pada bidang perhotelan, melainkan juga pariwisata.

Berkat prestasinya memimpin berbagai usahanya, Sukamdani pun bergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan menjadi ketua umum Kadin pada 1987 silam.  Sukamdani memiliki lima anak, bernama Sarwo Budi Wiyanti, Exacty Budiarsi, Nugroho Budisatrio, Hariyadi Budisantoso, dan Sri Bimastuti Handayani.

Kehidupan Sukamdani rupanya tak hanya sekadar bisnis dan bisnis. Seperti diketahui, Sukamdani juga memiliki pondok pesantren bernama Pondok Pesantren Modern Sahid di Bogor. Hari ini, Kamis (21/12), Sukamdani telah tutup wafat di usia 89 tahun pada pukul 09.15 WIB. Ia akan dimakamkan di Bogor atau tepatnya di pondok pesantren yang ia bangun. Pemilik jaringan hotel Sahid, Sukamdani Sahid Gitosardjono, meninggal dunia pagi ini, Kamis (21/12) pada pukul 09.15. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh sang anak, Hariyadi Sukamdani.

"Benar bapak meninggal dan akan disemayamkan di rumah duka di Jl Imam Bonjol," ungkap Hariyadi . Lebih tepatnya, rumah duka tersebut berada di Jl Imam Bonjol no 50 Jakarta Pusat. Rencananya, ia akan dimakamkan di Pondok Pesantren Modern Sahid, Jl Dasuki Bakri Km 6, Kecamatan Pamijahan, Bogor.

"Bapak akan dimakamkan setelah Ashar," kata Hariyadi. Sukamdani menghembuskan nafas terakhirnya di umur 89 tahun. Ia lahir di Solo pada 14 Maret 1928 silam. Hariyadi memohon agar kesalahan sang ayah dimaafkan dan memohon doa kepada segenap masyarakat yang mengenal beliau. "Mohon doanya ya, terima kasih," ucap Hariyadi.

Seperti diketahui, Sukamdani juga pernah menjadi Ketua Umum di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) selama dua periode pada tahun 1985, dan 1982 hingga 1985, serta 1985 hingga 1988. Pengusaha Senior Sukamdani Sahid Gitosardjono mengembuskan napas terakhirnya tadi pagi. Pendiri jaringan Hotel Sahid tersebut meninggal di usia 89 tahun.

Pria yang lahir di Solo pada 14 Maret 1928 sudah memiliki pengalaman segudang sebagai seorang pengusaha. Sukamdani juga bisa dibilang memulai karir sebagai pengusaha dari bawah. Almarhum pernah bekerja sebagai pamong praja di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Dia juga pernah bekerja di NV Harapan Masa milik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Di perusahaan itu dia mulai belajar tentang bisnis percetakan.

Lalu pada 1952, ayah dari Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani itu mulai mendirikan perusahaan percetakan kecil-kecilan yang dijalankan di sebuah rumah kontrakan. Meski hanya bermodal dua mesin handpress Sukamdani berhasil mengembangkan bisnisnya. Perusahaan yang bernama CV Masyarakat Baru itu pun mulai mendapatkan orderan partai besar dari Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan. Bisnis percetakannya pun terus membesar hingga beranak pinak menjadi 3 perusahaan yang dia dirikian di Jakarta dan Solo.

Dengan keuntungan yang cukup besar, Sukamdani pun bisa membeli tanah di jalan Sudirman Jakarta. Di atas tanah tersebut kini telah berdiri Hotel Sahid. Bisnis hotelnya bermula ketika dia mendirikan PT Sahid Trading & Industrial Co. Melalui perusahaan itu dia mulai mengoperasikan Hotel Sahid Solo.

Setelah itu dia mulai asik mengembangkan bisnis perhotelan. Tanah-tanah yang dimilikinya termasuk di Jakarta dia sulap menjadi hotel. Selain menjadi pengusaha, Sukamdani juga aktif berorganisasi. Dia pernah menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada 1982 dan kembali terpilih pada 1985. Bahkan dia juga sempat dipercaya menjadi Ketua Umum Kadin Asean pada periode 1987-1988.

Thursday, December 17, 2015

Panorama Group Buka 8 Hotel Sekaligus di Bali, Belitung, dan Palembang

Panorama Hospitality Management (PHM) berencana membuka tiga hotel lagi pada tahun 2016 mendatang. Tiga hotel tersebut akan dibuka di tiga daerah berbeda. "Saat ini yang sudah pasti buka tahun depan itu di Bali, Belitung, dan Palembang," kata Direktur Sales dan Marketing PHM, Diah S. Rahayu saat diwawancarai di acara "Corporate & Media Gathering PHM" di The 1O1 Hotel Bogor, Sabtu (28/11/2015) lalu.

Tiga hotel yang akan dibuka PHM yakni The Haven Suites di Bali, The 1O1 di Palembang, dan The 1O1 di Belitung. The Haven Suites akan memiliki fasilitas 80 kamar tipe suites, restoran, akses internet gratis, kolam renang, gym, spa, dan lainnya. Sementara The 1O1 Palembang akan memiliki 152 kamar, ballroom, meeting rooms, kolam renang, dan restoran. Sedangkan The 1O1 Belitung, akan memiliki 181 kamar, 21 vila, wedding chapel, kolam renang, sky gym and spa, floating waterpark, restaurant and bar.

Diah melanjutkan, saat ini PHM telah mengelola hotel yang tersebar di berbagai daerah seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan lainnya. Jumlah totalnya ada delapan hotel. "PHM Hospitality memiliki tujuan untuk mengejar dan mempercepat dalam meningkatkan jumlah hotel di sekitar 25 hotel pada tahun 2020 dan 50 hotel pada tahun 2025," ujar Diah.

Di tengah menjamurnya bisnis hotel, pihaknya optimis untuk tetap bersaing. "Kita tidak takut bersaing. Bersaing itu tantangan. Setiap hotel punya market. Yang kita tekankan adalah pelayanan. Kita akanupgrade pelayanan dan kebutuhan dia (tamu) apa," ujar Diah.

