Pages - Menu

Saturday, March 29, 2025

Bank BNI Lelang Seluruh Apartemen Fritz dan Venetian Milik Kingland Avenue Senilai 849 Milyar

Bank Negara Indonesia Tbk atau Bank BNI (BBBI) melelang Apartemen di Kingland Avenue, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten yang terdiri dari Apartemen Fritz dan Apartemen Venetian

Dalam pengumuman lelang resmi yang dikeluarkan BNI, pihaknya melelang 5 bidang tanah berikut bangunan Apartemen Kingland Avenue dan segala sesuatu yang melekat di atasnya berada dalam satu hamparan dan dijual satu paket total luas 22.349 m2.

"Nilai limit Rp 849,3 miliar dan setoran jaminan Rp 254,8 miliar," ungkap surat tersebut, tertanggal Selasa

Adapun tanggal pelaksanaan lelang dimulai pada Rabu pukul 11:00 WIB. Adapun pembayaran uang jaminan harus dilakukan maksimal satu hari sebelum pelaksanaan lelang.

"Objek lelang dijual dengan ketentuan dan kondisi apa adanya (as is) sehingga apabila karena sesuatu hal terjadi gugatan, tuntutan, pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang terhadap objek lelang tersebut di atas, pihak-pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun," tulis surat tersebut.

Apartemen Kingland Avenue terletak di Jalan Raya Serpong KM 8, RT. 004 RW. 001, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Proyek ini ditaksir akan menelan investasi sekitar Rp 5 triliun.

Adapun rincian blok apartemen yang dilelang adalah sebagai berikut:

1. SHGB No. 7/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 12.865 m2 terletak di Desa Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat.

2. SHGB No. 00982/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 2.930 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat

3. SHGB No. 00983/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 2.930 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat

4. SHGB No. 00984/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 954 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat

5. SHGB No. 00985/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 2.670 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat


Wednesday, March 26, 2025

BTN Bagi Deviden Senilai 751 Milyar Tahun 2025

 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membagikan dividen 2024 sebesar Rp751,83 miliar atau Rp 53,57 per saham kepada pemegang saham.

Berdasarkan paparan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di BNI Tower pada Rabu (26/3), dividen yang dibagikan berasal dari 25 persen laba bersih.

Sebelumnya, BTN mencatat laba bersih tercatat sebesar Rp3 triliun sepanjang 2024. Realisasi ini turun 14,1 persen secara tahunan dari sebelumnya sebesar Rp3,5 triliun di 2023.

Sedangkan, pendapatan bunga BTN sepanjang 2024 tumbuh 4,5 persen menjadi Rp29,55 triliun. Namun, beban bunga melonjak 21,9 persen menjadi Rp17,84 triliun sehingga bunga bersih juga turun 14,1 persen menjadi Rp11,73 triliun.

Sementara itu, pendapatan non-bunga berhasil melonjak 17,6 persen menjadi Rp4,61 triliun. Lalu, beban operasional juga melonjak 12,1 persen menjadi Rp10,44 triliun.

Dari sisi perolehan dana masyarakat, pada 2024 BTN membukukan pertumbuhan DPK sebesar 9,1 persen menjadi Rp381,67 triliun dibandingkan 2023 yang sebesar Rp349,93 triliun.

Pertumbuhan DPK ini didukung oleh peningkatan dana murah berupa tabungan dan giro (current account saving account/CASA) yang kontribusinya mencapai 54,1 persen terhadap total DPK, naik jika dibandingkan 2023 sebesar 53,7 persen.

Pertumbuhan CASA BTN pada akhir 2024 tercatat mencapai 9,8 persen dibandingkan 2023. BTN juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3 triliun hingga akhir 2024.

Ketidakpatuhan Perusahaan Bayar Pajak Rugikan Negara Rp 387 Triliun dan 161 Triliun Karena PPN

Bank Dunia melaporkan kinerja pengumpulan pendapatan pajak Indonesia merupakan salah satu yang terburuk di dunia. Hal ini terlihat dari rendahnya rasio pendapatan pajak terhadap PDB.

Melalui laporan bertajuk 'Economic Policy: Estimating Value Added Tax (VAT) and Corporate Income Tax (CIT) Gaps in Indonesia', Bank Dunia melaporkan rasio pajak terhadap PDB pada 2021 lalu hanya 9,1%.

Angka ini tercatat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Kamboja dengan rasio pajak terhadap PDB 18,0%, Malaysia 11,9%, Filipina 15,2%, Thailand 15,7%, dan Vietnam 14,7%.

