Anak usaha grup Sinarmas di bidang properti, PT Puradelta Lestari bakal melepaskan sahamnya di lantai bursa. Harga saham dinyatakan mencapai kisaran Rp 300 per saham, atau berpotensi meraup total Rp 3,25 triliun. Sumber yang mengetahui proses penetapan harga dan penerbitan saham (initial public offering/IPO) Puradelta mengatakan perseroan bakal melepas 20 persen sahamnya, atau sekitar 10,84 miliar lembar.
“Kalau tidak salah, harga sahamnya di kisaran Rp 255- Rp 300 per lembar saham. Yang akan dilepas sekitar 20 persen kepemilikan. Valuasi memakai pembukuan Desember 2014,” ujarnya . ia mengungkapkan, dana hasil raupan IPO tersebut bakal digunakan pengembang kota Delta Mas, Cikarang tersebut untuk membangun infrastruktur, melakukan akuisisi tanah dan menambah modal kerja perseroan.
“Sasarannya investor lokal dan asing. Road show bakal dilakukan mulai minggu depan. Sudah ada yang tertarik, antara lain dari dana pensiun, fund management dan perusahaan asuransi,” ungkapnya.
Asal tahu saja, sebenarnya Puradelta sudah menyatakan bakal IPO sejak dua tahun lalu. Saat itu Puradelta merencanakan untuk melepas sebanyak-banyaknya 10,84 miliar saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Adapun, harga penawaran saat itu sempat dipatok Rp 205-Rp 255 per saham. Sehingga target dana yang diharapkan kala itu mencapai Rp 2,22 triliun hingga Rp 2,77 triliun. Namun, rencana IPO tersebut terpaksa mundur karena kondisi pasar yang dinilai perseroan tak menentu. Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, untuk proses IPO akan dilihat dulu dari tujuan penggunaan dana. Harapannya jika untuk modal kerja, maka ekspansi lebih diutamakan. Terutama untuk industri properti diharapkan bisa menambah cadangan lahan (landbank) saat ini.
“Kalau punya landbank cukup besar, dan dana bakal digunakan untuk akuisisi lahan, maka penambahan itu bakal positif. Karena mereka bakal memiliki persediaan. Daerah Delta Mas di Cikarang juga masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan,” jelasnya. Terkait momentum, dia menilai, memang minat pasar mulai menurun beberapa bulan ini. Namun, lanjutnya, bisa saja IPO Puradelta memberikan animo bagi investor, apalagi ditengah penurunan pasar modal dalam beberapa waktu terakhir ini.
“Tetap kembali ke fundamental perusahaan. Kalaupun ada yang bilang kemahalan, selama fundamental dan prospeknya positif maka masih layak dibeli. Apalagi memiliki nama besar Sinarmas,” jelas Reza.
Sunday, May 3, 2015
Sawit Sumbermas Cetak Laba Bersih Rp 224,20 Miliar Naik 40,9 Persen Kuartal Pertama
Laba PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) pada kuartal pertama 2015 tercatat lebih besar dibanding kuartal yang sama 2014. SSMS membukukan laba bersih hingga 40,9 persen pada kuartal pertama 2015.
Perolehan tersebut disajikan kembali dengan tujuan komparatif, karena pada awal tahun ini perseroan telah menyelesaikan akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari dan PT Tanjung Sawit Abadi. Berdasarkan hal itu, SSMS membukukan laba bersih pada kuartal pertama 2015 sebesar Rp 273,2 miliar, lebih tinggi dibanding kuartal pertama 2014 sebesar Rp 193,87 miliar.
Penjualan bersih juga naik sebesar 14,1 persen, dari Rp 603,17 miliar menjadi Rp 688,3 miliar. Lalu laba usaha perseroan naik dari Rp 276,7 miliar menjadi Rp 312,3 miliar. Sedangkan jumlah aset perseroan tercatat Rp 5,88 triliun, dengan ekuitas Rp 3,15 triliun dan liabilitas Rp 2,73 triliun.
Perusahaan perkebunan sawit asal Kalimantan Tengah, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencetak laba bersih 2015 sebesar Rp 224,20 miliar atau Rp 24 per saham, naik 17,18 persen dari capaian pada periode yang sama 2014 senilai Rp 191,33 miliar, karena meningkatnya penjualan dan menurunnya beban pajak penghasilan badan.
Dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Minggu (3/5), kinerja perseroan pada kuartal I 2015 tersebut didukung oleh penjualan yang mengalami pertumbuhan sebesar 14,12 persen menjadi Rp 688,31 miliar dari penjualan kuartal I 2014 senilai Rp 603,17 miliar.
Penjualan perseroan dikontribusi dari minyak kelapa sawit, inti sawit dan minyak inti kelapa sawit. Adapun penjualan minyak kelapa sawit merupakan kontributor pendapatan terbesar ke perseroan di kuartal I 2015 sebesar Rp 633,31 miliar dari Rp 544,73 miliar pada kuartal I 2014.
Sementara itu, penjualan inti sawit tercatat Rp 55,00 miliar dari Rp 50,99 miliar. Sayangnya, minyak inti kelapa sawit tidak membukukan penjualan, padahal pada kuartal I 2014 mencetak Rp 7,45 miliar. Produksi buah tandan segar Sawit Sumbermas pada kuartal I 2015 mencapai 218.567 metrik ton, naik 3.5 persen dari periode yang sama pada tahun 2014. Sementara produksi kelapa sawit rata-rata sebesar 4,9 metrik ton per hektare
Dari sisi nilai, harga jual rata-rata CPO (crude palm oil/minyak kelapa sawit mentah) pada kuartal I 2015 sebesar Rp 8,0 juta per metrik ton, turun sedikit dari kontrak tahun lalu yaitu Rp 8.3 juta per metrik ton. Di sisi lain, beban pokok meningkat 20,05 persen menjadi Rp 314,11 miliar dari beban pokok pada kuartal I 2014 sebesar Rp 261,64 miliar. Beban penjualan juga naik menjadi Rp 12,22 miliar dari Rp 8,32 miliar.
Lebih lanjut, beban keuangan tercatat menurun menjadi Rp 33,35 miliar dari Rp 47,81 miliar pada kuartal I 2014. Namun, untungnya beban pajak penghasilan badan menurun cukup drastis menjadi Rp 30,40 miliar dari Rp 64,89 miliar. Hingga akhir Maret 2015, total aset perseroan mencapai Rp 5,89 triliun, turun 13,00 persen dari Rp 6,77 triliun pada tahun 2014. Sementara total utang perseroan pada kuartal I 2015 mencapai Rp 2,73 triliun, turun 31,06 persen dari posisi Desember 2014 sebesar Rp 3,96 triliun.
