Kota Surabaya terus menjadi incaran pengembang properti. Seperti kerja sama strategis antara PT Darmo Permai menggandeng PT Waskita Karya Realty untuk membangun 88Avenue di kota Surabaya.
PT Waskita Karya Realty sebagai developer yang terpecaya membangun gedung bertingkat (vertical building) dan PT Darmo Permai sebagai developer real estate, bergandengan untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota berkelas dunia dan menjadi tujuan investasi global, dengan membangun 88Avenue di atas lahan seluas 34.088 meterpersegi di lokasi SEGI8 International Central Business District (CBD) di kawasan Surabaya barat.
"Kami ingin Surabaya tetap dipercaya mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di dunia, dan memiliki potensi besar yang terus digali. Kami yakin, Surabaya akan berkembang sangat pesat untuk menjadi pusat bisnis internasional. Visi kami untuk membuat 88Avenue sebagai destinasi komunitas internasional di Surabaya," ujar Managing Director KSO Waskita Darmo Permai Kevin Sanjoto, di sela acara Meet & Greet with Mr Paul Tange of TANGE Associates di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (2/12/2015).
88Avenue adalah kawasan terpadu terdiri dari 8 tower yang memiliki fungsi dan keunggulan sendiri. Dari 8 tower tersebut, 5 diantaranya sebagai hunian. 1 tower SOHO. 1 office tower dan 1 service apartemen/hotel, dan dilengkapi dengan lifestyle mall. Dan gaya arsitekturnya berbeda-beda di setiap tower. Arsitektur tower tersebut langsung ditangani Paul Tange sebagai Presiden Direktur TANGE Associates, sebagai arsitektur berkelas dunia.
"Kami memilih SEGI8, karena letak yang strategis di tengah kota Surabaya. Dan bentuk octagon yang unik," kata Direktur Utama PT Waskita Realty Didit Oemar Prihadi. Ia menambahkan, secara geograpis, SEGI8 sering dibandingkan dengan Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta, yang saat ini mencetak rekor harga tanah termahal di Indonesia.
"Pemilihan SEGI8 ini selaras dengan visi pemerintah kota Surabaya yang ingin menjadikan SEGI8 sebagai pusat bisnis Surabaya berdaya saing internasional," jelasnya. Groundbreaking 88Avenue tahap I akan dilaksanakan pada Januari Tahun 2016. untuk tahap I ini terdiri dari 2 tower dengan konsep berbeda yakni SOHO dan The Residence yang dilengkapi dengan lifestyle mall. Jumlah total SOHO sebanyak 150 unit. Sedangkan The Residence sebanyak 500 unit.
"Groundbreaking 88Avenue tahap I ini mulai Januari 2016 dan ditargetkan selesai 2018," tandasnya.
Wednesday, December 2, 2015
Keuntungan dan Resiko Dalam Dana Investasi Real Estate (DIRE)
Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau yang lebih dikenal dengan Real Estate Investment Trust (REITs) merupakan instrumen investasi baru yang belum banyak dilirik masyarakat mau pun pengembang properti di Indonesia. Apa sebetulnya DIRE? Dire merupakan wadah pemodal mengumpulkan uangnya melalui Kontrak Investasi Kolektif (KIK) tersebut sebagian besar akan diinvestasikan dalam bentuk aset properti seperti membeli mal, gedung perkantoran, rumah sakit, hotel, bahkan gudang.
Layaknya instrumen investasi lainnya, DIRE juga menawarkan untung beserta risikonya. Jika dibandingkan dengan saham, mana yang lebih menguntungkan? "Apakah DIRE lebih menguntungkan ketimbang saham? Tergantung. Kalau yang risk taker berani kehilangan uang lebih suka beli saham. Risiko tinggi dan return tinggi. Nah, yang mau risiko rendah seperti obligasi dapat fixed income tiap bulan cocok investasi di DIRE," ungkap Wilijadi Tan, Corporate Finance & Transaction Support RSM Indonesia ditemui di Plaza Asia, Jakarta, Rabu (2/12/2015).
Didik Wahyudianto, Audit & Asurance Services RSM Indonesia menjelaskan lebih lanjut mengenai DIRE. Bagaimana dana yang terkumpul untuk membeli mal bisa mendatangkan keuntungan bagi investor? "Misalnya investor sudah beli KIK. Artinya telah menginvestasikan dananya ke DIRE untuk dibelikan mall atau gedung perkantoran oleh SPC (Solicitors Property Center). SPC mendapat kepemilikan mall untuk disewakan dalam jangka panjang. Nah, pendapatan yang diperoleh investastor berasal dari sewa atau rental jangka panjang mallnya," jelas Didik.
Wili memberi contoh, misalnya investor secara kolektif mengumpulkan dana Rp 100 miliar. "Setengahnya harus fixed asset beli mall misalnya. Lalu Rp 30 miliar bisa untuk membeli saham perusahaan pengembang real estate. SPC mendapat dana dari DIRE untuk dibayarkan ke pemilik gedung. Perusahaan DIRE dapat melakukan penawaran dan diperdagangkan di bursa efek. Itu yang menarik," katanya.
Wilijadi menjelaskan, meski resiko berinvestasi di DIRE tergolong rendah, untung atau return yang ditawarkan cukup menarik dibanding pilihan investasi low risk lainnya. "Return DIRE bisa sampai 20% per tahun, itu saya cek di bloomberg. Dibagikan setiap 3 bulan. Bisa jadi pendapatan tetap kan. Cocok untuk profil investor pensiunan," jelas Wili.
