Pages - Menu

Showing posts with label otomotif. Show all posts
Showing posts with label otomotif. Show all posts

Monday, August 19, 2024

General Motors PHK 1000 Karyawan Termasuk 600 Orang Dibagian Riset

 Perusahaan otomotif Amerika Serikat (AS), General Motors (GM) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.000 karyawan secara global di divisi perangkat lunak dan layanan. Pengurangan karyawan ini dilakukan setelah adanya peninjauan untuk merampingkan operasi di unit tersebut.

Pengurangan karyawan tersebut termasuk sekitar 600 pekerja di kampus teknologi GM di dekat Detroit. Pengurangan ini terjadi kurang dari enam bulan setelah pergantian kepemimpinan yang mengawasi operasi, termasuk mantan eksekutif Apple, Mike Abbott yang meninggalkan GM karena alasan kesehatan.

"Saat kita membangun masa depan GM, kita harus menyederhanakan kecepatan dan keunggulan, membuat pilihan yang berani, dan memprioritaskan investasi yang akan memberikan dampak terbesar," kata juru bicara GM dikutip dari CNBC

"Akibatnya, kami mengurangi tim tertentu dalam organisasi perangkat lunak dan layanan. Kami berterima kasih kepada mereka yang membantu membangun landasan kuat yang menempatkan GM untuk memimpin di masa depan," sambungnya.

GM menolak untuk mengungkapkan jumlah keseluruhan karyawan yang di-PHK. Namun, seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengonfirmasi bahwa lebih dari 1.000 karyawan akan diberhentikan, termasuk 600 di Warren, Michigan.

PHK tersebut mewakili sekitar 1,3% dari 76.000 tenaga kerja perusahaan secara global pada akhir tahun lalu. Jumlah tersebut termasuk sekitar 53.000 karyawan di AS.

Wednesday, February 17, 2021

Elon Musk dan Tesla Tidak Berminat Investasi Pabrik Tesla di Indonesia

Tesla sempat ramai dikabarkan akan melakukan investasi mobil listriknya di Indonesia. Namun belakangan yang santer terdengar adalah mereka malah memilih India sebagai lokasi terbaru pabriknya. Bagaimana ini?

Sampai akhir tahun lalu kabar Tesla akan memilih Indonesia sebagai salah satu lokasi investasinya masih terdengar kencang. Beberapa strategi juga dilancarkan pemerintah untuk menarik minat perusahaan mobil listrik paling laris di dunia itu untuk masuk tanah air.

Tapi dalam setidaknya sepekan terakhir, Tesla malah disebut-sebut akan membangun pabrik terbarunya di India. Informasi Tesla akan masuk dan bikin pabrik di India pertama dikeluarkan oleh M B.S. Yediyurappa, kepala menteri negara bagian barat daya Karnataka.

Lokasi pabriknya disinyalir berada di Bengaluru, Karnakatta. Sebelum bikin pabrik, Tesla akan lebih dulu membuka pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Bengaluru.

Pemilihan lokasi tersebut sangat beralasan lantara Bengaluru merupakan tempat di mana banyak pabrikan lain dari seluruh dunia memiliki R&D. Di antaranya adalah Mercedes-Benz, Great Wall Motors, General Motors, Continental, Mahindra & Mahindra, Bosch, Delphi, sampai Volvo.

Bengaluru juga dikenal sebagaoi 'Silicon Valley Asia' atau pusat teknologi informasi India. Bengaluru merupakan kota tempat tinggal banyak orang-orang paling tajir di India.

Belum ada penjelasan resmi dari Tesla soal kabar ini. Namun India memang menjadi salah satu negara yang dalam beberapa waktu terakhir disebut-sebut oleh Elon Musk. Pada Desember lalu, misalnya, Musk nge-Tweet soal rencananya membawa Tesla ke India. Per tahun 2021 ini Tesla juga resmi membuka pasar di India.

Seperti banyak negara lain, pemerintah India sudah mencanangkan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakart fosil. Namun upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik terganjal dengan minimnya investasi, baik dalam pembangunan pabrik maupun infrastruktur SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum).

pemerintah sejatinya telah melakukan langkah intensif untuk mendekati Tesla supaya menanamkan investasinya di tanah air. Pembicaraan dengan perwakilan Tesla kabarnya sudah sempat berjalan.

Namun diyakini rencana Tesla berinvestasi di Indonesia bukanlah untuk membangun pabrik mobil listrik. Melainkan investasi di bidang sistem penyimpanan energi (Energy Storage System atau ESS).

Ini terungkap dari pernyataan Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi. Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik, Agus Tjahajana Wirakusumah, juga mengungkapkan hal senada belum lama ini.

"Dengan Tesla, kita juga sedang dalam tahap negosiasi. Tesla baru belakangan masuk (menyatakan minat). Kita lagi pelajari dia mau masuknya ke mana. Dari pembicaraan kemarin, mereka sepertinya mau masuk ke ESS," ungkap Agus Tjahajana saat diskusi dengan media dalam webinar "EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia", dikutip dari CNBC.

Untuk mendorong investasi, India berencana menawarkan insentif sebesar US$ 4.600.000.000 (setara dengan Rp 64,5 triliun) pada perusahaan yang membangun fasilitas pembuatan baterai mobil listrik. Demikian diberitakan Reuters.

Tesla perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, disebut tak hanya ingin jualan mobil listrik di India mulai 2021. Tesla dikabarkan bakal menyiapkan fasilitas perakitan mobil listrik di Karnataka, negara bagian barat daya India.

Perusahaan pembuat mobil listrik itu masuk ke India dengan mulai melakukan penjualan. Tesla juga tidak menutup kemungkinan untuk mendirikan pabrik perakitan. Informasi itu disampaikain M B.S. Yediyurappa, kepala menteri negara bagian barat daya Karnataka.

"Perusahaan Amerika Tesla akan membuka unit manufaktur mobil listriknya di Karnataka," kata Yediyurappa dalam sebuah pernyataan di Kannada, dikutip Livemint.

India sendiri sudah menyatakan ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dan mengurangi polusi. Namun upaya India untuk mempromosikan kendaraan listrik sejauh ini terhalang oleh kurangnya investasi di bidang manufaktur dan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya listrik.

Mobil listrik pertama yang akan diluncurkan di India adalah Model 3, yang merupakan varian termurah di antara kendaraan Tesla, dengan harga mulai dari US$ 74.739 (5,5 juta rupee India).

Sementara lokasi pabriknya disinyalir berada di Bengaluru, Karnakatta. Hal ini diungpak Sekretaris Utama Industri dan Perdagangan Gaurav Gupta, yang mengatakan Tesla akan membuka pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Bengaluru.

"Kami telah berinteraksi dengan Tesla selama beberapa bulan terakhir dan merupakan kabar gembira bahwa mereka telah memutuskan untuk memasukkan perusahaan mereka ke sini."

"Kami membuat mereka terkesan bahwa Bengaluru bukan hanya ibu kota teknologi, tetapi juga ibu kota kedirgantaraan dan luar angkasa. Untuk segala jenis kolaborasi teknologi, ia memiliki kumpulan bakat yang tepat, "tutur Gaurav Gupta.

Bengaluru merupakan tempat di mana banyak pabrikan memiliki R&D di antaranya Mercedes-Benz, Great Wall Motors, General Motors, Continental, Mahindra & Mahindra, Bosch, Delphi, sampai Volvo.

Monday, February 27, 2017

Laba Astra Internasional Tbk Naik Jadi Rp. 15,2 Triliun Tahun 2016

PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat pertumbuhan laba 5% di 2016 menjadi Rp 15,2 triliun. Laba ini naik meski omzet turun tipis. Pendapatan bersih konsolidasian Grup turun 2% menjadi Rp 181,1 triliun pada tahun 2016, seiring dengan penurunan pendapatan di segmen alat berat dan pertambangan, serta penurunan kontribusi pendapatan dari Toyota sales operation setelah implementasi model distribusi dua tingkat (two-tiered) yang berlaku efektif sejak awal tahun lalu.

"Kinerja bisnis Grup Astra sepanjang tahun 2016 cukup memuaskan dengan peningkatan kinerja yang stabil di beberapa lini bisnis. Prospek tahun 2017 tampaknya cukup positif dengan perbaikan kondisi ekonomi dan kenaikan harga batu bara," kata Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto,

Laba Grup Astra masih bisa naik berkat peningkatan kontribusi dari segmen otomotif, alat berat dan pertambangan, agribisnis serta infrastruktur dan logistik. Sebagian peningkatan kontribusi tersebut diimbangi oleh penurunan kontribusi dari segmen jasa keuangan, teknologi informasi dan properti.

Nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp 2.765 pada 31 Desember 2016, meningkat 10% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2015. Nilai kas bersih, di luar Grup Jasa Keuangan, mencapai Rp 6,2 triliun pada akhir tahun 2016, dibandingkan nilai kas bersih pada akhir tahun 2015 sebesar Rp 1 triliun. Anak perusahaan Grup Jasa Keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 47,7 triliun, dibandingkan dengan Rp 44,6 triliun pada akhir tahun 2015.

Dividen final Rp 113 per saham (Buku 2015: Rp 113 per saham) akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2017.  Usulan dividen final tersebut bersama dengan dividen interim Rp 55 per saham (Buku 2015: Rp 64 per saham) membuat dividen total pada tahun 2016 menjadi Rp168 per saham (Buku 2015: Rp 177 per saham), yang mencerminkan rasio dividen (payout ratio) sebesar 45% (2015: 50%, atau 45% bila tidak memperhitungkan dampak penurunan nilai properti pertambangan).

Laba bersih Grup Otomotif meningkat 23% menjadi Rp 9,2 triliun, sebagian besar disebabkan suksesnya peluncuran model baru, sehingga turut berdampak positif terhadap marjin laba. Penjualan mobil Astra tumbuh 16% menjadi 591.000 unit, lebih tinggi dari kenaikan penjualan mobil secara nasional yang tumbuh 5% menjadi 1,1 juta unit, sehingga pangsa pasar Astra meningkat dari 50% menjadi 56%. Grup telah meluncurkan 14 model baru dan sembilan model revamped sepanjang tahun 2016.

Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) menurun 2% menjadi 4,4 juta unit, lebih rendah dari penurunan penjualan sepeda motor nasional yang turun sebesar 8% menjadi 5,9 juta unit.  Hal ini menyebabkan pangsa pasar Astra meningkat dari 69% menjadi 74%, dengan dukungan peluncuran tujuh model baru dan delapan model revamped sepanjang tahun 2016.

Laba bersih Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, tumbuh 31% menjadi Rp 418 miliar, yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan di segmen pasar pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacturer/OEM) dan segmen after market, serta peningkatan kontribusi laba bersih dari perusahaan asosiasi.

Laba bersih Grup Jasa Keuangan menurun 78% menjadi Rp 789 miliar pada tahun 2016. Kenaikan kontribusi PT Federal International Finance (FIF), PT Toyota Astra Financial Services (TAF) dan PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), diimbangi oleh penurunan kontribusi dari sektor bisnis jasa keuangan lainnya, terutama Bank Permata yang meningkatkan pencadangan atas kredit bermasalahnya secara signifikan, terutama di segmen komersial.

