Pengelola toko Alfamart, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), membantah menggunakan 10 persen dana donasi yang dikumpulkan dari masyarakat. Menurut Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman, Alfamart merupakan perusahaan terbuka sehingga tidak boleh mengelola dana donasi sendiri. Seluruh dana donasi tersebut, kata Rachman, diserahkan ke yayasan berskala nasional maupun internasional untuk mengelola, menyalurkan dan memberikan laporannya kepada Kementerian Sosial.
"Biaya operasional yang tercantum dalam Surat Keputusan Mensos RI sebesar 10 persen dari pengumpulan dana dan 90 persen untuk pelaksanaan program sosial kemanusiaan, bukan untuk Alfamart, melainkan seluruhnya diserahkan dan dikelola oleh yayasan yang bekerja sama dengan Alfamart," kata Rachman.
Komisi Informasi Pusat, Senin (19/12), mengabulkan semua permohonan warga Tangerang Selatan Mustolih Siradj. Artinya, Alfamart wajib memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat. Dalam pertimbanganan putusan tersebut, Majelis Komisioner dipimpin Dyah Aryani P itu menolak dalil SAT yang menyatakan hanya bertindak sebagai penyalur dana sumbangan.
Majelis Komisioner Yhannu Setyawan menyatakan, Alfamart sebagai badan usaha melakukan kegiatan di luar kegiatan usaha yakni mengumpulkan sumbangan dari masyarakat. Dari sumbangan yang diperoleh, sebesar 10 persen dari dana yang terkumpul digunakan untuk biaya operasional pengumpulan sumbangan. "Secara demikian maka terhadap kegiatan termohon yang berupa penyelenggaraan kegiatan pengumpulan sumbangan (Donasi), pengelolaannya didanai atau bersumber dari sumbangan masyarakat," bunyi putusan.
Dari pengumpulan donasi masyarakat sepanjang 2015 lalu, SAT telah menyalurkan senilai lebih dari Rp33 miliar melalui 9 program yang dikelola bersama 8 yayasan. Lalu, dana donasi yang terkumpul dari 1 Januari hingga 30 September 2016 mencapai Rp21,1 miliar. SAT telah bekerja sama dengan lima yayasan untuk menyalurkan dana donasi konsumen sepanjang tahun 2016.
Rachman melanjutkan, pengumpulan donasi konsumen yang dilakukan Alfamart mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan. Menurut Rachman, peraturan itu menjelaskan tentang pengumpul sumbangan hanya dapat diselenggarakan oleh suatu organisasi atau oleh kepanitiaan yang memenuhi persyaratan dan telah mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang.
Organisasi tersebut, lanjut Rachman, harus punya persyaratan antara lain mempunyai akta notaris atau akta pendirian, telah terdaftar pada Kementerian Sosial ataupun Dinas Sosial setempat. "Dengan kata lain, pengumpul sumbangan dan pengelola adalah Yayasan yang mendapatkan ijin dari Kemsos RI. Sementara jaringan toko kami hanyalah media atau channel bagi pihak yayasan untuk mendapatkan sumbangan sukarela dari konsumen atau masyarakat," katanya.
Komisi Informasi Pusat memutuskan agar jaringan toko Alfamart, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat. Salah satu pertimbangan hukum putusan KIP adalah Alfamart mengabungkan penggunaan dana donasi dengan laporan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dalam laporan tahunan perusahaan (annual report) 2015.
"Hasil sumbangan harusnya dilaporkan secara terpisah dari laporan CSR Termohon (SAT) sesuai dengan UU No 40/2007 dan PP No 47/2012," bunyi putusan Majelis Komisioner yang diketuai Dyah Aryani P. Pada laporan tahunan SAT tentang CSR di halaman 126 hingga 129, perusahaan memasukan penggunaan donasi konsumen sebagai bentuk CSR. SAT menguraikan kegiatan donasi konsumen dengan pihak-pihak yang menerima.
"Hasil sumbangan harusnya dilaporkan secara terpisah dari laporan CSR Termohon (SAT) sesuai dengan UU No 40/2007 dan PP No 47/2012," bunyi putusan Majelis Komisioner yang diketuai Dyah Aryani P. Pasal 74 Undang Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menjelaskan, tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
Aturan itu diperjelas di Pasal 4 Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Pasal tersebut mengatakan, TJSL dilaksanakan oleh direksi berdasarkan rencana kerja tahunan perseroan setelah mendapat persetujuan dewan komisaris atau rapat umum pemegang saham sesuai dengan anggara dasar perseroan. Rencana kerja tahunan perseroan tersebut memuat rencana kegiatan dan anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan TJSL.
"Seharusnya dalam laporan tahunan 2015 bukan laporan donasi yang dikelola oleh termohon, melainkan hasil keuntungan yang disisihkan oleh perusahaan untuk kegiatan TJSL," bunyi putusan KIP. Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan, dalam pengelolaan donasi konsumen, Alfamart bekerja sama dengan yayasan berskala nasional maupun internasional untuk mengelola, menyalurkan dan memberikan laporannya kepada pihak Kementerian Sosial.
"Dana donasi yang terkumpul melalui kasir 100 persen diserahkan ke yayasan, seperti PMI, UNICEF, Kick Andy Foundation. Tidak ada (donasi) digunakan buat CSR perusahaan apalagi usaha perusahaan," kata Solihin. Solihin juga mengatakan, setiap program kemanusian berasal dari donasi konsumen, Alfamart selalu menyampaikan asal muasal dananya.
"Kalau uang perusahaan itu CSR seperti truk sampah, Alfamart Class. Tidak ada itu 1 perak rupiah pun kita gunakan dana dari donasi," katanya. Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman menjelaskan, terdapat dua CSR yang dikerjakan oleh SAT, yaitu CSR yang menggunakan laba perusahaan dan CSR dari masyarakat. Dalam CSR dari masyarakat, SAT berperan sebagai media pengumpulan sumbangan sukarela dari konsumen (CSR cause promotion).
"Program CSR cause promotion pada akhirnya mampu mendorong masyarakat untuk mendonasikan uang. Ini hampir sama dengan program penggalangan dana yang dilakukan banyak televisi swasta ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semisal bencana alam," kata Rachman. SAT, kata Rachman, tidak menggunakan donasi konsumen untuk membiayai kegiatan CSR perusahaan. Menurutnya, hasil transaksi belanja dan hasil donasi dipisahkan. Artinya dana donasi, kata Rachman, tidak akan masuk dalam neraca keuangan perusahaan. Pengumpulan donasi atau sumbangan dari masyarakat, lanjutnya, juga tidak sebagai aset bisnis.
"Ini karena membaca laporan Annual Report kami di mana laporan donasi disatukan bab-nya dengan bab CSR bukan berarti biaya CSR menggunakan donasi konsumen. Karena bab tersebut dijelaskan apa saja kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan perusahaan antara lain program Alfamart Class dan Outlet Binaan Alfamart," kata Nur Rachman.
Program penggalangan donasi konsumen melalui kasir, kata Rachman, dikerjakan dengan bantuan sistem informasi yang terintegrasi oleh komputer. Sistem ini mencatat penerimaan donasi konsumen yang seluruh hasilnya dikelola oleh yayasan kredibel dengan persetujuan pemerintah melalui Kementerian Sosial.
"Ini artinya jaringan toko milik termohon (Alfamart) hanyalah sebagai media untuk pengumpulan sumbangan sukarela dari konsumen kami, dan perlu diketahui bahwa penggalangan donasi konsumen seperti ini juga dilakukan oleh banyak perusahaan ritel modern di Indonesia karena memiliki dampak yang positif bagi masyarakat," ujar Rachman. Rachman melanjutkan, SAT juga selalu menyampaikan kegiatan yang dilakukan perusahaan ke publik saat menggunakan dana penggalangan donasi.
Seorang warga Tangerang Selatan Mustolih Siradj menjelaskan, salah satu alasannya mengguat Alfamart karena perusahaan itu mengatasnamakan sumbangan donasi masyarakat itu sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Padahal, dana CSR, menurut Mustolih, seharusnya diambil dari keuntungan perusahaan.
"Dana donasi Alfamart dijadikan sebagai bagian dari CSR perusahaan. Padahal CSR berasal dari laba keuntungan perusahan. Ini sesuatu yang perlu diluruskan dan tidak poleh terjadi. Harusnya Alfamart mengatakan bahwa sumbangan itu berasal dari masyarakat, bukan CSR," katanya.
Seorang warga Tangerang Selatan Mustolih Siradj, 36 tahun, menggugat jaringan toko Alfamart, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) ke Komisi Informasi Pusat (KIP). Pada Senin (19/12) kemarin, KIP mengabulkan semua permohonan Mustolih dengan mewajibkan Alfamart memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat.
Menurut Mustholih, dia mengajukan gugatan sengketa informasi publik ke KIP karena telah mencoba meminta data laporan keuangan kepada Alfamart, namun tak diindahkan. “Saya kesal karena Alfamart tidak memberikan jawaban yang jelas saat diminta laporan keuangan dana sumbangan,” kata Mustholih.
Mustholih merupakan salah satu pelanggan yang kerap berbelanja di Alfamart. Setiap kali berbelanja, petugas kasir menawarkan uang kembaliannya digunakan sebagai donasi secara sukarela. Awalnya, ia selalu menyumbang karena jumlahnya relatif kecil dari Rp100 hingga Rp400. "Setiap belanja ada kembalian di bawah Rp500. Kasir bertanya apakah uang itu mau disumbangkan? saya sering berikan kembalian itu," kata Mustolih.
Setelah rutin memberikan donasi, Mustolih iseng bertanya beberapa kali kepada pegawai Alfamart mengenai bukti donasi dan penyaluran dana tersebut. Namun, para petugas selalu memberikan jawaban yang tidak memuaskan, yaitu tidak ada bukti catatan sumbangan dan tak mengetahui penyaluran dana tersebut.
"Setiap kali bayar, kasir Alfamart selalu bertanya, apakah mau nyumbang? Lalu, saya selalu tanya balik. Kalau saya sumbang uang sumbangan masuk ke struk belanjaan? Kasir bilang tidak dan nanya balik memang kenapa? Saya jawab kalau sumbangan dicatat struk belanja silahkan ambil, kalau tidak jangan coba ambil uang saya," kata Mustolih yang berprofesi sebagai pengacara.
