Pages - Menu

Showing posts with label pameran. Show all posts
Showing posts with label pameran. Show all posts

Monday, November 4, 2024

Transaksi Festival Syariah Tembus Rp 1,85 Triliun dalam 3 Hari

 Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang dilaksanakan mulai tanggal 30 Oktober-3 November 2024 hari ini. Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi pada gelaran tersebut mencapai Rp 1,85 triliun.

Nilai tersebut berasal dari komitmen kerja sama keuangan syariah sebesar Rp 1 triliun, komitmen dan realisasi pembiayaan Rp 641 miliar, serta komitmen dan realisasi perdagangan sebesar Rp 295 miliar. Adapun jumlah pengunjung mencapai 1,43 juta orang, baik offline maupun online. Sementara itu, omzet penjualan ritel mencapai Rp 115 miliar.

"Kemudian juga dari kegiatan business matching maka ISEF 2024, alhamdulillah telah sukses mencatat hampir Rp 2 triliun berupa yang satu adalah komitmen dan realisasi pembiayaan sebesar Rp 641 miliar kedua komitmen dan realisasi perdagangan sebesar Rp 295 miliar dan yang ketiga komitmen kerjasama ekosistem keuangan syariah sebesar Rp 1 triliun," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam acara Closing Ceremony, di JCC Senayan, Jakarta Pusat.

Destry mengaku takjub saat melihat antusiasme yang luar biasa dari pihak-pihak yang terlibat, baik dari peserta maupun narasumber. Gelaran kali ini diisi dengan total 71 acara, seperti sebanyak 17 seminar forum domestik dan internasional, ada 20 fashion parade, tabligh akbar, 4 acara untuk kajian, 10 di sesi talk show, hingga family run.

Dia menjelaskan alasan pihaknya menggelar banyak acara pada ISEF 2024 ini. Menurutnya, ISEF 2024 bukan hanya menjadi wadah bagi pelaku ekonomi dan keuangan syariah untuk memasarkan produknya, tapi juga beberapa kegiatan yang tujuannya adalah mendorong akses pelaku ekonomi dan UMKM syariah, khususnya terhadap pembiayaan dan pasar global melalui kegiatan business matching.

"Pencapaian ini tidak akan mungkin terlaksana tanpa kolaborasi dan sinergi dari semua pihak yang memanfaatkan waktu, tenaganya, dan juga tentunya dananya untuk membeli produk-produk ekonomi dan keuangan syariah," jelas dia.

Dia berharap penyelenggaraan ISEF dapat memperkuat sinergi antara pihak-pihak terkait dalam rangka menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

"Kita negara dengan penduduk, jumlah penduduk muslim mungkin terbesar di dunia. Tapi sayangnya kan kita masih dalam konteks syariah indeks kita masih nomor 3. Ini PR kita bersama bagaimana kita bisa nantinya menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah. Nah oleh karena itu sekali lagi sinergi, inovasi, digitalisasi, serta compliance terhadap syariah Itu menjadi strategi penguatan ekosistem syariah Indonesia yang harus kita mulai hari ini secara lebih mendalam sampai ke depannya," terangnya.

Tuesday, November 14, 2017

Cara Membedakan Mutiara China Dengan Mutiara Asli Indonesia

Mutiara China telah beredar di Indonesia. Produk yang beredar itu adalah mutiar air tawar yang masuk ke Indonesia lewat Lombok, NTT. Mutiara impor ini dianggap merugikan produk mutiara laut lokal karena harga jualnya yang sangat rendah. Pasalnya, tak hanya memiliki harga yang murah, kualitas mutiara air tawar dari China juga tidak sebagus mutiara air laut Indonesia.

Lantas, bagaimana cara membedakan produk mutiara air tawar asal China dengan mutiara laut dalam negeri?

Menurut Ketua Umum Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Anthony Tanios pada dasarnya dalam membedakan mutiara impor China dan Indonesia dibutuhkan ketelitian. Sebab, ia menilai, kini mutiara China sulit untuk dibedakan.

"Dari bentukannya agak sulit (dibedakan) karena mereka pakai teknologi, dicemplung, pakai obat jadi bentuk dan cahayanya bagus. Tapi orang yang berpengalaman bisa tahu, bisa lihat," kata Anthony. Ia menjelaskan, ukuran mutiara China berkisar 8 mm - 11 mm. Sementara, ukuran mutiara laut Indonesia lebih besar yaitu 15 mm-17 mm.

Sedangkan untuk cahaya dan warna, ia menilai hampir sama dengan mutiara air laut Indonesia. Namun, cahaya dari mutiara air tawar dari China bisa luntur setelah 1 tahun pemakaian. "Kalau warna sama cahaya itu hampir sama ya, lumayan. Cuma kalau mutiara dari China shiningnya itu nggak alami jadi 1 tahun pemakaian paling sudah luntur," jelasnya.

Namun, kata Anthony, perbedaan yang sangat jelas dapat dilihat dari harga. Sebab, harga jual mutiara air tawar dari China lebih murah dibandingkan mutiara air laut Indonesia. "Orang awam bisa lihat dari harganya. Kalau kalung mutiara cuma Rp 2,5 juta itu dengan banyak butiran itu murah. Mereka kan jual per bijinya Rp 50 ribu-Rp100 ribu, mana ada harga segitu per bijinya. Minimal per bijinya itu Rp 700 ribu-Rp 1 juta," terang Anthony.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Prabowo menambahkan untuk membedakan mutiara air tawar dari China dan mutiara air laut Indonesia bisa dilihat dari shining atau cahayanya.

"Sekilas membedakan sebagai orang awam saya merasa mutiara air tawar tidak bersinar dan berkabut jika dibandingkan dengan mutiara air laut. Kalau yang manik-manik juga itu bundarnya sempurna, tidak ada cacat sama sekali. Yang paling penting dari shining, mutiara lait bersinar dan warna kuning dan putihnya terlihat," terang Nilanto

Kerugian 1 ton/tahun
Anthony menambahkan, pengusaha mutiara mengalami kerugian, sebab pasar produk mereka di dalam negeri 'dimakan' mutiara asal China. Menurutnya, 60% produksi mutiara laut diekspor, dan 40% sisanya dipasok ke pasar dalam negeri.

Dia memperkirakan, 40% produk mutiara untuk pasar lokal lokal itu mencapai 1 ton. "40% itu kira-kira produksinya 1 ton/tahun. Itu ada stok banyak kan dan malah diambil mutiara asal China," jelasnya.  Oleh karena itu, ia berharap pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat menghentikan impor mutiara tersebut.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa setop impor mutiara China. Dampaknya ke kami, tidak bisa menjual mutiara hasil budidaya kami," pungkas Anthony. engusaha mutiara Indonesia mengeluh bisnisnya terancam karena beredarnya mutiara impor dari China. Produk yang masuk dari China adalah mutiara fresh water atau air tawar.

Ketua Umum Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Anthony Tanios mengatakan kehadiran mutiara air tawar tersebut membuat para turis terutama dari mancanegara terkecoh dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan mutiara air laut.  Menurut Anthony, produk mutiara air tawar impor dari China dibanderol Rp 50.000-Rp 100.000 per butir, sementara mutiara air laut lokal dibanderol antara Rp 1 juta-Rp 2 juta per butir.

"Lombok adalah sentra mutiara selama ini, tapi sayang mutiara fresh water dari China yang mereka jual. Dampak ke Kami tidak bisa menjual mutiara hasil budidaya kami" ujar Anthony. Menanggapi hal ini, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Prabowo mengatakan masuknya mutiara air tawar dari China telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

"Ya itu memang betul (masuknya mutiara air tawar China). Beberapa tahun terakhir, Lombok dibanjiri mutiara air tawar," kata Nilanto. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa masuknya mutiara air tawar tersebut pada dasarnya belum diketahui prosesnya. Dan pihaknya mengaku masih mendalami pengecekan terkait hal tersebut.

Pasalnya, masuknya mutiara air tawar dari China seharusnya memiliki kode Harmonized System (HS) tertentu. Namun hingga saat ini belum ada laporan yang menunjukan adanya kode HS mutiara air tawar. "Kita koordinasikan dengan teman-teman di border. Bea cukai sedang cek masih nunggu hasilnya. Selama ini sih belum melihat ada kode HS yang memperlihatkan mutiara air tawar. Seharusnya nggak ada itu tapi kok mereka beredar," terangnya.

"Nah dugaan kita mereka masuk menggunakan kode HS manik-manik, perhiasan imitasi," lanjut Nilanto. Sebagai informasi, kode HS merupakan kode yang tertera pada setiap barang yang akan melintasi negara. Kode HS berfungsi sebagai pengenal dalam perdagangan internasional.

"Kode HS itu ada 8 digit dan 12 digit. Bermacam-macam. Kadang, pelaku usaha importir ini biar menghindari sesuatu atau tidak ingin menunjukkan sesuatu secara gamblang ya mereka bersembunyi menggunakan kode HS yang lain," pungkasnya. Pengusaha mutiara air laut mengeluh bisnis mereka terancam dengan masuknya mutiara impor China. Negeri Panda itu memasok mutiara air tawar lewat Lombok, NTB, salah satu sentra produsen mutiara di Indonesia.

Diduga, produk mutiara China itu masuk ke Indonesia memakai kode produk manik-manik. .

"Nah dugaan kita mereka masuk menggunakan kode HS manik-manik, perhiasan imitasi," lanjut Nilanto Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Prabowo. Saat ini, kata Nilanto, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai mengecek masuknya mutiara air tawar dari China.

"Nah itu sedang kita koordinasikan terus dengan teman-teman di perbatasan, otoritas di border, bea cukai, kita sedang cek. Masih belum keluar, masih tunggu hasilnya," kata Nilanto, Senin (13/11/2017). Pengecekan ini ia lakukan karena pada dasarnya setiap barang impor memiliki kode Harmonize System (HS). Sementara, ia belum pernah mendapat laporan terkait kode HS mutiara air tawar dari China.

"Kalau impor semua barang pasti dilaporkan pada HS. Nah selama ini sih belum lihat ada kode HS yang memperlihatkan mutiara air tawar," sambungnya. Pemerintah pun dikatakan sedang melakukan pengecekan terus menerus terhadap keseluruhan kode HS yang berjumlah 16. Apakah terdapat kode HS mutiara air tawar atau tidak.

"Sekarang kita sedang cek terus 16 kode HS. Ada nggak sih mutiara air tawar. Apakah ada kode HS air tawar impor," pungkasnya. Sebagai informasi, kode HS merupakan kode yang tertera pada setiap barang yang akan melintasi negara. Kode HS berfungsi sebagai pengenal dalam perdagangan internasional.

"Kode HS itu ada 8 digit dan 12 digit. Bermacam-macam. Kadang, pelaku usaha importir ini biar menghindari sesuatu atau tidak ingin menunjukkan sesuatu secara gamblang ya mereka bersembunyi menggunakan kode HS yang lain," tutupnya

Friday, November 20, 2015

Trade Expo Indonesia 2015 Bukukan Transaksi Rp 12 Triliun

Kementerian Perdagangan melaporkan total transaksi pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 mencapai US$ 909,31 juta atau setara dengan Rp 12,48 triliun. Angka tersebut anjlok hampir 36 persen dibandingkan dengan pencapaian pada helatan yang sama tahun lalu US$ 1,42 miliar.Dalam pameran perdagangan yang berlangsung selama lima hari (21-25 Oktober 2015) di Jakarta itu, nilai transaksi produk tercatat mencapai US$ 857,37 juta, naik sebesar 5,29 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu US$ 814,3 juta. Sayangnya, transaksi jasa mengalami penuruan lebih dari 50 persen setelah hanya mencatatkan nilai transaksi US$ 51,94 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengakui perolehan nilai transaksi tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Hal itu terjadi karena pameran kali ini tidak memfasilitasi transaksi investasi dan hanya sebatas penjajakan. Sementara pada pada ajang yang sama tahun lalu, transaksi investasi dimungkinkan dengan realisasi mencapai US$ 500 juta.

