Pages - Menu

Showing posts with label laporan akhir tahun. Show all posts
Showing posts with label laporan akhir tahun. Show all posts

Tuesday, March 25, 2025

Bank Mandiri Tebar Deviden Sebesar 43,5 Triliun

 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyetujui pembagian dividen kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 43,5 triliun. Kesepakatan tersebut dicapai melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BMRI yang digelar di Auditorium Plaza Mandiri, Jakarta, pada Selasa (25/3).

Adapun pembagian dividen diambil dari 78% dari laba bersih konsolidasi tahun 2024 sebesar 55,8 triliun. Sementara itu, 22% sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pengembangan usaha ke depan.

Dari nilai dividen tersebut, sebanyak Rp 22,62 triliun disetorkan kepada negara atas kepemilikan 52% saham Bank Mandiri. Secara rinci, besaran dividen per lembar saham BMRI setara Rp 466,18, meningkat 31,71% secara year on year (YoY).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, besaran dividen tersebut menggambarkan komitmen perseroan untuk berkontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional dan memperkuat posisi BMRI sebagai mitra finansial nasabah.

"Keputusan ini juga menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan," jelas Darmawan dalam keterangan tertulis, Selasa (25/3).

Selain dividen, Darmawan menambahkan bahwa peran penting Bank Mandiri sebagai perusahaan BUMN juga tercermin dari kontribusi kepada penerimaan negara berupa pajak dan bukan pajak.

Pada 2024, total kontribusi Bank Mandiri dalam bentuk pajak mencapai Rp 28,87 triliun, meningkat 8,47% secara YoY. Secara fundamental, besaran dividen tersebut telah mempertimbangkan posisi likuiditas serta struktur permodalan Bank Mandiri dalam mendukung rencana di tahun 2025.

Setelah pembagian dividen, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri sampai dengan akhir tahun nanti diproyeksikan tetap kuat di kisaran level 19% - 20%. Selain itu, RUPST BMRI juga menyepakati rencana pembelian kembali saham (buyback) sebanyak-banyaknya Rp 1,17 triliun.

"Sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, kami optimis kinerja Bank Mandiri akan terus membaik. Ke depan, kami akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanan Bank Mandiri agar dapat memenuhi ekspektasi seluruh stakeholder perseroan," tambah Darmawan.


Saturday, January 4, 2025

Bisnis Konsumer dan Korporasi Bank BNI Alami Pertumbuhan Pesat Tahun 2024

 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat sejumlah pencapaian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024. Ekspansi pada segmen korporasi dan konsumer, serta penguatan jaringan global merupakan bagian dari kontribusi BNI untuk negeri.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, tahun 2024 merupakan tonggak penting bagi BNI untuk melompat lebih tinggi di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

"Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang, BNI berhasil menutup 2024 dengan menjaga pertumbuhan kinerja ditopang oleh ekspansi agresif di sektor korporasi dan konsumer. Kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja ke depan," kata Royke dalam siaran pers, ditulis Minggu (5/1/2025).

Pada segmen konsumer, BNI mampu mencetak pertumbuhan kredit 14,6% Year on Year (YoY) hingga September 2024, ditopang oleh personal loan, kredit pemilikan rumah (KPR), dan kartu kredit. Sedangkan kredit segmen korporasi naik 15,1% YoY dengan kontribusi pertumbuhan terbesar berasal dari perusahaan BUMN. Namun demikian, korporasi swasta blue chip masih mendominasi portfolio kredit BNI. Beberapa top tier client dari sektor swasta diantaranya Indofood Group dan Sinar Mas.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), kehadiran aplikasi mobile banking terbaru wondr by BNI yang diluncurkan 5 Juli 2024, telah mampu meningkatkan transaksi dana ritel tahun ini yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pengguna wondr by BNI telah mencapai lebih dari 5 juta dengan active rate 2 kali lipat lebih banyak dari BNI Mobile Banking.

"wondr by BNI yang dilahirkan dari dedikasi anak-anak muda BNI di Innovation Hub Sarinah itu, telah berkontribusi terhadap perbaikan struktur dana murah kami yang semakin didominasi oleh transaksi segmen ritel," ujar Royke.

Tidak hanya itu, BNI juga meningkatkan kapasitas digital perbankan untuk segmen korporasi dan bisnis lewat BNIdirect. Relaunching BNIdirect versi terbaru dilakukan pada 9 Oktober 2024 bertepatan dengan forum investasi tahunan BNI Investor Daily Summit. Forum investasi tersebut berhasil menghadirkan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia saat itu dan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih.

"BNI siap berkolaborasi pada era digital yang menuntut bank untuk terus berinovasi, menghadirkan fitur-fitur yang lebih relevan. Inovasi kami ini tidak hanya mengikuti tren melainkan sebagai pelopor," tutur Royke.

Kemajuan digital perbankan BNI juga diaplikasikan melalui layanan kantor cabang yang kian modern. BNI telah menjadi pelopor hadirnya layanan Banking Cafe yang dimulai sejak 2022 dan hingga kini sudah berada di 22 lokasi di Indonesia. BNI Banking Cafe mengemas layanan kantor cabang perbankan menjadi lebih santai dengan menggandeng sejumlah coffee store, di mana separuh di antaranya bertempat di universitas dan perguruan tinggi di Indonesia.

Royke menambahkan, sejumlah pencapaian tidak hanya dilakukan di dalam negeri tapi juga penguatan jaringan di luar negeri. Pada 5 September 2024, BNI membuka Kantor Perwakilan di Sydney, Australia sekaligus menjadi jaringan ke-9 dan mengukuhkan BNI sebagai bank global yang merepresentasikan Indonesia di dunia.

Sebulan setelahnya, BNI memindahkan Kantor Luar Negeri (KLN) pertama yakni di Singapura ke pusat bisnis strategis dengan memperoleh hak penamaan sebuah gedung menjadi BNI Tower di Raffles Place, tak jauh dari ikon Singapura, Marina Bay Sands.

"BNI akan terus memperkuat perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia ke pasar global melalui perluasan jaringan dan penguatan kapabilitas bisnis internasional," tutup Royke.

Wednesday, December 11, 2024

Pertama Kali Terjadi Dominasi Chip Intel Ditumbangkan

  Dahulu, Intel adalah produsen chip komputer terbesar di dunia dan teknologinya terdapat di hampir setiap PC. Misi mantan CEO legendaris Intel, Andy Grove, adalah agar Intel melakukan lebih dari sekadar memasok komponen, tapi juga mendorong masa depan komputasi di mana PC digunakan untuk segala hal.

Intel mungkin telah memprediksi evolusi PC, tetapi gagal dalam komputasi mobile dan ledakan AI. Kini, perusahaan ikonik AS itu sedang kepayahan, harga sahamnya anjlok dan harus banyak melakukan PHK.

Saham Intel mencapai titik tertinggi sepanjang masa lebih dari 24 tahun lalu, di 31 Agustus 2000. Beberapa tahun terakhir, saham tersebut anjlok 68% dari rekornya. Bulan Agustus, Intel mengatakan akan memberhentikan 15% stafnya sebagai upaya memangkas biaya USD 10 miliar.

CEO Pat Gelsinger dinilai gagal memperbaiki keadaan sehingga dipaksa mundur. Sekarang, investor dan pengamat mempertanyakan apakah Intel dapat kembali ke posisi terdepan. "Peluang mereka kembali ke masa kejayaan, pada titik waktu ini, tampak sangat suram," kata Angelo Zino, analis teknologi di CFRA Research.

Gangguan dominasi Intel pertama kali terlihat sekitar tahun 2010. iPhone pertama diluncurkan tiga tahun sebelumnya, dan Apple memilih perancang chip Inggris yang kurang dikenal ARM, sebagai otaknya. Mendadak, smartphone menjadi hal besar. Karena ARM siap dengan teknologinya, ia cepat melampaui Intel sebagai pembuat chip seluler.

Tak hanya itu, Apple dan pembuat perangkat lainnya memberikan pukulan lain kepada Intel dengan mengganti prosesornya di beberapa PC dengan chip ARM yang lebih efisien. Pesaing lain seperti AMD, juga mencuri pangsa pasar dalam bisnis PC.

Saat Gelsinger mengambil alih tahun 2021, ia ditugaskan menghidupkan kembali kemampuan manufaktur canggih Intel dan mengembalikan perusahaan pada kecepatan inovasi. "Gelsinger melakukan pekerjaan hebat dalam hal itu," kata Zino.

Namun, saat ia fokus pada peningkatan manufaktur, pergeseran teknologi mendasar lainnya sedang berlangsung, yaitu AI. Nvidia, dulu pesaing kecil Intel yang membuat unit pemrosesan grafis (GPU), melesat karena chip-nya mendukung kebutuhan pemrosesan data besar kecerdasan buatan.

Nvidia sekarang menjadi perusahaan paling bernilai kedua di dunia, nilai pasarnya sebesar USD 3,4 triliun atau 33 kali lebih tinggi dari Intel sebesar USD 104 miliar.

