Pages - Menu

Friday, January 6, 2012

Pasar Uang Antar Bank Syariah Tidak Akan Di Anak Tirikan Oleh Bank Indonesia


Kepala Biro Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah, mengatakan, pasar uang antarbank syariah (PUAS) tidak akan dianaktirikan. Sekalipun, misalnya, total aset masih terbilang kecil yakni Rp 126 triliun per November 2011.

 Lagipula keberadaan perbankan syariah masih terbilang baru sehingga masih bisa berkembang ke depannya. "Pasar uang syariah yang berkembang dengan baik diyakini meningkatkan resiliensi perbankan syariah," sebut Difi, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (6/1/2012), mengenai pentingnya PUAS.

Ia pun mengatakan, perbankan syariah memberikan peran penting bagi stabilitas perbankan nasional. Bahkan termasuk salah satu sumber pembiayaan pembangunan nasional. Difi menyebutkan, PUAS pun diperlukan untuk mengelola risiko likuiditas dalam perbankan syariah. Karena sebagai lembaga perantara, bank syariah menghadapi risiko likuditas yang bersumber dari maturiy mismath, yakni lebih pendeknya jangka waktu dana yang dihimpun dibandingkan jangka waktu pembiayaan yang disalurkan.

Ke depannya, kata Difi, telah mempunyai sejumlah strategi pengembangan PUAS. 

Salah satunya, BI melakukan pengembangan instrumen PUAS yang dapat memenuhi kebutuhan pasar yakni dengan Sertifikat Mudharabah Antarbank (SIMA) dan Sertifikat Perdagangan Komoditi berdasarkan prinsip syariah antarbank (SIKA). Edukasi pun akan dilakukan demi memperbaiki persepsi manajemen bank serta penguatan peran asosiasi pelaku pasar.

Selain itu, BI pun akan mengenalkan peran pialang pasar uang dan penyediaan pasar uang dan penyediaan informasi agregat oleh BI.

Bank syariah bisa mendapatkan likuditas hanya dalam 30 menit melalui transaksi jual beli komoditi di bursa dengan akad murabahah. Caranya, bank syariah yang butuh likuditas akan menerbitkan sertifikat yang disebut dengan SIKA untuk kemudian ditransaksikan dengan bank lain.

"SIKA itu sertifikat perdagangan komoditi berdasarkan prinsip syariah antarbank," sebut Kepala Biro Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat ( 6/1/2012 ). SIKA ini merupakan instrumen lainnya setelah Sertifikat Mudharabah Antarbank (SIMA) sebagai bukti transaksi dalam pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah.

Untuk komoditinya, sejauh ini baru ada tiga komoditi yakni kakao, mete dan kopi yang digunakan dalam transaksi. Batu bara sendiri sudah siap untuk menambah pilihan komoditi namun masih menunggu keputusan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Komoditi yang diperdagangkan ini harus sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh bursa atas persetujuan Dewan Pengawas Syariah.

Ketentuan SIKA ini telah dikeluarkan Bank Indonesia dalam bentuk Surat Edaran Ekstern Nomor 14/3 /DPM tentang Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank. Difi pun menyebutkan, sertifikat ini diterbitkan sesuai dengan besarnya komoditi dan tidak bisa dialihkan kepemilikannya. "Diterbitkan dalam rupiah dengan tenor maksimum 365 hari," tambah dia.

Baik Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah selaku konsumen komoditi, dapat mentransaksikan SIKA dengan BUS, UUS, atau bank asing yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah selaku peserta komersial. Transaksi pun bisa melalui perusahaan pialang dengan menggunakan akad Ju'alah.

Menurut Difi, selain informasi nilai nominal perdagangan komoditi di bursa sesuai Surat Penguasaan Atas Komoditi Tersetujui (SPAKT) dan jangka waktu pembayaran tangguh oleh konsumen komoditi, SIKA juga memuat informasi marjin perdagangan komoditi di bursa.

BUS dan UUS yang melakukan transaksi SIKA pun wajib melaporkannya ke BI melalui sistem Laporan Harian Bank Umum.

