Pages - Menu

Monday, March 2, 2015

Suami Menteri Kesehatan Farid Anfasa Moeloek Harus Mundur Dari Komisaris PT. Kalbe Farma

Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch Febri Hendri meminta suami Menteri Nila Moeloek, Farid Anfasa Moeloek mengundurkan diri sementara dari jabatannya sebagai komisaris di PT. Kalbe Farma." "Meskipun belum ada indikasi konflik kepentingan sebaiknya dia nonaktif sampai proses investigasi selesai," kata Febri saat dihubungi , Senin, 2 Maret 2015.

Menurut Febri, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga objektifitas dan integritas tim investigasi dari Kementerian Kesehatan. Sebelumnya, Nila menjamin tak ada konflik kepentingan dalam pengusutan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Kalbe Farma.

"Saya menjamin tidak akan ada konflik kepentingan,suami saya sama sekali tidak mengurusi soal itu," kata Nila di Kantor Wakil Presiden, Senin, 2 Maret 2015. Jabatan suaminya di Kalbe, kata Nila, tak berhubungan langsung dengan proses pengawasan produksi cairan bius injeksi merek Buvanest Spinal.

Dua pekan lalu, dua pasien Rumah Sakit Siloam meninggal diduga karena suntikan obat bius Buvanest Spinal yang diproduksi Kalbe Farma. Belakangan diketahui obat tersebut tercampur dengan cairan Asam Tranexemat yang berfungsi mencegah perdarahan. Ternyata label obat tidak sesuai dengan isi cairan.

Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan langsung menyelidiki kasus ini. BPOM menarik seluruh ampul dan izin produksi Buvanest. BPOM akan menyerahkan hasil investigasi ke Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat.

Febri meminta BPOM untuk melibatkan tim ahli independen dalam penyelidikan kasus ini. "Libatkan pihak luar yang kompeten supaya tak ada intervensi laporan hasil investigasi," kata dia.

Menkeu Bambang Brodjonegoro Lempar Salah ke Cina Karena Rupiah Kembali Keok Ke Rp. 13.000

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah pada awal pekan ini, Senin (2/3/2015) akibat proyeksi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Hal ini dinilainya berdampak terhadap nilai mata uang negara-negara yang berkaitan dengan Tiongkok, termasuk Indonesia.

"Memang kondisi hari ini ada proyeksi yang negatif terhadap pertumbuhan China, jadi mata uang negara-negara yang punya kaitan dengan China yang besar termasuk Indonesia ya melemah," kata Bambang di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (2/3/2015).

Dengan kondisi seperti ini, Bambang menduga Bank Indonesia akan melakukan intervensi pasar jika memang diperlukan. Pada awal perdagangan di pasar spot, Senin (2/3/2015), nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level 13.000 Berdasarkan dataBloomberg, mata uang Garuda ini dibuka melemah ke posisi Rp 12.976 per dollar AS, dibanding penutupan akhir pekan lalu pada 12.932. Pada pukul 08.51, rupiah bahkan menyentuh posisi 13.000.

Naiknya indeks dollar AS diperkirakan kembali menggoyang posisi mata uang garuda. Indeks dollar AS masih menguat hingga Sabtu dini hari seiring dengan baiknya data AS. Tingkat PDB AS pada triwulan IV/2014 yang direvisi turun, masih lebih baik dari angka konsensus.

Di sisi lain, Tiongkok memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) untuk mengimbangi inflasi yang terus turun. Keputusan itu mempertegas arah kebijakan moneter China yang memang sudah semakin longgar semenjak tahun lalu. Riset  Samuel Sekuritas Indonesia memerkirakan mata uang dollar AS diperkirakan masih akan kuat di perdagangan Asia hari ini. Malam nanti ditunggu angka ISM Manufacturing AS yang diperkirakan turun.

"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh penguatan dollar AS hari ini," sebutnya.Ekonom Universitas Indonesia Didik J Rachbini memberikan peringatan kepada pemerintah terkait merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang hari ini menembus Rp 13.000. Apabila nilai tukar tupiah terus merosot, Didik khawatir Indonesia akan masuk kembali menjadi negara miskin.
"Pemerintah Jokowi ini harus benar-benar menjaga stabilitas rupiah, jangan dibiarkan seperti ini. Prestasi kita bisa turun, Ini bisa keluar dari negara G20, dan pendapatan kita rendah dan bisa kere lagi kita," ujar Didik saat dihubungi, Jakarta, Senin (2/3/2015).

