PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana menerbitan obligasi senilai Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun pada semester pertama 2012.
"Dana obligasi akan digunakan untuk rencana akuisisi ruas jalan tol serta masuk dalam konsorsium proyek Jakarta Toll way Development (JTD) senilai Rp40 triliun, bersama pemda DKI Jakarta. Seleksi penjamin emisi masih dalam tahap pembicaraan, kemungkinan selesai dalam 1-2 bulan ini," kata Direktur Operasional CMNP, Hudaya Ariyanto, di Jakarta, Rabu.
Ia mengemukakan, untuk rencana penerbitan obligasi perusahaan itu, pihaknya akan menggunakan laporan keuangan Desember 2011.
Ia mengatakan, perseroan telah menyerahkan dokumen untuk diberikan peringkat obligasi kepada PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
Perusahaan operator jalan tol, mengharapkan dapat melakukan finalisasi akuisisi dua hingga tiga ruas tol di tahun depan. Saat ini proses uji tuntas (due dilligence) telah dilakukan terhadap dua ruas tol.
Sebelumnya, obligasi CMNP direncanakan berlangsung pada akhir tahun ini. Namun, rencana itu batal dilakukan seiring belum tuntasnya negosiasi harga akuisisi.
Direktur Keuangan CMNP, Indrawan Sumantri menambahkan, pada tahun ini total pendapatan diharapkan mencapai Rp791 miliar atau naik 5,4 persen dari pendapatan tahun sebelumnya.
Dari jumlah itu, dikemukakannya, sebesar Rp741 miliar berasal dari tol dalam kota, sementara Rp50 miliar dari kontribusi anak usaha PT Citra Margatama Surabaya (CMS) yang mengoperasikan jalan tol Waru-Juanda.
Ia menambahkan, untuk tahun depan, pendapatan perseroan diharapkan naik 8,2 persen menjadi Rp856 miliar, kontribusi salah satunya didorong dari tarif jalan tol yang naik pada 2012 serta penambahan rute.
"Pertumbuhan itu didukung adanya kenaikan tarif jalan tol yang mulai tahun depan dan juga pertambahan traffic pengguna jalan tol. Kalau untuk kenaikan tarif tol itu sekitar 10 persen," ujar dia.
Target pendapatan perusahaan yang naik itu, kata dia, akan membuat laba bersih tahun depan diperkirakan juga akan meningkat 3,9 persen menjadi Rp320 miliar dibanding tahun ini yang diproyeksikan sebesar Rp308 miliar.
Indrawan menambahkan, untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan pada 2012 dianggarkan Rp550 miliar. Sebesar Rp500 miliar untuk investasi Depok-Antasari, sedangkan Rp50 miliar untuk pemeliharaan ruas yang ada.
"Perseroan saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan untuk ruas jalan tol Depok-Antasari, melalui anak usaha PT Citra Waspphutowa (CW)," kata dia.
Wednesday, December 28, 2011
Pemegang Saham Indofarma Memilih Quasi Reorganisasi
Pemegang saham PT Indofarma Tbk (INAF) menyepakati pelaksanaan kuasi reorganisasi perseroan melalui Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), kata Direktur Utama Indofarma, Jafaruddin Yunus.
"Hasil RUPSLB Indofarma hari ini disetujui perseroan untuk melakukan kuasi reorganisasi," ujarnya di Jakarta, Rabu.
Ia mengemukakan, pelaksanaan kuasi reorganisasi itu akan menghapus defisit perseroan sebesar Rp57 miliar. Pelaksanaan kuasi reorganisasi itu, menurut dia, diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada perseroan dan pelaku pasar modal.
Berkaitan dengan kuasi reorganisasi itu, pihaknya memproyeksikan dapat mencatatkan laba bersih sekitar Rp40 miliar hingga Rp45 miliar pada akhir tahun ini.
"Dengan kuasi ini maka diharapkan dapat membagi keuntungan dengan pembagian dividen secepat-cepatnya pada 2012. Dalam kondisi ekuitas yang tidak defisit, maka perusahaan dapat membagikan dividen kepada investor," katanya.
Ia menambahkan, pihak kreditur yakni Bank Mandiri juga telah menyetujui pelaksanaan kuasi reorganisasi Indofarma. Penilaian aset juga telah dilakukan untuk kuasi reorganisasi.
Kuasi reorganisasi merupakan upaya memperbaiki tampilan neraca keuangan dengan menilai kembali akun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif.
Ia mengatakan, pelaksanaan kuasi reorganisasi akan menghilangkan saldo negatif, tercatat hingga September 2011 saldo negatif perusahaan sebesar Rp71,624 miliar.
Pada periode itu perseroan masih memiliki cadangan khusus (saldo laba yang ditetapkan) sebesar Rp13,890 miliar, ujarnya.
