Wednesday, September 24, 2014

KAI Pasrah Subsidi Kereta Ekonomi Bakal Dicabut

PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak banyak berkomentar saat ditanya mengenai rencana pemerintah menghapus subsidi tarif kereta ekonomi jarak jauh. "Kami baru dengar itu," kata juru bicara KAI Makmur Syaheran saat dihubungi Rabu, 24 September 2014.

Ia menjelaskan, penghapusan subsidi tersebut merupakan kebijakan pemerintah, bukan KAI sebagai operator. Lantaran menganggap penghapusan ini masih sebagai wacana dan belum terjadi, KAI mengatakan belum bisa berpendapat. "Ya kalau tahun ini, ada subsidi Rp 1,2 triliun," ujarnya. Makmur menuturkan, subsidi tersebut dialokasikan untuk kereta ekonomi jarak jauh, commuter line serta Prameks.

Kementerian Perhubungan berencana menghapus subsidi tarif kereta ekonomi jarak jauh. Rencana itu akan diberlakukan mulai tahun depan. "Pertimbangan itu sudah ada dari dulu," kata Kepala Sub Bagian Humas dan Kerjasama Luar Negeri Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Joice Hutajulu di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa, 23 September 2014.

Menurut Joice, subsidi kereta ekonomi jarak jauh akan dialihkan ke kereta lokal seperti KRL (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi), Prameks (Kutoarjo-Solo), Madiun Jaya (Madiun-Solo), KRD Bandung Raya (Cicalengka-Padalarang), dan KRD Babat (Surabaya-Babat). Namun kepastian pencabutan subsidi dan pengalihan itu masih menunggu besarnya anggaran public service obligation dalam APBN 2015.

"Kalau anggaran PSO yang disetujui kecil, ya subsidi dihapus. Tapi kalau besar, paling cuma kenaikan tarif jarak jauh dan pengalihan subsidi ke kereta lokal," kata Joice.

Bentuk pengalihan subsidi ke kereta lokal nantinya, kata Joice, tak akan melulu dalam bentuk penurunan tarif. Bisa saja, kata Joice, subsidinya dalam bentuk penambahan frekuensi, jumah tempat duduk, dan penambahan fasilitas.

Menurut Joice, rencana pengalihan subsidi muncull itu karena dalam beberapa tahun terakhir serapan penumpang kereta ekonomi jarak jauh menurun. Pada 2013 lalu, anggaran PSO sampai sempat dikembalikan. "Sebelum-sebelumnya juga sempat dikembalikan," kata Joice.

Pada 2013, anggaran PSO kereta ekonomi jarak jauh sebesar Rp 700 miliar. Anggaran itu kemudian meningkat jadi Rp 1,2 triliun pada tahun ini.

No comments:

Post a Comment