Dia menjelaskan, akibat merosotnya nilai tukar rupiah maka akan berdampak kepada pendapatan negara. Nantinya, pendapatan Indonesia pun bisa merosot yang saat ini 1 triliun dollar. Apalagi kata dia, nilai ekspor Indonesia juga terus mengalami kemerosotan. Hal itu dinilai menjadi salah satu penyebab melempemnya rupiah.

Lalu, Didik juga menyoroti investor asing yang gemar menyimpan hasil investasinya di luar negeri. Padahal, para investor itu memanfaatkan sumberdaya alam dan manusia Indonesia "Tidak hanya investasi asing, ekspor kita juga dibawa keluar oleh eksportir itu. Enggak bisa itu para eksportir yang pakai sumber daya alam dalam negeri, SDM dalam negeri tapi menyimpan devisanya di luar. Harus di dalam negeri, kau kita punya devisa di luar negeri ya pasti lah kita merosot," kata dia.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah masih dibayangi pelemahan di awa pekan ini, Senin (2/3/2015). Pada awal perdagangan di pasar spot, rupiah melemah hingga menyentuh level 13.000. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ini dibuka melemah ke posisi Rp 12.976 per dollar AS, dibanding penutupan akhir pekan lalu pada 12.932. Pada pukul 08.51, rupiah bahkan menyentuh posisi 13.000.

Namun rupiah berhasil kembali berada di bawah level 13.000, dan hingga pukul 16.00 WIB berada di posis Rp 12.970 per dollar AS, atau melemah 38 poin dibanding penutupan kemarin pada 12.932.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini dipatok pada Rp 12.993 per dollar AS, melemah dibanding akhir pekan lalu di posisi 12.863.Nilai tukar rupiah masih dibayangi pelemahan di awa pekan ini, Senin (2/3/2015). Pada awal perdagangan di pasar spot, rupiah melemah hingga menyentuh level 13.000.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda ini dibuka melemah ke posisi Rp 12.976 per dollar AS, dibanding penutupan akhir pekan lalu pada 12.932. Pada pukul 08.51, rupiah bahkan menyentuh posisi 13.000. Naiknya indeks dollar AS diperkirakan kembali menggoyang posisi mata uang garuda. Indeks dollar AS masih menguat hingga Sabtu dini hari seiring dengan baiknya data AS. Tingkat PDB AS pada triwulan IV/2014 yang direvisi turun, masih lebih baik dari angka konsensus.

Di sisi lain, Tiongkok memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) untuk mengimbangi inflasi yang terus turun. Keputusan itu mempertegas arah kebijakan moneter China yang memang sudah semakin longgar semenjak tahun lalu. Riset Samuel Sekuritas Indonesia memerkirakan mata uang dollar AS diperkirakan masih akan kuat di perdagangan Asia hari ini. Malam nanti ditunggu angka ISM Manufacturing AS yang diperkirakan turun.

Rupiah kembali melemah di perdagangan Jumat (27/2/2015) setelah dollar AS mempertahankan tren penguatannya di pasar Asia. Pasar SUN dan saham masih berada dalam tren penguatan. Dengan mempertimbangkan kenaikan harga minyak internasional serta pelemahan rupiah, pemerintah menaikkan harga jual premium sebesar Rp 200 per liter. Dampaknya terhadap inflasi akan positif tetapi minimal. Angka inflasi Februari yang datang siang ini diperkirakan turun dari angka Januari yang 6,96 persen secara tahunan (YoY) ke kisaran 6,5-6,7 persen YoY.

"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh penguatan dollar AS hari ini," sebutnya.

Perbankan Indonesia Akhirnya Turunkan Suku Bunga

Satu per satu, perbankan di Indonesia mulai merespons beberapa kebijakan pemerintah terkait bunga. Apalagi, Bank Indonesia (BI) juga telah memutuskan suku bunga acuan turun menjadi 7,5 persen.

