Pages - Menu

Showing posts with label haji. Show all posts
Showing posts with label haji. Show all posts

Sunday, February 1, 2015

BNI Syariah Raih Rp 3 Triliun dari Dana Haji

Tahun ini, Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah masih mengincar pengelolaan dana haji. Dana tersebut, kata Direktur Utama BNI Syariah Dinno Indiano pada Sabtu (31/1/2015), ditempatkan pada pos deposito. Dinno, dalam kesempatan pemaparan hasil kinerja BNI Syariah selama 2014 mengatakan pihaknya mengelola dana haji sejak kuartal kedua 2014. Kala itu, jumlahnya mencapai Rp 3 triliun.

Catatan BNI Syariah sampai dengan 30 Januari 2015 menunjukkan target pengelolaan dana haji meningkat menjadi Rp 4,5 triliun. Dari jumlah itu, target pengelolaan dana haji yang disetorkan langsung oleh nasabah mencapai Rp 500 miliar. Sisanya adalah limpahan dana haji dari pengelolaan oleh Kementerian Agama melalui perbankan konvensional. Sepanjang 2014, dana haji setoran langsung itu mencapai Rp 414 miliar.

Sepanjang 2013-2014, BNI Syariah mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 41,42 persen. Angka ini setara dengan pertumbuhan mencapai Rp 4,76 triliun.

Dari jumlah tersebut, dana haji menyetor 38 persen DPK. Pada periode 2013-2014, tercatat ada 1,3 juta rekening di BNI Syariah. Sementara itu, target pada 2015 adalah penambahan 350.000 rekening baru. PT Bank BNI Syariah optimistis dapat mengumpulkan dana setoran haji sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2014. Target ini terkait keputusan pemerintah untuk memindahkan dana setoran haji dari institusi perbankan konvensional ke perbankan syariah. 

"Strategi dana haji kita akan tumbuh. Mudah-mudahan Juni semoga tidak berubah, kalau dana haji masuk smooth, tidak ada perubahan perkiraan kami kita bisa pindahkan Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun (dari induk usaha)," kata Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono di kantornya, Kamis (27/2/2014).

Imam menjelaskan perusahaan induk alias PT Bank Tabungan Negara Tbk (BNI) memiliki komitmen untuk memindahkan dana setoran haji yang ditempatkan di BNI ke BNI Syariah.

Sebagai langkah awal, kata dia, BNI Syariah akan menerima sekitar Rp 2 triliun dana setoran haji secara bertahap dari bulan Maret hingga Juni mendatang. "Induk usaha tadinya berencana memindahkan Rp 500 miliar. Tapi masih ada yang harus dibicarakan soal rekonsiliasi account dengan BNI dan Kementerian Agama. Memang kami akan pindahkan bertahap mulai Maret Rp 700 miliar, Rp700 miliar (tiap bulan) sampai Juni," jelas Imam.

Lebih lanjut, Imam mengatakan, secara keseluruhan industri perbankan syariah dinilai memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengelola dana haji. Meskipun demikian sekitar 70 persen dana haji masih akan ditempatkan di Surat Berharga Negara Syariah atau sukuk.

"Dana haji di bank konvensional Rp 12 triliun, dibandingkan dengan total pembiayaan syariah sekitar Rp 170 triliun. Maka dana haji itu kurang dari 10 persen (dari pembiayaan), kami rasa syariah bisa menyerap," paparnya.Menteri Agama Suryadharma Ali memproyeksikan dana haji pada tahun 2020 mencapai Rp 150 triliun. Hal itu seiring rencana pemerintah menaikkan setoran awal jamaah haji yang tadinya sebesar Rp 25 juta menjadi Rp 30 juta.

Hingga saat ini dana haji yang dihimpun mencapai hampir Rp 60 triliun, terdiri dari dana penyelenggaraan haji sebesar Rp 57 triliun dan yang lainnya sebesar Rp 22,4 triliun.

