Pages - Menu

Monday, August 19, 2013

Gerai Ace Hardware Untung Besar Dengan Toys Kingdom

Apa yang ada dipikiran Anda ketika mendengar nama Ace Hardware? Ya, perlengkapan. Di Indonesia, Ace Hardware satu satu toko yang menyediakan produk-produk, sehingga perusahaannya bisa dibilang memonopoli bisnis ini.

Dalam perkembangannya sejak membuka gerai pertama di Karawaci, Tangerang, 1996 silam, ACES terus berkembang pesat dan menjadi salah satu anak usaha Grup Kawan Lama yang paling sukses sejauh ini.

Hingga hari ini, atau 18 tahun sejak didirikan, ACES sudah memiliki total 85 toko/gerai di seluruh Indonesia, dan masih akan terus bertambah.

Pihak manajemen sendiri, terutama sejak perusahaan go public pada 2007, mentargetkan akan membuka setidaknya 15 gerai anyar setiap tahunnya, menyusul meningkatnya jumlah penduduk kalangan menengah di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini.

Dan sejak 2010 lalu, ACES membuka unit usaha baru, yaitu Toys Kingdom, yaitu toko yang secara khusus menjual mainan, tidak hanya mainan anak-anak tapi juga orang dewasa, hingga perlengkapan bayi. Seperti juga toko Ace Hardware, di Toys Kingdom ini dapat ditemukan mainan-mainan berkualitas.

Sejauh ini, ACES sudah memiliki 16 gerai Toys Kingdom dengan lokasi yang masih terkonsentrasi di Jakarta, yang ditargetkan akan tumbuh menjadi 21 gerai pada akhir tahun 2013. Sehingga secara keseluruhan, ACES menawarkan prospek pertumbuhan yang menarik.

Pengamat pasar modal Teguh Hidayat menuturkan, harga saham ACES pertama kali diamati ketika berapa pada harga Rp4.000-an. Kesimpulannya, meski kinerja perusahaannya bagus, namun harga sahamnya mahal dengan PER lebih dari 25 kali.

Selain itu, ACES akan mengalami kesulitan jika Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Karena produk yang dijual mahal.

Hingga kuartal II 2013, kinerja ACES sejauh ini malah merupakan salah satu yang terbaik di sektor ritel, dengan ROE yang mencapai 22,3%. Sementara catatan pertumbuhannya dalam tiga tahun terakhir (sejak 2010) turut gemilang, dengan laba bersih yang hampir berlipat dua setiap tahunnya.

"Kalau diperhatikan pertumbuhan ACES yang cepat tersebut turut terdorong oleh booming properti di Indonesia dalam 3 tahun terakhir ini, di mana banyak mal-mal baru yang didirikan di Jakarta dan sekitarnya, belum termasuk mall-mall yang didirikan di daerah lainnya di Pulau Jawa," papar Teguh dalam risetnya Edisi Agustus 2013.

Intinya, jika sektor properti masih seperti sekarang ini hingga dua tiga tahun kedepan, maka ACES juga masih berpeluang untuk mencatat pertumbuhan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Terakhir, ACES membuka gerai ke-85-nya di Kota Solo, Jawa Tengah, sekaligus merupakan gerai keduanya di kotanya Jokowi tersebut. Gerai anyar tersebut bisa berdiri karena adanya mall baru di Solo, yakni Hartono Mall, yang baru beroperasi pada tahun ini.

"Tapi jika nanti pembangunan mall-mall anyar berhenti, maka bagaimana pertumbuhan ACES kedepannya? Ya tentunya masih akan tumbuh, hanya saja tidak akan sekencang sebelumnya," ujar dia.

Namun, mengingat ACES juga punya Toys Kingdom, yang sejauh ini jumlah gerainya masih sedikit, maka angka pertumbuhan yang tercatat dalam tiga tahun terakhir kemarin berpeluang untuk dipertahankan, atau bahkan tumbuh lebih tinggi lagi, jika Toys Kingdom tersebut sukses.

Dari pendapatan ACES sebesar Rp1,8 triliun di semester I 2013, Toys Kingdom baru berkontribusi sebesar Rp73 miliar, namun angka tersebut tumbuh signifikan (55,7%) dibanding periode yang sama tahun 2012, yang hanya Rp47 miliar.

