Pages - Menu

Showing posts with label manufaktur. Show all posts
Showing posts with label manufaktur. Show all posts

Wednesday, May 14, 2025

PT. Chandra Asri Minta Maaf Usai Dipalak PNS Kadin Cilegon Senilai 5 Triliun

 PT Chandra Asri Alkali (CAA) meminta maaf usai menjadi sorotan publik lantaran viral video dugaan pemalakan proyek senilai Rp5 triliun oleh Kadin Cilegon kepada kontraktor mereka telah membuat publik gaduh.

Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk ini tengah membangun pabrik kimia yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) 2025-2029 yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video yang beredar, terlihat perwakilan kelompok berseragam yang mengklaim berasal dari Kadin Cilegon terdengar meminta pembagian nilai proyek secara langsung tanpa melalui proses lelang sebesar Rp5 triliun.

"Kami juga mohon maaf, kiranya kemarin-kemarin dengan adanya proyek ini, membuat sedikit lumayan kegaduhan. Sehingga terima kasih banyak, mudah-mudahan ini sudah selesai," ujar Legal and External Affairs Director PT Chandra Asri Alkali Edi Rivai dalam konferensi pers usai pertemuan di Kantor BKPM

Di satu sisi, Chandra Asri juga mengaku sangat lega dan berterima kasih kepada pemerintah karena telah difasilitasi untuk menyelesaikan permasalahan dengan Kadin Cilegon. Perusahaan berharap bisa dicapai kesepakatan antar kedua pihak dengan pertemuan di BKPM kemarin. 

"Chandra Asri terus berkomitmen untuk investasi di Indonesia dan memastikan pertumbuhan 8 persen ini dapat dicapai," kata Edi.

Ia juga berharap dengan pertemuan ini, semua pengerjaan proyek bisa berjalan dengan lancar dan tak ada lagi masalah ke depannya.

"Harapan kami ke depan, adalah proyek ini dapat jalan lancar, sesuai dengan waktu yang cukup ketat, kita capai, untuk itu kolaborasi, inovasi, dan kemudian juga tentu kita harapkan ke depan lebih baik lagi, tidak ada lagi hal-hal yang tidak kita inginkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Video Kadin Cilegon diduga meminta jatah proyek Rp5 triliun tanpa tender kepada perusahaan viral di media sosial. Permintaan jatah itu terkait proyek investasi pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai Rp15 triliun milik Chandra Asri Group.

Dalam video yang viral, pihak Kadin dan sejumlah asosiasi pengusaha lainnya tengah bertemu perwakilan China Chengda Engineering Co, yang merupakan kontraktor pembangunan pabrik CA-EDC.

Lalu, seseorang yang mengklaim perwakilan Kadin Cilegon terang-terangan meminta jatah proyek dalam investasi tersebut.

"Tanpa ada lelang! Porsinya harus jelas, tanpa ada lelang Rp5 triliun untuk Kadin," ucapnya dengan nada tinggi.


Friday, April 11, 2025

Krakatau Steel Mengaku Tidak Terpengaruh Tarif Perang Dagang Amerika Serikat

Krakatau Steel mengaku tak ambil pusing dan gentar dengan tarif resiprokal sebesar 32 persen oleh Presiden Donald Trump kepada Indonesia. Sebab, Amerika Serikat (AS) bukan pasar ekspor utama perseroan.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Muhamad Akbar mengatakan kontribusi ekspor baja ke Negeri Paman Sam terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 18 persen.

"Kita jangan melihat terlalu jauh kebijakan Trump ini akan melulu-lantakan industri baja nasional. Kontribusi PDB total kan tidak lebih daripada 18 persen ke US, sisanya itu masih worldwide," ujar Akbar dalam Media Gathering di Kantornya, Jumat (11/4).

Menurutnya, Amerika bukan pasar utama perusahaannya. Negara tujuan ekspor utamanya adalah Italia, Eropa, India hingga Afrika dan ke depannya akan mencari negara lain untuk perluasan pasar.

"Kami sudah melakukan ekspor ke berbagai negara, mulai dari India, Pakistan, hingga Afrika. Dalam menghadapi ketidakpastian global, fokus kami adalah efisiensi menyeluruh dan inovasi di seluruh lini," jelasnya.

Akbar menekankan untuk saat ini perusahaan fokus menghadapi tantangan untuk makin menumbuhkan perusahaan. Apalagi, implementasi tarif Trump ke Indonesia ditunda hingga 90 hari.

"Prinsip saya, kita mari fokus yang depan mata. Tantangan saya bagaimana melakukan efisiensi yang masif, efisiensi di semua lini. Inovasi, terus supaya produktifitasnya tinggi," imbuhnya.

Terkait dengan pelemahan rupiah, ia menyebutkan itu adalah kondisi global yang sering terjadi dan bukan hal baru bagi perusahaan. Saat awal mulai beroperasi pelemahan nilai tukar sudah menjadi tantangan.

"Fluktuasi nilai tukar dari Rp10 ribu, Rp12 ribu, Rp14 ribu hingga Rp17 ribu sudah menjadi hal biasa bagi pelaku industri baja, termasuk Krakatau Steel," tegasnya.

Ke depannya, ia berencana membawa Krakatau Steel tidak hanya fokus pada peningkatan produksi tetapi juga memperkuat kerjasama dengan negara lain untuk membuka pasar perdagangan yang lebih luas.

"Kami aktif dalam berbagai kerja sama bilateral, multilateral, hingga regional. Semua ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global," pungkasnya.

Thursday, February 20, 2025

Profil PT Sanken Yang Akan Tutup Pabriknya Di Cikarang

 Pabrik Sanken di Cikarang, Jawa Barat, akan tutup per Juni 2025. Banyak mengira pabrik ini adalah fasilitas produksi peralatan elektronik rumah tangga seperti mesin cuci, AC hingga kulkas, padahal bukan.

Ada dua perusahaan bernama Sanken di Tanah Air, yakni PT Sanken Indonesia dan PT Sanken Argadwija. Karena kesamaan nama perusahaan ini, masyarakat bingung untuk membedakannya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan pabrik Sanken di Cikarang, Jawa Barat, yang tutup per Juni 2025 bukanlah perusahaan yang memproduksi peralatan elektronik rumah tangga seperti mesin cuci, AC hingga kulkas.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Ronggolawe Sahuri menyebut pabrik di Cikarang yang akan tutup adalah milik PT Sanken Indonesia.

Ia menegaskan PT Sanken Indonesia tidak ada hubungannya dengan PT Sanken Argadwija yang berlokasi di Tangerang, Banten, serta memproduksi kulkas cs.

Ronggolawe mengatakan produk PT Sanken Indonesia di Cikarang adalah barang industri peralatan listrik seperti Switch Mode Power Supply (SMPS) dan transformer.

"Produk yang dihasilkan diekspor sebesar 40 persen. Sisanya dijual di dalam negeri," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (20/2).

Berdasarkan data Kemenperin, PT Sanken Indonesia adalah perusahaan yang 100 persen modalnya berasal dari hasil penanaman modal asing (PMA).

PT Sanken Indonesia adalah anak perusahaan Sanken Electric Co Ltd asal Jepang. Sang induk usaha memproduksi peralatan dan komponen listrik.

Sanken Electric Jepang didirikan pada 1946. Di awal pendirian, dulu namanya Toho Sanken Electric Co Ltd. Namanya diubah menjadi Sanken Electric pada Juni 1962.

Perusahaan itupun berkembang dan berekspansi ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. Sanken Electrik masuk ke Indonesia pada 1997 dengan bendera PT Sanken Indonesia.

Pabrik milik Sanken Indonesia dibangun di Kawasan Industri MM2100, Block GG-8, Jalan Jawa, Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat.

Alasan PT Sanken Indonesia menutup pabrik di Cikarang pada Juni 2025 diungkap oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta.

Menurutnya, pabrik tersebut memang secara bertahap menurun tingkat produksinya. Pada 2024, utilitas pabrik itu hanya 14 persen.

Setia mengatakan penutupan Sanken di MM2100 Cikarang merupakan permintaan langsung dari induk perusahaan di Jepang. Sebab, induk usaha akan mengubah basis produksi menjadi semikonduktor.

"Karena permintaan dari mother company (perusahaan induk) di Jepang untuk menutup line produksi di Indonesia yang untuk nanti akan dipindahkan ke Jepang untuk menjadi semikonduktor di Jepang," katanya ditemui di Jakarta, Rabu (19/2) dikutip Antara.

Tuesday, January 28, 2025

Penjualan Mobil Turun 13,9 Persen Tahun 2024 ... Tahun 2025 Akan Lebih Suram

 Tahun 2025 dinilai akan lebih menantang bagi industri otomotif Indonesia. Hal ini juga diamini oleh salah satu platform digital Seva, untuk itu semua strategi wajib diterapkan, termasuk dalam melakukan pengembangan fitur digital untuk memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan.