Bank Dunia juga mencatat dibandingkan dengan sepuluh tahun sebelumnya, angka tax ratio Indonesia pada 2021 mengalami penurunan sekitar 2,1 poin persentase. Pandemi Covid-19 disebut turut memperparah rasio pajak Indonesia terhadap PDB dengan penurunan tajam ke angka 8,3% pada 2020 lalu.

"Kesenjangan kepatuhan meningkat secara signifikan pada tahun 2020, yang kemungkinan besar disebabkan oleh konsekuensi ekonomi dari pandemi COVID-19, yang mengakibatkan meningkatnya insentif untuk menghindari dan menunda pembayaran pajak," terang Bank Dunia dalam laporannya, dikutip

Menurut Bank Dunia, salah satu akar masalah yang disoroti Bank Dunia adalah kinerja pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) Badan yang kurang optimal.

Pada 2021, kontribusi kedua instrumen tersebut hanya sebesar 66% dari total penerimaan pajak atau setara dengan 6% dari PDB. Meski lebih produktif dibanding instrumen pajak lain, angka itu masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga.

"Hal ini dapat disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk kepatuhan yang rendah, tarif pajak efektif yang relatif rendah, dan basis pajak yang sempit," papar Bank Dunia.

Secara keseluruhan kondisi ini diperkirakan membuat Indonesia kehilangan potensi penerimaan pajak hingga Rp 944 triliun selama periode 2016-2021. Potensi ini meliputi kehilangan akibat masalah ketidakpatuhan (compliance gap) pada PPN maupun PPh Badan, serta kehilangan akibat kebijakan perpajakan yang dipilih pemerintah (policy gap).

"Estimasi kesenjangan PPN dan PPh Badan tersebut, secara rata-rata, mencapai 6,4% dari PDB atau Rp 944 triliun antara tahun 2016 dan 2021," lapor Bank Dunia.

Untuk rinciannya, Indonesia ditaksir kehilangan hingga Rp 387 triliun dan Rp 161 triliun akibat masalah ketidakpatuhan pada PPN maupun PPh Badan. Sedangkan Rp 138 triliun serta Rp 258 triliun lainnya hilang akibat kebijakan perpajakan yang dipilih pemerintah.

Tuesday, March 25, 2025

CEO Danantara Klaim IHSG Naik Karena Pasar Respon Positif Terhadap Dirinya

 CEO Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani mengklaim Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat setelah pengumuman terkait pengurusan Danantara.

Menurutnya, sebelum pengumuman tersebut, pasar modal Indonesia sempat mengalami penurunan. Namun, setelah diumumkan, respons investor justru sangat positif.

"Kalau kita lihat memang, kemarin sebelum (pengurusan) Danantara diumumkan, market kita sedang turun, tapi sejak diumumkan, Alhamdulillah, responsnya sangat positif. Hari ini pun naik positif," ujar Rosan dalam seminar Dampak Perang Tarif terhadap Peluang Ekspor Indonesia di Menara Kadin, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan saham perbankan mengalami kenaikan rata-rata hingga 5 persen, yang menurutnya merupakan momentum sangat baik bagi pasar.

Rosan mengatakan kondisi ini mendorong pasar untuk kembali rebound, meskipun dalam aktivitas perdagangan di pasar modal, investor dapat keluar dan masuk kapan saja.

Selain dari sisi pasar modal, Rosan juga melihat bahwa respons terhadap investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) masih tetap kuat. Ia optimistis dengan strategi yang dijalankan saat ini, target investasi dapat tercapai.

"So far, we are in the good hands. Responsnya masih sangat baik," ujarnya.

Sebelumnya, IHSG sempat anjlok hingga 4,45 persen ke titik 5.967 pada perdagangan Senin (24/3), level terendah sejak pertengahan 2020, sebelum akhirnya rebound dan memangkas sebagian besar kerugiannya.

IHSG kemudian ditutup di level 6.235 pada Selasa (25/3) sore. Indeks saham menguat 74,40 poin atau naik 1,21 persen dari perdagangan sebelumnya.



Harga Minyak Dunia Naik Akibat Kebijakan Tarif Amerika Serikat

 Harga minyak dunia pada perdagangan Rabu (26/3) menguat tipis imbas kekhawatiran pasokan yang menipis setelah Presiden AS Donald Trump mengancam kenakan tarif 25 persen kepada negara manapun yang impor minyak dan gas dari Venezuela.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik 25 sen atau 0,3 persen menjadi US$73,27 per barel. Senada, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 28 sen atau 0,4 persen menjadi US$69,28 per barel.

Trump memang baru saja menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan pemerintahannya untuk mengenakan tarif 25 persen atas impor dari negara mana pun yang membeli minyak mentah dan bahan bakar dari Venezuela.