Sentot Agus Priyanto, Tax Services. RSM Indonesia menambahkan, keuntungan berikutnya berinvestasi di DIRE yaitu deviden yang dibagikan sudah bebas dari pajak. "Deviden sudah bukan objek pajak. Melalui DIRE, investor—investor kecil bisa bergabung dengan investor besar seperti pengembang properti untuk membeli sebuah gedung perkantoran atau mal. Bangunan yang dibeli pun hanya boleh aset yang berwujud fisik dan sudah menghasilkan pendapatan.
"Jadi nggak ada jual gambar atau jual desain," imbuhnya.
Jika beli saham ada resiko perusahaan rugi atau bangkrut, bagaimana dengan DIRE? Sebab DIRE pun bukan bebas resiko. Membeli sebuah mal atau gedung perkantoran pun ada resiko seperti kebakaran atau bencana alam. "Kalau terjadi risiko, misalnya kebakaran atau gedung ditutup oleh Pemda itu kerugian kita ditanggung pemilik gedung. Pemilik gedung pasti sudah punya asuransi kebakaran. Uang hasil klaim bisa untuk mengembalikan uang kita," tutur Wili.
Layaknya instrumen investasi lainnya, DIRE juga menawarkan untung beserta risikonya. Jika dibandingkan dengan saham, mana yang lebih menguntungkan? "Apakah DIRE lebih menguntungkan ketimbang saham? Tergantung. Kalau yang risk taker berani kehilangan uang lebih suka beli saham. Risiko tinggi dan return tinggi. Nah, yang mau risiko rendah seperti obligasi dapat fixed income tiap bulan cocok investasi di DIRE," ungkap Wilijadi Tan, Corporate Finance & Transaction Support RSM Indonesia ditemui di Plaza Asia, Jakarta, Rabu (2/12/2015).
Didik Wahyudianto, Audit & Asurance Services RSM Indonesia menjelaskan lebih lanjut mengenai DIRE. Bagaimana dana yang terkumpul untuk membeli mal bisa mendatangkan keuntungan bagi investor? "Misalnya investor sudah beli KIK. Artinya telah menginvestasikan dananya ke DIRE untuk dibelikan mall atau gedung perkantoran oleh SPC (Solicitors Property Center). SPC mendapat kepemilikan mall untuk disewakan dalam jangka panjang. Nah, pendapatan yang diperoleh investastor berasal dari sewa atau rental jangka panjang mallnya," jelas Didik.
Wili memberi contoh, misalnya investor secara kolektif mengumpulkan dana Rp 100 miliar. "Setengahnya harus fixed asset beli mall misalnya. Lalu Rp 30 miliar bisa untuk membeli saham perusahaan pengembang real estate. SPC mendapat dana dari DIRE untuk dibayarkan ke pemilik gedung. Perusahaan DIRE dapat melakukan penawaran dan diperdagangkan di bursa efek. Itu yang menarik," katanya.
Wilijadi menjelaskan, meski resiko berinvestasi di DIRE tergolong rendah, untung atau return yang ditawarkan cukup menarik dibanding pilihan investasi low risk lainnya. "Return DIRE bisa sampai 20% per tahun, itu saya cek di bloomberg. Dibagikan setiap 3 bulan. Bisa jadi pendapatan tetap kan. Cocok untuk profil investor pensiunan," jelas Wili.
Sentot Agus Priyanto, Tax Services. RSM Indonesia menambahkan, keuntungan berikutnya berinvestasi di DIRE yaitu deviden yang dibagikan sudah bebas dari pajak. "Deviden sudah bukan objek pajak. Melalui DIRE, investor—investor kecil bisa bergabung dengan investor besar seperti pengembang properti untuk membeli sebuah gedung perkantoran atau mal. Bangunan yang dibeli pun hanya boleh aset yang berwujud fisik dan sudah menghasilkan pendapatan.
"Jadi nggak ada jual gambar atau jual desain," imbuhnya.
Jika beli saham ada resiko perusahaan rugi atau bangkrut, bagaimana dengan DIRE? Sebab DIRE pun bukan bebas resiko. Membeli sebuah mal atau gedung perkantoran pun ada resiko seperti kebakaran atau bencana alam. "Kalau terjadi risiko, misalnya kebakaran atau gedung ditutup oleh Pemda itu kerugian kita ditanggung pemilik gedung. Pemilik gedung pasti sudah punya asuransi kebakaran. Uang hasil klaim bisa untuk mengembalikan uang kita," tutur Wili.
Jelang Akhir Tahun, Tarif Listrik 1.300 dan 2.200 VA Tidak Lagi Disubsidi dan Naik 11 Persen
Tarif listrik dua golongan rumah tangga yakni 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA mulai besok mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 11%. Hal ini akibat dari kebijakan pemerintah yang memberlakukan tariff adjustment terhadap dua golongan tersebut. Berdasarkan daftar tarif listrik untuk Desember 2015 di situs resmi PLN yang dikutip, Senin (30/11/2015), tarif listrik untuk golongan:
Seharusnya, tarif listrik dua golongan ini sudah naik sejak Mei lalu, namun pemerintah memutuskan untuk menahan kenaikan tarif listrik 1.300 dan 2.200 VA, karena tujuan pemerintah saat itu untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Mulai 1 Desember 2015, pelanggan dua golongan listrik PT PLN (Persero) yakni 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA diberlakukan mekanisme tariff adjustment. Artinya tarif kedua golongan ini bisa naik-turun setiap bulan layaknya harga Pertamax.