Mustolih pun tersadar, ternyata kasir bukan hanya meminta donasi kepada dirinya seorang, tapi kepada seluruh konsumen Alfamart. Mustolih pun mencari tahu laporan keuangan penggunaan donasi dengan berselancar internet. Namun, informasi yang diperolehnya tak memenuhi rasa penasarannya. Akhirnya, Mustolih memutuskan untuk menyurati direktur Alfamart pada 4 November 2015. Ia menanyakan 11 hal, seperti surat izin meminta donasi dari masyarakat, proposal perizinan donasi, laporan keuangan yang teraudit, hingga pihak penerima dana tersebut. Suratnya pun dijawab oleh SAT.
SAT mengatakan tidak bisa memenuhi permintaan Mustolih. Dalam surat dua lembar itu, SAT menyebutkan legalitas pengumpulan donasi dan pelaporannya telah diatur oleh Kementerian Sosial. Selain itu SAT mengatakan telah mempublikasikan laporan donasi serta penyalurannya secara transparan kepada publik melalui berbagai media dan website perusahaan. "Apa yang saya minta sangat standar. Dijawab cuma dua halaman dan tidak menjawab rasa ingin tahu saya," katanya.
Tak puas dengan jawaban pihak Alfamart, dia kembali berkirim surat yang isinya keberatan kepada pejabat pengelola informasi dan dokumentasi SAT pada 30 November 2015. Surat tersebut tidak dijawab oleh SAT. Akhirnya, Mustolih memutuskan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik ke KIP pada 3 Maret 2016. Tuntutannya adalah meminta SAT mempublikasikan dana donasi yang diperoleh dari masyarakat.
Hal lain yang mendorong Mustolih untuk menggugat karena Alfamart mengatasnamakan sumbangan donasi masyarakat itu sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Padahal, dana CSR, menurut Mustolih, seharusnya diambil dari keuntungan perusahaan.
"Dana donasi Alfamart dijadikan sebagai bagian dari CSR perusahaan. Padahal CSR berasal dari laba keuntungan perusahan. Ini sesuatu yang perlu diluruskan dan tidak poleh terjadi. Harusnya Alfamart mengatakan bahwa sumbangan itu berasal dari masyarakat, bukan CSR," katanya. Sidang KIP dimulai pada Oktober 2016 dan berlangsung empat kali. Di luar dugaan, ia harus melalui proses yang panjang untuk memuaskan rasa penasarannya.
"Tapi saya bersemangat mengejar pengelolaan keuangan karena uang yang terkumpul hingga puluhan miliar, hampir sama dengan ratusan orang tax amnesty," katanya. Dari pengumpulan donasi masyarakat sepanjang 2015 lalu, SAT telah menyalurkan senilai lebih dari Rp33 miliar melalui 9 program yang dikelola bersama 8 yayasan. Dana donasi yang terkumpul dari 1 Januari hingga 30 September 2016 mencapai Rp21,1 miliar. SAT telah melakukan lima kerja sama dengan lima yayasan untuk menyalurkan dana donasi konsumen sepanjang tahun 2016.
KIP menyatakan, SAT sebagai badan publik dan gerai toko Alfamart wajib memberikan informasi terbuka mengenai donasi yang diterima dari masyarakat. Atas putusan tersebut, SAT mengajukan keberatan. Kini, sejak putusan dibacakan, SAT memiliki waktu 14 hari untuk mendaftarkan keberatannya di pengadilan negeri.
Friday, December 23, 2016
Friday, December 2, 2016
Direktur dan Komisaris Taxi Express Ramai Ramai Mengundurkan Diri
Para pimpinan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) ramai-ramai mengundurkan diri. Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/12/2016), perseroan telah menerima surat pengunduran diri Daniel Podiman dari jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan.
Pengunduran diri tersebut berlaku efektif sejak tanggal 19 Januari 2017 atau setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait persetujuan pengunduran diri tersebut. Selain itu, perseroan juga telah menerima surat pengunduran diri David Santoso dari jabatannya selaku Direktur Perseroan.
Pengunduran diri selanjutnya dilakukan oleh Tan Tjoe Liang dari jabatannya selaku Komisaris Utama Perseroan. Darjoto Setyawan juga mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan. Sementara S.Y Wenas memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan.
Paul Capelle juga mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen. Para direksi dan komisaris PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) ramai-ramai mengundurkan diri. Pengunduran ini disampaikan perseroan langsung dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Salah satu yang mengundurkan diri adalah David Santoso selaku Direktur Keuangan. Lantas, apa alasan mereka mengundurkan diri secara bersamaan? "Ini pergantian antar waktu, sesuai akta 5 tahun sekali. Kan maksimal 2 kali, tapi kami sekali saja cukup, ini baru sekali (menjabat) setelah IPO," ujarnya.
Menurut David, opsi mengundurkan diri juga telah sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam peraturan OJK No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik menyebutkan, ada 2 opsi yang bisa dilakukan yaitu mengundurkan diri atau diberhentikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Kan ada 2 opsi, mengundurkan diri atau diberhentikan melalui RUPS. Kami lebih memilih mengundurkan diri," katanya. Saat ini, kata David, sudah ada pengganti dari direksi dan komisaris yang mengundurkan diri. Namun, nama-namanya akan diumumkan usai RUPSLB yang akan digelar Januari mendatang.
"Orang-orangnya sudah ada, sudah fix, sudah beberapa bulan ini dipilih. Nanti diumumkan setelah RUPS, rencananya Januari," katanya. Menurut David, saat ini Taksi Express sebagai perusahaan layanan transportasi terkemuka di Indonesia butuh wajah-wajah baru yang punya inovasi dan ambisi yang lebih freshuntuk bisa mengembangkan bisnis perseroan.
"Express sudah ada sejak 1989, tapi orang-orangnya sama, saya sudah 10 tahun di sini, jadi butuh regenerasi. Butuh regenerasi, beralih ke manajemen yang fresh karena persaingan investasi sengit baik taksi online maupun konvensional, itu dianggap sebagai tantangan," jelas dia.
Dengan orang-orang baru nanti, David berharap, perseroan akan lebih maju dan mampu bersaing dengan layanan serupa namun lebih mampu berinovasi seperti taksi online. "Kita percaya dengan pergantian bisa maju lagi. Persaingan taksi seperti ini (online) perlu jeli, pemikiran harus lebih maju dan up to date. Kita mungkin orang-orang lama jadi konservatif, butuh yang agresif sehingga mampu berinovasi lebih baik," tandasnya.
Informasi saja, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatatkan kerugian sebesar Rp 81,805 miliar dalam 9 bulan pertama tahun 2016 atau periode yang berakhir pada 30 September 2016.
Padahal, di periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih membukukan keuntungan sebesar Rp 11,075 miliar. Rugi tersebut disebabkan karena perseroan menderita rugi selisih kurs.
Pengunduran diri tersebut berlaku efektif sejak tanggal 19 Januari 2017 atau setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait persetujuan pengunduran diri tersebut. Selain itu, perseroan juga telah menerima surat pengunduran diri David Santoso dari jabatannya selaku Direktur Perseroan.
Pengunduran diri selanjutnya dilakukan oleh Tan Tjoe Liang dari jabatannya selaku Komisaris Utama Perseroan. Darjoto Setyawan juga mengundurkan diri dari jabatannya selaku Komisaris Perseroan. Sementara S.Y Wenas memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan.
Paul Capelle juga mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen. Para direksi dan komisaris PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) ramai-ramai mengundurkan diri. Pengunduran ini disampaikan perseroan langsung dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Salah satu yang mengundurkan diri adalah David Santoso selaku Direktur Keuangan. Lantas, apa alasan mereka mengundurkan diri secara bersamaan? "Ini pergantian antar waktu, sesuai akta 5 tahun sekali. Kan maksimal 2 kali, tapi kami sekali saja cukup, ini baru sekali (menjabat) setelah IPO," ujarnya.
Menurut David, opsi mengundurkan diri juga telah sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam peraturan OJK No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik menyebutkan, ada 2 opsi yang bisa dilakukan yaitu mengundurkan diri atau diberhentikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Kan ada 2 opsi, mengundurkan diri atau diberhentikan melalui RUPS. Kami lebih memilih mengundurkan diri," katanya. Saat ini, kata David, sudah ada pengganti dari direksi dan komisaris yang mengundurkan diri. Namun, nama-namanya akan diumumkan usai RUPSLB yang akan digelar Januari mendatang.
"Orang-orangnya sudah ada, sudah fix, sudah beberapa bulan ini dipilih. Nanti diumumkan setelah RUPS, rencananya Januari," katanya. Menurut David, saat ini Taksi Express sebagai perusahaan layanan transportasi terkemuka di Indonesia butuh wajah-wajah baru yang punya inovasi dan ambisi yang lebih freshuntuk bisa mengembangkan bisnis perseroan.
"Express sudah ada sejak 1989, tapi orang-orangnya sama, saya sudah 10 tahun di sini, jadi butuh regenerasi. Butuh regenerasi, beralih ke manajemen yang fresh karena persaingan investasi sengit baik taksi online maupun konvensional, itu dianggap sebagai tantangan," jelas dia.
Dengan orang-orang baru nanti, David berharap, perseroan akan lebih maju dan mampu bersaing dengan layanan serupa namun lebih mampu berinovasi seperti taksi online. "Kita percaya dengan pergantian bisa maju lagi. Persaingan taksi seperti ini (online) perlu jeli, pemikiran harus lebih maju dan up to date. Kita mungkin orang-orang lama jadi konservatif, butuh yang agresif sehingga mampu berinovasi lebih baik," tandasnya.
Informasi saja, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatatkan kerugian sebesar Rp 81,805 miliar dalam 9 bulan pertama tahun 2016 atau periode yang berakhir pada 30 September 2016.
Padahal, di periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih membukukan keuntungan sebesar Rp 11,075 miliar. Rugi tersebut disebabkan karena perseroan menderita rugi selisih kurs.
Wednesday, November 30, 2016
Forbes : Daftar 50 Orang Terkaya Di Indonesia 2016
Kondisi ekonomi yang cukup mendukung membuat kekayaan setengah dari 50 orang terkaya di Indonesia naik. Secara total, nilai kekayaan dari 50 orang terkaya di Indonesia di tahun ini adalah US$ 99 miliar atau Rp 1.336 triliun, naik dari tahun lalu US$ 92 miliar atau Rp 1.242 triliun.