Intel, sekali lagi, tak punya produk untuk bersaing dengan kompetitor seperti Nvidia dan AMD dalam AI. Chip akselerator AI bernama Gaudi yang dirilis Intel tahun ini tak mendapatkan daya tarik yang diharapkan perusahaan.

Pada saat yang sama, Gelsinger malah menggeber pabrik Intel untuk memproduksi prosesor bagi para pesaing seperti Apple, yang membuatnya bersaing lebih langsung dengan raksasa pembuat chip TSMC. Namun, hal itu pun dibayangi oleh penundaan. Menjadi tugas berat bagi CEO baru nanti untuk membuat Intel kembali bangkit.

Nvidia Raup Laba Bersih 303 Triliun Dalam 3 Bulan Di Tahun 2024

 Dominasi Nvidia di chip kecerdasan buatan (AI) tak main-main. Selain terus mengerek nilai sahamnya hingga menembus valuasi USD 3 triliun, cuan yang mereka raup pun jumlahnya tak main-main.

Dalam laporan keuangan terbarunya, mereka mencatatkan pemasukan sebesar USD 35,08 miliar dalam kuartal terakhir. Dari pemasukan itu, pemasukan bersihnya mencapai USD 19,04 miliar, atau sekitar Rp 303,6 triliun, naik dari USD 9,24 miliar pada kuartal yang sama setahun sebelumnya.

Namun sahamnya memang ditutup menurun 1%, kemungkinan karena mereka kesulitan memenuhi banyaknya pesanan chip AI yang masuk. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mengaku butuh beberapa kuartal untuk memproduksi semua pesanan chip Blackwell terbarunya.

"Tantangan yang kami hadapi adalah seberapa cepat kami bisa memenuhi permintaan, menyiapkannya, dan memasukkannya ke pasar," kata Colette Kress, CFO Nvidia, dalam pertemuan dengan para analis, seperti dikutip .

Pencapaian ini adalah bukti terkini bahwa banyak perusahaan yang menggelontorkan miliaran dolar untuk teknologi AI generative. Dan, chip AI Nvidia yang ada di balik bermacam keperluan AI generative itu, dari mulai chatbot, menulis kode software, sampai menyelesaikan penelitian untuk obat baru.

Sosok kunci di balik kehebatan Nvidia ini adalah Jensen Huang, CEO sekaligus pendiri Nvidia yang baru-baru ini datang ke Jakarta. Huang menghabiskan bertahun-tahun untuk mengembangkan software dan server yang membuat chip GPU bisa dipakai untuk melatih sistem mengenali gambar, memprediksi kata, dan lain sebagainya.

"Industri komputer sudah berubah secara fundamental. Dari industri yang membuat software, kita sudah menjadi industri yang membuat kecerdasan buatan," kata Huang di Jepang beberapa waktu lalu.

Selain datang ke Indonesia, Huang beberapa minggu terakhir juga mendatangi India dan Jepang. Di negara-negara itu, ia mengajak pemerintahan dan perusahaan untuk berinvestasi dalam membangun data center.

Tuesday, December 3, 2024

Pertamina Laporkan Laba Bersih 42,35 Triliun Di Bulan Oktober 2024

 PT Pertamina (Persero) mencetak laba bersih sebesar US$2,66 miliar atau sekitar Rp42,35 triliun (asumsi kurs Rp 15.924 per dolar AS) per Oktober 2024 dengan total pendapatan US$62,5 miliar atau Rp995,93 triliun.

"Sampai dengan Oktober 2024 ini kita telah membukukan laba bersih US$2,66 miliar dengan revenue US$62,5 miliar," ujar Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI.

Pada 2022, Wiko mengungkapkan perusahaan mampu membukukan laba bersih sebesar US$3,81 atau setara Rp60,66 triliun dengan total pendapatan kotor sebesar US$84,9 miliar atau Rp1.352,4 triliun.

Sementara pada 2023, angka laba bersih tersebut meningkat menjadi US$4,44 miliar atau Rp70,72 triliun meskipun pendapatan pada tahun itu tercatat menurun menjadi US$75,8 miliar atau Rp1.207,42 triliun.

"Revenue menurun karena didominasi oleh turunnya harga komoditi dunia, sehingga kita bisa memaksimalkan posisi-posisi di downstream lebih profitable. Sementara di hulu memang terkoreksi karena harga minyak dunia juga menurun," jelasnya.

Dengan capaian itu, Wiko optimistis pendapatan Pertamina di akhir 2024 dapat menyamai angka tahun lalu yakni pendapatan kotor US$75,8 miliar.

"Kami optimis di akhir tahun kita bisa menyamai revenue tahun lalu," lanjut Wiko.

Ia juga menjelaskan berbagai tantangan yang dialami Pertamina di sektor midstream. Menurutnya, tantangan ini terjadi di beberapa kilang dunia.

"Di tahun 2024 ini kami mengalami situasi yang sangat memberikan pressure di bisnis midstream, khususnya di kilang. Dan ini dibuktikan dengan hal serupa di kilang-kilang dunia yang harus struggle untuk menjalankan operasionalnya," jelasnya.

Sunday, November 10, 2024

Gara Gara Di Boikot ... KFC Indonesia PHK 2.274 Karyawan

 KFC rugi sebesar Rp555,08 miliar hingga terpaksa menutup 47 gerai dan memutus hubungan kerja (PHK) 2.274 karyawan. Manajemen ungkap dua biang kerok kerugian KFC.

Kerugian KFC itu tertuang dalam laporan keuangan Kuartal III 2024 PT Fast Food Indonesia. Emiten berkode FAST ini merupakan perusahaan yang menaungi jaringan restoran waralaba KFC Indonesia.

FAST menyebut ada dua penyebab kerugian besar perusahaan. Pertama, pemulihan usaha dari kondisi Covid-19 yang belum maksimal.

Pemicu kedua, situasi pasar makin memburuk akibat krisis Timur Tengah. Dalam situasi ini, KFC menjadi salah satu sasaran gelombang boikot masyarakat.

"Dua masalah ini telah berdampak negatif terhadap hasil grup untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024," tulis manajemen dalam laporan keuangan.

Kerugian pada Kuartal III 2024 memang lebih buruk dibanding periode yang sama pada tahun lalu, dengan peningkatan rugi sebesar 266,59 persen (yoy). Pada Kuartal III 2023, FAST mencatat kerugian Rp152,41 miliar.

Kerugian besar tersebut membuat KFC terpaksa melakukan efisiensi usaha dengan menutup gerai dan melakukan PHK pada karyawannya.

Per 30 September, FAST mengoperasikan 715 gerai. Padahal per Desember 2023, masih ada 762 gerai KFC yang beroperasi. Artinya, 47 gerai yang tak lagi dioperasikan alias ditutup.

Masih berdasarkan laporan keuangan Kuartal III 2024, seluruh grup usaha FAST tercatat memiliki 13.715 karyawan per 30 September 2024.

Jumlahnya turun drastis dibandingkan data 31 Desember 2023, di mana jumlah karyawan sebanyak 15.989 orang. Artinya, ada pengurangan hingga 2.274 karyawan.

Wednesday, October 30, 2024

Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 42 Triliun Kuartal 3 2024

 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sukses membukukan laba bersih sebesar Rp42 triliun di kuartal III 2024.

Laba yang dikumpulkan bank pelat merah itu naik 7,56 persen secara tahunan. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menegaskan capaian positif ini membuktikan dukungan perseroan terhadap ekonomi Indonesia.

"Bank Mandiri konsisten memperkuat perannya sebagai agen perubahan dengan menyalurkan kredit ke sektor riil guna mendukung ekonomi masyarakat dan perekonomian Indonesia," tegasnya dalam Paparan Kinerja Keuangan Kuartal III 2024 Bank Mandiri yang disiarkan secara virtual, Rabu (30/10).

Realisasi penyaluran kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai 20,8 persen year on year (yoy), yakni Rp1.590 triliun. Kredit segmen wholesale yang merupakan core business Bank Mandiri menjadi salah satu penopangnya.

Di lain sisi, kualitas aset Mandiri diklaim terjaga dan semakin membaik. Ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau NPL Mandiri sebesar 0,97 persen, turun 39 basis poin (bps) secara tahunan.

"Melalui strategi penyaluran kredit yang mengutamakan sektor ekonomi kerakyatan, kami optimis target pertumbuhan kredit sesuai guidance pada kisaran 16 persen-18 persen yoy dapat tercapai pada akhir 2024," jelas Darmawan.

Ke depan, emiten berkode BMRI itu bakal terus fokus menumbuhkan kredit pada sektor-sektor strategis. Ini meliputi pertanian dan perkebunan, telekomunikasi, energi, industri makanan dan minuman, serta sektor padat karya di berbagai wilayah.



Friday, October 18, 2024

Jelang Pergantian Presiden ... Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen

 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka-bukaan tentang kondisi perekonomian Indonesia jelang akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), perekonomian Indonesia masih tetap terjaga meski di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi pada Oktober 2024.

