Pemerintah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi pada RAPBN 2013 sebesar 6,8 persen atau lebih tinggi dibanding asumsi pertumbuhan ekonomi di APBN Perubahan 2012 sebesar 6,5 persen.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampatakan hal ini pada pidato penyampaian keterangan Pemerintah atas RUU Tentang RAPBN 2013 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Kamis malam.
Selain pertumbuhan ekonomi, Pemerintah menetapkan asumsi laju inflasi 4,9 persen, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 5 persen, nilai tukar rupiah Rp9.300 per dolar AS, harga minyak 100 dolar AS per barel dan "lifting" minyak 900.000 barel per hari.
Selain keenam asumsi ekonomi makro tadi, mulai RAPBN tahun 2013, Pemerintah juga akan menggunakan "lifting" gas, sebagai salah satu basis perhitungan penerimaan negara yang berasal dari sumber daya alam selain minyak mentah yaitu berada pada kisaran 1,36 juta barel setara minyak per hari.
Presiden menjelaskan kebijakan fiskal 2013 mendatang diarahkan untuk "Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan melalui Upaya Penyehatan Fiskal", yaitu dengan menekankan pentingnya mendorong stimulus fiskal yang terukur, dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga APBN yang sehat dalam rangka mewujudkan kondisi fiskal yang berkesinambungan.
"Upaya untuk menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal, kita tempuh melalui dua strategi pokok, yaitu mengendalikan defisit anggaran pada tingkat yang aman dan menurunkan rasio utang terhadap PDB dalam batas yang manageable," katanya.
Sasaran ini, lanjutnya, akan dicapai melalui upaya-upaya untuk mengembangkan secara optimal sumber-sumber pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim dunia usaha, selalu menjaga disiplin anggaran dan dengan melaksanakan kebijakan pinjaman pemerintah yang prudent.
"Sedangkan untuk mendorong peran APBN sebagai stimulus pembangunan, kita harus terus meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi berbagai jenis belanja yang kurang produktif; menghilangkan sumber-sumber kebocoran anggaran yang masih ada; memperlancar penyerapan anggaran; dan meningkatkan secara signifikan anggaran infrastruktur untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja," katanya.
Melalui berbagai langkah itulah, diharapkan APBN tahun 2013 dapat dikelola secara efisien, efektif, transparan dan akuntabel, sehingga benar-benar dapat memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional.
Presiden menyebutkan dalam RAPBN 2013, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp1.507,7 triliun atau naikn 11 persen dari target pendapatan negara pada APBN-P 2012. Sementara itu, anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp1.657,9 triliun, naik 7,1 persen dari pagu belanja negara pada APBN-P 2012.
"Dengan konfigurasi seperti itu, dalam RAPBN 2013 kita upayakan untuk mengendalikan defisit anggaran menjadi Rp150,2 triliun atau 1,6 persen dari PDB, turun dari defisit APBN-P 2012 sebesar 2,23 persen dari PDB," katanya.
Thursday, August 16, 2012
Penjualan minyak Venezuela ke China melonjak 60 Persen
Penjualan minyak Venezuela ke China melonjak 60 persen sejak awal tahun ini, menteri minyak negara itu mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Rabu.
Peningkatan pengiriman minyak ke China adalah bagian dari upaya oleh Presiden Hugo Chavez untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat sebagai pasar untuk minyaknya.
"Kami menjual 640.000 barel bensin per hari ke China," Menteri Perminyakan Rafael Ramirez mengatakan kepada surat kabar El Universal.
Pada Februari, Venezuela melaporkan pihaknya menjual 400.000 barel ke Republik Rakyat China. Ramirez mengatakan 264.000 barel minyak akan digunakan untuk membayar utang negara Amerika Latin itu kepada raksasa Asia tersebut.
Pekan lalu, Chavez mengumumkan bahwa China Development Bank akan menyuntikkan sekitar empat miliar dolar AS ke proyek-proyek pembangunan, termasuk ke sektor perumahan, energi dan industri.
