Pages - Menu

Tuesday, November 22, 2011

Sebuah Bank Di Solo Menolak Menerima Setoran Uang Receh Nasabah Sebesar 150 Juta


Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Surakarta menerima laporan seorang pengusaha di Surakarta. Sang pengusaha mengaku ditolak petugas ketika akan menyimpan uang di sebuah bank di Surakarta.

“Alasan bank, karena dia membawa uang receh,” jelas Wakil Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Surakarta, Bambang Ary Wibowo, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 17 November 2011. Ia menolak menyebutkan nama bank itu.
Pihaknya, saat ini, masih menunggu laporan resmi dari yang bersangkutan. Untuk selanjutnya akan memanggil kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian.

Menurut dia, pengusaha tersebut hendak menyimpan uang hasil usahanya sebesar Rp 650 juta. Rp 500 juta dalam bentuk uang pecahan kertas nominal Rp 1.000 dan Rp 2.000. Sementara Rp 150 juta berwujud uang koin dengan nominal Rp 100, Rp 200, Rp 500, dan Rp 1.000.

Karena membawa uang receh dalam jumlah banyak, bank menolak menerimanya tanpa alasan yang jelas. Ketika didesak alasannya, justru menawarkan bersedia menerima tapi dengan syarat selama tiga bulan harus diendapkan tanpa mendapat bunga. “Yang bersangkutan pengusaha makanan ringan. Sehingga wajar jika uang yang didapatkan berupa receh."

Bambang menyebut penolakan di atas melanggar Undang-Undang Perbankan. Sebab bank tidak boleh menolak setoran dari masyarakat. “Apalagi kemudian malah ditawari menyimpan tanpa diberi bunga. Ini jelas-jelas pelanggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Pemimpin Bank Indonesia Solo, Doni Joewono, mengakui dalam UU Perbankan memang tidak ada aturan bahwa perbankan boleh menolak setoran uang dari masyarakat. “Bahkan ketika uang yang disetorkan dalam bentuk uang receh,” ujarnya.

Namun demikian, dia memahami jika akhirnya ada bank yang menolak menerima uang receh tersebut. Sebab ada keterbatasan ruang penyimpanan uang di bank dan keterbatasan teller untuk menghitung uang. “Seharusnya tidak ditolak,” kata Doni sembari menambahkan penolakan serupa sudah sering dilaporkan ke Bank Indonesia Solo.

Biasanya sebagai solusi adalah masyarakat yang ingin menabung dalam bentuk uang receh, disarankan untuk menukarkan terlebih dahulu di BI Solo. “Kami siap menerima penukaran uang receh dari masyarakat,” Doni menegaskan. 

Monday, November 7, 2011

Brazil Menolak Untuk Membantu Atasi Krisis Zona Euro

Brazil telah mengesampingkan pembelian obligasi Eropa untuk membantu menyelamatkan negara zona euro dan hanya akan memberikan bantuan melalui dana yang dikelola IMF, menteri luar negeri negara itu mengatakan.

Para pemimpin Eropa telah mempertimbangkan meminta bantuan negara-negara berkembang seperti China dan Brazil dengan membeli obligasi euro, namun Menteri Keuangan Guido Mantega mengatakan Brazil tidak akan mengambil bagian dalam upaya tersebut.

"Saya berpikir bahwa negara-negara Eropa tidak perlu dana Brazil untuk membeli obligasi tersebut," kata Mantega Selasa malam.

"Brazil tidak memiliki niat untuk melakukan itu," katanya.

Zona euro ingin memperbesar 440-miliar euro (610 miliar dolar AS) dana penyelamatan untuk meyakinkan pasar bahwa pihaknya memiliki alat untuk melindungi negara-negara yang sangat terbebani utang seperti Italia.

Beberapa negara berkembang terkemuka, termasuk Rusia, China dan sekarang Brazil, telah mengatakan mereka akan membantu negara-negara zona euro dengan berkontribusi untuk mendanai melalui Dana Moneter Internasional (IMF).

Kanselir Jerman Angela Merkel, Rabu mengatakan, kelemahan dalam euro harus ditangani sekarang atau tidak pernah, saat ia meraih dukungan parlemen yang luas sebelum KTT penting Uni Eropa untuk mengatasi krisis utang zona euro.

