Monday, April 11, 2011

Pabrik Alumina Dibangun di Sanggau Kalimantan Barat

Indonesia memulai era industri hilir pertambangan nonminyak dan gas dengan dimulainya pembangunan pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina di Kalimantan Barat. Pengembangan industri hilir pertambangan nonmigas akan terus dilakukan untuk memberikan nilai tambah.

Demikian dikemukakan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam peresmian dimulainya pembangunan pabrik pengolahan bauksit milik PT Indonesian Chemical Alumina, anak perusahaan PT Antam (Persero Tbk) di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (11/4). Proyek senilai 450 juta dollar AS itu dikerjakan oleh konsorsium kontraktor lintas negara, yakni PT Wijaya Karya (Persero Tbk), Tsukishima Kikai Co. Ltd, dan PT Nusantara Energi Abadi.

Alumina adalah bahan dasar berbagai produk turunan, seperti aluminium, tawas, dan campuran pasta gigi. Dari aluminium, Indonesia masih bisa memproduksi puluhan produk turunan lagi.

”Proyek ini monumental karena untuk pertama kalinya Indonesia masuk dalam industri hilir hasil tambang nonmigas. Sejak dulu, kita hanya menjual bahan mentah hasil tambang. Lebih dari itu, Indonesia akan memenuhi sendiri kebutuhan alumina. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor,” kata Hidayat.

Pabrik itu akan menghasilkan sekitar 300.000 ton alumina per tahun pada tahun pertama operasi yang diperkirakan akan mulai pada kuartal pertama 2014.

”Kapasitas penampungan alumina di Inalum, Asahan, mencapai sekitar 600.000 ton yang selama ini kita penuhi dari impor. Setelah pabrik di Tayan ini beroperasi, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor,” ujar Hidayat.

Proyek pengolahan alumina di Tayan, kata Hidayat, adalah titik awal pembangunan sektor hilir industri tambang nonmigas.

”Ke depan, model itu akan diterapkan pada komoditas lainnya,” kata Hidayat. Pembangunan pabrik pengolahan di Tayan merupakan salah satu upaya implementasi kluster ekonomi koridor Kalimantan yang digaungkan oleh pemerintah.

Direktur Utama PT Antam Alwin Syah Loebis mengatakan, kapasitas produksi pabrik di Tayan masih bisa naik, sesuai dengan kebutuhan. Selain mulai membangun proyek di Tayan, pihaknya juga akan segera mengoperasikan pertambangan di Toho, Kabupaten Pontianak.

No comments:

Post a Comment