Pages - Menu

Saturday, May 2, 2015

Malaysia Airline Obral Pesawat Agar Terlepas Dari Kebangkrutan

Maskapai penerbangan nasional, Malaysia Airlines kabarnya akan menjual beberapa unit pesawat. Langkah itu ditempuh sebagai bagian dari restrukturisasi untuk bisa lepas dari jeratan utang.

Situs penerbangan, Flightglobal yang mengutip sebuah sumber menyebutkan, Malaysia Airlines akan melepas beberapa unit Airbus A380, A330-200F dan Boeing 747-400F dan B 777-200 ER.

Situs berita penerbangan, Flightglobal melaporkan bahwa maskapai pelat merah Malaysia ini terus dirundung masalah. Insiden pesawat MH370 yang hilang pada Maret lalu dalam perjalanan rute Kuala Lumpur - Beijing dan jatuhnya MH17 di Ukraina pada Juli lalu membuat saham Malaysia Airlines terjun bebas.

Seperti dilansir dari freemalaysiatoday.com, Sabtu 2 Mei 2015, kinerja BUMN penerbangan Malaysia ini juga terus memburuk. Pemerintah terpaksa melepas Malaysia Airlines ke swasta untuk menghindari kebangkrutan. Agar semakin tak berdarah, pemegang saham mayoritas Malaysia Airlines, Khazanah Nasional Bhd kabarnya akan segera mengucurkan dana talangan (bailout).

Manajamen Malaysia Airlines dalam keterangan yang dimuat diakun twitter menyebutkan, perusahaan harus menempuh langkah efisiensi untuk kelangsungan hidup jangka panjang. Perusahaan juga menyebutkan belum menyiapkan rencana bisnis yang baru.

Daftar Harga Pertamax Diseluruh Indonesia

PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax mulai 1 Mei kemarin. Baik jenis Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamax Dex seluruhnya mengalami kenaikan Rp 200 per liter.  Berikut rincian harga berbagai jenis Pertamax yang dikutip dari akun resmi @PertamaxIND pada Sabtu, 2 Mei 2015.

  1. Nangroe Aceh Darusalam: 10.500 (Pertamax); 10.900 (Plus); 10.900 (Dex).
  2. Sumatera Barat: 10.450 (Pertamax)
  3. Sumatera Utara: 10.350 (Pertamax); 10.850 (Plus); 10.850 (Dex)
  4. Bangka-Belitung: 10.550 (Pertamax)
  5. Bengkulu: 10.350 (Pertamax)
  6. Jambi: 10.550 (Pertamax)
  7. Lampung: 10.550 (Pertamax)
  8. Batam: 10.450 (Pertamax); 10.450 (Plus)
  9. Kepulauan Riau: 10.850 (Pertamax); 10.850 (Plus)
  10. Riau: 11.350 (Pertamax); 11.350 (Plus)
  11. Sumatera Selatan: 10.550 (Pertamax); 11.150 (Plus)
  12. Banten: 8.800 (Pertamax); 10.050 (Plus); 10.050 (Dex)
  13. DKI Jakarta: 8.800 (Pertamax); 10.050 (Plus); 10.050 (Dex)
  14. Jawa Barat: 8.800 (Pertamax); 10.050 (Plus); 10.050 (Dex)
  15. DI Yogyakarta: 8.800 (Pertamax); 10.050 (Plus); 10.050 (Dex)
  16. Jawa Tengah: 8.800 (Pertamax); 10.050 (Plus); 10.050 (Dex)
  17. Bali: 9.300 (Pertamax); 10.050 (Plus); 10.050 (Dex)
  18. Jawa Timur: 8.800 (Pertamax); 10.050 (Plus); 10.050 (Dex)
  19. Nusa Tenggara Barat: 10.500 (Pertamax); 10.900 (Plus); 10.900 (Dex)
  20. Nusa Tenggara Timur: 10.900 (Pertamax)
  21. Kalimantan Selatan: 10.800 (Pertamax)
  22. Kalimatan Tengah: 11.000 (Pertamax)
  23. Kalimantan Timur: 11.000 (Pertamax)
  24. Kalimantan Utara: 10.900 (Pertamax)
  25. Kalimantan Barat: 11.500 (Pertamax); 11.500 (Plus)
  26. Gorontalo: 11.500 (Pertamax)
  27. Sulawesi Barat: 11.350 (Pertamax); 12.200 (Plus); 12.200 (Dex)
  28. Sulawesi Selatan: 10.800 (Pertamax); 12.200 (Plus); 12.200 (Dex)
  29. Sulawesi Tengah: 11.000 (Pertamax)
  30. Sulawesi Tenggara: 11.100 (Pertamax)
  31. Sulawesi Utara: 11.100 (Pertamax)
  32. Maluku: 11.960 (Pertamax)
  33. Maluku Utara: 13.350 (Pertamax)
  34. Papua: 12.750 (Pertamax); 18.000 (Plus); 18.000 (Dex)
  35. Papua Barat: 13.250 (Pertamax)
Pemerintah menetapkan harga BBM bersubsidi jenis Premium dan solar tidak naik pada Mei 2015. "Dengan mencermati harga minyak dunia sebulan terakhir, kondisi perekonomian negara, dan regulasi, pemerintah memutuskan tak menaikkan harga BBM jenis Premium dan solar bersubsidi, serta minyak tanah," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Wiratmaja Puja dalam konferensi pers di kantornya, Rabu malam, 29 April 2015.