Tengok saja apa yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Mulai Maret ini, bank spesialis kredit mikro memutuskan untuk melakukan penyesuaian bunga simpanan dan bunga kredit. "Per 1 Maret, suku bunga deposito akan turun sampai dengan 75 basis poin sehingga range nya akan berkisar antara 4,5 - 7,persen p.a. Sementara, suku bunga pinjaman akan turun kurang lebih 25 bps," terang Budi Satria, Sekretaris Perusahaan BRI.

Untuk suku bunga pinjaman, Budi bilang, BRI mendahulukan kredit untuk ritel, menengah dan korporasi, sementara yang lainnya menyusul. Budi mengaku, dengan langka itu BRI menjadi bank yang pertama merespon himbauan presiden Jokowi untuk menurunkan bunga.

Meski sudah melakukan penyesuaian suku bunga, Budi menjelaskan, target pertumbuhan simpanan dan pinjaman tidak berubah dari rencana bisnis bank (RBB) BRI. "Target delta pinjaman tetap 15 persen-17 persen dan simpanan 16 persen-18 persen," tambahnya.

Senada dengan BRI, Bank International Indonesia (BII) juga mulai melakukan penyesuaian suku bunga. Bedanya, Lani Darmawan, Direktur Ritel BII menuturkan, pihaknya hanya menurunkan sebagian suku bunga. Lani beralasan, BII tidak menerapkan 1 rate sama untuk semua segmen nasabah. "Penurunan bunga sekitar 25bps, baik untuk simpanan maupun pinjaman. Namun seperti saya sampaikan, penurunan tidak semua dan hanya berdasarkan risk based pricing," terang Lani.

BII, kata Lani, juga tetap realistically pada target pertumbuhan semula. Sebab, lanjutnya, BII melihat di awal tahun sampai Februari kelihatannya kegiatan biz dan konsumsi masih belum terlalu marak, baik itu untuk pembiayaan automotif, KPR maupun pinjaman SME.

Sedikit berbeda, Bank Danamon mengaku, pihaknya telah lebih dulu menurunkan tingkat bunga deposito sebelum BI mengumumkan penurunan BI rate menjadi 7,5 persen. Menurut Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Danamon, penurunan bunga deposito sudah dilakukan di minggu kedua Januari lalu.

"Kami menurunkan bunga deposito sebesar 25 basis poin," ujar Vera. Langkah penurunan bunga tersebut, kata Vera, dilakukan karena Danamon melihat persaingan likuiditas di perbankan mulai longgar. Berdasarkan Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) Bank Indonesia yang diupdate pada 26 Februari 2015, Danamon memberi bunga deposito mulai dari 7 persen hingga 7,13 persen.

Seiring dengan penurunan bunga deposito itu, Vera mengaku masih mengkaji penyesuaian bunga kredit. "Kalau bunga kredit itu mekanisme pasar," jelas Vera. Di sisi lain, Bank Negara Indonesia (BNI) belum memutuskan untuk melakukan penyesuaian suku bunga. Tribuana Tunggadewi, Sekretaris Perusahaan BNI mengatakan, pihaknya menilai tingkat suku bunga ditentukan oleh pasar. "Kami masih harus melihat kondisi pasar. Jadi, belum ada perubahan rate papan," imbuh Tribuana.

Bank Tabungan Negara menurunkan suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR) sebesar 0,75 persen hingga 2 persen. Penurunan suku bunga ini seiring turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 7,5 persen dari semula 7,75 persen. "Kami sudah menurunkan daripada KPR-KPR yang lama," kata Direktur Utama BTN Maryono di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (23/2/2015).

Direktur BTN Mansyur S Nasution memaparkan, suku bunga KPR untuk rumah nonsubsidi diturunkan sekitar 0,75 persen tergantung dengan segmen rumah yang dipilih nasabah. Sedangkan rumah subsidi non Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diturunkan suku bunganya hingga 2 persen atau 200 basis poin. Untuk rumah FLPP, menurut dia, suku bunganya masih tetap 7,25 persen.