Sektor bisnis pembiayaan konsumen menunjukkan kenaikan total pembiayaan sebesar 21% menjadi Rp 74 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse. PT Astra Sedaya Finance (ASF) yang fokus pada pembiayaan roda empat mencatat penurunan laba bersih sebesar 4% menjadi Rp 934 miliar akibat menurunnya jumlah unit pembiayaan mobil bekas, sementara pembiayaan roda empat lainnya, yakni TAF mencatat peningkatan laba bersih sebesar 15% menjadi Rp 351 miliar.

FIF yang fokus pada pembiayaan roda dua mencatat kenaikan laba bersih sebesar 20% menjadi Rp1,8 triliun, karena diversifikasi produk pembiayaan. Total pembiayaan yang dikucurkan oleh Grup pembiayaan alat berat meningkat 20% menjadi Rp 4,7 triliun. PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF), yang memiliki spesialisasi di pembiayaan alat berat kelas kecil dan menengah, melaporkan penurunan laba bersih sebesar 26% menjadi Rp 81 miliar.

Bank Permata, yang 44,6% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat kerugian bersih sebesar Rp 6,5 triliun pada tahun 2016 dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 247 miliar pada tahun 2015.
Kerugian ini disebabkan oleh kenaikan signifikan jumlah pencadangan atas kredit bermasalah menjadi sebesar Rp12,3 triliun, yang mencerminkan kenaikan rasio gross non-performing loan (NPL) dari 2,7% pada akhir tahun 2015 menjadi 8,8% pada akhir tahun 2016, sementara itu rasio net NPL meningkat dari 1,4% menjadi 2,2%.

Untuk memperkuat struktur permodalannya, rights issue sebesar Rp 3 triliun diharapkan rampung pada paruh pertama 2017, di mana Rp1,5 triliun telah diterima sebagai capital advance dari kedua pemegang saham utama, Astra dan Standard Chartered Bank. Ditambah dengan Rp 5,5 triliun yang diperoleh dari rights issue bulan Juni 2016, maka Bank Permata akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 8,5 triliun.

PT Asuransi Astra Buana, perusahaan asuransi kerugian Grup, mencatat sedikit kenaikan laba bersih menjadi Rp 923 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan investasi. Selama tahun 2016, perusahaan asuransi jiwa patungan Grup, PT Astra Aviva Life, berhasil menambah lebih dari 158.000 nasabah asuransi jiwa perorangan dan 133.000 nasabah asuransi program kesejahteraan karyawan, sehingga pada akhir tahun 2016 jumlah nasabah perorangan dan nasabah melalui program kesejahteraan karyawan, masing- masing menjadi 228.000 dan 596.000 nasabah.

Kontribusi laba bersih Grup Alat Berat dan Pertambangan meningkat 30% menjadi Rp 3 triliun pada tahun 2016. Sebagian besar kegiatan bisnis di segmen ini terpengaruh secara negatif dari rendahnya harga batu bara hampir sepanjang tahun, meskipun terjadi perbaikan kondisi pada kuartal terakhir.

PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan kenaikan 30% laba bersih menjadi Rp 5 triliun karena adanya kerugian penurunan nilai properti pertambangan yang mempengaruhi hasil kinerja tahun 2015.  Tanpa memperhitungkan dampak dari hal tersebut, laba bersih sepanjang tahun 2016 menurun 22% dibandingkan tahun sebelumnya. UT mencatat penurunan pendapatan bisnis kontraktor penambangan, yang sebagian besar diakibatkan dari rendahnya harga batu bara hampir sepanjang tahun lalu serta kerugian selisih kurs dari aset berdenominasi dolar AS.

Pada segmen usaha mesin konstruksi, penjualan alat berat Komatsu meningkat 3% menjadi 2.181 unit, sementara pendapatan bersih dari suku cadang dan servis menurun. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak perusahaan UT di bidang kontraktor penambangan baru bara, mencatat tingkat produksi yang tidak banyak berubah sebesar 109 juta ton serta penurunan kontrak pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 8% menjadi 702 juta bank cubic metres.

Anak perusahaan UT di bidang pertambangan melaporkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 48% menjadi 6,8 juta ton. PT Acset Indonusa Tbk, perusahaan kontraktor umum yang 50,1% sahamnya dimiliki UT, melaporkan laba bersih sebesar Rp 68 miliar sepanjang tahun 2016, lebih tinggi 63% dibandingkan tahun 2015.

Acset mencatatkan penambahan kontrak baru senilai Rp 3,8 triliun sepanjang tahun 2016, dibandingkan dengan Rp 3,1 triliun pada tahun 2015. Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Acset menyelesaikan rights issue pada bulan Juni 2016 dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 600 miliar.

Laba bersih dari Grup Agribisnis meningkat secara signifikan menjadi Rp1,6 triliun dari Rp 493 miliar. PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 2 triliun, meningkat dari Rp 619 miliar, yang disebabkan oleh kenaikan harga CPO serta keuntungan dari apresiasi rupiah akibat translasi kewajiban moneter dalam mata uang dolar AS.

Penjualan CPO menurun 3% menjadi 1,0 juta ton, walaupun harga rata-rata CPO meningkat 11% menjadi Rp7.768/kg. Penjualan olein menurun 22% menjadi 320.000 ton.  Untuk memperkuat posisi keuangannya, AAL telah merampungkan rights issue senilai Rp 4 triliun pada bulan Juni 2016. Laba bersih yang meningkat dari unit-unit bisnis Grup Infrastruktur dan Logistik mengakibatkan kenaikan laba bersih dari grup ini sebesar 35% menjadi Rp 263 miliar.

Ruas jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72km, yang dioperasikan oleh PT Marga Mandala Sakti (MMS), dimana 79,3% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatat peningkatan volume kendaraan sebesar 3% menjadi 48 juta kendaraan. Pembangunan konstruksi ruas jalan tol Jombang-Mojokerto sepanjang 41 km, yang seluruhnya dimiliki Perseroan dan telah mulai beroperasi sepanjang 20 km, terus berlanjut. Ruas jalan tol Semarang-Solo sepanjang 73 km, yang 25% sahamnya dimiliki Grup, telah mulai beroperasi sepanjang 23 km.

Pada Januari 2017, Grup menuntaskan akuisisi awal kepemilikan 40% atas PT Baskhara Utama Sedaya (BUS), pemilik 45% saham operator ruas jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 km, dan selanjutnya telah menyetujui untuk mengakuisisi sisa kepemilikan sebesar 60% di BUS.

Berikut dengan kepemilikan 40% dari ruas jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11 km dan kepemilikan 25% dari ruas jalan tol Serpong-Balaraja sepanjang 30km, di mana keduanya merupakan proyek greeenfield, total kepemilikan jalan tol Grup secara keseluruhan menjadi 343 km. PT PAM Lyonnaise Jaya, perusahaan penyedia air bersih yang melayani wilayah barat Jakarta, mencatat kenaikan penjualan volume air bersih sebesar 1% menjadi 162 juta meter kubik.

Laba bersih PT Serasi Autoraya meningkat 96% menjadi Rp 100 miliar, disebabkan oleh kenaikan marjin kontrak sewa mobil, penjualan kendaraan bekas serta bisnis logistik, meskipun terjadi penurunan sebesar 3% atas jumlah sewa kontrak kendaraan di bisnis rental kendaraan. Laba bersih Grup Teknologi Informasi turun sebesar 4% menjadi Rp1 96 miliar. PT Astra Graphia Tbk, yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih sebesar 4% menjadi Rp 255 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan marjin walaupun terjadi kenaikan pendapatan.

Laba bersih divisi baru Grup Properti sebesar Rp 111 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan Rp 211 miliar yang dihasilkan pada tahun 2015, terutama disebabkan oleh adanya penurunan revaluation gain pada proyek gedung perkantoran grade A Grup, Menara Astra. Konstruksi Anandamaya Residences, proyek residensial eksklusif berlokasi di pusat bisnis Jakarta, yang 60% sahamnya dimiliki oleh Perseroan dan telah terjual 93%, serta Menara Astra, diharapkan rampung pada tahun 2018.

Pada bulan Oktober 2016, PT Astra Land Indonesia, yang kepemilikannya dimiliki masing-masing sebesar 50% oleh Astra dan Hongkong Land, menandatangani perjanjian dengan anak usaha dari PT Modernland Realty Tbk untuk membeli dan membangun secara bersamaan area seluas 67 hektar di Cakung, Jakarta Timur.

Wednesday, January 11, 2017

Rolls-Royce Catatkan Penjualan Terbaik Selama 113 Tahun

Sepanjang 2016 lalu, Rolls-Royce meraih prestasi penjualan yang cukup besar. Total penjualan mencapai 4.011 mobil atau naik sekitar lebih dari 6% bila dibandingkan tahun 2015. Angka tersebut mengantarkan Rolls-Royce meraih penjualan tertinggi peringkat kedua dalam sejarah 113 tahun mobil tersebut.

Menurut informasi dari Motor1, Selasa (10/1), mobil dijual ke lebih 50 negara. Perusahaan mencatat penjualan tertinggi terjadi di pasar Jepang yang mengalami peningkatan sebesar 51%. Negara lain juga memberikan kontribusi positif seperti Jerman, mengalami peningkatan 30% dan Amerika Serikat 10%.

Jika ditotal, penjualan mobil Rolls-Royce di pasar otomotif Amerika Serikat naik 12%, Eropa 28%, dan Asia Pasifik 5%. Di samping itu, pada tahun lalu Rolls-Royce juga telah berhasil membangun Home of Rolls-Royce di Dubai dan telah mempunyai lebih dari 100 karyawan. Tak hanya itu, Rolls-Royce Technology dan Logistic Center juga telah dibuka di Bognor Regis, Inggris.

"Hasil yang luar biasa ini dengan tegas, menegaskan daya tarik global barang-barang mewah sangat terbaik dari Inggris, untuk pelanggan yang paling cerdas di dunia," kata CEO Rolls-Royce Torsten Muller-Otovos. Produk yang paling diminati sepanjang 2016 seperti, Rolls-Royce Dawn Droophead, Warith Black Badge, dan Ghost Black Badge.

Tetapi tahun 2016 hanyalah awal untuk pertumbuhan Rolls-Royce, dalam beberapa tahun ke depan akan hadir produk baru, seperti SUV Cullinan, dan New Phantom. Diperkirakan model-model terbaru tersebut menjalani debut jelang akhir 2017 dan datang sebagai model 2018

Tuesday, January 10, 2017

KPPU Nilai Honda dan Yamaha Lakukan Kartel

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) segera memutuskan perkara dugaan kartel motor matik yang melibatkan dua produsen utama kendaraan roda dua di Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM). KPPU menemukan ada kesepakatan harga sepeda motor matic 110-125 cc di antara dua produsen besar motor ini. Menurut KPPU, YIMM akan mengikuti harga jual motor matic AHM.

Kemudian, ditindaklanjuti dengan adanya perintah melalui surat elektronik yang pada akhirnya terdapat penyesuaian harga jual produk motor matic. Berdasarkan temuan itu, investigator KPPU merekomendasi putusan kepada Majelis Komisi, yaitu menyatakan pelaku terlapor 1 dan 2 terbukti secara sah melanggar pasal 5 ayat 1 Undang-Undang nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pasal itu menyebutkan, Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.  Selain itu, menghukum terlapor 1 dan 2 berdasarkan pasal 47, yakni tindakan administratif, yang salah satunya berisi pengenaan denda serendah-rendahnya Rp 1 miliar dan setinggi-tingginya Rp 25 miliar.