Selain itu, PHM Hospitality juga melihat trend yang berkembang. Sebab, lanjut dia, jika tidak mengikuti tren maka hotel akan tertinggal. "Kita juga melihat tren, kalau tidak mengikuti tren, kita akan ketinggalan," kata dia. PHM Hospitality, anak perusahaan Panorama Group yang bergerak dalam manajemen hospitality, kini mengembangkan budget hotel dengan nama The BnB. Hotel pertama PHM yang berkonsep urban budget ini akan beroperasi bulan Desember 2012, dibangun di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Corporate Public Relations Manager PHM Hositality, Yulia Maria dalam siaran persnya, Sabtu (11/8/2012) menyebutkan, hotel ini memiliki 171 kamar yang nyaman, dilengkapi dengan kasur berkualitas tinggi, kamar mandi di dalam, saluran TV dan koneksi internet wifi.  Selain itu, The BnB memiliki lima ruang pertemuan, satu coffee shop(Kaffein), pojok internet, pelayanan proses check in secara mandiri, tempat parkir, serta layanan antar jemput dari hotel menuju pusat perbelanjaan terdekat, Mall of Indonesia, Mall Kelapa Gading, dan ITC Cempaka Mas.

"Hotel The BnB merupakan terobosan baru berkonsep urban budget.Jaringan hotel The BnB akan dibangun di lokasi-lokasi yang strategis, dengan desain interior yang segar, kontemporer, dan nyaman sebagai pilihan tempat tinggal untuk perjalanan pendek dan beranggaran terbatas, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan," jelas Managing Director PHM Hospitality, Kristian Kuntadi.

Menurut Kristian, Hotel The BnB Kelapa Gading merupakan kolaborasi dengan mitra PHM, PT Agung Podomoro Land. "Kelapa Gading menjadi lokasi pertama Hotel The BnB karena lokasi ini bagus untuk bisnis dan liburan di utara Jakarta. Suatu perpaduan lokasi yang strategis, desain ekonomis dan bergaya modern. Kami yakin dapat membawa The BnB Kelapa Gading terobosan baru hotel urban budget," paparnya.

PHM Hospitality, anak perusahaan Panorama Group, adalah manajemen perhotelan yang sukses mengelola dua brand hotel yaitu The Haven untuk hotel dan resor bintang 4 deluxe, dan The 1O1 untuk hotel bintang 3 premium. Kawasan Kelapa Gading di Jakarta Utara dinilai sebagai kawasan strategis untuk berbisnis. Bangunan hotel pun semakin menjamur di sana. Minggu (7/7/2013), PHM Hospitality mengumumkan secara resmi beroperasinya hotel pertama THE BnB di Kelapa Gading.

THE BnB Jakarta Kelapa Gading merupakan hotel pertama dari brand ini. THE BnB ingin menunjukkan keunggulan konsepnya sebagai terobosan baru hotel “urban budget” yang dirasakan sangat tepat berada di lokasi perkotaan yang merupakan pusat bisnis.

Director of Marketing & Communications PHM Hospitality, Hera Nitihardja, dalam jumpa pers, Senin (8/7/2013), menyebutkan beberapa keunggulan membuat THE BnB Jakarta Kelapa Gading layak sebagai tempat akomodasi pilihan khususnya di Kelapa Gading dan sekitarnya sebagai perwujudan moto “Sleep Well" dan "Pay Less".

Menurut Hera, sebagai hotel bintang 2, THE BnB Jakarta Kelapa Gading menyasar kalangan “simple urban explorer” yaitu mereka yang memiliki intensitas tinggi dalam urusan perjalanan, baik untuk keperluan bisnis atau berlibur. "Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan destinasi namun memiliki waktu terbatas. Selain itu, sepak terjang mereka selalu updatedan terkoneksi dengan dunia luar melalui perangkat teknologi," katanya.

THE BnB Jakarta Kelapa Gading memiliki 171 kamar dengan 2 tipe kamar yaitu Urban Room seluas 19 meter persegi hingga 22 meter persegi berjumlah 138 kamar dan Urban Deluxe Room dengan luas 26 meter persegi hingga 29 meter persegi berjumlah 33 kamar. Selain itu, hotel ini juga memiliki 5 ruang pertemuan berkapasitas 16 orang hingga 124 orang.

Apa itu "sleep well" dan "pay less"? Untuk "sleep well", Hera menjelaskan, THE BnB Jakarta Kelapa Gading menyediakan kamar tidur yang fungsional, suasana modern minimalis dan kelengkapan tempat tidur berkualitas prima. "Setiap kamar dilengkapi kamar mandi dengan shower dan toilet terpisah, sandal kamar, sikat gigi, Safe Deposit Box, LCD TV dengan saluran internasional, Free-WiFi, international power outlets, meja kerja," katanya.

Kalau "pay less", lanjut Hera, karena fasilitas dan pelayanan yang diberikan dapat diperoleh dengan harga yang kompetitif, apakah untuk keperluan bisnis maupun berlibur. "Meski bintang 2 plus tapi kami bukan hotel murahan," katanya. Dari sisi lokasi, menurut Hera, Kelapa Gading sangat strategis. "Kami memandang Kelapa Gading sebagai daerah yang pas untuk para 'simple urban explorer'. Pasalnya dekat dengan pusat bisnis, tempat belanja dan makanan, serta pusat hiburan. Akses ke Bandara Soekarno-Hatta juga mudah," paparnya.

Selama masa promosi, THE BnB Jakarta Kelapa Gading mengenakan tarif sebesar Rp 499.000 untuk Urban Room dan Rp 649.000 untuk Urban Deluxe Room. Kota Bogor kembali kedatangan hotel baru. Setelah hadir di Bali, Yogyakarta, dan Bandung, PHM Hospitality kembali membuka jaringan Hotel THE 101 di kota yang berjuluk Kota Hujan. Hotel THE 101 terbaru ini terletak 60 kilometer dari selatan Jakarta tepatnya di Jalan Suryakancana, no 179-181. Berada di pusat Kota Bogor, hotel ini juga terletak dekat Stasiun Bogor, Kebun Raya Bogor, dan pusat jajanan Suryakancana.

"Hotel ini menawarkan konsep urban bermakna premium. Pengunjung dapat merasakan ketenangan, rileksasi dengan suasana Bogor," kata Kristian Kuntadi, Managing PHM Hospitality saat jumpa pers di Bogor, Sabtu (18/4/2015). Hotel 101 Bogor Suryakancana memiliki 156 kamar yang terbagi dalam tiga tipe kamar dengan pilihan pemandangan kota dan pegunungan yaitu Deluxe, Deluxe Balcony, dan Suite. Pengunjung dapat menikmati fasilitas hotel yang tersedia adalah 1 ballroom berkapasitas hingga 300 orang, 4 ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 100 orang, restoran, spa, kolam renang, dan gym.

