Pages - Menu

Thursday, October 21, 2021

Alasan Bank Tolak Pengajuan KPR Meskipun BI Checking Bagus

 Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit Yohanes Abimanyu mengungkapkan beberapa alasan bank tidak meloloskan pengajuan kredit atau pinjaman nasabah meskipun rekam jejak nasabah tersebut terbilang baik.

Pertama, nominal kredit yang diajukan membutuhkan agunan, namun bank melihat nilai agunan yang dibutuhkan terlalu besar. Sementara menurut bank, nasabah dianggap tidak memiliki kemampuan agunan sebesar nilai yang dibutuhkan.

"Kalau bank melihat bahwa agunan (yang dimiliki nasabah) tidak cukup untuk cover kredit dan agunan yang dibutuhkan, ini bisa jadi salah satu alasan kredit tidak bisa disetujui," ungkapnya pada bincang virtual bersama media, Kamis (21/10).

Kedua, nasabah belum pernah mengajukan kredit ke bank. Secara rekam jejak, ia mungkin tidak punya catatan menunggak cicilan atau kredit macet. Tapi, hal ini membuat bank juga tidak punya pengetahuan soal profil risiko nasabah.

"Kalau tidak ada credit scoringnya, bank mungkin perlu waktu untuk melihat profil debiturnya. Bank jadi perlu waktu lebih lama untuk tanya-tanya ini orang karakternya bagaimana, rajin bayar engga, cek dulu ke tempat kerjanya, tetangganya, dan lainnya. Beda dengan yang laporan credit scoring-nya sudah ada, sudah valid, bisa lebih mudah," jelasnya.

Ketiga, bank sengaja menahan penyaluran kredit yang agresif ke nasabah. Menurut Direktur Pefindo Biro Kredit Wahyu Trenggono, alasan ini muncul khususnya di masa pandemi covid-19. Sebab, risiko meningkat, sehingga bank harus lebih hati-hati dalam mengucurkan kredit ke nasabah.

"Dengan kondisi ekonomi saat ini, kemampuan membayar nasabah, dan lainnya, bank agak menahan diri untuk kucurkan kredit secara agresif meski mungkin tidak ada masalah di credit scoring-nya, mereka selektif, ini bisa jadi alasan kenapa catatan bagus, tapi masih ditolak," kata Wahyu.

Tak cuma masyarakat secara individu, Yohanes mengatakan penolakan kredit bank kadang juga terjadi pada UMKM. Padahal, bisnis mereka kadang menjanjikan.

Menurut Yohanes, hal ini terjadi karena data UMKM masih cenderung minim di bank, meski jumlah mereka sangat banyak di Indonesia, yaitu mencapai 65 juta UMKM. Begitu juga dengan sumbangannya ke perekonomian yang sangat besar.

"Padahal data ini faktor penting untuk kita nilai kredit, tapi data UMKM ini sangat tersebar dan belum tersentralisasi sehingga bank masih belum bisa menganalisa," tuturnya.

Karenanya, Yohanes mengatakan nasabah dan masyarakat secara umum perlu memahami credit scoring atau kualitas kredit mereka untuk bisa bernegosiasi kepada bank saat mengajukan kredit. Apalagi, bila credit scoring nasabah sudah baik.

"Maka dari itu, masyarakat harus mulai paham soal pentingnya credit scoring, sehingga kalau credit scoring kurang baik, masyarakat bisa segera perbaiki, kalau sudah baik, bisa untuk meyakinkan bank," imbuh Yohanes.

Selain credit scoring, Yohanes mengatakan ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan nasabah agar pengajuan kredit mudah diterima. Mulai dari riwayat pengajuan kredit, riwayat pembayaran atau pelunasan kredit, dan lainnya. 

BTN Berhasil Bukukan Laba Bersih 1,52 Triliun Ditengah Pandemi

 PT BTN (Persero) Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp1,52 triliun pada kuartal III 2021. Laba bank BUMN itu naik 35,32 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp1,12 triliun.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan kenaikan laba bersih ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang naik 6,03 persen pada kuartal III 2021. Walhasil, total penyaluran kredit yang pada periode sebelumnya Rp254,91 triliun, kini mencapai Rp270,27 triliun.