Dengan keputusan ini, kata Puja, harga Premium di luar kawasan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) tetap sebesar Rp 7.300 per liter, solar bersubsidi Rp 6.900 per liter, dan minyak tanah Rp 2.500 per liter. Harga ini sudah termasuk pajak pertambahan nilai.

Meski begitu, dia menambahkan untuk wilayah Jamali, pemerintah memberikan kesempatan buat PT Pertamina untuk menyesuaikan harga supaya mencapai kecukupan margin. Perbedaan itu, dikarenakan BBM di luar wilayah Jamali sifatnya penugasan. "Meski begitu pemerintah ingin di Jamali juga tak ada kenaikan sekecil apa pun, dan tak memberatkan masyarakat."

Pertimbangan penetapan ini, kata Puja, didasarkan pada rata-rata harga minyak dunia sebulan terakhir yang masih berkisar US$ 70 per barel. Meski demikian, dia menambahkan, tak menutup kemungkinan ke depannya ada penyesuaian harga jika terjadi kenaikan harga minyak dunia.

Ekonomi ASEAN Jadi Penggerak Ekonomi Dunia

Ekonomi ASEAN diyakini akan bertumbuh 4,9 persen tahun ini, di atas pertumbuhan global 3,5 persen. Optimisme itu karena negara-negara ASEAN menjadi tujuan investasi yang paling menarik.  Tentang pertumbuhan ekonomi ASEAN yang diperkirakan akan melampaui global disampaikan oleh 10 kepala negara dalam sebuah pernyataan bersama menyambut ASEAN Summit ke-26 di Malaysia awal pekan ini.

Seperti dilansir Inquirer.net, Sabtu 2 Mei 2015, pertumbuhan itu dimotori konsumsi domestik yang naik signfikan, terutama sektor swasta. Investasi di kawasan ASEAN bertumbuh 15,7 persen pada 2014 dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$ 136,2 miliar atau sekitar 1.771,35 triliun. Total perdagangan di ASEAN untuk tahun yang sama naik tipis menjadi US$ 2,53 triliun.

Terkait rencana pemberlakuan penyatuan ekonomi ASEAN dalam wadah Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community), para kepala negara menyatakan tetap seperti jadwal semula tanggal 1 Januari 2016. MEA akan menjadi pasar tunggal bagi produk barang dan jasa, tenaga kerja serta investasi negara-negara ASEAN.