"Mulai Desember golongan daya 1.300 dan 2.000 VA diberlakukan mekanisme tariff adjustment," kata Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat, PLN, Bambang Dwiyanto, dalam keterangannya, Senin (30/11/2015). Bambang mengatakan, sebenarnya, tarif listrik bagi kedua golongan rumah tangga tersebut harus sudah mengikuti mekanisme tariff adjustment sejak awal tahun, tapi kebijakan tersebut ditunda.
"Pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapan tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Pertimbangannya saat itu, pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014. Selain itu penundaan juga untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan tersebut," ungkap Bambang.
Dengan penyesuaian per Desember ini, sebanyak 12 golongan tarif listrik sudah mengikuti mekanisme tariff adjusment. Ke-12 golongan tarif listrik tersebut adalah:
- R1 daya 1.300 VA = Rp 1.509,38/kilo Watt hour (kWh) atau naik 11% dibandingkan tarif sebelumnya Rp 1.352/kWh.
- R1 daya 2.200 VA = Rp 1.509,38/kilo Watt hour (kWh) atau naik 11% dibandingkan tarif sebelumnya Rp 1.352/kWh.
Seharusnya, tarif listrik dua golongan ini sudah naik sejak Mei lalu, namun pemerintah memutuskan untuk menahan kenaikan tarif listrik 1.300 dan 2.200 VA, karena tujuan pemerintah saat itu untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Mulai 1 Desember 2015, pelanggan dua golongan listrik PT PLN (Persero) yakni 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA diberlakukan mekanisme tariff adjustment. Artinya tarif kedua golongan ini bisa naik-turun setiap bulan layaknya harga Pertamax.
"Mulai Desember golongan daya 1.300 dan 2.000 VA diberlakukan mekanisme tariff adjustment," kata Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat, PLN, Bambang Dwiyanto, dalam keterangannya, Senin (30/11/2015). Bambang mengatakan, sebenarnya, tarif listrik bagi kedua golongan rumah tangga tersebut harus sudah mengikuti mekanisme tariff adjustment sejak awal tahun, tapi kebijakan tersebut ditunda.
"Pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapan tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Pertimbangannya saat itu, pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014. Selain itu penundaan juga untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan tersebut," ungkap Bambang.
Dengan penyesuaian per Desember ini, sebanyak 12 golongan tarif listrik sudah mengikuti mekanisme tariff adjusment. Ke-12 golongan tarif listrik tersebut adalah:
- Rumah Tangga R-1/Tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA
- Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
- Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA
- Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
- Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
- Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA
- Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA
- Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
- Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
- Kantor Pemerintah P-2/TM daya di atas 200 kVA
- Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan
- Layanan khusus TR/TM/TT.
Tariff adjustment listrik bulan Desember 2015 telah ditetapkan. Rata-rata harga tarif listrik non subsidi mengalami penurunan. Sesuai Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31/2014 sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM No 09/2015, tariff adjustment diberlakukan setiap bulan, menyesuaikan perubahan nilai tukar mata uang dollar Amerika terhadap mata uang rupiah, harga minyak dan inflasi bulanan.
Dengan mekanisme tariff adjustment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap atau naik berdasarkan ketiga indikator tersebut. Tariff adjustment berlaku bagi golongan pelanggan yang sudah tidak disubsidi, yaitu rumah tangga daya 1.300 Volt Ampere (VA) ke atas, bisnis sedang daya 6.600 VA ke atas, industri besar daya 200.000 VA ke atas, kantor pemerintah daya 6.600 VA ke atas, lampu penerangan jalan umum (PJU) dan layanan khusus.
Pada bulan Desember 2015 secara umum tarif listrik bagi pelanggan yang sudah tidak disubsidi mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Golongan tarif rumah tangga sedang (R-2) daya 3.500 VA – 5.500 VA dan rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas turun dari Rp 1.533 per kilo Watt hour (kWh) pada bulan November 2015 menjadi Rp 1.509 per kWh pada bulan Desember 2015.
Untuk golongan tarif bisnis sedang, industri besar, kantor pemerintah, PJU dan layanan khusus juga mengalami penurunan tipis dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar Rupiah yang menguat beberapa waktu terakhir. Sementara untuk pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial tarifnya tetap dan tidak diberlakukan tariff adjustment. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh Pemerintah.
Rumah Tangga 1.300 VA dan 2.200 VA Diberlakukan Tariff Adjustment Mulai bulan Desember 2015, pelanggan PLN golongan tarif rumah tangga daya1.300 VA dan 2.200 VA diberlakukan mekanisme tariff adjusment. Hal ini menyusul penerapan tariff adjusment kepada 10 golongan tarif lainnya yang sudah berlaku sejak 1 Januari 2015.
Sebenarnya, tarif listrik bagi rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA harus sudah mengikuti mekanismetariff adjustment saat itu, namun Pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapan tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA.
Pertimbangannya saat itu, pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014. Selain itu penundaan juga untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan tersebut. Maka dari itu, dengan berlakunya tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA maka kemungkinan besar tarif listriknya akan naik cukup signifikan.
Dengan mekanisme tariff adjustment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap atau naik berdasarkan ketiga indikator tersebut. Tariff adjustment berlaku bagi golongan pelanggan yang sudah tidak disubsidi, yaitu rumah tangga daya 1.300 Volt Ampere (VA) ke atas, bisnis sedang daya 6.600 VA ke atas, industri besar daya 200.000 VA ke atas, kantor pemerintah daya 6.600 VA ke atas, lampu penerangan jalan umum (PJU) dan layanan khusus.
Pada bulan Desember 2015 secara umum tarif listrik bagi pelanggan yang sudah tidak disubsidi mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Golongan tarif rumah tangga sedang (R-2) daya 3.500 VA – 5.500 VA dan rumah tangga besar (R-3) daya 6.600 VA ke atas turun dari Rp 1.533 per kilo Watt hour (kWh) pada bulan November 2015 menjadi Rp 1.509 per kWh pada bulan Desember 2015.
Untuk golongan tarif bisnis sedang, industri besar, kantor pemerintah, PJU dan layanan khusus juga mengalami penurunan tipis dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar Rupiah yang menguat beberapa waktu terakhir. Sementara untuk pelanggan rumah tangga kecil daya 450 VA dan 900 VA, bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial tarifnya tetap dan tidak diberlakukan tariff adjustment. Pelanggan golongan ini masih diberikan subsidi oleh Pemerintah.
Rumah Tangga 1.300 VA dan 2.200 VA Diberlakukan Tariff Adjustment Mulai bulan Desember 2015, pelanggan PLN golongan tarif rumah tangga daya1.300 VA dan 2.200 VA diberlakukan mekanisme tariff adjusment. Hal ini menyusul penerapan tariff adjusment kepada 10 golongan tarif lainnya yang sudah berlaku sejak 1 Januari 2015.
Sebenarnya, tarif listrik bagi rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA harus sudah mengikuti mekanismetariff adjustment saat itu, namun Pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapan tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA.
Pertimbangannya saat itu, pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014. Selain itu penundaan juga untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan tersebut. Maka dari itu, dengan berlakunya tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA maka kemungkinan besar tarif listriknya akan naik cukup signifikan.
Keuntungan Bank BRI Dalam Lakukan Inovasi Teknologi Satelit
Mulai Juni 2016, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan meluncurkan satelit dan menjadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit. Untuk satelit ini, BRI mengeluarkan biaya investasi US$ 220 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Satelit ini dibuat oleh perusahaan Amerika Serikat (AS) yaitu Space System Loral (SSL). Sementara untuk peluncurannya akan menggunakan roket dari perusahaan Prancis, yakni Arianespace.
"Satelit ini akan tersambung ke 10.380 kantor BRI. Roket ini akan diluncurkan di Guyana," jelas Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, di Hotel Intercontinental, London, Selasa (1/12/2015). Apa sih untungnya punya satelit untuk BRI? Direktur Kepatuhan BRI, Randi Anto mengatakan, satelit mengefisienkan biaya BRI. Selama ini biaya sewa transponden satelit oleh BRI mencapai Rp 500 miliar setahun.
"Sekarang satelit 17 tahun umurnya. Selain itu, keandalan dan kerahasiaan, jadi sistem perbankan kita menjadi andal," ujar Randi. Kemudian Randi mengatakan, untuk mengurus operasional satelit, BRI membangun gedung khusus di Ragunan, Jakarta Selatan. "Ada 12 orang magang di AS sampai satelit ini diluncurkan," jelas Randi.
Satelit ini memiliki 54 transponder. Dari jumlah itu, 40 transponder dipakai BRI sendiri, dan sisanya diserahkan kepada pemerintah. Menjelang usianya yang mencapai 120 tahun di Desember 2015 ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tak mau kalah dalam inovasi. Sejumlah inovasi dilakukan bank pelat merah ini.
Direktur Utama BRI, Asmawi Syam mengatakan, inovasi yang bersentuhan dengan teknologi dilakukan. "Karena generasi muda sekarang lebih mengedepankan teknologi. Jadi BRI harus terus berinovasi," kata Asmawi di Hotel Intercontinental, London, Selasa (1/12/2015). Asmawi menuturkan beberapa inovasi yang dilakukan BRI. Pertama adalah soal mesin ATM dengan menggunakan listrik tenaga matahari atau solar cell. Ini dilakukan untuk menyentuh nasabah di wilayah yang belum tersentuh listrik dengan baik.
Sudah ada 50 ATM solar cell yang disediakan BRI, dan ini kebanyakan berada di wilayah timur Indonesia. Kemudian inovasi lainnya adalah Hybrid Bank, atau mesin untuk membuka rekening. "Jadi buka rekening bisa lewat mesin ini, syaratnya pakai e-KTP," ujar Asmawi. Sudah ada 5 mesin Hybrid Bank BRI yang tersedia, antara lain di mal Pacific Place dan mal Kota Kasablanka.
"Lima menit kartu ATM keluar. Jadi masukkan e-KTP nanti data langsung keluar, dengan kerja sama bersama Kemendagri. Masukkan uang contohnya Rp 250.000, kartu ATM langsung jadi," papar Asmawi. Dia mengatakan, tahun depan akan ada 8 mesin Hybrid Bank lagi.
Lalu ada lagi inovasi yang dilakukan BRI, yaitu Teras Kapal. Ini merupakan kantor teras BRI yang berupa kapal di Kepulauan Seribu. Terakhir, BRI akan meluncurkan satelit pada Juni 2016. Bank ini akan menjadi bank pertama di dunia yang menggunakan satelit. "Tantangan ke depan adalah bagaimana terus berinovasi di sektor teknologi sehingga pelayanan terus berkembang," kata Asmawi.
"Lewat satelit kita punya keuntungan membuat produk teknologi yang tidak bisa dibuat kompetitor. Kami jadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit," papar Randi. Lewat satelit ini, BRI bisa meningkatkan keandalan layanannya kepada seluruh nasabah, baik di desa maupun di kota.
"Satelit ini akan tersambung ke 10.380 kantor BRI. Roket ini akan diluncurkan di Guyana," jelas Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, di Hotel Intercontinental, London, Selasa (1/12/2015). Apa sih untungnya punya satelit untuk BRI? Direktur Kepatuhan BRI, Randi Anto mengatakan, satelit mengefisienkan biaya BRI. Selama ini biaya sewa transponden satelit oleh BRI mencapai Rp 500 miliar setahun.
"Sekarang satelit 17 tahun umurnya. Selain itu, keandalan dan kerahasiaan, jadi sistem perbankan kita menjadi andal," ujar Randi. Kemudian Randi mengatakan, untuk mengurus operasional satelit, BRI membangun gedung khusus di Ragunan, Jakarta Selatan. "Ada 12 orang magang di AS sampai satelit ini diluncurkan," jelas Randi.
Satelit ini memiliki 54 transponder. Dari jumlah itu, 40 transponder dipakai BRI sendiri, dan sisanya diserahkan kepada pemerintah. Menjelang usianya yang mencapai 120 tahun di Desember 2015 ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tak mau kalah dalam inovasi. Sejumlah inovasi dilakukan bank pelat merah ini.
Direktur Utama BRI, Asmawi Syam mengatakan, inovasi yang bersentuhan dengan teknologi dilakukan. "Karena generasi muda sekarang lebih mengedepankan teknologi. Jadi BRI harus terus berinovasi," kata Asmawi di Hotel Intercontinental, London, Selasa (1/12/2015). Asmawi menuturkan beberapa inovasi yang dilakukan BRI. Pertama adalah soal mesin ATM dengan menggunakan listrik tenaga matahari atau solar cell. Ini dilakukan untuk menyentuh nasabah di wilayah yang belum tersentuh listrik dengan baik.
Sudah ada 50 ATM solar cell yang disediakan BRI, dan ini kebanyakan berada di wilayah timur Indonesia. Kemudian inovasi lainnya adalah Hybrid Bank, atau mesin untuk membuka rekening. "Jadi buka rekening bisa lewat mesin ini, syaratnya pakai e-KTP," ujar Asmawi. Sudah ada 5 mesin Hybrid Bank BRI yang tersedia, antara lain di mal Pacific Place dan mal Kota Kasablanka.
"Lima menit kartu ATM keluar. Jadi masukkan e-KTP nanti data langsung keluar, dengan kerja sama bersama Kemendagri. Masukkan uang contohnya Rp 250.000, kartu ATM langsung jadi," papar Asmawi. Dia mengatakan, tahun depan akan ada 8 mesin Hybrid Bank lagi.
Lalu ada lagi inovasi yang dilakukan BRI, yaitu Teras Kapal. Ini merupakan kantor teras BRI yang berupa kapal di Kepulauan Seribu. Terakhir, BRI akan meluncurkan satelit pada Juni 2016. Bank ini akan menjadi bank pertama di dunia yang menggunakan satelit. "Tantangan ke depan adalah bagaimana terus berinovasi di sektor teknologi sehingga pelayanan terus berkembang," kata Asmawi.
"Lewat satelit kita punya keuntungan membuat produk teknologi yang tidak bisa dibuat kompetitor. Kami jadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit," papar Randi. Lewat satelit ini, BRI bisa meningkatkan keandalan layanannya kepada seluruh nasabah, baik di desa maupun di kota.
Cadangan Devisa China Jatuh Senilai 43,3 Milyar Dolar
Jumlah cadangan devisa China turun tajam sepanjang Juli-September 2015 ini, karena untuk melakukan stabilisasi mata uang yuan, dan menenangkan sentimen dari devaluasi yuan tersebut. Dalam data bank sentral China yang dilansir dari Reuters, Jumat (9/10/2015), bulan lalu, cadangan devisa China turun US$ 43,3 miliar, menjadi US$ 3,514 triliun. Sepanjang kuartal III-2015, cadangan devisa China turun US$ 180 miliar.
Langkah bank sentral China melakukan devaluasi yuan ternyata keterusan. Yuan terus turun karena imbas sentimen negatif ekonomi global. Para analis memprediksi, penurunan cadangan devisa China akan terus berlangsung. "Penurunan cadangan devisa China ini lebih sedikit dari yang diperkirakan pelaku pasar. Namun tetap terlihat, bank sentral China akan melanjutkan intervensi di pasar," kata Ekonom Senior dari Commerzbank, Zhou Hao.
Devaluasi yuan yang awalnya dilakukan oleh China, memunculkan kekhawatiran munculnya perang mata uang. Ini juga memunculkan keraguan soal kemampuan pemerintah China untuk melakukan transisi dari ekonomi yang didorong oleh investasi dan ekspor, menjadi ekonomi yang didorong oleh konsumsi.
Pemerintah China tidak ingin yuan terlalu banyak beredar di luar negeri supaya nilainya stabil. Untuk itu pemerintah Negeri Tirai Bambu membuat aturan baru. Aturan baru tersebut melarang warga China menarik duit banyak-banyak di luar negeri. Hal ini dipercaya bisa meredam arus dana keluar dari China. Larangan ini berlaku kepada pemegang kartu UnionPay yang dikeluarkan di China. Tahun ini penarikan uang dibatasi menjadi 50.000 yuan (Rp 115 juta). Sedangkan tahun depan batasnya 100.000 yuan (Rp 230 juta).
Dalam sehari, pemegang kartu UnionPay juga hanya bisa menarik 10.000 yuan (Rp 23 juta). Aturan ini secara tidak langsung berlaku untuk seluruh warga China karena selama ini UnionPay hampir memonopoli semua kartu perbankan di China. Selain itu, sejak awal tahun ini pemerintahan yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu sudah membatasi pengiriman uang ke luar negeri sebesar US$ 50.000 per tahun untuk satu orang.
Meski sudah ada pembatasan, tetap saja ada dana US$ 219 miliar (Rp 3.100 triliun) mengalir ke luar China dalam enam bulan pertama berdasarkan data UBS. Banyak dana kabur dari China meski pemerintah sudah berusaha meyakinkan para investor untuk tetap tenang di tengah perlambatan ekonomi. Gejolak yang terjadi di pasar keuangan menjadi faktor pemicu arus dana keluar.
Gara-gara upaya menstabilkan nilai tukar yuan, cadangan devisa China jatuh US$ 94 miliar (Rp 1.316 triliun) hanya dalam satu bulan Agustus. Sisa cadangan devisanya sekarang US$ 3,6 triliun (Rp 50.400 triliun). Ekonom UBS, Tao Wang, mengatakan cadangan devisa China masih akan terus berkurang seiring upaya pemerintah setempat menstabilkan nilai tukar yuan. "Tapi kami percaya kekhawatiran berkurangnya cadangan devisa ini hanya gara-gara pesimisme pasar terhadap China, tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan yang sebenarnya," katanya seperti dikutip.
Langkah bank sentral China melakukan devaluasi yuan ternyata keterusan. Yuan terus turun karena imbas sentimen negatif ekonomi global. Para analis memprediksi, penurunan cadangan devisa China akan terus berlangsung. "Penurunan cadangan devisa China ini lebih sedikit dari yang diperkirakan pelaku pasar. Namun tetap terlihat, bank sentral China akan melanjutkan intervensi di pasar," kata Ekonom Senior dari Commerzbank, Zhou Hao.
Devaluasi yuan yang awalnya dilakukan oleh China, memunculkan kekhawatiran munculnya perang mata uang. Ini juga memunculkan keraguan soal kemampuan pemerintah China untuk melakukan transisi dari ekonomi yang didorong oleh investasi dan ekspor, menjadi ekonomi yang didorong oleh konsumsi.
Pemerintah China tidak ingin yuan terlalu banyak beredar di luar negeri supaya nilainya stabil. Untuk itu pemerintah Negeri Tirai Bambu membuat aturan baru. Aturan baru tersebut melarang warga China menarik duit banyak-banyak di luar negeri. Hal ini dipercaya bisa meredam arus dana keluar dari China. Larangan ini berlaku kepada pemegang kartu UnionPay yang dikeluarkan di China. Tahun ini penarikan uang dibatasi menjadi 50.000 yuan (Rp 115 juta). Sedangkan tahun depan batasnya 100.000 yuan (Rp 230 juta).
Dalam sehari, pemegang kartu UnionPay juga hanya bisa menarik 10.000 yuan (Rp 23 juta). Aturan ini secara tidak langsung berlaku untuk seluruh warga China karena selama ini UnionPay hampir memonopoli semua kartu perbankan di China. Selain itu, sejak awal tahun ini pemerintahan yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu sudah membatasi pengiriman uang ke luar negeri sebesar US$ 50.000 per tahun untuk satu orang.
Meski sudah ada pembatasan, tetap saja ada dana US$ 219 miliar (Rp 3.100 triliun) mengalir ke luar China dalam enam bulan pertama berdasarkan data UBS. Banyak dana kabur dari China meski pemerintah sudah berusaha meyakinkan para investor untuk tetap tenang di tengah perlambatan ekonomi. Gejolak yang terjadi di pasar keuangan menjadi faktor pemicu arus dana keluar.
Gara-gara upaya menstabilkan nilai tukar yuan, cadangan devisa China jatuh US$ 94 miliar (Rp 1.316 triliun) hanya dalam satu bulan Agustus. Sisa cadangan devisanya sekarang US$ 3,6 triliun (Rp 50.400 triliun). Ekonom UBS, Tao Wang, mengatakan cadangan devisa China masih akan terus berkurang seiring upaya pemerintah setempat menstabilkan nilai tukar yuan. "Tapi kami percaya kekhawatiran berkurangnya cadangan devisa ini hanya gara-gara pesimisme pasar terhadap China, tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan yang sebenarnya," katanya seperti dikutip.
Yuan Mata Uang China Resmi Jadi Mata Uang Internasional
Sesuai rencana, pada Senin 30 November 2015, Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF) akhirnya memasukkan yuan (renminbi) sebagai jadi mata uang internasional. Yuan masuk dalam keranjang Special Drawing Rights (SDR) bersama mata uang internasional lain antara lain dolar AS, euro, yen, dan poundsterling. Masuknya yuan dalam SDR merupakan tonggak penting bagi China untuk masuk ke dalam sistem keuangan global. Untuk sampai masuk ke dalam SDR, China telah melakukan reformasi kebijakan keuangannya beberapa bulan terakhir, misalnya dalam hal akses yang lebih baik bagi orang asing ke dalam pasar mata uang China. Selain itu adanya penerbitan dan perluasan waktu perdagangan yuan.
Managing Director IMF Christine Lagarde berharap langkah China mereformasi sistem pasar keuangannya tak berhenti sebatas itu. "Masuknya renminbi dalam SDR sebagai indikasi yang jelas dari reformasi yang telah diimplementasikan dan akan terus diimplementasikan," kata Lagarde kepada wartawan seperti dikutip dari reuters, Selasa (1/12/2015)
Sementara itu pihak, Bank Sentral China atau The People's Bank of China menjelaskan langkah mereka mendapat dukungan dari berbagai negara seperti AS dan Inggris, sebagai gambaran bahwa dunia internasional ingin China berperan lebih besar dalam ekonomi dunia."China akan terus melanjutkan memperdalam dan mengakselerasi reformasi ekonomi dan keuangan yang lebih terbuka, dan bisa bekontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dunia, menjaga stabilitas dan tata kelola keuangan dan ekonomi global," jelas pernyataan The People's Bank of China .
Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF) akan menentukan nasib yuan hari ini. Apakah mata uang negeri tirai bambu itu bisa jadi mata uang internasional atau tidak akan ditentukan oleh voting. Seperti dikutip dari Reuters, Senin (30/11/2015), Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, bersama sekitar 20-an pejabat institusi internasional itu akan berkumpul di markasnya yang terletak di Washington untuk mengambil keputusan penting ini.
Mereka akan membahas apakah yuan layak masuk keranjang Special Drawing Rights (SDR) bersama mata uang internasional lain, yaitu dolar AS, euro, yen, dan poundsterling. Lagarde sendiri sudah mendukung yuan untuk masuk ke dalam keranjang bergengsi ini. Namun sampai saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut soal nasib yuan.
Para pemangku kebijakan di IMF terdiri dari para dewan gubernur, yang aslinya merupakan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 188 negara anggotanya. Para dewan gubernur IMF mendelegasikan haknya kepada dewan eksekutif yang terdiri dari 24 direktur eksekutif. Nah, mereka ini yang akan menggelar pertemuan bersama Lagarde pada senin waktu setempat.
Pertemuan tingkat tinggi ini tidak akan mengajak para staf lain, hanya bisa diikuti oleh para pejabat kelas atas IMF. Para dewan eksekutif ini, yang dalam setahun bisa menggelar pertemuan hingga 200 kali, biasanya membahas dan mengambil keputusan secara konsensus ketimbang voting. Namun kali ini voting lah yang akan dilakukan. Pemegang hak voting terbesar adalah Mark Sobel, direktur eksekutif IMF dari Amerika yang mewakili pemerintahan Obama dengan hak voting 17%.
Bersama-sama dengan negara-negara G7 (Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Jepang, dan AS), total hak votingnya mencapai 43%. Sementara China yang diwakili mantan pejabat People’s Bank of China, Jin Zhongxia, hanya punya hak voting 3,8%.
Managing Director IMF Christine Lagarde berharap langkah China mereformasi sistem pasar keuangannya tak berhenti sebatas itu. "Masuknya renminbi dalam SDR sebagai indikasi yang jelas dari reformasi yang telah diimplementasikan dan akan terus diimplementasikan," kata Lagarde kepada wartawan seperti dikutip dari reuters, Selasa (1/12/2015)
Sementara itu pihak, Bank Sentral China atau The People's Bank of China menjelaskan langkah mereka mendapat dukungan dari berbagai negara seperti AS dan Inggris, sebagai gambaran bahwa dunia internasional ingin China berperan lebih besar dalam ekonomi dunia."China akan terus melanjutkan memperdalam dan mengakselerasi reformasi ekonomi dan keuangan yang lebih terbuka, dan bisa bekontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dunia, menjaga stabilitas dan tata kelola keuangan dan ekonomi global," jelas pernyataan The People's Bank of China .
Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF) akan menentukan nasib yuan hari ini. Apakah mata uang negeri tirai bambu itu bisa jadi mata uang internasional atau tidak akan ditentukan oleh voting. Seperti dikutip dari Reuters, Senin (30/11/2015), Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, bersama sekitar 20-an pejabat institusi internasional itu akan berkumpul di markasnya yang terletak di Washington untuk mengambil keputusan penting ini.
Mereka akan membahas apakah yuan layak masuk keranjang Special Drawing Rights (SDR) bersama mata uang internasional lain, yaitu dolar AS, euro, yen, dan poundsterling. Lagarde sendiri sudah mendukung yuan untuk masuk ke dalam keranjang bergengsi ini. Namun sampai saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut soal nasib yuan.
Para pemangku kebijakan di IMF terdiri dari para dewan gubernur, yang aslinya merupakan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 188 negara anggotanya. Para dewan gubernur IMF mendelegasikan haknya kepada dewan eksekutif yang terdiri dari 24 direktur eksekutif. Nah, mereka ini yang akan menggelar pertemuan bersama Lagarde pada senin waktu setempat.
Pertemuan tingkat tinggi ini tidak akan mengajak para staf lain, hanya bisa diikuti oleh para pejabat kelas atas IMF. Para dewan eksekutif ini, yang dalam setahun bisa menggelar pertemuan hingga 200 kali, biasanya membahas dan mengambil keputusan secara konsensus ketimbang voting. Namun kali ini voting lah yang akan dilakukan. Pemegang hak voting terbesar adalah Mark Sobel, direktur eksekutif IMF dari Amerika yang mewakili pemerintahan Obama dengan hak voting 17%.
Bersama-sama dengan negara-negara G7 (Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Jepang, dan AS), total hak votingnya mencapai 43%. Sementara China yang diwakili mantan pejabat People’s Bank of China, Jin Zhongxia, hanya punya hak voting 3,8%.
Rupiah Tembus Rp 14.000 di Akhir Tahun
Ekonom Senior PT Bank Danamon Tbk, Anton Gunawan memprediksi nilai tukar rupiah pada akhir tahun akan menyentuh level Rp14.100 per dolar AS. Pasalnya, pelaku pasar dinilai masih mengakumulasi masuknya mata uang Yuan dalam keranjang mata uang acuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan melonjaknya permintaan dolar AS. "Dari segi kurs, kita cenderung melemah, kelihatannya untuk tahun ini saya bisa katakan Rupiah masih akan ada tekanan sampai akhir tahun," ujar Anton, di Jakarta, Rabu (2/12).
Namun, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini, nilai tukar rupiah mencapai Rp13.757 per dolar AS, menguat dibandingkan hari sebelumnya Rp13.808 per dolar AS. Anton menilai, pelemahan bakal terjadi jelang pergantian tahun, dimana permintaan dolar AS meningkat.
"Di samping faktor Yuan, di domestik secara umum akan terjadi tekanan permintaan dolar yang lebih tinggi di bulan (Desember) ini. Jadi saya perkirakan rupiah akan ada di kisaran Rp14.100 per dolar AS di akhir tahun, tapi tahun depan saya yakin akan menguat kembali," kata Anton.Di sisi lain, Anton menyatakan bahwa pada 2016 diprediksi arus modal akan tetap masuk ke Indonesia seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi domestik. Hal itu juga menjadi alasannya memperkirakan bahwa Rupiah bakal kembali menguat di tahun depan.
"Kalau melihat prospek pertumbuhan kita di kisaran lima persen pada tahun depan, itu cukup bagus dan bisa menarik inflow (arus dana) ke Indonesia. Itu alasan saya kenapa Rupiah akan menguat tahun depan," ujar Anton.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar Rupiah mengalami tekanan depresiasi pada triwulan III 2015. Pada triwulan III 2015, Rupiah secara rata-rata melemah sebesar 5,35 persen dari kuartal sebelumnya ke level Rp13.873 per dolar AS.
Asal tahu saja, tekanan terhadap Rupiah dan mata uang lainnya tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu kekhawatiran terhadap normalisasi kebijakan The Fed dan devaluasi Yuan. Namun, Rupiah menguat pada bulan Oktober 2015 dipicu oleh sentimen positif terhadap negara berkembang akibat hasil pertemuan bank sentral AS yang pesimistis dan membaiknya optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia sejalan dengan rangkaian paket kebijakan pemerintah serta paket stabilisasi nilai tukar yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Sepanjang Oktober lalu, Rupiah secara rata-rata menguat 4,47 persen (mtm) ke level Rp13.783 per dolar AS. Bank Indonesia menyatakan bakal terus menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya.
Namun, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini, nilai tukar rupiah mencapai Rp13.757 per dolar AS, menguat dibandingkan hari sebelumnya Rp13.808 per dolar AS. Anton menilai, pelemahan bakal terjadi jelang pergantian tahun, dimana permintaan dolar AS meningkat.
"Di samping faktor Yuan, di domestik secara umum akan terjadi tekanan permintaan dolar yang lebih tinggi di bulan (Desember) ini. Jadi saya perkirakan rupiah akan ada di kisaran Rp14.100 per dolar AS di akhir tahun, tapi tahun depan saya yakin akan menguat kembali," kata Anton.Di sisi lain, Anton menyatakan bahwa pada 2016 diprediksi arus modal akan tetap masuk ke Indonesia seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi domestik. Hal itu juga menjadi alasannya memperkirakan bahwa Rupiah bakal kembali menguat di tahun depan.
"Kalau melihat prospek pertumbuhan kita di kisaran lima persen pada tahun depan, itu cukup bagus dan bisa menarik inflow (arus dana) ke Indonesia. Itu alasan saya kenapa Rupiah akan menguat tahun depan," ujar Anton.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar Rupiah mengalami tekanan depresiasi pada triwulan III 2015. Pada triwulan III 2015, Rupiah secara rata-rata melemah sebesar 5,35 persen dari kuartal sebelumnya ke level Rp13.873 per dolar AS.
Asal tahu saja, tekanan terhadap Rupiah dan mata uang lainnya tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu kekhawatiran terhadap normalisasi kebijakan The Fed dan devaluasi Yuan. Namun, Rupiah menguat pada bulan Oktober 2015 dipicu oleh sentimen positif terhadap negara berkembang akibat hasil pertemuan bank sentral AS yang pesimistis dan membaiknya optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia sejalan dengan rangkaian paket kebijakan pemerintah serta paket stabilisasi nilai tukar yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Sepanjang Oktober lalu, Rupiah secara rata-rata menguat 4,47 persen (mtm) ke level Rp13.783 per dolar AS. Bank Indonesia menyatakan bakal terus menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)