Perolehan tersebut disajikan kembali dengan tujuan komparatif, karena pada awal tahun ini perseroan telah menyelesaikan akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari dan PT Tanjung Sawit Abadi. Berdasarkan hal itu, SSMS membukukan laba bersih pada kuartal pertama 2015 sebesar Rp 273,2 miliar, lebih tinggi dibanding kuartal pertama 2014 sebesar Rp 193,87 miliar.
Penjualan bersih juga naik sebesar 14,1 persen, dari Rp 603,17 miliar menjadi Rp 688,3 miliar. Lalu laba usaha perseroan naik dari Rp 276,7 miliar menjadi Rp 312,3 miliar. Sedangkan jumlah aset perseroan tercatat Rp 5,88 triliun, dengan ekuitas Rp 3,15 triliun dan liabilitas Rp 2,73 triliun.
Perusahaan perkebunan sawit asal Kalimantan Tengah, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencetak laba bersih 2015 sebesar Rp 224,20 miliar atau Rp 24 per saham, naik 17,18 persen dari capaian pada periode yang sama 2014 senilai Rp 191,33 miliar, karena meningkatnya penjualan dan menurunnya beban pajak penghasilan badan.
Dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Minggu (3/5), kinerja perseroan pada kuartal I 2015 tersebut didukung oleh penjualan yang mengalami pertumbuhan sebesar 14,12 persen menjadi Rp 688,31 miliar dari penjualan kuartal I 2014 senilai Rp 603,17 miliar.
Penjualan perseroan dikontribusi dari minyak kelapa sawit, inti sawit dan minyak inti kelapa sawit. Adapun penjualan minyak kelapa sawit merupakan kontributor pendapatan terbesar ke perseroan di kuartal I 2015 sebesar Rp 633,31 miliar dari Rp 544,73 miliar pada kuartal I 2014.
Sementara itu, penjualan inti sawit tercatat Rp 55,00 miliar dari Rp 50,99 miliar. Sayangnya, minyak inti kelapa sawit tidak membukukan penjualan, padahal pada kuartal I 2014 mencetak Rp 7,45 miliar. Produksi buah tandan segar Sawit Sumbermas pada kuartal I 2015 mencapai 218.567 metrik ton, naik 3.5 persen dari periode yang sama pada tahun 2014. Sementara produksi kelapa sawit rata-rata sebesar 4,9 metrik ton per hektare
Dari sisi nilai, harga jual rata-rata CPO (crude palm oil/minyak kelapa sawit mentah) pada kuartal I 2015 sebesar Rp 8,0 juta per metrik ton, turun sedikit dari kontrak tahun lalu yaitu Rp 8.3 juta per metrik ton. Di sisi lain, beban pokok meningkat 20,05 persen menjadi Rp 314,11 miliar dari beban pokok pada kuartal I 2014 sebesar Rp 261,64 miliar. Beban penjualan juga naik menjadi Rp 12,22 miliar dari Rp 8,32 miliar.
Lebih lanjut, beban keuangan tercatat menurun menjadi Rp 33,35 miliar dari Rp 47,81 miliar pada kuartal I 2014. Namun, untungnya beban pajak penghasilan badan menurun cukup drastis menjadi Rp 30,40 miliar dari Rp 64,89 miliar. Hingga akhir Maret 2015, total aset perseroan mencapai Rp 5,89 triliun, turun 13,00 persen dari Rp 6,77 triliun pada tahun 2014. Sementara total utang perseroan pada kuartal I 2015 mencapai Rp 2,73 triliun, turun 31,06 persen dari posisi Desember 2014 sebesar Rp 3,96 triliun.
Saturday, May 2, 2015
Martina Bento Bukukan Penurunan Laba Bersih Sebesar 81,90 Persen
PT Martina Berto Tbk (MBTO) alami penurunan laba bersih sebesar 81,90 persen hingga periode Desember 2014 menjadi Rp2,92 miliar atau Rp2,73 per saham, dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp16,16 miliar atau Rp15,11 per saham. Penjualan neto naik jadi Rp671,39 miliar dibandingkan penjualan neto tahun sebelumnya Rp641,28 miliar, dan laba bruto naik menjadi Rp339,67 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya Rp325,87 miliar.
Namun beban penjualan naik jadi Rp258 miliar dari Rp227,57 miliar tahun 2013 dan beban umum naik jadi Rp72,95 miliar dari Rp70,60 miliar di tahun 2013. Laba usaha turun jadi Rp7,94 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp21,53 miliar.Laba sebelum pajak merosot tajam jadi Rp5,69 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp23 miliar.
Kemudian, total aset per Desember 2014 menjadi Rp619,38 miliar dari total aset per Desember 2013 yang sebesar Rp611,77 miliar. PT Martina Berto Tbk. berencana menurunkan jumlah item produk beredar dari sekitar 1.000 jenis menjadi hanya 400-an.
Sekretaris Perusahaan PT Martina Berto Tbk. Desril Muchtar mengatakan upaya ini dimaksudkan untuk menekan biaya produksi dan ongkos marketing guna menjaga margin laba. Pasalnya, tantangan industri kosmetik yang kian berat membuat emiten berkode MBTO ini pesimistis laba bersih perseroan bisa melonjak di tahun ini.
Sementara itu, penaikan harga produk belum menjadi pembahasan internal perseroan. Menurutnya, persaingan di industri kosmetik semakin ketat sehingga konsumen bisa dengan mudah bersaing jika perseroan menaikkan harga jual. “Prediksi kami justru margin laba akan tergerus,” katanya..
Desril menambahkan perseroan akan menghentikan produksi dan pemasaran beberapa produk yang memiliki margin tipis. Sebaliknya, MBTO hanya akan fokus mengembangkan produk-produk yang memiliki margin cukup lebar. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah efisiensi.
PT Martina Berto Tbk. (MBTO) berencana untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang bergerak dalam sektor produksi kapas kecantikan di tahun ini. Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil menjelaskan perseroan menganggarkan dana sekitar Rp21 miliar untuk menjadi pemegang saham mayoritas dalam anak usaha baru yang bekerja sama dengan perusahaan kontrak manufacturing kapas tersebut.
"Kami targetkan kerja sama tersebut selesai tahun ini dan kami akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan komposisi saham 51% hingga 60%," paparnya. Bryan menjelaskan sumber dana pembentukan JV tersebut berasal dari dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang dialihkan penggunaannya yang awalnya untuk pembangungan dan penambahan kapasitas pabrik baru.
