Pages - Menu

Sunday, November 25, 2012

Riwayat Kampung Apung Yang Dulu Banyak Rumah Kos dan Kini Jadi Peternakan Lele

Sore itu Usman (40) sedang menumbuk setengah ember ikan ruca-ruca untuk pakan lele. Ia dan tiga orang temannya memiliki 30 kolam ikan lele.

Setiap hari, mereka membutuhkan 1,5 kilogram pakan lele. Harga sekilogram ikan ruca-ruca Rp 1.000, sedangkan harga pelet sekilogram, Rp 8000. "Banyak yang bisa kami hemat untuk pakan lele dengan membeli ikan ruca-ruca, atau kepala ikan lainnya yang terbuang dari rumah produksi ikan pindang," tutur Usman.

Setiap empat bulan, Usman dan ketiga temannya bisa memanen ikan lele sebanyak 100 kilogram. Harga setiap kilogram lele Rp 13.000. Dengan demikian, setiap empat bulan mereka mendapat Rp 1 juta setelah dipotong biaya pemeliharaan. Dengan kata lain, setiap bulan mereka mendapat Rp 250.000. Itu artinya, setiap orang, setiap bulan mendapat uang hasil panen lele sebesar Rp 62.500.

Sebelum tahun 1990, Usman dan sebagian warga Kampung Apung mencari nafkah dengan menyewakan rumah mereka.

Orangtua Usman, misalnya, memiliki dua rumah. Satu di antaranya mereka jadikan rumah kos yang memiliki 11 pintu. "Kala itu, dengan menyewakan rumah saja, hidup kami sekeluarga sudah layak," tutur Usman. Tetapi setelah tahun 1990, Usman dan sebagian warga mencari nafkah dengan beternak lele. Mengapa?

Korban kebijakan pemprov

Sebelum tahun 1990, permukaan tanah di kawasan RW 01 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, seluas enam hektar itu, tertinggi dibandingkan dengan lokasi di sekitarnya yang sebagian masih berupa bentangan sawah. Tak heran saat banjir datang, Kampung Apung menjadi penampungan pengungsi.

Karena tak tahan lagi setiap tahun harus mengungsi ke Kampung Apung, para pengungsi menjual tanah dan rumahnya ke para pengusaha dengan harga murah.

Para pengusaha lalu menguruk tanah hingga permukaannya jauh lebih tinggi dari permukaan tanah di Kampung Apung. Di atas tanah tersebut didirikan gudang-gudang dan jadilah kawasan ini menjadi menjadi kawasan industri baru. Saluran-saluran air pembuangan pun dibangun, dengan tinggi dasar saluran melebihi permukaan tanah Kampung Apung.

Hasilnya? Seluruh air kotor dari saluran di kawasan industri, mengalir ke Kampung Apung. Air kotor itu juga membawa sampah ke sana. Karena kini permukaan tanah di Kampung Apung lebih rendah dari lokasi di sekitarnya, maka ketika hujan datang, Kampung Apung banjir.

Tahun demi tahun, banjir yang semakin tinggi membawa sampah yang semakin banyak pula. Kampung Apung pun menjadi rawa tempat pembuangan sampah. Lalat, nyamuk dan ular suka bersarang di sana.

"Rumah yang tinggal kelihatan atapnya itu dulu rumah kos-kosan orangtua saya," kata Usman.

"Rumah kos orangtua saya yang memiliki 15 kamar sudah tenggelam semua. Tenggelam bersama 3.810 makam," sela Ketua RW 01, Djuhri (54) saat ditemui di rumahnya Jumat lalu.

Sebagian warga yang ingin tetap bertahan di sana terpaksa menaikkan bangunan hinga dua sampai tiga kali tinggi bangunan lama. Mereka yang kurang mampu, membuat rumah berkaki tong tertutup. Dengan demikian, saat banjir datang, bangunan di atas tong-tong itu ikut naik.

Tak ingin lahannya sia-sia, sebagian besar warga lalu membuat peternakan lele. Jumlah kolam lele di sana saat ini mencapai 100 kolam. Hasilnya memang masih jauh dari cukup seperti ketika mereka bisa menyewakan rumah-rumah mereka.

