Pages - Menu

Saturday, March 29, 2025

Bank BNI Lelang Seluruh Apartemen Fritz dan Venetian Milik Kingland Avenue Senilai 849 Milyar

Bank Negara Indonesia Tbk atau Bank BNI (BBBI) melelang Apartemen di Kingland Avenue, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten yang terdiri dari Apartemen Fritz dan Apartemen Venetian

Dalam pengumuman lelang resmi yang dikeluarkan BNI, pihaknya melelang 5 bidang tanah berikut bangunan Apartemen Kingland Avenue dan segala sesuatu yang melekat di atasnya berada dalam satu hamparan dan dijual satu paket total luas 22.349 m2.

"Nilai limit Rp 849,3 miliar dan setoran jaminan Rp 254,8 miliar," ungkap surat tersebut, tertanggal Selasa

Adapun tanggal pelaksanaan lelang dimulai pada Rabu pukul 11:00 WIB. Adapun pembayaran uang jaminan harus dilakukan maksimal satu hari sebelum pelaksanaan lelang.

"Objek lelang dijual dengan ketentuan dan kondisi apa adanya (as is) sehingga apabila karena sesuatu hal terjadi gugatan, tuntutan, pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang terhadap objek lelang tersebut di atas, pihak-pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun," tulis surat tersebut.

Apartemen Kingland Avenue terletak di Jalan Raya Serpong KM 8, RT. 004 RW. 001, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Proyek ini ditaksir akan menelan investasi sekitar Rp 5 triliun.

Adapun rincian blok apartemen yang dilelang adalah sebagai berikut:

1. SHGB No. 7/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 12.865 m2 terletak di Desa Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat.

2. SHGB No. 00982/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 2.930 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat

3. SHGB No. 00983/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 2.930 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat

4. SHGB No. 00984/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 954 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat

5. SHGB No. 00985/Pakulonan an. P.T HONG KONG KINGLAND, Luas 2.670 m2 terletak di Desa/Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang,Propinsi Jawa Barat


Wednesday, March 26, 2025

BTN Bagi Deviden Senilai 751 Milyar Tahun 2025

 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membagikan dividen 2024 sebesar Rp751,83 miliar atau Rp 53,57 per saham kepada pemegang saham.

Berdasarkan paparan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di BNI Tower pada Rabu (26/3), dividen yang dibagikan berasal dari 25 persen laba bersih.

Sebelumnya, BTN mencatat laba bersih tercatat sebesar Rp3 triliun sepanjang 2024. Realisasi ini turun 14,1 persen secara tahunan dari sebelumnya sebesar Rp3,5 triliun di 2023.

Sedangkan, pendapatan bunga BTN sepanjang 2024 tumbuh 4,5 persen menjadi Rp29,55 triliun. Namun, beban bunga melonjak 21,9 persen menjadi Rp17,84 triliun sehingga bunga bersih juga turun 14,1 persen menjadi Rp11,73 triliun.

Sementara itu, pendapatan non-bunga berhasil melonjak 17,6 persen menjadi Rp4,61 triliun. Lalu, beban operasional juga melonjak 12,1 persen menjadi Rp10,44 triliun.

Dari sisi perolehan dana masyarakat, pada 2024 BTN membukukan pertumbuhan DPK sebesar 9,1 persen menjadi Rp381,67 triliun dibandingkan 2023 yang sebesar Rp349,93 triliun.

Pertumbuhan DPK ini didukung oleh peningkatan dana murah berupa tabungan dan giro (current account saving account/CASA) yang kontribusinya mencapai 54,1 persen terhadap total DPK, naik jika dibandingkan 2023 sebesar 53,7 persen.

Pertumbuhan CASA BTN pada akhir 2024 tercatat mencapai 9,8 persen dibandingkan 2023. BTN juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3 triliun hingga akhir 2024.

Ketidakpatuhan Perusahaan Bayar Pajak Rugikan Negara Rp 387 Triliun dan 161 Triliun Karena PPN

Bank Dunia melaporkan kinerja pengumpulan pendapatan pajak Indonesia merupakan salah satu yang terburuk di dunia. Hal ini terlihat dari rendahnya rasio pendapatan pajak terhadap PDB.

Melalui laporan bertajuk 'Economic Policy: Estimating Value Added Tax (VAT) and Corporate Income Tax (CIT) Gaps in Indonesia', Bank Dunia melaporkan rasio pajak terhadap PDB pada 2021 lalu hanya 9,1%.

Angka ini tercatat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Kamboja dengan rasio pajak terhadap PDB 18,0%, Malaysia 11,9%, Filipina 15,2%, Thailand 15,7%, dan Vietnam 14,7%.

Bank Dunia juga mencatat dibandingkan dengan sepuluh tahun sebelumnya, angka tax ratio Indonesia pada 2021 mengalami penurunan sekitar 2,1 poin persentase. Pandemi Covid-19 disebut turut memperparah rasio pajak Indonesia terhadap PDB dengan penurunan tajam ke angka 8,3% pada 2020 lalu.

"Kesenjangan kepatuhan meningkat secara signifikan pada tahun 2020, yang kemungkinan besar disebabkan oleh konsekuensi ekonomi dari pandemi COVID-19, yang mengakibatkan meningkatnya insentif untuk menghindari dan menunda pembayaran pajak," terang Bank Dunia dalam laporannya, dikutip

Menurut Bank Dunia, salah satu akar masalah yang disoroti Bank Dunia adalah kinerja pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) Badan yang kurang optimal.

Pada 2021, kontribusi kedua instrumen tersebut hanya sebesar 66% dari total penerimaan pajak atau setara dengan 6% dari PDB. Meski lebih produktif dibanding instrumen pajak lain, angka itu masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga.

"Hal ini dapat disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk kepatuhan yang rendah, tarif pajak efektif yang relatif rendah, dan basis pajak yang sempit," papar Bank Dunia.

Secara keseluruhan kondisi ini diperkirakan membuat Indonesia kehilangan potensi penerimaan pajak hingga Rp 944 triliun selama periode 2016-2021. Potensi ini meliputi kehilangan akibat masalah ketidakpatuhan (compliance gap) pada PPN maupun PPh Badan, serta kehilangan akibat kebijakan perpajakan yang dipilih pemerintah (policy gap).

"Estimasi kesenjangan PPN dan PPh Badan tersebut, secara rata-rata, mencapai 6,4% dari PDB atau Rp 944 triliun antara tahun 2016 dan 2021," lapor Bank Dunia.

Untuk rinciannya, Indonesia ditaksir kehilangan hingga Rp 387 triliun dan Rp 161 triliun akibat masalah ketidakpatuhan pada PPN maupun PPh Badan. Sedangkan Rp 138 triliun serta Rp 258 triliun lainnya hilang akibat kebijakan perpajakan yang dipilih pemerintah.

Tuesday, March 25, 2025

CEO Danantara Klaim IHSG Naik Karena Pasar Respon Positif Terhadap Dirinya

 CEO Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani mengklaim Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat setelah pengumuman terkait pengurusan Danantara.

Menurutnya, sebelum pengumuman tersebut, pasar modal Indonesia sempat mengalami penurunan. Namun, setelah diumumkan, respons investor justru sangat positif.

"Kalau kita lihat memang, kemarin sebelum (pengurusan) Danantara diumumkan, market kita sedang turun, tapi sejak diumumkan, Alhamdulillah, responsnya sangat positif. Hari ini pun naik positif," ujar Rosan dalam seminar Dampak Perang Tarif terhadap Peluang Ekspor Indonesia di Menara Kadin, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan saham perbankan mengalami kenaikan rata-rata hingga 5 persen, yang menurutnya merupakan momentum sangat baik bagi pasar.

Rosan mengatakan kondisi ini mendorong pasar untuk kembali rebound, meskipun dalam aktivitas perdagangan di pasar modal, investor dapat keluar dan masuk kapan saja.

Selain dari sisi pasar modal, Rosan juga melihat bahwa respons terhadap investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) masih tetap kuat. Ia optimistis dengan strategi yang dijalankan saat ini, target investasi dapat tercapai.

"So far, we are in the good hands. Responsnya masih sangat baik," ujarnya.

Sebelumnya, IHSG sempat anjlok hingga 4,45 persen ke titik 5.967 pada perdagangan Senin (24/3), level terendah sejak pertengahan 2020, sebelum akhirnya rebound dan memangkas sebagian besar kerugiannya.

IHSG kemudian ditutup di level 6.235 pada Selasa (25/3) sore. Indeks saham menguat 74,40 poin atau naik 1,21 persen dari perdagangan sebelumnya.



Harga Minyak Dunia Naik Akibat Kebijakan Tarif Amerika Serikat

 Harga minyak dunia pada perdagangan Rabu (26/3) menguat tipis imbas kekhawatiran pasokan yang menipis setelah Presiden AS Donald Trump mengancam kenakan tarif 25 persen kepada negara manapun yang impor minyak dan gas dari Venezuela.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik 25 sen atau 0,3 persen menjadi US$73,27 per barel. Senada, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 28 sen atau 0,4 persen menjadi US$69,28 per barel.

Trump memang baru saja menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan pemerintahannya untuk mengenakan tarif 25 persen atas impor dari negara mana pun yang membeli minyak mentah dan bahan bakar dari Venezuela.

Minyak merupakan komoditas ekspor utama Venezuela. China, yang sudah menjadi target tarif impor AS, merupakan pembeli terbesarnya.

Pemerintahan Trump juga memperpanjang batas waktu hingga 27 Mei bagi produsen minyak AS Chevron (CVX.N) dengan syarat menghentikan operasi di Venezuela.

Pencabutan izin operasi Chevron dapat mengurangi produksi di negara tersebut sekitar 200 ribu barel per hari, menurut analis ANZ.

Yang juga mendukung harga, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 4,6 juta barel dalam minggu yang berakhir pada 21 Maret.

Data resmi pemerintah AS tentang persediaan minyak mentah akan dirilis pada hari ini.

Untuk membatasi kenaikan harga minyak, Amerika Serikat mencapai kesepakatan dengan Ukraina dan Rusia untuk menghentikan serangan di laut dan terhadap target energi, dan Washington setuju untuk mendorong pencabutan beberapa sanksi terhadap Moskow.