Dalam siaran pers yang diterima, David Thamrin, Product Division Head SEVA, memaparkan bahwa 2024 menjadi tahun yang penuh dengan tantangan besar bagi industri otomotif.

Hal ini ditunjukkan oleh data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), hingga akhir tahun 2024 penjualan mobil secara wholesales menurun 13,9% secara Year-on-Year (yoy) menjadi 865 ribu unit. Meski demikian, David masih bersyukur penjualan kendaraan melalui Seva masih mengalami peningkatan.

"Penjualan wholesales roda empat berdasarkan data GAIKINDO menurun di tahun 2024. Namun, kami bersyukur pada 2024 lalu, SEVA masih mencatatkan pertumbuhan positif," kata David.

Berdasarkan data Berita Serah Terima Kendaraan (BSTK), SEVA berhasil meningkatkan total penjualan sebesar 18% yoy dibanding 2023 menjadi lebih dari 17.500 unit pada tahun 2024, dengan nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) mencapai Rp8,2 triliun atau naik 9% dibandingkan 2023.

David optimis menghadapi tantangan 2025, dengan fokus pada peluang dan inovasi untuk mendorong pertumbuhan. "Tahun 2025 akan penuh tantangan, tetapi selalu ada peluang yang bisa dioptimalkan. SEVA akan terus memberikan layanan terbaik dengan solusi inovatif," ujarnya.

SEVA hadir dengan kampanye #AdaSEVAdiGIIAS untuk edukasi konsumen GIIAS 2023 tentang produk dan layanan SEVA.

Kemudahan Beli Mobil dengan Berbagai Fitur

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat khususnya pelanggan dan first car buyer di Indonesia dalam mewujudkan impian memiliki mobil baru, SEVA menghadirkan berbagai inovasi, seperti fitur Loan Calculator dan Car Discovery.

"Loan Calculator memungkinkan calon pelanggan menghitung kemampuan finansial mereka secara akurat, sehingga mereka dapat mengetahui mobil mana yang sesuai dengan kapasitas keuangan mereka," jelas David.

Fitur ini juga terintegrasi dengan Car Discovery, yang membantu pelanggan memilih mobil sesuai kebutuhan dan anggaran serta beragam pilihan brand melalui SEVA. Beberapa model mobil yang menjadi favorit pelanggan SEVA pada 2024 adalah Daihatsu Sigra, Toyota Avanza, Toyota Rush, Daihatsu New Ayla, dan Toyota Calya.

"Mobil-mobil tersebut populer karena harganya terjangkau dan nilai jual kembali yang baik, sesuai karakteristik kebutuhan masyarakat kita," tambah David.

Bagi pelanggan yang membeli mobil secara kredit, SEVA menawarkan fitur Instant Approval.

"Dengan Instant Approval, pelanggan bisa mendapatkan persetujuan pengajuan kredit kurang dari 30 menit. Kecepatan ini sangat cocok bagi pelanggan first car buyer yang ingin segera memiliki mobil terlebih dengan dukungan fitur Loan Calcultator dan Car Discovery di tengah kenaikan PPN dan opsen pajak," kata David.

Kemajuan teknologi dalam membeli mobil bisa memudahkan konsumen saat meminang mobil. Sekarang zaman serba online, berapa banyak orang yang beli mobil secara online?

Seva, merupakan platform pencarian mobil baru dari brand Astra yang memudahkan pengguna dalam proses pembelian dan pengajuan kredit mobil. Semuanya bisa dilakukan secara online dan offlline.

Seva mengklaim punya capaian positif selama kuartal pertama tahun 2024. Platform digital untuk layanan finansial itu berhasil menjajakan 16 ribu surat pemesanan kendaraan.

"BSTK (Bukti Serah Terima Kendaraan) kepada ACC (Astra Credit Companies) dan TAF (Toyota Astra Financial Services (TAF), 3.500 unit. Secara pertumbuhan mobil secara online meningkat 25 persen. Secara GMW (Gross Merchandise Value) meningkat 32 persen secara year on year," kata CEO Seva Handoko Liem di Bandung, Jawa Barat,

Sebagai pembanding dalam periode yang sama, Seva berhasil meningkatkan 25 persen. Tahun lalu, Seva menjual mobil sebanyak 2.800 unit mobil.

Salah satu fitur yang ada dalam Seva ialah kemudahan fitur Instant Approval yang memberikan kejelasan persetujuan kredit dalam waktu kurang dari 30 menit bagi konsumen, terutama bagi mereka yang melakukan pembelian mobil pertama mereka secara online.

Fitur unggulan dari Seva, yakni Car Recommendation dan Loan Calculator, membuat pelanggan bisa mendapatkan informasi detail perhitungan biaya pembelian mobil baru secara detail mulai dari masa tenor, besaran DP, serta cicilan per bulannya.

Berdasarkan data penjualan SEVA, konsumen menunjukkan minat yang lebih tinggi pada kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) dari Toyota dan Daihatsu, yaitu: Toyota New Calya, Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Daihatsu Sigra.

Sebagai bagian dari ekosistem Astra Financial SEVA terintegrasi dengan layanan keuangan dari Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAF) serta asuransi dari Garda Oto (Asuransi Astra). SEVA menyediakan berbagai merk mobil dari brand Astra dan mitra terpercaya, yaitu: Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW, dan terbaru produk non Astra, yakni Hyundai.

"Sementara brand lain kita dalam proses, terutama untuk brand mobil listrik untuk melengkapi produk yang ada di Seva," tutup Handoko.

Tingkatkan Profit Perusahaan ... Bridgestone PHK 700 Karyawan

 Raksasa ban, Bridgestone, menutup pabriknya di Tennessee, Amerika Serikat (AS). Sebanyak 700 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengurangan kapasitas tenaga kerja. Bridgestone menyatakan penutupan tersebut dalam upaya membantu perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja bisnisnya, dan memperkuat daya saingnya.

Bridgestone menyatakan pengurangan kapasitas dan tenaga kerja di pabrik bannya di Des Moines, Iowa, dan pengurangan tenaga kerja tambahan di bagian korporasi, penjualan, dan operasionalnya di AS. Sementara itu, di Amerika Latin, Bridgestone berencana melakukan pengurangan tenaga kerja dan kapasitas produksi di Argentina dan Brazil.

"Pengurangan tenaga kerja berdampak pada perusahaan, penjualan, dan operasional kami di Amerika, di mana penyesuaian kembali tingkat kepegawaian diperlukan sebagai respons terhadap lingkungan ekonomi yang menantang," kata juru bicara perusahaan, Emily Weaver, melansir dari NBC News

"Dari hampir 44.000 rekan kerja kami di Amerika Utara dan Amerika Latin, hanya sekitar 4% dari rekan kerja kami yang meninggalkan perusahaan sebagai bagian dari pengurangan tenaga kerja sukarela dan tidak sukarela."

Sekadar informasi, pabrik LaVergne merupakan pabrik produksi ban pertama di Amerika Utara untuk Bridgestone Corporation. Perusahaan tersebut berhenti memproduksi ban mobil dan ban truk ringan di pabrik LaVergne pada 2009, dan memberhentikan sekitar setengah dari pekerja pada saat itu.

Weaver mengatakan, serikat pekerja United Steelworkers LaVergne memiliki hak perekrutan istimewa di pabrik-pabrik perusahaan di Des Moines; Akron, Ohio; dan Russellville, Arkansas.

Sunday, January 5, 2025

Filipina Raja Manufaktur Baru ASEAN ... Indonesia Semakin Terbelakang

 Aktivitas manufaktur di ASEAN relatif stagnan disepanjang 2024. Beberapa negara mengalami penurunan namun beberapa negara lainnya justru tampak relatif terus membaik bulan demi bulan.

Data dari S&P Global menunjukkan aktivitas manufaktur di ASEAN mengalami ekspansi baik dalam output maupun pesanan baru tetap berlanjut pada Desember 2024. Selain itu, aktivitas pembelian meningkat untuk mendukung kebutuhan bisnis yang lebih tinggi. Hal yang paling positif adalah tekanan inflasi yang moderat pada Desember 2024.

PMI Manufaktur ASEAN dari S&P Global tercatat berada di wilayah ekspansi setiap bulan sejak Januari, dengan pembacaan Desember sebesar 50,7, sedikit turun dari 50,8 pada November, menunjukkan peningkatan sektor yang moderat.

Pertumbuhan sepanjang 2024 rata-rata mencapai 51,0. Komponen dasar dari PMI mengungkapkan peningkatan berkelanjutan dalam dua dari lima segmen terbesar, yaitu pesanan baru dan output.