"Tahun lalu, pernah transaksi investasi pernah sekitar US$ 500 juta karena mereka (peserta) sebelumnya sudah banyak melakukan komunikasi dengan investornya," ujarnya dalam konferensi pers di Auditorium Utama Gedung Kemendag, Jakarta, Rabu (18/11). Kendati demikian, Nus mengklaim penyelenggaraan TEI tahun ini telah berhasil menembus pasar non tradisional ekspor Indonesia. Tercatat, para pembeli dari negara-negara nontradisional membukukan transaksi tertinggi selama acara berlangsung.

Kemendag merinci, transaksi pembeli asal Malaysia mencapai US$109,62 juta atau 12,78 persen dari total transaksi, diikuti oleh pembeli asal Uni Emirat Arab (UEA) sebesar US$86,24 juta atau 10,05 persen. Menyusul kemudian pembeli Afrika Selatan sebesar US$ 52,01 juta (6,06 persen), Turki US$44,93 juta (5,24 persen), dan Mesir US$42,76 juta (4,98 persen).

“Demikian juga di tahun 2016, kalau seandainya ekonominya sudah mulai recovery kita akan lebih banyak lagi untuk mendapatkan buyers,” ujarnya.Adapun produk yang paling banyak diminati adalah produk tekstil dan produk tekstl (TPT) dengan perolehan transaksi mencapai US$ 154,05 juta atau 17,96 persen dari total seluruh transaksi produk.

Setelah itu diikuti oleh produk furnitur yang menghasilkan transaksi sebesar US$ 116,26 juta (13,56 persen), makanan olahan sebesar US$ 107,99 juta (12,59 persen), kopi sebesar US$ 62 juta (7,23 persen), dan produk kimia sebesar US$ 46 juta (5,36 persen).

Dari sektor jasa, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencatat nilai transaksi terbesar di sektor plantation sebesar US$ 27,86 juta atau 53,82 persen dari total transaksi jasa. Diikuti jasa manufaktur sebesar US$ 12,43 juta (23,93 persen), jasa konstruksi US$ 10,50 juta (20,22 persen), pertanian dan perkebunan US$ 364,32 ribu (0,7 persen), serta hospitality US$ 350,16 ribu (0,67 persen).

BNP2TKI melaporkan peminat sektor jasa terbesar dari Malaysia dengan nilai transaksi sebesar US$ 50,62 juta atau 97,45 persen dari total transaksi jasa. Sisanya dibukukan oleh peminat dari Libya dengan nilai transaksi US$ 23,4 ribu, Irak US$ 194,4 ribu, Uni Emirate Arab US$ 171,6 ribu, dan Ethiopia US$ 115,2 ribu.

Pada gelaran TEI tahun ini diikuti sebanyak 1.046 peserta dan dikunjungi oleh 14.041 pengunjung asal mancanegara. Meskipun jumlah pengunjung turun dari tahun lalu yang mencapai 14.345 pengunjung, tapi jumlah asal negara pengunjung mengalami peningkatan menjadi 129 dari 125 pada TEI 2014. Kementerian Perdagangan kembali menggelar Trade Expo Indonesia yang menjadi ajang pameran perusahaan dengan produk ekspor terbaik dari sektor industri, pertambangan, pertanian, dan kerajinan. Pemerintah menargetkan nilai transaksi Trade Expo tahun ini naik 14 persen dari US$ 622 juta nilai transaksi pameran tahun lalu menjadi US$ 800 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak menjelaskan optimisme naiknya nilai transaksi karena jumlah peserta pameran dan pembeli yang terdaftar meningkat. "Potential buyer yang mendaftar ada 14.220 pembeli dari 102 negara. Sementara tahun lalu hanya 9 ribu pembeli dari 100 negara," ujar Nus Nuzulia, Rabu (8/10).

Pameran yang berlangsung di Jakarta International Expo Kemayoran 8-12 Oktober 2014 itu selalu membuka kesempatan bagi produk terbaik Indonesia untuk masuk ke pasar internasional. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan begitu banyaknya jumlah pengunjung dan pembeli selama pameran berlangsung, membuktikan kualitas produk Indonesia mampu bersaing dan diterima oleh pasar internasional. Pasar Indonesia untuk kelas menengah terustumbuh, sehingga investasi di Indonesia naik dalam beberapa tahun terakhir. "Investasi Jepang dan korea naik 700 persen sejak 2010 sampai 2013. Sehingga produk-produk terbaik pun bermunculan tidak hanya dari perusahaan luar negeri tetapi juga luar negeri yang memenuhi standar ekspor," kata Lutfi.

Tuesday, August 25, 2015

Diskon Lampu LED Motor Hingga 60 Persen Di IIMS 2015 JIExpo Kemayoran

Merek Autovision dan Twiinhead kembali hadir dengan model lampunya yang terkini di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015. CV Sampurna Part Niaga (SPN) sebagai pemegang merek kedua produk tersebut berusaha menjawab kebutuhan para pengendara sepeda motor akan lampu aftermarket yang bermutu.

Untuk pengendara motor berarus listrik DC, tersedia produk Twiinlight LED headlight 12V 16W yang memiliki daya terang 6.000K. Menerapkan teknologi Cree LED 2X5W untuk low beam dan 2x3W tambahan high beam, produk ini memiliki warna 2.000 lumen dan diklaim mempunyai titik fokus yang baik.

"Untuk Twiinhead memang difokuskan untuk produk sepeda motor. Produk ini menjadi jawaban untuk biker yang mencari solusi lampu utama berkualitas dengan harga yang terjangkau serta bergaransi resmi," ucap Andre Chrispian, General Manager SPN, dalam konferensi pers di IIMS 2015, Senin (24/8).

Twiinhead headlight memiliki masa umur pakai hingga 20.000 jam, cara instalasi juga cukup mudah, dan dapat dilakukan sendiri. Untuk harga, SPN memasarkan sebesar Rp 250.000 dengan garansi produk selama enam bulan.

Selain meluncurkan Twiinhead, SPN juga mengenalkan produk terbarunya dari Autovision untuk sepeda motor. Kedua produk ini keluar dalam dua pilihan arus, yaitu AC dan DC. Untuk LED headlight AC 12V memiliki daya 20W dengan daya terang 6.000K, sedangkan untuk arus DC dayanya lebih besar, yaitu 32W.

Kedua produk ini sudah dilengkapi dengan sistem pelepas panas dari badan aluminium dan microfan yang terintegrasi pada rangkanya. Untuk harga, dua produk ini dijual sebesar Rp 300.000 dengan daya tahan penggunaan mencapai 30.000 jam. SPN memberikan masa garansi hingga 12 bulan.

Dalam pergelaran IIMS, Autovision yang membuka booth di Hall C 26-27 memberikan promo diskon menarik bagi pengunjung yang melakukan transaksi selama acara berlangsung. Semua item mendapat diskon mulai 15 sampai 60 persen.

"Diskon ini hanya untuk konsumen yang melakukan pembelian di sini. Tapi, khusus untuk anggota komunitas baik motor dan mobil mendapat potongan lagi hingga 25 persen. Caranya juga cukup gampang, cuma tunjukkan ID komunitasnya saja," tutup Andre.

Selain mobil yang menjadi menu utama, ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 juga merambah komunitas sepeda motor. Wajar kalau semua produsen motor tampil di IIMS 2015 JIExpo Kemayoran, 20-30 Agustus 2015. Dari motor harian matik lansiran Yamaha sampai motor gede alias moge kelas atas macam BMW, Harley Davidson, Ducato sampai Triumph. Motor legendaris asal Inggris, Triumph menghadirkan model terbaru, seperti Rocket III Roadstar dengan mesin berkapasitas 2.294 cc dengan semburan tenaga 146 dk.

Berderet pula para pemain motor alternatif macam Benelli, SOIB, KTM, Husqvarna, dan produk terbaru Italjet, Peugeut Scooter dan Zero Motorcycle bertenaga listrik lansiran Garansindo. APM multi-brand ini juga mulai merambah segmen sepeda motor kelas menengah dan atas.

Khusus di IIMS 2015, Garansindo memainkan program spesial. Menempati lahan khusus di Hall D, Garansindo membangun trek indoor untuk lakukan test ride. Sedangkan untuk tiga tipe motor listrik Zero boleh dites pada jalur test ride di luar ruangan yang memang dibangun khusus untuk uji coba berbagai motor yang dipamerkan di IIMS 2015.

Tiga model motor listrik Zero termasuk produk yang banyak menarik hati para bikers, antara lain karena sangat ramah lingkungan namun bisa mencapai top speed 158 km/jam. Daya tahan baterainya mencapi 8-10 jam dan Garansindo memberi garansi 5 tahun. Tak puas dengan motor standar pabrikan, para bikermania juga bisa menikmati berbagai sepeda motor custom yang dibangun dan dipamerkan sejumlah modifikator terbaik Indonesia. Dari aliran touring maupun sport, dari yang hanya untuk koleksi sampai item yang dijual.

Menempati lahan terbesar untuk kategori sepeda motor, Yamaha Indonesia hadir di IIMS dengan ikon utama para joki tim Movistar Yamaha di MotoGP, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, yang tengah bertarung di Kejuaraan Dunia 2015. Namun, yang menarik adalah program spesial yang disediakan Yamaha untuk konsumen.

Selama IIMS berlangsung, Yamaha memberlakukan down payment (DP) khusus untuk semua produk. Untuk model New Mio M3 125 CW, jika di luar Kemayoran dikenai DP Rp 2.200.000 maka di IIMS cukup bayar DP Rp 800.000. Ada potongan harga Rp 1,4 juta di awal. Lalu, semua produk dari matik sampai sport mendapat discount khusus. Dan, pulangnya masih diberi hadiah langsung oleh Yamaha berupa jam tangan elegan Blue Core, paket TV Kabel Indihome dan parsel spesial. So, beli yamaha di IIMS pasti lebih untung.

Lain lagi kiat BMW Motorrad Indonesia mempromosikan jejeran motor-motor besarnya. Pabrikan Jerman itu mendisplay BMW F800 GT dengan livery motor patroli polisi Jerman berkelir biru muda dan putih. Hanya saja sticker-nya diganti Police, bukan Polizei seperti aslinya. Banderolnya Rp 603 juta. “Tergantung pembeli, livery polisinya dibuat seperti apa. Itu sudah masuk dalam paket. Juga ada bonus merchandise senilai Rp 2 juta,” ujar Agus Iman, staf marketing dalam keterangan resmi, Minggu (23/8).

Tak hanya motor, IIMS 2015 menjadi surganya para biker karena banyak produk pendukung yang tampil. Salah satunya adalah produsen knalpot R9. Benar-benar buatan Indonesia, tapi sudah digunakan oleh dua pembalap tim Gresini Honda di kancah Moto3 2015. Salah satu rider-nya, Enea Bastianini, saat ini berada di 3 Besar klasemen sementara kompetisi Moto3 2015.