Sejauh ini negara-negara ASEAN berhasil menyepakati sekitar 90,5 persen dari 506 rencana aksi (measure action plan). Dengan pencapaian itu, diyakini rencana pemberlakukan MEA akan sesuai target tanggal 1 Januari 2016. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengklaim kesiapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA/AEC) 2015 hampir mencapai 100 persen. Menurut dia, saat ini tingkat implementasi AEC Blueprint telah mencapai 90,5 persen.

“ASEAN telah menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan MEA. Semua negara diminta bekerja lebih keras untuk mencapai 100 persen,” kata Gobel usai menghadiri pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ke-13 di Malaysia melalui release pers pada Senin, 27 April 2015. Ia hadir bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

Dalam pertemuan ini, dibahas beberapa isu yang akan diimplementasikan dalam MEA mendatang. Salah satunya adalah kerja sama ASEAN di bidang perdagangan dan jasa. Liberalisasi sektor ini akan ditingkatkan melalui paket 10 ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS).

Visi MEA pasca 2015 pun tak luput didiskusikan. Para Menteri Ekonomi ASEAN berpandangan integrasi ekonomi antar kawasan perlu semakin diperdalam. Mereka mengusulkan beberapa cara seperti mengurangi hambatan-hambatan nontarif, peningkatan fasilitas perdagangan di sektor bisnis khususnya UKM, dan pemerataan pembangunan di kawasan. Langkah integrasi ekonomi ini akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat ASEAN.

Gobel menekankan pentingnya Indonesia untuk memikirkan langkah-langkah strategis dan rencana kerja paska 2015 hingga 10 tahun ke depan. Daya saing nasional menjadi kunci penting untuk memanfaatkan integrasi ekonomi ASEAN secara maksimal. "Perlu keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan di Indonesia,” kata dia. Untuk itu, perlu ada peningkatan khususnya di bidang infrastruktur, logistik, transportasi, dan pelayanan perizinan.

Pertumbuhan ekonomi ASEAN diperkirakan akan mencapai angka 4,9 persen pada 2015, menjadikan area ini menarik bagi para investor. Pada 2014, total perdagangan mencapai US$ 2,53 triliun, dan investasi sebesar US$ 136,2 miliar.

Friday, May 1, 2015

Pengusaha Ogah Naikkan Upah Buruh Karena Masih Di Pungli Oleh Birokrasi Pemerintah

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengapresiasi buruh berdemo dengan damai pada May Day. Pada aksi perayaan hari buruh hari ini, serikat pekerja meminta ada kenaikan upah tinggi sampai 32%. Menurut Hipmi, pengusaha dan buruh memiliki musuh bersama yakni biaya ekonomi tinggi. Bila ekonomi biaya tinggi seperti pungutan liar (pungli) dikurangi, maka pengusaha bisa meningkatkan pemberian upah kepada para buruh.

"Kami mengajak teman-teman buruh untuk memerangi biaya tinggi diperekonomian kita," ujar Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2015) Bahlil mengatakan, inefisiensi ekonomi masih menjadi momok menakutkan di dunia usaha. Dampaknya, biaya produksi di Tanah Air tidak mampu kompetitif bahkan dengan sesama negara Asean.

Ekonomi biaya tinggi utamanya dipicu oleh pungutan liar mulai dari perizinan di birokrasi, proses produksi, distribusi, hingga loading di pelabuhan. Tak hanya itu, ekonomi biaya tinggi juga dipicu oleh tingginya biaya logistik serta rendahnya akses memperoleh bahan baku industri.

"Kalau yang fix cost ini masih bisa kita siasati secara kreatif tapi kalau variable cost ini kan susah ditebak.Rata-rata variable cost ini datang dari pungli dan biaya di birokrasi," kata Bahlil.

Bahlil menilai reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah belum cukup menekan pungli di birokrasi. Pasalnya, reformasi belum diikuti oleh implementasi administrasi dan sistem yang terintegrasi utamanya dalam perizinan.