Aset Nasabah Emerald BNI Naik Tajam Sebahnyak 28 Persen

 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan pertumbuhan portofolio tabungan Nasabah Emerald sebanyak 17 persen dan Nasabah Private naik 28 persen dari periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY). Pertumbuhan segmen kelas atas ini pun mendorong peningkatan wealth management BNI melalui beragam produk perbankan dan pasar modal .

SEVP Wealth Management BNI Steven Suryana mengatakan, lewat kerja sama dengan berbagai mitra, BNI memiliki kapabilitas perbankan untuk menyediakan berbagai produk perbankan, mencakup tabungan, giro dan deposito, produk pasar modal seperti obligasi negara dan obligasi korporasi, reksa dana, referral saham, serta produk structured dan derivatif seperti DepoSwap dan FX Swap.

"Kami melihat antusiasme yang tinggi dari nasabah serta calon nasabah untuk bergabung menjadi nasabah baru Wealth Management BNI Emerald dengan berbagai produk dan program eksklusif yang kami berikan," kata Steven dalam siaran pers.

Peningkatan tabungan itu antara lain juga didukung penguatan basis nasabah BNI melalui program-program eksklusif yang dirancang untuk generasi muda, mulai olahraga, musik, enterpreneur, hingga pendidikan.

Steven menambahkan, BNI masih akan berinovasi dalam penyediaan produk baru yang diharapkan dapat terus mendorong peningkatan segmen tersebut, misalnya fasilitas kredit dengan jaminan Obligasi (Bonds Collateral Credit) bagi debitur individu dan korporasi untuk kebutuhan produktif, serta BNI Instan untuk keperluan konsumsi bagi debitur individu.

Selain itu, BNI Emerald juga menawarkan tarif spesial pada transaksi dalam mata uang asing, serta pembelian rumah maupun kendaraan melalui Oto Loan. Untuk kebutuhan transaksi dan investasi, sebagian besar nasabah menempatkan dananya pada produk tabungan dan deposito, sedangkan untuk investasi, masih dominan pada produk yang likuid.

"Produk investasi untuk segmen ini meningkat signifikan, terutama pada produk obligasi yang terlihat dari pertumbuhan Asset Under Management (AUM) obligasi nasabah naik sebesar 27 persen YoY," kata Steven.

Hingga Februari 2025, jumlah nasabah Emerald meningkat 9 persen YoY, sedangkan nasabah Private naik 18 persen YoY. Adapun dana kelolaan untuk segmen Emerald tumbuh 11 persen dan segmen Private Banking meningkat 22 persen.

Nasabah Emerald merupakan nasabah perorangan dengan kepemilikan AUM mulai dari Rp1 miliar, sedangkan nasabah Private memiliki AUM lebih dari Rp15 miliar.

"Strategi kami saat ini adalah fokus melakukan upgrade kepada nasabah potensial yang memiliki AUM di kisaran Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar untuk dapat di-upgrade menjadi nasabah Emerald," ujar Steven.

Saat ini, BNI Emerald membidik nasabah baru, salah satunya melalui value chain dari nasabah business banking, para pemilik merchant yang bekerja sama dengan BNI, serta nasabah baru lainnya lewat penawaran program investasi dan benefit yang sesuai dengan gaya hidup.

"Kami menargetkan pertumbuhan yang agresif tahun ini sejalan dengan rencana ekspansi bisnis yang telah ditetapkan oleh perusahaan," lanjut Steven.

Untuk itu, BNI menjalankan berbagai inisiatif, termasuk ekspansi wealth management bisnis di Singapura yang diluncurkan pada 21 Maret lalu. Ekspansi tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan perbankan nasabah dengan banyaknya Warga Negara Indonesia di Singapura.

Berkolaborasi dengan Schroders dan Fullerton Fund Management, BNI Emerald Singapura menawarkan sejumlah layanan eksklusif bagi accredited investor, termasuk akses ke berbagai peluang diversifikasi investasi seperti reksa dana global.

Lalu, BNI juga memberikan layanan transaksi melalui aplikasi wondr by BNI yang memudahkan nasabah memantau portfolio, mutasi dan cashflow, transaksi produk investasi, serta akses pada laporan keuangan dan dokumen pendukung SPT untuk keperluan pelaporan perpajakan.

"Beragam kemudahan dapat diperoleh nasabah Emerald BNI, antara lain welcome reward hingga Rp26 juta, dedicated Relationship Manager (RM) serta Investment Specialist yang bisa memberikan advisory dan rekomendasi pengelolaan portofolio secara komprehensif. Nasabah juga mendapatkan kemudahan akses dan privileges baik di dalam maupun luar negeri," pungkas Steven.


Kisah Wildan Sukses Usaha Tukar Uang Baru Dengan Omzet 2 Milyar

 Sebuah video memperlihatkan tumpukan uang baru senilai Rp 2 miliar sedang viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang warga Bangil, Pasuruan, Jawa Timur bernama Wildan, menawarkan layanan penukaran uang baru dalam jumlah besar melalui akun TikTok Wildan Uang Baru.

Wildan mengklaim dapat menyediakan berbagai pecahan uang baru mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000, dengan syarat biaya tertentu dan tanpa batasan jumlah.

"Senin, tanggal 24 Maret 2025 ready full pecahan lengkap, khusus ecer ya bosku. Besok kita ready banyak, sekarang khusus ecer dulu, besok di Bangil sama rumah saya full stock mau berapapun ada," kata Wildan sambil memperlihatkan situasi toko penukaran uang baru, dilihat Selasa (25/3/2025).

Menanggapi itu, Bank Indonesia (BI) mengimbau agar masyarakat hanya melakukan penukaran uang Rupiah di layanan resmi BI dan perbankan agar terjamin keasliannya dan terjaga keamanannya.

"Penukaran uang Rupiah melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi BI dan perbankan memiliki risiko bagi masyarakat, di antaranya yaitu tidak terjamin keasliannya, sulit dipastikan akurasi jumlahnya, hingga rawan penipuan yang dapat merugikan masyarakat secara finansial," ucap Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Anwar Bashori dalam keterangan tertulis.

BI memastikan tidak memberikan jalur khusus dalam layanan penukaran uang Rupiah dan tidak memberikan akses khusus bagi para penjual uang Rupiah. Layanan penukaran uang Rupiah BI dipastikan berlaku sama untuk seluruh masyarakat.

"Pada periode SERAMBI 2025, seluruh kegiatan penukaran dilakukan secara transparan melalui aplikasi PINTAR oleh seluruh masyarakat. Penggunaan aplikasi PINTAR diharapkan dapat meningkatkan kepastian layanan, mengurangi antrian kepadatan di lokasi penukaran untuk kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat, serta sebagai upaya pemerataan distribusi uang kepada masyarakat di seluruh Indonesia," jelas Anwar.

Dalam momentum menjelang Lebaran ini, BI mengimbau agar masyarakat menggunakan uang Rupiah sebagai alat pembayaran dalam transaksi di Indonesia dengan baik dan tidak menjadikan uang Rupiah sebagai komoditi yang diperdagangkan.

"Uang Rupiah sejatinya merupakan simbol kedaulatan negara yang wajib dijunjung tinggi kehormatannya dan sepatutnya diperlakukan dengan baik," tegas Anwar.

BI pun terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan penukaran kepada masyarakat. Ke depan, guna memperluas jangkauan dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan penukaran, BI akan memperkuat sinergi dengan perbankan untuk membentuk Sentra Kas Mitra (SKM) dan dengan mitra kerja non-perbankan untuk membentuk Mitra Layanan (MILA) sebagai perpanjangan tangan BI untuk memberikan layanan penukaran kepada masyarakat.

Dengan adanya pola kerja sama dimaksud, diharapkan masyarakat dapat memperoleh layanan penukaran dengan lebih efisien, terjamin akurasi kuantitas dan keasliannya, serta tercipta pemerataan layanan penukaran di seluruh wilayah Indonesia.

"Dapat kami sampaikan bahwa BI memberikan layanan penukaran tematik melalui kas keliling di beberapa titik strategis di wilayah Indonesia. Seluruh layanan kas keliling BI tidak memungut biaya apapun dari masyarakat sehingga masyarakat atau pemudik yang masih membutuhkan uang Rupiah pecahan kecil dapat mengunjungi layanan kas keliling BI untuk mendapatkan akses penukaran uang Rupiah yang terjamin aman dan nyaman," imbuhnya.

Bank Mandiri Tebar Deviden Sebesar 43,5 Triliun

 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyetujui pembagian dividen kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 43,5 triliun. Kesepakatan tersebut dicapai melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BMRI yang digelar di Auditorium Plaza Mandiri, Jakarta, pada Selasa (25/3).

Adapun pembagian dividen diambil dari 78% dari laba bersih konsolidasi tahun 2024 sebesar 55,8 triliun. Sementara itu, 22% sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong pengembangan usaha ke depan.

Dari nilai dividen tersebut, sebanyak Rp 22,62 triliun disetorkan kepada negara atas kepemilikan 52% saham Bank Mandiri. Secara rinci, besaran dividen per lembar saham BMRI setara Rp 466,18, meningkat 31,71% secara year on year (YoY).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, besaran dividen tersebut menggambarkan komitmen perseroan untuk berkontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional dan memperkuat posisi BMRI sebagai mitra finansial nasabah.

"Keputusan ini juga menunjukkan dukungan kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan," jelas Darmawan dalam keterangan tertulis, Selasa (25/3).

Selain dividen, Darmawan menambahkan bahwa peran penting Bank Mandiri sebagai perusahaan BUMN juga tercermin dari kontribusi kepada penerimaan negara berupa pajak dan bukan pajak.

Pada 2024, total kontribusi Bank Mandiri dalam bentuk pajak mencapai Rp 28,87 triliun, meningkat 8,47% secara YoY. Secara fundamental, besaran dividen tersebut telah mempertimbangkan posisi likuiditas serta struktur permodalan Bank Mandiri dalam mendukung rencana di tahun 2025.

Setelah pembagian dividen, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri sampai dengan akhir tahun nanti diproyeksikan tetap kuat di kisaran level 19% - 20%. Selain itu, RUPST BMRI juga menyepakati rencana pembelian kembali saham (buyback) sebanyak-banyaknya Rp 1,17 triliun.

"Sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, kami optimis kinerja Bank Mandiri akan terus membaik. Ke depan, kami akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanan Bank Mandiri agar dapat memenuhi ekspektasi seluruh stakeholder perseroan," tambah Darmawan.


Nilai Rupiah Terjun Bebas Ke Level Rp. 16.600 Setelah IHSG Jatuh

 Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini. Posisi mata uang Negara Paman Sam itu bergerak di level Rp 16.600-an

Dikutip dari data Bloomberg, Selasa (25/3/2025), di sekitar pukul 09.15, nilai tukar dolar AS naik 70,50 poin atau 0,43% dari pembukaannya. Dolar AS pun kini bertengger pada level Rp 16.638.

Selanjutnya, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya cukup bervariasi. Dolar AS terpantau menguat 0,07% terhadap dolar baru Taiwan. Begitu juga terhadap peso Filipina menguat 0,04%.

Berikutnya Dolar AS terhadap ringgit Malaysia juga menguat 0,09%. Lalu nilainya juga menguat terhadap yuan China 0,03%, serta menguat terhadap won Korea Selatan 0,07%.

Nilainya juga mengalami penguatan terhadap bath Thailand 0,25%, dan terhadap dolar Singapura mengalamai penguatan 0,01%.

Sementara itu, dolar AS justru mengalami pelemahan pada rupee India 0,40%, lalu terhadap mata uang yen Jepang 0,06%, serta terhadap dolar Hong Kong nilai dolar AS mengalami pelemahan 0,01%.


Sunday, March 23, 2025

IHSG Kembali Jatuh ... Tren Pelemahan Ekonomi Berlanjut

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok ke level terendah sejak pembukaan perdagangan pada Senin (24/3). Pada pembukaan perdagangan, IHSG diketahui melemah ke level 6.242.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business pukul 10.22 WIB, Senin (24/3/2025) IHSG terus melemah. Bahkan, IHSG terpantau melemah 278.501 atau anjlok 4,45% ke level 5.979. Seiring dengan pelemahan IHSG, tercatat sebanyak 563 saham melemah, 65 saham menguat, dan 148 saham stagnan.

Kejadian ini pun tentu menghebohkan netizen di media sosial, khususnya di X yang sampai menjadi trending topik. Dipantau detiKINET, cuitan-cuitan soal IHSG, kebanyakan reaksi netizen Indonesia mencurahkan keluh kesah melihat warna merah yang mendominasi.

"Breaking: IHSG pagi ini sudah lebih rendah dibanding beberapa hari lalu ketika jeblok 5% dalam sehari. Kira2 sekarang pejabat bakal komentar apa lagi??" kata netizen.

"*memasuki waktu indonesia bagian ihsg kepala 5*," ujar netizen lain.

"Kalau IHSG turun, brrti saham anjlok. Knp saham bs anjlok? Ya krn investor cabut dr Indo. Kalau investor ga ada, perputaran ekonomi jdi lambat. Apa akibatnya? Perusahaan bs lay-off byk karyawan, penjualan di level umkm sepi, byk yg jd pengangguran, kriminalitas meningkat," jerit netizen.

"Saya tidak yakin pemerintah punya kapasitas mempertahankan ekonomi, ihsg per hari ini aja anjlok lagi dan rupiah udha 16.550 wkwkwk," sindir yang lain.

"Hari senin bangun tidur cek ihsg rasanya pingin tidur sminggu lagi," keluh warganet.

"Tolong ini investor-investornya dijemput biar ihsg naik lagi," pinta netizen lain.

"Ekonomi negara lu diremehin investor tuh pak, pada kabur semua gimana mau pangan aman negara aman?!? orang negara lu masih butuh ekspor impor," kritik warganet.

Sekretaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmat mengatakan, IHSG melemah 3,95% dengan net sell atau jual bersih investor asing pada penutupan perdagangan Jumat (21/3) sebesar Rp 2,35 triliun dan sepanjang tahun 2025, tercatat sebesar Rp 33,18 triliun.

"Perubahan terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,95% menjadi berada pada level 6.258," kata Kautsar dalam keterangan tertulisnya

Dorong Ekonomi ... Menperin Agus Gumiwang Usul Agar Harga Mobil Diturunkan Lagi

 Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menyarankan agar produsen roda empat mau menurunkan harga jual kendaraan di Indonesia. Sebab, langkah itu diyakini mampu meningkatkan daya beli konsumen yang sedang melemah. Bagaimana respons Honda soal usulan tersebut?

Yusak Billy selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengaku belum mempelajari usulan Menperin soal menurunkan harga kendaraan. Namun, dia menegaskan, harga yang ditawarkan Honda saat ini sudah kompetitif.

"Kita pelajari itu, saya belum tahu isinya seperti apa. Tapi kita memberikan suatu harga itu sangat kompetitif ya, affordable banget untuk konsumen," ujar Billy saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara, belum lama ini.

Billy menjelaskan, selain menurunkan harga jual, sebenarnya ada langkah nonfiskal yang bisa meningkatkan penjualan mobil di Indonesia, terutama di Jakarta dengan total market 20-25 persen. Salah satunya, kata dia, membebaskan mobil hybrid dari aturan ganjil-genap.

"Karena banyak orang yang belum mau memiliki mobil listrik juga. Jadi kalau ditawarkan mobil hybrid yang bisa mendapat nonfiskal bebas genap-ganjil di Jakarta pasti bisa meningkatkan penjualan, saya yakin," ungkapnya.

Diberitakan detikOto sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang menyarankan produsen mobil di Indonesia agar menurunkan harga jual kendaraan. Langkah tersebut, menurutnya, untuk meningkatkan daya beli konsumen yang melemah.

"Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru (dari pabrikan), misalnya, ini bukan arahan ya, sacrifice margine atau menurunkan harga jual mobil (di Indonesia)," kata Agus saat peresmian pabrik baru Daihatsu di Karawang.

Agus juga berharap, produsen bisa melakukan inovasi baru dalam pengembangan produk baru yang berorientasi kepada konsumen dan lingkungan. Hal tersebut, kata dia, juga harus dibarengi dengan dukungan pemerintah yang berkelanjutan.

"Kami harap ada perhatian terhadap pengembangan inovasi hijau yang berwawasan lingkungan dengan adanya berbagai upaya strategis dan inovasi terhadap pelaku industri, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah. Harapannya pasar Indonesia bisa bangkit dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata dia.

Sebagai catatan, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, total penjualan mobil secara wholesales selama tahun lalu tercatat sebesar 865.723 unit atau turun 13,9 persen secara year-on-year (YoY) dari periode sama tahun lalu yang tembus 1.005.802 unit.

Sementara penjualan ritel selama 2024 juga turun 10,9 persen menjadi 889.680 unit. Padahal, tahun sebelumnya mencapai 998.059 unit. Meski turun, namun penjualan tersebut sudah melampaui target Gaikindo yang telah direvisi, yakni 850 ribu unit setahun

Lemahnya Daya Beli Masyarakat Sebabkan Turunnya Konsumsi Selama Bulan Ramadhan dan Deflasi Akut

 Situasi ekonomi Indonesia menurut catatan sejumlah pihak masih terbilang kondusif di tengah beratnya tantangan ekonomi global. Pemerintah, legislator, hingga kalangan ekonom melihat, aktivitas ekonomi di Indonesia masih terbilang berdaya tahan di tengah tak kondusifnya aktivitas ekonomi global.

Berbagai negara sebetulnya terancam risiko resesi yang tinggi saat ini, dipicu oleh perang tarif yang dimotori Presiden Amerika Serikat (Donald Trump). Seperti diketahui, Trump telah memberlakukan tarif bea masuk yang lebih tinggi kepada sejumlah negara mitra dagangnya, seperti Kanada, Meksiko, China, serta Uni Eropa.

Trump pun telah mengumumkan mulai 2 April, akan menerapkan tarif timbal balik kepada semua mitra dagangnya, salah satu negara yang disoroti adalah Korea Selatan. Kondisi ini pun semakin memperberat ketidakpastian ekonomi yang telah membayangi global sejak tahun lalu. Alhasil, alarm resesi sejumlah negara meningkat.

Tapi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tetap berada dalam posisi yang baik. Ia mengutip data Bloomberg pada Februari 2025, yang menunjukkan probabilitas resesi Indonesia kurang dari 5%, jauh lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Meksiko (38%), Kanada (35%), dan Amerika Serikat (25%).

"Dengan pondasi ekonomi nasional yang solid, diversifikasi mitra dagang, serta hilirisasi yang terus diperkuat, Indonesia berpeluang besar menjaga stabilitas dan daya saingnya di tengah gejolak ini," kata Airlangga, dikutip Senin (24/3/2025).

Ia pun memastikan, pemerintah akan terus menjaga aktivitas ekonomi domestik dengan menjaga daya beli masyarakat, di tengah besarnya tekanan ekonomi global. Permasalahan daya beli ini mencuat setelah munculnya deflasi tahunan menjelang periode Ramadan dan Lebaran.

Sebagaimana diketahui, secara musiman, biasanya bulan sebelum Ramadan dan Lebaran mendorong masyarakat untuk konsumsi, menyebabkan tekanan inflasi naik. Tapi per Februari 2025 lalu, atau tepatnya sebulan sebelum Bulan Ramadan, justru terjadi deflasi sebesar 0,09%, setelah 25 tahun terakhir tak pernah ada catatan deflasi tahunan karena terakhir pada Maret 2000 sebesar 1,10%.

Permasalahan ini di tambah dengan data anjloknya impor barang konsumsi jelang Ramadan dan Lebaran. Total impor barang konsumsi per Februari 2025 hanya sebesar US$ 1,47 miliar, atau merosot 10,61% (mtm) dibanding data per Januari 2025 yang sebesar US$ 1,64%. Dibanding Februari 2024 yang senilai US$ 1,86 miliar malah merosot lebih dalam, yaitu 21,05% (yoy).

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, penurunan impor barang konsumsi ini sejalan dengan kondisi deflasi bahan makanan sebesar -0,7% secara bulanan atau month to month (mtm).