Ditengah Krisis Romania Semakin Maju dan Siap bergabung Dizona Euro Tahun 2015

Rumania bersungguh-sungguh untuk bergabung dengan zona euro pada 2015, tetapi mengakui bahwa hal itu akan tergantung pada perkembangan dalam blok mata uang tunggal yang saat ini sedang berjuang melalui krisis utang, pemerintah mengatakan Senin.

Sebuah komite antar kementerian termasuk Perdana Menteri Emil Boc, beberapa menteri kunci dan gubernur bank sentral Mugur Isarescu "menegaskan kembali target bergabung dengan zona euro pada 2015, sebagai sarana harmonisasi kebijakan makroekonomi dan memperkuat disiplin," kata pemerintah dalam sebuah siaran pers, lapor AFP.

Namun, "saat yang tepat akan tergantung pada perkembangan di Eropa dan tingkat internasional, seperti pada pelaksanaan reformasi struktural yang dibutuhkan."

"Rumania berada di jalur yang benar sejauh defisit, utang publik dan inflasi yang bersangkutan," kata Boc pada akhir pertemuan.

Dalam rangka untuk bergabung dengan zona euro, sebuah negara calon harus memenuhi lima kriteria, termasuk defisit anggaran di bawah 3,0 persen dan tingkat inflasi yang rendah.

Rumania telah berjanji untuk membawa defisit anggaran menjadi 4,4 persen pada 2011 dan bawah 3,0 persen pada 2012, turun dari 6,5 persen tahun lalu.

Utang publik adalah relatif rendah, berdiri pada 37 persen dari produk domestik bruto, sedangkan laju inflasi turun menjadi 3,5 persen pada September, setelah mencapai puncak 8,41 persen pada Mei.

Kepala Dana Talangan Zona Euro Kunjungi China Untuk Minta Bantuan Keuangan

Kepala dana talangan zona euro mengadakan pembicaraan di Beijing Jumat selagi Eropa mencoba membujuk China dan ekonomi emerging utama lainnya supaya membantu menyelamatkannya dari krisis utang yang melumpuhkan.

Klaus Regling, CEO Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF), berada di China sesudah para pemimpin Eropa mencapai kesepakatan terakhir untuk menangani krisis tersebut, yang mereka harapkan akan meningkatkan kepercayaan pasar pada negara-negara zona euro yang sedang dalam perjuangan.

Rencana tersebut, diumumkan oleh Presiden Prancis Nicolas Sarkozy sesudah 10 jam pembicaraan KTT di Brussels pada Kamis, termasuk melipatempatkan kekuatan EFSF menjadi satu triliun euro (1,4 triliun dolar).

Baik pihak berwenang UE maupun China tidak memberikan detail tentang siapa yang akan ditemui Regling di Beijing, namun para pemimpin di KTT Kamis berdiskusi meminta China dan emerging ekonomi lain supaya membantu, kemungkinan dengan investasi di dana penyelamatan.

Beberapa jam sesudah kesepakatan diambil, Sarkozy menelpon Presiden China Hu Jintao, yang kemudian memberikan wawancara televisi dimana dia membela usulan tersebut, yang detailnya tetap tidak jelas.

"Jika China, yang mempunyai 60 persen cadangan global, memutuskan investasi dalam euro bukannya dolar, mengapa menolak?" kata Presiden Prancis itu, menambahkan: "kemerdekaan kami tidak bagaimanapun juga disanksikan dengan ini."

China, ekonomi terbesar kedua dunia, telah menginvestasikan sejumlah uang dalam obligasi Eropa dan telah berulang kali meminta Eropa agar menangani krisis utangnya, dengan mengatakan kegagalan bertindak berisiko menyeret dunia kembali ke dalam resesi.

Media negara China telah melaporkan bahwa negara itu setuju akan menyumbang untuk EFSF, namun belum ada konfirmasi resmi tentang hal ini dan Beijing memberikan sedikit indikasi tentang bagaimana dirinya siap untuk menolong.

Kamis, Beijing dengan hati-hati menyambut baik kesepakatan Eropa dan mengulangi kembali "kepercayaan China kepada UE dan ekonomi Zona euro".

