Pages - Menu

Tuesday, August 20, 2013

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo Lepas Tangan Soal Banyak Perusahaan Gulung Tikar Karena Kebijakannya

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dinilai lepas tangan dalam kasus pemutusan hubungan kerja oleh puluhan perusahaan terhadap sekitar 1.200 pekerja di Jakarta Industrial Estate Pulogadung.

"Iyalah kami kecewa. Gubernur DKI tidak bisa main lepas tangan begitu saja," ujar Ketua Hubungan Industrial Dewan Pengurus Kota Asosiasi Pengusaha Indonesia Jakarta Timur, Bambang Adam, Senin (19/8/2013) siang.

Puluhan perusahaan itu melakukan pemecatan karena order menurun sehingga tak mampu membayar gaji pekerja sesuai UMP yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu Rp 2.216.243,68.

Pihak pengusaha pernah meminta Pemprov DKI menangguhkan keputusan soal UMP tersebut, tetapi tak dikabulkan.

Jokowi mengatakan, ia telah memutuskan menaikkan upah minimum provinsi untuk menyejahterakan buruh. Namun, jika akibat kebijakan itu adalah pemutusan hubungan kerja para buruh, maka hal itu merupakan konsekuensi logis yang harus diambil oleh perusahaan.

"Kalau (perusahaan) enggak sanggup, ya bagaimana? Ya, urusan perusahaan dong," ujar Jokowi. Pernyataan inilah yang membuat Bambang menilai Jokowi lepas tangan.

Selain itu, Jokowi mengatakan bahwa Pemprov DKI berencana menjadikan Ibu Kota pusat bisnis jasa dan perdagangan, sementara kegiatan industri sektoral akan diarahkan ke kota-kota sekitar.

"Plan kita ke depan, DKI menjadi pusat jasa dan perdagangan. Sekarang masih ada industri gede di Jakarta Utara sana, apa benar itu?" ujar Jokowi.

Rencana Pemprov DKI meniadakan kegiatan industri di Ibu Kota juga dinilai tak bijaksana oleh Bambang. Menurut Bambang, industri memberikan keuntungan finansial terhadap Pemprov DKI dan membantu Pemprov DKI mengurangi angka pengangguran.

"Kan kawasan Pulogadung ini memang sudah jelas kawasan industri. Kalau mau pindah, apa Pemprov memfasilitasi? Tidak kan," tandas Bambang. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sulit menaikkan upah minimum provinsi menjadi Rp 3,7 juta yang diminta buruh karena itu berkaitan dengan produktivitas dan pendapatan perusahaan.

"Berat, kalau saya lihat berat," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Basuki pun menjelaskan, standar biaya hidup di Jakarta mencapai Rp 3,5-4 juta per bulan, tetapi banyak perusahaan kesulitan membayar sesuai standar biaya hidup tersebut.

Menurutnya, salah satu solusi masalah tersebut adalah perusahaan pindah ke luar Jakarta, terutama yang bergerak di bidang industri.

Solusi lain, lanjut Basuki, perusahaan mendidik pekerja supaya produktivitas meningkat sehingga perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang memungkinkan untuk membayar pekerja sesuai standar biaya hidup di Jakarta. Basuki juga menjelaskan, sebagian orang di Ibu Kota menjadi pedagang kaki lima (PKL) karena di-PHK, yang terjadi karena perusahaan tak mampu membayar upah pekerja sesuai UMP.

Kepada masyarakat, Basuki pun menyarankan untuk mempertimbangkan daya saing diri sendiri sebelum memutuskan mengadu nasib di Jakarta.


"Masalah kita di Jakarta, butuh banyak pabrik yang bisa bayar di atas KHL," kata Basuki.

Sebelumnya, Forum Buruh DKI Jakarta menuntut Pemprov DKI menaikkan UMP 2014 menjadi Rp 3,7 juta. Sekjen Forum Buruh DKI Jakarta Muhammad Toha mengatakan, tuntutan itu mengacu pada hasil survei yang dilakukan DPP Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) tentang kebutuhan hidup layak (KHL) pada Agustus 2013, yaitu Rp 3.761.455.

