Pages - Menu

Sunday, April 20, 2025

Berkat KUR BRI ... Bisnis Tanaman Hias Kini Menjamur

 Surono (45) tidak mengira saat ini bisa bergelut di bidang pertanian. Ia tak belajar soal cocok tanam di bangku sekolah.

Surono lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) di Kutoarjo, Jawa Tengah. Ia sempat bekerja di sebuah pabrik di Cikarang, Jawa Barat.

Belum genap dua tahun ia memutuskan keluar dari pabrik tersebut. Surono memilih membantu kakaknya menjual tanaman hias pada 2001.

Kakaknya sudah membuka toko tanaman hias di Taman Anggrek Ragunan, Jakata Selatan sejak tahun 1980.

Suroso memulai dari nol. Ia mempelajari cara menanam hingga merawat tanaman. Setelah merasa cukup punya bekal selama ikut sang kakak, ia membuka sendiri toko tanaman hias. Lokasinya juga berada di Taman Anggrek Ragunan, Blok 8.

Semua bermula pada awal tahun 2015. Surono lalu menyewa lahan di Sawangan, Depok, untuk mengembangkan tanaman hias yang ia jual.

Surono fokus membudi daya tanaman hias aglonema dan anthurium. Dari awalnya hanya puluhan pot, kini ia memiliki ribuan pot tanaman dengan berbagai macam jenis aglonema dan anthurium.

"Awal mulanya dananya juga nyicil, nyicil dari sedikit-sedikit, lama-lama kan. Merinis dari sedikit itu lah, lama-lama tak bikin, lama-lama jadi gitu, kok isi penuh sekarang," kata Surono

Surono mengaku mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia mengambil pinjaman Rp35 juta dengan tenor 2 tahun.

Uang tersebut ia pakai untuk membuat kebun tanaman hias di daerah Sawangan dan berbagai keperluan lainnya. Selain menjual tanaman hias, Surono juga mengerjakan pembuatan taman di rumah atau kantor.

Usaha tanaman hias Surono naik signifikan pada saat pandemi Covid-19. Penjualan tanaman hias meningkat pesat. Ia bisa mendapat Rp50 juta per bulan dari menjual beragam tanaman hias.

Pada jenis tertentu harga aglonema dan anthurium bisa lebih dari Rp2 juta. Menurut Surono, saat ini harga tanaman sedang turun. Meski demikian, masih tetap ada pembeli tanaman hiasnya.

"Namanya tanaman kan emang naik turun ya. Namanya usaha kan ya kadang enggak rame, enggak sepi. Kalau sekarang emang baratnya agak menurun. Kalau sekarang masih bisa Rp10 juta per bulan," ujarnya.

Surono kembali mengajukan pinjaman KUR ke BRI sebesar Rp30 juta pada 2021. Ini ia pakai untuk keperluan pengembangan usaha tanamannya. 

Surono mengaku sudah menjual tanaman hiasnya ke sejumlah daerah di Indonesia. Ia pernah mengirim tanaman ke Manado, Sulawesi Utara.

Menurutnya, KUR BRI sangat membantu usahanya berkembang. Dana pinjaman KUR ini ia pakai untuk modal membeli bibit tanaman dan keperluan kebun di Sawangan.

Surono menyewa lahan di Sawangan sekitar Rp400 ribu per bulan. Sementara biaya sewa lapak di Taman Anggrek Ragunan sekitar Rp1 juta. Lalu kontrakan rumah di lapak itu sebesar Rp7 juta per tahun.

Surono kini sudah menikah dan memiliki dua anak. Anak yang pertama sudah kelas 5 SD, sedangkan anak keduanya baru berusia 3 tahun.

Kakaknya yang lain kini membantu mengurus kebun tanaman hias yang di Sawangan. Surono terus mengembangkan berbagai jenis aglonema dan anthurium.

"Dengan adanya KUR BRI menurut saya sangat terbantu. Saya sangat terima kasih," katanya.

Surono mengatakan pada awal tahun ini kembali mengajukan KUR ke BRI sebesar Rp35 juta. Ia berencana terus mengembangkan tanaman hias. Ia yakin prospek bisnis ini masih menjanjikan.

Surono menyebut cicilan KUR BRI tak memberatkan dirinya. Ia membayar cicilan sebesar Rp1,5 juta per bulan. Bunga KUR BRI juga tak naik setiap tahunnya.