Konsep Gadai Emas Bank Syariah Indonesia Tidak Sesuai Dengan Konsep


Bank Indonesia menemukan praktik gadai emas yang tidak sesuai dengan konsep awal. Akibatnya, BI mengirimkan surat pembinaan kepada delapan bank umum syariah dan unit usaha syariah agar membenahi layanan mereka.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya Siregar menyampaikan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/1/2012). ”BI minta agar pembiayaan diarahkan untuk menjaga kepercayaan nasabah serta sesuai dengan asalnya, yakni keperluan mendesak,” katanya. Saat ini, setidaknya tiga bank syariah menghentikan layanan gadai emas bagi nasabah baru.
Produk gadai emas adalah pembiayaan dengan agunan emas. Nasabah memperoleh pembiayaan tersebut dengan cara menggadaikan emasnya ke bank umum syariah (BUS) atau unit usaha syariah (UUS). Dana itu untuk modal kerja atau kebutuhan mendesak.

Data BI, gadai emas syariah per September 2011 sebesar Rp 6,1 triliun, tumbuh pesat dari posisi Desember 2010 yang mencapai Rp 1,8 triliun. Dibandingkan dengan total pembiayaan syariah yang Rp 92,8 triliun pada September 2011, maka porsi gadai emas sekitar 6,5 persen.

Meski demikian, Mulya membantah kebijakan BI memperketat standar dan prosedur operasional gadai emas ini dilakukan secara tiba-tiba. Alasannya, sejak Juni 2011, BI sudah menyampaikan kepada bank syariah agar menyiapkan fitur sesuai dengan konsep gadai emas yang diajukan semula. ”Dalam waktu dekat, kami akan menerbitkan surat edaran yang mengatur tentang pelaksanaan gadai syariah,” ujar Mulya.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Lukita Prakasa yang dihubungi Kompas membenarkan, BRI Syariah menghentikan sementara layanan gadai emas bagi nasabah baru sejak 14 Desember 2011. Ia mengakui, langkah itu berdampak terhadap bisnis. ”Namun, sisi baiknya, kami akan lebih prudentterhadap risiko pasar yang ada. Ke depannya, produk kami semakin baik,” kata Lukita. Di BRI Syariah, pembiayaan per September 2011 mencapai Rp 10 triliun. Sekitar 20 persennya disumbang gadai emas.

Kinerja
Secara umum, kinerja bank syariah terus meningkat. Data BI, sebagaimana dipaparkan Mulya, pembiayaan yang dikucurkan per November 2011 sebesar Rp 102,11 triliun. Jumlah ini meningkat Rp 31,87 triliun dibandingkan dengan triwulan IV-2010.

Adapun dana yang dihimpun perbankan syariah menjadi sebesar Rp 107,36 triliun. Jumlah itu meningkat Rp 29,72 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.

Total aset perbankan syariah per November 2011 sebesar Rp 135,9 triliun, meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010. ”Nilai tersebut merepresentasikan 3,8-3,9 persen aset industri perbankan,” ujar Mulya.

Daftar Industri Dengan Pertumbuhan Tinggi Serta Faktor Penghambatnya


 Suatu siang di sebuah pabrik pupuk, Menteri Perindustrian MS Hidayat berbisik kepada Kompas, ”Industri ingin berlari kencang. Dilihat dari sisi pertumbuhan, sektor industri tahun 2011 tumbuh cukup menggembirakan.”

Kecukupan energi menjadi prasyarat penting, bahkan telah diangkat dalam berbagai rapat tingkat tinggi pemerintahan. Rapat koordinasi yang dipopulerkan dengan retret (mundur sejenak) kerap terjadi pada 2011. Ujung yang boleh dibilang paling top adalah rangkaian rencana pemerintah yang dikenal dengan Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Rencana bagus, bagaimana eksekusi implementasinya? Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam sebuah presentasi memutarkan video yang menyajikan potensi dan prospek Indonesia hingga tahun 2025. Luar biasa respons peserta konferensi.

