Pages - Menu

Showing posts with label kosmetik. Show all posts
Showing posts with label kosmetik. Show all posts

Tuesday, September 14, 2021

BLP Beauty Andalkan Penjualan Online Saat Pandemi Supaya Tidak Bangkrut

 Kondisi pandemi Covid-19 berdampak buruk pada seluruh sektor ekonomi di Indonesia, termasuk bidang kosmetik. Banyak toko kosmetik terpaksa tutup akibat pandemi. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, setidaknya 1.300 gerai ritel tutup sepanjang tahun lalu akibat himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dampak pandemi tak terkecuali dirasakan Lizzie Parra yang mendirikan BLP Beauty pada 2016 lalu. Sejak awal pandemi, BLP Beauty mengalami pasang surut dalam berbisnis. Namun perlahan pasti berkat strategi yang tepat untuk mempertahankan pelanggan, bisnisnya merangkak naik. Selain melakukan inovasi produk, BLP juga mengandalkan berbagai produk GoTo Financial untuk membantu mengelola administrasi, pembayaran, dan pemasaran bisnisnya.

Lizzie mendirikan BLP Beauty dengan tujuan untuk membuat produk make up lokal yang mampu menjawab kebutuhan perempuan Indonesia. Saat launching pertama kali, brand kecantikan lokal ini menarik antusiasme tinggi dari pelanggan. Stok yang diproyeksikan untuk sat tahun pun habis dalam satu bulan.

Banyaknya transkasi yang mencapai ribuan mengakibatkan website BLP sempat mengalami gangguan dan membuat karyawan BLP kesulitan melakukan verifikasi transaksi manual. BLP kemudian menggunakan Midtrans sebagai payment gateway untuk memproses pembayaran online di websitenya secara otomatis.

Selain itu, bagi BLP, toko offline juga penting untuk menghadirkan pengalaman interaksi langsung dengan brand ke pelanggan. BLP membuka 7 toko offline dengan menggunakan Moka sebagai kasir digitalnya, sehingga stok produk serta laporan penjualan dari semua toko offline dapat dimonitor dari manapun.

Monica Christa, CEO BLP Beauty mengatakan, "Seiring go digital menjadi sebuah keharusan untuk pelaku usaha, investasi di platform digital menjadi penting. Dengan menggunakan produk-produk digital yang tepat, kita bisa hemat waktu dan fokus ke hal-hal yang lebih strategis, karena semua pekerjaan yang manual dan repetitif bisa dikerjakan oleh sistem secara otomatis."

Tantangan baru terjadi ketika PSBB dan PPKM diberlakukan dan toko terpaksa ditutup sementara. Monika menambahkan strategi O2O (offline-to-online) dengan membuka website toko online lewat GoStore, yang bisa diakses lewat berbagai media sosial. Walau pelanggan tidak bisa datang ke mall, mereka tetap bisa bertransaksi dan mendapatkan barang yang otomatis diantar oleh GoSend ke rumah.

Kinerja BLP Beauty dalam mengembangkan bisnis kecantikan tanah air semakin mudah karena kehadiran GoTo Financial, entitas teknologi yang menyediakan layanan keuangan dan solusi bisnis bagian dari Grup GoTo. Hadirnya GoTo Financial ini untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui pembayaran, layanan keuangan dan solusi bisnis di dalam ekosistem ekonomi digital.

GoTo merupakan grup teknologi terbesar di Indonesia yang menggabungkan layanan on-demand, e-commerce, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Untuk bisnis dari berbagai skala, mulai dari UMKM, perusahaan rintisan, hingga korporasi, GoTo Financial menawarkan solusi bisnis lengkap melalui Midtrans (payment gateway terkemuka), Moka dan GoBiz Plus (jaringan Point of Sales terbesar di Indonesia), hingga platform GoBiz dan Selly yang dapat meningkatkan efisiensi usaha online.

Solusi komprehensif tersebut telah terbukti membantu pelaku usaha di mana ada tren kenaikan positif transaksi mitra usaha yang bergabung di ekosistem GoTo Financial, yaitu Midtrans, Selly, Moka, dan GoStore. Sepanjang 2020, jumlah mitra usaha GoTo Financial meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi. Total transaksi juga meningkat hingga hampir enam kali lipat.

Thursday, February 8, 2018

Bank Indonesia : Penjualan Ritel Turun Bulan Januari dan Februari 2018

Survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan ritel pada Januari 2018 tumbuh melambat dibanding bulan sebelumnya. Perlambatan diindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) periode januari 2018 yang tercatat 210,1 atau turun 4,3 persen secara bulanan atau month to month (mtm) dibanding penjualan di bulan sebelumnya yang tumbuh 6,2 persen (mtm). Hal ini, terutama sejalan dengan berakhir periode liburan natal dan tahun baru.

"Penuran penjualan secara bulanan terutama terjadi pada penjualan kelompok perlatan informasi dan komunikasi, sandang, serta makanan, minuman, dan tembakau," tulis Bank Indonesia dalam survei tersebut, dikutip Rabu (7/2).

Kendati melambat secara bulanan, penjualan ritel pada Januari 2018 secara tahunan mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,4 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding bulan seelumnya sebesar 0,7 persen (yoy). Namun, pertumbuhan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Pertumbuuhan penjualan ritel di bulan Januari 2018 terutama didorong oleh penjualan sub kelompok komoditas sandang yang tercatat tumbuh 2 persen (yoy), lebih tinggi dari 1,7 persen (yoy) pada Desember 2017," terang dia.

Pada Desember tahun lalu, pertumbuhan ritel didorong oleh sebagian besar kelompok komoditas, dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. Dalam survei tersebut, BI juga memperkirakan tekanan kenaikan harga bakal terjadi pada Maret 2018. Indikasi tersebut, terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 158,2 lebih tinggi.

Bank Indonesia memperkirakan, penjualan eceran atau ritel pada bulan depan (Februari) akan mengalami penurunan sesuai pola musimannya. Tekanan kenaikan harga juga diperkirakan akan menurun dibanding bulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari hasil survei penjualan eceran BI. Survei tersebut menyebut, Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) pada Februari 2018 sebesar 134,6 atau lebih rendah dibanding bulan ini sebesar 149,1. Sementara itu, penjualan ritel pada Mei diperkirakan akan meningkat, yang terindikasi dari peningkatan IEP menjadi 151.

"Tekanan kenaikan harga pada Februari 2018 diperkirakan turun dibandingkan bulan sebelumnya," ujar BI dalam survei yang dikutip, Rabu (10/1). Menurut survei tersebut, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Februari sebesar 154,9 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya 151. Menurunnya ekspektasi harga tersebut, akibat responden yang sebelumnya memperkirakan adanya kenaikan harga LPG, BBM, dan tarif listrik pada Januari 2018.

Tekanan kenaikan harga pun diperkirakan meningkat pada Mei 2018, seiring meningkatnya IEH menjadi 173,2 karena memasuki periode Ramadan.

Survei tersebut juga menjelaskan, penjualan ritel pada Desember 2017 diperkirakan meningkat dibanding bulan sebelumnya. Kendati demikian, penjualan ritel tersebut masih lebih lambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  Adapun sumber pertumbuhan penjualan ritel pada Desember 2017 berasal dari penjualan makanan, minuman dan tembakau yang tumbuh 7,6 persen (yoy), disertai ritel. Penurunan penjualan kelompok nonmakanan juga mulai membaik dari turun 5 persen pada November menjadi turun 4,4 persen pada Desmber 2017

Tuesday, June 27, 2017

L'oreal Resmi Jual Body Shop Senilai Rp 15 Triliun

Perusahaan kosmetik raksasa L'oreal resmi menjual The Body Shop kepada perusahaan kosmetik asal Brazil, Natura Cosmeticos. Penjualan perusahaan kosmetik ritel tersebut mencapai satu miliar euro atau sekitar Rp15 triliun (kurs Rp14.948 per Euro).

Dikutip dari Reuters pada Selasa (27/6), penandatangan perjanjian jual beli tersebut dilakukan setelah manajemen L'oreal memperoleh masukan dari Dewan Pekerja L'Oreal (L'oreal's Works Council). Rencana penjualan Body Shop sendiri sudah diumumkan secara resmi oleh perusahaan sejak 9 Juni lalu.

Penjualan Body Shop dilakukan L'oreal seiring mulai menurunnya bisnis perusahaan tersebut. Body Shop didirikan oleh pengusaha asal Inggris, Anita Roddick dan menjadi pionir bagi produk kosmetik berbahan dasar alami tanpa pengujian pada hewan.

Namun, bisnis Body Shop saat ini mulai tergerus seiring dengan banyak bermunculannya produk sejenis.

Wednesday, April 13, 2016

Pengusaha Kosmetik Ogah Ikut Program Halal Pemerintah

Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) belum tertarik untuk masuk ke dalam kawasan industri halal yang proses pembentukannya sedang dipersiapkan pemerintah. Asosiasi juga tidak mengharuskan anggotanya memberi label halal pada produknya, terutama bagi perusahaan kosmetik yang berorientasi ekspor.

