Pages - Menu

Showing posts with label kartel. Show all posts
Showing posts with label kartel. Show all posts

Friday, April 11, 2025

Pelonggaran TKDN Jadi Harapan Baru Apple ... Setelah 600 Ton Produk Iphone Gagal Masuk Amerika Serikat

 Authorized Reseller Apple di Indonesia, Digimap, menyambut baik rencana relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negara (TKDN) yang diwacanakan Presiden Prabowo Subianto saat membahas kebijakan tarif impor Amerika Serikat pekan ini.

"Aku juga pas dengar langsung senyum, full senyum, langsung Alhamdulillah sujud syukur," ujar Farah Fausa, GM Marketing Apple Business PT. MAP Zona Adiperkasa, dalam acara peluncuran iPhone 16 di Jakarta, Jumat (11/4).

Farah berharap kebijakan ini bisa membuat industri teknologi Indonesia lebih baik.

"Hopefully dengan adanya itu (relaksasi TKDN), untuk ke depannya lebih baik lagi kan, karena kan bakal ada iPhone 17 dan lainnya, jadi hopefully dengan ada kebijakan baru, jadi ngebikin penjualan atau industri teknologi di Indonesia, bisa lebih cepat lah berkembangnya," katanya.

Pemerintah tengah menyiapkan paket perundingan Non-Tarif Measure (NTMs) melalui relaksasi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor TIK terhadap AS.

Langkah ini merupakan respons atas kebijakan tarif resiprokal 32 persen yang dikenakan AS terhadap Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyebut relaksasi TKDN sebetulnya memiliki dampak baik dan buruk. Namun ia menilai rencana pemerintah ini sebagai langkah mundur.

"Dari itu semua, pelonggaran TKDN, sebenarnya merupakan 'langkah mundur'. Buat jangka panjang, pemerintah harus perkuat TKDN dengan cara yang smart, bukan malah kurangi," ujar Heru

"Tanpa ada kewajiban TKDN, kita hanya akan jadi pasar. Tidak ada investasi besar masuk dan pembukaan lapangan kerja, karena Indonesia hanya jadi tempat jualan produk atau pasar saja," tambahnya.

Menurut Heru, relaksasi TKDN bisa menjadi salah satu senjata dalam negosiasi bilateral dengan AS untuk pengurangan atau penghapusan tarif 32 persen. Langkah ini dinilai bisa menunjukkan komitmen Indonesia membuka pasar dan mengurangi hambatan perdagangan, yang mungkin melunakkan Presiden AS Donald Trump.

Beberapa dampak baik yang mungkin terjadi dari relaksasi TKDN adalah industri elektronik Indonesia bisa pakai komponen impor lebih murah (terutama dari AS atau China), menurunkan biaya produksi dan bikin produk lebih kompetitif di pasar global, bukan cuma AS.

"Namun, mengurangi TKDN juga bisa bikin industri komponen lokal yang saat ini sedang tumbuh jadi kolaps, karena mereka bergantung pada pesanan dari pabrik ponsel besar," tutur Heru.

"Sehingga harus berhati-hati, jangan sampai jadi 'bunuh diri ekonomi', karena industri dalam negeri bakal kalah saing dengan impor murah," imbuhnya.

Thursday, March 17, 2022

1 Juta Liter Minyak Goreng Ditemukan KPPU Ditumpuk Di gudang PT. Musim Mas

 Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I Medan menemukan tumpukan 1 juta liter minyak goreng kemasan premium dengan merk Sunco dan 30 ribu liter minyak goreng kemasan sederhana dengan merk M&M di gudang produsen PT Musim Mas di Jalan Kol Yos Sudarso Medan pada Kamis (17/3).

Temuan minyak goreng dengan jumlah besar itu mereka dapat dari hasil sidak yang dilakukan KPPU Kanwil I Medan bersama Polrestabes Medan dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan. Sidak dilakukan setelah Pemerintah resmi mencabut ketentuan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan.