Kondisi itu menandakan daya beli masyarakat sangat rendah, sehingga permintaan barang sangat minim di dalam negeri. Tak adanya permintaan membuat harga-harga barang turun, bahkan tak perlu dipenuhi dari impor.

"Artinya terkonfirmasi memang daya beli masyarakat sedang rendah sehingga permintaan impor turun, harga makanan minuman secara umum juga turun," kata Bhima.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti juga menyatakan hal yang serupa. Ia mengatakan, merosotnya impor barang konsumsi menjelang periode musiman seperti Hari Besar Keagamaan merupakan bentuk nyata tengah ambruknya daya beli warga RI.

Ia berpendapat, daya beli masyarakat tengah bermasalah karena memang dari sisi pendapatan atau income riil tengah menurun, disebabkan dampak PHK yang terus menerus terjadi di berbagai sektor usaha.

"Perlu diwaspadai, karena dampak PHK besar-besaran melemahkan daya beli masyarakat, apalagi karena harga pangan naik sekarang. Maka stok pangan juga harus cukup, distribusi dan logistik barang harus lancar," tegasnya.

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan deflasi yang terjadi di Indonesia pada awal tahun ini bukan karena banyaknya permasalahan pemutusan hubungan kerja atau PHK, dan daya beli masyarakat yang melemah.

Sri Mulyani memastikan kondisi itu tidak bisa menjadi cerminan Indonesia sedang dalam situasi yang menuju krisis. Ia bilang Indonesia saat ini masih dalam situasi normal, sebab deflasi terjadi karena upaya menurunkan harga-harga yang diatur pemerintah, bukan karena daya beli masyarakat melorot.

"Jadi kalau deflasi itu karena administered prices yang turun, bukan krisis. Ya bukan krisis kan karena memang didesain turun," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN di kantornya.

Sri Mulyani bilang, kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga barang-barang yang diatur pemerintah atau administered prices itu di antaranya diskon tarif listrik selama 2 bulan pada awal tahun ini, diskon pajak untuk tiket pesawat, hingga diskon tarif tol.

Soal PHK di sektor tekstil dan bahan dari tekstil (TPT), dia justru melihat industri TPT Indonesia masih tumbuh positif.

"TPT yang walaupun karena terjadinya berita terhadap suatu perusahaan mengalami kebangkrutan, tapi TPT kita tumbuh 4,3% di 2024," ungkap Sri Mulyani.

Sektor TPT ini tumbuh jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2%. Pertumbuhan juga dialami oleh industri alas kaki. Menurut Sri Mulyani, industri alas kaki tumbuh cukup tinggi hingga 6,8% pada 2024. Pertumbuhannya juga cukup signifikan jika dibandingkan tahun 2023 yang tercatat minus 0,3%. Bahkan, ekspor alas kaki RI tumbuh double digit pada awal 2025, yakni sebesar 17%.

"Artinya hingga akhir 2024 industri manufaktur kita baik yang labor intensive seperti TPT dan alas kaki, terutama industri kimia, elektronik, logam dasar mengalami kenaikan including makanan dan minuman," tegasnya.

"Ini landasan optimisme yang harus terus kita jaga. Ini merupakan sesuatu yang positif yang tentunya perlu kita jaga bersama-sama," ujarnya.

Terlepas dari itu, bila merujuk pada Economic Experts Survey yang diriilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), mayoritas ahli, yaitu 23 ahli dari 42 ahli atau 55% responden, setuju bahwa kondisi ekonomi saat ini telah memburuk dibandingkan dengan tiga bulan yang lalu.

"Tujuh ahli bahkan menganggap situasi ini jauh lebih buruk, sementara 11 ahli menganggapnya stagnan, dan hanya satu ahli yang melihatnya lebih baik. Dengan interval kepercayaan rata-rata sebesar 7,71 poin, hasil survei ini menunjukkan pandangan yang umumnya pesimis terhadap kondisi ekonomi Indonesia, menurut para ahli ekonomi," tulis LPEM UI dalam laporannya.

Lebih lanjut, 23 responden tersebut juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode berikutnya akan lebih rendah dari angka terkini, meskipun tidak ada responden yang menganggap kontraksi akan jauh lebih kuat ke depannya.

Namun, Ketua DPR Komisi XI Misbakhun memastikan fundamental RI masih baik-baik saja di tengah sentimen negatif itu. Ia bilang Komisi XI juga telah berupaya memperkuat tugas Bappenas dan Kementerian Keuangan, serta BI untuk menjaga fundamental perekonomian Indonesia. Dengan integrasi kebijakan fiskal dan moneter yang baik, ini akan membangun kepercayaan Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan 8%.

Dia pun berharap jangan sampai Indonesia ketinggalan, karena saat ini ekonomi Vietnam sudah mencapai 6% dan akan menuju 7%. Hal yang sama terjadi di ekonomi negara tetangga Indonesia, yakni Filipina.

"Kita pernah konsisten 7%-8% zaman Soeharto. Indonesia butuh pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja," ungkapnya, dalam acara Capital Market Forum 2025, di Gedung BEI

Friday, March 21, 2025

Perbedaan Pinjol Konvensional dan Pinjol Syariah

Pinjaman online (pinjol) atau yang kini disebut pinjaman daring (pindar) kerap menjadi pilihan masyarakat di tengah keterbatasan keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi jumlah masyarakat yang mengakses pinjol akan bertambah menjelang Lebaran.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman mengatakan, prediksi ini bercermin dengan kondisi menjelang Lebaran tahun lalu.

"Diperkirakan juga terjadi peningkatan permintaan pembiayaan Pindar menjelang lebaran tahun ini. Namun diharapkan akan lebih terkendali agar tidak menimbulkan peningkatan NPF (non performing financing) ke depan," kata Agusman dalam keterangan tertulis, Jumat (7/3).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sistem keuangan di Indonesia sejatinya masih menganut dua sistem, yaitu konvensional dan syariah.

Khusus untuk pinjol, data OJK mencatat ada 97 Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) / fintech peer to peer lending yang berizin per 31 Desember 2024. Dari jumlah tersebut, pinjol konvensional ada 90 perusahaan, sedang sisanya 7 pinjol berprinsip syariah.

Lalu, apa beda pinjol konvensional dan syariah?

1. Prinsip Syariah

Beda yang paling mendasar tentunya ada di prinsip syariah. Hal ini tertuang di Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

Menurut fatwa MUI, pinjol syariah adalah penyelenggara layanan jasa keuangan berdasarkan prinsip syariah yang mempertemukan atau menghubungkan pemberi pembiayaan dengan penerima pembiayaan dalam rangka melakukan akad pembiayaan melalui sistem elektronik menggunakan jaringan internet.

"Ketentuan hukum layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi dibolehkan dengan syarat sesuai dengan prinsip syariah. Pelaksanaan layanan berdasarkan prinsip syariah wajib mengikuti ketentuan yang terdapat dalam fatwa ini," ungkap Fatwa MUI seperti dikutip CNNIndonesia.com.

2. Perjanjian atau Akad

Selanjutnya, pada pinjol konvensional, ketentuan pinjam meminjam didasari pada perjanjian umum di bidang jasa keuangan antara pemberi pinjaman dengan peminjam. Dalam perjanjian biasanya akan ada soal besaran pinjaman, besaran bunga, tenor pinjaman, hingga kebijakan penagihan bila pinjaman tak kunjung dikembalikan.

Sementara, di pinjol syariah menggunakan akad. Terdiri dari akad ijarah, akad musyarakah, akad mudharabah, akad qardh, dan akad wakalah.

Akad ijarah mengatur soal pemindahan hak guna manfaat atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran ujrah atau upah. Sementara akad musyarakah ibarat kerja sama antara dua pihak atau lebih di mana masing-masing memberi modal.

Nantinya, keuntungan atau kerugian dibagi sesuai porsi yang telah disepakati atau bisa juga secara merata. Sedangkan, akad mudharabah adalah kerja sama antara pemilik modal dan pengelola.

Pemilik modal mengeluarkan dana, lalu dikelola oleh pengelola. Bila untung, hasil dibagi sesuai kesepakatan nisbah. Tapi bila rugi biasanya ditanggung pemilik modal.

Lalu, akad qardh yang intinya pinjam meminjam dengan ketentuan waktu dan cara pengembalian yang telah disepakati. Terakhir, akad wakalah, pada perjanjian ini ada kuasa hukum yang diberikan pemberi pinjaman kepada yang meminjam.

3. Bunga

Pada pinjol konvensional, tentu akan ditemukan bunga. Besarannya berbeda-beda sesuai perjanjian.

Sementara pada pinjol syariah, dikenakan margin atau imbal hasil seperti bunga. Kemudian, biasanya ada bagi hasil bila ketentuan pembiayaan diberikan berdasarkan akad musyarakah dan mudharabah.

4. Biaya

Biaya bisa berupa biaya administrasi hingga biaya denda. Hal ini akan ditemukan pada pinjol konvensional dan diperbolehkan ada di pinjol syariah.

"Penyelenggara boleh mengenakan biaya (ujrah/rusum) berdasarkan prinsip ijarah atas penyediaan sistem dan sarana prasarana layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi," terang fatwa MUI.

5. Risiko

Pada pinjol konvensional, bila peminjam tidak bisa mengembalikan dana pinjaman, biasanya ada risiko yang perlu ditanggung. Misalnya, penambahan besaran bunga, denda administrasi, hingga penagihan.

Sementara di pinjol syariah, hal ini biasanya bisa dinegosiasikan, sehingga tidak ada penagihan.

Tabungan Emas Di Pegadaian Melonjak 87,12 Persen Di Bulan Februari 2025

 Tren investasi emas di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan setelah kehadiran Bank Emas atau Bullion Bank. PT Pegadaian (persero) sebagai penyedia layanan Bank Emas mencatat lonjakan sebesar 87,12 persen pada produk Tabungan Emas di Februari 2025.

"Pada Januari, penjualan Tabungan Emas mencapai 489 kilogram. Memasuki Februari 2025, terjadi lonjakan signifikan sebesar 87,12 persen menjadi 915 kilogram," kata Head Corporate Communication PT Pegadaian Riana Rifana di Jakarta, Jumat (21/3).