Ketua Umum Perkosmi, Nurhayati Sibakat mengatakan alur produksi kosmetik dari hulu ke hilir sebenarnya sudah bisa dilakukan secara mandiri oleh masing-masing produsen. Oleh karenanya, produsen kosmetik tidak harus dipaksa untuk berkumpul di satu area tertentu. Hal ini, ujarnya, sangat berbeda dengan proses industri lain, contohnya makanan dan minuman, yang memang membutuhkan integrasi halal dari hulu ke hilir.

"Karenanya, kami pikir tak perlu seekstrim itu untuk membuat kawasan industri halal khusus bagi industri kosmetik. Masalah halal atau tidak halal kan juga tergantung produsennya," jelas Nurhayati ketika ditemui di Kementerian Perindustrian, Rabu (13/4).

Kendati demikian, ia mengakui konsumen di luar negeri saat ini tengah melirik kosmetik halal karena proses produksi dan kualitasnya lebih baik dibanding produk kosmetik yang lain. Menurutnya, preferensi itu muncul karena kosmetik halal tidak diujicobakan kepada hewan dan tidak mengandung alkohol, yang mungkin bisa mengakibatkan alergi pada beberapa konsumen.

Namun, ia mengatakan saat ini Perkosmi masih membidik konsumen domestik sebagai pasar utama, sehingga integrasi proses produksi halal bersama bagi produk ekspor belum terlalu dibutuhkan. Ia mengatakan, 95 persen dari nilai industri kosmetik Indonesia sebesar Rp 60 triliun per tahun masih disumbang dari produk dalam negeri.

Lebih lanjut, ia juga tak pernah memaksa anggota asosiasi untuk menghalalkan seluruh produknya, terlebih bagi berorientasi ekspor. "Dari 500 anggota kami juga ada yang sudah ekspor, namun jumlahnya sangat kecil sekali, dan saya juga tak bisa memperkirakan berapa angkanya," ujar pendiri kosmetik bermerek Wardah tersebut.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian, Imam Haryono mengatakan pemerintah segera membuat kawasan industri halal agar produksi barang-barang halal menjadi lebih efisien. Produk halal disebutnya akan menjadi unggulan karena memiliki citra yang lebih baik, dan kini konsumen asing juga sudah mulai melirik produk-produk ini.

"Kalau produk dilabeli halal kan kesannya lebih baik, lebih tertangani karena mulai bahan baku sampai packaging distribusinya itu terkontrol semua. Penduduk dunia yang muslim 1,8 miliar penduduk, tapi yang non-muslimnya juga mulai punya persepsi kalau produk halal image-nya memang lebih baik," jelas Imam di Jakarta awal bulan ini.

Selain itu, Indonesia juga ingin menjegal Thailand untuk menjadi lima besar pemasok produk halal global pada 2020. Sebagai informasi, nilai ekspor produk halal dunia pada 2014 mencapai US$ 1,1 triliun, sedangkan nilai produk halal Thailand mencapai US$ 6 miliar.

Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor produk kosmetik dan toilettries Indonesia tercatat sebesar US$ 1,56 miliar pada tahun lalu. Angka ini menurun 7,05 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya US$1,67 miliar.

Pengusaha Kosmetik Tolak Pengenaan Cukai Pada Kemasan Plastik

Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menolak rencana Pemerintah yang akan mengenakan cukai terhadap kemasan plastik. Pembebanan ongkos produksi yang semakin mahal merupakan faktor utama asosiasi menolak wacana tersebut. Ketua Umum Perkosmi, Nurhayati Subakat beralasan biaya kemasan plastik pada ongkos produksi kosmetik memiliki proporsi yang besar. Bahkan, proporsinya bisa mencapai 50 persen pada beberapa produk.

"Kami 100 persen menolak wacana tersebut karena kemasan plastik merupakan salah satu komponen utama di dalam produksi kosmetik. Takutnya nanti produk kami malah tidak bersaing dengan barang impor," ujar Nurhayati ditemui di Kementerian Perindustrian, Rabu (13/4).

Apabila dilihat dari sisi penerimaan negara, tambahnya, kebijakan tersebut juga tidak akan efektif karena ia yakin pengusaha pasti akan ada yang menghindari kewajiban cukai. Sementara jika dilihat dari sisi tujuan pengenaan cukai yang ingin mengendalikan penggunaan plastik, ia mengatakan hal itu tidak tepat sasaran.

"Kalau memang ingin mengurangi penggunaan kemasan plastik, lalu nanti kami akan pakai apa? Belum ada substitusi yang pas untuk kemasan plastik ini. Kalau nanti kami beralih pakai kaleng, itu tidak efisien. Kalau ganti kemasan pakai kertas, nanti diprotes lagi karena bikin hutan jadi gundul," ujarnya.

Apalagi menurutnya, saat ini konsumsi plastik di Indonesia sebesar 12 kilogram (kg) per kapita masih belum besar seperti negara-negara lainnya. Ia mencontohkan Malaysia yang memiliki konsumsi plastik 40 kg per kapita dan Amerika Serikat dengan jumlah 100 kg per kapita. "Negara-negara itu konsumsinya jauh lebih besar dibanding Indonesia, tapi apa mereka kenakan cukai? Tidak kan. Apalagi industri kosmetik ini penggunaannya sangat sedikit sekali dibandingkan penggunaan industri lain," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana memungut cukai untuk kemasan plastik. Rencananya, hal itu akan diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016. Kemenkeu beralasan, kebijkan ini untuk mengendalikan pemakaian plastik guna menjaga kelestarian lingkungan.

“(Perluasan obyek cukai) ini masih didiskusikan. Intinya nanti akan mencakup semua jenis yang memakai kemasan, bukan hanya botol (minuman) plastik. Kayak (kemasan) minyak goreng, oli itu nanti juga kena, tidak hanya minuman," tutur Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro Selasa lalu.

Wednesday, October 28, 2015

Peraturan No 87 Keluaran Mendag Thomas Lembong Soal Kosmetik Impor Dinilai Merugikan Pengusaha Kosmetik Dalam Negeri

Pelaku usaha kosmetika termasuk yang protes dan menolak terhadap Peraturan Menteri (Permendag) No 87 Tahun 2015 tentang ketentuan impor produk tertentu yang dibuat Mendag Thomas Lembong. Salah satu yang merugikan pelaku industri kosmetika adalah soal dihapuskannya ketentan verifikasi impor terhadap produk kosmetik di pelabuhan asal.

Dalam pasal 9 Permendag tersebut, bahwa ketentuan verifikasi atau penelusuran teknis impor sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (1) tidak berlaku terhadap impor kosmetika. Verifikasi teknis dilakukan di pelabuhan muat, yang dilakukan oleh surveyor yang ditetapkan oleh menteri perdagangan untuk mengecek produk impor tertentu dari negara asal.

"Untuk sektor kosmetika, verifikasi atau ketentuan penjelasan barang impor dihilangkan. Ini bahaya bagi keamanan pasar dan konsumen, selain juga menjadi kehilangan informasi mengenai perimbangan neraca perdagangan sektoral, jenis barang yang masuk," kata Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAKI) Putri K Wardani.

Ia mengatakan, verifikasi adalah langkah pengamanan dan pengumpulan informasi barang-barang impor yang masuk. Menurutnya banyak sekali manfaat dari verifikasi yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk perencanaan, bagi pemerintah bermanfaat untuk negosiasi perdagangan. "Dengan wajib verifikasi ditiadakan tidak mengetahui produk-produk jenis apa yang masuk ke Indonesia dan dari negara mana. Tujuannya agar industri dalam negeri bisa lebih mempersiapkan strategi dengan baik untuk mengatasi serbuan jenis-jenis barang impor yang masuk," katanya.

Dalam Permendag tersebut, produk impor tertentu yang diatur mencakup 7 produk, antara lain makanan dan minuman, obat tradisional dan suplemen kesehatan, kosmetika dan perbekalan kesehatan rumah tangga, pakaian jadi dan barang tekstil sudah jadi, alas kaki, elektronika, dan mainan anak-anak.

Barang-barang impor tersebut harus memasuki pelabuhan laut tertentu saja saat akan masuk ke Indonesia, di antaranya untuk pelabuhan antara lain Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Soekarno Hatta, Dumai, Jayapura, Tarakan, Krueng Geukuh, dan Bitung. Sedangkan untuk pelabuhan darat yaitu Cikarang Dry Port di Bekasi. Untuk pelabuhan udara yaitu Kualanamu, Soekarno Hatta, Ahmad Yani, Juanda, dan Hasanuddin.