Forbes membuat pemeringkatan terbaru orang terkaya di Indonesia. Berikut daftar sepuluh besarnya, seperti dikutip :
- R.Budi dan Michael Hartono
Kedua bersaudara pemiliki Grup Djarum ini kembali menjadi orang terkaya di Indonesia. Hartanya berjumlah US$ 17,1 miliar, atau sekitar Rp 230,85 triliun. Harta kedua bersaudara ini naik US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 22,9 triliun, ini karena kenaikan nilai investasi mereka pada PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Bersaudara ini dilaporkan mentransfer saham BCA senilai lebih dari US$ 13 miliar, dari perusahaan miliknya di luar negeri ke dalam negeri, dalam rangka program tax amnesty. - Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo dan keluarganya merupakan pemilik perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk, yang memproduksi 70 miliar batang per tahun, dan mempekerjakan 36.900 tenaga kerja. Harta kekayaan Susilo Wonowidjojo dan keluarganya tercatat US$ 7,1 miliar atau Rp 95,85 triliun, naik US$ 1,6 miliar dalam setahun. Meski aturan rokok ketat, namun laba dan penjualan Gudang Garam naik 19% dan 8% di 2015. Ini menaikkan harga saham Gudang Garam. - Anthoni Salim
Anthoni Salim saat ini memimpin Salim Group, yang di akhir tahun lalu mendapatkan uang US$ 1 miliar atau Rp 13 triliun lebih untuk ekspansi usaha. Nilai kekayaan Anthoni dan keluarganya tercatat US$ 5,7 miliar, atau sekitar Rp 76,9 triliun. Baru-baru ini, Anthoni mengakuisisi perusahaan tambang batu bara di Australia senilai US$ 224 juta, lalu membeli saham di perusahaan penjual kopi Korea Selatan, yaitu Caffebene, serta membuka pabrik mi instan di Serbia. - Eka Tjipta Widjaja
Eka Tjipta Widjaja merupakan pendatang dari negeri Tiongkok saat usianya 9 tahun. Pada usia 17 tahun, Eka menjadi penjual biskuit. Nilai kekayaan Eka saat ini adalah US$ 5,6 mliar atau sekitar Rp 75,6 triliun. Sekarang, keluarganya menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan kelapa sawit bernama Golden Agri-Resources yang dijalankan dua anaknya, Franky dan Muktar. Anak-anak Eka juga menjalankan bisnis properti lewat Sinar Mas Land. - Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia memperoleh kekayaan dari usahanya memproduksi komponen pembuat botol plastik. Dia dan ayahnya mendirikan Indorama di 1976, yang sekarang menjadi perusahaan petrokimia. Nilai kekayaan Sri Prakash Lohia adalah US$ 5 miliar, atau sekitar Rp 67,5 triliun. - Chairul Tanjung
Chairul Tanjung menjadi orang terkaya nomor enam di Indonesia. Nilai kekayaannya US$ 4,9 miliar atau sekitar Rp 66,1 triliun. Pemilik CT Corp ini memiliki bisnis ritel dengan nama Transmart Carrefour. Forbes menyatakan, pria yang akrab disapa CT ini juga mengontrol franchise Wendy's di Indonesia, dan juga Versace, Mango, serta Jimmy Choo. - Boenjamin Setiawan
Boenjamin memiliki bisnis rumah sakit Mitra keluarga, yang masuk bursa saham pada Maret 2015. Boenjamin dan keluarganya berencana membuka 6 rumah sakit lagi dalam beberapa tahun ke depan. Dia dan keluarganya juga menjalankan bisnis perusahaan obat lewat Kalbe Farma yang didirikan 1966. Jumlah kekayaan Boenjamin mencapai US$ 3,3 miliar, atau sekitar Rp 44,5 triliun. - Tahir
Jumlah kekayaan Tahir tercatat mencapai US$ 3,1 miliar, atau sekitar Rp 41,8 triliun. Pendiri Grup Mayapada ini memiliki bisnis rumah sakit, bank, hingga real estate. Dia juga tercatat sebagai filantropi yang telah mendonasikan uangnya US$ 14 juta di 2016 untuk para pengungsi di dunia. - Murdaya Poo
Murdaya Poo merupakan pemilik Jakarta International Expo, kawasan konvensi terbesar di Jakarta. Harta kekayaan Murdaya mencapai US$ 2,1 miliar, atau sekitar Rp 28,3 triliun. Lewat Central Cipta Murdaya Group, Murdaya memiliki bisnis di sektor kelapa sawit, mekanik, dan IT. - Mochtar Riady
Mochtar tercatat memiliki harta US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 25,65 triliun. Mochtar merupakan pendiri Lippo Group yang sekarang dijalankan anaknya, James Riady. Lippo disebut tengah menggencarkan bisnis digital banking lewat Bank Nobu, yang dijalankan cucunya, John Riady. Kemudian juga e-commerce lewat MatahariMall
Prajogo Pangestu jadi orang terkaya yang hartanya naik paling tinggi tahun ini berkat lonjakan nyaris 1.000% di saham PT Barito Pacific Tbk. Prajogo akhirnya kembali masuk daftar 50 orang terkaya Indonesia berkat lonjakan saham ini. Selain itu, Handojo Santosa pemilik Japfa juga masuk lagi daftar bergengsi ini.
Saham Japfa melonjak 80% tahun ini setelah disuntik modal US$ 81 juta oleh perusahaan investasi KKR. Taipan lain yang hartanya naik tinggi adalah Garibaldi 'Boy' Thohir. Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ini hartanya melesat berkat lonjakan 165% di harga saham produsen batu bara tersebut.
Harga saham Adaro melonjak berkat permintaan batu bara dari China dan India kembali bertambah. Harta Boy juga termasuk kepemilikan saham di dua klub sepakbola asing melalui adiknya, Erick Thohir.Dua klub bola tersebut adalah Inter Milan di Italia dan D.C. United di Amerika Serikat (AS). Keuntungan klub D.C. United sudah naik 74% tahun ini.
Ekonomi Indonesia mulai menggeliat setelah di 2015 lalu sempat melambat. Prediksinya, tahun ini ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 5%. Membaiknya ekonomi ini membuat harta orang-orang terkaya Indonesia rata-rata naik. Forbes baru saja merilis harta 50 orang terkaya di Indonesia. Dari daftar tersebut, seperti dikutip dari Forbes Kamis (1/12/2016), sebanyak 36 orang kaya hartanya naik, termasuk 3 di antaranya yang tahun lalu sempat keluar dari daftar bergengsi itu kini kembali lagi.
Sedangkan hanya 12 orang kaya yang hartanya turun tahun ini. Total kekayaan 50 orang paling tajir di Indonesia ini tercatat US$ 99 miliar (Rp 1.287 triliun), naik dibandingkan posisi tahun lalu US$ 92 miliar (Rp 1.196 triliun). Dua bersaudara Grup Djarum, Budi dan Michael Hartono masih menjadi orang terkaya di Indonesia. Mereka bertahan di posisi puncak selama 8 tahun berturut-turut.
Harta mereka jumlahnya US$ 17,1 miliar, atau sekitar Rp 230,85 triliun, naik US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 22,9 triliun berkat kenaikan nilai investasi mereka pada PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Sunday, November 27, 2016
Nasib IHSG Dalam Menghadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed Pada Desember 2016
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak stagnan pada perdagangan hari ini, Senin (28/11), melanjutkan sentimen negatif yang melanda IHSG sepanjang pekan lalu, terkait kenaikan tingkat suku bunga AS pada Desember mendatang. Analis Daewoo Securities Heldy Arifien menjelaskan, pelemahan IHSG sepanjang pekan lalu disebabkan oleh pelemahan saham emiten perbankan akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, keputusan Bank Mandiri menambah cadangannya menjadi Rp22 triliun juga menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham perbankan.
"IHSG memang turun sepekan karena memang dari sisi perbankan sendiri ada pelemahan ya, karena kan kalau perbankan sendiri bobotnya terhadap IHSG 28 persen, itu khusus perbankan ya," ucap Heldy, Jumat (25/11). Selain itu, semakin kuatnya prediksi jika The Fed akan menaikkan suku bunganya pada Desember mendatang masih membuat IHSG tertekan sepanjang pekan lalu.
Menurut Heldy, kondisi yang hampir serupa masih akan terjadi pada perdagangan hari ini. Investor masih akan menunggu (wait and see) dengan berhati-hati melakukan transaksi sembari menunggu kenaikan Fed Rate pada bulan depan. Heldy menambahkan, IHSG diprediksi bergerak stagnan pada Senin ini. Ia memprediksi IHSG bergerak dengan rentang support 5.150 dan resisten 5.231.
Dengan penurunan IHSG beberapa perdagangan belakangan ini dan arus dana asing (capital outflow) yang terus berlanjut, menurut Heldy merupakan sebagai sebuah bentuk antisipasi dari investor. Sehingga, jika nantinya The Fed resmi menaikkan suku bunganya maka IHSG tak akan turun jauh dari posisi saat ini.
"Tetap akan turun, tetapi pasti nggak akan jatuh sekali karena penurunannya sudah dari sekarang. Dari sekarang sudah koreksi, nanti nggak mungkin lebih turun jauh lagi," papar Heldy. Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya berpendapat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga komoditas masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada awal pekan ini. Dengan demikian, William memprediksi IHSG bergerak dengan rentang support 5.088 dan resisten 5.291.
"Investor masih dapat memanfaatkan momentum koreksi wajar untuk melakukan akumulasi pembelian, mengingat dalam rentang invesasi jangka panjang IHSG masih dalam kondisi uptrend, hari ini IHSG berpotensi menguat," ungkap William dalam risetnya. Indeks saham sektor keuangan (finansial) mengalami penurunan paling tajam sepanjang pekan ini. Penurunannya mencapai 3,12 persen menjadi 750,042 jika dibandingkan dengan pekan lalu 774,212.
Analis Daewoo Securities Heldy Arifien menyatakan, penurunan indeks sektor keuangan dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang pekan ini. Jika dilihat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis lalu (24/11) anjlok hingga menyentuh Rp13.558. "Sektor keuangan ini turun karena tergerus penurunan rupiah sepekan ini," ungkap Heldy, Jumat (25/11).
Tak hanya itu, penambahan cadangan yang dilakukan oleh Bank Mandiri tahun ini menjadi Rp22 triliun juga direspon negatif oleh pelaku pasar. Peningkatan cadangan ini dikemukakan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo pada Rabu lalu (23/11).Hal itu dilakukan untuk mengatasi banyak kredit bermasalah yang saat ini telah mencapai 3,9 persen. Keputusan Bank Mandiri tersebut dianggap pelaku pasar sebagai sinyal bahwa kredit bermasalah akan meningkat hingga akhir tahun.