"Kalau untuk bunganya sendiri ya, enggak memberatkan sih menurut saya. Termasuk rendah lah kalau untuk KUR, alhamdulillah pembayaran cicilan saya lancar," ujarnya.

Surono mengaku baru mengambil pinjaman lagi ke BRI setelah pinjaman sebelumnya lunas. Ia tak ingin pinjamannya justru menjadi beban untuk usahannya.

KUR BRI cicilan rendah

Kepala Departemen Usaha Mikro BRI RO Jakarta 2, Erwin Sapari mengatakan BRI menawarkan bunga yang relatif lebih rendah dibanding pinjaman dari yang lain. Untuk KUR Mikro pinjaman Rp10 sampai Rp100 juta, bunganya sekitar 6 persen. Kemudian KUR Kecil yang di atas Rp100 juta sekitar 9 persen.

"Sehubungan dengan suku bunga, lebih rendah dari suku bunga komersial lainnya," katanya.

Erwin menyebut BRI juga memberikan pembinaan kepada UMKM yang mendapat pinjaman KUR. Pihaknya akan mengadakan pelatihan-pelatihan ke para UMKM.

Erwin menyebut BRI juga memfasilitasi para UMKM untuk ikut dalam pameran.

"Jadi untuk memperluas jaringan pasar mereka juga,dan juga untuk memperkenalkan produk-produk mereka juga," kata Erwin di kantornya, Menara BRIPens, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Kemudian kami juga pernah memberikan pelatihan-pelatihan seperti untuk pengenalan e-commerce," ujar Erwin menambahkan.

Erwin menyebut bahwa BRI juga berkomitmen memberikan akses yang mudah bagi UMKM mendapatkan modal usaha.

"Sehingga membuat biaya modalnya menjadi lebih terjangkau bagi UMKM. Jadi memang segmennya kalau di Jakarta, umumnya memang dari perdagangan," ujarnya.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp27,72 triliun pada Januari dan Februari 2025.

Manfaat KUR tersebut diterima oleh 649,6 ribu debitur pengusaha UMKM. BRI juga memastikan KUR tersalurkan ke sektor-sektor strategi, di mana lebih dari separuh atau sekitar 55,88 persen dialokasikan ke sektor produksi.

Di sektor ekonomi, penyaluran terbesar dilakukan terhadap sektor pertanian, dengan total Rp11,57 triliun, selaras dengan program ketahanan pangan Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran KUR kepada UMKM.

Dengan semakin luas akses pembiayaan melalui KUR, semakin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional.

"Bagaimana pendanaan KUR BRI dapat membantu pengusaha UMKM untuk dapat terus mengembangkan dan memperluas usaha," katanya.


LG Batal Investasi 130 Triliun Mobil Listrik Di Indonesia

 LG disebut-sebut batal merealisasikan investasi dalam proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) senilai 11 triliun won atau setara Rp130 triliun (asumsi kurs Rp11.826 per won).

Kabar ini mencuat di Korea Selatan pada Jumat (18/4). Yonhap menyebut konsorsium yang meliputi LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp, dan sejumlah mitra lain resmi menarik diri dari Indonesia.

"Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek," kata seorang pejabat LG Energy Solution, dikutip Minggu

Meski begitu, LG mengklaim bakal tetap melanjutkan bisnis lainnya di Indonesia. Ini termasuk pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power) selaku usaha patungan dengan Hyundai Motor Group.

Pihak konsorsium mengaku sudah berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia sebelum mengambil keputusan. Namun, LG Dkk tidak merinci siapa pihak yang dimaksud dalam pembicaraan dan pengambilan keputusan penting batalnya investasi ini.

Mereka hanya menjelaskan ada pergeseran dalam lanskap industri, khususnya terkait electric vehicle. LG melihat ada perlambatan sementara dalam hal permintaan EV di tingkat global.

Padahal, tadinya Pemerintah Indonesia dan konsorsium pimpinan LG itu berniat membuat ekosistem dan rantai pasok secara menyeluruh dalam penyediaan baterai EV. Ini mencakup seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi prekursor dan katoda, sampai pembuatan sel baterai.

Kami telah berupaya menghubungi Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslaniuntuk mengonfirmasi kabar ini. Namun, Rosan belum memberikan respons hingga berita ini tayang.

Saturday, April 19, 2025

Gara Gara Spotify ... Martin Lorentzon Jadi Punya Kekayaan 217,54 Triliun

 Bermimpilah karena siapa tahu itu bisa membawamu menjadi kenyataan. Seperti itu pula mungkin yang terjadi pada Martin Lorentzon.