Selain fasilitas-fasitas tersebut, juga terdapat Shuttle Car yang dapat mengantarkan para tamu menuju Sukasari, Padjajaran, Taman Kencana, dan kembali ke hotel. "Tamu diantarkan pukul 10 pagi dan dijemput kembali pukul 5 sore," kata Willy Suderes, General Manager The 101 Suryakancana Bogor.

Dengan interior bergaya Art Deco yang memadukan unsur Chic & Trendy dengan unsur budaya Tionghoa, Jawa Barat, hotel yang berada di sisi kiri Jalan Suryakancana ini mencoba menawarkan pengalaman tinggal dengan gaya hidup Eco Green. Pengunjung dapat mengunjungi obyek wisata yang terletak di dekat hotel seperti Kebun Raya Bogor, Museum Zoologi, dan "China Town". Dalam rangka pembukaan hotel, tarif kamar mulai dari Rp 496.000 yang berlaku selama dari bulan April 2015.

Wednesday, November 4, 2015

PT Hotel Indonesia Natour Bidik Pendapatan Naik 20 Persen Tahun Depan

Badan usaha milik negara (BUMN) di bidang perhotelan PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau Inna Hotel membidik pendapatan sebesar Rp 600 miliar tahun depan, naik 20 persen dibandingkan proyeksi pendapatan sampai akhir 2015 sebesar Rp 500 miliar. Direktur Utama Inna Hotel Intan Abdams Katoppo menjelaskan meskipun gejolak ekonomi dan rendahnya daya beli masyarakat meredam gejolak orang untuk berwisata, namun manajemen Inna Hotel telah menyiapkan beberapa strategi untuk mencapai target tersebut.

Salah satunya dengan mendukung pelaksanaan event-event berskala besar yang mendatangkan minat turis untuk menyambangi jaringan hotel yang dikelolanya, salah satunya adalah Bali World Music Festival yang akan digelar 4-6 Desember 2015 mendatang. Intan menilai pagelaran musik etnik di Bali ini merupakan salah satu terobosan untuk menarik wisatawan asing dan dalam negeri terutama mereka yang mencintai musik.

“Krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Indonesia. Bali World Music Fetival ini merupakan terobosan yang kita harapkan bisa menarik wisatawan datang terutama ke Bali,” kata Intan, Rabu (4/11). Untuk meningkatkan kenyamanan para pecinta musik tersebut, Intan mengaku akan meneruskan program renovasi hotel-hotel yang dikelolanya. Tahun lalu, perusahaan telah merampungkan pemugaran dua hotel yaitu Grand Inna Muara di Padang dan Inna Kuta Beach di Kuta, Bali.

Tahun ini, Intan menyebut dalam proses merenovasi enam hotel yaitu Inna Grand Bali Beach di Sanur, Inna Putri Bali di Nusa Dua, Inna Bali di Denpasar, Inna Garuda di Yogyakarta, Inna Simpang di Surabaya, serta Inna Samudera Beach di Pelabuhan Ratu, Sukabumi.  “Keenam hotel itu ditargetkan selesai bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan. Nantinya, setelah renovasi, jumlah kamar Inna Hotel Group secara keseluruhan akan bertambah menjadi 2.400, dari saat ini 2.200 unit,” jelasnya.

Ia menyebut untuk mendanai kegiatan tersebut, Inna Hotel telah mengalokasikan dana Rp 1,5 triliun sejak tahun lalu. “Sebagian pendanaan ditutup dari pinjaman dan penerbitan surat utang. Inna Hotel juga sedang menjajaki peluang initial public offering (IPO) pada 2016 mendatang,” jelasnya. Sementara Chief Executive Officer (CEO) Mata Air Thiar Bramanthia selaku event organizer Bali World Music Festival menyebut pagelaran musik yang akan digelarnya salah satunya bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mencapai target kunjungan wisatawan asing sebanyak 10 juta orang tahun ini.

Untuk menarik para pecinta musik datang ke Bali, Thiar menyebut Bali World Music Festival akan menampilkan musisi jazz dan etnic terkenal seperti World Peace Music Kemal Musallam dari Palestina dan Gilad Atzmon dari Inggris, Nicolas Meier, Nelly Manukyan dan masih banyak lagi. Sedangkan arti dari dalam negeri antara lain Dwiki Dharmawan, Krakatau, Dewa Bujana dan sejumlah artis jazz papan atas tanah air.

“Dengan menarik para peminat music Etnic ke Bali tersebut kita harapkan Indonesia juga menjadi barometer music dunia. Ini merupakan event music etnic terbesar pertama yang diadakan di Indonesia,” tegas Thiar.

Thursday, October 15, 2015

Hotel Accor Berikan 1000 Kamar Gratis Untuk Promosi Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan ada hal yang menarik dari perpanjangan nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Hotel Accor. Dalam kerja sama ini, Accor Hotels Indonesia akan menyediakan 1000 fam room per tahun yang dapat digunakan untuk keperluan promosi pariwisata Indonesia.

Misalnya rekan Kemenpar yang sedang menjalankan program ke daerah, utusan dari dinas pariwista, blogger, dan wartawan yang ingin meliput wisata Indonesia dapat menggunakan fam roomyang sudah disediakan tersebut. "Intinya 1000 kamar tersebut digunakan untuk Family Recession Trip," kata Menteri Arief setelah acara penanda tanganan kerja sama di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2015

Arief menuturkan yang membedakan nota kesepahaman ini dengan nota kesepahaman 2012 lalu bisa dilihat dari cara kerjanya. "Pada 2012 lalu konsepnya ad-hoc, jadi setiap ada program tematik pasti kami bahas terlebih dahulu. Namun untuk sekarang program yang disepakati sudah jelas hingga tiga tahun ke depan," ucapnya.

Hal senada disampaikan Chief Operating Officer Hotel Accor Garth Simmons. Menurut Simmons, melalui nota kesepamahan pihaknya siap memberikan dukungan untuk meningkatkan industri pariwisata Indonesia. "Semua ini ditujukan semata-mata untuk kemajuan pariwisata Indonesia," ujar dia.