Riana menjelaskan, faktor musiman seperti mendekati bulan Ramadhan juga turut mendorong peningkatan transaksi emas. Banyak masyarakat yang menjadikan emas sebagai bentuk investasi maupun persiapan kebutuhan menjelang hari raya.

"Menjelang bulan Ramadhan, antusiasme masyarakat terhadap investasi emas terus berlanjut. Hingga 20 Maret 2025, transaksi penjualan Tabungan Emas tercatat 655 kilogram, mengalami kenaikan 6 persen dibandingkan periode yang sama di Februari 2025," ungkapnya.

Menurutnya kemudahan dalam menyimpan dan berinvestasi emas melalui sistem perbankan digital telah menarik minat lebih banyak masyarakat untuk beralih ke instrumen investasi yang dianggap aman dan stabil ini.

Kendati demikian, Pegadaian memastikan stok emas fisik terpenuhi di tengah lonjakan transaksi tabungan emas digital.

Riana menjelaskan, setiap transaksi pembelian emas digital di Pegadaian dipastikan tersedia dalam bentuk fisik.

"Pegadaian memiliki cadangan emas fisik yang disimpan dengan standar internasional yang keamanan terjamin. Ketika masyarakat menabung emas, kami pastikan ada stok fisik sebanyak yang ditransaksikan masyarakat," kata Riana.

"Sebagai contoh, jika masyarakat membeli 1 gram emas secara digital, sudah dipastikan emas bentuk fisiknya seberat 1 gram tersedia. Apa yang ditransaksikan masyarakat di Pegadaian fisiknya harus ada," tambahnya.

Untuk menjamin ketersediaan fisik emas memenuhi permintaan pasar, kata Riana, PT Pegadaian memiliki analisis tersendiri untuk melihat kondisi pasar dan stok ketersediaan emas fisik.

"Kami juga memonitoring ke mana arah pasar bergerak, menganalisis kondisi pasar seperti apa, estimasi pembelian masyarakat seperti apa," ujarnya.

Ketidakpastian Ekonomi Sebabkan Harga Emas Terus Meningkat Tajam

 Harga emas melonjak hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir.

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mencetak rekor tertinggi dalam sejarah di level Rp1,759 juta per gram pada Rabu (19/3) kemarin. Harga kemarin memecahkan rekor tertinggi yang dicapai pada Selasa (18/3) di level 1,745 juta per gram.

Sejak pekan kemarin harga jual emas Antam cenderung naik. Harga emas Antam per gram dijual seharga Rp1,693 juta pada Senin (10/3), lalu naik ke Rp1,679 per gram sehari setelahnya.

Kemudian, harga emas Antam merangkak naik Rp3.000 ke level Rp1,702 juta per gram pada Rabu (12/3). Setelah itu, naik Rp12 ribu ke level Rp1,714 juta per gram pada Kamis (13/3).

Harga emas kemudian melonjak Rp28 ribu ke level Rp1,742 juta per gram pada Jumat (13/3). Namun, harga emas sempat turun Rp3.000 ke Rp1,739 juta per gram pada Sabtu (15/3) kemarin.

Harga emas Antam lalu naik Rp2.000 ke level Rp1,741 juta per gram pada Senin (17/3). Lalu, harga emas Antam naik Rp4.000 ke level Rp1,745 juta per gram pada Selasa (18/3) ini dan melonjak ke Rp1,759 juta per gram Rabu (19/3) kemarin.

Kenaikan harga emas Antam sejalan dengan kenaikan harga emas internasional.

Mengutip Reuters, harga emas dunia di pasar spot tembus US$3.012 per ons pada Selasa (18/3). Kenaikan ke rekor ini dipicu kebijakan tarif yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump.

Kebijakan tarif Trump memicu ketegangan perdagangan sehingga mendorong investor beralih ke aset aman, termasuk emas.

"Emas bergerak naik karena dolar yang lebih lemah dan ketidakpastian tarif yang terus berlanjut... Dengan harga emas yang mencapai level rekor, banyak pembelian berbasis teknikal dan grafik yang mulai masuk karena tidak ada hambatan yang terlihat pada grafik," kata analis Marex, Edward Meir.

Kondisi emas berbanding terbalik dengan pasar saham yang anjlok. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok parah pada Selasa (18/3) siang per pukul 11.49 WIB. Indeks saham terperosok 420,97 poin atau minus 6,58 persen ke level 6.046.

Kondisi ini memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di bursa saham untuk meredam volatilitas pasar.

Lantas, apa yang membuat harga saham melonjak? Apa pula yang harus dilakukan investor emas?

Analis Mata Uang Do Financial Futures Lukman Leong mengatakan lonjakan harga emas terjadi karena pasar khawatir akan kebijakan tarif yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump.

Kebijakan tarif Trump terhadap sejumlah negara seperti China, Meksiko, dan Kanada dapat menciptakan distorsi dalam perdagangan global.

"Tentunya kebijakan tarif Trump bisa menyebabkan pelemahan ekonomi global dan khususnya AS berpotensi resesi," katanya

Potensi pelemahan ekonomi global dapat mendorong investor untuk beralih dari aset berisiko seperti saham ke emas. Emas dianggap sebagai aset yang aman (safe haven) ketika terjadi ketidakpastian ekonomi atau gejolak pasar karena nilainya lebih stabil.

Makanya sepanjang kondisi ekonomi masih seperti sekarang ini, peluang harga emas untuk melanjutkan penguatan akan terus terjadi.

"Risk off sentimen membawa investor menghindari aset berisiko dan ke safe haven," kata Lukman.

Lukman mengatakan di tengah kenaikan emas, investor memang seharusnya mengambil untung dengan menjual emas. Namun emas yang dijual sebaiknya maksimal 30 persen persen dan kembali membelinya ketika terkoreksi.

"Namun perlu juga kembali beli apabila rally berlanjut tanpa koreksi yang signifikan," katanya.

Senada, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan ketidakpastian ekonomi mendorong investor beralih ke emas sebagai safe haven.

"Ketika pasar saham bergejolak, emas menjadi pelarian utama karena dianggap stabil dalam menjaga nilai aset," katanya.

Tak hanya itu, Achmad mengatakan kebijakan moneter longgar (suku bunga rendah) di tingkat global juga membuat emas semakin menarik.

Ketika suku bunga diturunkan, imbal hasil dari aset yang menghasilkan bunga seperti obligasi ,juga menjadi lebih rendah. Ini membuat emas lebih menarik.

Meskipun emas tidak menghasilkan bunga, investor lebih memilihnya ketika alternatif investasi lainnya seperti obligasi memberikan imbal hasil yang rendah.

"Biaya oportunitas memegang emas turun ketika instrumen berbunga seperti obligasi memberikan imbal hasil minim," katanya.

Begitu juga, Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho mengatakan ketika emas naik, sudah dipastikan instrumen investasi seperti saham, reksadana, sedang mengalami penurunan. Penyebabnya adalah ketidakpastian global dan domestik.

"Emas ini adalah instrumen investasi yang digemari masyarakat ketika instrumen investasi lain tidak menawarkan kepastian return," katanya.

Andry mengatakan peluang untuk mengambil keuntungan di tengah lonjakan harga emas tergantung pada tujuan investasi masing-masing investor.

Jika niatnya memang jangka pendek untuk profit-taking, harga emas saat ini sebenarnya sudah cukup tinggi dan bisa jadi momentum yang bagus untuk mendapatkan keuntungan.

"Masyarakat sebenarnya silahkan saja membeli tapi perlu diingat nilainya saat ini sedang tinggi. Saran saya pembelian secara bertahap atau averaging bisa dilakukan," katanya.


Perputaran Uang Lebaran 2025 ... Jatuh 20 Triliun

 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan perputaran uang di 2025 lebih rendah, bahkan diproyeksi turun Rp20 triliun saat momentum Lebaran.

"Tahun lalu (2024) kan ada pemilu," kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat

Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu tidak secara spesifik membahas perputaran uang jelang Lebaran. Ia hanya menegaskan momennya memang berbeda dengan tahun lalu.

Pada tahun lalu, ada gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang pencoblosannya digelar Februari 2024. Disambung dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dihelat pada November 2024.

"Beda event, base-nya (perputaran uang) tahun kemarin lebih tinggi," tegasnya.

"Kalau sekarang (2025) kan pemerintah memberikan beberapa stimulus dalam bentuk diskon. Jadi, program stimulasi terus kita dorong, tapi kan sifatnya melalui insentif, diskon, dan yang lain," sambung Airlangga.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang memproyeksi uang yang beredar di momen Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah mencapai Rp137,97 triliun. Ini lebih rendah Rp20 triliun dibandingkan capaian 2024 senilai Rp157,3 triliun.

Sarman mengatakan ada lima penyebab utama mengapa perputaran uang kini menurun.

"Pertama, jarak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan Idulfitri yang sangat berdekatan. Sehingga masyarakat yang sudah berlibur saat Nataru tidak lagi merencanakan liburan atau pulang kampung saat Idulfitri," katanya dalam keterangan tertulis,

Kedua, ia menilai ada pengaruh dari kondisi ekonomi Indonesia. Sarman melihat banyak masyarakat memilih berhemat, terlebih mesti menyiapkan biaya untuk tahun ajaran baru dalam beberapa bulan ke depan. Ketiga, tengah marak kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Keempat, penurunan daya beli masyarakat serta kelima, faktor cuaca yang turut mempengaruhi niat masyarakat untuk pulang kampung," tambahnya.

Sekitar 60 persen uang pada lebaran 2025 diprediksi beredar di Pulau Jawa, terutama daerah tujuan utama mudik, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jabodetabek. Sedangkan sisanya bakal tersebar di wilayah Sumatra, Kalimantan, Bali, NTB, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.


Wednesday, March 19, 2025

Sudah 300.000 Karyawan Di PHK Masaal Di Indonesia Sejak 2024

 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di dua bulan awal tahun ini sudah mencapai 40 ribu orang. Ke depannya mereka memprediksi angka PHK akan bertambah.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengatakan jumlah PHK tersebut tercatat paling banyak di daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Sudah ada angkanya ya, terutama kan Jakarta dan Jawa Barat yang paling banyak. Jadi Januari dan Februari ini udah sekitar 40 ribu (buruh kena PHK)," ujar Bob dalam Buka Puasa Bersama Media di GreyHound Gatot Subroto, Rabu (19/3).

