Menteri Perdagangan Racmat Gobel mengajak pedagang pasar untuk tak menjual produk impor. Sebab, pasar tradisional adalah tempat promosi hasil bumi dan produk khas daerah. "Produk daerah yang dijual itu akan bisa terkenal menjadi produk nasional dan internasional setelah dipromosikan oleh pedagang pasar," kata Racmat Gobel, saat meresmikan Pasar Bulu di Kota Semarang , Selasa 30 Desember 2014.
Rachmat mengaku khawatir melihat maraknya produk impor yang banyak dikonsumsi masyarakat. Padahal, kualitas produk impor sebenarnya tak selalu lebih bagus dibanding produk daerah. "Jangan jual produk impor, apalagi yang ilegal, harganya murah tapi tak punya standar baik," kata dia.
Kementerian Perdagangan sendiri telah meprogramkan pembangunan lima ribu pasar tradisional. Keberadaan pasar itu tak hanya dilihat dari fisik tapi menjadikan tempat pengadaan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga. Selain itu pasar yang diprogramkan oleh pemerintah Jokowi-JK itu sebagai tempat promosi hasil bumi daerah dan produk lokal.
Menurut Rachmat, imbauan untuk tak menjual barang impor itu sebagai upaya bertahan dari persaingan dengan produk asing. Sejumlah produk lokal yang saat ini sudah teruji oleh kekuatan promosi pasar tradisional yang ia sebutkan adalah batik. "Batik merupakan produk khas daerah yang kini telah diakui internasional," katanya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan keberdaan pasar tradisional seperti Pasar Bulu yang selesai dibangun sebagai upaya mempertahankan ekonomi kerakyatan yang identik produk daerah. Pasar Bulu yang telah ada sejak tahun 1939 dan warisan pemerintah kolonial Belanda itu selama ini menjadi salah satu nadi ekonomi perekonomian rakyat. "Kami pertahankan sebagai pasar tradisonal yang modern dan tetap menjual produk khas daerah," kata Hendrar Prihadi.
Ia mengklaim pasar warisan kolonial yang dirancang oleh arsitektur kenamaan Herman Thomas Karsten pada tahun 1936 itu sebagai tempat strategis dan percontohan pembangunan pasar tradisional di Jateng dan nasional.
Tuesday, December 30, 2014
Monday, December 29, 2014
Daftar Para Pemegang Saham AirAsia Indonesia
PT Air Asia Indonesia adalah bagian dari Air Asia Berhad dengan kepemilikan saham mayoritas sebanyak 49 persen. Air Asia Berhad sendiri dimiliki oleh pengusaha Malaysia, Tan Sri Anthony Francis "Tony" Fernandes, sejak 2001.
Selain Air Asia Bhd, saham Air Asia Indonesia dimiliki Komisaris Utama Darmadi Pin Harris sebanyak 20 persen, Senjaya Wijaya (21 persen), dan PT Fersindo Nusaperkasa (20 persen). Pembagian ini terkait dengan aturan Indonesia yang membatasi kepemilikan saham terhadap warga negara ataupun badan hukum asing.
Perusahaan investasi penerbangan ini kerap disebut terkait dengan taipan minyak, Riza Chalid. Orang ini juga diduga dekat dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto dan pasangannya sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2014, Hatta Radjasa.
Sebelumnya, Air Asia bernama Air Wagon International (Awair). Salah satu pendiri perusahaan ini adalah Presiden RI keempat, Abdurrachman Wahid atau Gus Dur. Pada 2004, Air Asia mengakuisisi Awair sekaligus memiliki sertifikat operasional penerbangan (AOC) atas nama perusahaan tersebut.
Air Asia di Tanah Air termasuk maskapai penerbangan moncer. Kini, perusahaan tersebut menguasai 5 persen dari total nilai pasar penerbangan di antara 50 maskapai yang beroperasi di dalam negeri.
Pertumbuhan maskapai ini melejit hingga 34 persen sepanjang 2012-2013. Tahun lalu, Air Asia Indonesia membuka 13 rute penerbangan, terdiri atas empat rute domestik dan sembilan rute internasional.