Bendahara negara itu memperkirakan perekonomian Indonesia pada triwulan III-2024 akan tumbuh di atas 5%. Hal ini melanjutkan kinerja positif pada perekonomian triwulan II-2024.

"Di tengah dinamika tersebut perekonomian Indonesia masih tetap terjaga baik. Perekonomian domestik kita pada triwulan III diperkirakan tumbuh di atas 5% sampai dengan September. BPS akan segera mengeluarkan (pengumuman) bulan depan," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga disebut masih tetap terjaga, khususnya pada kelas menengah atas. Sri Mulyani juga menyebut pertumbuhan investasi juga meningkat seiring dengan banyaknya penyelesaian program proyek strategis nasional.

Pada akhir tahun, perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh 5,1%. Kemudian pada 2025, berdasarkan perkiraaan APBN, perekonomian akan tumbuh 5,2%.

"Kami memperkirakan pertumbuhan hingga akhir tahun mencapai 5,1%. Untuk 2025, sesuai dengan pembahasan APBN perkiraan pertumbuhan 5,2%," pungkasnya.

Saturday, September 14, 2024

PwC Kembali Terkena Skandal Pemalsuan Laporan Audit

 Otoritas China menjatuhkan hukuman berat kepada unit audit PwC di negara itu. Sanksi tersebut buntut dari keterlibatan unit audit PwC yang membuat raksasa properti Evergrande Group bangkrut.

Dikutip dari CNN Business, unit audit PwC mendapat sanksi larangan operasi selama enam bulan dan denda sebesar 441 juta yuan atau Rp 957,95 miliar (kurs Rp 2.172). Hukuman ini merupakan yang terberat yang pernah diterima oleh firma akuntansi 'Big Four' di Tiongkok.

Komisi Pengaturan Sekuritas China (CSRC) mendapati PwC Zhong Tian LLP (unit audit PcW di China) melakukan pembiaran hingga ikut membantu menutupi penipuan yang dilakukan oleh Evergrande. Hal ini terjadi saat mengaudit hasil tahunan unit usaha utama Evergrande, yakni Hengda Real Estate, pada 2019 dan 2020.

"PwC, sampai batas tertentu telah menutupi dan bahkan membiarkan penipuan keuangan Evergrande dan penerbitan obligasi perusahaan yang curang," ujar CSRC 

Terpisah, jaringan PwC melalui situs resminya mengungkapkan kekecewaan terhadap hasil audit PwC Zhong Tian (atau "PwC ZT") atas Hengda yang jauh di bawah standar yang diharapkan firma anggota jaringan PwC. Mereka megatkan PwC ZT bekerja sama sepenuhnya dengan regulatornya, menghormati keputusan mereka, dan akan sepenuhnya mematuhi sanksi administratif.

"Pekerjaan yang dilakukan oleh tim audit Hengda PwC Zhong Tian jauh di bawah ekspektasi tinggi kami dan sama sekali tidak dapat diterima. Pekerjaan tersebut tidak mencerminkan apa yang kami perjuangkan sebagai sebuah jaringan dan tidak ada ruang untuk hal ini di PwC," Ketua Global PWC, Mohamed Kande.

"Itulah sebabnya, setelah penyelidikan menyeluruh, kami memastikan bahwa tindakan telah diambil untuk meminta pertanggungjawaban dari mereka yang bertanggung jawab dan program perbaikan yang komprehensif akan membangun perusahaan PwC China yang lebih kuat di masa mendatang. China tetap menjadi bagian penting dari jaringan PwC dan saya tetap yakin dengan mitra dan staf perusahaan China saat kita bekerja sama untuk membangun kembali kepercayaan dengan para pemangku kepentingan," sambungnya.

Kemudian, PwC China dan Dewan Tata Kelola, dengan dukungan dari jaringan PwC, telah mengambil sejumlah tindakan akuntabilitas dan perbaikan untuk mengatasi masalah ini. Antara lain pemutusan hubungan kerja dengan 6 mitra dan 5 staf yang terlibat langsung dengan proyek audit Hengda.

Lalu, jaringan PwC sudah mengambil tindakan pertanggungjawaban dan memulai proses pemberian sanksi finansial kepada pimpinan perusahaan saat ini dan sebelumnya yang bertanggung jawab atas bisnis tersebut.

Sebagai tambahan, Daniel Li setuju untuk mengundurkan diri sebagai Territory Senior Partner (TSP) PwC China. Mengingat sebelumnya ia bertanggung jawab sebagai Head of Assurance PwC China. Ia akan terus mendukung bisnis dalam perannya sebagai Chief Accountant di PwC Zhong Tian.

Global Risk & Regulatory Leader PwC, Hemione Hudson, telah ditunjuk untuk menjabat sebagai TSP sementara dan akan pindah setelah proses pemindahannya ke PwC China telah selesai. Lalu, Head of Assurance Kevin Wang akan memiliki peran yang lebih tinggi dalam memimpin bisnis audit dan assurance untuk PwC China.

Sementara Dewan Manajemen PwC China akan memanfaatkan para ahli jaringan PwC yang berpengalaman dalam memberikan peningkatan dalam manajemen kualitas dan aktivitas perbaikan. Para pemimpin ini akan memiliki prioritas tertinggi untuk menunjukkan komitmen PwC terhadap kepercayaan dan integritas di pasar modal.

PwC China memiliki sejarah panjang dalam audit berkualitas tinggi dan tidak meyakini perilaku sejumlah kecil anggota tim mencerminkan pekerjaan sebagian besar dari 18.000 profesional PwC China. Namun, mereka menyadari bahwa perlu mengambil tindakan yang terus-menerus memperkuat nilai dan harapan di seluruh jaringan PwC. Ini merupakan prioritas bagi semua pemimpin PwC.

Monday, May 30, 2022

Kerugian Gojek Meningkat Tajam Jadi Rp. 6,61 Triliun Meski Omzet Tembus 151 Triliun

 Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih mengalami kerugian hingga kuartal I 2022. Bahkan, kerugiannya tambah besar. Seperti dikutip dalam laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit, GoTo mencatat rugi periode berjalan pada kuartal I-2022 sebesar Rp 6,61 triliun. Angka itu meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,95 triliun.

Jumlah aset perusahaan tercatat Rp 151,13 triliun pada kuartal I-2022. Aset tersebut turun jika dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 155,13 triliun.

Total liabilitas GoTo sebesar Rp 16,61 triliun. Liabilitas mengalami kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 16,11 triliun.

Berikutnya, jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 134,52 triliun, turun dari sebelumnya Rp 139,02 triliun.

Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 1,49 triliun. Angka ini naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 904,83 miliar.

CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan, rugi GoTo naik tajam karena data pembanding laporan keuangan kuartal I-2021 disajikan tanpa Tokopedia. Dia mengatakan, Gojek baru resmi bergabung dengan Tokopedia pada Mei 2021, sehingga kata dia, membandingkan kinerja GoTo kuartal I-2022 dengan kuartal I-2021 kurang tepat.

"Hal ini kurang tepat karena laporan keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia dan anak perusahaan periode kuartal I-2021 disajikan tanpa Tokopedia dikarenakan penggabungan dari Gojek dan Tokopdia baru selesai dilakukan bulan Mei 2021," katanya dalam konferensi pers. "Sehingga untuk menggambarkan bisnis secara apple to apple akan lebih tepat menggunakan laporan keuangan proforma," tambahnya.

PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), merilis laporan keuangan periode 2021 dibandingkan dengan 2020 dan kuartal I 2022 dibandingkan dengan kuartal I 2021 atau year on year (yoy). Emiten dengan ekosistem digital terbesar di Indonesia ini mencatat kenaikan nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) seiring dengan tingginya penggunaan layanan di ekosistem Goto.

Di tahun 2021, angka GTV GoTo tembus Rp 461,60 triliun, naik 40% dibandingkan dengan tahun 2020 yaitu Rp 330,18 triliun. Angka GTV ini setara dengan 2,72% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2021 sebesar Rp16.970,8 triliun sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS).

Dari jumlah GTV ini, kontribusi bisnis on-demand services (mobilitas, pesan-antar makanan dan bahan kebutuhan pokok, dan logistik) mencapai Rp 50,31 triliun di 2021, naik 25,21% dari Rp 40,18 triliun. Kemudian e-commerce tumbuh 45,82% mencapai Rp 230,59 triliun dari Rp 158,13 triliun. Sedangkan financial technology (fintech) mampu melesat 80% hingga mencapai Rp 214,91 triliun dari yang sebelumnya Rp 119,52 triliun.

Sementara itu, GTV Januari-Maret 2022 (kuartal I) mencapai Rp 139,54 triliun. Angka ini menunjukan peningkatan sebesar 45,04% dari periode yang sama 2021 senilai Rp 96,21 triliun. GTV ini ditopang on-demand naik 39,48% menjadi Rp 14,45 triliun dari Rp 10,36 triliun, e-commerce naik 27,66% menjadi Rp 65,13 triliun dari Rp 51,02 triliun, dan fintech melesat 91% menjadi Rp 77,31 triliun dari Rp 40,54 triliun.

CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan sepanjang tahun 2021, perusahaan secara konsisten menjalankan rencana bisnis dengan baik, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan di setiap lini bisnis dan peningkatan margin secara keseluruhan.

"Pembentukan GoTo, dari kombinasi Gojek dan Tokopedia, menempatkan kami dalam posisi yang lebih baik lagi untuk melayani konsumen. Seiring dengan komitmen semakin memperdalam integrasi bisnis, kami mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghadirkan peluang bisnis dengan pendekatan multi platform serta berinvestasi bagi pertumbuhan dan profitabilitas GoTo," kata Andre dalam keterangan tertulis, Senin (30/5/2022).

"Perusahaan operasional kami mampu mencetak kinerja yang kuat, dengan didukung oleh sinergi ekosistem. Fokus kami mendorong penggunaan antara platform-platform terdepan ini. Misalnya, kami telah mendorong GoPay menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan di Tokopedia, memperkenalkan penyelarasan status program loyalitas di Gojek dan Tokopedia, serta mengkonsolidasi sistem poin penghargaan kami, GoPay Coins, di seluruh ekosistem," imbuhnya.

Andre menjelaskan bahwa GoTo mencatat terjadi pertumbuhan 37% untuk jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun di kedua platform Gojek dan Tokopedia selama 2021, dengan kecenderungan berbelanja lebih banyak dan lebih setia dibandingkan dengan pengguna salah satu platform saja.

Tahun lalu, pendapatan bruto GoTo tumbuh 45% yoy mencapai Rp 17,1 triliun dari Rp 11,85 triliun, sementara pendapatan bersih naik 9% menjadi Rp 5,30 triliun dari Rp 4,82 triliun. Lalu jumlah pengguna tahunan dalam 12 bulan tumbuh naik 6% mencapai 59,4 juta dan jumlah pedagang yang terdaftar naik 25% menjadi 15,1 juta. Sedangkan jumlah mitra pengemudi terdaftar juga tumbuh 3% menjadi 2,6 juta serta jumlah pesanan pun naik 18% mencapai 2,2 miliar pesanan. Berbagai peningkatan inipun mencerminkan pertumbuhan take rate atau komisi yang diambil perusahaan dalam menyediakan jasa platform dalam ekosistem GoTo.

Adapun di kuartal I tahun 2021, pendapatan bruto GoTo naik 53% menjadi Rp 5,2 triliun yang mencerminkan pertumbuhan take rate dari 3,5% menjadi 3,7% didorong oleh monetisasi pada segmen e-commerce dan on-demand yang lebih baik. Di kuartal I periode ini, pendapatan bersih mencapai Rp1,5 triliun, naik 7,14% dari sebelumnya Rp1,4 triliun. "Terdapat pertumbuhan take rate secara konsisten year-on-year dari 19% pada kuartal pertama tahun 2021 menjadi 22% pada kuartal pertama tahun 2022," jelasnya.

"Sepanjang 2022, kami akan terus mendorong inisiatif-inisiatif ini dan menggunakan keunggulan kompetitif yang ekosistem kami miliki, sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan di Indonesia dan Asia Tenggara. Dengan semakin longgarnya kegiatan masyarakat, peningkatan dan integrasi produk akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa GoTo mampu terus melayani pertumbuhan kebutuhan dan jumlah pengguna kami di layanan on demand, e-commerce, dan financial technology," pungkas Andre.




Thursday, October 21, 2021

BTN Berhasil Bukukan Laba Bersih 1,52 Triliun Ditengah Pandemi

 PT BTN (Persero) Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp1,52 triliun pada kuartal III 2021. Laba bank BUMN itu naik 35,32 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp1,12 triliun.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan kenaikan laba bersih ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang naik 6,03 persen pada kuartal III 2021. Walhasil, total penyaluran kredit yang pada periode sebelumnya Rp254,91 triliun, kini mencapai Rp270,27 triliun.

"Ini sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional yang berhasil dan transformasi BTN," ucap Haru dalam konferensi pers, Kamis (21/10). Kenaikan kredit ini, sambung dia, khususnya ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang mencapai 11,74 persen. Jika ditotal, penyaluran kredit perumahan tumbuh 4,91 persen dari Rp231,34 triliun menjadi Rp242,69 triliun.

Di luar segmen perumahan, penyaluran kredit konsumer tercatat naik 21,28 persen menjadi Rp5,79 triliun. Lalu, kredit korporasi naik 89,77 persen menjadi Rp12,15 triliun. "Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTN berada di atas rata-rata penyaluran kredit yang disalurkan perbankan nasional yang hanya naik 2,21 persen per September 2021," jelasnya.

Sementara, Haru menyebut rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BTN turun dari 4,56 persen menjadi 3,94 persen. Meskipun NPL turun, tetapi manajemen tetap menaikkan rasio pencadangan sebesar 1.410 bps menjadi 125,46 persen.

Selanjutnya, Haru memaparkan dana pihak ketiga (DPK) naik 6,56 persen dari Rp273,3 triliun menjadi Rp291,26 triliun. Seluruh kinerja ini membuat aset perusahaan naik 3,1 persen menjadi Rp368,05 triliun.

"Kinerja positif yang diraih BTN ini tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder, terutama pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, OJK, dan BI," terang Haru.

Ia menambahkan bahwa perusahaan menyalurkan dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang ditempatkan sebesar Rp35 triliun. Hal ini disalurkan dalam bentuk KPR subsidi, non subsidi, hingga kredit BUMN.

"Dari dana PEN yang ditempatkan pemerintah sebesar Rp35 triliun, BTN sudah menyalurkan dalam bentuk kredit termasuk KPR subsidi, KPR non subsidi, kredit ke UMKM, kredit konstruksi, kredit BUMN, dan kredit lainnya senilai total 93,44 triliun," tandas Haru.

Monday, June 14, 2021

Dibawah Ahok Laba Pertamina Anjlok 60,05 Persen

  PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih konsolidasian (audited) sebesar US$1,05 miliar atau sekitar Rp15,3 triliun (kurs Rp14.572 per dolar AS) sepanjang 2020. Laba tersebut anjlok 60,05 persen dari Rp35,8 triliun pada 2019. Meski demikian, Pjs Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman menilai capaian tersebut terbilang tinggi di tengah pandemi covid-19 yang dibarengi dengan anjloknya harga minyak dunia.

Kinerja keuangan positif tersebut juga ditunjukkan dengan EBITDA perseroan sebesar US$7,6 miliar dengan EBITDA Margin 18,3 persen. "Hal ini menunjukkan kondisi keuangan Pertamina aman dan mampu bertahan di tengah krisis ekonomi global," ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, Senin (14/7).

Sejak pandemi covid-19 melanda dunia, lanjut Fajriyah, Pertamina melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja, sesuai dengan arahan Menteri BUMN yaitu melakukan transformasi, optimasi, efisiensi, dan akuntabilitas secara konsisten di seluruh lini perusahaan.

Kinerja keuangan positif tahun lalu itu juga akan menjadi acuan bagi seluruh jajaran manajemen perusahaan, baik di holding maupun sub holding dalam menetapkan dan menjalankan program kerja di 2021.

"Pandemi covid-19 belum usai, kinerja keuangan dan operasional 2020 menjadi positive driver untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham menjadi perusahaan energi global di masa depan dengan nilai perusahaan mencapai US$100 miliar," jelas Fajriyah.

Sebelumnya, pada 25 Mei 2021 lalu, Pertamina telah menerima Laporan Auditor Independen 2020 yang disampaikan Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material. Laporan ini juga telah diperiksa oleh Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia.

Tuesday, June 1, 2021

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Raih Laba Rp. 6,59 Triliun Saat Pandemi

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) meraup laba cukup jumbo sepanjang 2020. Laba tahun berjalan produsen mi instan merek Indomie itu tercatat tumbuh 31 persen menjadi Rp6,59 triliun dari Rp5,04 triliun pada tahun sebelumnya.

Marjin laba usaha tercatat naik menjadi 19,7 persen dari 17,5 persen.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan neto sebesar 10 persen menjadi Rp46,64 triliun dari Rp42,30 triliun pada tahun sebelumnya. Kemudian, marjin laba bersih meningkat menjadi 14,1 persen dari 11,9 persen sedangkan core profit meningkat 13 persen menjadi Rp5,82 triliun dari Rp5,16 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan kinerja perusahaan tahun ini didukung oleh kekuatan merek-merek produk, model bisnis terintegrasi yang tangguh serta jaringan distribusi yang luas.

"Meski di tengah-tengah kondisi pandemi, ICBP dapat kembali mencatatkan kinerja yang baik dengan terus beradaptasi secara dinamis terhadap perubahan tren dan perilaku konsumen yang terjadi secara cepat,"ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima. Dari total penjualan pada 2020 yang mencapai Rp46,6 triliun, Indomie tercatat berkontribusi sebesar Rp31,96 triliun atawa lebih dari setengah penjualan produk perusahaan.