Investigator juga merekomendasikan kepada majelis komisi untuk melarang terlapor 1 dan 2 untuk menetapkan harga jual on the road sebagai harga referensi untuk konsumen, melainkan hanya batas on the road. Selain itu, Majelis komisi diharapkan memberikan saran kepada pemerintah, khususnya instansi terkait untuk melarang perusahaan otomotif memberikan harga referensi kepada dealer dengan memasukkan komponen harga Bea Balik Nama (BBN) atau sejenisnya yang pada pokoknya, komponen tersebut bukan merupakan tolak ukur harga dari pabrikan.

"Harga BBN dan biaya tambahan lainnya yang disebut oleh negara dibayarkan atas dasar pilihan konsumen dan tidak dipaksakan, apakah akan dibayarkan sendiri atau melalui dealer," kata Investigator KPPU, Helmi Nurjamil di Gedung KPPU, Jakarta, Senin (9/1/2017).

"Makanya kami harapkan, ke depannya, tidak ada lagi komponen kenaikan harga itu salah satunya BBN. Karena BBN adalah ranahnya dealer. Harusnya konsumen dikasih pilihan dia mau ngurus sendiri atau mau ngurus dari dealer, dikasih pilihan. Jangan seolah-olah harga terima beres, tapi mahal," tukasnya

Komisi Pengawsan Persaingan Usaha (KPPU) mencium adanya dugaan kartel motor skutik 110-125 cc oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM). Hari ini KPPU menggelar sidang dengan agenda pembacaan kesimpulan. "Baik investigator maupun terlapor dalam hal ini Yamaha dan Honda sama-sama menyatakan sikap berdasar fakta persidangan," ujar Anggota Tim Investigator KPPU, Helmi Nurjamil, di kantor KPPU, Jakarta, Senin (9/1/2017).

Lanjut Helmi mengatakan, sidang lanjutan kali ini merupakan sidang terakhir dari kasus dugaan kartel. Dan setelah agenda sidang pembacaan kesimpulan berakhir, selanjutnya adalah sidang putusan dugaan kartel antara Yamaha dengan Honda itu. "Selanjutnya sidang putusan akan dilakukan 30 hari setelah sidang ini," pungkasnya.

Baik Yamaha dan Honda masing-masing sudah membantah kalau mereka memainkan harga skutik. Presiden Direktur YIMM, Dyonisius Betty, mengatakan ada dampak yang cukup serius atas dugaan ini pada penjualan YIMM. "Dampaknya cukup besar ya di Yamaha. Kita tidak melakukan seperti itu, tapi pihak-pihak luar negeri itu juga yang ingin ekspor merasa 'Oh bener enggak Yamaha kemahalan'?," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (9/1/2017).

"Bisnis-bisnis partner yang mau invest di Indonesia seperti diler dan sebagainya jadi ragu-ragu karena kasus seperti ini apakah benar ada kartel atau tidak," tutur Dyon. Dyon juga berharap putusan yang ada nanti agar dipertimbangkan terlebih dahulu, mengingat Yamaha sudah berinvestasi cukup besar di Indonesia.

"Mempertimbangkan faktor investor asing supaya menarik dan dampak 1 juta dari karyawan yang ada," ucapnya. "Karyawan juga resah, mangkok nasi kita terganggu. Mereka juga mau demo. Tapi kita bilang jangan," tambah Dyon. Lanjut Dyon juga mengharapkan adanya keputusan yang seadil-adilnya demi kebaikan bersama. "Tapi kita mengharapkan yang terbaik karena kita tidak melakukan kartel. Pihak kami juga membantah," pungkasnya.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membacakan hasil kesimpulan dalam sidang lanjutan dugaan kartel yang melibatkan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM).

KPPU tetap menganggap Yamaha dan Honda melakukan kartel, dan melanggar UU No. 5 tahun 1999 pasal 5 ayat 1, yang berisikan Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya, untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.

Menurut anggota tim Investigator KPPU, Helmi Nurjamil, Honda dan Yamaha merupakan pelaku usaha yang saling bersaing dalam pasar sepeda motor jenis skuter matik 110-125cc yang dipasarkan di wilayah Indonesia. KPPU juga menilai Honda dan Yamaha memiliki kesamaan pola kenaikan harga pada tahun 2014. Kenaikan harga yang dimaksud adalah sepeda motor jenis skuter matik 110-125 cc.

"Hasil dari sidang lanjutan yang berisikan agenda kesimpulan dari masing-masing pihak akan diumumkan selambat-lambatnya 30 hari setelah sidang lanjutan terakhir ini," ujar Helmi Nurjamil, di Jakarta, Senin (9/1/2017). Dalam hal ini, Yamaha melalui Executive Vice President PT YIMM, Dyonisius Beti mengatakan dugaan kerjasama dengan Honda dalam menetapkan harga jual sepeda motor skutik tidak benar adanya.

Menurutnya tidak ada bukti kesepakatan yang bisa dibuktikan oleh Tim Investigator KPPU selama persidangan digelar. "Yamaha Indonesia sama sekali tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar undang-undang kami taat kepada undang-undang persaingan usaha yang sehat," tuturnya, di Kantor KPPU, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2017).

Menurutnya juga, proses investigasi yang dilakukan KPPU menyalahi prosedur yang ada. Dan tuduhan yang dilayangkan terlalu sumir dan dipaksakan. "Kami harapkan keputusan ini akan memberikan iklim investasi yang sehat dan baik untuk Indonesia kami percaya bahwa majelis akan bertindak seadil-adilnya untuk perkara ini," kata Dyon.

General Manager of Corporate Secretary and Legal PT Astra Honda Motor Andi Hartanto berharap majelis dewan komisi bisa mengambil keputusan secara adil. "Menurut saya dalam proses persidangan tidak bisa membuktikan adanya tuduhan kartel," ungkapnya. Andi berharap agar hasil keputusan nantinya adil dan bijaksana. "Sehingga tercipta situasi kondusif bagi perekonomian," ucapnya.

"Perusahaan yang sudah memiliki reputasi yang lama tentu kita tidak akan bermain-main dengan kartel," pungkasnya.

Friday, June 17, 2016

Hino Kuasai 65% Pangsa Pasar Tru

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) optimistis mampu menguasai 65 persen pasar kendaraan niaga medium duty truck dan 20 persen pasarlight duty truck pada paruh kedua tahun ini. Untuk mencapai target itu, Hino membidik tender-tender pengadaan kendaraan yang diselenggarakan perusahaan kargo swasta dan instansi pemerintah.

"Ditengah keadaaan pasar yang tertekan dan ekonomi yang melambat. Pelaku industri otomotif terutama kendaraan komersil berharap pada belanja pemerintah dan proyek–proyek infrastruktur yang akan dijalankan. Diharapkan ekonomi dapat terdorong dan pasar kendaraan komersial kembali bergairah," jelas Santiko Wardoyo selaku Direktur Sales dan Promosi HMSI melalui keterangan resmi, Jumat (17/6).

Selain itu, Hino juga akan memperluas jaringan penjualan dan layanan purna jualnya dengan menambah beberapa showroom baru di kawasan perindustrian dan kota – kota strategis. Pada Januari-Mei 2016, Hino menambah dua outlet baru di Sorong, Papua dan Cakung, Jakarta Timur sehingga saat ini total showroom yang dimiliki sebanyak 159 outlet. Pada akhir tahun ini, HMSI berharap jumlah showroom-nya bertambah menjadi 170 outlet.

"Hino optimis di semester II nanti target akan tercapai, dimana HMSI mematok target dapat menguasai 65 persen pangsa pasar untuk segmen medium duty truck dan 20 persen untuk segmen light duty truck," ujar Santiko.  Santiko menerangkan, selama 16 tahun berturut-turut Hino mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar medium di Indonesia. Hal itu turut terbantu oleh penjualan truk yang sebanyak 3.771 unit sepanjang Januari-Mei 2016.

Pencapaian itu, lanjutnya, mengukuhkan penguasaan pasar Hino menjadi ebesar 59,07 persen khusus untuk segmen medium duty truck. Sementara untuk segmen light duty truck, Hino menguasai 21 persen dengan total kendaraan terjual sebanyak 4.594 unit.

"Penurunan pasar kendaraan komersial cukup significant pada tahun ini, namun market share kami selama Januari – Mei 2016 dapat meningkat menjadi 21 persen untuk Hino Dutro dan Hino Ranger tetap bertahan diangka 59 persen," ungkap Santiko Wardoyo.

Penjualan Isuzu Anjlok 26 Persen Karena Maraknya Penjualan Truk Bekas

Merosotnya penjualan kendaraan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sampai 26 persen sampai Mei 2016 tidak hanya terjadi pada kelompok kendaraan penumpang, namun juga kendaraan niaga. Chief Operation Officer (COO) PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Harry Kamora menyatakan, setidaknya dua tantangan yang tengah dihadapi perusahaan yang menjual kendaraan niaga jenis truk.

"Pertama itu soal izin impor truk bekas. Kedua, persaingan dengan truk bekas yang ditarikleasing," papar Harry. Terkait izin impor truk bekas, Harry menilai bahwa izin ini dapat memberikan imbas menurunkan produksi dan penjualan truk dalam negeri. Selain itu, dirinya berani menjamin bahwa truk bekas yang diimpor dari luar negeri tidak dapat digunakan untuk jangka panjang. Sebab, truk yang diproduksi di Indonesia, umumnya sudah menyesuaikan kebutuhan pasar dan kondisi medan di Indonesia.

"Jadi, kalau datangkan truk bekas dari Jepang atau China begitu, ya bisa jalan tapi tidak tahan lama. Kebanyakan kasus saya lihat begitu. Karena spesifikasinya beda, misal ketahanan truk untuk kondisi jalan di Indonesia sama negara asalnya kan beda," ujar Harry.

Meski izin impor truk bekas yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 127 Tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru, tidak dapat ditentang oleh pengusaha. Namun, Harry berharap izin tersebut dapat dicabut.

"Ya, sudah banyak yang tidak setuju. Tapi kita tidak bisa langgar izin itu juga kan," kata Harry.

Sedangkan tantangan kedua, Harry menyebutkan bahwa persaingan dengan truk bekas yang ditarik kembali oleh perusahaan pembiayaan (leasing) menghambat pertumbuhan penjualan truk baru pabrikan. "Karena ekonomi lagi sulit, banyak yang ambil truk dari leasing kemudian tidak bisa bayar lagi. Ini membuat truk tersebut ditarik leasing lagi. Jadi, nanti ketika pasar butuh truk, ya, mereka bisa lebih memilih leasing dengan harga yang bisa lebih murah dibandingkan beli baru pabrikan," tutur Harry.

Untuk menghadapi hal ini, Harry menyatakan bahwa pihak leasing harus lebih cermat dalam memilih pelanggan. Isuzu menurutnya juga telah bekerja sama dengan beberapaleasing, dan memberikan referensi pelanggan. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mulai melirik pasarfoodtruck seiring meningkatnya tren bisnis kuliner di kota besar yang memanfaatkan kendaraan sebagai tempat berjualan.