"Tergantung segmennya untuk subsidi, bukan FLPP ya, subsidi di luar FLPP karena FLPP kan 7,25 persen. Di luar itu turun di sekitar 200 basis poin. Itu Pak Direktur sudah putuskan 2 persen turun," papar dia.  Maryono menambahkan, bunga yang akan diturunkan BTN adalah bunga untuk program subsidi yang menganut model ballooning. Model kredit ini menjadikan bunga yang harus dibayarkan semakin lama semakin tinggi.

"Jadi dulu itu ada program subsidi yang lama-lama, di luar program subsidi yang disebut dengan FLPP itu ada modelnya yang ballooning yang semakin lama semakin tinggi. Bunga yang makin tinggi ini lah yang kita turunkan bungnya maksimal sampai 200 basis poin," kata dia.

Terkait FLPP, Maryono mengatakan bahwa pemerintah telah menganggarkan Rp 5,1 triliun dalam APBN 2015. Anggaran FLPP tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan 65.000 unit rumah yang tersebar di sejumlah daerah. "Penyebarannya itu tergantung daripada masyarakat itu sendiri yang mencari, pemerintah menentukan penyebaran KPR FLPP," ujar dia.

IHSG Kembali Cetak Rekor

Dorongan positif dari bursa regional ditambah membaiknya data ekonomi di awal bulan membuat indeks kembali menguat.  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada akhir sesi pertama perdagangan menguat 21,83 poin (0,40 persen) ke level 5,472,12. Indeks kembali mencatat rekor tertinggi hari ini.

Analis PT Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri menjelaskan penguatan yang terjadi pada bursa regional Eropa dan Asia berpotensi mendorong naik IHSG. "Kebijakan stimulus Eropa yang dimulai pada hari ini mampu meredam kekhawatiran atas kondisi Yunani dan Ukraina."

Di sisi lain, sentimen positif bursa Asia dipicu oleh kebijakan bank sentral Cina (PBOC) memangkas suku bunga acuannya untuk merespon penurunan inflasi. "Kami memperkirakan hal ini akan mendukung penguatan terbatas pasar komoditas dan saham dalam jangka waktu pendek," ujar Tiesha.

Selain sentimen positif dari eksternal, bursa saham juga diliputi sentimen positif dari internal karena data indeks harga konsumen kembali mencatat deflasi 0,36 persen. Rendahnya inflasi akan kembali memicu spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Indonesia.

Saham-saham bluechip menjadi saham yang paling diburu hari ini. Saham Bank BCA menguat 1,2 persen, Telkom Indonesia menguat 0,9 persen, saham Astra Internasional menguat 0,3 persen, dan saham Bank BRI menguat 0,2 persen. Investor asing mencatat net buy Rp 480 miliar.

Bursa regional mayoritas menguat hingga pukul 13.00 WIB. Indeks Nikkei 225 menguat 0,10 persen, Hang Seng menguat 032 persen, bursa Shanghai naik 0,08 persen, dan bursa Korea menguat 0,58 persen.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan kembali menguat karena dipicu sejumlah sentimen global. Namun penguatan indeks yang sudah terjadi selama empat hari akan dibayangi aksi ambil untung.  Kepala Riset Ascend Capital Market Analysis Rowena Suryobroto mengatakan salah satu sentimen yang akan mendukung pergerakan IHSG adalah kondisi penguatan bursa Wall Street dan bursa-bursa Eropa.

Hal ini terjadi seiring dengan keterangan Gubernur The Fed Janet Yellen kepada Kongres mengenai tidak ada kenaikan suku bunga. "Setidaknya ini terjadi sampai The Fed dan pelaku pasar yakin akan pemulihan ekonomi," kata Rowena.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 14,03 poin atau 0,26 persen pada level 5.417. Sektor perdagangan memimpin konsolidasi indeks dengan laju 0,9 persen. Sebaliknya, sektor pertambangan membebani IHSG dengan laju negatif 1,1 persen.

Analis dari Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, memperkirakan IHSG akan menuju level resistance 5.444. Hari ini IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan pada kisaran 5.319. Menurut dia, IHSG masih berada pada jalur uptrend dalam jangka pendek. 