"Bank Mandiri meningkatkan cadangannya menjadi Rp22 triliun, itu dipandang oleh pasar ada resiko kenaikan jumlah kredit bermasalah pada akhir tahun nanti," terang Heldy.Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor lainnya yang juga mengalami pelemahan yakni, aneka industri turun 2,47 persen, infrastruktur 1,87 persen, properti turun 0,55 persen, perdagangan turun 0,52 persen, manufaktur 0,49 persen, dan barang dan konsumsi turun 0,09 persen.
Adapun, sektor tambang berhasil memimpin indeks sektoral pekan ini dengan kenaikan 5,86 persen. Sementara, sektor agrikultur naik 3,57 persen dan industri dasar tumbuh tipis 0,08 persen.Menurut Heldy, kembali naiknya sektor tambang dipengaruhi oleh kembali naiknya harga komoditas seperti batu bara, timah, dan stabilnya harga minyak mentah. Namun, Heldy tak menampik jika memang pergerakan harga tambang, khususnya batu bara masih bergerak secara anomali.
"Pergerakannya memang sangat swing, tapi dari Daewoo sendiri, kami melihatnya harga batu bara masih memiliki potensi penguatan lanjutan sampai kuartal 1 2017. Jadi masih bisa dibilang primadona juga walaupun harganya juga berfluktuasi tinggi," papar Heldy.
Sehingga, untuk pekan depan, Heldy merekomendasikan untuk melakukan aksi beli terhadap saham emiten batu bara seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) Tbk. Sementara, pelaku pasar dapat memilih opsi lain dengan melakukan aksi beli pada saham emiten yang bergerak dalam sektor perkebunan seperti PT Astra Agro Lestari (AALI) Tbk, seiring meningkatnya harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).
"IHSG memang turun sepekan karena memang dari sisi perbankan sendiri ada pelemahan ya, karena kan kalau perbankan sendiri bobotnya terhadap IHSG 28 persen, itu khusus perbankan ya," ucap Heldy, Jumat (25/11). Selain itu, semakin kuatnya prediksi jika The Fed akan menaikkan suku bunganya pada Desember mendatang masih membuat IHSG tertekan sepanjang pekan lalu.
Menurut Heldy, kondisi yang hampir serupa masih akan terjadi pada perdagangan hari ini. Investor masih akan menunggu (wait and see) dengan berhati-hati melakukan transaksi sembari menunggu kenaikan Fed Rate pada bulan depan. Heldy menambahkan, IHSG diprediksi bergerak stagnan pada Senin ini. Ia memprediksi IHSG bergerak dengan rentang support 5.150 dan resisten 5.231.
Dengan penurunan IHSG beberapa perdagangan belakangan ini dan arus dana asing (capital outflow) yang terus berlanjut, menurut Heldy merupakan sebagai sebuah bentuk antisipasi dari investor. Sehingga, jika nantinya The Fed resmi menaikkan suku bunganya maka IHSG tak akan turun jauh dari posisi saat ini.
"Tetap akan turun, tetapi pasti nggak akan jatuh sekali karena penurunannya sudah dari sekarang. Dari sekarang sudah koreksi, nanti nggak mungkin lebih turun jauh lagi," papar Heldy. Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya berpendapat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga komoditas masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada awal pekan ini. Dengan demikian, William memprediksi IHSG bergerak dengan rentang support 5.088 dan resisten 5.291.
"Investor masih dapat memanfaatkan momentum koreksi wajar untuk melakukan akumulasi pembelian, mengingat dalam rentang invesasi jangka panjang IHSG masih dalam kondisi uptrend, hari ini IHSG berpotensi menguat," ungkap William dalam risetnya. Indeks saham sektor keuangan (finansial) mengalami penurunan paling tajam sepanjang pekan ini. Penurunannya mencapai 3,12 persen menjadi 750,042 jika dibandingkan dengan pekan lalu 774,212.
Analis Daewoo Securities Heldy Arifien menyatakan, penurunan indeks sektor keuangan dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang pekan ini. Jika dilihat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis lalu (24/11) anjlok hingga menyentuh Rp13.558. "Sektor keuangan ini turun karena tergerus penurunan rupiah sepekan ini," ungkap Heldy, Jumat (25/11).
Tak hanya itu, penambahan cadangan yang dilakukan oleh Bank Mandiri tahun ini menjadi Rp22 triliun juga direspon negatif oleh pelaku pasar. Peningkatan cadangan ini dikemukakan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo pada Rabu lalu (23/11).Hal itu dilakukan untuk mengatasi banyak kredit bermasalah yang saat ini telah mencapai 3,9 persen. Keputusan Bank Mandiri tersebut dianggap pelaku pasar sebagai sinyal bahwa kredit bermasalah akan meningkat hingga akhir tahun.
"Bank Mandiri meningkatkan cadangannya menjadi Rp22 triliun, itu dipandang oleh pasar ada resiko kenaikan jumlah kredit bermasalah pada akhir tahun nanti," terang Heldy.Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor lainnya yang juga mengalami pelemahan yakni, aneka industri turun 2,47 persen, infrastruktur 1,87 persen, properti turun 0,55 persen, perdagangan turun 0,52 persen, manufaktur 0,49 persen, dan barang dan konsumsi turun 0,09 persen.
Adapun, sektor tambang berhasil memimpin indeks sektoral pekan ini dengan kenaikan 5,86 persen. Sementara, sektor agrikultur naik 3,57 persen dan industri dasar tumbuh tipis 0,08 persen.Menurut Heldy, kembali naiknya sektor tambang dipengaruhi oleh kembali naiknya harga komoditas seperti batu bara, timah, dan stabilnya harga minyak mentah. Namun, Heldy tak menampik jika memang pergerakan harga tambang, khususnya batu bara masih bergerak secara anomali.
"Pergerakannya memang sangat swing, tapi dari Daewoo sendiri, kami melihatnya harga batu bara masih memiliki potensi penguatan lanjutan sampai kuartal 1 2017. Jadi masih bisa dibilang primadona juga walaupun harganya juga berfluktuasi tinggi," papar Heldy.
Sehingga, untuk pekan depan, Heldy merekomendasikan untuk melakukan aksi beli terhadap saham emiten batu bara seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) Tbk. Sementara, pelaku pasar dapat memilih opsi lain dengan melakukan aksi beli pada saham emiten yang bergerak dalam sektor perkebunan seperti PT Astra Agro Lestari (AALI) Tbk, seiring meningkatnya harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).
Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Ternyata Bukan Yang Paling Buruk Didunia
Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengatakan, pelemahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sepanjang bulan ini bukanlah yang terburuk di dunia. Dengan angka depresiasi nilai tukar sebesar 3,67 persen antara 8 November hingga 25 November 2016, posisi Indonesia lebih baik ketimbang Malaysia yang minus 6,32 persen, Afrika Selatan minus 7,01 persen, hingga Turki minus 9,45 persen.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu, Suahasil Nazara mengaku, pergerakan rupiah beberapa hari terakhir disebabkan oleh kencangnya arus modal keluar (capital outflow), dan tercermin di dalam pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,5 persen pada periode yang sama. Menurutnya, hal itu terjadi akibat rencana kebijakan fiskal ekspansif yang diterapkan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump dan membuat investor melarikan uangnya ke negara Paman Sam.
Namun menurut Suahasil, Indonesia boleh sedikit bernapas karena tidak ada sentimen internal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara signifikan. Ia mencontohkan nilai tukar mata uang real Brazil yang merosot 7,20 persen sepanjang November gara-gara konflik internal yang terjadi di negara tersebut.
“Mata uang kita di negara-negara lain itu tidak jelek-jelek amat. Bahkan, nilai tukar Euro dengan dolar AS pun lebih buruk dibanding Indonesia dengan angka minus 4,25 persen. Faktor Trump memang bermain di belakang ini, tapi tidak hanya itu. Ada juga beberapa faktor domestik yang mempengaruhi,” ujar Suahasil di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (26/11).
Meski melemah sepanjang bulan ini, rupiah terlihat menguat sepanjang tahun 2016 (year to date). Menurut data yang dimilikinya, rupiah masih terlihat menguat sebesar 1,63 persen year-to-date hingga 25 November 2016. Posisi ini lebih baik dibandingkan Malaysia yang minus 4,03 persen dan Turki sebesar 18,41 persen.
Kendati demikian, Indonesia tetap perlu mewaspadai beberapa kejadian eksternal yang berpotensi menimbulkan gejolak nilai tukar seperti keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan kondisi geopolitik dunia lanjutan. Di antara seluruh sentimen eksternal tersebut, Suahasil mewaspadai kebijakan negara-negara lain terkait perdagangan karena mempengaruhi permintaan dan penawaran (demand-supply) rupiah.
Pasalnya, ekspor Indonesia di tahun depan diperkirakan belum akan membaik karena harga beberapa komoditas diprediksi masih akan melemah. Oleh karenanya, pemerintah sangat mengawasi dampak kebijakan proteksionisme ala Donald Trump dan perbaikan ekonomi China, mengingat negara tirai bambu tersebut adalah mitra ekspor terbesar Indonesia.
Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor non-migas Indonesia ke China hingga kuartal III 2016 mencapai US$9,7 miliar. Angka ini mengambil porsi 10,25 persen dari total ekspor Indonesia sebesar US$94,7 miliar di periode tersebut.
“Kami memahami bahwa harga komoditas belum akan naik secara signifikan. Oleh karenanya, ekspor masih belum bisa berkontribusi banyak terhadap pertumbuhan ekonomi. Ke depan, kami tetap mewaspadai kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi China,” tandas Suahasil.
Menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada tanggal 25 November 2016 tercatat Rp13.570 per dolar AS. Angka ini melemah 4,09 persen, atau Rp534 apabila dibanding posisi pada 1 November 2016 dengan angka Rp13.036 per Dollar AS
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu, Suahasil Nazara mengaku, pergerakan rupiah beberapa hari terakhir disebabkan oleh kencangnya arus modal keluar (capital outflow), dan tercermin di dalam pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,5 persen pada periode yang sama. Menurutnya, hal itu terjadi akibat rencana kebijakan fiskal ekspansif yang diterapkan oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump dan membuat investor melarikan uangnya ke negara Paman Sam.