"Ini sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional yang berhasil dan transformasi BTN," ucap Haru dalam konferensi pers, Kamis (21/10). Kenaikan kredit ini, sambung dia, khususnya ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang mencapai 11,74 persen. Jika ditotal, penyaluran kredit perumahan tumbuh 4,91 persen dari Rp231,34 triliun menjadi Rp242,69 triliun.

Di luar segmen perumahan, penyaluran kredit konsumer tercatat naik 21,28 persen menjadi Rp5,79 triliun. Lalu, kredit korporasi naik 89,77 persen menjadi Rp12,15 triliun. "Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTN berada di atas rata-rata penyaluran kredit yang disalurkan perbankan nasional yang hanya naik 2,21 persen per September 2021," jelasnya.

Sementara, Haru menyebut rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BTN turun dari 4,56 persen menjadi 3,94 persen. Meskipun NPL turun, tetapi manajemen tetap menaikkan rasio pencadangan sebesar 1.410 bps menjadi 125,46 persen.

Selanjutnya, Haru memaparkan dana pihak ketiga (DPK) naik 6,56 persen dari Rp273,3 triliun menjadi Rp291,26 triliun. Seluruh kinerja ini membuat aset perusahaan naik 3,1 persen menjadi Rp368,05 triliun.

"Kinerja positif yang diraih BTN ini tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder, terutama pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, OJK, dan BI," terang Haru.

Ia menambahkan bahwa perusahaan menyalurkan dana program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang ditempatkan sebesar Rp35 triliun. Hal ini disalurkan dalam bentuk KPR subsidi, non subsidi, hingga kredit BUMN.

"Dari dana PEN yang ditempatkan pemerintah sebesar Rp35 triliun, BTN sudah menyalurkan dalam bentuk kredit termasuk KPR subsidi, KPR non subsidi, kredit ke UMKM, kredit konstruksi, kredit BUMN, dan kredit lainnya senilai total 93,44 triliun," tandas Haru.

Sunday, October 17, 2021

Daftar Kelemahan Bank Syariah Dibanding Bank Konvensional

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjabarkan sejumlah kelemahan perbankan syariah yang harus diperbaiki jika ingin bersaing dengan perbankan konvensional. Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Nyimas Rohmah mengungkapkan perbankan syariah di Indonesia hingga kini belum memiliki pembeda bisnis atau produk yang signifikan dengan perbankan konvensional.

Ia menilai perbankan syariah mesti punya keunikan model bisnis atau produk yang ditawarkan agar lebih terarah saat membidik calon pasar atau nasabahnya.

Kemudian, ia mengatakan indeks literasi dan inklusi keuangan atau perbankan syariah pun masih rendah. Data OJK menunjukkan literasi masyarakat soal keuangan perbankan syariah masih di bawah 9 persen, jauh ketinggalan dari perbankan konvensional yang mencapai 40 persen.

Lalu, angka inklusi keuangan syariah pun minim yakni 9,1 persen, jauh dari catatan inklusi bank konvensional yaitu 76,2 persen. Kelemahan lainnya, lanjut Nyimas, adalah tidak memadainya teknologi informasi (TI) perbankan syariah. Ia mengingatkan bagi pelaku perbankan syariah untuk memutakhirkan sistem TI mereka.

Apalagi, akibat pandemi covid-19 saat ini ekspektasi masyarakat soal perbankan digital pun tak lagi sama seperti dulu. Selain itu, kualitas dan kuantitas SDM perbankan syariah juga belum optimal. "Perbankan syariah masih punya beberapa kelemahan, antara lain model bisnis, kemudian indeks literasi dan inklusi yang masih rendah, kuantitas dan kualitas SDM serta TI yang belum memadai," jelasnya pada acara LIPI bertajuk Perbankan Syariah - Spin Off atau Leveraging, Kamis (14/10).

Di sisi lain, ia mencatat total aset keuangan syariah menembus Rp1.922,93 triliun per Juli 2021, hitungan ini tidak termasuk saham syariah. Angka tersebut baru 10,11 persen dari total aset perbankan nasional.