Caracas awal tahun ini mengumumkan bahwa pada 2015, bertujuan untuk menjual satu juta barel minyak mentah ke China setiap hari, yang akan sama dengan jumlah yang dijual ke Amerika Serikat.
Ramirez mengatakan, kenaikan penjualan akan difasilitasi oleh peningkatan produksi di sabuk kaya sumber daya alam minyak Orinoco di sebelah timur negara itu.
Venezuela memproduksi sekitar tiga juta barel minyak per hari (bph), menurut data negara, tetapi Organisasi Negara Pengekspor Minyak
(OPEC) mengatakan pasokan minyaknya adalah 2,3 juta barel per hari.
OPEC menjamin pada 2011 bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia pada 296,5 miliar barel, melebihi Arab Saudi, negara dengan kapasitas penyulingan terbesar. Maret lalu, pihak berwenang Venezuela melaporkan cadangannya meningkat menjadi 297,570 juta.
Peningkatan pengiriman minyak ke China adalah bagian dari upaya oleh Presiden Hugo Chavez untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat sebagai pasar untuk minyaknya.
"Kami menjual 640.000 barel bensin per hari ke China," Menteri Perminyakan Rafael Ramirez mengatakan kepada surat kabar El Universal.
Pada Februari, Venezuela melaporkan pihaknya menjual 400.000 barel ke Republik Rakyat China. Ramirez mengatakan 264.000 barel minyak akan digunakan untuk membayar utang negara Amerika Latin itu kepada raksasa Asia tersebut.
Pekan lalu, Chavez mengumumkan bahwa China Development Bank akan menyuntikkan sekitar empat miliar dolar AS ke proyek-proyek pembangunan, termasuk ke sektor perumahan, energi dan industri.
Caracas awal tahun ini mengumumkan bahwa pada 2015, bertujuan untuk menjual satu juta barel minyak mentah ke China setiap hari, yang akan sama dengan jumlah yang dijual ke Amerika Serikat.
Ramirez mengatakan, kenaikan penjualan akan difasilitasi oleh peningkatan produksi di sabuk kaya sumber daya alam minyak Orinoco di sebelah timur negara itu.
Venezuela memproduksi sekitar tiga juta barel minyak per hari (bph), menurut data negara, tetapi Organisasi Negara Pengekspor Minyak
(OPEC) mengatakan pasokan minyaknya adalah 2,3 juta barel per hari.
OPEC menjamin pada 2011 bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia pada 296,5 miliar barel, melebihi Arab Saudi, negara dengan kapasitas penyulingan terbesar. Maret lalu, pihak berwenang Venezuela melaporkan cadangannya meningkat menjadi 297,570 juta.
Mayback Tidak Lagi Diproduksi Oleh Mercedes-Benz
Juru bicara Mercedes-Benz mengatakan Maybach tidak ada lagi. Berita itu muncul setelah Mercedes AS menampilkan daftar harga terbaru dengan kata "discontinued" untuk Maybach.
Juru bicara Mercedes mengatakan Maybach terakhir dibuat pada Juni dan masih tersedia dalam "jumlah yang sangat kecil". Artinya, Maybach baru masih ada tapi spesifikasi sudah tidak bisa lagi di-"custom".
Juru bicara Mercedes-Benz itu menegaskan perusahaan akan terus mendukung pemilik Maybach, seperti dikutip Auto Car.
November lalu, Presiden Mercedes Benz Dieter Zetsche mengumumkan tidak ada model penerus Maybach 57 dan 62.
Seorang sumber mengatakan saat ini Mercedes ingin mengurangi kerugian dan menggantinya dengan Mercedes S-class Pullman.
Maybach adalah merek kendaraan yang sudah ada sejak awal abad 20 dan berhenti sejak Perang Dunia II. Merek itu dibangkitkan lagi oleh Mercedes sejak tahun 2002.
