Industri farmasi tanah air terpukul akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Pasalnya, 90 sampai 95 persen bahan baku pembuatan produk obat masih diimpor dari sejumlah negara seperti Cina, India, Jepang, serta beberapa negara di Eropa. "Pelemahan rupiah membuat biaya produksi membengkak," kata Direktur PT Kalbe Farma Vidjongtius di kantornya, Kamis, 26 Maret 2015.
Nilai tukar rupiah sejak awal bulan ini memang terus melemah, bahkan sempat menembus level Rp 13 ribu per dolar AS. Hari ini, rupiah tercatat berada di level Rp 12.944 atau melemah 24 basis poin dari perdagangan kemarin. Vidjongtius menyatakan pelaku industri farmasi berharap rupiah bisa kembali ke level Rp 12 ribu. "Kalau di posisi sekarang masih memberatkan," ujarnya.
Kendati demikian, Vidjontius menjelaskan, pelemahan rupiah ini dapat diantisipasi dengan mencari produsen bahan baku farmasi ke negara-negara lain yang harganya lebih murah. "Kami sekarang membeli dari India dan beberapa negara di Asia karena biayanya lebih murah." Kebutuhan impor bahan baku ini masih tinggi karena di Indonesia belum ada industri bahan baku farmasi.
Cara lain untuk mengatasi pelemahan rupiah yang dilakukan Kalbe adalah dengan menerapkan sistem natural hedging. "Kami memiliki cadangan devisa dalam bentuk valuta asing," ucapnya. "Cadangan inilah yang kami pakai untuk membeli bahan baku obat." Kalbe menyiapkan cadangan dana valas sebesar Rp 40 sampai 50 juta dolar yang cukup untuk digunakan membeli bahan baku produksi untuk 3 sampai 4 bulan.
"Ini semacam tabungan," ujar dia. "Jadi kalau dana cadangan itu terpakai diisi lagi, ya mirip cadangan devisa negara." Cara ini, kata dia, mampu menjaga keseimbangan neraca keuangan perusahaan. Adapun, Vidjongtius menyebutkan, untuk kebutuhan impor bahan baku, perusahaan harus menyiapkan dana lebih dari US$ 200 juta.
Walaupun pelemahan rupiah memukul industri farmasi dari sisi biaya produksi, namun kondisi ini juga di sisi lain menguntungkan. "Apalagi kalau perusahaannya sudah berorientasi ekspor." Dengan melemahnya rupiah, kata dia, justru industri farmasi mendapat tambahan keuntungan lewat ekspor produk obat ke negara lain.
Untuk Kalbe, Vidjontius menjelaskan, kapasitas ekspor perusahaan saat ini baru mencapai 5 persen dari total penjualan pertahun. "Tapi pertumbuhannya cukup tinggi." Kalbe memiliki sejumlah negara tujuan ekspor yang tersebar di wilayah Afrika bagian barat dan selatan serta Asia Tenggara.
"Untuk Afrika pertumbuhan penjualannya bisa lima belas sampai dua puluh persen pertahun." Sedangkan, dia menambahkan, untuk Asia Tenggara pertumbuhan penjualannya lebih besar yakni 20 sampai 25 persen.
PT Kalbe Farma Tbk menerima keputusan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan perusahaan obat ini lalai dalam kasus meninggalnya dua pasien di Rumah Sakit Siloam Tangerang pada Februari lalu. Manajer Komunikasi Eksternal PT Kalbe Farma Hari Nugroho mengatakan akan menjalankan rekomendasi Kementerian Kesehatan.
"Kami sudah menerima surat dari Kementerian," kata Hari saat dihubungi, Senin, 23 Maret 2015. Menurut dia, Kalbe bahkan mulai menjalankan instruksi Kementerian. Kasus obat suntik produksi PT Kalbe Farma bermula dari meninggalnya dua pasien Rumah Sakit Siloam Tangerang pada pertengahan Februari lalu. Keduanya tewas setelah disuntik obat bius Buvanest Spinal. Belakangan diketahui bahwa yang diberikan bukan Buvanest, melainkan obat dengan kandungan asam Tranexamat.
Hasil investigasi Kementerian menyebutkan Kalbe lalai dalam proses produksi sekunder. Kalbe dituding tidak cermat dalam memberikan label sehingga ada dugaan Buvanest tertukar asam Tranexamat. Kementerian meminta Kalbe menarik semua Buvanest dan memusnahkannya.
"Kami sudah mulai menarik dan menjalankan instruksi Kementerian Kesehatan," kata Hari. Selain itu, Kalbe akan memperbaiki proses produksi agar kejadian serupa tidak terulang. Buvanest buatan Kalbe yang digunakan Siloam diproduksi pada akhir November tahun lalu. Produksi obat bius oleh Kalbe dilakukan secara massal—satu kali produksi sekitar 14 ribuan buah. Kemudian didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang terafiliasi dengan Kalbe.