Selain Air Asia Bhd, saham Air Asia Indonesia dimiliki Komisaris Utama Darmadi Pin Harris sebanyak 20 persen, Senjaya Wijaya (21 persen), dan PT Fersindo Nusaperkasa (20 persen). Pembagian ini terkait dengan aturan Indonesia yang membatasi kepemilikan saham terhadap warga negara ataupun badan hukum asing.
Perusahaan investasi penerbangan ini kerap disebut terkait dengan taipan minyak, Riza Chalid. Orang ini juga diduga dekat dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto dan pasangannya sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2014, Hatta Radjasa.
Sebelumnya, Air Asia bernama Air Wagon International (Awair). Salah satu pendiri perusahaan ini adalah Presiden RI keempat, Abdurrachman Wahid atau Gus Dur. Pada 2004, Air Asia mengakuisisi Awair sekaligus memiliki sertifikat operasional penerbangan (AOC) atas nama perusahaan tersebut.
Air Asia di Tanah Air termasuk maskapai penerbangan moncer. Kini, perusahaan tersebut menguasai 5 persen dari total nilai pasar penerbangan di antara 50 maskapai yang beroperasi di dalam negeri.
Pertumbuhan maskapai ini melejit hingga 34 persen sepanjang 2012-2013. Tahun lalu, Air Asia Indonesia membuka 13 rute penerbangan, terdiri atas empat rute domestik dan sembilan rute internasional.
AirAsia Tetap Penerbangan Favorit
Meski insiden hilangnya pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ8501 belum menemui titik terang, pengusaha tur dan travel yakin maskapai tersebut tetap laku serta tak berpengaruh terhadap industri penerbangan murah. Sebab di mata industri pariwisata, rekam jejak maskapai yang berbasis di Malaysia itu baik.
"Meskipun bermain di low cost airlines, tapi Air Asia jarangdelay. Termasuk favorit wisatawan," kata Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur Nanik Sutaningtyas, Senin, 29 Desember 2014.
Kendati murah, kata Nanik, manajemen Air Asia profesional. Jarangnya keterlambatan jadwal penerbangan membuat mayoritas wisatawan memilih terbang bersama Air Asia. "Orang-orang berasumsi kalau penerbangan ke luar negeri itu suka pakai Air Asia. Apalagi Air Asia ini jam terbangnya banyak," tambahnya.
Saat peristiwa nahas itu terjadi pun, pihak manajemen Air Asia cepat menanggapi dengan segera menghubungi ASITA dan membuka call center. Nanik mengakui keterbukaan Air Asia memudahkan dia dan anggotanya mengkomunikasikan kepada pelanggan agar tak panik.
Pesawat Air Asia rute Surabaya-Singapura QZ8501 menghilang dari kontak seusai delapan menit take off pada pukul 05.20 WIB, Ahad kemarin. Hingga saat ini, pencarian masih dilakukan Basarnas beserta TNI AU, TNI AL, dan bantuan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Air Asia QZ8501 membawa 155 penumpang dan 7 kru pesawat.
Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar menuturkan hilangnya pesawat AirAsia bernomor penerbanan QZ8501 membuat penumpang maskapai ini bakal turun. Sekitar 30 persen wisatawan tujuan Singapura sudah mengalihkan pemesanan tiketnya ke maskapai lain.
Pengalihan ini kata Asnawi karena banyak alternatif maskapai yang bisa digunakan wisatawan menuju negeri Singa tersebut. "Untuk sementara Air Asia tidak menjadi prioritas wisatawan," ujar Asnawi saat dihubungi, Senin, 29 Desember 2014.
Pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura hilang dari radar pada Ahad, 28 Desember, pukul 06.16. Sebagian penumpang pesawat diketahui sebagai wisatawan atau pemandu wisata. Asnawi mengatakan penurunan ini akan bertahan paling cepat hingga enam bulan ke depan. Di waktu tersebut calon konsumen menilai apa yang dilakukan manajemen maskapai terkait insiden ini.
Selama ini, AirAsia menjadi favorit para pelancong. Menurut Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur Nanik Sutaningtyas, meski bermain di pesawat berbiaya murah atau low cost airlines,AirAsia jarang molor. "Termasuk favorit wisatawan," kata Nanik, Senin, 29 Desember 2014.