Pesanan baru mengalami pertumbuhan selama 10 bulan berturut-turut, dengan peningkatan terbaru yang menunjukkan kenaikan moderat yang juga merupakan yang terkuat dalam kuartal ini. Namun, pesanan ekspor baru tetap menjadi hambatan, dengan penurunan pada Desember memperpanjang periode kontraksi saat ini menjadi 31 bulan.

Kendati demikian, penerimaan pesanan baru yang berkelanjutan dan sedikit lebih cepat secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan output yang solid dan kuat secara historis.

Laju pertumbuhan ini secara umum konsisten dengan yang terlihat pada November. Produsen ASEAN terlibat dalam aktivitas pembelian untuk bulan kedua berturut-turut pada Desember. Laju pertumbuhan ini merupakan yang tercepat sejak Agustus.

Namun demikian, inventaris pra-produksi terkuras selama enam bulan berturut-turut, menunjukkan bahwa input langsung digunakan untuk produksi. Selain itu, perusahaan juga menggunakan persediaan barang jadi mereka, karena stok inventaris pasca-produksi dikurangi untuk bulan kedua puluh berturut-turut pada Desember, dan itu pun dengan kecepatan yang solid.

Ekonom di S&P Global Market Intelligence, Maryam Baluch mengatakan "Sektor manufaktur ASEAN mengalami keuntungan yang moderat saat tahun berakhir, dengan indeks utama tetap stabil pada bulan Desember. Tren permintaan membaik, mendukung pertumbuhan dalam produksi dan aktivitas pembelian. Lebih positif lagi, tekanan harga mereda, membalikkan intensifikasi bulan sebelumnya.

PMI Manufaktur Filipina naik menjadi 54,3 pada Desember 2024, dari 53,8 pada November. Pembacaan terbaru ini menandai pertumbuhan aktivitas pabrik terkuat sejak April 2022, didorong oleh ekspansi tajam dalam pesanan baru dan output, seiring dengan peningkatan penjualan luar negeri untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Akibatnya, perusahaan meningkatkan aktivitas pembelian mereka pada laju tercepat dalam hampir dua tahun.

Sementara itu, kinerja vendor terus memburuk secara tajam, meskipun pada tingkat yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya. Ketenagakerjaan menurun untuk pertama kalinya dalam empat bulan, dengan penurunan tunggakan pekerjaan terbesar dalam 13 bulan.

Jika dilihat secara rinci, manufaktur di Filipina terus mengalami peningkatan sejak Januari hingga Desember 2024 yakni dari 50,9 menjadi 54,3. Bahkan disepanjang 2024, PMI Manufaktur Filipina tidak pernah tercatat mengalami kontraksi. Hal ini berbanding terbalik dengan kebanyakan negara ASEAN lainnya yang masih mengalami kontraksi di bulan-bulan tertentu.

Sementara Indonesia dan Malaysia tampak tidak cukup baik dalam hal manufaktur disepanjang 2024 lalu terkhusus memasuki semester II-2024.

Terkhusus bagi Indonesia, PMI Manufaktur pada semester II-2024 tampak lebih rendah dibandingkan semester I-2024 yakni 52,58 vs 49,56. Hal ini terjadi mengingat Indonesia sempat mengalami masa kelam pada Juli hingga November 2024 dengan PMI Manufaktur yang selama lima bulan beruntun masuk dalam kategori kontraksi alias di bawah level 50.

 PMI manufaktur Indonesia ada di 51,2 pada Desember 2024. Angka ini memastikan PMI Indonesia kembali ke jalur ekspansif setelah terkontraksi selama lima bulan.

Seperti diketahui, PMI Manufaktur Indonesia mengalami kontraksi selama lima bulan beruntun yakni pada Juli (49,3), Agustus (48,9), September (49,2), Oktober (49,2), dan November 2024 (49,6)

Terakhir kali Indonesia mencatat kontraksi manufaktur selama lima bulan beruntun adalah pada awal pandemi Covid-19 2020 di mana aktivitas ekonomi memang dipaksa berhenti untuk mengurangi penyebaran virus.



Lemahnya aktivitas manufaktur di Indonesia pada semester II-2024 diikuti dengan beberapa kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena tidak adanya peningkatan penjualan atau dengan kata lain, kinerja manufaktur Indonesia terpantau lesu.


Faktor lain yang menekan lemahnya industri manufaktur Tanah Air yakni banjirnya barang impor khususnya yang berasal dari China.


Fenomena overproduction produk China terjadi di tengah konsumsi domestik China yang lesu. Maka dari itu, barang-barang di China pada akhirnya diekspor dan membanjiri pasar dunia termasuk Indonesia.


Alhasil barang-barang China yang murah namun memiliki kualitas yang cukup baik menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia. Hal ini berujung pada tidak lakunya produk dalam negeri.

Wednesday, December 11, 2024

Pertama Kali Terjadi Dominasi Chip Intel Ditumbangkan

  Dahulu, Intel adalah produsen chip komputer terbesar di dunia dan teknologinya terdapat di hampir setiap PC. Misi mantan CEO legendaris Intel, Andy Grove, adalah agar Intel melakukan lebih dari sekadar memasok komponen, tapi juga mendorong masa depan komputasi di mana PC digunakan untuk segala hal.

Intel mungkin telah memprediksi evolusi PC, tetapi gagal dalam komputasi mobile dan ledakan AI. Kini, perusahaan ikonik AS itu sedang kepayahan, harga sahamnya anjlok dan harus banyak melakukan PHK.

Saham Intel mencapai titik tertinggi sepanjang masa lebih dari 24 tahun lalu, di 31 Agustus 2000. Beberapa tahun terakhir, saham tersebut anjlok 68% dari rekornya. Bulan Agustus, Intel mengatakan akan memberhentikan 15% stafnya sebagai upaya memangkas biaya USD 10 miliar.

CEO Pat Gelsinger dinilai gagal memperbaiki keadaan sehingga dipaksa mundur. Sekarang, investor dan pengamat mempertanyakan apakah Intel dapat kembali ke posisi terdepan. "Peluang mereka kembali ke masa kejayaan, pada titik waktu ini, tampak sangat suram," kata Angelo Zino, analis teknologi di CFRA Research.

Gangguan dominasi Intel pertama kali terlihat sekitar tahun 2010. iPhone pertama diluncurkan tiga tahun sebelumnya, dan Apple memilih perancang chip Inggris yang kurang dikenal ARM, sebagai otaknya. Mendadak, smartphone menjadi hal besar. Karena ARM siap dengan teknologinya, ia cepat melampaui Intel sebagai pembuat chip seluler.

Tak hanya itu, Apple dan pembuat perangkat lainnya memberikan pukulan lain kepada Intel dengan mengganti prosesornya di beberapa PC dengan chip ARM yang lebih efisien. Pesaing lain seperti AMD, juga mencuri pangsa pasar dalam bisnis PC.

Saat Gelsinger mengambil alih tahun 2021, ia ditugaskan menghidupkan kembali kemampuan manufaktur canggih Intel dan mengembalikan perusahaan pada kecepatan inovasi. "Gelsinger melakukan pekerjaan hebat dalam hal itu," kata Zino.

Namun, saat ia fokus pada peningkatan manufaktur, pergeseran teknologi mendasar lainnya sedang berlangsung, yaitu AI. Nvidia, dulu pesaing kecil Intel yang membuat unit pemrosesan grafis (GPU), melesat karena chip-nya mendukung kebutuhan pemrosesan data besar kecerdasan buatan.

Nvidia sekarang menjadi perusahaan paling bernilai kedua di dunia, nilai pasarnya sebesar USD 3,4 triliun atau 33 kali lebih tinggi dari Intel sebesar USD 104 miliar.

Intel, sekali lagi, tak punya produk untuk bersaing dengan kompetitor seperti Nvidia dan AMD dalam AI. Chip akselerator AI bernama Gaudi yang dirilis Intel tahun ini tak mendapatkan daya tarik yang diharapkan perusahaan.

Pada saat yang sama, Gelsinger malah menggeber pabrik Intel untuk memproduksi prosesor bagi para pesaing seperti Apple, yang membuatnya bersaing lebih langsung dengan raksasa pembuat chip TSMC. Namun, hal itu pun dibayangi oleh penundaan. Menjadi tugas berat bagi CEO baru nanti untuk membuat Intel kembali bangkit.

Apple Wajib Bangun Pabrik Di Indonesia Bila Ingin Jualan iPhone

 Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menekankan Apple wajib membangun pabrik di Indonesia, jika ingin iPhone 16 bisa dijual di RI.

Hal itu disampaikan Agus di depan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani hingga para CEO perusahaan yang hadir di CNBC Award di Hotel Westin Jakarta, Rabu (11/12) malam.