Namun menurut Suahasil, Indonesia boleh sedikit bernapas karena tidak ada sentimen internal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara signifikan. Ia mencontohkan nilai tukar mata uang real Brazil yang merosot 7,20 persen sepanjang November gara-gara konflik internal yang terjadi di negara tersebut.
“Mata uang kita di negara-negara lain itu tidak jelek-jelek amat. Bahkan, nilai tukar Euro dengan dolar AS pun lebih buruk dibanding Indonesia dengan angka minus 4,25 persen. Faktor Trump memang bermain di belakang ini, tapi tidak hanya itu. Ada juga beberapa faktor domestik yang mempengaruhi,” ujar Suahasil di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (26/11).
Meski melemah sepanjang bulan ini, rupiah terlihat menguat sepanjang tahun 2016 (year to date). Menurut data yang dimilikinya, rupiah masih terlihat menguat sebesar 1,63 persen year-to-date hingga 25 November 2016. Posisi ini lebih baik dibandingkan Malaysia yang minus 4,03 persen dan Turki sebesar 18,41 persen.
Kendati demikian, Indonesia tetap perlu mewaspadai beberapa kejadian eksternal yang berpotensi menimbulkan gejolak nilai tukar seperti keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan kondisi geopolitik dunia lanjutan. Di antara seluruh sentimen eksternal tersebut, Suahasil mewaspadai kebijakan negara-negara lain terkait perdagangan karena mempengaruhi permintaan dan penawaran (demand-supply) rupiah.
Pasalnya, ekspor Indonesia di tahun depan diperkirakan belum akan membaik karena harga beberapa komoditas diprediksi masih akan melemah. Oleh karenanya, pemerintah sangat mengawasi dampak kebijakan proteksionisme ala Donald Trump dan perbaikan ekonomi China, mengingat negara tirai bambu tersebut adalah mitra ekspor terbesar Indonesia.
Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor non-migas Indonesia ke China hingga kuartal III 2016 mencapai US$9,7 miliar. Angka ini mengambil porsi 10,25 persen dari total ekspor Indonesia sebesar US$94,7 miliar di periode tersebut.
“Kami memahami bahwa harga komoditas belum akan naik secara signifikan. Oleh karenanya, ekspor masih belum bisa berkontribusi banyak terhadap pertumbuhan ekonomi. Ke depan, kami tetap mewaspadai kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi China,” tandas Suahasil.
Menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada tanggal 25 November 2016 tercatat Rp13.570 per dolar AS. Angka ini melemah 4,09 persen, atau Rp534 apabila dibanding posisi pada 1 November 2016 dengan angka Rp13.036 per Dollar AS
Friday, November 11, 2016
Trump Effect : Fed Rate Akan Naik 2 Kali Tahun 2017
Bank Indonesia (BI) memprediksi bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve masih memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga acuannya dua kali pada tahun depan. Keputusan tersebut, menurut Gubernur BI Agus Martowardjojo, tetap diambil meski hasil pemilihan umum AS cukup memberikan kejutan.
"Ketika pemilu di AS diumumkan, itu banyak pandangan yang mengarah mungkin kenaikan Fed Rate akan tertunda. Tapi setalah Trump menyampaikan statement kemenangannya, kelihatannya Fed Rate tetap akan naik satu kali tahun ini," ujar Agus dalam konfrensi pers, Kamis (10/11).
Bahkan Agus memperkirakan The Fed berencana menaikkan suku bunga acuannya dua kali pada tahun 2017 dan tiga kali pada 2018 mendatang. Namun ia meminta para pelaku pasar untuk tidak panik dengan ramalan tersebut, dan terus berkonsolidasi menyesuaikan diri dengan rencana The Fed itu.
"Ketika pemilu di AS diumumkan, itu banyak pandangan yang mengarah mungkin kenaikan Fed Rate akan tertunda. Tapi setalah Trump menyampaikan statement kemenangannya, kelihatannya Fed Rate tetap akan naik satu kali tahun ini," ujar Agus dalam konfrensi pers, Kamis (10/11).
Bahkan Agus memperkirakan The Fed berencana menaikkan suku bunga acuannya dua kali pada tahun 2017 dan tiga kali pada 2018 mendatang. Namun ia meminta para pelaku pasar untuk tidak panik dengan ramalan tersebut, dan terus berkonsolidasi menyesuaikan diri dengan rencana The Fed itu.
"Ketika kami memangkas BI 7 days reverse repo dari 5 persen menjadi 4,75 persen, itu sudah kami masukan hitungan memang ada kenaikkan Fed Rate satu kali tahun ini," ujarnya. Agus mengatakan saat ini, posisi kebijakan moneter Bank Indonesia adalah bias longgar. Artinya BI melihat kondisi makro ekonomi dan moneter dalam negeri saat ini masih stabil serta kondisi likuiditas yang masih terjaga, sehingga membuka peluang untuk melonggarkan lagi kebijakan moneternya.
"Namun pelonggaran moneter itu akan sangat tergantung dengan data. Nilai tukar yang stabil, neraca pembayaran yang sehat membuat kita bisa meneruskan pelonggaran moneter," kata Agus. Bank Indonesia (BI) menegaskan bakal terus berada di pasar dan melakukan intervensi untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, nilai tukar rupiah amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 per dolar atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 per dolar. Pelemahan hari ini merupakan yang terparah sejak September 2011. Sementara di kawasan Asean, dolar AS juga menguat terhadap ringgit Malaysia, peso Filipina dan baht Thailand.
“Tadi dalam rangka stabilisasi di pasar, BI hadir di dua pasar sekaligus yaitu di pasar valuta asing (valas) dan Surat Berharga Negara (SBN),” tutur Deputi Gubenur Senior BI Mirza Adityaswara saat ditemui di kompleks BI, Jumat (11/11). “Setelah BI umumkan membeli SBN dan hadir di pasar valas saya lihat tadi terakhir Rp13.250, Rp13.300. Jadi pasarnya sudah membaik,” tambahnya.
Menurut Mirza, pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini hanya bersifat sementara. Pernyataan Mirza terkonfirmasi dengan nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.383 per dolar AS, atau turun 245 poin (1,86 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.233-Rp13.873. Selain itu, pelemahan tadi siang juga tidak mencerminkan nilai rupiah sesuai dengan fundamental ekonomi domestik yang diyakininya masih baik.
“Kurs dibuka Rp13.400 terus sampai ke Rp13.800, sehingga kan sangat tidak mencerminkan fundamentalnya,” ujarnya. Membaiknya fundamental ekonomi domestik tercemin dari pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 yang bisa mencapai 5,02 persen, atau terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Filipina, 6 persen.
Kemudian, defisit neraca transaksi berjalan kuartal III 2016 juga turun menjadi 1,83 persen dari Produk Domestik Bruto. Tak hanya itu, surplus neraca pembayaran Indonesia juga mengalami kenaikan dari US$2,2 miliar menjadi US$5,7 miliar.
Mirza mengungkapkan, melemahnya rupiah dipicu oleh reaksi pasar atas ketidakpastian yang terus berkembang di AS pasca kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS. "Pasar itu kalau sudah naik banyak, terus ada analisis negatif supaya punya alasan untuk jual. Saya kan bekas orang pasar saya tahu analisis seperti itu. Kalau harga sudah turun banyak, baru nanti dibuat alasan bagus banget, pasar itu begitu," jelasnya.
Di luar negeri, kata Mirza, rupiah diperdagangkan dalam transaksi pasar non deliverable forward (NDF) yang dipicu oleh perkembangan nilai tukar mata uang negara lain dan tidak mencerminkan fundamentalnya. "Para trader melihat currency melemah sehingga pagi tadi rupiah dibuka Rp13.400, mengikuti apa yang terjadi di Meksiko, Brazil, dan lain-lain, semalam," ujar dia.
Selain itu, kata Mirza, pelemahan rupiah juga karena ada kekhawatiran pasar bahwa Indonesia akan melakukan kebijakan tertentu di pasar uang dengan perdagangan rupiah di pasar uang seperti yang dilakukan oleh negara lain. Namun, Mirza membantah rumor itu dengan tegas. “Saya tegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan pembatasan-pembatasan perdagangan valas di pasar uang, di pasar antar bank karena yang paling terbaik adalah membiarkan pasar berjalan dengan baik,” ujarnya.
"Namun pelonggaran moneter itu akan sangat tergantung dengan data. Nilai tukar yang stabil, neraca pembayaran yang sehat membuat kita bisa meneruskan pelonggaran moneter," kata Agus. Bank Indonesia (BI) menegaskan bakal terus berada di pasar dan melakukan intervensi untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, nilai tukar rupiah amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 per dolar atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 per dolar. Pelemahan hari ini merupakan yang terparah sejak September 2011. Sementara di kawasan Asean, dolar AS juga menguat terhadap ringgit Malaysia, peso Filipina dan baht Thailand.
“Tadi dalam rangka stabilisasi di pasar, BI hadir di dua pasar sekaligus yaitu di pasar valuta asing (valas) dan Surat Berharga Negara (SBN),” tutur Deputi Gubenur Senior BI Mirza Adityaswara saat ditemui di kompleks BI, Jumat (11/11). “Setelah BI umumkan membeli SBN dan hadir di pasar valas saya lihat tadi terakhir Rp13.250, Rp13.300. Jadi pasarnya sudah membaik,” tambahnya.
Menurut Mirza, pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan hari ini hanya bersifat sementara. Pernyataan Mirza terkonfirmasi dengan nilai tukar rupiah ditutup di level Rp13.383 per dolar AS, atau turun 245 poin (1,86 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.233-Rp13.873. Selain itu, pelemahan tadi siang juga tidak mencerminkan nilai rupiah sesuai dengan fundamental ekonomi domestik yang diyakininya masih baik.
“Kurs dibuka Rp13.400 terus sampai ke Rp13.800, sehingga kan sangat tidak mencerminkan fundamentalnya,” ujarnya. Membaiknya fundamental ekonomi domestik tercemin dari pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 yang bisa mencapai 5,02 persen, atau terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Filipina, 6 persen.
Kemudian, defisit neraca transaksi berjalan kuartal III 2016 juga turun menjadi 1,83 persen dari Produk Domestik Bruto. Tak hanya itu, surplus neraca pembayaran Indonesia juga mengalami kenaikan dari US$2,2 miliar menjadi US$5,7 miliar.