Nilai survei mengacu pada 84 kebutuhan, antara lain rumah, tarif listrik, bahan bakar minyak, dan transportasi.

"Kami walaupun miskin punya handphone sampai dua dan tiga, dan kami juga menuntut untuk ada unsur pulsa di dalam upah," tukas Toha.

Tuntutan tersebut, lanjut Toha, juga berkaitan dengan pernyataan Basuki beberapa waktu lalu, yaitu standar biaya hidup di Jakarta adalah Rp 4 juta.

Toha juga menjelaskan, wajar jika UMP di Jakarta jauh lebih tinggi daripada kota lain di Indonesia karena tingkat perputaran uang di Jakarta mencapai 60 persen. Padahal bila perputaran uang atau omzet tinggi maka biaya semakin murah dan bukan sebaliknya.

Jokowi Usir Perusahaan Kecil dan Menengah Dari Jakarta Bila Tak Mampu Bayar UMR Yang Baru

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengejutkan kalangan pengusaha. Jokowi ingin menjadikan DKI khusus sebagai kota jasa dan perdagangan.

Awalnya, sekitar 60 perusahaan di kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) terpaksa memecat sekitar 1.200 buruhnya. Perusahaan tak sanggup membayar gaji mereka yang telah sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP). Selain itu, order perusahaan menurun.

Seperti diketahui, pihak Dewan Pengupahan DKI Jakarta akhirnya menetapkan UMP DKI Jakarta tahun 2013, yakni sebesar Rp 2.216.243,68. Puluhan perusahaan yang memecat buruhnya itu diketahui sempat mengajukan permohonan untuk penangguhan UMP ke Pemprov DKI Jakarta. Namun, tidak ada satu pun permohonan yang dikabulkan.

Menanggapi hal tersebut, orang nomor satu di DKI Jakarta mengaku tak bertanggung jawab atas dipecatnya ribuan buruh. Menurutnya, itu merupakan urusan perusahaan masing-masing.

"Kalau (perusahaan) enggak sanggup (menggaji) ya bagaimana? Hah? Bagaimana? Ya, urusan perusahaan dong," ujarnya kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, pada Senin siang.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menegaskan, arah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah jelas, yakni ingin memusatkan Ibu Kota hanya pada jasa dan perdagangan, sedangkan industri sektoral ditempatkan di daerah penyangga.

"Plan kita ke depan, DKI menjadi pusat jasa dan perdagangan. Sekarang masih ada industri gede di Jakarta Utara sana, apa benar itu," lanjutnya.

Berkontribusi malah diusir

Ketua Hubungan Industrial Dewan Pengurus Kota Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Jakarta Timur Bambang Adam sangat menyayangkan pernyataan Gubernur. Jokowi dinilai lepas tangan karena usai menaikkan UMP, Jokowi mengaku tak bertanggung jawab atas imbas negatifnya.

Bambang juga mengaku kecewa sang Gubernur mengatakan bahwa Jakarta akan dikhususkan bagi sektor jasa dan perdagangan saja. Menurut Bambang, keberadaan pelaku industri di JIEP bukanlah wewenang Pemprov DKI.

"Kan kawasan Pulogadung ini memang sudah jelas kawasan industri. Kalau mau pindah, apa Pemprov memfasilitasi? Tidak kan," ujarnya.

Terlebih lagi, kata Bambang, keberadaan industri-industri berbagai sektor di kawasan itu memiliki dampak positif bagi pendapatan Pemprov DKI Jakarta, apalagi bagi ketersediaan lapangan pekerjaan bagi ratusan ribu buruh di Ibu Kota.

"Kok yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah malah diusir," ucapnya.

Oleh sebab itu, Bambang meminta Gubernur DKI menangguhkan UMP di Jakarta bagi perusahaan-perusahaan itu. Hal itu diminta agar perusahaan tak melakukan efisiensi tenaga kerja dan roda perusahaan tetap berjalan baik.