"Dana haji pada taun 2020 itu katanya Rp 100 triliun. (Namun) hitung-hitungan saya insya Allah bisa mencapai Rp 150 triliun. Kami akan membuat kebijakan baru, Januari setoran awal akan ditingkatkan dalam rangka kemudahan pelunasan bagi dana haji di tahun-tahun berikutnya,” kata Suryadharma di Jakarta, Jumat (22/11/2013).

Sementara itu, nilai sukuk dana haji Indonesia (SDHI) saat ini berjumlah Rp 41,8 triliun, dengan total outstanding per Oktober 2013 sebesar Rp 31,5 triliun. SDHI cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya potensi dana haji bagi pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang berkelanjutan.

"Dengan dana haji di sukuk Rp 31,5 triliun dan meningkat setiap tahunnya, wajar rasanya. Kami sedang membahas UU Pengelolaan Dana Haji. Rekening Kemenag itu yang paling gendut, makanya saya ingin meminta bantuan bagi Kementerian Keuangan untuk ikut memantau dana haji ini jangan sampai ada pengelolaan dan penempatan yang salah," imbuh Suryadharma.

Sebagai informasi, Kementerian Agama dan Kementerian Keuangan menandatangani nota kesepahaman penempatan dana haji dalam sukuk negara (Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN).  Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan, nota kesepakatan ini akan menambah dana haji pada SBSN, baik yang private placementmaupun bilateral, baik yang diperdagangkan maupun yang dilelang.

Penempatan dana haji pada SBSN juga akan membuat metode penentuan imbal hasil SBSN lebih akurat dan transparan. Selain itu, kerja sama ini juga mendukung optimalisasi SBSN dalam proyek Kementerian Agama, khususnya yang terkait dengan penyelenggaraan haji.

"Maka akan ada manfaat. Pertama, mengurangi risiko pada penempatan instrumen yang aman, syariah, dan bebas risiko. Kedua, memberikan investasi yang kompetitif sebagai kualitas dana haji. Ketiga, meningkatkan transportasi dana haji. Keempat, mengoptimalkan dana haji bagi Kementerian Agama dan memberikan manfaat APBN sebagai sumber pembiayaan yang fleksibel, jangka panjang, pasti, dan keberlanjutan," pungkasnya.

Friday, April 18, 2014

Ongkos Naik Haji Turun 3,5 Juta Rupiah

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyumengatakan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini diperkirakan turun. “Rata-rata penurunan untuk setiap embarkasi ditetapkan sebesar US$ 308 (sekitar Rp 3,5 juta),” ujar Anggito ketika dihubungi, Jumat, 18 April 2014.

Anggito menjelaskan, penurunan ongkos naik haji ini merupakan hasil diskusi antara Kementerian Agama dan Dewan Perwakilan Rakyat beberapa bulan lalu. “Tapi ketentuan itu belum bisa dilaksanakan lantaran masih harus menunggu Keputusan Presiden,” kata Anggito.

Jika keputusan itu sudah ditetapkan presiden, setiap calon haji yang tahun lalu menunda pemberangkatannya dan sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dapat meminta pengembalian selisih pembayaran. Dana itu akan dikembalikan dalam bentuk tunai di lokasi embarkasi masing-masing calon haji.

Selama ini, setoran BPIH ditetapkan berdasarkan embarkasi. Tahun lalu, jumlah biaya yang harus ditanggung setiap calon haji berada pada kisaran US$ 3.500 atau sekitar Rp 39,9 juta.

Sunday, April 13, 2014

Maskapai Arab Saudi Flynas Buka Rute Surabaya Medinah Untuk Bidik Pasar Umroh

Maskapai penerbangan asal Arab Saudi berbiaya rendah dengan nilai tambah (low cost carrier plus), Flynas, mulai 13 April 2014 resmi melayani rute penerbangan langsung dari Surabaya ke Madinah dua kali dalam seminggu.

