Pages - Menu

Showing posts with label kepuasan pelanggan. Show all posts
Showing posts with label kepuasan pelanggan. Show all posts

Monday, August 26, 2024

Daftar Konglomerat Pemilik Jet Pribadi Gulfstream Seharga 1 Triliun Rupiah

 Jet pribadi atau private jet merupakan salah satu moda transportasi paling mewah yang biasanya digunakan oleh segelintir orang saja. Sebab biaya yang dibutuhkan untuk satu kali menyewa layanan ini sangatlah mahal, bahkan bisa sampai miliaran rupiah.

Misalkan saja menurut catatan yang melansir dari situs resmi penyedia layanan sewa jet pribadi Paramount Business Jet, harga sewa rata-rata untuk pesawat jet pribadi Gulfstream G650 mencapai US$ 11.000-17.000 atau setara dengan Rp 171,6-265,2 juta per jam (kurs Rp 15.600/dolar AS).

Kemudian saat mencoba fitur booking penerbangan jet pribadi dalam situs ini, menggunakan contoh perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Los Angeles, harga sewa jet pribadi ini dikenakan tarif sekitar US$ 190.540-216.670 atau Rp Rp 2,97-3,38 miliar.

Tidak hanya mahal untuk disewa, ternyata untuk memiliki jet pribadi Gulfstream G650 dibutuhkan biaya yang sangat besar. Berdasarkan laporan Forbes, harga jet pribadi yang satu ini mencapai US$ 70 juta atau setara dengan Rp 1,09 triliun per unit.

Meski dijual dengan harga sangat mahal, masih ada konglomerat dan selebriti terkaya di dunia yang bisa memiliki jet pribadi Gulfstream G650 tersebut. Misalkan saja orang terkaya di dunia Elon Musk, bos Amazon Jeff Bezos hingga selebriti ternama Oprah Winfrey.

Melansir laporan Forbes pada 2022 lalu, berikut daftar konglomerat dan selebriti super tajir yang punya jet pribadi Gulfstream G650:

1. Jeff Bezos (Founder dan Ketua Eksekutif Amazon)

2. Larry Ellison (Co-founder dan Ketua Eksekutif Oracle)

3. Bill Gates (Co-founder dan pemilik saham terbesar Microsoft)

4. David Geffen (Pembuat Film)

5. Laurene Powell Jobs (Co-founder Apple dan istri Steve Jobs)

6. Ralph Lauren (Fashion designer dan pemilik brand Ralph Lauren)

7. Elon Musk (Founder dan CEO Tesla Motors)

8. Steven Spielberg (Pembuat Film)

9. Nancy Walton Laurie (Pewaris Walmart)

10. Robert Kraft (CEO Kraft Group)

11. Ronald Perelman (Bankir dan Investor MacAndrews & Forbes Group)

12. James Simons (Investor dan Founder Renaissance)

13. Oprah Winfrey (Penyani, aktris, TV Produser)

Di luar itu, ada juga sederet konglomerat dan selebriti lain yang memiliki jet pribadi mesti bukan dari pabrikan Gulfstream. Misalkan saja penyanyi ternama Taylor Swift dan Kenny Chesney pemilik jet pribadi Dassault Falcon seharga US$ 60 Juta atau Rp 936 miliar.

Kemudian ada juga pemilik jet pribadi Bombardier seharga US$ 50 Juta (Rp 780 miliar) seperti selebriti ternama Mark Wahlberg, Tom Cruise, Kylie Jenner serta konglomerat seperti Marc Cuban, Barry Diller, John Henry, dan Shahid Khan.

Saturday, June 3, 2023

Profil Pendiri Aqua Yang Ternyata Mantan Pejabat di Pertamina

 Siapa yang tidak tahu Aqua? Produk air minum dalam kemasan (AMDK) ini sangat akrab di telinga masyarakat kita. Bahkan terkadang jika ingin membeli air minum kemasan apapun, maka kita akan menyebut ingin membeli 'Aqua' meskipun air minum yang dijual bukan merek Aqua. Aqua merupakan merek dagang yang diproduksi oleh PT Aqua Golden Mississipi. Perusahaan ini tercatat menjadi produsen air mineral minum kemasan terbesar dan tertua di Indonesia dari sisi pangsa pasar.

Siapa pendiri Aqua?

Ialah Tirto Utomo. Pria kelahiran Wonosobo, 8 Maret 1930 ini awalnya mendirikan perusahaan bernama PT Golden Mississipi sebagai pelopor perusahaan AMDK pertama di Indonesia. Tirto mendirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi.

Melansir dari Biografiku, Selasa (20/9/2022), Tirto sempat kuliah di Universitas Gadjah Mada yang berada di Surabaya sambil bekerja sebagai wartawan di Jawa Pos. Namun, karena kuliah tidak menentu akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Di sana, ia kuliah sambil bekerja sebagai Pimpinan Redaksi harian Sin Po dan majalah Pantja Warna. Namun, pada tahun 1959 Tirto diberhentikan sebagai pimpinan redaksi harian Sin Po. Akibatnya, sumber keuangannya menjadi tidak jelas. Meski demikian, ia bertekad untuk menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia.

Pada 1960, Tirto berhasil mendapatkan gelar Sarjana Hukum dan melamar kerja di Permina (Perusahaan Minyak Nasional) yang merupakan cikal bakal Pertamina. Setelah diterima, ia ditempatkan di Pangkalan Brandan. Berkat ketekunannya, Tirto berhasil menanjak karirnya hingga menjadi Deputy Head Legal dan Foreign Marketing.

Dalam buku 50 Great Bussines Ideas form Indonesia yang ditulis oleh M. Ma'ruf, disebutkan bahwa pada tahun 1971, Tirto Utomo sebagai Deputy Head Legal dan Foreign Marketing Pertamina melakukan negosiasi kontrak kerja sama dengan perusahaan dari Amerika Serikat.

Namun negosiasi itu berantakan, karena istri delegasi dari Amerika Serikat mendadak terkena diare karena mengonsumsi air yang tidak bersih yang disediakan. Tirto kemudian mengetahui bahwa orang bule tidak biasa mengkonsumsi air sumur yang direbus, namun air mineral yang steril.

Tirto berfikir bagaimana agar bisa menyediakan air mineral yang dikemas dengan steril dan dapat dikonsumsi oleh semua orang. Setelahnya, ia kemudian mengirim adiknya yang bernama Slamet Utomo magang ke Thailand di Perusahaan Polaris untuk mempelajari seluk beluk bagaimana air mineral dapat dikemas.

Setelah adiknya kembali ke Indonesia, dengan modal sebesar Rp 150 juta bersama adiknya Slamet Utomo, mereka mendirikan pabrik di Bekasi pada tahun 1973 dengan nama PT. Golden Mississippi dengan merek produk awalnya bernama Puritas, itulah asal muasal Aqua. Untuk lebih fokus pada perusahaan pribadinya ini, Tirto Utomo memilih pensiun dini dari PT Pertamina.

Eulindra Lim, Konsultan Indonesia yang bermukim di Singapura, menyarankan agar menggunakan nama Aqua sebagai merek dagang. Selain bermakna air, Aqua juga mudah diucapkan. Tirto Utomo sendiri sering memakai nama samaran 'A Kwa' yang bunyinya mirip dengan 'Aqua' semasa masih menjadi pemimpin redaksi harian Sin Po dan majalah Pantja Warna di akhir tahun 1950. Nama A Kwa sendiri diambil dari nama aslinya yaitu Kwa Sien Biauw.

Produk pertama Aqua pertama kali diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca berukuran 950 ml dengan harga Rp 75 per botolnya. Saat itu minuman ringan berkarbonasi seperti Cola Cola, Sprite, 7 Up, dan Green Spot sedang naik daun sehingga gagasan menjual air putih tanpa warna dan rasa, bisa dianggap sebagai gagasan gila.

Meski idenya sempat dicibir atau bahkan dianggap gila, ia tetap berhasil menjalankan bisnisnya. Setelah 10 tahun berselang, Tirto kembali mendirikan pabrik Aqua. Pabrik kedua Aqua itu didirikan di Pandaan, Jawa Timur. Lokasi itu dipilih agar bisa lebih mendekatkan produk Aqua pada konsumen yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Pada 1985, akhirnya Aqua mengembangkan bentuk kemasan baru yaitu berbentuk PET (botol plastik) ukuran 220 ml. Transformasi bentuk kemasan ini dianggap lebih berkualitas dan lebih aman untuk dikonsumsi.

Pada 1990, Aqua melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham. Di tahun 1993, Aqua grup menyelenggarakan program Aqua Peduli dengan melakukan daur ulang botol plastik kemasan menjadi materi yang dapat digunakan kembali. Dua tahun berikutnya, Aqua Grup menjadi produsen air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line di pabrik Mekarsari.

Produksi in line maksudnya sebuah sistem pemrosesan air dan pembuatan kemasan Aqua dilakukan secara bersamaan. Sistem ini memungkinkan botol Aqua yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di akhir atau di ujung proses produksi sehingga proses produksi menjadi lebih higienis karena minim campur tangan manusia.

Barulah di tahun 1998, terbentuk aliansi strategis antara PT Tirta Investama dengan Danone melalui Danone Asia Holding Pte. Ltd sebagai minority shareholder. Maksudnya, mayoritas saham PT Aqua Golden Mississippi diakuisisi oleh perusahaan multinasional asal Prancis, Danone melalui Danone Asia Holding Pte.

Meski begitu, Tirto Utomo sebagai pendiri Aqua masih memegang saham di Aqua lewat PT Tirta Investama. Selanjutnya, PT Tirta Investama, PT Aqua Golden Mississippi dan PT Tirta Sibayakindo sepakat untuk bersinergi sebagai Grup Aqua. Diketahui Tirto Utomo si pendiri Aqua itu meninggal pada tahun 1994. Meski demikian, kejayaan Aqua masih tetap bertahan hingga saat ini.


Profil Aliuyanto Pemilik Solaria Alumni UGM

 Suka makan nasi goreng Solaria? Atau Fuyunghai Solaria? Tahu nggak sih dari mana asal-usul Solaria dan siapa pendirinya? Buat yang suka makan di Solaria, wajib tahu dulu nih serba-serbi tentang Solaria.

Solaria merupakan salah satu gerai makanan yang sering kita jumpai. Gerai ini biasanya banyak kita jumpai di mall, bandara, atau tempat umum lainnya. Solaria adalah restoran keluarga yang sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Menu yang disajikan juga sangat familiar di lidah kita seperti kwetiau siram ayam, nasi goreng teri medan, chicken cordon blue, nasi ayam mentega, dan lainnya. Tak heran, restoran ini kerap kali dipenuhi oleh para pelanggan.

Dikutip dari akun Twitter resmi Solaria, manajemen menjelaskan nama Solaria sendiri berasal dari bahasa Latin yakni Solar berarti matahari. Artinya matahari yang bercahaya/pusat tata surya. Sedangkan dikutip dari akun Facebook Solaria Indonesia, logo Solaria berbentuk bulat yang artinya tidak terputus, berkesinambungan, tidak ada sisi tajam yang menyakiti dan melambangkan bumi.

Pemilik restoran Solaria adalah seorang pengusaha bernama Aliuyanto. Pria ini merupakan lulusan dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tahun 1985.

Dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (3/6/2023), sebelum memulai bisnisnya, ia merupakan pegawai salah satu perusahaan swasta. Setelah 5 tahun bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup lumayan, ia memutuskan untuk keluar. Bagi Aliuyanto, bekerja di sebuah perusahaan tidak memberikan tantangan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pada tahun 1991, ia membuka restoran pertamanya. Ia mengakui bahwa untuk memulai usaha tidak mudah terlebih saat itu tabungan yang ia kumpulkan dari sisa gaji 5 tahun bekerjanya tidak cukup sebagai modal usaha. Meski demikian, ia tetap memutuskan untuk terjun ke dunia wirausaha di bidang kuliner.

Pada tahun 1995, restorannya baru mulai dikenal. Awalnya, ia hanya memperkerjakan 4 karyawan saja. Setelah 20 tahun, ia memperkerjakan ribuan karyawan. Kini sudah ada 200 gerai Solaria yang tersebar di 31 provinsi dan 55 kota besar.