Sunday, October 10, 2021

Pedagang Kecil Dengan Omzet Kotor 41 Jutaan Per Bulan Bebas Pajak

 Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan wajib pajak (WP) berstatus pedagang cilik atau UMKM yang memiliki batas peredaran bruto di bawah Rp500 juta per tahun tidak dikenakan pajak penghasilan (PPh).

Sehingga, ia memastikan pedagang kecil seperti tukang bakso, pedagang kopi keliling, hingga pemilik warung sederhana tidak akan dipajaki pemerintah. Peredaran bruto adalah pendapatan kotor pelaku usaha sebelum dikurangi beban usaha lain-lain.

Dia menyampaikan ketentuan tertuang dalam Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang resmi disahkan pada Kamis (7/10). "UU HPP ini memberikan keberpihakan kepada UMKM dengan sekarang memberikan batasan sama seperti Besar Penghasilan Tidak Kena Pajak (BPKP) Pribadi," ujarnya pada konferensi pers daring, Kamis (7/10).

Ia menyebut aturan direvisi dari UU PPh. Bila sebelumnya UMKM berpenghasilan kecil tidak mendapat perlakuan khusus, ia mengatakan di era UU HPP sekarang mereka mendapat pengecualian.

Sebelumnya, seluruh UMKM dengan peredaran bruto di bawah Rp500 juta mendapat perlakuan sama yaitu dikenakan PPh final 0,5 persen dari pendapatan kotor.

Sri Mulyani mengatakan pengecualian ini memberikan keadilan bagi pelaku usaha kecil. Ia menambahkan, untuk pelaku usaha kecil yang memiliki pendapatan di atas Rp500 juta, hanya pendapatan di atas Rp500 juta yang akan dikenakan pajak.

Misal, pedagang A memiliki pendapatan Rp700 juta, maka pendapatan yang dipajaki adalah Rp200 juta atau jumlah hasil dikurangi base line Rp500 juta. Dengan tarif 0,5 persen, maka A membayar pajak sebesar Rp1 juta pada tahun pajak tersebut.

"Apapun yang di atas Rp500 juta baru kena 0,5 persen," imbuhnya.

Monday, October 4, 2021

Saham Merck Naik Tajam Setelah Temukan Obat COVID 19

 Nilai saham perusahaan farmasi Merck melonjak setelah hasil uji klinis memperlihatkan pil anti Covid-19, Molnupiravir, memberikan hasil positif. Bahkan kenaikan harga saham Merck membuat saham sejumlah perusahaan farmasi papan atas yang membuat vaksin Covid-19 yang disebut mempunyai tingkat efikasi tinggi, antara lain Moderna, Pfizer serta BioNTech, mulai goyah.

Seperti dilansir Reuters, nilai saham Merck melonjak hingga 12.3 persen.

Sementara itu, nilai saham Moderna jatuh hingga 13 persen. Kemudian nilai saham Pfizer dan BioNTech di Amerika Serikat masing-masing jatuh 1.3 persen dan 11 persen. Merck Klaim Pil Covid Kurangi Risiko Kematian 50 Persen. Nilai saham perusahaan farmasi lain seperti AstraZeneca dan Novavax juga masing-masing turun 2 persen dan 16 persen setelah Merck mengumumkan obat Molnupiravir itu.

Menurut analis bursa saham, Michael Yee, lonjakan nilai saham Merck terjadi karena dipicu persepsi masyarakat yang merasa ada jalan keluar buat mereka menghindari Covid-19 dengan obat, ketimbang harus menjalani vaksinasi.

Merck memang tengah melakukan uji klinis tahap akhir obat itu. Hasil kajian memperlihatkan obat itu bisa menekan jumlah pasien infeksi Covid-19 yang harus dirawat di rumah sakit serta tingkat kematian. Pfizer yang juga pesaing Merck serta perusahaan farmasi asal Swiss, Roche Holding AG, yang menggandeng Atea Pharmaceuticals juga dilaporkan tengah mengembangkan obat anti-Covid-19. Merck Umumkan Pil Molnupiravir Bisa Obati Covid-19

Merck juga sempat membuat vaksin Covid-19 tetapi memutuskan menghentikan proses produksi. Akibatnya nilai saham mereka jatuh sebanyak 4 persen pada 2020 lalu. Akan tetapi, pengumuman pil Molnupiravir kembali mengerek nilai saham Merck.