Kendati murah, kata Nanik, manajemen AirAsia profesional. Jarangnya keterlambatan jadwal penerbangan membuat mayoritas wisatawan memilih terbang bersama AirAsia. "Orang-orang berasumsi kalau penerbangan ke luar negeri itu suka pakai AirAsia. Apalagi AirAsia ini jam terbangnya banyak," katanya.
"Meskipun bermain di low cost airlines, tapi Air Asia jarangdelay. Termasuk favorit wisatawan," kata Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur Nanik Sutaningtyas, Senin, 29 Desember 2014.
Kendati murah, kata Nanik, manajemen Air Asia profesional. Jarangnya keterlambatan jadwal penerbangan membuat mayoritas wisatawan memilih terbang bersama Air Asia. "Orang-orang berasumsi kalau penerbangan ke luar negeri itu suka pakai Air Asia. Apalagi Air Asia ini jam terbangnya banyak," tambahnya.
Saat peristiwa nahas itu terjadi pun, pihak manajemen Air Asia cepat menanggapi dengan segera menghubungi ASITA dan membuka call center. Nanik mengakui keterbukaan Air Asia memudahkan dia dan anggotanya mengkomunikasikan kepada pelanggan agar tak panik.
Pesawat Air Asia rute Surabaya-Singapura QZ8501 menghilang dari kontak seusai delapan menit take off pada pukul 05.20 WIB, Ahad kemarin. Hingga saat ini, pencarian masih dilakukan Basarnas beserta TNI AU, TNI AL, dan bantuan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Air Asia QZ8501 membawa 155 penumpang dan 7 kru pesawat.
Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar menuturkan hilangnya pesawat AirAsia bernomor penerbanan QZ8501 membuat penumpang maskapai ini bakal turun. Sekitar 30 persen wisatawan tujuan Singapura sudah mengalihkan pemesanan tiketnya ke maskapai lain.
Pengalihan ini kata Asnawi karena banyak alternatif maskapai yang bisa digunakan wisatawan menuju negeri Singa tersebut. "Untuk sementara Air Asia tidak menjadi prioritas wisatawan," ujar Asnawi saat dihubungi, Senin, 29 Desember 2014.
Pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura hilang dari radar pada Ahad, 28 Desember, pukul 06.16. Sebagian penumpang pesawat diketahui sebagai wisatawan atau pemandu wisata. Asnawi mengatakan penurunan ini akan bertahan paling cepat hingga enam bulan ke depan. Di waktu tersebut calon konsumen menilai apa yang dilakukan manajemen maskapai terkait insiden ini.
Selama ini, AirAsia menjadi favorit para pelancong. Menurut Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur Nanik Sutaningtyas, meski bermain di pesawat berbiaya murah atau low cost airlines,AirAsia jarang molor. "Termasuk favorit wisatawan," kata Nanik, Senin, 29 Desember 2014.
Kendati murah, kata Nanik, manajemen AirAsia profesional. Jarangnya keterlambatan jadwal penerbangan membuat mayoritas wisatawan memilih terbang bersama AirAsia. "Orang-orang berasumsi kalau penerbangan ke luar negeri itu suka pakai AirAsia. Apalagi AirAsia ini jam terbangnya banyak," katanya.
Harga Pertamax Akan Turun Bulan Depan
Turunnya harga minyak dunia, ikut menurunkan harga bahan bakar minyak, termasuk Pertamax. Untuk itu, menurut Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, pihaknya akan memangkas harga jual Pertamax.
Kebijakan itu akan berlaku mulai Januari 2015. "Januari kami akan menurunkan lagi harganya Rp 300 per liter," kata Ahmad di Bandung, Senin 29 Desember 2014. Saat ini harga Pertamax per liter adalah Rp 9.950. Ahmad mengatakan, turunnya harga minyak dunia tidak otomatis menurunkan harga penjualan di dalam negeri. "Harga minyak dunia itu di luar negeri, di sana, bahwa saat di impor ke Indonesia, ada ongkos angkutan," kata dia.
Khusus soal Premium, dia mengakui, harga produksi di kilang Pertamina mahal. "Betul. Lebih mahal karena kilang itu tua," kata Ahmad. Setelah kenaikan harga Premium, perbedaan dengan Pertamax tak terlalu besar. Saat in harga Premium adalah Rp 8.500 pre liter.