Mirza mengungkapkan, melemahnya rupiah dipicu oleh reaksi pasar atas ketidakpastian yang terus berkembang di AS pasca kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS. "Pasar itu kalau sudah naik banyak, terus ada analisis negatif supaya punya alasan untuk jual. Saya kan bekas orang pasar saya tahu analisis seperti itu. Kalau harga sudah turun banyak, baru nanti dibuat alasan bagus banget, pasar itu begitu," jelasnya.
Di luar negeri, kata Mirza, rupiah diperdagangkan dalam transaksi pasar non deliverable forward (NDF) yang dipicu oleh perkembangan nilai tukar mata uang negara lain dan tidak mencerminkan fundamentalnya. "Para trader melihat currency melemah sehingga pagi tadi rupiah dibuka Rp13.400, mengikuti apa yang terjadi di Meksiko, Brazil, dan lain-lain, semalam," ujar dia.
Selain itu, kata Mirza, pelemahan rupiah juga karena ada kekhawatiran pasar bahwa Indonesia akan melakukan kebijakan tertentu di pasar uang dengan perdagangan rupiah di pasar uang seperti yang dilakukan oleh negara lain. Namun, Mirza membantah rumor itu dengan tegas. “Saya tegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan pembatasan-pembatasan perdagangan valas di pasar uang, di pasar antar bank karena yang paling terbaik adalah membiarkan pasar berjalan dengan baik,” ujarnya.
Bank Indonesia (BI) memprediksi bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve akan tetap mengerek suku bunga acuannya akhir tahun nanti, meskipun hitung cepat lembaga survei AS saat ini mengunggulkan Donald Trump sebagai presiden barunya.
"Kalau ekspektasi kami, masih akan menaikkan suku bunga. The Fed itu independen, tidak akan melihat situasi politik, lebih kepada dinamika ekonominya," terang Kepala Departemen Pendalaman Pasar Uang BI Nanang Hendarsah. Nanang menilai, sistem birokrasi negara Paman Sam sudah sangat maju, sehingga tidak akan cepat berubah meskipun posisi kepala negara mengalami pergantian. Di samping itu, ia optimistis, Indonesia masih mampu meredam dampak eksternal yang ditimbulkan The Fed.
"Jadi, menurut saya, ruang untuk menaikkan Fed ratenya masih ada, tapi berdasarkan pengalaman kami, sekarang justru tidak ada pengaruh. Tahun lalu, di Desember mereka naikan kita baik-baik saja. Jadi, jangan takut," ujarnya. BI, lanjut dia, tetap membuka ruang pelonggaran moneternya dengan menurunkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo rate di penghujung tahun. Namun, keputusan tersebut masih sangat bergantung dengan data-data ekonomi, seperti inflasi, proyeksi PDB, neraca pembayaran dan stabilitas keuangan dalam negeri.
"Semuanya mendukung, tapi kita juga perlu memperhatikan kestabilan eksternal, seperti The Fed dan Brexit. Hal-hal seperti itu tetap menjadi perhitungan kebijakan," imbuh dia. Reaksi negatif yang diberikan pasar terhadap kemenangan Donald Trump memang sempat terasa. Namun, pada perdagangan Rabu (10/11), bursa saham AS justru menghijau pada sesi pembukaan.
Prediksi bank sentral berbanding terbalik dengan ramalan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Ia justru menilai kemenangan Donald Trump sebagai presiden AS akan diikuti dengan keputusan The Fed menahan kenaikan suku bunga acuannya di akhir tahun.
"Saya tak yakin The Fed berani, kalau situasi atau reaksi pasar tidak bagus," ujar Darmin kemarin
"Kalau ekspektasi kami, masih akan menaikkan suku bunga. The Fed itu independen, tidak akan melihat situasi politik, lebih kepada dinamika ekonominya," terang Kepala Departemen Pendalaman Pasar Uang BI Nanang Hendarsah. Nanang menilai, sistem birokrasi negara Paman Sam sudah sangat maju, sehingga tidak akan cepat berubah meskipun posisi kepala negara mengalami pergantian. Di samping itu, ia optimistis, Indonesia masih mampu meredam dampak eksternal yang ditimbulkan The Fed.
"Jadi, menurut saya, ruang untuk menaikkan Fed ratenya masih ada, tapi berdasarkan pengalaman kami, sekarang justru tidak ada pengaruh. Tahun lalu, di Desember mereka naikan kita baik-baik saja. Jadi, jangan takut," ujarnya. BI, lanjut dia, tetap membuka ruang pelonggaran moneternya dengan menurunkan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo rate di penghujung tahun. Namun, keputusan tersebut masih sangat bergantung dengan data-data ekonomi, seperti inflasi, proyeksi PDB, neraca pembayaran dan stabilitas keuangan dalam negeri.
"Semuanya mendukung, tapi kita juga perlu memperhatikan kestabilan eksternal, seperti The Fed dan Brexit. Hal-hal seperti itu tetap menjadi perhitungan kebijakan," imbuh dia. Reaksi negatif yang diberikan pasar terhadap kemenangan Donald Trump memang sempat terasa. Namun, pada perdagangan Rabu (10/11), bursa saham AS justru menghijau pada sesi pembukaan.
Prediksi bank sentral berbanding terbalik dengan ramalan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Ia justru menilai kemenangan Donald Trump sebagai presiden AS akan diikuti dengan keputusan The Fed menahan kenaikan suku bunga acuannya di akhir tahun.
"Saya tak yakin The Fed berani, kalau situasi atau reaksi pasar tidak bagus," ujar Darmin kemarin
Trump Effect : IHSG Rontok dan Rupiah Sentuh 13.800
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini turun tajam sejak dibuka tadi pagi. Dana asing yang keluar tercatat hingga Rp3 triliun pada penutupan hari ini, Jumat (11/11). IHSG ditutup turun sebesar 218,33 poin (4 persen) ke level 5.231 setelah bergerak di antara 5.231-5.380.
Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp13.383 per dolar AS, atau turun 245 poin (1,86 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.233-Rp13.873. RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp58,38 triliun dengan volume 15,22 miliar saham.
Sebanyak 52 saham naik, 269 saham turun, dan 77 saham tidak bergerak. Sementara delapan dari 10 sektor mengalami pelemahan. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor aneka industri yang menguat sebesar 6,57 persen. Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 0,18 persen, indeks Kospi di Korsel turun sebesar 0,91 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong turun sebesar 1,35 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,58 persen, indeks DAX di Jerman naik 0,21 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,02 persen. Analis OCBC Securities Budi Wibowo menyatakan, penurunan ini memang sesuai dengan prediksinya jika Donald Trump menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Menurutnya, IHSG masih terus bergerak volatile hingga minggu depan.
"Iya ini akan masih terus naik turun naik turun. Ini sesuai dengan prediksi jika Trump menang, pasar bergejolak," ungkap dia, Jumat (11/11). Menurutnya, IHSG berpotensi menguat pekan depan karena investor akan kembali imbas harga saham yang murah. Sehingga, banyak investor yang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 kemarin. Hal itu akibat spekulasi kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat dari perkiraan karena kebijakan Presiden AS yang baru, Donald Trump.
Penjelasannya, jika suku bunga AS naik lebih cepat dari perkiraan, maka investor berbondong-bondong untuk mengalihkan investasi ke Negeri Paman Sam tersebut. Hal itu membuat nilai tukar dolar AS menguat karena dinilai lebih menarik. Pelemahan kali ini merupakan yang terparah sejak September 2011. Sementara di kawasan Asean, dolar AS juga menguat terhadap ringgit Malaysia, peso Filipina dan baht Thailand.
Kepala Riset Daewoo Securities, Taye Shim mengatakan, Donald Trump berencana menaikkan anggaran belanja pemerintah, yang berpotensi meningkatkan inflasi AS. Hal itu membuat pasar berspekulasi bahwa The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
“Mengingat tren sekular di pasar uang bergantung pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan arah suku bunga dari kedua negara, pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi di AS dapat memacu pertumbuhan. Sementara kenaikan suku bunga yang diprediksi lebih cepat akan mendorong nilai tukar dolar AS,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi tak sesuai karena pendapatan yang dinilai bakal lebih rendah. Pasalnya, dalam kampanye, Trump menyatakan bakal memangkas tarif pajak, yang akan menurunkan pendapatan negara. Di sisi lain, ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan rupiah tertekan isu domestik. Ia menilai rupiah melemah pada perdagangan Kamis lalu bahkan di saat dolar AS melemah terhadap mayoritas kurs di Asia.
“Faktor domestik yang semakin negatif, termasuk kekhawatiran demonstrasi yang bisa berujung kerusuhan di Jakarta hari ini, menjadi penyebab utama tertekannya rupiah,” ujarnya dalam riset. Tetapi, lanjutnya indeks dolar yang melemah seharusnya bisa memberikan topangan terhadap rupiah pada hari ini, walaupun kekhawatiran terhadap hasil pemilu AS bisa mengembalikan ketidakpastian dalam waktu singkat.
“Fokus domestik juga akan tertuju pada consumer confidence index yang rilis hari ini dan diperkirakan memburuk. Cadangan devisa serta pertumbuhan PDB menjadi yang berikutnya ditunggu, dijadwalkan diumumkan awal minggu depan. Rupiah diperkirakan masih diliputi sentimen pelemahan pada perdagangan hari ini,” jelasnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beranggapan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi tadi, merupakan imbas dari kekhawatiran yang muncul pasca terjadi perubahan situasi politik di Amerika Serikat (AS). "Sampai hari ini, kita melihat perkembangan rupiah bersama indeks harga saham dan surat berharga sangat dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi secara regional maupun global karena perubahan atau perkembangan situasi politik di Amerika," ungkap Sri Mulyani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/11).
Sri Mulyani meyakini, AS sebagai negara terbesar dari segi ekonomi membuat segala keputusan dan perubahan yang terjadi di AS, termasuk dari sisi politik, memberikan dampak yang luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. "Apapun yang dilakukan dan diputuskan di sana bahkan pernyataan sekalipun juga akan mempengaruhi," yakin Sri Mulyani.
Tak hanya pengaruh dari AS, Sri Mulyani menilai, ada pula sentimen negatif dari spekulasi yang dibuat pihak-pihak tertentu. Namun, untuk hal ini, dirinya memastikan, pemerintah akan segera menganalisa motif dibalik spekulasi tersebut. Untuk itu, bendahara negara ini memastikan bahwa dirinya akan menyisir berbagai dampak dan hal-hal yang mempengaruhi fundamental ekonomi bangsa, termasuk berbagai rumor yang mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Di samping itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut akan terus mematangkan langkah untuk membuat pasar dalam negeri tergenjot sehingga turut memberikan sentimen positif bagi ekonomi Indonesia. Lebih dari itu, pasar dalam negeri yang bergairah akan memperkuat fondasi ekonomi. Kemudian untuk rupiah, Sri Mulyani akan memperhatikan sisi permintaan dan penawaran rupiah. Misalnya, dari sisi permintaan untuk kebutuhan impor, Sri Mulyani akan melihat kebutuhan membayar utang dan seluruh eksposur utang.