Thursday, March 26, 2015
Nelayan Thailand Bayar Suap Rp. 8 Milyar Pada Aparat Untuk Mencuri Ikan
Perintah Presiden Joko Widodo untuk menenggelamkan kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia tidak membuat takut nelayan negeri tetangga. Hal ini dinyatakan Khomsan, operator kapal penangkap ikan Thailand, kepada harian Bangkok Post, Kamis, 26 Maret 2015.
Khomsan mengaku memberikan suap--yang dia sebut sebagai biaya konsesi--agar kapal yang disita di Indonesia dikembalikan. "Sebagian besar kapal nelayan Thailand membayar biaya konsesi untuk Angkatan Laut atau polisi laut Indonesia," kata nelayan dari Thailand timur ini.
Iuran konsesi bulanan ini dibayarkan kepada sejumlah pihak berwenang yang bertanggung jawab atas wilayah perairan di Indonesia. "Nilai suapnya 10-20 juta baht suap agar kapal kami bisa kembali," kata Khomsan. Nilai 1 baht adalah Rp 399, sehingga angka suap itu sebesar Rp 3,9-7,9 miliar.
Bahkan operator kapal kerap harus membayar lebih dari angka tersebut. Khomsan sendiri mengaku mengoperasikan 21 kapal pukat dan lima kapal dengan unit freezer.
Khomsan telah mengeruk ikan di perairan Indonesia selama hampir sepuluh tahun. Menurut dia, perairan Indonesia terbagi menjadi zona utara dan selatan. Zona selatan, yang dekat Australia dan Papua Nugini, memiliki hasil laut yang melimpah. Bahkan kapal-kapal Thailand sering melaut selama berbulan-bulan untuk mengoptimalkan tangkapan.
Ketika ada kapal nelayan Thailand yang ditangkap, biasanya kemudian ditenggelamkan atau disita. Sementara itu, kata dia, awak kapal akan ditahan hingga kasus yang membelit mereka selesai. "Tapi, bagi mereka yang membayar biaya konsesi, broker akan membantu mengurusnya," kata Khomsan.
Biasanya ada biaya tambahan sekitar 50 ribu baht (sekitar Rp 19 juta) per kapal. Bahkan ketika kapal yang ditahan berjenis pukat, mereka harus membayar lebih dari satu juta baht untuk melepaskannya.
Belakangan pemerintahan Presiden Jokowi menangkap kapal asing yang melakukan pencurian ikan. Akibat kerasnya peraturan di Indonesia ini, beberapa operator Thailand beralih ke perairan Malaysia. "Risiko di Indonesia lebih besar sejak pemerintah mereka membuat perubahan," kata Khomsan.
Khomsan mengaku memberikan suap--yang dia sebut sebagai biaya konsesi--agar kapal yang disita di Indonesia dikembalikan. "Sebagian besar kapal nelayan Thailand membayar biaya konsesi untuk Angkatan Laut atau polisi laut Indonesia," kata nelayan dari Thailand timur ini.
Iuran konsesi bulanan ini dibayarkan kepada sejumlah pihak berwenang yang bertanggung jawab atas wilayah perairan di Indonesia. "Nilai suapnya 10-20 juta baht suap agar kapal kami bisa kembali," kata Khomsan. Nilai 1 baht adalah Rp 399, sehingga angka suap itu sebesar Rp 3,9-7,9 miliar.
Bahkan operator kapal kerap harus membayar lebih dari angka tersebut. Khomsan sendiri mengaku mengoperasikan 21 kapal pukat dan lima kapal dengan unit freezer.
Khomsan telah mengeruk ikan di perairan Indonesia selama hampir sepuluh tahun. Menurut dia, perairan Indonesia terbagi menjadi zona utara dan selatan. Zona selatan, yang dekat Australia dan Papua Nugini, memiliki hasil laut yang melimpah. Bahkan kapal-kapal Thailand sering melaut selama berbulan-bulan untuk mengoptimalkan tangkapan.
Ketika ada kapal nelayan Thailand yang ditangkap, biasanya kemudian ditenggelamkan atau disita. Sementara itu, kata dia, awak kapal akan ditahan hingga kasus yang membelit mereka selesai. "Tapi, bagi mereka yang membayar biaya konsesi, broker akan membantu mengurusnya," kata Khomsan.
Biasanya ada biaya tambahan sekitar 50 ribu baht (sekitar Rp 19 juta) per kapal. Bahkan ketika kapal yang ditahan berjenis pukat, mereka harus membayar lebih dari satu juta baht untuk melepaskannya.
Belakangan pemerintahan Presiden Jokowi menangkap kapal asing yang melakukan pencurian ikan. Akibat kerasnya peraturan di Indonesia ini, beberapa operator Thailand beralih ke perairan Malaysia. "Risiko di Indonesia lebih besar sejak pemerintah mereka membuat perubahan," kata Khomsan.