Anomali Terjadi Lagi ... Rupiah Terjun Bebas Sedang Sektor Properti Semakin Mempesona

Kendati rupiah terjun bebas menyentuh level Rp 11.000 per 1 Dolar AS, Selasa (20/8/2013) siang tadi, dan kondisi bursa "gonjang-ganjing", sektor properti dinilai masih menunjukkan prospek positif. Bahkan, pada dua kuartal terakhir tahun ini akan mencapai performa puncaknya.

Demikian dikatakan Head of Research Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus. Menurutnya, kinerja rupiah dan bursa yang terus merosot tidak akan mengganggu sektor properti secara langsung.

"Properti semua segmen masih memperlihatkan pertumbuhan positif. Terutama perkantoran sewa di CBD Jakarta yang pada dua kuartal pertama 2013, mengalami akselerasi permintaan dan harga lebih cepat ketimbang periode yang sama tahun lalu. Semester kedua ini akan tumbuh 20 persen," ujar Anton kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa siang.

Agustus ini, Anton menilai, adalah momen krusial. Akan tetapi, fenomena yang terjadi, justru terjadi penguatan permintaan. Selain perkantoran, sektor kondominium juga meningkat secara signifikan dan berpotensi mencetak rekor baru.

Tingginya permintaan tersebut ditopang daya beli yang kuat akibat pertumbuhan ekonomi dan suku bunga rendah. Berdasarkan catatan JLL, sepanjang semester I tahun ini sudah terjual 8.000 unit. Sisa dua kuartal terakhir diprediksikan akan terjual 16.000 unit.

Jumlah itu lebih tinggi 20-25 persen dibanding kinerja penjualan kondominium tahun lalu sebanyak 12.000 unit. Dari 8.000 unit yang terjual, 10 persen merupakan kondominium mewah dengan harga Rp 30 juta hingga Rp 35 juta per meter persegi. Sementara 45 persennya merupakan kondominium menengah senilai Rp 20 juta per meter persegi, dan separuhnya merupakan kelas bawah dengan harga Rp 12 juta-Rp 13 juta per meter persegi.

Capaian harga (achieved price) ini meningkat 20 persen dibanding rerata harga tahun lalu yang disebabkan oleh pertumbuhan permintaan baik berasal dari end user maupun investor.

"Permintaan diperkirakan terus meningkat. Hal ini memicu lonjakan harga secara signifikan saat mendatang. Tahun ini kami perkirakan sekitar 20-25 persen," ujar Anton.

Sementara itu, harga apartemen The Windsor milik Grup Pondok Indah yang masuk kategori kelas menengah, telah menyentuh level Rp 27 juta per meter persegi. Padahal, ketika diluncurkan pertama kali pada 2011 silam, harga perdana sekitar Rp 15 juta per meter persegi.




Pelaku pasar menanggapi secara negatif pernyataan Menteri Keuangan Chatib Basri yang mengatakan pelemahan rupiah hingga saat ini masih wajar. Bahkan Chatib menganggap bahwa pelemahan rupiah ini masih lebih rendah dibanding dengan nilai tukar negara sekawasan.

"Pelaku pasar lebih agresif dalam melepas rupiah setelah pernyataan Menteri Keuangan kemarin," kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Reza menambahkan, pelaku pasar menganggap komentar tersebut tidak mengindikasikan adanya langkah strategis dalam menahan pelemahan rupiah. Diperkirakan rupiah akan berada pada rentang harian Rp 10.420-Rp 10.585 per dollar AS.

Pelemahan rupiah yang terjadi sejak awal pekan ini seiring dengan laju nilai tukar dollar AS yang terus menguat seiring dengan rencana pertemuan The Fed.