Dengan begitu, dikatakannya, saldo negatif Indofarma menjadi Rp57,661 miliar. Saldo negatif itu akan dikurangi dari hasil penilaian kembali aset dan kewajiban sebesar Rp260,955 miliar, Sehingga sisa selisih penilaian aset dan kewajiban menjadi Rp203,293 miliar.
"Kuasi ini akan memberikan dampak positif bagi perusahaan dan pemegang saham dalam hal pembagian dividen serta meningkatkan daya tarik saham INAF yang diperdagangkan di BEI," katanya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Indofarma Tbk Elfiano Rizaldi mengatakan, perseroan menganggarkan dana investasi sebesar Rp100 miliar pada 2012.
"Perseroan akan menggunakan dana investasi itu untuk penambahan kapasitas produksi, peremajaan mesin, dan perluasan kapasitas produksi," katanya.
"Hasil RUPSLB Indofarma hari ini disetujui perseroan untuk melakukan kuasi reorganisasi," ujarnya di Jakarta, Rabu.
Ia mengemukakan, pelaksanaan kuasi reorganisasi itu akan menghapus defisit perseroan sebesar Rp57 miliar. Pelaksanaan kuasi reorganisasi itu, menurut dia, diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada perseroan dan pelaku pasar modal.
Berkaitan dengan kuasi reorganisasi itu, pihaknya memproyeksikan dapat mencatatkan laba bersih sekitar Rp40 miliar hingga Rp45 miliar pada akhir tahun ini.
"Dengan kuasi ini maka diharapkan dapat membagi keuntungan dengan pembagian dividen secepat-cepatnya pada 2012. Dalam kondisi ekuitas yang tidak defisit, maka perusahaan dapat membagikan dividen kepada investor," katanya.
Ia menambahkan, pihak kreditur yakni Bank Mandiri juga telah menyetujui pelaksanaan kuasi reorganisasi Indofarma. Penilaian aset juga telah dilakukan untuk kuasi reorganisasi.
Kuasi reorganisasi merupakan upaya memperbaiki tampilan neraca keuangan dengan menilai kembali akun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif.
Ia mengatakan, pelaksanaan kuasi reorganisasi akan menghilangkan saldo negatif, tercatat hingga September 2011 saldo negatif perusahaan sebesar Rp71,624 miliar.
Pada periode itu perseroan masih memiliki cadangan khusus (saldo laba yang ditetapkan) sebesar Rp13,890 miliar, ujarnya.
Dengan begitu, dikatakannya, saldo negatif Indofarma menjadi Rp57,661 miliar. Saldo negatif itu akan dikurangi dari hasil penilaian kembali aset dan kewajiban sebesar Rp260,955 miliar, Sehingga sisa selisih penilaian aset dan kewajiban menjadi Rp203,293 miliar.
"Kuasi ini akan memberikan dampak positif bagi perusahaan dan pemegang saham dalam hal pembagian dividen serta meningkatkan daya tarik saham INAF yang diperdagangkan di BEI," katanya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Indofarma Tbk Elfiano Rizaldi mengatakan, perseroan menganggarkan dana investasi sebesar Rp100 miliar pada 2012.
"Perseroan akan menggunakan dana investasi itu untuk penambahan kapasitas produksi, peremajaan mesin, dan perluasan kapasitas produksi," katanya.
Peluang Obligasi Syariah Sukuk Infrastruktur Menggairahkan
Pengamat pasar modal Edwin Sebayang menilai sukuk (obligasi syariah) berbasis infrastruktur kedepan akan mempunyai peluang positif seiring kondisi peringkat Indonesia berada di level layak investasi (investment grade).
"Penerbitan sukuk berbasis infrastruktur ke depan akan diterima positif oleh pasar. Apalagi, instrumen investasi di Indonesia saat ini masih minim, Pemerintah harus segera membuat varian-varian baru dengan `size` investasi yang lebih besar, karena peringkat kita yang berada di level investment grade tentunya akan memikat investor menambah investasinya," kata Edwin yang juga Kepala Riset MNC Sekuritas di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, beberapa indikator makro ekonomi Indonesia akan mendorong minat investor dalam menambah jumlah investasi di dalam negeri.
"Rasio utang terhadap PDB (produk domestik bruto) kita turun, inflasi terjaga, fiskal juga bagus, serta defisit kita masih sangat rendah. Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah juga cukup rendah," kata dia.
Ia menambahkan, langkah pemerintah untuk menambah varian Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) merupakan langkah tepat.
"Selama ini penerbitan sukuk selalu diminati oleh pasar, dengan adanya sukuk yang berbasis infrastruktur diiringi dengan gencarnya pemerintah dalam menggenjot pembangunan dalam negeri maka akan sangat positif," kata dia.
