Para pemimpin dunia bertemu di pertemuan puncak (KTT) G-20 pada Kamis membahas peningkatan pendanaan mereka di Dana Moneter Internasional untuk membantu menyelesaikan krisis utang zona euro, Menteri Keuangan Inggris mengatakan.
George Osborne mengatakan, negara-negara seperti China tertarik pada proposal itu, yang telah sangat didorong oleh Perdana Menteri Inggris David Cameron, tapi ia menolak untuk menempatkan angka kenaikannya, lapor AFP.
"Masyarakat internasional juga menerima bahwa itu dibutuhkan untuk mengatasi situasi ekonomi global secara umum dan ada perdebatan yang sudah mulai, tetapi tidak menyimpulkan, tentang peningkatan sumber daya untuk IMF," kata Osborne kepada wartawan.
"Tentu saja belum ada angkanya dan saya menduga bahwa diskusi mereka tidak akan menyimpulkan sampai besok," katanya, meringkas satu hari dari KTT G-20 di Cannes, Prancis.
Pemerintah Inggris telah mengambangkan gagasan peningkatan pendanaan untuk IMF sebagai sebagian cara untuk membantu zona euro tanpa memberikan kontribusi langsung kepada bailout, yang akan merusak politik dalam negeri.
Ketika ditanya apakah ada dukungan internasional di pertemuan, Osborne mengatakan, telah dibahas oleh negara-negara G20 sejak awal Oktober.
"Saya sudah tidak mendengar objek siapa pun untuk menyatakan bahwa kita meningkatkan sumber daya IMF. Kontribusi individu untuk peningkatan itu belum dibahas jadi saya tidak bisa memberikan angka," katanya.
"Tetapi yang pasti dari apa yang saya dengar dari China, dan saya sendiri sudah diskusi dengan orang China di sini juga, mereka juga tertarik dalam memberikan dukungan kepada IMF."
Cameron mengatakan, Kamis pagi bahwa Inggris akan mempertimbangkan peningkatan 29 miliar pound (34 miliar euro, 46 miliar dolar AS) pendanaan untuk IMF.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menyampaikan intervensi dalam Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 Negara (G20) di Cannes, Prancis, pada 3-4 November 2011, mengingatkan agar krisis ekonomi di zona Euro tidak melupakan tujuan dibentuknya G20 untuk mewujudkan perekonomian global yang lebih berimbang.
Dalam konperensi pers setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, untuk menjelaskan hasil kunjungan kerja selama enam hari di Prancis, Presiden mengatakan bahwa ia juga mengingatkan forum G20 untuk tidak melupakan berbagai masalah pembangunan, seperti program pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
"Saya mengingatkan agar jangan sampai gara-gara ekonomi di Yunani dan Zona Euro, maka pekerjaan besar yang berdimensi jangka menengah, fundamental, dan strategis itu tidak dijalankan dengan baik,' ujarnya.
Presiden menjelaskan, KTT ke-6 G20 di Perancis memang lebih didominasi oleh pembahasan masalah krisis ekonomi di zona Euro, khususnya yang terjadi di Yunani, sehingga hampir semua perhatian dicurahkan pada upaya mencari solusi krisis tersebut.
Menurut Kepala Negara, dalam forum tersebut dirinya menyampaikan kepercayaan kepada para pemimpin Zona Euro yang diharapkan bisa mengambil langkah-langkah nyata untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Namun, Presiden juga mengingatkan bahwa G20 adalah kelompok yang mewakili kepentingan bangsa-bangsa di dunia, sehingga juga harus mempertimbangkan kepentingan negara-negara berkembang dan kurang berkembang.
"Saya ingatkan karena krisis Zona Euro dan Yunani pada saatnya bisa diselesaikan, bisa kembali pada kerangka G20 yang intinya bersama-sama meningkatkan pertumbuhan ekonomi global dan berimbang dan juga sistem keuangan dunia yang stabil," tutur Kepala Negara.
G20 diselenggarakan pertama kali di Washington DC, Amerika Serikat, pada 2008 sebagai respon dunia untuk menanggapi krisis keuangan global terjadi saat itu. Pemimpin dari dua puluh negara maju dan berkembang berkumpul untuk mencari solusi krisis sekaligus merumuskan mekanisme sistem keuangan dunia yang stabil agar krisis serupa tidak terjadi lagi pada masa depan.
Salah satu kesepakatan yang dihasilkan saat itu adalah reformasi sistem keuangan agar menghasilkan mekanisme yang lebih stabil, berimbang, dan juga adil bagi seluruh bangsa-bangsa di dunia.