Jika dirinci, awalnya total dana IPO yang mencapai Rp250 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi sebesar Rp135 miliar, sebesar Rp54 miliar untuk bayar utang, dan Rp61 miliar untuk modal kerja. Kemudian perseroan mengubah pos pembangunan pabrik dari yang awalnya Rp135 miliar menjadi Rp75 miliar, sisanya sebesar Rp32 miliar untuk modal kerja, Rp7 miliar untuk perluasan pabrik, dan sebesar Rp21 miliar untuk modal JV.
JV tersebut, selain berfungsi untuk memproduksi kapas dengan brand perseroan, juga akan membuka toll manufacturing untuk perusahaan lainnya, sehingga dapat memberikan untung lebih bagi perusahaan grup Martha Tilaar tersebut. "Sales dari kapas kecantikan perbulannya terus meningkat, sekarang mencapai pada kisaran Rp3 miliar," papar Direktur Keuangan Martina Berto, Handiwidjaja.
Dengan strategi di atas, perseroan optimistis kinerja pada tahun ini lebih positif dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan penurunan pendapatan menjadi Rp641,28 miliar atau melemah 10,7%, sedangkan laba bersih turun cukup dalam sebesar 65,2% menjadi Rp15,84 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp45,52 miliar.
PT Martina Berto Tbk. mengkaji penaikan harga jual produk pada semester II tahun ini. Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil mengatakan kenaikan tarif listrik sejak awal 2014 cukup menganggu kinerja usaha emiten dengan kode MBTO ini. Namun, sejak awal tahun hingga saat ini, perseroan belum pernah menaikkan harga jual produk sebagai langkah menjaga kinerja keuangan perusahaan.
“Tetapi saat ini kami sedang mengkaji, apakah perlu ada kenaikan harga atau tidak. Semoga tidak perlu, tetapi kalau harus dinaikkan, we'll see,” kata Bryan di sela-sela acara BUMN Forum di Jakarta, Selasa (19/8/2014). Mengenai persentase kenaikan harga yang akan ditetapkan, pihaknya masih enggan menyebutkan dengan alasan rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
Berdasarkan laporan keuangan MBTO, sepanjang semester I/2014, laba bersih persoan turun drastis 386,47% menjadi Rp3,77 miliar dari perolehan Rp18,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Salah satu penyebab merosotnya laba bersih disebabkan oleh penjualan perseroan yang turun menjadi Rp308, 18 miliar dari perolehan sebelumnya yang senilai Rp337, 41 miliar.
Selain itu, beban penjualan, mulai dari pemasaran, operasi, umum dan administrasi juga masih mengalami kerugian. Beban penjualan dan pemasaran perseroan sepanjang enam bulan pertama ini tercatat rugi Rp112, 09 miliar. Adapun beban umum dan administrasi tercatat rugi Rp35,99 miliar.
“Penurunan ini pastinya karena ada hambatan di penjualan, kemudian ada investasi, dan sebagainya. Namun, sampai akhir tahun kami masih optimis pendapatan penjualan bisa tumbuh 10% dibandingkan tahun lalu,” jelas dia.
Banyak strategi yang akan dilakukan perusahaan sepanjang lima bulan terakhir ini. Mulai dari melakukan penetrasi distribusi, perbaikan cash flow, serta membentuk anak usaha patungan untuk memperbesar kontrak manufaktur perusahaan. “Perusahaan patungan pelengkap kecantikan, kami ingin mayoritas 51%-60%, semoga bisa signing tahun ini.”
Namun beban penjualan naik jadi Rp258 miliar dari Rp227,57 miliar tahun 2013 dan beban umum naik jadi Rp72,95 miliar dari Rp70,60 miliar di tahun 2013. Laba usaha turun jadi Rp7,94 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp21,53 miliar.Laba sebelum pajak merosot tajam jadi Rp5,69 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp23 miliar.
Kemudian, total aset per Desember 2014 menjadi Rp619,38 miliar dari total aset per Desember 2013 yang sebesar Rp611,77 miliar. PT Martina Berto Tbk. berencana menurunkan jumlah item produk beredar dari sekitar 1.000 jenis menjadi hanya 400-an.
Sekretaris Perusahaan PT Martina Berto Tbk. Desril Muchtar mengatakan upaya ini dimaksudkan untuk menekan biaya produksi dan ongkos marketing guna menjaga margin laba. Pasalnya, tantangan industri kosmetik yang kian berat membuat emiten berkode MBTO ini pesimistis laba bersih perseroan bisa melonjak di tahun ini.
Sementara itu, penaikan harga produk belum menjadi pembahasan internal perseroan. Menurutnya, persaingan di industri kosmetik semakin ketat sehingga konsumen bisa dengan mudah bersaing jika perseroan menaikkan harga jual. “Prediksi kami justru margin laba akan tergerus,” katanya..
Desril menambahkan perseroan akan menghentikan produksi dan pemasaran beberapa produk yang memiliki margin tipis. Sebaliknya, MBTO hanya akan fokus mengembangkan produk-produk yang memiliki margin cukup lebar. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah efisiensi.
PT Martina Berto Tbk. (MBTO) berencana untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang bergerak dalam sektor produksi kapas kecantikan di tahun ini. Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil menjelaskan perseroan menganggarkan dana sekitar Rp21 miliar untuk menjadi pemegang saham mayoritas dalam anak usaha baru yang bekerja sama dengan perusahaan kontrak manufacturing kapas tersebut.
"Kami targetkan kerja sama tersebut selesai tahun ini dan kami akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan komposisi saham 51% hingga 60%," paparnya. Bryan menjelaskan sumber dana pembentukan JV tersebut berasal dari dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang dialihkan penggunaannya yang awalnya untuk pembangungan dan penambahan kapasitas pabrik baru.
Jika dirinci, awalnya total dana IPO yang mencapai Rp250 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi sebesar Rp135 miliar, sebesar Rp54 miliar untuk bayar utang, dan Rp61 miliar untuk modal kerja. Kemudian perseroan mengubah pos pembangunan pabrik dari yang awalnya Rp135 miliar menjadi Rp75 miliar, sisanya sebesar Rp32 miliar untuk modal kerja, Rp7 miliar untuk perluasan pabrik, dan sebesar Rp21 miliar untuk modal JV.