Masalahnya, penjualan Maybach tahun 2010 hanya 200 unit padahal keseluruhan penjualan Mercedes di tahun itu mencapai 1,27 juta unit.
Juru bicara Mercedes mengatakan Maybach terakhir dibuat pada Juni dan masih tersedia dalam "jumlah yang sangat kecil". Artinya, Maybach baru masih ada tapi spesifikasi sudah tidak bisa lagi di-"custom".
Juru bicara Mercedes-Benz itu menegaskan perusahaan akan terus mendukung pemilik Maybach, seperti dikutip Auto Car.
November lalu, Presiden Mercedes Benz Dieter Zetsche mengumumkan tidak ada model penerus Maybach 57 dan 62.
Seorang sumber mengatakan saat ini Mercedes ingin mengurangi kerugian dan menggantinya dengan Mercedes S-class Pullman.
Maybach adalah merek kendaraan yang sudah ada sejak awal abad 20 dan berhenti sejak Perang Dunia II. Merek itu dibangkitkan lagi oleh Mercedes sejak tahun 2002.
Masalahnya, penjualan Maybach tahun 2010 hanya 200 unit padahal keseluruhan penjualan Mercedes di tahun itu mencapai 1,27 juta unit.
Jamsostek Samarinda Bayar Klaim Asuransi Sebesar Rp. 43,9 Milyar
PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), sejak Januari hingga Mei 2012 telah membayar klaim asuransi kepada peserta atau ahli waris dengan nilai Rp43,960 miliar.
"Jaminan yang telah kami bayarkan itu terbagi menjadi empat jenis, yakni dari jenis jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian, jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK), dan jaminan hari tua (JHT)," ujar Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Samarinda, Kusumo SE ditemui di kantornya, Kamis.
Dia merinci, untuk JKK yang telah dibayarkan mencapai 233 kasus dengan nilai klaim mencapai Rp3,061 miliar. Kemudian untuk jaminan kematian terdapat 90 kasus dengan nilai yang telah dibayarkan sebesar Rp1,434 miliar.
Selanjutnya berupa jaminan pemeliharaan kesehatan terdapat 75.714 kasus dengan nilai yang dibayarkan sebesar Rp5,618 miliar, dan untuk program JHT terdapat 4.740 kasus dengan nilai yang dibayarkan mencapai Rp33,845 miliar.
Dia menuturkan, wilayah kerja PT Jamsostek Samarinda meliputi Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Barat.
Dari tiga wilayah tersebut, perkembangan kepesertaan program Jamsostek pada periode 31 Mei 2012, tercatat peserta aktif sebanyak 1.905 perusahaan dengan tenaga kerja yang terdaftar mencapai 130.730 orang.
Sementara untuk peserta jaminan pemeliharaan kesehatan terdapat 1.087 perusahaan dengan jumlah 52.041 tenaga kerja dan terdapat 124.990 tertanggung.
Untuk kepesertaan program jasa konstruksi atau proyek-proyek dari APBN, APBD, dan proyek swasta, pada periode Januari hingga Mei 2012 terdaftar sebanyak 69 proyek dengan tenaga kerja mencapai 6.714 orang.
Sedangkan untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal atau secara mandiri, dalam periode yang sama telah terdaftar di tujuh wadah atau organisasi dengan jumlah tenaga kerja mencapai 1.128 orang.
Dia melanjutkan, penyelenggaraan jaminan dan perlindungan bagi tenaga kerja telah sesuai dengan UU Nomor 3 tahun 1992, tentang jaminan sosial tenaga kerja dan PeraturanPemerintah RI Nomor 14 tahun 1993, tentang penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja.
Berdasarkan pada dua peraturan itu, maka pengusaha yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih, atau membayar upah minimal Rp1 juta per bulan, maka wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program Jamsostek.
