Wednesday, March 29, 2017

Citibank Cetak Laba Bersih Rp 2,29 Triliun Tahun 2016

Citibank Indonesia berhasil mencetak kinerja yang cemerlang sepanjang 2016. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 46,2 persen menjadi Rp2,29 triliun dibandingkan dengan pencapaian 2015 sebesar Rp1,56 triliun.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi menuturkan, kenaikan laba bersih ini disebabkan oleh naiknya pendapatan bunga bersih menjadi Rp4,12 triliun atau mengalami kenaikan 16,1 persen.  Dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih tersebut, jelas Batara, menghasilkan peningkatan rasio return on asset (ROA) dari 2,8 persen menjadi 4,1 persen dan return on equity (ROE) menjadi 14,9 persen dari tahun 2015 10,7 persen.

"Jadi kami gembira karena kinerja 2016 cukup baik. Ini juga dapat diraih karena porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) cukup terjaga dalam bentuk tabungan dan giro. Nah, ini berkontribusi 68,6 persen dari keseluruhan DPK Citibank per akhir tahun lalu," papar Batara, Rabu (29/3). Kemudian, kinerja positif Citibank Indonesia juga didukung oleh turunnya beban cadangan khususnya kredit menjadi Rp839 miliar, atau setara dengan penurunan 23,6 persen dari sebelumnya Rp1 triliun.

"Dengan penurunan cadangan kredit ini, rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dari Citibank Indonesia juga membaik," imbuh Batara. Tercatat, rasio BOPO turun dari 89,2 persen menjadi 81,6 persen. Selain itu, perusahaan juga menjaga permodalan dengan adanya pertumbuhan kewajiban penyediaan modal minimum sebesar 1,8 persen dari 28,2 persen menjadi 30 persen.

"BOPO turun karena naiknya pendapatan bunga (net interest income). Biaya operasional turun, pendapatan operasional naik 16 persen," terangnya. Batara menjelaskan, perusahaan sendiri mendapatkan keuntungan dari dua sumber yakni, pendapatan non bunga (fee based income) dan net interest income. Secara rinci, perusahaan bergantung pada net interest income sebesar 75 persen dan sisanya fee based income.

"Nah itu masih sejalan dan menunjukan kestabilan dari kinerja kami, net interest margin (NIM) kami dari 5,35 persen menjadi 6,24 persen," jelas dia

No comments:

Post a Comment