JV tersebut, selain berfungsi untuk memproduksi kapas dengan brand perseroan, juga akan membuka toll manufacturing untuk perusahaan lainnya, sehingga dapat memberikan untung lebih bagi perusahaan grup Martha Tilaar tersebut. "Sales dari kapas kecantikan perbulannya terus meningkat, sekarang mencapai pada kisaran Rp3 miliar," papar Direktur Keuangan Martina Berto, Handiwidjaja.
Dengan strategi di atas, perseroan optimistis kinerja pada tahun ini lebih positif dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan penurunan pendapatan menjadi Rp641,28 miliar atau melemah 10,7%, sedangkan laba bersih turun cukup dalam sebesar 65,2% menjadi Rp15,84 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp45,52 miliar.
PT Martina Berto Tbk. mengkaji penaikan harga jual produk pada semester II tahun ini. Direktur Utama Martina Berto Bryan David Emil mengatakan kenaikan tarif listrik sejak awal 2014 cukup menganggu kinerja usaha emiten dengan kode MBTO ini. Namun, sejak awal tahun hingga saat ini, perseroan belum pernah menaikkan harga jual produk sebagai langkah menjaga kinerja keuangan perusahaan.
“Tetapi saat ini kami sedang mengkaji, apakah perlu ada kenaikan harga atau tidak. Semoga tidak perlu, tetapi kalau harus dinaikkan, we'll see,” kata Bryan di sela-sela acara BUMN Forum di Jakarta, Selasa (19/8/2014). Mengenai persentase kenaikan harga yang akan ditetapkan, pihaknya masih enggan menyebutkan dengan alasan rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
Berdasarkan laporan keuangan MBTO, sepanjang semester I/2014, laba bersih persoan turun drastis 386,47% menjadi Rp3,77 miliar dari perolehan Rp18,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Salah satu penyebab merosotnya laba bersih disebabkan oleh penjualan perseroan yang turun menjadi Rp308, 18 miliar dari perolehan sebelumnya yang senilai Rp337, 41 miliar.
Selain itu, beban penjualan, mulai dari pemasaran, operasi, umum dan administrasi juga masih mengalami kerugian. Beban penjualan dan pemasaran perseroan sepanjang enam bulan pertama ini tercatat rugi Rp112, 09 miliar. Adapun beban umum dan administrasi tercatat rugi Rp35,99 miliar.
“Penurunan ini pastinya karena ada hambatan di penjualan, kemudian ada investasi, dan sebagainya. Namun, sampai akhir tahun kami masih optimis pendapatan penjualan bisa tumbuh 10% dibandingkan tahun lalu,” jelas dia.
Banyak strategi yang akan dilakukan perusahaan sepanjang lima bulan terakhir ini. Mulai dari melakukan penetrasi distribusi, perbaikan cash flow, serta membentuk anak usaha patungan untuk memperbesar kontrak manufaktur perusahaan. “Perusahaan patungan pelengkap kecantikan, kami ingin mayoritas 51%-60%, semoga bisa signing tahun ini.”
Laba Bersih Kalbe Farma Tumbuh 4,4 Persen Senilai Rp 4,06 Triliun Kuartal Pertama 2015
Lantaran terdampak penurunan daya beli dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), PT Kalbe Farma Tbk mencatatkan penjualan sebesar Rp 4, 24 triliun di sepanjang Januari hingga Maret 2015. Itu artinya, penjualan perseroan hanya mengalami pertumbuhan 4,4 persen ketimbang capaian periode yang sama tahun lalu di angka Rp 4,06 triliun.
“Tingginya tingkat inflasi 2014 pada angka 8 persen juga masih menjadi penyebab turunnya daya beli masyarakat hingga triwulan pertama tahun ini. Di samping itu, perlambatan pertumbuhan juga dipengaruhi pertumbuhan penjualan yang negatif di bisnis distribusi dan logistik, serta dampak penarikan salah satu produk obat resep," ujar Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe, Vidjongtius melalui keterangan resmi yang dikutip, Jumat (1/5).
Selain pendapatan bersih, perlambatan kinerja keuangan juga terjadi di pos perolehan laba bersih emiten bertiker KLBF ini. Di dalam tiga bulan kemarin, laba bersih Kalbe menyentuh angka Rp 529 miliar, atau hanya tumbuh 7,2 persen dibandingkan perolehan di periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp 493 miliar.
Begitu pun dengan laba usaha perseroan yang hanya tumbuh 6,3 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Meski begitu, Vidjongtius bilang rasio laba usaha terhadap penjualan bersih di triwulan pertama tahun 2015 mampu meningkat menjadi 16,1 persen dari 15,8 persen pada periode yang sama di 2014. “Hal (perlambatan) ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan volume yang melambat akibat dampak inflasi, pengaruh penarikan produk obat resep dan penurunan pada Divisi Distribusi dan Logistik karena pengakhiran kontrak distribusi dengan salah satu prinsipal pihak ketiga di akhir tahun 2014,” tuturnya.
Berangkat dari capaian tadi, manajemen pun merevisi targetkan perseroan yang sudah dibuatnya pada akhir tahun lalu. “Dengan mempertimbangkan situasi makro ekonomi yang cenderung melemah dan belum stabil serta faktor internal seperti dampak penarikan produk, kami merevisi target menjadi 7 persen sampai 9 persen untuk pertumbuhan penjualan bersih. Sementara untuk pertumbuhan laba bersih di kisaran 9 persen sampai 11 persen serta mempertahankan target marjin laba operasional di level 16 sampai 17 persen,” cetusnya
Perusahaan farmasi pelat merah PT Kalbe Farma Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp 2,06 triliun pada 2014, naik 7,6 persen dibandingkan capaian 2013 senilai Rp 1,92 triliun. Namun capaian itu melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 2013 dari 2012 yang mencapai 10,7 persen. Vidjongtius, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe mengatakan sesuai dengan indikasi awal, hasil audit laporan keuangan Kalbe menunjukkan kinerja yang baik pada tahun 2014 dengan pertumbuhan penjualan produk-produk Kalbe. Di sisi lain, dia mengakui adanya penurunan pertumbuhan di lini bisnis tertentu.
“Walaupun menghadapi kondisi pasar yang menantang, produk-produk obat resep, produk kesehatan, maupun nutrisi, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan yang baik. Terjadinya penurunan pertumbuhan Kalbe secara keseluruhan terutama terkait oleh kinerja produk-produk pihak ketiga pada bisnis distribusi kami,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (30/3).
Kalbe membukukan penjualan bersih pada kisaran Rp 17,4 Triliun pada tahun 2014 atau mencatat pertumbuhan sebesar 8,5 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp 16,0 Triliun. Laba kotor bertumbuh sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun 2013. "Sementara itu, marjin laba kotor terhadap penjualan bersih sedikit meningkat menjadi 48,8 persen dibandingkan 48,0 persen pada tahun sebelumnya, walaupun terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah sekitar 12,5 persen," jelasnya.