Pada saat Indonesia ingin melangkah dan pemerintah meyakini keinginannya bisa berlari kencang, tak dapat dimungkiri badai krisis Eropa dan pelambatan pemulihan ekonomi Amerika Serikat mulai terasa ”embusan angin-”nya.

Investasi disikapi pemerintah dengan pengurangan pajak atau tax holiday. Namun, kebijakan ini terkesan terlambat diputuskan. Bisa jadi karena kinerja lambat dalam birokrasi kita. Nah, implementasi pemberian tax holiday yang lambat atau sama sekali tak terwujud pada kemudian hari bakal menuai keraguan bagi investor.

Disandera
Industri disandera berbagai masalah, terseret berbagai kepentingan, dan penghadangan pun makin bertubi-tubi. Padahal, pemerintah belakangan gencar mengumandangkan program hilirisasi. Sebelumnya, program restrukturisasi permesinan pun digenjot meskipun anggarannya semakin dikurangi. Tak kurang pula, konsep swasembada mendorong industri diperkuat dengan revitalisasi industri gula, pupuk, dan tekstil.

Bukan itu saja, kebangkitan industri kakao pun dihadang oleh keterbatasan pasokan biji kakao. Akarnya, pemerintah tidak menyelesaikannya dari sektor perkebunan kakao sebagai pemasok bahan baku. Kebijakan rotan pun tak luput dari penghadangan kelompok tertentu yang terusik periuk usahanya. Lemahnya koordinasi antar-kementerian?

Pergolakan Papua yang menghantam industri pertambangan dan konflik di Batam sesungguhnya juga memberikan warna perjalanan industri. Sampai-sampai, dialog antar-pengusaha yang sedianya diselenggarakan Kementerian Perindustrian tampaknya batal akibat tidak kondusifnya relasi buruh, pemilik kerja, serta pemerintah daerah. Kuncinya, ketidakadilan upah buruh kita.

Padahal, awal tahun 2011, Kementerian Perindustrian membeberkan hasil survei atas keputusan Indonesia menyetujui perjanjian perdagangan bebas, terutama dengan China. Banjirnya produk asing, terutama China, menjadikan produk Indonesia kalah bersaing.

Restrukturisasi industri tekstil terus digenjot. Hasilnya kini mulai dirasakan. Tahun 2010, total nilai produksi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mencapai 21,25 miliar dollar AS, dengan tenaga kerja langsung yang diserap 1,32 juta orang. Sementara nilai ekspor industri TPT pada tahun 2010 mencapai lebih dari 10,9 miliar dollar AS.

Industri alas kaki menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan tahun 2010, dengan nilai ekspor mencapai 2,1 miliar dollar AS atau tertinggi yang pernah dicapai selama ini. Sementara industri furnitur memberikan kontribusi cukup penting terhadap perekonomian. Tahun 2010, nilai ekspor furnitur mencapai 2,04 miliar dollar AS.

Industri pupuk pun berbenah diri. Ini ditandai oleh revitalisasi industri pupuk, antara lain pengembangan pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik berkapasitas produksi 200.000 ton per tahun, PT Pusri (Persero) kapasitas 200.000-300.000 ton per tahun, PT Pusri (Persero) untuk pendirian pabrik asam fosfat dengan kapasitas 200.000 metrik ton per tahun di Palembang, dan PT Pupuk Kaltim untuk pendirian pabrik asam fosfat dengan kapasitas 200.000 metrik ton per tahun di Bontang.

Tak ketinggalan, bantuan keringanan pembiayaan mesin/ peralatan di tujuh perusahaan gula (PTPN VII, IX, X, XI, dan XIV serta PT RNI 1 dan RNI 2) dengan total 46 pabrik. Nilai bantuan sebesar Rp 47,88 miliar dan nilai investasi mencapai Rp 679 miliar.

Penghadang
Pengusaha tekstil sekaligus Staf Khusus Menteri Perindustrian Benny Soetrisno yang posisinya ”nonbirokrasi” secara lugas mengatakan, ”Banyak sekali penghadang dalam sektor industri.”