Profile Andika Surachman Pemilik First Travel ... Milyarder Muda Lewat Bisnis Umrah
Di tengah sulitnya mendapatkan kuota haji, umrah menjadi jalan terakhir ke Tanah Suci Mekah. Besarnya kue bisnis peminat umrah itu dimanfaatkan betul oleh pasangan muda Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan lewat bendera PT First Anugerah Karya Wisata. First Travel, demikian orang biasa menyebut perusahaan itu, menjadi agen travel dengan rekor pemberangkatan jemaah terbanyak di Indonesia.
"Tahun ini kami memberangkatkan 35 ribu anggota jemaah," ujar Andika, Presiden Direktur PT First Anugerah Karya Wisata,, Kamis, 26 Maret 2015. Angka itu tercatat sebagai jumlah keberangkatan terbanyak dalam semusim oleh Museum Rekor Indonesia.
Andika meraih prestasi itu dalam usia muda, 29 tahun. Padahal enam tahun lalu dia bersama istrinya masih mengontrak rumah petak di Depok. Awal perjalanan miliarder muda ini sangat terjal. Sejak ayah Anniesa--yang selama ini menafkahi mereka--meninggal pada 2008, mereka memulai bisnis dengan berjualan pulsa ponsel, burger, seprei, hingga jasa cetak foto. Namun semuanya merugi. "Kegagalan itu pelajaran paling berarti dalam hidup saya," ujar Anniesa.
Pada 2009, Andika, yang berpendidikan terakhir sekolah menengah atas, menjajal bisnis travel. Modalnya Rp 50 juta hasil gadai rumah mertuanya. Mereka menawarkan jasa dari rumah ke rumah dan telepon lewat Yellow Pages. Besarnya pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Enam bulan setelah membuka usaha itu, mereka bangkrut dan rumah mertua disita bank. "Itu merupakan masa sulit, jatuh dan jatuh," katanya.
Hidup dengan lilitan utang, keduanya mengontrak rumah petak dengan sisa modal Rp 10 juta. Peruntungan mereka berbalik setelah sembilan karyawan Bank Indonesia minta diantar ke Vietnam untuk berwisata. "Saya ambil saja meskipun belum pernah ke sana. Yang penting kami hidup," kata Andika.
Bank Indonesia kembali membuka pintu rezeki mereka. Pada 2011, Andika memberangkatkan 127 karyawan BI pergi umrah. "Kami PD saja presentasi soal umrah, padahal belum pernah," ujar Andika. Pada tahun yang sama, mereka juga memfasilitasi umrah bagi 50 karyawan Pertamina. "Alhamdulillah, sukses."
Sejak itu, First Travel makin dikenal. Pada 2012, 800 orang berangkat ke Mekah. Tahun berikutnya, 3.800 orang. Dan tahun lalu, jadi 15 ribu orang. Puncaknya, sebanyak 35 ribu orang memesan tiket keberangkatan umrah tahun ini dengan tiga paket yang dihargai mulai sekitar Rp 15 juta hingga yang termahal US$ 3.000 per orang.
Pendapatan First Travel mencapai US$ 20 juta pada tahun lalu. Dengan lonjakan angka keberangkatan, pendapatan mereka diperkirakan antara US$ 50 dan US$ 60 juta. Andika mengatakan kunci usaha mereka adalah menjaga kepercayaan dan pelayanan.
Di tengah kemewahan yang mereka miliki, miliarder muda ini tidak lupa berbagi. Dia dan istrinya membentuk First Foundation untuk menyalurkan dana sosial. Anniesa didapuk sebagai pemimpin proyek itu. "Untuk sementara, kami berfokus pada perbaikan sarana ibadah dan beasiswa untuk anak tidak mampu," ujarnya.
"Tahun ini kami memberangkatkan 35 ribu anggota jemaah," ujar Andika, Presiden Direktur PT First Anugerah Karya Wisata,, Kamis, 26 Maret 2015. Angka itu tercatat sebagai jumlah keberangkatan terbanyak dalam semusim oleh Museum Rekor Indonesia.
Andika meraih prestasi itu dalam usia muda, 29 tahun. Padahal enam tahun lalu dia bersama istrinya masih mengontrak rumah petak di Depok. Awal perjalanan miliarder muda ini sangat terjal. Sejak ayah Anniesa--yang selama ini menafkahi mereka--meninggal pada 2008, mereka memulai bisnis dengan berjualan pulsa ponsel, burger, seprei, hingga jasa cetak foto. Namun semuanya merugi. "Kegagalan itu pelajaran paling berarti dalam hidup saya," ujar Anniesa.
Pada 2009, Andika, yang berpendidikan terakhir sekolah menengah atas, menjajal bisnis travel. Modalnya Rp 50 juta hasil gadai rumah mertuanya. Mereka menawarkan jasa dari rumah ke rumah dan telepon lewat Yellow Pages. Besarnya pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Enam bulan setelah membuka usaha itu, mereka bangkrut dan rumah mertua disita bank. "Itu merupakan masa sulit, jatuh dan jatuh," katanya.
Hidup dengan lilitan utang, keduanya mengontrak rumah petak dengan sisa modal Rp 10 juta. Peruntungan mereka berbalik setelah sembilan karyawan Bank Indonesia minta diantar ke Vietnam untuk berwisata. "Saya ambil saja meskipun belum pernah ke sana. Yang penting kami hidup," kata Andika.