Perubahan bauran bisnis dengan melambatnya pertumbuhan bisnis distribusi telah memberikan dampak positif terhadap marjin. Laba usaha bertumbuh sebesar 8,3 persen. Walaupun marjin laba kotor meningkat, rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada tahun 2014 stabil pada tingkat 15,9 persen, akibat peningkatan beban penjualan dan pemasaran serta biaya riset dan pengembangan.
Perseroan, lanjut Vidjongtius, secara konsisten melakukan aktivitas pemasaran di seluruh Indonesia untuk meningkatkan brand awareness, terutama atas produk-produk baru Kalbe. Di samping itu, Perseroan terus melakukan aktivitas riset dan pengembangan secara berkelanjutan untuk memperkuat portofolio produk Kalbe. “Laba bersih bertumbuh sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun 2013, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan laba usaha terutama akibat peningkatan beban bunga dan biaya keuangan serta biaya lain-lain,” jelas Vidjongtius.
Di sisi lain, terjadinya perlambatan pertumbuhan produk obat generik bermerek pada tahun 2014 merupakan dampak penyesuaian pasar terhadap program JKN. Perseroan menyatakan terus mengembangkan produk-produk obat resep berteknologi tinggi seperti di antaranya produk onkologi untuk memperkuat portofolio.
Lebih lanjut, Divisi Distribusi dan Logistik mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar -5.2 persen yang terutama mencerminkan perlambatan pertumbuhan prinsipal pihak ketiga. "Ke depannya, Perseroan akan terus memperkuat jaringan distribusi untuk meningkatkan jangkauan dan ketersediaan produk Kalbe," ujar Vidjongtius.
“Tingginya tingkat inflasi 2014 pada angka 8 persen juga masih menjadi penyebab turunnya daya beli masyarakat hingga triwulan pertama tahun ini. Di samping itu, perlambatan pertumbuhan juga dipengaruhi pertumbuhan penjualan yang negatif di bisnis distribusi dan logistik, serta dampak penarikan salah satu produk obat resep," ujar Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe, Vidjongtius melalui keterangan resmi yang dikutip, Jumat (1/5).
Selain pendapatan bersih, perlambatan kinerja keuangan juga terjadi di pos perolehan laba bersih emiten bertiker KLBF ini. Di dalam tiga bulan kemarin, laba bersih Kalbe menyentuh angka Rp 529 miliar, atau hanya tumbuh 7,2 persen dibandingkan perolehan di periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp 493 miliar.
Begitu pun dengan laba usaha perseroan yang hanya tumbuh 6,3 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Meski begitu, Vidjongtius bilang rasio laba usaha terhadap penjualan bersih di triwulan pertama tahun 2015 mampu meningkat menjadi 16,1 persen dari 15,8 persen pada periode yang sama di 2014. “Hal (perlambatan) ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan volume yang melambat akibat dampak inflasi, pengaruh penarikan produk obat resep dan penurunan pada Divisi Distribusi dan Logistik karena pengakhiran kontrak distribusi dengan salah satu prinsipal pihak ketiga di akhir tahun 2014,” tuturnya.
Berangkat dari capaian tadi, manajemen pun merevisi targetkan perseroan yang sudah dibuatnya pada akhir tahun lalu. “Dengan mempertimbangkan situasi makro ekonomi yang cenderung melemah dan belum stabil serta faktor internal seperti dampak penarikan produk, kami merevisi target menjadi 7 persen sampai 9 persen untuk pertumbuhan penjualan bersih. Sementara untuk pertumbuhan laba bersih di kisaran 9 persen sampai 11 persen serta mempertahankan target marjin laba operasional di level 16 sampai 17 persen,” cetusnya
Perusahaan farmasi pelat merah PT Kalbe Farma Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp 2,06 triliun pada 2014, naik 7,6 persen dibandingkan capaian 2013 senilai Rp 1,92 triliun. Namun capaian itu melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 2013 dari 2012 yang mencapai 10,7 persen. Vidjongtius, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe mengatakan sesuai dengan indikasi awal, hasil audit laporan keuangan Kalbe menunjukkan kinerja yang baik pada tahun 2014 dengan pertumbuhan penjualan produk-produk Kalbe. Di sisi lain, dia mengakui adanya penurunan pertumbuhan di lini bisnis tertentu.
“Walaupun menghadapi kondisi pasar yang menantang, produk-produk obat resep, produk kesehatan, maupun nutrisi, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan yang baik. Terjadinya penurunan pertumbuhan Kalbe secara keseluruhan terutama terkait oleh kinerja produk-produk pihak ketiga pada bisnis distribusi kami,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (30/3).
Kalbe membukukan penjualan bersih pada kisaran Rp 17,4 Triliun pada tahun 2014 atau mencatat pertumbuhan sebesar 8,5 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp 16,0 Triliun. Laba kotor bertumbuh sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun 2013. "Sementara itu, marjin laba kotor terhadap penjualan bersih sedikit meningkat menjadi 48,8 persen dibandingkan 48,0 persen pada tahun sebelumnya, walaupun terjadi pelemahan nilai tukar Rupiah sekitar 12,5 persen," jelasnya.
Perubahan bauran bisnis dengan melambatnya pertumbuhan bisnis distribusi telah memberikan dampak positif terhadap marjin. Laba usaha bertumbuh sebesar 8,3 persen. Walaupun marjin laba kotor meningkat, rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada tahun 2014 stabil pada tingkat 15,9 persen, akibat peningkatan beban penjualan dan pemasaran serta biaya riset dan pengembangan.
Perseroan, lanjut Vidjongtius, secara konsisten melakukan aktivitas pemasaran di seluruh Indonesia untuk meningkatkan brand awareness, terutama atas produk-produk baru Kalbe. Di samping itu, Perseroan terus melakukan aktivitas riset dan pengembangan secara berkelanjutan untuk memperkuat portofolio produk Kalbe. “Laba bersih bertumbuh sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun 2013, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan laba usaha terutama akibat peningkatan beban bunga dan biaya keuangan serta biaya lain-lain,” jelas Vidjongtius.
Di sisi lain, terjadinya perlambatan pertumbuhan produk obat generik bermerek pada tahun 2014 merupakan dampak penyesuaian pasar terhadap program JKN. Perseroan menyatakan terus mengembangkan produk-produk obat resep berteknologi tinggi seperti di antaranya produk onkologi untuk memperkuat portofolio.