Di sisi lain, imbas penyampaian asumsi-asumsi makro dalam pidato SBY yang dinilai tidak sesuai kondisi riil membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual. "Chatib juga bahkan masih menganggap bahwa rupiah masih dalam level aman karena tidak separah pelemahan mata uang negara-negara berkembang lainnya, seperti rupee dan dollar Australia," tambahnya.

Hingga sore ini, rupiah sesuai dengan kurs tengah Bank Indonesia, diperdagangkan di level Rp 10.504 per dollar AS, melemah dibanding perdagangan kemarin di level Rp 10.451 per dollar AS.

Apple Masuki Masa Kelam Setelah Steve Jobs Wafat

Apple diprediksi akan mengulangi sejarah kelam perusahaan tanpa ada sosok Steve Jobs. Kali ini, yang memprediksi adalah pendiri sekaligus CEO Oracle, Larry Ellison, dalam wawancara di program televisi CBS This Morning, Selasa (13/8/2013).

Ellison memberi kasus nyata kondisi Apple yang menderita kerugian besar setelah dewan direksi perusahaan menendang Jobs dari kursi CEO pada 1985. Setelah Jobs kembali pada 1996, mengambil posisi CEO dan salah satu penasehat, Apple perlahan bangkit dan mulai berinovasi.

"Kita sudah tahu. Kita melihat. Kita dulu melihat Apple dengan Steve Jobs," kata Ellison sambil mengangkat satu jari ke atas. "Kita lihat Apple tanpa Steve Jobs," lanjut Ellison sambil menurunkan jarinya, sebagai isyarat Apple meredup.

"Kita melihat lagi Apple dengan Steve Jobs. Dan sekarang, kita akan melihat Apple tanpa Steve Jobs," terangnya.

Jobs dikenang sebagai sosok penuh visi dan perfeksionis, yang berhasil membawa Apple sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Ia meninggal dunia pada 5 Oktober 2011, sehari setelah ponsel pintar Apple iPhone 4S diperkenalkan.

Ellison mengakui ada banyak orang berbakat di Apple, termasuk Tim Cook yang menjabat sebagai CEO dan Jonathan Ive yang bertanggung jawab atas desain software dan hardware Apple. Namun baginya, sosok Jobs tidak akan tergantikan.

Dalam konferensi teknologi D10 pada 2012 lalu, Ellison pernah mengatakan, Jobs sangat terobsesi dengan proses kreatif dan fokus membangun produk yang indah. "Dia tidak berusaha menjadi kaya. Dia tidak mencoba untuk terkenal. Dia tidak mencoba berkuasa. Dia terobsesi dengan proses kreatif dan membangun sesuatu yang indah," ucap Ellison.

CEO BlackBerry Dihadiahi Setengah Triliun Karena Menjual Perusahaannya

Minggu lalu beredar kabar bahwa BlackBerry sedang mempertimbangkan opsi untuk menjual perusahaan. Apabila hal itu benar-benar terjadi, satu orang bakal memperoleh guyuran dana jutaan dollar AS. Siapa dia? Tak lain dan tak bukan adalah CEO BlackBerry Thorsten Heins.

Seperti dikutip dari Bloomberg, orang nomor satu di BlackBerry ini akan memperoleh serangkaian "insentif" apabila perusahaan itu dibeli oleh pihak lain dan Heins dilengserkan dari pucuk kepemimpinan.  Insentif ini termasuk gaji dan bonus ekuitas sesuai harga saham BlackBerry per akhir kuartal fiskal keempat.

Jumlahnya? Mencapai 55 juta dollar AS atau sekitar Rp 572 miliar, lebih dari setengah triliun rupiah. "Bonus" finansial untuk Heins ini disetujui oleh para pemegang saham saat rapat tahunan tanggal 9 juli lalu. Apabila Heins diberhentikan tanpa adanya pergantian pemilik perusahaan, jumlah insentif yang akan diperoleh terpotong setengahnya, yaitu sekitar 22 juta dollar AS, termasuk gaji dan bonus ekuitas sesuai dengan harga saham per 28 Maret.