Bank Indonesia kembali membuka pintu rezeki mereka. Pada 2011, Andika memberangkatkan 127 karyawan BI pergi umrah. "Kami PD saja presentasi soal umrah, padahal belum pernah," ujar Andika. Pada tahun yang sama, mereka juga memfasilitasi umrah bagi 50 karyawan Pertamina. "Alhamdulillah, sukses."
Sejak itu, First Travel makin dikenal. Pada 2012, 800 orang berangkat ke Mekah. Tahun berikutnya, 3.800 orang. Dan tahun lalu, jadi 15 ribu orang. Puncaknya, sebanyak 35 ribu orang memesan tiket keberangkatan umrah tahun ini dengan tiga paket yang dihargai mulai sekitar Rp 15 juta hingga yang termahal US$ 3.000 per orang.
Pendapatan First Travel mencapai US$ 20 juta pada tahun lalu. Dengan lonjakan angka keberangkatan, pendapatan mereka diperkirakan antara US$ 50 dan US$ 60 juta. Andika mengatakan kunci usaha mereka adalah menjaga kepercayaan dan pelayanan.
Di tengah kemewahan yang mereka miliki, miliarder muda ini tidak lupa berbagi. Dia dan istrinya membentuk First Foundation untuk menyalurkan dana sosial. Anniesa didapuk sebagai pemimpin proyek itu. "Untuk sementara, kami berfokus pada perbaikan sarana ibadah dan beasiswa untuk anak tidak mampu," ujarnya.
Strategi Bisnis 4 Sektoral Dari Twitter Di Indonesia
Jejaring sosial Twitter punya kantor baru di Indonesia, yaitu di kawasan One Pacific Place, Kawasan SCBD, Senayan, Jakarta. Chief Executive Officer Twitter Dick Costolo mengaku punya sejumlah rencana pengembangan bisnisnya. Ada sejumlah strategi yang siap dilaksanakan Twitter untuk menunjang bisnis di Tanah Air. "Kami akan bekerja sama dengan mitra bisnis dan penyedia teknologi," kata Dick Costolo di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2015.
Costolo mengaku mengincar kerja sama dengan pelaku usaha kecil-menengah. Dia juga berencana bekerja sama di bidang teknologi terkait dengan inovasi pengolahan data dengan cara menghimpun informasi lewat data Twitter.
Tidak lupa, ujar Costolo, Twitter menggandeng pemerintah dan perguruan tinggi. Khusus untuk pemerintah, dia mengapresiasi pemanfaatan Twitter sebagai informasi mengenai adanya bencana. "Apalagi Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat luas. Kami ingin Twitter menjadi semacam alarm," ucapnya.
Sedangkan kerja sama di bidang pendidikan adalah bermitra dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Twitter berupaya mendorong perempuan untuk semakin melek akan teknologi informasi. "Kami memberikan beasiswa kepada mahasiswi," tuturnya.
Lalu apa alasan Twitter baru membuka kantor di Indonesia? Rupanya, perusahaan yang bermarkas di San Francisco ini memilih melaksanakan sejumlah prioritas terlebih dahulu. "Salah satunya, kami berfokus mengembangkan iklan mobile sejak 2010," kata Costolo.
Costolo melanjutkan, untuk sementara, hanya ada dua pegawai yang menjalankan manajemen di Indonesia. Ini sangat jauh bila dibanding di Singapura yang memiliki 85 pegawai. Menurut Costolo, sejalan dengan perkembangan Twitter di Indonesia, akan ada penambahan jumlah pegawai.
Chief Executive Officer (CEO) Twitter Inc Dick Costolo mengatakan Twitter akan berfokus pada empat sektor setelah resmi membuka kantor di Jakarta. Di empat area itu, Twitter akan menyasar pengguna umum Twitter, pelaku bisnis, sektor pendidikan, dan komunitas. "Kami sedang merencanakan program kerja sama dan aktivitas lokal pada tahun ini," kata Costolo dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2015.
Menurut Costolo, program kerja sama dan aktivitas lokal Twitter di Indonesia meliputi rencana dukungan inovasi data yang memiliki dampak sosial nyata bagi Pulse Lab Jakarta (PLJ). Data Twitter akan digunakan PLJ sebagai masukan ihwal pembangunan sosial dan isu-isu kemanusiaan.
Di sektor pelaku bisnis, Twitter akan meluncurkan solusi buat para pelaku usaha kecil-menengah agar mereka bisa berhubungan dan berjualan dengan follower mereka di Indonesia dan seluruh dunia. Di sektor pendidikan, Twitter akan menyelenggarakan beasiswa #Twitter4WaniTek bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia untuk membantu mahasiswi tahun kedua dari keluarga kurang mampu.
Sedangkan di sektor komunitas, Twitter akan bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat, seperti Akademi Berbagi, ICT Watch, KOPHI Youth Green Movement, dan The Onno Centre. "Senang sekali bisa menjadi bagian dari Indonesia dengan lingkungan budaya dan bisnis yang berwarna, salah satu pasar Internet dan mobile terbesar di dunia," kata Costolo.