Lebih lanjut, Divisi Distribusi dan Logistik mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar -5.2 persen yang terutama mencerminkan perlambatan pertumbuhan prinsipal pihak ketiga. "Ke depannya, Perseroan akan terus memperkuat jaringan distribusi untuk meningkatkan jangkauan dan ketersediaan produk Kalbe," ujar Vidjongtius.
Inflasi Bulan April Terjadi Karena Kenaikan Barang Yang Diatur Oleh Pemerintah
Mandiri Sekuritas menilai kenaikan harga-harga barang yang diatur pemerintah (administered price) telah memicu inflasi pada bulan lalu. Inflasi April 2015 diprediksi bergerak ke kisaran 0,31 persen, setelah bulan sebelumnya terbentuk di angka 0,17 persen. Apabila dibandingkan dengan inflasi April 2015, inflasi bulan lalu (year on year) diperkirakan sebesar 6,73 persen. Secara kumulatif, Mandiri Sekuritas melihat selama periode Januari-April masih akan deflasi sekitar 0,13 persen.
"Rebound harga minyak dan melemahnya mata uang mendorong inflasi administered prices," jelas Mandiri Sekuritas dalam riset yang dikirimkan ekonomnya, Aldian Taloputro kepada CNN Indonesia, Sabtu (2/5). Berdasarkan catatan Mandiri Sekuritas, harga minyak mentah selama periode Januari-April 2015 mengalami kenaikan 14 persen, sedangkan rupiah terdepresiasi 4,3 persen. Akibatnya, harga barang dan jasa yang terkait dengan keduanya mengalami penyesuaian, antara lain harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik, dan LPG 12 kg.
"Harga untuk BBM RON88 dan diesel yang naik di bulan April 2015 masing-masing sebesar 7,4 persen dan 7,8 persen, setelah pada bulan sebelumnya keduanya naik 3 persen," jelas Mandiri Sekuritas. Sementara itu, setelah beberapa bulan memangkas harga, PLN untuk pertama kalinya menaikkan tarif listrik rumah tangga, industri, bisnis, dan pemerintah masing-masing sebesar 2,8 persen. Di sisi lain, Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg sekitar 5,8 persen.
Dari sisi harga pangan, Mandiri Sekuritas mengestimasi faktor panen raya berhasil menarik ke bawah harga beras rata-rata 3,4 persen pada April 2015. Penurunan harga beras diprediksi menyumbang deflasi 0,13 persen pada April 2015. Beberapa komoditas makanan mentah lain juga mengalami penurunan harga, antara lain cabai dan telur ayam. Hanya harga bawang yang cenderung naik, dengan prediksi inflasi 17,6 persen.
"Secara keseluruhan, kami memperkirakan komponen makanan mentah deflasi 0,12 persen," jelas Mandiri Sekuritas. Bank Indonesia (BI) melihat kecenderungan harga barang dan jasa mengalami peningkatan pada bulan ini. Indikatornya tercermin dari inflasi April 2015, yang diprediksi bank sentral menyentuh kisaran 0,44 persen, meningkat dari bulan sebelumnya 0,19 persen.
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan kendati harga-harga barang yang bergejolak (volatile food) relatif terkendali, kenaikan biaya transportasi berpotensi memicu inflasi April. Apabila prediksi BI terbukti, maka terjadi pembalikan tren harga yang sebelumnya terjadi deflasi pada dua bulan pertama 2015.
"Komponen terbesar inflasi April terdapat di biaya transportasi. Bahkan kontribusi bisa mencapai 50 persen dari angka inflasi di bulan April," ujar Agus di Jakarta, Rabu (29/1). Lebih lanjut Agus mengatakan, BI selaku otoritas moneter akan segera melakukan pengendalian inflasi, khususnya untuk barang-barang yang harganya diatur pemerintah (administered price) serta volatile food. Upaya ini merupakan mitigasi melonjaknya inflasi menjelang bulan Ramadhan yang akan masuk sebentar lagi.
"Namun kami masih belum bisa memberikan prediksi inflasi tahunan (year-on-year) April. Angkanya masih sekitar 6 persen, tapi yang bisa kami berikan adalah prediksi inflasi bulanan dulu saja," tuturnya. Sebagai informasi, Indonesia mengalami deflasi pada Januari sebesar 0,24 persen dan 0,36 persen di Februari. Adanya fakta ini kemudian diikuti oleh penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin, dari 7,75 persen ke 7,5 persen; serta penurunan suku bunga fasilitas deposito dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen pada Februari.
Inflasi kemudian terjadi pada Maret sebesar 0,17 persen, yang dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan ongkos transportasi. Meskipun begitu, BI mencatat inflasi inti justru menurun dari 0,34 persen pada Februari menjadi 0,29 persen seiring permintaan domestik yang relatif moderat di tengah penurunan harga komoditas global. Apabila prediksi BI tepat, maka secara inflasi kumulatif inflasi pada empat bulan pertama 2015 akan mencapai 0,01 persen. Sebelumnya, BI mencatat adanya akumulasi inflasi sebesar -0,43 persen pada kuartal pertama 2015.
"Rebound harga minyak dan melemahnya mata uang mendorong inflasi administered prices," jelas Mandiri Sekuritas dalam riset yang dikirimkan ekonomnya, Aldian Taloputro kepada CNN Indonesia, Sabtu (2/5). Berdasarkan catatan Mandiri Sekuritas, harga minyak mentah selama periode Januari-April 2015 mengalami kenaikan 14 persen, sedangkan rupiah terdepresiasi 4,3 persen. Akibatnya, harga barang dan jasa yang terkait dengan keduanya mengalami penyesuaian, antara lain harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik, dan LPG 12 kg.
"Harga untuk BBM RON88 dan diesel yang naik di bulan April 2015 masing-masing sebesar 7,4 persen dan 7,8 persen, setelah pada bulan sebelumnya keduanya naik 3 persen," jelas Mandiri Sekuritas. Sementara itu, setelah beberapa bulan memangkas harga, PLN untuk pertama kalinya menaikkan tarif listrik rumah tangga, industri, bisnis, dan pemerintah masing-masing sebesar 2,8 persen. Di sisi lain, Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg sekitar 5,8 persen.
Dari sisi harga pangan, Mandiri Sekuritas mengestimasi faktor panen raya berhasil menarik ke bawah harga beras rata-rata 3,4 persen pada April 2015. Penurunan harga beras diprediksi menyumbang deflasi 0,13 persen pada April 2015. Beberapa komoditas makanan mentah lain juga mengalami penurunan harga, antara lain cabai dan telur ayam. Hanya harga bawang yang cenderung naik, dengan prediksi inflasi 17,6 persen.