Untuk mengelola perusahaan (Solaria) agar tetap berjalan dengan baik, Aliuyanto menerapkan prinsip bahwa setiap hambatan harus diselesaikan dengan ilmu dan kemampuan.


Tuesday, July 27, 2021

Meski Terus Merugi ... Direktur Utama BPJS Kesehatan Berhasil Masuk Jajaran CEO Terbaik Versi Iconomics

 Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, masuk sebagai jajaran CEO Terbaik menurut Iconomics. Ia dianggap berhasil membuat perusahaan bertahan di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ali duduk sebagai CEO terbaik di kategori Employees' Choice in Health Social Insurance  yang diselenggarakan oleh Iconomics.

Ia menyebutkan prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh Duta BPJS Kesehatan agar terus mengedepankan integritas, profesional, pelayanan prima, dan efisiensi operasional dalam menyelenggarakan Program JKN-KIS yang berkualitas.

"Di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda, kami upayakan tetap memberikan pelayanan terbaik pada peserta dan stakeholders JKN-KIS," ucap Ghufron pada Selasa (27/7/2021). Ali menyebutkan selama ini BPJS Kesehatan berupaya maksimal membantu pemerintah menangani Covid-19. Dukungan BPJS Kesehatan itu antara lain menjalankan tugas khusus pencatatan, verifikasi penagihan, dan pelaporan klaim Covid-19 seluruh masyarakat Indonesia, baik yang sudah menjadi peserta JKN-KIS ataupun belum menjadi peserta JKN-KIS.

Seluruh klaim Covid-19 akan dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan kepada fasilitas kesehatan.

BPJS Kesehatan juga mengembangkan screening Covid-19 harian peserta JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN. Data ini digunakan sebagai sumber data peserta JKN-KIS yang memiliki kondisi komorbid dan disampaikan ke Pemerintah. Selain itu lembaganya juga menyediakan informasi pencatatan vaksinasi Covid-19 meliputi registrasi, screening, hingga dokumentasi pelaporan melalui aplikasi P-Care Vaksinasi.

Mereka juga turut membantu pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19, yakni menyampaikan dashboard dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi terkait program JKN dan pembayaran klaim Covid-19.

Sedang perihal layanan bagi peserta JKN-KIS, Ghufron menyebutkan mengalihkan layanan konvensional di kantor cabang dan kantor Kabupaten/Kota ke layanan digital (Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp [PANDAWA], Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, dan Chat Assistant JKN/Chika). Hal ini untuk mempermudah pelayanan.

"Adanya pengalihan layanan ini justru kian memudahkan masyarakat. Yang tadinya berniat pergi ke kantor BPJS Kesehatan, sekarang cukup lewat smartphone saja. Urusan administrasi JKN-KIS bisa diselesaikan tanpa perlu keluar rumah," tutur Ghufron.

Founder and CEO Iconomics, Bram S. Putro, mengungkap CEO atau pemimpin organisasi menjadi panutan dalam melakukan manuver inovatif. Pada kondisi pandemi ini kehebatan pemimpin diuji. Disrupsi kali ini, kata dia, melengkapi ujian disrupsi-disrupsi yang sebelumnya sudah melanda, seperti disrupsi digital, politik, dan lainnya, termasuk gebrakan inovatif dalam merespon Covid-19.

Ia menjelaskan, penilaian Indonesia Best CEO Awards 2021 - Employees' Choice dilakukan melalui survei online terhadap ribuan staf berbagai industri dan kategori, dengan total responden mendekati 10.000. Penilaian dilakukan melalui kuesioner online dan tanpa melakukan kuota geografis maupun jenjang jabatan. Responden diminta melakukan penilaian terhadap CEO institusinya dan diperkenankan melakukan penilaian terhadap CEO institusi lain dalam kategori industri/kegiatan sejenis.

"Indonesia Best CEO Awards 2021 - Employees' Choice hanya akan diberikan kepada satu CEO di kategori industri masing-masing. Dengan mempertimbangkan efisiensi eksekusi, maka hanya sekitar 200 CEO/institusi yang diikutsertakan ke dalam survei. Pemilihan kandidat CEO dan institusinya berdasarkan pilihan redaksi Iconomics. Indonesia Best CEO Awards 2021 - Employees' Choice diberikan kepada pemimpin instansi dengan skor tertinggi di kategori sub-industrinya," jelasnya.


Tuesday, January 2, 2018

Resolusi Karir Terbanyak 2018 : Resign dan Dihargai Oleh Pemilik Perusahaan

Sudah buat resolusi di tahun baru 2018?

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen pekerja di Indonesia akan mencari pekerjaan baru di tahun baru. Rencana untuk mencari pekerjaan baru di tahun baru ini ternyata menjadi sebuah resolusi anyar di tahun 2018.

Dalam studi bertajuk Global leadership study (2016) dari Dale Carnegie mengungkapkan bahwa di tahun baru ada banyak orang yang punya target untuk pindah tempat kerja. Setidaknya ada lebih dari 30 persen yang ingin mencari pekerjaan baru dalam waktu dekat.

Dari 30 persen itu, ada 20 persen pekerja yang berencana akan pindah kerja, dan 13 persen lainnya masih mencari pekerjaan baru. Sementara itu hanya 28 persen pekerja yang masih ingin bertahan di kantornya saat ini.

Tak cuma soal resolusi, keinginan pekerja untuk pindah kerja di tahun baru juga dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah soal atasan atau bos.

"Kepuasan dalam bekerja dan keinginan untuk bertahan di perusahaan dipengaruhi oleh perilaku atasan di kantor," kata Joshua Siregar, Direktur nasional marketing Dale Carnegie Indonesia dalam pernyataannya yang diterima CNNIndonesia.com.

"Data Global Leadership Study menunjukkan bahwa 85 persen karyawan menganggap apresiasi dan pujian dari atasan terhadap pekerjaan yang dilakukan sangatlah penting. Namun pada praktiknya hanya 36 persen atasan yang melakukannya."

Melalui studi yang dilakukan di 14 negara termasuk Indonesia dan melibatkan sekitar 3.300 pekerja (22-61 tahun) dari karyawan hingga direktur di perusahaan kecil hingga menengah, terbukti bahwa hanya 17 persen karyawan yang puas dengan pekerjaannya. Klaim kepuasan karyawan tersebut dipengaruhi kuat oleh perilaku atasannya. Perilaku atasan juga dianggap bisa meningkatkan kepuasan karyawan sampai 36 persen.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa ada beberapa perilaku atasan yang sangat berpengaruh pada kepuasan karyawan, yaitu kesediaan memberi apresiasi dan pujian tulis pada karyawan. Selain itu, karyawan juga menginginkan adanya kemauan atasan untuk melihat dari sudut pandang orang lain, menjadi pendengar yang baik, kesediaan mengakui kesalahan, dan menghargai kontribusi karyawan.

Di antara semua perilaku atasan tersebut, perilaku berani mengakui kesalahan ini dianggap jadi faktor terpenting yang mempengaruhi kepuasan karyawan. Sekitar 78 persen karyawan sangat mengharapkan hal ini dari bos-bosnya.

Namun pada kenyataannya, hanya 37 persen bos yang melakukan hal tersebut dengan konsisten.

Di posisi kedua setelah perilaku mau mengakui kesalahan, karyawan juga mengharapkan para bos mau memberikan penghargaan tulus kepada mereka (48 persen)

Tuesday, December 19, 2017

Aqua Dinyatakan Bersalah Lakukan Persaingan Usaha Tidak Sehat Untuk Tetap Pimpin Pasar

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Aqua, PT Tirta Investama (TIV) dan PT Balina Agung Perkasa (BAP) selaku distributor, terbukti melakukan persaingan usaha tidak sehat.

"Menyatakan kedua terlapor (TIV dan BAP) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b dan Pasal 19 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999," ungkap ketua majelis komisi Kurnia Sya'ranie, Selasa (19/12).

Sekadar gambaran, persaingan usaha yang tidak sehat ini berawal dari somasi yang dilayangkan PT Tirta Fresindo Jaya, produsen AMDK Le Minerale, kepada Aqua pada Oktober 2016. Saat itu, Le Minerale menyampaikan temuan di lapangan, Aqua dan distributornya bekerja sama untuk melarang sejumlah toko menjual Le Minerale.

Diduga, Aqua dan distributornya mangancam hendak menurunkan status dan fasilitas alias degregasi, dari semula star outlet (SO) menjadi wholeseller (WO) eceran terhadap pedagang yang menjual Le Mineralle. Selanjutnya, KPPU mengumpulkan alat bukti pelanggaran yang dilakukan oleh produsen Aqua tersebut. Menurut KPPU dalam kasus dugaan pelanggaran UU Monopoli ini, pihaknya telah memiliki lebih dari dua alat bukti.

Sehingga menurut KPPU, tindakan tersebut seakan menghalangi pelaku usaha lain di dunia usaha AMDK. Terlebih degradasi tersebut menyebabkan, sang agen mendapatkan harga 3% lebih mahal. Perbandingannya, bagi star outlet harga yang dikenakan sebesar Rp 37.000 per karton untuk ukuran 600 ml, sementara bagi whole seller dikenakan harga Rp 39.350 per karton.

Sekadar tahu saja, pangsa pasar Le Minerale di 2015 terus menanjak. Tapi sejak adanya pemberitahuan yang dilakukan BAP pada September 2016 menyebabkan pangsa pasar Le Minerale terlihat stagnan. Sementara, Aqua masih menjadi pemimpin pasar di setiap tahun. Berdasarkan data dari Goldman Sachs 2015, Aqua setidaknya menguasai pangsa pasar hingga 46,7% bisnis AMDK. Diikuti Club 4% (Indofood), 2 Tang (PT Tang Mas) 2,8%, Oasis (PT Santa Rosa Indonesia) 1,8%, Super O2 (Garuda Food) 1,7% , dan Prima (Sosro) 1,4% .

Dalam persidangan pun terbukti komunikasi yang dilakukan Aqua dengan BAP itu masing-masing menggunakan email pribadi perusahaan. Dengan demikian, secara resmi ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan. Apalagi, BAP merupakan distributor yang hanya menjual merek Aqua saja di 12 wilayah, Babelan, Bekasi, Cikarang, Cikampek, dan Pulo Gadung.

Monday, November 13, 2017

Dampak Penghapusan Daya 1.300-3.300 VA Terhadap Naiknya Tagihan Listrik

Golongan pelanggan listrik rencananya akan disederhanakan. Penyederhanaan ini berlaku untuk pelanggan golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 4.400 VA.

Sedangkan golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Penyederhanaan golongan pelanggan listrik melalui penambahan daya hingga 4.400 VA membuat pelanggan listrik lebih leluasa menggunakan perabot elektroniknya. Hanya saja penggunaan peralatan elektronik perlu dijaga agar tidak menimbulkan tagihan listrik yang membengkak.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyarankan pelanggan listrik harus lebih disiplin dalam menggunakan peralatan elektronik. Pasalnya, dengan daya listrik yang bertambah, lebih banyak peralatan elektronik yang bisa digunakan.

"Pengendalian konsumsi listrik dilakukan oleh pelanggan sendiri," ujar Fabby. Ia juga menyarankan agar tidak membeli peralatan listrik yang berlebihan. Peralatan listrik yang digunakan juga harus yang memiliki teknologi hemat energi.

"Sebaiknya tidak membeli peralatan listrik yang tidak dibutuhkan, dan selalu pilih perangkat yang hemat energi untuk mengurangi konsumsi listrik, misalnya lampu LED atau AC yang menggunakan teknologi inverter," ujar Fabby. Pelanggan listrik juga harus menyadari penggunaan barang-barang elektronik di rumah setelah penambahan daya akan menimbulkan tagihan listrik yang membengkak.

"Pelanggan harus sadar bahwa kalau boros, pembayaran listriknya akan lebih mahal," tutup Fabby.