"Merck dalam beberapa kesempatan seakan mati di mata para pemodal. Pengumuman obat itu memperlihatkan divisi penelitian dan pengembangan mereka tidak mati dan mereka bisa jadi yang pertama dalam merebut kesempatan yang bernilai miliaran dollar," kata Manajer Portofolio Bahl & Gaynor, Kevin Gade.

Sunday, September 26, 2021

Daftar Gaji Resmi Karyawan Indomaret dan Alfamart

Besaran gaji pegawai Indomaret beredar di jagat maya. Gaji pegawai yang beredar lengkap beserta jabatannya. Besaran gaji pegawai Indomaret dipublikasikan situs upahminimum.com. Seperti dilihat detikcom, gaji terendah pegawai Indomaret sebesar Rp 2.500.000 per bulan. Kemudian, untuk yang tertinggi Rp 34.800.000 per bulan.

Dalam situs itu juga dijelaskan, sistem perhitungan gaji karyawan Indomaret sedikit berbeda dengan perusahaan lain. Selain gaji pokok, mereka mendapat bonus jika memenuhi target penjualan yang ditentukan.

Saat dikonfirmasi, Managing Director PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf tak bisa mengomentari data tersebut. Dia bilang, pihaknya tak pernah menyebarkan data soal gaji karyawan. "Kami tidak bisa komentar. Karena kalau soal gaji biasa sifatnya confidetial sehingga kami tidak pernah menshare data tersebut," katanya.

Berikut daftar gaji karyawan Indomaret menurut situs tersebut:


1. Asisten Kepala Toko Rp 2.500.000

2. Junior Supervisor Rp 4.000.000

3. Marchentdaiser Rp 4.000.000

4. Kasir Rp 4.000.000

5. Pramusniaga Rp 1.900.000-Rp 2.700.000

6. MDP Rp 5.000.000

7. IT Support Staff Rp 5.000.000

8. Akuntansi Rp 5.020.000

9. Accounting and Tax Supervisor Rp 5.100.000

10. Area Supervisor Rp 5.250.000

11. Management Development Program Rp 5.270.000

12. Management Trainee Rp 5.500.000

13. Junior Staff Rp 5.500.000

14. Brand Development Supervisor Rp 6.000.000

15. Programmer Rp 6.000.000

16. Wealth Management MDP Rp 6.000.000

17. Pelayanan Profesional Rp 6.000.000

18. Tax Manager Rp 6.000.000

19. IT Programmer and Analyst Rp 6.000.000

20. Management Rp 6.000.000

21. Head Store Rp 6.000.000

22. Pelayanan Kesehatan Rp 6.000.000

23. Teknologi Informatika Rp 6.150.000

24. Pendidikan/Pelatihan Rp 7.250.000

25. Internal Supervisor Rp 8.000.000

26. Project Supervisor Rp 8.000.000

27. Branch Inventory Control Manager Rp 8.000.000

28. Legal Rp 8.000.000

29. Marketing Junior Manager Rp 8.200.000

30. Pemasaran Rp 8.420.000

31. Area Manager Rp 9.550.000

32. Personal and General Affair Staff Rp 10.000.000

33. HRD Manager Rp 10.000.000

34. Merchandising Junior Manager Rp 10.000.000

35. IT Manager Rp 10.000.000

36. Franchise Manager Rp 10.000.000

37. Web Development Manager Rp 10.300.000

38. Junior Manager Rp 11.000.000

39. Operational Manager Rp 12.000.000

40. Junior Project Manager Rp 12.000.000

41. Accounting Manager Rp 12.000.000

42. Category Manager Rp 12.000.000

43. Finance Manager Rp 13.200.000

44. Development Manager Rp 13.500.000

45. Manager Rp 14.000.000

46. Assistant Manager Rp 14.000.000

47. Database Analyst Rp 16.500.000

48. Marketing Manager Rp 24.600.000

49. Branch Manager SME Rp 25.500.000

50. Branch Manager Rp 34.800.000.

Dari tahun ke tahun, Alfamart terus mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah toko hingga pelayanan yang disediakan. Hingga saat ini, masyarakat tak hanya dapat menikmati layanan belanja secara langsung, tapi juga dapat menikmati mudahnya berbelanja online di minimarketini secara online.