"Secara keseluruhan, kami memperkirakan komponen makanan mentah deflasi 0,12 persen," jelas Mandiri Sekuritas. Bank Indonesia (BI) melihat kecenderungan harga barang dan jasa mengalami peningkatan pada bulan ini. Indikatornya tercermin dari inflasi April 2015, yang diprediksi bank sentral menyentuh kisaran 0,44 persen, meningkat dari bulan sebelumnya 0,19 persen.
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan kendati harga-harga barang yang bergejolak (volatile food) relatif terkendali, kenaikan biaya transportasi berpotensi memicu inflasi April. Apabila prediksi BI terbukti, maka terjadi pembalikan tren harga yang sebelumnya terjadi deflasi pada dua bulan pertama 2015.
"Komponen terbesar inflasi April terdapat di biaya transportasi. Bahkan kontribusi bisa mencapai 50 persen dari angka inflasi di bulan April," ujar Agus di Jakarta, Rabu (29/1). Lebih lanjut Agus mengatakan, BI selaku otoritas moneter akan segera melakukan pengendalian inflasi, khususnya untuk barang-barang yang harganya diatur pemerintah (administered price) serta volatile food. Upaya ini merupakan mitigasi melonjaknya inflasi menjelang bulan Ramadhan yang akan masuk sebentar lagi.
"Namun kami masih belum bisa memberikan prediksi inflasi tahunan (year-on-year) April. Angkanya masih sekitar 6 persen, tapi yang bisa kami berikan adalah prediksi inflasi bulanan dulu saja," tuturnya. Sebagai informasi, Indonesia mengalami deflasi pada Januari sebesar 0,24 persen dan 0,36 persen di Februari. Adanya fakta ini kemudian diikuti oleh penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin, dari 7,75 persen ke 7,5 persen; serta penurunan suku bunga fasilitas deposito dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen pada Februari.
Inflasi kemudian terjadi pada Maret sebesar 0,17 persen, yang dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan ongkos transportasi. Meskipun begitu, BI mencatat inflasi inti justru menurun dari 0,34 persen pada Februari menjadi 0,29 persen seiring permintaan domestik yang relatif moderat di tengah penurunan harga komoditas global. Apabila prediksi BI tepat, maka secara inflasi kumulatif inflasi pada empat bulan pertama 2015 akan mencapai 0,01 persen. Sebelumnya, BI mencatat adanya akumulasi inflasi sebesar -0,43 persen pada kuartal pertama 2015.
Formula Agar Upah Buruh Naik 2 Tahun Sekali Sesuai Dengan Laba Perusahaan
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri tak mempermasalahkan tuntutan buruh yang ingin menaikkan upah mereka sebesar 32 persen. "Kalau formulanya sudah selesai digodok, tidak masalah mau naik dua tahun sekali pun," kata dia di Monas, Jakarta Pusat, 1 Mei 2015.
Menurut dia, kenaikan upah harus menghitung kemampuan pelaku usaha. "Formulanya harus seimbang antara buruh dengan para pengusaha," ucap dia. Sehingga, perusahaan bisa merencanakan keuangan dengan cermat. Adapun tuntutan buruh lain seperti penghapusan outsourcing, Hanif mengakui masalah itu masih menjadi pekerjaan utamanya. "Ini soal penegakan hukum ketenagakerjaan." Ia terus berusaha agar pengusaha mematuhi aturan yang berlaku.
Hanif datang ke acara unjuk rasa yang digelar buruh di Monas. Ia datang pukul 12.00 mengenakan kemeja putih. Begitu datang, ia berbaur dengan kaum buruh. "Saya ke sini untuk memonitor perayaan hari buruh," kata dia menjelaskan tujuan kedatangannya. Selain itu, ia memastikan komitmen dari para pemimpin serikat pekerja yang sudah disampaikan ke presiden kalau aksi ini akan berjalan tertib, aman, dan damai.
Selain Hanif, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Badrodin Haiti juga turut meninjau aksi unjuk rasa buruh. "Cukup aman dan baik," katanya. Bahkan, ujar dia, di daerah lain perayaan hari buruh diisi dengan kegiatan positif seperti kerja bakti. "Ini patut dicontoh. Citra unjuk rasa mengganggu masyarakat tidak tercermin sekarang," katanya.
Menurut dia, kenaikan upah harus menghitung kemampuan pelaku usaha. "Formulanya harus seimbang antara buruh dengan para pengusaha," ucap dia. Sehingga, perusahaan bisa merencanakan keuangan dengan cermat. Adapun tuntutan buruh lain seperti penghapusan outsourcing, Hanif mengakui masalah itu masih menjadi pekerjaan utamanya. "Ini soal penegakan hukum ketenagakerjaan." Ia terus berusaha agar pengusaha mematuhi aturan yang berlaku.
Hanif datang ke acara unjuk rasa yang digelar buruh di Monas. Ia datang pukul 12.00 mengenakan kemeja putih. Begitu datang, ia berbaur dengan kaum buruh. "Saya ke sini untuk memonitor perayaan hari buruh," kata dia menjelaskan tujuan kedatangannya. Selain itu, ia memastikan komitmen dari para pemimpin serikat pekerja yang sudah disampaikan ke presiden kalau aksi ini akan berjalan tertib, aman, dan damai.
Selain Hanif, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Badrodin Haiti juga turut meninjau aksi unjuk rasa buruh. "Cukup aman dan baik," katanya. Bahkan, ujar dia, di daerah lain perayaan hari buruh diisi dengan kegiatan positif seperti kerja bakti. "Ini patut dicontoh. Citra unjuk rasa mengganggu masyarakat tidak tercermin sekarang," katanya.
Hari Buruh dan Fakta Menarik Mengenai May Day
Buruh di seluruh Tanah Air kemarin memperingati Hari Buruh atau dikenal juga dengan sebutan May Day. Namun Anda mungkin masih bertanya-tanya sebenarnya apa itu May Day. May Day adalah hari ketika para buruh dan serikat pekerja turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan pemilik perusahaan.
Sejenak, berhentilah berpikir tentang kemacetan atau mungkin kerusuhan yang timbul akibat aksi protes buruh. Pahamilah sejarah dan perjuangan May Day sehingga Anda lebih bijak memberikan penilaian.