Pintu pemasukan barang impor ini sudah bertambah dari Permendag awal sebelumnya, sehingga peluang barang impor masuk lebih lebar ke pasar dalam negeri. Menurut Putri, kondisi ini sangat merugikan industri dalam negeri. "Kalau saat ini, dengan jumlah pelabuhan masuk impor dibatasi saja barang-barang ilegal banjir di Indonesia (makanan minuman hampir 50%, elektronika 60%, kosmetika 20%) lalu dengan diperbanyak jumlah pelabuhan maka risiko kebocoran menjadi semakin besar. Karenanya kami 7 sektor industri yang terkait 'menolak' Permendag 87. Kami justru ingin pengamanan wilayah perbatasan negara diperketat," katanya.

Putri menambahkan, dengan pembukaan lebih luas pelabuhan tempat importasi masuk yang tadinya hanya 7 menjadi belasan pelabuhan akan lebih mempermudah importasi dan masuknya barang-barang ilegal.  "Kalau sekarang saja aparat belum bisa mengatasi untuk sektor kosmetika sekitar 20% saja barang yang beredar di Indonesia (termasuk yang direct selling dan dijual melalui internet) ilegal, bagaimana dengan diperluasnya jumlah pelabuhannya. Tentu hal ini sudah dapat dipastikan akan memperlonggar importasi dan masuknya barang-barang ilegal," katanya.

Ia mengatakan selain kosmetika, ada 6 industri lainnya yang menolak Permendag ini."Sekali lagi 7 sektor industri yang terkena dampak menolak Permendag 87/2015," katanya.

Friday, July 31, 2015

Laba Perusahaan Kosmetik PT Mandom lndonesia Tbk Meroket 435,8 Persen

Perusahaan komestik PT Mandom lndonesia Tbk mengalami pertumbuhan laba bersih mencapai 435,8 persen menjadi Rp 505,9 miliar pada semester I tahun ini secara tahunan karena menjual kantor dan pabrik. Hingga kuartal kedua 2015, Mandom berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,2 triliun atau tumbuh 5,0 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dimana pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,5 persen sementara ekspor tumbuh 3,7 persen.

Muhammad Makmun Arsyad Presiden Direktur Mandom mengatakan jika dilihat dari kategorinya, kategori perawatan rambut tumbuh 14,2 persen, disusul oleh wangi-wangian yang tumbuh 13,7 persen dan perawatan kulit dan rias tumbuh 0,3 persen. “Sementara kenaikan harga pokok penjualan sebesar 6,7 persen berasal dari kenaikan biaya overhead dan efek melemahnya nilai Rupiah terhadap valuta asing,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7).

Laba kotor tercatat sebesar Rp 455,5 miliar, atau tumbuh 2,2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Laba operasional turun 23,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya seiring dengan kenaikan beban operasional serta beban penjualan yang juga naik untuk mendorong kinerja penjualan produk-produk baru yang telah diluncurkan.  “Laba bersih tercatat Rp 505,9 miliar atau tumbuh 435,8 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini seiring dengan hasil penjualan tanah dan bangunan kantor serta pabrik Perseroan yang berlokasi di Sunter sebesar Rp 500 miliar,” ungkap Muhammad.

Pada Mei 2015, Mandom lndonesia telah merelokasi seluruh kegiatan kantor dan pabrik yang berada di Sunter ke Kantor dan Pabrik Baru yang berada di Kawasan lndustri MM 2100, Jl. lrian Blok PP, Bekasi. Pabrik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan yang telah ditargetkan.

“Saat ini segenap Manajemen dan Karyawan PT Mandom lndonesia Tbk masih berduka atas musibah kebakaran yang terjadi pada tangrgal 10 Juli 2015. Manajemen dan seluruh karyawan bahu-membahu bekerja sama untuk dapat menangani musibah ini dengan baik. Hingga saat ini proses investigasi penyebab kebakaran masih berlangsung,” imbuh Muhammad.

Kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut masih dalam proses perhitungan oleh pihak manajemen. Sebagai informasi, bangunan dan mesin yang terkena dampak dari kebakaran tersebut telah di asuransikan. Kondisi terakhir sampai dengan hari Rabu, 29 Juli 2015, jumlah karyawan yang meninggal adalah sebanyak 21 orang (5 orang meninggal di lokasi kejadian dan 16 orang meninggal dalam perawatan di rumah sakit).

Sementara itu 37 orang karyawan lainnya masih dalam perawatan di B rumah sakit yaitu RS Cipto Mangunkusumo, RSPAD Gatot Subroto, RS Pertamina Pusat, RS Mayapada Lebak Bulus, RS Premier Bintaro, RS Hermina Grand Wisata, RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, dan RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.

Perseroan, lanjut Muhammad, berupaya sekuat tenaga untuk menangani perawatan karyawan beserta keluarga yang menunggu di rumah sakit. Untuk santunan, biaya, dan lain-lain bagi karyawan yang meninggal dunia, Perseroan telah memberikan santunan sebesar Rp 200 Juta kepada keluarga dari karyawan yang meninggal dan Rp 10 juta untuk biaya pemakaman.

“Nilai tersebut di luar hak-hak karyawan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara itu, bagi karyawan yang masih dalam perawatan, Perseroan berkomitmen untuk memberikan penanganan maksimal sampai karyawan sembuh,” katanya.

PT Mandom Indonesia (Tbk) kemarin menghentikan seluruh operasi produksinya akibat kebakaran yang menimpa salah satu pabriknya di Kawasan Industri MM 2100 di Jalan Irian Blok PP, Bekasi. PT Mandom akan kembali beroperasi pada Senin (13/7) besok, demikian menurut pernyataan tertulis PT Mandom (Tbk) yang diterima . Dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Presiden Direktur/CEO PT Mandom Indonesia (Tbk) Muhammad Makmun Arsyad menyatakan bahwa manajemen dan seluruh karyawan sangat berduka cita atas kebakaran hebat yang terjadi kemarin.

Dalam pernyataan itu dijelaskan bahwa kebakaran kemarin terjadi pada pukul 09.118 WIB di area aerosol pabrik. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB. Sejauh ini, akibat kebakaran itu, lima orang meninggal dan dan sekitar 56 orang karyawan luka-luka telah ditangani di beberapa rumah sakit di sekitar Bekasi.

Evakuasi dilalukan oleh pihak yang berwajib, sementara area kebakaran dan yang terdampak juga telah diisolasi. Saat proses pemadam api dan evakuasi, seluruh proses produksi dihentikan dan.  “Manajemen saat ini sedang fokus pada upaya penanganan di lapangan dan memberikan dukungan psikologi pada seluruh karyawan,” kata Arsyad. Mengenai dampak material atas kebakaran ini, manajemen masih melakukan perhitungan secara menyeluruh. “Diperkirakan pada Senin 13 Juli kegiatan dapat dimulai kembali, kecuali untuk area yang terkena dampak kebakaran,” tutur Arsyad.

Pabrik yang berada di Kawasan Industri MM 2100 ini baru diresmikan kurang dari satu bulan lalu. Pabrik baru ini dibangun di atas lahan seluas 14 hektare dan luas bangunannya mencapai 3,9 hektare. Sebelumnya Mandom sudah mendirikan pabrik dan kantor di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Pada saat peresmian, CEO Mandom Indonesia Muhammad Makmun Arsyad mengatakan pabrik baru itu diharapkan akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 1,6 kali lipat pabrik lama di Sunter, atau sekitar 970 juta pieces per tahun menjadi 1,55 miliar pieces per tahun.  Mandom sendiri sudah beroperasi selama 44 tahun di Indonesia. Produk-produknya antara lain merek Pixy, Spalding, Gatsby, dan Tancho.

Dijadwalkan, Pusblafor Mabes Polri akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) antara hari ini atau besok Minggu (12/7). Olah TKP ini untuk menyelidiki bagamaimana kebakaran hebat itu bisa terjadi. Dugaan sementara, kebakaran itu terjadi akibat kebocoran gas.

Tuesday, July 14, 2015

Pasar Kosmetik Indonesia Tumbuh 8% Pada Semeter 1 2015

Di tengah lesunya perekonomian Tanah Air pada kuartal I 2015, pasar kosmetik nasional justru mampu bertumbuh. Dikatakan Monika Ardianti, Bussiness Unit Manager Maybeline Indonesia, sepanjang kuartal I 2015, pasar kosmetik bertumbuh sekitar 8% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama dikontribusi oleh kinerja ritel yang tumbuh double digit.

Selain memperkuat pasar ritel, festive season seperti bulan Ramadhan juga diyakini Monika akan menjadi momentum potensial untuk menggenjot penjualan kosmetik, meskipun kondisi pasar masih belum menentu. “Penjualan tertinggi produk kosmetik hampir selalu pada musim Lebaran dan Natal. Selain karena kebutuhan, pada momen-momen tersebut, konsumen juga banyak membeli produk kosmetik untuk dijadikan hadiah. Tinggal bagaimana brand pintar-pintar memanfaatkan momentum ini,” imbuhnya.“Meski ekonomi sedang melemah, penjualan kosmetik pada kuartal pertama 2015 ini terlihat cukup agresif dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. 