Sementara itu, Sekjen BPH Hipmi Priamanaya Djan mencontohkan inefisiensi itu masih banyaknya pungutan-pungutan di berbagai daerah yang regulasinya masih tumpang tindih. ”Misalnya, kita kirim barang dari Tangerang ke Purwakarta. Masing-masing daerah punya pungutan yang harus dibayar di daerah-daerah kabupaten dan kota yang dilalui. Makanya biaya logistik kita sangat tinggi. Masing-masing daerah pungut retribusi,” papar Pria.

Pria mengatakan, inefisiensi ini berdampak pada rendahnya kemampuan perusahaan dalam memenuhi standar kesejahteraan bagi karyawan. “Sebab, pengusaha pun untungnya sudah sangat sedikit,” ujarnya.

Brandon Fleisher Anak ABG Yang Mampu Menaikan Aset Perusahaannya 300 Persen Dalam 2 Tahun

Jika anak-anak remaja lain gandrung dengan Instagram, Snapchat, Facebook, atau sosial media lain, beda halnya dengan Brandon Fleisher. Anak berusia 17 tahun ini menggunakan internet untuk berbisnis. Brandon telah meningkatkan kekayaannya 3 kali lipat, dari US$ 48 ribu menjadi US$ 147 ribu hanya dalam waktu 2 tahun.

Memang bukan jumlah yang besar, tapi untuk anak seumurannya, itu merupakan hal luar biasa. Brandon tak seperti anak remaja kebanyakan, dia menghabiskan waktunya mengelola website dan newsletter, situs yang diberi nama The Financial Bulls ini bisa membantu investor baru untuk mempelajari pasar secara cuma-cuma.

Brandon pun menjadi investor. Remaja yang masih belia ini membeli ribuan lembar saham perusahaan iklan-mobile, Inuvo. Meski masih 17 tahun, namun gaya anak ini sudah layaknya profesional kala dia menghubungi CEO Inuvo, Richard Howe.  "Dia menelepon dan bertanya dengan cerdas, meski kami tahu dia berumur 17 atau 18 tahun," ujar Investor Relation‎ Counsel Inuvo, Alan Sheinwald dikutip .

"Dia benar-benar seperti investor yang profesional," katanya. Brandon ternyata telah belajar menjadi investor sejak umur 13 tahun. ‎Saat duduk di bangku kelas 8 pelajaran matematika, gurunya meminta muridnya untuk memilih satu jenis saham dan melihat bagaimana pergerakannya.  Apa Brandon memilih saham Apple, Starbucks, atau General Electric? Tidak, dia memiliki saham Avalon Rare Metals. Dan pada akhirnya saham Avalon naik tinggi kala itu. "Berinvestasi adalah hal yang kusuka," tutur Brandon.

Tak lama setelah bubaran kelas, Brandon mulai mencoba memperjualbelikan saham tiruan di Marketwatch.com. Dia sangat beruntung karena ibunya yang seorang dokter gigi dan ayahnya yang berkerja di bisnis limbah besi memberinya modal awal US$ 48 ribu untuk berinvestasi.

Brandon sudah punya gaya berinvestasi yang unik sejak sekolah. Banyak manajer pembiayaan merekomendasikan investor baru untuk membeli dalam jumlah besar, saham yang sudah tersohor. Tapi tidak bagi Brandon. Dia biasanya membeli saham-saham kecil, dan dia mengaku tak pernah menahan sahamnya lebih dari satu tahun.

Brandon kini punya 8 saham berbeda, salah satunya adalah saham di perusahaan Time Warn‎er, induk usaha CNN. Dia senang berinvestasi di perusahaan kecil karena beberapa alasan. Saat semua hal bisa saja terjadi pada industri atau perusahaannya, kabar akan hal tersebut membatasi pergerakan saham-saham kecil.

Seperti Brandon pada Inuvo, perusahaan kecil terkadang kepemimpinannya mudah diakses oleh investor.  "Hampir seperti saat kamu memberikan orang lain wawancara pekerjaan‎, dan kamu ingin dia menjadi CEO perusahaan" tutur Brandon.  Gaya-gaya yang dimiliki Brandon ini bisa memberi contoh bagi investor muda lainnya.