Sunday, August 18, 2013

Pasar Kosmetik Indonesia Sangat Potensial



Kosmetik sangat identik dengan keindahan dan kesehatan tubuh dari ujung rambut sampai kaki. Bagi wanita, produk kosmetik selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, demi mendapatkan dan mempertahankan kecantikan dari waktu ke waktu. Inilah yang menjadi alasan mengapa wanita lebih banyak mengenal berbagai macam kosmetik untuk mereka gunakan setiap hari.





Kondisi ini dimanfaatkan menjadi peluang besar bagi produsen kosmetik. Jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, menjadikan Indonesia pasar yang menjanjikan bagi perusahaan kosmetik. Kendati mayoritas industri kosmetik membidik target konsumen utama kaum wanita, belakangan mulai berinovasi dengan produk-produk untuk pria.


Saat ini perkembangan industri kosmetik Indonesia tergolong solid. Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan kosmetik pada 2012 sebesar 14% menjadi Rp 9,76 triliun dari sebelumnya Rp 8,5 triliun, berdasarkan data Kementerian Perindustrian.


Produk kecantikan dan perawatan tubuh global pada 2012 mencapai US$ 348 miliar, tumbuh tipis US$ 12 miliar dibanding tahun sebelumnya berdasarkan data Euro Monitor. Meskipun 2012 perekonomian dunia masih diwarnai krisis keuangan seperti yang terjadi di kawasan Euro, maupun perlambatan ekonomi China, produk-produk kecantikan bermerek terbukti masih dapat bertumbuh dengan solid. Produk kecantikan bermerek diprediksi tumbuh 6% tahun ini, lebih tinggi dari pertumbuhan produk kosmetik umum sebesar 4%.


Pertumbuhan volume penjualan kosmetik ditopang oleh peningkatan permintaan, khususnya dari konsumen kelas menengah.






Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) memperkirakan tahun ini penjualan kosmetik dapat tumbuh hingga Rp 11,22 triliun, naik 15% dibanding proyeksi 2012 sebesar Rp 9,76 triliun. Dari sisi ekspor, industri kosmetik ditaksir tumbuh 20% menjadi US$ 406 juta.




Ketua Umum Perkosmi Nuning S Barwa, mengatakan pertumbuhan volume penjualan kosmetik ditopang oleh peningkatan permintaan, khususnya dari konsumen kelas menangah. Pertumbuhan penjualan kosmetik juga didorong oleh tren kenaikan penggunaan kosmetik oleh kaum pria. “Dulu pria tidak tertarik membeli produk perawatan kulit yang maskulin, tapi sekarang ketertarikan mereka tinggi,” katanya.







Peluang pasar kosmetik di Indonesia masih sangat besar. Karena itu, produsen kosmetik nasional perlu memenuhi kebutuhan konsumen yang terus meningkat. Apalagi, Kementerian Perindustrian juga memberikan insentif untuk mendorong pengembangan industri komsetik di Tanah Air.



Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan pemberian insentif tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing, khususnya dalam menghadapi persaingan dengan produk impor. Insentif diberikan kepada industri kosmetik antara lain dalam bentuk tax allowance dan pembebasan bea masuk atas impor mesin.



Dengan adanya insentif itu, pemerintah berharap industri kosmetik mampu berekspansi secara rutin untuk meningkatkan kapasias produksi. Menurut Hidayat, industri kosmetik juga perlu didorong dalam kemandirian bahan baku, khususunya bahan baku herbal. “Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dengan 30 ribu spesies tanaman obat, kosmetik, dan aromatik, terbanyak kedua setelah Brazil,” katanya.



Saat ini, industri kosmetik dalam negeri mendapat tantangan dengan peredaran produk kosmetik impor di pasar domestik. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan pasar domestik premium (high branded). Menurut data Perkosmi, tahun lalu penjualan kosmetik impor mencapai Rp 2,44 triliun, naik 30% dibanding 2011 sebesar Rp 1,87 triliun. Tahun ini, penjualan produk kosmetik impor diproyeksikan naik lagi 30% menjadi Rp 3,17 triliun. Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan volume penjualan serta penurunan tarif bea masuk seiring perjanjian perdagangan bebas.