Minyak merupakan komoditas ekspor utama Venezuela. China, yang sudah menjadi target tarif impor AS, merupakan pembeli terbesarnya.

Pemerintahan Trump juga memperpanjang batas waktu hingga 27 Mei bagi produsen minyak AS Chevron (CVX.N) dengan syarat menghentikan operasi di Venezuela.

Pencabutan izin operasi Chevron dapat mengurangi produksi di negara tersebut sekitar 200 ribu barel per hari, menurut analis ANZ.

Yang juga mendukung harga, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 21 Maret.

Data resmi pemerintah AS tentang persediaan minyak mentah akan dirilis pada hari ini.

Untuk membatasi kenaikan harga minyak, Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Ukraina dan Rusia untuk menghentikan serangan di laut dan terhadap target energi, dan Washington setuju untuk mendorong pencabutan beberapa sanksi terhadap Moskow.


Aset Nasabah Emerald BNI Naik Tajam Sebahnyak 28 Persen

 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan pertumbuhan portofolio tabungan Nasabah Emerald sebanyak 17 persen dan Nasabah Private naik 28 persen dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Pertumbuhan segmen kelas atas ini pun mendorong peningkatan wealth management BNI melalui beragam produk perbankan dan pasar modal .

SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana mengatakan, lewat kerja sama dengan berbagai mitra, BNI memiliki kapabilitas perbankan untuk menyediakan berbagai produk perbankan, mencakup tabungan, giro dan deposito, produk pasar modal seperti obligasi negara dan obligasi korporasi, reksa dana, referral saham, serta produk structured dan derivatif seperti DepoSwap dan FX Swap.

"Kami melihat antusiasme yang tinggi dari nasabah serta calon nasabah untuk bergabung menjadi nasabah baru Wealth Management BNI Emerald dengan berbagai produk dan program eksklusif yang kami berikan," kata Steven dalam siaran pers.

Peningkatan tabungan itu antara lain juga didukung penguatan basis nasabah BNI melalui program-program eksklusif yang dirancang untuk generasi muda, mulai olahraga, musik, enterpreneur, hingga pendidikan.

Steven menambahkan, BNI masih akan berinovasi dalam penyediaan produk baru yang diharapkan dapat terus mendorong peningkatan segmen tersebut, misalnya fasilitas kredit dengan jaminan Obligasi (Bonds Collateral Credit) bagi debitur individu dan korporasi untuk kebutuhan produktif, serta BNI Instan untuk keperluan konsumsi bagi debitur individu.

Selain itu, BNI Emerald juga menawarkan tarif spesial pada transaksi dalam mata uang asing, serta pembelian rumah maupun kendaraan melalui Oto Loan. Untuk kebutuhan transaksi dan investasi, sebagian besar nasabah menempatkan dananya pada produk tabungan dan deposito, sedangkan untuk investasi, masih dominan pada produk yang likuid.

"Produk investasi untuk segmen ini meningkat signifikan, terutama pada produk obligasi yang terlihat dari pertumbuhan Asset Under Management (AUM) obligasi nasabah naik sebesar 27 persen YoY," kata Steven.

Hingga Februari 2025, jumlah nasabah Emerald meningkat 9 persen YoY, sedangkan nasabah Private naik 18 persen YoY. Adapun dana kelolaan untuk segmen Emerald tumbuh 11 persen dan segmen Private Banking meningkat 22 persen.

Nasabah Emerald merupakan nasabah perorangan dengan kepemilikan AUM mulai dari Rp1 miliar, sedangkan nasabah Private memiliki AUM lebih dari Rp15 miliar.

"Strategi kami saat ini adalah fokus melakukan upgrade kepada nasabah potensial yang memiliki AUM di kisaran Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar untuk dapat di-upgrade menjadi nasabah Emerald," ujar Steven.

Saat ini, BNI Emerald membidik nasabah baru, salah satunya melalui value chain dari nasabah business banking, para pemilik merchant yang bekerja sama dengan BNI, serta nasabah baru lainnya lewat penawaran program investasi dan benefit yang sesuai dengan gaya hidup.

"Kami menargetkan pertumbuhan yang agresif tahun ini sejalan dengan rencana ekspansi bisnis yang telah ditetapkan oleh perusahaan," lanjut Steven.

Untuk itu, BNI menjalankan berbagai inisiatif, termasuk ekspansi wealth management bisnis di Singapura yang diluncurkan pada 21 Maret lalu. Ekspansi tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan perbankan nasabah dengan banyaknya Warga Negara Indonesia di Singapura.