Sementara, Kepala Biro Standar Akuntansi Bapepam-LK, Etty Retno menambahkan, di pasar modal, penerbitan sukuk terbesar saat ini masih didominasi industri keuangan.
"Industri keuangan masih dominan dibanding infrastruktur," kata dia.
Di pasar modal, lanjut dia, jumlah penerbitan sukuk berbasis infrastruktur sepanjang tahun ini baru ada satu yang diterbitkan yakni, sukuk yang dikeluarkan oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) senilai Rp125 miliar.
Ia menyayangkan kurangnya kesadaran investor serta emiten yang masih rendah menjadi hambatan dalam penerapan investasi sukuk berbasis infrastruktur.
"Emiten kurang `aware` dalam menerbitkan instrumen investasi seperti penerbitan sukuk. Namun, Bapepam-LK akan terus mensosialisasikan instrumen investasi sukuk seperti ke emiten-emiten yang akan melakukan ekspansi bisnis dalam bidang infrastruktur," kata dia.
Ia mengaku, pihaknya juga tengah menyiapkan instrumen baru yang cocok untuk infrastruktur seperti sukuk "istisna" (kesepakatan jual beli pembiayaan suatu proyek barang).
"Prinsipnya dalam penerbitan sukuk berbasis infrastruktur harus ada proyek infrastruktur sebagai aset dasar(underlying asset)," ujar dia.
"Penerbitan sukuk berbasis infrastruktur ke depan akan diterima positif oleh pasar. Apalagi, instrumen investasi di Indonesia saat ini masih minim, Pemerintah harus segera membuat varian-varian baru dengan `size` investasi yang lebih besar, karena peringkat kita yang berada di level investment grade tentunya akan memikat investor menambah investasinya," kata Edwin yang juga Kepala Riset MNC Sekuritas di Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan, beberapa indikator makro ekonomi Indonesia akan mendorong minat investor dalam menambah jumlah investasi di dalam negeri.
"Rasio utang terhadap PDB (produk domestik bruto) kita turun, inflasi terjaga, fiskal juga bagus, serta defisit kita masih sangat rendah. Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah juga cukup rendah," kata dia.
Ia menambahkan, langkah pemerintah untuk menambah varian Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) merupakan langkah tepat.
"Selama ini penerbitan sukuk selalu diminati oleh pasar, dengan adanya sukuk yang berbasis infrastruktur diiringi dengan gencarnya pemerintah dalam menggenjot pembangunan dalam negeri maka akan sangat positif," kata dia.
Sementara, Kepala Biro Standar Akuntansi Bapepam-LK, Etty Retno menambahkan, di pasar modal, penerbitan sukuk terbesar saat ini masih didominasi industri keuangan.
"Industri keuangan masih dominan dibanding infrastruktur," kata dia.
Di pasar modal, lanjut dia, jumlah penerbitan sukuk berbasis infrastruktur sepanjang tahun ini baru ada satu yang diterbitkan yakni, sukuk yang dikeluarkan oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) senilai Rp125 miliar.
Ia menyayangkan kurangnya kesadaran investor serta emiten yang masih rendah menjadi hambatan dalam penerapan investasi sukuk berbasis infrastruktur.
"Emiten kurang `aware` dalam menerbitkan instrumen investasi seperti penerbitan sukuk. Namun, Bapepam-LK akan terus mensosialisasikan instrumen investasi sukuk seperti ke emiten-emiten yang akan melakukan ekspansi bisnis dalam bidang infrastruktur," kata dia.
Ia mengaku, pihaknya juga tengah menyiapkan instrumen baru yang cocok untuk infrastruktur seperti sukuk "istisna" (kesepakatan jual beli pembiayaan suatu proyek barang).
"Prinsipnya dalam penerbitan sukuk berbasis infrastruktur harus ada proyek infrastruktur sebagai aset dasar(underlying asset)," ujar dia.
Sahan Perbankan dan Telkom Di BEJ Diwarnai Aksi Jual
Saham industri bank dan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanda aksi lepas oleh pelaku pasar, karena kecemasan atas krisis utang di Eropa yang masih belum menunjukkan penyelesaian.
Analis PT First Asia Capital, Ifan Kurniawan, di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa saham bank yang dilanda aksi lepas, antara lain Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA, dan Bank Danamon disusul saham Telkom serta P. Gas (saham emiten PT Gas).
Koreksi harga yang terjadi terhadap saham-saham itu cukup besar, sehingga menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot, katanya.
Indeks BEI saat ini turun 0,84 persen (Rabu siang) atau 33,762 poin menjadi 3.756,974 poin.
Ifan Kurniawan mengatakan, pelaku pasar khususnya asing diharapkan akan kembali membeli saham-saham itu yang harganya sudah cukup rendah. Dengan demikian, diharapka indeks akan menguat yang diperkirakan akan dapat mencapai 3.800 poin, katanya.