Wiyantono, Ketua Bidang Perdagangan Perkosmi, memperkirakan pertumbuhan pasar kosmetik impor tahun ini akan melewati pertumbuhan penjualan kosmetik lokal. Menurut dia, produk kosmetik impor masuk ke Indonesia umumnya melalui perusahaan skala kecil serta sistem pemasaran berjenjang (multilevel marketing). “Perusahaan besar seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) sudah memiliki unit produksi di sini,” katanya.


Peluang Besar
Industri kecantikan nasional memiliki peluang yang besar di lingkup ASEAN. Hal ini ditunjukkan oleh masih rendahnya kontribusi penjualan ekspor dari perusahaan kosmetik yang hanya sebesar 18% terhadap penjualan total. Rendahnya kontribusi penjualan ekspor menunjukkan perusahaan kosmetik belum secara penuh berusaha mengupayakan penjualannya ke luar negeri.


Selain itu, faktor kesamaan iklim, sosial budaya, daya beli, berpotensi membuat konsumen ASEAN memiliki preferensi yang sama dengan konsumen Indonesia. Hal ini dapat menjadi pendorong produk kosmetik Indonesia dapat diterima dengan baik di pasar ASEAN.


Adanya pasar bebas ASEAN dan China (AC-FTA) yang akan berlaku pada 2015 selain dapat menjadi peluang pasar bagi industri kosmetik Indonesia, juga dapat menjadi tantangan karena adanya perjanjian ini membuat produk China lebih leluasa masuk ke pasar ASEAN. Hal ini berpotensi meningkatkan persaingan yang harus dihadapi pemain Indonesia

Monday, August 12, 2013

Pemerintah Belum Keluar Izin ... Semua BlackBerry Q10 dan Z10 Yang Beredar Adalah Hasil Selundupan

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku belum mengeluarkan izin edar untuk BlackBerry Z10 dan Q10, sehingga dua model ini terancam dilarang beredar di Indonesia. Berbeda dengan pemerintah, distributor menyatakan izin untuk Z10 sudah lengkap.

Direktur Marketing & Communication Erajaya Djatmiko Wardoyo mengatakan, pihaknya melalui Erafone dan TAM merupakan salah satu distributor resmi BlackBerry di Indonesia.

“Saya malah baru dengar. Kalau Q10 memang belum ada izinnya, sedangkan Z10 kan sudah di-launching Maret kemarin. Jadi mana mungkin kita belum mendapatkan izin edar," kata Koko, sapaan akrabnya, saat berbincang pada hari Selasa (21/5/2013).

Koko mengatakan, Z10 sudah memiliki izin dari Postel Kemenkominfo, sehingga agak janggal bila izin dari Kemendag belum keluar. "Soal handset itu memang urusannya dari principal (BlackBerry), tapi setahu saya kalau sudah ada izin ke Postel kan link-nya ke Kemendag. Ini peristiwa baru pertama kali terjadi," kata Koko keheranan.

Salah satu indikasi bahwa BlackBerry Z10 itu sudah memiliki izin baik dari Kemendag dan Postel adalah sudah dikeluarkannya kartu garansi resmi dari distributor ke konsumen. Koko pun merasa aneh, karena bagaimana mungkin izin Postel bisa keluar namun izin Kemendag belum ada, namun pihak principal sudah berani melepas Z10 ke pasaran.

Walaupun dia tidak menampik, handset yang sudah mengantongi izin Postel dan belum mengantongi izin Kemendag boleh juga disebut barang Black Market juga. "Tapi tidak mungkin ya, kalau sudah mendapatkan take and approval izin tersebut baru kita bisa mengimpornya lalu kita bayar pajak 10%,” tandasnya.

Sebelumnya, Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Nuz Nuzilia Ishak mengatakan dua jenis BlackBerry tersebut hanya mengantongi izin edar di Malaysia. "BlackBerry Q10 dan Z10 seharusnya tidak boleh dulu beredar. Hanya baru beredar di Malaysia jadi itu merembes (penyelundupan). Dugaan kami adalah dari Batam," katanya.