Namun, katanya lagi, dalam pelaksanaannya masih banyak perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni masih banyak pengusaha yang tidak memberikan perlindungan.
"Jaminan yang telah kami bayarkan itu terbagi menjadi empat jenis, yakni dari jenis jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian, jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK), dan jaminan hari tua (JHT)," ujar Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Samarinda, Kusumo SE ditemui di kantornya, Kamis.
Dia merinci, untuk JKK yang telah dibayarkan mencapai 233 kasus dengan nilai klaim mencapai Rp3,061 miliar. Kemudian untuk jaminan kematian terdapat 90 kasus dengan nilai yang telah dibayarkan sebesar Rp1,434 miliar.
Selanjutnya berupa jaminan pemeliharaan kesehatan terdapat 75.714 kasus dengan nilai yang dibayarkan sebesar Rp5,618 miliar, dan untuk program JHT terdapat 4.740 kasus dengan nilai yang dibayarkan mencapai Rp33,845 miliar.
Dia menuturkan, wilayah kerja PT Jamsostek Samarinda meliputi Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Barat.
Dari tiga wilayah tersebut, perkembangan kepesertaan program Jamsostek pada periode 31 Mei 2012, tercatat peserta aktif sebanyak 1.905 perusahaan dengan tenaga kerja yang terdaftar mencapai 130.730 orang.
Sementara untuk peserta jaminan pemeliharaan kesehatan terdapat 1.087 perusahaan dengan jumlah 52.041 tenaga kerja dan terdapat 124.990 tertanggung.
Untuk kepesertaan program jasa konstruksi atau proyek-proyek dari APBN, APBD, dan proyek swasta, pada periode Januari hingga Mei 2012 terdaftar sebanyak 69 proyek dengan tenaga kerja mencapai 6.714 orang.
Sedangkan untuk tenaga kerja yang bekerja di sektor informal atau secara mandiri, dalam periode yang sama telah terdaftar di tujuh wadah atau organisasi dengan jumlah tenaga kerja mencapai 1.128 orang.
Dia melanjutkan, penyelenggaraan jaminan dan perlindungan bagi tenaga kerja telah sesuai dengan UU Nomor 3 tahun 1992, tentang jaminan sosial tenaga kerja dan PeraturanPemerintah RI Nomor 14 tahun 1993, tentang penyelenggaraan program jaminan sosial tenaga kerja.
Berdasarkan pada dua peraturan itu, maka pengusaha yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 10 orang atau lebih, atau membayar upah minimal Rp1 juta per bulan, maka wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program Jamsostek.
Namun, katanya lagi, dalam pelaksanaannya masih banyak perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni masih banyak pengusaha yang tidak memberikan perlindungan.
Perputaran Uang Selama Liburan Lebaran Sebesar Rp11,55 Triliun
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkirakan perputaran uang dari aspek pariwisata dan kunjungan wisatawan nusantara selama libur lebaran 2012 akan mencapai Rp11,55 triliun.
"Asumsi data 2011, diperkirakan perjalanan wisnus selama 10 hari masa lebaran 2012 (H-3 sampai dengan H+6) mencapai 16,5 juta orang dengan transaksi mencapai Rp11,55 triliun," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf, M Faried, di Jakarta, Kamis.
Berasumsi enam hingga tujuh persen dari 240 penduduk Indonesia memiliki tingkat pengeluaran rata-rata Rp700.000. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan wisatawan nusantara pada triwulan I 2012 sebesar 4,43 persen dengan kenaikan perjalanan 2,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah wisatawan nusantara pada triwulan I 2012 mencapai 27.653.230 orang dengan 53.868.315 perjalanan di dalam negeri.
"Angka itu menjadi bukti sumbangan wisatawan nusantara terhadap perekonomian nasional tergolong besar," katanya.