Pada KTT di Cannes, Paris, para pemimpin negara G20 menyepakati Deklarasi Cannes yang berisi komitmen negara-negara anggota G20 untuk melaksanakan dan melanjutkan berbagai kebijakan di bidang fiskal, moneter, serta reformasi di sektor keuangan dan struktural dengan memperhatikan dampak dari kebijakan domestik terhadap negara lain.
Negara-negara anggota G20 juga telah menyetujui langkah-langkah nyata yang dirumuskan di dalam Rencana Aksi Cannes meliputi respon G20 untuk mengembalikan kepercayaan pasar khususnya terkait krisis di kawasan Euro, percepatan penyelesaian isu ketidakadilan global, reformasi sistem keuangan, serta kebijakan untuk meningkatkan kapasitas Dana Moneter Internasional dalam menjalankan upaya penyelamatan keuangan global secara lebih optimal terutama untuk meningkatkan kemampuan memberikan peringatan lebih tegas sebelum krisis terjadi.
Presiden Yudhoyono mengatakan, pada KTT di Perancis para pemimpin negara kelompok G20 juga sepakat bahwa forum tersebut lebih baik tetap bersifat informal, namun dengan tetap menjaga kesinambungan dan konsistensi penyelesaian masalah.
Presiden juga menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah pada KTT G20 tahun 2016 yang mewakili kawasan Asia bersaing dengan China dan Jepang.
Monday, November 7, 2011
Rumah Tangga China Dalam Prespektif Krisis Keuangan Di Yunani Eropa
Bagaimana kehidupan 10 rumah tangga di China dipengaruhi debat politik dua partai di Athena —yang berjarak 7.629 kilometer atau sembilan kali jarak Jakarta-Surabaya— tentang perlu tidaknya menerima dana talangan IMF?
Beberapa hari lalu (2/11) Reuters melaporkan, perusahaan Dongguan Jincai Real Co di China memecat 10 pekerjanya karena perusahaan yang mengekspor telepon genggam dan aksesoris komputer tersebut kehilangan pasar di Eropa.
Ekonomi China sangat bergantung dari ekspor, yang pada 2010 memberi kontribusi 61 persen dari total produk domestik bruto (PDB). Bandingkan dengan konsumen dalam negeri di Amerika Serikat yang menyumbang 70 persen PDB pada periode sama.
Ke Eropa yang kini tengah krisis sangat serius, nilai ekspor China dengan penduduk 1,3 miliar jiwa itu mencapai 236,28 miliar dolar AS pada 2010. Jumlah yang sangat fantastis!
Ekspor China sejak krisis zona Eropa terjadi --pasar terbesar mereka-- menurun 19,4 persen. Menurut situsThe Guardian, China bisa kehilangan pasarnya secara habis-habisan jika Yunani gagal bayar hutang, yang berimplikasi pada kejatuhan ekonomi seluruh negara bermata uang Euro.
Mungkin itu sebabnya editorial kantor berita China,Xinhua (2/11), menulis, pemimpin Uni Eropa harus meyakinkan pemerintah Yunani untuk menerima proposal penyelamatan dari Eropa.
Beberapa waktu lalu partai-partai besar di Yunani tidak menemukan kata sepakat untuk menerima proposal bantuan itu.
Proposal penyelamatan sejumlah hingga satu triliun euro, ditolak Partai oposisi, New Democracy, karena syarat-syarat yang mustahil diterima, di antaranya privatisasi dan pengurangan pengeluaran publik, juga subsidi.
Perdebatan ini kemudian membuat mantan Perdana Menteri George Papandreou dari Partai Pasok yang mengundurkan diri, Senin waktu setempat, mengusulkan referendum untuk memutuskan apakah Yunani akan menerima proposal bantuan atau tidak.
China melalui majalah The Global Times yang dimiliki pemerintah kemudian merespon keputusan referendum itu dengan menulis, "Warisan tertua dari Yunani (demokrasi) telah menyebabkan kegagalan negara itu."
Rakyat biasa menurut The Global Times lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan sementara mereka dibandingkan prospek jangka panjang kepentingan negara.
Referendum akhirnya dibatalkan. Papandreou mengundurkan diri untuk membentuk kabinet persatuan nasional karena IMF dan Uni Eropa lagi-lagi memberi syarat lain berupa konsensus politik.
Sementara China, yang memiliki cadangan devisa senilai 3,2 triliun dolar Amerika Serikat, diminta Uni Eropa memberi bantuan senilai 50-100 miliar dolar AS untuk melengkapi paket 1 triliun euro yang dibutuhkan Yunani.