Kemudian penjualan produk dairy mencapai Rp8,3 triliun, makanan ringan Rp2,9 triliun, penyedap makanan Rp2,8 triliun, nutrisi dan makan khusus Rp999 miliar, dan minuman Rp1,2 triliun. Di luar itu eliminasi produk tercatat sebesar Rp1,6 triliun.

"Dalam menghadapi tantangan dan peluang baru ke depannya, kami akan mempertahankan keunggulan kami, termasuk tetap waspada dalam menjaga kesehatan karyawan kami," tandasnya.

Wednesday, January 17, 2018

Laba Bersih BNI Naik 20 Persen Senilai Rp 13,6 Triliun Tahun 2017

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan perolehan laba bersih konsolidasi Rp 13,62 triliun di 2017, tumbuh 20,1% dibandingkan 2016 sebesar Rp 11,34 triliun. Direktur BNI Adi Sulistyowati menjelaskan, pertumbuhan laba bersih ini ditopang dari segmen business banking dan consumer banking dan perbaikan kualitas aset.

"Dengan perkembangan bisnis tersebut, BNI mampu membukukan laba bersih yang lebih besar daripada industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 16,5%," kata Adi dalam konferensi pers tahunan di Gedung BNI, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Perolehan laba bersih ini ditopang dari meningkatnya pertumbuhan kredit yang mencapai 12,2%. Total penyaluran kredit BNI tecatat Rp 441,31 triliun. Sebanyak Rp 345,5 triliun atau 78,3% disalurkan ke segmen bisnis banking dan konsumer banking. Sisanya Rp 24,37 triliun atau 5,5% dari total kredit yang disalurkan melalui perusahaan anak.

Kualitas kredit BNI tercatat mengalami perbaikan. Ini ditandai dengan menurunnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) menjadi 2,3% dari 2016 sebesar 3%.  Cadangan kerugian penyusutan nilai (CKPN) juga tetap terjaga dengan baik, tingkat coverage ratio naik 146% pada 2016 menjadi 148% pada 2017.

"Ini juga berdampak pada tingkat kecukupan permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang tetap terjaga baik pada level, 18,5% sebagai fundamental yang kuat," imbuh dia. Pendapatan non bunga BNI tercatat Rp 9,78 triliun atau tumbuh 13,9% dibandingkan periode 2016 Rp 8,59%. Pertumbuhan didukung oleh kenaikan pendapatan fee based income atau pendapatan non bunga dari transaksi trade finance dan remmitance.

Jumlah aset BNI per 2017 tercatat Rp 709,33 triliun tumbuh 17,6% dibandingkan periode 2016 sebesar Rp 603,3 triliun. Pertumbuhan aset ini terutama ditopang oleh DPK yang mencapai Rp 516,1 triliun pada akhir 2017, atau naik 18,5% dibanding tahun 2016.

BNI menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit bisa tumbuh 15% tahun ini. Baiquni mengungkapkan sektor infrastruktur diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan kredit pada 2018. Kemudian kredit investasi juga diproyeksikan bisa mendorong penyaluran kredit.  "Kita lihat perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS) yang sudah mengalami perbaikan, meski sempat ada perlambatan di China ini merupakan sinyal investor untuk mulai berinvestasi di Indonesia, tandanya ekonomi membaik, kredit bisa lebih baik," kata Baiquni.

Sepanjang 2017, penyaluran kredit BNI tercatat Rp 441,3 triliun tumbuh 12,2% dibandingkan periode 2016 sebesar Rp 393,3 triliun. Sebesar 78,3% atau Rp 345,5 triliun dari total kredit BNI disalurkan ke segmen bisnis banking. Kemudian 16,2% atau Rp 71,4 triliun untuk konsumer banking. Kemudian 5,5% atau Rp 23,47 triliun disalurkan melalui perusahaan anak.

Untuk kredit segmen bisnis banking, sebesar Rp 134,4 triliun tumbuh 14,9% dibandingkan 2016. Untuk kredit debitu korporasi non BUMN ini termasuk dengan kredit debitur yang berdomisili di luar Indonesia.  Kredit sebesar Rp 84,37 triliun disalurkan pada debitur BUMN. Selebihnya, kredit pada segmen bisnis banking juga disalurkan pada debitur menengah dan kecil, masing-masing Rp 70,26 triliun tumbuh 14,6% dan Rp 56,48 triliun atau tumbuh 11,4%.

Sementara itu untuk pertumbuhan kredit pada segmen konsumer banking BNI didorong terutama pinjaman payroll yang tumbuh 47,1% dengan outstanding per 31 Desember 2017 mencapai Rp 17,7 triliun.  Pinjaman payroll dioptimalkan dengan memanfatkan database debitur korporasi terutama yang berasal dari BUMN dan institusi pemerintah. Selain itu, segmen konsumer banking BNI juga disokong oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang mencapai Rp 37,07 triliun dan kartu kredit Rp 11,64 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) BNI tercatat 2,3% lebih rendah dibandingkan 2016 sebesar 3%. Baiquni menjelaskan, penurunan rasio NPL dilakukan dengan cara hapus buku atau write off. Hal ini dilakukan, karena adanya debitur yang dianggap tidak mampu untuk membayar.  "Kami melakukan write off ini untuk yang gagal diserap sejak 2015. Kemudian dilakukan restrukturisasi dan dilakukan penagihan dan ada yang berhasil dan tidak," imbuh dia.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba sebesar Rp13,62 triliun hingga akhir tahun lalu. Kendati pertumbuhannya mencapai 20,1 persen kalau dibandingkan 2016 lalu, pencapaian laba perseroan meleset dari targetnya, yakni Rp14,7 triliun. Tidak hanya itu, pertumbuhan laba bank pelat merah ini juga menunjukkan tren perlambatan. Terbukti pertumbuhan laba 2016 dibandingkan tahun sebelumnya menyentuh 25,1 persen secara tahunan.

Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab tak terealisasinya target laba yang dicanangkan perseroan. "Faktor utama persaingan dengan pasar modal, bank harus bersaing (mencari dana) dengan kompetitif," ujarnya

Selain itu, ada pula faktor dari penurunan suku bunga secara bertahap yang dilakukan bank, sejalan dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Secara rinci, pertumbuhan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) sebesar Rp31,94 triliun atau tumbuh 6,5 persen dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp30 triliun. Lalu, pendapatan nonbunga sebesar Rp9,78 triliun atau tumbuh 13,9 persen dari tahun sebelumnya Rp8,59 triliun.

Sedangkan dari sisi beban operasional tercatat di angka Rp20,86 triliun atau meningkat 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp19,22 triliun. Dari sisi aset, tumbuh 17,6 persen menjadi Rp709,33 triliun. Lalu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18,5 persen menjadi Rp516,1 triliun. Dari total DPK tersebut, sekitar 63 persennya merupakan komponen dana murah atau tabungan dan giro (Current Account Saving Account/CASA).

Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional BNI Adi Sulistyowati mengatakan, pertumbuhan DPK tak terlepas dari berbagai pelayanan yang dilakukan perbankan. "Meliputi optimalisasi produktivitas outlet, meningkatkan fitur-fitur layanan pada e-channel, memperkuat hubungan baik dengan nasabah institusi, dan pengembangan branchless banking," tuturnya.

Sementara, dari sisi pertumbuhan kredit, emiten berkode BBNI mencatat pertumbuhan 12,2 persen. Namun demikian, realisasi itu masih lebih rendah dibanding pertumbuhan kredit pada 2016 sebesar 20,1 persen. Rico bilang, pertumbuhan kredit tak berhasil menyentuh target lantaran perusahaan ingin lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Sebab, di sisi yang bersamaan, BNI tengah gencar memperbaiki kualitas kredit. Sehingga, penyaluran kredit baru cukup ditahan oleh perusahaan.

"Sebenarnya, kami bisa tumbuh tapi kami ingin lebih hati-hati, terutama segmen bisnis menengah dan kecil. Permintaannya ada, tapi kami perlu lihat dengan matang," terang dia.  Adapun penyaluran kredit BNI mencapai Rp441,31 triliun pada tahun lalu. Kredit ini terbagi atas kredit ke segmen bisnis banking sekitar 78,3 persen. Lalu, sekitar 16,2 persen ke segmen konsumer banking, sedangkan sisanya, 5,5 persen disalurkan ke anak-anak usahanya.

Lebih rinci, penyaluran kredit segmen bisnis banking sebesar Rp134,4 triliun atau tumbuh 14,9 persen dari tahun lalu. "Kredit sebesar Rp84,37 triliun disalurkan pada debitur BUMN. Lalu, debitur menengah dan kecil masing-masing Rp70,26 triliun dan Rp56,48 triliun," katanya.

Sedangkan kredit ke segmen bisnis konsumer diberikan ke pinjaman payroll sekitar Rp17,7 triliun atau tumbuh 47,1 persen dari tahun sebelumnya. Pinjaman payroll ini berasal dari BUMN dan institusi pemerintah. "Sedangkan segmen konsumer banking BNI disokong oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai Rp37,07 triliun dan kartu kredit Rp11,64 triliun," imbuh Adi.