"Ini sebuah langkah awal untuk program rute penerbangan global Flynas di Indonesia. Penerbangan Surabaya ke Madinah beroperasi setiap hari Minggu dan Selasa, sedangkan Jeddah-Surabaya beroperasi setiap Sabtu dan Senin," kata CEO Flynas Dato Abdul Nasser bin Abu Kassim dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu.

Maskapai terbesar kedua di Arab Saudi ini akan menggunakan pesawat Boeing 747-400 dengan 475 penumpang, yang terdiri atas 460 penumpang kelas ekonomi dan 15 penumpang kelas bisnis.

"Penerbangan Flynas Surabaya-Madinah sesuai permintaan pasar umroh Jawa Timur yang sangat besar. Penduduk Jawa Timur sekitar 40 juta orang, sehingga permintaan umroh akan sangat besar," ujarnya.

Nasser menjelaskan, Indonesia merupakan negara terbesar untuk perjalanan Haji dan Umroh di manana pada tahun 2013 tercatat sebanyak 750.000 jamaah Indonesia menunaikan ibadah Haji dan Umroh ke Tanah Suci Mekah.

"Arab Saudi dan Indonesia memiliki budaya Islam, hubungan perdagangan yang kuat terutama di bidang energi dan sumber daya manusia, ditandai dengan banyaknya orang Indonesia yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada tahun 2012 sebanyak 86.645 wisatawan Arab mengunjungi Indonesia, tumbuh 4 persen dibanding tahun 2011.

Nasser menambahkan, kota Surabaya adalah bagian dari program rute penerbangan global Flynas, yang akan memberikan jaringan rute penerbangan internasional berkualitas tinggi ke penjuru Eropa, Asia, dan Afrika, namun tetap dengan biaya yang terjangkau.

Semua penerbangan internasional Flynas akan beroperasi dari pusatnya di Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.

Selain Surabaya, Flynas juga segera meluncurkan penerbangan baru rute London Gatwick dan Manchester di Inggris, Paris di Prancis, Kuala Lumpur di Malaysia, Karachi di Pakistan, dan Casablanca di Maroko.

Friday, March 28, 2014

Daftar Harga Pokok Biaya Naik Haji Dan Umrah

Himpunan Pengusaha Umrah dan Haji Indonesia Baluki Ahmad menyatakan harga wajar untuk berumrah paling murah US$ 1.850 per orang. Bila ada biro perjalanan umrah menawarkan biaya lebih murah, lebih baik teliti lagi sebelum tertipu.

Seperti dilansir, Baluki merinci detail harga biaya perjalanan selama berumrah. Komponen biayanya antara lain:
  1. Pesawat pergi-pulang: untuk kelas ekonomi sebesar Rp 11-17 juta
  2. Penginapan: Hotel bintang tiga di Madinah Rp 600-800 ribu per malam. Di Mekah harganya berkisar Rp 700 ribu-1,5 juta per kamar. Satu kamar, menurutnya bisa diisi hingga 34 orang.
  3. Biaya visa: sekitar Rp 747 ribu-1,1 juta
  4. Biaya fiskal: sekitar Rp 750 ribu bila memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. Rp 3,1 juta bila belum memiliknya
  5. Manasik haji: sekitar Rp 2 juta per orang
  6. Biaya administrasi biro perjalan: sekitar Rp 500 ribu-1 juta
  7. Biaya sekali makan di dua kota tujuan: Rp 35-50 ribu.
  8. Biaya transportasi lokal, pemandu di Arab Saudi, dan bus penjemputan selama di Arab: bervariasi, tergantung biro perjalanan yang digunakan.

Untuk menilai kualifikasi biro perjalanan, calon jemaah bisa mendeteksinya dari sejumlah indikator. Antara lain sebagai berikut.