Belum ada tanggapan dari China soal permohonan ini. Sebagai upaya sementara memacu pertumbuhan ekonomi dalam negerinya di tengah krisis Eropa, majalah Times menyebut, pemerintah China menginstruksikan bank sentral negara itu membiayai proyek infrastruktur dan perumahan dalam skala besar.
Namun menurut pakar ekonomi dari Universitas New York, Roubini, usaha China ini hanya akan berdampak sementara karena dia memperkirakan pada 2013, pertumbuhan ekonomi China hanya akan mencapai angka lima persen.
Angka lima persen tidak cukup karena untuk membuat angka pengangguran tidak meningkat, China membutuhkan setidaknya delapan persen pertumbuhan ekonomi setiap tahun. Jika krisis Eropa tidak segera selesai dan ekonomi China tetap bergantung pada ekspor, bukan tidak mungkin akan lebih banyak pekerja negeri tirai bambu yang kehilangan mata pencahariannya.
Mungkin krisis Eropa telah membuktikan tesis Anthony Giddens tentang bagaimana suatu debat politik di Atena membuat satu keluarga di China kekurangan bahan makanan
Beberapa hari lalu (2/11) Reuters melaporkan, perusahaan Dongguan Jincai Real Co di China memecat 10 pekerjanya karena perusahaan yang mengekspor telepon genggam dan aksesoris komputer tersebut kehilangan pasar di Eropa.
Ekonomi China sangat bergantung dari ekspor, yang pada 2010 memberi kontribusi 61 persen dari total produk domestik bruto (PDB). Bandingkan dengan konsumen dalam negeri di Amerika Serikat yang menyumbang 70 persen PDB pada periode sama.
Ke Eropa yang kini tengah krisis sangat serius, nilai ekspor China dengan penduduk 1,3 miliar jiwa itu mencapai 236,28 miliar dolar AS pada 2010. Jumlah yang sangat fantastis!
Ekspor China sejak krisis zona Eropa terjadi --pasar terbesar mereka-- menurun 19,4 persen. Menurut situsThe Guardian, China bisa kehilangan pasarnya secara habis-habisan jika Yunani gagal bayar hutang, yang berimplikasi pada kejatuhan ekonomi seluruh negara bermata uang Euro.
Mungkin itu sebabnya editorial kantor berita China,Xinhua (2/11), menulis, pemimpin Uni Eropa harus meyakinkan pemerintah Yunani untuk menerima proposal penyelamatan dari Eropa.
Beberapa waktu lalu partai-partai besar di Yunani tidak menemukan kata sepakat untuk menerima proposal bantuan itu.
Proposal penyelamatan sejumlah hingga satu triliun euro, ditolak Partai oposisi, New Democracy, karena syarat-syarat yang mustahil diterima, di antaranya privatisasi dan pengurangan pengeluaran publik, juga subsidi.
Perdebatan ini kemudian membuat mantan Perdana Menteri George Papandreou dari Partai Pasok yang mengundurkan diri, Senin waktu setempat, mengusulkan referendum untuk memutuskan apakah Yunani akan menerima proposal bantuan atau tidak.
China melalui majalah The Global Times yang dimiliki pemerintah kemudian merespon keputusan referendum itu dengan menulis, "Warisan tertua dari Yunani (demokrasi) telah menyebabkan kegagalan negara itu."
Rakyat biasa menurut The Global Times lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan sementara mereka dibandingkan prospek jangka panjang kepentingan negara.
Referendum akhirnya dibatalkan. Papandreou mengundurkan diri untuk membentuk kabinet persatuan nasional karena IMF dan Uni Eropa lagi-lagi memberi syarat lain berupa konsensus politik.
Sementara China, yang memiliki cadangan devisa senilai 3,2 triliun dolar Amerika Serikat, diminta Uni Eropa memberi bantuan senilai 50-100 miliar dolar AS untuk melengkapi paket 1 triliun euro yang dibutuhkan Yunani.
Belum ada tanggapan dari China soal permohonan ini. Sebagai upaya sementara memacu pertumbuhan ekonomi dalam negerinya di tengah krisis Eropa, majalah Times menyebut, pemerintah China menginstruksikan bank sentral negara itu membiayai proyek infrastruktur dan perumahan dalam skala besar.
Namun menurut pakar ekonomi dari Universitas New York, Roubini, usaha China ini hanya akan berdampak sementara karena dia memperkirakan pada 2013, pertumbuhan ekonomi China hanya akan mencapai angka lima persen.