Hal ini antara lain didukung oleh kinerja penjualan ritel, seperti departement store dan mini market. Karena di situlah konsumen-konsumen remaja biasanya mulai membeli produk kosmetikbasic, seperti bedak, mosturizer, dan peluangnya masih besar. Di samping itu, pertumbuhan pasar kosmetik pada kuartal ini juga didukung oleh demandkonsumen yang masih baik terhadap produk kosmetik, dimana kosmetik tetap menjadi salah satu kebutuhan utama kaum perempuan,” ujarnya.

Untuk Maybeline Indonesia sendiri, dijelaskan Monika bahwa tahun ini, brand yang baru saja memperingati usianya yang genap 100 tahun itu, akan fokus membidik sekaligus menginspirasi kaum remaja sebagai target pasar utamanya. Untuk itu, setidaknya ada tiga strategi yang akan dilakukan Maybeline Indonesia untuk memperkuat image-nya sebagai brand kosmetik yang dipercaya segmen remaja.

Pertama, lewat inovasi produk. Tahun ini, Maybeline Indonesia kembali menghadirkan rangkaian kosmetik terbarunya, antara lain bedak Dream Satin Two Way Cake, lipstik Color Sensational Rebel Bouquet, dan maskara Big Eye yang menyasar segmen remaja mulai dari usia 15 tahun. Eva Celia pun dipilih sebagai sosokbrand ambassador yang dipercaya untuk mewakili ketiga produk baru tersebut. Diakui Monika bahwa remaja masa kini tergolong cepat mengikuti tren, tidak seperti remaja zaman dulu.

“Sebagai konsumen pemula make up, kebanyakan dari mereka adalah pengguna produk bedak atau mosturizer saja. Namun, makin ke sini, tidak sedikit juga yang mulai mencoba-coba produk yang biasa digunakan perempuan dewasa, seperti lisptik berwarna, bedak two way cake, bahkan maskara. Dan seiring dengan tingginya penetrasi internet dimana informasi berkembang bebas, kaum remaja saat ini juga sudah sangat cepat menangkap tren terbaru dan berani mencobanya,” tuturnya.

Kedua, lewat kanal digital. Tingginya penetrasi internet ternyata memberi dampak positif bagi industri kosmetik. Lewat internet, konsumen tidak hanya dapat melihat info tentang produk ataupun menyaksikan tutorial penggunaan alat-alat make up, tetapi juga dapat mencari informasi atau review tentang produk terlebih dulu sebelum memutuskan untuk membeli

“Saat ini kami juga menggunakan social media Twitter dan Facebook, tujuan utamanya tentu untukengagement. Dan yang terbaru, kami juga membuat akun Instagram, karena ini salah satu social media yang kami percaya bisa mengekspresikan make up,” ungkap Monika yang menyebut bahwa dalam penggunaansocial media, yang terpenting adalah kontennya relevan dengan target konsumen.

Strategi terakhir adalah lewat ajang Maybeline Girl Search. Sebagai upaya memperkuat brand image, sejak 2014 lalu Maybeline Indonesia menggelar program kontes pencarian 10 Maybeline Girl. Tahun ini, rencananya roadshow Maybeline Girl Search akan dimulai pada Juni 2015. “Lewat program Maybeline Girl Search, kami berharap, wajah-wajah mereka akan mewakili komunitas Maybeline, dan tentunya semakin memperkuat image Maybeline sebagai brand kosmetik yang dipercaya perempuan remaja,” pungkas Monika.

Friday, June 12, 2015

Ekspor Sabun dan Kosmetik Ditargetkan Capai Rp 46 Triliun

Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor produk kecantikan dan kosmetik Indonesia, khususnya untuk produk essential oil dan toiletries, meningkat tiga kali lipat hingga akhir 2019 atau mencapai US$ 3,6 miliar. Hal itu sejalan dengan target peningkatan ekspor Tanah Air selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Ekspor essential oil dan toiletries di Indonesia pada 2014 kan US$ 1,2 miliar. Harapan Pak Menteri Perdagangan (Rachmat Gobel), harapan pemerintah, adalah dalam tahun 2019 bisa menyumbang sampai dengan 300 persen jadi adalah US$ 3,6 miliar,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak usai menghadiri acara peresmian pabrik baru PT Mandom Indonesia Tbk di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jumat (12/6).

Nus yakin target tersebut akan tercapai mengingat tren pertumbuhan ekspor essential oil dan toiletries Indonesia selama periode 2010 – 2014 adalah 9,4 persen. Sementara itu, nilai ekspor produk-produk tersebut pada triwulan pertama tahun 2015 mencapai US$ 301 juta dengan negara tujuan ekspor utama Singapura, Thailand, Filipina, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

“Growth ekspornya cukup tinggi dari 2010 - 2014 meskipun nilainya masih ya (sedikit),” kata Nus.

Selain akan menggenjot ekspor produk kecantikan dan kosmetik ke negara-negara tujuan ekspor utama, pemerintah juga akan mendorong ekspor ke negara-negara di Afrika seperti Mozambique, Kenya, Afrika Selatan, dan Madagaskar. Pasalnya, trend pertumbuhan ekspor di negara-negara tersebut cukup tinggi yaitu di atas 20 persen.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2014, negara utama tujuan ekspor produk essential oil dan toiletries Indonesia antara lain Singapura senilai US$ 167 juta, Thailand senilai US$ 108 juta, Malaysia senilai US$ 97 juta, Uni Emirat Arab US$ 86 juta, dan Filipina senilai US$ 84 juta.

Sementara itu, produk essential oil dan toiletries Indonesia yang terbanyak diekspor tahun lalu adalah sabun dan sejenis/HS 3401 sekitar 48,57 persen; minyak esensial dan sejenisnya/HS 3301 sekitar 12,18 persen; produk kecantikan dan kosmetik/HS 3304 sekitar 10,46 persen, campuran wewangian sebagai bahan baku industri/HS 3302 sekitar 8,15 persen, serta parfum dan cairan pewangi/HS 3303 sekitar 8,91 persen.

Perusahaan Kosmetik Mandom Corporation Japan Pindahkan Pabrik dan Kantor Pusat Ke MM2100 Bekasi

Perusahaan kosmetik PT Mandom Indonesia Tbk meresmikan kantor pusat dan pabrik baru di Kawasan Industri MM2100, Bekasi. Pabrik senilai Rp 498 miliar ini akan menjadi basis produksi Mandom Corporation yang berpusat di Jepang untuk pasar global. "Dengan pabrik ini kami akan melayani konsumen mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Afrika dengan produk yang mampu bersaing baik secara kualitas maupun harga," kata CEO Mandom Corporation Japan Motonobu Nishimura saat meresmikan pabrik baru di Bekasi, Jumat (12/6).

Selain itu, Nishimura mengungkapkan Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar. Pada 2020 diperkirakan penduduk Indonesia akan yang mempengaruhi sekitar 40 persen dari total PDB dan populasi di ASEAN. Dengan demikian, sangat tepat menjadikan Indonesia sebagai negara basis produksi produk-produk Mandom yang dikenal dengan merek Pixy, Spalding, Gatsby, dan Tancho.

CEO Mandom Indonesia Muhammad Makmun Arsyad mengungkapkan sampai akhir kuartal I tahun ini pasar ekspor Mandom telah berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap total nilai penjualan. Pada kuartal I 2015, perseroan berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp 653,8 miliar , atau tumbuh 10,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

"Saat ini kami telah mengekspor ke negara-negara ASEAN, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, dan bahkan di Uni Emirat Arab produk-produk kami di re-ekspor ke lebih dari 90 negara di Timur Tengah dan Afrika," tutur Muhammad dalam kesempatan yang sama. Kantor pusat dan pabrik baru ini dibangun di atas lahan seluas 14 hektare (ha) dengan luas bangunan dan luas lantai masing-masing sekitar 3,9 ha dan 5,7 ha.

Sebelumnya, Mandom Indonesia telah memiliki kantor pusat dan pabrik di Sunter Jakarta Utama dan satu pabrik kemasan dan penyimpanan logistik di Kawasan Industri yang sama dengan pabrik baru ini.  Diharapkan, dengan dibangunnya kantor pusat dan pabrik baru ini Mandom dapat meningkatkan kapasitas produksi dan juga efisiensi di segala sisi baik dari proses kerja, waktu maupun tenaga.

"Pabrik baru ini diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 1,6 kali lipat dari kantor pabrik yang lama di Sunter sekitar 970 juta pieces per tahun menjadi 1,55 miliar pieces per tahun. Peningkatan ini rentunya akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan permintaan pasar,"ujar Muhammad.  Sebagai informasi, Mandom Indonesia telah beroperasi selama 44 tahun di Indonesia. Awalnya, Mandom hanya memproduksi 2 produk yaitu Tancho Tique dan Tancho Pomade. Saat ini Mandom telah memiliki hampir 2000 SKU produk.