Menurut dia, transaksi perdagangan yang hanya tinggal dua hari itu akan dapat mengubah posisi indeks yang saat ini masih di atas level 3.700 poin.
Apalagi, dinilainya, pasar saat ini cenderung akan melakukan aksi mempercantik harga saham (window dressing) menjelang penutupan pasar akhir pekan ini akan memicu indeks bergerak naik.
Ia mengatakan, aksi beli kemungkinan masih ada karena pelaku asing masih berada di pasar melakukan pembelian saham secara selektif.
Pelaku asing melihat harga-harga saham yang ditawarkan sudah rendah dan saatnya melakukan aksi beli, karena peluang saham itu menguat cukup besar.
Saham perbankan yang menekan indeks merosot adalah saham Bank BRI terjual sebanyak 5,71 juta unit senilai Rp38,86 miliar dengan kurs akhir Rp7.050 atau turun Rp150 per unit, saham Bank Mandiri berpindahtangan sebanyak Rp3,32 juta senilai Rp22,31 miliar pada kurs turun Rp100 menjadi Rp6.650.
Selain itu, saham Bank BCA berpindahtangan sebanyak 2,30 juta unit senilai Rp18.46 miliar dengan kurs akhir Rp7.900 atau turun Rp100 dan saham Bank Danamon terjual sebanyak 698 ribu unit senilai Rp2,87 miliar pada kurs akhir Rp4.100 atau turun Rp75.
Saham Telkom berpindahtangan sebanyak 5,45 juta saham dengan nilai Rp38,77 miliar pada kurs akhir Rp7.050 atau turun Rp150 per unit.
Analis PT First Asia Capital, Ifan Kurniawan, di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa saham bank yang dilanda aksi lepas, antara lain Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BCA, dan Bank Danamon disusul saham Telkom serta P. Gas (saham emiten PT Gas).
Koreksi harga yang terjadi terhadap saham-saham itu cukup besar, sehingga menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot, katanya.
Indeks BEI saat ini turun 0,84 persen (Rabu siang) atau 33,762 poin menjadi 3.756,974 poin.
Ifan Kurniawan mengatakan, pelaku pasar khususnya asing diharapkan akan kembali membeli saham-saham itu yang harganya sudah cukup rendah. Dengan demikian, diharapka indeks akan menguat yang diperkirakan akan dapat mencapai 3.800 poin, katanya.
Menurut dia, transaksi perdagangan yang hanya tinggal dua hari itu akan dapat mengubah posisi indeks yang saat ini masih di atas level 3.700 poin.
Apalagi, dinilainya, pasar saat ini cenderung akan melakukan aksi mempercantik harga saham (window dressing) menjelang penutupan pasar akhir pekan ini akan memicu indeks bergerak naik.
Ia mengatakan, aksi beli kemungkinan masih ada karena pelaku asing masih berada di pasar melakukan pembelian saham secara selektif.
Pelaku asing melihat harga-harga saham yang ditawarkan sudah rendah dan saatnya melakukan aksi beli, karena peluang saham itu menguat cukup besar.
Saham perbankan yang menekan indeks merosot adalah saham Bank BRI terjual sebanyak 5,71 juta unit senilai Rp38,86 miliar dengan kurs akhir Rp7.050 atau turun Rp150 per unit, saham Bank Mandiri berpindahtangan sebanyak Rp3,32 juta senilai Rp22,31 miliar pada kurs turun Rp100 menjadi Rp6.650.
Selain itu, saham Bank BCA berpindahtangan sebanyak 2,30 juta unit senilai Rp18.46 miliar dengan kurs akhir Rp7.900 atau turun Rp100 dan saham Bank Danamon terjual sebanyak 698 ribu unit senilai Rp2,87 miliar pada kurs akhir Rp4.100 atau turun Rp75.
Saham Telkom berpindahtangan sebanyak 5,45 juta saham dengan nilai Rp38,77 miliar pada kurs akhir Rp7.050 atau turun Rp150 per unit.
Saturday, December 24, 2011
Bank Mandiri Incar Posisi Bank Nomor 4 Terbesar Di Asean dan Siapkan Modal 4 Triliun
PT Bank Mandiri Tbk (Persero) menargetkan menjadi bank terbesar keempat di ASEAN pada 2015, dengan syarat utamanya adalah bisnis perseroan setidaknya tumbuh 20 persen.
"Pada 2015 Mandiri ingin menjadi nomor empat di ASEAN. Namun, kita harus tumbuh 20 persen, baru kita bisa menyalip mereka," kata Direktur Finance dan Strategi Bank Mandiri, Pahala N. Mansyuri, saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (12/12/2011) malam.