Angka lima persen tidak cukup karena untuk membuat angka pengangguran tidak meningkat, China membutuhkan setidaknya delapan persen pertumbuhan ekonomi setiap tahun. Jika krisis Eropa tidak segera selesai dan ekonomi China tetap bergantung pada ekspor, bukan tidak mungkin akan lebih banyak pekerja negeri tirai bambu yang kehilangan mata pencahariannya.
Mungkin krisis Eropa telah membuktikan tesis Anthony Giddens tentang bagaimana suatu debat politik di Atena membuat satu keluarga di China kekurangan bahan makanan
Thursday, October 13, 2011
10 wirausaha Muda Raih Penghargaan Shell Livewire
Sepuluh orang muda lolos dalam pemilihan wirausaha pemula berusia 18-32 tahun dalam sebuah kompetisi yang digelar salah satu perusahaan peritel bahan bakar di Indonesia.
Dalam kegiatan bertajuk "Shell Livewire Business Start Up Award 2011" ini 241 wirausaha muda terpilih dari Jabodetabek, Jabar, Yogyakarta, Jateng, Jatim, dan Bali.
Manajer Media Relation PT Shell Indonesia, Sri Wahyu Endah mengungkapkan usaha yang ditawarkan anak-anak muda tersebut unik, kreatif dan bervariasi mulai dari produk fashion, kecantikan, produk edukasi, perlengkapan rumah tangga dan makanan.
"Salah satunya karya Muhammad Fahrian dengan produk Godream, yakni sleeping bag yang tidak hanya untuk pencinta alam saja tetapi bisa digunakan oleh keluarga karena desainnya menarik dan kreatif," katanya.
Selain itu, ada produk gendongan bayi yang inovatif karya Elgia Meliasa diberi nama "Hanaroo baby Wrap", produk fashion Lazuli Sarae karya Ivan Kurniawan berupa kreasi batik dengan bahan dasar jeans.
Ada pula produk makanan kreatif nasi krawu dalam bentuk burger karya Lailatus Saadah, produk Heuphoria boneka anatomi karya Yunara Ningrum, produk angkringan Cekli modern berupa makanan kaki lima di gerobak dorong kreasi Robby Adiarta.
Menurut Endah, salah satu pertimbangan untuk meloloskan peserta dalam ajang Shell Livewire adalah kreativitas. Meski minim modal, mereka bisa mempromosikan produk dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk pengembangan produk dan pasarnya.
"Kesepuluh pemenang Shell Livewire BSA 2011 mendapat hadiah dana untuk pengembangan usahanya masing-masing sebesar Rp20 juta, mendapat pelatihan, bimbingan bisnis serta publikasi media", katanya.
Ivan Kurniawan pemenang produk kreatif batik di atas bahan denim mengatakan ide untuk mengkreasikan motif batik pada bahan denim atau jeans sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian batik sebagai budaya asli Indonesia.
Bersama rekannya Maretta Nirmada, Ivan lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung telah memadukan batik sebagai budaya tradisional timur dengan denim yang merupakan wajah budaya barat.
Dalam kegiatan bertajuk "Shell Livewire Business Start Up Award 2011" ini 241 wirausaha muda terpilih dari Jabodetabek, Jabar, Yogyakarta, Jateng, Jatim, dan Bali.
Manajer Media Relation PT Shell Indonesia, Sri Wahyu Endah mengungkapkan usaha yang ditawarkan anak-anak muda tersebut unik, kreatif dan bervariasi mulai dari produk fashion, kecantikan, produk edukasi, perlengkapan rumah tangga dan makanan.
"Salah satunya karya Muhammad Fahrian dengan produk Godream, yakni sleeping bag yang tidak hanya untuk pencinta alam saja tetapi bisa digunakan oleh keluarga karena desainnya menarik dan kreatif," katanya.
Selain itu, ada produk gendongan bayi yang inovatif karya Elgia Meliasa diberi nama "Hanaroo baby Wrap", produk fashion Lazuli Sarae karya Ivan Kurniawan berupa kreasi batik dengan bahan dasar jeans.
Ada pula produk makanan kreatif nasi krawu dalam bentuk burger karya Lailatus Saadah, produk Heuphoria boneka anatomi karya Yunara Ningrum, produk angkringan Cekli modern berupa makanan kaki lima di gerobak dorong kreasi Robby Adiarta.
Menurut Endah, salah satu pertimbangan untuk meloloskan peserta dalam ajang Shell Livewire adalah kreativitas. Meski minim modal, mereka bisa mempromosikan produk dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk pengembangan produk dan pasarnya.
