Thursday, July 21, 2011

Saham Sari Roti Terjun Bebas Setelah Jinglenya Muncul Dalam Wawancara MetroTV

Aneh bin ajaib. Begitu kata Head of Technical Analyst Batavia Prosperindo Sekuritas Billy Budiman menanggapi turunnya harga saham PT Nippon Indosari Corpindo. Apalagi dikaitkan dengan munculnya jingle iklan Sari Roti yang terdengar dalam rekaman wawancara Nazaruddin di Metro TV Selasa 19 Juli 2011 lalu.

Pada perdagangan Kamis sore 21 Juli 2011 saham perusahaan dengan kode ROTI ini terjun 6,21 persen dari Rp 3.625 ke Rp 3.400 per lembar saham. Turun 225 poin.

Padahal, kata Billy, selama ini harga saham Sari Roti itu cenderung naik. Awal Juli lalu sahamnya masih diperjualbelikan dengan harga Rp 2800, Rabu kemarin nilainya naik menjadi Rp 3625.

Menurut Billy hari ini tadi banyak yang melepas saham ROTI. Nilai transaksinya sampai Rp 2 miliar. “Beberapa analis yang saya tanya, alasannya karena ada jingle Sari Roti pas wawancara Nazaruddin,” kata Billy.

Namun menurut dia anekdot itu tidak bisa disebut sebagai satu-satunya penyebab jatuhnya harga saham ROTI. Dia melihat pialang saham sedang melakukan aksi ambil untung. Saham ROTI di harga Rp 3.625 dinilai sudah sangat tinggi. Mereka akan membeli lagi saham saat harganya di kisaran Rp 3.200 sampai Rp 3.300.

Saham perusahaan Sari Roti memang tengah moncer, apalagi setelah pada kuartal pertama tahun ini membukukan keuntungan sampai Rp 26 miliar. “Saya kira penurunan harga ROTI ini tidak akan lama,” kata Billy.

IHSG sesi II ditutup naik 17,44 poin atau 0,43% sore ini ke level 4.068,07 dari posisi penutupan kemarin di 4.050,63.

No comments:

Post a Comment