Namun menalangi negara-negara maju akan menjadi jualan keras bagi para pemimpin Komunis di negara yang harga rumah dan makanan yang meroket merugikan jutaan rumah tangga miskin dan banyak eksportir kecil yang berjuang membayar tagihan mereka.

"Banyak yang tidak dapat mengerti mengapa China harus memberikan bantuan kepada Eropa, karena Wenzhou kotanya sendiri dalam krisis pendanaan," kata harian Global Times dalam sebuah editorialnya Jumat, menunjuk pada himpitan kredit yang telah menghantam bisnis di kota timur itu.

Kantor berita negara China Xinhua Kamis mengatakan Eropa perlu mengambil tanggungjawab atas krisis tersebut, dan tidak menggantungkan diri pada "orang Samaria yang baik" untuk menyelamatkan benua tersebut.

Ada bebrapa kemungkinan cara dimana China dapat membantu zona euro.

China dapat secara langsung investasi di EFSF; menempatkan uang dalam wahana khusus untuk utang Eropa dalam kesulitan yang dikelola Dana Moneter Internasional; menginvestasikan secara langsung di bank, atau mudahnya membeli utang pemerintah zona euro.

Namun analis IHS Global Insight Ren Xiangfang mengatakan China kemungkinan akan menyertakan sejumlah syarat untuk investasi manapun, seperti akses pasar yang lebih besar di Eropa dan mendiamkan kekuatan yuan, yang menurut para kritikus dimurahkan.

"China ingin mendapatkan apa yang diinginkan jika dia diharuskan memainkan peranan dalam masalah ini," kata Ren kepada AFP.

Regling dijadwalkan akan memberikan keterangan media di ibukota China Jumat siang.

Dia akan menuju Jepang pada akhir pekan, kata delegasi Uni Eropa di Beijing dan Tokyo

Petani Tuntut Pemerintah Konsisten Laksanakan Program Pemulihan Kesuburan Lahan PKL

Solidaritas Petani Peduli Pemulihan Kesuburan Lahan (PKL) menuntut pemerintah dan kalangan DPR RI konsisten melaksanakanan program pemulihan kesuburan lahan sebagai tumpuan untuk meningkatkan produksi pangan.

Menurut Koordinator ormas solidaritas petani peduli PKL Henry Suryo di Jakarta, Senin, pelaksanaan program PKL tersebut merupakan salah satu upaya dan harapan petani agar dapat meningkatkan produksi dan swasembada pangan. 

Selain itu, ujarnya lagi, apabila program ini dapat berjalan secara berkelanjutan maka akan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Di tengah ancaman krisis pangan dunia, sekitar 5 juta hektare atau 60 persen tanah sawah dari total tanah persawahan di tanah air yaitu 7,9 juta hektare, rusak akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan" kata Henry.

Menghadapi realitas itu, menurut dia, para petani meminta pemerintah agar segera turun tangan dan secara langsung memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak-dampak penggunaan pupuk kimia.

Pemerintah juga perlu memberi pemahaman alternatif terhadap penggunaan pupuk organik, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Salah satunya, masih kata Henry, dengan memanfaatkan jerami yang dibuat kompos.

Hal ini, sebagai upaya pemerintah untuk menjawab problem kerusakan lahan akibat menurunnya kesuburan tanah itu adalah melalui program pemulihan kesuburan lahan (PKL) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI pada tahun 2010.

"Ironisnya program itu belum sepenuhnya berjalan, namun sudah ada indikasi-indikasi penggagalan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap terpuruknya swasembada dan ketahanan pangan nasional" Henry menambahkan.

Perwakilan para petani ini juga mengecam agenda neoliberal dibalik penghambatan pemulihan lahan, agar petani kita menurun produktivitasnya sehingga Indonesia dengan penduduk 230 juta jiwa menjadi potensi pasar komoditas pangan impor.