Pernah bermimpi menjadi miliarder pada masa kanak-kanak, kini dia berhasil menjadi triliuner.

Forbes mencatat, Lorentzon memiliki kekayaan US$12,9 miliar atau Rp217,54 triliun (Kurs Rp16.863 per dolar AS).

Kekayaan itu menempatkannya menjadi orang terkaya nomor 189 dunia pada saat ini.

Lalu siapa sejatinya Martin Lorentzon?

Mengutip berbagai sumber, Lorentzon merupakan pengusaha asal Swedia kelahiran 1 April 1969 dari latar belakang ibu seorang guru dan ayah seorang ekonom. 

Sejak kecil, Lorentzon sudah memiliki mimpi besar atas hidupnya; ingin menjadi kaya raya. Mimpi besar, bahkan sudah ia miliki saat ia baru duduk di bangku sekolah.

Kepada teman-temannya di Sekolah Dasar Särlaskolan, Lorentzon menceritakan ingin menjadi miliarder.

Tapi saat itu ia ingin kaya dengan menjuak kotak korek api kepada setiap orang Tiongkok. Ia juga kerap berbagi impian ini dengan  orang-orang terdekatnya. 

Selepas menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia melanjutkan sekolah ke jurusan teknik Sven Ericsongymnasiet.

Di masa ini, Lorentzon sejatinya seperti remaja lainnya; senang mengikuti pesta dan berbagai hiburan.

Namun, tidak seperti teman-temannya yang sering larut dalam kesenangan dan hiburan, ia tetap ingat dan mengutamakan pendidikan.

Martin karena itu memilih tidak menghadiri pesta yang berbenturan dengan jadwal ujiannya.

Ia selalu memakai alasan sakit, tidak enak badan agar tak perlu ikut pesta. Karena pentingnya pendidikan itulah, ia tak menghentikan sekolahnya di level sekolah menengah atas.

Pada 1990, Lorentzon melanjutkan studinya di Chalmers University of Technology. Di sini ia belajar ekonomi industri dan kemudian menyelesaikannya dengan gelar Master of Science dan teknik.

Tak hanya itu, ia juga mengikuti kursus ekonomi di Gothenburg School of Business, Economics and Law. Lorentzon juga belajar ekonomi di Stockholm School of Economics dan mengambil kursus retorika dan argumentasi di Stockholm University.

Pada 1995, ia kemudian mulai bekerja di perusahaan telepon bernama Telia.  Namun itu tak lama. Ia memutuskan untuk pindah ke San Fransisco.

Di sini, ia melanjutkan perjalanan kariernya ke perusahaan mesin pencari AltaVista. Di sinilah ia bertemu dengan para pengusaha berbakat.

Saat di Silicon Valley, ia bertemu dengan Felix Hagnö, putra pemilik merek pakaian Swedia.

Mereka menjalin persahabatan dan merintis bisnis bersama dengan mendirikan Tradedoubler, perusahaan pemasaran digital ternama pada 1999.

Dalam waktu singkat, perusahaan mereka berhasil merambah seluruh pasar Eropa, memiliki 15 kantor di beberapa negara dan beroperasi di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Sejak 2005 Tradedoubler AB terdaftar di Bursa Efek Stockholm. Di tengah perkembangan pesat itu, ia malah menjual sahamnya Tradedoubler seharga US$70 juta .

Ia kembali ke Swedia. Di sini ia bertemu dengan Daniel Ek yang saat itu merupakan pengusaha dan ahli teknologi.

Meskipun memiliki keahlian dan kepribadian yang berbeda, keduanya langsung cocok dan menjadi teman. Tahun itu, mereka menghabiskan sebagian besar waktu di apartemen Ek untuk mendiskusikan ide bisnis.

Selama nongkrong, keduanya secara teratur mendengarkan musik di sistem home theater milik Ek. Namun, mereka dihadapkan pada rumitnya menemukan dan mengunduh musik yang dimau.

Saat itu, memang ada Napster yang sedang merajai dan memungkinkan orang mengunduh musik (secara ilegal) secara gratis.

Tapi, mereka terusik dengan hal itu. Mereka karena itu kemudian mencari cara bagaimana bisa mudah dan murah mengakses musik, secara legal, tanpa repot mengunduhnya apalagi secara ilegal.