Jumlah tersebut termasuk besar untuk Heins yang pertama kali bekerja di BlackBerry pada Januari 2012, menggantikan duet pendiri sekaligus CEO BlackBerry sebelumnya, Mike Lazaridis dan Jim Balsillie. Apabila Heins diberhentikan dari jabatannya ketika itu, jumlah bonus finansial yang akan diraupnya sebesar 21 juta dollar AS.

BlackBerry mempertimbangkan beberapa langkah untuk meningkatkan nilai perusahaan, termasuk membentuk perusahaan patungan, kembali menjadi perusahaan privat, sampai menjual perusahaan. Apa pun keputusannya nanti, ada tokoh sentral bernama Prem Watsa yang punya pengaruh besar dalam menentukan nasib BlackBerry.

Watsa lahir pada 1950 di Hyderabad, India. Ia pendiri sekaligus CEO perusahaan Fairfax Financial Holdings yang berbasis di Toronto, Kanada, yang kini jadi pemegang saham terbesar di BlackBerry. Watsa sering disebut sebagai Warren Buffet versi Kanada karena kesuksesannya dalam berinvestasi.

Ketika dewan direksi BlackBerry membentuk komite khusus untuk menentukan nasib BlackBerry, Watsa undur diri dari dewan direksi, Senin (12/8/2013). Namun, ia masih memiliki saham terbesar dan tak mau melepas sahamnya di BlackBerry.

Watsa menghindari konflik kepentingan dalam diskusi komite khusus yang diketuai Timothy Dattels, dan di dalamnya terdapat beberapa orang penting seperti Barbara Stymiest, Richard Lynch, Bert Nordberg, serta CEO BlackBerry Thorsten Heins.

Fairfax menjadi pemegang saham terbesar di BlackBerry pada tahun 2012 setelah membeli 5,7 persen saham yang dimiliki pendiri dan mantan co-CEO BlackBerry, Mike Lazaridis. Reutersmencatat, Fairfax adalah pemegang saham terbesar BlackBerry, pemilik dua pertiga suara untuk menentukan keputusan apa pun.

"Saya membayangkan jika Fairfax menentang kesepakatan tertentu, mereka akan membawa banyak pengaruh," kata Richard Steinberg, yang mengepalai sekuritas, merger, dan akuisisi di Toronto Fasken Martineau. Mengutip dari Reuters, beberapa perusahaan ekuitas swasta besar di dunia diprediksi tertarik membeli saham BlackBerry.

Perusahaan teknologi besar juga berniat meminang BlackBerry, seperti Lenovo, Cisco, Microsoft, Hewlett-Packard, sampai IBM, karena mungkin tertarik dengan aset perusahaan BlackBerry termasuk hak paten dan pesan instan BlackBerry Messenger (BBM).

"Saya tidak berpikir Watsa akan melihat berbagai penawaran dan mengambil keputusan kualitatif. Dia akan membuat keputusan kuantitatif (berdasarkan siapa yang membayar paling tinggi)," kata Ross Healy, seorang manajer portofolio di MacNicol Associates, yang kliennya memiliki saham BlackBerry.

Perusahaan apa pun nanti yang ingin meminang atau bermitra dengan BlackBerry harus meminta persetujuan dari pihak berwenang Kanada, dan tentu saja mendapat restu dari Watsa.

Paket "bonus pensiun" Heins tersebut menuai kritik dari analis Jacob Securities Sameet Kanade. "Itu jumlah yang besar. Direksi perusahaan harus hati-hati menyikapi para pemegang saham," ujar Kanade. BlackBerry sedang berjuang meningkatkan nilai perusahaan setelah debut ponsel dan sistem operasi BlackBerry 10 kurang mendapat respon positif dari pasar. Ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan oleh perusahaan asal Kanada itu.

Dewan direksi BlackBerry membentuk komite khusus yang akan membahas pilihan terbaik untuk meningkatkan nilai dan skala perusahaan, termasuk menjalin kemitraan, membentuk perusahaan patungan, sampai menjual perusahaan. Ini diharap bisa jadi solusi untuk mencegah kinerja perusahaan yang terus turun.