Hal senada juga dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengakui produk BlackBerry Z10 dan Q10 tak boleh beredar di pasar Indonesia karena belum mengantongi izin edar. Kenyataanya saat ini produk tersebut telah bebas di pasarkan di Indonesia. "Benar melanggar peraturan beredar barang tersebut," kata Gita.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum mengeluarkan izin edar produk Handphone (HP) BlackBerry jenis Q10 dan Z10. Sehingga dua model produk BlackBerry tersebut dilarang beredar di Indonesia. 

Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Nuz Nuzilia Ishak mengatakan dua jenis BlackBerry tersebut hanya mengantongi izin edar di Malaysia. "BlackBerry Q10 dan Z10 seharusnya tidak boleh dulu beredar. Hanya baru beredar di Malaysia jadi itu merembes (Penyelundupan). Dugaan kami adalah dari Batam," katanya saat ditemui di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (21/05/2013).

Pihak Kemendag sudah melaporkan hal ini kepada pengadilan tinggi Jakarta Pusat. Cara ini dilakukan agar penindakan yang dilakukan Kementerian Perdagangan sesuai prosedur. "Kita sudah ada ketetapan dari pengadilan untuk lakukan penggeledahan dan penyitaan untuk wilayah Jakarta. Ketetapannya baru kemarin terutama untuk barang di Roxy dulu. Namun jangan sampai juga kita disalahkan dalam melakukan penyitaan," katanya.

Pihaknya juga akan terus melakukan sidak terkait handphone bahkan VCD bajakan. Namun khusus untuk penindakan VCD bajakan, upaya yang dilakukan Kementerian mengalami kendala karena informasi telah bocor.

"Iya pasti dan kita proses. Itu kan sebetulnya sudah tertangkap tangan. Ada 6 jenis HP yang di situ juga (Roxy). Untuk VCD bajakan kita akan laksanakan tapi Anda tahu bahwa kita bocor hari Jumat kemarin. Datang ke 7 titik tetapi sudah tidak ada. Tenang aja. Kita pantau terus," cetusnya.

Beberapa pekan lalu Gita Wirjawan telah melakukan sidak ke ITC Roxy Mas, di Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Gita menemukan produk BlackBerry Z10 sudah dipasarkan di Roxy. Saat itu Gita Wirjawan belum melakukan penyitaan. 

Kini sudah ada ketetapan dari pengadilan untuk lakukan penggeledahan dan penyitaan untuk wilayah Jakarta. Sehingga segala tindakan oleh Kementerian Perdagangan sesuai prosedur.

"Q10 dan Z10 seharusnya tidak boleh dulu beredar. Hanya baru beredar di Malaysia jadi itu merembes (penyelundupan). Dugaan kami adalah dari Batam," kata Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Nuz Nuzilia. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menanggapi maraknya produk Handphone (HP) ilegal di dalam negeri seperti temuan BlackBerry Z10 dan Q10 tanpa izin edar di ITC Roxy Mas oleh pihak Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu. 

Menurut Hidayat permintaan HP di dalam negeri sangat tinggi, tak jarang barang yang sudah beredar di pasar tapi belum mengantongi izin alias ilegal.

"Ya kan Anda tahu kalau masalah ponsel itu hampir nggak bisa dihindari masalah ilegal, jadi banyak sekali barang yang masuk kesini, yang izinya belum masuk tapi barangnya sudah ada," ungkap Hidayat kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Ia mengatakan, ada permintaan yang tinggi terhadap produk HP di Indonesia. Apalagi, ada penawaran harga yang miring dengan membeli di pasar gelap (Black Market). "Karena ada demand yang tinggi, tapi secara jadwal perusahaan dia belum masuk indonesia, jadi diselundupkan, dan masyarakat membelinya dengan harga lebih miring," ungkapnya.

Menurut Hidayat pintu pengawasan impor harus dijaga. Dalam hal ini merupakan tugas dari Kementerian Perdagangan. "Jadi kalau kita bicara soal industri ini, maka pintu impor kita ini yang mesti dijaga. Itu banyak sekali jenisnya. itu juga bingung, maka saya dengan Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi," katanya.

BlackBerry Akan Dijual Setelah Nilai Perusahaan Turun 665 Triliun Rupiah

Produsen ponsel pintar BlackBerry memberi sinyal akan menjual perusahaannya setelah ponsel terbarunya gagal memberikan keuntungan maksimal di pasar. Perusahaan asal Kanada ini sudah membentuk sebuah komite khusus untuk menyehatkan perusahaan.