Pahala menjelaskan, jika pertumbuhan itu meningkat minimal 20 persen, maka bank pelat tersebut optimistis kinerja perbankan akan menjadi lebih kuat. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kinerja perusahaan, Mandiri juga akan terus melakukan efisiensi. "Cost of fund (biaya dana) kita 3,7 persen dan merupakan tiga bank besar yang cukup baik. Selain itu, ke depannya kita akan terus meningkatkan efisiensi untuk mencapai tujuan itu," tuturnya.
Pahala menambahkan bahwa 70 persen perekonomian di ASEAN ada di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia adalah negara yang sangat potensial bagi pertumbuhan ekonomi dan khususnya untuk industri perbankan. "Dengan adanya keterbukaan yang ada di Indonesia, banyak bank asing yang masuk melalui pengambilan saham. Di satu sisi jadi peluang dan satu sisi juga jadi tantangan. Oleh sebab itu pemain Indonesia harus mempersiapkan datangnya ASEAN economy," katanya.
Untuk diketahui, Bank Mandiri akan menggelar Mandiri Economic Forum dengan tema "Building the Next ASEAN Tigers" pada Kamis, 15 Desember 201 di Jakarta. Para peserta Mandiri Economic Forum adalah para generasi kedua dari pengusaha dan korporasi Indonesia, serta para generasi pertama yang saat ini aktif menjalankan kegiatan bisnis. Selain itu, forum ini juga akan dihadiri jajaran pengurus Kadin.
"Tatanan ekonomi ke depan mengarah pada persaingan bebas. Oleh sebab itu kondisi ini menuntut kemampuan yang handal dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk juga pelaku bisnis di Indonesia. Melalui Forum Economic Mandiri ini, saya berharap mereka siap bersaing dengan para pebisnis asing," tambah Pahala.
Kegiatan yang didukung oleh Kadin ini diharapkan dapat menjadi sarana bertukar pikiran dalam menerapkan strategi dan kiat-kiat bisnis bagi korporasi Indonesia.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyiapkan dana Rp 4 triliun untuk menghadapi kebutuhan uang tunai menyambut Natal Dan Tahun Baru 2012. Sebesar 35 persen dari dana yang disiapkan tersebut akan didistribusikan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Pendistribusian dana akan difokuskan pada 19-30 Desember 2011. Pasalnya, pada rentang waktu tersebut, transaksi masyarakat akan meningkat untuk pemenuhan kebutuhan perayaan natal dan tahun baru 2012.
Direktur Teknologi dan Operasi Bank Mandiri Kresno Sediarsi mengungkapkan kebutuhan uang tunai masyarakat bakal melonjak pada sepuluh hari sebelum perayaan Natal maupun Tahun Baru 2012.
"Selama periode tersebut, Bank Mandiri menyiapkan sekitar Rp 850 miliar per hari atau meningkat 5 persen-10 persen dari penyediaan dana pada hari biasa," ujar Kresno, Kamis (22/12/2011).
Ia menambahkan selain menyiapkan uang tunai untuk mengisi ATM, Bank Mandiri juga menjaga ketersediaan suplai, infrastruktur, dan sistem operasional ATM agar kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi keuangan menjelang Natal dan Tahun Baru dapat tetap terjaga
"Pada 2015 Mandiri ingin menjadi nomor empat di ASEAN. Namun, kita harus tumbuh 20 persen, baru kita bisa menyalip mereka," kata Direktur Finance dan Strategi Bank Mandiri, Pahala N. Mansyuri, saat ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (12/12/2011) malam.
Pahala menjelaskan, jika pertumbuhan itu meningkat minimal 20 persen, maka bank pelat tersebut optimistis kinerja perbankan akan menjadi lebih kuat. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kinerja perusahaan, Mandiri juga akan terus melakukan efisiensi. "Cost of fund (biaya dana) kita 3,7 persen dan merupakan tiga bank besar yang cukup baik. Selain itu, ke depannya kita akan terus meningkatkan efisiensi untuk mencapai tujuan itu," tuturnya.
Pahala menambahkan bahwa 70 persen perekonomian di ASEAN ada di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia adalah negara yang sangat potensial bagi pertumbuhan ekonomi dan khususnya untuk industri perbankan. "Dengan adanya keterbukaan yang ada di Indonesia, banyak bank asing yang masuk melalui pengambilan saham. Di satu sisi jadi peluang dan satu sisi juga jadi tantangan. Oleh sebab itu pemain Indonesia harus mempersiapkan datangnya ASEAN economy," katanya.
Untuk diketahui, Bank Mandiri akan menggelar Mandiri Economic Forum dengan tema "Building the Next ASEAN Tigers" pada Kamis, 15 Desember 201 di Jakarta. Para peserta Mandiri Economic Forum adalah para generasi kedua dari pengusaha dan korporasi Indonesia, serta para generasi pertama yang saat ini aktif menjalankan kegiatan bisnis. Selain itu, forum ini juga akan dihadiri jajaran pengurus Kadin.