"Program Pemulihan Kesuburan Lahan merupakan program ekonomi kerakyatan dan harus menjadi program prioritas nasional untuk disukseskan semua pihak. DPR harus mendorong pemerintah untuk menuntaskan Program Pemulihan Kesuburan Lahan. Waspadai penggagalan oleh agenda pasar bebas," demikian Henry Suryo

Daftar Langkah Langkah Yang Diambil Negara Zona Euro Dalam Melakukan Penghematan Anggaran

Berikut ini adalah langkah-langkah penghematan utama yang diambil oleh negara-negara zona euro, karena blok tersebut sedang berjuang mengatasi krisis utang yang merajalela dan telah mengancam masa depan mata uang tunggal Uni Eropa, seperti dilaporkan AFP:


Prancis:

Prancis pada Senin menargetkan penghematan 100 miliar euro (138 miliar dolar AS) pada 2016 untuk menyeimbangkan anggarannya.

Sebesar 18,6 miliar euro penghematan selama dua tahun berikutnya, datang di atas paket pemotongan defisit Agustus 12 miliar euro (16,4 miliar dolar AS) yang menaikkan pajak pada orang kaya dan menutup celah pajak.

Berdasarkan pelaksanaan penuh langkah-langkah baru Senin dari reformasi utama pemerintah adalah menaikkan usia pensiun dari 60 menjadi 62 akan membawa maju dari 2018 ke 2017 dan mengurangi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada beberapa barang dan jasa akan dinaikkan dari 5,5 persen menjadi 7,0 persen, kecuali pada barang penting seperti makanan.


Yunani:

Negara yang paling parah terkena dampak krisis utang, Yunani pada Mei 2010 menyetujui paket penghematan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam upaya untuk mengurangi defisit publik sebesar 30 miliar euro pada 2014.

Paket itu kondisi untuk menerima bantuan keuangan 110 miliar euro dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF). Langkah-langkah tersebut, termasuk reformasi pensiun, pemotongan gaji pegawai negeri sipil, peningkatan pajak nilai tambah dan pengumpulan pajak yang lebih baik.

Dalam rangka untuk terus menerima bantuan internasional, Yunani terpaksa menerima rencana penghematan baru pada Juni 2011, melibatkan penghematan anggaran 28,4 miliar euro pada 2015. Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan privatisasi besar-besaran.


Irlandia:

Pada November 2010, setelah tiga penghematan anggaran sejak 2008, Irlandia meluncurkan paket penghematan 15 miliar euro yang diperlukan untuk membuka blokir sebuah bailout internasional 85 miliar euro, memangkas gaji sektor publik dan pensiun.

Tujuan dari paket pemotongan anggaran dan kenaikan pajak empat tahun adalah untuk memangkas defisit publik hingga di bawah tiga persen dari PDB, sejalan dengan aturan Uni Eropa, setelah defisit tersebut menggelembung menjadi 32 persen.


Italia:

Pada Juli 2010, parlemen menyetujui rencana penghematan pertama yang ditujukan untuk menghemat 25 miliar euro pada 2011-2012, yang melibatkan pemotongan belanja, pembekuan gaji pekerja publik dan pengumpulan pajak yang lebih baik.

Pada Juli 2011, menerima rencana 48 miliar euro yang baru dalam upaya untuk mencapai keseimbangan anggaran pada 2014 dan mengurangi utang Roma, salah satu yang tertinggi di dunia pada 120 persen dari PDB.

Rencana itu dinilai tidak cukup oleh pasar, sehingga rencana itu didukung pada September untuk menghemat 54,2 miliar euro pada 2013. Rencana tersebut melibatkan peningkatan pajak nilai tambah, menaikkan usia pensiun bagi perempuan dalam sektor swasta dan pajak untuk golong berpendapatan tinggi.


Portugal:

Pada Maret 2010 pemerintah minoritas mengumumkan program penghematan bertujuan untuk membawa defisit di bawah batas tiga persen pada 2013. Program menyangkut pembekuan gaji sektor publik dan memotong kesejahteraan sosial.

Pada Maret 2011, Perdana Menteri Jose Socrates mengundurkan diri setelah rencana penghematan keempat ditolak.

Pada Oktober pemerintah tengah kanan baru mengajukan rancangan anggaran keras 2012 termasuk penangguhan pembayaran bonus tahunan untuk PNS dan pensiunan yang berpenghasilan lebih dari 1.000 euro per bulan.

Di sektor swasta, karyawan akan diminta untuk bekerja setengah jam lebih per hari.