Pelanggan listrik rencananya akan disederhanakan. Penyederhanaan ini berlaku kepada pelanggan golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA. Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA. Sedangkan golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan.

Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan penambahan daya tersebut bertujuan memudahkan pelanggan ketika menggunakan sejumlah alat elektronik secara bersamaan.

Pelanggan PLN pun nantinya tidak perlu khawatir daya listrik di rumahnya tidak cukup dengan mengorbankan peralatan elektronik lainnya.

"Ini sederhana sekali bahasanya dan sudah bilang, 1.300 misalnya, pasang kulkas, pasang AC, pasang setrika mati enggak? Kemungkinan mati. Nah ini yang akan kita naikkan, bukan 1.300, menjadi lebih tinggi, tetapi tarifnya kita usahakan sama. Jadi ada penyederhanaan golongan dengan harapan tarifnya sama," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Menurut Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng, penambahan daya alias penyederhanaan golongan pelanggan listrik ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Misalnya, masyarakat bisa meningkatkan produktivitas usahanya di rumah tanpa harus takut kekurangan daya terpasang.

"Kan sebenarnya untuk alat produksi, kan kalau semakin banyak orang bisa berproduksi, apalagi sekarang kan di era internet of things, bisa bisnis dari rumah. Kan artinya kan orang di rumah itu yang tadinya bisa masak kue dan dipasarkan kan gitu lho. Untuk meningkatkan itu sebenarnya," ujar Andy di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan nantinya penambahan daya listrik dalam upaya penyederhanaan golongan pelanggan listrik tidak dikenakan biaya tambahan bagi pelanggan. Tarif listrik pun dijamin tidak akan mengalami kenaikan meskipun daya listriknya ditambah.

"Tidak ada kenaikan tarif dan kita upayanya nantikan ada rencana positif bagi kepentingan masyarakat yang ingin tambah daya mereka ingin tidak membayar," ujar Sofyan. Golongan pelanggan listrik rencananya akan disederhanakan. Penyederhanaan ini berlaku untuk pelanggan golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 4.400 VA.

Sedangkan golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Penyederhanaan golongan pelanggan listrik melalui penambahan daya hingga 4.400 VA membuat pelanggan listrik lebih leluasa menggunakan perabot elektroniknya. Hanya saja penggunaan peralatan elektronik perlu dijaga agar tidak menimbulkan tagihan listrik yang membengkak.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyarankan pelanggan listrik harus lebih disiplin dalam menggunakan peralatan elektronik. Pasalnya, dengan daya listrik yang bertambah, lebih banyak peralatan elektronik yang bisa digunakan.

Ia juga menyarankan agar tidak membeli peralatan listrik yang berlebihan. Peralatan listrik yang digunakan juga harus yang memiliki teknologi hemat energi. "Sebaiknya tidak membeli peralatan listrik yang tidak dibutuhkan, dan selalu pilih perangkat yang hemat energi untuk mengurangi konsumsi listrik, misalnya lampu LED atau AC yang menggunakan teknologi inverter," ujar Fabby.

Pelanggan listrik juga harus menyadari penggunaan barang-barang elektronik di rumah setelah penambahan daya akan menimbulkan tagihan listrik yang membengkak. "Pelanggan harus sadar bahwa kalau boros, pembayaran listriknya akan lebih mahal," tutup Fabby.

Penyederhanaan golongan pelanggan listrik 1.300-3.300 VA ditargetkan selesai Juni 2018. Penyederhanaan ini berlaku kepada pelanggan golongan 900 VA non subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 4.400 VA. Sedangkan golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan.

Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom. Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyebutkan penambahan daya listrik pelanggan non subsidi dilakukan bertahap. Penambahan daya pun dilakukan secara cuma-cuma oleh petugas PLN.

"Pegawai PLN 140.000, urusin gituan 80.000 orang. Bertahap lah mungkin sampai Juni tahun depan (2018)," ujar Sofyan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017). Rencana ini, kata Sofyan, berasal dari keluhan yang ada di lapangan terkait mahalnya biaya penambahan daya sebesar Rp 2 juta-Rp 6 juta per pelanggan. Oleh karena itu, PLN berencana menyederhanakan golongan pelanggan dengan memberikan layanan penambahan daya secara cuma-cuma.

"Saya pikir supaya itu aman mending digratiskan saja," lata Sofyan.

Sofyan juga menjamin pasokan listrik PLN mencukupi untuk rencana tersebut. Pasalnya saat ini cadangan alias reserve margin PLN sebesar 30%.

Wednesday, November 8, 2017

Tingkat Kepercayaan Konsumen Digital Indonesia Paling Rendah

Indonesia menempati peringkat ke-10 atau terendah dalam hal tingkat kepercayaan konsumen digital di antara negara-negara Asia Pasifik lain. Menurut Indeks Kepercayaan Digital (Digital Trust Index) dalam laporan Fraud Management Insights 2017 yang diterbitkan Experien dan International Data Corporation (IDC), Indonesia hanya memperoleh skor 1,8 dalam hal tingkat kepercayaan publik.

Nilai yang lebih tinggi mengindikasikan konsumen merasa puas dengan pengalaman transaksi digital, sedangkan nilai lebih rendah mengindikasikan ketidakpercayaan konsumen.

"Nilai Digital Trust Index Indonesia yang relatif rendah mengindikasikan adanya perbedaan antara bagaimana bisnis berpikir mengelola transaksi digital rentan penipuan, dengan pengalaman konsumen yang sebenarnya saat terjadi penipuan," ujar Dev Dhiman, Managing Director South East and Emerging Market Experian Asia Pasifik dalam laporan tertulis, Rabu (8/11).

Laporan tersebut mensurvei 3.200 konsumen dan lebih dari 80 organisasi jasa keuangan, telekomunikasi, dan sektor ritel, masing-masing memiliki pendapatan setidaknya US$10 juta.

Survei dilakukan di 10 pasar di seluruh Asia Pasifik.

Peringkat pertama ditempati Selandia Baru dengan skor 4,2, Jepang (4,1), Australia (3,8), India (3,3), China (2,8), Vietnam (2,5), Hong Kong (2,3), Thailand (2,3), dan Singapura (2,3). Sementara itu, Indonesia berada di urutan paling akhir.

Hasil studi menunjukkan, tingkat kepercayaan terhadap layanan digital terbilang rendah di seluruh wilayah, dengan rerata 3,2 dari 10. Perusahaan telekomunikasi mendapat nilai terendah dengan skor 2,1, sedangkan jasa keuangan mendapat nilai tertinggi meski hanya 4,9.

Khusus di Indonesia, konsumen memiliki tingkat toleransi lebih tinggi terhadap penipuan dibandingkan negara Asia Pasifik lain. Dhiman menjelaskan, tingginya penipuan disertai layanan pascapenipuan yang buruk dinilai menjadi merupakan hambatan utama dalam membangun kepercayaan yang lebih tinggi. Seperti halnya Vietnam, Indonesia dilaporkan sebagai negara dengan tingkat penipuan tertinggi.

Diketahui, sebanyak 25 persen dari total jumlah masyarakat Indonesia pernah merasakan dampak penipuan secara langsung, sementara separuhnya mengalami penipuan tak hanya pada diri sendiri, tetapi juga orang terdekat.

"Rendahnya toleransi terhadap penipuan tercermin di banyak negara maju, sementara lebih ditoleransi di negara seperti Indonesia, di mana penipuan lebih sering terjadi," kata Dhiman. Sektor ritel, terutama e-commerce cenderung lebih banyak karena berfokus pada layanan pengalaman pascapenipuan konsumen dan kecepatan dalam menangani masalah.

"Kepercayaan merupakan hal penting dalam dunia digital saat ini, terlebih Indonesia terus mengembangkan digitalisasi. Sangat penting bagi organisasi untuk menjaga tingkat kepercayaan konsumen pada penawaran digital mereka," papar Dhiman.

Secara umum, tingkat penipuan di Asia Pasifik sangat marak, setidaknya satu dari lima orang pernah mengalami penipuan secara langsung, sedangkan satu dari tiga orang pernah terkena dampaknya.

Wednesday, August 23, 2017

Antrean Panjang Diskon 90 Persen Nike Dengan Kartu Kredit ... Bukti Daya Beli Masih Kekar

Iming-iming potongan harga agaknya sukses menggugah minat belanja masyarakat. Tengok saja, antrean mengular di perhelatan Nike Bazaar di pusat perbelanjaan Grand Indonesia yang digelar sejak 21 Agustus hingga 27 Agustus 2017 mendatang. Antrean berjubel dan mengular ternyata tak menyurutkan minat pemburu diskon memadati bazaar Nike di Mall Grand Indonesia. Padahal pada hari pertama bazaar 21 Agustus, sempat terjadi kericuhan akibat berjubelnya pembeli yang merubuhkan rak produk Nike yang ditawarkan.

Seribuan orang ke sana tiap hari hendak membeli sepatu dan perlengkapan merk Nike, karena sedang ada bazar yang digelar dari sampai 27 Agustus 2017 yang menawarkan diskon sampai 90 persen. Namun sepadankah harga diskon yang sampai 200 ribuan dari harga awal 2 jutaan itu dengan usaha antre dan desak-desakan demi mendapatkan sepatu?

Untuk mecari tahu  menyambangi langsung Grand Indonesia. Benar saja, di lantai 5 Grand Indonesia tepatnya di Exhibition Hall banyak orang yang mengantre untuk masuk. Lokasi itu dikelilingi tali-tali pembatas dan pintu masuknya dijaga petugas keamanan. Saat mencoba masuk, salah satu penjaga mengatakan bahwa setiap pengunjung harus terlebih dahulu ke lantai 3A area parkir untuk mendapatkan cap.

Sementara itu, Andike mengaku kaget saat mengetahui dirinya harus mengantre untuk mendapat cap. Sebenarnya ia kemarin sudah bertandang ke mal demi bazaar, tapi apa daya, antrean yang membludak membuat ia harus mengurungkan niat.  "Penasaran, harga Rp2 juta-an jadi Rp800 ribu. Kapan lagi dapat sepatu murah. Diskonnya sampai 90 persen, tapi buat yang pakai kartu kredit," katanya.

Bahkan, pihak penyelenggara, salah satu distributor Nike Air Indonesia mengaku, terperanjat kaget melihat antusiasme masyarakat yang rela antre berjam-jam demi mendapatkan produk sepatu asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Kondisi ini berlawanan dengan tren konsumen yang dianggap sedang 'puasa' belanja.

"Kami tidak menyangka pengunjung bakal seramai itu. Begitu kami melihat animo pengunjung seperti itu, sekarang kami atur (sistem kunjungannya)," tutur sumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu (23/8). Selama acara berlangsung, penyelenggara menawarkan sekitar 27 ribu produk. Sebagian besar produk adalah sepatu olah raga. Kemudian, kaus, topi, serta perlengkapan olah raga lainnya.

Potongan harga tertinggi yang ditawarkan mencapai 90 persen dari harga normal. Pengunjung bisa mendapatkan diskon tambahan apabila berbelanja dengan kartu kredit besutan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.  "Kisaran harga setelah diskon, paling murah Rp399 ribu dan paling mahal kami ada Rp1,9 juta," katanya.

Berdasarkan pantauan, pengunjung yang ingin masuk ke area bazaar harus mendapatkan stempel terlebih dahulu. Setelah masuk, pengunjung diberikan waktu selama kurang lebih setengah jam untuk memilih produk dan membayar. Bagi pengunjung yang sudah keluar dari area bazaar tidak diperkenankan masuk lagi.

Penyelenggara juga memberlakukan sistem buka tutup dalam memasukkan pengunjung ke area bazaar. Hal ini dilakukan agar kondisi tidak terlalu padat di dalam area bazaar. Yoyok Bagoes (28), salah satu pengunjung bazaar mengaku, tergiur dengan diskon yang ditawarkan. Informasi tersebut diperolehnya dari pesan viral melalui aplikasi Whatsapp. Karenanya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi IT ini rela mengantre dari pukul 10 pagi, ketika mal dibuka, hingga pukul 15 WIB.

"Sebenarnya, saya ingin cari sepatu bola, tetapi tidak ada. Akhirnya, saya beli kaus, celana, dan kaus kaki. Memang murah sih," terang dia. Menurut Yoyok, acara diskon barang bermerek perlu lebih sering dilakukan untuk menarik minat belanja masyarakat. Selain itu, penyelenggaraan acara juga perlu disebar di berbagai tempat.

"Kalau bisa disebar acaranya,tidak hanya di satu tempat. Kalau seperti ini, kasihan yang bawa anak-anak," imbuhnya. Cerita berbeda datang dari Mei (23). Ia lebih memilih untuk menitipkan uang kepada teman dibandingkan harus mengantre. Ia mengaku, tertarik dengan Nike Bazaar. Sebagai anak kuliah, ia merasa harus lebih pintar dalam mengatur keuangan. Salah satu cara, menyiasati uang jajan yang terbatas dengan mengejar diskon.

"Harga asli Nike Air kan lumayan mahal. Di acara ini, harganya lumayan turun," ucapnya.

Sebelumnya, Survei Nielsen melansir, Indonesia menjadi negara paling optimis ketiga di dunia, setelah Filipina dan India. Hal ini tercermin dari meningkatnya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) di Indonesia, yakni dari 120 poin persentase pada akhir tahun lalu menjadi 121 pada kuartal kedua tahun ini. Sayangnya, persepsi konsumen akan keinginan berbelanja melorot dari 59 ke 57 poin.

Menurut Nielsen, Tingkat Keyakinan Konsumen (TKK) global menunjukkan tren peningkatan, seiring dengan terus tumbuhnya optimisme di banyak negara. TKK ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni persepsi konsumen akan prospek lapangan kerja, kondisi keuangan pribadi, termasuk keinginan berbelanja. Semuanya dinilai dalam 12 bulan ke depan.

Ricuhnya bazaar Nike di Grand Indonesia, Jakarta memang sangat disayangkan. Karena tak sabar, para pemburu diskon pun akhirnya menjebol pintu toko.  Kekacauan ini membuat pihak penyelenggara bazaar sepatu ini akhirnya melakukan serangkaian antisipasi soal antrean agar tak terjadi kericuhan.  Demi ketertiban acara bazaar, pihak penyelenggara bazaar sepatu memberlakukan sistem buka-tutup antrean serta pemberian cap pada pengunjung bazaar.

Salah satu staf operasional bazaar, Chims mengatakan sistem cap ini mulai diberlakukan hari ini.  "Hari pertama berjalan normal, kemudian hari kedua ada dorong-dorongan gitu. Baru hari ketiga ada sistem stempel," katanya, di area parkir mal Grand Indonesia, Rabu (23/8).

Selain itu mereka juga melakukan serangkaian antisipasi dengan memperpanjang dan melancarkan alur antrean.  Berdasar pengamatan, ratusan orang rela mengantre di area parkir mobil lantai 5 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat ini.  Di area parkir ini, mereka mengantre demi mendapat stempel agar dapat mengakses bazaar Nike.

“Hari ini kita sudah berlakukan sistem antrean yang lebih kondusif, jadi (antrean) dimulai dari parkiran jadi orang tidak dorong-dorongan,” kata Dinia, Public Relation Grand Indonesia. Sebelumnya, antrean dimulai dari lantai lima mal tersebut.

Pada Rabu (23/8), Chims menambahkan, jam buka area bazaar kemungkinan hanya sampai pukul 21.00 walau operasional mal hingga pukul 22.00.  "Ini untuk antisipasi sih, takutnya di dalam masih banyak pengunjung, makanya cuma sampai jam 21.00," ucapnya. Dari pengamatan, pengunjung harus mengantre untuk mendapat cap di area parkir mobil lantai 5. Tak tanggung-tanggung, antrean begitu panjang dan mengular di area parkir.

Sejumlah petugas keamanan mal disiagakan untuk menjaga ketertiban antrean.

Terkait pengamanan, public relation Grand Indonesia, Dinia mengungkapkan bahwa petugas keamanan di bazaar ini merupakan gabungan dari petugas keamanan pihak penyelenggara dan juga mal.  Salah satu staf keamanan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, antrean sudah ada sejak pukul 06.00 WIB.

Salah satu pengunjung bazaar, Christian Okta mengatakan, dirinya sudah antre sejak pukul 09.00 WIB. Ia rela mengantre demi mendapat sepatu berlabel prestisius dengan harga ‘merakyat’.  "Lagi cari sepatu buat kuliah. Minat sih sama merek lain, tapi ini mumpung diskon sampai 90 persen. Ya mahasiswa, cari yang murah," ujar mahasiswa yang berdomisili di Cipete, Jakarta Selatan ini.

Friday, December 23, 2016

Alfamart Keberatan Untuk Transparan Dalam Pelaopran Dana Donasi Uang Receh Dari Masyarakat

Pengelola toko Alfamart, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), membantah menggunakan 10 persen dana donasi yang dikumpulkan dari masyarakat. Menurut Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman, Alfamart merupakan perusahaan terbuka sehingga tidak boleh mengelola dana donasi sendiri. Seluruh dana donasi tersebut, kata Rachman, diserahkan ke yayasan berskala nasional maupun internasional untuk mengelola, menyalurkan dan memberikan laporannya kepada Kementerian Sosial.

"Biaya operasional yang tercantum dalam Surat Keputusan Mensos RI sebesar 10 persen dari pengumpulan dana dan 90 persen untuk pelaksanaan program sosial kemanusiaan, bukan untuk Alfamart, melainkan seluruhnya diserahkan dan dikelola oleh yayasan yang bekerja sama dengan Alfamart," kata Rachman.

Komisi Informasi Pusat, Senin (19/12), mengabulkan semua permohonan warga Tangerang Selatan Mustolih Siradj. Artinya, Alfamart wajib memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat. Dalam pertimbanganan putusan tersebut, Majelis Komisioner dipimpin Dyah Aryani P itu menolak dalil SAT yang menyatakan hanya bertindak sebagai penyalur dana sumbangan.

Majelis Komisioner Yhannu Setyawan menyatakan, Alfamart sebagai badan usaha melakukan kegiatan di luar kegiatan usaha yakni mengumpulkan sumbangan dari masyarakat. Dari sumbangan yang diperoleh, sebesar 10 persen dari dana yang terkumpul digunakan untuk biaya operasional pengumpulan sumbangan. "Secara demikian maka terhadap kegiatan termohon yang berupa penyelenggaraan kegiatan pengumpulan sumbangan (Donasi), pengelolaannya didanai atau bersumber dari sumbangan masyarakat," bunyi putusan.

Dari pengumpulan donasi masyarakat sepanjang 2015 lalu, SAT telah menyalurkan senilai lebih dari Rp33 miliar melalui 9 program yang dikelola bersama 8 yayasan. Lalu, dana donasi yang terkumpul dari 1 Januari hingga 30 September 2016 mencapai Rp21,1 miliar. SAT telah bekerja sama dengan lima yayasan untuk menyalurkan dana donasi konsumen sepanjang tahun 2016.

Rachman melanjutkan, pengumpulan donasi konsumen yang dilakukan Alfamart mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan. Menurut Rachman, peraturan itu menjelaskan tentang pengumpul sumbangan hanya dapat diselenggarakan oleh suatu organisasi atau oleh kepanitiaan yang memenuhi persyaratan dan telah mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang.

Organisasi tersebut, lanjut Rachman, harus punya persyaratan antara lain mempunyai akta notaris atau akta pendirian, telah terdaftar pada Kementerian Sosial ataupun Dinas Sosial setempat.  "Dengan kata lain, pengumpul sumbangan dan pengelola adalah Yayasan yang mendapatkan ijin dari Kemsos RI. Sementara jaringan toko kami hanyalah media atau channel bagi pihak yayasan untuk mendapatkan sumbangan sukarela dari konsumen atau masyarakat," katanya.

Komisi Informasi Pusat memutuskan agar jaringan toko Alfamart, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat. Salah satu pertimbangan hukum putusan KIP adalah Alfamart mengabungkan penggunaan dana donasi dengan laporan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dalam laporan tahunan perusahaan (annual report) 2015.

"Hasil sumbangan harusnya dilaporkan secara terpisah dari laporan CSR Termohon (SAT) sesuai dengan UU No 40/2007 dan PP No 47/2012," bunyi putusan Majelis Komisioner yang diketuai Dyah Aryani P. Pada laporan tahunan SAT tentang CSR di halaman 126 hingga 129, perusahaan memasukan penggunaan donasi konsumen sebagai bentuk CSR. SAT menguraikan kegiatan donasi konsumen dengan pihak-pihak yang menerima.

"Hasil sumbangan harusnya dilaporkan secara terpisah dari laporan CSR Termohon (SAT) sesuai dengan UU No 40/2007 dan PP No 47/2012," bunyi putusan Majelis Komisioner yang diketuai Dyah Aryani P. Pasal 74 Undang Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menjelaskan, tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.

Aturan itu diperjelas di Pasal 4 Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Pasal tersebut mengatakan, TJSL dilaksanakan oleh direksi berdasarkan rencana kerja tahunan perseroan setelah mendapat persetujuan dewan komisaris atau rapat umum pemegang saham sesuai dengan anggara dasar perseroan. Rencana kerja tahunan perseroan tersebut memuat rencana kegiatan dan anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan TJSL.

"Seharusnya dalam laporan tahunan 2015 bukan laporan donasi yang dikelola oleh termohon, melainkan hasil keuntungan yang disisihkan oleh perusahaan untuk kegiatan TJSL," bunyi putusan KIP. Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan, dalam pengelolaan donasi konsumen, Alfamart bekerja sama dengan yayasan berskala nasional maupun internasional untuk mengelola, menyalurkan dan memberikan laporannya kepada pihak Kementerian Sosial.

"Dana donasi yang terkumpul melalui kasir 100 persen diserahkan ke yayasan, seperti PMI, UNICEF, Kick Andy Foundation. Tidak ada (donasi) digunakan buat CSR perusahaan apalagi usaha perusahaan," kata Solihin. Solihin juga mengatakan, setiap program kemanusian berasal dari donasi konsumen, Alfamart selalu menyampaikan asal muasal dananya.

"Kalau uang perusahaan itu CSR seperti truk sampah, Alfamart Class. Tidak ada itu 1 perak rupiah pun kita gunakan dana dari donasi," katanya. Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman menjelaskan, terdapat dua CSR yang dikerjakan oleh SAT, yaitu CSR yang menggunakan laba perusahaan dan CSR dari masyarakat. Dalam CSR dari masyarakat, SAT berperan sebagai media pengumpulan sumbangan sukarela dari konsumen (CSR cause promotion).

"Program CSR cause promotion pada akhirnya mampu mendorong masyarakat untuk mendonasikan uang. Ini hampir sama dengan program penggalangan dana yang dilakukan banyak televisi swasta ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semisal bencana alam," kata Rachman. SAT, kata Rachman, tidak menggunakan donasi konsumen untuk membiayai kegiatan CSR perusahaan. Menurutnya, hasil transaksi belanja dan hasil donasi dipisahkan. Artinya dana donasi, kata Rachman, tidak akan masuk dalam neraca keuangan perusahaan. Pengumpulan donasi atau sumbangan dari masyarakat, lanjutnya, juga tidak sebagai aset bisnis.

"Ini karena membaca laporan Annual Report kami di mana laporan donasi disatukan bab-nya dengan bab CSR bukan berarti biaya CSR menggunakan donasi konsumen. Karena bab tersebut dijelaskan apa saja kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan perusahaan antara lain program Alfamart Class dan Outlet Binaan Alfamart," kata Nur Rachman.

Program penggalangan donasi konsumen melalui kasir, kata Rachman, dikerjakan dengan bantuan sistem informasi yang terintegrasi oleh komputer. Sistem ini mencatat penerimaan donasi konsumen yang seluruh hasilnya dikelola oleh yayasan kredibel dengan persetujuan pemerintah melalui Kementerian Sosial.

"Ini artinya jaringan toko milik termohon (Alfamart) hanyalah sebagai media untuk pengumpulan sumbangan sukarela dari konsumen kami, dan perlu diketahui bahwa penggalangan donasi konsumen seperti ini juga dilakukan oleh banyak perusahaan ritel modern di Indonesia karena memiliki dampak yang positif bagi masyarakat," ujar Rachman. Rachman melanjutkan, SAT juga selalu menyampaikan kegiatan yang dilakukan perusahaan ke publik saat menggunakan dana penggalangan donasi.

Seorang warga Tangerang Selatan Mustolih Siradj menjelaskan, salah satu alasannya mengguat Alfamart karena perusahaan itu mengatasnamakan sumbangan donasi masyarakat itu sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Padahal, dana CSR, menurut Mustolih, seharusnya diambil dari keuntungan perusahaan.

"Dana donasi Alfamart dijadikan sebagai bagian dari CSR perusahaan. Padahal CSR berasal dari laba keuntungan perusahan. Ini sesuatu yang perlu diluruskan dan tidak poleh terjadi. Harusnya Alfamart mengatakan bahwa sumbangan itu berasal dari masyarakat, bukan CSR," katanya.

Seorang warga Tangerang Selatan Mustolih Siradj, 36 tahun, menggugat jaringan toko Alfamart, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) ke Komisi Informasi Pusat (KIP). Pada Senin (19/12) kemarin, KIP mengabulkan semua permohonan Mustolih dengan mewajibkan Alfamart memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat.

Menurut Mustholih, dia mengajukan gugatan sengketa informasi publik ke KIP karena telah mencoba meminta data laporan keuangan kepada Alfamart, namun tak diindahkan.  “Saya kesal karena Alfamart tidak memberikan jawaban yang jelas saat diminta laporan keuangan dana sumbangan,” kata Mustholih.

Mustholih merupakan salah satu pelanggan yang kerap berbelanja di Alfamart. Setiap kali berbelanja, petugas kasir menawarkan uang kembaliannya digunakan sebagai donasi secara sukarela. Awalnya, ia selalu menyumbang karena jumlahnya relatif kecil dari Rp100 hingga Rp400. "Setiap belanja ada kembalian di bawah Rp500. Kasir bertanya apakah uang itu mau disumbangkan? saya sering berikan kembalian itu," kata Mustolih.

Setelah rutin memberikan donasi, Mustolih iseng bertanya beberapa kali kepada pegawai Alfamart mengenai bukti donasi dan penyaluran dana tersebut. Namun, para petugas selalu memberikan jawaban yang tidak memuaskan, yaitu tidak ada bukti catatan sumbangan dan tak mengetahui penyaluran dana tersebut.

"Setiap kali bayar, kasir Alfamart selalu bertanya, apakah mau nyumbang? Lalu, saya selalu tanya balik. Kalau saya sumbang uang sumbangan masuk ke struk belanjaan? Kasir bilang tidak dan nanya balik memang kenapa? Saya jawab kalau sumbangan dicatat struk belanja silahkan ambil, kalau tidak jangan coba ambil uang saya," kata Mustolih yang berprofesi sebagai pengacara.

Mustolih pun tersadar, ternyata kasir bukan hanya meminta donasi kepada dirinya seorang, tapi kepada seluruh konsumen Alfamart. Mustolih pun mencari tahu laporan keuangan penggunaan donasi dengan berselancar internet. Namun, informasi yang diperolehnya tak memenuhi rasa penasarannya. Akhirnya, Mustolih memutuskan untuk menyurati direktur Alfamart pada 4 November 2015. Ia menanyakan 11 hal, seperti surat izin meminta donasi dari masyarakat, proposal perizinan donasi, laporan keuangan yang teraudit, hingga pihak penerima dana tersebut. Suratnya pun dijawab oleh SAT.

SAT mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan Mustolih. Dalam surat dua lembar itu, SAT menyebutkan legalitas pengumpulan donasi dan pelaporannya telah diatur oleh Kementerian Sosial. Selain itu SAT mengatakan telah mempublikasikan laporan donasi serta penyalurannya secara transparan kepada publik melalui berbagai media dan website perusahaan. "Apa yang saya minta sangat standar. Dijawab cuma dua halaman dan tidak menjawab rasa ingin tahu saya," katanya.

Tak puas dengan jawaban pihak Alfamart, dia kembali berkirim surat yang isinya keberatan kepada pejabat pengelola informasi dan dokumentasi SAT pada 30 November 2015. Surat tersebut tidak dijawab oleh SAT. Akhirnya, Mustolih memutuskan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik ke KIP pada 3 Maret 2016. Tuntutannya adalah meminta SAT mempublikasikan dana donasi yang diperoleh dari masyarakat.

Hal lain yang mendorong Mustolih untuk menggugat karena Alfamart mengatasnamakan sumbangan donasi masyarakat itu sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Padahal, dana CSR, menurut Mustolih, seharusnya diambil dari keuntungan perusahaan.

"Dana donasi Alfamart dijadikan sebagai bagian dari CSR perusahaan. Padahal CSR berasal dari laba keuntungan perusahan. Ini sesuatu yang perlu diluruskan dan tidak poleh terjadi. Harusnya Alfamart mengatakan bahwa sumbangan itu berasal dari masyarakat, bukan CSR," katanya. Sidang KIP dimulai pada Oktober 2016 dan berlangsung empat kali. Di luar dugaan, ia harus melalui proses yang panjang untuk memuaskan rasa penasarannya.

"Tapi saya bersemangat mengejar pengelolaan keuangan karena uang yang terkumpul hingga puluhan miliar, hampir sama dengan ratusan orang tax amnesty," katanya. Dari pengumpulan donasi masyarakat sepanjang 2015 lalu, SAT telah menyalurkan senilai lebih dari Rp33 miliar melalui 9 program yang dikelola bersama 8 yayasan. Dana donasi yang terkumpul dari 1 Januari hingga 30 September 2016 mencapai Rp21,1 miliar. SAT telah melakukan lima kerja sama dengan lima yayasan untuk menyalurkan dana donasi konsumen sepanjang tahun 2016.

KIP menyatakan, SAT sebagai badan publik dan gerai toko Alfamart wajib memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat. Atas putusan tersebut, SAT mengajukan keberatan.  Kini, sejak putusan dibacakan, SAT memiliki waktu 14 hari untuk mendaftarkan keberatannya di pengadilan negeri.

Tuesday, April 12, 2016

Zodiak Capricorn Ternyata Paling Gemar Belanja Online

Lazada menjadi salah satu situs e-commerce yang terbesar di Indonesia. Tentu saja ada banyak pengguna yang mengunjungi situs ini. Seperti apa karakteristiknya? Berdasarkan data yang berhasil diolah, ada lima kategori favorit yang diminati oleh pembeli saat mengunjungi Lazada, yakni fesyen, perangkat mobile, perhiasan, peralatan rumah tangga, dan produk kesehatan serta kecantikan.

Lebih detailnya, Lazada mencatat bahwa jam tangan merupakan produk favorit di wilayah Medan. Sementara peralatan rumah tangga menjadi favorit di Bandung. Untuk wilayah Yogyakarta, barang favorit nya adalah action cam. Terakhir, smartphone adalah barang favorit di Surabaya.

Jika dibandingkan dengan Pria, menurut data dari Lazada, Wanita jauh lebih cermat saat berbelanja. Kaum hawa berhasil mengirit pengeluaran hingga 35 persen dengan jumlah barang belanjaan 23 persen lebih banyak dari pria. Untuk wilayah Jakarta, Lazada mendeteksi bahwa kebanyakan pembeli datang dari wilayah Setiabudi, Grogol, dan Keramat Jati.

"Karakter pembeli di area Jakarta berbeda-beda. Contohnya, di wilayah Jakarta Selatan didominasi oleh orang perkantoran," kata John Berns, SVP and Head of Data Science Lazada Group. Menariknya, Lazada juga berhasil mendapatkan profil pembeli berdasarkan rasi bintang dari hasil pengolahan big data.

"Capricon adalah zodiak yang paling sering belanja. Leo tidak begitu sering melakukan belanja online. Sedangkan Sagitarius bisa membeli banyak produk namun dengan harga yang lebih murah," lanjut John. Big Data sendiri dimanfaatkan untuk memetakan profil pembeli dan menampilkan rekomendasi produk yang menarik secara otomatis dengan cara mendeteksi website apa saja yang sering dikunjungi dan barang apa saja yang sering dibeli melalui Lazada.

Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 3 juta produk yang dijual di Lazada dengan 15 kategori produk. Pada tahun 2016 ini, Lazada juga mencatat ada 11 ribu penjual yang menjajakan barangnya di Lazada.

Monday, November 2, 2015

Generasi Millenial Indonesia Paling Suka Belanja dan Pamer Barang Mewah

Mayoritas penduduk Indonesia berusia produktif (18-29 tahun) atau yang diistilahkan generasi millennial punya rencana belanja barang mewah yang lebih tinggi pada tahun depan dibandingkan tahun ini. Kesimpulan itu merupakan hasil riset Mastercard menggunakan teknik wawancara terhadap generasi millenial yang dilakukan selama Mei dan Juni 2015. Riset ini melibatkan sedikitnya 2.272 kaum millenial dari 14 negara di Asia Pasifik, di antaranya Indonesia, China, Hongkong, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan penelitian itu, sebanyak 47 persen responden dari Indonesia berniat membeli barang mewah pada tahun depan. Di seluruh Asia Pasifik, mayoritas konsumen (40 persen) berkeinginan untuk berbelanja dengan jumlah yang sama seperti tahun lalu, 22 persen konsumen berencana menghabiskan lebih sedikit, sedangkan 19 persen berencana untuk menghabiskan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Jenis barang mewah yang paling sering dibeli adalah produk gadget berteknologi canggih, di mana 25 persen dari para millennial di Asia Pasifik berencana untuk membeli barang seperti smart phone atau tablet pada tahun depan, disusul oleh pembelian baju para desainer dan barang berbahan kulit (17 persen), serta perhiasan (17 persen).

"Seperempat dari generasi millennial di Asia Pasifik berencana untuk menghabiskan sejumlah nilai yang signifikan untuk teknologi terbaru seperti smartphone dan tablet di tahun depan. Hal ini mencerminkan adanya sebuah pergeseran prioritas, dari membeli busana desainer dan perhiasan kini lebih memilih teknologi komunikasi,” tutur Eric Schneider, Region Head, Asia Pasifik, MasterCard Advisors, dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia, dikutip Senin (2/11).

Selain itu, mayoritas dari generasi millennial di Indonesia (61 persen) dan India (50 persen) lebih memilih untuk membeli barang mewah dari merek lokal. Berbeda dengan generasi millenial di China (66 persen), Vietnam (60 persen), Korea Selatan (59 persen) dan Hong Kong (52 persen) yang mayoritasnya lebih memilih barang mewah brand negara barat dibandingkan memilih brand lokal ataupun brand-brand asal Asia lainnya.

Tiga alasan utama untuk memilih brand negara barat adalah kualitas yang dapat diandalkan, nilai (value of money), serta loyalitas pada sebuah brand.

Selanjutnya, riset ini juga mengungkap separuh generasi millennial di Indonesia (50 persen) dan Thailand (60 persen) merupakan pelanggan paling impulsif di Asia Pasifik, di mana setidaknya setengah dari pembelian barang mewah dilakukan secara spontan, di atas rata-rata regional yaitu 26 persen.

Separuh responden konsumen asal Indonesia (50 persen) lebih memilih membeli barang mewah di toko lokal dengan harga normal, sedangkan sisanya membeli barang bermerek ketika tengah plesir ke luar negeri. Berbeda dengan konsumen di China yang memiliki kecenderungan lebih besar untuk membeli barang mewah di sebuah toko ketika bepergian ke luar negeri.