Menurut Ahmad. pasca naiknya harga BBM bersubsidi, konsumsi Pertamax juga naik. "Tiap daerah berbeda, kalau Jabodetabek itu meningkat 3 kali lipat," kata dia. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan pada 18 Desember 2014, realisasi konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi mencapai 45,2 juta kiloliter (kl). "Sisanya 1,7 persen, tinggal dikali dari 46 juta kl. Ya, hampir 800 ribu kl sampai akhir tahun," kata Andy saat ditemui di gedung Kementerian Energi, Senin, 22 Desember 2014.
Andy optimistis kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini tak akan melebihi jatah yang sudah disediakan pemerintah. Namun, untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun, kuota Premium yang tersisa akan disalurkan menjadi kuota solar. "Soalnya solar (konsumsinya) masih sedikit berlebih," ujarnya.
Untuk mentransfer kuota Premium ke solar, Andy menuturkan, PT Pertamina (Persero) tinggal melapor ke BPH Migas. Caranya dengan menulis surat permohonan. "Seperti tahun 2012-2013 itu pernah dilakukan di Kalimantan," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto memperkirakan kuota BBM bersubsidi akan berlebih hingga 1,3 juta kl. Namun Pertamina akan mendapat limpahan jatah penyaluran BBM subsidi dari PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) sekitar 300 ribu kl. Artinya, kekurangan kuota milik Pertamina tinggal 1 juta kl.
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro pernah menyatakan sistem kebijakan subsidi tetap akan mulai berlaku pada Januari 2015. Menurut Bambang, penerapan subsidi tetap tersebut tak harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat. “Harus efektif per Januari 2015,” katanya, Kamis pekan lalu.
Bambang menjelaskan, pihaknya sedang mengkaji berapa besaran subsidi tetap yang akan diberikan oleh pemerintah. “Kisarannya (besar subsidi BBM) sudah ada,” ujarnya.
Kebijakan itu akan berlaku mulai Januari 2015. "Januari kami akan menurunkan lagi harganya Rp 300 per liter," kata Ahmad di Bandung, Senin 29 Desember 2014. Saat ini harga Pertamax per liter adalah Rp 9.950. Ahmad mengatakan, turunnya harga minyak dunia tidak otomatis menurunkan harga penjualan di dalam negeri. "Harga minyak dunia itu di luar negeri, di sana, bahwa saat di impor ke Indonesia, ada ongkos angkutan," kata dia.
Khusus soal Premium, dia mengakui, harga produksi di kilang Pertamina mahal. "Betul. Lebih mahal karena kilang itu tua," kata Ahmad. Setelah kenaikan harga Premium, perbedaan dengan Pertamax tak terlalu besar. Saat in harga Premium adalah Rp 8.500 pre liter.
Menurut Ahmad. pasca naiknya harga BBM bersubsidi, konsumsi Pertamax juga naik. "Tiap daerah berbeda, kalau Jabodetabek itu meningkat 3 kali lipat," kata dia. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng mengatakan pada 18 Desember 2014, realisasi konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi mencapai 45,2 juta kiloliter (kl). "Sisanya 1,7 persen, tinggal dikali dari 46 juta kl. Ya, hampir 800 ribu kl sampai akhir tahun," kata Andy saat ditemui di gedung Kementerian Energi, Senin, 22 Desember 2014.
Andy optimistis kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini tak akan melebihi jatah yang sudah disediakan pemerintah. Namun, untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun, kuota Premium yang tersisa akan disalurkan menjadi kuota solar. "Soalnya solar (konsumsinya) masih sedikit berlebih," ujarnya.
Untuk mentransfer kuota Premium ke solar, Andy menuturkan, PT Pertamina (Persero) tinggal melapor ke BPH Migas. Caranya dengan menulis surat permohonan. "Seperti tahun 2012-2013 itu pernah dilakukan di Kalimantan," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto memperkirakan kuota BBM bersubsidi akan berlebih hingga 1,3 juta kl. Namun Pertamina akan mendapat limpahan jatah penyaluran BBM subsidi dari PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) sekitar 300 ribu kl. Artinya, kekurangan kuota milik Pertamina tinggal 1 juta kl.