Selain itu, baru-baru ini brand jaringan minimarketini menyediakan layanan belanja online lewat aplikasi Whatsapp.

Alfamart sendiri merupakan salah satu jaringan toko swalayan terbesar yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. Alfamart dimiliki oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Melansir dari situs resmi Alfamart, perusahaan ini dimulai pada tahun 1989 oleh Djoko Susanto yang baru mengawali usaha di bidang perdagangan dan distribusi. Setelahnya pada 2002, perseroan tersebut mengakuisisi 141 gerai Alfa minimart dan berganti nama menjadi Alfamart.

Melihat bagaimana besarnya bisnis yang dimiliki oleh perseroan ini, kira-kira berapa ya besaran gaji pegawai Alfamart? Melansir dari situs pilihprofesi.com, berikut besaran gaji yang di terima oleh para karyawan Alfamart dari setiap bulannya.


1. Manager - Rp. 9.200.000

2. Distribution Manager - Rp. 6.000.000

3. Logistic Junior Manager - Rp. 6.000.000

4. Training Manager - Rp. 6.000.000

5. Management Trainee - Rp. 4.200.000

6. Coordinator - Rp. 4.100.000

7. Art and Creative Staff - Rp. 4.000.000

8. Branch Coordinator - Rp. 4.000.000

9. IT Programmer and Analyst - Rp. 4.000.000

10. IT Risk and Assurance Staff - Rp. 4.000.000

11. IT Senior - Rp. 4.000.000

12. Planning and Development - Rp. 4.000.000

13. Recruitment Coordinator - Rp. 4.000.000

14. Teacher Trainer - Rp. 4.000.000

15. Warehouse Coordinator - Rp. 4.000.000

16. Area Coordinator - Rp. 3.800.000

17. Buyer - Rp. 3.200.000

18. Head - Rp. 3.200.000

19. Information Technology - Rp. 3.200.000

20. Area Manager - Rp. 2.500.000

21. Pemasaran - Rp. 2.500.000

22. Administrasi Kasir - Rp. 2.500.000

23. Operational Staff - Rp. 2.500.000

24. Payroll Admin - Rp. 2.500.000

25. Branch Inventory Control Manager - Rp. 2.500.000

26. Recruitment and Selection Officer - Rp. 2.500.000

27. Supply Chain Staffs - Rp. 2.500.000

28. IT Support - Rp. 2.400.000

29. Asisten Kepala Toko - Rp. 2.100.000

30. Kepala Toko - Rp. 2.100.000

31. Store Assistant - Rp. 2.000.000

32. Helper - Rp. 1.900.000

33. Kasir - Rp. 1.900.000

34. Picker - Rp. 1.800.000

35. Crew - Rp. 1.700.000

36. Sales - Rp. 1.600.000

37. Accounting Staff - Rp. 1.500.000

38. Finance Accounting - Rp. 1.500.000

39. Maintenance - Rp. 1.500.000

40. Maintenance Staff - Rp. 1.500.000

41. Merchandiser - Rp. 1.500.000

42. Purchasing Staff - Rp. 1.500.000

43. Safety Staff - Rp. 1.500.000

44. Security - Rp. 1.500.000

45. Staff Accounting - Rp. 1.500.000

46. Store Head Assistant - Rp. 1.500.000

47. Warehouse Staff - Rp. 1.500.000

48. Staff Finance - Rp. 1.400.000

49. Office Boy - Rp. 1.300.000

50. Koperasi Karyawan - Rp. 800.000



Tuesday, September 14, 2021

BLP Beauty Andalkan Penjualan Online Saat Pandemi Supaya Tidak Bangkrut

 Kondisi pandemi Covid-19 berdampak buruk pada seluruh sektor ekonomi di Indonesia, termasuk bidang kosmetik. Banyak toko kosmetik terpaksa tutup akibat pandemi. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat, setidaknya 1.300 gerai ritel tutup sepanjang tahun lalu akibat himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Dampak pandemi tak terkecuali dirasakan Lizzie Parra yang mendirikan BLP Beauty pada 2016 lalu. Sejak awal pandemi, BLP Beauty mengalami pasang surut dalam berbisnis. Namun perlahan pasti berkat strategi yang tepat untuk mempertahankan pelanggan, bisnisnya merangkak naik. Selain melakukan inovasi produk, BLP juga mengandalkan berbagai produk GoTo Financial untuk membantu mengelola administrasi, pembayaran, dan pemasaran bisnisnya.