Manajemen Isuzu menilai saat ini banyak perusahaan kuliner besar yang mengembangkan sayap bisnisnya dengan menggagas konsep foodtruck dengan desain yang fleksibel dan mobile. "Foodtruck ini big opportunity. Saat ini, lahan semakin sempit, juga semakin mahal, apalagi di kota-kota besar. Jadi, banyak perusahaan yang beralih bisnis kulinernya kefoodtruck," ujar Harry Kamora, Chief Operation Officer Isuzu, kemarin malam.

Hal inilah yang kemudian membuat manajemen Isuzu tergiur untuk melayani penjualan unit kendaraan yang dapat dimodifikasi menjadi foodtruck. "Jadi kalau dari Isuzu, pengusaha kuliner itu bisa gunakan varian Elf kita yang empat roda. Karena itu space-nya tidak terlalu kecil, ya pas-lah untuk foodtruck," tutur Harry.

Untuk biaya modifikasi, Harry menyebut angka Rp150 juta merupakan harga yang ideal apabila ada calon pelanggan yang meminta Isuzu memodifikasi unit Isuzu Elf yang dijualnya menjadi foodtruck. Namun, angka ini masih bisa meningkat bila perlengkapan bisnis yang digunakan di dalam foodtruck bertambah, misalnya seperti pendingin makanan.

Harry beranggapan bahwa ke depannya, penggunaan foodtruck menjadi konsep yang menarik dan kian diminati sektor bisnis kuliner. Sebab pertumbuhan bisnis kuliner dari level usaha kecil menengah hingga bisnis besar sangat terbantu dengan konsep foodtruck.

"Ini menarik perkembangannya, apalagi kalau Pemerintah Provinsi (Pemprov) bisa memfasilitasi hal itu. Karena kalau kita lihat, di Jakarta saja, mall banyak, building banyak tapi masih sedikit yang memfasilitasi food area-nya. Jadi, kalau Pemprov matang (untuk memfasilitasi), ya, kita juga matangkan bisnis modifikasi foodtruck ini," ungkap Harry.

Harry menambahkan, Isuzu sudah beberapa kali mendapatkan proyek pembuatanfoodtruck. Meski demikian, dirinya tidak mengungkapkan perusahaan kuliner mana saja yang menjalin kerja sama modifikasi foodtruck dengan Isuzu. Dampak daya beli masyarakat Indonesia yang masih rendah dirasakan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) hingga pertengahan 2016. Pasalnya angka penjualan kendaraan Isuzu hingga Mei 2016 merosot hingga 26 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2015.

Dalam lima bulan tersebut, Isuzu hanya mampu menjual 6.750 unit kendaraan. Padahal, di tahun sebelumnya, jumlah penjualan masih bisa menembus angka 9.162 unit. Djulimin, General Manager Isuzu menyatakan, perekonomian yang sulit hingga transisi segmentasi menjadi faktor penurunan penjualan di tahun ini. "Pertama, perekonomian sedang sulit, saya rasa semuanya juga terkena imbas. Kedua, hal ini membuat persaingan semakin ketat. Ketiga, kami tengah berpindah segmentasi, dari yang sebelumnya menyediakan (kendaraan) untuk sektor pasiran ke sektor logistik dan infrastruktur," jelas Djulimin, Rabu (15/6).

Djulimin menambahkan, saat ini Isuzu memasok kebutuhan kendaraan beberapa proyek pemerintah, yang membuat perusahaan serius melakukan perpindahan segmentasi ke sektor logistik dan infrastruktur. Hal tersebut dilakukan Isuzu karena pemerintah tengah menggalakkan pembangunan infrastruktur. Untuk mengatasi penurunan penjualan, Djulimin menyatakan perusahaan akan fokus mengejar penjualan kepada perusahaan logistik. Menurut Astra Isuzu, langkah ini akan diambil sebab sektor logistik memiliki masa depan yang bagus, terlebih bila infrastruktur terus digenjot pemerintah.

"Selain kejar sektor logistik dan infrastruktur, kita juga akan berkoordinasi untuk meningkatkan produksi spare part dan service. Karena ini juga sumber pemasukan," ungkap Djulimin. Meski menoreh angka penjualan yang rendah, Isuzu mengklaim mampu menjual lebih banyak unit dibandingkan kompetitornya. Ini membuat pangsa pasar perusahaan per Mei 2016 meningkat 2 persen, dari angka 17 persen di tahun lalu menjadi 19 persen.

"Kalau market share truk besar itu, pertama Hino, kedua Mitsubishi, ketiga Isuzu. Kalau light truck, pertama Mitsubishi, kedua Isuzu, ketiga Hino. Jadi, secara keseluruhan posisimarket share-nya, pertama Hino, kedua Mitsubishi, ketiga Isuzu. Ya, kita masih tiga besar dan masih naik market share-nya," ujar Chief Operation Officer Isuzu Harry Kamora pada kesempatan yang sama.

Peningkatan market share ini membuat Isuzu masih cukup optimis untuk mengejar target penjualan kendaraan di angka 24.310 unit. Target ini naik bila dibandingkan realisasi penjualan yang dicapai Astra Isuzu pada tahun 2015, yakni 19.350 unit. "Kita lihat saja ya bagaimana nanti di kuartal II. Semoga saja ekonomi kita membaik," tutup Harry.

Sebagai informasi, varian Dmax menjadi primadona penjualan kendaraan Astra Isuzu. Dimana penjualan Dmax mampu merangkak naik hingga 162 persen, yakni dari 295 unit menjadi 773 unit. Disusul penjualan varian Bison yang naik 15 persen dari 60 unit menjadi 69 unit.

Varian lain, yakni Elf turun 18 persen dari 5.028 unit menjadi 4.099 unit, Panther turun 19 persen dari 720 unit menjadi 580 unit, Pick Up turun 41 persen dari 1.042 unit menjadi 619 unit, dan GIGA turun 49 persen dari 1.191 unit menjadi 609 unit. Sedangkan penjualan varian Mu-X anjlok dari 826 unit pada periode Mei 2015 menjadi satu unit hingga Mei 2016

Friday, June 10, 2016

Penjualan Sepeda Motor Bulan Mei 2016 Anjlok

Satu bulan jelang ramadan, penjualan sepeda motor di Indonesia masih belum juga melaju kencang. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan kendaraan roda dua sepanjang Mei 2016 sebanyak 461.506, turun 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 469.630 unit

Sementara jika dibandingkan realisasi penjualan April 2016, terjadi penurunan yang lebih besar yaitu 3,5 persen karena pada bulan keempat, industri sepeda motor nasional masih mampu menjual sebanyak 478.036 unit. Data AISI menunjukkan secara kumulatif, sepanjang Januari-Mei 2016 penjualan sepeda motor nasional baru menyentuh angka 2,44 juta. Di mana Honda masih menjadi pemimpin pasar, diikuti oleh Yamaha, lalu Kawasaki.

Sementara pada lima bulan pertama tahun lalu, produsen sepeda motor anggota AISI masih mampu menjual 2,59 juta unit.  Penurunan penjualan sebesar 5,79 persen tersebut, menjadi penanda bahwa daya beli masyarakat Indonesia belum pulih. Padahal seperti diketahui, penjualan sepeda motor, mobil, dan semen menjadi salah satu indikator tingkat konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berharap pertumbuhan kredit kendaraan bermotor bisa tembus dua kali lipat sepanjang Juni 2016, bertepatan dengan masuknya Ramadan sampai Lebaran. Henry Koenaifi, Direktur BCA mengatakan, peningkatan permintaan kredit otomotif merupakan tren musiman yang terjadi dari tahun ke tahun jelang Idul Fitri. Henry menyebut peningkatan permintaan kredit kendaraan bermotor bisa tembus 8-10 persen sepanjang Juni-Juli 2016.

“Masyarakat akan mengejar kredit otomotif ketimbang kredit pemilikan rumah (KPR). Mereka kan mau ganti mobil atau beli mobil untuk dibawa pulang mudik. Jadi, bulan Juli, kredit otomotif bakal naik dua kali lipat ketimbang bulan-bulan biasanya,” tutur Henry.

Namun, sambung dia, setelah perayaan Idul Fitri, penyaluran kredit otomotif akan kembali normal. Normal dalam hal ini tidak berarti lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis angka penjualan mobil bulan April 2016 yang mengalami kenaikan 3,7 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Sepanjang bulan ke-empat tersebut, seluruh anggota Gaikindo melaporkan berhasil menjual sebanyak 84.600 unit, sementara periode yang sama tahun lalu hanya menembus 81.600 unit. “Toyota memimpin penjualan bulan April, diikuti oleh Honda dan Daihatsu,” bunyi pernyataan resmi Gaikindo, dikutip Senin (16/5).

Meski penjualan bulan lalu meningkat untuk pertamakalinya sejak 13 bulan terakhir, namun secara akumulasi penjualan 2016 masih lebih rendah dibandingkan 2015 lalu. Sepanjang Januari-April 2016, industri otomotif nasional hanya mampu menjual kendaraan roda empat sebanyak 351.852 unit, turun 3,31 persen dibandingkan angka penjualan periode yang sama tahun lalu sebanyak 363.895 unit.

Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menorehkan kinerja yang mengecewakan pada bulan lalu setelah hanya mampu menjual sebanyak 478.036 unit, turun 8,9 persen dibandingkan penjualan April 2015 sebanyak 524.775 unit.  Padahal bulan sebelumnya AISI mencatat terjadi pertumbuhan penjualan sebanyak 3,1 persen, sekaligus menjadi kinerja positif pertama sejak enam bulan yang lalu.

“Penjualan tertinggi ditopang oleh Honda, Yamaha, dan Kawasaki,” bunyi data AISI.

Namun senada dengan tren penjualan kendaraan roda empat, industri otomotif roda dua juga belum mampu menjual lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Data AISI menunjukkan, selama Januari-April 2016 total penjualan sepeda motor nasional hanya mencapai 1,98 juta unit atau turun 6,6 persen dibanding kurun waktu Januari-April 2015 sebanyak 2,12 juta unit

Wednesday, June 1, 2016

Harga Mobil Bekas Mulai Tidak Wajar

Jelang Ramadhan 2016, penjualan mobil bekas (mobkas) rupanya belum terlalu signifikan. Satu minggu sebelum bulan Ramadhan, biasanya menjadi momen dimulainya para pedagan mobkas menuai panen justru masih terlihat normal. Ming Tarja, selaku penjual mobkas di MGK-Kemayoran, mengatakan sampai saat ini masih normal belum terlihat adanya serbuan pembeli.

"Biasanya satu minggu jelang puasa sudah mulai ramai, tapi sampai saat ini masih biasa saja. Kalau untuk harga mobil bekas pedagan saat ini lebih banyak beli dari sesama pedagang karena orang yang jual mobkas mau puasa harganya sudah tinggi-tinggi," ujar Ming.

Ming, mengatakan bahwa saat ini orang menjual mobkas seperti Avanza, Xenia, dan Livina memanfatkan momen Lebaran dengan mematok harga di bawah standar. Contoh untuk Avanza 2014 matik bila biasanya ia mengangkat dengan harga Rp 120 juta sampai Rp 125 juta, saat ini harganya bisa sampai Rp 135 jutaan.