  • Metode pembiayaan MLM
    Jika biro perjalanan memakai metode pembiayaan multilevel marketing, lebih baik dihindari. Belakangan marak penipuan bermodus penawaran berumrah amat murah, sekitar Rp 3,5 juta, namun akhirnya duitnya malah diembat pelaku.
  • Penundaan waktu keberangkatan
    Indikator lain adalah penundaan waktu keberangkatan. Bila keberangkatan dijanjikan lebih dari satu-dua bulan, lebih baik tinggalkan saja.
  • Izin
    Biro Perjalanan umrah pun harus memiliki izin sebagai penyelenggara umrah. Calon jemaah bisa mengecek di situs www.haji.kemenag.go.id atau hubungi call center 500-425.
  • Hak dan kewajiban
    Terakhir, minta biro perjalanan untuk menyediakan rincian hak dan kewajiban jemaah selama berumrah. Bila tak mau mencantumkan, waspadai kemungkinan penelantaran.

Saturday, March 1, 2014

Indonesia Jadi Tuan Rumah World Islamic Tourism Mart 2014

Pada Oktober 2014 nanti, World Islamic Tourism Mart (WITM) 2014 akan diselenggarakan di Jakarta. WITM merupakan pasar pariwisata syariah yang selama dua tahun sebelumnya diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Indonesia memiliki populasi penduduk muslim yang terbesar, oleh karena itu kami memilih Jakarta sebagai tempat yang ketiga,” ujar Dato’ Mohd Khalid Harun, chairman WITM di Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat (28/2/2014).

WITM menjadi kesempatan bagi negara-negara yang tertarik dengan pariwisata syariah seperti Indonesia untuk mempromosikan diri sebagai destinasi yang tepat untuk wisata syariah. “Ini merupakan tempat untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai destinasi Islam yang memiliki cukup makanan halal, tempat shalat, dan penginapan,” tambahnya.

Menurut Dato’ juga, ke depannya WITM tidak hanya akan memperkenalkan destinasi dari negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim saja. Sebagai contoh, Jepang yang kini juga menawarkan paket wisata syariah. “Bersangkutan dengan pameran ini, kami akan menggiatkan promosi pariwisata yang tidak diragukan kehalalannya yang diadakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk destinasi yang berada di negara dengan mayoritas penduduk non muslim, seperti Jepang. Bayangkan, makanan otentik Jepang namun tetap halal. Ini menarik,” tutup Dato.


Pasar wisatawan Muslim, yang dikenal dengan sebutan wisata syariah, ternyata memiliki potensi luar biasa. Data Pusat Riset Pew, Amerika Serikat, tahun 2011, menyebutkan, pengeluaran wisata global warga Muslim mencapai 126 miliar dollar AS atau hampir dua kali lipat pengeluaran turis China yang hanya 65 miliar dollar AS. Sayangnya, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar dunia, Indonesia belum serius menggarap pasar tersebut.

”Ini (wisata Muslim) merupakan pasar yang sangat besar dan potensinya sangat riil,” ujar Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, dalam Seminar Bersama Indonesia-Malaysia Membahas Turis Islam (Joint Seminar on Islamic Tourism) pertama yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia

Pada kesempatan sama, Menteri Pariwisata Malaysia Mohamed Nazri mengatakan, pengeluaran turis Muslim pada tahun 2018 diperkirakan 181 miliar dollar AS. Angka itu di luar pengeluaran untuk kegiatan ibadah umrah dan haji.

Malaysia tampak lebih serius menggarap pasar itu. Faktanya, negara tetangga itu sudah menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan Muslim dunia. Menurut, Nazri, sampai September 2013, pihaknya sudah menerima kunjungan 4,3 juta wisatawan Muslim atau 23,12 persen total kedatangan.

Tahun 2014, Malaysia menargetkan kedatangan 6 juta wisatawan Muslim. Data Kementerian Pariwisata Indonesia, wisatawan Muslim yang masuk ke Tanah Air tahun 2013 mencapai 18 persen dari total 8,8 juta wisatawan atau berkisar 1,6 juta orang.