"Kami belum bisa kasih sertifikasi izin edar di Indonesia. Sekarang sedang kerja sama dengan pak Rosan, kami ingin yang pasti Apple bawa investasi di Indonesia harus berbentuk fasilitas produksi atau pabrik," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga menekankan bahwa pihaknya terus memastikan perusahaan yang boleh masuk ke Indonesia harus memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini sejalan dengan penghargaan yang diterima dalam CNBC Award sebagai Leading Policy Maker in Strengthening Local Components and Providing Support to Local Companies. Penghargaan diberikan langsung oleh Chairman and Founder CT Corp Chairul Tanjung (CT).

Kendati, ia menekankan capaian yang dilakukan bukan berkat kerja sendiri, melainkan bersama dengan para pegawai di Kementerian Perindustrian yang bekerja dengan sungguh-sungguh.

"Saya sampaikan penghargaan yang sangat pantas bukan hanya kami yang pantas adalah seluruh pegawai di Kemenperin bersama kami kekeh dan konsisten berkaitan dengan nilai TKDN, yang pasti penghargaan ini diberikan abang kita pak CT memperkuat semangat kita berjuang untuk dalam negeri majukan produk-produk nasional," pungkasnya.

Produsen iPhone 16, Apple sudah menyatakan komitmen untuk menanamkan modal di Indonesia. Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, jumlah yang bakal diinvestasikan mencapai US$ 1 miliar atau Rp 15,9 triliun.

Rosan menyebut raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) itu berencana merealisasikan investasinya pada 2026. Namun pemerintah ingin Apple merealisasikannya lebih cepat yakni 2025.

"Dari Kementerian Perindustrian juga inginnya supaya realisasi mulai pembangunan pabrik 2025, dan mereka mulai investasi itu realisasinya 2026. Itu hanya perbedaan waktu dan sekarang sedang kita push ke sana untuk bisa ada realisasi 2025, tapi mereka sudah menampilkan secara tertulis kepada kami," kata Rosan di sela acara Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2025 di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta Selatan

Rosan menyebut pemerintah terus berkomunikasi secara intens dengan pihak Apple. Selama ini tawaran investasi Apple dilakukan secara tertulis melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

"Kemarin sangat intens setiap hari dengan pihak Apple. Karena ada perbedaan waktu, mereka malam kita tidur, mereka tidur kita malam, tapi mereka sudah menyampaikan secara tertulis, tapi baru melalui WA dulu poin-poinnya. Dan poin itu juga sudah disampaikan ke Kementerian Perindustrian," bebernya.

Poin yang dimaksud mencakup bentuk investasi yang akan dilakukan hingga vendor yang akan dibawa ke Indonesia.

"Jadi kalau komitmennya itu tidak usah diragukan lagi karena mereka sudah memberikan secara detail, dan harapannya vendornya ini, vendor pertama yang akan mereka bawa jadi masih ada vendor-vendor lain. Karena dari satu iPhone 16 aja itu ada 320 vendor," tutur Rosan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut Apple berencana membangun fasilitas pabrik di Indonesia. Hal itu sudah sesuai dengan keinginan pemerintah Indonesia yang mendorong Apple mendirikan pabrik.

"iPhone InsyaAllah mereka akan mengambil skema pertama, yaitu investasi fasilitas produksi atau pabrik di Indonesia," kata Agus di Surabaya.

Menurut Agus, Apple sudah melakukan pembicaraan awal dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM soal rencana investasi. Nilai yang siap digelontorkan Apple mencapai US$ 1 miliar atau Rp 15,8 triliun.


Sunday, February 23, 2020

Daftar Perusahaan Besar Indonesia Yang PHK Karyawan Demi Meningkatkan Profitabilitas

Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sedang melanda Indonesia. Dalam setahun ke belakang, setidaknya ada beberapa perusahaan melakukan PHK. Ironisnya, beberapa perusahaan itu punya nama besar. Semua perusahaan ini tidak perlu lagi membayar pesangon apabila UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja disahkan.

Apa saja perusahaan besar itu?

Indosat

Perusahaan yang baru saja melakukan PHK adalah PT Indosat Tbk. Perusahaan mengakui melakukan penawaran PHK kepada karyawan di mana jumlahnya mencapai 677 karyawan.

"Per tanggal 14 Februari 2020 kemarin, dari 677 karyawan yang terdampak, lebih dari 80% telah setuju menerima paket kompensasi ini dan kami juga menjalin kerja sama dengan mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi mereka agar tetap dapat bekerja di mitra kami tersebut," ujar Director & Chief of Human Resources Irsyad Sahroni dalam rilis resmi yang diterima

Lebih lanjut, Irsyah berdalih langkah itu diambil Indosat sebagai upaya perubahan organisasi yang dirancang untuk menjadikan bisnis lebih lincah sehingga lebih fokus kepada pelanggan dan lebih dekat dengan kebutuhan pasar.

Bukalapak

Bukalapak perusahaan yang sudah menjadi unicorn juga melakukan PHK. Langkah ini dianggap sebagai upaya restrukturisasi di internal perusahaan.

"Sebagai perusahaan dengan jumlah karyawan total 2.500-an, kami menata diri secara terbatas dan selektif untuk bisa mewujudkan visi kami sebagai sustainable e-commerce berbiaya murah," sebut juru bicara manajemen Bukalapak.

NET TV

Sebelumnya sudah berhembus kabar bahwa PT Net Mediatama akan melakukan PHK. Namun Chief Operating Officer PT Net Mediatama Azuan Syahril memastikan tidak ada rencana PHK massal terhadap karyawan Net TV.

Meskipun, pihaknya juga tak membantah sedang melakukan efisiensi. Manajemen menawarkan karyawannya untuk mengundurkan diri (resign) secara suka rela dengan diberi benefit yang layak.

"Yang ada kita di sini dalam rangka, salah satunya efisiensi segala macam, kita mencoba menawarkan ke karyawan yang berminat mengundurkan diri kita kasih kesempatan dan akan diberikan benefit," kata dia. Dia menjelaskan, saat ini industri televisi memang mengharuskan pihaknya mengambil langkah-langkah efisensi, tapi bukan dengan PHK massal dan sepihak.

Krakatau Steel

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawannya dalam rangka restrukturisasi. Awalnya PHK diperkirakan mencapai 1.300 orang.

Jumlah itu terdiri dari karyawan organik dan outsourcing. PHK disebut sebagai langkah KS untuk restrukturisasi perusahaan. Beberapa pekerja outsourcing mulai mengadu ke Disnaker Kota Cilegon.

Mulai 1 Juni 2019, 300 karyawan outsource dirumahkan. Kebijakan itu akan terus berlanjut hingga 1 Juli mendatang dengan merumahkan 800 karyawan. Angka itu dilaporkan belum termasuk karyawan organik di BUMN baja tersebut.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim buka suara merespons kabar tersebut. Silmy menegaskan yang terjadi adalah restrukturisasi, dan hal itu tidak melulu identik dengan PHK. Menurut Silmy, perusahaan tengah menjalankan restrukturisasi untuk perbaikan kinerja. Upaya penyelamatan perusahaan dinilai perlu dilakukan agar roda bisnis berjalan efisien dengan merestrukturisasi utang, organisas dan sumber daya manusia (SDM), dan bisnis.

Akhirnya sebanyak 2.683 karyawan kontrak dari 9 vendor di lingkungan PT Krakatau Steel (KS) setuju untuk diberhentikan. Pihak vendor memberikan kompensasi 2 kali pesangon.
Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melanda Indonesia dalam satu tahun terakhir ini. Mulai dari perusahaan baja, manufaktur, telekomunikasi hingga startup yang sudah menjadi unicorn.
Sebut saja PT Indosat Tbk yang baru saja melakukan PHK terhadap 677 karyawan. Lalu, Bukalapak perusahaan yang sudah menjadi unicorn juga melakukan PHK. Begitu juga dengan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang melakukan PHK dalam rangka restrukturisasi.

Hingga saat ini, sebanyak 2.683 karyawan kontrak dari 9 vendor di lingkungan Krakatau Steel setuju untuk diberhentikan.

Badai PHK Ditengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menanggapi fenomena itu, Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan menuturkan, dalam satu tahun terakhir ini memang perekonomian Indonesia turut tertekan dengan adanya faktor global. Begitu juga dengan indikator pertumbuhan ekonomi seperti investasi, daya beli, ekspor-impor yang memang tertekan.

"Setahun terakhir ini perekonomian menghadapi tantangan besar, berat. Kita lihat berbagai indikator pertumbuhan ekonomi kita juga tidak menggembirakan. Salah satunya itu terkait dengan daya beli masyarakat, kemudian dari sisi permintaan juga melemah, ekspor dan seterusnya. Sehingga banyak perusahaan yang mengalami kesulitan," kata Fadhil.