Walaupun pengeluaran wisatawan nusantara lebih kecil dibandingkan wisatawan mancanegara, kata Faried, jumlah dan pola perjalanan mereka yang lebih beragam dari wisatawan mancanegara, menjadi keunggulan tersendiri.
"Dengan begitu wisnus lebih mampu memegang peran sebagai redistribusi," katanya.
Fakta itu ditambah dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia terutama di perkotaan yang diiringi dengan peningkatan pendapatan keluarga karena kini sebagian besar wanita bekerja sehingga mendorong peningkatan perjalanan wisnus.
Ada bonus dari kunjungan wisatawan nusantara ini. Itu adalah mempererat rasa kebangsaan Indonesia sekaligus memperkuat pertalian budaya nasional.
"Asumsi data 2011, diperkirakan perjalanan wisnus selama 10 hari masa lebaran 2012 (H-3 sampai dengan H+6) mencapai 16,5 juta orang dengan transaksi mencapai Rp11,55 triliun," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf, M Faried, di Jakarta, Kamis.
Berasumsi enam hingga tujuh persen dari 240 penduduk Indonesia memiliki tingkat pengeluaran rata-rata Rp700.000. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan wisatawan nusantara pada triwulan I 2012 sebesar 4,43 persen dengan kenaikan perjalanan 2,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jumlah wisatawan nusantara pada triwulan I 2012 mencapai 27.653.230 orang dengan 53.868.315 perjalanan di dalam negeri.
"Angka itu menjadi bukti sumbangan wisatawan nusantara terhadap perekonomian nasional tergolong besar," katanya.
Walaupun pengeluaran wisatawan nusantara lebih kecil dibandingkan wisatawan mancanegara, kata Faried, jumlah dan pola perjalanan mereka yang lebih beragam dari wisatawan mancanegara, menjadi keunggulan tersendiri.
"Dengan begitu wisnus lebih mampu memegang peran sebagai redistribusi," katanya.
Fakta itu ditambah dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia terutama di perkotaan yang diiringi dengan peningkatan pendapatan keluarga karena kini sebagian besar wanita bekerja sehingga mendorong peningkatan perjalanan wisnus.
Ada bonus dari kunjungan wisatawan nusantara ini. Itu adalah mempererat rasa kebangsaan Indonesia sekaligus memperkuat pertalian budaya nasional.
Permintaan Evoque Naik Tajam ... Pabrik Land Rover Lembur
Pabrik Jaguar Land Rover di Halewood, Inggris mulai mengoperasikan produksi selama 24 jam, pascaperekrutan karyawan sebanyak 1.000 orang pada Maret.
Pekerjaan 'ngelembur' yang pertama dalam 50 tahun sejarah Halewood itu untuk memenuhi tingginya permintaan global terhadap Range Rover Evoque.
Sejak diperkenalkan pada Juli 2011, Range Rover Evoque sudah terjual 88.000 unit di seluruh dunia.
Dengan penambahan 1.000 karyawan baru, jumlah karyawan Jaguar Land Rover kini sebanyak 4.500 orang. Mereka juga akan memproduksi Model Land Rover Freelander 2.
Direktur Pabrik Halewood Richard mengatakan perpindahan produksi dalam tiga shift dan bekerja selama 24 jam sehari memungkinkan mempercepat pasokan Range Rover Evoque terbaru kepada pelanggan secara signifikan.
Direktur SDM Jaguar Land Rover Des Thurlby mengatakan, "Dengan 4.500 karyawan, pabrik ini telah tiga kali melipat gandakan tenaga kerjanya dalam tiga tahun dan jumlah tenaga kerja tertinggi dalam 20 tahun terakhir."
Pekerjaan 'ngelembur' yang pertama dalam 50 tahun sejarah Halewood itu untuk memenuhi tingginya permintaan global terhadap Range Rover Evoque.
Sejak diperkenalkan pada Juli 2011, Range Rover Evoque sudah terjual 88.000 unit di seluruh dunia.
