Thursday, February 13, 2014

PT Bank Danamon Indonesia Tbk Raih Laba 4,04 Triliun Rupiah Tahun 2013

PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp4,04 triliun sepanjang 2013, tumbuh satu persen dibanding laba bersih tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan laba didorong pertumbuhan kredit usaha sektor mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkontribusi 30 persen dari total portofolio kredit, selain kredit simpan pinjam, kredit komersial, kredit korporasi, anak perusahaan Adira Finance " kata Direktur Keuangan PT Bank Danamon Indonesia, Vera Eve Lim, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Laba Bank Danamon pada 2013, menurut Vera, mencerminkan pengeluaran signifikan seperti biaya tenaga kerja dan sewa gedung yang mencapai dua per tiga dari beban operasional sebesar Rp9,695 triliun. "Laba bersih tahun ini juga mencerminkan beban bunga sesuai suku bunga acuan Bank Indonesia pada kisaran 5,75 persen hingga 7,5 persen dan inflasi sekitar 8,3 persen hingga 8,5 persen," katanya.

Vera mengatakan total kredit yang disalurkan Bank Danamon mencapai Rp135 triliun pada 2013 atau tumbuh 16 persen dibanding penyaluran kredit pada 2012.  "Dana murah berupa giro dan tabungan, deposito, dan pendanaan jangka panjang tumbuh 21 persen sebesar Rp140 triliun," katanya.

Bank Danamon, lanjut Vera, akan meningkatkan pertumbuhan dana murah sebesar 55 persen pada 2014 dari Rp53 triliun pada 2013 dengan menggencarkan aplikasi seluler perbankan (mobile banking), internet banking,priviledge center, dan mobile branch di kampus-kampus.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga Bank Danamon pada akhir 2013 sebesar 95,1 persen dari 100,7 persen pada akhir 2012. Sedangkan rasio kredit terhadap total pendanaan pada posisi 87,4 persen.

Vera mengatakan rasio kecukupan modal konsolidasi mencapai 17,9 persen dan rasio kecukupan modal untuk Bank Danamon mencapai 17,5 persen. "Rasio kecukupan modal 17,9 persen itu cukup untuk membiayai operasional hingga 2016," katanya.

Vera menambahkan rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Danamon pada akhir Desember 2013 mencapai 1,9 persen dibanding NPL pada 2012 sebesar 2,4 persen. Perseroan Terbatas Bank Danamon Tbk menyatakan akan menaikkan suku bunga kredit dalam rangka merespons kenaikan tingkat suku bunga acuan (BI rate) oleh Bank Indonesia sebesar 50 basis poin dari 6 persen menjadi 6,5 persen.

"Suku bunga kredit pasti akan kami sesuaikanlah," kata Direktur Keuangan Danamon Vera Eve Lim. Vera sendiri enggan menyebut besaran kenaikan suku bunga kredit tersebut.Ia menuturkan bahwa pihaknya akan mengkaji kembali suku bunga kredit dan suku bunga simpanan untuk disesuaikan demi mengimbangi biaya dana yang meningkat akibat inflasi.

Namun, lanjutnya, Danamon akan terlebih dahulu menyampaikan kepada nasabah sebelum menaikkan tingkat suku bunga kredit sehingga nasabah dapat mengerti dan tidak merasa kaget dengan kenaikan tersebut. "Penyesuaian suku bunga kredit kami mesti sampaikan kepada nasabah, ada `repricing`, ada yang tidak ada `skim repricing`. Jadi, beda-beda," ujar Vera.

Sebelumnya, kata Vera, Danamon juga sudah memperkirakan BI akan menaikkan tingkat suku bunga untuk menahan inflasi yang tinggi akibat kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang dikeluarkan oleh Pemerintah pada bulan Juni lalu.

"Kami prediksi waktu kami membuat RBB pada akhir tahun. Kami asumsikan kalau Pemerintah menaikkan harga BBM, inflasi akan meningkat. Maka, kemungkinan besar BI akan menyesuaikan suku bunga," tutur Vera. Sebelumnya, pada tanggal 11 Juli 2013, bersamaan dengan kenaikan BI rate Bank Indonesia juga memutuskan suku bunga "deposit facility" naik 50 basis poin menjadi 4,75 persen dari sebelumnya 4,25 persen dan suku bunga "lending facility" tetap sebesar 6,75 persen.

Kebijakan kenaikan BI rate menjadi 6,5 persen itu, kata dia, diambil untuk memastikan inflasi yang meningkat pascapenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dapat segera kembali ke lintasan sasarannya.

No comments:

Post a Comment