Brandon pun punya situs berbagi informasi online, tentunya mengenai investasi dan saham. Dia merinci 101 langkah berinvestasi versinya. Dia juga punya tim yang beranggotakan 40 penulis sukarela untuk The Financial Bulls dan surat kabarnya. Kini, pelanggan situsnya sudah bertambah menjadi 375 orang setelah pada bulan Januari hanya 60 orang.  "Saya ingin mendorong orang untuk belajar berinvestasi," katanya.  "Situs ini mendapatkan banyak ide cemerlang dari investor muda dan memberikan cara baru untuk melihat sesuatu," imbuhnya.

Laba Bersih Indofood Sukses Makmur Anjlok 37,4 Persen Kuartal 1 2015

PT Indofood Sukses Makmur Tbk mencatatkan kinerja yang kurang cemerlang di sepanjang tiga bulan pertama 2015. Ini ditandai dengan anjloknya laba periode berjalan perseroan dari Rp 1,39 triliun pada kuartal I 2014, menjadi Rp 870,1 miliar hingga akhir Maret 2015 kemarin.

Selain itu, angka penjualan perseroan di triwulan pertama tahun ini juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,1 persen menjadi Rp 15,02 triliun. “Memasuki 2015, kondisi makro ekonomi domestik masih kurang kondusif. Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan dan nilai tukar yang masih terus terdepresiasi, kinerja operasional kami tetap tangguh seperti yang tercermin dalam core profit kami,” ujar Anthoni Salim, Chief Executive Officer Indofood dalam keterangan resmi yang dikutip, Jumat (1/5).

Walau mengalami penurunan di pos laba bersih dan penjualan, margin laba usaha Indofood diketahui masih dapat tumbuh dari 10 persen menjadi 11,6 persen. Meski begitu, posisi marjin laba bersih mengalami penurunan menjadi 5,8 persen dari 9,2 persen. “Ini karena rugi selisih kurs yang belum teralisasi sebagai akibat melemahnya nilai tukar rupiah,” tambah manajemen. Sebagai informasi, penjualan emiten bertiker INDF tersebut di kuartal I 2015 masih ditopang oleh divisi produk konsumen bermerek sebesar 52 persen, Bogasari sebesar 25 persen, lini agribisnis sebesar 15 persen dan distribusi sekitar 8 persen.

Sementara itu, anak usaha perseroan yang menjadi penompang penjualan produk makanan bermerk yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 796 miliar, naik 14 persen dibandingkan capaiannya di periode yang sama tahun lalu di angka Rp 698,7 miliar. Sedangkan untuk perolehan angka penjualan emiten bertiker ICBP ini di tiga bulan pertama 2015 mencapai Rp 7,97 triliun, meningkat 8,3 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu di Rp 7,36 triliun.

“ICBP kembali mencatatkan kinerja yang baik meskipun menghadapi kondisi pasar yang penuh tantangan. Kami tetap yakin pada potensi jangka panjang Indonesia, serta kami akan terus berupaya mempercepat pertumbuhan dan menyeimbangkan portofolio usaha perseroan,” tandas Anthoni. Sejauh ini, lini bisnis mie instan masih menyumbang penjualan terbesar bagi ICBP dengan prosentasi 68 persen, disusul lini dairy 16 persen, makanan ringan 6 persen, minuman 6 persen, serta penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus masing-masing 2 persen.

Produsen mie instan yang dikenal dengan merek 'Indomie', PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp 30,02 triliun sepanjang 2014, meningkat 19,6 persen dari capaian 2013 sebesar Rp 25,09 triliun karena kenaikan harga jual rata-rata.