"Tatanan ekonomi ke depan mengarah pada persaingan bebas. Oleh sebab itu kondisi ini menuntut kemampuan yang handal dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk juga pelaku bisnis di Indonesia. Melalui Forum Economic Mandiri ini, saya berharap mereka siap bersaing dengan para pebisnis asing," tambah Pahala.
Kegiatan yang didukung oleh Kadin ini diharapkan dapat menjadi sarana bertukar pikiran dalam menerapkan strategi dan kiat-kiat bisnis bagi korporasi Indonesia.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyiapkan dana Rp 4 triliun untuk menghadapi kebutuhan uang tunai menyambut Natal Dan Tahun Baru 2012. Sebesar 35 persen dari dana yang disiapkan tersebut akan didistribusikan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Pendistribusian dana akan difokuskan pada 19-30 Desember 2011. Pasalnya, pada rentang waktu tersebut, transaksi masyarakat akan meningkat untuk pemenuhan kebutuhan perayaan natal dan tahun baru 2012.
Direktur Teknologi dan Operasi Bank Mandiri Kresno Sediarsi mengungkapkan kebutuhan uang tunai masyarakat bakal melonjak pada sepuluh hari sebelum perayaan Natal maupun Tahun Baru 2012.
"Selama periode tersebut, Bank Mandiri menyiapkan sekitar Rp 850 miliar per hari atau meningkat 5 persen-10 persen dari penyediaan dana pada hari biasa," ujar Kresno, Kamis (22/12/2011).
Ia menambahkan selain menyiapkan uang tunai untuk mengisi ATM, Bank Mandiri juga menjaga ketersediaan suplai, infrastruktur, dan sistem operasional ATM agar kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi keuangan menjelang Natal dan Tahun Baru dapat tetap terjaga
Ekonomi Dunia Berada Pada Titik Nadir Berbahaya
Kepala Dana Moneter Internasional Christine Lagarde, Selasa (20/12/2011), memperingatkan, ekonomi dunia berada pada "titik yang sangat berbahaya". Lagarde berbicara tentang krisis kepercayaan dengan pengangguran yang tinggi dan melambatnya pertumbuhan global dalam rangkaian kunjungan pertamanya ke Afrika sebagai kepala IMF.
"Saat ini ekonomi dunia berdiri pada saat yang sangat berbahaya," ujar Lagarde, dalam sebuah diskusi tentang masa depan ekonomi Afrika di kota Lagos, Nigeria.
"Saat ini ekonomi dunia berdiri pada saat yang sangat berbahaya," ujar Lagarde, dalam sebuah diskusi tentang masa depan ekonomi Afrika di kota Lagos, Nigeria.
Dia mengatakan, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan global diperkirakan pada Januari yang tampaknya menjadi lebih rendah daripada sebelumnya pada September, yang 4 persen, sudah turun dari perkiraan pada Juni. "Dan, apalagi, ada risiko penurunan yang benar-benar mengancam proses pemulihan yang telah dimulai setelah krisis keuangan global 2008-2009," katanya.
IMF mengatakan, memburuknya ekonomi Eropa dan gejolak pasar keuangan berarti akan merevisi turun prediksinya untuk pertumbuhan global yang terkandung dalam Proyeksi Ekonomi Global yang laporannya diterbitkan setiap tiga bulan lalu.
Awal bulan ini, PBB memangkas proyeksi pertumbuhan dunia 2012 menjadi 2,6 persen dari 3,6 persen, memperingatkan bahwa ekonomi global "terhuyung di ambang penurunan yang besar".
Lagarde mengatakan pada hari Senin selama pertemuan dengan para pejabat Nigeria bahwa krisis utang Eropa menimbulkan risiko untuk "semua ekonomi dunia". Krisis utang zona euro berkurang sedikit pada Selasa karena kesepakatan mengenai tambahan dana untuk IMF, data yang kuat dari Jerman dan penjualan obligasi baik di Spanyol yang mendorong kenaikan saham dan euro.
IMF juga pada Selasa mengatakan bahwa bail out Irlandia berada di jalur untuk menyelesaikan perubahan arah anggarannya setelah dana menyelesaikan kajian keempat.
Namun, kesepakatan yang lebih luas tentang dana untuk IMF—bertujuan untuk memungkinkan pemberi pinjaman krisis membantu negara-negara Eropa yang terjebak dalam krisis utang—gagal mencapai target, dengan Inggris keluar lagi dari sejalan dengan tetangganya di Uni Eropa.
Lagarde tidak berkomentar secara langsung tentang janji baru dana dari negara Eropa untuk IMF. Dia juga tidak menanggapi pertanyaan tentang sikap Inggris pada masalah ini. Lagarde mengatakan, para pemimpin Eropa "telah membuat beberapa keputusan yang sangat kuat".