"Harga yang diminta cukup tinggi, selain itu tidak mau nego. Fenomena ini memang biasa saat musim Lebaran, entah karena mereka juga butuh uang atau mau ganti mobil baru, tapi biasanya kalau tidak laku juga sampai Lebaran harganya langsung terjun bebas," ucap Ming. Menurutnya, untuk jenis mobil yang menjadi incaran memang lebih banyak model MPV, tapi hal tersebut relatif karena tidak semua orang membeli mobil untuk keperluan mudik.

"Ada orang yang beli mobil karena dapat tunjangan hari raya (THR), pilihnya hatchback atau city car, lagian belum tentu semuanya suka dengan MPV, mudik pakai hatchback juga cukup nyaman tapi unitnya tergantung kebutuhan," kata Ming.

Daftar Sepeda Motor Bekas Dengan Harga Paling Tinggi

Kebutuhan kendaraan terutama sepeda motor saat ini terus meningkat. Produsen sepeda motor menawarkan beragam model untuk dipilih sesuai dengan kebutuhan dan selera. Bila motor baru masih sulit untuk dimiliki, alternatif beralih pada motor bekas. Pilihan jatuh pada model seperti Skutik, yang saat ini penjualannya pada model baru terus meningkat. Namun tidak menutup juga motor bekas dengan model bebek dan sport jadi pilihan.

“Motor bekas yang banyak dicari biasanya sesuai dengan model yang penjualan barunya paling laku dipasaran,” ucap Amun, dari Sahabat Motor beberapa saat lalu. Berikut model sepeda motor bekas yang paling banyak dicari dan menjadi pilihan di pasaran saat ini :

Skutik :
Cukup mudah mencari tahu mengapa model Skutik bekas menjadi populer. Skutik saat ini menjadi pilihan masyarakat karena kemudahan dan juga modelnya yang beragam. Ketiga model Skutikbekas diatas banyak dicari dengan rentang harga Rp 7 juta hingga Rp 10 juta.
  1. Honda BeAT (tahun 2012-2014)
  2. Yamaha Mio Series ( tahun 2012 – 2014)
  3. Honda Vario Series (tahun 2011-2014)
Motor Bebek :
Model bebek atau underbone masih menjadi pilihan masyarakat meski model ini tidak sepopuler beberapa tahun lalu sebelumSkutik hadir. Teknologinya dan mekanis yang sudah dikenal masyarakat membuat model ini terus dipilih, termasuk untuk motor bekas. Ketiga model ini di pasaran motor bekas dibanderol dengan harga kisaran Rp 5 juta hingga Rp 11 juta.
  1. Honda Supra Series (tahun 2012-2014)
  2. Yamaha Jupiter Series (tahun 2012-2014)
  3. Suzuki Satria (tahun 2012-2014)
Sportbike :
Model motor sport meski tidak sepopuler dua model motor lainnya, tetap dilirik masyarakat. Kawasaki Ninja 250 jadi pilihan bagi yang ingin sepeda motor sport dengan banderol harga mulai Rp 30-an juta. Yamaha V-Ixion dipilih mengingat tampilannya yang sporty meski tanpa fairing dan mesin yang bandel, dibanderol di harga mulai Rp 10 juta.
  1. Kawasaki Ninja 250 (tahun 2010-2014)
  2. Yamaha V-Ixion (tahun 2012-2015)
Dana belum cukup, inden, atau enggan membeli sepeda motor dengan kredit, menjadi alasan sebagian masyarakat memburu sepeda motor bekas. Tentunya dengan kondisi yang berkualitas. Berlokasi di sepanjang Jalan Condet Raya, berjajar kios-kios yang menjual motor bekas dengan sistem pembayaran yang dapat dipilih, tunai, kredit atau dengan menukar dengan tukar tambah. Sepeda motor yang akan dibeli bisa langsung dilihat, dicoba, dan dibawa jika sudah cocok.

Saat ini jenis yang mendominasi transaksi jual beli di kawasan Condet adalah skuter matik (Skutik). Kemacetan yang sering terjadi di Ibu Kota, membuat masyarakat lebih memilih Skutik sebagai moda transportasi. Pengendara tidak kesulitan jika harus bermanuver dalam kemacetan. "Sepeda motor matik lagi banyak yang beli, makanya saya banyak stok motor itu. Memang lebih enak motor matik, apalagi Jakarta sekarang macet terus," ujar Zahir pemilik kios Mutiara Motor.

Zahir menambahkan, dari 20 motor yang terjual di bulan maret lalu, 70 persen di antaranya didominasi oleh motor matik, kebanyakan Honda Beat. Merek Honda, kata Zahir, menjadi pilihan yang diminati oleh calon pembeli. Selain karena mereknya yang sudah terkenal, kualitasnya juga bagus, dan jika rusak tak perlu repot untuk mencari onderdilnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Usama dari kios Abba Motor, karena pembeli banyak yang berminat dengan merek Honda khususnya yang jenis matik, kiosnya saat ini hanya menyetok motor merek tersebut. "Matik Honda sekarang lagi ramai, jadi sekalian aja kita sediain stoknya banyak," tandas Usama.

Tak berhenti sampai di situ, saat mendatangi kios jual beli barang bekas, Safir Motor yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Cipinang, dominasi pembeli adalah Skutik. "Kebanyakan yang beli lagi matik, kadang Yamaha kadang Honda. Ada juga sih yang beli 'motor laki', tapi enggak sebanyak yang matik," ujar Dadang.

Monday, May 30, 2016

Kredit Bermasalah Industri Multifinance Naik Karena Ekonomi

Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) terpantau lesu. Perlambatan ekonomi memaksa masyarakat mengetatkan ikan pinggang. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara total marketpenjualan mobil hingga Maret 2016 tercatat 93.990 unit. Sedangkan pada Maret 2015, total market penjualan mobil tercatat 99.410 unit.

Selain perlambatan ekonomi, adakah faktor lain yang membuat penjualan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat menjadi lesu? Benarkah, maraknya transportasi berbasis online seperti Gojek, Grab, dan Uber, membuat orang malas membeli kendaraan karena sudah ada kemudahan layanan bertransportasi? "Nggak juga, ada Gojek, Grab sama Uber malah justru mereka (pengemudi/driver) beli (kendaraan) baru," kata Direktur Utama Mandiri Tunas Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo.

Meskipun marak transportasi online, Ignatius menyebutkan, pihaknya belum merasakan dampak yang signifikan. "Belum (berpengaruh). (Permintaan) passenger car (mobil pribadi) masih bagus, seperti Mobilio, Avanza, Sedan, HRV, New Innova, Fortuner, Datsun," ucap dia.

Kemungkinan lain adalah adanya larangan sepeda motor melintas dijalan protokol yang sangat berdampak signifikan terhadap ekonomi. Hingga Maret 2016, Mandiri Tunas Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,6 triliun.

Dihubungi terpisah, Ketua Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiharto mengungkapkan, menjamurnya bisnis transportasi berbasis online tidak lantas menggerus permintaan masyarakat akan kendaraan bermotor. Transportasi online tidak bisa serta-merta mengganti fungsi kendaraan pribadi. Masyarakat akan selalu butuh untuk memiliki kendaraan pribadi.

"Sementara tidak ada (pengaruh terkait transportasi online). Transportasi online itu kan hanya kebutuhan sewaktu-waktu, tidak setiap saat, itu tidak bisa menggantikan kendaraan pribadi, itu kan hanya memudahkan transportasi umum saja, tidak menggantikan secara pribadi," jelas dia.

Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) saat ini tengah lesu. Perlambatan ekonomi tak bisa dihindari. Hal tersebut berimbas pada meningkatnya kredit bermasalah di perusahaan pembiayaan atau Non Performing Finance (NPF).

Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF) Ignatius Susatyo Wijoyo menyebutkan, pihaknya mencatatkan angka kredit bermasalah secara gross (NPF gross) per Maret 2016 naik menjadi 1,1% dibandingkan periode yang sama tahu sebelumnya sebesar 1,05%. Sementara untuk NPF nett stagnan di angka 0,7%.

"NPF gross Maret 1,1%, naik dari 1,05% periode yang sama tahun lalu, kalau NPF nett 0,7%, angkanya hampir sama," sebut dia. Meski demikian, pihaknya masih mencatatkan kenaikan penyaluran pembiayaan. Hingga Maret 2016, Mandiri Tunas Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,6 triliun.

Sepanjang tahun ini, perusahaan pembiayaan yang khusus menyalurkan pembiayaan di kendaraan roda empat ini menargetkan bisa meraup pembiayaan sebesar Rp 18 triliun di tahun ini, lebih lebih dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 17 triliun.

"Kita di Maret 2015 pembiayaan Rp 3,6 triliun. Kalau 2016 Januari-Maret itu Rp 4,9 triliun, jadi naik Rp 1,3 triliun. Tahun ini optimistis bisa Rp 18 triliun, tahun lalu Rp 17 triliun," ujarnya. Rata-rata, kata dia, besaran bunga yang dipatok MTF untuk pembiayaan mobil sebesar 3,55% dalam setahun.

"Pembiayaan, bunga setahun rata-rata 3,55%. Kalau kredit di MTF tenor 6 bulan 0%," katanya. Perlambatan ekonomi berimbas pada lesunya industri perusahaan pembiayaan (multifinance) saat ini. Pembiayaan kendaraan roda dua maupun roda empat masih menurun tahun ini.

"Karena industri otomotif menurun, untuk pembelian mobil baru berdasarkan data Gaikindo, di Maret turun 5%, April 3%. Roda dua juga sama (turun)," ujar Dirut Mandiri Tunas Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara total penjualan mobil di Maret 2016 tercatat 93.990 unit. Di April 2016 tercatat 84.686 unit.

Sedangkan pada Maret 2015, total market penjualan mobil tercatat 99.410 unit. Pada April 2015 tercatat 81.600 unit. Ignatius menyebutkan, meskipun secara industri pembiayaan tengah lesu, namun Mandiri Tunas Finance (MTF) masih bisa mencatatkan kinerja positif. Hingga Maret 2016, Mandiri Tunas Finance menyalurkan pembiayaan Rp 4,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,6 triliun.

"Naik karena ada perubahan segmen, ke passenger car, ada kenaikan di penjualan New Innova, Fortuner, HRV, Datsun, yang turun picked up. Pembiayaan kita kan 80% passenger car, jadi kinerja tetap positif," terang dia. Ignatitus mengatakan, saat ini industri pembiayaan tengah lesu dan diperkirakan pertumbuhannya tidak akan agresif tahun ini.

Dia memperkirakan, industri pembiayaan masih akan seret pertumbuhannya. "Makanya kita banyakin event, gelar pameran di seluruh Indonesia, ada di Bandung, Lampung, Makassar, Palembang. Melakukan promosi-promosi untuk menarik pembeli, seperti kalau misalkan kredit mobil di MTF 6 bulan itu bunga 0%, ada juga promo beli mobil gratis bahan bakar non subsidi," imbuhnya.