Spanyol:

Di bawah tekanan untuk mengambil tindakan dari dari mitra Uni Eropa dan pasar, pada Mei 2010 pemerintah mengadopsi rencana penghematan 50 miliar euro yang dirancang untuk memangkas defisit publik ke batas zona euro tiga persen dari PDB pada 2013 dari 11,2 persen pada 2009.

Di antara langkah-langkah yang tidak populer itu, membekukan pensiun negara dan memotong gaji pegawai negeri 2010 lima persen.

BI Optimistis Rupiah Di Level Aman Walau Banyak Sentimen Negatif Krisis Eropa

 Bank Indonesia (BI) optimistis posisi nilai tukar rupiah masih dalam kondisi aman karena secara fundamental Indonesia memiliki ekonomi yang kuat dan kondusif.

Demikian diungkapkan Directory of Economic Research and Monetary Policy BI, Darsono, di Jakarta, Kamis.

Menurut Darsono, penurunan nilai tukar rupiah yang sempat terjadi, bila dibandingkan terhadap dolar AS merupakan dinamika jangka pendek.

"Ini dinamika jangka pendek, karena secara fundamental rupiah kita masih kuat. Untuk fiskal, defisitnya saja masih kecil jadi tidak ada alasan rupiah tertekan," tegasnya.

Ke depan, lanjut Darsono, pihaknya optimistis dapat terus menjaga nilai tukar rupiah di level aman.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Kamis (3/11), kembali melemah. 

Dolar sempat menembus Rp9.000 akibat sentimen ketidakpastian penyelamatan krisis utang Eropa. 

Posisi rupiah ini merupakan yang terendah dalam satu bulan terakhir, setelah sepanjang bulan lalu Bank Indonesia berhasil menjaga dolar di bawah Rp9.000.

"Melemahnya rupiah karena adanya sentimen negatif Eropa," terangnya. 


 Nilai tukar rupiah yang diperdagangkan terhadap dolar AS antarBank Jakarta pada Rabu pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp8.845.

Analis pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta mengatakan pembatalan pertemuan menteri keuangan Uni Eropa yang akan berlangsung hari Rabu.

Namun, kata dia, harapan investor terhadap kesepakatan yang mungkin dicapai para pemimpin Eropa dalam konferensi pertemuan menteri keuangan masih mampu membatasi penurunan rupiah.

Ia mengemukakan, Kanselir Jerman mengatakan Jerman menentang sebuah frase dalam draft pertemuan menkeu Uni Eropa yang menyerukan Bank Sentral Eropa untuk melanjutkan pembelian obligasi negara-negara seperti Italia dan Spanyol.

"Sebagian pasar masih percaya bahwa KTT akan membuahkan kesepakatan yang layak, namun sebagian lainnya mulai mempertimbangkan adanya resiko kekecewaan," kata dia.

Ia mengatakan, mata uang rupiah tidak akan memperoleh banyak momentum positif jika ternyata hasil KTT tidak mengatasi salah satu masalah yang berkembang.

"Tekanan turun akan kian bertambah seiring ketidakpastian mengenai langkah yang akan diambil petinggi Eropa untuk mengatasi krisis hutang," kata dia.

Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, nilai tukar rupiah masih tetap stabil seiring Bank Indonesia (BI) terus menerus masuk dan mengintervensi pasar.

Selain menjual dolar AS, lanjut dia, BI juga membeli surat utang negara. Tekanan rupiah relatif lebih tajam dibandingkan dengan tekanan mata uang Asia lainnya, diduga karena kegiatan spekulatif dengan menggunakan instrumen `non delivery forward` (NDF) rupiah sehingga mempengaruhi harga spot kurs rupiah terhadap dolar AS.

Ia mengatakan, BI mendeteksi kegiatan itu dan terus mengguyur pasar dengan menjual dolar AS. Keberhasilan ini memberi efek positif keyakinan investor terhadap pasar Indonesia, terlihat masih stabilnya indeks harga saham gabungan (IHSG).

Sementara, hingga pukul 10.00 WIB nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada dalam posisi Rp8.865 atau melemah 20 poin dari posisi sebelumnya Rp8.845.