Lagarde berbicara tentang dampak pada perdagangan dan keuangan, antara kawasan lain, yang dapat menyebabkan masalah di seluruh dunia, dan menyerukan negara-negara kaya untuk memberlakukan kebijakan yang akan mengirimkan sinyal positif kepada investor dan konsumen.
"Masalah mereka tampaknya dunia yang jauhnya, tetapi mereka bukan dunia lain karena apa yang kita lihat dengan sangat jelas adalah saluran penularan antara mereka ekonomi maju dan seluruh dunia," katanya kepada peserta diskusi di Nigeria.
Sebelumnya, Lagarde mengadakan pembicaraan dengan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan Ngozi Okonjo-Iweala, mantan direktur pelaksana Bank Dunia yang dihormati yang juga berpartisipasi dalam diskusi meja bundar pada hari Selasa.
IMF mengatakan, memburuknya ekonomi Eropa dan gejolak pasar keuangan berarti akan merevisi turun prediksinya untuk pertumbuhan global yang terkandung dalam Proyeksi Ekonomi Global yang laporannya diterbitkan setiap tiga bulan lalu.
Awal bulan ini, PBB memangkas proyeksi pertumbuhan dunia 2012 menjadi 2,6 persen dari 3,6 persen, memperingatkan bahwa ekonomi global "terhuyung di ambang penurunan yang besar".
Lagarde mengatakan pada hari Senin selama pertemuan dengan para pejabat Nigeria bahwa krisis utang Eropa menimbulkan risiko untuk "semua ekonomi dunia". Krisis utang zona euro berkurang sedikit pada Selasa karena kesepakatan mengenai tambahan dana untuk IMF, data yang kuat dari Jerman dan penjualan obligasi baik di Spanyol yang mendorong kenaikan saham dan euro.
IMF juga pada Selasa mengatakan bahwa bail out Irlandia berada di jalur untuk menyelesaikan perubahan arah anggarannya setelah dana menyelesaikan kajian keempat.
Namun, kesepakatan yang lebih luas tentang dana untuk IMF—bertujuan untuk memungkinkan pemberi pinjaman krisis membantu negara-negara Eropa yang terjebak dalam krisis utang—gagal mencapai target, dengan Inggris keluar lagi dari sejalan dengan tetangganya di Uni Eropa.
Lagarde tidak berkomentar secara langsung tentang janji baru dana dari negara Eropa untuk IMF. Dia juga tidak menanggapi pertanyaan tentang sikap Inggris pada masalah ini. Lagarde mengatakan, para pemimpin Eropa "telah membuat beberapa keputusan yang sangat kuat".
Lagarde berbicara tentang dampak pada perdagangan dan keuangan, antara kawasan lain, yang dapat menyebabkan masalah di seluruh dunia, dan menyerukan negara-negara kaya untuk memberlakukan kebijakan yang akan mengirimkan sinyal positif kepada investor dan konsumen.
"Masalah mereka tampaknya dunia yang jauhnya, tetapi mereka bukan dunia lain karena apa yang kita lihat dengan sangat jelas adalah saluran penularan antara mereka ekonomi maju dan seluruh dunia," katanya kepada peserta diskusi di Nigeria.
Sebelumnya, Lagarde mengadakan pembicaraan dengan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan Ngozi Okonjo-Iweala, mantan direktur pelaksana Bank Dunia yang dihormati yang juga berpartisipasi dalam diskusi meja bundar pada hari Selasa.
Cara Melawan dan Lepas Dari Jerat Tengkulak
Lelang komoditas karet tidak hanya terjadi pada bursa berjangka dunia. Petani pedesaan di Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, telah menggelar lelang karet sejak 23 tahun lalu. Lelang dalam kendali koperasi petani ini sukses menyejahterakan petani.
Itu sebabnya masyarakat di wilayah tersebut lebih memilih menjadi petani karet ketimbang pegawai negeri sipil atau swasta. Perkembangan di daerah ini juga tumbuh atas dominasi perkebunan rakyat. Meski bergantung pada sektor kebun, kondisi ekonomi masyarakat relatif tinggi.
”Hidup saya sebelumnya selalu pas-pasan selama menjadi pegawai swasta di kota besar. Hasilnya tak seberapa, dan habis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja,” ujar Arizon, petani karet di Desa Lembak, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (11/10).
Arizon nekat meninggalkan Kota Bandung tempatnya kuliah dan bekerja. Dia kembali ke Desa Gelumbang tahun 1990, banting setir menjadi petani karet dengan lahan 2 hektar (ha).
Pada waktu itu, Arizon merasakan betul ketidakberdayaan petani. Mereka menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga yang tak bisa mereka kendalikan sedikit pun.