Wednesday, May 11, 2016

Meski Industri Otomotif Alami Pertumbuhan Negatif, Gaikindo Belum Revisi Target

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimis penjualan mobil dalam negeri bisa mencapai 1,05 juta unit hingga akhir tahun. Ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year-on-year) yang membaik di kuartal I 2016 menjadi penopang utama keyakinan tersebut.

Ia beralasan, pertumbuhan ekonomi bisa memicu peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. Imbasnya, terjadi penguatan daya beli masyarakat. Hal ini penting, mengingat penjualan mobil dalam negeri dipengaruhi oleh kemampuan daya beli masyarakat.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2016 tercatat sebesar 4,92 persen atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 4,73 persen. "Yang penting kan income per kapita meningkat dan pertumbuhan ekonomi juga mengikuti. Tentu saja hal lain seperti pengembangan infrastruktur, hingga permintaan pemerintah untuk kendaraan bermotor baik niaga dan penumpang juga ikut berpengaruh," terang Jongkie, Rabu (11/5).

Meskipun, pada kenyataannya, penjualan mobil pada empat bulan awal tahun ini menyusut dibandingkan tahun sebelumnya. Di sepanjang Januari hingga April 2016, data Gaikindo melansir, penjualan mobil berkisar 351 ribu unit. Realisasi ini lebih kecil ketimbang periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 363.945 unit.

Namun demikian, Jongkie memprediksi, penjualan mobil tahun ini akan membaik. Menilik data pertumbuhan penjualan mobil tahun-tahun sebelumnya, penurunan penjualan mobil kuartal I 2016 ini tidak setajam realisasi kuartal I 2015 dibandingkan kuartal I 2014.

Apabila penurunan penjualan mobil kuartal I 2016 tercatat sebesar 3,56 persen, pencapaian kuartal I 2015 jika dibandingkan kuartal I 2014 silam justru lebih tragis lagi, yakni rontok hingga 16,3 persen. "Sebetulnya, kinerja awal tahun ini jangan dibandingkan dengan awal tahun kemarin. Karena, tahun kemarin benar-benar lesu, sampai kami melakukan dua kali revisi target," ujar Jongkie.

Menurut data Gaikindo, realisasi penjualan mobil sepanjang tahun 2015 tercatat sebesar 1.013.291 unit atau melorot 16,12 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 1.208.019 unit. Sementara, pada tahun ini Gaikindo hanya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 3,62 persen.

Tuesday, May 10, 2016

Penjualan Sepeda Motor April 2016 Anjlok 15 Persen

Penjualan sepeda motor di Indonesia bulan April 2016 kembali menurun setelah pada Maret 2016 lalu sempat naik 7 persen dibanding Februari 2016. Penjualan sepeda motor di bulan April anjlok 15,14 persen dibanding Maret.

Seperti tercatat pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang diterima detikOto, Selasa (10/5/2016), penjualan wholesales domestik sepeda motor pada April 2016 hanya sebanyak 478.036 unit. Padahal, Maret 2016 lalu data AISI mencatat angka penjualan wholesales domestik sebanyak 563.341 unit. Sementara distribusi domestik dan ekspor selama April 2016, data AISI mencatat 501.564 unit. Angka itu juga turun dari 583.339 di Maret 2016.

"Ya kalau melihat produksi Maret kan cukup besar. Tapi ternyata penyerapan di pasarnya enggak bagus. Kalau enggak diturunkan, stok di marketnya jadi tinggi," kata Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala kepada detikOto, Selasa (10/5/2016). Sigit menilai, penyerapan pasar di bulan April 2016 sedikit mengerem. Menurutnya, konsumen lebih memilih menunda pembelian sepeda motor.

"Kalau saya melihat penyerapan di pasarnya. Menurut saya konsumen menunda pembelian dulu. Enggak tahu faktor utamanya apa. Mestinya menjelang lebaran udah ada tanda-tanda kenaikan. Tapi ini sama sekali belum ada ke arah sana. Ini agak sulit nih. April ini enggak ada peningkatan sama sekali," ujar Sigit.

Dia berharap, penjualan sepeda motor pada bulan Mei ini akan meningkat. "Mudah-mudahan bulan ini bisa naik lah. Tapi agak sulit untuk memprediksi sih," katanya.

Dari lima merek anggota AISI (Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki dan TVS), Honda masih mendominasi pasar. Pabrikan berlogo sayap mengepak itu berhasil membukukan penjualan sebanyak 348.626 unit di April, turun dari 440.171 unit di Maret.

Yamaha dan TVS berhasil bertahan di tengah pasar yang menurun. Penjualan Yamaha di bulan April 2016 naik menjadi 120.158 unit dari 108.416 unit di Maret. TVS juga mengalami kenaikan penjualan. Pabrikan asal India itu berhasil melepas 229 unit motor pada April 2016, naik dari 187 unit pada Maret.

Data penjualan sepeda motor domestik sepanjang April 2016

1. Honda 348.626 unit;
2. Yamaha 120.158 unit;
3. Kawasaki 7.190 unit;
4. Suzuki 1.833 unit;
5. TVS 229 unit.

Angka penjualan sepeda motor domestik Januari-April 2016

1. Honda 1.439.241 unit (market share 72,60%);
2. Yamaha 479.933 unit (24,21%);
3. Kawasaki 38.434 unit (1,94%);
4. Suzuki 24.226 unit (1,22%);
5. TVS 670 (0,03%).

Friday, May 6, 2016

Penjualan Mobil Honda Anjlok 30 Persen

Situasi penjualan mobil sepertinya belum normal. Hal itu dirasakan Honda. Selama bulan April lalu, Honda hanya mencatat angka penjualan sebesar 14.384 unit. Turun hampir 30 persen dibandingkan bulan Maret yang mencapai 20.475 unit.

Namun jika dibandingkan dengan bulan April tahun sebelumnya, masih naik sekitar 32 persen. Bulan April 2015 lalu, Honda menjual 10.583 unit.

"Meskipun pasar otomotif masih belum normal hingga bulan April lalu, Honda masih dapat meraih hasil penjualan yang cukup positif dengan peningkatan 32% dibanding periode yang sama di tahun lalu," ujar Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy dalam siaran pers, Sabtu (7/5/2016).

Dengan tambahan angka 14.384 di bulan April tersebut, sebanyak 72.763 unit mobil Honda telah terjual di Indonesia sepanjang tahun 2016.  Honda BR-V masih menjadi penyumbang terbesar dengan angka 4.536 unit pada bulan April 2016. Hingga akhir April lalu, Honda BR-V telah mencatat total penjualan mencapai 22,827 unit di seluruh Indonesia.

Selain dari Honda BR-V, Honda Mobilio, Honda Jazz dan Honda HR-V juga menyumbang penjualan Honda. Meski terjadi penurunan, Jonfis berharap peluncuran mobil baru seperti Civic, Accord dan Brio pada bulan April akan menyemarakkan pasar.

Wednesday, April 27, 2016

Kinerja Astra Otoparts Hancur, Turun Drastis 72 Persen

Produsen komponen otomotif, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat penurunan kinerja yang cukup signifikan di tahun ini. Hingga sembilan bulan pertama 2015, pendapatan perseroan tercatat menurun menjadi Rp 8,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 9,2 triliun.

Laba bersih juga tergerus sebesar 72% dari Rp 641 miliar menjadi hanya Rp 179 miliar. Meskipun demikian, perseroan belum ada rencana untuk melakukan efisiensi melalui pengurangan karyawannya alias PHK. "Pengurangan jumlah buruh hal terakhir yang akan dilakukan," kata Direktur Astra Otoparts Hugeng Gozali dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2015, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/11/2015). Ia menjelaskan, saat ini perseroan akan melakukan berbagai efisiensi untuk bisa menekan biaya operasional.

"Biaya operasional mulai diperketat. Yang dilakukan penghematan penggunaan material, pengurangan jam produksi, pengurangan karyawan opsi terakhir," katanya. Saat ini, Hugeng menyebutkan, total karyawan perseroan secara grup mencapai 33.000 tenaga kerja.

Setiap tahun, kata Hugeng, pihaknya selalu memberikan kewajiban kepada para karyawannya dengan menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP). Tahun ini, rata-rata kenaikannya mencapai 17%. "Sangat banyak sehingga efek UMP sangat besar ke kinerja keuangan," katanya..

Hugeng berharap, kenaikan UMP tahun depan tidak terlalu tinggi. Lesunya perekonomian ikut menyumbang tertekannya bisnis perseroan. "Dalam kondisi demand masih lemah, bila kenaikan UMP jauh di atas inflasi dan pertumbuhan ekonomi maka akan membebani industri. Saya sangat mengharapkan buruh juga mengerti, apa yang dirumuskan pemerintah sudah sangat fair, tetap meningkatkan upah tapi berdasarkan kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi," ujar Hugeng.

Produsen otomotif nasional, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) masih belum bisa berekspansi secara agresif di tahun depan. Selain perekonomian yang masih lesu, banyak biaya operasional yang masih akan menekan kinerja perseroan.

Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hugeng Gozali mengatakan, kinerja perseroan tahun depan diperkirakan masih akan tertekan seiring dengan kenaikan upah buruh atau Upah Minimum Provinsi (UMP) yang memang terjadi setiap tahunnya. Tahun depan, ada kenaikan UMP tahun depan sebesar 11,5%. Ia menyebutkan, 2015 kenaikan Upah buruh (UMP sektoral) di Astra Otoparts mencapai 17%, jauh di atas angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang menjadi komponen penghitungan kenaikan UMP.

Hingga sembilan bulan pertama tahun 2015, pendapatan perseroan tercatat menurun menjadi Rp 8,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 9,2 triliun. Laba bersih juga tergerus dari Rp 641 miliar menjadi hanya Rp 179 miliar."Laba tergerus 70%. UMP naik 17%, semoga tahun depan tak setinggi tahun ini," katanya dalam Workshop Wartawan Pasar Modal 2015, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/11/2015).

Di tahun depan, Hugeng menyebutkan, perseroan hanya menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 5%. Hugeng berharap, kenaikan UMP tahun depan tidak sebesar 2015 (tahun depan 11,5%). Wacana pemerintah untuk menerapkan penghitungan atau rumus UMP berdasarkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi dinilai Hugeng sangat membantu sektor industri.

"Margin tergerus dengan peningkatan upah buruh, itu naiknya sangat tinggi jauh di atas inflasi dan pertumbuhan, tahun depan diharapkan tidak setinggi tahun ini," katanya.Hugeng menyebutkan, komponen UMP menyumbang beban 10% dari total pendapatan, sementara 50% disumbang dari komponen material.

"Upah buruh sudah 10% dari nilai penjualan, material 50% dari nilai penjualan, tapi kalau memang terjadi peningkatan UMP 17% seperti di 2015, jadi kalau tahun depan UMP naik 15-17%, maka komposisi ke nilai penjualan langsung naik 1,5%, ini akan menekan margin," sebutnya.

Meski Laba Bersih Turun 25 Persen Astra Tetap Bagi Deviden Senilai Rp. 7,2 Triliun

PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat penurunan laba bersih 25% menjadi Rp 14,5 triliun di akhir 2015. Pendapatan bersih juga ikut turun, 9% dibandingkan tahun lalu. Tanpa memperhitungkan pembebanan biaya non kas atas penurunan nilai properti tambang batu bara pada tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya, laba bersih Perseroan turun 20% menjadi Rp 16 triliun.