"Tapi kita lihat tidak ada alasan untuk khawatir, maka tidak perlu khawatir," katanya. Sementara itu, melihat proses perpindahan kekuasaan politik di AS, Sri Mulyani mengatakan belum melihat dampak besar sementara ini. "Amerika kan masih proses transisi. Jadi, akan terus ada perkembangan baru," tutupnya.
Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 160,98 poin (2,95 persen) ke level 5.289 hingga sesi I hari ini dari penutupan perdagangan kemarin di level 5.450,30 karena spekulasi kenaikan suku bunga AS. Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 kemarin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 160,98 poin (2,95 persen) ke level 5.289 hingga sesi I hari ini dari penutupan perdagangan kemarin di level 5.450,30 karena spekulasi kenaikan suku bunga AS. Sejak pagi ini, IHSG udah memperoleh tekanan dari aksi jual. IHSG dibuka pada level 5.273 atau turun hingga 3 persen dari penutupan perdagangan kemarin. Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp13.290 per dolar AS, atau turun 152 poin (1,16 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.273-Rp13.13.873.
RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp5,73 triliun dengan volume 6,66 miliar lembar saham. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp1,4 triliun di pasar reguler. Sebanyak 41 saham naik, 260 saham turun, dan 65 saham tidak bergerak. Sementara delapan dari 10 sektor mengalami pelemahan. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor infrastruktur yang melemah sebesar 3,81 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyatakan, penurunan IHSG ini dipastikan akibat pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang secara penghitungan cepat menunjukkan Donald Trump unggul dibandingkan dengan Hillary Clinton. “Kalau seperti saya sampaikan pasar modal di seluruh dunia sifatnya sudah saling terkoneksi, apapun yang terjadi di global akan berdampak pada negara-negara lain, tidak hanya indonesia tapi negara lain,” papar Nurhaida, Jumat (11/10).
"Tapi kalau kita lihat, beberapa waktu terakhir ada sesuatu kondisi seperti di AS yang signifikan, yaitu pemilihan dalam artian pemilihan presiden yang baru, memang pada pengumuman kemarin pasar turun. Mungkin cukup signifikan, tetapi setelah itu ada rebound. Kemarin indeks naik, tapi hari ini kita lihat penurunan lagi." Selain itu, jika Donald Trump menang maka dampak lainnya yaitu, kenaikan suku bunga oleh The Fed yang semakin pasti terjadi pada Desember mendatang. Menurut Nurhaida, pasar masih melihat bagaimana kebijakan yang akan diambil oleh The Fed nantinya dengan kemenangan Trump ini.
“Tentu mengamati, dengan adanya pimpinan baru AS ini apakah kebijakan yang akan diambil? Apakah The Fed akan mengambil tindakan menaikkan suku bunga atau tidak? Kalau dilihat, mereka akan mengambil keputusan Desember, sementara pimpinan baru ini kan baru Januari, sehingga masih belum pasti,” terang Nurhaida.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menganggap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang begitu tajam sebagai kepanikan sesaat sebagai dampak unggulnya Donald Trump dalam penghitungan cepat pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan Donald Trump.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya menyatakan, dengan penurunan IHSG saat ini dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan aksi beli. Sehingga, tidak perlu dilihat sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. “Pembukaan perdagangan hari ini terkoreksi itu wajar, karena memang kan sangat dipengaruhi oleh sentimen global yaitu pilpres AS kan, terpilihnya presiden baru," ungkap Alpino, Jumat (11/10).
"Ini bisa digunakan sebagai momentum untuk beli di saham, orang kalau berpikiran IHSG turun khawatir itu salah, turun kita jangan panik tapi ambil kesempatan.” Alpino optimistis penurunan ini hanya bersikap sementara, sehingga IHSG pekan depan diprediksi sudah dapat bangkit (rebound). Ia memandang kondisi ini sebagai suatu hal yang wajar terjadi dalam perdagangan saham, di mana jika ada sentimen baik dalam dan luar negeri akan mempengaruhi perdagangan saham.
“Kita tunggu sesi kedua, kalau pun turun saya yakin minggu depan rebound kembali. Itulah stock market, ada naik turun itu wajar. Untuk beberapa pihak ada yang khawatir kebijaksanaan yang akan diterapkan oleh presiden terpilih itu wajar, jadi mereka wait and see, keluar dulu,” papar Alpino.
Namun, ia yakin Donald Trump tidak akan membuat kebijakan yang akan membuat ekonomi dunia turun. Menurut Alpino, Donald Trump tentunya akan memiliki tim yang baik dalam mengambil setiap kebijakan yang akan dilakukan. Hal ini disebabkan, perekonomian suatu negara, khususnya AS, akan mempengaruhi perekonomian negara lainnya, termasuk Indoenesia.
“Mereka tahu kok apa yang harus dilakukan untuk perkembangan ekonomi negaranya. Perkembangan ekonomi kan dampaknya ke negara lain juga, itu semua sinergi. Saya yakin ini sesaat, itu hal yang biasa,” tuturnya. Asal tahu saja, IHSG pagi ini dibuka di level 5.273 atau turun 3 persen dari penutupan perdagangan kemarin di level 5.450,30 atau naik 35,98 poin (0,66 persen).
Hingga pukul 11.14 WIB, IHSG berada ke level 5.284 atau turun 165,68 poin (3,04 persen). Sementara itu, nilai tukar rupiah sepanjang hari ini telah mencapai 13.863 pada pukul 09.10 pagi tadi, sedangkan pukul 11.17 WIB berada di level Rp13.394 atau turun 1,95 persen
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai terpuruknya nilai tukar rupiah merupakan efek dari rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed). "Itu karena The Federal Reserve mau naikin [suku bunga]," tanggap Bambang di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/11).
Namun begitu, Bambang menampik alasan penguatan dolar AS terhadap rupiah sebagai imbas hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) yang memenangkan Donald Trump dari Partai Republik. Mantan Menteri Keuangan itu menyebutkan, pelemahan rupiah murni imbas prediksi kenaikan suku bunga The Fed yang memang direncanakan usai hajatan Pilpres AS.
"The Federal Reserve memang mau menaikkan setelah pemilihan presiden selesai," imbuhnya. Sementara itu, Bambang tak menyakini bahwa kenaikan suku bunga The Fed sebagai tanda bahwa perekonomian AS telah membaik. Ia hanya menyebutkan, kenaikan suku bunga The Fed murni karena rencana dan perhitungan The Fed sendiri.
Kemudian, terhadap pelemahan rupiah pagi ini, Bambang mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menjaga fundamental ekonomi Indonesia hingga akhir tahun. "Pokoknya jaga fundamental, jaga kepercayaan, dan dipastikan ini hanya temporer [dampak pelemahan rupiah]," jelas Bambang.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 kemarin. Hal itu akibat spekulasi kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat dari perkiraan karena kebijakan Presiden AS yang baru, Donald Trump.
Pelemahan kali ini merupakan yang terparah sejak September 2011. Sementara di kawasan Asean, dolar AS juga menguat terhadap ringgit Malaysia, peso Filipina dan baht Thailand. Kepala Riset Daewoo Securities, Taye Shim mengatakan, Donald Trump berencana menaikkan anggaran belanja pemerintah, yang berpotensi meningkatkan inflasi AS. Hal itu membuat pasar berspekulasi bahwa The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
“Mengingat tren sekular di pasar uang bergantung pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan arah suku bunga dari kedua negara, pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi di AS dapat memacu pertumbuhan. Sementara kenaikan suku bunga yang diprediksi lebih cepat akan mendorong nilai tukar dolar AS,” jelasnya.
Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp13.383 per dolar AS, atau turun 245 poin (1,86 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.233-Rp13.873. RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp58,38 triliun dengan volume 15,22 miliar saham.
Sebanyak 52 saham naik, 269 saham turun, dan 77 saham tidak bergerak. Sementara delapan dari 10 sektor mengalami pelemahan. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor aneka industri yang menguat sebesar 6,57 persen. Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang naik sebesar 0,18 persen, indeks Kospi di Korsel turun sebesar 0,91 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong turun sebesar 1,35 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,58 persen, indeks DAX di Jerman naik 0,21 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,02 persen. Analis OCBC Securities Budi Wibowo menyatakan, penurunan ini memang sesuai dengan prediksinya jika Donald Trump menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Menurutnya, IHSG masih terus bergerak volatile hingga minggu depan.
"Iya ini akan masih terus naik turun naik turun. Ini sesuai dengan prediksi jika Trump menang, pasar bergejolak," ungkap dia, Jumat (11/11). Menurutnya, IHSG berpotensi menguat pekan depan karena investor akan kembali imbas harga saham yang murah. Sehingga, banyak investor yang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi beli.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 kemarin. Hal itu akibat spekulasi kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat dari perkiraan karena kebijakan Presiden AS yang baru, Donald Trump.
Penjelasannya, jika suku bunga AS naik lebih cepat dari perkiraan, maka investor berbondong-bondong untuk mengalihkan investasi ke Negeri Paman Sam tersebut. Hal itu membuat nilai tukar dolar AS menguat karena dinilai lebih menarik. Pelemahan kali ini merupakan yang terparah sejak September 2011. Sementara di kawasan Asean, dolar AS juga menguat terhadap ringgit Malaysia, peso Filipina dan baht Thailand.
Kepala Riset Daewoo Securities, Taye Shim mengatakan, Donald Trump berencana menaikkan anggaran belanja pemerintah, yang berpotensi meningkatkan inflasi AS. Hal itu membuat pasar berspekulasi bahwa The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
“Mengingat tren sekular di pasar uang bergantung pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan arah suku bunga dari kedua negara, pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi di AS dapat memacu pertumbuhan. Sementara kenaikan suku bunga yang diprediksi lebih cepat akan mendorong nilai tukar dolar AS,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi tak sesuai karena pendapatan yang dinilai bakal lebih rendah. Pasalnya, dalam kampanye, Trump menyatakan bakal memangkas tarif pajak, yang akan menurunkan pendapatan negara. Di sisi lain, ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan rupiah tertekan isu domestik. Ia menilai rupiah melemah pada perdagangan Kamis lalu bahkan di saat dolar AS melemah terhadap mayoritas kurs di Asia.