Selain itu, perubahan model bisnis di pesatnya perkembangan digital juga menjadi faktor banyaknya perusahaan yang melakukan PHK demi menjaga keseimbangan perusahaan. "Perusahaan di berbagai bidang saya kira mengalami persoalan yang sama. Permintaan melambat, persaingan ketat, pergeseran bisnis seperti online transaction," papar Fadhil. Namun, menurutnya ada faktor internal yakni melihat persoalan yang terjadi di setiap perusahaan, tak semuanya sama.

"Ada sifatnya kasus per kasus misalnya KS itu kan memang melakukan restrukturisasi besar-besaran sehingga harus melakukan rasionalisasi karyawannya. Kedua kalau misalnya Indosat sudah lama mengalami persoalan karena persaingan ketat, fundamental perusahaan tidak terlalu bagus sehingga me-lay off," terang dia.

Sependapat dengan Fadhil, Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah Redjalam mengatakan, beberapa perusahaan yang melakukan PHK memang punya persoalan internal.

"PHK itu terjadinya di perusahaan yang memang kinerjanya tidak cukup baik bahkan untuk KS bisa dikatakan sedang bermasalah. Jadi kejadian PHK itu bukan gambaran kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Tapi lebih bersifat individual," ujar Piter ketika dihubungi detikcom secara terpisah.

Namun, ia berpendapat, pemerintah harus tetap menciptakan dan menjaga iklim usaha yang kondusif. Sehingga, baik persoalan internal maupun tekanan global tak semakin membuka kesempatan PHK ini.

Kembali ke Fadhil, ia berpesan agar pemerintah tak menambah beban yang ditanggung dunia usaha dengan mempermudah masuknya investasi, terutama ke industri manufaktur.

Friday, June 10, 2016

Penjualan Sepeda Motor Bulan Mei 2016 Anjlok

Satu bulan jelang ramadan, penjualan sepeda motor di Indonesia masih belum juga melaju kencang. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan kendaraan roda dua sepanjang Mei 2016 sebanyak 461.506, turun 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 469.630 unit

Sementara jika dibandingkan realisasi penjualan April 2016, terjadi penurunan yang lebih besar yaitu 3,5 persen karena pada bulan keempat, industri sepeda motor nasional masih mampu menjual sebanyak 478.036 unit. Data AISI menunjukkan secara kumulatif, sepanjang Januari-Mei 2016 penjualan sepeda motor nasional baru menyentuh angka 2,44 juta. Di mana Honda masih menjadi pemimpin pasar, diikuti oleh Yamaha, lalu Kawasaki.

Sementara pada lima bulan pertama tahun lalu, produsen sepeda motor anggota AISI masih mampu menjual 2,59 juta unit.  Penurunan penjualan sebesar 5,79 persen tersebut, menjadi penanda bahwa daya beli masyarakat Indonesia belum pulih. Padahal seperti diketahui, penjualan sepeda motor, mobil, dan semen menjadi salah satu indikator tingkat konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berharap pertumbuhan kredit kendaraan bermotor bisa tembus dua kali lipat sepanjang Juni 2016, bertepatan dengan masuknya Ramadan sampai Lebaran. Henry Koenaifi, Direktur BCA mengatakan, peningkatan permintaan kredit otomotif merupakan tren musiman yang terjadi dari tahun ke tahun jelang Idul Fitri. Henry menyebut peningkatan permintaan kredit kendaraan bermotor bisa tembus 8-10 persen sepanjang Juni-Juli 2016.

“Masyarakat akan mengejar kredit otomotif ketimbang kredit pemilikan rumah (KPR). Mereka kan mau ganti mobil atau beli mobil untuk dibawa pulang mudik. Jadi, bulan Juli, kredit otomotif bakal naik dua kali lipat ketimbang bulan-bulan biasanya,” tutur Henry.

Namun, sambung dia, setelah perayaan Idul Fitri, penyaluran kredit otomotif akan kembali normal. Normal dalam hal ini tidak berarti lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis angka penjualan mobil bulan April 2016 yang mengalami kenaikan 3,7 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Sepanjang bulan ke-empat tersebut, seluruh anggota Gaikindo melaporkan berhasil menjual sebanyak 84.600 unit, sementara periode yang sama tahun lalu hanya menembus 81.600 unit. “Toyota memimpin penjualan bulan April, diikuti oleh Honda dan Daihatsu,” bunyi pernyataan resmi Gaikindo, dikutip Senin (16/5).

Meski penjualan bulan lalu meningkat untuk pertamakalinya sejak 13 bulan terakhir, namun secara akumulasi penjualan 2016 masih lebih rendah dibandingkan 2015 lalu. Sepanjang Januari-April 2016, industri otomotif nasional hanya mampu menjual kendaraan roda empat sebanyak 351.852 unit, turun 3,31 persen dibandingkan angka penjualan periode yang sama tahun lalu sebanyak 363.895 unit.

Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menorehkan kinerja yang mengecewakan pada bulan lalu setelah hanya mampu menjual sebanyak 478.036 unit, turun 8,9 persen dibandingkan penjualan April 2015 sebanyak 524.775 unit.  Padahal bulan sebelumnya AISI mencatat terjadi pertumbuhan penjualan sebanyak 3,1 persen, sekaligus menjadi kinerja positif pertama sejak enam bulan yang lalu.

“Penjualan tertinggi ditopang oleh Honda, Yamaha, dan Kawasaki,” bunyi data AISI.

Namun senada dengan tren penjualan kendaraan roda empat, industri otomotif roda dua juga belum mampu menjual lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Data AISI menunjukkan, selama Januari-April 2016 total penjualan sepeda motor nasional hanya mencapai 1,98 juta unit atau turun 6,6 persen dibanding kurun waktu Januari-April 2015 sebanyak 2,12 juta unit

Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 3,96 Triliun ke Semen Gresik

PT Semen Gresik menerima fasilitas kredit senilai total Rp3,96 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan rincian Rp3,46 triliun untuk kredit investasi (KI) dan Rp500 miliar untuk kredit modal kerja (KMK).  Untuk fasilitas kredit investasi tersebut diberikan dengan bunga sebesar 8,6 persen dengan masa tenggang pembayaran (grace period) 18 bulan dalam jangka waktu kredit 10 tahun.

Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti mengatakan fasilitas kredit investasi tersebut akan digunakan untuk mengembangkan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Sementara itu fasilitas KMK akan digunakan untuk pembiayaan kebutuhan modal kerja operasional pada masa pabrik beroperasi komersial.

"Kredit ini digunakan untuk membangun proyek Rembang dengan kapasitas 3 juta ton per tahun, semoga di kuartal IV sudah bisa beroperasi," ujar Sunardi dalam acara penandatanganan perjanjian kredit Jumat (10/6). Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan pemberian fasilitas kredit tersebut sudah sesuai dengan komitmen perbankan untuk menuju suku bunga tunggal. Penyaluran kredit khususnya di bidang infrastruktur diharapkan mampu memberikan efek domino bagi perekonomian dalam negeri.

"Apalagi kalau ada pelonggaran Loan to Value (LTV) dari Bank Indonesia, ini akan membuat industri yang menggunakan semen akan memberi prospek baik terutama bagi yang pemerintah inginkan ada percepatan pembangunan infrastruktur," kata Royke.

Wednesday, May 18, 2016

Sharp Bangun Pabrik TV LED Rp 55 Miliar Di Karawang

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) hari ini membuka pabrik baru TV LED di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat. Pabrik yang dibangun dengan nilai investasi Rp 55 miliar ini, mampu memproduksi TV LED sebanyak 700 ribu unit/tahun.

"Produksi tahun ini ditargetkan 700 ribu unit untuk TV berukuran 32 inch dan 24 inch," ujar General Manager TV Factory SEID, Johnny Sudirman, usai peresmian pabrik TV LED SEID di Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/5/2016). SEID saat ini menyasar pasar domestik karena lebih mudah untuk menyesuaikan keinginan pasar.

"Di lokal supply ke market lebih cepat, maksudnya model apa yang laku, kita bisa lebih cepat mengalihkan," lanjut Johnny. Ia menambahkan kebutuhan TV LED di pasar domestik akan meningkat pasalnya banyak orang yang beralih dari TV tabung ke TV LED sehingga ditargetkan pada tahun depan kapasitas produksi meningkat menjadi 1 juta unit.

"Kita prediksinya tahun ini 700 ribu. Tahun depan 1 juta kemungkinan 24 inch berkurang beralih ke 32 inch," tuturnya. Perusahaan elektronik asal Jepang PT Sharp Electronic Indonesia (SEID) hari ini meresmikan pabrik TV LED barunya di kawasan Karawang, Jawa Barat. Pabrik seluas 11.000 meter persegi ini berada dalam kawasan Karawang International Industrial City.