Tentu saja yang dijual saat ini adalah produk harian, karena knalpot tim Gresini tersebut dibuat khusus dan prototype.“Tapi, apa yang mereka sudah hasilkan merupakan refleksi kualitas produk kami. Kebangggaan tersendiri karena produk Indonesia punya prestasi di ajang kejuaraan dunia,” ujar Asep Susamto, Manajer marketing R9 dalam kesempatan yang sama.

Asep menegaskan kehadiran mereka sebenarnya lebih fokus pada aspek promosi, namun antusiasme pengunjung IIMS yang besar akhirnya membuka pula transaksi penjualan. Khususnya untuk knalpot motor harian yang dijual dengan variasi harga Rp 850 ribu sampai Rp 1 juta. “Khusus di IIMS 2015 ada diskon 15%,” ujar Asep sembari menegaskan R9 menambah power motor secara signifikan namun tingkat suaranya sudah disesuaikan dengan regulasi yang berlaku untuk motor sehari-hari.

Thursday, August 20, 2015

Jakarta Comic Con Akan Hadir Di JIE Kemayoran Tanggal 25-27 September 2015

Untuk pertama kalinya Jakarta menggelar acara Jakarta Comic Con. Acara ini ingin mengulang kesuksesan Comic Con yang diselenggarakan di Bangkok pada 2014. Jakarta Comic Con akan digelar di Hall C3 Jakarta International Expo, Kemayoran, pada 25, 26, dan 27 September mendatang.

Agenda acara meliputi pameran berbagai studio film dan kanal TV terkenal, bintang-bintang Hollywood, kompetisi cosplay, panel diskusi, cenderamata langka dan mainan. "Jakarta Comic Con akan menjadi acara menarik bagi penggemar film, TV, kartun dan komik," ucap Ong-ard Prapakamol, managing director penyelenggara Jakarta Comic Con, Selasa, 18 Agustus 2015.

Ia mengatakan melalui acara ini potensi perkembangan industri film dan animasi di Indonesia bisa digali. Ong menjelaskan akan ada perpaduan budaya pop Hollywood dan Indonesia. Berbagai studio film maupun kanal televisi mengambil bagian, di antaranya HBO, Paramount, Legion Universal Channels, Soraya Intercine Films, Starvision, dan UIP.

Melalui pesan video, Kelly Hu, salah satu pemeran dalam film X-Men, telah mengkonfirmasi bahwa dirinya akan hadir secara langsung di Jakarta Comic Con untuk menyapa penggemarnya di Indonesia. Selain itu, akan ada Sunny Gho, pewarna komik profesional yang pernah bekerja untuk Marvel dan DC Comics. Pada kesempatan kali ini ia akan mendemonstrasikan bagaimana ia menggambar komik.

Comic Con dikenal sebagai acara internasional utama bagi para penggear buku komik, animasi, dan film superhero. Sejak diadakan pertama kali di San Diego tahun 1970, acara ini telah berkembang menjadi acara peluncuran perdana bagi Hollywood, membantu menciptakan tren dan mempromosikan ketertarikan dunia atas buku komik dan karakter komik. Tiket mulai dijual dua hari sebelum acara dimulai dengan harga Rp 80 ribu.

Friday, August 7, 2015

Indonesian Pearl Festival Diadakan Di Grand Indonesia West Mall Lantai 5

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia dan Yayasan Mutiara Laut Indonesia (YMLI) akan menggelar pameran tahunan mutiara Indonesia bertajuk Indonesian Pearl Festival. Acara yang telah memasuki tahun keliman ini akan dilaksanakan dari tanggal 14-18 Oktober 2015 di Grand Indonesia West Mall Lantai 5, Jakarta, dengan target transaksi penjualan mencapai Rp 25 miliar.

“Tujuan utama acara ini adalah mempromosikan dan memperkuat branding mutiara Indonesia,” kata Direktur Pengembangan Produk Non-Konsumsi Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Maman Hermawan di Jakarta, Jumat (7/8).

Diungkapkan Maman, saat ini pasar mutiara dunia didominasi oleh empat jenis mutiara, yaitu: Mutiara Laut Selatan (South Sea Pearl/SSP) dengan negara produsen adalah Indonesia, Australia, Filipina dan Myanmar; Mutiara Akoya (Akoya Pearl) dengan negara produsen adalah Jepang dan China; Mutiara Hitam (Black Pearl) dengan negara produsen adalah Tahiti; Mutiara Air Tawar (Fresh Water Pearl), dengan negara produsen adalah Tiongkok.

“Selama ini banyak orang Indonesia selaku pemiliki sumber daya mutiara tidak begitu paham mutiara yang digenggamnya itu dari mana,” kata Maman Sementara itu, Indonesia selama ini merupakan merupakan produsen mutiara Indonesia SSP (ISSP), terbesar di dunia yang memasok sekitar 43 persen kebutuhan dunia. Mutiara ini sebagian besar diekspor terutama ke Jepang dan Hongkong dalam bentuk butiran (loose) maupun perhiasan (jewellery).

“Di dunia ini, produksi SSP hanya sekitar 10 – 12 ton per tahun, sementara Indonesia bisa berkontribusi antara 5 ton,6 ton, pernah 7 ton per tahun,” ujarnya. Kegiatan ini bertema “Discover The Exotic East Indonesia” dengan mengangkat Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu daerah penghasil mutiara laut selatan Indonesia.

Peserta IPF ditargetkan sebanyak 60 booth yang terdiri dari pelaku usaha mutiara, ASBUMI, KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi penghasil mutiara dan pengrajin/UKM mutiara, dengan target pengunjung yang berasal dari para pecinta mutiara, wanita profesional, kaum sosialita, para ibu-ibu rumah tangga yang koleksi perhiasannya mulai beralih dari batu pemata ke mutiara.

Rangkaian kegiatan IPF meliputi Sneak Preview, Lelang Mutiara, Opening Ceremony oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Ladies Program, Forum Mutiara, Lomba Desain Perhiasan Mutiara, Talkshow, Fashion Show, dan lain-lain. “Yang menarik pada penyelenggaraan IPF tahun ini, kita kan mengadakan lelang mutiara tapi masih terbatas untuk para vendor domestik di Indonesia,” ujar Maman.

Lelang itu diharapkan bisa menjadi cikal bakal pelaksanaan Lelang Mutiara International atau International Pearl Auction di Tanah Air. Selama ini, lelang mutiara internasional hanya terpusat di Hongkong dan kota Kobe di Jepang.

Sunday, July 5, 2015

Jakarta Fair Kemayoran 2015 Ditutup Dengan Nilai Transaksi Rp.5,5 Triliun

Jakarta Fair Kemayoran 2015 resmi ditutup Minggu malam, 5 Juli 2015i setelah berlangsung selama 38 hari. Upacara penutupan dilangsungkan di panggung utama dihadiri para pimpinan PT Jakarta International Expo serta Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Silviana Murni. "Ini adalah hari puncaknya Jakarta Fair. Hingga hari terakhir, Jakarta Fair berjalan sangat baik," kata Marketing director PT JIExpo, Ralph Scheunemann, di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2015.

Dia mengatakan pelaksanaan Pekan Raya Jakarta kali mencapai nilai transaksi Rp 5,5 triliun. Sebelumnya dia menargetkan nilai transaksi sebesar Rp 5 triliun.  "Kalau tadi saya mendapatkan informasi nilai transaksi Rp 5,5 triliun tapi saya yakin bisa lebih," kata Ralph.

Ia mengatakan kemungkinan nilai transaksi akhir dapat mencapai Rp 5,6 triliun. "Jadi saya pikir pelaksanaan PRJ cukup berhasil," kata dia. Nilai ini merupakan nilai transaksi selama 38 hari pelaksanaan PRJ.

Pada hari terakhir, setidaknya terdapat lebih seratus ribu pengunjung yang berjubel memburu berbagai program diskon dan cuci gudang. Tak sedikit peserta pameran yang memberikan diskon besar-besaran hingga lebih 80 persen menjelang penutupan. Puncaknya, pengunjung dihibur band Kotak dan penyanyi Kikan. Kemudian ditutup dengan meriah dengan pesta kembang api spektakuler.

"Nanti juga ada penyerahan hadiah utama Fortuner dan delapan motor serta penghargaan gerai terbaik dan pemenang karnaval," jelas Scheunemann. Jakarta Fair Kemayoran 2015 diselenggarakan PT Jakarta International Expo bekerja sama dengan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ajang pameran dan hiburan terbesar di Asia Tenggara itu telah diselenggarakan untuk ke 48 kalinya, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Jakarta ke-488. Selain pameran promosi perdagangan, Jakarta Fair Kemayoran 2015 juga diisi berbagai wahana hiburan keluarga, konser musik nonstop 38 hari menghadirkan lebih dari 260 band dan penyanyi top Indonesia serta kontes kecantikan Miss Jakarta Fair.

Keseluruhan kegiatan pameran dan hiburan menempati 13 aula besar, ditambah area Gambir Expo, Gedung Pusat Niaga, Open Space JIExpo, dan area Betawi di depan Gambir Expo, termasuk di antaranya satu aula besar baru milik PT Jakarta International Expo di Hall B3-C3 seluas 10.000 meter persegi. Jakarta Fair 2015 diikuti 2.700 peserta dalam 1.500 gerai.

Sunday, June 7, 2015

Daftar Mal Yang Ikut Jakarta Great Sale Diskon 70 Persen

Festival belanja tahunan yaitu Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2015 kembali digelar. Perhelatan ini akan berlangsung selama lebih dari satu bulan mulai 6 Juni 2015 hingga 12 Juli 2015. Ketua Pelaksana Festival Jakarta Great Sale 2015, Ellen Hidayat mengatakan, pada tahun ini jumlah pusat belanja yang mengikuti FJGS mencapai 78 mal. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang tercatat 75 mal atau pusat belanja.

"Jumlah mal bertambah. Ada beberapa, paling sekitar 3 mal dari tahun lalu," ujarnya saat berbincang di Jakarta, seperti ditulis Minggu (7/6/2015). Ellen mengatakan, penambahan ini karena dalam satu tahun terakhir ada sejumlah mal baru yang dibuka atau menjadi baru anggota dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta.

"Kebetulan ada anggota baru. Kalau malnya buka, kayak di Cikini itu. Kalau daftar jadi anggota, ya jadi anggota kami," kata dia. Berikut daftar mal dan pusat belanja yang ikut dalam gelaran FJGS 2015:

Jakarta Pusat:
  1. FX Lifestyle X’center
  2. Gajah Mada Plaza 
  3. Blok B Pusat Grosir Tanah Abang
  4. Golden Trully
  5. Grand Indonesia Shopping Town
  6. Harco Pasar Baru 
  7. Istana Pasar Baru
  8. ITC Cempaka Mas Mega Grosir
  9. ITC Mangga Dua 
  10. ITC Roxy Mas
  11. Mal Mangga Dua
  12. Mangga Dua Square
  13. Plaza Atrium
  14. Plaza Glodok
  15. Plaza Indonesia
  16. Plaza Kenari Mas
  17. Plaza Senayan
  18. Senayan City
  19. Thamrin City
  20. Jakarta Design Center
  21. Teras Benhil 
  22. Cikini Gold Center

Jakarta Selatan:
  1. Blok M Square
  2. Cilandak Mall
  3. Cilandak Town Square
  4. Darmawangsa Square
  5. Epiwalk
  6. Lippo Mall Kemang
  7. Gandaria City
  8. Grand ITC Permata Hijau
  9. ITC Fatmawati
  10. ITC Kuningan
  11. Kalibata City Square
  12. Kota Kasablanka
  13. Kuningan City
  14. Mal Ambasador
  15. Mal Blok M
  16. Pacific Place
  17. Pejaten Village
  18. Plaza Blok M
  19. Plaza Festival 
  20. Plaza Kalibata
  21. Plaza Mebel
  22. Poins Square
  23. Pondok Indah Mall
  24. Tebet Green
  25. The Plaza Semanggi
  26. Ciputra World Jakarta – Lotte Shopping Avenue
  27. La Codefin Kemang
Jakarta Barat:
  1. Central Park
  2. Lindeteves Trade Center
  3. Mal Ciputra
  4. Mal Matahari Puri Daan Mogot
  5. Mal Taman Anggrek
  6. Mal Taman Palem
  7. Puri X’tertainment Pavilion
  8. Puri Indah Mall
  9. Season City
Jakarta Utara:
  1. Emporium Pluit Mall
  2. La Piazza
  3. Mahaka Sqare
  4. Mal Artha Gading
  5. Mal Kelapa Gading
  6. Mall of Indonesia
  7. Pluit Junction
  8. Pluit Village
  9. Sunter Mall
  10. WTC Mangga Dua
  11. Bay walk Mall
Jakarta Timur:
  1. Arion Mall
  2. Cibubur Junction
  3. Grand Cakung
  4. Lippo Plaza Kramat Jati
  5. Mal Cijantung
  6. Plaza Buaran
  7. Pulogadung Trade Center
  8. Pusat Grosir Cililitan
  9. Tamini Square
Festival Jakarta Great Sale resmi dimulai dengan pembukaan di Baywalk Mall. Mengangkat tema "Jakarta Smart City, Smart Shopping", FJGS 2015 akan digelar 1,5 bulan mulai 6 Juni hingga 12 Juli 2015. Ketua APPBI DPD DKI Jakarta sekaligus Ketua Pelaksana FJGS 2015 Ellen Hidayat mengatakan FJGS adalah program unggulan dan daya tarik wisata DKI Jakarta.

"Kemeriahan FJGS diharapkan dapat menarik wisatawan lokal maupun manca-negara untuk berbelanja di Jakarta. Diharapkan Jakarta bisa menjadi destinasi belanja baik di Indonesia dan menjadi shopping icon," kata Ellen dalam pembukaan FJGS di Baywalk Mall, Pluit, Jakarta Utara, Sabtu. Tahun ini, FJGS diikuti 78 mall dan pusat belanja di Jakarta. FJGS juga kembali menghadirkan pameran produk-produk kerajinan nasional bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) DKI Jakarta dan pameran Usaha Kecil Menengah (UKM).

Produk Dekranasda digelar di gelar di tiga pusat belanja: Baywalk Mall, Puri Indah Mall, dan Grand Indonesia. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta kembali menggelar program tahunan yaitu Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2015 dengan tema "Jakarta Smart City, Smart Shopping". Agenda tersebut merupakan salah satu bagian perayaan HUT Kota Jakarta yang ke-488 tahun ini.

Acara pembukaannya sendiri berlangsung di Main Atrium Baywalk Mall Pluit Jakarta Utara, Sabtu (6/6). Dimana dalam pembukaan Great Sale sendiri dibuka langsung oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Banyak yang bilang saya anti PKL, saya mau mereka mulai tahun depan juga berada di mal, kita akan para PKL untuk ikut program kita yaitu smart city," ujar Ahok dalam sambutannya di pembukaan FJGS di Jakarta Utara, Sabtu (6/6).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua APPBI DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan FJGS merupakan bentuk apresiasi atas keanekaragaman budaya. FJGS kali ini melibatkan 78 mal/pusat belanja di DKI Jakarta. Acara tersebut dimulai sejak 6 Juni hingga 12 Juli 2015. "Rangkaian acara FJGS 2015 ini memang dibuat meriah, guna menarik minat masyarakat untuk berbelanja dan berharap pendapatan para tenant dan retailer dapat meningkat serta kenaikan jumlah pengunjung mencapai 30%-40%," ujar Ellen di Jakarta, Sabtu (6/6).

FJGS tahun ini kembali menghadirkan produk-produk kerajinan nasional bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) DKI Jakarta dan pameran Usaha Kecil Menengah (UKM). "Kami optimis untuk dapat mencapai target kurang lebih Rp 14,3 Triliun selama FJGS berlangsung," ujar Ellen. Salain itu, PD Pasar Jaya sebagai pengelola pasar tradisional di Jakarta juga mengadakan penjualan murah setiap hari Sabtu untuk kebutuhan pokok sembako yang tersebar di 10 PD Pasar Jaya di Jakarta.

Selanjutnya, FJGS juga menggelar pameran Jakarta Kreatif yang menampilkan berbagai kerajinan tangan dari pengerajin asli DKI Jakarta untuk nantinya bisa menjadi cinderamata bagi para wisatawan nasional maupun mancanegara yang berkunjung ke Jakarta.

Sunday, May 31, 2015

Pedagang PRJ Senayan Rugi Jutaan Rupiah ... Ahok Mengaku Tidak Tahu Tentang PRJ Senayan

Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan diwarnai keributan berupa protes dari para pedagangnya. Mereka berkumpul dan mencari panitia acara karena mengalami kerugian jutaan rupiah sejak diresmikan oleh Wagub DKI Djarot S Hidayat pada Sabtu (30/5) kemarin. "Kita lagi berkumpul di sekretariat Gelanggang Kolam Renang Senayan untuk menyelesaikan masalah ini," kata salah satu penyewa stand bernama Ayu saat dihubungi, Minggu (31/5/2015).

Ayu menuturkan ada puluhan pedagang yang telah menyewa stand berkumpul di sekretariat itu untuk menunggu panitia. Namun, menurut Ayu, tak ada satupun panitia yang terlihat di lokasi. "Dibilangnya gratis tapi kita ditarik Rp 2 juta, untuk kebersihan dan listrik mungkin," ujar Ayu. Puluhan pedagang lalu berkumpul pada pukul 20.00 WIB, mereka mencari panitia untuk meminta pertanggungjawaban sesuai janji pihak penyelenggara. Menurut Ayu, akibat sepi pembeli dan listrik yang tidak mengalir ke sebagian besar stand dari 300 stand yang disediakan, pedagang makanan mengalami kerugian yang besar.

"Yang jual makanan itu kan perlu freezer dan lain-lain, itu ada yang harus bayar Rp 5 juta. Jadi makanannya basi semua. Para penyewa stand minta sekarang minta uang kembali. Nggak ada lampu, panitia nggak angkat telepon. Kita sudah komplain tapi nggak ada apa-apa dari panitia," ucap Ayu.

Walau begitu, aksi protes tersebut tidak berjalan anarkis. Para pedagang hanya berkumpul di sekretariat Gelanggang Kolam Renang Senayan untuk bertemu panitia. Aksi ini sempat membuat sejumlah pengunjung mengira ada kericuhan yang tengah terjadi. Sebanyak 800 UKM ikut meramaikan acara PRJ Senayan 2015. Acara yang diadakan di Parkir Timur Senayan ini memang sengaja dijadikan ajang pemberdayaan UKM yang ada di sekitar area Jabodetabek. Setiap pedagang yang ikut meramaikan dikenakan iuran sebesar Rp 2 juta, dan penyelenggara acara ini adalah pihak swasta.

Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) sempat mengaku sang Wakil, Djarot Saiful Hidayat, tidak berkoordinasi dengan dirinya mengenai Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 yang digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat. Menurut Ahok, Djarot pun sudah memberikan konfirmasinya. "Udah, udah. Memang Wagub ijinkan, untuk memenuhi sebagian orang yang ingin coba. Padahal kita udah pernah coba ya silakan saja," ujar Ahok usai Pencanangan HUT Jakarta ke-488 di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakbar, Minggu (31/5/2015).

Mantan bupati Belitung Timur itu pun menyatakan tidak masalah dengan digelarnya versi tandingan PRJ Kemayoran tersebut. "Kita nggak masalah, toh di PRJ di Jakarta Fair juga menyediakan UMKM, tapi ada yang pengen gayanya pasar malam. Ya nggak apa-apa," kata Ahok. Senada dengan Ahok, Djarot menyatakan sudah melapor mengenai penyelenggaraan PRJ Senayan. Mengenai PRJ Senayan yang masih tetap sepi meski sudah digratiskan, kata Djarot, itu merupakan tantangan bagi penyelenggara.

"Sudah (lapor). (Ahok) Sudah tahu. Nggak masalah," ucap Djarot."(PRJ Senayan masih sepi) Itu kan usaha dia. Supaya mereka juga berpromosi yang bagus. Itu kan mereka kelanjutan dari Ancol. Substansinya adalah kita berikan ruang pada UMKM, ya sudah bagus kan sebetulnya. Tentang itu sesuai atau tidak, ya ini bagaimana promosi penyelenggaranya," pungkas politisi PDIP tersebut.

Sebelumnya, Ahok mengatakan PRJ Senayan tidak pernah dibicarakan dalam rapat pimpinan (Rapim) oleh Djarot. PRJ Senayan tersebut diadakan mulai Sabtu (30/5) hingga Jumat (5/6) depan. "Itu Wagub yang izinkan, saya tidak tahu-menahu. Tidak pernah dibawa ke Rapim. Jadi kalau soal tersebut tanya ke Wagub saja," aku Ahok kepada wartawan, Sabtu (30/5).

Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tahu-menahu soal acara Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 yang diadakan di Parkir Timur Senayan, Senayan, Jakarta Pusat. Dirinya mengungkapkan, acara tersebut diizinkan oleh Wagub Jakarta Djarot Saiful Hidayat tanpa sepengetahuan dirinya.

"Itu wagub yang izinkan, saya tidak tahu-menahu," ujar Ahok kepada wartawan, Sabtu (30/5/2015). Ahok menerangkan, dirinya juga tidak mengetahui apa dasar Wagub Djarot menyelenggarakan acara tesebut. Menurutnya, acara tersebut tidak pernah dibicarakan dalam rapat pimpinan (Rapim). "Tidak pernah dibawa ke Rapim. Jadi kalau soal tersebut tanya ke wagub saja," tegas Ahok.

Walau tidak dibicarakan dengan dirinya, acara yang diramaikan 800 UKM itu tidak akan dihentikan oleh mantan politisi Gerindra itu. "Biar saja sudah berlangsung. Kamu tanya sama wagub saja soal detail acara. Dia gak lapor saya," tutupnya.

Acara Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 diadakan mulai Sabtu (30/5/2015) hingga hari Jumat (5/6/2015). Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (26/5/2015), UKM yang akan membuka stand di PRJ Senayan didatangkan dari lima wilayah di Jakarta dan Kepulauan Seribu dan diharapkan dapat menjadi salah satu jalur pemasaran bagi para UKM dan IKM, sekaligus kesempatan untuk mempromosikan usaha mereka.

Sunday, April 12, 2015

Festival Jakarta Great Sale 2015 Bidik Pendapatan Rp. 14,3 Triliun

PD Pasar Jaya menyatakan kesiapannya untuk turut memeriahkan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2015 dalam rangka menyambut perayaan HUT ibu kota negara ke-488. Bentuk partisipasinya adalah dengan memberikan diskon harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) di sepuluh lokasi pasar tradisional di lima wilayah kota Jakarta.