CEO BlackBerry Thorsten Heins bergabung dengan komite khusus ini bersama dewan direksi lain, seperti Timothy Dattels, Barbara Stymiest, Richard Lynch dan Bert Nordberg. Lembaga finansial JPMorgan Chase & Co akan bertindak sebagai penasehat keuangan BlackBerry.

Namun, CEO Fairfax Financial Holdings, Prem Wasta asal Kanada, selaku pemegang saham terbesar di BlackBerry, memutuskan undur diri dari dewan direksi untuk menghindari konflik kepentingan yang timbul dalam diskusi komite khusus.

"Apa yang BlackBerry lakukan adalah tindakan yang tepat," kata Charlie Wolf, analis dari Needham & Co di New York, AS, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (13/8/2013).

Kabar ini sontak meningkatkan harga saham BlackBerry menjadi 10,78 dollar AS pada penutupan di bursa New York, sekaligus menandai kenaikan harga saham BlackBerry yang terbesar sejak Maret 2013.

Ada beberapa perusahaan teknologi multi-nasional yang mungkin tertarik untuk bermitra atau membeli BlackBerry. Nama-nama yang muncul adalah Lenovo dari China, Samsung asal Korea Selatan, serta Microsoft dan Dell dari AS.

Samsung mengatakan dalam sebuah pernyataan lewat e-mail kepada Bloomberg, bahwa perusahaan "tidak mempertimbangkan untuk mengakuisisi BlackBerry." Dell menolak berkomentar, begitu juga perwakilan Microsoft.

Sementara Lenovo, sejak September 2012 telah menyatakan sedang berburu dan siap mengakuisisi perusahaan pembuat ponsel pintar karena Lenovo ingin serius di bisnis perangkat mobile. CEO Lenovo Yang Yuanqing sempat berkata, pihaknya tertarik meminang BlackBerry.

Opsi jadi perusahaan privat

Pekan ini beredar kabar pula, bahwa BlackBerry mempertimbangkan untuk menjadi perusahaan privat dan angkat kaki dari bursa saham (go private). Seorang sumber anonim mengatakan kepadaReuters, go private akan memberi ruang bagi BlackBerry untuk kembali menyusun strategi dan keluar dari sorotan publik.

BlackBerry dilaporkan telah melakukan diskusi dengan perusahaan ekuitas Silver Lake Partners, yang juga menjadi mitra perusahaan teknologi Dell untuk kembali go private.

Untuk langkah go private ini, BlackBerry diprediksi akan kesulitan mencari pembeli dan mendapatkan dana lantaran perusahaan terus mencatat kerugian yang cukup besar.

Nilai pasar BlackBerry tahun ini merosot menjadi hanya 4,8 miliar dollar AS dari 84 miliar dollar AS pada puncak kejayaan mereka di tahun 2008. Harga saham perusahaan juga terus turun lebih dari 19% sepanjang 2013.

Monday, August 19, 2013

Kenaikan UMR Sebabkan 65.000 Buruh di PHK dan 90% UKM Gulung Tikar

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di DKI Jakarta sebesar Rp2,2 Juta membuat pelaku usaha di sektor industri padat karya beralih menjadi pelaku industri padat modal.

“Besarnya UMP membuat pelaku usaha beralih menggunakan mesin dan tidak menggunakan tenaga kerja outsourcing. Pengalihan tenaga manusia ke tenaga mesin, membuat perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 65.000 orang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),” kata Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi, di Jakarta, Senin (19/8).

Kenaikan UMP yang cukup besar, menurut Sofjan, sangat memberatkan pelaku usaha terutama pengusaha kecil dan menengah.

“Banyak pengusaha yang mengambil langkah melakukan PHK karyawannya. Apabila masalah kenaikan UMP tidak bisa diatasi pemerintah, dikhawatirkan banyak perusahaan akan bangkrut,” paparnya.