Dengan penambahan 1.000 karyawan baru, jumlah karyawan Jaguar Land Rover kini sebanyak 4.500 orang. Mereka juga akan memproduksi Model Land Rover Freelander 2.
Direktur Pabrik Halewood Richard mengatakan perpindahan produksi dalam tiga shift dan bekerja selama 24 jam sehari memungkinkan mempercepat pasokan Range Rover Evoque terbaru kepada pelanggan secara signifikan.
Direktur SDM Jaguar Land Rover Des Thurlby mengatakan, "Dengan 4.500 karyawan, pabrik ini telah tiga kali melipat gandakan tenaga kerjanya dalam tiga tahun dan jumlah tenaga kerja tertinggi dalam 20 tahun terakhir."
Produk Busana Indonesia Semakin Di Minati Di Jepang
Indonesia untuk kedua kalinya tampil pada pameran fesyen terbesar berskala internasional di Jepang, yaitu Japan Fashion Week - International Fashion Fair (JFWIFF).
Pameran yang diprakarsai oleh Senken Shimbun ini diselenggarakan pada 18-20 Juli 2012, bertempat di West Hall, Tokyo International Exhibition Center (Big Sight), Odaiba - Tokyo.
Siaran pers Kementerian Perdagangan menyebutkan Indonesia pada JFW-IFF 2012 hadir dengan paviliun yang mencapai 19 booth, sementara tahun 2011 hanya berjumlah 8 booth.
Paviliun Indonesia ini merupakan hasil kerja sama kantor Atase Perdagangan KBRI Tokyo, ITPC Osaka, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dan Ditjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian.
Dari jumlah peserta, eksibitor Indonesia yang berpartisipasi juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu dari 13 menjadi 30 peserta.
Para desainer yang tampil pada Paviliun Indonesia adalah: Merdi Sihombing, Henky Kawilarang, Lenan Pearl of Silk, La Spina, Aulia Jewellery, Borneo Chic, Leginayba, Galeri Batik Jawa, Jeanny Ang Couture, Martha Ulos, Thomas Sigar, Batik Bogor, Mo En Da, Lucky Wijayanti, Batik Wirakuto, Nuniek Mawardi Boutique, Sofie Design, Dara Baro, Tria Gunawan, Sosro Kusumo Batik, BS House, Niwa Lombok Pearl, Boroko, Jula Huba, Inna La Perle, Gading Haumara, Galeri Tenun Ikat Dayak, Dayang Collection, Savitri Fashion, Sulaman Ambun Suri dan Eni Grage.
Tiga desainer nasional yaitu Nuniek Mawardi Boutique, Sofi Design dan Dara Baro difasilitasi oleh ASEAN Japan Center.
“Konsep yang diusung oleh Paviliun Indonesia pada JFW-IFF 2012 adalah Diversity of Batik and Woven of Indonesia from Traditional to Contemporer, yang menampilkan berbagai keragaman dan kreativitas para desainer nasional dari beberapa kelompok produk fesyen seperti batik, tenun dan pakaian jadi wanita baik yang masih menggunakan desain tradisional konservatif ataupun modern kontemporer,” demikian dijelaskan Atase Perdagangan Tokyo, Djatmiko Bris Witjaksono.
Produk-produk yang ditampilkan di Paviliun Indonesia antara lain batik tulis sutra-katun warna alam seperti indigo; produk batik (tas, aksesoris, pakaian jadi wanita/pria); kain wanita (kebaya nyonya, batik peranakan); tenun tradisional (NTT, Kalimantan, dan produk tenun); indigo; obi kimono; selendang; pakaian jadi wanita seperti blazer, gaun formal, dan gaun pengantin; tas kulit reptil, perhiasan dan aksesoris; tas wanita bahan serat alam; serta sepatu wanita dari bahan kain alami.
JFW IFF sendiri bersifat business to business dan diikuti para penggiat fesyen dari berbagai negara.