"Sebenarnya pasar lele kami masih membutuhkan 300 kilogram lele setiap hari. Yang bisa kami penuhi baru 30 kilogram lele setiap hari. Maklum, modal kami terbatas," ucap Usman.

Begitulah kawasan pemukiman yang dulu menjadi salah satu sentra rumah kos di Kapuk, berubah menjadi tempat peternakan lele.

Tak sebanding

KamisPada (23/3/2012) lalu, Wakil Wali Kota Jakbar, Sukarno, meresmikan rumah pompa yang memiliki tiga mesin pompa. Masing-masing mesin pompa mampu menyedot air 500 meter kubik per detik. Pembangunan rumah pompa ini bertujuan mengatasi banjir di Kampung Apung. Dana yang dihabiskan untuk membangun rumah pompa dan jaringan saluran kata Djuhri, mencapai Rp 14,750 miliar.

Anehnya, rumah pompa tersebut dibangun di lingkungan RW 04, dan bukan RW 01. Lagipula, jika rumah pompa tersebut dibangun di RW 01, panjang saluran air yang harus dibangun tidak lebih dari 300 meter menuju Kali Angke. Tetapi karena rumah pompa dibangun di lingkungan RW 04, saluran air yang dibangun bertambah panjang, sekitar satu kilometer.

"Ketika rumah pompa itu diresmikan, kami warga RW 01 tidak pernah diundang. Kami pun belum pernah merasakan dampak kehadiran rumah pompa tersebut," tegas Djuhri.

Menurut Sukarno, rumah pompa didirikan untuk menanggulangi banjir di RW 01, 02, 04, 05, dan 07 di atas lahan seluas 200 hektar. Tapi menurut Djuhri, hanya lingkungan RW 01 yang selalu kebagian banjir.

Sampai kini, pembangunan saluran air menuju rumah pompa belum juga selesai. Sebagian saluran yang berukuran lebar itu masih dibiarkan terbuka. "Sudah belasan pengemudi dan sepeda motornya jatuh ke saluran tersebut," kata Djuhri yang diamini sejumlah warga yang ditemui di sepanjang saluran.

Saat hujan mengguyur, Jalan Kapuk Raya tetap saja tergenang air hingga selutut orang dewasa. Padahal, di salah satu ruas jalan itulah berdiri rumah pompa.

Menurut Djuhri, "Persoalannya bukan sekadar rumah pompa, tetapi kebijakan pembangunan Pemprov yang membuat lingkungan kami rusak, masa depan kami menjadi suram."

Ia menegaskan, seluruh warga RW 01 memiliki surat tanah girik. "Jadi kami tinggal di Kampung Apung bukan tinggal di atas tanah negara. Kami juga tidak tinggal di atas tanah bantaran kali atau bantaran kereta api yang kami okupasi," ucap Djuhri kesal.

Kesalnya terobati setelah Gubernur DKI Joko Widodo menjanjikan rumah susun sederhana hak milik dan gedung sekolah bagi warga Kampung Apung. Padahal sebelumnya, warga sudah berniat melakukan gugatan class action terhadap Pemprov DKI.

80 Persen Investasi Bisnis Pariwisata Bali Dikuasai Asing

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Badung mencatat sekitar 80 persen jumlah investasi di sektor pariwisata di Bali berasal dari para pemilik modal dari luar negeri. "Kondisi tersebut sangat membahayakan bagi perekonomian wilayah Bali. Oleh karena itu peran investor lokal harus diperkuat," kata Ketua Kadin Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Alit, di Denpasar, Sabtu (24/11/2012).

Menurut Alit, apalagi investasi yang masuk tersebut tidak terlalu dirasakan secara nyata oleh masyarakat Pulau Dewata, khususnya kalangan masyarakat kurang mampu. Manfaat itu hanya dirasakan oleh pemilik modal asing sehingga keuntungan yang didapat pun dibawa ke luar Bali.

"Hal ini jika terus tidak diperhatikan akan membuat putra daerah hanya akan menjadi penonton di daerah sendiri. Kami berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang bisa melindungi dan lebih berpihak kepada pengusaha lokal," ujarnya.