Costolo mengaku mengincar kerja sama dengan pelaku usaha kecil-menengah. Dia juga berencana bekerja sama di bidang teknologi terkait dengan inovasi pengolahan data dengan cara menghimpun informasi lewat data Twitter.
Tidak lupa, ujar Costolo, Twitter menggandeng pemerintah dan perguruan tinggi. Khusus untuk pemerintah, dia mengapresiasi pemanfaatan Twitter sebagai informasi mengenai adanya bencana. "Apalagi Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat luas. Kami ingin Twitter menjadi semacam alarm," ucapnya.
Sedangkan kerja sama di bidang pendidikan adalah bermitra dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Twitter berupaya mendorong perempuan untuk semakin melek akan teknologi informasi. "Kami memberikan beasiswa kepada mahasiswi," tuturnya.
Lalu apa alasan Twitter baru membuka kantor di Indonesia? Rupanya, perusahaan yang bermarkas di San Francisco ini memilih melaksanakan sejumlah prioritas terlebih dahulu. "Salah satunya, kami berfokus mengembangkan iklan mobile sejak 2010," kata Costolo.
Costolo melanjutkan, untuk sementara, hanya ada dua pegawai yang menjalankan manajemen di Indonesia. Ini sangat jauh bila dibanding di Singapura yang memiliki 85 pegawai. Menurut Costolo, sejalan dengan perkembangan Twitter di Indonesia, akan ada penambahan jumlah pegawai.
Chief Executive Officer (CEO) Twitter Inc Dick Costolo mengatakan Twitter akan berfokus pada empat sektor setelah resmi membuka kantor di Jakarta. Di empat area itu, Twitter akan menyasar pengguna umum Twitter, pelaku bisnis, sektor pendidikan, dan komunitas. "Kami sedang merencanakan program kerja sama dan aktivitas lokal pada tahun ini," kata Costolo dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2015.
Menurut Costolo, program kerja sama dan aktivitas lokal Twitter di Indonesia meliputi rencana dukungan inovasi data yang memiliki dampak sosial nyata bagi Pulse Lab Jakarta (PLJ). Data Twitter akan digunakan PLJ sebagai masukan ihwal pembangunan sosial dan isu-isu kemanusiaan.
Di sektor pelaku bisnis, Twitter akan meluncurkan solusi buat para pelaku usaha kecil-menengah agar mereka bisa berhubungan dan berjualan dengan follower mereka di Indonesia dan seluruh dunia. Di sektor pendidikan, Twitter akan menyelenggarakan beasiswa #Twitter4WaniTek bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia untuk membantu mahasiswi tahun kedua dari keluarga kurang mampu.
Sedangkan di sektor komunitas, Twitter akan bekerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat, seperti Akademi Berbagi, ICT Watch, KOPHI Youth Green Movement, dan The Onno Centre. "Senang sekali bisa menjadi bagian dari Indonesia dengan lingkungan budaya dan bisnis yang berwarna, salah satu pasar Internet dan mobile terbesar di dunia," kata Costolo.
Profile Sofran Irchamni Managing Director BlackBerry Indonesia
Dalam peluncuran telepon pintar BlackBerry Classic di Jakarta, ada yang terlihat berbeda. Ini karena kehadiran Managing Director BlackBerry Indonesia yang baru, Sofran Irchamni.
Dia memimpin perusahaan tersebut di Tanah Air sejak tiga pekan lalu. Sofran menggantikan posisi Maspiyono Handoyo yang meninggalkan BlackBerry sejak Juni 2014. Sembari menanti bos baru, manajemen BlackBerry Indonesia diatur oleh kantor regional.
"Acara ini sekaligus menjadi perkenalan saya," kata Sofran, saat membuka peluncuran BlackBerry Classic, di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2015. Sofran bukan orang baru di industri teknologi informasi. Dia memiliki pengalaman 20 tahun bekerja di beberapa perusahaan top, antara lain IBM, Oracle, dan Hewlett Packard (HP).
Sofran mengatakan memiliki ketertarikan terhadap BlackBerrry yang berasal Kanada. "Saya memiliki chemistry dengan BlackBerry yang akan terus berinovasi," ujar dia.
Sofran menyatakan tidak khawatir dengan pangsa pasar BlackBerry yang kian merosot. Menurut dia, penjualan ponsel pintar hanya salah satu bagian dari bisnis BlackBerry. Pengembangan peranti lunak dan jaringan bagi konsumen korporat juga menjadi faktor pemacu bisnis secara global.
Khusus untuk ponsel pintar, kata Sofran, BlackBerry tengah menerapkan strategi penjualan produk kategori kelas menengah dan premium. Namun, dia enggan memastikan apakah perusahaan bakal menyetop produksi ponsel dengan harga murah atau tidak.