"Kesepuluh pemenang Shell Livewire BSA 2011 mendapat hadiah dana untuk pengembangan usahanya masing-masing sebesar Rp20 juta, mendapat pelatihan, bimbingan bisnis serta publikasi media", katanya.
Ivan Kurniawan pemenang produk kreatif batik di atas bahan denim mengatakan ide untuk mengkreasikan motif batik pada bahan denim atau jeans sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian batik sebagai budaya asli Indonesia.
Bersama rekannya Maretta Nirmada, Ivan lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung telah memadukan batik sebagai budaya tradisional timur dengan denim yang merupakan wajah budaya barat.
Tuesday, October 11, 2011
Penjualan Mobil Tahun 2011 Sampai Bulan September Naik 21 Persen
Sembilan bulan 2011 berjalan (Januari-September), penjualan ritel mobil di Indonesia—penumpang dan komersial—sudah mencapai 658.009 unit. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, berarti penjualan naik 21,7 persen. Sembilan bulan pertama 2011, penjualan ritel sebanyak 540.600 unit. Hal itu disimpulkan setelah Kompas.commemperoleh data lengkap dari salah satu anggota Gaikindo.
Untuk September, hanya terjadi kenaikan tipis dibandingkan bulan sebelumnya, Agustus 2011. Kalau Agustus total ritel 76.257 unit, September menjadi 77.864 unit atau naik 2,1 persen. Sementara wholesales (WS) pada September 2011 ini lebih besar dibandingkan ritel. WS mencapai 79.836 unit atau naik 8,9 persen dari 73.056 unit pada Agustus 2011. Untuk wholesales selama 9 bulan pada 2011 sudah mencapai 659.857 unit.
Khusus untuk ritel, komposisinya, penumpang 455.775 unit (69,3 persen) dan komersial 202.234 (30,7 persen) unit.
Masih top
Toyota masih tetap mendominasi dengan menikmati pangsa pasar 36,4 persen. Dari Top10 ATPM dengan penjualan terbanyak, hanya Honda yang mengalami penurunan penjualan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya 13,2 persen, yaitu dari 43.635 unit tinggal 37.882 unit.
Masih top
Toyota masih tetap mendominasi dengan menikmati pangsa pasar 36,4 persen. Dari Top10 ATPM dengan penjualan terbanyak, hanya Honda yang mengalami penurunan penjualan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya 13,2 persen, yaitu dari 43.635 unit tinggal 37.882 unit.
Penjualan Ritel Agustus vs September 2011 dan total 2011 vs 2010 (9 bulan)
| No. | Merek | Agustus (unit) | September (unit) | 2011 (unit) | 2010 (unit) | +/- (%) |
| 1. | Toyota | 26.151 | 30.041 | 239.761 | 207.472 | +15,56 |
| 2. | Daihatsu | 11.569 | 11.268 | 100.926 | 83.691 | +20,6 |
| 3. | Mitsubishi | 10.743 | 9.689 | 94.871 | 72.534 | +30,8 |
| 4. | Suzuki | 7.505 | 7.421 | 63.870 | 47.462 | +34,6 |
| 5. | Nissan | 5.496 | 4.505 | 40.262 | 27.692 | +46,7 |
| 6. | Honda | 4.854 | 4.376 | 37.882 | 43.635 | -13,2 |
| 7. | Isuzu | 2.278 | 2.452 | 20.610 | 16.574 | +24,3 |
| 8. | Hino | 2.390 | 2.565 | 18.016 | 15.042 | +19,7 |
| 9. | Ford | 1.502 | 1.471 | 12.332 | 4.652 | +165 |
| 10. | Mazda | 851 | 864 | 6.445 | 4.326 | +49 |
| 11. | Kia | 657 | 860 | 4.320 | 3.415 | +26,5 |
| 12. | Hyundai | 506 | 462 | 3.804 | 3.701 | +2,7 |
| 13. | Chevrolet | 369 | 371 | 3.441 | 3.280 | +4,9 |
| 14. | Mercesdes-Benz | 391 | 413 | 3.309 | 3.325 | -4,8 |
| 15. | UD Trucks | 200 | 280 | 2.193 | - | |
| 16. | Proton | 140 | 209 | 1.228 | 1.662 | -26,2 |
| 17. | BMW | 150 | 140 | 1.117 | 929 | +20 |
| 18. | Geely | 103 | 112 | 771 | - | |
| 19. | Chrysler | 142 | 39 | 498 | 40 | +1.145 |
| 20. | MAN | 24 | 38 | 262 | - | |
| Total | 76.257 | 77.864 | 658.009 | 540.600 | 21,7 | |
Subscribe to:
Posts (Atom)