Alit berharap dengan adanya kebijakan tersebut dapat membuat para pengusaha setempat dapat berkembang. Selain itu, Pemkab Badung diminta ikut berperan aktif memberikan penyertaan modal kepada investor lokal.

Sementara itu Prof Wayan Ramantha, pengamat ekonomi dari Universitas Udayana mengatakan, setiap tahun investasi yang masuk dari penanam modal asing ke Bali terus bertambah. "Sampai saat ini Bali masih membutuhkan dukungan penanaman modal untuk sektor pariwisata," katanya.

Sony Beli Olympus Rp 6,1 Triliun

Sony telah setuju menginvestasikan 50 miliar yen (atau sekitar Rp 6,1 triliun) untuk mengambil alih 11,5 persen saham Olympus. Dengan nilai tersebut, Sony telah menjadi pemilik resmi Olympus.

Kedua perusahaan akan bergabung mendirikan perusahaan baru tahun ini. Sony akan menguasai 51 persen saham perusahaan patungan itu. 

Selain memproduksi kamera, Olympus juga membuat perlengkapan medis. Nah, perusahaan baru ini juga akan berfokus mengembangkan beraneka perlengkapan medis baru yang tidak mungkin dikembangkan Olympus sendiri, misalnya saja alat endoskopi.

Saat ini, Olympus sedang didera skandal akuntansi yang menyebabkan produsen kamera itu merugi 1,7 miliar dollar AS.

Meski demikian, Sony justru melihat transaksi ini sebagai strategi membalikkan kondisi perusahaan. Sony sendiri telah melaporkan kerugian selama empat tahun berturut-turut.

”Sebagai bagian dari rencana strategi yang kami umumkan pada April 2012, Sony akan mengejar pertumbuhan bisnis medis dengan agresif. Tujuannya adalah mengembangkannya menjadi pilar utama dalam portofolio bisnis kami,” kata Chief Executive Sony, Kazuo Hirai.

Transaksi pembelian saham ini terjadi setelah pimpinan Olympus, Tsuyoshi Kikukawa, terbukti bersalah dalam memalsukan pembukuan. Ia menutup-nutupi kerugian perusahaan akibat sebuah transaksi pada satu dekade lalu, sebesar 1,7 miliar dollar AS.

Skandal tersebut baru terbongkar setelah mantan Chief Executive Olympus asal Inggris, Michael Woodford, dipecat dari posisinya saat ia menantang Kikukawa dan dewan direksi soal pembayaran mencurigakan terkait sebuah akuisisi. 

Saturday, November 24, 2012

Indonesia Masih Boros Energi

Indonesia kembali mendapat sorotan lantaran dinilai boros dalam penggunaan energi. Hal ini tercermin dalam indeks elastisitas energi, di mana skor Indonesia lebih tinggi dibanding negara-negara di Asia Tenggara dan bahkan negara maju.

Hal ini terungkap dalam paparan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam forum National Energy Efficiency Conference, Senin, 11 Juni 2012.

Indeks elastisitas energi Indonesia hingga saat ini mencapai 1,63, lebih tinggi dibandingkan Thailand dan Singapura yang masing-masing mencapai 1,4 dan 1,1. Bahkan indeks elastisitas energi negara-negara maju berkisar antara 0,1 hingga 0,6. Indeks elastisitas adalah perbandingan laju pertumbuhan konsumsi energi dibanding laju pertumbuhan ekonomi.

Menurut Sekretaris Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Djadjang Soekarna, hal ini menunjukkan perlunya masyarakat Indonesia mengonsumsi energi secara lebih efisien dan mengurangi pemborosan. Di sisi lain, meskipun terhitung kaya akan sumber daya Indonesia belum memberi keadilan dalam penyediaan energi seperti energi listrik.

"Lebih dari 25 persen rumah tangga di Indonesia belum menikmati aliran listrik." katanya.