Simmons mengatakan potensi pariwisata Indonesia sangatlah luar biasa. Untuk itu, Accor pihaknya berjanji akan memberikan kontribusi yang positif untuk bersama-sama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Wednesday, August 5, 2015

PHRI Bali Naikan Target Hunian Hotel Sebesar 20 Persen

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menargetkan tingkat hunian hotel berbintang maupun non bintang meningkat 15% hingga 20% pada semester II/2015. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ketua PHRI Bali mengatakan, pada semester I/2015 tingkat hunian hotel berbintang berkisar antara 60% - 65% dan di semester II/2015 tentu akan meningkat hingga 80%.

Adapun, untuk hotel nonbintang, pada semester I/2015 okupansinya masih di bawah 40% dan harapannya di semester II/2015 meningkat menjadi 60%. “Akibat gunung Raung saja okupansi berkurang antara 10%-15%. Sekarang ini kunjungan terbesar di Badung dan akomodasinya disana sudah mencapai 95.300. Jadi pendapatan memang menurun, daya beli pun menurun. Dengan begitu, secara keseluruhan upaya-upaya yang kami lakukan adalah terus meningkatkan promosi pariwisata,” terangnya, Rabu (5/8/2015).

Menurutnya, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menunjang promosi pariwisata yakni seperti pembenahan infrastruktur hotel mesti digencarkan. “Memang diperlukan campur tangan pemerintah lebih jauh lagi, agar promosi yang sudah dilakukan sampai sekarang ini tidak menjadi bumerang bagi kami ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Bali mencatat tingkat hunian kamar pada hotel berbintang pada Juni 2015 mencapai rata-rata 61,76%, naik 4,25% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun tingkat hunian kamar pada hotel nonbintang pada Juni 2015 mencapai rata-rata 29,81%, turun sebesar 5,96% dari bulan sebelumnya.

Thursday, July 2, 2015

KAI Luncurkan Hotel Rail Transit Suite Di Gambir Dengan Tarif Rp. 290.000 Per 6 Jam

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akhirnya mengelola sebuah hotel di lingkungan stasiun yang diberi nama Rail Transit Suite Gambir. Berlokasi di stasiun kereta terbesar di Indonesia, hotel transit yang dikelola PT KA Pariwisata itu memiliki 23 kamar yang disewakan untuk para penumpang kereta dengan tarif mulai Rp 290 ribu.

Rail Transit Suite berlokasi di sisi selatan lantai 1 Stasiun Gambir. Dengan luas bangunan 487 meter persegi, hotel untuk tidur sesaat ini memiliki 23 kamar yang terdiri dari 14 kamar tipe single, 4 kamar tipe twin dan 5 kamar tipe double dilengkapi dengan fasilitas TV, satelit, WIFI, AC, dan kamar mandi.

Direktur Utama KA Pariwisata Adi Suryatmini menjelaskan tarif yang ditawarkan untuk tipe kamarsingle berkisar antara Rp 290 ribu sampai Rp 420 ribu. Sementara tipe twin dan double berkisar antara Rp 360 ribu sampai Rp 550 ribu. Adi mengungkapkan waktu sewa kamar transit menggunakan sistem per 6 jam, 8 jam, 12 jam hingga 24 jam.

Selain itu, pengelola hotel juga menyediakan fasilitas shower sebanyak 4 unit dengan tarif Rp 40 ribu sampai Rp 55 ribu dilengkapi fasilitas locker untuk menyimpan barang. Menurut Adi untuk menghindari hotel transit tersebut disalahgunakan, KA Pariwisata menerapkan syarat khusus bagi calon penyewanya.

“Apabila ingin transit di Rail Transit Suite harus menunjukkan tiket baik tiket kereta api, tiket pesawat, tiket bus boleh karena kan kita transit pakai jam supaya menghindari hal-hal-hal negatif, hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Adi di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis petang (2/7). Proyek pembangunan hotel transit di Gambir telah dimulai sejak Oktober tahun lalu. Diharapkan, hotel transit ini bisa memberikan kontribusi pendapatan Rp 3 miliar-Rp 4 miliar per tahun kepada PT KAI.

Adi memperkirakan bisnis hotel transit yang tengah dikembangkannya bisa menyumbang sekitar 25 persen dari pendapatan KA Pariwisata, yang berkisar Rp 20 miliar per tahun. Pendapatan itu didominasi oleh pendapatan dari jasa KA Wisata. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) meresmikan beroperasinya hotel transit di Stasiun Gambir bernama "Rail Transit Suite Gambir". Hotel tersebut akan dikelola oleh salah satu anak perusahaan KAI yaitu PT KA Pariwisata.

"Fasilitas ini sangat menolong bagi para pelanggan kita agar mereka bisa beristirahat secara optimal," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis petang (2/7). Edi mengungkapkan PT KAI sangat mendukung inovasi bisnis dan layanan yang dilakukan oleh anak-anak perusahaanya. Menurutnya, bisnis transportasi sangat erat kaitannya dengan bisnis akomodasi.

“Inovasi yang dilakukan oleh KA Pariwisata ini kami hargai dan kami berharap untuk bisa diterapkan di stasiun lainnya sehingga lebih bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan,” ujar Edi. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KA Pariwisata Adi Suryatmini menyebutkan investasi yang dilakukan untuk membangun hotel transit ini hanya sekitar Rp 5 miliar mengingat KA Pariwisata hanya memanfaatkan area yang sudah tersedia di Stasiun Gambir.

“Payback period (investasinya) 3 tahun lah,” kata Adi. Proyek pembangunan hotel transit di Gambir telah dimulai sejak Oktober tahun lalu. Diharapkan, hotel transit ini bisa memberikan kontribusi pendapatan Rp 3 miliar-Rp 4 miliar per tahun kepada PT KAI. Adi memperkirakan bisnis hotel transit yang tengah dikembangkannya bisa menyumbang sekitar 25 persen dari pendapatan KA Pariwisata, yang berkisar Rp 20 miliar per tahun. Pendapatan itu didominasi oleh pendapatan dari jasa KA Wisata.

Monday, May 25, 2015

Ledakan Kredit Macet Dibidang Perhotelan Dinilai Akan Segera Terjadi

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengungkapkan perbankan nasional saat ini tengah mewaspadai penyaluran kredit untuk sektor jasa pariwisata khususnya di bidang perhotelan. Salah satu yang paling diwaspadai adalah hotel yang memasang tarif rendah atau yang biasa disebut budget hotel.