Beberapa pilihan saham yang menurut dia bisa dikoleksi hari ini antara lain TBIG, BJTM, BBNI, JSMR, TOTL, INDF, serta KAEF.

Cina Pangkas Suku Bunga

Penguatan dolar terus berlanjut di awal Maret setelah bank sentral Cina (People Bank of China/ PBOC) kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Penurunan suku bunga adalah ketiga kalinya serta sudah dilakukan PBOC dalam dua bulan terakhir tersebut memicu pelemahan yuan dan meningkatkan kembali minat kepemilikan dolar.

Pada pukul 13.45 WIB, rupiah pun sudah tertekan 54,6 poin (0,42 persen) ke level Rp 12.987 per dolar. Hal yang sama dialami oleh yen yang turun 0,19 persen ke level 119,86 per dolar serta won yang terkoreksi sebesar 0,32 persen menjadi 1.101,47.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan kebijakan PBOC memangkas suku bunga memang menyebabkan dolar terus menguat. Minat investor global yang kembali beralih pada mata uang Greenback menyebabkan likuiditas dolar di pasar regional semakin berkurang. “Indeks dolar terus menguat setelah Cina pangkas suku bunga,” ujarnya.

Kendati demikian, rilis inflasi Februari yang diketahui mengalami deflasi sebesar 0,36 persen berhasil mengurangi tekanan dolar. Oleh investor, terjadinya deflasi tersebut membangun harapan pemangkasan suku bunga acuan dalam negeri (BI Rate) bakal semakin menguat.

Sunday, March 1, 2015

Harga Ikan Naik Tajam dan Setara Dengan Harga Daging Sapi

Harga Ikan Teri Medan di pasar tradisional DKI Jakarta terus bergerak naik sejak awal bulan lalu. Harganya kini menyamai harga daging sapi yang mencapai sekitar Rp 95.000-100.000/kg. "Ikan Teri Medan terus bergerak naik dari awal bulan Februari 2015," kata pedagang besar ikan asin bernama Sutati saat ditemui di Pasar Bahari, Jakarta Utara, Senin (2/03/2015).

Menurut penuturan Sutati, harga Ikan Teri Medan terus bergerak naik di awal Februari 2015 dari Rp 75.000/kg kemudian naik Rp 80.000/kg, naik lagi Rp 90.000/kg. Hingga akhirnya harga ikan teri Medan dijual dengan harga Rp 100.000/kg pada awal Maret 2015 atau naik 33%.

"Harganya sama dengan daging sapi," imbuhnya. Sutati mengatakan kenaikan harga ikan asin teri Medan sudah terjadi sejak di tingkat pemasok Medan, Sumatera Utara. Menurut informasi yang didapat Sutati kenaikan harga dipicu stok yang terbatas dan gangguan distribusi akibat banjir yang terjadi pada Februari 2015.

"Dari Medan harganya Rp 90.000/kg. Harga itu sudah tinggi karena katanya stok di sana terbatas dan banyak jalan yang banjir jadi harga naik," paparnya. Sedangkan harga ikan asin jenis lain yang mengalami kenaikan terjadi pada ikan gabus dari Rp 75.000/kg menjadi Rp 95.000/kg dan harga ikan sepat asin dari Rp 50.000/kg menjadi Rp 80.000/kg.

Sementara itu harga ikan asin jenis lain normal. Seperti ikan asin jenis cumi Rp 60.000/kg, tenggiri asin Rp 75.000/kg, ikan kepala batu asin Rp 40.000/kg, ikan cucut Rp 70.000/kg dan ikan kacang-kacangan Rp 60.000/kg.

"Ikan gabus dan sepat itu biasanya dari Kalimantan. Naik tinggi karena stok juga terbatas," jelasnya. Mayoritas harga jenis ikan budidaya air tawar di pasar tradisional di DKI Jakarta cenderung normal. Hanya ada dua jenis ikan yang mengalami kenaikan yaitu ikan bandeng dan ikan mas masing masing naik 20%-30% dibanding pekan ke-4 Februari 2015.

Bambang, seorang pedagang ikan di Pasar Bahari, Jakarta Utara mengatakan naiknya harga ikan bandeng dan mas terjadi karena pasokan kosong dari sentra produksi ikan di Jawa Barat. "Ikan mas kemarin banyak yang mati dari Jatiluhur (Jawa Barat) pasokan sedikit harga naik. Ikan bandeng juga sama," katanya.