Dia memimpin perusahaan tersebut di Tanah Air sejak tiga pekan lalu. Sofran menggantikan posisi Maspiyono Handoyo yang meninggalkan BlackBerry sejak Juni 2014. Sembari menanti bos baru, manajemen BlackBerry Indonesia diatur oleh kantor regional.
"Acara ini sekaligus menjadi perkenalan saya," kata Sofran, saat membuka peluncuran BlackBerry Classic, di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2015. Sofran bukan orang baru di industri teknologi informasi. Dia memiliki pengalaman 20 tahun bekerja di beberapa perusahaan top, antara lain IBM, Oracle, dan Hewlett Packard (HP).
Sofran mengatakan memiliki ketertarikan terhadap BlackBerrry yang berasal Kanada. "Saya memiliki chemistry dengan BlackBerry yang akan terus berinovasi," ujar dia.
Sofran menyatakan tidak khawatir dengan pangsa pasar BlackBerry yang kian merosot. Menurut dia, penjualan ponsel pintar hanya salah satu bagian dari bisnis BlackBerry. Pengembangan peranti lunak dan jaringan bagi konsumen korporat juga menjadi faktor pemacu bisnis secara global.
Khusus untuk ponsel pintar, kata Sofran, BlackBerry tengah menerapkan strategi penjualan produk kategori kelas menengah dan premium. Namun, dia enggan memastikan apakah perusahaan bakal menyetop produksi ponsel dengan harga murah atau tidak.
Wednesday, March 25, 2015
Apartemen Termurah Di Pinggiran Kota Jakarta Kini Seharga Rp. 220 Juta
Tren rumah vertikal tak lagi terjadi di tengah Kota Jakarta, tapi kini sudah merambah daerah pinggiran juga. Harga jual per unit jauh lebih murah dibandingkan apartemen tengah kota. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah Cinere Resort Apartement oleh Megakarya Group. Apartemen ini ditawarkan mulai Rp 220 juta hingga Rp 500 juta.
Tipe studio dijual seharga mulai Rp 220-280 juta per unit. Sedangkan, untuk tipe dua tempat tidur yang akan dipasarkan pada tahap kedua, dijual mulai Rp 330-500 juta. Apartemen ini berlokasi di Jalan Raya Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat. Tepatnya sekitar 1,3 kilometer (km) dari rencana Pintu Tol Depok–Antasari yang saat ini tengah dalam proses pembangunan.
Megakarya Group mengeluarkan dana investasi hingga Rp 500 miliar untuk pengembangan kawasan hunian di atas lahan seluas 1,3 hektar tersebut. Apartemen ini akan memuat 1.900 unit yang dikembangkan dalam dua tahap. Pada tahap (blok) pertama dibangun sebanyak 1.000 unit dan blok kedua 900 unit.
Menara pada blok pertama akan dibuat berbentuk huruf U, yang merupakan gabungan antara dua tower tipikal yang terhubung. Satu menara yang menghadap ke sisi Depok dan Gunung Salak diberi nama Tower Senggigi, sedangkan Tower Kintamani yang menghadap Kota Jakarta.
"Pembangunan blok pertama akan mulai groundbreaking pada Oktober 2015 dan direncanakan selesai pada akhir kuartal IV–2017," kata Project Director Megakarya, Torkis, dalam siaran pers, Kamis (26/3/2015). Apartemen ini secara resmi dipasarkan pada 28 Februari 2015 lalu. Jumlah penjualan unitnya diklaim sudah mencapai 315 unit dari Nomor Urut Pemesanan (NUP) sebanyak 300 unit pada penawaran tahap pertama.
"Melihat respons positif dari konsumen tersebut, kami optimis mampu memberikan kontribusi sales marginhingga Rp 750 miliar," ungkap Marketing Director Megakarya, Ahmad Siddiq.
Selain Cinere Resort Apartement, Megakarya juga tengah mempersiapkan pembangunan proyek hunian vertikal di sektor tiga, Bintaro. Apartemen yang menyasar segmen menengah dan menengah ke atas ini, nantinya akan diberi nama ‘Bintaro Pavilion’.
Tipe studio dijual seharga mulai Rp 220-280 juta per unit. Sedangkan, untuk tipe dua tempat tidur yang akan dipasarkan pada tahap kedua, dijual mulai Rp 330-500 juta. Apartemen ini berlokasi di Jalan Raya Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat. Tepatnya sekitar 1,3 kilometer (km) dari rencana Pintu Tol Depok–Antasari yang saat ini tengah dalam proses pembangunan.
Megakarya Group mengeluarkan dana investasi hingga Rp 500 miliar untuk pengembangan kawasan hunian di atas lahan seluas 1,3 hektar tersebut. Apartemen ini akan memuat 1.900 unit yang dikembangkan dalam dua tahap. Pada tahap (blok) pertama dibangun sebanyak 1.000 unit dan blok kedua 900 unit.
Menara pada blok pertama akan dibuat berbentuk huruf U, yang merupakan gabungan antara dua tower tipikal yang terhubung. Satu menara yang menghadap ke sisi Depok dan Gunung Salak diberi nama Tower Senggigi, sedangkan Tower Kintamani yang menghadap Kota Jakarta.
