Thursday, November 13, 2014

Upah Buruh Jakarta Hanya Akan Naik 10 Persen Karena Sudah Ideal Buat Kaum Buruh

Kalangan pengusaha keberatan dengan permintaan buruh yang menuntut upah minimum Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 3,5 juta. Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Eddy Kuntadi, upah sebesar itu membuat daya saing pengusaha melemah.  Mengapa? Karena keuntungan yang didapat pengusaha berkurang yang menyebabkan kurang semangatnya para pengusaha untuk berbisnis dan meraup laba.

"Menurut kami, kenaikan upah 10 persen sudah ideal," katanya di Kementerian Perindustrian, Kamis, 13 November 2014.

Eddy menuturkan toleransi UMP Jakarta adalah Rp 2,7 juta. Tuntutan buruh yang meminta UMP Rp 3,5 juta dinilai Eddy terlalu berlebihan. "Kami pasti tidak ingin buruh telantar, tapi tolong pahami juga pengusaha," ujarnya. Kebutuhan sebagai seorang pengusaha juga banyak ... tolong dipahami juga.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, jika buruh menginginkan kenaikan gaji, yang harus dilakukan adalah menaikkan produktivitas. "Gaji naik karena produktivitas, bukan karena demo. Buruh itu jadi diajari malas," tutur Sofjan saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental.

Sofjan mengingatkan bahwa UMP Jakarta jangan dijadikan ukuran untuk daerah-daerah lain. Jika UMP daerah sama dengan di Jakarta, kata dia, akan banyak pelaku usaha yang gulung tikar. "Bagaimana dengan perusahaan kecil. Rakyat 90 persen bekerja di perusahaan kecil," ujar Sofjan.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama heran dengan permintaan buruh yang menuntut kenaikan upah minimum Provinsi DKI sebesar Rp 3,1 juta per bulan. Tuntutan itu, kata dia, sulit untuk dipenuhi. "Kita enggak mungkin bisa penuhi," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 4 November 2014.

Menurut Ahok, upah buruh tidak bisa ditetapkan secara sembarangan. Penentuan upah buruh didasari atas survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan Dinas Tenaga Kerja. Ratusan buruh kembali menggelar demo di depan Balai Kota, hari ini, Selasa, 4 November 2014. Mereka menuntut kenaikan upah.

Jika buruh tetap berkeras menuntut kenaikan sebanyak itu, Ahok yakin pengusaha bakal kabur alias hengkang dari Indonesia. "Kalau kamu cuma mau lakukan egoisme begitu, ya, bangkrut dong. Coba kamu survei saja sama buruh yang sungguh-sunguh mau kerja, mereka pilih berhenti dan pabriknya tutup atau menuntut segitu," kata Ahok.

Pemerintah, tutur Ahok, sudah sangat memperhatikan buruh. Misalnya, dalam survei KHL, terdapat pokok yang menyebutkan ada jaminan pendidikan dan kesehatan bagi buruh.

Mantan Bupati Belitung Timur itu semakin heran dengan kelakukan buruh. "Lihat saja yang ikut demo-demo buruh, bisa beli HP dan motor yang bagus-bagus, kan. Nah, dia sih enak, tapi kalau pabriknya ditutup, gimana?" ujarnya.

Ahok mengatakan bakal membantu buruh. Namun, "Buruh yang mana? Yang aktivis politik? Mesti jelas," tuturnya. Apalagi aksi buruh belakangan ini kerap ditunggangi aktivis politik.  Menurut dia, upah buruh bakal naik tapi tidak signifikan. "Naik paling 10 persen. Jatuhnya palingan Rp 2,7 juta," kata Ahok.

No comments:

Post a Comment