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro pernah menyatakan sistem kebijakan subsidi tetap akan mulai berlaku pada Januari 2015. Menurut Bambang, penerapan subsidi tetap tersebut tak harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat. “Harus efektif per Januari 2015,” katanya, Kamis pekan lalu.
Bambang menjelaskan, pihaknya sedang mengkaji berapa besaran subsidi tetap yang akan diberikan oleh pemerintah. “Kisarannya (besar subsidi BBM) sudah ada,” ujarnya.
Bank Indonesia : Inflasi Indonesia Bisa Capai 8 Persen
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pemerintah dan bank sentral sudah melakukan koordinasi untuk menghadapi inflasi. "Kami tengah mengupayakan langkah penanggulangan," ujar Agus di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin petang, 29 Desember 2014.
Agus mengatakan, pemerintah akan lebih aktif dalam mengendalikan harga. Terutama pada harga yang diatur pemerintah dan harga fluktuatif makanan. "Kalau dibiarkan, angka inflasi year-on-year bisa mencapai 8,1-8,2 persen," kata Agus. Selain itu, Agus juga menyambut baik persiapan pemerintah dalam menyiapkan kebijakan ihwal subsidi tetap BBM yang lebih struktural. Menurutnya pengurangan subsidi BBM pada November lalu akan berdampak baik untuk jangka menengah.
Ia mengatakan, efek buruk jangka pendek kenaikan harga BBM sedang dirasakan pada bulan ini. Pada bulan November, "Dampak pengurangan subsidi BBM sebesar 0,6 persen," ujarnya. Sedangkan pada bulan Desember pengaruhnya mencapai 2,1-2,2 persen.
Pengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi menjadikan inflasi Desember adalah inflasi terbesar dibandingkan bulan-bulan lain pada 2014. Selain kenaikan harga BBM, Agus mengatakan, hari raya Natal dan tahun baru juga ikut memberi kontribusi terhadap kenaikan inflasi.
Pemerintah mematok beberapa asumsi makroekonomi dalam Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015. Dalam pemaparan di Kantor Presiden, Rabu, 24 Desember 2014, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan asumsi itu akan segera diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat.
Salah satu yang ditetapkan adalah asumsi kurs atau nilai tukar Rp 12.200 per dolar Amerika Serikat. Selain kurs acuan, pemerintah juga menetapkan asumsi makroekonomi lainnya, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen, inflasi (5 persen), dan bunga surat perbendaharaan negara tenor tiga bulan (6,2 persen).
Untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP), pemerintah menetapkan acuan US$ 70 per barel. Sedangkan lifting atau produksi minyak dan gas masing-masing 849 ribu barel dan 1,12 juta barel per hari. Bambang menuturkan pemerintah mendapatkan ruang fiskal yang cukup besar, yaitu Rp 230 triliun. Ruang fiskal tersebut diperoleh dari hasil optimalisasi penerimaan berkat upaya peningkatan kepatuhan dan penegakan wajib pajak, pengalihan subsidi bahan bakar minyak, dan penurunan harga minyak mentah dunia.
Menurut Bambang, ruang fiskal itu akan dialokasikan untuk program-program yang produktif, seperti belanja infrastruktur dan pertanian. Ada tiga kementerian yang mendapat tambahan dana cukup besar, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian.
Agus mengatakan, pemerintah akan lebih aktif dalam mengendalikan harga. Terutama pada harga yang diatur pemerintah dan harga fluktuatif makanan. "Kalau dibiarkan, angka inflasi year-on-year bisa mencapai 8,1-8,2 persen," kata Agus. Selain itu, Agus juga menyambut baik persiapan pemerintah dalam menyiapkan kebijakan ihwal subsidi tetap BBM yang lebih struktural. Menurutnya pengurangan subsidi BBM pada November lalu akan berdampak baik untuk jangka menengah.
Ia mengatakan, efek buruk jangka pendek kenaikan harga BBM sedang dirasakan pada bulan ini. Pada bulan November, "Dampak pengurangan subsidi BBM sebesar 0,6 persen," ujarnya. Sedangkan pada bulan Desember pengaruhnya mencapai 2,1-2,2 persen.
Pengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi menjadikan inflasi Desember adalah inflasi terbesar dibandingkan bulan-bulan lain pada 2014. Selain kenaikan harga BBM, Agus mengatakan, hari raya Natal dan tahun baru juga ikut memberi kontribusi terhadap kenaikan inflasi.
Pemerintah mematok beberapa asumsi makroekonomi dalam Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015. Dalam pemaparan di Kantor Presiden, Rabu, 24 Desember 2014, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan asumsi itu akan segera diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat.
Salah satu yang ditetapkan adalah asumsi kurs atau nilai tukar Rp 12.200 per dolar Amerika Serikat. Selain kurs acuan, pemerintah juga menetapkan asumsi makroekonomi lainnya, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen, inflasi (5 persen), dan bunga surat perbendaharaan negara tenor tiga bulan (6,2 persen).
Untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP), pemerintah menetapkan acuan US$ 70 per barel. Sedangkan lifting atau produksi minyak dan gas masing-masing 849 ribu barel dan 1,12 juta barel per hari. Bambang menuturkan pemerintah mendapatkan ruang fiskal yang cukup besar, yaitu Rp 230 triliun. Ruang fiskal tersebut diperoleh dari hasil optimalisasi penerimaan berkat upaya peningkatan kepatuhan dan penegakan wajib pajak, pengalihan subsidi bahan bakar minyak, dan penurunan harga minyak mentah dunia.
Menurut Bambang, ruang fiskal itu akan dialokasikan untuk program-program yang produktif, seperti belanja infrastruktur dan pertanian. Ada tiga kementerian yang mendapat tambahan dana cukup besar, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian.
Gaji CEO WhatsApp Setelah Di Akuisisi Facebook
Perusahaan jejaring sosial Facebook Inc telah merampungkan proses akuisisi WhatsApp. Setelah proses itu kelar, pendiri WhatsApp, Jan Koum, tetap akan menjabat CEO di perusahaan penyedia layanan pesan instan ini.
Meski Koum menduduki posisi teratas di WhatsApp, gajinya sangat kecil setelah perusahaannya diakusisi Facebook. Dia hanya akan mendapat gaji pokok sebesar US$ 1 per tahun. Gaji sejumlah itu ternyata lazim diberikan kepada sejumlah bos perusahaan teknologi, seperti Mark Zuckerberg, pendiri Facebook dengan pengecualian Steve Jobs yang membidani lahirnya Apple.
Namun mendapat gaji kecil tak berarti Koum punya pundi -pundi melompong. Dia tetap kaya raya dari nilai akuisisi sebesar US$ 22 miliar yang akan diberikan dalam bentuk saham dan uang tunai. Dia juga akan menerima dana hibah dari 24.853.468 unit saham terbatas. Namun saham itu akan baru cair empat tahun mendatang.
Rencana pembelian WhatsApp oleh Facebook ini awalnya sempat diragukan karena pendapatan dari aplikasi pesan instan itu tak bisa diukur. Nilai transaksi awal adalah US$ 19 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham. Namun, setelah akuisisi, pengguna WhatsApp melonjak dari 500 juta menjadi 600 juta pengguna aktif.
Meski pengguna WhatsApp amat banyak, Federal Trade Commision mengingatkan Facebook bahwa mereka tidak bisa sembarangan menggunakan data pengguna aplikasi itu untuk beriklan. Hal ini disepakati oleh Koum dan Zuckerberg. WhatsApp menyediakan layanan gratis pada tahun pertama penggunaan. Mulai tahun kedua, pengguna WhatsApp diwajibkan membayar US$ 99 sen per tahun.
Meski Koum menduduki posisi teratas di WhatsApp, gajinya sangat kecil setelah perusahaannya diakusisi Facebook. Dia hanya akan mendapat gaji pokok sebesar US$ 1 per tahun. Gaji sejumlah itu ternyata lazim diberikan kepada sejumlah bos perusahaan teknologi, seperti Mark Zuckerberg, pendiri Facebook dengan pengecualian Steve Jobs yang membidani lahirnya Apple.
Namun mendapat gaji kecil tak berarti Koum punya pundi -pundi melompong. Dia tetap kaya raya dari nilai akuisisi sebesar US$ 22 miliar yang akan diberikan dalam bentuk saham dan uang tunai. Dia juga akan menerima dana hibah dari 24.853.468 unit saham terbatas. Namun saham itu akan baru cair empat tahun mendatang.