Saturday, June 17, 2017

Penjualan Gudang Garam Hanya Mampu Raih Laba Rp 6,89 Triliun

Rapat Umum Pemegang Saham PT Gudang Garam Tbk membagikan deviden tunai tahun buku 2016 sebesar Rp 5 trilliun atau Rp 2.600 per lembar saham. Meski tak mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, manajemen Gudang Garam mengaku bersyukur masih bisa mempertahankan bisnis.

Sekretaris Perusahaan PT Gudang Garam Heru Budiman mengatakan pembagian deviden tersebut merupakan upaya terbaik perusahaan dalam mempertahankan kinerja di tengah lesunya industri rokok tanah air. “Anda bilang stagnan, saya bilang Alhamdulillah masih bisa bertahan,” kata Heru  dalam konferensi pers di Hotel Grand Surya Jalan Doho Kediri, Sabtu 17 Juni 2017.

Heru mengakui jika nilai deviden yang dibagikan tak mengalami kenaikan dibanding tahun buku 2015 kemarin. Namun perseroan telah berusaha semaksimal mungkin mempertahankan bisnis ini dan bisa membagikan keuntungan bagi pemegang saham seperti tahun sebelumnya.  Heru menuturkan jika penjualan demostik produk rokok mereka mengalami penurunan dibanding tahun 2015. Jika jumlah penjualan rokok pada tahun 2015 untuk pasar domestik tercatat 74.6 miliar batang, maka pada tahun 2016 turun menjadi 72.9 miliar batang.

Sementara pada sektor ekspor, perusahaan yang bermarkas di Kediri ini mampu membukukan peningkatan penjualan dari 3 miliar batang di tahun 2015 menjadi 4 miliar batang di tahun 2016. “Menurut data Nielsen (perusahaan analisa data manajemen), industri rokok di tahun 2016 mengalami penurunan kecil,” kata Heru. Ada beberapa faktor, menurut Heru, yang mempengaruhi penurunan pendapatan bisnis rokok sepanjang tahun 2016. Diantaranya adalah penghasilan sekali pakai atau disposable income yang mengalami perbaikan ataupun kenaikan, sehingga perusahaan melakukan skala prioritas dalam penggunaan biaya.

Selain itu situasi perekonomian nasional yang pasang surut seperti kenaikan biaya transportasi serta kenaikan harga kebutuhan pokok yang memicu kenaikan biaya hidup turut memicu penurunan pendapatan perusahaan. “Ini memicu offside disposable income (penghasilan sekali pakai menjadi pasif),” kata Heru.

Namun demikian, dia juga memastikan jika keputusan pemerintah dalam menaikkan tariff dasar listrik tidak akan mempengaruhi beban operasional perusahaan. Sebab menurut Heru, listrik bukan merupakan komponen besar dalam industri rokok. Satu-satunya faktor yang mempengaruhi terhadap industri ini adalah besaran nilai cukai yang mencapai 60 – 70 persen dalam penentuan harga pokok penjualan.

Laba bersih PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) diperkirakan tumbuh menjadi Rp 6,89 triliun pada tahun ini dibandingkan dengan realisasi laba bersih pada 2016 sebesar Rp 6,67 triliun. Stevanus Juanda, analis dari UOB Kay Hian mengatakan, pihaknya berharap pertumbuhan laba bersih GGRM pada tahun ini tumbuh 3,8 persen. Secara tahunan da tidak mengesampingkan risiko downside.

Pasalnya, dia menjelaskan, daya beli masih lemah sehingga merupakan pertanda tidak baik bagi volume penjualan. Selain itu pajak pertambahan nilai (PPN) juga telah meningkat sebesar 20 persen, sedangkan harga jual sejauh ini meningkat kurang dari 5 persen. “GGRM perlu untuk menghasilkan lebih dari Rp1,67 triliun laba bersih per kuartal agar laba tetap sama [flat] secara tahunan pada 2017,” katanya dalam risetnya pada Selasa, 18 April 2017.

Oleh karena itu, pihaknya menurunkan rekomendasi GGRM menjadi HOLD dengan target harga Rp68.000 dan harga masuk (entry price) Rp61.000. Dia menambahkan, sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) harga saham GGRM naik 1,1 persen, tetapi jika ditengok sepanjang 1 terakhir harga saham GGRM turun 0,6 persen.

“Mengingat outlook operasional yang biasa-biasa saja. Kami memperkirakan situasi ‘dead money’ untuk 6 bulan ke depan. Kami akan bullish hanya pada akhir 2017 karena investor mulai mencari ke kinerja 2018,” katanya. PT Gudang Garam Tbk membagikan angpau Lebaran kepada masyarakat sekitar. Tak kurang dari 4.600 orang berebut mendapat uang saku Rp 20 ribu per kepala yang biasa disebut sebagai salam tempel. Bagi-bagi angpau ke masyarakat menjelang Idul Fitri merupakan tradisi pabrik rokok terbesar di Indonesia itu.

Perusahaan tidak membatasi jumlah maupun asal penerima, sehingga membuat ribuan orang dari Kota Kediri dan sekitarnya berduyun-duyun datang sejak pukul 04.30 WIB. Padahal pembagian angpau baru dimulai pukul 06.00 WIB. “Tiap orang mendapat jatah Rp 20 ribu,” kata Wakil Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT Gudang Garam Iwhan Tri Cahyono, Jumat, 1 Juli 2016.

Masyarakat yang antre sejak pagi langsung berbaris. Untuk menghindari desak-desakan, aparat keamanan membagi dalam dua kelompok antrean, yakni lajur perempuan dan laki-laki. Seluruh pengantre mendapat jatah uang yang sama tanpa membedakan jenis kelamin dan usia. Karena tak dibatasi, sebagian besar yang datang juga mengajak anggota keluarganya.

Iwhan menuturkan perusahaan tak pernah memberikan pengumuman resmi, baik secara langsung maupun melalui media massa soal pembagian salam tempel ini. Namun masyarakat sudah terbiasa mencari tahu informasi itu dari buruh Gudang Garam. Sebab, bagi-bagi angpau itu dilakukan bertepatan dengan hari libur buruh.

Namun, jumlah pengantre tahun ini menyusut jika dibanding tahun lalu. Bila tahun lalu jumlahnya sekitar 10 ribu orang, tahun ini tak lebih dari 4.600. “Mungkin informasinya tak banyak menyebar,” kata Iwhan. Iwahan berujar Gudang Garam membagikan angpau sesuai jumlah pengantre. Sebab, ujarnya, bagi-bagi angpau itu merupakan bagian dari program corporate social responsibility kepada masyarakat sekitar pabrik.

Untuk mengamankan pembagian sedekah ini, Gudang Garam dibantu seribu polisi, seratus satpam, unit pemadam kebakaran, dan tenaga medis. Rudianto, salah satu penerima angpau, mengaku rutin mencari sedekah ini sejak lima tahun lalu.  Dia mengajak teman dan kerabatnya untuk mendapat uang seharga sebungkus rokok itu. “Kalau bisa nilainya ditambah,” kata pemuda yang bekerja sebagai pengamen ini.

Monday, April 3, 2017

Laba Bersih Jababeka Naik 29 Persen pada 2016

Laba Bersih PT Jababeka Tbk (KIJA) meningkat 29 persen sebesar Rp426,5 miliar pada 2016, dibanding Rp331,4 miliar pada 2015.  KIJA membukukan pendapatan sebesar Rp2.931 miliar pada 2016, turun 7 persen dibanding 2015. Bidang Real Estat & Property mengalami penurunan penjualan sebesar 6% menjadi Rp1.101 miliar pada 2016, terutama disebabkan menurunnya kontribusi penjualan lahan industri dan bangunan pabrik standar (standard factory buildings) dan rumah toko. Meski demikian, terjadi peningkatan kontribusi penjualan kavling, perumahan dan apartemen.

Pendapatan dari pilar Infrastruktur menurun 8% menjadi Rp1.723 miliar sebagai akibat dari penurunan kontribusi penjualan listrik, dikarenakan adanya kebocoran di salah satu boiler mesin pembangkit listrik.

Sementara itu pendapatan dari jasa infrastruktur lainnya (penyediaan air, pengolahan air limbah dan manajemen estat) dan dry port masing‐masing meningkat 5% dan 26% selama 2016. Pendapatan dari Leisure & Hospitality membukukan kenaikan 2% menjadi Rp106,5 miliar pada 2016. Pendapatan berulang (recurring revenue) dari infrastruktur ini menyumbang 59% terhadap total pendapatan konsolidasi pada 2016, tidak berubah secara persentase dibanding 2015.