Pabrik yang dibangun dengan nilai investasi Rp 55 miliar ini, mampu memproduksi TV LED sebanyak 700 ribu unit/tahun.  "Produksi tahun ini ditargetkan 700 ribu unit untuk TV berukuran 32 inch dan 24 inch," ujar General Manager TV Factory SEID, Johnny Sudirman, usai peresmian pabrik TV LED SEID di Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/5/2016).

SEID saat ini menyasar pasar domestik karena lebih mudah untuk menyesuaikan keinginan pasar. "Di lokal supply ke market lebih cepat, maksudnya model apa yang laku, kita bisa lebih cepat mengalihkan," lanjut Johnny. Ia menambahkan kebutuhan TV LED di pasar domestik akan meningkat pasalnya banyak orang yang beralih dari TV tabung ke TV LED sehingga ditargetkan pada tahun depan kapasitas produksi meningkat menjadi 1 juta unit.

"Kita prediksinya tahun ini 700 ribu. Tahun depan 1 juta kemungkinan 24 inch berkurang beralih ke 32 inch," tuturnya. Pabrik ini diresmikan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang didampingi Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Zakiyudin. Peresmian dimulai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Menteri Perindustrian, Saleh Husin dan jajaran direksi PT SEID.

Setelah itu Saleh melakukan peninjauan ke dalam pabrik, sebelumnya setiap pengunjung yang akan masuk ke dalam pabrik diharuskan memakai masker di sepatunya. Setelah itu Saleh berkeliling meninjau pabrik. Terlihat beberapa pekerja sedang melakukan perakitan TV LED. "Saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya pada PT Sharp Electronics Indonesia yang sejak tahun 1970 telah berperan dalam membangun dan mengembangkan industri berbasis teknologi tinggi," ujar Menteri Perindustrian, Saleh Husin saat meresmikan pabrik TV LED milik PT Sharp Electronic Indonesia di Karawang, Jawa Barat

Amerika Serikat dan China Muali Terlibat Perang Dagang

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menaikkan bea masuk produk baja impor asal China hingga 5 kali lipat. Karena China dituduh menjual produk bajanya di bawah harga pasar. Kenaikan bea masuk ini khususnya untuk plat baja asal China, yang biasa digunakan untuk industri mobil, kontainer, dan konstruksi.

Departemen Perdagangan AS mengeluarkan aturan ini, di tengah panasnya tensi perdagangan antara AS dan China untuk beberapa produk. Baja adalah isu yang sensitif dalam ketegangan ini. Produsen baja AS dan Eropa menuduh China mengganggu pasar baja dunia, dengan melakukan dumpingatau menjual murah bajanya untuk ekspor.

Dilansir dari BBC, Rabu (18/5/2016), isu curangnya praktik perdagangan oleh China menjadi pembicaraan kampanye para kandidat presiden AS.  Para produsen baja AS mengatakan, pemerintah China secara curang memberikan subsidi untuk ekspor baja. China memang tengah berjuang menyelamatkan industri bajanya, yang saat ini kelebihan produksi karena melemahnya permintaan dalam negeri.

Menteri Keuangan China tidak secara langsung merespons tuduhan dari AS ini, namun dalam situsnya, Menteri Keuangan China mengatakan akan terus memberikan pengurangan pajak untuk baja ekspor. Tujuannya membantu pemulihan sektor ini.

Pengurangan pajak ini dinilai pemerintah China sebagai kebijakan yang tepat untuk industri bajanya, dan juga guna mencegah PHK besar-besaran.  Sementara saat ini, para produsen baja AS tengah berjuang agar pemerintahnya bisa melarang seluruh baja impor asal China.

Industri baja di AS telah melakukan PHK terhadap 12.000 pekerja dalam setahun terakhir. Alasan mereka adalah kompetisi tak sehat yang dilakukan China.

Thursday, May 12, 2016

Polytron Kuasai Pangsa Pasar AC Nasional

PT Hartono Istana Teknologi, produsen elektronik merek Polytron, optimistis bisa menjadi pemain utama di pasar penyejuk udara (Air Conditioner/AC) Indonesia. Untuk mencapai ambisi tersebut, Polytron mencangkok teknologi hemat energi di produk AC terbarunya.

"Target jangka pendeknya adalah bagaimana kami bisa menjadi salah satu pemain utama pasar AC di Indonesia. Saat ini mungkin kami masih posisi enam besar, dalam jangka menengah kami harap bisa menjadi tiga besar pemain utama AC di Indonesia," ujar Product Manager Home Appliance Polytron, Albert Fleming kepada CNN Indonesia, Kamis (12/5).

Albert mengatakan perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan produksi AC hemat energi guna membantu masyarakat dalam menekan tagihan. Berdasarkan data Polytron, rata-rata sebesar 32 persen tagihan listrik rumah tangga Indonesia didominasi oleh penggunaan AC.

"Ini yang menjadi concern dan komitmen kami, bagaimana masyarakat bisa menikmati AC tanpa harus khawatir dengan penggunaan Kilowatt Hour (KWh)-nya. Untungnya kini masyarakat juga sudah mulai banyak yang tahu mengenai keuntungan AC hemat energi," terang Albert.  Namun, Albert mengakui untuk memasarkan AC hemat energi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, saat ini ada persepsi di masyarakat bahwa AC hemat energi tidak bisa menghasilkan tingkat kedinginan yang sama seperti AC biasa.

Keraguan publik tersebut, kata Albert, diafirmasi melalui studi perusahaan yang hasilnya menunjukkan bahwa 70 persen pengguna AC hemat energi menghentikan penggunaan karena dianggap tidak dingin. Hal itu membuat perusahaan tertantang untuk memproduksi AC hemat energi yang bisa memberikan tingkat kedinginan layaknya AC pada umumnya.

"Mengapa kami sangat yakin, karena meskipun banyak yang meninggalkan AC hemat energi, nyatanya pada kuartal I lalu AC segmen ini mengambil porsi 28 persen dari total seluruh penjualan AC secara nasional. Ini terjadi karena banyak digunakan oleh rumah tangga yang memiliki daya listrik rendah," terang Albert.

Salah satu inovasi Polytron adalah dengan meluncurkan AC Polytron Neuva Ice. Varian AC hemat energi ini diklaim Albert bisa mencapai kedinginan 18 derajat Celsius dalam waktu tujuh menit, dengan efisiensi daya sebesar 200 persen dibanding AC biasa.

Kedepannya, lanjut Albert, Polytron berharap bisa menghadirkan AC varian lain yang sama-sama mengedepankan semangat hemat energi. "Dalam membuat produk, kami berupaya penuhi apa yang orang butuhkan saat ini. Dalam hal AC, bagi kami yang penting dingin, bisa running di KWh rendah, desain yang menarik, dan harga yang kompetitif," imbuhnya.

Lebih lanjut, Albert mengatakan AC hemat energi ini merupakan salah satu produk unggulan perusahaan di tahun 2016 selain kulkas dua pintu dan mesin cuci otomatis. Hingga akhir tahun nanti, ia berharap bisa meningkatkan pangsa pasar AC dari angka saat ini tiga persen menuju delapan persen.

Ia mengakui target tersebut sangatlah ambisius. Namun, dirinya sangat optimistis setelah AC hemat energi ini bisa ludes terjual 200 unit dalam kurun waktu seminggu pada sebuah helatan pameran di Jakarta, yang berimbas pada pertumbuhan penjualan AC Polytron sebesar tiga digit pada kuartal I tahun ini year-on-year.

Posco Jual Saham Di Krakatau Steel Untuk Rambah Produk Baja Hilir

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut perusahaan baja asal Korea Selatan, Pohan Iron Steel Company (Posco) akan mengurangi porsi sahamnya di dalam perusahaan patungan dengan PT Krakatau Steel Tbk, yaitu PT Krakatau Posco. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan hal itu disampaikan langsung oleh Posco ketika berkunjung ke instansinya, Rabu (11/5). Ia menambahkan, pengurangan kepemilikan itu sesuai dengan perjanjian joint venture antara kedua perusahaan yang dibuat pada 2010 lalu.

"Alasan utamanya karena mengikuti kesepakatan joint venture. Namun untuk besaranbreakdown kepemilikan kedepannya, mungkin Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih tahu," jelas Putu saat ditemui di kantornya, kemarin. Jika nanti kepemilikan saham Krakatau Steel menjadi mayoritas, Posco meminta Kemenperin untuk lebih memperhatikan proyek ini. Karena menurut Putu, Posco sempat khawatir Pemerintah akan mengacuhkan Krakatau Posco karena berbentuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Meski pengurangan kepemilikan saham sudah ditegaskan dalam kesepakatan pembentukan joint venture, namun Putu mengungkapkan Posco juga tidak nyaman berinvestasi di Indonesia. Hal tersebut terutama disebabkan oleh tidak adanya jaminan keamanan pasokan energi, harga gas yang tinggi, serta minimnya perlindungan bagi PMA.