Rencana pembelian WhatsApp oleh Facebook ini awalnya sempat diragukan karena pendapatan dari aplikasi pesan instan itu tak bisa diukur. Nilai transaksi awal adalah US$ 19 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham. Namun, setelah akuisisi, pengguna WhatsApp melonjak dari 500 juta menjadi 600 juta pengguna aktif.
Meski pengguna WhatsApp amat banyak, Federal Trade Commision mengingatkan Facebook bahwa mereka tidak bisa sembarangan menggunakan data pengguna aplikasi itu untuk beriklan. Hal ini disepakati oleh Koum dan Zuckerberg. WhatsApp menyediakan layanan gratis pada tahun pertama penggunaan. Mulai tahun kedua, pengguna WhatsApp diwajibkan membayar US$ 99 sen per tahun.
Bosowa Group Akuisisi 55 Persen Saham Bloomberg
Bosowa Group berencana mengakusisi 55 persen saham Bloomberg TV Indonesia. Mereka menargetkan proses akusisi itu bisa rampung dua bulan ke depan. Chief Executive Officer Bosowa Group, Erwin Aksa mengatakan, proses akuisisi akan dilakukan melalui skema penambahan modal.
"Berapa angka pastinya saat ini masih dikaji karena masih ada yang harus diklarifikasi," kata Erwin, Senin 29 Desember 2014. Rencananya, dana yang akan digunakan untuk melakukan aksi korporasi ini berasal dari kas internal perusahaan.
Dana itu, kata Erwin, akan digunakan untuk memperkuat modal Bloomberg TV serta untuk ekspansi usaha dan perbaikan peralatan. Erwin mengaku, salah satu alasan mengapa Bosowa berencana mengakuisisi Bloomberg TV adalah besarnya pasar konsumen terutama pada sektor jasa media. Selain itu, Bloomberg TV dinilai memiliki konten yang sudah terkenal dan cukup baik.
Chief Executive Officer PT Idea Karya, selaku Holding Company Bloomberg TV Indonesia, Ziva Narendra Arifin mengatakan bahwa hal itu masih sebatas wacana. "Saat ini kami belum bisa melakukan publikasi informasi apapun," kata dia. Tahap pembicaraan saat ini juga belum sampai pada proses finalisasi.
Menurut dia, saat ini pemegang saham mayoritas Bloomberg TV Indonesia masih dikuasai oleh beberapa pengusaha besar seperti bos Saratoga Group, Sandiaga Uno dan Rosan Roeslani. Analis dari Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe menilai akuisisi Bosowa Group terhadap Bloomberg TV Indonesia merupakan langkah yang tepat.
Pasalnya, industri media masih merupakan salah satu sektor yang cukup menarik. "Saya rasa diversifikasi dan konglemerasi seperti ini cukup wajar," kata dia.
PT Tempo Inti Media Harian dan PT Bosowa Media Utama menandatangani perjanjian kerja sama dalam mendirikan PT Koran Tempo Makassar. Perjanjian itu ditandatangani di kantor Redaksi Tempo, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2014.
Penandatanganan perjanjian itu dihadiri Direktur Utama Bosowa Corporation Erwin Aksa, pendiri Bosowa Group Aksa Mahmud, Direktur Utama PT Koran Tempo Makassar Irsal M. Ohorella, dan Direktur Utama PT Bosowa Media Utama Andi Suruji. Adapun PT Tempo Inti Media Harian diwakili Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harymurti, Kepala Pemberitaan Korporat Toriq Hadad, dan Bussines Development Meiky Sofyansah.
Bambang Harymurti mengatakan perjanjian kerja sama itu harus menguntungkan kedua belah pihak. “Dalam berbisnis, kami harus memiliki partner dan saling menguntungkan,” katanya. Dalam perjanjian itu disepakati modal awal yang disetor untuk PT Koran Tempo Makassar adalah Rp 8 miliar. Modal itu berasal dari 4.000 lembar saham Tempo senilai Rp 4 miliar dan 4.000 lembar saham Bosowa senilai Rp 4 miliar.