"Justru yang saya surprise, banyak non performing loan (NPL/kredit macet) itu adalah berasal dari budget hotel. Karena budget hotel ini harus bersaing harga. Begitu banyak budget hotel tumbuh di Indonesia, yang terjadi mereka banting-bantingan harga," kata Wakil Ketua Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P. Roeslani saat ditemui di Jakarta, Senin (25/5).

Menurut Rosan, tidak ada faktor lain yang membuat kondisi finansial para pebisnis hotel murah tersebut menjadi berat selain karena persaingan ketat. Hal itu di luar kebijakan pemerintah yang melarang pegawai negeri sipil (PNS) untuk rapat di hotel, karena dinilai tidak berpengaruh signifikan bagi hotel budget.

"Jadi bukan masalah tingkat occupancy rate, tapi banting-bantingan harga. Karena margin yang tipis, ketika mereka memutuskan banting-bantingan harga mereka tidak bisa bayar utang ke bank," katanya. Menurut Rosan, kekhawatiran tersebut dialami oleh hampir seluruh perbankan yang memiliki portofolio cukup besar dalam sektor jasa perhotelan. "Secara keseluruhan, BUKU (Bank Umum Kelompok Usaha) berapa saja, mereka khawatir," katanya.

Sebelumnya, perusahaan audit asal Amerika Serikat PricewaterhouseCoopers (PwC) telah menyelesaikan Survei Perbankan Indonesia 2015 yang menunjukkan para pemimpin industri perbankan memperhatikan beberapa tantangan signifikan. Tantangan utama yang dihadapi pada tahun ini menurut responden adalah perlunya mengurangi cost of funds, perlunya mengembangkan sumber pendapatan baru seiring melambatnya permintaan produk pinjaman, dan perlunya mengatur pengelolaan manajemen risiko dan kerangka kerja kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang makin kompleks.

Sementara itu, sekitar separuh dari para responden mempersiapkan diri untuk menghadapi meningkatnya kredit macet sepanjang 2015. Hal itu memicu bank untuk mengembangkan lebih banyak jasa berbasis fee sebagai upaya menggantikan pertumbuhan dan kualitas pinjaman yang terus menurun.

Wednesday, May 20, 2015

Terlalu Andalkan PNS Bisnis Hotel Sepi ... Karyawan Hotel Di Malang Mulai Di PHK

Pengusaha perhotelan mulai mengurangi atau memecat karyawan sejak bisnis perhotelan lesu. Okupansi atau tingkat hunian hotel hanya 50 persen menyusul seruan pemerintah melarang pegawai pemerintah rapat di hotel. "Okupansi hotel terus melorot," kata Manajer Hotel Atria Ratna Dwi Rachmawati, Rabu 20 Mei 2015.

Okupansi hotel pada 2015 sekitar 50 persen, sedangkan tahun lalu sekitar 60 persen. Sejumlah faktor penyebab okupansi adalah, antara lain, larangan pegawai negeri sipil rapat di hotel dan kunjungan wisata sepi karena tak ada acara menarik di Malang. Sehingga manajemen Atria mengurangi pekerjanya hingga 25 persen. Namun, ia tak menyebut detail jumlah karyawan yang dipecat.

Bahkan, okupansi Hotel Pelangi hanya 30 persen, sehingga manajemen Hotel Pelangi juga mengurangi jumlah karyawan selama 2 tahun terakhir. Jumlah karyawan yang dikurangi mencapai 30 persen. "Bisnis perhotelan sedang kembang kempis," kata Manajer Hotel Pelangi Ruspin. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Malang Herman Soemarjono menjelaskan rata-rata okupansi hotel di Malang sekitar 40 persen. Sehingga pembangunan hotel baru harus dihentikan agar tak mematikan usaha yang telah ada.

"Pelaku bisnis perhotelan di Malang sudah jenuh," kaatanya. Total jumlah hotel di Malang sebanyak 73 hotel. Terdiri dari hotel melati sampai bintang lima. Sedangkan dua tahun terakhir berdiri 20 hotel baru di Malang. Industri hotel di Kota Batu, Jawa Timur, kembali mencecap manisnya liburan panjang pada akhir pekan lalu. Tingkat hunian mereka sejak pertengahan pekan tercatat melonjak sampai 80 persen. 

"Tapi tak setinggi libur pekan lalu," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Batu Bambang Dharma, Ahad, 17 Mei 2015, mengacu pada libur panjang akhir pekan awal Mei lalu.

Okupansi hotel tak setinggi awal Mei lantaran libur panjang pekan ini menjelang ujian nasional siswa sekolah dasar. Banyak orang tua, kata Bambang, menunda liburan dan memilih menyiapkan ujian untuk anak-anak mereka yang akan digelar pada hari ini, Senin, 18 Mei 2015. Di antara wisatawan yang datang, Bambang mengungkapkan, sebagian besar dari kota di Jawa dan Bali. Mereka menghabiskan waktu menginap selama dua malam di berbagai hotel di Batu yang mencapai 3.000 kamar.

Pengelola hotel pun telah mengemas paket secara apik sesuai dengan segmen pasar, sehingga tak terjadi persaingan ketat. Bahkan sejumlah pengusaha perhotelan tengah membangun hotel baru di Batu. Sejumlah obyek wisata di Batu juga kebanjiran pengunjung, seperti Jawa Timur Park 1 dan Jatim Park 2, Batu Night Spectacular (BNS), Selekta, dan Songgoriti. Para pengunjung menikmati panorama alam maupun wisata buatan seperti museum satwa, aneka permainan, dan secret zoo.

"Pengunjung melonjak dua kali lipat," kata Manajer Marketing Jatim Park 1 Titik S. Ariyanto. Pada akhir pekan, rata-rata jumlah pengunjung sekitar 1.500 orang.