Djajang mengatakan pemborosan ini mengancam ketersediaan energi, membebani anggaran serta mengancam stabilitas lingkungan. Berdasarkan data Second National Communication, emisi sektor energi mencapai 302 juta ton karbondioksida pada 2009. Sedangkan audit Kementerian Energi sepanjang 2003 hingga 2010 menunjukkan adanya potensi efisiensi sebesar 5 persen atau setara dengan investasi senilai Rp 23,8 triliun hingga Rp 289 triliun per tahun.

"Untuk menghematnya kita harus mengubah perilaku penggunaan energi ke arah yang lebih efisien," kata Direktur Konservasi Energi, Maryam Ayuni.

Pabrik Teh Kayu Aro Jambi Hemat Biaya Operasional Lewat Micro Hidro


Pabrik Teh Kayu Aro yang dikelola PTPN VI sudah bisa melakukan penghematan biaya operasional. Pabrik yang berlokasi di Kabupaten Kerinci, Jambi, itu sejak tiga bulan lalu memanfaatkan tenaga listrik mikro hidro dengan kekuatan 900 kilowatt untuk mengantikan tenaga disel.
Manajer Perkebunan Teh Kayu Aro PTPN VI, Sulistyo, menjelaskan bahwa sebelumnya untuk mengoperasikan pabrik membutuhkan daya listrik 1.100 kilowatt. Sumber energi mengandalkan tenaga diesel. “Untuk mengoptimalkan operasional pabrik dengan tenaga listrik mikro hidro, masih kurang 200 kilowatt,” kata Sulistyo, Sabtu, 24 November 2012.
Menurut Sulistyo, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro dibiayai PTPN VI dengan dana Rp 18 miliar. Pembangunannya dimulai sejak tahun 2011 dan rampung pertengahan tahun 2012.
Penggunaan tenaga listrik mikro hidro, kata Sulistyo, memang dimaksudkan untuk menekan biaya operasional bersamaan dengan keharusan melakukan efisiensi. Sebab selama ini dibutuhkan 4.000 liter solar per hari untuk menghidupkan mesin disel. Dalam setahun prusahaan harus mengeluarkan anggaran hingga Rp 12 miliar.
Sulistyo menjelaskan bahwa ketika menggunakan tenaga disel biaya yang dikeluarkan untuk setiap KWH listrik adalah Rp 3.000. Tapi dengan menggunakan tenaga listrik mikro hidro bisa menghemat hingga Rp 550 per KWH.
Pengembangan teknologi pembangkit listrik mikro hidro, kata Sulistyo pula, merupakan salah satu terobosan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Sebab kawasan perkebunan teh seluas kurang lebih 2.600 hektare yang beroperasi sejak tahun 1925 itu berada tepat di kaki Gunung Kerinci yang kaya akan sumber air.
Produk dari kebun teh Kayu Aro sudah merambah kawasan Eropa, Arab dan Amerika. Untuk lebih meningkatkan produktifitasnya, PTPN VI mulai melakukan peremajaan perkebunan yang ditargetkan selesai tahun 2017 mendatang.
Melalui program peremajaan yang dilakukan PTPN VI maka produksi teh di Jambi ditargetkan mencapai 300 ton per hari pada tahun 2020 mendatang.

Euro dan Yen Naik, Rupiah Berpeluang Menguat

Terapresiasinya euro karena optimisme para investor terhadap dana talangan bagi Yunani, serta aktivitas manufaktur Cina yang menunjukkan ekspansi, mampu menghambat kedigdayaan dolar Amerika Serikat. Imbasnya, tekanan terhadap rupiah juga kembali mereda.

Siang ini pukul 10.55 WIB, nilai tukar rupiah ditransaksikan di posisi 9.627 per dolar AS, yang berarti kembali menguat 6 poin (0,06 persen) dari penutupan Kamis kemarin 9.633.

Ekonomi dari PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistyaningsih, mengatakan, rupiah hari ini berpeluang menguat di kisaran 9.620 hingga 9.640 per dolar AS. Pasar Asia sebagian besar mengikuti penguatan pasar global. “Hal ini terlihat dari naiknya indeks future Asia yang menguat hari ini.”

Lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB- dengan prospek stabil pada tanggal 21 November lalu. Dengan pertimbangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif tinggi, yang mengindikasikan kekuatan ekonomi domestik di tengah melambatnya perekonomian global, serta tumbuhnya investasi serta rendahnya rasio utang terhadap produk domestik bruto.

Namun, Fitch juga melihat bahwa penerimaan pemerintah Indonesia masih di bawah rata-rata kelompok negara yang mempunyai peringkat BBB, serta kepemilikan asing pada surat utang negara dalam rupiah, keuangan publik masih rentan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, infrastruktur tidak memadai, serta masih tingginya korupsi. 

“Dengan peringkat Indonesia masih tertahan di level BBB- ini, kami melihat potensi kenaikan harga aset di pasar domestik menjadi terbatas,” ucap Lana.

Pada sektor manufaktur, Cina mulai menunjukkan ekspansi di mana indeks aktivitas manufakturnya tercatat 50,4 di November. Sebelumnya, manufaktur Cina melambat dalam 13 terakhir. Perbaikan ini memberikan indikasi bahwa ekonomi Cina akan lebih baik dari ekspektasi, setelah dalam 7 triwulan sebelumnya mengalami pelambatan.

“Meskipun perbaikan ini masih terlalu dini, diperkirakan bisa berlanjut, terutama dengan pergantian pemimpin Cina dari Wen Jiabao kepada Li Keqiang,” dia memaparkan.

Siang ini yen Jepang ditransaksikan menguat 0,24 poin (0,29 persen) ke 82,22 per dolar AS. Mulai terbatasnya pelemahan dan berbalik arah menguatnya mata uang Jepang, yen, membuat keperkasaan dolar AS terhadap mata uang Asia ikut sedikit meredup di akhir pekan ini.

Dolar Singapura menguat 0,03 persen ke 1,2246, peso Filipina terapresiasi 0,13 persen, serta yuan Cina juga menguat tipis 0,02 persen menjadi 6,2277 per dolar AS. Sementara, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02 persen, baht Thailand melemah 0,1 persen, serta won Korea juga melemah 0,06 persen.

PT Matahari Department Store Tbk Targetkan Omzet Rp. 11 Triliun

PT Matahari Department Store Tbk tahun ini menargetkan omzet penjualan hingga Rp 11 triliun. Human Resource Manager PT Matahari Department Store Tbk, Andre Rumantir, mengatakan angka itu jauh lebih tinggi daripada pencapaian tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2010, pencapaian penjualan Matahari sebesar Rp 7,9 triliun. “Tahun lalu tercatat Rp 9,2 triliun,” katanya, seusai peresmian gerai Matahari di Hartono Lifestyle Mall di Sukoharjo, Jumat, 23 November 2012.

Menurut dia, kenaikan penjualan terjadi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi daya beli masyarakat, omzet Matahari akan ikut meningkat. Karenanya, Matahari gencar melakukan ekspansi di seluruh Indonesia.

Saat ini Matahari memiliki 114 gerai yang tersebar di 50 kota di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Jayapura. Tahun ini gerai baru yang akan menyusul adalah gerai di Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan Gresik, Jawa Timur. “Tiap tahun kami menargetkan bisa membuka minimal 15 gerai,” ujarnya.

Di setiap gerai, Matahari menginvestasikan Rp 20 miliar-30 miliar yang berasal dari kas internal. Produk yang dijual kebanyakan keperluan rumah tangga, pakaian, dan produk-produk kecantikan. Matahari saat ini memiliki 40 ribu karyawan dan bekerja sama dengan 1.200 pemasok barang lokal.

Director Merchandising and Marketing PT Matahari Department Store Tbk, Christian Kurnia, mengklaim Matahari adalah peretail terbaik di Indonesia saat ini. Sebab, sudah banyak penghargaan yang diterima Matahari dari berbagai pihak. Tahun ini, misalnya, perusahaan mendapat penghargaan Indonesia Satisfaction Award, Indonesia Most Admired Company, dan penghargaan Economic Challenges. 

“Penghargaan yang kami terima adalah penghargaan prestisius. Ini membuktikan Matahari sudah mendapat pengakuan sebagai perusahaan retail terbaik,” kata Christian.