"Sidak dilakukan untuk mengurai jalur distribusi minyak goreng mulai dari produsen hingga distributor, agar dapat diketahui dimana terjadi hambatan supply minyak goreng ke pasar," kata Kepala Kanwil I KPPU Medan, Ridho Pamungkas.

Ridho menyebutkan kapasitas produksi PT Musim Mas kurang lebih 170 ribu liter per hari untuk premium dan 80 ribu liter per hari untuk kemasan sederhana. Namun KPPU Kanwil I Medan menemukan keganjilan stok minyak goreng premium di gudang jauh lebih besar daripada kemasan yang sederhana.

"Karena itu, berdasarkan hasil pantauan tersebut, KPPU Kanwil I Medan akan mendalami kembali data dan Informasi yang disampaikan oleh PT Musim Mas karena hasil pantauan di gudang sejalan dengan kondisi di lapangan akhir-akhir ini di mana minyak goreng merek terkenal seperti Sunco susah ditemukan di pasar dibandingkan dengan minyak goreng kemasan sederhana. Bahkan muncul merek-merek baru yang sebelumnya kurang dikenal di masyarakat," pungkasnya

Berdasarkan keterangan dari PT Musim Mas, tambah Ridho, selama ini mereka tidak mendapatkan pasokan CPO yang dialokasikan dari DMO. Sepekan sebelumnya, PT Musim Mas membeli pasokan CPO dengan harga lelang sebesar Rp15.816/liter.

Minyak goreng dari PT Musim Mas didistribusikan melalui PT Wahana Tirtasari selaku distributor tunggal. Wahana juga merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan PT Musim Mas. Dari PT. Wahana Tirtasari, minyak goreng didistribusikan ke distributor level 2, salah satunya ke PT Andalan Prima Indonesia atau API.

Kemudian tim gabungan tersebut melakukan sidak ke API. Dari sidak tersebut diketahui bahwa API sebagai distributor level 2 mendistribusikan kembali minyak gorengnya ke PT Everbright selaku distributor level 3. API sendiri berada di bawah naungan PT Everbright.

Dari temuan KPPU, terdapat data yang belum sinkron antara catatan dari PT Wahana yang memasok ke API sebanyak 30 ribu liter minyak goreng kemasan sederhana pada 14 Maret 2022 dengan jumlah stok di gudang Everbright yang pada 14 Maret 2022 hanya menerima pasokan sebanyak 7.200 liter atau sebanyak 600 kardus.

"Sampai dengan hari ini diketahui 200 kardus telah didistribusikan dan sisanya 400 kardus masih menunggu pesanan dari ritel. Hasil pantauan di distributor, kami akan pastikan lagi pada pihak API terkait angka 22.800 liter minyak goreng yang tidak sinkron datanya. Selain itu, terdapat keterangan bahwa sejak penetapan HET oleh pemerintah, jumlah pasokan yang diterima Everbright dari Wahana berkurang dan terbatas," tambah Ridho.

Dengan adanya pencabutan HET untuk minyak goreng kemasan dan penetapan HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp14 ribu, Ridho mewanti-wanti kepada para pelaku usaha atau spekulan untuk tidak memanfaatkan situasi adanya disparitas harga tersebut.

"Kami bersama kepolisian akan meningkatkan pengawasan, karena bisa saja minyak goreng curah yang sudah disubsidi dijual ke industry dengan harga pasar, atau akan ada spekulan pada level manapun yang berusaha mendapatkan pasokan curah untuk diubah menjadi kemasan. KPPU juga akan tetap mengawasi perilaku produsen agar tidak seenaknya menjual harga minyak goreng kemasan pasca pencabutan HET," tegasnya. 

CNNIndonesia.com berusaha mencoba meminta penjelasan ke PT Musim Mas melalui nomor telpon yang tertera di website mereka. Tapi nomor telpon tidak aktif