Komite yang terdiri dari komisaris dan direksi BlackBerry ini akan mencari 'langkah alternatif' dalam meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong performa produk terbarunya seri BlackBerry 10.

"Mereka harus bisa melangkah ke arah yang lebih baik bagi perusahaan dan pemegang saham supaya bisa bertahan dalam jangka panjang karena penjualan BlackBerry 10 cukup mengecewakan," kata analis Canaccord Genuity, Mike Walkley, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (13/8/2013).

Strategi khusus yang akan dirancang oleh komite khusus ini adalah joint venture, kerjasama dengan mitra dan langkah lain termasuk menjual perusahaan kepada investor strategis. Saham BlackBerry naik 10,5% ke level US$ 10,78 per lembar di Wall Street pada perdagangan kemarin. 

Pencarian opsi-opsi strategis ini akan dipimpin Timothy Dattels, yang baru saja bergabung jadi direksi BlackBerry tahun lalu dari sebelumnya di TPG Capital, salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia.

Ponsel BlackBerry, yang muncul pada 1999, sempat menjadi perangkat ponsel yang dominan di kalangan pebisnis sebelum kemunculan iPhone besutan Apple pada 2007. Saat itu, BlackBerry menjadi ponsel yang paling diandalkan untuk menerima email dan layanan data lainnya.

Sejak kemunculan ponsel buatan Apple dan aneka ponsel lain berbasis Android, ponsel BlackBerry semakin banyak ditinggal pemakainya. 

Januari lalu, perusahaan asal Kanada ini meluncurkan ponsel sekaligus operating system (OS) baru yang bernama BlackBerry 10 demi mengejar kompetisi yang semakin ketat. Tapi sayang, pangsa pasar BlackBerry sudah semakin menciut dan perusahaan memprediksi adanya kerugian di laporan keuangan akhir Juni kemarin.

Ini merupakan kali keduanya bagi BlackBerry menyewa bankir untuk membantu kesulitan keuangannya. Sebelumnya pada awal 2012 BlackBerry sudah menggaet mantan bankir Thorsten Heins untuk menjadi CEO perusahaan.

Gara-gara telat meluncurkan OS baru, BlackBerry terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 karyawannya. Nilai perusahaan juga sudah anjlok lebih dari US$ 70 miliar (Rp 665 triliun) hingga saat ini.

Saturday, July 27, 2013

Kata Generik Kopitiam Sudah Berhasil Dipatenkan dan Tidak Boleh Lagi Digunakan Sembarangan

Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) Pamin Halim yang menggugat hak ekslusif merek 'KOPITIAM'. Alhasil, merek 'KOPITIAM' hanya boleh dipakai oleh Abdul Alex Soelystio.

"Menolak permohonan PK pemohon," putus majelis PK seperti dilansir website MA, Senin (15/7/2013).

Putusan ini diadili oleh 5 hakim agung yaitu Prof Dr Vallerina JL Kriekhoff Syamsul sebagai ketua majelis dan Syamsul Ma'arif PhD, I Made Tara dan Mahdi Soroinda Nasution dengan Dr Nurul Elmiyah selaku hakim anggota. Vallerina dan Nurul hingga saat ini juga masih mengajar di Universitas Indonesia (UI) dan Syamsul masih aktif sebagai pengajar di Universitas Brawijaya Malang.

Dalam putusan yang diketok pada 20 Maret 2013, majelis PK terbelah. Ketiganya tidak satu suara soal hak merek KOPITIAM yang dimiliki oleh Alex. Syamsul menilai Kopitiam tidak bisa diberikan hak ekslusif.

"Kata 'KOPITIAM' adalah kata yang secara umum digunakan oleh masyarakat Melayu untuk sebuah kedai yang menjual kopi sehingga semua kedai kopi pada dasarnya berhak menggunakan kata tersebut untuk melengkapi merek dagangnya," kata Syamsul dalam pertimbangannya di halaman 64.