Belum lagi, lari kencangnya industri tersandera masalah pengadaan lahan dan peraturan daerah yang kurang harmonis dengan program hilirisasi industri. Kebijakan energi yang semestinya menjadi ”darah” bagi industri serta ketersediaan pelabuhan dan jalan yang terinterkoneksi untuk mempercepat logistik menjadi gambaran bahwa penyanderaan itu masih berlarut-larut tanpa solusi cepat dan strategis.

Benny pun melihat, MP3I, yang perannya sebagai wadah koordinasi antara rencana dan pelaksanaan, ternyata setiap pemahaman dan kecepatan proses administrasi serta birokrasi di setiap kementeriannya masih terkesan berbeda-beda, termasuk juga kepentingannya.

Persis, ini pula keprihatinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). ”Saya pesimistis, industri bisa tumbuh lebih tinggi. Apalagi, kebijakan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate ternyata juga lamban memperlihatkan penurunan lending rate. Bank bersikap hati-hati karena situasi dunia memaksa mereka untuk memperketat penyaluran kredit yang dibutuhkan industri,” kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi.

Jadi, Pak Menteri Perindustrian, ternyata banyak yang menyandera industri! Kompleksitas industri butuh penyikapan total untuk bisa berlari kencang, menerobos kemandekan, dan menciptakan inovasi

Pemerintah Lelang Surat Utang Negara SUN Senilai 7 Triliun Rupiah Dengan Seri SPN03120411 - Seri SPN012130111


Pemerintah segera melelang lima seri surat utang negara (SUN) dengan total nilai indikatif Rp 7 triliun pada 10 Januari 2012. Dananya digunakan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2012.

Lima seri SUN tersebut adalah seri SPN03120411 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 11 April 2012. Seri SPN012130111(new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 11 Januari 2013.

Seri FR0060 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,250 persen, jatuh tempo 15 April 2017, pembayaran kupon dilakukan setiap 15 April dan 15 Oktober.

Lainnya, seri FR0061 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,000 persen, jatuh tempo 15 Mei 2022, pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Mei dan 15 November.

Seri FR0058 (reopening) dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,250 persen, jatuh tempo 15 Juni 2032, pembayaran kupon dilakukan setiap 15 Juni dan 15 Desember.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, dalam siaran pers yang diterimaKompas hari ini, menyebutkan, penjualan SUN itu akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

George Soros: Runtuhnya Zona Euro Akan Sebabkan Bencana Keuangan Global


Memburuknya pergerakan euro kembali mengundang komentar dari investor kelas kakap George Soros. Saat mengunjungi Hyderabad, India Selatan, ia berujar bahwa runtuhnya mata uang tunggal euro dan bubarnya Uni Eropa memiliki konsekuensi bencana sistem keuangan global.

"Hari ini, euro berpotensi membahayakan kohesi politik Uni Eropa. Dan ini bukan hanya akan menjadi marabahaya bagi Eropa, melainkan dunia," ujar Soros. Ia melihat, pecahnya mata uang tunggal euro secara langsung bisa membubarkan Uni Eropa.

Dikutip dari Economic Times, Soros melihat krisis keuangan ini akan lebih besar dari yang pernah terjadi pada 2008. Masalah utang tiap negara menjadi sistemik hingga menimbulkan kepanikan dalam industri perbankan.

Soros menilai, dalam waktu dekat dan mendesak, beberapa negara di zona euro harus mengambil langkah penghematan lebih besar akibat ketidakseimbangan antara negara-negara kreditor dan debitor.
"Sayangnya, para pemimpin Uni Eropa belum memecahkan krisis keuangan yang semakin akut dan justru menyebabkan situasi keuangan semakin memburuk. Hingga saat ini belum jelas apakah ada solusi atas krisis yang terjadi ini," jelas Soros

George Soros adalah mantan spekulan, yang pernah menggoyang poundsterling Inggris tahun 1992 sekaligus mengantongi untung dari aksi spekulasi sebesar satu miliar dollar AS (forbes.com). Mungkin juga dia masih menjadi spekulan lewat perusahaannya, Quantum Fund. Namun, dia kini kadang dijuluki pula sebagai filantropis.