Perusahaan kosmetik dan produk perawatan tubuh PT Mandom Indonesia Tbk sedang merampungkan pembangunan kantor dan pabrik baru di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat. “Proses relokasi akan dimulai pada kuartal pertama 2015 dan akan membutuhkan waktu selama 2 hingga 3 bulan. Pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat mendukung target penjualan tahun 2016 senilai Rp 3 triliun," kata Presiden Direktur Mandom Takeshi Hibi, di Jakarta, Rabu (4/2) kemarin.

Saat ini Mandom Indonesia sudah mempunyai pabrik kemasan plastik dan pusat logistik di kawasan industri tersebut. Dengan perpindahan ini, Mandom Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksi dan dari segi produksi dan operasional, biaya, waktu, dan administrasi dapat berjalan lebih efisien karena kantor pusat, kedua pabrik, dan pusat logistik akan berada di satu lokasi kawasan industri.

Manajemen Mandom Indonesia sudah memutuskan untuk menjual lahan dan bangunan yang ada di Sunter karena tidak ada rencana untuk menggunakan lahan dan bangunan tersebut. Pada 1 Desember 2014, perseroan mengadakan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan PT Temas Lestari berkaitan dengan transaksi jual-beli lahan dan bangunan di Sunter.

Nilai transaksi sebesar Rp 500 miliar rencananya akan digunakan untuk pembiayaan sehubungan dengan pembangunan gedung kantor dan pabrik baru serta keperluan operasional lainnya. Pabrik baru nantinya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 1,6 kali dari kapasitas saat ini.

Mandom sendiri mencetak penjualan sebesar Rp 2,3 triliun sepanjang 2014, atau tumbuh 13,8 persen dari perolehan 2013 sebesar Rp 2,03 triliun. Takeshi mengatakan pertumbuhan ini didorong penjualan domestik maupun ekspor yang masing-masing tumbuh double digit. Penjualan domestik tercatat sebesar Rp 1,6 triliun atau tumbuh 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sedangkan ekspor tercatat sebesar Rp 174 miliar atau tumbuh 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Takeshi.

Thursday, May 21, 2015

Produk Kosmetik Indonesia Laris Di International Beauty Expo

Kosmetik Indonesia banyak diminati dalam International Beauty Expo (IBE) pada 16-19 Mei lalu di Malaysia. Acara ini berhasil membukukan transaksi dan potensi order sebesar Rp 1,2 milyar. "Malaysia, Kamboja, dan Vietnam sangat tertarik dengan produk kosmetik Indonesia," kata Atase Perdagangan RI di Kuala Lumpur, Fajarini Puntodewi, melalui siaran pers yang diterima pada Kamis, 21 Mei 2015.

Pameran kosmetik ini merupakan skema baru penetrasi perdagangan di Malaysia. Target mereka terutama untuk menggenjot ekspor Indonesia melalui inovasi jenis produk. Dalam pameran ini, selain produk kosmetik juga dipromosikan perawatan badan dan mesin penghasil air soda (soda spa) produksi Osystech Indonesia yang berpartisipasi secara mandiri. Adapun empat perusahaan yang difasilitasi KBRI Malaysia adalah Mustika Ratu, Martha Tilaar, Njonja Meneer, dan Sekawan Cosmetics.

Menurut Puntodewi, pasar produk kecantikan di Malaysia masih terbuka bagi Indonesia. Data Department of Statistic Malaysia, impor produk kecantikan dan perawatan badan di Malaysia pada tiga tahun terakhir tumbuh positif dengan tren meningkat rata-rata sebesar 3,65 persen setiap tahunnya. Dalam periode yang sama, impor dari Indonesia setiap tahunnya tumbuh rata-rata sebesar 6,31 persen.

Sementara ekspor produk kecantikan Indonesia tahun 2014 tercatat sebesar RM 148,38 juta (atau sekitar USD 44,96 juta), naik 4,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai RM 141,57 juta (atau sekitar USD 42,9 juta) dengan pangsa pasar sebesar 5,20 persen. Saat ini Indonesia adalah pemasok produk kosmetik keenam setelah Thailand, China, Singapura, Amerika Serikat, dan Prancis.

Persaingan pasar terlihat cukup ketat. Meskipun produk Indonesia banyak diminati konsumen Asia dan Timur Tengah, para pengusaha Indonesia tetap harus menyesuaikan produknya seiring perkembangan teknologi. "Kita harus melakukan inovasi produk sehingga mampu menghasilkan produk perawatan kecantikan modern yang banyak diminati konsumen," kata Puntodewi.

Saturday, May 2, 2015

Martina Bento Bukukan Penurunan Laba Bersih Sebesar 81,90 Persen

PT Martina Berto Tbk (MBTO) alami penurunan laba bersih sebesar 81,90 persen hingga periode Desember 2014 menjadi Rp2,92 miliar atau Rp2,73 per saham, dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp16,16 miliar atau Rp15,11 per saham. Penjualan neto naik jadi Rp671,39 miliar dibandingkan penjualan neto tahun sebelumnya Rp641,28 miliar, dan laba bruto naik menjadi Rp339,67 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp325,87 miliar.

Namun beban penjualan naik jadi Rp258 miliar dari Rp227,57 miliar tahun 2013 dan beban umum naik jadi Rp72,95 miliar dari Rp70,60 miliar di tahun 2013. Laba usaha turun jadi Rp7,94 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp21,53 miliar.Laba sebelum pajak merosot tajam jadi Rp5,69 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp23 miliar.

Kemudian, total aset per Desember 2014 menjadi Rp619,38 miliar dari total aset per Desember 2013 yang sebesar Rp611,77 miliar. PT Martina Berto Tbk. berencana menurunkan jumlah item produk beredar dari sekitar 1.000 jenis menjadi hanya 400-an.

Sekretaris Perusahaan PT Martina Berto Tbk. Desril Muchtar mengatakan upaya ini dimaksudkan untuk menekan biaya produksi dan ongkos marketing guna menjaga margin laba. Pasalnya, tantangan industri kosmetik yang kian berat membuat emiten berkode MBTO ini pesimistis laba bersih perseroan bisa melonjak di tahun ini.

Sementara itu, penaikan harga produk belum menjadi pembahasan internal perseroan. Menurutnya, persaingan di industri kosmetik semakin ketat sehingga konsumen bisa dengan mudah bersaing jika perseroan menaikkan harga jual. “Prediksi kami justru margin laba akan tergerus,” katanya..

Desril menambahkan perseroan akan menghentikan produksi dan pemasaran beberapa produk yang memiliki margin tipis. Sebaliknya, MBTO hanya akan fokus mengembangkan produk-produk yang memiliki margin cukup lebar. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah efisiensi.

PT Martina Berto Tbk. (MBTO) berencana untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang bergerak dalam sektor produksi kapas kecantikan di tahun ini. Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil menjelaskan perseroan menganggarkan dana sekitar Rp21 miliar untuk menjadi pemegang saham mayoritas dalam anak usaha baru yang bekerja sama dengan perusahaan kontrak manufacturing kapas tersebut.

"Kami targetkan kerja sama tersebut selesai tahun ini dan kami akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan komposisi saham 51% hingga 60%," paparnya. Bryan menjelaskan sumber dana pembentukan JV tersebut berasal dari dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang dialihkan penggunaannya yang awalnya untuk pembangungan dan penambahan kapasitas pabrik baru.

Jika dirinci, awalnya total dana IPO yang mencapai Rp250 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi sebesar Rp135 miliar, sebesar Rp54 miliar untuk bayar utang, dan Rp61 miliar untuk modal kerja. Kemudian perseroan mengubah pos pembangunan pabrik dari yang awalnya Rp135 miliar menjadi Rp75 miliar, sisanya sebesar Rp32 miliar untuk modal kerja, Rp7 miliar untuk perluasan pabrik, dan sebesar Rp21 miliar untuk modal JV.

JV tersebut, selain berfungsi untuk memproduksi kapas dengan brand perseroan, juga akan membuka toll manufacturing untuk perusahaan lainnya, sehingga dapat memberikan untung lebih bagi perusahaan grup Martha Tilaar tersebut. "Sales dari kapas kecantikan perbulannya terus meningkat, sekarang mencapai pada kisaran Rp3 miliar," papar Direktur Keuangan Martina Berto, Handiwidjaja.

Dengan strategi di atas, perseroan optimistis kinerja pada tahun ini lebih positif dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan penurunan pendapatan menjadi Rp641,28 miliar atau melemah 10,7%, sedangkan laba bersih turun cukup dalam sebesar 65,2% menjadi Rp15,84 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp45,52 miliar.

PT Martina Berto Tbk. mengkaji penaikan harga jual produk pada semester II tahun ini. Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil mengatakan kenaikan tarif listrik sejak awal 2014 cukup menganggu kinerja usaha emiten dengan kode MBTO ini. Namun, sejak awal tahun hingga saat ini, perseroan belum pernah menaikkan harga jual produk sebagai langkah menjaga kinerja keuangan perusahaan.

“Tetapi saat ini kami sedang mengkaji, apakah perlu ada kenaikan harga atau tidak. Semoga tidak perlu, tetapi kalau harus dinaikkan, we'll see,” kata Bryan di sela-sela acara BUMN Forum di Jakarta, Selasa (19/8/2014). Mengenai persentase kenaikan harga yang akan ditetapkan, pihaknya masih enggan menyebutkan dengan alasan rencana tersebut masih dalam tahap kajian.

Berdasarkan laporan keuangan MBTO, sepanjang semester I/2014, laba bersih persoan turun drastis 386,47% menjadi Rp3,77 miliar dari perolehan Rp18,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Salah satu penyebab merosotnya laba bersih disebabkan oleh penjualan perseroan yang turun menjadi Rp308, 18 miliar dari perolehan sebelumnya yang senilai Rp337, 41 miliar.

Selain itu, beban penjualan, mulai dari pemasaran, operasi, umum dan administrasi juga masih mengalami kerugian. Beban penjualan dan pemasaran perseroan sepanjang enam bulan pertama ini tercatat rugi Rp112, 09 miliar. Adapun beban umum dan administrasi tercatat rugi Rp35,99 miliar.

“Penurunan ini pastinya karena ada hambatan di penjualan, kemudian ada investasi, dan sebagainya. Namun, sampai akhir tahun kami masih optimis pendapatan penjualan bisa tumbuh 10% dibandingkan tahun lalu,” jelas dia.

Banyak strategi yang akan dilakukan perusahaan sepanjang lima bulan terakhir ini. Mulai dari melakukan penetrasi distribusi, perbaikan cash flow, serta membentuk anak usaha patungan untuk memperbesar kontrak manufaktur perusahaan. “Perusahaan patungan pelengkap kecantikan, kami ingin mayoritas 51%-60%, semoga bisa signing tahun ini.”

Wednesday, December 17, 2014

Industri Berbasis Impor Terpukul Karena Pelemahan Rupiah

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dikeluhkan perusahaan di Jawa Timur. Terutama perusahaan-perusahaan yang masih mengandalkan bahan baku impor. "Dengan dolar tembus hampir Rp 13 ribu, kami teler," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur, Heribertus Gunawan, Rabu, 17 Desember 2014

Sebelumnya, perusahaan juga harus menyesuaikan dengan upah minimum kabupaten dan kota 2015 yang kenaikannya mencapai 23-37 persen. Sekarang dunia industri kembali dihadapkan pada menguatnya dolar. Padahal di Jawa Timur, banyak perusahaan yang masih bergantung pada bahan substitusi impor. Seperti pipa, garmen dan kosmetik. "Kalau perikanan dan ekspor masih oke, tapi yang impor sangat terasa," kata Heribertus.

Untuk mengatasi tingginya UMK saja, Heribertus menuturkan, beberapa perusahaan sudah melakukan relokasi. Ini otomatis mengakibatkan adanya pengurangan pegawai untuk mereka yang tidak bersedia ikut pindah. Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan berdampak besar bagi industri yang menggunakan bahan baku impor.

"Mereka akan terkena dampak yang paling maksimal," ujar Harjanto kepada Tempo di Kementerian Perindustrian, Kamis, 17 Desember 2014. Menurut dia, imbas tersebut mincul karena tidak adanya kepastian kurs yang akhirnya dapat mempengaruhi kinerja industri.

Pernyataan tersebut merespons gejolak rupiah belakangan ini. Pada siang hari ini, kurs tengah Bank Indonesia mencatat kurs rupiah berada di level 12.720 per dolar AS atau menguat ketimbang posisi kemarin di 12.900 per dolar AS.

Menurut Harjanto, industri dalam negeri saat ini banyak bergantung pada bahan baku impor. "Dari cost structuredidapatkan data suatu industri sebanyak 20-60 persen menggunakan bahan baku impor," tuturnya. Sehingga, langkah yang dilakukan semestinya memperbaiki stabilitas kurs rupiah tersebut.

Tidak hanya pengaruh kurs, persoalan kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi juga mempengaruhi industri. "Tapi itu hanya permasalahan logistik," kata Harjanto. Hal lain juga mempengaruhi, misalnya, persoalan beban listrik dan pasokan energi gas terhadap industri.

Sekarang, kata Heribertus, para pengusaha sedang merapatkan barisan. Mereka berharap ada pengendalian nilai rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan pemerintah. Para pengusaha pun hanya bisa melakukan efisiensi sembari melihat situasi.

Wednesday, November 26, 2014

Mustika Ratu Akan Naikan Harga Maksimal 8 Persen Bulan April 2015

CEO PT Mustika Ratu Tbk Putri Kuswisnu Wardani mengatakan harga produk kesehatan juga akan naik akibat kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, termasuk produk Mustika Ratu. "Kenaikannya sekitar 7-8 persen," ujarnya di gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu, 26 November 2014.

Faktor utamanya, ujar dia, adalah dampak inflasi kenaikan BBM ditambah kenaikan upah minimum provinsi/regional/kota. "UMP malah masih still on going," katanya.

Namun Putri menyatakan tidak akan menaikkan harga produknya dalam waktu dekat. Menurut dia, pihaknya akan memutuskan kenaikan harga setelah melihat perkembangan pasar dan konsumsi kuartal pertama pada akhir April nanti. "Maksimal kenaikan harga 8 persen," katanya.

Seperti diketahui, setiap kenaikan harga BBM akan berimbas pada kenaikan harga lainnya. Pemerintah menyebutkan kenaikan ini untuk menyehatkan keuangan negara dan meningkatkan pembangunan dua kali lipat dari sebelumnya.

Dari kebijakan tersebut, pemerintah mendapat dana tambahan Rp 110-140 triliun. Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro kemarin, uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti sistem irigasi dan jalan umum.

Saturday, November 22, 2014

Ekspor Perhiasan Indonesia Naik 100 Persen

Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor produk perhiasan pada periode Januari-Agustus 2014 mencapai US$ 3,17 miliar. Angka itu naik 100,42 persen dibandingkan tahun lalu.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak, mengatakan pencapaian itu telah melampaui target yang dipatok sebesar US$ 2,3 miliar pada tahun ini. "Kinerja ekspor perhiasan nasional ini cukup membanggakan," kata dia melalui keterangan pers, Sabtu 22 November 2014.

Kementerian Perdagangan menyatakan tren positif sebesar 28,03 persen selama lima tahun terakhir ditunjukkan oleh ekspor mutumanikam nusantara. Singapura, Hong Kong, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab menjadi negara tujuan utama ekspor perhiasan Indonesia.

Kementerian memfasilitasi pertumbuhan inovasi dan kreativitas para perajin kriya perhiasan nasional dengan berpartisipasi dalam pameran Indonesia Jewellery Show ke-9 pada 20-23 November 2014 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Dalam paviliun seluas 108 meter persegi dengan desain khusus berbahan bambu, ditampilkan 15 perusahaan produsen perhiasan berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Indonesia Jewellery Show merupakan pameran perhiasan yang rutin digelar. Pameran tahun ini akan diikuti lebih dari 200 perajin perhiasan dari seluruh Indonesia dengan estimasi pengunjung 10-15 ribu. Selain sebagai ajang promosi, pameran ini juga sebagai bentuk apresiasi karya seni perhiasan Indonesia yang mendorong tumbuh kembang industri perhiasan Indonesia.

Wednesday, June 11, 2014

Penjualan PT Mustika Ratu Tidak Mencapai Target Tahun 2013

Presiden Direktur PT Mustika Ratu, Putri Kuswisnu Wardani, mengatakan penurunan kinerja penjualan perseroan tahun lalu karena terkendala masalah distribusi. Pada 2013, distributor perseroan tidak memperluas daerah pemasarannya. Akibatnya membuat target penjualan perusahaan yang berdiri pada 1978 ini tidak tercapai. Pada tahun lalu, Mustika Ratu membukukan penurunan penjualan sebesar 21,84 persen menjadi Rp 358 miliar dibandingkan 2012.

“Salah satu penyebabnya ialah distribusi,” ujarnya saat ditemui setelah rapat umum pemegang saham di Jakarta, 11 Juni 2014. Pada 2012, perusahaan kosmetik itu berhasil menjual Rp 458 miliar.

Penurunan itu, kata Putri, terjadi pada penjualan dan distribusi produk kosmetik dan produk jamu masing-masing Rp 107 miliar dan Rp 17 miliar. Peran distributor sangat penting bagi keberlangsungan Mustika Ratu. Sejumlah distributor mengalami kesulitan keuangan. Hal itu berdampak pada kosongnya produk Mustika Ratu di pasar, karena distributor terlambat melakukan pembayaran dan re-order produk.

Distributor pun tidak mampu melakukan pelayanan konsumen dengan baik. "Kelemahan itu ditunjukkan oleh service level yang rendah dari Major Account, terutama disebabkan oleh kurangnya kendaraan angkutan barang," kata Putri.

Selain masalah distribusi, masuknya produk-produk kecantikan dari Cina juga membuat konsumen mulai berpaling untuk mencoba produk asal Negeri Panda. Kenaikan harga bahan bakar minyak, upah minimum provinsi, dan melemahnya rupiah, juga turut menghambat Mustika Ratu. "Melemahnya nilai rupiah hingga Rp 12.128 per dolar Amerika Serikat pada 2013, berdampak signifikan bagi perseroan, terutama untuk pengadaan bahan baku impor," ujar Putri. (

Penurunan penjualan juga disebabkan beberapa faktor lain seperti berkurangnya produktivitas dana program iklan, keterlambatan pemasaran produk baru, terhambatnya pengambilan kebijakan dan keputusan bisnis, serta tidak optimalnya produktivitas konter.

Meski begitu, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu, Haryo Tedjo Baskoro, menilai strategi dan upaya perseroan pada 2013 berjalan dengan baik. "Manajemen melakukan tindak lanjut konsolidasi untuk memperbaiki kinerja Mustika Ratu melalui efisiensi biaya selama 2013," ujarnya.

Saat ini, kata Haryo, Mustika Ratu masih memiliki peluang untuk memperbesar penjualannya. Alasannya, pasar tahun ini, khususnya wanita, semakin sadar dengan perawatan kesehatan, kebugaran dan kecantikan. "Perseroan mesti melakukan berbagai terobosan, guna meningkatkan area pemasaran dan distribusi," kata Haryo.

Thursday, May 15, 2014

Cara Brand Wardah Mendapatkan Inspirasi Bisnis

Wardah sebagai brand kosmetik saat ini sedang naik daun. Pasalnya, kosmetik tersebut sangat diminati oleh masyarakat Indonesia.

CEO PT Pustaka Tradisi Ibu (PTI) pemilik merek kosmetik muslimah Wardah, Nurhayati Subakat mengatakan, awalnya sulit membawa branding dengan label halal karena banyak orang yang menanggapinya negatif.

"Awalnya sulit karena kok ada kosmetik dengan label halal, ini disangka jual agama. Tapi yang jelas ide label halal itu awalnya berasal dr pesantren," ujar Nurhayati Subakat saat menjadi pembicara pada Pesta Wirausaha di TMII, Jakarta, Kamis (15/5/2014).

Nurhayati menceritakan, ide itu muncul karena seringnya dia bersilaturahim dengan Pesantren. Menurutnya, banyak masyarakat yang menginginkan kosmetik yang tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang agama. Dengan itu, Nurhayati akhirnya mengembangkan label halal pada produk kosmetiknya.

Karena label halal itu, Nurhayati mengaku sempat dikejar-kejar oleh CEO perusahan kosmetik global. Menurutnya, mereka penasaran dengan strategi bisnis Wardah. "Kami dikejar-kejar CEO perusahan kosmetik dunia. Mereka tanya apa yang membuat Wardah bisa seperti ini," tandasnya.

Saturday, April 12, 2014

Martha Tilaar On The Power of Jamu

Pengusaha kosmetik dan jamu nasional, Martha Tilaar menceritakan pengalaman pribadinya tetang penggunaan jamu. Menurut dia, ramuan jamu telah mengubah kualitas hidup dan keluarganya. "Saya bisa melahirkan karena minum jamu tradisional," ujar Martha Tilaar di acara International Symposium Traditional Complimentary and Alternative Medicine di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu 12 April 2014.

Martha Tilaar mengisahkan, saat memasuki usia 40 tahun, dia mengaku belum juga dikaruniai keturunan. Tak patah semangat, Martha bersama suami, H.A.R Tilaar, mencoba peruntungan dengan berobat ke tiga negara yakni, Belanda, Turki dan Amerika Serikat. Hasilnya, semua ahli kandungan di negara-negara itu momvonis Martha Tilaar tidak akan pernah punya keturunan. Dokter ahli kandungan di Indonesia juga menilai Martha Tilaar mandul.

Namun, atas saran eyangnya sekaligus ahli jamu tradisional, Martha Tilaar menjalani terapi herbal dipadu minuman jamu selam tiga tahun. Hasilnya tokcer, ramuan jamu tradisional itu membalikkan fakta empiris kedokteran. "Dengan sabar, saya dipijitin menggunakan ramuan jawa oleh eyang saya. Kata eyang, ini adalah the power of jamu," kata Martha.

Berkat kesabaran dan ketekunan, Martha merasakan kedahsyatan jamu dan berhasil mengandung anak pertama saat usia menginjak 45 tahun. Usia yang dianggap beresiko bagi wanita hamil. "Anak-anak saya semua lulus kuliah dengan prestasi. Saya sendiri sekarang usia 77 tahun, tidak ada masalah. Eyang saya, meninggal di usia 107 tahun," ujarnya.

Karena merasakan dampak positif langsung ramuan jamu tradisional, Martha Tilaar mendorong jamu dan pengobatan tradisional lainnya dimasukkan pada pelayanan kesehatan di masyarakat.

Ia melihat, saat ini masyarakat cenderung memilih pengobatan herbal ketimbang obat bahan kimia. Alasannya, obat-obat herbal tidak tercampur bahan kimia yang sebetulnya juga berbahaya bagi kesehatan tubuh. "Konsumen sekarang pintar-pintar. Kalau disuruh pilih antara chemical atau natural, pasti pilih pengobatan natural," kata dia.

Sunday, February 16, 2014

Strategi Kimia Farma Untuk Dapat Tumbuh 14 Persen Per Tahun

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar (sekitar 250 juta orang) ditambah kelas menengah yang terus tumbuh, adalah tempat yang baik untuk industri farmasi.  Meningkatnya jumlah penduduk kelas menengah sejalan dengan peningkatan kesadaran kesehatan membuat permintaan untuk kualitas obat-obatan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik (seperti klinik kecantikan) yang kian meningkat.

Perhatian Pemerintah seperti yang dibuktikan dengan berlakunya program jaminan pemeliharaan kesehatan, yang dikenal sebagai SJSN pada 2014, memberikan kesempatan yang lebih baik untuk perusahaan farmasi, seperti KAEF untuk tumbuh.

"Hasilnya, kami melihat bahwa prospek KAEF dalam jangka panjang akan lebih menarik, dan membuat kami percaya bahwa pendapatan KAEF akan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 14%," kata analis Pefindo Achmad Kurniawan Sudjatmiko dalam risetnya akhir pekan lalu.

Dengan semangat inovasi, saat ini KAEF memantapkan dirinya sebagai perusahaan farmasi terintegrasi yang aktif dalam pembuatan obat-obatan, penelitian dan pengembangan, farmasi ritel, klinik kesehatan, laboratorium klinik, perdagangan dan distribusi. "Kami berpandangan bahwa industri farmasi memiliki prospek yang sangat menjanjikan di masa datang," tuturnya.

Jumlah penduduk yang besar diikuti dengan meningkatnya jumlah penduduk kelas menengah (diproyeksikan menjadi 150 juta orang pada 2014) menyiratkan kebutuhan yang lebih besar dari produk farmasi yang berkualitas dan pelayanan kesehatan khususnya obat resep.  Belanja pemerintah untuk industri farmasi diperkirakan akan lebih tinggi pada 2014, karena dilaksanakannya sistem jaminan sosial nasional (atau Sistem Jaminan Sosial Nasional - SJSN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial - "BPJS".

Dengan program baru ini, industri farmasi di Indonesia akan semakin cerah, karena lebih banyak orang yang sudah di atas 65 berhak untuk menerima perawatan kesehatan, selama mereka adalah anggota dari BPJS. Sehingga, pasar farmasi Indonesia diperkirakan akan mencapai US$6,61 miliar pada 2014.

"Kami percaya bahwa KAEF bukan perusahaan farmasi biasa, karena mereka tidak hanya aktif dalam pembuatan obat-obatan, tetapi juga aktif dalam mendistribusikan obat-obatan Perusahaan atau pihak ketiga," imbuhnya.

Dengan sekitar 500 apotek yang tersebar di seluruh Indonesia, KAEF adalah pemimpin dalam pasar ritel farmasi di Indonesia. Dengan jaringan yang luas tersebut, banyak perusahaan farmasi mempercayai KAEF dalam mendistribusikan produk mereka. Hal ini dibuktikan dengan kontribusi yang tinggi dari penjualan obat-obatan pihak ketiga hingga sembilan bulan pertama 2013 (68%).

KAEF menghasilkan banyak obat-obatan melalui pabrik-pabriknya, termasuk di antaranya narkotika dan Antiretroviral (ARV) untuk obat-obatan. Dengan sistem manajemen mutu seperti dibuktikan dengan standar ISO 9001:2008 yang diterima, pabrik-pabrik KAEF di Jakarta dinilai oleh Pemerintah Indonesia sebagai satu-satunya pabarik yang dapat menghasilkan narkotika dan ARV.