Tengkulak, atau tauke menciptakan keadaan agar petani selalu terjerat utang, dan tidak memiliki posisi tawar dalam menentukan harga.
Namun, keadaan ini berubah setelah Arizon diajak temannya bergabung dengan KUD Serasan Jaya ”Gelumbang”. Melalui koperasi, Arizon bisa menjual karet pada harga yang jauh lebih tinggi. Selisihnya bisa mencapai Rp 1.000-Rp 2.000 per kg.
Sejak itu, ia merasakan nyamannya menjadi petani karet. Satu hektar kebun karet menghasilkan Rp 5 juta- Rp 6 juta per bulan. Arizon mampu membangun rumah dan menyekolahkan dua anaknya yang saat ini di sekolah menengah atas.
Muslim (50), petani lainnya, mengatakan, peningkatan kesejahteraan berjalan seiring naiknya harga karet di pasaran yang hasilnya benar-benar dinikmati petani. ”Harga dari lelang di koperasi terus mengikuti kenaikan harga karet dunia,” katanya.
Dari kebun karet seluas 7 ha, Muslim memperoleh penghasilan minimal Rp 9 juta-Rp 15 juta per bulan. Pendapatan yang terbilang tinggi bahkan untuk seorang pegawai. Muslim pun telah mengantar dua anaknya kuliah di Palembang, membeli mobil, dan membangun rumah.
Petani di Gelumbang semula tidak mengira kesejahteraan akan terangkat sejak koperasi berdiri. Tahun 1988 menjadi titik balik bagi perekonomian setempat. Melalui koperasi yang terbentuk tahun itu, mereka berhasil melepas diri dari jerat tauke, dan mengambil alih kendali harga.
Ketua Koperasi Karet Serasan Jaya ”Gelumbang” Ahmad Mantap menceritakan, pendirian koperasi didasari keinginan kuat petani untuk sejahtera. Koperasi-koperasi pertama berdiri atas modal simpanan wajib, pokok, dan sukarela. ”Waktu itu keinginan petani punya koperasi sangat tinggi karena ingin lepas dari jerat tauke. Mereka rela memberikan iuran sukarela cukup besar untuk ukuran tahun itu,” kata Mantap.
Melalui koperasi, petani menggelar lelang karet dengan mengundang sejumlah tauke di wilayah itu, setiap dua pekan sekali.
Pada pelaksanaan lelang, petani mengumumkan harga awal, dan selanjutnya masing-masing tauke mendapat kesempatan mengajukan penawaran. Seluruh penawaran direkapitulasi. Pemenang lelang adalah tauke yang mampu memberi penawaran harga tertinggi.
Pada awal lelang di tahun 1988, hanya 9 tauke yang berpartisipasi. Pada lelang 1 Oktober lalu sudah 20 tauke bersaing mendapatkan karet petani setempat. Ada tauke yang menawar karet pada harga Rp 19.000-Rp 21.875 per kg. Petani akan memilih harga terbaik.
Namun, lelang ini juga menciptakan hubungan saling menguntungkan pada kedua pihak. Keuntungan tidak semata diperoleh petani yang mendapat harga lebih tinggi Rp 1.000-Rp 2.000 per kg dari harga di pasaran. Tauke juga memperoleh jaminan kualitas produk berkadar karet kering di atas 60 persen.
Tauke juga tidak perlu repot membeli karet dari kebun ke kebun, karena koperasi menyiapkan karet lelang dalam kuantitas besar, 3 hingga 30 ton per desa.
Menurut Mantap, Koperasi Serasan Jaya rata-rata menjual sekitar 700 ton karet petani per bulan lewat sistem lelang. Keberadaan koperasi karet dikuatkan oleh surat keputusan bersama dua menteri yaitu Menteri Koperasi dan Menteri Pertanian.
Di awal pembentukan, baru tiga koperasi berdiri, yaitu Serasan Jaya yang kini beranggotakan 1.720 anggota, Koperasi Berkat (2.000 anggota), dan Koperasi Mufakat Jaya (1.700 anggota).
Melihat keberhasilan koperasi, semakin banyak petani tertarik membentuk usaha yang sama. Saat ini sudah terbentuk 14 koperasi karet, tersebar di Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih, yang merupakan pemekaran dari Muara Enim tahun 2001.
Jumlah anggota koperasi sudah lebih dari 10.000 orang yang mencakup 319 desa.
Kalangan pengusaha ikut diuntungkan oleh keberadaan koperasi, karena mendapat jaminan pasokan getah karet berkualitas baik.
”Karet dari koperasi terjamin kualitasnya. Sebab, kalau kualitas tidak baik, koperasi sendiri yang akan malu dan tidak dipercaya lagi ke depannya,” kata Alex Kurniadi, Ketua Gabungan Pengusaha Karet Sumsel.
Subscribe to:
Posts (Atom)