Secara absolut laba kotor perseroan mengalami penurunan sebesar 10% menjadi Rp1.243 miliar di 2016. Marjin laba kotor konsolidasi untuk 2016 tercatat sebesar 42,4%, sedikit turun dibandingkan dengan 44,2% pada 2015. Penurunan ini terutama disebabkan hasil dari bauran produk (product mix) dalam Pilar Real Estat & Property. Kontribusi dari penjualan lahan kavling di Kendal dan apartemen cukup memengaruhi pencapaian marjin laba kotor keseluruhan untuk Real Estat & Property yang turun menjadi 76% pada 2016, dibanding 82% pada 2015.

Sementara itu, marjin laba kotor untuk Infrastruktur dan Leisure Hospitality masing‐masing tetap pada kisaran 21% dan 41% pada 2016, dibandingkan dengan 21% dan 42% masing‐masing pada 2015. Meskipun terjadi penurunan pendapatan dan laba kotor, Jababeka membukukan laba bersih sebesar Rp426,5 miliar pada 2016, meningkat 29% dibanding Rp331,4 miliar pada 2015. Faktor utama peningkatan ini adalah efek dari keuntungan selisih kurs sebesar Rp132,7 miliar yang dibukukan pada 2016, dibanding dengan rugi selisih kurs sebesar Rp116,2 miliar di 2015.

Keuntungan selisih kurs neto tersebut merupakan jumlah dari keuntungan/kerugian selisih kurs pendanaan dan keuntungan dari kontrak lindung nilai (hedging), serta keuntungan kerugian selisih kurs operasi, yang dapat ditemukan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian 2016 yang diaudit.

Dalam hal penjualan real estat secara pemasaran (marketing sales), KIJA membukukan Rp1,56 triliun pada 2016, melampaui 11% target sebesar Rp 1,4 triliun dan juga melebihi 50% dari pencapaian 2015 sebesar Rp1 triliun. Pada 2016, penjualan di Cikarang tetap menjadi kontributor utama dalam marketing sales dengan Rp1,15 triliun seluas 21 hektar, sejalan dengan target 2016.

Pencapaian marketing sales yang menggembirakan dari Kendal sebesar Rp359 miliar (dengan luas 26 hektar) jauh melampaui target 2016 sebesar Rp 250 miliar, ikut menambah hasil penjualan secara signifikan di Cikarang.  Terakhir, Tanjung Lesung dan produk lainnya juga menambahkan marketing sales 2016 sebesar Rp55 miliar.

PT Jababeka Tbk adalah pelopor pengembang kawasan industri terpadu di Cikarang yang mengembangkan kota industri ramah lingkungan dan terlengkap di Indonesia. Luas kawasan sebesar 5.600 hektar ini dihuni oleh lebih dari 1.650 perusahaan multinasional dari 30 negara dengan jumlah pekerja lebih dari 700 ribu orang. Kawasan ini juga dilengkapi dengan pusat pendidikan seperti President University, kawasan perumahan dan komersial, lapangan golf, medical city, botanical garden, dan fasilitas pendukung lainnya.

PT Jababeka Tbk juga merupakan satu‐satunya kawasan industri terpadu yang memiliki anak usaha yang bergerak di bidang energi yaitu PT Bekasi Power dan dry port pertama di Indonesia.

Sunday, April 2, 2017

Maybank Indonesia Bagikan Dividen Rp 389,6 Miliar

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) membagikan keuntungan dari laba (dividen) sebesar Rp389,6 miliar kepada para pemegang saham usai menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Maybank Indonesia di Senayan, Jakarta.

RUPST menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2016. Sebesar 1 persen atau Rp19,4 miliar digunakan sebagai “Dana Cadangan Umum”, guna memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-undang Perseroan Terbatas dan pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan.

Sebesar 20 persennya diusulkan untuk dibagikan sebagai Dividen Tunai dengan total sebesar Rp389.6 miliar atau sebesar Rp5,75 per saham. Sisanya sebesar 79 persen atau Rp1.5 triliun- ditetapkan sebagai “Laba Ditahan” Perseroan.

Di tengah kondisi perekonomian yang melambat dan iklim bisnis yang penuh tantangan, Perseroan berhasil menutup tahun 2016 dengan hasil yang menggembirakan, yaitu mampu membukukan kenaikan laba bersih sebesar 71 persen menjadi Rp1,95 triliun pada periode 31 Desember 2016, dari Rp1,14 triliun yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini adalah merupakan rekor tertinggi yang pernah diraih Perseroan.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Di Dewan Komisaris, RUPST menyetujui pengunduran diri Tan Sri Dato’ Megat Zaharuddin bin Megat Mohd Nor sebagai Presiden Komisaris Perseroan dan menyetujui pengangkatan Datuk Abdul Farid bin Alias selaku anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk menjadi Presiden Komisaris.

RUPST juga menyetujui pengangkatan Edwin Gerungan menjadi Komisaris Perseroan. Sementara di jajaran Direksi, RUPST menyetujui pengangkatan Restiana Ie Tjoe Linggadjaya sebagai Direktur Perseroan menggantikan Ghazali Mohd Rasad, yang berakhir masa jabatannya.

RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Dhien Tjahajani sebagai Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan dan Corporate Secretary serta sebagai Direktur Independen dan juga mengangkat Effendi sebagai Direktur Perseroan. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Tan Sri Megat dan Ghazali untuk dedikasinya yang luar biasa kepada Maybank Indonesia dan mengucapkan selamat bergabung kepada anggota baru Dewan Komisaris dan Direksi," kata Taswin Zakaria, Presiden Direktur Maybank Indonesia dalam keterangan resmi, Minggu (2/4).

"Mereka memiliki komitmen yang sama untuk membawa Maybank Indonesia menjadi penyedia layanan keuangan terkemuka di Indonesia yang sungguh-sungguh hadir di tengah-tengah masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services," tambahnya. Dengan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan maka susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  • Datuk Abdul Farid bin Alias:Presiden Komisaris.
  • Spencer Lee Tien Chye: Komisaris.
  • Edwin Gerungan: Komisaris.
  • Umar Juoro: Komisaris Independen.
  • Budhi Dyah Sitawati: Komisaris Independen.
  • Achjar Iljas: Komisaris Independen.

Direksi
  • Taswin Zakaria: Presiden Direktur
  • Thilagavathy Nadason: Direktur.
  • Jenny Wiriyanto: Direktur.
  • Dhien Tjahajani: Direktur Kepatuhan, Hukum dan Corporate Secretary
  • Eri Budiono: Direktur.
  • Irvandi Ferizal: Direktur.
  • Restiana Ie Tjoe Linggadjaya: Direktur.
  • Effendi: Direktur.

Bank Mega Bagi Deviden Sebesar Setengah Laba Bersih

Kinerja keuangan PT Bank Mega Tbk boleh dibilang biasa-biasa saja, bahkan pertumbuhannya cenderung stagnan. Namun, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memutuskan untuk tetap membagikan dividen kepada pemegang saham. Tidak tanggung-tanggung, dividen yang disebar bahkan mencapai separuh dari laba bersih perseroan pada tahun buku 2016.

Laba bersih perseroan tahun lalu tercatat sebesar Rp1,16 triliun atau meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp1,06 triliun. "RUPS Bank Mega menetapkan membagikan dividen tunai sebesar Rp578,95 miliar kepada pemegang saham. Pembagian dividen akan dilakukan kemudian," ujar Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib, Jumat (31/3). Sekadar gambaran, sepanjang tahun lalu, bisnis Bank Mega tumbuh tipis. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), misalnya, tercatat tumbuh hanya 2,7 persen. Perolehan giro naik 8,9 persen menjadi Rp5,6 triliun. Tabungan tumbuh 6,8 persen menjadi Rp10,7 triliun

"Secara kumulatif, DPK menjadi sebesar Rp51,07 triliun hingga akhir 2016 dari posisi tahun sebelumnya, yakni Rp49,74 triliun. Ini kontribusinya dari kenaikan dana murah," imbuh dia.  Pertumbuhan tipis DPK membuat total aset Bank Mega hanya meningkat 3,4 persen dari semula Rp68,23 triliun menjadi Rp70,53 triliun.

Adapun, dari sisi kredit, alih-alih bertumbuh. Penyaluran kredit sepanjang tahun lalu malah turun 12,7 persen dari Rp32,4 triliun menjadi hanya Rp28,28 triliun. Bersamaan dengan itu, rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) Bank Mega membengkak dari 2,81 persen menjadi 3,44 persen pada akhir tahun lalu.

Beruntung pendapatan bunga bersihnya masih positif 5,6 persen menjadi Rp3,5 triliun. Di sisi lain, Bank Mega mampu mengendalikan beban operasional hanya di kisaran Rp3,8 triliun. "Penurunan beban operasional terutama disebabkan karena reversal mark to market surat berharga, penurunan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) serta penurunan beban provisi dan komisi," jelas Kostaman.

Selain memutuskan membagikan dividen, RUPS juga menetapkan memperpanjang masa jabatan untuk empat komisaris melalui pengangkatan kembali Dewan Komisaris Bank Mega.  Empat orang Dewan Komisaris tersebut, yakni Yungky Setiawan sebagai Komisaris Utama, Achjadi Ranuwisastra sebagai Komisaris Independen, Lambock Victor Nahattands sebagai Komisaris Independen, dan Darmadi Sutanto sebagai Komisaris.