Berkolaborasi dengan Schroders dan Fullerton Fund Management, BNI Emerald Singapura menawarkan sejumlah layanan eksklusif bagi accredited investor, termasuk akses ke berbagai peluang diversifikasi investasi seperti reksa dana global.

Lalu, BNI juga memberikan layanan transaksi melalui aplikasi wondr by BNI yang memudahkan nasabah memantau portfolio, mutasi dan cashflow, transaksi produk investasi, serta akses pada laporan keuangan dan dokumen pendukung SPT untuk keperluan pelaporan perpajakan.

"Beragam kemudahan dapat diperoleh nasabah Emerald BNI, antara lain welcome reward hingga Rp26 juta, dedicated Relationship Manager (RM) serta Investment Specialist yang bisa memberikan advisory dan rekomendasi pengelolaan portofolio secara komprehensif. Nasabah juga mendapatkan kemudahan akses dan privileges baik di dalam maupun luar negeri," pungkas Steven.


Kisah Wildan Sukses Usaha Tukar Uang Baru Dengan Omzet 2 Milyar

 Sebuah video memperlihatkan tumpukan uang baru senilai Rp 2 miliar sedang viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang warga Bangil, Pasuruan, Jawa Timur bernama Wildan, menawarkan layanan penukaran uang baru dalam jumlah besar melalui akun TikTok Wildan Uang Baru.

Wildan mengklaim dapat menyediakan berbagai pecahan uang baru mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000, dengan syarat biaya tertentu dan tanpa batasan jumlah.

"Senin, tanggal 24 Maret 2025 ready full pecahan lengkap, khusus ecer ya bosku. Besok kita ready banyak, sekarang khusus ecer dulu, besok di Bangil sama rumah saya full stock mau berapapun ada," kata Wildan sambil memperlihatkan situasi toko penukaran uang baru, dilihat Selasa (25/3/2025).

Menanggapi itu, Bank Indonesia (BI) mengimbau agar masyarakat hanya melakukan penukaran uang Rupiah di layanan resmi BI dan perbankan agar terjamin keasliannya dan terjaga keamanannya.

"Penukaran uang Rupiah melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi BI dan perbankan memiliki risiko bagi masyarakat, di antaranya yaitu tidak terjamin keasliannya, sulit dipastikan akurasi jumlahnya, hingga rawan penipuan yang dapat merugikan masyarakat secara finansial," ucap Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Anwar Bashori dalam keterangan tertulis.

BI memastikan tidak memberikan jalur khusus dalam layanan penukaran uang Rupiah dan tidak memberikan akses khusus bagi para penjual uang Rupiah. Layanan penukaran uang Rupiah BI dipastikan berlaku sama untuk seluruh masyarakat.

"Pada periode SERAMBI 2025, seluruh kegiatan penukaran dilakukan secara transparan melalui aplikasi PINTAR oleh seluruh masyarakat. Penggunaan aplikasi PINTAR diharapkan dapat meningkatkan kepastian layanan, mengurangi antrian kepadatan di lokasi penukaran untuk kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat, serta sebagai upaya pemerataan distribusi uang kepada masyarakat di seluruh Indonesia," jelas Anwar.

Dalam momentum menjelang Lebaran ini, BI mengimbau agar masyarakat menggunakan uang Rupiah sebagai alat pembayaran dalam transaksi di Indonesia dengan baik dan tidak menjadikan uang Rupiah sebagai komoditi yang diperdagangkan.

"Uang Rupiah sejatinya merupakan simbol kedaulatan negara yang wajib dijunjung tinggi kehormatannya dan sepatutnya diperlakukan dengan baik," tegas Anwar.

BI pun terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan penukaran kepada masyarakat. Ke depan, guna memperluas jangkauan dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan penukaran, BI akan memperkuat sinergi dengan perbankan untuk membentuk Sentra Kas Mitra (SKM) dan dengan mitra kerja non-perbankan untuk membentuk Mitra Layanan (MILA) sebagai perpanjangan tangan BI untuk memberikan layanan penukaran kepada masyarakat.

Dengan adanya pola kerja sama dimaksud, diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan penukaran dengan lebih efisien, terjamin akurasi kuantitas dan keasliannya, serta tercipta pemerataan layanan penukaran di seluruh wilayah Indonesia.

"Dapat kami sampaikan bahwa BI memberikan layanan penukaran tematik melalui kas keliling di beberapa titik strategis di wilayah Indonesia. Seluruh layanan kas keliling BI tidak memungut biaya apapun dari masyarakat sehingga masyarakat atau pemudik yang masih membutuhkan uang Rupiah pecahan kecil dapat mengunjungi layanan kas keliling BI untuk mendapatkan akses penukaran uang Rupiah yang terjamin aman dan nyaman," imbuhnya.