“Jakarta Great Sale kali ini tidak hanya dirasakan oleh (masyarakat) menengah ke atas, (masyarakat) menengah ke bawah juga akan merasakan,” tutur Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis ketika ditemui usai menghadiri jamuan makan malam bersama Gubernur DKI Jakarta dan mitra FJGS 2015 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/4).

Salah satu kebutuhan pokok yang sudah dipastikan akan mendapatkan diskon adalah beberapa varietas beras, yang belum dapat dibocorkan oleh Djangga. Adapun perkiraan diskon yang akan diberikan paling tidak sebesar 20 persen. Karena waktu pelaksanaan FJGS 2015 bertepatan dengan musim liburan dan mendekati hari raya lebaran bagi umat Muslim, lanjut Djangga, PD Pasar Jaya sudah mulai mempersiapkan lonjakan permintaan khusus beras.

“Makanya mulai dari sekarang kita sudah mulai kerjasama untuk menyediakan itu. (Dengan) Bulog (Badan Urusan Logistik) iya dan Koperasi Tani Kuno dari Lampung,” tutur Djangga. Kendati demikian, Djangga belum dapat menyebutkan alokasi jumlah beras yang rencananya akan mendapatkan diskon. Adapun untuk diskon kebutuhan pokok lain masih dievaluasi besarannya oleh PD Pasar Jaya.

Sebagai informasi, perhelatan FJGS 2015 akan berlangsung dari 6 Juni-12 Juli dan diikuti oleh 78 pusat perbelanjaan di Jakarta. Diharapkan kegiatan ini dapat menarik minat pembeli baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program tahunan Festival Jakarta Great Sale 2015 (FJGS) dalam rangka menyambut perayaan HUT ibu kota negara ke-488. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta kembali dipercaya sebagai pelaksana perhelatan ini untuk ke-tujuh kalinya.

"Tentunya kegiatan ini akan melibatkan banyak bisnis dari mulai pengusaha pusat belanja, peritel dan UKM (Usaha Kecil Menengah) tentu akan terlibat," ungkap Ketua Pelaksana FJGS 2015 Ellen Hidayat dalam acara jamuan makan malam bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumat (10/4)

Festival Jakarta Great Sale 2015 yang akan diselenggarakan pada 6 Juni hingga 12 Juli 2015 mendatang diharap menjadi wadah berjualan bagi para pengusaha usaha kecil dan menengah di Indonesia, khususnya Jakarta. Harapan tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sesaat setelah membuka acara jamuan makan malam dengan para pengusaha dan panitia FJGS 2015 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/4) malam.

"Kita harap produk-produk lokal kita yang kreatif, UKM kita (di bidang) fashion, produk makanan, kemudian produk-produk lain terutama pakaian itu bisa mengisi pasar (FJGS 2015)," ujar Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan lebih lanjut bahwa FJGS 2015 dapat menjadi ajang kerjasama yang bagus antara para pemilik UKM dengan pusat perbelanjaan di Jakarta dalam menyambut era keterbukaan pasar tahun ini.

Penyelenggaraaan FJGS 2015 juga ditargetkan dapat menarik minat dan perhatian para turis asing agar bersedia datang ke Ibukota pada tahun ini. Apalagi, menurut Ahok, jumlah pusat perbelanjaan yang banyak di Jakarta telah menjadi satu daya tarik sendiri bagi wilayah Ibukota, jika dapat dimaksimalkan keberadannya.

"Kita sekarang bicara menghadapi pasar global. Nah orang Indonesia juga tidak perlu ke luar negeri untuk belanja. Minimal, orang luar negeri tuh minat ke Jakarta. Ada 77 mall besar di Jakarta loh. Kalau kita punya transportasi bagus, dapat memberi diskon pajak, ini bisa jadi wisata belanja loh Jakarta," kata Ahok. "Jakarta tuh wisata belanja dan makannya yang luar biasa sebetulnya. Makanya kita sangat mendukung (penyelenggaraan FJGS 2015)," ujar Ahok.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program tahunan Festival Jakarta Great Sale 2015 (FJGS) dalam rangka menyambut perayaan HUT ibu kota negara ke-488. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta kembali dipercaya sebagai pelaksana perhelatan ini untuk ke-tujuh kalinya.

"Tentunya kegiatan ini akan melibatkan banyak bisnis dari mulai pengusaha pusat belanja, peritel dan UKM (Usaha Kecil Menengah) tentu akan terlibat," ungkap Ketua Pelaksana FJGS 2015 Ellen Hidayat dalam acara jamuan makan malam bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumat (10/4).

Diharapkan, tahun ini transaksi yang terjadi dapat mencapai Rp 14,3 triliun atau meningkat 10 persen dari total transaksi tahun lalu yang mencapai Rp 13 triliun. Hal tersebut didukung oleh periode pelaksanaan FJGS yang bersamaan dengan masa liburan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program tahunan Festival Jakarta Great Sale 2015 (FJGS) dalam rangka menyambut perayaan HUT ibu kota negara ke-488. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta kembali dipercaya sebagai pelaksana perhelatan ini untuk ke-tujuh kalinya.

"Tentunya kegiatan ini akan melibatkan banyak bisnis dari mulai pengusaha pusat belanja, peritel dan UKM (Usaha Kecil Menengah) tentu akan terlibat," ungkap Ketua Pelaksana FJGS 2015 Ellen Hidayat dalam acara jamuan makan malam bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumat (10/4).

Ellen berharap FJGS dapat menjadi ikon belanja Jakarta dan Indonesia yang mengundang tak hanya wisatawan lokal tetapi juga warga negara tetangga.  Mengambil tema "Jakarta Smart City, Smart Shopping" FJGS 2015 berlangsung dari 6 Juni-12 Juli dan diikuti oleh 78 pusat perbelanjaan di Jakarta.  "Selain potongan harga dan promo-promo menarik dalam FJGS ini maka para shoppers akan merasa puas dengan produk-produk berkualitas bagus, model yang up to date dan dengan harga yang bersaing," tambah Ellen yang juga Ketua APPBI DPD DKI Jakarta.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini, 10 pasar tradisional (PD Pasar Jaya) juga akan memberikan diskon kebutuhan sembilan barang pokok (sembako). Diharapkan, tahun ini transaksi yang terjadi dapat mencapai Rp 14,3 triliun atau meningkat 10 persen dari total transaksi tahun lalu yang mencapai Rp 13 triliun. Hal tersebut didukung oleh periode pelaksanaan FJGS yang bersamaan dengan masa liburan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Seperti tahun-tahun sebelumnya FJGS 2015 ini akan memberikan program belanja berhadiah melalui "FJGS Shopper Card" yang berlangsung dari 6 Juni -7 Juli 2015. Pengundian FJGSShopper Card 2015 akan digelar di Senayan City pada 8 Juli.

Selain itu, dalam ajang pesta diskon ini juga akan dimeriahkan dengan Midnight Shopping secara serentak di 16 pusat belanja di Jakarta pada 19-20 Juni dan 26-27 Juni. Penawaran diskon hingga 70 persen bagi brand-brand ternama dapat ditemukan selama program ini berlangsung.

Dengan adanya penawaran ini akan meningkatkan jumlah pengunjung mal sebanyak 20 persen sekaligus meningkatkan pendapatan pajak daerah.

Pembukaan dan penutupan FJGS akan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta pada 6 Juni di Baywalk Mall yang dimeriahkan dengan pesta kembang api. Selain itu, akan ada gelaran fashion show dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) DKI Jakarta dan memperkenalkan motif batik Flora dan Fauna serta program sosial donor darah di berbagai pusat belanja. Sementara itu, penutupan kegiatan akan dilaksanakan di Street Gallery Pondok Indah Mall

Profile Brand Bara Silver Pembuat Aksesoris Pernikahan Raffi Ahmad

Bagi pengusaha kerajinan tangan, kreativitas adalah modal yang paling berharga. Kreativitas memungkinkan pengrajin mematok harga jual tinggi hingga mencapai puluhan kali lipat dari biaya bahan baku yang dikeluarkannya, tak terkecuali bagi Putu Sudi Adnyani, pemilik merek aksesoris Bara Silver dari Bali.

“Karena barang seni jadi saya menjual sesuka hati saya. Bisa 10 kali lipat dari modal. Pernah saya punya desain yang saya suka banget, dengan modal Rp 8 juta, saya pernah jual Rp 60 juta,” tuturnya ketika ditemui dalam gelaran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2015 di Jakarta Convention Center, Kamis (9/4).

Wanita yang akrab disapa Bara ini merintis usaha produksi aksesorisnya di Desa Celuk Bali, Kabupaten Gianyar, Bali. Sebuah desa yang terkenal sebagai daerah pengrajin logam di Bali.

Daun, kayu, ukiran yang banyak terdapat di Bali merupakan inspirasi Bara dalam menciptakan aksesoris perhiasan mulai dari kalung, gelang, anting dan cincin. Karena desainnya yang artistik, koleksinya pernah ikut mempercantik pagar ayu pernikahan presenter Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beberapa waktu lalu.

“Dapet order melalu pameran pas bertemu ibunya artis Raffi Ahmad dan tantenya. Jadi saya juga diundang ke pernikahan Raffi dan Nagita di Jakarta dan Bali,” ceritanya. Dalam menciptakan karyanya, Bara menggunakan berbagai bahan logam. Awalnya, koleksinya banyak didominasi oleh logam emas dan perak namun karena kondisi perekonomian yang sedang kurang baik Bara mulai mengakali dengan memanfaatkan logam tembaga, kuningan, dan alpaca.

“Jadi kalau dulu harga jual nya sampai Rp 6 juta-Rp 7 juta, sekarang dengan model yang sama bisa dapat lebih murah, walaupun agak beda dikit, tetap mewah, tetap elegan,” ujarnya.

Harga jual aksesoris perhiasan Bara dibanderol di kisaran ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, tergantung dari bahan dan tingkat kesulitan pembuatan. “Karena saya pernah menjadi guide ketika orang membeli barang yang bukan seni dengan harga yang sangat mahal dia complain kan. Tapi kalau barang seni seperti ini kalau memang suka, dia tidak akan complain,” jelas Bara.

Awal Mula USaha
Berawal dari keisengannya 10 tahun lalu dalam membuat sebuah perhiasan dengan modal Rp 1,2 juta, kini omzet Bara Silver dapat mencapai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar per bulan. Sementara, komponen biaya bahan baku ada di kisaran 20 hingga 30 persen dari total omzet. Tidak jarang bahan baku sudah disediakan oleh pemesan sehingga Bara hanya mengenakan biaya pembuatan.

“Saya bikin dulu (pertama kali) kalau tidak salah modal Rp 1,2 juta. Itu dulu bahannya dari perak, jualnya Rp 1,8 juta,” tuturnya. Dengan dibantu oleh seratus pengrajin dari Desa Celuk Bali serta sepuluh orang pegawai administrasi, Bara melayani pelanggan yang berasal dari dalam dan luar negeri, baik sebagai peritel langsung atau yang akan menjualnya lagi di toko lain, maupun produsen pesanan khusus.

Sebagian kecil produknya ada yang diekspor ke Australia, Perancis, dan Jerman, bergantung dari pesanan. Menurut Bara, dalam 5 tahun terakhir permintaan dari luar tidak terlalu banyak karena kondisi perekonomian sedang tidak baik.