Sehingga, masih dalam pertimbangan Syamsul, dalam perkara a quo unsur dominan dalam nenentukan ada tidaknya persamaan pada pokoknya merek Kok Tong Kopitiam milik Pemohon PK, bukan pada kata KOPITIAM, tetapi pada kata Kok Tong.

"Sehingga merek milik Pemohon PK tidak memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek KOPITIAM milik Termohon PK," tegas mantan Ketua KPPU ini.

"Terjadi kekeliruan yang nyata dalam putusan judex juris," sambung Syamsul.

Tidak hanya Syamsul, Nurul pun punya pandangan senada. Yaitu KOPITIAM merupakan gabungan kata 'KOPI' dalam bahasa Melayu dan POJ. Adapun Tiam dari dari bahasa Hokkian yang berarti kedai. Hal ini membuktikan kata KOPITIAM sebuah kata yang bersifat generik/sudah umum digunakan.

"Oleh karena bersifat generik, maka hal itu tidak dapat diatur berdasarkan UU Merek," tegas Nurul.

Dengan adanya perbedaan itu, MA telah berusaha sungguh-sungguh bermusyawarah, tetapi tanpa hasil sehingga diambil suara terbanyak.

"Menghukum pemohon kasasi membayar biaya perkara Rp 10 juta," tulis amar PK.

Pamin adalah pemilik Kok Tong Kopitiam. Dia menggugat hak merek KOPITIAM yang dimiliki Abdul Alex Soelystio. Alex selalu menang baik di Pengadilan Niaga Medan dan kasasi pada 21 Juni 2011.

Pasca kemenangan itu, Alex membuat pengumuman hak ekslusif tersebut di berbagai media massa. Banyak pelaku bisnis KOPITIAM terusik melawan. Perhimpunan Pengusaha Kopi Tiam Indonesia (PPKTI) menggugat ke PN Jakarat Pusat tetapi kandas.

Wednesday, July 17, 2013

Usaha Patungan Ustad Yusuf Mansur Ditutup Atas Perintah Menteri BUMN Dahlan Iskan

Usaha patungan dana milik ustad kondang Yusuf Mansur kini ditutup sementara. Dalam situsonline miliknya, Yusuf menjelaskan bahwa penutupan itu salah satunya atas saran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

"Atas saran kawan-kawan ahli keuangan, administrasi, dan manajemen, terkait dengan legalitas usaha, dan juga saran Bapak Menteri BUMN, Bapak Dahlan Iskan, maka sementara pendaftaran keanggotaan dihentikan dulu," tulis Yusuf Mansur dalam halaman pembuka situsnya.

Dalam penjelasannya di situs itu, Yusuf juga menegaskan bahwa dana untuk proyek pembangunan hotel di dekat Bandara Soekarno-Hatta masih jauh dari mencukupi. "Akan dilanjutkan dengan skema perbankan biasa," kata dia. Yusuf mengaku sedang menyempurnakan konsep bisnisnya agar tidak melanggar hukum (legal). "Dengan konsep baru yang ditawarkan kawan-kawan dan Pak Menteri, saya yakin jangkauannya akan lebih luas, lebih menarik, dan legal," katanya.

Bisnis investasi Yusuf Mansur menjadi pembicaraan belakangan ini karena diduga melanggar aturan investasi di Indonesia. Sejak beberapa hari terakhir, usaha ini sudah ditutup.  Usaha investasi yang digagas dai terkenal Ustad Yusuf Mansur, yakni Patungan Usaha dan Patungan Aset ditutup sementara. "Untuk sementara tidak menerima investor baru," ujar Fatimah, customer servicePatungan Usaha dan Patungan Aset di kantornya di Kompleks Bisnis CBD, Ciledug, Kota Tangerang, Selasa, 16 Juli 2013.

Penutupan pendaftaran bagi investor baru ini, ujar Fatimah, dilakukan sejak dua pekan lalu. Namun, ia enggan memerinci alasan penutupan itu. "Kurang tahu kenapa ditutup tapi itu instruksi Pak Yusuf langsung," ujarnya. (Baca: Yusuf Masnyur Bantah Investasi Miliaran di Mekah)

Kantor usaha investasi yang didirikan Yusuf ini menempati rumah toko nomor 21 di blok A5, kompleks CBD. Tidak terlihat papan nama di depan bangunan bertingkat tiga itu. Namun begitu memasuki ruko, pengunjung disambut meja tamu layaknya di perkantoran. Tulisan "Patungan Usaha dan Patungan Aset" terpampang di atas meja tersebut. Saat didatangi, kantor yang seluruh jendelanya dipasangi teralis besi itu sepi. Hanya ada dua orang pegawai yang terlihat beraktivitas.