Jauh sebelum krisis keuangan di AS meledak tahun 2008, Soros sudah memperingatkan potensi ledakan ekonomi AS. Dia adalah juga salah satu pendiri Open Society Foundation (soros.org). Lembaga ini dicurigai turut terlibat dalam gerakan demokratisasi di Timur Tengah.

Soros sendiri memang belum lama ini pernah bertutur soal gerakan demokrasi di kawasan ini (georgesoros.com). Soros sudah memperingatkan sebelumnya, bahwa sektor keuangan dunia, terutama AS, sarat dengan para pemain pasar yang tidak mengindahkan rambu-rambu keamanan perusahaan. Dia menegaskan bahwa postulat Adam Smith, pasar akan mengatur diri sendiri, tidak bisa diamini begitu saja karena lebih merupakan postulat dari orang yang tidak bisa berpikir komplek.

Dia juga yang memperingatkan potensi letupan sektor keuangan, dengan potensi kerugian miliaran bahkan mungkin ratusan miliaran dollar AS. Intinya, dia sudah mencium aksi-aksi spekulatif dengan transaksi derivatif, yang pihak awam pasti dibuat pusing tujuh keliling.

Istilah "fraud" dan manipulasi di sektor keuangan yang marak, menjadi sumber keprihatinan Soros. Ini lepas dari dia sendiri pun pernah amat dibenci oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena mampu mengeksploitasi kelemahan perekonomian Malaysia yang telah ia bangun puluhan tahun bersusah payah.

Kemudian setelah krisis keuangan AS tahun 2008, Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke, mengatakan bahwa ada perusahaan raksasa AS yang bertindak sebagai hedge fundpadahal bisnis ini bukan sebagai hedge fund, yang juga menjadi sasaran kecaman setelah krisis.

Inti pesan dari Soros adalah perlunya sektor keuangan memiliki paradigma baru, dengan aturan baru yang lebih ketat memantau gerak-gerik perusahaan yang bergerak di sektor keuangan. Ini juga dia tuangkan dalam bukunya The New Paradigm for Financial Markets: The Credit Crisis of 2008 and What It Means.

Sejauh ini, saran Soros soal itu belum bergaung. G-20 belum bersepakat soal perlunya kontrol terhadap aktivitas sektor keuangan ini. Namun yang jelas, hiruk pikuk ekonomi AS sekarang ini, salah satunya bersumber dari kegalauan di sektor keuangan AS, yang membuat AS harus mengucurkan dana talangan minimal 800 miliar dollar AS, termasuk ke AIG dan lainnya.

Tuesday, January 3, 2012

Bank Indonesia Hentikan Penerbitan Izin Bank Syariah Gadai Emas


Bank Indonesia (BI) telah menghentikan pemberian izin baru gadai emas. Sedikitnya ada tiga bank syariah yang mengaku gagal memperoleh izin tersebut, meski sudah mengajukan permohonan sejak akhir 2010.
Tiga bank syariah itu antara lain OCBC NISP Syariah, BII Syariah dan Bank Permata Syariah. BI menolak permohonan mereka, dengan alasan gadai emas tidak produktif dan tidak bersentuhan langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
"BI memberikan sinyal hati-hati terhadap bisnis itu, kami setuju menunda," kata Koko T Rachmadi, Head of Shariah Business OCBC NISP Syariah, kepada KONTAN Selasa (3/1/2012).
OCBC NISP Syariah belum memastikan kapan mengajukan lagi izin layanan gadai emas. Manajemen memilih menunggu regulator menyelesaikan pengaturan bisnis ini.
Achmad K. Permana, Kepala Unit Syariah Bank Pertama Syariah, mengatakan, ada dua alasan penundaan bisnis gadai emas. Pertama, BI menilai, perkembangan bisnis gadai emas belum kondusif karena banyaknya spekulan. Kedua, bisnis model Permata Syariah belum sesuai imbauan BI.
Permana tidak bersedia menjelaskan model bisnis itu. Ia hanya mengatakan, segera memperbaiki konsep produk agar sesuai keinginan bank sentral. "Pertengahan tahun 2012, kami akan mengajukan kembali," ucap Achmad K. Permana, Kepala Unit Syariah Bank Pertama Syariah.