Lebih lanjut, riset Mastercard juga melaporkan generasi milenial China merupakan pembeli barang-barang mewah terbanyak di Asia Pasifik, disusul oleh Korea Selatan dan Hong Kong. Generasi millennial dari China akan menghabiskan rata-rata US$ 4,362 untuk membeli barang-barang mewah tahun depan, hampir dua kali lipat dari rata-rata pengeluaran di Asia Pasifik yakni US$2,584. Sementara Korea Selatan dan Hongkong menempati peringkat dua dan tiga dengan berturut-turut menghabiskan rata-rata US$2,638 dan US$2,584

Friday, July 3, 2015

Kronologi Kasus Beli iPhone 6 Dapat Sabun Di Toko Online Lazada

Kasus iPhone 6 Plus yang tertukar dengan sabun mandi berakhir indah. Situs e-commerce Lazada selaku perantara mengklaim pihaknya telah menyelesaikan permasalahan itu dengan pelanggannya. Kasus ini bermula pada Minggu (29/6/2015) lalu saat pengguna Twitter Danis Darusman dengan akun @danisdarusman mengatakan bahwa dirinya telah membeli iPhone 6 Plus dari situs jual beli online Lazada, namun ia curiga karena paket yang diterimanya terasa ringan, tidak seperti paket yang isinya smartphone teranyar keluaran Apple itu.

"Minggu lalu beli iphone 6+ di @LazadaID & yg dateng kayak gini. Enteng & 100% bukan iphone isinya. Aku mesti gimana min?," tulis Denis di Twitter yang disertai foto paket yang ia terima dari Lazada, dalam keadaan belum dibuka pembungkusnya. Danis pun berusaha menghubungi pihak Lazada melalui akun Twitter, tetapi tidak direspons. Senin (29/6/2015), Danis membuka bungkus paket tersebut dan mendapatkan sabun mandi batangan di dalamnya.

"Beli iphone 6+ nyampenya sabun nuvo! Hanya di @LazadaID BURUAN GUYS!!! Buruan bangkrut maksudnya lo," kicau Danis sambil menyertakan foto sabun sebuah merek. Untuk membuktikan klaimnya, ia mengabadikan proses pembongkaran paket tersebut dan menyebarkannya di akun Path miliknya. Video "unboxing" sabun tersebut dapat dilihat di tautan yang diberikan Danis

https://path.com/moment/Tp9rB.

Kegusaran Danis pun jadi viral. Beberapa pengguna Twitter turut meminta Lazada untuk merespons masalah yang menimpa Danis. Ratusan pengguna Twitter lain juga menyebarkan curahan hati Danis dengan menggunakan fitur retweet. Akhirnya, Public Relation Manager Lazada Indonesia, Tania Amalia, merespons keluhan pelanggannya itu melalui akun Twitter-nya. Tania meminta alamat e-mail Danis untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Pada Senin (29/6/2015) malam, pihak Lazada melalui Tania mendapatkan detil rincian pemesanan iPhone 6 Plus. "Ordernya memang ada. Sudah berkomunikasi dengan pembeli lewat e-mail. Link pembeliannya memang ada," kata PR Manager Lazada, Tania Amalia, Selasa (30/6/2015). Lazada pun melakukan penelusuran atas kasus tersebut, sebab produk iPhone 6 Plus yang dipesan Denis bukan produk retail yang dijual langsung oleh Lazada, melainkan barang yang dijual oleh toko rekanan Lazada.

Sementara penelusuran yang dilakukan Lazada berlangsung, berbagai opini dari netizen bermunculan, termasuk modus kampanye hitam yang dilakukan oleh toko online pesaing Lazada, yaitu Elevenia. Tudingan tersebut didasarkan pada profil pemesan iPhone 6 Plus, yaitu Danis Darusman yang dalam perkembangannya diketahui adalah seorang karyawan toko e-commerce Elevenia.

Rumor yang menyebar di media sosial menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan rekayasa dari satu pengelola situs e-commerce untuk mendiskreditkan pelaku e-commerce lain. Kebetulan, Danis Darusman, yang memesan iPhone 6 dari Lazada, dalam hal ini adalah pegawai Elevenia yang notabene merupakan kompetitor Lazada di ranah perdagangan online. Maka dari itu, latar belakang Danis pun dikait-kaitkan dengan skandal terkait pesanan iPhone 6 yang ternyata sampai ke tangannya dalam bentuk sabun.

Vice President Marketing Division Elevenia, Madeleine Ong De Guzman, menampik tudingan bahwa pihaknya berada di balik skandal pengiriman barang yang menimpa Danis itu. "Saya telah mengontak pihak Lazada. Kami sama-sama mengerti bahwa kejadian tersebut murni tidak disengaja," ujar Madeleine sambil menyebut nama salah satu eksekutif puncak di Lazada dalam acara buka puasa bersama Elevenia dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Rabu (1/7/2015). "Jadi, tak ada masalah, saya tegaskan bahwa tak ada black campaign. Pihak Lazada sendiri sedang melakukan penelusuran," ujarnya.

Titik terang akhirnya ditemui setelah empat hari sejak bergulirnya kasus iPhone 6 Plus yang tertukar sabun mandi itu. Lazada dalam sebuah kesempatan jumpa media di kantornya, Kamis (2/7/2015) mengatakan bahwa kasusnya berakhir dengan damai. "Hari ini, jam 11 tadi iPhone-nya sudah dikirim langsung ke pelanggan," kata Co-CEO Lazada, Alexander Dardy di Kantor Lazada, Plaza Agro, Jakarta Selatan.

Alexander melanjutkan, ponsel teranyar Apple yang dipesan, diserahkan langsung oleh CMO Lazada Sebastian Ceber dan PR Manager Lazada Tania Amalia, di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan. Pertemuan berlangsung kekeluargaan dan diharapkan kasus ini tak berlarut-larut. Lazada juga membeberkan hasil penyelidikan yang sudah dilakukan selama beberapa hari sejak Danis melontarkan keluhannya via Twitter. "Penyelidikan kami menunjukan bahwa ini merupakan kasus produk yang tertukar," kata pihak Lazada.

Kesalahan dituduhkan berasal dari individu pada operasional rantai suplai. Lazada menyebut kasus ini jarang terjadi dan akan ditindaklanjuti dengan serius. Ke depan, Lazada berharap kejadian seperti ini tak akan terulang. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk pelanggan," kata Alexander. Seorang pelanggan bernama Danis Darusman mengaku hanya mendapatkan sebuah sabun dari pemesanan iPhone 6 Plus di situs belanja Lazada. Pihak Lazada Indonesia telah mengkonfirmasi pemesanan iPhone 6 Plus yang dilakukan Danis.

"Ordernya memang ada. Sudah berkomunikasi dengan pembeli lewat e-mail. Link pembeliannya memang ada," kata PR Manager Lazada, Tania Amalia. Danis melalui akun Twitter-nya, @danisdarusman, Minggu (28/6/2015), menyebutkan paket yang ia terima dari Lazada tak sesuai dengan yang dipesan.

"Minggu lalu beli iphone 6+ di @LazadaID & yg dateng kayak gini. Enteng & 100% bukan iphone isinya. Aku mesti gimana min?," tulisnya. Kicauan itu disertai foto paket yang ia terima dalam keadaan terbungkus. Untuk membuktikan bahwa paket itu tak berisi iPhone 6 Plus, Danis pun merekam video pembongkaran isi paket dan mengunggahnya ke akun Path. Benar saja, yang didapat Danis malah sabun batang sebuah merek.

Sejauh ini Lazada belum bisa menemukan celah yang menyebabkan kesalahan pengiriman barang ke Danis. "Harus berkomunikasi dengan beberapa pihak dulu," katanya.Tania menambahkan, barang yang dipesan Danis bukan barang retail dari Lazada, melainkan barang dari toko rekanan.

Selama ini, kata dia, penjual yang ingin bekerja sama dengan Lazada harus mengikuti rentetan proses untuk memastikan kesiapan penjual. Ini untuk memastikan tak terjadi hal-hal tak diinginkan seperti yang terjadi pada Danis. "Kalau di tengah jalan nakal, ada konsekuensinya dari kita. Mereka juga sudah tahu itu," kata Tania.

Pelanggan Lazada, Danis Darusman, akhirnya menjelaskan kronologi pemesanan iPhone 6 Plus yang "menjadi" sabun mandi. Pria ini mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Lazada untuk mencari jalan keluar. "Hari ini, kasus pesanan saya sudah menemukan titik cerah dan sudah dikonfirmasi oleh pihak @LazadaID," kata Danis melalui akun Twitter pribadinya, @danisdarusman, Selasa (30/6/2015).

Danis juga meluruskan beberapa hal yang simpang siur di kalangan netizen. Pertama kali Danis memastikan bahwa ia benar-benar memesan iPhone 6 Plus dengan menyebutkan nomor pemesanannya. "Saya memesan dan melunasi iPhone 6+ pada tanggal 23 Juni 2015, nomor order #377954652," kicau Danis mengawali penjelasannya.

Ia juga menjelaskan, video pembongkaran paket Lazada yang ia unggah ke Path dilakukan bersama pihak ekspedisi dari Lazada. Ini untuk membuktikan bersama kecurigaannya terhadap paket yang diterima pada Jumat (26/6/2015). Sebab, ia merasa ada yang janggal dari berat dan ukuran paket tersebut.

"29 Juni 2015 sore, pukul 17.30, 3 orang RPX (ekspedisi) datang ke kantor saya untuk sama-sama melihat dan membuka paket pesanan tadi," tulisnya. Benar saja, ia mendapati isi paket tak sesuai dengan pesanan. Saat itu, Danis pun kembali mengicaukan kekecewaannya. Kicauan ini langsung ramai jadi pembicaraan di Twitter.

Kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (29/6/2015), PR Manager Lazada Tania Amalia meminta e-mail Danis via Twitter untuk menyelidiki akar ketidakpuasan pelanggannya. Setelah berbalas e-mail, kata Danis, Tania berjanji bahwa pihak Lazada akan mengusut kasus ini.

Tania mengatakan, iPhone 6 Plus yang dipesan Danis bukan barang ritel Lazada, melainkan barang dari toko rekanan. Tania juga belum bisa memastikan tahapan mana yang salah dalam proses pengiriman barang kepada pelanggannya. "Masih harus berkomunikasi dengan beberapa pihak," katanya. Belakangan diketahui bahwa Danis adalah Merchant Manager situs belanja Elevenia yang bisa disebut kompetitor Lazada. Netizen pun kembali ramai membahas korelasi antara keluhan Danis dan status pekerjaannya.

Pada akhir kicauan panjangnya, Danis meluruskan spekulasi yang beredar. "Saya menulis keluhan kemarin murni karena pengalaman saya sebagai customer dari @LazadaID," katanya. Danis pun berusaha menghubungi pihak Lazada melalui akun Twitter, tetapi tidak direspons. Senin (29/6/2015), Danis membuka bungkus paket tersebut dan mendapatkan sabun mandi batangan di dalamnya.

"Beli iphone 6+ nyampenya sabun nuvo! Hanya di @LazadaID BURUAN GUYS!!! Buruan bangkrut maksudnya lo," kicau Danis sambil menyertakan foto sabun sebuah merek. Untuk membuktikan klaimnya, ia mengabadikan proses pembongkaran paket tersebut dan menyebarkannya di akun Path miliknya. Video "unboxing" sabun tersebut dapat dilihat di tautan yang diberikan Danis, https://path.com/moment/Tp9rB.

Kegusaran Danis pun jadi viral. Beberapa pengguna Twitter turut meminta Lazada untuk merespons masalah yang menimpa Danis. Ratusan pengguna Twitter lain juga menyebarkan curahan hati Danis dengan menggunakan fitur retweet.Akhirnya, PR Manager Lazada Indonesia, Tania Amalia, merespons keluhan pelanggannya. Melalui akun Twitter-nya, Tania meminta alamat e-mail Danis untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Saat dihubungi Tania belum mau berbicara banyak soal ini. "Masih mau diperiksa dulu barang pesanannya," katanya. Juga belum mendapat keterangan langsung dari Danis, meski telah berusaha menghubunginya via Twitter.

Maksud hati ingin memiliki iPhone 6 Plus, yang didapat malah sebatang sabun mandi. Itulah yang dialami seorang bernama Danis saat membeli smartphoneteranyar Apple melalui situs belanja Lazada. Rupanya hal tersebut tidak luput dari pantauan salah satu pesaingnya, OLX. Melalui akun Twitter resminya, OLX memberikan saran cara bertransaksi yang dianggap lebih aman.