Ikan bandeng yang biasa dijual dengan harga Rp 25.000/kg kini naik menjadi Rp 30.000/kg atau naik 20%. Sementara itu harga ikan mas juga naik dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 40.000/kg atau naik 33%. "Tambak-tambak banyak yang terkena dampak banjir jadi harga naik, pasokan kosong. Bandeng biasa pasokan dari Lampung, kalau ikan mas dari Jawa Barat paling banyak dari Jatiluhur," imbuhnya.

Sementara itu harga berbagai jenis ikan budidaya air tawar lain bergerak normal dan tidak ada kenaikan antara lain:
  • Ikan bawal hitam Rp 20.000/kg.
  • Ikan mujair Rp 20.000/kg.
  • Ikan lele Rp 22.000/kg.
  • Ikan gurame Rp 30.000/kg.
"Yang lain normal-normal saja, pasokan cukup banyak. Yang turun drastis hanya ikan bandeng dan ikan mas karena banyak tambak yang kena dampak banjir," jelasnya.

Indosat Bangun Pusat Data Di Jatiluhur

Indosat, perusahaan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia, pada April 2015 akan memiliki fasilitas penyedia pusat data terbaru. Pusat data bersertifikat tier 3 itu berada di gedung data center-disaster recovery center (DC/DRC) di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Feby Sallyanto, Group Head and Strategic Accounts Indosat, menyebut pusat data ini sebagai pengembangan dari dua pusat data yang sudah ada. "Kami memperbesar kapasitas penyimpanan dan pasokan tenaga dalam gedung yang baru," katanya dalam konferensi pers di Gedung Pusat Data 2, Rabu, 18 Februari lalu.

Menurut Feby, gedung DC-DRC tier 3 ini akan disokong pasokan tenaga listrik sebesar 3.600 megawatt. Pasokan listrik tersebut berasal dari PT Perusahaan Listrik Negara dan Perusahaan Umum Jaya Tirta II.  Gedung DC-DRC tier 3 ini memiliki luas 6 ribu meter persegi. Ruangan server berada di lantai dasar dengan luas 1.200 meter persegi. Sedangkan ruang kerja terletak di lantai 1 dan 2 dengan luas total 3.600 meter persegi. Sedangkan luas 1.200 meter persegi sisanya digunakan sebagai lahan fasilitas pendukung, seperti pembangkit listrik.

Selain sistem pembangkit daya yang cukup besar, kata dia, gedung ini dirancang sesuai dengan teknologi pusat data terbaru. Yakni dilengkapi sistem pendingin, sistem proteksi kebakaran, sistem keamanan, manajemen pusat data, dan ruang kerja. "Sesuai dengan yang disyaratkan di dalam sertifikat tier 3."

Feby mengatakan pusat data ini nantinya bisa melayani para pelanggan, khususnya korporat sektor perbankan dan finansial non-perbankan, yang membutuhkan pusat data yang cukup aman. Maksudnya, kata dia, para pelanggan pusat data akan tetap bisa menjalankan kegiatan korporasi tanpa takut ancaman bencana, kerusuhan, ataupun terorisme.

Jika kejadian yang tak diinginkan seperti itu terjadi, Indosat telah menyediakan tempat bekerja yang disebut working space bagi korporat pengguna pusat data di gedung pusat data yang baru nanti. Rommy Bastian, Product Manager Data Center Indosat, mengklaim kegiatan korporat tak akan terganggu dengan adanya ruang bekerja ini.

Rommy menyebutkan beberapa alasan Jatiluhur dipilih sebagai tempat berdirinya gedung pusat data terbaru. Yakni tak rawan banjir, tsunami, dan gempa. Tak hanya itu, menurut dia, Jatiluhur cukup jauh dari pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

"Apalagi terorisme," katanya. Sebab, sekitar 50 meter dari gerbang masuk gedung ini terdapat Markas Komando Rayon Militer Jatiluhur dan Kepolisian Sektor Jatiluhur. "Jadi cukup amanlah."