Wednesday, October 28, 2015

Telkom Raup Laba Rp. 11,54 Triliun Sampai Kuartal III 2015

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih senilai Rp 11,54 triliun pada Januari-September 2015. Laba ini naik 2,45 persen dari perolehan periode yang sama tahun lalu, Rp 11,26 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, perusahaan telekomunikasi pelat merah itu meraup pendapatan pada sembilan bulan pertama 2015 sebesar Rp 75,71 triliun, naik hampir 15 persen dibandingkan dengan pendapatan Januari-September tahun lalu, Rp 65,84 triliun. Hal tersebut disumbang oleh pendapatan data Telkom yang mengalami penaikan cukup signifikan sebesar 24,78 persen menjadi Rp 34,62 triliun, dari Rp 27,75 triliun.

Sementara pendapatan selular perseroan tercatat Rp 27,45 triliun, naik tipis dari Rp 25,07 triliun. Sebaliknya, pendapatan tidak bergerak Telkom justru melemah menjadi Rp 6,52 triliun, dari Rp 6,84 triliun. Apabila ditotal, maka pendapatan telepon Telkom tercatat naik dari Rp 31,91 triliun menjadi Rp 33,97 triliun.

Di sisi lain, beban operasi berupa pemeliharaan dan jasa telekomunikasi Telkom juga tercatat meningkat dari Rp 16,76 triliun menjadi Rp 21,29 triliun. Demikian pula dengan beban penyusutan dan amortisasi yang juga menanjak dari Rp12,03 triliun menjadi Rp 13,5 triliun. Beban karyawan perseroan juga meningkat ke angka Rp 9,2 triliun pada sembilan bulan pertama 2015, dari Rp 7,39 triliun pada periode yang sama 2014. Di sisi lain, beban interkoneksi Telkom menurun jadi Rp 2,7 triliun, dari Rp 3,68 triliun.

Beban umum dan administrasi Telkom tercatat naik menjadi Rp 3,27 triliun, dari Rp 2,39 triliun. Sementara beban pemasaran menurun menjadi Rp 2,17 triliun dari Rp 2,31 triliun pada 2014. Dari sisi aset, per 30 September 2015 perseroan mencatatkan nilai Rp 158,39 triliun, naik dari Rp 141,82 triliun pada akhir tahun 2014. Sementara jumlah liabilitas tercatat Rp 71,3 triliun, dan ekuitas tercatat Rp 87,08 triliun per 30 September 2015.

Sebelumnya, Telkom masih menunggu perizinan dari otoritas Guam, negara persemakmuran Amerika Serikat, guna memulai operasi setelah melakukan akuisisi perusahaan setempat. Direktur Utama Telkom Alex J. Sinangka mengatakan sebenarnya secara konten pihaknya sudah memiliki kesiapan yang tinggi dalam memulai operasi bisnis. Namun, pihaknya masih terkendala perizinan operasi yang belum diteken otoritas komunikasi Guam.

“Untuk di Guam mungkin 95 persen sudah siap secara konten. Yang 5 persen masih in progress, khususnya terkait approval dari otoritas. Bulan ini belum bisa, tapi tahun ini harusnya sudah operasi,” kata Alex, belum lama ini. Seperti diketahui, Telkom melalui anak perusahaannya, Telekomunikasi Indonesia International USA Inc (Telkom USA), telah mengakuisisi AP TeleGuam Holding Inc merupakan induk perusahaan GTA TeleGuam.

AP Teleguam adalah salah satu operator telekomunikasi di Guam. Perusahaan ini menyediakan layanan telekomunikasi telepon tetap, telepon seluler, Internet, dan televisi berlangganan.

No comments:

Post a Comment