“Faktor domestik yang semakin negatif, termasuk kekhawatiran demonstrasi yang bisa berujung kerusuhan di Jakarta hari ini, menjadi penyebab utama tertekannya rupiah,” ujarnya dalam riset. Tetapi, lanjutnya indeks dolar yang melemah seharusnya bisa memberikan topangan terhadap rupiah pada hari ini, walaupun kekhawatiran terhadap hasil pemilu AS bisa mengembalikan ketidakpastian dalam waktu singkat.
“Fokus domestik juga akan tertuju pada consumer confidence index yang rilis hari ini dan diperkirakan memburuk. Cadangan devisa serta pertumbuhan PDB menjadi yang berikutnya ditunggu, dijadwalkan diumumkan awal minggu depan. Rupiah diperkirakan masih diliputi sentimen pelemahan pada perdagangan hari ini,” jelasnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beranggapan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi tadi, merupakan imbas dari kekhawatiran yang muncul pasca terjadi perubahan situasi politik di Amerika Serikat (AS). "Sampai hari ini, kita melihat perkembangan rupiah bersama indeks harga saham dan surat berharga sangat dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi secara regional maupun global karena perubahan atau perkembangan situasi politik di Amerika," ungkap Sri Mulyani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/11).
Sri Mulyani meyakini, AS sebagai negara terbesar dari segi ekonomi membuat segala keputusan dan perubahan yang terjadi di AS, termasuk dari sisi politik, memberikan dampak yang luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. "Apapun yang dilakukan dan diputuskan di sana bahkan pernyataan sekalipun juga akan mempengaruhi," yakin Sri Mulyani.
Tak hanya pengaruh dari AS, Sri Mulyani menilai, ada pula sentimen negatif dari spekulasi yang dibuat pihak-pihak tertentu. Namun, untuk hal ini, dirinya memastikan, pemerintah akan segera menganalisa motif dibalik spekulasi tersebut. Untuk itu, bendahara negara ini memastikan bahwa dirinya akan menyisir berbagai dampak dan hal-hal yang mempengaruhi fundamental ekonomi bangsa, termasuk berbagai rumor yang mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Di samping itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut akan terus mematangkan langkah untuk membuat pasar dalam negeri tergenjot sehingga turut memberikan sentimen positif bagi ekonomi Indonesia. Lebih dari itu, pasar dalam negeri yang bergairah akan memperkuat fondasi ekonomi. Kemudian untuk rupiah, Sri Mulyani akan memperhatikan sisi permintaan dan penawaran rupiah. Misalnya, dari sisi permintaan untuk kebutuhan impor, Sri Mulyani akan melihat kebutuhan membayar utang dan seluruh eksposur utang.
"Tapi kita lihat tidak ada alasan untuk khawatir, maka tidak perlu khawatir," katanya. Sementara itu, melihat proses perpindahan kekuasaan politik di AS, Sri Mulyani mengatakan belum melihat dampak besar sementara ini. "Amerika kan masih proses transisi. Jadi, akan terus ada perkembangan baru," tutupnya.
Untuk diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 160,98 poin (2,95 persen) ke level 5.289 hingga sesi I hari ini dari penutupan perdagangan kemarin di level 5.450,30 karena spekulasi kenaikan suku bunga AS. Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 kemarin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 160,98 poin (2,95 persen) ke level 5.289 hingga sesi I hari ini dari penutupan perdagangan kemarin di level 5.450,30 karena spekulasi kenaikan suku bunga AS. Sejak pagi ini, IHSG udah memperoleh tekanan dari aksi jual. IHSG dibuka pada level 5.273 atau turun hingga 3 persen dari penutupan perdagangan kemarin. Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp13.290 per dolar AS, atau turun 152 poin (1,16 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.273-Rp13.13.873.
RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp5,73 triliun dengan volume 6,66 miliar lembar saham. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp1,4 triliun di pasar reguler. Sebanyak 41 saham naik, 260 saham turun, dan 65 saham tidak bergerak. Sementara delapan dari 10 sektor mengalami pelemahan. Pelemahan terbesar dialami oleh sektor infrastruktur yang melemah sebesar 3,81 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyatakan, penurunan IHSG ini dipastikan akibat pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang secara penghitungan cepat menunjukkan Donald Trump unggul dibandingkan dengan Hillary Clinton. “Kalau seperti saya sampaikan pasar modal di seluruh dunia sifatnya sudah saling terkoneksi, apapun yang terjadi di global akan berdampak pada negara-negara lain, tidak hanya indonesia tapi negara lain,” papar Nurhaida, Jumat (11/10).
"Tapi kalau kita lihat, beberapa waktu terakhir ada sesuatu kondisi seperti di AS yang signifikan, yaitu pemilihan dalam artian pemilihan presiden yang baru, memang pada pengumuman kemarin pasar turun. Mungkin cukup signifikan, tetapi setelah itu ada rebound. Kemarin indeks naik, tapi hari ini kita lihat penurunan lagi." Selain itu, jika Donald Trump menang maka dampak lainnya yaitu, kenaikan suku bunga oleh The Fed yang semakin pasti terjadi pada Desember mendatang. Menurut Nurhaida, pasar masih melihat bagaimana kebijakan yang akan diambil oleh The Fed nantinya dengan kemenangan Trump ini.
“Tentu mengamati, dengan adanya pimpinan baru AS ini apakah kebijakan yang akan diambil? Apakah The Fed akan mengambil tindakan menaikkan suku bunga atau tidak? Kalau dilihat, mereka akan mengambil keputusan Desember, sementara pimpinan baru ini kan baru Januari, sehingga masih belum pasti,” terang Nurhaida.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menganggap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang begitu tajam sebagai kepanikan sesaat sebagai dampak unggulnya Donald Trump dalam penghitungan cepat pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan Donald Trump.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya menyatakan, dengan penurunan IHSG saat ini dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan aksi beli. Sehingga, tidak perlu dilihat sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. “Pembukaan perdagangan hari ini terkoreksi itu wajar, karena memang kan sangat dipengaruhi oleh sentimen global yaitu pilpres AS kan, terpilihnya presiden baru," ungkap Alpino, Jumat (11/10).
"Ini bisa digunakan sebagai momentum untuk beli di saham, orang kalau berpikiran IHSG turun khawatir itu salah, turun kita jangan panik tapi ambil kesempatan.” Alpino optimistis penurunan ini hanya bersikap sementara, sehingga IHSG pekan depan diprediksi sudah dapat bangkit (rebound). Ia memandang kondisi ini sebagai suatu hal yang wajar terjadi dalam perdagangan saham, di mana jika ada sentimen baik dalam dan luar negeri akan mempengaruhi perdagangan saham.
“Kita tunggu sesi kedua, kalau pun turun saya yakin minggu depan rebound kembali. Itulah stock market, ada naik turun itu wajar. Untuk beberapa pihak ada yang khawatir kebijaksanaan yang akan diterapkan oleh presiden terpilih itu wajar, jadi mereka wait and see, keluar dulu,” papar Alpino.
Namun, ia yakin Donald Trump tidak akan membuat kebijakan yang akan membuat ekonomi dunia turun. Menurut Alpino, Donald Trump tentunya akan memiliki tim yang baik dalam mengambil setiap kebijakan yang akan dilakukan. Hal ini disebabkan, perekonomian suatu negara, khususnya AS, akan mempengaruhi perekonomian negara lainnya, termasuk Indoenesia.
“Mereka tahu kok apa yang harus dilakukan untuk perkembangan ekonomi negaranya. Perkembangan ekonomi kan dampaknya ke negara lain juga, itu semua sinergi. Saya yakin ini sesaat, itu hal yang biasa,” tuturnya. Asal tahu saja, IHSG pagi ini dibuka di level 5.273 atau turun 3 persen dari penutupan perdagangan kemarin di level 5.450,30 atau naik 35,98 poin (0,66 persen).
Hingga pukul 11.14 WIB, IHSG berada ke level 5.284 atau turun 165,68 poin (3,04 persen). Sementara itu, nilai tukar rupiah sepanjang hari ini telah mencapai 13.863 pada pukul 09.10 pagi tadi, sedangkan pukul 11.17 WIB berada di level Rp13.394 atau turun 1,95 persen
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai terpuruknya nilai tukar rupiah merupakan efek dari rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed). "Itu karena The Federal Reserve mau naikin [suku bunga]," tanggap Bambang di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/11).
Namun begitu, Bambang menampik alasan penguatan dolar AS terhadap rupiah sebagai imbas hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) yang memenangkan Donald Trump dari Partai Republik. Mantan Menteri Keuangan itu menyebutkan, pelemahan rupiah murni imbas prediksi kenaikan suku bunga The Fed yang memang direncanakan usai hajatan Pilpres AS.
"The Federal Reserve memang mau menaikkan setelah pemilihan presiden selesai," imbuhnya. Sementara itu, Bambang tak menyakini bahwa kenaikan suku bunga The Fed sebagai tanda bahwa perekonomian AS telah membaik. Ia hanya menyebutkan, kenaikan suku bunga The Fed murni karena rencana dan perhitungan The Fed sendiri.
Kemudian, terhadap pelemahan rupiah pagi ini, Bambang mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menjaga fundamental ekonomi Indonesia hingga akhir tahun. "Pokoknya jaga fundamental, jaga kepercayaan, dan dipastikan ini hanya temporer [dampak pelemahan rupiah]," jelas Bambang.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55 persen dari Rp13.138 kemarin. Hal itu akibat spekulasi kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat dari perkiraan karena kebijakan Presiden AS yang baru, Donald Trump.
Pelemahan kali ini merupakan yang terparah sejak September 2011. Sementara di kawasan Asean, dolar AS juga menguat terhadap ringgit Malaysia, peso Filipina dan baht Thailand. Kepala Riset Daewoo Securities, Taye Shim mengatakan, Donald Trump berencana menaikkan anggaran belanja pemerintah, yang berpotensi meningkatkan inflasi AS. Hal itu membuat pasar berspekulasi bahwa The Fed mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
“Mengingat tren sekular di pasar uang bergantung pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan arah suku bunga dari kedua negara, pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi di AS dapat memacu pertumbuhan. Sementara kenaikan suku bunga yang diprediksi lebih cepat akan mendorong nilai tukar dolar AS,” jelasnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)