Bara menyarankan, agar pengusaha kerajinan tangan tetap eksis dan dapat dihargai kreativitasnya maka pengusaha harus memiliki banyak jaringan, yang dapat diperoleh dengan aktif mengikuti pameran, serta memperbanyak teman. Selain itu, pengusaha harus jujur dan baik melayani pelanggan.

“Kalau kita sudah jujur dalam memperlakukan customer, mereka tidak akan pindah. Walaupun ada orang menjiplak dari desain kita, ada yang jual lebih murah, customer tetap beli ke Bara,” ujarnya sambil tertawa

Daftar Pemenang INACRAFT AWARD 2015

Kecintaan Stephen Michael Tan (52) pada kerang sejak kecil membuatnya terjun sebagai pengusaha pengrajin kerang asal Surabaya berlabel Fantasea.  Tidak tanggung-tanggung, dalam setahun anggota dari Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Jawa Timur ini membutuhkan sekitar 2 hingga 3 ton kerang.

“Kami (Fantasea) bergerak di kerajinan kerang. Karena Jawa Timur juga banyak pesisir pantai dan kerang-kerang juga ditangkap oleh nelayan jadi limbah setelah dimakan. Daripada dibuang kami pakai saja kerang-kerang itu,” tutur Stephen ketika ditemui di Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) Award 2015 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jumat (10/4) lalu.

Pria berlatar pendidikan arsitek ini mengungkapkan melalui pameran dan penjualan online, Fantasea dapat memasarkan sekitar 60–70 persen produksinya ke mancanegara seperti Amerika Serikat, Italia, Australia, dan Jepang. Sementara sisanya dijual langsung di berbagai gerai, khususnya di Bali dan Jawa Timur. Produk yang dipasarkan berupa hiasan, aksesoris, peralatan makan, maupun perabot rumah tangga.

Stephen memperoleh bahan baku kerang sebagian besar dari dalam negeri khususnya dari Kepulauan Maluku dan Madura, Jawa Timur. Kendati demikian, masih ada kerang yang diimpor dari Afrika maupun negara lain. “Kerang itu hanya ada di negara tertentu, jadi nggak umum ada yang di tempat-tempat tropical itu kerangnya hampir sama tapi kalau di laut dingin atau sub tropic itu kerangnya beda,” ujarnya.

Stephen mengaku omzet dari usahanya mencapai US$ 100 ribu–US$ 200 ribu per tahun, 40 persen diantaranya merupakan biaya produksi. Karena sebagian besar penjualannya dilakukan dengan denominasi dolar, tak ayal pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat beberapa waktu lalu sempat meningkatkan penerimaannnya sekitar 20-30 persen.

Ke depannya, prospek industri kerajinan kerang masih akan gemilang meskipun harus terus meningkatkan kualitas dibandingkan kuantitas mengingat terbatasnya bahan baku. Selain itu, Stephen juga berharap pemerintah dapat membantu mempromosikan dan membina pengrajin kerang,khususnya di daerah pesisir, agar dapat meningkatkan nilai tambah dan kualitas karyanya.

“Saya suka sekali kalau mereka (pengrajin kerang) bisa maju karena seperti program Presiden Joko Widodo ‘back to the sea’, balik ke lautan. Jadi harus betul-betul kasih support misalnya dana atau fasilitas supaya mereka juga bisa sukses,” ujar Stephen.

Karya Terbaik Inacraft Award 2015
Stephen patut berbangga, kerajinan “Tusuk Konde Kerang” produksi Fantasea berhasil dinobatkan sebagai kerajinan tangan terbaik (best of best) dalam ajang INACRAFT Award 2015. “Best of the best adalah pemenang dari semua kategori yang angkanya paling tinggi,” kata Juri Senior INACRAFT Award Rahardi Ramelan usai menghadiri acara penobatan tersebut.

Tusuk konde kerang berukuran 15x2 centimeter buatan Fantasea dengan ujung kerang dan tangkai berbahan resin yang disambung dinilai memiliki estetika tinggi. "(Inspirasinya) kami lihat dari (tusuk konde) yang dipakai oleh ibu-ibu dari luar pakai tanduk dari Vietnam saya pikir kenapa nggak dari kerang juga," tutur Stephen.

Sebagai informasi, kriteria yang harus dipenuhi oleh pemenang Inacraft Award 2015 diantaranya kesempurnaan mutu, mengedepankan identitas budaya, inovasi yang kreatif, ramah lingkungan, dapat dipasarkan, serta memiliki tanggung jawab sosial.

Berikut daftar Pemenang INACRAFT AWARD 2015:

  1. Kategori Keramik: Bowl Kawung Metalic Brown diproduksi oleh Celadona
  2. Kategori Serat Alam: Round Basket diproduksi oleh PT Asiana Trade Perkasa
  3. Kategori Tekstil: Cotton Linen Steam diproduksi oleh CV Tarum Bali Sejahtera
  4. Kategori Kayu: Teak Lamination Stool diproduksi oleh Piguno Furniture
  5. Kategori Batu-batuan: YF Handycraft diproduksi oleh YH Handworks
  6. Kategori Metal: Tempat Obat Nyamuk diproduksi oleh Solaris
  7. Kategori Material Asli Alam yang Lain: Tusuk Konde Kerang (Shell Hair Pin) diproduksi oleh Fantasea (ASEPHI Jatim)
  8. Kerajinan Tangan Terbaik: Tusuk Konde Kerang (Shell Hair Pin) diproduksi oleh Fantasea (ASEPHI Jatim)
  9. Produk Berkembang: Sangke/ Tas Daur Ulang Tutup Gelas Disperindagkop Kabupaten Mesuji Lampung
  10. Produk Berkembang: Daur Ulang Kertas Semen -Kertas Bungkus (Pembina dan Binaan) produksi Kreasi Kertas Semen

Sunday, April 5, 2015

Laporan International Halal Showcase : Produk Halal Kuasai 12 Persen Pangsa Pasar Global

Sebanyak 41 perusahaan Indonesiaberpartisipasi dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2015. Dengan jumlah terbanyak setelah Malaysia, Pavilion Indonesia yang berisi 30 stand berhasil menarik perhatian pembeli internasional. Beragam produk makanan, minuman, suplemen hingga kosmetik halal buatan Indonesia di MIHAS 2015 cukup mendapat perhatian buyer internasional, termasuk Malaysia. Tahun ini pavilion Indonesia meraih potensial transaksi lebih dari $3,5 juta. Jumlah tersebut berasal dari buyer Malaysia, Kanada, Singapura, Dubai dan Jepang.

Ada pula permintaan lain yang datang dari ​pembeli ​Rusia, Saudi Arabia, Filipina dan Myanmar. Kebanyakan produk yang menarik permintaan cukup besar antara lain ikan tuna segar dan kaleng, biskuit, bumbu masak pasta, gula kelapa, rendang, produk kosmetik serta perawatan badan.

Suksesnya produk Indonesia ini merupakan hasil kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, daerah dan perwakilan Indonesia di luar negeri. ​Karena adanya ​dukungan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Riau dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.

Adapun keterlibatan Indonesia dalam MIHAS 2015 bertujuan untuk meningkatkan ekspor produk halal Indonesia ke Malaysia. Disamping itu, sebagai upaya penetrasi pasar halal dunia yang semakin berkembang. Diharapkan hal tersebut bisa ikut meningkatkan eskpor Indonesia ke dunia.

Menurut data tahun 2014, ekspor produk makanan olahan dan kosmetik Indonesia ke Malaysia mengalami kenaikan sebesar 1,58%. Naik dari $918,10 juta menjadi $932,63 juta. Nilai ekspor itu baru sekitar 10,43% dari seluruh nilai ekspor Indonesia ke Malaysia yang berjumlah $8,9 milyar. Sehingga peluang pun masih cukup besar untuk meningkatannya.

Pasar produk halal dunia pun diperkirakan mengalami peningkatan seiring naiknya jumlah populasi muslim dunia. Menurut Global State of Islamic Economic, permintaan produk halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 9,5% dalam waktu 6 tahun ke depan. Permintaan ini dapat meningkat dari $2 triliun pada 2013 menjadi $3,7 triliun tahun 2019. Fakta tersebut menjadikan pasar halal berpotensi dibuat lebih besar oleh pelaku industri barang dan jasa.

Hampir 600 booth hadir di Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2015. Selain Malaysia, Indonesia menjadi negara yang membawa perusahaan terbanyak dalam mengisi pameran halal ini. Ada 232 perusahaan dari 20 negara terlibat dalam MIHAS 2015. Sebanyak 41 perusahaan berasal dari Indonesia. Jumlah ini paling banyak diantara perusahaan internasional yang berpartisipasi.

Beragam produk Indonesia dipamerkan di MIHAS. Makanan, kosmetik, bumbu masakan hingga suplemen dapat ditemukan di pavillion Indonesia. Baik perusahaan besar maupun​ Usaha Kecil Menengah​ ditempatkan dalam satu area yang sama. ​Pengunjung pameran​ tak perlu sulit mencari produk asal Indonesia.

Seperti produk Nutrifood, Bamboe Indonesia, Pondan, Tahu Petis Yudhistira hingga Rendang Cap Tungku. Adapun produk makanan yang dijual antara lain rendang, kopi, kue kering, pempek, mochi, keju, kacang, abon, dan keripik. Terlihat banyak pengunjung pameran yang tertarik dengan makanan Indonesia. Pengunjung silih berganti datang ke pavillion Indonesia untuk mencicipi pempek, rendang kering, keripik singkong dan lainnya.

Perusahaan Indonesia yang hadir didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau, serta Dinas Perindustrian dan Kooperasi Kota Bandung.

Serangkaian konferensi berlangsung pada World Halal Summit (WHS) di Malaysia. Tema ekonomi Islam global juga diangkat dalam kegiatan ini. Termasuk informasi mengenai perkembangan sektor ekonomi halal. Sesi diskusi (Unified Session) pertama dalam WHS mengangkat topik“The State of The Global Islamic Economy.” Pada diskusi ini tiga delegasi dari Amerika Serikat, Malaysia dan Dubai mengulas pertumbuhan ekonomi Islam.

Rafi-uddin Shikoh selaku Founder & CEO Dinar Standard Amerika Serikat memberi presentasi ringkasan data ekonomi Islam global tahun 2014/15. Data didapat dari analisis Thomson Reuters dan Dinar Standard. Menurut Rafi-uddin, banyak terjadi perkembangan halal dalam berbagai bidang. Ini dikarenakan adanya pengaruh nilai Islam dalam gaya hidup konsumen dan praktik bisnis. Termasuk bidang pangan, keuangan, pakaian, travel, media, farmasi dan kosmetik.

Dari data ekonomi Islam global tahun 2013, total pengeluaran sektor pangan dan gaya hidup mencapai $2 triliun dan aset keuangan Islam besar $1,66 triliun. Adapun pasar muslim saat ini mencapai $2,001 milyar (12% dari total pasar global). Potensi pasar muslim tahun 2019 diperkirakan mengalami rasio peningkatan 10,8% yaitu sebesar $3,735 milyar.

Rafi-uddin juga membahas kesempatan untuk pengembangan industri halal dari masing-masing sektor. Di bidang travel misalnya, muslim mengeluarkan $140 milyar atau sebesar 11,6% dari total pasar global untuk outbond travel diluar haji dan umrah.