Selain itu, pabrik KAEF di Watudakan, dikenal sebagai satu-satunya pabrik pengolahan tambang yodium di Indonesia. Pabrik ini memproduksi besi sulfat sebagai bahan utama dalam produksi tablet suplemen darah.

"Kami percaya masih ada ruang besar untuk tumbuh untuk produk ini, karena rasio utilisasi untuk ARV hanya 42% pada tahun 2012, dan KAEF baru saja menandatangani perjanjian dengan tiga perusahaan Jepang (Mitsui, Gohdo dan Kanto) untuk mengembangkan tambang yodium di Jombang dan Mojokerto, dalam rangka meningkatkan produksinya menjadi 500 ton per tahun," paparnya.

Dengan penerapan SJSN, Pefindo percaya permintaan untuk obat-obatan, terutama obat generik, akan semakin banyak. Hal ini dikarenakan sebagian besar obat yang digunakan dalam program ini adalah obat generik. Saat ini, kapasitas produksi KAEF untuk obat generik adalah 1,4 miliar lembar tablet dan 249,7 juta kapsul per tahun.

Selain itu, Pefindo juga percaya rencana KAEF untuk mendirikan 100 klinik lain pada 2014 adalah tepat, karena program SJSN tidak hanya untuk mengganti obat yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit, tetapi juga biaya untuk konsultasi dokter. Pada akhir tahun 2013, KAEF sudah memiliki sekitar 200 klinik di Indonesia.

Secara keseluruhan, kinerja KAEF terus menunjukkan tren membaik. Dari Rp6,3 triliun pendapatan tahun 2010, pendapatan KAEF membaik menjadi Rp7,3 triliun pada 2012. Hal ini terus berlanjut di 9M13 dimana pendapatannya mencapai Rp5,5 triliun, lebih baik dari 9M12 yaitu Rp5,4 triliun.

Kinerja tersebut berkaitan dengan penjualan KAEF untuk pasar domestik, yang juga menunjukkan kinerja yang membaik dari Rp3,1 triliun di 2010 menjadi Rp3,6 triliun pada 2012, dan pada 9M13 terus tumbuh sebesar 2% YoY.

Sementara itu, penjualan KAEF untuk pasar luar negeri menunjukkan tren yang turun-naik. Dari Rp51,8 miliar pendapatan pada 2010, turun menjadi Rp49 miliar pada 2011 kemudian rebound ke Rp145,2 miliar pada tahun 2012. Pada 9M13, pendapatan dari penjualan di luar negeri turun sebesar (6%) YoY menjadi Rp101 miliar.

Pada 2014, KAEF berencana untuk meningkatkan jumlah apotek dan klinik sebanyak 100 unit masing-masing, dan meningkatkan kapasitas obat generik untuk mengantisipasi permintaan. Rencana tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar Rp250 miliar dari belanja modal.

"Kami melihat kas internal KAEF cukup untuk rencana tersebut. Dengan sekitar Rp170 miliar kas di tangan dan sekitar Rp667,2 miliar piutang, kami percaya KAEF memiliki uang tunai yang cukup," ungkapnya.

Selama 9M13, Pefindo melihat bahwa meningkatnya Upah Minimum Regional (UMR) memberikan efek terhadap marjin KAEF itu. Biaya upah selama 9M13 naik hingga Rp391 miliar, sedangkan pada 9M12 biaya tersebut hanya Rp341 miliar.

Oleh karenanya, marjin laba operasi KAEF terkikis dari 7,8% pada 9M12 menjadi 6,1% pada 9M13. Untuk mengatasi masalah ini, Pefindo melihat strategi KAEF untuk pindah ke layanan yang memberikan marjin yang lebih tinggi, seperti klinik kecantikan, benar-benar tepat.

Thursday, December 19, 2013

Daftar Brand Yang Di Diskon Hingga 70 Persen Gandaria City, Pondok Indah Mall, Kota Kasablanka, Senayan City, Plaza Indonesia dan Grand Indonesia

Akhir tahun berbagai mal di Jakarta memberikan penawaran menarik. Seperti empat mal favorit di Jakarta Selatan ini, Gandaria City, Pondok Indah Mall I, Pondok Indah Mall II dan Kota Kasablanka yang memberikan potongan harga hingga 50 persen.

Berbagai pilihan pakaian dalam Lasenza di Gandaria City dan Pondok Indah Mall II menawarkan diskon hingga 50 persen. Bra dari harga Rp 480 ribu menjadi Rp 240 ribu. Underwear dijual dari harga Rp 99 ribu sampai Rp 169 ribu.

Mango di Gandaria City dan Pondok Indah Mall II juga memberikan potongan harga spesial, berbagai pilihan blazer dijual mulai dari harga Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Sedangkan dress seharga Rp 300 ribuan dari harga Rp 600 ribuan. Ada pula blouse menjadi Rp 100 ribuan dari Rp 200 ribuan.

Harga spesial juga ditawarkan oleh H&M di Gandaria City dan Pondok Indah Mall I. Dress dijual Rp 200 ribu, atasan-atasan tanpa lengan Rp 150 ribu dan Rok pendek dengan detail karet Rp 100 ribu.

VnC di Pondok Indah mall 1 juga memberikan potongan harga hingga 50 persen. Sandal T-Bar (sandal tali) dijual mulai dari Rp 100 ribuan. Berbagai sepatu loafer dan high heels juga didiskon 30 persen.

Masih di Pondok Indah Mall I, atasan basic dari Forever 21 dijual Rp 100 ribu dari Rp 179 ribu, lace dress dan atasan bahan chiffon Rp 150 ribu. Sepatu di Forever 21 juga mendapat harga spesial, mulai dari Rp 150 ribu untuk wedges polkadot. Menyebrang ke Pondok Indah Mall II, bradn sepatu Steve Medden memberikan diskon hingga 50 persen, wedges dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 700 ribuan.

Penawaran menarik lainnya ditawarkan Mal Kota Kasablanka. Cotton On yang baru dibuka pada 17 Desember lalu memberikan diskon hingga 50 persen. blouse dijual Rp 100 ribu dari harga Rp 200 ribu. Top Shop diskon hingga 60 persen. Tas dari harga Rp 500 ribuan menjadi Rp 200 ribuan. Sepatu dari Nine West di Kota Kasablanka didiskon hingga 50 persen. Tidak ketinggalan, brand pakaian dalam Triumph juga memberikan potongan harga hingga 70 persen.

Dalam rangka menyambut akhir tahun dan Perayaan Natal, sejumlah brand fashion ternama menggelar pesta diskon yang menarik. Diskon tersebut tersebar di mal-mal yang ada di Jakarta, salah satunya di kawasan Jakarta Pusat. Potongan harga yang diberikan tak tanggung-tanggung, yakni sampai dengan 70 persen. Berikut ini daftar brand yang diskon, yang ada di Mal Senayan City, Plaza Indonesia dan Grand Indonesia Shopping Town (GIST).

Senayan City:

  1. Guess : Discount up to 50% off
  2. La Senza : Semi Annual Clearance Sale, discount up to 50 % for all items + promo buy 1 get 1
  3. Baby GAP : Discount up to 50% off, sampai dengan 22 Desember 2013
  4. (X).S.M.L : Discount up to 50% off for all items
  5. Lacoste : Discount up to 50% off
Plaza Indonesia:

  1. Kate Spade : Sale, at level 1
  2. Marc by Marc Jacobs : Final Sale, at level 1
  3. Giuseppe Zanotti Design : Sale, at level 1
  4. Calvin Klein : Sale, at level 1
  5. Salvatore Ferragamo : End of Season Sale
  6. Aigner : End of Season Sale
  7. Jimmy Choo : End of Season Sale
  8. Lanvin : Sale
  9. Valentino : End of Season Sale
  10. Versace : End of Season Sale
  11. BCBG Maxmara : Sale
  12. Etro : Sale
  13. Red Valentino : End of Season Sale
  14. Francesco Biasia : Sale
  15. Karen Millen : Discount up to 50% off + 10% with HSBC
  16. Mango : Sale up to 50% off
  17. DKNY Jeans : Sale
  18. Nine West : Discount 50% off for all items
  19. Bebe : Sale
  20. Puma : Discount 70% off
Grand Indonesia Shopping Town:

  1. Massimo Dutti : Discount up to 70% off
  2. Karen & Chloe : Discount up to 70% off
  3. Forever 21 : Discount up to 70% off
  4. Topshop : Discount up to 60% off
  5. GAP : Discount up to 70% off
  6. Linea : Sale
  7. Ted Baker : Sale
  8. Oakley : End of year sale
  9. Adidas : End of season sale, discount up to 50% off
  10. Wakai : Discount up to 50% off
  11. Cotton On : Discount up to 50% off
  12. Converse : Discount up to 50% off