PT. Aneka Tambang Antam Lakukan Penanaman 10.000 Pohon Di Banjir Kanal Timur

 PT Antam (Persero) Tbk (Antam; ASX – ATM; IDX – ANTM), melakukan penanaman 10.000 bibit pohon pada lahan kritis dan sempadan sungai di wilayah Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Utara, Rabu (28/12).

Acara penanaman tersebut dihadiri oleh Direktur Umum dan CSR Antam Denny Maulasa; Rektor Universitas Trisakti Thoby Mutis; Direktur Center for Entrepreneurship, Change and the Third Sector (CECT) Trisakti Maria Radyati; Direktur Pengelola BKT Pujiono, serta masyarakat dari daerah sekitar BKT.

Dalam sambutannya, Direktur Umum dan CSR PT Antam, Denny Maulasa, mengatakan, Antam berupaya untuk senantiasa berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pelestarian alam. 

"Kegiatan tersebut merupakan salah satu program yang dilakukan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan ikut menyukseskan program menanam satu miliar pohon yang digagas pemerintah," katanya.

Jenis pohon yang ditanam adalah jenis tanaman hutan industri, tanaman pelindung, dan tanaman buah. Dalam kegiatan ini Antam bekerja sama dengan dengan CECT Trisakti yang merupakan salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari target Antam untuk menanam 1 juta pohon di tahun 2011. Setiap tahun, Antam secara rutin melakukan program CSR di bidang pelestarian alam bagi masyarakat dan di lingkungan di sekitar daerah operasi perusahaan


PT Aneka Tambang Cikotok menanam sebanyak 40.000 pohon di lokasi eks penambangan emas Blok Cikidang, kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), Kabupaten Lebak, Banten.

Kepala Bidang Kehutanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Lebak, Asep Mauladi, Kamis, di Rangkasbitung, mengatakan, penanaman pohon tersebut untuk perbaikan reklamasi penghijauan di bekas lokasi penambangan emas Blok Cikidang.

Saat ini Antam sudah menghentikam eksploitasi penambangan emas di wilayah itu.Gerakan Antam melakukan penghijauan dengan menanam pohon 40.000 batang terdiri dari pohon puspa, rasamala, trembesi dan jati. Penghijauan ini, kata dia, Antam sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan lahan dan alam untuk mengembalikan hutan hijau. Antam menghentikan eksploitasi penambangan emas di Blok Cikidang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.

Karena itu, kata dia, rehabilitas reklamasi penghijauan tentu sangat postif untuk mencegah terjadi kerusakan hutan dan alam juga mengantisipasi pemanasan global. Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Antam yang telah melakukan penghijauan di wilayah bekas penambangan emas di Blok Cikidang.

Apalagi, bekas lokasi eksplorasi penambangan emas berada di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sebab, TNGHS merupakan kawasan hutan konservasi yang dilindungi pemerintah daerah maupun pusat. "Dengan menanam pohon sebanyak 40.000 batang diharapkan bisa mengembalikan hutan menjadi hijau dan asri," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah masyarakat Kecamatan Cibeber menyambut positif dengan niat baik Antan melakukan perbaikan reklamasi penghijuan di lokasi bekas penambangan emas. Antam harus memiliki tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan alam dan hutan. Selama ini, lanjut dia, sejumlah lokasi kawasan hutan konservasi TNGHS perlu mendapat rehabilitasi penghijauan untuk menyelamatkan dari bencana longsor serta kekeringan.

"Kami minta Antam terus melakukan penghijuan di lokasi-lokasi bekas penambangan emas, di antaranya di Blok Cirotan," kata Hendi, warga Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak