Pages - Menu

Thursday, July 21, 2011

Saham Sari Roti Terjun Bebas Setelah Jinglenya Muncul Dalam Wawancara MetroTV

Aneh bin ajaib. Begitu kata Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman menanggapi turunnya harga saham PT Nippon Indosari Corpindo. Apalagi dikaitkan dengan munculnya jingle iklan Sari Roti yang terdengar dalam rekaman wawancara Nazaruddin di Metro TV Selasa 19 Juli 2011 lalu.

Pada perdagangan Kamis sore 21 Juli 2011 saham perusahaan dengan kode ROTI ini terjun 6,21 persen dari Rp 3.625 ke Rp 3.400 per lembar saham. Turun 225 poin.

Padahal, kata Billy, selama ini harga saham Sari Roti itu cenderung naik. Awal Juli lalu sahamnya masih diperjualbelikan dengan harga Rp 2800, Rabu kemarin nilainya naik menjadi Rp 3625.

Menurut Billy hari ini tadi banyak yang melepas saham ROTI. Nilai transaksinya sampai Rp 2 miliar. “Beberapa analis yang saya tanya, alasannya karena ada jingle Sari Roti pas wawancara Nazaruddin,” kata Billy.

Namun menurut dia anekdot itu tidak bisa disebut sebagai satu-satunya penyebab jatuhnya harga saham ROTI. Dia melihat pialang saham sedang melakukan aksi ambil untung. Saham ROTI di harga Rp 3.625 dinilai sudah sangat tinggi. Mereka akan membeli lagi saham saat harganya di kisaran Rp 3.200 sampai Rp 3.300.

Saham perusahaan Sari Roti memang tengah moncer, apalagi setelah pada kuartal pertama tahun ini membukukan keuntungan sampai Rp 26 miliar. “Saya kira penurunan harga ROTI ini tidak akan lama,” kata Billy.

IHSG sesi II ditutup naik 17,44 poin atau 0,43% sore ini ke level 4.068,07 dari posisi penutupan kemarin di 4.050,63.

Friday, July 15, 2011

Cara Tender Pembebasan Lahan Sekarang Akan Dilakukan Bersama

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengusulkan perubahan tata cara tender dan pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur. Sebelumnya, tender proyek hanya dapat dilakukan jika proses pembebasan lahan diselesaikan 100 persen, sekarang tender dapat dilakukan bersamaan dengan pembebasan lahan.

"Kami usul agar ada perubahan Peraturan Presiden Nomor 13, yakni kalau dulu,tender itu belum bisa dimulai kalau seluruh tanah belum bebas. Ini kita bisa rugi waktu, tunggu dulu bisa setahun, dua tahun, lalu kalau tender lagi butuh setahun jadi waktunya banyak yang hilanga. Sekarang kami usul, kita boleh tender sambil membebaskan tanah," ujar Djoko di Jakarta, Jumat (15/7/2011) usai Rapat Koordinasi Terbatas dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut Djoko, dirinya yakin usul proses tender itu akan diterima Menko Perekonomian. Bagaimana pun, percepatan tender bisa mendorong investor menghitung biaya proyek yang dibutuhkan lebih cepat. "Itu semua berlaku untuk jalan tol saja," ujarnya.

Perpres Nomor 13 tahun 2010 mengatur tentang kerja sama Pemerintah-Swasta dalam rangka penyediaan Infrastruktur dan Pembangunan Kereta Api Soekarno Hatta -Manggarai serta Kereta Api Komuter Jabodetabek.

Perusahaan Asing Yang Beroperasi Di Indonesia Banyak Yang Tidak Bayar Pajak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian membantah adanya 14 perusahaan asing di sektor minyak dan gas yang tak membayar pajak selama bertahun-tahun. Hal ini disampaikan Hatta kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (15/7/2011). "Itu baru diduga. Saya belum mendapat laporan soal itu," kata Hatta singkat.

Ketika ditanya lebih jauh, Hatta bungkam. "Saya belum bisa berkomentar banyak," katanya.

Seperti diwartakan, adanya 14 perusahaan minyak dan gas yang belum membayar pajak disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi. Akibatnya, negara dirugikan hingga lebih dari Rp 1,6 triliun. "Ada perusahaan yang tidak membayar pajak dari tahun 1991. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang tak membayar pajak selama lima kali menteri keuangan," kata Haryono Umar, Wakil Ketua KPK, di Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Haryono tidak menyebut ke-14 perusahaan itu. "Nama-nama perusahaannya ada di Direktorat Jenderal Pajak," ujarnya.

Haryono menjelaskan, dari data Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), pajak yang tidak dibayarkan tersebut sebesar Rp 1,6 triliun. Namun, potensi kerugian keuangan negara lebih besar karena data baru mengacu pada catatan BP Migas.

Menurut Haryono, KPK mendorong Direktorat Jenderal Pajak agar pajak tersebut segera ditagih. "Kami minta agar pajak itu segera ditagih. Harus segera kirim surat tagihan agar pajak itu dibayar," ujar Haryono.

Haryono khawatir ada ulah penyelenggara negara yang nakal terkait dengan tidak dibayarnya pajak oleh perusahaan asing itu. Oleh karena itu, menurut Haryono, KPK akan mendalami mengapa perusahaan-perusahaan tersebut dibiarkan lama tidak membayar pajak. "Masalahnya adalah pajak itu kedaluwarsa kalau 10 tahun tidak ditagih. Nah, KPK akan mendalami apakah ada kesengajaan untuk membuat pajak itu kedaluwarsa," katanya.

Unsur pimpinan KPK bidang pencegahan itu menyatakan, pihaknya tengah mencari pihak yang bertanggung jawab atas tidak tertagihnya pajak tersebut. "Ini disengaja atau tidak. Kalau sengaja tidak ditagih, siapa yang bikin ini," ujar Haryono.

KPK telah berkoordinasi dengan BP Migas, Direktorat Jenderal Pajak, dan Direktorat Jenderal Anggaran untuk membahas permasalahan pajak di belasan perusahaan asing itu. Koordinasi dilakukan dalam pertemuan hari Rabu lalu.

Haryono menjelaskan, salah satu alasan perusahaan migas asing tak membayarkan pajaknya adalah adanya perbedaan pendapat dengan pemerintah mengenai perhitungan nilai pajak. "Karena berbeda pendapat soal jumlah, mungkin karena aturan, karena masalah kontrak," ujarnya

Hillary Clinton Akan Hadiri Entrepreneurship Summit di Bali Guna Memberikan Bantuan Modal

ASEAN Regional Entrepreneurship Summit (RES), yang akan diselenggarakan pada 22-24 Juli di Bali, diharapkan dapat mendorong wirausahawan untuk membangun jaringan. Sehingga membantu pelaku usaha untuk mengatasi masalah kewirausahaan secara komprehensif dan terintegrasi.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dalam konferensi pers ASEAN Regional Entrepreneurship Summit, di Jakarta, Rabu ( 13/7/2011 ).

RES merupakan program regional pertama, sebagai tindak lanjut dari Entrepreneurship Summit yang diadakan di Washington DC pada April tahun lalu.

Pada penyelenggaraannya di Bali, RES ditargetkan akan dihadiri lebih dari 200 delegasi, baik dari ASEAN, India, dan RRT. Kementerian Perdagangan menjadi pihak penyelenggara sebagai perwakilan dari pemerintah Indonesia.

Kemendag pun bergandengan dengan Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) dalam menyelenggarakan acara yang juga menyertakan Global Entreprenurship Program (GEP) dari US State Department.

"Kami senang sekali dapat bekerja sama dengan GEPI. Kementerian Perdagangan sebagai fasilitator RES, tentunya mendukung penuh tumbuh kembangnya kewirausahaan di Indonesia dengan menciptakan iklim yang kondusif, terutama bagi entreprenurs muda yang baru mengembangkan usahanya," tambah Mari.

Perlu dicatat, RES akan dihadiri oleh sejumlah pembicara terkemuka, diantara Menteri luar negeri AS Hillary Rodham Clinton dan Chairman Google Inc Eric Schmidt.

Sejumlah pemimpin perusahaan terkemuka di tanah air pun tidak ketinggalan, untuk hadir dan menjadi pembicara. Pendiri dan Presiden Direktur PT Susi Air Susi Pudjiastuti, Co-Founder IBEKA Tri Mumpuni, hingga Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan akan turut hadir.

Sebanyak 13 wirausahawan dan investor pemula Amerika Serikat yang tergabung dalam Global Entrepreneurship Delegation bakal berkunjung ke Indonesia pada 19 Juli - 24 Juli 2011.

Menurut siaran pers Kedutaan Besar Amerika Serikat yang diterima Kompas.com, delegasi ini akan dipimpin oleh Steven Koltai, penasihat senior di Kementerian Luar Negeri AS untuk Kewirausahaan Global, dan Global Entrepreneurship Porgram Indonesia atau GEPI akan bertindak sebagai tuan rumah.

Diantara ke 13 wirausahawan itu terdapat antara lain Arthur Benjamin (Pengusaha dan investor, dengan fokus pada industri media dan pendidikan; Presiden dan CEO DataMark; Presiden dan CEO ATI), Seth Goldstein (Roots Markets, Stickybits, Sitespecific, Majestic Research, pencipta istilah "sosial media", blogger, dan juga mentor terkenal di Silicon Valley), Yao-Hui Huang (salah satu pendiri Hatchery, inkubator bisnis yang berbasis di New York; peraih gelar PhD dari Rutgers College of Pharmacy), serta Naeem Zafar (Staf pengajar University of California, Berkeley Haas School of Business; Presiden dan CEO Bitzer Mobile; CEO Concordia Ventures; pengarang buku “7 Steps to a Successful Startup”).

Disebutkan delegasi ini akan meningkatkan upaya-upaya AS dan Indonesia untuk menggalakkan kewirausahaan serta memperkuat hubungan bisnis di bawah prakarsa Kemitraan Komprehensif. Meningkatkan perdagangan dan investasi merupakan salah satu dari enam pilar prakarsa Kemitraan Komprehensif.

"Kewirausahaan adalah salah satu bagian dari Kemitraan Komprehensif yang paling cepat berkembang dan telah berhasil menciptakan hubungan yang lebih erat dan memeperluas keterlibatan orang-orang demi keuntungan ekonomi bagi kedua negara,” ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel.

Inti kunjungan Delegasi ini merupakan semacam ajang bagi para wirausahawan Indonesia. Sebanyak 32 wirausahawan pemula akan menyajikan rencana bisnis mereka di hadapan anggota Delegasi tersebut.

Cara Cepat Menjadi Entreprenuer Yang Sukses

Corporate Identity - Ingin menjadi "entrepreneur", tetapi takut bangkrut dan merugi? Trik dari Jaya Setiabudi, penulis buku The Power of Kepepet ini mungkin bisa diikuti. Ia mengatakan, jangan takut bangkrut. Bisa jadi, kebangkrutan itu akan menjadi jalan yang mengantarkan ke pintu kesuksesan.

"Anda bangkrut saya senang. Semua orang sukses pernah bangkrut, kalau sekarang Anda bangkrut tinggal tunggu suksesnya saja," kata Jaya, dalam seminar yang diadakan di arena Entrepreneur Expo di Auditorium Charles Himawan, Kampus President University, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/7/2011).

Jaya, yang mengaku pernah bangkrut Rp 1,8 miliar dalam usahanya, membagi sejumlah tips yang bisa dijajaki untuk menjadi seorang entrepreneur sejak di bangku kuliah. Yuk, disimak!

1. Selama masih berstatus sebagai mahasiswa, dekati teman Anda yang cerdas sehingga dapat membantu Anda sebagai general manager, manager yang mengurusi semua aktivitas usaha Anda.

2. Cari teman yang "berduit", jadikan investor sehingga keuntungan Anda nantinya dapat dibagi dengan teman Anda.

3. Selain itu, dibutuhkan pula seorang teman yang supel sehingga memudahkan Anda untuk berkomunikasi dengan klien.

4. Yang terpenting, memiliki keberanian untuk memulai sebuah usaha.

5. Menyadari pentingnya marketing dan branding yang meliputi pemasaran, desain logo, corporate identity hingga web design untuk memulai word of mouth yang baik.

Di luar itu, ia menyarankan, agar selalu menciptakan situasi "kepepet". Lho? Ya, menurut Jaya, situasi mendesak akan mendorong seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

"Orang itu perlu sedikit dipaksa agar pekerjaan dapat terselesaikan," kata Jaya.

Direktur Young Enterpreneur Academy (YEA) ini juga memberikan beberapa tips menggaet investor, yaitu tetap membangun kejujuran, disiplin, membangun kredibilitas, dan jangan "pelit". Selamat meniti jalan menjadi entrepreneur!

Daftar Bisnis Dengan Modal Kecil, Balik Modal Cepat Serta Keuntungan Besar

Membuka usaha kini tidak lagi membutuhkan modal yang besar. Banyak usaha dengan sistem kemitraan dan waralaba yang menawarkan modal yang terbilang kecil, ditambah dengan balik modal dalam waktu yang cukup cepat.

Produk "Super Bubble" menyediakan sejumlah paket kemitraan dengan harga yang yang cukup terjangkau. Adam, pemilik usaha, pun mengiming-imingi dengan modal Rp 3,45 juta maka pemilik modal bisa langsung jadi pengusaha.

Dengan modal tersebut, mitra sudah mendapatkan booth, sebagai salah fasilitas yang diberikan. "Pertama, harga investasi tidak terlalu mahal. Cukup dengan Rp 3,45 juta," ungkap Adam kepada Akarapi.com salah satu penyedia desain logo profesional ternama di Indonesia dalam acara Iwapi-Business Opportunity Expo dan Forum 2011 , di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (10/7/2011).

Apa kelebihan lainnya dari produk ini? Ia pun menyebutkan produk minuman yang dirintisnya sejak tahun 2008 ini, memiliki 44 varian rasa. "Produk bisa di-customize dengan produk lain, seperti Nutrijell. Asal tidak mengubah rasa flavour-nya," tambahnya.

Hingga kini, Super Bubble telah memiliki 101 outlet, yang tersebar di Jawa, Sumatera, hingga Jayapura. "Kalimantan dan Sulawesi sempat ada. Tapi lagi off (sekarang)," ujarnya.

Ia pun tidak takut dengan bersaing dengan produk lain. Baginya keberadaan kompetitor menandakan bisnis itu hidup. "Enggak ada kompetitor, justru kita jadi was-was," sebutnya.

Oleh sebab itu, ia yakin bisnis ini dapat tetap bertahan di tengah persaingan bisnis sejenis. Bahkan dengan modal tersebut, ia menyebutkan mitra dapat balik modal sekitar tiga bulan. Dengan jumlah penjualan 35 cup per hari, di mana harganya Rp 5-6 ribu per cup-nya," tuturnya.

Ke depannya, ia sedang mempersiapkan untuk menyiapkan outlet makanan, yang akan berkolaborasi dengan Super Bubble. "Bentuknya nanti mungkin 2 in 1," ujarnya, yang juga menuturkan akan berusaha mencapai 200 outlet dengan produk minumannya ini, pada akhir tahun.

Sejauh ini, suplai masih dilakukan dari pusat yang bertempat di Petukangan Selatan, Jakarta. Bahan bakunya pun termasuk berkualitas dengan diimpor dari Taiwan untuk sirup dan bubble. "Creamer dari produsen lokal," ujarnya. Nantinya, ia akan berusaha membuat bahan baku yang diimpor untuk dapat diproduksi di dalam negeri.

Dengan keberadaan 101 outlet saat ini, separuhnya dikelola oleh anak muda. "Anak muda, anak kampus, yah, umurnya 20-30 tahunlah," sebutnya, yang sempat bekerja sebagai pegawai atau orang yang digaji selama 5 tahun.

Selain itu, bisnis ini akan berekspansi di luar mall. Tepatnya, Super Bubble akan menjangkau daerah kampus, tempat pariwisata, dan lainnya. "Tujuan utama segmennya di luar mall," tambahnya. - Desain Logo Murah

Cara Memulai Bisnis Limbah Kertas Yang Menguntungkan

Produk daur ulang kertas sudah kian jamak di pasaran. Ini membuktikan, ada pangsa pasar untuk produk kreatif ini. Kreativitas mengolah limbah kertas ini bisa menghasilkan keuntungan cukup besar, sementara modal yang dikeluarkan minim.

Produk dari daur ulang kertas memang bukan barang baru di Tanah Air. Sejak tahun 1990-an, produk ini sudah mulai dikenal masyakarat dan sempat booming karena keunikannya.

Jenis produk yang bisa dihasilkan dari daur ulang kertas ini juga terus berkembang. Semula wujudnya hanya frame atau pigura foto dan blocknote. Lalu, bermunculan kreasi produk-produk baru seperti wadah tisu, kotak perhiasan, kotak hantaran, dan kotak kado. Sekarang, produk semacam ini mudah ditemui di pasaran. Yang membedakan produk yang satu dengan yang lain adalah desain, bentuk, dan warna yang kian kreatif.

Isu-isu seputar go green yang masih bergaung hingga sekarang membuat produk-produk dari daur ulang kertas ini semakin diminati. Biasanya, produk-produk dari daur ulang kertas ini dijadikan suvenir dalam berbagai acara.

Tren batik beberapa tahun terakhir juga membuat pamor produk-produk dari daur ulang kertas kian bersinar. Sebab, produk-produk dari bahan bubur kertas yang berkesan etnik ini pas bersanding dengan barang-barang yang dibuat dengan teknik batik. "Masih terbuka pasarnya. Produk frame foto yang merupakan jenis produk paling lawas pun permintaannya masih banyak," kata Diana Herawanti, pemilik Spinifex, perajin produk daur ulang kertas di Bantul.

Pengusaha lain dari Yogyakarta, Dicka Armitasari, juga cukup optimistis dengan peluang bisnis produk yang memanfaatkan limbah ini. "Toko-toko kerajinan cukup banyak, toko-toko batik juga banyak. Jadi, produk-produk kertas daur ulang ikut berpeluang diminati pasar," kata Dicka, yang baru memulai usaha ini tahun 2009.

Hingga saat ini, baik Diana maupun Dicka masih melayani konsumen dari wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. "Yang datang ke saya biasanya beli untuk dijual kembali," kata Diana.

Dalam sebulan, Diana bisa memproduksi 3.000 unit produk dengan omzet Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan. Sementara itu, Dicka sebulan bisa mendapat pesanan sampai 1.000 unit produk dengan omzet Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta. Keuntungan yang mereka dapat bisa mencapai 50 persen dari omzet.

Mau belajar desain

Bekal utama yang harus dimiliki dalam menjalani usaha semacam ini sudah tentu adalah kreativitas. Maklum, barang yang diproduksi merupakan jenis produk yang terbilang punya nilai seni. "Ia juga harus mau belajar soal tren. Misalnya, sekarang ini konsumen lebih menyukai produk-produk yang sifatnya fungsional bukan sekadar dekoratif," kata Diana.

Menurut Joko Wahyudi, pemilik Ken Rayi Paper Craft di Solo, pembuatan produk dari daur ulang kertas terbilang mudah asalkan pembuatnya punya jiwa seni. "Semua bisa dipelajari dengan mudah asal telaten," katanya.

Dicka yang baru saja lulus kuliah sependapat dengan Joko. Untuk mempelajari pembuatan produk, kita bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya di internet. "Kalau mau belajar langsung juga bisa. Sekarang banyak yang menawarkan pelatihan proses pembuatan kertas daur ulang dan produksinya. Saya dulu memulainya dengan ikut pelatihan," ujarnya.

Joko mengungkapkan, setiap pelaku dalam usaha ini harus memperhatikan selera pasar. Selain itu, mereka kudu mencoba berinovasi sekalipun produk sejenis sudah banyak di pasaran. Misalnya, inovasi dari sisi warna atau hiasannya. Ambil contoh, dari sisi hiasan, si pembuat bisa lebih bermain kombinasi dengan benda-benda unik dan berkesan etnik seperti rempah-rempah, bunga, atau daun kering. Pilihan lain adalah dikombinasikan dengan kain-kain tradisional, seperti batik atau ulos.

Adapun pewarnaan kertas bisa menggunakan warna alam seperti pandan, daun rambutan, atau kunyit. Serat-serat kertas supaya lebih unik bisa dicampur dengan serat nanas atau serat pelepah pisang. Patut diingat, produk-produk semacam ini rawan penjiplakan. Jadi, Anda mesti rutin atau sering-sering melakukan inovasi.

Modal kecil

Untuk menjajal usaha ini, modal yang harus Anda keluarkan tidaklah banyak, antara Rp 1 juta–Rp 3 juta saja. Uang itu digunakan untuk membeli peralatan seperti blender, papan bak kayu, penggaris, ember,cutter, filter, dan alat tulis. Untuk tempat produksi, Anda bisa memanfaatkan ruangan di rumah Anda sehingga bisa hemat ongkos sewa lokasi usaha. Di Jakarta Selatan, sewa tempat ukuran 35 meter persegi berkisar Rp 10 juta–Rp 35 juta per tahun.

Nah, bila ingin merenovasi lokasi produksi, perlu disiapkan uang sekitar Rp 3 juta. "Biaya itu sudah termasuk untuk membeli rak-rak untuk memajang produk," kata Dicka. Untuk melengkapi usaha semacam ini, paling tidak, Anda juga harus memiliki alat transportasi seperti sepeda motor untuk memperlancar usaha.

Menurut Diana, menekan biaya ada baiknya, yakni Anda mendaur ulang kertas sendiri. "Keuntungan yang didapat bisa lebih besar dibandingkan dengan kita membeli kertas daur ulang yang sudah jadi di pasaran," ujarnya.

Asal tahu saja, harga kertas daur ulang ukuran A3 di pasaran seharga adalah Rp 1.500 hingga Rp 2.800 per lembar. Bila dalam sebulan membutuhkan 1.000 lembar kertas, uang yang harus disiapkan sekitar Rp 1,5 juta. Kalau membuat sendiri, dengan uang Rp 200.000–Rp 300.000, Anda sudah bisa menghasilkan kertas sebanyak itu. Harga bahan baku, yakni kertas-kertas bekas atau koran cukup murah. Per kilogram bisa ditebus Rp 1.000. Asumsinya, untuk membuat 1.000 lembar kertas dibutuhkan 100 kg kertas bekas, sehingga Anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 100.000.

Sisanya uang bisa Anda gunakan untuk membeli pewarna dan bahan serat lain untuk menghasilkan kertas yang bertekstur. "Selain lebih irit, kita bisa menciptakan tekstur kertas yang kita inginkan sehingga produk kita mempunyai ciri khas kertas yang berbeda dengan yang lain," jelas Diana.

Dalam sebulan, pengeluaran yang harus Anda perhitungkan antara lain adalah pembelian karton sebagai bahan dasar aneka produk. Sedikitnya, Anda harus merogoh kocek Rp 2 juta untuk membeli karton dan lem. Sementara untuk membeli bahan tambahan hiasan produk sekitar Rp 500.000.

Gaji untuk dua orang karyawan sekitar Rp 2 juta. "Karyawan tetap tak usah banyak-banyak, dua–tiga orang saja. Kalau ada orderan banyak, baru pakai tenaga borongan," ujar Joko.

Strategi pemasaran

Diana menyarankan, Anda memperkenalkan produk kertas daur ulang secara online di situs internet. "Saya dulu hanya ditulis profil usahanya dan menampilkan beberapa produk serta mencantumkan nomor telepon. Dari situ, satu per satu pelanggan datang," jelas Diana.

Dengan memamerkan produk-produk di internet, calon konsumen dari segala penjuru dunia bisa mengaksesnya. "Sekarang, yang ramai memang pasar di luar Pulau Jawa. Pesanan saya banyak dari luar Pulau Jawa, biasanya untuk dijual kembali," kata Diana.

Selain memasarkan secara online, Dicka juga aktif ikut bazar atau pameran produk. Dengan aktif memamerkan produk melalui bazar ini, produk akan semakin dikenal. "Saya dulu ikut bazar di kampus-kampus. Dari kesempatan itulah produk saya dikenal dan langsung ada pesanan suvenir. Sampai sekarang, kampus itu masih langganan," papar Dicka.

Selain itu, coba cari rekanan bisnis. Misalnya, toko-toko kerajinan. Di tempat seperti itu Anda bisa menitipkan barang produksi. "Ada lima toko yang saya titipi. Ada toko kerajinan, ada juga toko batik," kata Joko. Biasanya, menembus toko-toko semacam itu tak terlalu sulit asalkan barang yang kita tawarkan layak jual dan mempunyai harga murah.

Patut dicatat, ketika menitipkan barang di toko orang lain, Anda harus rajin menengoknya. Ini penting, guna memperhatikan seberapa besar minat pasar terhadap produk yang ditawarkan. Tujuan lain adalah untuk memperbaharui jenis barang dan membangun kepercayaan dari si pemilik toko.

Menawarkan produk pendamping

Joko menyarankan, seiring perkembangan bisnis produk dari kertas daur ulang Anda, bila bisnis sudah mulai berjalan, ada baiknya Anda mulai menawarkan produk jenis lain yang memang dibutuhkan pasar. “Ini hanya untuk mendongkrak pendapatan saja,” kata Joko.

Ambil contoh Joko. Setelah menitipkan produk berbahan baku kertas daur ulang di toko batik, dia menangkap peluang lain, yaitu permintaan kemasan batik. Joko pun menawarkan tas berbahan kertas dengan desain yang disesuaikan dengan karakter toko batik tersebut. Hasilnya, pesanan pembuatan tas kertas ini tak kalah ramai dibandingkan dengan pesanan produk-produknya berbahan kertas daur ulang tadi.

Begitu juga dengan Diana yang mencoba memberikan tawaran produk lain, seperti lilin hias. “Ini supaya konsumen juga punya pilihan belanja yang lain,” katanya.

Jika tekun menjalani usaha ini, siapa tahu berkah lain siap menanti Anda yang eksis dan sukses. Diana, yang sudah menjalankan usaha ini sejak 2000, kini, mulai sering mendapat tawaran untuk memberikan pelatihan proses pembuatan kertas daur ulang dan produksi barang dari kertas daur ulang. Sudah tentu, menjadi mentor dalam pelatihan tak gratis. Honornya bisa jadi penambah uang saku.