Berdasarkan perjanjian kerja sama itu, Toriq Hadad menjabat Komisaris Utama dan Baharudin Rahim menjabat Komisaris PT Koran Tempo Makassar. Adapun Irsal M. Ohorella menempati posisi Direktur Utama dan Meiky Sofyansah menjabat Direktur PT Koran Tempo Makassar.
Menurut Irsal, kerja sama antara Tempo dan Bosowa itu merupakan langkah permulaan. Sebab, kata dia, tidak menutup kemungkinan terjalin kerja sama di bidang media lainnya, seperti stasiun televisi, pada masa mendatang. “Tempo berpengalaman di bidang industri media, sedangkan kami berpengalaman dalam bidang bisnis. Semoga sinergi ini saling menguntungkan,” ujar Irsal.
"Berapa angka pastinya saat ini masih dikaji karena masih ada yang harus diklarifikasi," kata Erwin, Senin 29 Desember 2014. Rencananya, dana yang akan digunakan untuk melakukan aksi korporasi ini berasal dari kas internal perusahaan.
Dana itu, kata Erwin, akan digunakan untuk memperkuat modal Bloomberg TV serta untuk ekspansi usaha dan perbaikan peralatan. Erwin mengaku, salah satu alasan mengapa Bosowa berencana mengakuisisi Bloomberg TV adalah besarnya pasar konsumen terutama pada sektor jasa media. Selain itu, Bloomberg TV dinilai memiliki konten yang sudah terkenal dan cukup baik.
Chief Executive Officer PT Idea Karya, selaku Holding Company Bloomberg TV Indonesia, Ziva Narendra Arifin mengatakan bahwa hal itu masih sebatas wacana. "Saat ini kami belum bisa melakukan publikasi informasi apapun," kata dia. Tahap pembicaraan saat ini juga belum sampai pada proses finalisasi.
Menurut dia, saat ini pemegang saham mayoritas Bloomberg TV Indonesia masih dikuasai oleh beberapa pengusaha besar seperti bos Saratoga Group, Sandiaga Uno dan Rosan Roeslani. Analis dari Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe menilai akuisisi Bosowa Group terhadap Bloomberg TV Indonesia merupakan langkah yang tepat.
Pasalnya, industri media masih merupakan salah satu sektor yang cukup menarik. "Saya rasa diversifikasi dan konglemerasi seperti ini cukup wajar," kata dia.
Penandatanganan perjanjian itu dihadiri Direktur Utama Bosowa Corporation Erwin Aksa, pendiri Bosowa Group Aksa Mahmud, Direktur Utama PT Koran Tempo Makassar Irsal M. Ohorella, dan Direktur Utama PT Bosowa Media Utama Andi Suruji. Adapun PT Tempo Inti Media Harian diwakili Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harymurti, Kepala Pemberitaan Korporat Toriq Hadad, dan Bussines Development Meiky Sofyansah.
Bambang Harymurti mengatakan perjanjian kerja sama itu harus menguntungkan kedua belah pihak. “Dalam berbisnis, kami harus memiliki partner dan saling menguntungkan,” katanya. Dalam perjanjian itu disepakati modal awal yang disetor untuk PT Koran Tempo Makassar adalah Rp 8 miliar. Modal itu berasal dari 4.000 lembar saham Tempo senilai Rp 4 miliar dan 4.000 lembar saham Bosowa senilai Rp 4 miliar.
Berdasarkan perjanjian kerja sama itu, Toriq Hadad menjabat Komisaris Utama dan Baharudin Rahim menjabat Komisaris PT Koran Tempo Makassar. Adapun Irsal M. Ohorella menempati posisi Direktur Utama dan Meiky Sofyansah menjabat Direktur PT Koran Tempo Makassar.
Menurut Irsal, kerja sama antara Tempo dan Bosowa itu merupakan langkah permulaan. Sebab, kata dia, tidak menutup kemungkinan terjalin kerja sama di bidang media lainnya, seperti stasiun televisi, pada masa mendatang. “Tempo berpengalaman di bidang industri media, sedangkan kami berpengalaman dalam bidang bisnis. Semoga sinergi ini saling menguntungkan,” ujar Irsal.
Subscribe to:
Posts (Atom)