Sofyan menegaskan banyak perusahaan skala usaha kecil dan menengah (UKM) sangat terpukul dengan kenaikan UMP.

“Untuk perusahaan besar mungkin bisa bayar sementara perusahaan kecil mungkin akan bangkrut. Ada 10.000 UKM yang kami bina dan 90% akan gulung tikar apabila hal ini terus terjadi,” tandasnya.

Martina Berto Tbk Alami Pertumbuhan Pasar Meski Laba Bersih Turun

Memadukan kearifan budaya, pengetahuan leluhur serta sumber keanekaragaman hayati Indonesia dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menciptakan produk inovatif, memberikan ruang bagi PT Martina Berto Tbk untuk terus mengembangkan bisnis.

Perseroan yang beroperasi selama lebih dari 30 tahun ini telah menjadi salah satu perusahaan manufaktur kosmetik nasional terkemuka dengan produksi dan pemasaran merek Martha Tilaar. Produk kosmetik untuk pasar Indonesia dan internasional di antaranya merek Sariayu, Caring Colour, Biokos, Professional Artist Cosmetic (PAC), Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Dewi Sri Spa, Belia, Cempaka, dan Mirabella.

Pasar ekspor untuk beberapa produk sudah mencapai pasar Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Yunani hingga Timur Tengah.

Pengakuan internasional juga diperoleh dengan telah ditetapkannya sang pendiri, Dr Martha Tilaar, sebagai salah satu pencetus inisiatif Global Compact oleh PBB pada 2000.

Selain itu, ia juga telah masuk sebagai anggota Global Compact LEAD di antara 55 perusahaan besar dunia sebagai pelopor perusahaan yang telah menerapkan 10 prinsip UNGC (United Nation Global Compact), yaitu perusahaan yang telah menjunjung hak asasi manusia, memperhatikan hak-hak buruh sebagai pekerja, dan juga perusahaan yang memperhatikan lingkungan serta penerapan anti korupsi dalam segala bentuknya.

Pada 2010, Dr Martha Tilaar bahkan diangkat langsung menjadi Board-GC oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon di antara 20 anggota board yang berasal dari perusahaan-perusahaan raksasa terkemuka dunia.

Terkait kinerja, hingga enam bulan pertama 2013, penjualan perseroan mengalami peningkatan 2,5% menjadi Rp337,41 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp329,2 miliar.

Kontribusi penjualan ini terbesar diperoleh dari segmen kosmetik senilai Rp313,64 miliar, jamu senilai Rp6,74 miliar dan lain sebagainya sebesar Rp17,02 miliar.

Meski mengalami peningkatan penjualan, namun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tergerus sebesar 26% menjadi Rp18,11 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp24,48 miliar.

Kinerja yang buruk dari profitabilitas perusahaan itu dipicu meningkatnya upah buruh dan biaya produksi, seperti bahan baku serta kemasan karena penyesuaian pemerintah untuk harga bahan bakar dan upah buruh standar.

Terlepas dari buruknya raihan laba, perseroan berhasil menekan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp116,16 miliar dari Rp119,94 miliar.

Sementara total aset tumbuh menjadi Rp616,1 miliar, dibandingkan akhir tahun lalu senilai Rp609,5 miliar, dengan total utang turun menjadi Rp163,38 miliar, dibandingkan Desember 2013 senilai Rp174,93 miliar.

Analis AMCapital Securities, Viviet S. Putri, mengungkapkan industri kosmetik ini secara sektor riil telah berkembang, meski saat ini untuk saham-saham industri tersebut belum merupakan incaran utama investor.

“Industri kosmetik itu ada segmennya, jika pendapatan meningkat dan masyarakat kelas menengah bertambah, maka mereka (masyarakat) tidak hanya memikirkan kebutuhan primer saja, namun juga hal–hal yang menyangkut perawatan tubuh, produk kosmetik dan kecantikan,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di tengah ketatnya persaingan, pertumbuhan bisnis ini akan terus berkembang dengan pesat.