Tuesday, April 28, 2015

Daftar Low Budget Hotel Untuk Pebisnis Di Sudirman Thamrin Dengan Tarif Dibawah 1 Juta Per Malam

Harus ke Jakarta karena ada acara di sekitar Sudirman-Thamrin? Jika uang bukan masalah, langsung saja pesan kamar di hotel-hotel terkemuka di sepanjang jalan itu.  Namun, jika mencari hotel yang lebih murah, berfasilitas lengkap dan berlokasi di sekitar Sudirman-Thamrin, Anda bisa melirik beberapa hotel low budget di bawah ini. Berikut daftar hotel di Sudirman-Thamrin bertarif sekitar 500 ribu rupiah dengan fasilitas bisnis seperti ruang meeting dan layanan fax/fotocopy:

1. CLay Hotel Jakarta
Ini yang termurah tapi tidak murahan. Clay Hotel Jakarta berdesain mewah, elegan serta memiliki pelayanan sekelas hotel bintang lima. Cukup berjalan kaki 10 menit dari hotel, Anda bisa mencapai Stasiun Sudirman atau Bundaran Hotel Indonesia. Tiba-tiba harus kirim fax atau email? Tersedia WiFi gratis dan komputer siap pakai di lobi hotel. Tidak perlu repot cari kafe untuk meeting karena di dalam Clay Hotel Jakarta terdapat ruangmeeting dan Kedai Clay yang buka setiap hari. Hanya 530 ribu rupiah per malam (termasuk sarapan), Anda mendapat kamar berdesain modern dengan jendela berukuran besar dan fasilitas WiFi gratis, TV kabel LCD, AC, air mineral serta brankas.

2. Maxonehotels Sabang
Inilah hotel yang terdekat dengan Monas, hanya berjarak sekitar 5 menit jalan kaki. Dalam jarak 10 menit jalan kaki, Anda bisa mencapai Stasiun Gambir, Museum Nasional, kawasan Sarinah dan Balai Kota DKI Jakarta. Maxonehotels Sabang mengutamakan kenyamanan para tamu. Hal tersebut tercermin dari desain minimalis dan tata lampu redup di dalam kamar. Fasilitas antar-jemput bandara (dengan biaya tambahan) bisa disediakan sesuai permintaan Anda. Hanya dengan 550 ribu rupiah per malam, Anda bisa mendapat fasilitas kamar seperti WiFi gratis, TV kabel LCD, AC dan air mineral.

3. Amaris Hotel Thamrin City Jakarta
Murah dan strategis, lokasi hotel ini berada di pusat belanja batik terbesar, yaitu Thamrin City dan terdekat (10 menit jalan kaki) dengan Bundaran Hotel Indonesia, Mall Grand Indonesia dan Plaza Indonesia. Butuh ruang meeting? Amaris Hotel Thamrin City Jakarta bisa menyiapkannya. Tambahannya, disediakan parkir gratis jika Anda berencana membawa kendaraan ke hotel. Cukup 550 ribu rupiah per malam (termasuk sarapan), Anda mendapat banyak fasilitas di Amaris Hotel Thamrin City Jakarta, seperti WiFi gratis, TV kabel LCD, AC dan brankas di dalam kamar.

4. Prasada Mansion
Ini yang terlengkap fasilitasnya. Lokasinya berada sekitar 15 menit berkendara dari kawasan Senayan dan Stasiun Sudirman. Dengan waktu tempuh sama, Anda juga bisa mencapai Universitas Atmajaya dan Plaza Semanggi. Semuanya ada di Prasada Mansion, seperti layanan antar-jemput bandara (dengan biaya tambahan), laundry, salon, pijat refleksi, ruang fitness, ruang meeting, layanan fax/photocopy, brankas, layanan tur, restoran dan pusat mesin ATM. WiFi dan parkir tersedia gratis di dalam hotel. Dengan 569 ribu rupiah per malam (termasuk sarapan), Anda bisa menikmati berbagai fasilitas di dalam kamar seperti WiFi gratis, TV kabel LCD, AC dan meja kerja.

5. Cemara Hotel
Cemara Hotel adalah yang terdekat dengan kawasan Sarinah, hanya sekitar 5 menit berjalan kaki. Dengan berkendara sekitar 10 menit, Anda bisa mencapai Bundaran Hotel Indonesia atau Monumen Nasional (Monas). Di samping berbagai layanan yang sama dengan hotel lain, Cemara Hotel menawarkan layanan tambahan yang berbeda, yaitu spa dan pijat. Plus! Dentingan piano secara live akan menemani Anda di saat bersantai di kafe Cemara Hotel. Untuk tarif 587 ribu rupiah per malam, Anda mendapat fasilitas WiFi gratis, TV kabel LCD, air mineral, AC, brankas, minibar, mesin pembuat teh/kopi, pengering rambut dan sandal. Mau lebih murah? Jika waktu bukan masalah, hindari memesan kamar untuk akhir pekan dan hari libur panjang. Selain itu, pesanlah kamar setidaknya sebulan sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa mendapat harga termurah dari setiap hotel.

Untuk tahu tarif termurah tanpa tambahan ini itu, gunakan aplikasi situs seperti Traveloka, Agoda atau Tiket.com. Bahkan, tarif yang tertera di aplikasi tersebut bisa lebih murah dari harga resmi hotel. Apalagi sedang ada promo App-solutely, yang menjadikan semua hotel di Jakarta menjadi jauh lebih murah lagi.

Wednesday, April 22, 2015

Wijaya Karya Tbk Bangun Hotel Dekat Masjidil Haram Mekkah

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) pada tahun 2015 melebarkan sayap ke luar negeri dengan masuk ke Arab Saudi. WIKA membuka kantor cabang di Arab Saudi untuk mengerjakan proyek pembangunan hotel di kawasan Masjidil Haram, Mekkah, dengan nilai kontrak sekitar US$ 40 juta.

"Tahun ini WIKA sudah mulai mendapatkan kontrak proyek di Arab Saudi. Sebelumnya kami sudah masuk di empat negara yaitu Aljazair, Myanmar, Malaysia dan Timor Leste," kata Direktur Operasi WIKA Destiawan Soemardjono, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan WIKA, di Jakarta, Rabu 22 April 2015.

Menurut Destiawan, pembukaan cabang WIKA di Arab Saudi sejalan dengan banyaknya permintaan dari negara tersebut untuk pembangunan properti maupun infrastruktur jalan. "Mulai akhir tahun 2015, WIKA akan membangun beberapa menara hotel, dengan masa pengerjaan sekitar 2 tahun," ujarnya.

Ia menjelaskan, selain itu WIKA juga mendapat tawaran di Arab Saudi membangun "mass rapid transportation" (MRT) di sana. Perseroan sudah mempersiapkan pendaftaran pembuatan perusahaan atas izin badan penanaman modal Arab Saudi. WIKA juga sudah menjajaki pembangunan pabrik beton pracetak (precast) banyak pendapatkan tawaran proyek di negeri tersebut.

Hal yang sama juga sedang dilakukan WIKA di Myanmar untuk membangun menara dengan nilai proyek investasi sekitar US$ 120 juta. Di Timor Leste juga merupakan negara yang sudah dimasuki WIKA dengan menyasar pembangunan bandara, pembangunan empat jembatan dengan nilai proyek berkisar US$ 30-40 juta. Adapun di Malaysia, sudah dalam tahap negosiasi ulang proses tender pembangunan 9 menara apartemen.

"Saya rasa ekspansi WIKA di enam negara untuk sementara sudah cukup. Peluang sangat besar tapi WIKA memilih menjalankan sikap kehati-hatian, jangan sampai proyek tersebut justru membuat rugi perusahaan," kata Destiawan. Proyek lainnya yang sedang digarap, yaitu pembangunan tiga menara rumah susun di Aljazair dengan nilai investasi sekitar Rp 1 triliun.

Ia menjelaskan, kontribusi WIKA cabang luar negeri selama ini masih relatif kecil atau berkisar 5 persen terhadap pendapatan perusahaan pada tahun 2014. "Tahun ini (2015) target kontribusinya tetap 5 persen, namun kapasitas bisnisnya yang diperbesar," ujarnya.

Pada tahun 2015 WIKA menargetkan total kontrak yang dihadapi sebesar Rp 54,9 triliun, terdiri atas target kontrak baru Rp 31,64 triliun, dan carry over proyek dari 2014 sebesar Rp 22,75 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA 2015 tersebut berasal dari proyek pemerintah sebesar 52,02 persen, BUMN 22,17 persen dan swasta 25,21 persen.

Sementara hingga pekan III April 2015, pencapaian kontrak baru WIKA mencapai Rp 4,43 triliun atau 13,99 persen dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp 31,64 triliun.

Monday, April 6, 2015

Grup Jababeka Jual Kamar Hotel Di Tanjung Lesung Seharga 10 Milyar Per Kamar

Grup Jababeka melalui PT Banten West Java Tourism Development sedang menyiapkan pembangunan hotel di Tanjung Lesung Marina Boutique Hotels di Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat. Hotel tepi pantai ini bisa dimiliki secara perorangan, termasuk pengelolaannya, ditargetkan akan beroperasi dalam 3 tahun ke depan.

Dirut PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono menjelaskan, hotel ini berada di kawasan seluas 10 hektar akan dilengkapi 100 unit hotel, yang masing-masing unitnya terdiri dari 10 kamar dengan harga Rp 10 miliar.

"Hotel 10 kamar yang dijual, letaknya di Marina, jumlahnya 100 hotel. Di sana akan dibangun Food Court, mall, golf, convention hall, jadi para turis hanya nginep dan makan pagi di Hotel 10 kamar tadi yang dikelola sendiri oleh pemilik seperti rumah indekos," kata Darmono dalam konferensi pers di Menara Batavia, Senin (6/4/2015)

Satu unit hotel luas lahannya mencapai 500 meter persegi dengan total luas bangunan 300 meter persegi berkomsep cottage. Darmono menyebutkan, 1 unit hotel ini dilengkapi dengan master bed room, ruang makan, dan fasilitas penunjang lainnya.

"Untuk beli cukup bayar Down Payment (DP) Rp 3 miliar dan sisanya dicicil 7 tahun," katanya. Ia mengatakan, Boutique Hotels ini bagian dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang total investasinya mencapai sekitar Rp 5 triliun. "Saat ini yang sudah diinvestasikan Rp 1,4 triliun dalam bentuk pembangunan dan pembebasan tanah, itu nilai buku selama 15 tahun lebih," ujar dia.

Darmono menambahkan, selama ini banyak kunjungan turis ke Tanjung Lesung, namun tidak tersedia hotel yang cukup. Melalui hotel ini, diharapkan wisatawan bisa punya tempat menginap yang nyaman. "Banyak orang datang tapi nggak ada hotel, mereka harus bayar mahal nggak masalah, nah hotel ini bisa dijadikan pilihan," ujarnya.

Wednesday, April 1, 2015

PNS Tidak Boleh Rapat Di Hotel ... Tingkat Hunian Kamar Hotel Jadi Tinggal 47 Persen

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2015 di sebagian besar wilayah di Indonesia turun. Di 27 provinsi, rata-rata TPK Februari 2015 adalah 47,59%. Turun 1,22 poin dibandingkan Februari 2014 yang sebesar 48,81%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menilai penurunan tersebut dikarenakan kebijakan pemerintah yang melarang rapat-rapat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di hotel. Perjalanan dinas pun juga dipangkas sekecil mungkin. "Ada pelarangan untuk rapat-rapat di hotel dan pengurangan perjalanan dinas. Sehingga TPK terkena dampak oleh kebijakan itu. Hotel-hotel sepi," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bali sebesar 60,03%. Kemudian Kalimantan Tengah 56,11%, dan Banten 54,42%. Paling rendah terjadi di Gorontalo dengan 21,22%. "Penurunan TPK hotel berbintang secara year on year paling tinggi adalah di Bangka Belitung, yaitu 18,82 poin," ujarnya.

Akan tetapi ada juga wilayah yang mengalami kenaikan TPK. Misalnya, Sulawesi Utara dengan 14,59 poin, Kalimantan Tengah dengan 11,7 poin, serta Lampung 9,65 poin. Berdasarkan klasifikasi hotel berbintang, penurunan paling tinggi adalah di hotel bintang 1 yang turun 3,33 poin menjadi 33,49%. Kemudian bintang tiga turun 1,63 poin menjadi 44,63%, dan bintang empat turun 1,08 poin menjadi 50,65%.

Sebagai informasi, TPK atau Room Occupancy Rate adalah persentase kamar yang dihuni/dipakai tamu terhadap jumlah kamar yang tersedia. TPK dihitung berdasarkan jumlah kamar yang dihuni/dipakai tamu dibagi dengan banyaknya kamar yang tersedia/dapat dipakai dan dikalikan 100%.

Tuesday, February 3, 2015

Ditengah Lesunya Bisnis Hotel ... Menko Maritim Wajibkan Hotel Punya Akuarium

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo, saat ini sedang mengkaji kebijakan tentang kewajiban setiap hotel memiliki akuarium. Hal ini bertujuan untuk menggenjot perikanan budidaya. 