"Transaksi aman, ya COD aja," tulis akun Twitter @OLX_Indonesia.

Uniknya, OLX menyertakan kicauan tersebut dengan sebuah gambar parodi dengan kata-kata seakan menyindir kejadian "pesanan iPhone 6 Plus dikirim sabun" itu. "Biar gak beli handphone dapat sabun, mending COD aja," tulisnya. Kata COD yang ada di gambar dan tweet tersebut mengacu pada istilah cash on deliveryatau bayar di tempat saat barang diterima oleh si pembeli.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Danis melaporkan kejadian tersebut melalui akun Twitter-nya. Danis pun berusaha menghubungi pihak Lazada melalui akun Twitter, tetapi tidak mendapat balasan untuk beberapa saat. Kegusaran Danis pun jadi viral. Beberapa pengguna Twitter turut meminta Lazada untuk merespons masalah yang menimpa Danis. Ratusan pengguna Twitter lain juga menyebarkan curahan hati Danis dengan menggunakan fitur retweet.

Akhirnya, PR Manager Lazada Indonesia, Tania Amalia, merespons keluhan pelanggannya. Melalui akun Twitter-nya, Tania meminta alamat e-mail Danis untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Tuesday, March 17, 2015

Hasil Audit Mengapa Lion Air Sering Delay

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Muzaffar Ismail menegaskan Kementerian Perhubungan sudah memberikan laporan hasil audit soal penyebab delay Lion Air saat Tahun Baru Imlek ke Lion pekan lalu. “Siapa yang bilang belum?” kata Muzaffar saat dihubungi, Rabu, 11 Maret 2015.

Muzaffar, yang menjadi anggota tim investigasi audit dan penelantaran penumpang oleh Lion itu, mengatakan pangkal permasalahan delay terletak di Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group. IOCC itulah yang mengatur operasional dan marketing tiga maskapai Lion Air Group, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. “Kan kami tanya banyak ke Lion. Nah, di situ (IOCC) bolanya,” kata Muzaffar.

Terkait upaya Kementerian mengantisipasi delay panjang dan penelantaran penumpang yang dilakukan Lion saat Imlek lalu terulang kembali, menurut Muzaffar, Kementerian telah meminta operasional masing-masing maskapai Lion Air Group dipegang oleh maskapai sendiri, bukan oleh IOCC Lion Air Group. Kementerian juga akan terus memantau on time performance Lion lewat kantor otoritas bandara.

Menurut Muzaffar, meski terjadi ketidaksinkronan antar-unit operasional dengan marketing Lion Air, rasio pesawat siap terbang dengan penerbang Lion saat terjadi delay panjang itu masih ideal. Saat delay panjang, dari 106 pesawat Lion, hanya 93 pesawat yang siap operasi. Sementara total penerbang ada 723 orang. Artinya, ada 3,5 pasang penerbang (7 penerbang) untuk mengoperasikan masing-masing 1 pesawat.
“Dengan perhitungan jam terbang yang dioperasikan Lion, rasio itu masih cukup,” ujar Muzaffar.  Muzaffar menambahkan sebenarnya antara jumlah pesawat dan jumlah penerbang masih cukup tapi koordinasinya yang kurang. Apalagi tiket sudah terjual jauh-jauh hari sebelumnya. Pasalnya, jumlah calon penumpang itu harus sama dengan pesawat yang tersedia.

Perbandingan Jumlah Pesawat dan Penerbang Lion Air:

  • Jumlah penerbang Lion: 723 orang (pilot dan kopilot) 
  • Jumlah pesawat: 106 unit 
  • Jumlah pesawat siap operasional (saat Imlek): 93 unit 
  • Jam terbang maksimum pilot: 8 jam dalam 24 jam (peraturan keselamatan penerbangan sipil/CASR) 

Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air), Edward Sirait, mengaku Lion belum menerima hasil audit Kementerian Perhubungan terkait penyebab delay panjang maskapai tersebut pada libur Tahun Baru Imlek Februari lalu. “Jadi saya belum bisa komentar,” kata Edward saat dihubungi, Rabu, 11 Maret 2015.

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Muzaffar Ismail, Selasa, 10 Maret 2015, mengatakan hasil audit terhadap delay dan penelantaran penumpang oleh Lion sudah rampung. Dalam audit itu, menurut Muzaffar, Kementerian menemukan ada ketidaksinkronan koordinasi antar-unit operasional pesawat dan pemasaran Lion Air. Lion menjual banyak tiket untuk penerbangan saat Imlek di saat ketersediaan pesawat yang siap beroperasi justru tidak memadai.

Saat disebut soal temuan Kementerian Perhubungan itu, Edward malah meragukan temuan Kementerian Perhubungan tersebut. Sebab, menurut Edward, operasional dan marketing masing-masing maskapai Lion Air Group sudah diurus sendiri oleh direksi yang berbeda. Namun, Edward akan mengkonfirmasi temuan dari tim investigasi Kementerian itu. “Itu yang lagi kami godok sekarang dan harus kami konfirmasi ke unit-unit terkait kami,” ujar Edward.

Edward juga tak mau menyebutkan berapa jam terbang yang dioperasikan Lion saat delaypanjang Imlek terjadi pada 18-20 Maret 2015 lalu. Menurut Edward, kalau Kementerian sudah bilang masih cukup berarti tak ada masalah. “Kalau sudah dikatakan cukup, berarti cukup. Semua kan ada limitasinya. Memang kami punya sumber daya cukup kok untuk mengoperasikan pesawat-pesawat itu,” kata Edward.

Menurut Edward, sebenarnya dari catatan perusahaan ada beberapa penyebab delaypanjang itu, yang bermula dari tiga pesawat yang mengalami kerusakan. “Nggak perlu disebutkan, itu catatan internal kami dan belum tentu 100 persen sih,” ujar Edward.

Thursday, June 5, 2014

Daftar 65 Perusahaan Yang Mendapatkan Corporate Image Award

Sebanyak 65 perusahaan mendapat anugerah Corporate Image Award berdasarkan survei terhadap empat kelompok responden yang terdiri atas pelaku bisnis, investor, jurnalis, dan masyarakat. Acara yang digelar Frontier Consulting ini diselenggarakan di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 3 Mei 2014, dan hari ini, Rabu, 4 Mei 2014.

“Semoga Corporate Image Award ini bukan sekadar acara seremonial biasa, tapi ada pelajaran berharga dalam penganugerahan ini,” ujar Handi Irawan D., penggagas Corporate Image Award sekaligus CEO Frontier Consulting Group.

Sebanyak 2.735 responden disurvei dengan metode wawancara tatap muka dan telepon. Pelaksanaan survei dilakukan pada Maret-April 2014. Di antara pemenang penghargaan adalah Indofood dan GarudaFood di bidang makanan, Unilever di bidang toiletries, serta Samsung dan Nokia di bidang telepon genggam.

Saturday, June 23, 2012

Perbankan Indonesia Masih Kesulitan Memuaskan Konsumen

Survei Sungard dan Celent mengungkapkan bahwa bank-bank di negara berkembang termasuk Indonesia masih kesulitan memenuhi harapan pelanggan, terutama dalam memenuhi kebutuhan media sosial dan mobilitas.

Hasil survei, dikutip dari siaran pers Sungard yang diterima Sabtu, menunjukkan bank belum dapat memenuhi secara maksimal kebutuhan nasabah untuk layanan multichannel dan bank tidak "mendengarkan" nasabah melalui Facebook.

Selain itu, kurang dari 40 persen bank yang menawarkan laman yang dapat disesuaikan dengan keinginan nasabah, dan antusiasme nasabah terhadap bank masih moderat, demikian menurut survei.

Sebagian besar nasabah bank merupakan pengguna fasilitas online dan mobile, sementara kebanyakan bank yang disurvei tidak menyediakan layananmultichannel yang terintegrasi. Hanya 34 persen bank di Asia Tenggara dan 17 persen dari bank di Timur Tengah yang saat ini memiliki layanan perbankan untuk komputer tablet dan sistem perbankan bergerak.

Selain itu, 63 persen bank di Asia saat ini telah menyediakan aplikasi untuk Android atau iPhone, sementara di Timur Tengah baru 25 persen. 

Hasil survei juga mengungkapkan bahwa 90 persen nasabah menggunakan Facebook setidaknya dalam jangka mingguan, dan diperkirakan setengah dari responden menyatakan akan menggunakan Facebook untuk menceritakan ke temannya mengenai layanan perbankan yang mereka alami.

Sementara itu, sebanyak 76 persen bank setuju bahwa inovasi dalam mobilitas dan teknologi digital merupakan kunci membuka peluang demi menjalin hubungan lebih personal dengan nasabah.

Namun demikian hanya 21 persen bank yang mengembangkan dan mengaplikasikan strategi media sosial, dan hanya 13 persen yang program media sosialnya cukup komprehensif, serta 38 persen yang memantau perkembangan dan percakapan di media sosial. 

Terkait antusiasme nasabah, kurang dari 50 persen responden di Timur Tengah merasa bank mengerti kebutuhan nasabah dengan baik. Sementara di Asia, lebih dari setengah responden yang setuju dengan pernyataan tersebut.

Hampir setengah dari nasabah merasa bank mereka berinovasi dalam teknologi. Namun hanya 28 persen responden bank yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap produk bank mereka.

Survei ini melibatkan lebih dari 1.000 konsumen/nasabah dan 100 bank di delapan negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Survei tersebut berupaya mengungkapkan bagaimana kesiapan bank dalam merespon kebutuhan nasabah ritel.

Friday, March 30, 2012

Gratis Servis BMW Seri 5 dan 6 Dari BMW Indonesia

BMW Indonesia memberikan servis gratis kepada pelanggan BMW Seri 5 dan Seri 6 keluaran tahun 2003-2009 di bengkel resmi BMW Indonesia lantaran terdapat kemungkinan pengikat kabel aki di ruang bagasi tidak terpasang dengan baik.

Corporate Communications PT. BMW Indonesia Helena Abidin mengatakan BMW AG mengambil langkah proaktif dengan melakukan technical campaign untuk semua model BMW Seri5 dan Seri 6 keluaran tahun 2003 - 2009. Kasus itu (pengikat kabel aki) sangat jarang terjadi dan sejauh ini belum ada laporan adanya kecelakaan yang timbul dari kerusakan tersebut.

"Kami (BMW Indonesia) mengundang sekitar 1,280 pemiliki model-model BMW Seri 5 dan Seri 6 yang dulu untuk membawa mobilnya ke bengkel resmi BMW untuk dilakukan pemeriksaan selama 30 menit," katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA News pada Rabu (28/3).

Sebelumnya, produsen mobil premium BMW AG menarik sekitar 1,3 juta mobilnya di seluruh dunia untuk perbaikan lantaran adanya timbulnya masalah dengan pelindung kabel baterai dibagasi. Hal itu dapat mengakibatkan tidak berfungsinya sistem listrik sehingga mobil tidak bisa dinyalakan bahkan dapat menyebabkan panas dan kebakaran.

"Sejauh ini tidak ada laporan tentang kebakaran," kata juru bicara BMW AG.

Di Amerika Serikat, jumlah keseluruhan mobil yang ditarik berjumlah sekitar 368.000, di Jerman 293.000. Sementara 109.000 mobil telah ditarik dari Inggris dan sekitar 102.00 di China. 

Tuesday, January 10, 2012

Wawancara Dengan CEO Tupperware Tentang Garansi Seumur Hidup


Bagi Rick Goings, Chairman dan Chief Executive Officer Tupperware Brands Corporations, Indonesia saat ini sedang dalam era emas. Semua investor dan pebisnis ingin datang ke sini. Pria berusia 64 tahun ini melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif tinggi belakangan ini telah menimbulkan perubahan gaya hidup pada masyarakat Indonesia. 