"Mereka membayangkan Pemerintah kurang perhatian terhadap Posco, padahal tidak juga. Kami tetap memberi perhatian karena Indonesia masih membutuhkan pasokan baja demi pertumbuhan ekonomi. Kami sudah jelaskan ke mereka kalau kami tetap peduli dengan proyek ini," jelasnya. Saat ini, kepemilikan Posco di PT Krakatau Posco sebesar 70 persen dan sisa 30 persen dikempit oleh Krakatau Steel. Krakatau Posco mulai beroperasi sejak 2014 dan memproduksi baja slab dan plat dengan total produksi mencapai tiga juta per tahunnya.

Menurut laporan keuangan 2015, Krakatau Posco membukukan rugi sebesar US$106,26 juta atau membengkak 49,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$70,95 juta. Angka itu menyumbang 94,57 persen kerugian Krakatau Steel sebesar US$112,36 juta di tahun yang sama.

Perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Pohang Iron Steel Company (Posco), PT Krakatau Posco bakal memproduksi dan menjual produk baja hilir demi memperbaiki kinerja keuangan perusahaan yang terus merugi. Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) adalah dua produk yang bakal diproduksi perusahaan Indonesia rasa Korea Selatan karena dinilai memiliki permintaan yang tinggi.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan keinginan itu disampaikan langsung oleh Posco kepada instansinya pada hari Rabu (11/5). Kemenperin menyambut baik hal ini karena selama ini laporan keuangan Krakatau Posco terus berwarna merah karena akibat fokus pada produksi baja sektor hulu.

Menurut laporan keuangan 2015, Krakatau Posco membukukan rugi sebesar US$106,26 juta atau membengkak 49,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$70,95 juta. Angka itu menyumbang 94,57 persen kerugian Krakatau Steel sebesar US$112,36 juta di tahun yang sama. "Pabrik baja yang bikin untung kan bukan di hulu, tapi di hilir. Sekarang ini Krakatau Steel dan Krakatau Posco kan rugi. Supaya mereka bisa untung, Krakatau Posco harus masuk di hilir," jelas Putu saat ditemui di kantornya, kemarin.

Sayangnya dalam pertemuan itu Posco tidak memberitahu pemerintah target pelaksanaan hilirisasi produk tersebut. Namun, ia berharap realisasi bisa cepat dilaksanakan mengingat posisi impor baja hilir Indonesia terbilang besar, yaitu sebanyak 6-7 juta ton per tahun. Ia melanjutkan, pembangunan ekonomi sangat bergantung pasa suplai baja hilir. Apalagi, nantinya konsumsi baja per kapita diharapkan bisa sebesar 300 kilogram (kg) per tahun atau meningkat enam kali lipat dibanding angka saat ini yaitu 50 kg per kapita per tahun.

"Kalau baja kurang maka ekonomi tidak bisa tumbuh tinggi, karena kunci dari pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat sebanyak Indonesia adalah suplai baja yang tinggi juga," jelasnya. Sayangnya, Putu mengaku belum mendapat informasi berapa besar dana yang diperlukan Posco untuk melakukan hilirisasi produknya. Termasuk berapa kapasitas produksi HRC dan CRC yang akan disiapkan perusahaan.

Yang jelas, tambahnya, nanti bahan baku produk baja hilir itu akan dipasok langsung dari produk hulu Krakatau Posco berbentuk baja slab. Saat ini, produksi slab perusahaan tercatat dua juta ton per tahun atau mengambil dua per tiga total produksi baja hulu Krakatau Posco sebesar tiga juta ton per tahun. "Kami juga belum tahu apakah mereka akan mengalokasikan semua slab itu untuk produk hilir ini atau tidak. Tapi biasanya pada tahap awal perusahaan akan menggunakan separuhnya, jadi mungkin nanti slab sebanyak satu juta ton per tahun akan digunakan untuk produksi HRC dan CRC ini," imbuh Putu.

Sebagai informasi, produksi Krakatau Steel di Cilegon, Banten ditaksir bisa mencapai 10 juta ton per tahun di tahun 2025. Sebanyak enam juta ton, atau 60 persen dari angka tersebut, nantinya disumbang oleh Krakatau Posco

Wednesday, May 11, 2016

Meski Industri Otomotif Alami Pertumbuhan Negatif, Gaikindo Belum Revisi Target

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimis penjualan mobil dalam negeri bisa mencapai 1,05 juta unit hingga akhir tahun. Ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year-on-year) yang membaik di kuartal I 2016 menjadi penopang utama keyakinan tersebut.

Ia beralasan, pertumbuhan ekonomi bisa memicu peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. Imbasnya, terjadi penguatan daya beli masyarakat. Hal ini penting, mengingat penjualan mobil dalam negeri dipengaruhi oleh kemampuan daya beli masyarakat.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2016 tercatat sebesar 4,92 persen atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 4,73 persen. "Yang penting kan income per kapita meningkat dan pertumbuhan ekonomi juga mengikuti. Tentu saja hal lain seperti pengembangan infrastruktur, hingga permintaan pemerintah untuk kendaraan bermotor baik niaga dan penumpang juga ikut berpengaruh," terang Jongkie, Rabu (11/5).

Meskipun, pada kenyataannya, penjualan mobil pada empat bulan awal tahun ini menyusut dibandingkan tahun sebelumnya. Di sepanjang Januari hingga April 2016, data Gaikindo melansir, penjualan mobil berkisar 351 ribu unit. Realisasi ini lebih kecil ketimbang periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 363.945 unit.

Namun demikian, Jongkie memprediksi, penjualan mobil tahun ini akan membaik. Menilik data pertumbuhan penjualan mobil tahun-tahun sebelumnya, penurunan penjualan mobil kuartal I 2016 ini tidak setajam realisasi kuartal I 2015 dibandingkan kuartal I 2014.

Apabila penurunan penjualan mobil kuartal I 2016 tercatat sebesar 3,56 persen, pencapaian kuartal I 2015 jika dibandingkan kuartal I 2014 silam justru lebih tragis lagi, yakni rontok hingga 16,3 persen. "Sebetulnya, kinerja awal tahun ini jangan dibandingkan dengan awal tahun kemarin. Karena, tahun kemarin benar-benar lesu, sampai kami melakukan dua kali revisi target," ujar Jongkie.

Menurut data Gaikindo, realisasi penjualan mobil sepanjang tahun 2015 tercatat sebesar 1.013.291 unit atau melorot 16,12 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 1.208.019 unit. Sementara, pada tahun ini Gaikindo hanya menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 3,62 persen.

Senapan Sniper SPR-2 Buatan Pindad Laris Manis Di Yordania

Produk senapan sniper SPR-2 yang diproduksi oleh BUMN Indonesia, yaitu PT Pindad (Persero), tak kalah dengan produk sniper sejenis yang diproduksi oleh produsen asing. Saat dipakai kesatuan TNI, senapan sniper yang desainnya muncul di film Rambo IV ini memiliki tingkat akurasi lebih tinggi daripada senapan sniper asing.

"Saat uji di beberapa tempat, SPR-2 akurasinya sangat baik dan lebih baik dari produk luar. Salah satu yang kita tahu, personil Kodam Iskandar Muda, dites sama prajurit ternyata SPR-2 akurasi lebih baik," kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim.

Lanjut Silmy, tak banyak perusahaan senjata di dunia yang mengembangkan dan memproduksi senapan sniper. Alasannya, pasar senapan sniper sangat terbatas. Namun, hal itu tak menjadi alasan bagi Pindad untuk berhenti mengembangkan dan memproduksi senapan untuk penembak jitu.

"Produsen senjata sniper dunia nggak banyak karena pasar sedikit, namun karena alasan kemandirian kita berusaha buat senjata yang bersaing walau kuantitas nggak banyak," tuturnya. Senapan yang dibuat di Bandung itu mampu menembak hingga jarak 2.000 meter atau 2 kilometer (km). Kuatnya daya jangkau senjata SPR-2 ini karena menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99 atau disebut kaliber 50, dengan kapasitas per magasin 5 peluru.

Senjata ini juga dilengkapi dengan peredam dan mampu menembus baja setebal 2 cm. Saat ini, senjata ini telah dipakai oleh TNI, seperti Kopassus TNI AD. SPR-2 pertama kali diserahkan kepada pemesannya di 2015.

"Ini masih baru, delivery (pengiriman) 2015 itu merupakan pesanan 2014," sebutnya.Senapan sniper buatan PT Pindad (Persero), SPR-2, menjadi idola dalam acara pameran industri pertahanan dan keamanan berskala internasional bertajuk The 11th Special Operations Forces Exhibition and Conference (SOFEX), di Amman, Yordania.

