Wednesday, April 9, 2014

Harga Saham VIVA Turun Setelah Ardi Bakrie Larang Iklan Jokowi Ditayangkan

Saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) turun hingga 3,13 persen pada siang hari ini. Pada jeda makan siang, saham VIVA dihargai Rp 310 per saham, di mana pada penutupan kemarin emiten ini berada di level Rp 320 per saham.  Padahal pada perdagangan sesi I, harga saham tersebut sempat di level Rp 324 per saham atau naik 1,25 persen.

Viva Media Baru merupakan perusahaan pemilik situs berita Viva. co. id. Sebelumnya, jajaran redaksi di situs berita tersebut dikabarkan mundur gara-gara Presiden Direktur Viva Media Baru Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardi Bakrie murka akibat munculnya iklan Joko Widodo di laman Viva.co.id menjelang pemilu legislatif.

Amarah Ardi, putra bakal calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical, itu disampaikan melalui surat elektronik ke sejumlah petinggi redaksi Viva.co.id. Hal itu diungkap kompasianer dengan nama Susi Avivah yang mengunggah tulisan pada Senin (7/4/2014).

Dalam e-mail tersebut, Ardi meminta iklan Jokowi segera diganti. Bahkan, jika ada yang tidak suka dengan kebijakannya itu, ia mempersilakan untuk mundur. Ia menunggu surat pengunduran diri itu sebelum "ayam berkokok". PT Visi Media Tbk (VIVA) optimistis tahun ini bisa meraih pendapatan sebesar Rp 1,82 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 30 persen dari pendapatannya pada tahun lalu.

Direktur Keuangan VIVA Sahid Mahudi menyatakan, perusahaan menargetkan pendapatannya bisa tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan industri yang rata-rata bertumbuh kisaran 15 persen-20 persen.

"Tahun ini kami targetkan pertumbuhan pendapatan bisa 30 persen. Sementara, untuk tahun 2013 bisa tumbuh 25 persen-26 persen," kata dia seusai acara Paparan Publik VIVA, Senin (3/2/2014).

Asal tahu saja, VIVA pada 2012 berhasil membukukan pendapatan Rp 1,24 triliun. Jika pertumbuhan pendapatan 25 persen-26 oersen, maka pendapatannya pada 2013 mencapai Rp 1,55 triliun-Rp 1,56 triliun. Maka, pada 2014, pendapatannya bisa menembus sekitar Rp 1,85 triliun.

No comments:

Post a Comment