1. Apa itu May Day?
May Day adalah hari libur di banyak kota di dunia, dan hari ini memiliki banyak arti untuk banyak orang. Untuk beberapa orang, hari ini adalah waktu untuk merayakan musim semi. Sedangkan bagi yang lain, ini adalah hari untuk mengenang para pekerja di seluruh dunia. Asal-usulnya berasal dari penanggalan kuno Inggris Saxon. Dan saat ini, 1 Mei telah menjadi hari bagi kelompok-kelompok buruh dan kelompok protes lainnya untuk menyampaikan aspirasi mereka.
2. Mengapa orang berlibur pada May Day?
Pada akhir abad ke-19, May Day menjadi hari yang dikaitkan dengan perjuangan hak-hak pekerja. Pada 1886, empat orang ditembak mati oleh polisi Chicago saat mereka sedang melakukan protes menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Kemudian, pada 1889, sebuah kelompok di Paris memutuskan May Day menjadi hari spesial untuk mengenang empat orang yang ditembak itu.
3. Apa yang dituntut pada May Day?
Protes yang dilakukan biasanya berkisar dari keinginan akan transportasi umum yang lebih baik sampai menentang perdagangan bulu binatang. Beberapa kelompok ingin melihat berakhirnya globalisasi dan utang pada dunia ketiga. Dengan kata lain, mereka ingin melihat kekuatan perusahaan perdagangan besar dan pedagang kecil tersebar lebih adil di seluruh dunia.
4. Siapa saja kelompok yang terkenal itu?
Wombles:
Ini adalah kelompok anarkistis yang asal-usulnya di Italia. Tidak ada sistem kepemimpinan dan strategi gerakan tertentu yang disepakati dalam pertemuan. Kelompok ini menyebut diri mereka Wombles yang berasal dari White Overall Movement Building Liberation through Effective Struggle, sebuah gerakan anti-kapitalisme. Mereka mengenakan kostum serbaputih dalam setiap aksi protes.
Massa Kritis:
Adalah kelompok bersepeda yang menginginkan fasilitas angkutan umum lebih baik dan berkurangnya orang-orang yang bergantung pada kendaraan (mobil) pribadi. Mereka bersepeda di sekitar Kota London pada Jumat pekan terakhir setiap bulan dan secara reguler melakukan aksi protes yang sama di kota-kota lain. Pada May Day kali ini, mereka berencana ke Trafalgar Square dengan iring-iringan massa bersepeda yang panjang.
Kongres Persatuan Pekerja:
Ini adalah kelompok induk dari banyak serikat pekerja di Inggris yang menjaga hak-hak pekerja di tempat kerja. Kelompok ini merayakan May Day secara damai untuk menandai hari libur pekerja tradisional.
Aksi Hewan London:
Adalah kelompok pembebasan hewan yang berkampanye melawan perdagangan bulu binatang, penelitian pada hewan, dan olahraga berdarah.
Tentu saja ada banyak kelompok lain yang tersebar di seluruh dunia yang punya bermacam-macam cara untuk merayakan May Day. Termasuk di Indonesia yang pada masa pemerintahan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan May Day sebagai hari libur nasional. Jadi, jika Anda adalah pekerja (buruh), apa yang Anda lakukan untuk mengisi May Day?
Sejenak, berhentilah berpikir tentang kemacetan atau mungkin kerusuhan yang timbul akibat aksi protes buruh. Pahamilah sejarah dan perjuangan May Day sehingga Anda lebih bijak memberikan penilaian.
1. Apa itu May Day?
May Day adalah hari libur di banyak kota di dunia, dan hari ini memiliki banyak arti untuk banyak orang. Untuk beberapa orang, hari ini adalah waktu untuk merayakan musim semi. Sedangkan bagi yang lain, ini adalah hari untuk mengenang para pekerja di seluruh dunia. Asal-usulnya berasal dari penanggalan kuno Inggris Saxon. Dan saat ini, 1 Mei telah menjadi hari bagi kelompok-kelompok buruh dan kelompok protes lainnya untuk menyampaikan aspirasi mereka.
2. Mengapa orang berlibur pada May Day?
Pada akhir abad ke-19, May Day menjadi hari yang dikaitkan dengan perjuangan hak-hak pekerja. Pada 1886, empat orang ditembak mati oleh polisi Chicago saat mereka sedang melakukan protes menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Kemudian, pada 1889, sebuah kelompok di Paris memutuskan May Day menjadi hari spesial untuk mengenang empat orang yang ditembak itu.
3. Apa yang dituntut pada May Day?
Protes yang dilakukan biasanya berkisar dari keinginan akan transportasi umum yang lebih baik sampai menentang perdagangan bulu binatang. Beberapa kelompok ingin melihat berakhirnya globalisasi dan utang pada dunia ketiga. Dengan kata lain, mereka ingin melihat kekuatan perusahaan perdagangan besar dan pedagang kecil tersebar lebih adil di seluruh dunia.
4. Siapa saja kelompok yang terkenal itu?
Wombles:
Ini adalah kelompok anarkistis yang asal-usulnya di Italia. Tidak ada sistem kepemimpinan dan strategi gerakan tertentu yang disepakati dalam pertemuan. Kelompok ini menyebut diri mereka Wombles yang berasal dari White Overall Movement Building Liberation through Effective Struggle, sebuah gerakan anti-kapitalisme. Mereka mengenakan kostum serbaputih dalam setiap aksi protes.
Massa Kritis:
Adalah kelompok bersepeda yang menginginkan fasilitas angkutan umum lebih baik dan berkurangnya orang-orang yang bergantung pada kendaraan (mobil) pribadi. Mereka bersepeda di sekitar Kota London pada Jumat pekan terakhir setiap bulan dan secara reguler melakukan aksi protes yang sama di kota-kota lain. Pada May Day kali ini, mereka berencana ke Trafalgar Square dengan iring-iringan massa bersepeda yang panjang.
Kongres Persatuan Pekerja:
Ini adalah kelompok induk dari banyak serikat pekerja di Inggris yang menjaga hak-hak pekerja di tempat kerja. Kelompok ini merayakan May Day secara damai untuk menandai hari libur pekerja tradisional.
Aksi Hewan London:
Adalah kelompok pembebasan hewan yang berkampanye melawan perdagangan bulu binatang, penelitian pada hewan, dan olahraga berdarah.
Tentu saja ada banyak kelompok lain yang tersebar di seluruh dunia yang punya bermacam-macam cara untuk merayakan May Day. Termasuk di Indonesia yang pada masa pemerintahan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan May Day sebagai hari libur nasional. Jadi, jika Anda adalah pekerja (buruh), apa yang Anda lakukan untuk mengisi May Day?
Subscribe to:
Posts (Atom)