Senapan yang bentuknya pernah muncul dalam film Rambo IV tersebut, merupakan produk asli karya insinyur Pindad. "Murni karya sendiri, termasuk SS2," kata Direktur Utama Pindad, Silmy Karim. Lahirnya SPR-2 merupakan sebuah proses perjalanan panjang. Awalnya, Pindad menggandeng FN, Belgia, untuk pembuatan senapan serbu dan Baretta, Italia, untuk pembuatan pistol.

Khusus senapan serbu, Pindad dan FN melahirkan FNC. Sukses dengan FNC, Pindad secara mandiri baru mulai merancang senapan karyanya sendiri bernama SS-1. Di sanalah awal mula lahirnya senapan serbu seperti SS-2 hingga senapan sniper SPR-2. "Setelah punya keahlian kita desain sendiri, sampai yang sekarang kita sudah bikin senjata SPR 2 untuk sniper," tambahnya.

Senapan yang dibuat di Bandung itu mampu menembak hingga jarak 2.000 meter atau 2 kilometer (km). Kuatnya daya jangkau senjata SPR-2 ini karena menggunakan peluru kaliber 12,7 mm x 99, atau disebut kaliber 50 dengan kapasitas per magasin 5 peluru. Senjata ini juga dilengkapi dengan peredam dan mampu menembus baja setebal 2 cm. Satu unit SPR-2 dibandrol sekitar Rp 138 juta.

Sunday, May 8, 2016

PT. PAL Ekspor Kapal Perang Perdana Buatan Dalam Negeri Ke Filipina

PT PAL Indonesia mengekspor kapal perang buatannya ke Filipina. Ekspor tersebut merupakan yang pertamakali dilakukan PAL untuk memenuhi pesanan Kementerian Pertahanan negara tersebut. Kapal jenis Strategic Sealift Vessel BRP TARLAC (LD-601) tersebut dilepas di dermaga Divisi Kapal Niaga, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/5).

Setelah berlayar ke Manila, Filipina, kapal tersebut dijadwalkan akan diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan Filippina pada Jumat (13/5). Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang melepas kapal tersebut mengapresiasi manajemen PT PAL yang mampu memenangi tender pengadaan kapal perang internasional sekaligus mampu menyelesaikan pesanan tersebut tepat waktu.

“Bangsa ini terbukti dapat mengekspor kapal yang lebih baik dan canggih, sebab itu semua dapat dilakukan selama kita mau bekerja keras, serius dan fokus," kata JK, dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (8/5).

Ia meminta agar PT PAL terus mengembangkan kemampuan teknologi perkapalan yang dimilikinya dan lebih gencar lagi dengan masuk ke sejumlah pasar kapal dunia, salah satunya di kelas menengah. Direktur PT PAL Firmansyah Arifin mengatakan ekspor perdana kapal perang yang dilakukan perusahaannya tersebut telah menarik perhatian beberapa utusan negara, termasuk di wilayah Timur Tengah yang ingin memesan kapal serupa.

"Beberapa utusan negara Eropa dan Timur Tengah tertarik untuk memesan kapal sejenis SSV, semoga hal ini dapat mengangkat citra Indonesia," ucapnya.

Tuesday, May 3, 2016

Sektor Industri Sumbang Rp 85,9 Triliun Realisasi Investasi Triwulan I

Investasi sektor industri merupakan salah satu motor yang mendorong pertumbuhan realisasi investasi triwulan pertama 2016. Lima sektor teratas realisasi investasi adalah bagian dari sektor industri dengan kontribusi realisasi investasi mencapai Rp 85,9 triliun atau mencapai 58,6% dari total realisasi investasi.

Dominasi sektor industri tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk menarik minat investasi berkualitas yang memberikan nilai lebih bagi sumber daya alam maupun meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa sebagian sektor industri yang berada di daftar teratas adalah sektor padat karya.

"Salah satunya adalah industri makanan yang menyumbang realisasi investasi Rp 15,4 triliun atau setara dengan 10,5%," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (4/52016). Selain industri makanan, yang investasi di sektor industri lainnya adalah industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan dengan nilai investasi Rp 27,5 triliun setara dengan 18,7%, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi sebesar Rp 19 triliun (13%). Kemudian, industri alat angkutan dan transportasi lainnya sebesar Rp 12,2 triliun (8,3%) dan industri logam dasar, barang logam dan elektronik sebesar Rp 11,8 triliun (8,1%).

Menurut Franky, industrialisasi sektor investasi tersebut mayoritas berasal dari realisasi investasi penanaman modal asing (PMA). Tercatat PMA yang masuk dari lima sektor industri teratas tersebut mencapai US$ 4,8 miliar atau setara dengan Rp 67,3 triliun.  "Kontribusi sektor PMDN sisanya sebesar Rp 18,6 triliun atau sekitar 21% dari total keseluruhan investasi di lima sektor industri tersebut," jelasnya.

Franky menambahkan bahwa upaya pemerintah untuk mendorong sektor-sektor industri terutama yang masuk dalam sektor prioritas seperti industri padat karya, industri berorientasi ekspor, industri substitusi impor dan industri hilirisasi mineral akan terus diupayakan.  "Dukung terhadap industri padat karya dilakukan secara strategis untuk mendukung penciptaan lapangan kerja, seperti industri makanan, untuk industri hilirisasi mineral juga strategis termasuk terhadap dukungan investasi di bidang usaha smelter," lanjutnya.

Angka realisasi investasi triwulan pertama (periode Januari-Maret) tahun 2016 tercatat sebesar Rp 146,5 triliun meningkat 17,6% dari periode sebelumnya sebesar Rp 124,6 triliun. Pencapaian realisasi investasi tersebut telah memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia, terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 50,4 triliun, naik 18,6% dari Rp 42,5 triliun pada periode yang sama tahun 2015, dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 96,1 triliun, naik 17,1% dari Rp 82,1 triliun pada periode yang sama tahun 2015.

Wednesday, April 13, 2016

Pengusaha Kosmetik Tolak Pengenaan Cukai Pada Kemasan Plastik

Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menolak rencana Pemerintah yang akan mengenakan cukai terhadap kemasan plastik. Pembebanan ongkos produksi yang semakin mahal merupakan faktor utama asosiasi menolak wacana tersebut. Ketua Umum Perkosmi, Nurhayati Subakat beralasan biaya kemasan plastik pada ongkos produksi kosmetik memiliki proporsi yang besar. Bahkan, proporsinya bisa mencapai 50 persen pada beberapa produk.

"Kami 100 persen menolak wacana tersebut karena kemasan plastik merupakan salah satu komponen utama di dalam produksi kosmetik. Takutnya nanti produk kami malah tidak bersaing dengan barang impor," ujar Nurhayati ditemui di Kementerian Perindustrian, Rabu (13/4).

Apabila dilihat dari sisi penerimaan negara, tambahnya, kebijakan tersebut juga tidak akan efektif karena ia yakin pengusaha pasti akan ada yang menghindari kewajiban cukai. Sementara jika dilihat dari sisi tujuan pengenaan cukai yang ingin mengendalikan penggunaan plastik, ia mengatakan hal itu tidak tepat sasaran.

"Kalau memang ingin mengurangi penggunaan kemasan plastik, lalu nanti kami akan pakai apa? Belum ada substitusi yang pas untuk kemasan plastik ini. Kalau nanti kami beralih pakai kaleng, itu tidak efisien. Kalau ganti kemasan pakai kertas, nanti diprotes lagi karena bikin hutan jadi gundul," ujarnya.

Apalagi menurutnya, saat ini konsumsi plastik di Indonesia sebesar 12 kilogram (kg) per kapita masih belum besar seperti negara-negara lainnya. Ia mencontohkan Malaysia yang memiliki konsumsi plastik 40 kg per kapita dan Amerika Serikat dengan jumlah 100 kg per kapita. "Negara-negara itu konsumsinya jauh lebih besar dibanding Indonesia, tapi apa mereka kenakan cukai? Tidak kan. Apalagi industri kosmetik ini penggunaannya sangat sedikit sekali dibandingkan penggunaan industri lain," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana memungut cukai untuk kemasan plastik. Rencananya, hal itu akan diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016. Kemenkeu beralasan, kebijkan ini untuk mengendalikan pemakaian plastik guna menjaga kelestarian lingkungan.

“(Perluasan obyek cukai) ini masih didiskusikan. Intinya nanti akan mencakup semua jenis yang memakai kemasan, bukan hanya botol (minuman) plastik. Kayak (kemasan) minyak goreng, oli itu nanti juga kena, tidak hanya minuman," tutur Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro Selasa lalu.