Menurut Bob, data PHK itu diterima dari BPJS Ketenagakerjaan yang berasal dari pencairan uang jaminan hari tua (JHT) dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).

"Tahun lalu 250 ribu orang (kena PHK sepanjang tahun), di Januari sampai Februari ini sekitar 40 ribu. Data yang kita peroleh dari BPJS," jelasnya.

Bob memperkirakan jumlah PHK tersebut belum termasuk dari buruh PT Sri Rejeki Isman alis Sritex yang mem PHK puluhan ribu pekerjanya pada awal Maret imbas penutupan pabrik.

Adapun untuk PHK hingga Februari 2025 ini berasal dari sektor padat karya yang memang lagi rentan. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat apabila pemerintah tidak menemukan 'obat' yang manjur untuk memperbaikinya.

"Ya sektornya masih yang padat karya lah. Ini lah kenapa pemerintah harus bisa membuat kebijakan yang tepat," pungkasnya.


Tuesday, March 18, 2025

Goldman Sachs Pangkas Rating Saham Indonesia Jadi Awal IHSG Jatuh

 Pasar saham Indonesia kebakaran hingga IHSG terjungkal hampir 7 persen pada Selasa (18/3). Bahkan, perdagangan saham sempat dihentikan untuk mencegah penurunan lebih tajam.

Salah satu pemicu IHSG terpuruk adalah penurunan rating saham Indonesia oleh Goldman Sachs dari overweight menjadi market weight pada pekan lalu.

Bank Investasi dan pengelola aset global ini juga menurunkan peringkat dan rekomendasi atas aset keuangan di Indonesia.

Tak hanya menurunkan rating pasar saham Indonesia, Goldman juga menurunkan rekomendasi atas surat utang yang diterbitkan BUMN dengan tenor 10 sampai 20 tahun menjadi netral.

Penurunan peringkat ini dilakukan imbas kinerja APBN yang hingga Februari 2025 mengalami defisit Rp 31,2 triliun atau 0,13 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Apalagi, dalam laporannya per Maret 2025 nya, Goldman menaikkan proyeksi defisit anggaran Indonesia dari semula 2,5 persen kini menjadi 2,9 persen dari PDB.

"Pemangkasan rating saham Indonesia oleh Goldman Sachs yang mengkhawatirkan pelebaran defisit anggaran turut berkontribusi terhadap pelemahan IHSG," ujar Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi.

Tak hanya itu, investor asing juga terus menarik dana mereka dari pasar modal Indonesia. Data hingga 17 Maret 2025 menunjukkan arus modal keluar (capital outflow) mencapai Rp26,9 triliun.

"Jika IHSG terus melemah hingga minus 5% atau lebih, kemungkinan regulator akan melakukan trading halt untuk menstabilkan pasar," kata Oktavianus.

IHSG mendadak anjlok pada Selasa (18/3) siang. Tercatat, per pukul 11.49 WIB, indeks terperosok 420,97 poin atau minus 6,58 persen ke level 6.046.

Hal ini menjadikannya indeks dengan pelemahan terdalam dibandingkan indeks lainnya di kawasan Asia. Bahkan, IHSG sempat merosot lebih dari 3,4 persen sebelum sedikit mereda.

Kondisi ini sangat kontras dengan pergerakan indeks saham lainnya di Asia yang justru mengalami penguatan signifikan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang, misalnya, melesat 1,44 persen, sementara indeks saham di Malaysia (KLSE) dan Singapura (STI) juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 1,04 persen dan 1 persen.

Kondisi ini memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di bursa saham untuk meredam volatilitas pasar.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyoroti faktor eksternal yang turut menekan IHSG. Menurutnya, kebijakan perdagangan Amerika Serikat pasca-kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden memicu kekhawatiran pasar.

"Trump kembali mengangkat isu perang dagang, terutama dengan negara-negara mitra dagang utama seperti Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko. Ini bisa berdampak negatif terhadap ekonomi global dan pasar keuangan," ujarnya.

Ibrahim juga menyoroti arus modal asing yang terus keluar dari pasar modal Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

"Investor mulai menarik dananya karena ketidakpastian ekonomi domestik, terutama terkait defisit anggaran yang baru saja diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," jelasnya.

Jika defisit ini tidak ditangani dengan baik, ia memperkirakan pelebarannya akan berlanjut hingga akhir tahun.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian. Ibrahim mengungkapkan dengan eskalasi perang dagang dan ketidakpastian global, nilai tukar rupiah bisa melemah hingga Rp16.900 per dolar AS sebelum akhir tahun.

"Kondisi ini pasti akan mempengaruhi IHSG," tambahnya.

Di sisi lain, gejolak konflik di Timur Tengah turut menambah tekanan di pasar keuangan global.

"Serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 120 orang telah memicu eskalasi perang terbuka dengan Hamas. Konflik ini menyebabkan dolar AS kembali menguat, sementara pasar menjadi lebih berhati-hati terhadap aset berisiko," pungkasnya.

Dengan berbagai sentimen negatif ini, IHSG masih berpotensi mengalami tekanan dalam beberapa waktu ke depan.


Perbandingan Parah Anjloknya IHSG Maret 2025 Dengan Krismon 98 dan Pandemi COVID

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan hebat, anjlok hingga lebih dari 6 persen pada perdagangan Selasa (18/3).

Kejatuhan ini mengingatkan pada beberapa momen terburuk dalam sejarah pasar modal Indonesia, termasuk krisis keuangan Asia 1998 dan pandemi covid-19 pada 2020.

Hari ini, IHSG sempat anjlok 6,02 persen ke level 6.058, memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19 WIB.

Langkah ini diambil sebagai upaya stabilisasi pasar setelah aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh investor, terutama investor asing.

Setelah perdagangan dibuka kembali pada pukul 11:49 WIB, IHSG sempat menyentuh level 6.011 sebelum akhirnya mengakhiri sesi I perdagangan di posisi 6.076.

Berikut perbandingan longsornya IHSG pada era 1998, pandemi covid-19 dan siang ini:

IHSG 1998

Pada 8 Januari 1998, IHSG mencatat penurunan harian terdalam sepanjang sejarah, jatuh hingga hampir 12 persen dalam sehari ke level 347.

Kejatuhan ini terjadi di tengah krisis keuangan Asia 1997-1998 yang melumpuhkan ekonomi Indonesia.

Mata uang rupiah saat itu anjlok tajam terhadap dolar AS, sektor perbankan kolaps, dan banyak perusahaan besar bangkrut akibat tingginya utang dalam valuta asing.

Pandemi Covid-19

Di era modern, salah satu kejatuhan IHSG yang paling signifikan terjadi pada Maret 2020 ketika pandemi covid-19 diumumkan di Indonesia.

Pengamat pasar modal Hendra Wardana mencatat pada 9 Maret 2020, IHSG terjun bebas 6,58 persen ke level 5.136,81, yang menjadi awal dari tujuh kali trading halt dalam beberapa pekan berikutnya.

"Sejak Maret 2020, perdagangan saham di bursa Indonesia mengalami penghentian sementara sebanyak tujuh kali. Penurunan pertama lebih dari 5 persen terjadi pada 9 Maret 2020, hanya sepekan setelah pengumuman kasus pertama covid-19 di Indonesia," kata Hendra

Pada 24 Maret 2020, IHSG mencapai titik terendah di level 3.937, turun 37 persen dari awal tahun. Hal ini memaksa otoritas bursa untuk mengubah aturan batas bawah penurunan harga saham, dari sebelumnya 25 persen-35 persen menjadi 10 persen, lalu diturunkan lagi ke 7 persen.

IHSG 2025

Pengamat Pasar Modal dan Uang Ibrahim Assuaibi membandingkan kejatuhan IHSG hari ini dengan peristiwa di 2019, saat perang dagang AS-China menyebabkan IHSG turun hingga 10 persen ke level 6.056.

"Saat itu, BEI melihat jika penurunan di atas 2 persen sudah berbahaya, di atas 5 persen harus dianalisis, sementara di atas 7,5 persen sudah dianggap sebagai krisis yang memerlukan tindakan cepat," ujarnya.

Sementara itu, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menyoroti faktor pemicu kejatuhan IHSG hari ini, yang lebih didorong oleh sentimen ekonomi domestik dan aksi jual besar-besaran investor asing.

"Kami melihat dampaknya merupakan akumulasi dari beberapa sentimen negatif, terutama defisit APBN yang meningkat tajam. Per Februari 2025, defisit mencapai 0,13 persen dari PDB atau Rp31,2 triliun, dibandingkan tahun lalu yang masih surplus Rp26,04 triliun. Penerimaan pajak juga turun drastis, dari Rp400,36 triliun pada Februari 2024 menjadi hanya Rp187,8 triliun di bulan yang sama tahun ini," jelas Oktavianus.

Menurutnya, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal ini mendorong arus modal keluar (capital outflow) secara besar-besaran. Hingga 17 Maret 2025, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp26,9 triliun.

"Sentimen ini terus mendorong aksi jual di IHSG dan akhirnya 'meledak' hari ini, diperparah oleh aksi ambil untung di saham teknologi yang sebelumnya mengalami kenaikan tajam. Tekanan juga terjadi pada saham-saham perbankan besar yang semakin menekan IHSG," lanjutnya.

Oktavianus juga mencatat panic selling dari investor ritel turut memperburuk situasi, sehingga BEI terpaksa melakukan trading halt untuk meredam volatilitas.

Sejak awal dibuka hingga penutupan sesi I hari ini, IHSG bergerak di rentang 6.011-6.483.


IHSG Anjlok 6,58 Persen ... Perdagangan Dihentikan

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada Selasa (18/3) siang. Tercatat, per pukul 11.49 WIB, indeks terperosok 420,97 poin atau minus 6,58 persen ke level 6.046.

Hal ini menjadikannya indeks dengan pelemahan terdalam dibandingkan indeks lainnya di kawasan Asia.