"Grup Astra mengalami tantangan bisnis sepanjang tahun 2015 dengan laba bersih sebelum penurunan nilai properti pertambangan batu bara menurun 20% menjadi sebesar Rp 16 triliun," kata Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2/2016).

Sepanjang 2015 emiten berkode ASII itu menghadapi pelemahan harga komoditas dan penurunan konsumsi domestik, sekaligus meningkatnya kompetisi dari sektor penjualan mobil, dan merosotnya kualitas kredit korporasi yang mengakibatkan penurunan kontribusi di semua segmen kecuali teknologi informasi.

"Kami masih bersikap hati-hati terhadap prospek bisnis mendatang, namun dengan didukung kemampuan Perseroan menghasilkan kas yang baik serta neraca keuangan yang kuat, Perseroan terus berinvestasi bagi masa depan, dan siap memanfaatkan peluang dari setiap perbaikan kondisi ekonomi," ujarnya.

Pendapatan bersih konsolidasian Astra menurun 9% menjadi Rp 184,2 triliun sepanjang tahun 2015, terutama disebabkan oleh penurunan di segmen otomotif, alat berat dan pertambangan, serta agribisnis.  Nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp 2.521 pada 31 Desember 2015, meningkat 7% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2014.

Sementara Nilai kas bersih secara keseluruhan, di luar Grup Jasa Keuangan, mencapai Rp 1 triliun, dibandingkan dengan utang bersih yang mencapai Rp 3,3 triliun pada akhir tahun 2014, karena arus masuk modal kerja yang kuat.

Anak perusahaan Grup segmen Jasa Keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 44,6 triliun, dibandingkan dengan Rp 45,9 triliun pada akhir tahun 2014. Astra menetapkan dividen final Rp 113 per saham (tahun 2014: Rp 152 per saham) akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan dilaksanakan pada April 2016.

Dividen final yang diusulkan bersamaan dengan dividen interim sebesar Rp 64 per saham (tahun 2014: Rp 64 per saham) akan membuat total dividen tahun ini menjadi Rp 177 per saham (tahun 2014: Rp 216 per saham), mewakili rasio pembagian dividen sebesar 50% (tahun 2014: 46%).
PT Astra International Tbk (ASII) membagi dividen Rp 7,2 triliun kepada pemegang sahamnya. Dividen ini sudah disepakati dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar hari ini. RUPS ini juga menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2015 sebesar Rp 14,46 triliun untuk dividen dan laba ditahan. Astra International membagikan dividen tunai sebesar Rp 7,2 triliun atau sebesar Rp 177 setiap saham. Sedangkan sisa laba sebesar Rp 7,2 triliun dibukukan sebagai laba ditahan perseroan.

"RUPS kali ini ada beberapa perubahan direksi dan komisaris," terang Chief of Corporate Communications Astra, Pongki Pamungkas, saat jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

RUPS kali ini juga menyetujui pengunduran diri beberapa jajaran direksi dan komisaris, antara lain:
  • Kyoichi Tanada sebagai Komisaris Independen Perseroan
  • Chiew Sin Cheok sebagai Komisaris Peraeroan
  • Simon Collier Dixon sebagai Direktur Perseroan
Mengangkat:
  • Michinobu Sugata sebagai Komisaris Independen Perseroan menggantikan Kyoichi Tanada
  • Adrian Teng Wei Ann sebagai Komisaris Perseroan menggantikan Chiew Sin Cheok
  • Chiew Sin Seok sebagai Direktur Perseroan menggantikan Simon Collier Dixon
  • Jihn Raymond Witt sebagai Komisaris Perseroan
  • Gidion Hasan sebagai Direktur Perseroan
Berikut ini adalah susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tahun 2016:
  • Presiden Direktur: Prijono Sugiarto
  • Direktur Independenh Gunawan Geniusahardja
  • Direktur: Djoko Pranoto
  • Direktur: Widya Wirawan
  • Direktur: Sudirman Maman Rusdi
  • Direktur: Johannes Loman
  • Direktur: Suparno Djasmin
  • Direktur: Bambang Widjanarko Santoso
  • Direktur: Djony Bunarto Tjondro
  • Direktur: Chiew Sin Cheok
  • Direktur: Gidion Hasan
Dewan Komisaris Astra
  • Presiden Komisaris: Budi Setiadharma
  • Komisaris Independen: Sidharta Utama
  • Komisaris Independen: Mari Elka Pangestu
  • Komisaris Independen: Muhamad Chatib Basri
  • Komisaris Independen: Michinobu Sugata
  • Komisaris: Anthony John Liddell Nightinhale
  • Komisaris: Benjamin William Keswick
  • Komisaris: Mark Spencer Greenberg
  • Komisaris: Jonathan Chang
  • Komisaris: David Alexander Newbigging
  • Komisaris: Adrian Teng Wei Ann
  • Komisaris: John Raymond Witt

"Dengan demikian konferensi pers RUPS Astra 2016 berakhir, terima kasih," ujar Pongki. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Astra International Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp7,16 triliun, atau 49 persen dari laba bersih yang diterima perseroan sebesar Rp14,46 triliun sepanjang 2015.

Pemegang Saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 11 Mei 2016 akan mendapatkan Rp177 per saham, yang akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp64 per saham dan dibayarkan pada 27 Mei 2016. "RUPST ini menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015 untuk membagi dividen tunai kepada pemegang saham," tutur Prijono Sugiarto Presiden Direktur PT Astra International Tbk di Jakarta pada Rabu (27/4).

Prijono menyatakan, sisa laba bersih yang berjumlah Rp7,29 triliun akan ditahan sebagai laba ditahan Perseroan. Sementara, laba bersih kuartal I emiten berkode saham ASII ini tercatat mengalami penurunan sebesar 22 persen menjadi Rp3,11 triliun. Merosotnya laba Astra disebabkan oleh berkurangnya pendapatan bersih sebesar 7 persen menjadi Rp 41,88 triliun year on year (yoy).

Dikutip dari keterangan resmi Astra, Prijono menjelaskan perusahaannya mengalami penurunan pendapatan dari penjualan alat berat, sektor pertambangan dan agribisnis. Sementara di saat yang bersamaan, kontribusi pendapatan dari penjualan mobil merek Toyota menurun. "Profitabilitas turun karena kontribusi alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan otomotif melemah," kata Prijono.

Ia memperkirakan sepanjang tahun ini Astra akan menghadapi sejumlah tantangan karena permintaan otomotif masih melemah, harga komoditas tertekan dan kualitas kredit korporasi di Bank Permata, salah satu anak usaha perusahaan, cenderung menurun.

Saturday, April 23, 2016

Laba WOM Finance Tergerus 55%

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance berhasil meningkatkan penyaluran pembiayaan sepeda motor sebesar 5,1 persen sepanjang tahun lalu menjadi Rp6,41 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp6,1 triliun.

Meski nilai kredit yang dikucurkan meningkat, namun laba perusahaan berusia 34 tahun tersebut justru anjlok 55 persen akibat berkurangnya jumlah sepeda motor yang dibeli masyarakat dengan cara kredit. Sepanjang tahun lalu, jumlah sepeda motor baru yang dibiayai oleh WOM Finance tercatat sebanyak 564.964 unit. Turun 5,03 persen dibandingkan jumlah sepeda motor yang dibiayai perusahaan pada 2014 sebanyak 594.928 unit.

“Secara keseluruhan penjualan sepeda motor nasional turun 10 persen. Sementara WOM Finance juga harus bersaing dengan perusahaanmultifinance lainnya,” kata Direktur Utama WOM Finance Djaja Suryanto di Jakarta, Jumat (22/4). Berkaca dari kinerja 2015, Djaja menyatakan tahun ini WOM Finance hanya memasang target moderat yaitu penyaluran pembiayaan Rp6,41 triliun sama dengan tahun lalu.

“Tahun ini kami perkirakan daya beli kendaraan masyarakat masih menurun. WOM Finance sendiri tidak memiliki rencana untuk membuka cabang baru karena Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet nantinya akan naik jika cabang baru dibangun,” jelasnya PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) telah menyelesaikan pelunasan Obligasi Berkelanjutan I WOM Finance Tahap III, Tahun 2015 Seri A dengan nilai Rp140 miliar.

Pelunasan pokok obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 senilai Rp 1 triliun, di mana terdapat total penawaran Obligasi Berkelanjutan I senilai Rp 3 triliun.

"Kami sampaikan, pembayaran pelunasan pokok Obligasi Berkelanutan I Tahap III Tahun 2015 Seri A. Pemberitahuan ini memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (P-OJK) tentang Keterbukaan Informasi," ujar Zacharia Susantadiredja, Sekretaris Perusahaan WOM Finance, Selasa (12/4). Seperti diketahui, Obligasi Berkelanjutan I Tahap III memiliki dua seri, yakni Seri A dengan nilai pokok Rp 140 miliar berjangka waktu 370 hari, dan Seri B dengan pokok Rp 660 miliar berjangka waktu 3 tahun.

Tahun lalu, pembiayaan baru yang baru disalurkan WOM Finance mencapai Rp 6,4 triliun. Itu artinya, perseroan mengincar penyaluran pembiayaan sebesar Rp 6,8 triliun hingga akhir tahun nanti.  Zacharia mengatakan, faktor yang turut menopang pertumbuhan pembiayaan WOM Finance masih didasarkan pada perbaikan bisnis otomotif yang diprediksi akan terjadi tahun ini.

Sementara WOM Finance sendiri merupakan perusahaan yang fokus pada pembiayaan sepeda motor. Di mana pda 2016 WOM Finance menargetkan bisa membukukan pertumbuhan pembiayaan sekitar 7 persen dari pencapaian tahun sebelumnya.

Tuesday, April 19, 2016

Pembiayaan BFI Finance Anjlok 13% Karena Pangkas Mobil Bekas

PT BFI Finance Indonesia Tbk, perusahaan pembiayaan (multifinance) konsumen, membukukan pertumbuhan negatif pada penyaluran pembiayaannya di kuartal pertama ini. Yakni, melorot 13 persen menjadi hanya Rp 2,33 triliun per Maret 2016.

Penurunan pembiayaan disinyalir karena strategi manajemen mengubah porsi pembiayaan di segmen kendaraan roda empat. "Tadinya, pembiayaan mobil baru bisa berkisar 15 persen. Namun, saat ini, hanya tiga persen di kuartal pertama," ujar Sudjono, Sekretaris Perusahaan BFI Finance.

Pergeseran portofolio pembiayaan untuk mobil ini ditempuh karena pertumbuhan penjualan mobil baru melambat. Sementara, transaksi jual beli mobil bekas di masyarakat meningkat. Adapun, di segmen pembiayaan roda dua dan alat berat porsinya tetap di kisaran masing-masing 10 persen.

Kendati pertumbuhannya negatif, Sudjono optimistis, permintaan pembiayaan akan meningkat pada kuartal kedua sampai akhir tahun nanti. Perseroan menargetkan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 11,2 triliun atau meningkat 11,4 persen jika dibandingkan pencapaian akhir tahun lalu, yaitu Rp 10,05 triliun.