Indonesia, menurut Syamsul Lussa, Penasihat Senior Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, sebenarnya memiliki peluang sangat besar menambah wisatawan Muslim. Selain memiliki 88 persen penduduk Islam, Indonesia memiliki 600.000 masjid yang di antaranya memiliki kisah-kisah menarik dan unik. Indonesia juga memiliki keindahan alam luar biasa serta adat istiadat dan etnik yang dapat dijual.

Sunday, February 9, 2014

Garuda Indonesia Gandeng Bank Muamalat Garap Pasar Haji dan Umroh

Perusahaan maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menggandeng PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, bekerja sama dalam bidangcorporate sales dan transaksi pembelian tiket.

"Sasaran utama untuk memperkuat penggarapan pasar ke Timur Tengah, khususnya haji dan umrah," kata Pelaksana Harian Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo, seusai penandatanganan Memorandum of Understanding Garuda Indonesia dan Bank Muamalat dalam bidang corporate sales dan transaksi pembelian tiket di Jakarta, Senin, 21 November 2011.

Nantinya nasabah tabungan haji dan umrah Bank Muamalat akan mendapatkan layanan penerbangan prioritas dari Garuda. Garuda mendapat keuntungan potensi penumpang, sementara Muamalat diuntungkan kepastian jatah kursi untuk nasabah. Saat ini ada 100 ribu penumpang Garuda yang bertujuan untuk umrah etiap tahunnya. Enam ribu di antaranya adalah penumpang ONH plus.

Sementara itu tabungan haji dan umrah Bank Muamalat sudah mencapai Rp 700 miliar. Tidak disebut secara terperinci berapa jumlah nasabah yang menabung untuk haji dan umrah. Bank Muamalat menargetkan tabungan haji dan umrah naik menjadi Rp 1 triliun dengan kerja sama ini.

Bank Muamalat dipilih karena punya merek yang kuat di masyarakat. Apalagi Bank Muamalat juga banyak menggarap pasar kelas premium. "Jadi kami bisa memperkuat pasar premium," kata Arif. Dengan kerja sama ini Garuda Indonesia berkomitmen memberikan harga kompetitif dan prioritas ketersediaan kursi serta layanan untuk nasabah Bank Muamalat.

Pemegang rekening Bank Muamalat juga bisa membeli tiket secara online melalui situs Garuda Indonesia, dengan transaksi pembayaran melalui e-channel Bank Muamalat. Selain itu, juga akan ada corporate treatment untuk karyawan Bank Muamalat yang jumlahnya mencapai 4 ribu orang.

Monday, September 24, 2012

Meraih Untung Besar Dari Bisnis Agen Umroh dan Haji

Melaksanakan ibadah haji atau umrah menjadi impian hampir seluruh umat muslim. Tingginya minat umat muslim untuk beribadah ke Tanah Suci ini mendatangkan berkah bagi perusahaan biro penyelenggara perjalanan umrahdan haji plus.

Lantaran peluang pasarnya besar, PT Armineareka selaku biro penyelenggara perjalanan umrah dan haji terdorong untuk merekrut agen sebanyak-banyaknya. 

Saat ini, perusahaan yang sudah berdiri selama 22 tahun ini telah memiliki 18.000 agen yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Diantaranya Jabodetabek, Bandung, Karawang, Tegal, Pemalang, Semarang, Yogyakarta, Medan, dan Palu. 

Dian Maulana Istiardi, perwakilan PT Armineareka wilayah Jakarta Timur menjelaskan, ada empat jenis paket keagenan yang ditawarkan. Pertama, paket biasa dengan biaya Rp 3,5 juta. Selain mendapat feedari setiap jamaah yang berhasil dia jaring, si agen juga berkesempatan mendapat voucher paket uang muka umroh senilai 350 dollar AS.

Jadi, agen bisa ikut umroh dengan melunasi nilai paket umrah. Adapun, harga satu paket umrah sekitar 1.800 dollar AS per orang.