Bahkan, IHSG sempat merosot lebih dari 3,4 persen sebelum sedikit mereda.

Kondisi ini sangat kontras dengan pergerakan indeks saham lainnya di Asia yang justru mengalami penguatan signifikan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang, misalnya, melesat 1,44 persen, sementara indeks saham di Malaysia (KLSE) dan Singapura (STI) juga mencatatkan kenaikan masing-masing sebesar 1,04 persen dan 1 persen.

Kondisi ini memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di bursa saham untuk meredam volatilitas pasar.

Lantas apa yang menyebabkan longsornya IHSG hari ini?

Menurut Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, kejatuhan IHSG yang signifikan ini tergolong anomali jika dibandingkan dengan bursa regional lainnya.

"Jika melihat bursa Asia seperti Nikkei yang naik 1,4 persen, Shanghai yang hanya menguat 0,09 persen, STI 1 persen, dan FKLCI 1 persen, maka koreksi IHSG mengindikasikan kekhawatiran investor terhadap ekonomi Indonesia dan pasar keuangan," jelasnya.

Oktavianus menambahkan beberapa faktor turut memperparah tekanan di pasar saham domestik, seperti meningkatnya credit default swap (CDS) Indonesia ke 76 basis poin per 27 Februari 2025, depresiasi rupiah sebesar 0,6 persen sejak Januari, serta melebar spread Surat Berharga Negara (SBN) dengan US Treasury 10 tahun hingga 255 basis poin.

"Selain itu, pemangkasan rating saham Indonesia oleh Morgan Stanley dan Goldman Sachs yang mengkhawatirkan pelebaran defisit anggaran turut berkontribusi terhadap pelemahan IHSG," tambahnya.

Tak hanya itu, investor asing juga terus menarik dana mereka dari pasar modal Indonesia. Data hingga 17 Maret 2025 menunjukkan arus modal keluar (capital outflow) mencapai Rp26,9 triliun.

"Jika IHSG terus melemah hingga minus 5 persen atau lebih, kemungkinan regulator akan melakukan trading halt untuk menstabilkan pasar," kata Oktavianus.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal dan Uang Ibrahim Assuaibi menyoroti faktor eksternal yang turut menekan IHSG.

Menurutnya, kebijakan perdagangan Amerika Serikat pasca-kemenangan Donald Trump dalam pemilu presiden memicu kekhawatiran pasar.

"Trump kembali mengangkat isu perang dagang, terutama dengan negara-negara mitra dagang utama seperti Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko. Ini bisa berdampak negatif terhadap ekonomi global dan pasar keuangan," ujarnya.

Ibrahim juga menyoroti arus modal asing yang terus keluar dari pasar modal Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

"Investor mulai menarik dananya karena ketidakpastian ekonomi domestik, terutama terkait defisit anggaran yang baru saja diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani," jelasnya.

Jika defisit ini tidak ditangani dengan baik, ia memperkirakan pelebarannya akan berlanjut hingga akhir tahun.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian. Ibrahim mengungkapkan dengan eskalasi perang dagang dan ketidakpastian global, nilai tukar rupiah bisa melemah hingga Rp16.900 per dolar AS sebelum akhir tahun.

"Kondisi ini pasti akan mempengaruhi IHSG," tambahnya.

Di sisi lain, gejolak konflik di Timur Tengah turut menambah tekanan di pasar keuangan global.

"Serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 120 orang telah memicu eskalasi perang terbuka dengan Hamas. Konflik ini menyebabkan dolar AS kembali menguat, sementara pasar menjadi lebih berhati-hati terhadap aset berisiko," pungkasnya.

Dengan berbagai sentimen negatif ini, IHSG masih berpotensi mengalami tekanan dalam beberapa waktu ke depan.


Saturday, March 15, 2025

Penyebab Setoran Pajak Anjlok Triwulan Pertaman 2025

 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat setoran pajak di awal 2025 turun. Penerimaan pajak hingga Februari mencapai Rp 187,8 triliun atau baru 8,6% dari target.

Angka tersebut turun 30,19% dibandingkan realisasi pajak Februari 2024 (year on year) yang mencapai Rp 269,02 triliun. Sementara penerimaan pajak di 2025 pemerintah menargetkan bisa mencapai Rp 2.189,3 triliun.

"Penerimaan Pajak Rp 187,8 triliun atau 8,6% dari target (Rp 2.189,3 triliun)," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Maret 2025 di kantornya, Jakarta Pusat.

Khusus pada Januari 2025, penerimaan pajak juga lebih rendah 41,86%. Penerimaan pajak awal tahun hanya terkumpul Rp 88,89 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sejumlah Rp 152,89 triliun.

Hal itu terungkap dalam dokumen APBN KiTa edisi Februari 2025, yang berisi laporan kinerja APBN per Januari 2025. Dokumen itu sempat dirilis Kementerian Keuangan di website resmi, namun kemudian dihapus.

Penyebab Anjlok

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu menjelaskan dua faktor penyebab penerimaan pajak turun. Pertama, karena adanya penurunan harga komoditas andalan dari ekspor Indonesia.

"Faktor pertama itu adalah penurunan dari harga komoditas utama antara lain batubara year on year (turun) 11,8%, brent minyak turun 5,2% dan nikel turun 5,9%," beber Anggito, dalam kesempatan yang sama.

Kedua, faktor administrasi. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan baru yakni implementasi Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk PPh 21 dan ada kebijakan relaksasi pembayaran PPN dalam negeri selama 10 hari, sehingga dapat dibayarkan hingga 10 Maret 2025.

"Jadi ini adalah dampak relaksasi yang harusnya menjadi bagian dari perhitungan Februari, namun karena relaksasi jadi kami sudah memantau," imbuhnya.

Meski demikian, menurutnya penurunan penerimaan pajak dalam dua bulan awal 2025 ini adalah hal yang normal. Kondisi serupa disebut juga terjadi dalam empat tahun terakhir, di mana tren awal tahun lebih rendah dibandingkan akhir tahun.

"Penerimaan pajak memiliki tren bulanan yang spesifik. Jadi kalau kita lihat dalam empat tahun terakhir mulai dari 2022, 2023, sampai 2024 polanya sama, Desember naik cukup tinggi karena ada Nataru akhir tahun dan kemudian menurun di Januari dan Februari, itu sama setiap tahun, jadi tidak ada hal yang anomali, jadi sifatnya normal saja," ujar Anggito.

Terlepas dari itu, Anggito memperkirakan bahwa tren penerimaan pajak ke depan akan lebih baik. Hal ini melihat berbagai aktivitas ekonomi yang mulai bergeliat.

"Kira-kira ke depannya seperti apa? Kita coba bandingkan dengan PMI, kita juga coba bandingkan dengan data konsumsi listrik untuk industri dan bisnis, itu ada kenaikan di Februari. Jadi kita berharap dan kita melihat kondisi penerimaan khususnya PPh 25 akan membaik," jelasnya.

Thursday, March 13, 2025

Penerimaan Pajak Tekor 31,2 Triliun Atan Turun 30 Persen Karena Coretax

 Setoran pajak dua bulan pertama tahun ini jeblok. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut penerimaan pajak per Februari mencapai Rp187,8 triliun atau baru mencapai 8,6 persen dari target.

Capaian penerimaan pajak ini anjlok sebesar 30,19 persen secara year on year (yoy). Sebab, pada dua bulan awal 2024, penerimaan pajak Rp269,02 triliun.

Secara keseluruhan, APBN 2025 defisit 0,13 persen atau Rp31,2 triliun per 28 Februari 2025. Belanja negara sudah mencapai Rp348,1 triliun, sedangkan pendapatan baru di angka Rp316,9 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menyebut ada beberapa penyebab penerimaan pajak anjlok. Pertama, harga komoditas utama turun, seperti batu bara yang anjlok 11,8 persen yoy, minyak 5,2 persen, dan nikel turun 5,9 persen.

Kedua, adalah masalah administrasi. Anggito mengatakan ada dua hal sumbernya, yakni di penerapan tarif efektif rata-rata (TER) untuk PPh 21 dan relaksasi PPN dalam negeri.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda juga mencatat penerimaan pajak turun hingga 30,2 persen pada masa akumulatif hingga Februari 2025. Jika dibandingkan dengan Januari 2024, dia menyebut penerimaan pajak turun 40,4 persen secara year-on-year (yoy).

Huda berpendapat ada dua penyebab utama. Pertama, pengembalian lebih bayar pajak (restitusi) pada perpajakan masa 2024, yang dibayarkan pada Januari kemarin. Restitusi pajak tahun lalu mencapai Rp265,67 triliun atau tumbuh 18,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Penyebab kedua adalah kisruh sistem Coretax. Dia menilai sistem baru ini membuat pelaporan PPN menjadi terhambat.

"Pelaku usaha menahan transaksi karena gangguan Coretax terjadi selama masa pelaporan hingga Februari untuk transaksi Januari 2025," kata Huda saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (13/3).

Huda menyoroti APBN 2025 yang sudah tekor 0,13 persen. Dia khawatir rasio defisit anggaran terhadap PDB mendekati, bahkan lebih dari angka 3 persen pada akhir tahun.

Belanja pemerintah menurun 7 persen (yoy). Belanja kementerian/lembaga yang merupakan belanja rutin mengalami penyusutan hingga 30,33 persen.

Sementara, belanja program, seperti Makan Bergizi Gratis dan lainnya, tumbuh hingga 6,91 persen. Huda menilai hal ini menunjukkan pemerintah mendorong belanja tanpa melihat kondisi penerimaan yang ada.

Ia juga mencatat utang tumbuh hingga 44,77 persen pada Januari 2025. Pada masa akumulasi hingga 28 Februari 2025, utang bertambah 19,42 persen atau sekitar Rp220 triliun.

"Jika kita bandingkan pada masa akumulasi Februari 2024, peningkatan utang hanya 1,16 persen saja. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, kita patut khawatir terkait dengan pengelolaan utang ke depan," ujarnya.

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny Sasmita melihat penerimaan pajak anjlok 30 persen gara-gara kebijakan populis Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, ada sejumlah kebijakan Prabowo yang berupa relaksasi terhadap penarikan pajak. Misalnya, pemangkasan PPN demi diskon tiket pesawat mudik Lebaran 2025. Ada juga beberapa insentif di akhir tahun, seperti diskon properti dan insentif untuk kendaraan listrik. Berbagai kebijakan populis itu mengurangi penerimaan negara secara nyata.