Tiba-tiba, sebuah ide muncul di benak mereka; membangun platform streaming. Pada 2008, Ek dan Lorentzon mulai mengembangkan Spotify, platform streaming musik.

Hanya dengan US$10 per bulan, pengguna dapat mengakses lebih dari 30 juta lagu tanpa repot.

Spotify meledak. Pada 15 September 2010, Spotify mencapai 10 juta pengguna.

Jumlah melesat jadi 144 juta pelanggan berbayar dan 320 juta pengguna aktif bulanan pada 2020.

Pada Maret 2021 jumlah pengguna gratis 198 juta, dan anggota Premium 158 juta. Jumlah total anggota adalah 356 juta.

Pada Maret 2024, jumlah itu melesat. Spotify memiliki lebih dari 615 juta pengguna aktif bulanan, termasuk 239 juta pelanggan berbayar.

Perkembangan pesat itulah yang membuat pundi-pundi kekayaan Lorentzon menggelumbung sehingga bisa kaya raya seperti sekarang ini.

Monday, April 14, 2025

Orang Kaya dan Kelas Menegah Indonesia Mulai Larikan Kekayaannya Ke Luar Negeri

 Orang kaya Indonesia dikabarkan beramai-ramai memindahkan kekayaan mereka bernilai ratusan juta dolar ke luar negeri buntut meningkatnya kekhawatiran mereka atas disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi dalam negeri belakangan ini.

Mengutip Bloomberg, orang kaya itu khawatir dengan situasi yang ada di Indonesia belakangan ini. Yang menjadi perhatian utama, selain masalah ekonomi adalah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang sejak Oktober memperluas peran TNI.

Pemindahan itu salah satunya dilakukan oleh Chan, seorang mantan eksekutif berusia 40-an di salah satu perusahaan besar Indonesia yang meminta nama lengkapnya tak diungkap karena takut akan sanksi pemerintah.

"Saya telah meningkatkan pembelian USDT (Kripto Tether) saya dalam beberapa bulan terakhir," kata Chan.

"Ini memungkinkan saya untuk menjaga nilai aset saya dan mengirimkannya ke luar negeri jika diperlukan tanpa harus membawanya secara fisik melintasi perbatasan. Prospek ekonomi Indonesia dan risiko terhadap stabilitas politik negara benar-benar membuat saya khawatir," katanya.

Tidak hanya Chan, selusin manajer investasi, bankir swasta, penasihat keuangan, dan individu juga menyebut orang kaya lain melakukan hal sama.

Kebanyakan orang kaya itu melarikan kekayaannya ke emas dan real estate. Ada juga yang mengalihkan dananya ke kripto.

Aset tersebut menawarkan cara bagi orang kaya Indonesia untuk menghindari pengawasan dalam memindahkan sejumlah besar uang.

Seorang bankir swasta mengatakan beberapa kliennya dari Indonesia dengan kekayaan bersih antara US$100 juta dan US$400 juta telah mengalihkan 1 10 persen aset mereka menjadi kripto.

Peralihan tersebut dimulai sejak Oktober, atau ketika Prabowo berkuasa.

Peralihan itu katanya menjadi semakin cepat setelah rupiah jatuh pada Maret lalu.

Sementara itu sumber lain dari satu firma menyebut telah mengalihkan sekitar US$50 juta uang klien mereka asal Indonesia ke Dubai dan Abu Dhabi.

Uang tersebut digunakan untuk membeli properti perumahan dan komersial atas nama anggota keluarga dan teman. Modus mereka pakai untuk menghindari deteksi.

Beberapa klien firma itu telah berhasil memperoleh visa kerja di Dubai. Visa  kemudian memungkinkan mereka untuk mendirikan perusahaan cangkang dan menggunakannya untuk membeli real estat di negara tersebut.

Berburu emas

Tak hanya orang kaya yang melarikan asetnya. Orang menengah di Indonesia pun berusaha mengamankan asetnya.

Bedanya, kalau orang kaya melarikan kekayaannya keluar negeri, orang menengah melarikan kekayaanya untuk membeli emas batangan.

Pelarian itu diketahui dari lonjakan penjualan emas sampai dengan 30 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama 2024.


Sunday, April 13, 2025

Tupperware Resmi Keluar Dari Indonesia Per 31 Januari 2025 Karena Bangkrut

 Jenama penyimpanan makanan dan minuman Tupperware secara resmi menghentikan aktivitas bisnisnya di Indonesia setelah selama 33 tahun perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut berbisnis di Tanah Air.