Divisi terbesar Indofood CBP, yaitu mie instan, memberikan kontribusi sekitar 65 persen terhadap penjualan bersih, diikuti oleh divisi dairy, makanan ringan, dan minuman yang masing masing memeberikan kontribusi sebanyak 18 persen, 7 persen, 6 persen. Sementara, divisi penyedap makanan dan nutrisi serta makanan khusus menyumbang kontribusi sekitar 2 persen.

Laba bruto naik 25,4 persen menjadi Rp 8,06 triliun dari Rp 6,43 triliun pada 2013, dan marjin laba bruto meningkat menjadi 26,8 persen dari 25,6 persen. Laba usaha tumbuh 12,9 persen menjadi Rp 3,13 triliun dari Rp 2,77 triliun, tetapi marjin laba usaha turun menjadi 10,4 persen dari 11 persen yang disebabkan naiknya beban penjualan dan beban umum serta administrasi.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 17 persen menjadi Rp 2,6 triliun dari Rp 2,23 triliun. Namun marjin laba bersih turun sedikit menjadi 8,7 persen dari 8,9 persen. Sementara itu core profit tumbuh 18,2 persen menjadi Rp 2,55 triliun dari Rp 2,15 triliun.

Direktur Utama Indofood CBP, Anthoni Salim mengatakan perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba sebelum bunga dan pajak di tengah kondisi perekonomian dalam negeri dan industri fast moving consumer goods yang sulit. “Kami akan terus berupaya untuk mempercepat pertumbuhan secara organik serta mengidentifikasi berbagai peluang usaha baru,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (20/3).

Anthoni mengungkapkan pihaknya meyakini bahwa dengan tujuan dan arahan strategis yang jelas, kemampuan untuk berkembang dan menyesuaikan diri dengan kondisi pasar secara dinamis, serta kedisiplinan dalam menjalankannya, akan membuat perseroan berada dalam kondisi yang baik untuk menangkap peluang-peluang yang ada.

Menurut majalah Forbes, Anthoni Salim yang merupakan anak dari Sudono Salim atau Liem Sioe Liong, tercatat sebagai orang terkaya ke-3 di Indonesia. Forbes mengklaim kekayaan keluarga Salim diperkirakan mencapai US$ 5,9 miliar setara dengan Rp 77,82 triliun

Buruh Tolak Uang BPJS Dipakai Bangun Rumah Susun

Ribuan buruh di Semarang hari ini menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh atau May Day. Beberapa kelompok serikat buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jawa Tengah menyuarakan aspirasi di sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Salah satu yang mereka suarakan adalah menolak program Presiden Joko Widodo membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) menggunakan iuran pembayaran buruh untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. “Jokowi seperti merampok uang buruh,” kata koordinator aksi, Nanang Setiono, Jumat, 1 Mei 2015.

Menurut dia, dalam mewujudkan rusunawa, Jokowi berencana tidak menggunakan anggaran APBN tapi justru menggunakan 40 persen dana BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan uang simpanan buruh. Anehnya, ucap Nanang, rusunawa dibangun dari uang buruh tapi buruh harus menyewa. “Meski dibangun dari uang buruh, tapi nantinya aset rusunawa akan dimiliki pemerintah,” ujar Nanang.

Nanang sangat kecewa dengan rencana pemerintah tersebut. Pada peringatan Hari Buruh 2014, tutur dia, buruh dapat kado dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena menjadikan 1 Mei sebagai hari libur. “Jokowi belum memberikan kado ke buruh,” tutur Nanang.

Selain menolak pembangunan rusunawa menggunakan dana BPJS, para buruh menyuarakan berbagai aspirasinya, antara lainnya menolak upah murah, menuntut jaminan kesejahteraan yang masih jauh dari harapan, meminta penghapusan sistem kerja kontrak, dan menuntut agar Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 65 Tahun 2014 tentang Pedoman Survei KHL direvisi.

Dalam momentum Hari Buruh, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak berada di kantornya. Politikus PDI Perjuangan tersebut ke Borobudur, Magelang, untuk memperingati Hari Buruh bersama para buruh di sana.