Patungan Usaha dan Patungan Aset merupakan gagasan Yusuf untuk menghimpun dana dari masyarakat. Dana tersebut digunakan sang ustad untuk membangun hotel apartemen Haji dan Umroh di Mekah, Arab Saudi. Selain itu, dana para investor juga digunakan untuk membeli sejumlah aset seperti tanah dan bangunan. Salah satu aset yang diklaim didapatkan dari dana para investor yaitu sebuah hotel di dekat Bandara Soekarno-Hatta.

Usaha investasi yang dijalankan Ustad YM--panggilan populer Yusuf Mansur--ini sempat disoroti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dikabarkan sejumlah usaha investasi, termasuk Patungan Usaha dan Aset, yang dijalankan Yusuf dilaporkan ke OJK. Musababnya tidak ada kejelasan penggunaan dana oleh usaha investasi tersebut. Menurut Fatimah, hingga saat ini ada sekitar 2000-an investor yang terdaftar dalam usaha investasi ini.

Selain kantor Patungan Usaha dan Patungan Aset, di kompleks tersebut terdapat kantor Yayasan Daarul Quran, usaha lain Yusuf yang bergerak di bidang pendidikan, Daqu Printing yang melayani jasa percetakan digital, dan sebuah toko busana muslim bernama PPAShop. Kantor dan toko yang dikelola Yusuf tersebut menempati lima unit ruko di kompleks yang terletak tepat di belakang pusat perbelanjaan CBD Ciledug.

Meski hampir semua usahanya terletak di kompleks yang sama, tapi Yusuf jarang berkunjung. "Ustad jarang ke sini, terakhir bulan lalu," ujar seorang petugas keamanan Yayasan Daarul Qur'an. Sementara itu, Yusuf belum bisa dimintai konfirmasi terkait usaha investasinya.

Ustad Yusuf Mansur membantah kabar yang menyatakan bahwa dia mengelola dana investasi hingga Rp 500 miliar untuk membeli hotel di Mekah, Arab Saudi. "Wuah, kata siapa tuh? Ada-ada aje. Saya enggak paham beritanya. Mudah-mudahan beneran ya, hehe, amin," kata Yusuf kepada Tempo, Selasa, 16 Juli 2013.

Menurut Yusuf, berita yang tidak benar itu dia tanggapi dengan positif. Alasannya, ustad kondang ini tidak merasa mengelola investasi miliaran tersebut. "Tetap positif saja, siapa tahu benar-benar jadi konglomerat muslim yang banyak manfaatnya," kata dia diikuti dengan gelak tawa. Sebelumnya, Yusuf Mansur juga pernah dikabarkan ditangkap Bea dan Cukai di Batam lantaran membawa uang 1,5 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp 4,8 miliar.

Yusuf menjelaskan, aktifitasnya hanya sebagai ustad yang bertugas sebagai pengajar. "Termasuk ngajar bisnis, ngajar usaha. Itu saja, enggak ada yang istimewa. Selebihnya, mudah-mudahan semua berita (itu) jadi doa dan kebaikan," ujarnya. "Semua relatif sudah saya tulis di web patunganusaha.com dan di www.yusufmansur.com, judulnya; 4 bungkus, 200 miliar, dan minyak dan gas. Tapi hati-hati dan pelan-pelan bacanya." kata Yusuf.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan informasi tentang adanya penawaran investasi yang dipimpin oleh seorang ustad muda di sebuah majelis taklim (Baca: OJK Terima Laporan 40 Perusahaan Investasi Bodong). Kemudian, Yusuf Mansur dikabarkan mengelola dana investasi hingga Rp 500 miliar dan menjanjikan bagi hasil sekitar 8 persen per bulan. Konon, dana itu akan digunakan untuk berbagai usaha, salah satunya membeli hotel di Mekah yang bisa digunakan oleh jamaah umroh maupun haji dari Indonesia.

