Saturday, April 26, 2014

Tips Branding Dari Pakar Branding Burberry

Pakar fashion branding asal Instituto Marangoni London, Bette Bondo punya saran bagi fashion designer Indonesia untuk menciptakan sebuah merek dagang. Pertimbangan untuk memilih sebuah nama sebagai label pakaian, menurut dia, harus melalui proses panjang. Bette merupakan salah satu orang dibalik pengembangan brand Burberry asal Inggris.

"Jika anda memilih sebuah nama lokal untuk diangkat, itu bisa jadi nilai lebih," ujar Bette usai memberikan workshop Fashion Branding di Kementerian Perdagangan, Kamis, 24 April 2014. Nama lokal yang dimaksud Bette, berarti kata-kata dalam Bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah.

"Nama itu bisa menarik minat orang untuk mencari tahu," kata Bette. Namun di sisi lain, nama yang berasal dari bahasa lokal bisa juga berdampak negatif. "Orang-orang yang tidak tahu soal budaya lokal, justru jadi berpikir sebaliknya: 'Orang gila mana nih yang membuat brand dengan nama aneh ini?'," ujar wanita asal Denmark ini.

Menurut Bette, brand yang baik haruslah mudah diingat dan tidak menyulitkan untuk dieja. "Tentu tidak mungkin anda mau membeli brand yang namanya sulit dieja dan anda takut salah menyebutnya."

Bette juga mengingatkan agar desainer mengenal betul konsumen yang menjadi pasar utama mereka. "Hanya anda (desainer) yang tahu persis siapa konsumen yang memakai karya anda. Sebelum membuat label brand, pastikan nama itu sesuai dengan pasar yang anda inginkan."

No comments:

Post a Comment