“Bagi para eksibitor Indonesia, partisipasi pada JFW-IFF merupakan ajang untuk menggali pengalaman, informasi dan pengetahuan mengenai karakteristik pasar Jepang termasuk selera konsumen, pengetahuan produk, tren, harga, desain dan produk sejenis lainnya (kompetitor) agar dapat memanfaatkan potensi pasar fesyen Jepang yang sangat prospektif namun juga memiliki tantangan tersendiri,” kata Djatmiko.
Pameran yang diprakarsai oleh Senken Shimbun ini diselenggarakan pada 18-20 Juli 2012, bertempat di West Hall, Tokyo International Exhibition Center (Big Sight), Odaiba - Tokyo.
Siaran pers Kementerian Perdagangan menyebutkan Indonesia pada JFW-IFF 2012 hadir dengan paviliun yang mencapai 19 booth, sementara tahun 2011 hanya berjumlah 8 booth.
Paviliun Indonesia ini merupakan hasil kerja sama kantor Atase Perdagangan KBRI Tokyo, ITPC Osaka, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dan Ditjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian.
Dari jumlah peserta, eksibitor Indonesia yang berpartisipasi juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu dari 13 menjadi 30 peserta.
Para desainer yang tampil pada Paviliun Indonesia adalah: Merdi Sihombing, Henky Kawilarang, Lenan Pearl of Silk, La Spina, Aulia Jewellery, Borneo Chic, Leginayba, Galeri Batik Jawa, Jeanny Ang Couture, Martha Ulos, Thomas Sigar, Batik Bogor, Mo En Da, Lucky Wijayanti, Batik Wirakuto, Nuniek Mawardi Boutique, Sofie Design, Dara Baro, Tria Gunawan, Sosro Kusumo Batik, BS House, Niwa Lombok Pearl, Boroko, Jula Huba, Inna La Perle, Gading Haumara, Galeri Tenun Ikat Dayak, Dayang Collection, Savitri Fashion, Sulaman Ambun Suri dan Eni Grage.
Tiga desainer nasional yaitu Nuniek Mawardi Boutique, Sofi Design dan Dara Baro difasilitasi oleh ASEAN Japan Center.
“Konsep yang diusung oleh Paviliun Indonesia pada JFW-IFF 2012 adalah Diversity of Batik and Woven of Indonesia from Traditional to Contemporer, yang menampilkan berbagai keragaman dan kreativitas para desainer nasional dari beberapa kelompok produk fesyen seperti batik, tenun dan pakaian jadi wanita baik yang masih menggunakan desain tradisional konservatif ataupun modern kontemporer,” demikian dijelaskan Atase Perdagangan Tokyo, Djatmiko Bris Witjaksono.
Produk-produk yang ditampilkan di Paviliun Indonesia antara lain batik tulis sutra-katun warna alam seperti indigo; produk batik (tas, aksesoris, pakaian jadi wanita/pria); kain wanita (kebaya nyonya, batik peranakan); tenun tradisional (NTT, Kalimantan, dan produk tenun); indigo; obi kimono; selendang; pakaian jadi wanita seperti blazer, gaun formal, dan gaun pengantin; tas kulit reptil, perhiasan dan aksesoris; tas wanita bahan serat alam; serta sepatu wanita dari bahan kain alami.
JFW IFF sendiri bersifat business to business dan diikuti para penggiat fesyen dari berbagai negara.
“Bagi para eksibitor Indonesia, partisipasi pada JFW-IFF merupakan ajang untuk menggali pengalaman, informasi dan pengetahuan mengenai karakteristik pasar Jepang termasuk selera konsumen, pengetahuan produk, tren, harga, desain dan produk sejenis lainnya (kompetitor) agar dapat memanfaatkan potensi pasar fesyen Jepang yang sangat prospektif namun juga memiliki tantangan tersendiri,” kata Djatmiko.
Subscribe to:
Posts (Atom)