Dengan rasio pertumbuhan 9%, diperkirakan potensi tersebut bisa mencapai $238 milyar 4 tahun kedepan. Pengembangan bidang pariwisata ini dapat melalui penyediaan makanan halal di luar negara OIC(Organisation of Islamic Cooperation), turisme medis, wisata bisnis dan lainnya. Hal yang sama berlaku pada bidang lain yang melihat kesempatan pengembangan potensi ekonomi Islam baik dari segi industri, keuangan Islam dan kebijakan.


Friday, March 27, 2015

Astindo Fair 2015 Incar Transaksi Rp. 100 Milyar Dari Penjualan Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (Astindo) menargetkan bisa meraup total transaksi Rp 100 miliar selama Astindo Fair 2015 digelar di Jakarta International Expo Kemayoran.

Pameran yang digelar pada 27-29 Maret 2015 itu memasang target untuk menarik 85 ribu pengunjung. "Naik 10 persen dibanding pameran tahun lalu," kata Ketua Astindo Elly Hutabarat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2015.

Untuk mengejar target itu, kata Elly, sebanyak 51 agen wisata, 13 maskapai, 17 badan promosi pariwisata internasional dan domestik, serta sejumlah perusahaan pendukung pariwisata akan menawarkan berbagai paket dan diskon.

Menurut Elly, besaran diskon dan cashback yang ditawarkan ke pengunjung pameran banyak ragamnya."Ada yang kasih diskon 10 persen, 20 persen, dan macam-macam. Harga tiket dari maskapai, akomodasi dari hotel. Travel agent meracik jadi satu paket," kata dia.

Adapun tiga belas maskapai yang bekerja sama dalam pameran ini di antaranya All Nippon Airways, Cathay Pacific Airways, China Airlines, Qantas Airways, Qatar Airways, Saudi Arabia Airlines, Singapore Airlines, Thai Airways, dan Turkish Airlines.

Sementara badan promosi pariwisata yang turut antara lain Cina, Dubai, Fiji, Hong Kong, Jepang, Kalimantan Timur, Keraton Kasepuhan Cirebon, Tanjung Lesung, Korea Selatan, Lombok, Macau, Selandia Baru, Filipina, Sabah, Sarawak, Thailand, dan Turki.

Sunday, March 22, 2015

Daftar Promo Tiket Diskon 50% Pada Garuda Indonesia Travel Fair

Bosan dengan destinasi yang itu-itu saja? Ada yang seru di Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015. Promo tiket diskon hingga 50% ke destinasi pantai di Indonesia. "Sekaligus mendukung pariwisata Indonesia, kami juga akan memberikan diskon hingga 50% ke destinasi yang terkenal dengan wisata bahari termasuk wisata pantai," ujar Direktur Niaga PT Garuda Indonesia, Tbk, Handayani dalam acara Konferensi Pers GATF 2015 di Merak Room, Jakarta Convention Centre (JCC), Senin (23/3/2015).

Promo ini dibuat sehubungan dengan dibukanya banyak rute baru dari Garuda Indonesia. Kebetulan, banyak yang merupakan destinasi bahari. Beberapa di antaranya adalah Nias, Sabang, Meulaboh, Lhokseumawe dan Banyuwangi. Selama 3 hari, traveler bisa berburu tiket murah ke destinasi-destinasi eksotis ini.

"Sekaligus memperkenalkan destinasi Beyond Bali," lanjut Handayani.

GATF 2015 rencananya akan diselenggarakan pada 3 sampai 5 April 2015 di JCC. Disebutkan, traveler bisa mendapat harga terbaik jika membeli tiket liburan selama pameran.

Siapkan waktu dan uang dari sekarang. Karena Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015, akan hadir minggu depan tepatnya di awal bulan April di Jakarta Convention Centre (JCC). Banyak paket liburan dan harga tiket pesawat yang menarik!

GATF hadir kembali. Kali ini akan berlangsung di JCC, Jakarta, dari tanggal 3 sampai 5 April 2015. Dengan tema 'Fly with Style', pihak penyelenggara janji akan memberikan penawaran terbaik.

"Harga tiket terbaik akan kami jual di acara ini," ujar Direktur Niaga PT Garuda Indonesia, Tbk, Handayani dalam acara Konferensi Pers GATF 2015 di Merak Room, JCC, Jakarta Selatan (23/3/2015).

Seperti biasa, akan ada Happy Hour yang diselenggarakan 2 kali setiap hari. Yang pertama adalah pukul 10.00-12.00 dan kedua 18.00-19.00 WIB. Dalam Happy Hour, harga tiket yang dijual akan lebih murah dari jam-jam lainnya.

Acara yang bekerja sama dengan BNI ini juga ingin mengedukasi pengunjung bahwa kemungkinan dapat tiket murah bisa lebih besar jika memesannya jauh-jauh hari. Rentang waktu penerbangan di travel fair ini juga cukup lama yaitu hingga Maret 2016.

"Dengan ini kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menyiapkan liburan secara matang bisa lebih hemat," lanjut Handayani. Tahun ini, GATF diadakan serentak di 17 kota selama 1 bulan yaitu pada bulan April. Beberapa kotanya antara lain, Bandung, Semarang, Ujung Pandang, Medan, Batam, dan Biak.

Bekerja sama dengan BNI, traveler pemegang kartu kredit dan debit BNI bisa masuk secara gratis. Yuk siapkan liburan di GATF!

Monday, March 9, 2015

Inacraft 2015 Diuntungkan dengan Pelemahan Rupiah

Melonjaknya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan ekspor kerajinan tangan. Presiden Direktur PT Mediatama Binakreasi Bramantyo menargetkan kenaikan penjualan di pameran Inacraft 2015 yang khusus menampilkan perabot dan kerajinan tangan lokal.

"Seluruh transaksi, terutama yang ke luar negeri, diharapkan dapat meningkat 10 persen," katanya di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2015.

Transaksi luar negeri Inacraft selama ini mencapai US$ 10 juta, sementara dalam negeri Rp 115 miliar. Bramantyo menilai kurs rupiah yang anjlok dibanding dolar AS tentu membuat harga barang menjadi lebih murah bagi pembeli asing. "Harga lebih murah, daya saing tentu lebih kuat," ujarnya. Saat ini kurs rupiah sudah menyentuh 13 ribu per dolar AS.

Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia--selalu penyelenggara--Thamrin Bustami menuturkan unggulan Inacraft selama ini adalah barang-barang cendera mata,embroidery (sulaman), dan pakaian batik. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan, menurut Thamrin, kerap menjadikan hiasan asal Indonesia sebagai oleh-oleh dan pemberian untuk kerabat di negara asalnya. Barang-barang ini juga menarik minat pembeli asal Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia.

Perabot rumah tangga juga diharapkan meningkat penjualannya. Thamrin mengatakan para pembeli asing seperti IKEA, perusahaan perabot asal Swedia, juga kerap mengunjungi pameran seperti ini. "Kalau menemukan yang menarik, bisa mereka beli kemudian dijual," ucapnya. Dia berharap, selain melejitnya angka penjualan kerajinan, potensi-potensi perajin asal Indonesia dapat lebih dikembangkan lagi.

Inacraft akan diselenggarakan pada 8-12 April 2015 di Balai Sidang Jakarta Convention Center. Sebanyak 1.069 peserta turut berpartisipasi dalam acara tersebut, termasuk sepuluh perajin asing.

Wednesday, March 4, 2015

Pameran Mega Bazaar 2015 Dibuka ... Animo Perusahaan Peserta Menurun dan Pengunjung Sepi

Pameran teknologi informasi Mega Bazaar 2015 digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4-8 Maret 2015. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Mega Bazaar hanya ada di tiga kota, yakni Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta. Di Makassar, penyelenggaraannya pada 4-8 Maret, sedangkan Yogyakarta pada 7-11 Maret.

Pada 2014, Mega Bazaar dapat juga dijumpai di Medan, Surabaya, Semarang, dan Purwokerto. “Pengurangan dilakukan karena karakteristik konsumen dan kondisi venue di setiap kota,” kata General Manager Dyandra Promosindo Ichwan Sofwan di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2014.

Dia mencontohkan di Medan dan Surabaya, konsumen lebih suka membeli gawai di mal dibandingkan dengan di pameran. Sedangkan di Semarang terkendala oleh keterbatasan tempat penyelenggaraan yang terletak jauh dari pusat kota. Lain lagi dengan di Purwokerto yang konsumennya lebih senang berburu gawai di Yogyakarta.

Adapun jumlah perusahaan yang berpartisipasi juga berkurang menjadi 78 dari 136 perusahaan. Hal ini, kata Ichwan, karena banyaknya perusahaan distributor yang melakukan penggabungan dengan perusahaan lain. Meskipun jumlah perusahaannya berkurang, jumlah merek yang dipamerkan meningkat menjadi lebih dari 200 merek. Merek yang dipasarkan antara lain Samsung, Lenovo, Sony, Canon, dan Olympus.

Tema yang diusung tahun ini adalah Technology and Entertainment. Dyandra Promosindo, selaku panitia menargetkan transaksi senilai Rp 475 miliar. “Ini menurun dibanding tahun lalu karena kami realistis dengan harga gawai yang semakin murah,” katanya. Pada Mega Bazaar 2014 lalu, total transaksi yang diraih adalah Rp 678 miliar.

Ichwan menyebutkan saat ini harga telepon pintar dan komputer berada di kisaran Rp 2-7 juta. Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, harga gawai rata-rata di atas Rp 7 juta. Akibatnya, penyelenggara pameran pun pemasukannya menurun. Selain faktor harga, penurunan target disebabkan faktor pengurangan tempat penyelenggaraan.

Pengunjung pameran Mega Bazaar dan Focus di Jakarta Convention Center terlihat belum terlalu ramai pada hari pertama pameran. "Apalagi sempat turun hujan deras tadi," kata Ika, salah satu penjaga booth aksesoris komputer di Hall A, Jakarta Convention Center, Rabu, 4 Maret 2015.

Pameran yang digelar Dyandra Promosindo ini adalah pameran Mega Bazaar dan FOCUS Jakarta Photo & Digital Imaging 2015. Ini merupakan kombinasi pameran gadget terbaru dan kamera yang menjadi tren di dunia teknologi informasi, game dan fotografi. Mega Bazaar tahun ini digelar di tiga kota, yaitu Jakarta, Makassar, dan Yogyakarta. Di Jakarta dan Makassar, Mega Bazaar akan diselenggarakan pada 4-8 Maret 2015. Rangkaian pameran akan ditutup di Mega Bazaar Yogyakarta pada 7-11 Maret 2015.

"Tahun ini Mega Bazaar mengangkat tema 'Technology & Entertainment' untuk menggambarkan peran teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini yang berkembang pesat dan memiliki posisi penting dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap orang di seluruh pelosok dunia," ujar Ichwan Sofwan, General Manager Dyandra Promosindo, di Jakarta Convention Center, Rabu, 4 Maret 2015.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Ernst K. Remboen menyatakan pameran ini turut mendukung perkembangan teknologi informasi di Indonesia, khususnya dalam mempromosikan teknologi baru yang sedang hangat, produk-produk terbaru dari produsen, dan program promosi bagi konsumen.

Bersamaan dengan Mega Bazaar Jakarta, Dyandra juga menyelenggarakan FOCUS Jakarta Photo & Digital Imaging Expo 2015 merupakan pameran fotografi terbesar di Tanah Air. "Pengunjung bisa menyaksikan produk fotografi dari merek ternama, seperti Canon, Nikon, Olympus, Sony, dan Samsung," ujar Marga Anggrianto, Manager IT Division Dyandra Promosindo.