Pengamat pasar modal, Yanuar Rizki, menyatakan bisnis investasi yang dilakukan oleh Ustad Yusuf Mansur ilegal. Sebab, setiap usaha yang melakukan penghimpunan dana masyarakat seharusnya hanya bisa dilakukan oleh lembaga berizin. "Cita-cita dia menjalankan itu enggak ada yang salah, tapi dalam pasar keuangan negara mana pun, kalau sudah melakukan penarikan dana masyarakat hanya bisa dilakukan lembaga berizin," ujarnya saat dihubungi, Rabu, 17 Juli 2013.

Menurut Yanuar, otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan harus segera menutup bisnis investasi tersebut. Soalnya, apabila terjadi permasalahan dalam investasi, maka dana nasabah tidak dijamin oleh siapa pun."Tidak boleh dibiarkan karena berbahaya, harus segera ditutup," katanya.

Menurut Yanuar, upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh otoritas terkait agar masyarakat tidak tertipu adalah dengan bertindak proaktif untuk mencari tahu perusahaan investasi atau pun produk investasi yang sudah mendapatkan izin. OJK dan Bapepti juga semestinya memberitahukan kepada masyarakat luas perusahaan investasi yang sudah memiliki ijin atau belum. "Penegakan hukum harus diterapkan, kalau tidak punya ijin dari OJK dan Bapepti ini harus dikatakan ke masyarakat itu bodong," kata Yanuar.

Ustad kondang, Yusuf Mansur, kini sedang ramai dibicarakan terkait usaha investasinya yang ditutup. Penutupan ini dia lakukan atas saran Menteri BUMN Dahlan Iskan seraya menunggu rampungnya proses legalisasi usahanya di instansi pemerintah terkait.

Saat didatangi, kantor yang seluruh jendelanya dipasangi teralis besi itu sepi. Hanya ada dua orang pegawai yang terlihat beraktivitas. Patungan Usaha dan Patungan Aset merupakan gagasan Yusuf untuk menghimpun dana dari masyarakat. Dana tersebut digunakan sang ustad untuk membangun hotel apartemen Haji dan Umroh di Mekah, Arab Saudi. Selain itu, dana para investor juga digunakan untuk membeli sejumlah aset seperti tanah dan bangunan. Salah satu aset yang diklaim didapatkan dari dana para investor yaitu sebuah hotel di dekat Bandara Soekarno-Hatta.

Thursday, July 11, 2013

Puluhan Ribu Orang Indonesia Kredit Lebih Dari 9 Rumah Sekaligus

Bank Indonesia (BI) dibuat pusing akibat banyaknya orang kaya yang berinvestasi di sektor properti. Saat ini, tercatat ada ribuan orang yang mencicil 9 rumah sekaligus melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di perbankan.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan hal ini dipicu keinginan besar masyarakat berinvestasi di sektor properti. Hasrat ini didukung oleh suku bunga perbankan yang relatif lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Karena suku bunga selama ini rendah, mereka cari alat untuk melakukan investasi," ungkap Halim kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/7/2013)

Halim mengatakan berdasarkan survei, 43% masyarakat Indonesia menempatkan properti pada posisi pertama jika memiliki uang, sebagai sarana investasi. Sehingga tak mengherankan sektor properti dianggap sangat tepat untuk memutar uang.

"43% dari hasil survei menyatakan, kalau ditanya kalau punya uang apa yang akan dibeli pertama? Ternyata itu properti," ujarnya.

Seperti yang diketahui, KPR yang lebih dari 2 itu ada 35,2 ribu orang dengan portofolio kredit mencapai Rp 31,8 triliun. Kemudian yang tengah mencicil 2 rumah melalui skema KPR itu sekitar 31,3 ribu orang dengan nilai Rp 29 triliun.

Sedangkan yang mencicil 2 rumah sampai 9 rumah melalui KPR terdapat 35,2 ribu orang. "Terdapat juga 3.884 debitur yang mencicil 3 bahkan sampai 9 rumah melalui skema KPR di bank. Serta ada juga yang mencicil 9 sampai 12 bahkan 12 sampai 15 rumah," kata Halim.