"Kebijakan populis ini kan salah satu senjata politik sebenarnya, bukan senjata ekonomi, bukan senjata fiskal. Tapi imbasnya ke fiskal dan itu saya sepakat kebijakan populis menjadi salah satu penyebab," kata Ronny.

Dia berkata anjloknya penurunan penerimaan pajak juga disebabkan kontraksi di beberapa sektor, terutama sektor manufaktur dan jasa. Hal itu membuat penerimaan negara pun menurun.

Ronny mengatakan kondisi ini terjadi karena perubahan kebijakan fiskal saat pergantian pemerintahan. Dia berharap kebijakan-kebijakan yang dibuat Prabowo bisa memicu gairah di berbagai sektor dalam waktu dekat.

Dia juga melihat potensi perbaikan kondisi karena perang dagang Amerika Serikat dengan China. Menurutnya, Indonesia bisa memanfaatkan kondisi ini karena harga komoditas akan tetap tinggi beberapa waktu mendatang.

"Ini sumber pemasukan juga buat ekspor Indonesia, terutama ekspor komoditas utama kita seperti batu bara, CPO, gas, dan lain-lain. Jadi, potensi penerimaan negara juga cukup tinggi," ujarnya.


Tuesday, March 11, 2025

Kronologi Dugaan Deposito 163 Milyar Palsu Hary Tanoesoedibjo Pada Jusuf Hamka

 Kuasa Hukum PT MNC Asia Holding Tbk, Hotman Paris Hutapea, mengatakan gugatan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) terhadap bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe sudah kedaluwarsa. Dia menyebut gugatan soal transaksi penerbitan surat berharga telah gugur karena terjadi pada 1999.

"Ini (transaksi) bulan Mei 1999. Sekarang udah berapa tahun? 26 tahun ya. Jadi dari segi pidana sudah kadaluarsa. Dari segi pidana sudah kadaluarsa, karena tindak pidana ini 12 tahun kedaluwarsanya," kata Hotman Paris dalam jumpa pers di iNews Tower, Jakarta Pusat.

Hotman menyebut Hary Tanoe tidak memiliki tanggung jawab dalam transaksi tersebut dari sisi hukum perdata. Dia mengatakan Hary Tanoe berperan sebagai broker, sedangkan Unibank yang menerima semua uang untuk penerbitan surat berharga tersebut.

"Karena MNC hanya aranger mempertemukan, habis itu selanjutnya semua transaksi dilakukan oleh CMNP dengan Unibank termasuk semuanya," ucapnya.

Hotman menuturkan, Hary Tanoe dan PT MNC Asia mempunyai bukti-bukti semua transaksi. Bukti itu, katanya, mulai dari hasil audit hingga tanda tangan antar direksi PT CMNP dan Unibank saat menyepakati penerbitan surat berharga itu.

"Benar, benar MNC ini semua ada audit-auditnya semua ada, ini semua ini ada, ini semua tanda tangan daripada antara direksi Unibank dengan CMNP ada," kata dia sambil menunjukkan lembaran-lembaran yang disebutnya sebagai bukti.

"Bahkan tiap tahun auditor dari CMNP melakukan audit, menanyakan ke Unibank, gimana ini oke semua, oke tiap tahun, dan di situ sudah tidak ada peran apapun dari Hary Tanoe maupun Bhakti Investama," sambungnya.

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) milik pengusaha jalan tol Jusuf Hamka melayangkan gugatan kepada bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC Asia Holding Tbk. Gugatan itu berkaitan dengan transaksi penerbitan surat berharga.

Kasus ini terkait transaksi Negotiable Certificate of Deposit (NCD) atau sertifikat deposito yang tidak dapat dicairkan. PT CMNP melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 3 Maret 2025. Gugatan itu teregister dengan nomor 194/DIR-KU.11/III/2025.

Dalam keterangan dari PT CMNP yang diterima, Selasa (11/3/2025), kasus ini berawal dari transaksi surat berharga yang melibatkan PT CMNP dengan Hary Tanoe dan PT MNC Asia Holding pada tahun 1999. Saat itu Hary Tanoe menawarkan kepada pihak CMNP untuk menukarkan NCD miliknya dengan MTN (Medium Term Note) dan obligasi tahap II milik PT CMNP.

Di transaksi ini, Hary Tanoe memiliki NCD atau sertifikat deposito yang diterbitkan Unibank senilai USD 28 juta. Sementara pihak PT CMNP memiliki MTN senilai Rp 163,5 miliar dan obligasi senilai Rp 189 miliar. Sesuai kesepakatan kedua belah pihak pada 12 Mei 1999, PT CMNP menyerahkan MTN dan obligasinya kepada Hary Tanoe pada 18 Mei 1999.

Usai penyerahan MTN dan obligasi dari PT CMNP, Hary Tanoe juga menyerahkan sertifikat deposito kepada PT CMNP secara bertahap. Sertifikat deposito yang diserahkan itu bernilai USD 10 juta pada 27 Mei 1999. Surat obligasi itu jatuh tempo pada 9 Mei 2022. Hary Tanoes juga menyerahkan NCD senilai USD 18 juta pada 28 Mei 1999. NCD itu jatuh tempo pada 10 Mei 2022.

"Hary Tanoesoedibjo-lah yang menyerahkan NCD kepada PT CMNP. Karena itu, NCD tersebut adalah milik Hary Tanoesoedibjo," tulis keterangan dari pihak CMNP.

Dari sini masalahnya dimulai. NCD dari Hary Tanoe tidak bisa dicairkan pada 22 Agustus 2002 atau 20 tahun sebelum jatuh tempo. Saat itu bank penerbit NCD milik Hary Tanoe, Unibank, ditetapkan sebagai Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU) pada Oktober 2001.

Pihak PT CMNP menduga Hary Tanoe telah mengetahui penerbitan NCD senilai USD 28 juta miliknya itu dilakukan secara tidak benar. Atas kejadian ini, PT CMNP mengalami kerugian sekitar Rp 103,4 triliun. Jumlah ini dihitung dengan mempertimbangkan bunga sebesar 2 persen per bulan.

Selain itu, NCD yang dikeluarkan Unibank milik Hary Tanoe juga diduga kuat palsu. Pihak CMNP menyebut NCD tersebut dibuat tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 21/27/UPG tanggal 27 Oktober 1988 perihal Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank dan Lembaga Keuangan bukan Bank di Indonesia.

Bukti dugaan kuat NCD milik Ketua Umum Partai Perindo itu yakni diterbitkan dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan jangka waktu jatuh temponya lebih dari 2 tahun.

Kriteria Driver Ojol Yang Berhak Mendapatkan THR Berupa Uang Tunai

 Grab Indonesia akan memberikan Bonus Hari Raya (BHR) untuk mitra driver melalui program bonus kinerja khusus. Mereka telah menetapkan sejumlah kriteria bagi penerima 'bantuan' tersebut.

Disitat ia, kriteria penerima BHR ditinjau berdasarkan keaktifan mitra pengemudi, termasuk jumlah pesanan yang diselesaikan, tingkat penyelesaian pesanan, jumlah hari dan jam online, serta seberapa besar rating pengemudi.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada pengemudi yang tak kenal lelah mengantarkan pelanggan ke tempat tujuannya masing-masing.

"Program bonus ini dirancang untuk memberikan penghargaan secara adil, di mana tingkat apresiasi yang diterima mencerminkan tingkat keaktifan, kontribusi, dan pencapaian masing-masing Mitra," ujar Neneng, dikutip Selasa (11/3).

"Kami terus menghadirkan inisiatif yang mendukung mitra pengemudi secara adil dan berkelanjutan, memastikan dampak positif jangka panjang bagi semua mitra," tambahnya.

Sementara Anthony Tan selaku Group CEO & Co-Founder Grab memastikan, pihaknya telah menyiapkan bonus hari raya ke mitra driver. Tan merupakan salah satu petinggi perusahaan ojol yang dipanggil Prabowo Subianto ke Istana Negara kemarin sore, Senin (10/3).

"Kolaborasi antara pemerintah dan industri ini adalah bukti nyata bagaimana kita bisa bekerja sama untuk menghadirkan dampak positif yang lebih luas. Grab akan terus berinovasi dan mencari cara terbaik untuk mendukung Mitra Pengemudi dan masyarakat luas," kata Tan.

Program bonus kinerja khusus tersebut merupakan bagian dari upaya Grab memberikan penghargaan kepada mitra driver yang memiliki kinerja baik dan telah menunjukkan dedikasi dalam memberikan layanan maksimal kepada pelanggan.

"Kami senang dapat berkontribusi dalam inisiatif yang memberikan manfaat langsung untuk Mitra Pengemudi yang menjadi tulang punggung layanan transportasi dan pengantaran di Indonesia, serta yang telah memberikan layanan terbaik kepada pelanggan selama ini," ungkapnya.

elah mengumumkan soal pemberian bonus hari raya untuk pengemudi ojek online (ojol) dan kurir. Prabowo menyebut, perusahaan ojek online dan kurir untuk memberikan bonus hari raya kepada mitra driver berupa uang tunai.

"Tahun ini pemerintah menaruh perhatian khusus kepada para pengemudi dan kurir online yang telah memberi kontribusi yang penting dalam mendukung pelayanan transportasi dan logistik di Indonesia," kata Prabowo, dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

"Untuk itu pemerintah menghimbau kepada seluruh perusahaan layanan angkutan berbasis aplikasi untuk memberi bonus hari raya kepada pengemudi dan kurir online dalam bentuk uang tunai dengan mempertimbangkan keaktifan kerja," lanjutnya.

Sementara besaran bonus hari raya untuk pengemudi ojek online dan kurir masih belum diumumkan. Prabowo memastikan, pengumuman tersebut akan disampaikan langsung Kementerian Ketenagakerjaan.

"Untuk besaran dan mekanisme pemberian bonus hari raya ini kita serahkan dan nanti akan dirundingkan dan akan disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan melalui surat edaran," kata Prabowo.