Telepon pintar kelas premium dengan harga selangit rupanya menjadi produk favorit pada pameran teknologi informasi Mega Bazaar di Jakarta Convention Center (JCC). Pembeli rela merogoh kantong dalam-dalam demi mendapatkan produk tersebut. Di gerai Samsung milik Erafone, ponsel Galaxy S5 paling banyak diburu. Harga normal produk ini adalah Rp 6,99 juta. "Galaxy S5 masih banyak peminatnya," kata penjaga di gerai Erafone, Ahmad Rozikin.

Ahmad mengatakan alasan pengunjung umumnya karena modelnya yang mengesankan produk mahal. Galaxy S5 sudah meluncur di Tanah Air sejak awal 2014, dan menjadi salah satu ponsel premium favorit sepanjang tahun lalu. Sejak gerai tersebut dibuka, sudah ada enam unit S5 yang terjual. Model lain yang juga diburu adalah Galaxy A yang dibanderol Rp 6,5 juta. Sedangkan produk favorit lain di gerai Erafone adalah Galaxy A3 yang harganya Rp 3,5 juta, dan Galaxy Grand Prime yang dibanderol Rp 2,499 juta.

Jika membeli produk tersebut menggunakan kartu kredit, terdapat potongan harga hingga Rp 400 ribu. Pembelian dapat dilakukan melalui Bank BCA, BNI, Mandiri, dan Danamon. Sedangkan di gerai OkeShop, produk premium yang paling banyak diburu adalah Samsung Galaxy Note 4. Pembeli harus merogoh kantong sebesar Rp 8,299 juta jika ingin memilikinya. "Orang melihat fitur-fitur yang ada di dalamnya, meski mahal tetap dibeli," kata petugas di gerai OkeShop yang enggan menyebutkan namanya. Di gerai ini, sudah ada lima unit Galaxy Note 4 yang terjual.

iPhone 6 Plus juga menjadi produk yang dicari di gerai OkeShop. Menurut petugas tersebut, seri yang paling banyak dicari adalah yang kapasitasnya 64 gigabita seharga Rp 13,99 juta. Di gerai Telesindo, ada dua produk yang menjadi favorit pengunjung. Pertama adalah HTC E7 yang harganya Rp 7 juta. Sedangkan berikutnya adalah Oppo R5 seharga Rp 6,499 juta. "Masing-masing sudah laku beberapa unit," kata Pedri, petugas di gerai tersebut.

Dia mengatakan keduanya merupakan produk anyar. Namun tidak kalah dibandingkan produk lain yang sudah lebih dulu dipasarkan, seperti Samsung Galaxy S5 dan LG G3. Mega Bazaar 2015 diselenggarakan di Jakarta pada 4-8 Maret. Pameran ini juga diadakan di Makassar pada 4-8 Maret, serta di Yogyakarta pada 7-11 Maret. Tahun ini, Mega Bazaar mengusung konsep Technology and Entertainment.

Tuesday, December 23, 2014

Pameran Roti Internasional Wajib Diikuti Oleh Pengusaha Roti Bila Ingin Bisnisnya Berkembang

Ketua Asosiasi Pengusaha Roti asal Jerman, Peter Becker, menyatakan Indonesia harus banyak ikut pameran roti internasional jika ingin meningkatkan industri roti dalam negeri. Menurut Becker, pameran internasional adalah kesempatan emas para pengusaha untuk mengambil ilmu sebanyak-banyaknya.

"Para pengusaha dapat mencari rekanan baru, pemasok baru, atau sekedar 'mencuri' resep roti-roti ternama pada pameran roti internasional," kata Becker di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2014. Ia mengungkap itu seusai pemaparan festival roti internasional yang akan diadakan di Munich pada September 2015.

Menurut Becker, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan pasar industri roti secara global. Sebab itu, para pengusaha roti harus rajin membawa produk-produk roti Indonesia untuk diperkenalkan ke dunia. "Indonesia punya kekayaan rasa makanan yang luar biasa. Kue-kue lokalnya pun sangat beragam," kata Becker.

Becker menambahkan, pameran internasional juga dapat dijadikan ajang 'culik' tukang roti yang muncul di sana. Sekadar contoh, perusahaannya pernah mendatangkan tukang pembuat tortilla yang ditemui saat ada pameran roti internasional di Meksiko. Tukang tortilla itu dia boyong ke Jerman untuk mengajari tukang rotinya ihwal cara membuat tortilla. Hasilnya, tukang-tukang roti yang bekerja dengannya memiliki satu keahlian lagi, yaitu membuat tortilla dengan mempertahankan rasa aslinya.

Selain itu, melalui pameran internasional, para pengusaha roti juga bisa saling tukar pengalaman terkait dengan pengadaan bahan baku pembuatan roti. Dia mencontohkan kondisi Indonesia yang masih harus bergantung pada Australia untuk impor gandum. Dalam masalah ini, ada banyak pengusaha roti dari berbagai negara yang dengan senang hati menceritakan pengalaman bisnis mereka. "Pengusaha roti Indonesia dapat cari ilmunya tentang bagaimana mencampur dan budi daya gandum sendiri dari cerita mereka," kata Becker.

Becker berharap Indonesia tak terkungkung dalam kawasan pasar yang kecil, seperti Asia Tenggara atau Asia. "Sudah saatnya Indonesia ekspansi bisnis roti ke area yang lebih luas lagi," kata Becker.

Ketua Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia, Chris Hardijaya, mengungkapkan industri roti Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli. Sebab, tenaga ahli pembuat roti kini lebih memilih bekerja di hotel bintang lima ketimbang di pabrik roti.  "Bekerja di hotel dirasa lebih punya prestise ketimbang jadi tukang roti di pabrik," kata Chris di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2014.

Akibatnya, industri roti banyak diisi oleh tenaga kerja yang hanya belajar otodidak tanpa ikut kelas profesional lebih dulu. Walhasil, produktivitas pengusaha roti pun menjadi rendah dan berdampak bagi kelangsungan industri. Padahal, menurut Chris, industri roti dalam negeri membutuhkan tenaga ahli yang dapat memberi inovasi baru bagi produksi roti Indonesia.

Chris menjelaskan, industri roti merupakan industri padat karya yang sistem pengupahannya berbeda dengan ketetapan pemerintah. "Kami yang menentukan sendiri upah mereka berdasarkan keahlian,"

Saturday, November 15, 2014

Mainan Diecast Banyak Peminat Di Indonesia

Pameran mainan diecast, Indonesia Diecast Expo (IDE) 2014, untuk pertama kalinya resmi digelar hari ini di Jakarta. Ketua panitia IDE 2014, Arya Lembana mengungkapkan, antusiasme masyarakat pada mainan diecast cukup besar.

"Ini merupakan yang pertama kalinya penyelenggaraan festival diecast di Indonesia. Tujuannya adalah menjadi barometer untuk industri diecast yang saat ini cukup besar menurut kami," ujar Arya kepada ANTARA News, di Jakarta, Sabtu (15/11).

Lebih lanjut, Arya mengatakan, antusiasme masyarakat pada mainan diecast salah satunya terlihat dari jumlah komunitas pecinta diecast yang hampir tersebar di seluruh Indonesia. Dalam pameran ini saja, kata dia, sekitar 64 komunitas pecinta mainan diecast dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Tasikmalaya (Jawa Barat), Bali, Kalimantan dan Sulawesi, ikut serta.

"Dari 64 komunitas ini, sebanyak 16 komunitas merupakan pencinta jenis diecast mobil. Sementara sisanya, pesawat, kapal laut, sepeda motor dan kereta api," ungkap Arya.

Tak hanya komunitas dari dalam negeri, kata Arya, tetapi juga dari luar negeri yakni, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, turut berpartisipasi dalam pameran kali ini.

Hal ini, menurut dia, bisa saja meningkatkan cakupan pameran diecast yang semula berskala nasional menjadi internasional. Dengan kata lain, pameran ini bisa saja menjelma menjadi ajang internasional yang merupakan agenda wajib para diecaster sejati di dunia.

Mainan diecast sendiri merupakan mainan atau model yang diproduksi menggunakan metode die casting, yakni melalui proses melelehkan logam kemudian dituang untuk dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Mainan yang biasa menggunakan metode die casting biasanya adalah mainan model skala misalnya mobil, motor, pesawat terbang, peralatan konstruksi ataupun kereta api.

Arya mengatakan pelaksanaan IDE 2014, selain bertujuan menjadi barometer untuk industri diecast Indonesia, pameran yang pertama kalinya diselenggarakan ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata Indonesia.

Kemudian, lanjut dia pameran ini juga diharapkan dapat merangkul semua golongan yang berkiprah di dunia diecast.

"Kita rangkul semua golongan yang main diecast, kolektor, seller seller diecast tradisional dan resmi Indonesia. Di sini kami didukung Asosiasi Importir Mainan Indonesia (AIMI), itu adalah distributor resmi dari beberapa merek yang melakukan penjualan di modern channel. Satu lagi, kami juga mengakomodir seller yang kami sebut tradisional, karena mereka biasanya berjualan online dan kalaupun offline, tokonya biasanya sendiri," kata dia.

Indonesia Diecast Expo 2014 diadakan selama dua hari sejak 15 November ini hingga 16 November mendatang di Gedung Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Tuesday, November 11, 2014

Kemenperin gelar Pameran Produk Industri Kulit

Kementerian Perindustrian menggelar Pameran Produk Industri Kulit dan Barang Jadi Kulit 2014 di Plaza Pameran Industri Kemenperin, Jakarta, sejak 11-14 November.

"Pameran ini dapat dijadikan momentum dalam ajang promosi untuk memperluas akses pasar di bidang industri kulit dan barang jadi kulit untuk mampu bersaing di pasar global," kata Dirjen Kerjasama Industri Internasional Agus Tjahajana mewakili Menperin Saleh Husin di Jakarta, Selasa.

Agus mengatakan, saat ini jumlah perusahaan industri penyamak kulit sebanyak 67 perusahaan yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sedangkan, lanjutnya, industri barang jadi kulit saat ini berjumlah kurang lebih 2.135 perusahaan besar dan menengah, yang menyerap 995.315 tenaga kerja dengan total investasi mencapai Rp19,37 triliun.

"Pada 2013, nilai ekspor produk barang jadi kulit mencapai 6,2 miliar dollar AS dengan nilai produksi Rp56,95 triliun dan utilisasi sebesar 59,76 persen," kata Agus.

Menurut Agus, dengan adanya globalisasi perdagangan dunia, dampak yang sangat dirasakan adalah tantangan pada kemampuan daya saing industri nasional di pasar global.

Perjanjian kerja sama perdagangan dengan negara lain membuat persaingan dagang menjadi ketat, sehingga menjadi tantangan yang perlu disikapi dengan cermat oleh dunia usaha nasional.

Agus menyampaikan, dunia usaha dituntut melakukan efisiensi di bidang produksi dan pemasaran, serta memberi nilai positif berupa akses pasar, akses teknologi, investasi dan peningkatan sumber daya manusia.

"Saya mengharapkan industri kulit dan barang jadi kulit ini terus didorong pengembangannya karena memiliki potensi pasar sangat prospektif baik di dalam maupun luar negeri," kata Agus.

Selain sebagai produk fashion, tambah Agus, industri kulit juga digunakan sebagai produk kesehatan, pendidikan dan kesenian, serta banyak digunakan sebagai barang kebutuhan konsumen.