Lizzie mendirikan BLP Beauty dengan tujuan untuk membuat produk make up lokal yang mampu menjawab kebutuhan perempuan Indonesia. Saat launching pertama kali, brand kecantikan lokal ini menarik antusiasme tinggi dari pelanggan. Stok yang diproyeksikan untuk sat tahun pun habis dalam satu bulan.

Banyaknya transkasi yang mencapai ribuan mengakibatkan website BLP sempat mengalami gangguan dan membuat karyawan BLP kesulitan melakukan verifikasi transaksi manual. BLP kemudian menggunakan Midtrans sebagai payment gateway untuk memproses pembayaran online di websitenya secara otomatis.

Selain itu, bagi BLP, toko offline juga penting untuk menghadirkan pengalaman interaksi langsung dengan brand ke pelanggan. BLP membuka 7 toko offline dengan menggunakan Moka sebagai kasir digitalnya, sehingga stok produk serta laporan penjualan dari semua toko offline dapat dimonitor dari manapun.

Monica Christa, CEO BLP Beauty mengatakan, "Seiring go digital menjadi sebuah keharusan untuk pelaku usaha, investasi di platform digital menjadi penting. Dengan menggunakan produk-produk digital yang tepat, kita bisa hemat waktu dan fokus ke hal-hal yang lebih strategis, karena semua pekerjaan yang manual dan repetitif bisa dikerjakan oleh sistem secara otomatis."

Tantangan baru terjadi ketika PSBB dan PPKM diberlakukan dan toko terpaksa ditutup sementara. Monika menambahkan strategi O2O (offline-to-online) dengan membuka website toko online lewat GoStore, yang bisa diakses lewat berbagai media sosial. Walau pelanggan tidak bisa datang ke mall, mereka tetap bisa bertransaksi dan mendapatkan barang yang otomatis diantar oleh GoSend ke rumah.

Kinerja BLP Beauty dalam mengembangkan bisnis kecantikan tanah air semakin mudah karena kehadiran GoTo Financial, entitas teknologi yang menyediakan layanan keuangan dan solusi bisnis bagian dari Grup GoTo. Hadirnya GoTo Financial ini untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui pembayaran, layanan keuangan dan solusi bisnis di dalam ekosistem ekonomi digital.

GoTo merupakan grup teknologi terbesar di Indonesia yang menggabungkan layanan on-demand, e-commerce, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Untuk bisnis dari berbagai skala, mulai dari UMKM, perusahaan rintisan, hingga korporasi, GoTo Financial menawarkan solusi bisnis lengkap melalui Midtrans (payment gateway terkemuka), Moka dan GoBiz Plus (jaringan Point of Sales terbesar di Indonesia), hingga platform GoBiz dan Selly yang dapat meningkatkan efisiensi usaha online.

Solusi komprehensif tersebut telah terbukti membantu pelaku usaha di mana ada tren kenaikan positif transaksi mitra usaha yang bergabung di ekosistem GoTo Financial, yaitu Midtrans, Selly, Moka, dan GoStore. Sepanjang 2020, jumlah mitra usaha GoTo Financial meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi. Total transaksi juga meningkat hingga hampir enam kali lipat.