"Pembangunan blok pertama akan mulai groundbreaking pada Oktober 2015 dan direncanakan selesai pada akhir kuartal IV–2017," kata Project Director Megakarya, Torkis, dalam siaran pers, Kamis (26/3/2015). Apartemen ini secara resmi dipasarkan pada 28 Februari 2015 lalu. Jumlah penjualan unitnya diklaim sudah mencapai 315 unit dari Nomor Urut Pemesanan (NUP) sebanyak 300 unit pada penawaran tahap pertama.
"Melihat respons positif dari konsumen tersebut, kami optimis mampu memberikan kontribusi sales marginhingga Rp 750 miliar," ungkap Marketing Director Megakarya, Ahmad Siddiq.
Selain Cinere Resort Apartement, Megakarya juga tengah mempersiapkan pembangunan proyek hunian vertikal di sektor tiga, Bintaro. Apartemen yang menyasar segmen menengah dan menengah ke atas ini, nantinya akan diberi nama ‘Bintaro Pavilion’.
Grup Lippo Bangun Orange County Di Cikarang Senilai Rp. 250 Triliun dan Sudah Habis Terjual Tunai
Grup Lippo melalui Lippo Cikarang, membutuhkan 15-20 tahun untuk menuntaskan mega proyek segitigas emas baru di timur Jakarta yang diberi nama Orange County (OC). Kawasan terintegrasi di areal ratusan hektar ini akan dibangun Central Business District atau CBD, layaknya segitiga emas di Jakarta (Thamrin-Sudirman-Kuningan).
"Itu kira-kira kalau terjadi itu township yang masif, itu bisa 15-20 tahun," CEO Lippo Home Ivan Budiono, di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (25/3/2015) Proyek Rp 250 triliun ini dikembangkan di atas lahan seluas 322 hektar, dengan pembangunan mega konstruksi seluas 16.500.000 m2, terdiri dari area Lippo CBD seluas 82,3 hektar. "Semuanya Rp 250 triliun untuk 300 hektar," kata Ivan
Kawasan Central Business District atau CBD-nya ini lebih besar dibandingkan area pusat bisnis di beberapa kota besar di dunia, seperti Hudson Yards di New York, ICC Union Square di Hong Kong, atau Roppongi Hills di Tokyo.
Orange County mengalokasikan area yang luas untuk ruang terbuka hijau (RTH), sebesar 53% dari 322 hektar, dengan 5 landscape tematik yang mempunyai karakter uniknya masing-masing. Di kawasan Orange County, terdapat pula sungai yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi di jalur sabuk hijau (green belt) yang menghubungkan lokasi-lokasi di Orange County.
Orange County memiliki beberapa fasilitas antara lain:
Orange County akan menjadi kawasan segitiga emas baru di Koridor Timur Jakarta yaitu Cikarang, Bekasi, karena lokasinya tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Delta Mas, dan Jababeka, serta memiliki akses gerbang tol tersendiri, yaitu exit tol Cibatu. "Tiga tower sudah laku semua. Sudah laku semua," kata CEO Lippo Home Ivan Budiono.
Kawasan Orange County, di area Lippo CBD telah dimulai pembangunan tahap pertama di atas lahan seluas 19,5 hektar yaitu pembangunan tower kondominium antara lain Irvine Suites dan Westwood Suites. "Yang dua tower 1 hari kita luncurkan habis, tower yang ketiga 2 minggu lalu satu hari, bahkan nggak sampai satu hari habis semua. Sudah dibayar ini bukan booking fee, sudah closing sudah bayar," kata Ivan bersemangat.
Ivan menambahkan, pihaknya cukup puas dengan capaian proyek ini. Menurutnya dengan harga termurah Rp 600 juta, apartemen atau kondominium yang ditawarkan Lippo sudah sesuai dengan pangsa pasar yang dibidik, pembelinya antara lain dari Jakarta, para pemilik pabrik, orang asing yang domisili di Indonesia, dan lain-lain
"Harganya kira-kira Rp 14-15 juta per meter persegi,. Kalau per unit harganya dari Rp 600 juta," katanya. Kawasan ini berdekatan dengan rencana lokasi pembangunan dua infrastruktur strategis, yaitu Karawang International Airport dan Cilamaya Deep New Port.
Orange County didukung dengan keberadaan kawasan industri yang mencakup perusahaan-perusahaan terkemuka dunia yang menanamkan investasi dalam bentuk industri manufaktur, dengan label nama-nama besar, seperti Toyota, Honda, Suzuki, Hyundai, Hankook, Danone, Coca-Cola, dan Bridgestone. Sehingga menjadikan area ini memiliki populasi ekspatriat yang tinggi. Komunitas ekspat Jepang tercatat lebih dari 3.500 orang, juga warga Korea, Taiwan, China, dan warga asing lainnya
Pada 12 Februari 2015 lalu, acara peletakan batu pertama Orange County dilakukan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, Presiden Lippo Group Theo L. Sambuaga, CEO Lippo Homes Ivan Budiono, Presiden Direktur Lippo Cikarang Meow Chong Loh, beserta jajaran Direksi LPCK dan para perwakilan unit bisnis Lippo Group antara lain Lippo Malls Indonesia, Hotel Aryaduta Group, Universitas Pelita Harapan dan Siloam Hospitals Group.