Kedua, paket senilai Rp 19,5 juta. Dalam paket ini, agen sudah bisa menjadi perwakilan dan berhak membuka kantor. Pusat akan membantu manajemen dan memberikan peralatan untuk membuka kantor. Dalam paket ini mitra juga mendapatkan 13 voucher uang muka untuk berangkat umrah 

Ketiga, paket senilai Rp 29,85 juta. Mitra bisa menjadi perwakilan dan membuka kantor. Bedanya, voucher uang muka umrah yang didapat sebanyak 22 voucher. Paket keempat senilai Rp 40,25 juta. Di paket ini, mitra akan mendapatkan 40 voucher uang muka umrah .

Setiap agen akan mendapat keuntungan sebesar Rp 1,5 juta dari setiap jemaah umrah atau haji yang berhasil dia dapatkan. Selain itu, ada pula reward atau poin yang diberikan jika agen bisa mendapatkan jemaah sesuai atau melebihi target. "Reward yang diberikan mulai dari Rp 5 juta untuk menjaring 40 jemaah, dan Rp 227 juta untuk lebih dari 1.500 jemaah," ujar Maulana. 

Saturday, February 18, 2012

Minat Warha Kalimantan Selatan Untuk Umroh mencapai 3000 Orang Perbulan

 Jumlah warga Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menunaikan ibadah umrah terus meningkat setiap tahunnya, bahkan selama 2011 tercatat 3.000 orang per bulan.

"Banyaknya jumlah warga setempat menunaikan ibadah umrah tersebut diharapkan menjadi salah satu indikasi semakin membaiknya tingkat kesejahteraan rakyat Kalsel," demikian dikatakan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan, di Banjarmasin, Jumat.

Sayangnya, tingginya minat warga Kalsel untuk pergi umrah tersebut belum didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, antara lain belum dijadikannya Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sebagai Bandara Internasional, kata Rudy Ariffin lagi.

"Karena Bandara Syamsudin Noor belum menjadi Bandara Internasional, akhirnya catatan imigrasinya masuk Jakarta, tentu ini sangat menyulitkan berbagai pihak," katanya.

Ia berharap, seluruh pihak, baik itu pemerintah daerah, DPRD dan lembaga-lembaga terkait di Kalsel mendorong untuk segera terealisasinya Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menjadi Bandara Internasional.

Menurut Rudy, masalah pembangunan infrastruktur di Kalimantan selama ini belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah pusat, sehingga pembangunannya masih jauh tertinggal dengan di daerah lain, baik itu Jawa, Sumatra dan lainnya.

Pertumbuhan ekonomi di Kalsel, kata dia, melaju cukup pesat sayangnya kondisi tersebut belum diimbangi dengan laju pembangunan infrastruktur yang memadai.

Hal tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan kendaraan roda dua maupun roda empat di Kalsel selama 2005-2010 yang mencapai 110 persen, pertumbuhannya tidak sebanding dengan pembangunan jalan.

Kondisi tersebut membuat kota Banjarmasin khususnya, dan Kalsel umumnya kini sering terjadi kemacetan.

"Beruntung kini angkutan tambang batu bara tidak lagi melintas di jalan raya tetapi sudah melewati jalan khusus yang wajib dibangun perusahaan sendiri," katanya.

General Manager (GM) PT angkasa Pura I, Gerrit N Mailenzun, mengatakan, rencana pembangunan apron untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor menjadi Bandara Internasional kini baru tahap pendataan lahan seluas 102 hektar.

Pendataan yang kini telah mencapai 90 persen lebih tersebut, akan dilanjutkan dengan proses negosiasi dan ganti rugi yang diharapkan bisa dituntaskan pada 2012 ini juga.

Selain proses pendataan lahan, tambah Gerrit, saat ini proses pengajuan Amdal juga telah sampai pada Kementerian Lingkungan Hidup, begitu juga dengan proses surat menyurat lainnya.

Dengan demikian, pada 2013 proses pembangunan dan pengembangan bandara bisa diselesaikan maksimal pada 2017 sebagaimana yang telah ditetapkan dalam rencana jangka panjang pembangunan dan pengembangan Bandara Syamsudin Noor.