Target itu lebih tinggi ketimbang realisasi tahun lalu yang hanya bertumbuh 9,2 persen. Optimisme ini sejalan dengan upaya perseroan untuk memaksimalkan jaringan operasionalnya. "Selain itu, kami akan menggeser pembiayaan mobil baru dari 20 persen menjadi hanya 15 persen di tahun ini," imbuh dia

Monday, April 18, 2016

Honda Bukukan Penjualan 3.550 Unit Mobil Sepanjang IIMS 2016

PT Honda Prospect Motor (HPM) berhasil membukukan pemesanan 3.550 unit mobil selama Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 berlangsung. Pemesanan selama pameran digelar 10 hari mulai 7-17 April 2016 di JIExpo Kemayoran tersebut melampaui target penjualan 3 ribu unit yang ditetapkan manajemen HPM.

Menurut Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM Jonfis Fandy, pengunjung yang datang banyak memesan tipe crossover baru BR-V. Meski tidak menyebut angka, namun Jonfis juga mengaku pemesanan terbanyak juga datang untuk tipe Mobilio, Brio, dan HR-V. “Penjualan Honda BR-V dan HR-V yang sangat baik di ajang ini juga sejalan dengan tren penjualan SUV Honda yang terus menunjukkan tren positif di awal 2016,” kata Jonfis dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (19/4).

Di ajang ini, Honda juga meluncurkan banyak produk baru, termasuk New Honda Accord, New Honda Brio Satya, New Honda Brio RS dan All New Honda Civic Turbo yang baru saja terpilih sebagai mobil terbaik di IIMS 2016. Sepanjang Maret 2016 lalu, HPM mengklaim berhasil meraih pangsa pasar 77 persen pada segmen Low SUV di pasar otomotif nasional melalui Honda BR-V dan Honda HR-V 1.5L. Honda BR-V menjadi market leader di segmen Low SUV setelah meraih penjualan sebesar 6.089 unit di bulan tersebut, sehingga menjadikan total penjualan sepanjang tahun ini sebesar 18.291 unit dan pangsa pasar 48 persen di kelasnya.

Sementara Honda HR-V 1.5L terjual sebanyak 4.535 unit di bulan Maret 2016, dengan total penjualan mencapai 10.980 unit dan pangsa pasar sebesar 29 persen di kelasnya tahun ini. Di kelas SUV, HR-V 1.8L terjual 1.499 unit di bulan Maret 2016, dengan total penjualan sepanjang tahun sebesar 3.881 unit dan market share 20 persen di kelasnya. Pada segmen yang sama, Honda CR-V mencatat penjualan 624 unit di bulan Maret 2016, dengan total penjualan 2.251 unit dan market share11 persen di kelasnya.

Selain produk-produk SUV Honda, Honda Mobilio juga menyumbang penjualan yang cukup besar pada Maret 2016, yaitu sebesar 5.088 unit, meningkat 33 persen dari penjualan di bulan sebelumnya. Secara total, Honda Mobilio telah mencatat penjualan sebesar 11.817 unit dengan market share 19 persen di kelas Low MPV.

Secara total, Honda mencatat penjualan sebesar 20.475 unit di bulan Maret 2016, dengan total penjualan sebanyak 58.379 unit dan market share sebesar 21,8 persen. Perusahaan otomotif Jepang ramai-ramai mengajukan fasilitas keringanan pajak penghasilan (PPh) atau tax allowance kepada pemerintah dengan meminta surat keterangan pengantar dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kepala Subdirektorat Industri Kendaraan Roda Empat atau Lebih Kemenperin, Afrida Suston Niar mengungkapkan mayoritas perusahaan otomotif Jepang telah mengajukan permohonan fasilitas tax allowance ke Kemenperin.

Permohonan diajukan sejalan dengan komitmen pengembangan kapasitas produksi di Indonesia. "Yang sudah dapat tax allowance itu Suzuki, Hino, dan Toyota. Sementara yang sedang kami buatkan surat keterangannya adalah Mitsubishi, PT Roki Indonesia, dan PT Honda Prospect Motor," ujarnya di Hotel The Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (31/3).

Selama ini agen tunggal pemegang merek (ATPM) kendaraan Mitsubsihi di Indonesia adalah PT Mitsubishi Krama Yudha Motors & Manufacturing. Sementara PT Roki Indonesia dikenal sebagai produsen mesin dan komponen kendaraan roda empat maupun roda dua. Calon penerima tax allowance berikutnya adalah PT Honda Prospect Motor, yang merupakan ATPM khusus untuk mobil-mobil merek Honda.

Sayangnya, Afrida tidak merinci lebih lanjut strategi pengembangan kapasitas produksi dari masing-masing perusahaan otomotif tersebut. Menurut Afrida, surat keterangan permohonan tax allowance nantinya akan diserahkan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk diproses lebih lanjut ke Kementerian Keuangan.

Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pemerintah telah membuat peta jalan pengembangan industri otomotif nasional hingga 2025. Khusus untuk mobil, pemerintah menargetkan produksi 2,59 juta unit pada 2020 dan memacu produksi hingga menembus 4,17 juta unit pada 2025. Sementara untuk penjualan, ditargetkan terjual 1,97 jut aunit mobil di pasar domestik pada 2020 dan diharapkan meningkat hingg amencapai 3,17 juta unit pada 2025.

Angka itu belum memperhitungkan volume ekspor kendaraan roda empat yang dipatok sebanyak 622 ribu unit pada 2020 dan menjadi 1 juta unit pada 2025.  Dengan asumsi tersebut, maka nilai produksi kendaraan roda empat di Indonesia pada 2020 akan mencapai Rp363 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp584,78 triliun.PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 28,71 persen menjadi 58.379 unit mobil sepanjang kuartal I 2016 dibandingkan realisasi penjualan periode yang sama di 2015 sebanyak 45.357 unit.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual HPM menyebut dua model SUV yang dijualnya masih menjadi kontributor terbesar selama tiga bulan pertama di 2016. “BR-V terjual 18.291 unit sementara itu HR-V meraih total penjualan 14.861 unit pada periode yang sama,” kata Jonfis dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (5/4).

Selain kedua mobil tersebut, Mobilio juga menyumbang penjualan yang cukup besar pada penjualan Honda sepanjang Januari-Maret 2016 yaitu mencapai 11.817 unit. Menyusul di posisi keempat, Honda Jazz memberi kontribusi penjualan 3.654 unit sepanjang tahun ini.

“Penjualan Honda pada kuartal pertama di 2016 ini menunjukkan tren positif dari masyarakat Indonesia. Lebih penting lagi, pertumbuhan penjualan ini dicapai bukan hanya karena kontribusi produk baru seperti BR-V, tetapi juga peningkatan penjualan Mobilio, HR-V dan juga Jazz,” jelasnya.

Thursday, February 4, 2016

PT Mabua Motor Indonesia Lepas Keagenan Harley-Davidson

Surat yang menyatakan bahwa PT Mabua Motor Indonesia melepas keagenan Harley-Davidson di Indonesia bocor. Direktur Utama PT Mabua Motor Indonesia, Djonnie Rahmat langsung menanggapi hal itu dengan menggelar konperensi pers Rabu (10/2/2015) pekan depan.

Djonnie mengatakan surat yang telah beredar itu merupakan dokumen internal perusahaan. Ia mengaku kaget dan menyayangkan mengapa surat itu bisa bocor dan beredar ke luar perusahaan. "Sebenarnya itu dokumen internal. Saya ga mengerti kenapa bisa bocor. Itu dokumen internal yang seharusnya tidak tersebar keluar," ujar Djonnie saat dihubungi.

Dia menegaskan, PT Mabua Motor Indonesia akan segera melakukan klarifikasi terkait beredarnya surat tersebut. "Tanggal 10 (Rabu pekan depan) nanti akan kita klarifikasi. Saya sudah kirim undangan ke media massa," tegas Djonnie. Berikut isi surat yang mengatasnamakan Presdir PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat yang beredar di kalangan wartawan :

Dengan berat hati bersama ini diberitahukan bahwa PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia tidak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia, terhitung mulai tanggal 31 Desember 2015. Selama beberapa tahun terakhir, iklim usaha pada sektor otomotif, khususnya di bidang motor besar, mengalami berbagai kendala, antara lain yaitu:

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang US Dollar, yang dimulai sejak pertengahan tahun 2013 dan berlanjut sampai dengan saat ini mencapai lebih kurang 40 persen. Kebijakan pemerintah Republik Indonesia mengenai tarif Bea masuk serta pajak yang terkait dengan importasi dan penjualan motor besar, antara lain:
  • PMK No 175/PMK.011/2013 tentang kenaikan tarif PPh 22 import dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen.
  • PP no 22 tahun 2014 tentang kenaikan pajak penjualan barang mewah dari 75 persen menjadi 125 persen.
  • PMK No 90/PMK.03/2015 tentang penetapan tarif PPh 22 Barang Mewah untuk motor besar dengan kapasitas mesin di atas 500 cc dari 0 persen menjadi 5 persen.
  • PMK no 132/PMK.010/2015 tentang kenaikan tarif bea masuk motor besar dari semula 30 persen menjadi 40 persen.
Total keseluruhan pajak untuk importasi motor besar mencapai hampir 300 persen, tidak termasuk bea balik nama dll-nya. Faktor-faktor tersebut di atas telah mengakibatkan kelesuan pasar serta penurunan minat beli. Untuk beberapa bulan mendatang, sebagai bentuk komitmen yang tinggi, kami tetap akan memberikan layanan purna jual serta penjualan suku cadang, dan lain-lain.

Ucapan terima kasih serta penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada Bapak Soetikno Soedarjo dan para pemegang saham MRA Group serta seluruh pihak, yang telah memberikan dedikasi serta dukungannya, sehingga PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia mampu menjadi bagian dari perkembangan Harley-Davidson di Indonesia sejak tahun 1997 sampai dengan saat ini.

Isu lepasnya PT. Mabua Motor Indonesia sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Harley-Davidson menyeruak. Apalagi setelah diberitakan Mabua Motor mengalami penurunan penjualan pada tahun ini. Kabar mengejutkan ini juga semakin santer terdengar akibat kenaikan pajak pada barang jual mewah yang terlalu tinggi. Akhirnya motor besar dengan harga fantastis tersebut terkena imbas kebijakan baru yang ditetapkan oleh pemerintah ini.

Bila dihitung, secara keseluruhan total pajak yang harus dibayarkan pada satu unit terbaru Harley mencapai hingga 300 persen dari harga beli kendaraan di negara asal. PT. Mabua Motor Indonesia bakal mencopot APM Harley-Davidson yang membuat telinga panas ini pun, langsung dibantah langsung oleh Direktur PT Mabua Motor Indonesia, Djonnie Rahmat. "Tidak ada kabar itu (Mabua tidak jadi APM Harley-Davidson lagi). Kita akan tetap sebagai APM Harley di Indonesia," jawab Djonnie Rahmat dengan tegas.

Untuk menyiasati lesunya penjualan di Indonesia, PT. Mabua Motor Indonesia mengefisiensikan diler yang semula berada di wilayah Blok M, Jakarta Selatan dipindahkan menjadi satu di Pondok Pinang, Jakarta selatan. Segala aktivitas diler Harley Davidson di kawasan Blok M dihentikan sejak 23 Oktober lalu.