"Itu kira-kira kalau terjadi itu township yang masif, itu bisa 15-20 tahun," CEO Lippo Home Ivan Budiono, di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (25/3/2015) Proyek Rp 250 triliun ini dikembangkan di atas lahan seluas 322 hektar, dengan pembangunan mega konstruksi seluas 16.500.000 m2, terdiri dari area Lippo CBD seluas 82,3 hektar. "Semuanya Rp 250 triliun untuk 300 hektar," kata Ivan
Kawasan Central Business District atau CBD-nya ini lebih besar dibandingkan area pusat bisnis di beberapa kota besar di dunia, seperti Hudson Yards di New York, ICC Union Square di Hong Kong, atau Roppongi Hills di Tokyo.
Orange County mengalokasikan area yang luas untuk ruang terbuka hijau (RTH), sebesar 53% dari 322 hektar, dengan 5 landscape tematik yang mempunyai karakter uniknya masing-masing. Di kawasan Orange County, terdapat pula sungai yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi di jalur sabuk hijau (green belt) yang menghubungkan lokasi-lokasi di Orange County.
Orange County memiliki beberapa fasilitas antara lain:
- Sky Park
- Lippo Mall, 390.000 m2
- Luxurious Residential
- Shopping Street
- Lippo 61 Plaza
- Lippo 5 Star Hotel, 200 kamar
- Service Apartment
- Lippo Tower Office Building
- Sky Lounge
- Roof Top Bar
- Zu Private Membership Club
- Convention Center, kapasitas 7.000 orang
- Dali Hotel, 400 kamar
- Fine Dining
- Bioskop Cinemaxx, 10 studio
- X-zone
- Wellness Center
- Grand Chapel, 3.000 m2
- Soho
- Japanese Cultural Center
- Korean Cultural Center
- Senior Homes
- Kondotel
- Green Belt Outdoor Recreation Area
- Home Furnishing Center
- Helicopter Service
- Dormitory
- SPH International
- YPPH School
- Universitas Pelita Harapan
- Japan College
- Health City
Orange County akan menjadi kawasan segitiga emas baru di Koridor Timur Jakarta yaitu Cikarang, Bekasi, karena lokasinya tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Delta Mas, dan Jababeka, serta memiliki akses gerbang tol tersendiri, yaitu exit tol Cibatu. "Tiga tower sudah laku semua. Sudah laku semua," kata CEO Lippo Home Ivan Budiono.
Kawasan Orange County, di area Lippo CBD telah dimulai pembangunan tahap pertama di atas lahan seluas 19,5 hektar yaitu pembangunan tower kondominium antara lain Irvine Suites dan Westwood Suites. "Yang dua tower 1 hari kita luncurkan habis, tower yang ketiga 2 minggu lalu satu hari, bahkan nggak sampai satu hari habis semua. Sudah dibayar ini bukan booking fee, sudah closing sudah bayar," kata Ivan bersemangat.
Ivan menambahkan, pihaknya cukup puas dengan capaian proyek ini. Menurutnya dengan harga termurah Rp 600 juta, apartemen atau kondominium yang ditawarkan Lippo sudah sesuai dengan pangsa pasar yang dibidik, pembelinya antara lain dari Jakarta, para pemilik pabrik, orang asing yang domisili di Indonesia, dan lain-lain
"Harganya kira-kira Rp 14-15 juta per meter persegi,. Kalau per unit harganya dari Rp 600 juta," katanya. Kawasan ini berdekatan dengan rencana lokasi pembangunan dua infrastruktur strategis, yaitu Karawang International Airport dan Cilamaya Deep New Port.
Orange County didukung dengan keberadaan kawasan industri yang mencakup perusahaan-perusahaan terkemuka dunia yang menanamkan investasi dalam bentuk industri manufaktur, dengan label nama-nama besar, seperti Toyota, Honda, Suzuki, Hyundai, Hankook, Danone, Coca-Cola, dan Bridgestone. Sehingga menjadikan area ini memiliki populasi ekspatriat yang tinggi. Komunitas ekspat Jepang tercatat lebih dari 3.500 orang, juga warga Korea, Taiwan, China, dan warga asing lainnya
Pada 12 Februari 2015 lalu, acara peletakan batu pertama Orange County dilakukan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, Presiden Lippo Group Theo L. Sambuaga, CEO Lippo Homes Ivan Budiono, Presiden Direktur Lippo Cikarang Meow Chong Loh, beserta jajaran Direksi LPCK dan para perwakilan unit bisnis Lippo Group antara lain Lippo Malls Indonesia, Hotel Aryaduta Group, Universitas Pelita Harapan dan Siloam Hospitals Group.
Subscribe to:
Posts (Atom)