"33 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam kurun waktu itu, Tupperware telah menjadi bagian dari dapur, meja makan, dan momen berharga keluarga Indonesia," ungkap manajemen seperti yang tertulis di unggahan Instagram resmi Tupperware Indonesia yang dikutip di Jakarta, Minggu.

Dalam unggahan tersebut, perusahaan menyatakan alasan penghentian bisnis di Indonesia merupakan keputusan induk perusahaan yang telah memutuskan untuk menghentikan aktivitas di sebagian besar negara.

"Keputusan ini adalah bagian dari langkah global perusahaan," tulis Tupperware.

Adapun penghentian operasional bisnis tersebut sudah dilakukan sejak 31 Januari 2025.

Selanjutnya, Tupperware menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia karena sudah menjadi bagian dari perjalanan bisnis perusahaan.

"Kenangan selama 33 tahun ini akan selalu menjadi bagian dari cerita indah kami. Terima kasih telah menjadikan Tupperware lebih dari sekedar produk, anda telah membuatnya menjadi bagian dari keluarga, momen, dan cerita yang penuh makna," ujar Tupperware.

Diinformasikan sebelumnya induk perusahaan Tupperware di AS sudah mengajukan kepailitan pada September 2024. Pengajuan pailit ini dilakukan pihak manajemen karena terus mengalami kerugian.

Friday, April 11, 2025

Konsumen Uang Kripto Indonesia Capai 13,13 Juta Orang

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjawab soal potensi Bitcoin menjadi safe haven, terutama di tengah perang tarif yang dikobarkan Presiden AS Donald Trump.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi menyebut saat ini konsumen mata uang tersebut mencapai 13,31 juta orang. Sedangkan transaksinya per Februari 2025 menyentuh Rp32,78 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp29,59 triliun.

Walau transaksinya menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp44,07 triliun, total konsumen kripto meningkat cukup signifikan. Pada Januari 2025 lalu, OJK mencatat baru ada 12,92 juta konsumen kripto di tanah air.

"Bitcoin yang memang kemarin terlihat harganya tidak terlalu jatuh pada saat terdapat situasi geopolitik maupun penerapan kebijakan tarif yang berlaku baru-baru ini," ucap Hasan dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2025 secara virtual, Jumat (11/4).

"Tentu dalam hal ini kami memandang, pertama-tama, penting bagi kita semua untuk memahami bahwa persepsi pasar dan kesimpulan apakah Bitcoin ini sudah layak menjadi instrumen untuk aset lindung nilai, bahkan pilihan dari safe haven? Tentu hal ini masih merupakan wacana dan diskusi yang merupakan perdebatan terbuka," jelasnya.

Hasan mengatakan perdebatan soal Bitcoin terjadi tidak hanya di kalangan regulator, baik di tingkat regional maupun global. Diskusi soal mata uang kripto itu juga melibatkan ekonom, pelaku pasar, sampai konsumen aset tersebut.

OJK tak mengambil kesimpulan terkait apakah Bitcoin sudah layak dinobatkan sebagai pilihan safe haven di tengah gejolak global. Namun, Hasan mencoba membeberkan bagaimana gerak mata uang kripto itu dibanding dengan aset sejenis.

"Memang di satu sisi kita melihat bahwa dalam berbagai situasi ketidakpastian global, adanya perkembangan geopolitik, maupun kebijakan baru, untuk aset kripto Bitcoin ini relatif dibanding aset kripto lainnya memang menunjukkan tren yang lebih stabil. Bahkan, beberapa saat menunjukkan angka kenaikan," tuturnya.

"Namun, pada saat lainnya tetap juga mengikuti gejolak yang ada, yaitu terjadi penurunan secara tajam. Jadi, tentu ini kami memandangnya masih harus dilihat ke depannya secara lebih hati-hati dan holistik," ucap Hasan Fawzi.

Terlepas dari itu, OJK menyinggung ada angin segar untuk mata uang kripto. Hasan mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengadopsi kripto dunia.

Ia mengutip Global Crypto Adoption Index 2024, di mana Indonesia berada di peringkat ketiga dunia. Ini menggambarkan tingginya partisipasi masyarakat tanah air dalam mengadopsi kegiatan yang terkait kripto.

Di lain sisi, Hasan menjelaskan dinamika pasar kripto yang dipengaruhi berbagai sentimen global. Ia membedah sentimen positif yang muncul maupun potensi penyalahgunaan aset keuangan digital tersebut.