Baca : 2000 Karyawan Hotel Di Jatim Terancam PHK dan Karyawan Hotel Demo Karena PNS Dilarang Meeting Di Hotel
‎‎
Menurut Indroyono, produksi dari perikanan budidaya khususnya ikan hias Indonesia masih cukup rendah. "‎Saat ini baru sekitar 14 juta ton per tahun, termasuk rumput laut," kata Indroyono saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan Senin, 3 Februari 2015. Adapun hingga 2019, produksi ikan hias Indonesia ditargetkan sekitar 31,3 juta ton per tahun.

Selain hotel, kewajiban memasang akuarium nantinya juga akan diterapkan pada pelabuhan dan bandara. ‎Kebijakan itu, selain untuk menggenjot produksi ikan hias dalam negeri juga diharapkan mampu menggerakkan industri lain seperti bisnis akuarium.

Indroyono mengklaim bahwa industri ikan hias di Indonesia merupakan salah satu yang terbaik. Sayangnya, pada bisnis ini Singapura masih menjadi pengendali utama karena memiliki akses terhadap perdagangan dunia. Diakuinya, perikanan buididaya awalnya tergolong private sector, adapun negara hanya memberikan kemudahan.

Minimnya produksi ikan hias dan perikanan budidaya, kata Indroyono, terlihat dari tingkat zonasi di daerah. Saat ini hanya. 4 provinsi dan 7 kabupaten yang memiliki zonasi perikanan budidaya. "Harusnya lebih ditingkatkan, zonasi merupakan prasyarat utama."

Kebijakan ini, menurut Indroyono, akan dibahas dengan beberapa kementerian terkait, misalnya Kementerian Pariwisata. ‎Selain lewat kebijakan menteri, perikanan budidaya juga didukung kemudahan keuangan, khususnya dalam hal pembiayaan. "Kalau ini feasibel, masukin proposal ke bank. Apalagi OJK juga siap mendukung," kata Indroyono.

Sunday, January 4, 2015

200 Ribu Karyawan Hotel Jatim Terancam PHK

Dampak kebijakan pemerintah yang melarang rapat pejabat menggelar rapat di hotel mulai dirasakan industri perhotelan dan restoran. Peraturan yang berlaku sejak 1 Desember 2014 tersebut, mempengaruhi tingkat hunian maupun ruangan rapat. Akibatnya, sebagian besar hotel di Jawa Timur memilih meliburkan karyawannya.

"Memang ada penyesuaian jumlah karyawan atau diliburkan karena tingkat okupansi kamar dan ruangan rapat menurun. Jumlah karyawan yang diliburkan bergantung hotelnya, ada yang sampai 60 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Moh. Soleh saat dihubungi , Sabtu 27 Desember 2014.

Soleh memperkirakan, terdapat 20 persen karyawan hotel di Jatim yang terkena dampak kebijakan akibat penurunan okupansi tersebut. Ia menggambarkan, jika terdapat 1 juta karyawan hotel, sedikitnya 200 ribu hingga 300 ribu karyawan terancam dirumahkan. "Terutama mereka yang bekerja di bagian departemen Food and Beverage dan housekeeping," ujarnya.

Langkah meliburkan karyawannya itu dipilih untuk mengurangi beban perusahaan dan bersifat sementara. Mereka tetap mendapatkan gaji meskipun tak mendapat tunjangan transportasi dan makan. Bila okupansi hotel telah pulih, para karyawan akan kembali bekerja. "Tetapi kalau keadaan memburuk, kemungkinan bagi karyawan kontrak, ya kontraknya tidak diperpanjang."

Bulan Desember, lanjut Soleh, seharusnya merupakan puncak kunjungan tamu hotel baik untuk tujuan MICE maupun liburan. Siklusnya, tamu-tamu dari kalangan pemerintahan biasanya datang untuk rapat pada minggu pertama. Tamu yang datang berlibur baru berkunjung pada minggu ke-2 hingga minggu pertama Januari. "Tetapi okupansi pada bulan yang biasanya diandalkan ini, malah menurun."

Soleh mengungkapkan, selama ini rapat kalangan pemerintahan mendominasi okupansi perhotelan di Jatim. Dibandingkan dengan tamu wisatawan mancanegara dan domestik, tamu dengan tujuan bisnis dan kalangan pemerintahan berkisar 70-80 persen. "Untuk tamu liburan hanya sekitar 30 persen," kata dia.

Pihaknya juga menghitung dampak pelarangan rapat di hotel tersebut terhadap belanja hotel dan restoran. Sekitar Rp 400 miliar kontribusi belanja hotel yang akan berkurang terhadap perekonomian Jawa Timur. Itu memberikan multiplier effect kepada sektor Usaha Kecil Menengah di sekitarnya, seperti supplier sayuran, peternak, oleh-oleh, cinderamata, maupun transportasi. "Sebetulnya yang rugi juga pemerintah sendiri. Sebab seluruh sektor akan terpengaruh," tandasnya.

Wednesday, December 24, 2014

Daftar Kota Yang Semua Hotelnya Sudah Penuh Menjelang Liburan Tahun Baru

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Wiryanti Sukamdani, menyatakan tingkat hunian hotel pada libur Natal dan Tahun Baru 2015 mengalami peningkatan. Bahkan hotel-hotel di tiga kota besar sudah penuh.

"Peningkatan hunian terjadi di kota besar seperti Bali, Yogyakarta, dan Jakarta," kata Yanti, Rabu 24 Desember 2014.

Menurut Yanti, di Jakarta tingkat hunian tertinggi terjadi pada hotel yang berdekatan dengan lokasi wisata. Dia mencontohkan hotel-hotel di dekat kawasan wisata Ancol yang membukukan tingkat pemesanan 50 persen sepekan sebelum tahun baru. Sedangkan untuk Bali dan Yogyakarta ada kenaikan tingkat pemesanan sebesar 80 persen. "Hampir full," ujarnya.

Yanti memperkirakan tingkat hunian hotel mengalami peningkatan sebesar 60-65 persen. Peningkatan terbesar terjadi pada jenis resort. Penginapan bernuansa rumah itu akan penuh disewa oleh wisatawan domestik dan mancanegara. "Terutama dari Australia, yang sedang mengalami musim panas," kata dia. Yanti berharap pengelola hotel bisa meningkatkan pelayanan pada musim panen ini.

Namun hal berbeda terjadi di kota lain. Sejumlah hotel di Bandung misalnya, masih sepi dari pemesanan. Staf Hotel Baltika City, Angga Kurniawan, mengatakan dari 54 kamar hanya 40 persen yang sudah dipesan.