” Saya pernah ke Kalimantan 30 tahun lalu, masih sangat tertinggal. Kini semuanya bisa berinternet. Mereka kini hidup dalam masyarakat global,” ujar Goings saat ditemui di Jakarta, awal Desember 2011.
Suami dari Susan, mantan presenter jaringan televisi ABC, Amerika Serikat, ini berada di Jakarta dalam rangka pemberian penghargaan kepada sejumlah perempuan Indonesia yang berkarya di bidangnya masing-masing, yang telah mencerahkan, mendidik, dan memberdayakan perempuan di negeri ini.

Bagi Goings dan Tupperware, perempuan perlu diberikan pendidikan sehingga bisa mendidik anak-anaknya sebagai generasi penerus. ”Sangat disayangkan bahwa ada pihak yang menilai perempuan tidak perlu mendapat pendidikan,” ujar Rick Goings.

Tupperware dengan produk plastik khusus kedap udara yang bisa mengawetkan makanan ini dikembangkan Earl Silas Tupper di AS tahun 1947. Tupperware mulai dikenal di Indonesia tahun 1978 dan belakangan ini mencatat angka penjualan yang signifikan. Tahun lalu, nilai penjualan produk Tupperware dunia mencapai 2,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 20 triliun).

Berikut petikan wawancara dengan Goings yang juga gemar golf, angkat berat, skuba, meditasi, dan berlayar ini.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup meyakinkan, apa rencana investasi Tupperware di negeri ini tahun 2012?
Pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat perusahaan kami tumbuh 40-44 persen dari kinerja kami enam tahun lalu, jelas sangat membanggakan. Bagi konsumen di Indonesia, tahun 2012 ini kami targetkan peningkatan angka penjualan mencapai dua digit. Untuk itu, kami akan membangun gudang dan mengembangkan jaringan distribusi dan ini tentunya perlu investasi yang besar juga. Kami juga belum bisa mengekspor apa yang kami produksi di Indonesia karena semua produksi diserap di dalam negeri. Semua ini karena peningkatan kinerja selama enam tahun ini. Perusahaan kami terpilih sebagai ”perusahaan terbaik” selama tiga tahun ini. Target kami lainnya adalah membuat produk Tupperware ada di setiap rumah tangga di Indonesia dan berupaya meningkatkan penggunaannya semaksimal mungkin. Kami akan memperluas pasar kami secara geografis dan memperbaiki kualitas pelayanan yang ada. Karena itu, kami akan menyerap dan mempekerjakan orang-orang terbaik agar dapat mencapai target tadi.

Mempekerjakan orang-orang terbaik, apa yang dilakukan?
Sumber daya manusia di Indonesia meyakinkan. Namun, agar sesuai dengan kebutuhan, kami punya Tupperware Business School. Kami membawa manajer terbaik kami untuk mendidik karyawan kami secara intensif selama 13 minggu secara gratis. Tahun 2012 ini, kami menekankan masalah kualitas di atas kuantitas. Memperluas kehadiran produk di Indonesia dan juga meningkatkan potensi dari produk kami.

Soal perluasan jangkauan geografis, ada kendala?
Terus terang, perluasan secara geografis menghadapi kendala karena, selain Jakarta dan Bandung, tidak ada gudang penyimpanan (storage) yang memenuhi standar kami di kota lainnya. Hal ini membuat kami kesulitan bisa mendemonstrasikan produk kami. Kini saat yang tepat kami memperluas bisnis, antara lain dengan membangun gudang penyimpanan yang memadai.

Tetapi, produk Tupperware tidak diperdagangkan bebas?
Produk Tupperware kini berada di lebih dari 120 negara menggunakan sistem penjualan langsung (direct selling) dengan konsep penjualan lewat demonstrasi atau selling party (saat ini hampir setiap 2 detik berlangsung Tuperware Party di dunia). Melalui pelatihan, sekolah bisnis, dan segala bentuk penyuluhan bisnis kelas atas, kami akan meningkatkan kemampuan masyarakat memulai konsep bisnis baru ini. Gaya hidup orang Indonesia saat ini mengagumkan. Kemajuan teknologi, seperti internet, membuat mereka hidup dalam masyarakat global. Mereka kini bisa mengetahui gaya hidup di luar sana, termasuk soal Tupperware. Jadi, kami hendak memanfaatkan keadaan ini.

Produk Tuppereware relatif mahal?
Dengan standar yang ada, perusahaan bisa tumbuh tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga dari sisi kualitasnya. Untuk harga yang kami tetapkan, kami menemukan bahwa customer di Indonesia sangat memperhatikan segi kualitas. Sebagai contoh, sorotan utama soal masalah lingkungan. Di Asia umumnya menggunakan botol plastik untuk kemasan air mineral. Perlu waktu lama untuk menghancurkan sebuah botol plastik secara alamiah. Kami lantas memperkenalkan botol buatan Tupperware yang dijamin dipakai seumur hidup. Jadi, konsumen bisa membeli botol ini dan tidak perlu membeli lagi. Jadi menghemat uang. Apabila Tupperware mengedukasi masyarakat menggunakan botol ini, berarti mereka juga dapat menghemat uang. Jadi, harga produk Tupperware sebenarnya tidak mahal. Banyak sekali negara di dunia ini yang belum menghargai kualitas semacam itu.
Apabila kami memperkenalkan soal kualitas dengan jaminan bisa dipakai seumur hidup ke pasar sebuah negara, dan konsumen di sana dapat menghargai kualitas ini, kami akan mudah melakukan pemasaran dan mempenetrasi pasar.

Kok, sasarannya hanya perempuan?
Perempuan sebagai target utama sebab setengah dari populasi dunia ini adalah perempuan. Kami memfokuskan diri dengan pencerahan bagi perempuan tentang manfaat produk kami. Kami juga ”mengeksploitasi” kemampuan para perempuan dalam perusahaan kami di Indonesia. Kepala pemasaran, direktur utamanya seorang perempuan karena target utama kami adalah para perempuan. Mengapa kami memindahkan target utama kami dari pria menjadi perempuan? Karena, perempuan adalah seorang pejuang. Perempuan dapat beradaptasi dengan cepat dalam suatu budaya yang baru karena mereka memiliki semangat yang luar biasa. Makanya, sangat keliru jika ada yang berpendapat jangan mendidik perempuan. Lalu, siapa yang akan mendidik anak-anak mereka apabila para ibu rumah tangganya tidak diberikan pendidikan yang baik.

Dari navigator kapal perusak, kok, kini urusan menyangkut perempuan?
Jadi, selama dinas di AL AS (Navigator di USS Power sampai tahun 1970), saya mempelajari apa yang menjadi minat perempuan. Saya lantas keluar dan mendirikan perusahaan penjualan langsung. Selanjutnya pindah ke perusahaan produk kecantikan Avon tahun 1985 dan bergabung dengan Tupperware tahun 1992. Istri saya juga sangat membantu saya dalam memahami minat para perempuan di mana pun.

Thursday, April 28, 2011

Keyakinan Konsumen Akan Perekonomian Meningkat

Sepanjang setahun terakhir, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi naik 16,5 poin menjadi 138,1 poin. Kenaikan tersebut menunjukkan kekuatan ekonomi konsumen Indonesia, sekaligus menjadi modal bagi industri.

Keyakinan konsumen yang tinggi tersebut mencerminkan daya beli mereka yang terus membaik.

Demikian hasil penelitian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama Roy Morgan International. Berdasarkan penelitian tersebut, sebanyak 53 persen konsumen yakin kondisi ekonomi keluarga mereka akan membaik dalam setahun ke depan. Hanya 5 persen konsumen yang pesimistis.

Dari segi kondisi ekonomi secara keseluruhan, mayoritas orang Indonesia, yakni sebanyak 81 persen, mengatakan, kondisi perekonomian negara akan terus membaik dalam setahun ke depan. Keyakinan serupa juga untuk perekonomian negara selama lima tahun mendatang.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto mengatakan, peningkatan indeks keyakinan konsumen mencerminkan perbaikan daya beli masyarakat.

”Ini sangat bagus karena di tengah tekanan kenaikan harga pangan dan bahan bakar, masyarakat Indonesia masih yakin dengan ekonominya,” katanya.

Cuaca

Menurut Suryo, di berbagai negara lain, tekanan harga kedua komoditas tersebut telah berdampak buruk pada keyakinan konsumen.

”Saat ini cuaca yang tidak menentu telah berdampak pada pertanian. Ditambah lagi pergolakan politik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak. Dalam kondisi seperti itu, ekonomi Indonesia masih tetap baik karena roda ekonomi konsumen masih berputar kencang,” paparnya.

Suryo menambahkan, keyakinan konsumen tersebut seharusnya juga menjadi bekal bagi kalangan industri untuk terus mengembangkan usahanya.

”Industri tidak perlu takut barang produksinya tidak laku karena kekuatan ekonomi konsumen masih memadai,” ujarnya.

Penelitian tersebut didasarkan pada 2.000 responden dengan metode wawancara tatap muka. Survei dilakukan di 21 kota besar serta 23 kota kecil dan desa.

Sebelumnya, Nielsen Indonesia juga merilis hasil penelitian tentang pola perilaku belanja masyarakat menengah ke bawah yang mulai berbelanja barang-barang premium.

”Untuk mendorong penjualan, produsen mengeluarkan belanja iklan lebih banyak,” kata Direktur Eksekutif Client Leadership Nielsen, Venu Madhav.

Baca Juga: Survey Nielsen Tentang Produk Premium dan Fast Moving Consumer Goods Yang Mulai Dilirik Oleh Konsumen Kelas Menengah dan Bawah

Tuesday, November 30, 2010

Indosiar Bangun Studio Untuk Tekan Biaya

Indosiar membangun studio senilai Rp 50 miliar-Rp 60 miliar yang akan selesai pada Desember 2010. Studio ini akan dioperasikan Januari 2011.

Menurut Direktur PT Indosiar Karya Media Tbk Harry Pramono, Selasa (30/11) di Jakarta, studio baru tersebut untuk meningkatkan produksi program in- house. ”Dengan studio sendiri, biayanya bisa rendah,” katanya dalam publik ekspose Indosiar.

Dijelaskan, tahun 2011 Indosiar berencana menayangkan acara, seperti ”Take Celebrity Out Indonesia” (reality show), ”Indonesia’s Got Talent” (ajang pencarian bakat), ”1 Vs 100” (kuis), ”The Price is Right” (kuis), ”Voice of Indonesia” (ajang pencarian bakat), dan ”Just Dance” (reality show).

Indosiar, kata Harry, tahun 2010 berhasil melakukan efisiensi beban usaha program dan penyiaran sebesar 20 persen.

”Jadi, misalnya, dua episode acara ’Take Celebrity Out Indonesia’ direkam dalam satu hari,” ujar Harry.

Menurut Direktur Utama Indosiar Handoko, tahun 2009 efisiensi dilakukan dengan mengurangi 220 karyawan.

Pembangunan studio baru saat ini sudah pada tahap pembangunan fisik. Pengaspalan dan pemasangan konblok juga sudah dikerjakan di lapangan parkir. Ke depan, akan dipasang instalasi elektronik dan perangkat penunjang produksi lainnya.

Laba

Hingga 30 September 2010, Indosiar mencetak laba bersih Rp 27 miliar. Sementara pada 30 September 2009 Indosiar merugi Rp 9 miliar.

Adapun pendapatan bersih hanya tumbuh dua persen, menjadi Rp 607 miliar. Namun, dengan efisiensi yang dilakukan, beban usaha program dan penyiaran bisa diturunkan hingga 20 persen.

Dalam penguasaan pangsa pasar televisi swasta, Indosiar menempati urutan kelima bersama Trans 7, di bawah RCTI, SCTV, Trans TV, dan TPI.

”Kami optimistis posisi kami segera berubah seiring dengan program-program baru,” ujar Harry.

Menurut Handoko, tahun 2011, ditargetkan ada kenaikan pendapatan hingga 15 persen. Indosiar menyiapkan belanja modal Rp 60 miliar-Rp 70 miliar yang berasal dari pendapatan operasi dan pinjaman bank.

Tahun ini, sekitar 59 persen dari belanja iklan kotor jenis media jatuh untuk televisi. Nilai iklan kotor televisi tahun 2010 sekitar Rp 34,37 triliun