"Belakangan kita mencatat berbagai kebijakan terbaru dari banyak negara dan pimpinan negara, di mana menunjukkan dukungan yang lebih terbuka terhadap penggunaan aset kripto pada sistem dan kegiatan keuangan di negaranya masing-masing. Ini tentu kembali telah memicu gelombang optimisme dari para investor konsumen global untuk terus mengadopsi dan berkegiatan yang terkait aset kripto ini," tuturnya.

"Namun, di sisi lain kami menyadari tentu ada potensi risiko, seperti volatilitas, adanya potensi penggunaan aset kripto untuk tindak penipuan, atau untuk berbagai tujuan ilegal lainnya. Oleh karena itu, kami akan terus mengembangkan kerangka pengawasan berbasis risiko untuk menyeimbangkan potensi pemanfaatan yang baik dari aset keuangan digital termasuk kripto dan potensi-potensi risiko yang melekat di dalamnya," tandas Hasan.

Harga Bitcoin saat ini sekitar Rp1,3 miliar per keping. Aset kripto itu mencatat kenaikan 1,25 persen dalam 24 jam terakhir.

Transaksi Bank Emas Indonesia Tembus 1 Triliun Rupiah

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan transaksi bank emas di Indonesia sudah hampir mencapai Rp1 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut capaian ini diperoleh dalam kurun waktu singkat, yakni semenjak kegiatan usaha bullion bank diluncurkan akhir Februari 2025 lalu. Ia menegaskan OJK menyambut perbankan yang mau membuka layanan bullion bank.

"Kalau melihat kecenderungannya, dengan perkembangan yang terjadi pada saat ini, kegiatan usaha perbankan yang terkait bullion itu sudah mencapai hampir Rp1 triliun sebetulnya dalam waktu yang sangat singkat," ungkap Dian dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2025 secara virtual, Jumat (11/4).

"Sehingga saya kira ke depan potensi untuk bisnis perbankan terkait bullion itu sangat-sangat besar. Nanti kita tentu pada waktunya akan informasikan lebih lanjut kira-kira berapa bank yang memang akan segera siap untuk ikut (membuka layanan bank emas)," sambungnya.

Namun, ia sempat membocorkan ada 17 bank yang berpotensi memenuhi syarat untuk menjalankan kegiatan usaha bullion. Ini berdasarkan kriteria kelompok bank modal inti (KBMI) 3 dan KBMI 4 di Indonesia.

Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, KBMI 3 adalah bank dengan modal inti Rp14 triliun-Rp70 triliun. Sedangkan perbankan yang masuk KBMI 4 adalah perusahaan dengan modal inti lebih dari Rp70 triliun.

"Apabila terdapat pengajuan permohonan suatu bank untuk melakukan kegiatan usaha bullion pada OJK, evaluasi itu tentu akan segera dilakukan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.

"Kalau mereka (17 bank) nanti, dari hasil diskusi dengan kita memang memiliki apetite untuk terjun di usaha bullion ini, tentu ini merupakan potensi yang sangat besar," imbuh Dian.

Ia mengaku sangat optimistis dengan keterlibatan perbankan dalam usaha bullion. Terlebih, Indonesia punya potensi dalam memanfaatkan komoditas emas dan pengembangan ekosistem bullion yang terintegrasi.

Dian mengutip data pada 2023 lalu, di mana Indonesia menempati urutan ke-8 penghasil emas terbesar dunia dan negara ke-6 dengan cadangan terbanyak. Produksi emasnya mencapai 110 ton sampai 160 ton setiap tahun.

"Jumlah cadangan yang besar dan produksi emas yang solid, Indonesia dapat mengoptimalkan monetasi emas untuk mendorong perekonomian nasional, yaitu melalui pembentukan kegiatan usaha bullion ini," kata Dian.

"Kegiatan usaha bullion menjadi bentuk diversifikasi produk jasa keuangan yang memanfaatkan monetasi emas sebagai sumber pendanaan dalam rangka mendukung kebutuhan pembiayaan pada rantai pasok emas di dalam negeri, mulai dari sektor pertambangan, pemurnian, manufaktur, hingga penjualan emas ke konsumen ritel," tambahnya.

OJK berharap ada partisipasi yang lebih banyak dari lembaga jasa keuangan dalam kegiatan bank emas. Ini diperlukan untuk percepatan ekosistem serta akselerasi dan optimalisasi pengembangan usaha bullion di Indonesia.