Berdasarkan keputusan RUPS, keempat komisaris tersebut akan berakhir masa jabatannya pada tahun ini, namun kemudian diperpanjang sampai dengan tahun 2022 mendatang. PT Bank Mega Tbk optimis dapat menyeret turun rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) pada kisaran 2,14 persen di tahun ini, meskipun NPL sempat membengkak pada akhir tahun lalu dari semula 2,81 persen di 2015 menjadi 3,44 persen di 2016.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, perusahaan telah memetakan beberapa strategi supaya rasio NPL mampu dikendalikan. Salah satunya, pengalihan kredit ke sektor lain hingga memanfaatkan sentimen perbaikan ekonomi di tahun ini.

Untuk pengalihan kredit ke sektor lain, Kostaman menyebutkan, Bank Mega melirik beberapa sektor sebagai diversifikasi, seperti ritel pangan, konsumsi, pariwisata, konstruksi, dan properti. Hal ini dilakukan lantaran sepanjang tahun lalu, kucuran kredit Bank Mega banyak ke sektor komoditas, namun harga komoditas yang tak cukup baik membuat rasio NPL terkerek.

"Diharapkan, sektor komoditas membaik, sehingga tahun ini rasio NPL bisa turun. Tetapi kami tidak bisa mengharapkan (pemberian kredit ke) sektor komoditas saja maka kami juga masuk ke sektor lain," ujar Kostaman di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (31/3).  Adapun untuk sektor ritel, Bank Mega membidik penyaluran kredit kepada pengusaha ritel pangan yang memasok hasil produksi ke sejumlah merchant yang telah menjadi rekanan Bank Mega, yakni PT Trans Retail Indonesia atau Carrefour.

Tak ketinggalan, Bank Mega juga menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit ke sektor konsumsi, yakni dengan membidik peningkatan nasabah pengguna kartu kredit. Hal ini dilakukan mengingat sektor konsumsi menyedot sekitar 25 persen dari total penyaluran kredit Bank Mega. Untuk peningkatan sektor konsumsi ini, Kostaman menargetkan, jumlah nasabah kartu kredit dapat meningkat dari semula 8,2 juta di tahun lalu menjadi 8,7 triliun di sepanjang tahun ini.

Lalu, selain melancarkan upaya-upaya di tingkat internal, Bank Mega juga mengharapkan perbaikan rasio NPL dari sentimen perbaikan ekonomi yang pada tahun ini diperkirakan akan membaik dibandingkan tahun lalu. "Banyak pebisnis mengatakan tahun ini akan lebih baik. Kalau membaik, pendapatan naik jadi nasabah bisa membayar kredit," imbuh Kostaman.

Bersamaan dengan target perbaikan rasio NPL, Bank Mega berharap pertumbuhan kredit akan meningkat, yakni Rp28,3 triliun di tahun lalu menjadi Rp33 trilin di tahun ini atau naik 16,6 persen.  Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan menanjak 7,63 persen menjadi Rp55 triliun dari sebelumnya Rp51,1 triliun di tahun lalu. Adapun, peningkatan DPK dibidik dari pertumbuhan giro mencapai Rp6,1 triliun, tabungan mencapai Rp12,7 triliun, dan deposito Rp36,2 triliun di tahun ini.

Kemudian, aset dibidik tumbuh tujuh persen dari Rp70,5 triliun menjadi Rp75,5 triliun. Dengan begitu, laba bersih ditargetkan ikut terkerek 3,44 persen menjadi Rp1,2 triliun di tahun ini dari sebelumnya Rp1,16 triliun

Wednesday, March 29, 2017

Citibank Cetak Laba Bersih Rp 2,29 Triliun Tahun 2016

Citibank Indonesia berhasil mencetak kinerja yang cemerlang sepanjang 2016. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 46,2 persen menjadi Rp2,29 triliun dibandingkan dengan pencapaian 2015 sebesar Rp1,56 triliun.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi menuturkan, kenaikan laba bersih ini disebabkan oleh naiknya pendapatan bunga bersih menjadi Rp4,12 triliun atau mengalami kenaikan 16,1 persen.  Dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih tersebut, jelas Batara, menghasilkan peningkatan rasio return on asset (ROA) dari 2,8 persen menjadi 4,1 persen dan return on equity (ROE) menjadi 14,9 persen dari tahun 2015 10,7 persen.

"Jadi kami gembira karena kinerja 2016 cukup baik. Ini juga dapat diraih karena porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) cukup terjaga dalam bentuk tabungan dan giro. Nah, ini berkontribusi 68,6 persen dari keseluruhan DPK Citibank per akhir tahun lalu," papar Batara, Rabu (29/3). Kemudian, kinerja positif Citibank Indonesia juga didukung oleh turunnya beban cadangan khususnya kredit menjadi Rp839 miliar, atau setara dengan penurunan 23,6 persen dari sebelumnya Rp1 triliun.

"Dengan penurunan cadangan kredit ini, rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dari Citibank Indonesia juga membaik," imbuh Batara. Tercatat, rasio BOPO turun dari 89,2 persen menjadi 81,6 persen. Selain itu, perusahaan juga menjaga permodalan dengan adanya pertumbuhan kewajiban penyediaan modal minimum sebesar 1,8 persen dari 28,2 persen menjadi 30 persen.

"BOPO turun karena naiknya pendapatan bunga (net interest income). Biaya operasional turun, pendapatan operasional naik 16 persen," terangnya. Batara menjelaskan, perusahaan sendiri mendapatkan keuntungan dari dua sumber yakni, pendapatan non bunga (fee based income) dan net interest income. Secara rinci, perusahaan bergantung pada net interest income sebesar 75 persen dan sisanya fee based income.

"Nah itu masih sejalan dan menunjukan kestabilan dari kinerja kami, net interest margin (NIM) kami dari 5,35 persen menjadi 6,24 persen," jelas dia

Monday, March 27, 2017

Vale Indonesia (INCO) Tidak Bagi Deviden Karena Laba Menurun

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memutuskan untuk tidak membagikan keuntungan (dividen) kepada pemegang saham untuk tahun buku 2016. Pasalnya, keuangan perusahaan memburuk pada periode tersebut. Febriany Eddy, Direktur Keuangan Vale Indonesia menjelaskan, pembagian dividen biasanya diukur oleh berbagai faktor seperti seperti ketersediaan arus kas dan laba bersih.

"Nah kalau dilihat kan laba bersih kami pada 2016 sebesar US$1,9 juta, relatif lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ungkap Febriany, Senin (27/3). Selain itu, perusahaan juga perlu menyimpan laba bersih yang didapatkan sebagai penambahan kas perusahaan untuk kebutuhan ekspansi. Kemudian, harga nikel yang melemah pada tahun 2016 juga menjadi pertimbangan perusahaan tidak membagi dividen.

"Jadi dengan faktor demikian, sulit bagi kami untuk membayar dividen," imbuhnya.

Asal tahu saja, laba bersih Vale Indonesia sepanjang 2016 tercatat turun signifikan hingga 96,22 persen menjadi US$1,9 juta dari tahun 2015 US$50,5 juta. Hal ini disebabkan penurunan pendapatan sebesar 26,03 persen dari US$789,74 juta menjadi US$584,14 juta. "Tentu karena bisnis kami sangat terpengaruh dengan harga nikel ya, karena sebenarnya biaya produksi kami turun 18 persen. Tapi karena harga nikel turun 19 persen jadi laba bersih kami sekian," papar dia.

Mengacu pada London Metal Exchange (LME), harga tunai nikel pada awal tahun lalu sebesar US$8.515 per ton dan kemudian turun menjadi US$7.700 per ton pada Februari. Namun kemudian, harga nikel mulai pulih ke level US$9.100 per ton pada bulan April dan bertahan di level US$8.500 per ton hingga awal Juni 2016. Selanjutnya, harga nikel naik menjadi US$10.300 pada Juli, dan pada akhir tahun berada di kisaran US$9.900-US$11.600 per ton.

"Jadi, rata-rata harga nikel 2016 US$9.606 per ton, turun 19 persen dari 2015 yang berada di level US$11.807 per ton," jelas dia. Sementara itu, perusahaan juga secara resmi mengganti jajaran dewan komisaris perusahaan. Dalam hal ini, Mike Baril diangkat menjadi komisaris untuk menggantikan Stuart Alan Harshaw. Selain itu, perusahaan juga mengganti komisaris independen menjadi R. Sukhyar, di mana sebelumnya jabatan tersebut diduduki oleh Idrus Paturusi.

Berikut jajaran dewan komisaris yang baru setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST):

  • Presiden Komisaris: Jennifer Anne Maki
  • Wakil Presiden Komisaris: Mark James Travers
  • Komisaris: Andrea Marques de Almeida, Mike Baril, Robert Alan Morris, Nobuhiro Matsumoto, dan Akira Nozaki
  • Komisaris Independen: Irwandy Arif, Mahendra Siregar, dan R. Sukhyar